Kamis, 30 April 2015

Arkeolog Temukan Kaitan Jejak Situs Gunung Padang dengan Pantai Selatan


Arkeolog Temukan Kaitan Jejak Situs Gunung Padang dengan Pantai Selatan 
 
Jakarta  (CB) - Situs purbakala Gunung Padang masih menyimpan banyak kisah. Tim Arkeolog dari Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) yang melakukan lacak artefak menemukan sejumlah bukti kawasan di sekitar Gunung Padang terdapat peninggalan prasejarah.

"Situs-situs yang mengelilingi Situs Gunung Padang umumnya berupa gunung atau bukit yang di dalam bahasa Sunda disebut Pasir. Peninggalan yang diperoleh di bukit-bukit tersebut antara lain berupa struktur batu seperti kursi batu, batu tegak atau menhir, dan juga bangunan berundak-undak atau lazim disebut punden berundak," jelas Ketua MARI Ali Akbar, Kamis (30/4/2015).

Menurut dosen arkeologi UI ini, lokasi penemuan tersebar di Gunung Karuhun, Pasir Empet, Gunung Melati, Pasir Keramat, Gunung Rosa, Pasir Mala, Pasir Malang, Pasir Legok Kadu, Cibeureum, dan Pasir Pogor. MARI memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan perlindungan terhadap Kawasan Gunung Padang agar tetap lestari.

"Penemuan yang cukup banyak juga terdapat di selatan Situs Gunung Padang. Terdapat indikasi temuan-temuan tersebut mengarah ke selatan dan bercorak budaya maritim, mengingat jarak Situs Gunung Padang dengan laut hanya sekitar 66 kilometer. Oleh karena itu, ke depan akan dilaksanakan penelitian dari Situs Gunung Padang sampai Pantai Selatan," urai dia.

Ali menyampaikan, lacak artefak di kawasan Gunung Padang oleh MARI berhasil menemukan sedikitnya 10 situs arkeologi di sekitar situs Gunung Padang. Lacak Artefak dilaksanakan 3-5 April 2015 lalu dengan melibatkan komunitas pejalan kaki, motor trail, sepeda gunung, trail runner, dan pilot drone dengan dipandu oleh para arkeolog.

Hasil kegiatan dipresentasikan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, akademisi, peneliti, dan budayawan di Gedung Sate, Bandung 28 April 2015.

Situs Gunung Padang yang mempunyai luas 29,1 hektar ternyata dikelilingi situs-situs arkeologi dalam radius 2 kilometer dari Situs Gunung Padang. Bahkan dalam radius 5 kilometer masih dijumpai situs-situs arkeologi sehingga lebih tepat disebut sebagai Kawasan Gunung Padang.

"Kawasan secara ilmu arkeologi adalah area yang terdiri atas dua situs atau lebih yang saling terkait dan membentuk kebudayaan yang khas. Kebudayaan yang dimaksud di sini adalah terdapat bangunan-bangunan purbakala yang dibuat dari batu besar (megalitik). Situs Gunung Padang itu sendiri berdasarkan uji pertanggalan absolut di dua laboratorium menunjukkan usia 5200 Sebelum Masehi," tutup dia.


Credit  DetikNews

Adakah Kaitan Bukit Batu Heksagonal di Bima dan Gunung Padang di Cianjur?

Adakah Kaitan Bukit Batu Heksagonal di Bima dan Gunung Padang di Cianjur? 
 
 
Jakarta  (CB - Tim Geologi Ekspedisi NKRI 2015 Koridor Kepulauan Nusa Tenggara menemukan bukit berisi tumpukan batu heksagonal di Tanjung Meriam, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Susunan batu yang tersusun rapi itu mirip dengan susunan batu di Gunung Padang, Cianjur. Adakah kaitan antara keduanya?

"Jenis batunya sama," kata Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Ali Akbar, Kamis (30/4/2015).

Menurut Ali, batuannya sama yaitu columnar joint. Batuan seperti ini secara geologi terbentuk secara alami di alam.

"Di Gunung Padang secara alami tidak ditemukan columnar joint. Hasil ekskvasi di lokasi yang diduga sebagai sumber batu hanya memperoleh tanah. Artinya sumber batuan columnar joint tidak ada di situs Gunung Padang itu sendiri," urai dia.

Jadi di Gunung Padang sendiri tidak ada sumber batu columnar joint, jadi ada campur tangan manusia sehingga batu itu bisa sampai ke Gunung Padang.

Sedang untuk di Bima, menurut dosen Arkeologi UI ini, perlu dilakukan penelusuran lebih mendalam apakah batuan alam, atau sudah ada campur tangan manusia.

"Kemungkinan itu alami, tapi perlu diteliti adakah bagian tertentu yang kemudian dipindahkan lalu disusun menjadi suatu struktur. Secara arkeologi, manusia akan bermukim di suatu lokasi yang menyediakan sumber daya alam sehingga dapat mempermudah kehidupannya," urai Ali
Ali mengungkapkan, kemungkinan besar bebatuan di pulau itu alami tapi masyarakat zaman dulu mengambil bahan material tersebut lalu membangun suatu struktur atau bangunan batu tidak jauh dari situ.

"Sebagai gambaran, di Situs Gunung Padang tidak ditemukan sumber batuan, tetapi satu kilometer di selatan Gunung Padang banyak ditemukan formasi batuan colmunar joint yang masih alami tertancap di tanah," tutur dia.

Di Bima, hampir seluruh bukit dipenuhi batu dengan bentuk dan ukuran yang mirip. Anggota Tim Geologi Subkorwil 4/Bima, Masykur mengatakan, batu berwarna hitam tersebut merupakan jenis batuan beku dengan struktur columnar joint. Columnar joint merupakan struktur batuan yang berupa pilar-pilar/kolom-kolom yang tersusun rapi.

"Itu proses pembekuan magma dari perut bumi. Tapi begitu mendekati permukaan langsung membeku. Proses pembekuannya cepat sekali," kata Masykur saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (24/4). Bukit batu heksagonal itu juga dikeramatkan para penduduk. Ada yang percaya bekas peninggalan kerajaan Bima kuno.






Credit  DetikNews


Mencari Tahu Relief Prajurit Mirip Suku Maya di Candi Panataran di Blitar


Mencari Tahu Relief Prajurit Mirip Suku Maya di Candi Panataran di Blitar 
 
Jakarta  (CB) - Anda hobi traveling dan sejarah? Pasti tahu Candi Panataran di Blitar, Jawa Timur. Candi yang terletak di kaki Gunung Kelud itu banyak dikenal sebagai candi era Singosari yang dibangun abad ke 12. Namun yang membuat tanya, sejumlah relief di Candi Penataran menyimpan misteri.

Coba saja cari di google soal Candi Panataran, pasti yang keluar soal misteri relief-relief dan patung di candi itu yang dikaitkan dengan prajurit suku maya. Berbagai dugaan pun muncul, ada kaitan antara Suku Maya dengan Singosari dan Majapahit mulai dari peradaban hingga hubungan lainnya.

Belum lagi relief gambar perahu, hingga naga yang ada di Candi Panataran. Kemudian, dikaitkanlah dengan Candi Sukuh yang bentuknya bak kuil Suku Maya. Benarkah itu semua?

Guru Besar Arkeologi UI Agus Aris Munandar menepis soal suku Maya dan aneka cerita-cerita liar seputar relief di Candi Panataran. Agus yang sudah menerbitkan sejumlah buku soal Majapahit termasuk Gajah Mada menjawab berbagai cerita-cerita itu.

"Relief di Candi Panataran ada yang pakai rumbai-rumbai mengingatkan orang pada hiasan orang di Amerika, tapi sebenarnya itu diibaratkan hiasan rambut tentara musuh. Itu kan ceritanya menggambarkan Krishna melawan pasukan musuh yang menculik kekasihnya," jelas Agus, Rabu (30/4/2015).

Agus kemudian menjelaskan, Candi Panataran itu mengalami banyak perubahan. Mulai dari abad ke 12 hingga kemudian mengalami renovasi di era Majapahit. Candi Panataran pun mengalami puncak kejayaannya di era Majapahit.

"Ini candi untuk kekuatan supernatural, selain ada dewa-dewa Hindu, juga ada Hyang yaitu dewa nenek moyang," tutur dia




Nah soal relief itu, Agus yang bertahun-tahun sudah meneliti candi-candi di era Majapahit membeberkan, kemungkinan para pemahat Jawa kuno terinspirasi dari tamu-tamu yang datang ke Majapahit dari Nusantara. Majapahit saat itu sudah menjadi pusat kekuasaan di Nusantara dan banyak mendapat kunjungan dari berbagai utusan.

Jadi soal relief dan perahu besar itu dipengaruhi juga dengan budaya di Nusantara. Misalnya saja suku Dayak di Kalimantan juga memakai rumbai.

"Pemahat Jawa Kuno dipengaruhi dengan budaya nusantara di masa Majapahit. Pasukan di relief itu menunjukkan tentara dari seberang laut," urai Agus.

 

Agus menilai berlebihan bila mengaitkan relief di Candi Penataran dengan prajurit suku Maya yang ada di Benua Amerika.

"Semua harus ada data ilmiah, ada tidak catatan pernah berhubungan dengan Majapahit? Di Suku Maya saja tidak ada catatan. Jadi begini, di bawah udara tropis, bisa saja ada kesamaan relasi budaya. Contoh misalnya anak panah, semua bangsa sama bentuknya seperti itu. Jadi ini namanya inovasi, kreativitas para pemikir lokal," urainya.

"Begitu juga yang katanya di relief ada helm mirip tentara Turki atau Persia, itu kan bentuknya seperti mahkota. Bangsa kita sudah punya budaya itu, sedang soal gambar naga itu karena pengaruh India. Naga di Indonesia itu dekat dengan pengaruh India," tutupnya.


Credit  DetikNews




AS Tak Ikut Kecam Eksekusi di Indonesia


AS Tak Ikut Kecam Eksekusi di Indonesia
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, menyatakan AS tak ikut mengecam eksekusi di Indonesia. | (Hurriyetdailynews)
 
 
WASHINGTON  (CB) - Amerika Serikat (AS), negara yang masih menerapkan hukuman mati tidak ikut mengecam eksekusi terhadap para gembong narkoba di Indonesia. AS memilih menjauh dari protes global yang ditujukan kepada Indonesia.

Indonesia telah mengeksekusi delapan terpidana mati kasus narkoba. Mereka adalah dua warga Australia, satu warga Brasil, empat warga Afrika dan satu lagi warga Indonesia.

”Kami tidak memiliki banyak hal untuk mengatakan ini, selain kami menyadari bahwa mereka, para warga asing telah telah dieksekusi sebagai hukuman atas perdagangan  narkoba,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf.

”Seperti yang telah kami katakan, tidak ada dari delapan warga itu yang merupakan warga Amerika,” lanjut Harf.

Sebanyak 18 dari 50 negara bagian di AS, termasuk di Ibu Kota Washington telah menghapuskan hukuman mati. Jumlah eksekusi di AS telah menurun sejak hukuman mati diberlakukan kembali pada tahun 1976. Dari 1.407 eksekusi yang dilakukan di AS sejak tahun 1976, 13 di antaranya telah terjadi sepanjang tahun ini.

Berbeda dengan AS, Sekjen PBB, Ban Ki-moon, menyesalkan eksekusi yang dilakukan Indonesia terhadap para gembong narkoba. 

 
”(Ban Ki-moon) mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas eksekusi yang dilakukan di Indonesia pada 29 April meskipun banyak seruan di negara ini dan dari internasional untuk penangguhan hukuman (mati),” kata juru bicara PBB, Farhan Haq kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4/2015).

”Sekjen (PBB) menegaskan kembali keyakinannya bahwa hukuman mati tidak memiliki tempat di abad ke-21,” lanjut Haq.




Credit   SINDOnews

Tak Kecam Eksekusi di AS & China, Australia Berstandar Ganda?


Tak Kecam Eksekusi di AS China Australia Berstandar Ganda
PM Australia, Tony Abbott, marah dengan eksekusi duo Bali Nine di Indonesia. Tapi Australia bungkam dengan eksekusi di AS dan China. | (Reuters)
 
 
JAKARTA  (CB) - Australia sebelum hingga sesudah eksekusi duo Bali Nine terus mengecam Indonesia. Namun, Australia yang sesumbar menentang hukuman mati baik di dalam negeri maupun di luar negeri, cenderung bungkam dengan eksekusi yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) dan China.

Bungkamnya Australia dengan praktik hukuman mati di dua negara kuat itu, apakah menjadi bukti bahwa Australia menerapkan standar ganda? Australia berkali-kali mengecam eksekusi terhadap dua warganya sindikat narkoba Bali Nine yang dilakukan di Indonesia, dengan dalih  itu bukan solusi untuk memerangi kejahatan narkoba.

Menurut BBC, Rabu (30/4/2015), Australia tidak membuat kritik keras terhadap AS yang menerapkan eksekusi mati dengan cara tembak, disengat listrik, digantung hingga diracun. Sudah lebih dari 1.400 tahanan tewas dieksekusi di AS sejak hukuman mati diberlakukan kembali pada tahun 1976. 

 
Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di China. Meski data eksekusi mati dirahasiakan di negara itu, kelompok HAM meyakini sudah ribuan orang tewas di eksekusi di Negeri Tirai Bambu itu.

Sejak terpilih sebagai Perdana Menteri Australia, Tony Abbott telah menjalin persahabatan yang hangat dengan China, Indonesia dan Jepang, di mana tiga negara tersebut tercatat menjalankan hukuman mati terhadap penjahat.

Dalam kasus duo Bali Nine, Australia begitu keras mengecam Indonesia. Puncaknya, Australia mengumumkan untuk menarik Duta Besarnya, Paul Gibson yang ada di Jakarta pada akhir pekan ini. 

 
”Kami menghormati kedaulatan Indonesia, tetapi kami menyesalkan apa telah dilakukan (Indonesia),” kata Abbott kepada wartawan di Canberra, kemarin.

”Saya ingin menekankan bahwa hubungan Australia dan Indonesia ini sangat penting, tetapi telah menderita sebagai dampak dari apa yang telah dilakukan (Indonesia) selama beberapa jam terakhir,” lanjut Abbott.

”Untuk itu, setelah semua pembicaraan telah diperpanjang dengan keluarga Chan dan Sukumaran, Duta Besar kami akan ditarik untuk konsultasi,” imbuh Abbott, seperti dilansir Reuters.




Credit   SINDOnews

Kecam Indonesia, Sekjen PBB: Eksekusi Tak Punya Tempat


Kecam Indonesia Sekjen PBB Eksekusi Tak Punya Tempat
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengecam eksekusi yang dilakukan Indonesia dengan menyebut eksekusi tidak punya tempat di abad ke-21. | (Reuters)
 
NEW YORK  (CB) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon, mengecam keputusan Indonesia untuk mengeksekusi para gembong narkoba. Ban Ki-moon menyuarakan “penyesalan mendalam” dan menyebut eksekusi mati tidak memiliki tempat di abad ke-21.

Indonesia telah mengeksekusi delapan terpidana mati kasus narkoba, di mana tujuh di antaranya warga asing. Eksekusi yang dilakukan Indonesia di Nusakambangan telah menuai amarah global. Tapi, Pemerintah Indonesia menegaskan eksekusi mati murni penegakan hukum dan tidak melanggar hukum internasional.

”(Ban Ki-moon) mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas eksekusi yang dilakukan di Indonesia pada 29 April meskipun banyak seruan di negara ini dan dari internasional untuk penangguhan hukuman (mati),” kata juru bicara PBB, Farhan Haq kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4/2015). 

 
”Sekjen (PBB) menegaskan kembali keyakinannya bahwa hukuman mati tidak memiliki tempat di abad ke-21,” lanjut Haq.

Berbagai pemimpin negara asing yang warganya dieksekusi di Indonesia telah menyuarakan kemarahannya. Pemerintah Australia, misalnya, mengumumkan untuk menarik Duta Besar (Dubes)-nya, Paul Gibson yang ada di Jakarta, sebagai ekspresi kemarahan atas eksekusi terhadap duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. 

 
Pemerintah Brasil juga marah setelah Rodrigo Gularte menjadi warga kedua Brasil yang dieksekusi regu tembak Indonesia. Brasil memutuskan untuk mengevaluasi hubungan dengan Indonesia.



Credit  SINDOnews

Turki Dituduh Lakukan Agresi ke Suriah

Sisa bangunan akibat pengeboman yang dilakukan pasukan Presiden Bashar al Assad. (Foto : Reuters)
Sisa bangunan akibat pengeboman yang dilakukan pasukan Presiden Bashar al Assad. (Foto : Reuters)
DAMASKUS   (CB) – Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh Turki memberikan bantuan logistik dan persenjataan yang mendukung keberhasilan koalisi pemberontak Al Fatah untuk merebut Kota Idlid dan kota strategis Jisr al Shughour.
“Serangan kelompok teroris terhadap Kota Idlib dan Jisr al Shogour, dilakukan dengan bantuan logistik dan militer dari tentara Turki. Ini adalah agresi secara langsung dari Turki terhadap Suriah,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Ngeri Suriah yang dikutip Russia Today, Kamis (30/4/2015).
Direbutnya Kota Idlib dan Jisr al Sughour oleh pasukan pemberontak bulan lalu semakin memberikan kemunduran bagi pasukan Pemerintah Suriah. Senin 26 April 2015, pemberontak Al Fatah yang merupakan gabungan dari beberapa kelompok pemberontak berhasil merebut sebuah markas pasukan Presiden Bashar al Assad dan semakin mendekati kota pelabuhan Latakia.
Sang presiden sendiri menuduh Arab Saudi dan Qatar ikut membantu pasukan pemberontak untuk menjatuhkan dirinya. “Faktor utama (direbutnya Idlib) adalah bantuan besar yang datang dari Turki berupa bantuan logistik, dan militer, serta tentu saja bantuan finansial dari Arab Saudi dan Qatar,” kata Presiden Assad. Semua tuduhan yang dilayangkan Suriah kepada Turki sejauh ini telah dibantah oleh pihak Ankara.
Konflik Suriah yang telah berlangsung sejak 2011 telah menelan korban jiwa sebanyak 22.000 orang. Konflik itu bermula dari demonstrasi-demonstrasi antipemerintah yang meningkat menjadi pemberontakan melawan rezim yang dipimpin Presiden Bashar al Assad.


Credit  Okezone

Darpa Kembangkan Peluru Pintar

LEMBAGA  (CB) - riset militer Amerika Serikat yakni Defense Advanced Research Project Agency (Darpa) dilaporkan telah berhasil mengembangkan peluru pintar yang dapat mengejar target bergerak. Peluru ini sudah diuji pada Februari 2015 oleh penembak terlatih dan tidak terlatih dengan hasil yang serupa, yaitu peluru mengenai sasaran bergerak dengan tepat.
Program yang disebut Extreme Accuracy Tasked Ordnance (Exacto) dari Darpa ini terdiri dari peluru kaliber 50 yang ditembakkan dari senapan yang dilengkapi sistem pemandu optikal. Sistem ini melacak target secara real time dan dapat mengubah arah peluru di udara untuk menyesuaikan dengan pergerakan target.
“Demonstrasi menembak menggunakan senapan standar menunjukkan bahwa Exacto dapat mengenai target yang bergerak dan menghindar dengan ketepatan luar biasa dalam jarak sniper yang tidak dapat dilakukan peluru biasa,” tulis Program Manager Darpa, Jerome Dunn, sebagaimana dikutip dari Sputnik, Kamis (30/4/2015).
Dia menyebut Exacto sebagai sebuah terobosan besar yang membuka peluang teknologi ini untuk diterapkan pada peluru jenis dan kaliber apa pun.
Dalam sebuah video yang dirilis Senin 27 April 2015, terlihat peluru yang ditembakkan oleh penguji mengejar target bergerak dan mengenai sasaran. Dalam video demonstrasi yang dilakukan oleh penembak terlatih dan pemula, terlihat peluru Exacto melacak jalur yang telah diprediksi dan menyesuaikan diri ke arah target yang bergerak dan mengenainya pada setiap percobaan.
Peluru Exacto memiliki sirip-sirip yang bergerak dan menyesuaikan diri berdasarkan informasi yang diterima dari sistem pemandu optikal mengenai lokasi target yang berpindah.
Saat ini program Exacto telah memasuki fase kedua pengembangan. Darpa berharap peluru ini dapat meningkatkan akurasi bagi para sniper, karena semakin sedikit peluru yang ditembakkan akan semakin berkurang risiko terungkapnya posisi penembak.


Credit  Okezone


Konflik Laut China Selatan, China 'Serang Balik' Pesaingnya

Kapal China kerap sisir wilayah Laut China Selatan (Foto: Reuters)
Kapal China kerap sisir wilayah Laut China Selatan (Foto: Reuters)
BEIJING  (CB) – Setelah menghadapi berbagai tudingan dan kritik tentang reklamasi di wilayah Laut China Selatan dari Filipina dan Vietnam, Negeri Tirai Bambu tersebut telah ‘menyerang balik’ para pesaingnya dalam konflik Laut China Selatan.
Hal itu dilakukan Pemerintah China dengan menuduh balik bahwa Filipina, dan negara-negara lain yang mencoba mengklaim Laut China Selatan telah melakukan pekerjaan pembangunan ilegal di wilayah tersebut.
“Untuk waktu yang lama, Filipina, Vietnam, dan negara-negara lain telah melakukan reklamasi di pulau-pulau China secara ilegal,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4/2015).
“Contohnya, yang terjadi di Kepulauan Nansha. Mereka telah membangun bandara dan infrastruktur tetap lainnya. Di Pulau Thitu, Filipina terbukti membangun sebuah bandara.” lanjut Hong Lei.
Sementara itu, di Ibu Kota Manila, seorang pejabat senior Angkatan Darat membantah bahwa Pemerintah Filipina telah melakukan pekerjaan reklamasi ilegal.
“Jika China telah menyatakan seperti itu, maka buktikanlah. Kami tidak melakukan reklamasi ilegal karena pulau itu adalah milik Filipina,” ujar salah seorang pejabat senior Angkatan Darat Filipina yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Seperti diberitakan, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan telah menentang China dalam konflik Laut China Selatan. Negara-negara itu bersaing untuk mengklaim wilayah tersebut.
Pada Sabtu 18 April, Pemerintah Filipina bahkan terang-terangan meminta dukungan militer dan diplomatik Amerika Serikat (AS) untuk menangkis ancaman China dalam konflik Laut China Selatan.


Credit   Okezone

Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Nepal


Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Nepal
Indonesia mengirim bantuan kemanusiaan ke Nepal hari ini. | (Sindonews/Victor Maulana)
 
 
JAKARTA  (CB) - Pemerintah Indonesia pada Rabu (20/4/2015) mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nepal. Menurut Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, pengiriman bantuan ini sebagai bentuk solidaritas Indonesia terhadap Nepal yang dilanda gempa hebat.

Bantuan yang dikirimkan Pemerintah Indonesia terdiri dari bantuan obatan-obatan, tenda, genset dan bantuan logistik lainnya. Selain bantuan tersebut, sejumlah relawan, tim kesehatan dan pihak Kemlu juga turut bertolak ke Nepal.

Berdasarkan pantauan Sindonews.com di Bandara Halim Perdanakusuma, tim berserta bantuan diberangkatkan sekitar pukul 17.30 WIB. Total tim yang berangkat berjumlah 67 orang, yang terdiri dari tim Kemlu, BNPB, PMI, dan sejumlah LSM.

Menlu Retno dalam pidato pelepasan mengatakan bahwa, tugas utama tim yang berangkat ke Nepal adalah melakukan evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di sana. Selain itu, tim juga ditugaskan melakukan pemetaan lokasi untuk mengetahui secara langsung lokasi tempat para WNI berada.

Bantuan dan tim tersebut berangkat dengan pesawat Boeing miliki TNI-AU, dan diperkirakan akan tiba di Kathmandu, Nepal pada besok pagi.


Credit  SINDOnews

Menlu: Bantuan ke Nepal Sesuai dengan Semangat KAA


Menlu Bantuan ke Nepal Sesuai dengan Semangat KAA
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi (Victor Maulana/Sindonews)
 
 
JAKARTA  (CB) - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyatakan, pengiriman bantuan ke Nepal sejalan dengan semangat yang dibawa pada Konfrensi Asia-Afrika (KAA) pekan lalu. Menurutnya, langkah ini sesuai dengan semangat solidaritas yang diagungkan di KAA.

"Sekali lagi, ini adalah bentuk dari solidaritas Indonesia kepada Nepal, sebagaimana yang disampaikan dalam KAA kemarin. Presiden Indonesia menyerukan pentingnya solidaritas negara-negara Asia-Afrika," kata Retno kala ditemui wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (29/4/2015).

Menurut Retno, mengenai pengiriman bantuan ke Nepal juga sempat diutarakan Jokowi -sapaan akrab Joko Widodo- dalam pidatonya di Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kuala Lumpur pada akhir pekan lalu. Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan siap mengirimkan bantuan ke Nepal.

"Dalam pertemuan KTT ASEAN baru-baru ini yang diadakan di Kuala Lumpur, Presiden menyampaikan mengenai kesiapan Indonesia untuk membantu Nepal dan juga mendorong negara-negara ASEAN lainnya agar dapat membantu Nepal," sambungnya.

Dalam pengiriman bantuan tahap pertama ini, pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan obat-obatan, genset, dan juga mengirimkan tim gabungan yang terdiri dari BNPB, PMI, Kemlu dan sejumlah LSM.


Credit  SINDOnews

Murka, Obama Kutuk Kerusuhan di Baltimore


Murka Obama Kutuk Kerusuhan di Baltimore
Presiden Obama mengutuk kerusuhan yang pecah di Baltimore. | (Reuters)
 
 
WASHINGTON  (CB) - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, marah dan mengutuk kerusuhan yang terjadi di Baltimore, negara bagian Maryland, AS. Menurut Obama, aksi kerusuhan di Baltimore bukan lagi penyaluran aspirasi tapi sudah tindak kriminal.

Kerusuhan di Baltimore dipicu kematian pria kulit hitam, Freddie Gray, usai ditahan aparat polisi Baltimore. Massa yang didominasi warga kulit hitam turun ke jalan dan membakar sejumlah bangunan. Mereka juga menjarah sejumlah toko. 

 
”Ketika orang mendapatkan linggis dan mulai mencongkel pintu terbuka untuk menjarah, mereka bukan protes, mereka tidak menyalurkan aspirasi. Mereka mencuri,” kesal Obama dalam konferensi pers di depan Gedung Putih dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, Selasa waktu AS.

”Mereka membakar sebuah gedung, mereka melakukan pembakaran. Dan mereka menghancurkan serta merusak bisnis dari komunitas mereka sendiri. Mereka merampok pekerjaan dan kesempatan dari orang-orang di daerah itu,” lanjut Obama.

Menurut Obama, tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan yang mengakibatkan 15 petugas polisi Baltimore terluka. Polisi telah menangkap puluhan warga setempat.

Pada hari ini, kerusuhan masih belum mereda setelah warga menolak penerapan jam malam yang ditetapkan Pemerintah Kota Baltimore.

Ini adalah pertama kalinya Obama membahas kerusuhan di Baltimore, yang meletus Senin malam. Kerusuhan yang dipicu masalah rasial pernah pecah di Ferguson, di mana warga kulit hitam mengamuk setelah polisi kulit putih menembak mati pria kulit hitam.



Credit  SINDOnews

Cegah Pesawat Iran Mendarat, Saudi Bombardir Bandara Sanaa


Cegah Pesawat Iran Mendarat Saudi Bombardir Bandara Sanaa
Arab Saudi membombardir Bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat. | (Reuters)
 
 
SANAA   (CB) - Arab Saudi mengaku telah membombardir landasan pacu di Bandara Sanaa, Yaman untuk mencegah pendaratan pesawat Iran. Pesawat Iran dihalangi untuk mendarat karena diduga menolak untuk berkoordinasi dengan Koalisi Teluk yang dipimpin Saudi.

Serangan terhadap bandara itu disampaikan juru bicara Koalisi Teluk, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, kepada Reuters, yang dilansir Rabu (29/4/2015). Menurutnya, pesawat tidak berkoordinasi dengan otoritas setempat dan mengabaikan peringatan.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa, pesawat yang hendak mendarat itu milik kelompok Bulan Sabit Merah. Pesawat itu membawa makanan dan obat-obatan. Namun, pesawat jet tempur Saudi mencoba untuk memaksa pesawat itu hengkang dari Bandara.

Yaman saat ini sudah di ambang bencana kemanusiaan, setelah Koalisi Teluk tidak memungkinkan setiap kapal atau pesawat termasuk yang membawa bantuan kemanusiaan masuk ke Yaman. Kapal atau pesawat boleh masuk setelah dibersihkan oleh militer Koalisi Teluk.

Sejak dilanda perang, sekitar 12 juta rakyat Yaman mengalami kekurangan makanan, selain itu jutaan warga hidup tanpa bahan bakar dan kekurangan air bersih.

”Kekurangan air dalam taraf yang parah. Orang mengantre untuk mendapatkan gas dan sereal,” kata salah satu warga Sanaa kepada Russia Today.

“Embargo udara dan laut oleh Saudi memukul kita lebih keras daripada pemboman. Saya lebih baik mati dalam serangan udara daripada kelaparan. Ini adalah kematian yang lambat,” imbuh warga Sanaa lainnya.




Credit   SINDOnews

Iran Klaim Tembaki Kapal Amerika di Teluk


Iran Klaim Tembaki Kapal Amerika di Teluk
Iran klaim menembaki kapal kargo milik Amerika Serikat di kawasan Teluk. | (Al Arabiya/AP)
 
 
TEHERAN  (CB) - Iran mengklaim bahwa, pasukan dan kapal perang mereka telah menembaki sebuah kapal kargo milik Amerika Serikat (AS) di perairan Teluk. Kapal yang diserang Iran itu diarahkan ke pelabuhan Bandar Abbas di pantai selatan Iran.

Dua kantor berita Iran, FARS dan IRNA, melaporkan bahwa kargo itu milik AS. Namun juru bicara Pentagon mengkonfirmasikan kepada Reuters, Rabu (29/4/2015), bahwa kapal yang diserang Iran itu adalah kapal MV Maersk Tigris yang berbendera Marshal Island.

Pentagon membenarkan bahwa, pasukan Iran menyerang kapal itu. Pentagon menyatakan, insiden itu terjadi ketika kapal MV Maersk Tigris melewati Selat Hormuz. Seorang pejabat Pemerintah AS menambahkan, kapal itu dicegat pasukan Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pesawat dan kapal perusak AS yang memantau situasi setelah insiden itu telah membuat panggilan darurat di Selat Hormuz. Selat itu merupakan jalur utama dunia untuk pengiriman minyak.

Pentagon menegaskan, tidak ada warga AS di kapal MV Maersk Tigris. Konfirmasi Pentagon itu bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyebut ada 34 pelaut AS di dalam kapal.

Data pelacakan Reuters menunjukkan kapal MV Maersk Tigris adalah kapal kontainer dengan berat 65 ribu ton yang berlayar di lepas pantai Iran, antara Pulau Qeshm dan Hormuz. Kapal itu sudah terdaftar untuk berlayar dari pelabuhan Jeddah, Arab Saudi menuju pelabuhan Jebel Ali, Uni Emirat Arab.

Namun juru bicara perusahaan pengelola kapal yang berbasis di Singapura, Rickmers Shipmanagement, mengaku tidak tahu mengapa Iran menyerang kapal itu.

Juru bicara Pentagon, Kolonel Steve Warren, mengecam aksi penembakan kapal kargo oleh pasukan Iran.”Itu tidak pantas dan tampak provokatif,” katanya.

Insiden itu terjadi hanya empat hari setelah kapal patroli Iran dikepung kapal-kapl berbendera AS. Menurut Warren tidak ada tembakan peringatan dalam insiden itu.


Credit   SINDOnews

Austria Serukan Larangan Bom Nuklir, Didukung 159 Negara


Austria Serukan Larangan Bom Nuklir, Didukung 159 Negara  
Amerika Serikat sebagai negara pemilik senjata nuklir dan satu-satunya yang pernah menggunakan bom atom untuk menyerang menolak seruan tersebut. (Ilustrasi/Astaro Kusumawardhani)
 
 
New York, CB -- Pemerintah Austria menyerukan pelarangan senjata nuklir karena dampaknya yang luar biasa buruk bagi kemanusiaan. Langkah Austria ini mendapatkan dukungan dari 159 negara, namun ditentang oleh negara-negara pemilik bom atom.

Diberitakan Reuters, Rabu (29/4), Menteri Luar Negeri Austria Sebastian Kurz menyampaikan seruan ini pada konferensi peninjauan lima tahun Traktat Non-Proliferasi nuklir, NPT, di markas PBB New York.

"Satu-satunya cara untuk menjamin senjata nuklir tidak lagi digunakan adalah dengan pemusnahan total. Semua negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencegah penggunaan senjata nuklir," kata Kurz, kepada 191 negara NPT.

Diplomat dari 159 negara, atau kebanyakan dari 193 anggota PBB, mendukung seruan tersebut. Namun penolakan datang dari negara-negara pemilik senjata nuklir, di antaranya adalah lima anggota Tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan Tiongkok. Negara-negara NATO juga menentangnya.

NPT adalah traktat internasional yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologinya, mendukung kerja sama penggunaan nuklir dengan damai, dan lebih jauh adalah melucuti senjata nuklir.

Lima negara anggota tetap DK memang menandatangani NPT, namun belum mengambil langkah yang ditentukan di dalamnya, termasuk pengurangan hingga pemusnahan bom atom. Negara-negara non-nuklir mengeluhkan sedikitnya upaya AS dan sekutunya dalam perlucutan senjata nuklir.

Empat negara yang diduga memiliki senjata nuklir, yaitu Israel, Pakistan, India dan Korea Utara, tidak tergabung dalam NPT.

Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir untuk menyerang negara lain, yaitu pada 1945 di Hiroshima dan Nagasaki. Serangan yang mengakhiri Perang Dunia II menewaskan ratusan ribu orang dan meluluhlantakkan dua kota di Jepang tersebut.


Credit  CNN Indonesia

Siswi Muslim Perancis Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Rok


Siswi Muslim Perancis Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Rok 
 Menurut hukum tahun 2004 yang berlaku di Perancis, kerudung, kippa Yahudi dan bahkan salib Kristen yang berukuran besar (dan mencolok) dilarang di lembaga pendidikan. (Ilustrasi/Thinkstock/Zurijeta)
 
Jakarta, CB -- Seorang gadis Muslim berusia 15 tahun dilarang masuk ke kelas sebanyak dua kali pada awal bulan ini karena mengenakan rok panjang berwarna hitam, memicu protes dari khalayak luas di Perancis.

Kepala sekolah yang melarang gadis itu mengganggap rok yang ia kenakan terlalu ‘vulgar’ menunjukkan afiliasi terhadap agama tertentu, yang dilarang keras oleh hukum sekuler Perancis.

"Gadis itu tidak dikecualikan, ia diminta untuk datang kembali dengan pakaian netral dan tampaknya ayahnya tidak ingin ia kembali ke sekolah," kata pejabat pendidikan setempat Patrice Dutot, pada Selasa (28/4), dikutip dari The Guardian.


Namun ia mengaku bahwa murid tersebut selalu melepaskan kerudungnya sebelum memasuki lingkungan sekolah di daerah Charleville-Mezieres, sesuai dengan hukum yang berlalu di Perancis.

Menurut hukum tahun 2004 yang berlaku di Perancis, kerudung, kippa Yahudi dan bahkan salib Kristen yang berukuran besar (dan mencolok) dilarang di lembaga pendidikan, namun simbol-simbol yang tak terlalu mencolok masih diperbolehkan.

Murid itu, yang diidentifikasi sebagai Sarah oleh koran lokal L'Ardennais, mengatakan “tidak ada yang istimewa, sangat sederhana, tidak ada yang mencolok. Tidak ada tanda agama apapun” dari roknya.

Kasus rok ini menjadi trenting topic di media sosial Twitter dengan hashtag #JePorteMaJupeCommeJeVeux yang berarti ‘saya memakai rok sesuka saya’.

"Jika (rok) itu dipakai oleh orang kulit ’putih', rok itu menjadi chic, jika dipakai seorang Muslim, maka jadi mencolok," kata seorang pengguna Twitter.

Namun dinas pendidikan regional Perancis tempat sekolah itu berada tampaknya berpihak pada sang kepala sekolah. Mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa memakai rok bisa menjadi bagian dari provokasi yang direncanakan.

“Sehubungan dengan aksi protes oleh para murid, yang mengetahui insiden lain yang terkait misalnya soal mengenakan jilbab, kerangka sekuler untuk pendidikan harus tegas mengingatkan dan dijamin," bunyi pernyataan itu.

Menurut badan pengawas Islamofobia Perancis, CCIF, sekitar 130 siswa yang dilarang masuk kelas tahun lalu karena pakaian dianggap terlalu religius.

Credit   CNN Indonesia

Setelah 40 Tahun Bertugas, Menlu Saudi Akhirnya Diganti


Setelah 40 Tahun Bertugas, Menlu Saudi Akhirnya Diganti 
 Menjabat sejak Oktober 1975, Pangeran Saud al-Faisal tercatat sebagai menlu yang paling lama bertugas di seluruh dunia. (Reuters/Faisal Al Nasser/Files)
 
 
Riyadh, CB -- Raja Arab Saudi Salman melakukan perombakan di pemerintahannya pada Rabu (29/4), di antaranya adalah penggantian putra mahkota dan menteri luar negeri. Perombakan ini berarti juga menandakan berakhirnya tugas Pangeran Saud al Faisal sebagai menlu Saudi selama 40 tahun.

Salman menunjuk keponakannya Mohammedbin Nayef sebagai putra mahkota penerusnya, menggantikan adik raja, Pangeran Muqrim bin Abdulaziz. Sebelumnya Nayef adalah wakil putra mahkota yang kini posisinya diisi oleh putra Salman, Pangeran Mohammed bin Salman.

Perombakan yang paling mengejutkan adalah digantinya Saud al Faisal dari posisi menteri luar negeri. Duta besar Saudi untuk Amerika Serikat Adel al-Jubeir akan menggantikan Saud menjadi Menlu.

Namun Saud masih akan ditugaskan sebagai menteri negara yang mengawasi hubungan luar negeri Arab Saudi dan menjadi utusan khusus Raja Salman.

Menjabat sejak Oktober 1975, Saud tercatat sebagai menlu yang paling lama bertugas di seluruh dunia.

Pangeran berusia 75 tahun ini telah melalui berbagai konflik di Timur Tengah ketika menjabat Menlu. Di antaranya adalah serangan Israel ke Lebanon tahun 1978, 1982 dan 2006, intifada di Palestina tahun 1987 dan 2000, invasi Irak ke Iran tahun 1980 dan ke Kuwait pada 1990, serta invasi AS ke Irak tahun 2003.

Tahun 1989, dia membantu Arab Saudi memuluskan negosiasi yang mengakhiri perang sipil di Lebanon yang telah berlangsung selama 15 tahun.

Lulusan Universitas Princeton, Amerika Serikat, jurusan perminyakan ini juga menghadapi beberapa konflik di Timur Tengah saat ini, seperti konflik Suriah dan Yaman.

Sementara itu penggantinya, Adel al-Jubeir, dikenal merupakan diplomat andalan Saudi, terutama untuk menjelaskan posisi kerajaan dalam konflik di negara-negara Timur Tengah.

 
Duta Besar Arab Saudi untuk AS, Adel al-Jubeir, akan menggantikan Saudi al-Faisal sebagai menteri luar negeri. (Reuters/Yuri Gripas/Files)
Diberitakan Reuters, Jubeir dikenal sebagai orang yang dekat dengan Amerika Serikat dan kerap diwawancarai televisi Negeri Paman Sam terkait kebijakan luar negeri Saudi. Pria 53 tahun merupakan orang pertama di luar keluarga kerajaan yang menempati posisi menlu Saudi.

Lulusan ilmu politik dan ekonomi dari Universitas North Texas dan master di ilmu hubungan internasional dari Universitas Georgetown ini sebelumnya pada 2005 ditunjuk jadi penasihat pengadilan kerajaan. Dia diangkat jadi dubes Saudi untuk AS menggantikan Pangeran Turki al-Faisal pada 2007.

Tahun 2011, AS membongkar rencana dua warga Iran yang disewa untuk membunuh Jubeir. Presiden Iran saat itu, Mahmoud Ahmadinejad membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa AS hendak mengadu domba Iran dan Saudi.

Namun tahun 2013, seorang penjual mobil kelahiran Iran di Texas divonis 25 tahun penjara setelah mengaku terlibat dalam rencana dengan militer Iran untuk membunuh Jubeir.


Credit    CNN Indonesia


Kemlu: Lokasi 3 TNI Pendaki Everest Ditemukan


 
Roberto Schmidt/Agence France-Presse/Getty Images Kondisi base camp Gunung Everest , hari Minggu ini, sehari setelah gempa dashyat bermagnitud 7,9 yang memicu longsor di gunung tertingi di dunia ini

BANDA ACEH, CB - Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, lokasi tiga WNI pendaki Gunung Everest saat gempa 7,9 SR melanda Nepal, telah ditemukan.
Iqbal menjelaskan bahwa penemuan lokasi tersebut didasarkan pada kontak dengan para pendaki lain yang telah ditemukan selamat.
"Kita melakukan kontak dengan sherpa-sherpa (para pendaki) apakah ada yang melihat atau bertemu ketiga WNI tersebut, dari situ kita telusuri," kata dia kepada para wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (29/4/2015).
Ketiga WNI pendaki tersebut tergabung dalam klub pendaki Taruna Hiking Club (THC) atas nama Jeron, Alma, dan Kadek.
Terkait kondisi ketiga WNI itu, Iqbal mengatakan saat ini konsul kehormatan Indonesia di Nepal tengah berusaha menghubungi mereka.
Sementara untuk evakuasi, berdasarkan keterangan dari penduduk setempat, lokasi mereka berada di titik yang sukar dijangkau sehingga penyelamatan hanya bisa menggunakan helikopter.
"Kita sudah kontak Kementerian Pariwisata Nepal sebagai otoritas pendakian Everest dan yang memiliki helikopter untuk membantu evakuasi, tapi memang kita harus menunggu karena banyak sekali pihak meminta hal yang sama," ujar Iqbal.
Berdasarkan data Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, saat ini tercatat 95 WNI berada di Nepal, terdiri atas 30 orang yang menetap dan 65 pegunjung.
Sebanyak 65 WNI wisatawan tersebut, 42 orang telah dapat dan atau sempat dihubungi dalam keadaan baik, 10 orang belum dapat dihubungi, dan 13 orang sudah berada di luar Nepal.
Sedangkan dari 30 WNI yang menetap di Nepal, 23 orang telah dapat dihubungi berada dalam keadaan baik, dan tujuh orang belum dapat dihubungi.


Credit  KOMPAS.com

Indonesia Kembali Mencalonkan Diri sebagai Anggota Dewan IMO


KOMPAS Ilustrasi maritim

JAKARTA, CB - Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai Anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) Periode 2015-2017 dalam Sidang Majelis IMO ke-29 yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2015 di London, Inggris. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit mengatakan, tujuan pencalonan diri tersebut untuk ikut serta dalam menentukan kebijakan-kebijakan IMO yang sangat berpengaruh terhadap dunia kemaritiman.
"Jika kita menjadi bagian dari anggota dewan IMO, kita akan memiliki suara untuk yang menguntungkan kebijakan politik dan ekonomi kita," kata Bobby, dalam "Sosialisasi Peraturan Baru di Bidang Perhubungan" di Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Bobby mengatakan upaya tersebut sejalan dengan visi pemerintah saat ini untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Pada pemilihan tahun 2011, Indonesia mampu meraih peringkat dua dengan jumlah suara 128. Saat itu suara yang didapat beda tipis dengan peringkat satu Singapura yang mendapat perolehan dukungan 131 suara.
Berdasarkan keterangan Kemenhub, sejak menjadi anggota IMO pada tahun 1961, Indonesia memiliki komitmen kuat untuk secara aktif memberikan kontribusi positifnya terhadap perkembangan dunia kemaritiman, baik melalui IMO maupun organisasi-organisasi internasional dan regional lainnya.
Beberapa inisiatif yang telah dilakukan Indonesia sebagai anggota IMO dalam beberapa periode terakhir antara lain mengajukan beberapa usulan terkait dengan pengembangan Marine Electronic Highway di Selat Malaka dan Selat Singapura, yang pada bulan Agustus tahun 2012 telah diserahterimakan pengoperasiannya oleh IMO kepada Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga telah berhasil membuat Standar Kapal Non-Konvensi berbendera Indonesia pada tahun 2009 atau disingkat NCVS yang dikombinasikan dengan Domestic Ferry Safety IMO Project.
Indonesia juga merupakan bagian dari Tripartite Technical Experts Group (TTEG) bersama Malaysia dan Singapura, yang dibentuk pada tahun 1977 guna membahas berbagai kebijakan yang terkait dengan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura.
Sebagaimana diketahui, IMO adalah badan yang didirikan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 1948, yang bertanggung jawab pada isu-isu keselamatan dan keamanan pelayaran serta pencegahan terhadap polusi laut.



Credit  KOMPAS.com

Penarikan Dubes Australia Dinilai Jadi Bumerang untuk PM Abbott


 
BBC Tonny Abbott bereaksi terhadap temuan Pelapor Khusus PBB tentang Penyiksaan terkait pencari suaka.

CB - Seorang analis politik di Australia, Aaron Connolly, mengatakan bahwa tindakan diplomatik pemerintah Australia untuk menarik duta besar Australia untuk Indonesia pasca-eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran bisa menjadi menjadi bumerang.
Connolly, yang juga peneliti Program Asia Timur dari Institut Lowy, menyayangkan langkah PM Abbott yang bertujuan mengekspresikan ketidaksenangan Australia.
"Bolanya benar-benar ada di pengadilan Indonesia. Saya tak yakin mereka mengantisipasi Australia yang bereaksi dengan cara ini. Dari sudut pandang mereka, ini bukan masalah kebijakan luar negeri. Ini adalah masalah melaksanakan hukuman yang ditetapkan oleh pengadilan,” utaranya.
Aaron mengatakan, sebenarnya ada pilihan lain yang tersedia untuk pemerintah Australia.
"Mereka bisa mengurangi jumlah kunjungan menteri, terutama dengan karakter yang kita pahami bermasalah, dan mendorong Indonesia mundur bukannya ke depan," sebutnya.
Ia menerangkan, "Ada saran yang menyebut bahwa pemerintah Australia seharusnya menangguhkan bantuan ke Indonesia, menangguhkan kerjasama di berbagai bidang seperti keamanan dan kepolisian."
Tapi Aaron justru mengemukakan bahwa opsi itu akan menjadi sebuah kesalahan.
Dalam kasus penarikan duta besar, Aaron menjelaskan bahwa PM Abbott jelas mengisyaratkan bahwa hubungan dengan Indonesia sangatlah penting.
"Saya pikir perkataan perdana menteri pagi ini tepat, tetapi dalam hal hubungan, Indonesia tentu percaya bahwa Australia lebih memerlukan Indonesia ketimbang negaranya memerlukan Australia," ujarnya.
Ia menambahkan, "Kedutaan Besar Australia di Jakarta benar-benar melakukan segala sesuatu yang mereka bisa, tetapi kenyataannya ini adalah sesuatu yang Presiden Joko Widodo, bertekad untuk melakukannya, (dan) banyak dari kita tak menangkap hal itu."



Credit   KOMPAS.com

Suasana tetap kondusif di Australia


Suasana tetap kondusif di Australia
Perdana Menteri Australia Tony Abbott (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
 
 
Perth (CB) - Suasana di Kota Perth, Australi Barat, sehari setelah pelaksanaan eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Rabu, terpantau relatif kondusif dan aman.

Reaksi pemimpin di Australia disiarkan di televisi dan ditulis di berbagai laman berita serta koran, namun relatif bernada imbang antara pro dan kontra terhadap eksekusi mati terhadap dua penyelundup heroin 8 kilogram dari Indonesia ke Australia itu.

Sehari sebelum eksekusi mati dua narapidana asal Australia, KJRI Melbourne merilis surat himbauan di laman Facebook mereka yang meminta WNI di negara bagian Victoria dan Tasmania untuk tetak tenang dan waspada.

WNI juga diminta untuk tidak terpancing oleh tindakan-tindakan yang bersifat provokatif.

Sementara itu tagar #boycottbali yang mengusung ide boikot pariwisata Bali sebagai balasan terhadap eksekusi mati terus bergulir dengan lebih dari 5.000 akun Twitter mendorong agar PM Tony Abbott bersikap lebih keras terhadap Indonesia.

Namun pihak yang melihat ajakan ini sebagai aksi munafik juga menguat, karena hukuman mati masih berlaku di sedikitnya 20 negara di dunia, dan seharusnya semua negara itu juga diboikot--bukan hanya Indonesia, khususnya Bali.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Thailand, China, Singapura, India, dan Mesir seharusnya bila memang konsisten, layak diajak agar diboikot oleh wisatawan Australia.

Laman news.com.au memaparkan bahwa ide memboikot Bali atau Indonesia justru akan memperparah keadaan dan mengancam ekonomi Australia.

Terdapat sekitar 2.500 eksportir Australia yang menjual produknya ke Indonesia, dan angka itu terus bertumbuh meskipun ada insiden bom Bali, kata seorang ekonom, Tim Harcourt.

Menurut penulis buku "The Airport Economist" dan dosen UNSW itu nilai ekspor Australia ke Indonesia adalah 5,6 miliar dolar pada tahun 2013--2014, sementara impor 6,4 miliar dolar.



Credit  ANTARA News