Kamis, 18 April 2019

Rusia Rampungkan Pengiriman Su-35 ke China, Selanjutnya Indonesia



Rusia Rampungkan Pengiriman Su-35 ke China, Selanjutnya Indonesia
Pesawat jet tempur Su-35 Rusia. Foto/Marina Lystseva/TASS


MOSKOW - Rusia telah menyelesaikan pengiriman 24 jet tempur Sukhoi Su-35 generasi 4++ pesanan China. Setelah pesanan Beijing dirampungkan, Moskow bersiap untuk memasok 11 unit pesanan Indonesia yang rencananya dimulai tahun ini.

Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer dan Teknis kepada kantor berita TASS mengatakan kontrak untuk China sudah diselesaikan.

"Sesuai dengan kontrak, semua pesawat Su-35 telah dikirim ke pelanggan asing," kata Layanan Federal tersebut, Selasa (16/4/2019).

China menjadi pembeli asing pertama pesawat jet tempur Su-35 Rusia. Kontrak bernilai sekitar USD2,5 miliar untuk pengiriman 24 jet tempur ke China ditandatangani pada 2015. Kontrak itu juga menetapkan pengiriman peralatan dan mesin cadangan.

Sementara itu, Indonesia menjadi pembeli asing kedua jet tempur Su-35 Rusia. Pada awal 2018 Rusia telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pengiriman 11 unit jet tempur tersebut.

Di bawah kontrak, Rusia akan mengirimkan jet tempur pertama ke Indonesia pada tahun ini. Pemenuhan kontrak Indonesia menghadapi beberapa kesulitan terkait sanksi Amerika Serikat (AS), tetapi sumber TASS dari kalangan militer dan diplomatik mengatakan kesulitan-kesulitan tersebut "tidak kritis" dan tidak boleh memengaruhi pengiriman jet tempur.

Jet tempur supersonik Su-35S generasi 4++ melakukan penerbangan debutnya pada 19 Februari 2008. Jet tempur ini adalah turunan dari pesawat Su-27.

Su-35S berbobot 19 ton dan dapat melesat dengan kecepatan maksimum 2.500 km/jam. Pesawat ini memiliki awak satu pilot. Persenjataan untuk jet tempur tersebut termasuk senapan pesawat 30mm, hingga 8 ton muatan senjata—yang mencakup misil dan bom dari berbagai jenis—pada 12 titik bawah sayap. Su-35 telah beroperasi dengan militer Rusia sejak 2015. 




Credit  sindonews.com






Imbas Jatuh di Jepang, Singapura Ingin Pastikan Keamanan Jet F-35



Imbas Jatuh di Jepang, Singapura Ingin Pastikan Keamanan Jet F-35
Pesawat jet tempur siluman F-35A Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS


SINGAPURA - Kementerian Pertahanan (Mindef) Singapura ingin memastikan F-35 Joint Strike Fighter (JSF) aman untuk dioperasikan sebelum memperolehnya dari Lockheed Martin Amerika Serikat (AS). Reaksi itu muncul setelah jet tempur F-35A Jepang jatuh dan hilang di Samudra Pasifik pada 9 April lalu.

Pesawat jet tempur siluman itu jatuh di Samudra Pasifik selama misi pelatihan. Puing jet tempur dan pilotnya hingga kini belum ditemukan. Insiden yang belum diketahui penyebabnya itu mendorong Jepang untuk mengandangkan armada pesawat tempur F-35A untuk sementara waktu.

F-35A adalah salah satu dari tiga varian utama F-35, jet tempur termahal dan diklaim paling canggih di dunia. Ada juga varian F-35B, yang dirancang untuk lepas landas pendek dan pendaratan vertikal dan F-35C yang dirancang untuk digunakan pada kapal induknya.

Singapura sangat tertarik untuk membeli F-35B, yang dapat lepas landas dari landasan pacu yang lebih pendek dan mendarat seperti helikopter.

Mindef Singapura menanggapi pertanyaan surat kabar setempat, Today, apakah insiden yang dialami Jepang akan mempengaruhi keputusan untuk membeli jet tempur F-35. "Mindef dan Angkatan Bersenjata Singapura akan memperoleh empat F-35 JSF pada tahap awal, dengan opsi delapan pada tahap berikutnya jika kita memutuskan untuk melanjutkan," kata Mindef melalui seorang juru bicara.

"Ini akan memungkinkan kita untuk melakukan evaluasi penuh atas kemampuan dan kesesuaian pesawat," lanjut juru bicara tersebut tanpa disebutkan namanya, yang dilansir Senin (15/4/2019).

Mindef menambahkan bahwa pihaknya memiliki proses evaluasi yang ketat dan sedang memantau investigasi kecelakaan F-35 Jepang. "Kami akan memastikan bahwa F-35 JSF memenuhi persyaratan kami, dan aman untuk dioperasikan sebelum memperolehnya untuk kebutuhan pertahanan kami," imbuh juru bicara Mindef.

Keputusan untuk membeli empat F-35 JSF diumumkan oleh Menteri Pertahanan Ng Eng Hen awal Maret lalu. Menurut Ng saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengajukan permintaan untuk F-35 karena harganya telah jatuh karena pesanan yang "sehat" dari Amerika Serikat dan 10 negara lain, termasuk Inggris, Jepang dan Korea Selatan.

Jet F-35A Jepang hilang sekitar pukul 19.30 pada hari Selasa. Pesawat itu hilang kontak 30 menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Misawa di Prefektur Aomori dengan tiga pesawat lain.

Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya mengatakan pesawat itu mengirim sinyal "aborting practice" dan menghilang dari radar. 




Credit  sindonews.com




Mahathir Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh Versi Time



Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad
Foto: The Star
Mahathir digambarkan sebagagi sosok ‘kuda perang tua yang tangguh’ .



CB, KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time pada tahun ini. Pria berusia 93 tahun itu digambarkan sebagagi sosok ‘kuda perang tua yang tangguh’ dan mempesonakan setelah berjuang dalam kampanye yang melelahkan.

Editor yang menulis ringkasan profil untuk Mahathir, Clare Rewcastle Brown menuturkan dalam tulisannya bahwa tidak perlu muda untuk melawan kekuasaan. Mahathir kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia dengan dukungan rakyat negara itu setelah adanya kasus korupsi yang melibatkan Najib Razak.

Saat menjabat sebagai perdana menteri, Najib mendapat tuduhan dalam kasus korupsi 1MDB. Ia kemudian menghadapi tiga tuntutan pelanggaran kepercayaan, satu tuntutan pelanggaran kekuasaan, dan tiga tuntutan pencucian uang yang melibatkan dana sebesar 42 juta ringgit Malaysia di SRC International, bekas unit usaha 1MDB.

Dari sana, Mahathir mengumpulkan banyak orang, menyatukan kelompok-kelompok pemilih untuk kembali mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin negara. Ia juga berkomitmen untuk menyerahkan kekuasaan kepada mantan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim (71).

Warga Malaysia kemudian percaya untuk kembali memilih Mahathir, yang terbukti dari hasil pemilihan negara itu pada 2018. Ia yang saat itu sudah berusia 92 tahun menorehkan sejarah sebagai perdana menteri tertua di negara itu. Sesuai dengan janji, beberapa hari setelah kemenangannya, Anwar Ibrahim dibebaskan dari penjara.

Mahathir saat ini berupaya memenuhi janji-janji selama kampanye, yang utamanya adalah untuk meringankan beban rakyat. Salah satu gagasannya adalah menghapuskan pajak barang dan jasa dalam tempo 100 hari pertama, menjawab keluhan rakyat Malaysia yang mengeluhkan peningkatan biaya hidup dengan pemberlakuan pajak tersebut.

Selain Mahathir, Time juga memasukkan nama-nama sejumlah pemimpin negara yang dinilai membawa pengaruh besar pada tahun ini. Diantaranya adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, dan Presiden Cina Xi Jinping.



Credit  republika.co.id


Menteri Luar Negeri Iran kecam Trump mengenai veto Yaman


Menteri Luar Negeri Iran kecam Trump mengenai veto Yaman
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Panca Syurkani/pras/par/16.)




Ankara (CB) - Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pada Rabu (16/4) mengecam veto Presiden AS Donald Trump terhadap resolusi yang menyeru AS agar mengakhiri dukungan dukungan buat perang pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Pada Selasa, Trump memveto resolusi tersebut, dan menyatakan resolusi itu membahayakan "nyawa warga Amerika serta anggota prajurit yang pemberani", demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Peraturan tersebut menyerukan War Power Resolution, peraturan federal yang memberi Kongres wewenang untuk memeriksa presiden dan pada saat yang sama menyampaikan komitmen AS pada konflik bersenjata.

Arab Saudi telah memimpin koalisi melawan milisi Syiah Yaman, Al-Houthi, sejak 2015, ketika Riyadh dan sekuru Arabnya melancarkan operasi udara besar dengan tujuan memutar-balikkan perolehan wilayah Al-Houthi setahun sebelumnya.

Operasi tersebut telah memporak-porandakan prasarana di Yaman, termasuk sistem kebersihan dan kesehatannya, sehingga PBB menggambarkannya sebagai salah satu bencana kemanusiaan yang paling parah pada jaman modern.




Credit  antaranews.com



CEO Huawei: Teknologi 5G Ibarat Bom Nuklir bagi Presiden AS


CEO Huawei: Teknologi 5G Ibarat Bom Nuklir bagi Presiden AS
Kantor raksasa telekomunikasi China, Huawei. Foto/REUTERS/Tyrone Siu/File Photo

BERLIN - CEO Huawei Ren Zhengfei mengecam fiksasi Donald Trump pada persaingan 5G dengan China. Dia mengibaratkan teknologi itu seperti bom nuklir bagi Presiden Amerika Serikat (AS).

Zhengfei berjanji untuk mendukung "perjanjian anti-mata-mata" dengan Jerman. "Sayangnya, AS melihat teknologi 5G sebagai senjata strategis," kata Zhengfei dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Wirtschaftswoche dan Handelsblatt.

"Bagi mereka itu semacam bom nuklir," ujarnya yang dilansir Rabu (17/4/2019).

CEO Huawei tersebut mengatakan perusahaannya tidak akan memasang "pintu belakang" surveillance pada peralatan 5G di Jerman. Berlin masih ragu-ragu untuk mengizinkan Huawei berpartisipasi dalam peluncuran 5G di Jerman di masa mendatang dengan alasan masalah keamanan.

Zhengfei mengaku akan mendesak pemerintah China untuk menandatangani "perjanjian anti-mata-mata" dengan Jerman, dan berkomitmen untuk mematuhi Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa.

Washington telah memberikan tekanan diplomatik pada Jerman untuk menutup Huawei, setelah beberapa agen intelijen AS memperingatkan bahwa perusahaan itu dapat mengumpulkan informasi untuk Beijing.

Zhengfei menyebut tuduhan itu "dongeng" dan menuntut AS memberikan fakta dan bukti untuk mendukung tuduhan mereka.

Presiden Trump sendiri memandang kompetisi 5G sebagai pertempuran strategis. Dia kepada wartawan pada hari Jumat pekan lalu mengatakan bahwa AS tidak dapat membiarkan negara lain bersaing dengan Amerika Serikat dalam industri yang kuat di masa depan.

Selain melucuti peraturan tentang perusahaan telekomunikasi AS, Trump juga telah mendesak sekutu Eropa lainnya untuk menghindari teknologi China. Beberapa negara Eropa, seperti Jerman, Prancis, dan Inggris, telah memperketat standar peraturan mereka. Sedangkan Italia, Kroasia, dan Hongaria telah menyambut Huawei.

"Jika Barat tidak menginginkan Perang Dingin yang baru, mereka harus tetap terbuka dan menerima kebangkitan negara-negara lain," kata Zhengfei. "Kita harus fokus lagi pada pembangunan ekonomi dan menciptakan perdamaian." 





Credit  sindonews.com





Tes Sistem Rudal Patriot dan Iron Dome, Israel Tembak Jatuh Target


Tes Sistem Rudal Patriot dan Iron Dome, Israel Tembak Jatuh Target
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel saat mengintersepsi roket asal Gaza yang masuk wilayah selatan Sderot, Israel, 9 Agustus 2018. Foto/REUTERS/Amir Cohen

TEL AVIV - Angkatan Udara Israel melakukan uji coba tembakan langsung yang berhasil dari sistem pertahanan rudal Patriot dan Iron Dome pada hari Selasa hingga Rabu malam.

"Tentara pertahanan udara dari Angkatan Udara Israel melakukan intersepsi target yang sukses di berbagai ketinggian dan jarak," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan.

Sistem pertahanan rudal udara Patriot dimaksudkan untuk mengintersepsi pesawat yang datang dan rudal balistik jarak jauh. Sedangkan Iron Dome dirancang untuk menembak jatuh roket jarak pendek, mortir, serta beberapa pesawat.

Angkatan Udara Israel mengatakan uji coba sistem pertahanan itu dilakukan di Israel tengah, yang dimaksudkan untuk menguji kesiapan unit pertahanan udara dan teknisnya, serta baterai pertahanan udara itu sendiri.

Menurut IDF latihan itu adalah bagian dari jadwal pelatihan tahunan. Dua delegasi militer asing mengunjungi latihan itu. Namun, militer Israel menolak menyebutkan asal negara kedua delegasi asing tersebut.

“Delegasi datang untuk menonton latihan dan mempelajari hasilnya. Delegasi akan mengambil bagian dalam diskusi panel yang akan fokus pada masalah profesional dan kerja sama antar-militer," kata IDF dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Times of Israel, Kamis (18/4/2019).

Israel mempertahankan sistem pertahanan udara multilapis yang dirancang untuk melindungi aset strategis negara tersebut dari serangan udara musuh.

Lapisan terendah adalah sistem Iron Dome, yang mampu mencegat roket jarak pendek, kendaraan udara tak berawak kecil dan peluru mortir seperti yang telah ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza atau dari Lebanon selatan.

Tingkat menengah terdiri dari sistem David's Sling, yang dimaksudkan untuk bertahan melawan rudal seperti Fateh 110 milik Iran dan padanannya di Suriah, M600, yang keduanya telah digunakan secara luas dalam perang sipil Suriah dan dikenal berada di Hizbullah Lebanon.

Di lapisan teratas adalah sistem Patriot, Arrow 2 dan Arrow 3, yang dimaksudkan untuk menggunakan rudal balistik jarak jauh. Patriot juga telah digunakan pada sejumlah kesempatan dalam melawan pesawat musuh yang masuk.

Menurut militer Israel, pada Juli lalu sistem Patriot menembak jatuh sebuah jet tempur Suriah yang melakukan perjalanan dua kilometer ke wilayah udara Israel. 




Credit  sindonews.com




Inti Roket Falcon Heavy SpaceX Jatuh di Samudera Atlantik


Inti Roket Falcon Heavy SpaceX Jatuh di Samudera Atlantik
Roket Falcon Heavy milik SpaceX. (Foto: SpaceX/Handout via REUTERS)




Jakarta, CB -- Salah satu dari inti penguat atau booster roket Falcon Heavy milik SpaceX dilaporkan jatuh saat roket itu mendarat di Samudera Atlantik pada Kamis (11/4) lalu.

Hal itu disebabkan oleh pergerakan laut yang cukup tinggi sehingga menyulitkan kru Falcon Heavy untuk mengamankan penguat ke dek droneship di Samudera Atlantik.

"Sepanjang ahir pekan karena kondisi laut yang sulit, tim pemulihan SpaceX tidak dapat mengamankan pendorong di inti pusat [roket Falcon Heavy] untuk melakukan perjalanan kembali ke Port Canaveral," kata Juru Bicara SpaceX, James Gleeson dikutip Space News.


"Ketika kondisinya memburuk dengan ketinggian gelombang delapan hingga sepuluh kaki, booster mulai bergeser dan akhirnya tidak dapat berdiri tegak,"


Namun kata Gleeson, kejadian itu tidak memengaruhi peluncuran roket yang akan datang. Dilansir dari The Verge, SpaceX memiliki Octagrabber yakni sebuah robot yang menempel pada pangkalan penguat untuk mengamankan roket yang mendarat di laut.

Sayangnya, tidak bisa digunakan karena inti pusat terhubung dengan dua sisi booster, namun ia memiliki desain yang berbeda dari penguat Falcon 9 maka Octagrabber tidak dapat digunakan.

SpaceX dikabarkan bakal kembali meluncurkan roket Falcon Heavy saat musim panas, menggunakan inti pusat yang sama dan dua inti luar yang mendarat minggu lalu. Selain itu, perusahaan ruang angkasa milik Elon Musk itu juga akan menggunakan Octagrabber yang diperbarui.


Sebelumnya, peluncuran roket komersial Falcon Heavy sempat ditunda lantaran angin kencang yang terjadi pada Rabu (10/4).

Misi peluncuran roket komersial ini membawa satelit milik Arabsat. Peluncuran ini dilakukan setelah setahun silam Elon Musk mengirim mobil otonom Tesla untuk di uji coba.

Sepanjang 2018, SpaceX telah melakukan 21 kali misi peluncuran. Roket Falcon Heavy pertama kali diluncurkan pada Februari 2018 dengan memboyong Starman yang duduk di balik kemudi Tesla



Credit  cnnindonesia.com




Protes Rompi Kuning di Prancis masuki bulan kelima


Protes Rompi Kuning di Prancis masuki bulan kelima
Polisi menyemprotkan air ke pemrotes Rompi Kuning. (Anadolu Agency)




Paris (CB) - Protes Rompi Kuning di Prancis untuk menentang kebijakan Presiden Emmanuel Macron sekarang berada pada bulan kelima.

Demonstrasi tersebut, yang pertama kali muncul sebagai reaksi atas kenaikan harga bahan bakar, berubah menjadi protes anti-pemerintah.

Pemrotes sangat menantikan pidato Macron kepada rakyat mengenai kondisi ekonomi Prancis, yang ditunda akibat kebakaran yang melahap Kathedral Notre Dame di Paris.

Di dalam satu pernyataan pada Selasa (16/4), Macron mengatakan ia akan berpidato, tapi pemrotes menyatakan ia takkkan bisa meyakinkan mereka.

Pemeritah Prancis, yang gagal menemukan penyelesaian guna mengakhiri protes Rompi Kuning, melarang demonstrasi di kota kota.

Alasan utama larangan itu ialah protes 16 Maret di Champ-Elysees Avenue, saat batu dilemparkan ke arah polisi, penghalang jalan dibakar, dan beberapa restoran serta toko dijarah. Selain itu, 192 orang ditahan dan 42, termasuk 17 polisi, cedera selama protes itu, kata Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Pemerintah Prancis belakangan mengumumkan bahwa 91 toko dan restoran dijarah dan kerugian materil meningkat jadi 200 juta euro (226 juta dolar AS).

Polisi Prancis menggunakan semprotan lada terhadap pemrotes pekan lalu, dan menangkap 15 orang.

Pemrotes di Toulouse juga mengabaikan larangan larangan tersebut dan membakar satu kendaraan. Polisi menggunakan semprotan lada dan menangkap 43 orang.

Pemerintah Prancis belum lama ini telah mensahkan peraturan guna mencegah kerusuhan dalam protes.

Pemrotes yang menutupi wajah mereka selama protes mungkin didakwa dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda sampai 15.000 euro (16.974 dolar AS).

Selain itu, kerugian materil selama protes akan diberi ganti-rugi oleh pemrotes atau mereka "yang melakukan kerusuhan".

Pemrotes yang membawa barang berbahaya selama unjuk-rasa akan didenda sampai tiga tahun penjara atau denda 45.000 euro (50.900 dolar AS).

Protes Rompi Kuning telah berlangsung sejak 17 November 2018.

Menurut data resmi terakhir, 11 orang sejauh ini telah tewas dan lebih dari 2.000 orang cedera. Lebih dari 8.400 orang telah ditangkap dan 2.000 orang dijebloskan ke dalam penjara.



Credit  antaranews.com




Ukraina Tangkap 8 Pasukan Intelijen Rusia


Ukraina Tangkap 8 Pasukan Intelijen Rusia
Vasyl Hrytsak, kepala SBU atau Layanan Keamanan Ukraina, saat konferensi pers di Kiev, Rabu (17/4/2019). Foto/REUTERS

KIEV - Layanan keamanan Ukraina, SBU, mengatakan telah menangkap delapan personel pasukan intelijen Rusia yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan mata-mata militer Ukraina. Menurut SBU, rencana pembunuhan itu akan dijalankan saat pemilihan presiden pada hari Minggu.

Masalah yang berkaitan dengan Rusia, termasuk aneksasi Crimea pada tahun 2014 dan mendukung separatis pro-Rusia di Ukraina timur, menjadi isu menonjol menjelang pemungutan suara pemilihan presiden Ukraina. Kandidat presiden petahana, Petro Poroshenko, telah memainkan peran dirinya sebagai panglima Ukraina yang perlu mempertahankan negara itu.

Vasyl Hrytsak, kepala SBU (Security Service of Ukraine), mengatakan pada konferensi pers di Kiev bahwa tujuh anggota intelijen Rusia telah ditahan dan didakwa dan orang kedelapan telah baru ditahan Rabu pagi.

Jaksa penuntut militer Ukraina, Anatoly Matios, mengatakan dua dari delapan anggota intelijen Moskow adalah warga negara Rusia. Dia menggambarkan para anggota intelijen itu sebagai staf badan intelijen militer Rusia, GRU. Sedangkan enam persone lainnya adalah warga Ukraina.

Pihak GRU belum bersedia berkomentar atas klaim Ukraina tersebut.

SBU telah melaporkan sebelumnya bahwa mereka menangkap kelompok-kelompok yang dimiliki oleh agen khusus Rusia.

"Mereka yang ditahan terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadap seorang karyawan dari dinas intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina di Kiev pada bulan April," kata Matios, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/4/2019). Menurutnya, kelompok itu telah menanam sebuah bom di bawah mobil karyawan yang meledak sebelum waktunya. Salah satu pelaku terluka parah.

SBU merilis video dari insiden yang sama, yang menunjukkan seorang lelaki meletakkan bom di bawah mobil sebelum ledakan besar terjadi. Video itu memperlihatkan seorang pria terbaring di ranjang rumah sakit dengan bagian lengan kanannya hilang dan mengatakan bahwa dia orang Rusia dan lahir di Moskow. 





Credit  sindonews.com



Dianggap Berbahaya, AS Peringatkan Warganya Tak Kunjungi Pakistan


Dianggap Berbahaya, AS Peringatkan Warganya Tak Kunjungi Pakistan
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Pakistan, khususnya ke provinsi Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Pakistan, khususnya ke provinsi Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa yang sebelumnya bernama Wilayah Kesukuan Administratif Federal (FATA). Alasannya, provinsi itu sangat berbahaya, karena ancaman terorisme dan penculikan cukup tinggi.

Washington telah menempatkan Pakistan secara umum dalam kategori "Level Tiga" atau "Oranye" dari saran perjalanan barunya yang dikeluarkan untuk warga AS, mendorong wisatawan untuk mempertimbangkan kembali mengunjungi negara itu. Tapi, secara khusus AS menempatkan tiga dari empat wilayah Pakistan ditempatkan dalam kategori "Tingkat Empat" atau yang paling berbahaya.

"Kelompok teroris terus merencanakan kemungkinan serangan di Pakistan. Teroris mungkin menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan, bandara, universitas, lokasi wisata, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan fasilitas pemerintah," kata kementerian itu.

"Teroris telah menargetkan kami para diplomat dan fasilitas diplomatik di masa lalu dan informasi menunjukkan mereka terus melakukannya," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (17/4).

AS juga mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi wialayh Kashmir yang dikelola Pakistan karena terorisme dan potensi pecahnya konflik bersenjata.

"Serangan teroris terus terjadi di seluruh Pakistan, dengan sebagian besar terjadi di Balochistan dan Kashmir, termasuk bekas FATA. Serangan teroris skala besar telah mengakibatkan ratusan korban," ungkapnya.

Provinsi Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa, dan sabuk suku di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan sering digambarkan sebagai tempat yang aman bagi para teroris. Di masa lalu, AS telah meminta Pakistan untuk mengambil tindakan yang berkelanjutan, dapat diverifikasi dan konkret terhadap para pelaku terorisme. 



Credit  sindonews.com




Kim Jong Un kawal uji coba senjata taktis baru


Kim Jong Un kawal uji coba senjata taktis baru
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin Rapat Pleno ke-4 Komisi Pusat ke-7 Partai Pekerja Korea (WPK) di Pyongyang, pada foto hari Rabu (10/4/2019) yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada Kamis (11/4/2019). (REUTERS/KCNA)



Seoul (CB) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawal uji coba senjata taktis jenis baru pada Rabu, lapor media pemerintah KCNA, Kamis.

Itu merupakan uji coba senjata publik pertama Korut, sejak KTT kedua antara AS dan Korut pada Februari di Hanoi berakhir tanpa kesepakatan.

KCNA tidak menyebutkan secara pasti jenis senjata tersebut, termasuk apakah itu rudal atau senjata jenis lain, namun "taktis" menyiratkan senjata jarak dekat, lawan rudal balistik jarak jauh yang dianggap sebagai ancaman oleh AS.

Namun, rudal tersebut memiliki "mode khusus untuk memandu penerbangan" dan "hulu ledak yang kuat", kata KCNA.

Kim menuturkan "rampungnya pengembangan sistem senjata tersebut menjadi peristiwa yang sangat penting dalam meningkatkan kekuatan tempur" militer Korut, menurut KCNA.

Kabar kunjungan Kim ke situs uji coba senjata taktis muncul setelah pemimpin tersebut berkunjung ke Angkatan Udara dan Anti-Pesawat Korea Utara pada Selasa, demikian KCNA.  Kim melakukan inspeksi pelatihan penerbangan dan menyatakan "sangat puas" pada kesiapan tempur mereka.

Sementara itu, citra satelit sejak pekan lalu menunjukkan pergerakan di situs nuklir utama Korut yang dapat dikaitkan dengan proses ulang bahan radioaktif menjadi bahan bakar bom, ungkap Pusat Studi Internasional dan Strategi yang berbasis di Amerika Serikat, Selasa.




Credit  antaranews.com




Gambar Satelit Indikasikan Aktivitas Nuklir di Korea Utara?



Gambar satelit yang dipublikasi sebuah lembaga kajian dari Amerika Serikat memperlihatkan adanya aktivitas di pusat nuklir Korea Utara. Sumber: Reuters
Gambar satelit yang dipublikasi sebuah lembaga kajian dari Amerika Serikat memperlihatkan adanya aktivitas di pusat nuklir Korea Utara. Sumber: Reuters

CB, Jakarta - Sejumlah gambar satelit yang dipublikasi sebuah lembaga kajian dari Amerika Serikat memperlihatkan adanya aktivitas di pusat nuklir Korea Utara. Aktivitas itu kemungkinan bisa dikaitkan dengan pemprosesan ulang bahan-bahan radioaktif untuk menjadi bahan bakar bom.
Dikutip dari reuters.com, Rabu, 17 Maret 2019, aktivitas baru di pusat nuklir Korea Utara ini menjadi bukti kegagalan pertemuan kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di kota Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari lalu. Pertemuan itu ditujukan untuk mencetak kemajuan dalam upaya denuklirisasi Korea Utara.

Foto satelit itu dipublikasi oleh lembaga kajian Pusat Strategi dan Studi Internasional yang bermakas di Washington, Amerika Serikat. Gambar-gambar itu diambil mulai pada 12 April 2019 di area uji coba nuklir Yongbyon, Korea Utara. Dari foto-foto itu, terlihat sejumlah kendaraan berada dekat fasilitas pengayaan uranium dan labolatorium radiokimia. Aktivitas pergerakan disana bisa mengindikasikan adanya transfer bahan-bahan radioaktif.

"Di masa lalu, kendaraan pengangkut semacam ini muncul terkait pergerakan bahan-bahan radioaktif atau pemprosesan ulang. Aktivitas yang ditemukan saat ini sejalan dengan konfigurasi mereka tanpa mengesampingkan kemungkinan aktivitas seperti yang dilakukan sebelumnya," tulis Pusat Strategi dan Studi Internasional dalam laporannya.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menolak berkomentar atas laporan ini. Namun sebuah sumber mengatakan tim ahli Amerika Serikat telah menduga aktivitas di pusat nuklir Yongbyon itu terkait dengan pemprosesan, namun mereka masih belum bisa meyakinkan adanya peningkatan aktivitas nuklir.
Jenny Town, ahli dari masalah Korea Utara dari lembaga kajian Pusat Stimson, mengatakan jika pemprosesan ulang telah dilakukan, maka hal ini akan menjadi pukulan telak terhadap dialog Amerika Serikat - Korea Utara dalam setahun terakhir dan menjadi kegagalan dalam mencapai sebuah kesepakatan kedua negara terkait masa depan Yongbyon.




Credit  tempo.co



Penasihat Keamanan AS umumkan sanksi baru terhadap Kuba, Venezuela


Penasihat Keamanan AS umumkan sanksi baru terhadap Kuba, Venezuela
Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton (REUTERS/Joshua Roberts/File Photo)




Miami (CB) - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton, Rabu, mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Kuba dan Venezuela, saat pemerintah Presiden Donald Trump terus berupaya menekan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dan sejumlah negara yang mendukungnya.

Bolton, dalam pidato di hadapan asosiasi veteran penyerbuan gagal Teluk Babi 1961, mengatakan AS menambahkan lima nama terkait dengan badan intelijen dan militer Kuba ke daftar hitam sanksi, termasuk maskapai Aerogaviota milik militer.

Bolton menuturkan bahwa Washington merencanakan batas baru pengiriman uang ke Kuba dan perubahan untuk menghentikan penggunaan transaksi yang memungkinkan Havana menghindari sanksi dan mendapat akses ke mata uang kuat (mata uang negara yang memiliki permintaan stabil dan fluktuasinya kecil dalam pasar uang internasional).

Ia juga mengumumkan sanksi baru terhadap bank sentral Venezuela untuk melarang aksesnya ke dolar AS.

"Dengan adminstrasi ini, kita tidak membuang garis hidup diktator. Kita mengambilnya," kata Bolton.

Pengumuman sanksi baru oleh Bolton muncul hanya beberapa jam setelah pemerintahan Trump mengatakan pihaknya mencabut larangan lama terhadap warga AS, yang mengajukan tuntutan hukum terhadap perusahaan asing yang menggunakan properti yang disita pemerintah Komunis Kuba sejak revolusi 1959 oleh Fidel Castro.

Bergesernya kebijakan utama, yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, mendataangkan ratusan ribu tuntutan hukum senilai puluhan miliar dolar AS. Hal itu dimaksudkan untuk terus menekan Havana saat Washington menuntut dihentikannya dukungan Kuba terhadap Maduro.


Credit  antaranews.com


Pemilu Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia


Warga yang menaiki perahu, menunjukkan jarinya setelah mencoblos di TPS 16 Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 April 2019. Banjir yang merendam kawasan Dayeuhkolot, membuat warga harus menggunakan perahu untuk datang ke TPS demi menggunakan hak pilihnya. TEMPO/Prima Mulia
Warga yang menaiki perahu, menunjukkan jarinya setelah mencoblos di TPS 16 Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 April 2019. Banjir yang merendam kawasan Dayeuhkolot, membuat warga harus menggunakan perahu untuk datang ke TPS demi menggunakan hak pilihnya. TEMPO/Prima Mulia
CB, Jakarta - Pemilu Indonesia tercatat sebagai pemilu terbesar ketiga di dunia, setelah India dan Amerika Serikat.
Data yang diungkap oleh Statista pada 12 April 2019, mengunjukkan India menempati posisi pertama dalam gelaran pemilu terbesar, seperti dikutip dari statista.com, 17 April 2019.

Di India, proses memilih anggota parlemen majelis rendah dilaksanakan dalam enam tahap selama enam pekan, yang meliputi 20 negara bagian dan wilayah dengan 91 konstituen, dan 900 juta pemilih yang terdaftar. Jumlah pemilih ini tiga kali lipat dari jumlah populasi Amerika Serikat.
Statistik daftar pemilu negara-negara di dunia.[International Institute for Democracy and Electoral Assistance/Statista.com]
Menurut data International Institute for Democracy and Electoral Assistance yang mencatat pemilih terdaftar di seluruh dunia, 834 juta orang di India terdaftar dalam pemilu 2014. Amerika Serikat 214 juta pemilih selama pilpres 2016.
Sementara pada pemilu Indonesi tauhn 2014 tercatat sebanyak 194 juta pemilih terdaftar, dan menjadikan Indonesia sebagai pemilu terbesar ketiga di dunia, disusul Brasil dengan 147 pemilih pada 2018, dan Rusia 109 juta pada 2018.


Quickcount.tempo.co, mencatat total suara yang masuk dalam hitung cepat sudah di atas 80 persen, tercatat pukul 19.45 WIB.
Quickcount.tempo.co, bekerja sama dengan Indikator Politik Indonesia, Indo Barometer, dan Charta Politika mencatat pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin ungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam hasil sementara hitung cepat pemilu.



Credit  tempo.co

Turki Enggan Respons Pihak Pertanyakan Statusnya di NATO


Sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah dan jarak jauh Rusia S-400 saat parade Hari Kemenangan perayaan 71 tahun kemenangan atas Nazi Jerman di Perang Dunia II di Red Square, Moskow, Rusia, 9 Mei 2016.
Sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah dan jarak jauh Rusia S-400 saat parade Hari Kemenangan perayaan 71 tahun kemenangan atas Nazi Jerman di Perang Dunia II di Red Square, Moskow, Rusia, 9 Mei 2016.
Foto: REUTERS/Grigory Dukor
Turki meyakinkan pembelian s-400 sesuai prosedur.



CB, WASHINGTONG— Turki takkan menanggapi pernyataan yang mempertanyakan statusnya di NATO.


Juru bicara Presiden Turki, Ibrahim Kalin, membela kebijakan luar negeri negaranya tersebut mengenai pembelian sistem pertahanan rudal Rusia di tengah penolakan Amerika serikat. 

Dia menyatakan Turki akan terus melakukan tindakan yang akan memperkuat posisinya di persekutuan trans-Atlantik itu.


Ketegangan antara AS dan Turki telah mencapai titip didih dalam beberapa bulan belakangan ini, Turki dijadwalkan mulai menerima sistem rudal canggih permukaan ke udara buatan Rusia S-400.


Washington menyatakan tindakan itu akan membahayakan peran Turki dalam program jet tempur buatan AS, F-35, dan dapat menyulut sanksi Kongres.


Selain itu, pada awal Maret, Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengatakan pembelian sistem S-400 oleh Turki dapat berpotensi menimbulkan risiko buat NATO.


"Turki harus memilih. Apakah negara tersebut mau tetap menjadi mitra penting dalam persekutuan militer yang paling berhasil dalam sejarah dunia, atau apakah negara itu mau menanggung resiko keamanan kemitraan itu," kata Pence.


Kalin menyatakan tak mungkin buat Turki untuk pernyataan semacam itu, demikian laporan Anadolu, yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (17/4).


Dia menambahkan tak ada satu negara pun yang akan menentukan status satu negara di NATO tapi semua negara anggota NATO.


"Selain itu, kami bukan (negara) pengamat di sana. Kami adalah salah satu anggota. Kami adalah negara yang memiliki hak berbicara dalam semua keputusan," katanya.

Di dalam pernyataannya, dia kembali mengatakan hubungan Turki dengan Rusia bukan pilihan bagi hubungan dengan AS atau Eropa.


Dia mengatakan sangat normal buat Turki untuk mengembangkan berbagai hubungan di berbagai bidang dalam kebijakan luar negeri.


Setelah upaya yang berlarut untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tanpa hasil, Ankara pada 2017 memutuskan untuk membeli sistem buatan Rusia S-400.


Para pejabat AS menyarankan Turki membeli sistem rudal Patriot buatan AS dan bukan S-400 dari Moskow, dengan alasan sistem buatan Rusia takkan cocok dengan sistem NATO dan bisa mengungkap rahasia F-35 kepada Rusia.


Namun Turki menekankan sistem S-400 takkan disatukan ke dalam operasi NATO dan takkan menimbulkan ancaman buat aliansi tersebut.


Kalin juga menolak ancaman sanksi dari Washington melalui Countering America''s Adversaries Throguh Sanctions Act, atau CAATSA, yang disahkan pada 2017 guna menghadapi Iran, Korea Utara, dan Rusia dan memerangi pengaruh mereka di seluruh dunia.


Pembicaraan Ankara yang diumumkan pada Januari 2017 untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 dilakukan sebeluam CAATSA ditandatangani menjadi peraturan pada Agustus 2017.


Dia memperingatkan ancaman takkan berhasil dan akan berbalik. "Turki bukan negara yang membangun hubungan dengan ancaman semacam itu. (Pembelian) ini adalah keputusan yang diambil dalam kerangka kerja kedaulatan nasional Turki," kata dia.




Credit  republika.co.id




Parlemen Iran Sahkan UU Sebut Militer AS di Timteng Teroris


Parlemen Iran Sahkan UU Sebut Militer AS di Timteng Teroris
Ilustrasi Garda Revolusi Iran. (ATTA KENARE / AFP)



Jakarta, CB -- Parlemen Iran menyetujui rancangan undang-undang yang menyatakan seluruh anggota Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di Timur Tengah adalah teroris. Hal itu dilakukan sehari setelah keputusan AS menyatakan pasukan elite Iran, Garda Revolusi, masuk dalam daftar teroris mulai berlaku.

Seperti dilansir The Guardian, Rabu (17/4), RUU itu awalnya diajukan oleh Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Amir Hatami. Isinya adalah mereka berhak menggunakan kekuatan hukum, politik, dan diplomatik untuk menghambat langkah AS di Timur Tengah.

Sebelum beleid itu disahkan, sempat terjadi debat panas di antara anggota parlemen Iran. Sejumlah legislator faksi garis keras mendesak supaya RUU itu bisa menyatakan seluruh angkata bersenjata AS sebagai teroris.


Akan tetapi, parlemen tetap mengesahkan RUU sesuai dengan tujuan awal. Dalam rapat itu, 204 dari 207 anggota setuju. Dua orang menentang dan satu menyatakan abstain.

Meski tidak secara langsung menyatakan akan menggunakan kekuatan militer, kemungkinan besar langkah Iran bakal menghambat gerak-gerik AS melalui jalur diplomatik dan kerja sama dalam bidang pertahanan di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Apalagi Irak dan Libanon juga dekat dengan Iran dan AS.

Ini adalah balasan Iran karena AS terlebih dulu menyatakan pasukan elit mereka sebagai teroris.

Pada 2007, Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap satuan khusus IRGC, Pasukan Quds, yang bertindak sebagai perwakilan militer Iran dalam wilayah konflik di luar negeri. Mereka menyatakan pasukan itu mendukung terorisme dan menjadi perangkat Iran untuk terlibat mendukung kelompok teroris dan pemberontak.

Dua tahun lalu, Panglima IRGC, Mohammad Ali Jafari, memperingatkan jika AS menggolongkan satuannya sebagai kelompok teroris, maka mereka akan menganggap seluruh pasukan AS di luar negeri seperti kelompok ISIS.

Pengaruh IRGC bukan cuma di dunia militer, tetapi juga termasuk di sektor ekonomi dan politik. Mereka bisa dibilang badan keamanan paling kuat di Iran.

Pasukan ini berkekuatan 125 ribu orang, terdiri dari matra darat, laut, dan udara. Mereka berada di bawah kewenangan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini.

IRGC juga bertanggung jawab terhadap program pengembangan rudal Iran. Mereka menyatakan mempunyai peluru kendali dengan jarak jelajah sampai 2000 kilometer, dan bisa menjangkau Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, menyatakan langkah itu diambil untuk meningkatkan tekanan kepada Iran dengan cara mengisolasi dan mengalihkan sejumlah sumber uang yang tadinya diklaim digunakan membiayai kegiatan terorisme di kawasan Timur Tengah. Di samping itu, AS juga ingin supaya Iran tidak terus-terusan menggoyang stabilitas region.

Pompeo mengklaim bukti-bukti aksi terorisme Iran ditarik jauh hingga dekade 1980-an. Yakni ketika terjadi serangan terhadap barak Korps Marinir AS di Beirut, Libanon pada 1983.





Credit  cnnindonesia.com



Trump Veto Resolusi Hentikan Dukungan AS Dalam Perang Yaman



Trump Veto Resolusi Hentikan Dukungan AS Dalam Perang Yaman
Presiden AS Donald Trump dilaporkan memveto sebuah resolusi yang menyerukan AS untuk mengakhiri dukungan untuk perang yang dipimpin Arab Saudi di Yaman. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan memveto sebuah resolusi yang menyerukan AS untuk mengakhiri dukungan untuk perang yang dipimpin Arab Saudi di Yaman. Trump menggambarkan resolusi ini berbahaya.

"Resolusi ini adalah upaya berbahaya yang tidak perlu untuk melemahkan otoritas konstitusional saya, membahayakan kehidupan warga Amerika dan anggota layanan yang berani, baik hari ini dan di masa depan," kata Trump, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (17/4).

Langkah ini awalnya diperkenalkan di Senat dan disponsori bersama oleh Senator Bernie Sanders, yang memunculkan resolusi "War Powers", sebuah undang-undang federal yang memberi Kongres kekuatan untuk memeriksa presiden ketika dia menjerumuskan AS dalam konflik bersenjata.

DPR AS sempat meloloskan resolusi serupa mengenai Yaman pada bulan Februari, tetapi tidak dapat mencapai Senat karena masalah prosedural.

Sanders, sebagai salah satu perancang resolusi ini mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Trump. "Saya benar-benar kecewa, tapi tidak terkejut," kata Sanders melalui aku Twitternya.

"Orang-orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, bukan lebih banyak bom. Saya kecewa, tetapi tidak terkejut, bahwa Trump telah menolak resolusi dwi pihak untuk mengakhiri keterlibatan AS dalam perang mengerikan di Yaman," tulis Sanders.





Credit  sindonews.com





Palestina Prediksi Rencana Perdamaian AS akan Ditolak


Warga Palestina bentrok dengan pasukan Israel setelah protes terhadap pembukaan kedutaan AS di Yerusalem, di kota Betlehem, Tepi Barat, Senin, 14 Mei 2018.
Warga Palestina bentrok dengan pasukan Israel setelah protes terhadap pembukaan kedutaan AS di Yerusalem, di kota Betlehem, Tepi Barat, Senin, 14 Mei 2018.
Foto: AP Photo/Majdi Mohammed

Rencana perdamaian AS tak membahas kemerdekaan Palestina.



CB, RAMALLAH – Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, meyakini negara-negara Arab dan Eropa berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina.


Dia memperkirakan negara-negara tersebut akan menolak rencana perdamaian dengan Israel yang digagas Amerika Serikat (AS) jika tak menyertakan tuntutan negaranya.

"Tidak ada mitra di Palestina untuk (Presiden AS Donald) Trump. Tidak ada mitra Arab untuk Trump dan tidak ada mitra Eropa untuk Trump," ujar Shtayyeh pada Selasa (16/4).


Dia menegaskan Palestina tetap berkomitmen pada pembentukan negara Palestina yang merdeka sesuai dengan garis perbatasan 1967. Hal itu termasuk menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.


Shtayyeh mengatakan Palestina tidak tertarik pada rencana perdamaian ekonomi meskipun saat ini negaranya sedang dilanda krisis. Kesulitan ekonomi yang saat ini dihadapi Palestina tak bisa dilepaskan dari peranan AS dan Israel.


Washington diketahui telah memangkas bantuan luar negerinya untuk Palestina senilai ratusan juta dolar AS. Selain itu, AS pun telah memutuskan menghentikan kontribusinya bagi Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Sementara Israel menahan dana transfer pajak senilai puluhan juta dolar AS. Uang itu dibekukan untuk menghukum Palestina karena warganya terlibat dalam sejumlah aksi penyerangan terhadap Israel.


"Israel adalah bagian dari perang finansial yang telah diumumkan kepada kita oleh AS. Seluruh sistem adalah untuk mencoba mendorong kita menyerah dan menyetujui proposal perdamaian yang tidak dapat diterima. Ini pemerasan finansial yang kami tolak," kata Shtayyeh.


Pada Ahad pekan lalu, Washington Post menerbitkan sebuah laporan yang menyebut bahwa rencana perdamaian AS untuk Timur Tengah, termasuk konflik Israel-Palestina, tidak akan menyertakan kemerdekaan Palestina. Laporan itu disusun dengan mengutip beberapa pejabat AS yang mengetahui tentang hal tersebut.


Karena tak menyertakan tentang kemerdekaan Palestina, sebagai gantinya AS akan melakukan investasi dan memberi sumbangan senilai puluhan miliar dolar AS untuk Tepi Barat serta Jalur Gaza. Mesir, Yordania, dan negara-negara Teluk yang kaya juga tak luput dari cipratan uang AS.


Kendati demikian, menurut pejabat yang dikutip Washington Post, Gedung Putih sangat menyadari bahwa ketika mereka hanya berfokus pada masalah ekonomi dan mengabaikan aspirasi politik, rencana perdamaian yang telah dirancang kemungkinan besar gagal. "Ini bukan perdamaian ekonomi. Kami menanggapi dengan sangat serius kedua aspek ini, politik, yang menangani semua masalah inti, dan ekonomi," kata pejabat tersebut.




Credit  republika.co.id






Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina Pelaku Penembakan


Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina Pelaku Penembakan
Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan rumah seorang warga Palestina yang diduga melakukan penembakan pada Desember lalu, Salah Barghouti. (Reuters/Mohamad Torokman)



Jakarta, CB -- Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan rumah seorang warga Palestina yang diduga melakukan penembakan pada Desember lalu, Salah Barghouti.

"[Kami] menghancurkan apartemen tempat Salah Barghouti tinggal," demikian tentara Israel sebagaimana dikutip AFP, Rabu (17/4).


Tentara Israel menyatakan bahwa operasi penghancuran itu dilakukan di sebuah desa di Kobar, sebelah utara Kota Ramallah, pada Rabu pagi.

Sebelumnya, kepolisian perbatasan juga sudah membakar rumah saudara Barghouti, Assam, di desa yang sama pada 7 Maret.


Barghouti diduga melakukan penembakan di Kota Ofra, Tepi Barat, yang melukai tujuh orang pada 9 Desember lalu.


Kelompok penguasa Jalur Gaza, Hamas, mengklaim bahwa Barghouti adalah salah satu "pejuang" mereka.

Israel sendiri memang kerap membakar rumah orang Palestina yang melakukan serangan terhadap warganya.

Menurut Israel, penghancuran rumah itu diperlukan sebagai gertakan agar tak terjadi lagi insiden serupa.

Namun, sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia menganggap penghancuran itu tak adil karena keluarga tersangka yang sengsara akibat perbuatan saudaranya.



Credit  cnnindonesia.com





Hindari S-300 Suriah, Jet Israel Dilaporkan Gunakan Rudal Rampage


Hindari S-300 Suriah, Jet Israel Dilaporkan Gunakan Rudal Rampage
Pesawat jet tempur F-16 Israel. Foto/REUTERS

TEL AVIV - Pesawat-pesawat jet tempur Israel untuk pertama kalinya menggunakan rudal Rampage supersonik selama menggempur target di Suriah yang diklaim sebagai pabrik misil Iran. Misil jenis itu diklaim mampu menghindari sistem pertahanan rudal S-300 yang dipasok Rusia sejak Oktober lalu.

Analis pertahanan independen, Babak Taghvaee, adalah pakar yang melaporkan indikasi penggunaan misil Rampage pertama kali oleh Israel dalam operasi militernya di Suriah."Menurut pengembangnya, rudal Rampage memungkinkan kita untuk menyerang dalam kondisi yang belum pernah kita miliki sebelumnya," katanya.

Senjata itu dapat digunakan oleh jet-jet tempur canggih Israel seperti F-15, F-16 dan F-35. Senjata itu dapat melesat lebih dari 80 mil dengan kecepatan supersonik dan dipandu oleh sistem GPS onboard.

Misil Rampage dirancang untuk menyerang target bernilai tinggi pada rentang kebuntuan, yang berarti dapat diluncurkan oleh pesawat tempur yang kemudian dapat kembali ke jarak yang aman sebelum sistem pertahanan udara musuh memiliki kesempatan untuk merespons.

Di antara fitur rudal itu adalah kemampuannya untuk mengontrol dan memantau tingkat pecahan peluru, yang akan membuat serangannya menjadi bedah, akurat dan dengan tingkat kerusakannya minim. Kendati demikian, faktanya rudal jenis itu menghabiskan banyak waktu di udara dari saat diluncurkan hingga menyerang sasarannya.

Amit Haimovich, direktur pemasaran dan pengembangan bisnis untuk produsen senjata Malam Engineering; mengatakan kombinasi kecepatan dan bentuk fisik Rampage berarti misil itu dapat dideteksi, tetapi sangat sulit untuk dicegat.

"Jika Anda mengambil arena Timur Tengah dan area yang dilindungi oleh sistem pertahanan udara, inti dari rudal ini adalah bahwa rudal itu dapat mengenai target dalam rentang kebuntuan tanpa mengancam platform peluncuran," katanya, seperti dikutip express.co.uk, Rabu (17/4/2019).

Pesawat-pesawat jet tempur Israel dilaporkan menyerang fasilitas militer di Masyaf di luar kota Hama, Suriah, pada Sabtu dini hari lalu. Beberapa bangunan hancur dan setidaknya tiga tentara Suriah terluka.

Pertahanan udara Suriah dilaporkan menjatuhkan beberapa proyektil musuh, di mana pengguna media sosial mem-posting video yang memperlihatkan upaya rezim Damaskus untuk mengusir serangan Israel.

Israel telah melakukan ratusan serangan udara di seluruh Suriah dalam beberapa tahun terakhir dan menuduh Iran menggunakan negara yang dilanda perang sipil itu sebagai pijakan untuk kemungkinan melakukan serangan militer di masa depan terhadap Tel Aviv.

Terkait laporan penggunaan misil Rampage, militer Tel Aviv masih enggan berkomentar. 



Credit  sindonews.com