Pemakaman korban teror penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (20/3).
Foto: AP/Mark Baker
Remaja Malaysia tersebut sempat dinyatakan hilang.
CB,
CHRISTCHURCH -- Mimpi buruk sebuah keluarga mengenai anaknya yang
hilang kini terkonfirmasi. Korban meninggal ke-50 penembakan di masjid
di Christchurch, Selandia Baru telah diidentifikasi.
Dilansir di Stuff, Kamis (21/3), dia adalah warga Malaysia
Muhammad Haziq Mohd-Tarmizi (17 tahun). Jenazahnya adalah korban
terakhir yang diidentifikasi.
Polisi mengatakan
Mohd-Tarmizi meninggal dalam penembakan di Masjid Al Noor di Deans Ave.
Dia sebelumnya dinyatakan hilang. Mohd-Tarmizi berada di masjid bersama
ibu, ayah dan adik laki-lakinya saat itu.
"Kita harus
berharap yang terbaik tapi mempersiapkan diri untuk yang terburuk, mari
kita semua berdoa," ujar Menteri Lingkungan dan Kesejahteraan Penang
Boon Poh Phee, Selasa lalu.
Phee mengatakan ayah
Mohd-Tarmizi, Mohammed Tarmizi Shuib ditembak dua kali, namun dalam
kondisi stabil di Christchurch Hospital. Dia sebelumnya juga menjalani
operasi. ibunya, Marina Binti Zahari dan adik laki-lakinya tidak
mengalami luka fisik.
Phee mengatakan komunitas Malaysia di
Canterbury memberikan dukungan bagi keluarga yang berduka tersebut.
Sejumlah kerabat mereka juga telah datang ke Selandia Baru.
Aksi dua polisi Selandia Baru saat menangkap teroris pembantai 50 orang di di dua masjid di Christchurch. Foto/The Sun
CHRISTCHURCH
- Brenton Harrison Tarrant, 28, teroris asal Australia, yang membantai
50 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, melontarkan
kalimat horor kepada dua petugas polisi yang menangkapnya dari sebuah
mobil. Dia mengatakan, "Saya punya bom" dan meletuskan tembakan.
Menteri
Kepolisian Selandia Baru Stuart Nash mengungkap cerita penangkapan
tersangka teroris itu yang dia sebut momen luar biasa. Dia memuji dua
petugas polisi pemberani yang beraksi cepat menangkap Tarrant.
"Kami
berbicara tentang kota besar...untuk menahan orang itu baik dalam 20
atau 35 menit, saya pikir ini luar biasa," kata Nash, dikutip news.com.au, Kamis (21/3/2019).
Nash mengungkapkan lebih detail tentang penangkapan Tarrant.
"Kedua
orang (polisi) ini menarik orang ini (Brenton Tarrant), tetapi pada
saat yang sama dia berteriak, 'Saya punya bom' dan menembak pada saat
yang sama, jadi kita terlalu sering menggunakan kata pahlawan, tetapi
tidak dalam kasus ini," kata Nash.
Ditanya apakah dua petugas
polisi pemberani itu akan menerima penghargaan, Nash mengatakan dia
tidak bisa mencegah apa pun. "Tetapi ada yang tak terlalu banyak
tindakan keberanian lebih tinggi dari itu," ujarnya.
Sebuah
video berdurasi 12 detik yang menggambarkan penangkapan Tarrant
menunjukkan mobil tersangka teroris itu ditabrak dan diapit oleh mobil
polisi di Brougham St.
Tarrant yang dikeluarkan dari mobilnya
terlihat mengenakan celana kargo berwarna gelap, rompi amunisi, dan
helm. Selain itu, tangannya juga diborgol di belakang.
Kamera video itu kemudian bergerak lagi dan dua petugas polisi terlihat berlari di sepanjang jalan.
Teroris asal Australia itu membantai 50 orang di Masjid Al-Noor dan
Masjid Linwood, Jumat pekan lalu. Dia beraksi dengan senapan
semi-otomatis
Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan, "Ini benar-benar penyelidikan internasional".
Menurutnya, penyelidikan cepat tersebut melibatkan polisi Selandia Baru, FBI, polisi Australia, dan mitra intelijen Five Eyes.
Bush mengonfirmasi bahwa sejauh ini tercatat baru ada satu penyerang.
"Fokus (penyelidikan) adalah untuk mencari tahu apakah ada orang lain yang mendukungnya dengan cara apa pun," ujarnya.
Tarrant akan dihadirkan di Pengadilan Tinggi pada 5 April."Tidak diragukan lagi akan ada lebih banyak dakwaan," kata Bush.
"Kami sedang berupaya, seperti yang Anda bayangkan, sejumlah besar tuduhan paling serius," imbuh dia.
Polisi sekarang secara resmi mengidentifikasi 21 korban dan tubuh mereka akan diserahkan kepada keluarga mereka.
Rangkaian bunga dan kartu diletakkan di
tempat peringatan sebagai penghormatan bagi korban serangan masjid,
dekat garis polisi di depan Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia
Baru, Minggu (17/3/2019). (REUTERS/JORGE SILVA)
Ankara (CB) - Teroris supremasi kulit putih yang melancarkan
serangan pekan lalu terhadap dua masjid di Selandia Baru bahkan tidak
melepaskan perempuan dan anak kecil saat ia menembaki orang yang sedang
Shalat Jumat.
Sedikitnya 50 orang Muslim wafat dan banyak lagi cedera ketika Brenton
Tarrant (28), kelahiran Australia, memasuki Masjid An-Nur dan Linwood di
Christchurch serta melepaskan tembakan secara membabi-buta di dalam
kedua masjid tersebut.
Tarrant telah didakwa melakukan pembantaian dan ditahan di penjara
dengan pengamanan maksimal di Auckland tanpa akses ke media cetak atau
daring.
Empat anak kecil yang berusia di bawah 18 tahun meninggal dalam
pembunuhan darah dingin dan anak-anak lain masih dirawat di beberapa
rumah sakit yang berdekatan dengan lokasi penembakan, kata Kantor Berita
Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Mucad Ibrahim
Mucad Ibrahim, yang berusia tiga tahun dan dilahirkan di Selandia Baru
dari keluarga asal Somalia, sejauh ini adalah anak paling kecil yang
dikonfirmasi telah meninggal di Masjid An-Nur.
Saudara dan ayahnya selamat dalam penembakan teroris itu dengan
berpura-pura mati. Tapi Mucad, yang terlalu kecil untuk memahami apa
yang sedang terjadi, berdiri dan berlari.
Ia ditembak dan meninggal di pelukan ayahnya.
"Ia adalah Kiwi yang dilahirkan sebagai Muslim yang penuh energi, cinta
dan kebahagiaan," kata keluarganya di dalam satu pernyataan.
Kiwi adalah nama sebutan yang digunakan masyarakat internasional buat orang dari Selandia Baru.
"Ia dikenang di masyarakat kami sebagai anak kecil yang berasal bukan
dari apa-apa selain perwujudan belas kasih, kedamaian dan cinta Tuhan, "
kata mereka.
"Mengetahui bahwa Selandia Baru dan seluruh dunia berdiri di belakang
anak lelaki kami, kembali meyakinkan kami bahwa kekerasan dan rasisme
tidak diterima di dunia kami," kata mereka.
Kata-kata kakaknya di Facebook masih berkumandang.
"Merindukanmu saudaraku tercinta," katanya.
Abdullah Dirie
Abdullah (4), yang paling muda di keluarganya, bersama empat saudaranya
di dalam masjid yang semuanya selamat dari serangan teroris.
Keluarganya telah menyelamatkan diri dari Somalia, yang dicabik perang,
pada pertengahan 1990-an sebagai pengungsi dan menetap di Selandia Baru.
Pamanya, Abdulrahman Hashi, seorang tokoh agama di satu masjid di Kota
Minnepolis, AS, mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa serangan
teror adalah masalah ekstremisme.
"Sebagian orang mengira orang Muslim di negeri mereka adalah bagian dari itu, tapi ini adalah orang yang tak bersalah," katanya.
Sayyad Milne
"Saya mencintai anak lelaki kecil saya. Ia baru berusia 14 tahun," kata
ayah Sayyad Milne, John, kepada The New Zealand Herald. Ia menangis
sepanjang wawancara.
Sayyad, siswa yang berusia 10 tahun dan mencintai sepak bola, adalah
salah satu dari dua siswa Sekolah Menengah Cashmere yang meninggal dalam
serangan teroris bersama Hamza Mustafa --siswa yang berusia 12 tahun.
"Ia membuktikan dirinya bukan hanya sebagai penjaga gawang sejati tapi
seorang rekan dan teman yang luar biasa, pemain tim sesungguhnya dengan
sikap yang luar biasa dan kepribadian yang hangat serta bersahabat,"
kata St. Albans Shirley Football Club di dalam satu pernyataan di
Facebook.
"Sayyad adalah salah seorang dari kami, dan kami akan selalu mengingat dia," katanya.
Hamza Mustafa
Hamza Mustafa, yang berusai 16 tahun, secara insting menelepon ibunya ketika penembakan dimulai di Masjid An-Nur.
"Ia mengatakan 'Ibu, ada seseorang memasuki masjid dan ia menembaki
kami'," kata ibunya, Salwa, sebagaimana diberitakan jejaring berita
Stuff.
"Saya menelepon 'Hamza, Hamza', dan saya dapat mendengar suara pelannya, dan setelah itu, semuanya hening," katanya.
Wanita itu terus memegang telepon selama 22 menit, dengan harapan Hamza akan menjawab.
"Teleponnya nyala, tapi saya tak bisa ngomong dengan dia. Setelah itu
seseorang mengambil telepon tersebut dan memberitahu saya 'anakmu tidak
bernafas, saya kira ia meninggal'."
"Hidup kami benar-benar telah berubah," kata Salwa setelah kehilangan
suaminya dan "anak yang paling luar biasa" di Rumah Sakit Christchurch,
tempat putranya yang lain, Zaid (13), mulai pulih dari dua luka tembak.
Ketika ditanya mengenai teroris supremasi kulit putih yang melakukan
pembantaian tersebut, Salwa menjawab, "Tuhan akan menghukum dia."
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyamakan Brenton Tarrant, teroris pembantai 50 orang di dua masjid Selandia Baru, dengan kelompok Islamic State atau ISIS. Menurutnya, keduanya memiliki kesamaan dalam hal ideologi.
Pendapat Presiden Turki itu muncul dalam kolom opininya di surat kabar Washington Post edisi Selasa lalu.
Menurut Erdogan,
Tarrant dan ISIS memiliki tujuan sama, yakni menaklukkan Istanbul. Dia
menulis ISIS pernah menyerukan pengikutnya untuk menaklukkan Istanbul.
Sedangkan Tarrant, dalam manifestonya bersumpah menjadikan kota Turki
itu kembali dikuasai Kristen.
"Setelah
serangan Selandia Baru, pihak berwenang Turki menemukan bahwa Brenton
Harrison Tarrant, yang diduga sebagai pria bersenjata, telah mengunjungi
Turki dua kali pada 2016 dan menghabiskan waktu di berbagai bagian
negara ini," tulis Erdogan dalam kolomnya, dikutip International Business Times, Kamis (21/3/2019).
"Selain
itu, kami menetapkan bahwa Tarrant melakukan perjalanan ke sejumlah
tempat lain, termasuk Maroko, Israel dan Kroasia. Badan intelijen dan
penegak hukum Turki, bekerja sama dengan Selandia Baru dan yang lainnya,
melanjutkan upaya mereka untuk menjelaskan apa yang terjadi dan untuk
mencegah serangan masa depan," lanjut dia.
Erdogan mengecam
ekstremis kulit putih dengan mengatakan bahwa penyerang dua masjid di
Christchurch, Selandia Baru, berusaha untuk melegitimasi pandangannya
yang memutarbalikkan dan mendistorsi sejarah dunia dan kepercayaan
Kristen. "Dia berusaha menanam benih kebencian di antara sesama
manusia," tulis Erdogan.
"Jika ada, apa yang terjadi di Selandia Baru adalah produk beracun dari kebodohan dan kebencian," imbuh dia.
"Sama
sekali tidak ada perbedaan antara pembunuh yang membunuh orang tak
berdosa di Selandia Baru dan mereka yang telah melakukan teroris di
Turki, Prancis, Indonesia dan di tempat lain," paparnya.
Erdogan juga menyalahkan Eropa dan bagian lain dari dunia Barat karena diam terhadap Islamofobia dan xenophobia.
"Sebagai akibat dari pembantaian Christchurch, Barat memiliki tanggung
jawab tertentu. Masyarakat dan pemerintah Barat harus menolak
normalisasi rasisme, xenophobia dan Islamofobia, yang telah meningkat
dalam beberapa tahun terakhir. Sangat penting untuk menetapkan bahwa
ideologi yang melenceng seperti itu, seperti anti-Semitisme, sama dengan
kejahatan terhadap kemanusiaan," tulis dia.
“Kami tidak bisa
membiarkan ini lagi. Jika dunia ingin mencegah serangan di masa depan
yang serupa dengan yang terjadi di Selandia Baru, itu harus dimulai
dengan menetapkan bahwa apa yang terjadi adalah produk dari kampanye
kotor terkoordinasi," sambung Erdogan.
Pemimpin Turki itu telah
mengabaikan kritik yang meluas dengan tetap menunjukkan cuplikan video
yang direkam oleh penembak di Selandia Baru. Erdogan menggunakan rekaman
video itu untuk mengecam apa yang disebutnya sebagai peningkatan
kebencian dan prasangka terhadap Islam.
Erdogan juga mengecam
Selandia Baru dan Australia karena mengirim pasukan ke Turki dalam
kampanye Perang Dunia I Gallipoli, dan mengklaim motif mereka
berorientasi pada Islam.
Pada hari Rabu, Perdana Menteri
Australia Scott Morrison mengutuk komentar yang dibuat oleh Erdogan.
Menurutnya, komentar pemimpin Turki itu ceroboh dan sangat ofensif.
"Pernyataan
Presiden Turki Erdogan dibuat bahwa saya menganggap sangat ofensif
kepada Australia dan sangat ceroboh dalam lingkungan yang sangat
sensitif ini," kata Morrison, setelah memanggil duta besar Turki dan
menolak alasan yang ditawarkan.
"Saya mengharapkan, dan saya
telah meminta, agar komentar ini diklarifikasi, untuk ditarik. Saya
berharap itu terjadi," kata Morrison.
Anggota Komite Pelaksana Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi (Anadolu)
Ramallah (CB) - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada Rabu
mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "penghukuman mati kilat oleh
Israel atas orang Palestina" setelah pembunuhan tiga pemuda Palestina
terjadi dalam satu malam di Tepi Barat Sungai Jordan.
Hanan Ashrawi, anggota Komite Pelaksana PLO, mengatakan di dalam satu
pernyataan bahwa pembunuhan "tanpa pengadilan pidana" oleh Israel atas
tiga pemuda Palestina dan penghukuman kilat "tidak sah berdasarkan hukum
internasional dan mengungkapkan keinginan jahat di pihak pasukan
Israel, yang terus bertindak dengan kekebalan dan tanpa kepedulian pada
hak dasar rakyat Palestina untuk hidup".
Ashrawi mengatakan perbuatan pelanggaran pidana itu "dilakukan dalam
konteks dominasi yang tak pernah terjadi sebelumnya mengenai pidato
kebencian dan hasutan bagi kekerasan serta secara sengaja merendahkan
martabat manusia rakyat Palestina pada tingkat tertinggi dalam sistem
politik Israel".
"Proses pemilihan umum di Israel dipenuhi dengan pelecehan terhadap
nyawa orang Palestina, termasuk seruan terbuka bagi pembunuhan dan
penggunaan kekuatan militer untuk memusnahkan kebanyakan orang
Palestina. Perbuatan itu meliputi video yang diedarkan belum lama ini
oleh seorang anggota partai Likud di Israel yang menggambarkan ia
menghukum mati satu orang Palestina anggota Parlemen Israel untuk
memperlihatkan mandatnya sebagai seorang anggota Parlemen," kata
Ashrawi.
Wanita pejabat Palestina tersebut menambahkan, "Perbuatan tercela arus
utama kekerasan rasis ini sangat disayangkan ditanggapi dengan hadiah
politik oleh orang yang sependapat di seluruh dunia, yang tindakan
mereka berubah menjadi keterlibatan dalam mengukuhkan budaya kebencian
ini."
Pejabat PLO itu juga mengecam pembukaan apa yang dinamakan Kantor
Perdagangan Hongaria untuk Israel di Al-Quds (Jerusalem), yang ia
katakan merupakan pandangan pemimpin Palestina mengenai kasus tersebut.
"Itu adalah tindakan yang memalukan dan membangkang terhadap hukum
internasional, termasuk resolusi terkait Dewan Keamanan, dan menjauh
dari kebijakan Uni Eropa. Pemerintah Hongaria merendahkan Piagam PBB dan
bersekutu dengan timpalannya yang secara terbuka rasis, Israel, dan
dimaksudkan untuk menyulut konflik dan tidak memberi rakyat wilayah ini
prospek masa depan yang damai," kata Ashrawi.
"Pada saat masyarakat di seluruh dunia berkabung atas hilangnya nyawa
orang yang dicintai yang dibunuh dengan darah dingin oleh ekstremis
rasis, semua negara yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk
menghadapi dan menolak mereka yang bergabung dengan kebencian serta
mengarusutamakan praduga dalam setiap bentuk. Uni Eropa memiliki
kewajiban khusus untuk mengutuk Israel dan menolak kejahatan Israel ini
serta pidato kebencian dan menjelaskan posisinya mengenai perubahan
kebijakan Hongaria yang tak bisa dipercaya ," katanya.
Sejumlah tentara Israel melakukan
operasi pencarian pelaku kasus penembakan oleh warga Palestina di Beit
Fourik, Tepi Barat yang diduduki, Minggu (17/3/2019). ANTARA
FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/wsj.
Jakarta (CB) - Pasukan Israel, Selasa, menembak mati seorang
warga Palestina yang diduga melakukan penikaman mematikan dan serangan
penembakan di wilayah pendudukan Tepi Barat, dua hari sebelumnya, ungkap
dinas keamanan Israel Shin Bet.
Menurut Shin Bet, penyerang itu tewas setelah dihujani peluru oleh
pasukan Israel yang datang untuk menangkapnya. Kementerian Kesehatan
Palestina membenarkan bahwa seorang warganya tewas dalam insiden
tersebut, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut.
Dalam insiden yang tampaknya terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina
menyebutkan dua warga Palestina yang lain juga ditembak mati oleh
pasukan Israel di dekat Kota Nablus, Tepi Barat. Juru bicara Militer
Israel mengatakan laporan tersebut sedang diperiksa.
Pada Minggu, terduga pelaku penyerangan Palestina menikam seorang
tentara Israel di persimpangan jalan utama yang ramai di Tepi Barat. Ia
juga menembaki lokasi kejadian dengan menggunakan senapan wajib militer.
Seorang rabi Israel tewas dan satu tentara terluka.
Warga Palestina, banyak dari mereka yang tidak terkait dengan kelompok
bersenjata, melancarkan gelombang serangan di Tepi Barat pada akhir 2015
hingga 2016 namun sejak itu pula frekuensi aksi seperti itu berkurang.
Israel merampas Tepi Barat dalam perang Timur Tengah pada 1967. Warga
Palestina berupaya untuk mendirikan sebuah negara di sana dan di Jalur
Gaza, dengan Al-Quds (Jerusalem) Timur sebagai ibu kotanya. Pembicaraan
damai antara Israel dan Palestina gagal pada 2014.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberikan kaos tim sepak bola
nasional Brasil kepada Presiden AS Donald Trump selama pertemuan di
Oval Office Gedung Putih di Washington, 19 Maret 2019. [REUTERS / Kevin
Lamarque]
CB, Jakarta - Presiden Donald Trump mempertimbangkan agar Brasil menjadi anggota NATO.
Hal ini diungkapkan Trump saat menyambut kunjungan perdana Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, ke Gedung Putih.
"Kami
akan mempertimbangkan itu dengan sangat, apakah itu NATO atau itu
sesuatu yang ada hubungannya dengan aliansi," kata Trump kepada
wartawan, yang duduk di sebelah Bolsonaro, dikutip dari Reuters, 20
Maret 2019.
"Saya bermaksud menunjuk Brasil sebagai sekutu non-NATO utama atau
bahkan mungkin, jika Anda mulai memikirkannya, mungkin sekutu NATO,"
kata Trump.
"Saya harus berbicara dengan banyak orang, tetapi
mungkin sekutu NATO, yang akan sangat memajukan keamanan dan kerja sama
antara negara-negara kita."
Presiden
Brasil Jair Bolsonaro dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan
selama konferensi pers bersama di Rose Garden Gedung Putih di
Washington, AS, 19 Maret 2019. [REUTERS / Kevin Lamarque]
Menurut
laporan The Telegraph, pejabat Brasil mengatakan pekan lalu bahwa
mereka sedang berupaya mendapat status sekutu non-NATO utama, yang tidak
memenuhi keanggotaan penuh NATO, tetapi menawarkan keuntungan finansial
yang tidak tersedia bagi anggota non-NATO.
Sejauh
ini Kolombia adalah satu-satunya negara Amerika Latin yang bergabung
dengan NATO. Kolombia menjadi mitra global NATO pada tahun 2018, yang
berarti Kolombia tidak harus ikut serta dalam aksi militer.
Jair Bolsonaro, baik dalam pandangan dan gaya kampanye pilpres sangat mirip dengan Trump. Bahkan, mantan kapten angkatan darat Brasil
itu selama kampanye mendapat julukan "Trump of the Tropics" atau Donald
Trump dari Negeri Tropis, dan secara terbuka menyatakan dirinya
pengagum Donald Trump.
Mantan panglima perang Serbia Bosnia, Radovan Karadzic. Foto/REUTERS
DEN HAAG
- Pengadilan Tribunal PBB di Den Haag menjatuhkan hukuman penjara
seumur hidup terhadap panglima perang Serbia Bosnia, Radovan Karadzic,
73. Dia dianggap bertanggung jawab atas pembantaian sekitar 8.000 pria
dan anak-anak Muslim oleh pasukan Serbia Bosnia yang dikenal sebagai
pembantaian Srebrenica Juli 1995.
Putusan pengadilan di Den Haag
itu merupakan putusan banding yang diajukan Karadzic atas putusan sidang
tahun 2016. Putusan pengadilan tahun 2016 menjatuhkan hukuman 40 tahun
penjara.
Dalam putusannya hari Rabu, yang dilansir Daily Mirror, Kamis (21/3/2019), hakim PBB menilai vonis 40 tahun penjara terlalu ringan atas kejahatan genosida.
Karadzic
dinyatakan bersalah memimpin kampanye pembersihan etnis yang mengusir
orang-orang Kroasia dan Muslim keluar dari wilayah-wilayah yang diklaim
Serbia di Bosnia.
Karadzic telah menghindari pengadilan selama
satu dekade dengan berpura-pura menjadi tabib. Panel yang terdiri dari
lima hakim kompak memutuskan bahwa hukuman untuk panglima perang Serbia
Bosnia itu meningkat.
Ada sorakan di dalam ruang sidang saat putusan diumumkan. Karadzic sekarang tidak memiliki sarana banding lebih lanjut.
Meski dianggap hakim sebagai penjahat perang, Kardzic masih dipandang sebagai pahlawan oleh banyak orang Serbia Bosnia.
Dalam
persembunyiannya selama hampir satu dekade, dia menyamar sebagai tabib
bernama Dragan Dabic. Karadzic ditangkap dan diserahkan ke pengadilan
pada Juli 2008.
Pada tahun 2017 "Jagal dari Bosnia" Ratko Mladic,
74, atau komandan perang Karadzic juga dinyatakan bersalah atas
genosida. Mantan Jenderal Serbia Bosnia itu dinyatakan bersalah karena
memerintahkan pembantaian 8.000 pria dan anak lelaki Muslim di
Srebrenica, di Bosnia dan Herzegovina modern.
Mladic juga didakwa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atas
pengepungan Sarajevo, di mana 11.000 warga sipil tewas akibat
penembakan.
Iran Menyerang Basis Kelompok Oposisi Kurdi Irak Ilustrasi (REUTERS/Ako Rasheed) (REUTERS/Ako Rasheed/)
London (CB) - Seorang juru bicara pasukan angkatan bersenjata
Iran mengatakan pada Rabu bahwa tak ada operasi gabungan dengan Turki
dekat perbatasan mereka.
Untuk kedua kali, Teheran membantah ada keterlibatan dalam
serangan-serangan Turki terhadap gerilyawan Partai Pekerja Kurdi (PKK).
"Angkatan bersenjata Iran tak ikut bergabung dalam operasi bersama
dengan tentara Turki di kawasan perbatasan," kata Abolfazl Shekarchi
yang dikutip kantor berita Tasnim.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Turki dan Iran melancarkan operasi
gabungan melawan gerilyawan terlarang PKK pada Senin (18/3), menurut
informasi dari media milik negara yang mengutip Menteri Dalam Negeri
Turki Suleyman Soylu.
"Kami mulai melancarkan operasi gabungan dengan Iran untuk melawan PKK
di perbatasan timur kami pagi ini (dan) akan mengumumkan hasilnya," kata
Soylu seperti yang dikutip Kantor Berita Anadolu. Lembaga penyiaran
negara TRT Haber juga mengutip komentarnya mengenai operasi tersebut.
Militer Turki kerap melancarkan serangan udara terhadap gerilyawan PKK
di Irak Utara dan menggelar operasi penangkapan terhadap terduga anggota
kelompok tersebut di Turki. PKK dianggap sebagai kelompok teroris oleh
sejumlah negara, seperti Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Presiden
Amerika Serikat Donald John Trump menunjukkan peta wilayah Suriah yang
sempat diduduki ISIS. Foto/REUTERS/Kevin Lamarque
WASHINGTON
- Presiden Donald John Trump pada hari Rabu waktu Washington mengatakan
jet-jet tempur koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) akan membuat
kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah lenyap pada malam ini. Untuk meyakinkan para wartawan di Gedung Putih, Trump menunjukkan dua peta Suriah.
"Saya
membawa ini untuk Anda karena ini adalah peta, semuanya berwarna merah,
ini pada malam pemilu (AS) 2016. Semua yang merah adalah ISIS," kata
Trump, dikutip Reuters, Kamis (21/3/2019).
“Ketika saya
mengambil alih, itu berantakan. Sekarang, di bagian bawah, itu sama
sekali tidak ada merah," kata Trump, sembari menunjuk peta di bagian
bawah. "Sebenarnya, sebenarnya ada tempat kecil yang akan lenyap malam
ini," kata Trump.
"Jadi ini ISIS pada hari pemilu, hari pemilihan saya, dan ini ISIS yang sekarang," paparnya. "Jadi begitulah caranya."
Dia kemudian membagikan gambar perbandingan wilayah Suriah yang diduduki ISIS sebelum dan saat dia berkuasa, di Twitter.
Kelompok
ISIS di Suriah yang disebut akan lenyap itu adalah yang berada di
Baghuz yang dikenal sebagai kantong terakhir kelompok teror di Suriah
tersebut. Wilayah itu telah dikepung Pasukan Demokratik Suriah (SDF)
yang didukung Amerika dan terus diserang.
Dalam paparannya, Trump tidak menyinggung peran tentara Suriah, Rusia dan sekutu lainnya atas perannya dalam mengalahkan ISIS.
Presiden
Trump juga mengonfirmasi keputusannya untuk meninggalkan 400 tentara AS
di Suriah, yakni 200 personel di utara Suriah dan 200 personel di
daerah Al-Tanf di perbatasan Yordania.
Pada bulan Desember,
Trump menyatakan kemenangan atas ISIS dan mengatakan sekitar 2.000
tentara Amerika yang ditempatkan di Suriah akan segera ditarik. Langkah
itu dikritik oleh para pemimpin Kongres di kedua partai dan sejak itu
administrasi Trump mengulur waktu penarikan tentara AS.
Gedung Putih mengumumkan pada bulan Februari bahwa 200 tentara AS akan
tinggal di Suriah. "Tidak, tidak. Kami, di Suriah, kami meninggalkan 200
orang di sana dan 200 orang di tempat lain di Suriah, lebih dekat ke
Israel, untuk jangka waktu tertentu," katanya.
Kamala Harris ingin menuntut Trump jika ia terpilih sebagai presiden AS.
CB,
JAKARTA -- Senator oposisi yang maju sebagai calon presiden Amerika
Serikat (AS), Kamala Harris, mengatakan dia akan menuntut Donald Trump
jika kelak menduduki Gedung Putih. Menurut dia, rakyat AS butuh calon
pemimpin yang terbukti memiliki kemampuan untuk menuntut kasus-kasus
yang terjadi di kubu pemerintahan AS, juga presidennya saat ini.
"Jelas,
ini akan menjadi kampanye yang panjang bagi kita semua. Anda tahu, saya
memiliki kesempatan untuk berbicara agar para pemilih bisa mempelajari
itu hingga pada akhirnya pemilih akan membuat keputusan," kata Harris
dalam sebuah wawancara di stasiun televisi seperti dikutip dari Media ITE, Rabu (20/3).
Harris
mengatakan bahwa dia memiliki pengalaman kepemimpinan di berbagai
tingkat pemerintahan. Dia juga sempat menjadi jaksa yang dinilai berguna
untuk berurusan dengan Trump.
“Saya pikir para
pemilih akan memutuskan siapa yang akan menjadi presiden Amerika Serikat
selanjutnya berdasarkan pengalaman, kepemimpinan," ujar Senator
Kalifornia itu.
Harris mengungkapkan ia pernah meminjam
dana di lima bank besar AS untuk memperjuangkan hak properti di
Kalifornia, pasca krisis ekonomi di negara bagian AS tersebut.
Kalifornia memang menjadi salah satu negara bagian AS yang bisa dibilang
cukup terpuruk beberapa tahun ini. Sekitar 10 lalu, bisnis kredit di
Kalifornia mengalami penurunan yang sigifikan sehingga membuat bisnis
perumahan ambruk dan properti tidak ada harganya.
“Saya
pikir orang akan menginginkan dan melihat siapa yang memiliki kemampuan.
Dan siapa yang menjadi pejuang bagi rakyat. Saya sudah melakukan
pekerjaan itu," kata dia.
Dilansir laman Independent, Harris disebut sebagai penantang kuat dari Partai Demokrat dalam pemilu 2020, meskipun dalam jajak pendapat CNN
yang dirilis Selasa, namanya ada di nomor urut ketiga setelah Joe
Biden--yang belum mengumumkan pencalonannya sebagai kandidat
presiden--dan Bernie Sanders.
Jakarta, CB -- Mimpi belasan ribu remaja Inggris
penerima beasiswa Erasmus terancam kandas di tengah ketidakjelasan
proses negara mereka untuk keluar dari Uni Eropa, atau dikenal dengan
istilah Brexit.
Salah
satu dari 17 ribu orang itu adalah Alice Watkins. Sedari dulu,
mahasiswi Manchester University tersebut bermimpi untuk melanjutkan
kuliahnya di Paris, kemudian Madrid.
Dengan beasiswa Erasmus, ia
dapat berangkat ke Prancis pada musim panas ini. Namun hingga saat ini,
ia masih belum mendapatkan kepastian mengenai pendanaan dari beasiswa
yang diurus oleh Uni Eropa tersebut.
"Penantian ini sangat
menakutkan. Saya sudah diberi tahu ada kemungkinan memakai uang sendiri
hingga 1.200 poundsterling untuk membiayai enam pekan pertama, dan kami
mungkin tak mendapatkan akomodasi apa pun sebelum tiba di Prancis,"
tuturnya kepada The Guardian.
Melanjutkan ceritanya, Watkins berkata, "Bepergian ke luar negeri tanpa
tahu di mana harus tinggal sangat membuat saya tertekan."
Parlemen Uni Eropa memang sudah memutuskan akan tetap membiayai mahasiswa penerima beasiswa Erasmus yang sudah tiba di Inggris.
Mereka juga tak akan mencabut beasiswa mahasiswa Inggris yang sudah tiba di negara tujuannya.
Namun, nota teknis yang disepakati pada Januari lalu tak menjamin
pendanaan mahasiswa Inggris yang ingin melanjutkan studinya di negara
Eropa pada September mendatang.
Wakil direktur urusan studi
internasional Inggris, Vivienne Stern, mengatakan bahwa pihaknya
menangkap sinyal bahwa pemerintah negaranya mulai mencari jalur
alternatif bagi penerima beasiswa Erasmus jika negosiasi Brexit tak
kunjung rampung.
"Sejauh yang kami tahu, tak ada uang yang
dipersiapkan untuk skema alternatif itu, dan kami pun belum
mempersiapkan apa pun," tutur Stern.
Sejumlah pihak menyayangkan dampak ketidakjelasan proses negosiasi
Brexit terhadap penerima beasiswa Erasmus karena berdasarkan penelitian,
mahasiswa Inggris yang belajar di luar negeri terbukti lebih unggul
ketimbang rekannya.
Berdasarkan penelitian badan advokasi
Universities UK (UUK), misalnya, sekitar 19 persen mahasiswa Inggris
penerima Erasmus menempati posisi puncak di kelasnya dan hanya 20 persen
yang tak bekerja usai kuliah.
Riset Konfederasi Industri Inggris
(CBI) juga menunjukkan bahwa 7 dari 10 perusahaan besar di negara
tersebut menganggap penting pengalaman belajar di luar negeri dan
kemampuan bahasa asing.
Sementara
itu, universitas-universitas di Inggris juga menganggap kehadiran
mahasiswa asing di negaranya sangat penting, terutama untuk
fakultas-fakultas ilmu bahasa.
Lebih jauh, dengan jaringan alumni
yang kuat, penerima beasiswa Erasmus dapat membangun komunitas dengan
manfaat besar bagi masa depan mereka.
"Saya rasa dengan Brexit,
orang lebih memperhatikan isu-isu seperti perdagangan, dan pelajar
dilupakan. Namun, itu salah. Kami adalah masa depan," kata seorang
mantan penerima beasiswa Erasmus, Joseph Corcoran.
Perdana Menteri Inggris Theresa May. Foto/Istimewa
LONDON
- Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan telah menulis surat
kepada Uni Eropa (UE) untuk menunda keluarnya Inggris dari blok itu
hingga 30 Juni.
May mengumumkan hal itu selama acara Waktunya
Bertanya kepada Perdana Menteri mingguan. Ia mengatakan telah membuat
permintaan dalam surat yang dikirim Rabu pagi kepada Presiden Dewan Uni
Eropa Donald Tusk.
Kepada anggota parlemen, May mengatakan, jika
perpanjang disetujui maka ia akan meminta dilakukannya pemungutan suara
ketiga terkait kesepakatan Brexit.
Menjelaskan
permintaannya sebagai perpanjangan yang pendek, May mengatakan dia
tidak percaya permintaan perpanjangan lagi menjadi kepentingan siapa pun
karena itu berarti Inggris harus mengambil bagian dalam pemilihan Uni
Eropa tahun ini.
Jika parlemen menolak kesepakatannya, ia menyerahkan hal itu kepada para legislator untuk memutuskan bagaimana melanjutkannya.
"Saya tidak siap untuk menunda Brexit lebih jauh dari 30 Juni," katanya seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (21/3/2019).
Rakyat
Inggris memberikan suara pada referendum tahun 2016 untuk meninggalkan
UE, dengan tanggal keluarnya ditetapkan 29 Maret tahun ini.
May
akan melakukan perjalanan ke Brussels pada hari ini untuk bertemu
dengan para pemimpin negara anggota UE. Setiap keterlambatan untuk
Brexit akan membutuhkan persetujuan dari semua 27 negara anggota UE.
Politisi
oposisi di parlemen, termasuk Jeremy Corbyn, pemimpin oposisi utama
Partai Buruh, menuduh May menjerumuskan negara ke dalam krisis.
Kassym-Jomart Tokayev dilantik menjadi
Presiden Kazakhstan menggantikan Nursultan Nazarbayev, Rabu (20/3).
(Kazakh Presidential Press Service/Handout via Reuters)
Jakarta, CB -- Ketua Senat Kazakhstan,
Kassym-Jomart Tokayev, dilantik menjadi presiden, menggantikan
Nursultan Nazarbayev yang mengundurkan diri setelah 30 tahun berkuasa
pada Rabu (20/3).
Tokayev akan mengisi jabatan presiden sampai
periode Nazarbayev berakhir pada Maret 2020. Dalam pernyataan perdananya
sebagai presiden, Tokayev mengusulkan penggantian nama Ibu Kota Astana
menjadi Nazarbayev.
"Saya mengusulkan untuk menamakan Ibu Kota
Astana menjadi Nazarbayev untuk menghormati presiden pertama kita," ucap
Tokayev di depan parlemen.
Tokayev menganggap Nazarbayev
"telah menunjukkan kebijaksanaan" dengan keputusannya mengundurkan diri.
Dia juga memuji pendahulunya itu sebagai seorang visioner yang
reformis.
"Dunia telah menyaksikan peristiwa bersejarah. Hasil kemerdekaan Kazakhstan ada di depan mata," kata Tokayev.
Meski
sudah tak menjabat sebagai presiden, Nazarbayev akan tetap memegang
sejumlah peran di dewan keamanan nasional dan partai politik.
Tokayev
menyebut "pendapat dan masukan Nazarbayev akan selalu menjadi istimewa,
dapat dikatakan prioritas penting dalam pengambilan keputusan
strategis."
Nazarbayev, yang juga hadir dalam pelantikan Tokayev, memberi tepuk tangan kepada penerusnya itu.
Astana menggantikan Almaty sebagai Ibu Kota Kazakhstan pada 1997 lalu.
Sejak itu, kota yang semua berada di utara Kazakhstan terus berubah,
menjadi modern dan futuristik.
Dalam bahasa Kazakh, nama Astana secara harfiah berarti "utama" atau "ibu kota"
Spekulasi
perubahan nama Astana memang sudah muncul sejak lama. Beberapa pihak
memprediksi nama kota itu akan diganti menjadi nama pemimpin Kazakhstan.
Dikenal
dengan nama panggilan "Papa", Nazarbayev telah menjabat sebagai
pemimpin Kazakhstan sejak 1989 lalu, ketika negara itu masih menjadi
bagian dari Uni Soviet.
Anggota parlemen Kazakhstan memberi gelar
Nazarbayev sebagai "Pemimpin Bangsa". Ia merupakan pemimpin era Uni
Soviet terakhir yang masih berkuasa hingga saat ini.
Meski
termasuk generasi tua, Nazarbayev tetap dianggap sebagai pemimpin
populer di negaranya, yang memiliki penduduk sebanyak 18 juta orang.
Dia
melakukan banyak reformasi hingga menjadi negara dengan sumber energi
besar. Meski begitu, ia dikenal tidak menoleransi oposisi.
AI menyatakan serangan drone AS di Somalia menewaskan warga sipil. Foto/Ilustrasi/Istimewa
WASHINGTON
- Ada bukti yang dapat dipercaya bahwa serangan udara militer Amerika
Serikat (AS) di Somalia telah menewaskan atau melukai hampir dua lusin
warga sipil. Hal itu dikatakan oleh kelompok hak asasi manusia
internasional, Amnesty International (AI).
AI menuduh bahwa Pentagon tidak cukup dalam melakukan pemeriksaan terhadap potensi korban.
AI
mengatakan telah menganalisis citra satelit dan data lainnya, serta
mewawancarai 65 saksi dan penyintas dari lima sernagan udara spesifik
dalam laporannya. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa ada bukti kredibel
bahwa AS bertanggung jawab atas empat serangan udara, dan bahwa masuk
akal AS melakukan serangan kelima. Dikatakan 14 warga sipil tewas dan
delapan lainnya luka-luka dalam serangan itu.
"Penelitian
Amnesty International menunjukkan kegagalan oleh AS dan pemerintah
Somalia untuk menyelidiki secara memadai dugaan korban sipil akibat
operasi AS di Somalia," kata laporan itu seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (23/3/2019).
Laporan
itu menambahkan bahwa AS tidak memiliki proses yang baik untuk korban
yang selamat atau keluarga korban untuk melaporkan sendiri kerugiannya.
Komando
Afrika Amerika mengatakan mereka melakukan lima serangan dan
menyimpulkan tidak ada korban sipil. Dalam kasus kelima Komando Afrika
Amerika mengatakan tidak ada serangan AS di daerah itu pada hari itu.
AI
menyatakan bahwa serangan itu biasanya terjadi di daerah-daerah yang
tidak bersahabat yang dikendalikan oleh militan al-Shabaab.
"Dan
kondisi itu mencegah organisasi Amnesty International melakukan
investigasi di tempat dan sangat membatasi kemampuan organisasi untuk
secara bebas mengumpulkan bukti kesaksian dan fisik," kata laporan itu.
Para
pejabat pertahanan AS mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan Amerika
berada di lokasi serangan dalam jumlah kasus yang sangat terbatas.
Bahkan dalam kasus-kasus itu, kata mereka, pasukan AS memerintahkan
serangan untuk melindungi pasukan lokal Somalia yang mereka temani, dan
ada sedikit kesempatan untuk menyelidiki kemungkinan korban sipil pada
saat itu.
Namun, kelompok hak asasi manusia itu menyimpulkan bahwa sikap militer
AS yang berkeras tidak ada kematian warga sipil adalah salah.
"Jumlah
korban sipil yang kami temukan hanya dalam beberapa serangan
menunjukkan selubung kerahasiaan seputar peran AS dalam perang Somalia
sebenarnya adalah tabir asap untuk impunitas," kata penasihat senior
Amnesty International, Brian Castner.
Laporan itu datang pada
hari yang sama dengan pernyataan seorang pejabat intelijen Somalia dan
dua warga setempat yang mengatakan serangan pesawat tak berawak AS pada
hari Senin menewaskan warga sipil.
Pejabat Somalia itu mengatakan
pesawat tak berawak itu menargetkan sebuah kendaraan yang membawa
tersangka militan dan tampaknya menghantam kendaraan lain yang mungkin
membawa warga sipil. Pejabat itu tidak berwenang untuk berbicara dengan
media dan melakukannya dengan syarat anonimitas.
Warga mencari anggota keluarganya yang tertimbun
tanah longsor akibat Badai Idai di Chimaniman, sekitar 600 kilometer di
tenggara Harare, Zimbabwe, Selasa (19/3).
Foto: AP Photo/Tsvangirayi Mukwazhi
Tim penyelamat kesulitan mencari dan mengevakuasi warga Mozambik.
CB,
MAPUTO -- Presiden Mozambik Filipe Nyusi mendeklarasikan hari berkabung
nasional selama tiga hari. Hari berkabung ini untuk mengingat para
korban bencana alam Badai Idai dan banjir yang menewaskan lebih dari 200
orang dan menghancurkan seluruh infrastruktur di penjuru selatan
Afrika.
Badai Idai yang menghantam kota pelabuhan Mozambik, Beira pada Kamis
(14/3) lalu bergerak ke arah pedalaman. Membawa angin dengan kecepatan
170 kilometer perj jam. Meratakan berbagai bangunan dan mengancam nyawa
jutaan orang.
Di
stasiun televisi Nyusi mengatakan Badai Idai telah menewaskan 200
orang. Tapi sampai saat ini masih banyak jenazah yang baru ditemukan.
Pemerintah
Zimbabwe yang bertetangga dengan Mozambik mengatakan jumlah resmi
korban tewas akibat Badai Idai mencapai 98 orang. Tapi ratusan orang
lainnya masih dinyatakan hilang.
Lebih dari 2,6 juta orang
di seluruh selatan Afrika terdampak bencana alam ini. Badai Idai serta
banjir yang mengikutinya menjadi bencana terburuk yang pernah terjadi di
selatan benua Afrika.
"Ini krisis kemanusiaan terburuk
dalam sejarah Mozambik saat ini," kata Jamie LeSueur dari Federasi
Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC) yang
memimpin upaya penyelamatan di Beira, seperti dilansir di Aljazirah, Rabu (20/3).
Tim
penyelamat kesulitan mencapai korban. Sementara kelompok kemanusian
mengatakan masih banyak korban selamat yang terperangkap di
daerah-daerah terpencil, di kelilingi jalanan yang hancur dan desa yang
tenggelam.
"Tantangannya masih dalam tahap pencarian dan penyelamatan ribuan orang, termasuk anak-anak," kata UNICEF.
Diperkirakan
ada 260 ribu anak-anak Mozambik yang masih berisiko. Palang Merah
mengatakan setidaknya 400 ribu orang di pusat Mozambik kehilangan rumah
mereka.
Dataran rendah Beira dengan populasi 500 ribu
jiwa adalah pelabuhan terbesar nomor dua di Mozambik. Kota itu juga
pintu masuk negara-negara lainnya di kawasan. PBB mengatakan Badai Idai
dapat menjadi salah satu bencana alam paling buruk yang pernah
menghantam belahan bumi selatan.
"Kami ada dititik di mana
mengakut orang yang teredam air sampai kepala mereka dan membawa mereka
dengan helikopter atau perahu ke tempat air hanya setinggi pergelangan
kaki mereka, kami masih dalam tahap menyelamatkan nyawa, kami belum
berada di titik melakukan asesmen medis karena kesehatan menjadi hal
terpenting nomor dua," kata Koordinator World Food Programme, Pedro
Matos.
Media-media setempat melaporkan di pusat Mozambik
persedian makanan dan bahan bakar kian menipis karena jalan menuju Beira
terputus. Di sebelah selatan Zimbabwe, keluarga korban bencana alam ini
buru-buru menguburkan sanak keluarga mereka. Sebab Badai Idai memutus
jaringan listrik dan kamar mayat tidak bisa digunakan.
"Di
sebelah sana ada rumah, terkubur dan pemiliknya juga mungkin ikut
terkubur, mereka menghilang," kata Zacharia Chinyai, warga kota
Chimanimani, Zimbabwe yang bersebelahan dengan Mozambik.
Chinyai
yang kehilangan 12 anggota keluarganya karena bencana alam ini
mengatakan badai datang tiba-tiba. Melalui radio Chinyai mendengar kabar
tentang banjir besar yang melanda Mozambik. "Tapi kami tidak pernah
mengira kami juga bisa menjadi korban, tidak ada yang mengatakan akan
begitu menghancurkan seperti ini," tambah Chinyai.
Asosiasi
Penggiling Biji-Bijian Zimbabwe mengatakan 100 truk gandum yang
diperuntukan untuk Zimbabwe terjebak di Beira. Uni Eropa mengumumkan
memberikan bantuan dana darurat sebesar 3,97 juta dolar AS untuk
Mozambik, Malawi dan Zimbabwe. Dana tersebut digunakan untuk membangun
pemukiman, kamar mandi dan pusat kesehatan sementara.
ilustrasi Seorang tentara pemerintah
Somalia bertahan di posisinya saat melawan terduga militan dalam sebuah
serangan di Jilacow di dalam kompleks pertahanan nasional setelah
terjadi serangan yang diduga dilakukan oleh milisi di Mogadishu,
Somalia, Minggu (31/8). (REUTERS/Feisal Omar/ox/14.) (Istimewa)
"Sudah empat bulan tentara di sini tak
menerima gaji. Kami sekarang dalam perjalanan menuju Mogadishu," kata
Ahmed. "Menyakitkan berada di garis depan dan bertempur melawan
As-Shabaab sementara istri dan anak-anak kelaparan."
Mogadishu
(CB) - Pasukan Somalia telah meninggalkan sedikitnya tiga pangkalan
sebagai protes karena gaji mereka belum dibayar selama beberapa bulan,
kata seorang perwira militer pada Rabu.
Aksi tersebut kemungkinan akan mendorong para pemberontak As-Shabaab bergerak merebut sejumlah kota.
Pemerintahan pusat yang lemah di negara Tanduk Afrika itu bergantung
pada dukungan militer dan pasukan pemelihara perdamaian AMISOM, yang
dimandatkan Uni Afrika melawan As-Shabaab --kelompok yang berusaha
mendirikan suatu negara berdasarkan hukum Islam.
Pangkalan-pangkalan yang ditinggalkan itu berada di kawasan Shabelle, di
bagian tengah Somalia, kata Kolonel Abdi Mohamed Ahmed, salah seorang
komandan kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa langkah itu mereka ambil
untuk memprotes gaji yang belum diberikan selama empat bulan.
"Sudah empat bulan tentara di sini tak menerima gaji. Kami sekarang
dalam perjalanan menuju Mogadishu," kata Ahmed. "Menyakitkan berada di
garis depan dan bertempur melawan As-Shabaab sementara istri dan
anak-anak kelaparan."
Ahmed menambahkan dia memahami para prajurit meninggalkan
pangkalan-pangkalan. Namun, ujarnya, pangkalan tidak sama sekali
ditinggalkan karena sejumlah prajurit lainnya dari pasukan pemelihara
perdamaian AMISOM tetap berada di sana.
Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Kheire mengatakan kepada kantor
berita pemerintah SONNA pada Selasa bahwa hanya prajurit tak terdaftar
yang tak dibayar.
"Silakan para komandan mendaftar prajurit yang belum terima gaji.
Setelah itu, silakan para komandan meminta gaji kepada saya," kata dia.
Tanda-tanda akan mundur atau beberapa bentuk kelemahan dari militer
Somalia berpotensi jadi dorongan bagi As-Shabaab. Kelompok itu ingin
mengusir AMISOM dari Somalia, menggulingkan pemerintahan pusatnya dan
memberlakukan syariah.
Kelompok tersebut dipukul mundur dari Mogadishu tahun 2011 dan sejak itu
terdesak dari sebagian besar benteng-bentengnya yang lain di seluruh
Somalia. Namun, keberadaannya masih merupakan ancaman. Para pejuangnya
melancarkan pengeboman di Somalia dan di wilayah lain.
Sejumlah warga di kota Balad, Shabelle Tengah, 30 km ke sebelah utara
Mogadishu, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat puluhan
kendaraan militer meninggalkan pangkalan-pangkalan.
Penjaga toko Mohamed Omar mengatakan ia telah menghitung lebih 20
kendaraan militer, beberapa dengan senjata-senjata anti pesawat dan
mortir sedangkan yang lain membawa tentara, meninggalkan
pangkalan-pangkalan itu. "Beberapa (kendaraan) masih di sini,yang lain
berangkat menuju Mogadishu," kata dia.
Hasan Nur, yang sudah lanjut usia, di kota Balad mengatakan dia takut
keberangkatan tentara itu akan mengundang petempur As-Shabaab. "Sudah
ada ketakutan As-Shabaab mungkin menguasai banyak kota. Ini terjadi jika
tentara meninggalkan pangkalan-pangkalan di garis depan," katanya.
Sebuah surat mengungkap motif teror pelaku penembakan trem di Utrecht, Belanda. Foto/Istimewa
UTRECHT
- Sebuah surat yang ditemukan di sebuah mobil pelarian yang digunakan
tersangka penembakan trem Utrecht menunjukkan motif teror di balik
serangan tersebut. Hal itu dikatakan oleh pihak kepolisian dan jaksa
penuntut umum setempat.
Pria kelahiran Turki, Gokmen Tanis (37),
ditangkap di kota Belanda pada Senin malam karena dicurigai membunuh
tiga orang dan melukai lima orang lainnya dalam penembakan trem di 24
October Square.
"Motif teroris sedang dipertimbangkan dengan
serius," kata polisi dan jaksa penuntut umum Utrecht dalam sebuah
pernyataan bersama.
"Sebuah
surat yang ditemukan di dalam mobil pelarian dan sifat dari peristiwa
tersebut menyebabkan hal ini. Motif lainnya tidak dikecualikan dan juga
sedang diselidiki," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (20/3/2019).
Isi dari surat itu sendiri belum diungkap ke publik.
Polisi
mengatakan tampaknya tidak ada hubungan langsung antara pria bersenjata
itu, yang sebelumnya pernah terlibat pertikaian dengan penegak hukum,
dan para korbannya. Pernyataan ini sekaligus mementahkan laporan media
sebelumnya yang melaporkan insiden penembakan itu mungkin dipicu oleh
konflik internal.
Polisi juga telah merilis rincian lebih lanjut
tentang mereka yang tewas dan terluka dalam penembakan itu. Mereka
mengatakan para korban adalah seorang wanita berusia 19 tahun dari
Vianen, seorang pria berusia 28 dan 49 tahun dari Utrecht.
Tiga
dari korban luka adalah seorang wanita berusia 20 tahun dari Utrecht,
seorang wanita berusia 21 tahun dari Nieuwegein dan seorang pria berusia
74 tahun dari De Meern. Ketiganya berada dalam kondisi serius, menurut
pesan yang diposting di akun Twitter polisi Utrecht.
Dua pria
lainnya, berusia 23 dan 27, ditangkap sehubungan dengan penembakan pada
hari Senin. Menurut polisi, peran mereka dalam insiden itu sedang
diselidiki.
Bendera dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintah di seluruh Belanda sebagai penghormatan kepada para korban.
Baca juga: Belanda Kibarkan Bendera Setengah Tiang Pasca Penembakan Utrecht
Selama
perburuan, sebuah video yang diyakini menunjukkan sosok Tanis diambil
dari rekaman kamera keamanan di atas trem dan diedarkan oleh polisi
Belanda. Waktu di dalam rekaman menunjukkan pukul 10:41, kira-kira empat
menit sebelum aksi penembakan dimulai.
Pihak berwenang
menurunkan tingkat ancaman teror untuk provinsi Utrecht dari 5 -
tertinggi, atau paling kritis - ke level 4 setelah penangkapan Tanis,
koordinator nasional Belanda untuk keamanan dan kontraterorisme, PJ
Aalbersberg, mengatakan di Twitter.
Presiden Turki Recep Tayyip
Erdogan mengatakan dalam sebuah wawancara TV bahwa agen intelijen
negaranya sedang menyelidiki masalah ini, lapor kantor berita AFP.
Belanda
kerap lolos dari insiden teror dalam beberapa tahun terakhir. Namun
polisi Belanda sebelumnya menggagalkan apa yang mereka sebut sebagai
serangan teroris besar-besaran pada September lalu ketika mereka
menangkap tujuh orang di Rotterdam.
Awal
bulan itu, seorang pria ditembak oleh polisi di stasiun kereta pusat
Amsterdam setelah menikam dua turis asal Amerika. Pihak berwenang
mengatakan tersangka memiliki "motif teroris" tetapi diyakini telah
bertindak sendiri.
Bus
sekolah di Milan, Italia, pembawa 51 anak dibajak seorang pria. Bus itu
kemudian dibakar ketika 51 anak masih ada di dalam. Foto/Facebook
MILAN
- Seorang pria membajak bus sekolah yang membawa 51 anak di Milan,
Italia, hari Rabu. Pria itu kemudian membakar bus tersebut dengan
bensin.
Peristiwa mengerikan terjadi ketika pria itu membawa para siswa pulang dari acara olahraga di Milan, Italia, kemarin.
Mengutip Express,
Rabu (20/3/2019) malam, pria itu mengatakan kepada anak-anak sekolah
bahwa dia ingin bunuh diri sebagai protes atas arus migrasi di
Mediterania.
Anak-anak, dari sekolah Margherita Hack di San Donato Milanese, diberitahu bahwa dia akan membawa mereka ke Bandara Linate.
"Tidak
ada yang akan keluar dari sini hidup-hidup," teriak pria pembajak bus
tersebut, sebagaimana ditulis media itu mengutip saksi mata.
Seorang
pemuda yang berpikir cepat di dalam bus menghubungi orang tuanya yang
kemudian melapor ke polisi. Bus itu berhasil dilacak di jalan raya.
Sopir
pembajak itu melihat kedatangan para polisi. Dia kemudian meminggirkan
bus dan membakarnya ketika 51 anak masih berada di dalam.
Ketika api menyelimuti bus tersebut, para petugas bertindak cepat menyelamatkan anak-anak dengan menghancurkan kaca belakang.
Tidak
ada anak-anak yang terluka parah, tetapi 12 dari mereka dibawa ke rumah
sakit karena luka bakar ringan dan menghirup asap.
Polisi Kenya menangkap enam orang, termasuk dua pegawai bank.
CB,
NAIROBI -- Kepolisian Kenya menyita 20 juta dolar AS (sekitar Rp 283,56
miliar) uang kertas palsu yang disimpan di kotak penyimpanan pribadi di
sebuah cabang Bank Barclay Kenya. Menurut pernyataan direktorat
kepolisian tersebut yang diunggah di Twitter, polisi juga menangkap enam orang, termasuk dua pegawai bank.
"Enam
orang ditangkap sore ini oleh detektif dalam kaitan dengan uang palsu
yang berjumlah lebih dari 20 juta dolar (di Barclays Kenya) cabang
Queensway. Uang palsu tersebut terdiri atas pecahan 100 dolar ditemukan
di dalam ruang penyimpanan bank," bunyi pernyataan itu.
Saksi Reuters
melihat kerumunan orang di depan cabang bank tersebut pada Selasa.
Mereka berteriak marah dan meminta para petugas mengungkap jati diri
tersangka.
Barclays Kenya, yang merupakan bagian dari Absa
Group Afrika Selatan pada Selasa membenarkan polisi telah menyita uang
palsu di kotak penyimpanan nasabah. Bank mengatakan uang tersebut bukan
milik bank dan bank bekerja sama untuk penyelidikan.
"Nasabah
merahasiakan uang palsu di dalam kotak penyimpanan, yang merupakan
pelanggaran aturan bank dan persyaratan yang termasuk di dalamnya berupa
pembatasan jenis benda-benda yang dapat di simpan di kotak
penyimpanan," demikian disebutkan dalam pernyataan.
Penyitaan
itu terjadi pada saat para anggota parlemen mendesak penerapan
amandemen undang-undang perbankan, yang akan melonggarkan persyaratan
ketat untuk mencatatkan transaksi di atas 10 ribu dolar. Bank sentral
mengatakan perubahan itu akan merusak usaha-usaha menangani pencucian
uang, pendanaan terorisme, dan pendapatan dari kejahatan.