Jumat, 18 Mei 2018

Polisi Geledah Apartemen Najib Razak, Temukan 72 Tas Berisi Uang


Polisi Malaysia menyita 72 tas berisi uang dan barang berharga serta 284 kotak berisi tas mewah dari unit apartemen, yang terkait bekas PM Malaysia, Najib Razak, di Pavilion Residences Apartment, pada Jumat dini hari, 18 Mei 2018. New Strait Times
Polisi Malaysia menyita 72 tas berisi uang dan barang berharga serta 284 kotak berisi tas mewah dari unit apartemen, yang terkait bekas PM Malaysia, Najib Razak, di Pavilion Residences Apartment, pada Jumat dini hari, 18 Mei 2018. New Strait Times

CB, Kuala Lumpur – Polisi Malaysia menyita 72 tas berisi uang dan barang berharga serta 284 kotak berisi tas mewah dalam penggeledahan dari unit apartemen terkait bekas Perdana Menteri Najib Razak di Pavilion Residences Apartment, Bukit Bintang, Kuala Lumpur Malaysia, pada Jumat dini hari, 18 Mei 2018.
Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial, Amar Singh, mengatakan penyitaan ini merupakan bagian dari operasi dalam investigasi skandal 1MDB, yang penyelidikannya berlangsung sejak Rabu, 16 Mei 2018.

Amar Singh menjelaskan polisi telah menggeledah 6 lokasi di sekitar Kuala Lumpur dan Putrajaya, termasuk kantor Perdana Menteri dan rumah resmi bekas PM Najib Razak. Empat lokasi lainnya merupakan tempat yang terkait dengan Najib.

Polisi Malaysia menyita 72 tas berisi uang dan barang berharga serta 284 kotak berisi tas mewah dari unit apartemen, yang terkait bekas PM Malaysia, Najib Razak, di Pavilion Residences Apartment, pada Jumat dini hari, 18 Mei 2018. New Strait Times
Polisi mulai menggerebek rumah Najib Razak pada Rabu dan berlangsung hingga sekitar 18 jam. Polisi membawa sejumlah kotak dari rumah Najib, yang sempat difoto sedang duduk tertidur di sofa saat penggeledahan berlangsung pada Rabu malam hingga keesokan harinya.

Seperti dilansir Malaysia Kini, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang baru terpilih setelah mengalahkan Najib pada pemilu 2018, mengatakan pemerintah memulai investigasi soal skandal 1MDB. Skandal ini diduga merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah. Kerugian ini terjadi akibat kesalahan manajemen dalam melakukan investasi dan dugaan terjadinya praktek korupsi.
Amar Singh mengatakan lokasi penggeledahan pada Jumat dini hari tadi merupakan satu dari tiga unit apartemen yang digeledah di Pavilion Residences Apartment. “Total barang yang disita masih dalam penghitungan,” kata dia sambil menambahkan kegiatan penggeledahan ini kemungkinan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Najib Razak tertidur saat penggeledahan di rumahnya. Malaysiakini.com
Soal adanya tudingan penggeledahan di rumah Najib Razak di Jalan Langgak Duta menyebabkan tekanan mental kepada penghuni yaitu keluarga, Amar Singh menjawab,”Motif kami tidak untuk mengganggu seseorang.. Kami profesioal dan saya telah meminta anggota CCID untuk bersikap profesional saat melakukan tugasnya."
Bekas PM Najib Razak belum mengeluarkan komentar apapun soal penggeledahan yang dilakukan polisi ini. Namun, pengacaranya, Harpal Singh Grewal, mengatakan polisi tiba di rumah Najib pada Rabu, 16 Mei 2018 pada pukul 10 malam.
Penggeledahan yang berlangsung hingga pukul lima pagi keesokan harinya berlangsung profesional. Namun pada Kamis pagi pukul 8.30 waktu setempat, 17 Mei 2018, sejumlah petugas memasuki sebuah ruangan di rumah Najib ini dan mulai mengebor sebuah tempat penyimpanan. “Pengeboran berlangsung hingga lewat pukul 5 sore. Sama sekali tidak ada ketenangan di rumahnya (Najib),” kata dia.
Menurut Harpal, tempat penyimpanan itu sudah terkunci selama dua dekade karena kuncinya hilang. Menurut dia, barang yang disita dari rumah itu tidak bernilai signifikan.
“Namun, kehadiran polisi di rumah dan kegiatan pengeboran tempat penyimpanan menunjukkan adanya gangguan terhadap keluarga Najib, staf dan orang lain yang tinggal di sana, menyebabkan tekanan mental dan menimbulkan kesan buruk bagi citra klien saya,” kata dia. Harpal juga mempertanyakan waktu penggeledahan yang berbarengan dengan malam pertama Ramadan saat Najib Razak sekeluarga sedang bersiap-siap melaksanakan kegiatan keagamaan.


Credit  tempo.co


Tidak ada komentar:

Posting Komentar