Kamis, 21 Maret 2019

Korban ke-50 Penembakan Christchurch Warga Malaysia


 Pemakaman korban teror penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (20/3).
Pemakaman korban teror penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (20/3).
Foto: AP/Mark Baker

Remaja Malaysia tersebut sempat dinyatakan hilang.


CB, CHRISTCHURCH -- Mimpi buruk sebuah keluarga mengenai anaknya yang hilang kini terkonfirmasi. Korban meninggal ke-50 penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru telah diidentifikasi.

Dilansir di Stuff, Kamis (21/3), dia adalah warga Malaysia Muhammad Haziq Mohd-Tarmizi (17 tahun). Jenazahnya adalah korban terakhir yang diidentifikasi.

Polisi mengatakan Mohd-Tarmizi meninggal dalam penembakan di Masjid Al Noor di Deans Ave. Dia sebelumnya dinyatakan hilang. Mohd-Tarmizi berada di masjid bersama ibu, ayah dan adik laki-lakinya saat itu.

"Kita harus berharap yang terbaik tapi mempersiapkan diri untuk yang terburuk, mari kita semua berdoa," ujar Menteri Lingkungan dan Kesejahteraan Penang Boon Poh Phee, Selasa lalu.

Phee mengatakan ayah Mohd-Tarmizi, Mohammed Tarmizi Shuib ditembak dua kali, namun dalam kondisi stabil di Christchurch Hospital. Dia sebelumnya juga menjalani operasi. ibunya, Marina Binti Zahari dan adik laki-lakinya tidak mengalami luka fisik.

Phee mengatakan komunitas Malaysia di Canterbury memberikan dukungan bagi keluarga yang berduka tersebut. Sejumlah kerabat mereka juga telah datang ke Selandia Baru.




Credit  republika.co.id