Selasa, 02 Oktober 2018

TV Teheran Rilis Rekaman Kapal Induk AS Dikejar Speedboat Iran


TV Teheran Rilis Rekaman Kapal Induk AS Dikejar Speedboat Iran
Rekaman kapal induk Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt dikejar beberapa speedboat Iran di Selat Hormuz. Kejadian ini berlangsung 21 Maret 2018. Foto/Twitter

TEHERAN - Stasiun televisi (TV) Iran menayangkan rekaman kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Theodore Roosevelt, dikejar beberapa speedboat yang diawaki pasukan Garda Revolusi. Kejadian itu berlangsung di Selat Hormuz pada 21 Maret 2018.

Kamera, yang dipasang di sebuah kapal Iran, membidik kapal USS Theodore Roosevelt serta kapal pengawalnya yang melintasi perairan Selat Hormuz. Beberapa speedboat Garda Revolusi terlihat mendekati kapal induk AS tersebut, sedangkan helikopter Amerika Serikat terlihat berkeliaran di atas area lokasi kejadian.



Dalam video itu, ada beberapa kegiatan yang terlihat di atas dek kapal Roosevelt, termasuk helikopter lain yang bersiap untuk lepas landas.

Belum jelas apa tujuan Iran merilis rekaman tersebut. Press TV, media pemerintah Teheran, juga membagikan rekaman itu di Twitter pada 29 September 2018.

Kapal USS Theodore Roosevelt yang memiliki bobot 100.000 ton telah dikerahkan ke Teluk sejak tahun lalu. Kapal raksasa ini membawa sekitar 5.000 awak. Selain itu, biasanya kapal tersebut juga membawa 130 pesawat, termasuk pesawat jet tempur F/A-18 Super Hornet, jet tempur EA-18G Growler serta pesawat peringatan dini E-2 Hawkeye.

Perseteruan di tengah laut antara kapal AS dan Iran bukan hal yang tidak biasa. Pertemuan terakhir terjadi pada Agustus tahun lalu, ketika sebuah pesawat tak berawak atau drone Iran membayangi kapal induk USS Nimitz pada malam hari.

Drone itu muncul cukup dekat untuk merekam jet tempur F-18 di dek kapal. Angkatan Laut AS mengklaim operator drone tidak menanggapi panggilan radio yang berulang kali dan dianggap membahayakan para pelaut AS.

Masih pada bulan yang sama, drone serupa Iran muncul dalam jarak 200 kaki (62 meter) dari jet tempur F/A-18E Super Hornet. Hal itu membuat pilot Amerika Serikat mengubah jalur. Pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya menuduh Iran bertindak dengan cara yang tidak aman dan tidak profesional.

Pada Januari 2016, Teheran pernah mempermalukan Pentagon di mana sekitar sepuluh pelaut AS ditangkap pasukan Iran setelah kapal Angkatan Laut Washington tersesat ke wilayah perairan Republik Islam Iran. Sepuluh pelaut yang merupakan awak dari dua kapal AS sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan.

Pada saat itu, Teheran menuntut permintaan maaf resmi dari Menteri Luar Negeri AS John Kerry atas pelanggaran kedaulatan Iran dan mendesak Angkatan Laut AS untuk menjauh dari perbatasan maritim Iran. Iran juga secara konsisten menuduh para pelaut AS melakukan gerakan provokatif di dekat perairannya. 




Credit  sindonews.com