Senin, 22 Februari 2016

Korut Punya Kepala Militer Baru



Korut Punya Kepala Militer Baru
Mantan Menteri Keamanan Rakyat, Ri Myong-su, telah ditunjuk menjadi Kepala Staf Tentara Rakyat Korea. (Istimewa)

PYONGYANG -  Media pemerintah Korea Utara (Korut), KCNA melaporkan, negara komunis itu telah memiliki seorang Kepala Militer baru. Mantan Menteri Keamanan Rakyat, Ri Myong-su, telah ditunjuk menjadi Kepala Staf Tentara Rakyat Korea.
 
Seperti dikutip dari laman Telegraph, Minggu (21/2/2016), pelantikan Myong-su dipimpin langsung oleh pemimpin Korut, Kim Jong-un. Myong-su bahkan langsung menemani Jong-un melakukan inspeksi dalam latihan Angkatan Udara.
 
Kabar pengangkatan Myong-su ini muncul hampir dua pekan pasca kabar ekskusi terhadap pendahulunya, Ri Yong-gil. Yong-gil dieksekusi karena dituduh telah membentuk faksi politik dan melakukan korupsi.
 
Sejak memegang tapuk pimpinan di Korut pada Desember 2011, Jong-un telah beberapa kali melakukan "pembersihan." Sejumlah besar pejabat senior, terutama kader militer, telah di "hapus" atau diturunkan sebagai usaha untuk memperkuat kekuasaannya atas militer.
 
Aksi bersih-bersih Jong-un yang menarik perhatian adalah saat ia mengeksekusi pamannya, Jang Song-thaek, yang dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2013. Song-thaek dituding telah melakukan pengkhianatan dan korupsi.

Credit  Sindonews



Kemampuan Amfibi Drone Buatan Ongen Dipuji Dunia


Kemampuan Amfibi Drone Buatan Ongen Dipuji Dunia
Drone buatan Ongen, OS-Wifanusa, satu-satunya pesawat tanpa awak di dunia yang mendapat apresiasi dari berbagai negara karena kemampuan amfibi. Foto: Istimewa

JAKARTA - Yulian Paonganan atau yang akrab disapa Ongen, adalah salah satu dari sekian orang yang sangat mencintai Indonesia. Kecintaannya terhadap bangsa dan negara tidak diragukan lagi.

Salah satu bukti konkret adalah terciptanya drone yang dia dedikasikan untuk kepentingan bangsa Indonesia. Lulus sebagai doktor kelautan dari Institute Pertanian Bogor (IPB), Ongen punya pemikiran Indonesia harus maju sebagai bangsa maritim yang kuat, tangguh dan disegani bangsa luar.

Demi cintanya terhadap Tanah Air yang luas wilayahnya 2/3 adalah laut, Ongen pun merancang pesawat tanpa awak (drone) yang bisa mendarat di laut maupun darat sebagai salah satu gambaran strategi maritim, bahwa di Indonesia kesatuan darat dan lautan adalah ciri maritim negeri kepulauan.

Walau drone buatannya banyak diincar asing, dia memilih untuk memberikan sumbangsihnya kepada negara. Saat ini, dia tengah merampungkan drone canggih untuk kebutuhan Kementerian Pertahanan.

Drone tipe Fix Wing Amphibi ini diberi label OS-Wifanusa. Drone buatan Ongen adalah satu-satunya di dunia yang mendapat apresiasi dari berbagai negara karena kemampuan amfibi tersebut

Adapun spek drone yang tengah dirancang, wing span (bentang sayap) 4,2 meter dan 6,4 meter, endurance (waktu terbang) mencapak 8-10 jam, mampu take off dan landing di laut. Jarak tempuh mencapai 800 sd 1000 km. Memiliki kamera surveillance canggih untuk pengawasan maritim, dilengkapi dengan control system (autonomous) canggih.

Adithya salah satu staf yang turut membantu Paonganan saat membuat drone mengatakan, Ongen adalah sosok pekerja keras. Kecintaannya kepada bangsa tak perlu dipertanyakan lagi. "Selama 2,5 tahun dia tak pernah lelah dalam mulai melakukan riset sampai membuat drone. Kerja kerasnya sangat luar biasa," kata Adhitya, dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Jumat (19/2/2016).

Menurut Adit, drone karya Ongen banyak dilirik negara luar. Bahkan, sempat ada yang menawar dengan angka yang sangat fantastis. "Dia menolak, karena kata dia, karyanya ini untuk kepentingan bangsa dan negara. Dia tidak tergiur dengan uang," tegasnya.

Ongen, kata Adit, karyanya bisa bermanfaat untuk bangsa sesuatu yang sangat tidak ternilai dengan uang. "Ini yang harusnya negara berterima kasih untuk seorang Ongen, kecintaannya kepada negara sangat luar biasa," tegasnya



Credit  Sindonews





Pesawat Antipoda Butuh Waktu 11 Menit dari New York ke London


Pesawat Antipoda Butuh Waktu 11 Menit dari New York ke London
Pesawat Antipode. Foto: Istimewa.

CALIFORNIA - Tahun lalu telah diberitakan bahwa terdapat sebuah pesawat canggih super cepat bernama Skreemr. Pesawat konsep yang dirancang oleh Ray Mattison dan Charles Bombardier diklaim dapat melakukan perjalanan dari New York menuju London hanya dalam waktu 30 menit.

Hal ini berarti melakukan perjalanan antar negara akan lebih cepat ketimbang perjalanan dalam kota dengan lalu lintas yang padat dan macet. 

Dilansir dari Ubergizmo, Senin (15/2/2016),  Saat ini Charles Bombardier kembali memperkenalkan konsep lain baru dengan nama The Antipoda. Lebih hebatnya lagi, konsep terbaru ini dianggap dapat mengalahkan Skreemr, sebab Antipoda mampu melakukan perjalanan antara New York dan London hanya dalam waktu 11 menit.

Menurut Bombardier, Antipoda mampu mengangkut sekitar10 penumpang dan mengudara di ketinggian 40.000 kaki. Tidak hanya itu, pesawat ini juga mampu mencapai kecepatan maksimal lebih dari 20,000kmph.

Selain itu, pesawat juga akan didukung oleh reusable cair-oksigen atau kerosene roket. Tidak hanya mampu mampu terbang ke London dengan waktu singkat. Pesawat ini juga menawarkan, perjalanan dari New York ke Dubai selama 22 menit, Hong Kong dalam waktu 26 menit, dan Sydney dalam waktu 32 menit.

Tentu saja pesawat ini masih merupakan sebuah konsep dan masih banyak rincian teknis yang perlu dijabarkan. Semisal, bagaimana cara pesawat akan melambat atau bagaimana pesawat mampu menangani suhu tinggi yang dihasilkan saat melakukan penerbangan dan yang lainnya. 

Akan tetapi, diluar semua itu model konsep ini merupakan sebuah pencapaian yang menakjubkan.


Credit  Sindonews


Tarkhan, Inilah Gaun Tertua yang Pernah Dibuat Manusia


 
Petrie Museum of Egyptian Archaeology/University College London Gaun Tarkhan berusia 5.000 tahun dinobatkan sebagai gaun tertua di dunia.
 
  CB - Ilmuwan baru-baru ini mengungkap usia gaun kuno.

Gaun itu pertama kali ditemukan pada awal tahun 1900-an di sebuah kuburan Mesir Kuno. Setelah terabaikan selama seabad, gaun itu akhirnya diteliti. Terungkap, usianya lebih dari 5.000 tahun!

Dengan usia tersebut, gaun berbahan linen itu dinobatkan sebagai yang tertua di dunia.

Gaun yang disebut Tarkhan itu langka. Kebanyakan pakaian kuno yang ditemukan berusia jauh lebih muda, sekitar 2.000 tahun. Selain itu, kondisinya sudah compang-camping.

Pakaian berusia 5.000 tahun yang ditemukan sebelumnya memang ada. Namun, rancangannya sangat sederhana, hanya berupa kain yang dibalutkan pada tubuh.

Tarkhan istimewa dengan lengan yang dijahit, kerah V, serta lipatan yang rapi. Rancangannya mirip dengan gaun-gaun yang dipajang di toko-toko sekarang.

Dengan rancangannya, Tarkhan pasti dibuat dan dipakai oleh kalangan berkelas. Adanya lipatan menunjukkan bahwa gaun tersebut memang dipakai, bukan hanya untuk upacara.

Alice Stevenson, kurator Petrie Museum of Egyptian Archaeology di London mengungkapkan, keunikan gaun itu baru disadari tahun 1977.

Jana Jones dari Macquarie University mengatakan, gaun itu sengaja dikubur bersama orang yang mengenakannya. Selain gaun, dikubur juga kosmetik dan pakaian.

"Saya senang membaca bahwa gaun Tarkhan itu telah ditentukan usianya dengan penanggalan radiokarbon dan bahwa sains telah menempatkannya di posisi paling tepat sebagai gaun tertua di dunia," kata Jones seperti dikutip National Geographic, Kamis (18/2/2015).



Credit  KOMPAS.com






Inilah Wajah Benua Pertama di Muka Bumi


(JEROME N. COOKSON, STAF NGM. SUMBER: RON BLAKEY, COLORADO PLATEU GEOSYSTEMS) Batas-batas negara dan garis-garis pantai saat ini tumpang tindih pada Pangaea 250 juta tahun silam. Beberapa wilayah dunia modern tidak terlihat; kerak benua mereka terbentuk belakangan.
 
  CB — Saat diterbitkan pada 1915, buku The Origin of Continents and Oceans karya Alfred Wegener menghebohkan seluruh landasan sains Bumi. Ahli meteorologi asal Jerman itu merupakan orang pertama yang menyatukan bukti multidisipliner untuk menunjang teori yang pada saat itu masih kontroversial tentang pergeseran lempeng benua.

Saat meneliti atlas dunia pada 1910, Wegener merenungkan apakah bentuk dari benua yang sesuai itu adalah kebetulan belaka. Belakangan, dia menyatukan mereka ke dalam sebuah "benua primordial" tunggal yang disebutnya Pangaea, bahasa Yunani untuk "semua daratan".

Wegener berteori bahwa bentuk lahan masif ini telah ada sampai 250 juta-200 juta tahun yang lalu, ketika benua-benua tersebut mulai pecah dan hanyut ke posisi saat ini.

Bagi ahli biologi, ini menjelaskan spesies flora dan fauna yang berkerabat pada daratan-daratan yang dipisahkan oleh samudra. Bagi ahli paleontologi, teori ini menjelaskan fosil mesosaurus yang ditemukan baik di Afrika Selatan maupun Brasilia.

Bagi ahli geologi, Wegener menunjukkan formasi-formasi tanah yang sama pada benua yang terpisah dan menyatakan, di antaranya, bahwa rentang Cape Fold Belt di Afrika Selatan pernah menyatu dengan Sierra de la Ventana, Argentina.

Karya Wegener ditolak mentah-mentah oleh ahli geologi terkemuka yang memiliki kepentingan dalam teori-teori evolusi Bumi dan sudah berakar dalam.

Kritikus mengeluhkan bahwa Wegener gagal menjelaskan mekanisme yang tepat, yang akan mendorong terjadinya gerak menggeser tersebut. Butuh lebih dari 30 tahun untuk membuktikan bahwa teori Wegener benar.



Credit  KOMPAS.com





Disangka Jatuh ke ISIS, Radioaktif Ditemukan di Pom Bensin Irak

Simbol Bahaya Radioaktif
Simbol Bahaya Radioaktif
 
CB, ZUBAIR -- Bahan radioaktif berbahaya yang hilang di Irak telah ditemukan dibuang di sebuah pompa bensin di kota selatan, Zubair. Ini mengakhiri spekulasi mengenai bahan tersebut jatuh ke tangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Para pejabat Irak mengatakan kepada Reuters pada Ahad (21/2), bahan tersebut disimpan di dalam tempat pelindung seukuran laptop. Bahan tersebut tak mengalami kerusakan dan tak ada kekhawatiran mengenai radiasi.

Reuters melaporkan pekan lalu, bahwa Irak telah mencari bahan berbahaya ini. Bahan tersebut diduga hilang dicuri pada November, dari fasilitas penyimpanan milik AS Weatherford di kota Basra.

Belum jelas diketahui bagaimana bahan berbahaya milik kelompok pengawas Swiss SGS ini berakhir di Zubair. Kota tersebut terletak 15 kilometer dari barat daya Basra, tempat bahan berbahaya terakhir disimpan.

"Orang yang lewat menemukan perangkat radioaktif dibuang di Zubair dan keamanan segara memberitahukan pasukan yang kemudian pergi ke sana bersama tim pencegahan khusus radiasi serta mendapat perangkat itu,"
ujar Ketua Panel Keamanan Dewan Provinsi Basra Jabbar al-Saidi kepada Reuters.

Menurutnya setelah pemeriksaan awal ia bisa menyimpulkan perangkat 100 persen dalam kondisi utuh. Ia menambahkan tak ada kekhawatiran akan radiasi.

Pihak keamanan pun secara resmi menutup penyelidikan mengenai bahan berbahaya yang hilang ini. Setelah hilangnya bahan berbahaya tersebut keamanan memang memperketat kontrol untuk mencegah bahan itu keluar kota.

"Setelah gagal membawa bahan itu keluar kota, pelaku memutuskan membuangnya. Saya yakinkan Anda bahwa tinggal masalah waktu untuk menangkap pencuri perangkat radioaktif tersebut," ujar pejabat keamanan.

Bahan radioaktif yang hilang digolongkan sebagai radioaktif kategori 2 oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Ini berarti jika tak dikelola dengan baik bahan bisa menyebabkan cedera permanen dan berakibat fatal.


Credit  REPUBLIKA.CO.ID








Kapal Perang Koarmatim Ikuti Latihan di Singapura


 Sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) melakukan
Sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) melakukan "Sailling Pass" saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10). (Antara/Suryanto)
 
CB, SURABAYA -- Kapal perang TNI Angkatan laut dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bertolak menuju Singapura dari Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (21/2). Dua kapal perang itu akan mengikuti Latihan Bersama (Latma) yang digelar antara TNI Angkatan Laut dengan Republic Singapore Navy (RSN). 

Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman mengatakan dua Kapal perang Koarmatim yang terlibat latihan yaitu KRI Sultan Hasanudin (SHN)-366 dan KRI Sultan Iskandar Muda-367 (SIM). "Ini menandai 40 tahun kerjasama antara Indonesia dan Singapura," kata melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (21/2).

Maman menyatakan, latihan bersama yang dilaksanakan antara TNI-AL dan RSN bertema Exercise Eagle Indopura 2016 Maritime Security Cooperation to Strengthen Friendship. Latihan ini bertujuan mempererat hubungan kerjasama bilateral dan pemahaman interoperability antara TNI AL dan RSN.

"Juga, mengembangkan kerjasama latihan maritim bersama, serta meningkatkan  keterampilan dan profesionalisme prajurit," ujar Maman.

Latihan akan dilakukan pada 21 Februari-6 maret 2016. Pada tahap awal, Maman menjelaskan, kegiatan meliputi tahap perencanaan, penyiapan, pelaksanaan. Latihan tahap akhir akan berlangsung di perairan Selat Singapura, Selat Malaka, Pulai Kayuara, Selat Karimata, dan Tanjung Priok.

Menurut Maman, sasaran Latihan meliputi Harbour Phase dan Sea Phase. Dalam tahap Harbour Phase, dia menjelaskan, ada diskusi perihal prosedur latihan antara satgas TNI AL dan RSN, dan pemahaman prosedur latihan sesuai Exprodoc terlaksana TFG serial manuvra lapangan.

Sedangkan tahap Sea Phase meliputi manuvra lapangan sesuai prosedur. "Terlaksana kerjasama interoperability antara unsur TNI AL dan RSN dan terlaksananya latihan pembekalan di laut unsur TNI AL – RSN," kata dia.

Dua kapal perang itu akan dipimpin oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) KRI SHN- 366 Letkol Laut (P) Sandharianto dan Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut (P) Ashari Alamsyah. Keberangkatan kedua Kapal Perang kelas Ship Integrated Geometrical Modularity (SIGMA) tersebut dilepas oleh Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmatim Kolonel Laut (P) Arsyad Abdullah beserta para Komandan unsur Koarmatim, para Perwira, Bintara dan Tamtama yang mengikuti deputasi pelepasan kapal tersebut.

Selain unsur-unsur Koarmatim KRI (SHN)-366 dan KRI (SIM)-367, latihan bersama juga melibatkan tim pendukung dari Kolinlamil. Yaitu, KRI Teluk Bintuni-520 (TBN), Koarmabar dengan KRI Lemadang (LDG-632), KRI Barakuda (BKD)-633.

"Puspenerbal mengirimkan Helikopter Bell – 412 (HU-417), BO-105 (NV-409) dan MPA CN – 235 (P-862), serta satu Tim Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim dan Koarmabar. Sedangkan dari Republic Singapore Navy (RSN) melibatkan RSS TENACIOUS dan RSS GALLANT," ujar Maman.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID






Kemenhan Pesan Empat "Drone" Rajawali 330 untuk TNI AD


 
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri depan) saat melihat drone Rajawali 330 di booth PT Bhineka Dwi Persada di Singapore Airshow 2016.
 
SINGAPURA, CB - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Kementerian Pertahanan akan membeli empat unit drone atau unmanned aerial vehicle (UAV) untuk memperkuat jajaran TNI AD.

Empat unit drone tersebut adalah Rajawali 330 buatan industri lokal, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP).

Saat ditemui disela pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2016, Ryamizard mengatakan, drone-dorrone tersebut akan dipakai untuk keperluan misi patroli perbatasan.

“Kami akan menambah jumlah armada drone untuk memantau wilayah perbatasan, salah satunya dengan tipe ini," kata Ryamizard, sembari menunjuk Rajawali 330 di booth PT BDP di ajang Singapore Airshow 2016, Kamis (17/2/2016).

"Drone jelas akan mempermudah operasi surveillance bagi prajurit di lapangan,” kata dia.

Menurut perwakilan dari PT Bhinneka Dwi Persada, drone Rajawali 330 mampu mengangkut beban hingga 10 kilogram.

Untuk kepentingan TNI AD, drone ini bisa dipasangi dengan beberapa pilihan perangkat, seperti electro optical/infra red camera, FLIR (forward looking infra red), hyperspectral camera, atau mapping camera dengan Light Detection and Ranging (LIDAR).

Namun, Bhinneka Dwi Persada menolak untuk menyebut berapa nilai kontrak pengadaan empat unit drone dari Kementerian Pertahanan.

Selain bisa take off dan landing secara konvensional,drone Rajawali 330 juga memiliki kemampuan mendarat di airstrip, pneumatic catapult (dilepas dengan ketapel), car top launcher, dan parachute recovery system.

Untuk mendarat secara konvensional, Rajawali 330 hanya membutuhkan landasan sepanjang 60 meter.



Credit  KOMPAS.com











Thailand Ingin Perkaya Alutsista Helikopter dari Rusia

Thailand ingin menambah Helikopter Mil Mi-17V-5 dari Rusia (Foto: Caption YouTube)
Thailand ingin menambah Helikopter Mil Mi-17V-5 dari Rusia (Foto: Caption YouTube)
MOSKVA – Tak puas hanya dengan membeli pesawat amfibi asal Rusia dan perlengkapan teknis militer lainnya, Negeri Gajah Putih dilaporkan ingin memperkaya alutsista (alat utama sistem pertahanan) mereka dengan tambahan helikopter militer Rusia.
Sebelumnya pada akhir pekan lalu, dikatakan Thailand akan membeli pesawat amfibi. Meski tak dijelaskan secara detail, dugaan kuat mengarahkan Thailand tertarik membeli pesawat Beriev Be-200 Altair serta perlengkapan teknis militer dengan barter hasil bumi.
Kini, seorang sumber dari sektor kerja sama teknis-militer Rusia yang tak disebutkan identitasnya, Thailand dikatakan tertarik menambah alutsista udara mereka dengan Helikopter Mil Mi-17V-5 “Hip”, juga dari Rusia.
Kemungkinan ini diperkuat dengan rencana dan agenda Menteri Pertahanan merangkap Wakil Perdana Menteri Thailand, Jenderal (Purn) Prawit Wongsuwan yang akan melawat ke Rusia pada 23-24 Februari 2016.
“Sebelumnya Thailand sudah membeli enam (helikopter) Mi-17V-5. Kami mengharapkan mereka akan membeli beberapa lagi,” ungkap sumber tersebut, dilansir TASS, Sabtu (20/2/2016).
“Negosiasinya dilakukan melalui Rosoboronexport (eksportir senjata Rusia). Kami mengharapkan negosiasinya akan membuahkan hasil secepatnya tahun ini,” tambahnya.



Credit  Okezone



Gencatan Senjata, Oposisi Suriah Desak Rusia Setop Serangan


Gencatan Senjata, Oposisi Suriah Desak Rusia Setop Serangan Kelompok oposisi Suriah sepakat untuk menerapkan gencatan senjata dengan syarat Rusia menghentikan serangan udara. (Reuters/Hosam Katan)
 
 
Jakarta, CB -- Berbagai kelompok oposisi Suriah sepakat untuk menerapkan gencatan senjata dengan syarat Rusia menghentikan serangan udaranya, pengepungan wilayah berakhir dan akses untuk bantuan diberikan untuk seluruh wilayah.

Rusia memulai serangan udara di Suriah sejak September lalu dalam upaya untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad. Rusia mengklaim serangan udara mereka menargetkan kelompok militan, seperti ISIS dan Front al-Nusra. Namun, Amerika Serikat dan sekutunya menilai serangan udara Rusia menargetkan kelompok pemberontak yang menentang Assad.

Sejumlah upaya untuk menyepakati gencatan senjata di Suriah melalui dialog dalam beberapa bulan terakhir kerap gagal. Kini, kelompok oposisi Suriah sepakat untuk menerapkan gencatan senjata selama dua hingga tiga pekan jika Rusia berhenti membombardir mereka.

"Sudah sangat jelas sekarang bahwa [kelompok] oposisi bersedia untuk menerapkan dua sampai tiga pekan gencatan senjata, dan [kesepakatan] itu terbuka untuk diperpanjang jika kedua belah pihak bersedia untuk memperbaharuinya," kata sumber yang dekat dengan dialog perdamaian Suriah kepada Reuters, Sabtu (20/2).

Sumber itu juga menyebut bahwa pihak oposisi ingin agar sejumlah tahanan yang rentan, seperti perempuan dan anak-anak, untuk dibebaskan.

Gencatan senjata akan dapat diperpanjang dan didukung oleh semua kelompok opoisis, kecuali ISIS. Sumber itu juga menyebutkan gencatan senjata kepada afiliasi al-Qaida di Suriah, Front al-Nusra, akan terjadi jika mereka tidak lagi menjadi sasaran.

Namun, Front al-Nusra hingga saat ini dianggap sebagai organisasi teroris yang dilarang oleh Dewan Keamanan PBB.

Ditanya apakah desakan oposisi agar Nusra tidak lagi menjadi sasaran merupakan batu sandungan utama dalam diskusi itu, sang sumber menggambarkannya sebagai "hambatan besar di dalam ruangan".

"Mereka harus berurusan sangat hati-hati dengan hal ini, atau mereka akan berakhir dengan perang saudara di Idlib," kata sumber tersebut.

Pejuang Nusra beroperasi bersama kelompok pemberontak lain di beberapa daerah, termasuk Idlib.

Selain itu, mengakhiri pengepungan terhadap warga sipil juga menjadi kunci dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik yang diperkirakan telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang tersebut.

PBB memperkirakan sekitar 486.700 terkepung di 15 wilayah di Suriah. Sementara, 4,6 juta lainnya di sejumlah daerah yang sulit dijangkau. Di beberapa daerah, terdapat sejumlah laporan kematian karena kelaparan dan gizi buruk akibat pengepungan ini.

Sementara di Jenewa, Rusia dan AS bersama-sama memimpin rapat PBB yang bertujuan untuk mencoba mencari solusi perdamaian atas konflik di Suriah yang telah memasuki tahun kelima.

Menurut diplomat yang tak ingin dipublikasikan namanya, pejabat militer AS dan Rusia bertemu empat mata pada Jumat (19/2) sebelum rapat PBB digelar.





Credit  CNN Indonesia



Bom Bunuh Diri Tewaskan 100 Orang Lebih di Suriah



Bom Bunuh Diri Tewaskan 100 Orang Lebih di Suriah  
Puing-puing akibat ledakan bom di Homs, Suriah, Minggu (21/2). (CNN Indonesia/REUTERS/SANA/Handout via Reuters)
 
Jakarta, CB -- Kota Homs dan Damaskus di Suriah dihantam serangkaian ledakan bom pada Minggu (21/2). Jumlah korban tewas masih belum bisa dipastikan. Tapi dari catatan sejumlah pihak, setidaknya lebih dari 100 orang tewas dalam rangkaian kejadian tersebut.

Sebanyak 57 orang tewas saat dua bom mobil meledak di pusat Kota Homs, seperti dilaporkan kantor berita Suriah, SANA. Kawasan itu dikenal sebagai area yang dikuasai kelompok pro pemerintah Suriah.

Gubernur Homs, Talal al-Barazi, kepada SANA, mengatakan bahwa dua mobil penuh dengan bahan peledak diledakkan di dekat sebuah halte bus di pusat kota Homs di Distrik Al-Zahraa.

Stasiun televisi Al Ikhbaria melaporkan bahwa serangan itu memang sengaja ditujukan bagi pelajar, pegawai kantor pemerintahan, yang hendak pergi sekolah atau bekerja.


Al-Zahraa adalah kawasan yang dikuasai rezim. Di sini mayoritas dihuni oleh suku Alawite, sukunya Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sementara kelompok Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di London, mengatakan jumlah korban pada peristiwa itu mencapai 46 orang. Lebih dari 100 orang terluka.

Di selatan Damaskus, ibu kota Suriah, tiga pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di Distrik Sayyidah Zaynab. Satu pengebom meledakkan dirinya bersama mobil.

Korban tewas diduga mencapai 50 orang, menurut stasiun televisi setempat. Sedangkan berdasarkan informasi dari kelompok Syrian Observatory for Human Rights, korban tewas mencapai 31 orang.

Pada pernyataannya melalui aplikasi pesan Telegram, ISIS mengaku bertanggung jawab terhadap serangan di Homs dan Sayyidah.



Credit  CNN Indonesia


Fiji dilanda salah satu badai terhebat di dunia



Fiji dilanda salah satu badai terhebat di dunia
Citra satelit Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mencatat perjalanan Topan Winston di kawasan Laut Pasifik. (nasa.gov)
 
 
Sydney (CB) - Salah satu badai paling hebat di belahan bumi selatan mengacaukan negara pulau Pasifik, Fiji. Putusnya aliran listrik terputus dan banjir telah menghambat usaha pemberian bantuan di Fiji.

Menurut Reuters, badai itu menghancurkan sejumlah desa terpencil dan menewaskan setidak-tidaknya lima orang. Angin kencang dan hujan lebat merusak sejumlah rumah dan memutus aliran listrik, air dan komunikasi di penjuru negara berpenduduk sekitar 900.000 orang itu.

Ibu kota, Suva, lolos dari pukulan berat tersebut setelah badai itu berubah arah pada saat terakhir.

Perdana Menteri Frank Bainimarama memastikan jumlah korban tewas dan menyatakan siaga darurat negeri selama 30 hari, dengan semua sekolah diperintahkan tutup dan perintah tetap berada di dalam rumah diperpanjang hingga Senin pagi.

"Ketika mampu, kami akan memberikan jadwal untuk pengembalian aliran air dan listrik," katanya, lalu menambahkan bahwa pasokan listrik ke sejumlah wilayah diputus dengan sengaja untuk menghindari kerusakan tambahan.

Kepulauan yang terdiri atas sekitar 300 pulau itu terserang badai tropis Winston pada Sabtu, yang menghembuskan angin secepat 230 kilometer per jam yang meningkat hingga 325 kilometer per jam.

Jay Dayal, seorang pebisnis yang tinggal dekat Rakiraki, pantai utara pulau utama Fiji yang terkena badai,mengatakan bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh badai itu sangat besar.

"Saya tidak akan kaget jika masyarakat mulai kekurangan makanan, ini terlihat seperti negara lain, sama sekali tidak terlihat seperti Fiji," katanya kepada media.

Sejumlah lembaga kemanusiaan memperingatkan Fiji kemungkinan akan menghadapi potensi sebuah krisis kesehatan, terutama karena kekurangan aliran listrik. Keadaan tersebut rentan terutama pada mereka yang tinggal di sekitar sungai dalam gubuk, pekerja bantuan mengatakan.

"Kami membutuhkan aliran listrik untuk memastikan pompa berfungsi dan untuk mensterilkan," kata pejabat lembaga bantuan Oxfam, Raijeli Nicole kepada media melalui telepon bahwa terdapat sejumlah penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu untuk memantau sejumlah wilayah terpencil.



Kerusakan

Seorang pria tua tewas di Pulau Koro saat atap roboh di atasnya, ujar pihak berwenang. Di desa berikutnya, sebanyak 50 rumah dilaporkan hancur.

"Sejumlah desa telah melaporkan bahwa seluruh rumahnya hancur," kata Jone Tuiipelehaki dari Program pembangunan PBB dalam Twitter-nya pada Sabtu.

Akibat bencana ini penduduk diungsikan ke 758 pusat penampungan pada Sabtu, sementara para turis berlindung di sejumlah aula dan ruang pertemuan hotel di wilayah pantai.

"Sejumlah gambar yang mulai kami tampilkan sangatlah mengerikan," kata Alice Clements, seorang pejabat UNICEV, yang bermarkas di Suva, lewat telepon, menjelaskan gambar yang menunjukkan sebuah mobil di atap bangunan dan sebuah moncong pesawat kecil yang terjerumus ke dalam puing.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop yang menawarkan untuk mengirimkan sebuah pesawat P-3 Orion untuk membantu, mengatakan sekitar 1.200 warga Australia sedang berada di Fiji meskipun terdapat kemungkinan jumlahnya akan membesar.

Warga Australia seringkali berkunjung ke kepulauan itu, yang menerima sekitar 340.000 orang turis tiap tahunnya. Sejumah maskapai seperti Virgin dan Jetstar pada Sabtu menunda penerbangannya ke Fiji dan maskapai nasional menghentikan seluruh penerbangan.





Credit  ANTARA News






Australia keluarkan peringatan keamanan atas Kualalumpur


Australia keluarkan peringatan keamanan atas Kualalumpur
Bendera Malaysia (ANTARA)
 
Kualalumpur (CB) - Pemerintah Australia memberi peringatan pada Minggu bahwa teroris berencana menyerang ibu kota Malaysia, Kualalumpur, dan sekitarnya.

Menurut Reuters, Malaysia bersiaga penuh sejak serangan bom dan senjata di jantung Indonesia pada Januari, yang didaku IS.

Malaysia juga menahan seorang tersangka garis keras, yang mengaku berencana menyerang negara tersebut.

"Teroris mungkin berencana menyerang di dan sekitar Kualalumpur. Serangan dapat terjadi di sembarang tempat dan menyasar tempat dan sesuatu, objek yang disenangi warga Barat," kata penasehat perjalanan pada jejaring pemerintah Australia.

Mereka juga mengimbau warga Australia untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah pesisir Sabah bagian timur, tempat pantai dan pulau populer bagi turis asing dan penyelam.

Menteri Luar Negeri Malaysia mengatakan mereka memahami imbauan perjalanan itu dan akan menginformasikan pendatang mengenai perkembangan keamanan.

"Kami juga mengakui fakta bahwa misi asing memiliki kebebasan untuk memberikan penilaian mereka sendiri mengenai situasi keamanan di negara-negara tuan rumah mereka meskipun faktanya mungkin tidak akurat atau tidak mencerminkan situasi sebenarnya," kata juru bicara kementerian itu.



Credit  ANTARA News



Arab Saudi hentikan bantuan militer ke Lebanon


Arab Saudi hentikan bantuan militer ke Lebanon
Dokumentasi foto pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berkendaraan militer putih menyaksikan petani di atas truk mengungsi ke kota Al Wazzani, Lebanon, Selasa (5 Januari 2016). Pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan menghentikan bantuan militer dan keamanan ke Lebanon. (REUTERS/Aziz Taher)
Riyadh (CB) - Pemerintah Arab Saudi pada Jumat (19/2) mengumumkan bahwa akan berhenti membantu pasukan keamanan dan militer Lebanon yang terkait dengan pilihan politik yang terjadi di Lebanon, demikian laporan Saudi Press Agency (SPA).

Arab Saudi telah memutuskan untuk melindungi kepentiannya sendiri, dengan menghentikan bantuan militer yang bernilai tiga miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk militer Lebanon dan satu miliar dolar AS yang belum dibayarkan bagi pasukan keamanan, catat SPA layaknya dikutip Xinhua, Sabtu.

Seorang pejabat Pemerintah Arab Saudi mengatakan, meskipun ada keputusan tersebut, pihak kerajaannya akan terus mendukung rakyat Lebanon, yang kepentingannya tidak terwakili Pemerintah Lebanon saat ini.

Pemerintah Lebanon tidak mengutuk serangan terhadap misi diplomatik Arab Saudi di Iran, tepatnya kota Teheran dan Mashad pada Januari 2016.




Credit  ANTARA News




Arab Saudi Batalkan Hibah US$3 Miliar ke Militer Libanon


Arab Saudi Batalkan Hibah US$3 Miliar ke Militer Libanon  
Pemerintah Raja Salman membatalkan hibah Saudi untuk militer Libanon. (Reuters/Lintao Zhang/Pool/Files)
 
Jakarta, CB -- Pemerintah Arab Saudi membatalkan pemberian paket bantuan sebesar US$3 miliar bagi militer Libanon untuk pembelian persenjataan dari Perancis. Langkah ini diambil karena Libanon dianggap tidak mendukung Saudi dalam perseteruan dengan Iran.

Diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita Saudi SPA, Jumat (19/2), pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa pemerintah Raja Salman juga membatalkan sisa bantuan sebesar US$1 miliar yang seharusnya diberikan bagi badan keamanan dalam negeri Libanon.

Komitmen bantuan ini sebelumnya disampaikan Saudi kepada militer Libanon pada 2013. Presiden Libanon saat itu, Michel Suleiman, mengatakan bahwa ini adalah bantuan dana terbesar yang pernah diberikan terhadap angkatan bersenjata mereka.

Padahal pengapalan pertama persenjataan dan perangkat militer dari Perancis telah tiba di Libanon pada April tahun lalu di bawah perjanjian pendanaan dari Saudi. Hibah ini diberikan sebagai dukungan untuk perlawanan Libanon terhadap ISIS di Suriah.

Pejabat keamanan Libanon mengaku belum menerima pemberitahuan resmi tentang penangguhan pemberian dana itu.

Dalam pernyataannya, pemerintah Riyadh mengatakan penangguhan dilakukan karena Libanon tidak mendukung Saudi di masa-masa sulit. Libanon dianggap tidak mengecam penyerangan Kedutaan Saudi oleh Iran. Padahal, Saudi selalu menyokong Libanon ketika konflik.

"Kerajaan Arab Saudi menemukan posisi Libanon yang bertentangan dengan Arab, kawasan dan arena internasional, di tengah bayang-bayang Hizbullah Libanon yang mempengaruhi negara itu," ujar pernyataan Saudi.

SPA melaporkan bahwa dalam berbagai pertemuan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam, OKI, Saudi mengkritik Libanon yang urung mengecam Iran dalam serangan ke Kedubes Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad.

Serangan ke Kedubes Saudi oleh massa di Iran dilakukan usai eksekusi mati ulama Syiah di Riyadh atas dakwaan provokasi dan menyulut kekerasan. Eksekusi ini juga yang membuat hubungan diplomatik Saudi dan Iran saat ini hancur.



Credit  CNN Indonesia







Jumat, 19 Februari 2016

Pemerintah Usulkan Pembentukan 'SKK Migas' di Pertambangan

Pemerintah Usulkan Pembentukan SKK Migas di Pertambangan  
Foto: Rengga Sancaya
 
Jakarta -Pemerintah sedang menyiapkan draft revisi atas Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba). Dalam naskah akademik Kementerian ESDM, ada usulan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Khusus Pertambangan.

Menteri ESDM, Sudirman Said menjelaskan, BUMN Khusus Pertambangan ini serupa dengan peran Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di usaha hulu migas. BUMN khusus akan mengelola konsesi pertambangan, mengawasi kinerja perusahaan-perusahaan pemegang kontrak pertambangan, dan sebagainya.

"Seperti SKK Migas. Jadi mengelola konsesi pertambangan dan BUMN khusus ini bertransaksi dan berkontrak dengan para badan usaha," kata Sudirman dalam konferensi pers di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Bila pembentukan BUMN khusus pertambangan ini disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), rezim Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan berubah menjadi rezim kontrak. Namun kontrak pertambangan bukan antara negara dengan badan usaha, melainkan BUMN Khusus Pertambangan dengan badan usaha.

Tentu ada sisi positif dan negatif dari pembentukan BUMN Khusus Pertambangan ini. Posisi negara sangat di atas perusahaan pemegang konsesi pertambangan (kontraktor) dalam rezim IUP, sedangkan di rezim kontrak dengan 'SKK Migas' versi tambang ini, peran paling besar dipegang oleh BUMN Khusus, bukan negara.

Meski begitu, BUMN Khusus Pertambangan ini bisa menjadi penengah jika ada konflik dengan kontraktor sehingga aset negara terlindungi bila kalah dalam sengketa dengan kontraktor di arbitrase internasional. Sebab, kontrak dilakukan dengan BUMN Khusus, bukan langsung dengan negara.

"Kalau ini yang dipilih oleh DPR nantinya tentu seluruh struktur akan berubah," ujarnya.

Pembentukan BUMN Khusus Pertambangan ini akan segera dibahas dengan DPR.

"Menurut saya kita harus mulai meminta respon dari parlemen karena secara draft sudah kita siapkan dan agar bisa direconsile supaya lebih cepat dan menghasilkan Daftar Inventaris Masalah. Dan itu lah yang akan menjadi pokok pembahasan selama bulan bulan ke depan," ucap Sudirman.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM, Sujatmiko, menambahkan bahwa negara hanya akan fokus menjadi regulator bila BUMN Khusus Pertambangan dibentuk.

"Nanti dia (BUMN khusus Pertambangan) yang deal dengan pemegang konsesi, pemegang kontrak. Pemerintah yang bikin regulasi. Jadi lebih fokus," pungkasnya.


Credit  detikfinance





Rudal Inggris Belum Pernah Bantu Tewaskan Militan ISIS


Rudal Inggris Belum Pernah Bantu Tewaskan Militan ISIS Ilustrasi rudal Brimstone. (Nick-D via wikimedia.org CC-BY-SA-3.0)
 
Jakarta, CB  -- Rudal pintar yang disebut-sebut sebagai alasan utama Inggris ikut serta dalam kampanye serangan udara di Suriah ternyata sama sekali belum membantu menewaskan militan ISIS.

Merujuk pada data informasi yang diminta oleh Huffington Post, rudal Brimstone tersebut belum pernah tercatat menimbulkan korban sejak mulai membombardir Suriah.

Sesuai perjanjian, hanya Inggris dan Arab Saudi yang memiliki akses penggunaan rudal Brimstone. Pemerintah Inggris mengatakan bahwa senjata tersebut akan memberikan kontribusi unik dalam upaya memerangi ISIS.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, bahkan mengatakan bahwa rudal tersebut merupakan, "Salah satu senjata paling akurat yang pernah diketahui."

Rudal ini memiliki kemampuan fire and forget sehingga senjata ini tak perlu panduan lebih lanjut setelah diluncurkan. Rudal ini juga dapat menyerang dan pelontarnya tak terlihat oleh target.

Senjata mutakhir ini diklaim dapat membantu mengurangi korban sipil dan mengenai target dengan tepat yang tidak bisa dilakukan jika menggunakan rudal lain.

Secara keseluruhan, angka dari Kementerian Pertahanan menunjukkan bahwa Angkatan udara Inggris hanya berhasil menewaskan tujuh militan ISIS sejak bergabung pada tahun lalu.

"Kami memperkirakan ada tujuh militan ISIS yang tewas atau terluka akibat serangan udara Angkatan Udara Inggris di Suriah antara 2 Desember 2015 dan 29 Januari 2016," demikian keterangan resmi Kementerian Pertahanan Inggris.

Namun, lima dari tujuh militan tersebut tewas bukan dengan rudal buatan Inggris, melainkan AS, yaitu Hellfire.

Rudal Brimstone bahkan tidak pernah dipakai sampai sepuluh bulan pertama operasi. Pemakaian pertama rudal Brimstone tercatat pada 10 Januari untuk menyerang truk pasokan di Raqqa.

Sejauh ini, rudal Brimstone baru dipakai dalam sembilan aksi, mencakup penyerangan target di daratan dan teknologi pemandu laser.

Setiap rudal berharga 100 ribu pound sterling atau setara Rp1,9 miliar.


Credit  CNN Indonesia





AS: Penjualan Senjata Rusia ke Iran Dapat Langgar Embargo PBB


AS: Penjualan Senjata Rusia ke Iran Dapat Langgar Embargo PBB  
Ilustrasi jet Rusia, Sukhoi Su-30SM (Alex Beltyukov/russianplanes.net)
 
Jakarta, CB -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Toner, mengatakan bahwa Rusia dapat melanggar embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa jika menjual pesawat tempur kepada Iran tanpa izin dari Dewan Keamanan PBB.

Kantor berita Rusia, RIA, pada Rabu (17/2), memberitakan bahwa tahun ini Rusia akan meneken kontrak untuk menjual sejumlah pesawat Sukhoi Su-30SM kepada Iran.

Namun, Rusia dan lima negara lain, termasuk AS, sudah menyepakati perjanjian nuklir Iran pada 14 Juli lalu. Keenam negara tersebut sepakat untuk melarang penjualan senjata konvensional kepada Iran selama lima tahun kecuali sudah mendapatkan izin ketat dari DK PBB.

"Resolusi DK PBB 2231 melarang penjualan ke Iran dalam kategori spesifik senjata konvensional tanpa persetujuan ketat berdasarkan kasus per kasus oleh DK PBB," ujar Toner seperti dikutip Reuters.

Toner menegaskan bahwa semua anggota PBB, terutama yang turut serta dalam resolusi nuklir Iran, "harus sangat menyadari larangan ini." Menurutnya, pelarangan tersebut termasuk pesawat tempur, seperti Sukhoi Su-30SM.

"Jika laporan media tersebut akurat, kami akan membahasnya secara bilateral dengan Rusia dan anggota DK PBB," kata Toner.

Sebelumnya, Sputnik bahkan melaporkan bahwa Rusia akhirnya dijadwalkan akan mengirimkan rudal anti jet tempur S-300 ke Iran pada Kamis (18/2) setelah tertunda beberapa tahun.

Menteri Pertahanan Iran, Hossein Dehghan, dikabarkan akan hadir dalam upacara penerimaan S-300 yang dikirimkan melalui Laut Kaspia.

Kontrak pembelian lima sistem rudal S-300 senilai US$800 juta dari Rusia ke Iran disepakati pada 2007, tapi tertunda pada 2010 karena embargo DK PBB terkait program nuklir Iran. Pemerintah Teheran sempat mengajukan gugatan hukum senilai US$4 miliar kepada Rusia akibat penangguhan pengiriman tersebut.

Penjualan dilanjutkan April tahun lalu jelang kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara adidaya. Iran sepakat mengurangi kapasitas nuklir mereka sehingga tidak mampu membuat bom agar Barat mencabut sanksi ekonomi dan embargo persenjataan.

Selasa (16/2) lalu, Dehghan mengatakan bahwa pembelian S-300 adalah demi mendukung stabilitas di kawasan dan memperkuat kemampuan pertahanan Iran. "Tugas paling penting adalah memperkuat keamanan kami baik dari segi kualitas dan kuantitas untuk memastikan perlindungan dari serangan musuh," ujar Dehghan, dikutip dari kantor berita Rusia, Tass.


Credit  CNN Indonesia



Jepang Dapat Kirim Pasukan Penyelamat Sandera di Luar Negeri


Jepang Dapat Kirim Pasukan Penyelamat Sandera di Luar Negeri  
Ilustrasi militer Jepang (Reuters/Defence Ministry of Japan Handout)
 
Jakarta, CB -- Di tengah gejolak teror yang kian mengancam dunia, Jepang memutuskan untuk mengamandemen interpretasi dari Pasal 9 Konstitusi negaranya yang merangkum kebijakan keamanan.

Salah satu amandemen tersebut memungkinkan pemerintah Jepang mengirimkan pasukan khusus untuk menyelamatkan warganya yang menjadi sandera di negara lain.

Profesor Departemen Politik Global dari Universitas Hosei di Jepang, Satoru Mori, mengatakan bahwa upaya penyelamatan ini dimungkinkan dengan persyaratan kuat, terutama harus ada persetujuan pemerintah.

"Misalnya, ada laporan warga Jepang disandera di Suriah atau Yordania atau negara lain di kawasan itu, pemerintah harus menyetujui terlebih dahulu, baru kemudian pasukan penyelamat dapat pergi," ucap Mori yang ditemui usai seminar Japan's New Security Policy and Regional Response in Southeast Asia di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (18/2).

Menurut Mori, hal ini merupakan hal baru karena sebelumnya Jepang tidak pernah mengirimkan pasukan khusus untuk menyelamatkan sandera di luar negeri.

"Ini merupakan hal baru. Kami menyebutnya pasukan penyelamat warga Jepang. Mungkin ini ada kaitannya dengan isu terorisme," ujar Mori.

Tahun lalu, Jepang menjadi sorotan dunia ketika dua warganya, Haruna Yukawa dan Kenji Goto, diculik dan akhirnya dieksekusi oleh kelompok militan ISIS setelah pemerintah Tokyo menolak memberikan tebusan.

Keputusan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, ini diprotes oleh banyak warga yang sebelumnya mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan nyata guna menyelamatkan nyawa Kenji.



Credit  CNN Indonesia






Amandemen UU Keamanan, Jepang Harus Waspadai Perang Dingin


Amandemen UU Keamanan, Jepang Harus Waspadai Perang Dingin  
Ilustrasi militer Jepang (Getty Images/Chris McGrath)
 
Jakarta, CB -- Di tengah ancaman keamanan dari China dan Korea Utara, pemerintah Jepang memutuskan untuk melakukan amandemen konstitusi yang salah satunya memperbolehkan penerjunan pasukan ke negara lain.

Menurut Profesor Departemen Politik Global dari Universitas Hosei di Jepang, Satoru Mori, sebenarnya tak ada yang berubah dalam isi Pasal 9 dari Konstitusi yang memuat masalah keamanan ini. Namun, penjelasan interpretasi dari pasal tersebut diubah.

"Jika sebelumnya Jepang hanya boleh menerjunkan pasukan jika sudah diserang langsung, sekarang Jepang dapat menempatkan pasukan di negara lain jika mengancam keamanan negara sendiri atau negara tetangga yang memiliki hubungan baik dengan Jepang," ujar Mori dalam seminar Japan's New Security Policy and Regional Response in Southeast Asia di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (18/2).

Menurut Mori, upaya ini dilakukan oleh Jepang setelah melihat pergerakan China dan Korea Utara yang mengancam keamanan kawasan Asia.

Korut kembali merebut perhatian dunia setelah melakukan uji coba nuklir pada Januari lalu, disusul dengan peluncuran satelit menggunakan rudal sekitar sebulan setelahnya.

China sendiri memiliki sengketa lahan dengan Jepang di Pulau Senkaku. Sementara itu, reklamasi pulau oleh China di perairan sengketa Laut China Selatan juga mengancam stabilitas di kawasan Asia.

"Ditambah lagi dengan berita belakangan ini mengenai penempatan sistem keamanan rudal oleh China di pulau sengketa itu. Ini merupakan panggilan kesadaran bagi Jepang untuk melakukan upaya-upaya lain untuk keamanan," ucap Mori.

Menanggapi penjabaran Mori, pengamat hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengatakan bahwa hal ini perlu diwaspadai karena dapat menyulut perang dingin terbatas.

"Jepang sebaiknya tidak membangun militernya atas dalih respons kawasan karena akan mengundang pertarungan senjata di kawasan dan akhirnya menjadi perang dingin terbatas," ucap Hikmahanto.

Hikmahanto kemudian menjelaskan maksudnya bahwa jika Jepang bereaksi dengan interpretasi baru dari konstitusi tersebut, bukan tidak mungkin China justru akan meningkatkan anggaran militernya untuk membeli peralatan baru yang bisa memicu perang dingin.

Untuk mencegah perang dingin tersebut, kata Hikmahanto, Jepang sebaiknya tidak hanya bekerja sama dengan Amerika Serikat, tapi juga semua negara di kawasan Asia, termasuk musuh.

"Jepang juga harus berhati-hati jangan sampai melakukan militerisasi karena masih ada trauma masa lalu bagi negara-negara yang pernah dijajah," katanya.

Kembali menanggapi peringatan Hikmahanto, Mori mengatakan bahwa Jepang selama ini memang sudah berkoordinasi dengan negara-negara di kawasan Asia.

"Jepang bahkan sudah mengadakan konferensi dengan Korea Selatan dan China. Perdana Menteri Shinzo Abe juga secara aktif berdiplomasi ke berbagai negara," tutur Mori.

Lebih jauh, Mori juga mengatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan kemungkinan adanya perang dingin.

"Sepertinya itu tidak akan terjadi karena China pernah menaikkan anggaran militernya ketika Jepang menurunkan anggaran militer. Saya rasa itu tidak perlu dikhawatirkan dan amandemen ini hanya dapat dilakukan dengan kontrol ketat dan pertimbangan matang," tutur Mori.




Credit  CNN Indonesia







AS Resmikan UU Menghukum Korut yang Dianggap Berbahaya



CB, Washington DC - Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama yang akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara ternyata bukan isapan jempol. Orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu resmi menandatangani undang-undang untuk menghukum Korut.
Sanksi ini dijatuhkan kepada negara paling tertutup dunia didasari beberapa tindakan Korut yang dianggap berbahaya bagi dunia. Termasuk uji coba nuklir dan roket serta serangan siber.
Persetujuan itu didapat Obama usai Kongres AS secara bulat setuju menjatuhkan sanksi pada Korut. Anggota Kongres AS yang setuju atas hal tersebut di antaranya adalah 2 Bakal Calon Presiden Partai Republik, Ted Cruz dan Marco Rubio.
"Rezim (Korut) itu otoriter dan provokatif. Mereka berulang kali melanggar resolusi PBB dengan melakukan uji coba senjata nuklir," sebut Obama seperti dikutip dari CNN, Kamis (19/2/2016).
Untuk masalah misil, sepengetahuan Obama, Korut terus menyempurnakannya. Presiden ke-44 AS itu pun menyerukan Korut menghentikan proyeknya tersebut.

Langkah yang diambil AS berpotensi besar semakin memperburuk Korut. Sebab, embargo juga akan diikuti negara sekutu AS.
Sanksi yang dijatuhkan AS, salah satunya berupa pembekuan aset setiap pihak yang terlibat proyek nuklir dan pelanggaran HAM. Kendati demikian tak sepenuhnya didukung negara-negara dunia.
China bahkan telah menyatakan kekhawatirannya atas langkah AS tersebut. Pemerintah negeri Tiongkok menyebut sanksi baru itu malah akan semakin memperlemah ekonomi dari negara yang dipimpin Kim Jong-Un.



Credit  Liputan6.com