Kamis, 14 Maret 2019

Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang



Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang
Seni rendering dari Joint Strike Missile (JSM) dan pesawat jet tempur F-35. Foto/Kongsberg


TOKYO - Perusahaan Norwegia, Kongsberg Defense & Aerospace, telah menandatangani kontrak dengan Jepang untuk memasok Joint Strike Missiles (JSM) untuk armada jet tempur siluman F-35 Lightning II negara tersebut.

"Ini adalah tonggak utama untuk program JSM, memasuki fase produksi," kata Eirik Lie, presiden Kongsberg Defense & Aerospace. "Perusahaan sangat bangga telah dipilih oleh Jepang untuk menyediakan JSM bagi Armada F-35 mereka," lanjut dia, dikutip Defense News, Kamis (14/3/2019).

Baik Kongsberg maupun Jepang tidak mengungkapkan nilai dolar atau jumlah rudal yang tercakup dalam kontrak. Namun, dokumen anggaran Jepang menunjukkan negara itu mengalokasikan 7,3 miliar yen (USD 65,6 juta) untuk akuisisi rudal untuk tahun fiskal mendatang, yang dimulai 31 Maret.

JSM hanya direncanakan untuk berintegrasi pada F-35A. Hasil pengamatan sebelumnya mengonfirmasi bahwa dua JSM dapat masuk ke dalam rongga senjata internal F-35A. Namun, F-35B dirancang hanya dapat membawa rudal di stasiun senjata eksternal.

Jepang berencana untuk mengakuisisi 157 unit jet tempur F-35, termasuk 42 unit F-35B. Negara Asia Timur akan memiliki skuadron F-35A pertamanya akhir tahun ini. Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang saat ini melatih kader penerbangan dan kru darat, serta mengambil pengiriman pesawat.

Menurut Kongsberg, JSM adalah satu-satunya rudal jarak jauh yang dapat digunakan melawan target kapal dan target di darat dan juga dilakukan secara internal di F-35.

Perusahaan tersebut mengatakan JSM menambahkan fitur kemampuan serangan darat standoff seperti kemampuan observasi yang rendah, kelincahan dan fleksibilitas. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 mil laut.

Selain Jepang, Australia juga ingin memperoleh JSM untuk jet-jet tempur F-35-nya sendiri. Niat Australia untuk mengakuisisi misil JSM sudah muncul sejak 2015. 






Credit  sindonews.com


NASA: Orang Pertama yang Mendarat di Mars Kemungkinan Wanita


Foto kolase planet Mars terlihat saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu, 28 Juli 2018. Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit, atau merupakan gerhana terlama yang terjadi pada abad ini. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Foto kolase planet Mars terlihat saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu, 28 Juli 2018. Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit, atau merupakan gerhana terlama yang terjadi pada abad ini. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

CB, Jakarta - Lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat atau NASA menyatakan, bahwa kemungkinan manusia pertama yang mendarat di Planet Mars adalah wanita.
"Benar bahwa orang pertama di Mars kemungkinan adalah seorang wanita," ujar Administrator NASA Jim Bridenstine, seperti dikutip laman khaleejtimes, Rabu, 13 Maret 2019.

Bridenstine menyampaikan hal itu dalam sebuah acara bincang-bincang radio sains dan teknologi bernama 'Science Friday'. Dia tidak menjelaskan nama wanita yang akan menjadi orang pertama mendarat di Planet Merah itu, tapi Bridenstine mengatakan perempuan berada di garis depan dalam rencana NASA yang akan datang.

"Jadi ini adalah hal yang luar biasa. Karena kami juga memiliki wahana antariksa khusus untuk semua wanita pertama yang akan terjadi bulan ini, pada akhir Maret nanti, yang tentu saja bisa disebut sebagai Bulan Wanita Nasional," kata Bridenstine.
NASA juga akan memiliki wahana antariksa perempuan pertama pada akhir bulan, ketika astronot Anne McClain dan Christina Koch akan melayang di angkasa. Perjalanan keluar angkasa akan berlangsung sekitar tujuh jam, menurut badan antariksa AS.
Anne McClain dan Christina Koch adalah dua astronot NASA dalam Ekspedisi 59, yang akan mengoperasikan wahana antariksa saat di luar angkasa pada 29 Maret. Aktivitas itu diperkirakan akan berlangsung selama 7 jam.
Dikutip dari laman HuffPost, Jackie Kagey akan menjadi pengendali penerbangan ruang angkasa utama. Dan dia akan bergabung dengan direktur penerbangan utama Mary Lawrence serta insinyur Kristen Facciol dari Johnson Space Center NASA di Houston, Texas.
Baik McClain dan Koch adalah bagian dari kelas astronot pada 2013, yang setengahnya adalah wanita. Mereka datang dari kumpulan pelamar terbesar kedua yang pernah diterima NASA, lebih dari 6.100 pelamar. Kelas penerbangan terbaru juga diikuti 50 persen wanita.

NASA telah berjalan jauh sejak 1978, ketika enam wanita pertama bergabung dengan korps astronot NASA. Saat ini, 34 persen dari astronot aktif NASA adalah perempuan. "NASA berkomitmen untuk memastikan bahwa kami memiliki bakat yang luas dan beragam, kami menantikan wanita pertama untuk mendarat di Bulan," kata Bridenstine.




Credit  tempo.co



Menilik Penyebab Lumpuhnya Gmail, Facebook, dan Instagram


Menilik Penyebab Lumpuhnya Gmail, Facebook, dan Instagram
Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)



Jakarta, CB -- Dalam waktu kurang dari satu hari platform Gmail, Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami kelumpuhan (down). Adanya dugaan serangan peretas merebak sebagai faktor terjadinya kelumpuhan ini.

Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center Pratama Persadha mengatakan Facebook dan Google kemungkinan mengalami kendala yang sama sehingga menyebabkan layanan mereka lumpuh karena jarak kejadian yang berdekatan.

Pratama mengatakan adanya kemungkinan kedua perusahaan terserang oleh peretas. Bagi Pratama, tidak mungkin perusahaan sekelas Google dan Facebook melakukan perawatan sistem hingga menyebabkan kelumpuhan selama berjam-jam.


"Jaraknya bedekatan jangan-jangan masalahnya sama. Apalagi yang kena pemain besar seperti Facebook dan Google. investasi keamanan mereka luar biasa besarnya. Lumpuh karena proses perawatan itu tidak mungkin untuk perusahaan sebesar itu. Karena mereka akan pertimbangkan masa-masa patching. Ada kemungkinan diserang peretas," kata Pratama kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (14/3).


Ia mengatakan potensi faktor serangan peretas di balik lumpuhnya platform Google dan Facebook cukup tinggi. Pasalnya kelumpuhan ini terjadi tiba-tiba. Apabila memang maintenance server, pasti hal tersebut sudah terjadwal.

"Perawatn terjadwal tidak mungkin mendadak. Karean bukan peretas dan hanya perawatan setidaknya kasih tahu kapan layanannya akan lumpuh di Indonesia, jam berapa, tanggal berapa sehingga bisa diantisipasi," imbuhnya.

Pratama menjelaskan kedua perusahaan tidak mungkin beralasan server lumpuh akibat maintenance. Pasalnya ketika perusahaan hendak melakukan pembaruan atau perawatan di live server, perusahaan pasti melakukan protokol yang tidak akan membuat lumpuh live server.

"Kedua perusahaan pasti ada tim riset sendiri, pasti ada server untuk pengujian. Uji coba pembaruan, patching, maintenance di server uji coba itu. Semua hal yang mau dilakukan di liver server pasti di uji coba di tester," ucapnya.


Pratama kemudian mengatakan Facebook dan Google memiliki puluhan hektar lahan yang disediakan untuk data center. Oleh karena itu pasti kalau server terserang atau perawatan, akan ada server backup.

"Kalau menurut saya Facebook itu pasti punya backup server dan mirroring server, mereka punya puluhan hektar server. Kalau terserang satu atau perawatan pasti ada backup server yang pasti bisa backup," ujar Pratama.

Dihubungi terpisah Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jika lumpuhnya Google dan Facebook berkaitan, maka kemungkinan kelumpuhan ini disebabkan serangan peretas.

Alfons mengatakan peretas ini memanfaatkan "zero day vulnerability" yang merupakan celah keamanan pada piranti lunak. Celah keamanan itu belum ada patch atau tambalan untuk memperbaiki celah tersebut.


Zero day vulnerability
adalah istilah adanya celah keamanan pada piranti lunak yang digunakan oleh komputer. Dan biasanya belum ada patch / tambalan untuk memperbaikinya.

"Kalau kedua insiden berkaitan maka kemungkinan besar terjadi zero day vulnerability exploit. Celah keamanan itu yang digunakan penyerang untuk melumpuhkan sistem komputer," kata Alfons.

Selanjutnya Alfons mengatakan adanya kemungkinan kelumpuhan Facebook diakibatkan sebuah bug dalam  rencana integrasi layanan chat dengan WhatsApp dan Instagram.

"Kalau kedua  insiden ini tidak berkaitan dan terlihat Facebook mengalami gangguan lebih parah maka patut diduga insiden ini berkaitan dengan rencana integrasi layanan WhatsApp, Facebook Chat dan Instagram Chat. Dimana ada bug dalam penggabungan ketiga layanan dengan data yang masif ini," kata Allfons.




Credit  cnnindonesia.com




Facebook, Instagram, WhatsApp Dikeluhkan 'Down' Hampir 12 Jam


Facebook, Instagram, WhatsApp Dikeluhkan 'Down' Hampir 12 Jam
Ilustrasi (REUTERS/Phil Noble)




Jakarta, CB -- Netizen masih mengeluhkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang lumpuh (down) setelah hampir 12 jam layanan ini terganggu.

Laporan mengenai gangguan terhadap tiga layanan ini sudah terjadi sejak Rabu (13/3) pukul 23:00 WIB, seperti tampil pada laporan di situs Down Detector dan Outage Report.

Beberapa pengguna melaporkan mereka tak bisa mengirim gambar lewat WhatsApp. Namun, layanan perpesanan itu masih bisa digunakan untuk mengirim pesan teks. 


Keluhan ini muncul hampir bersamaan dengan memburuknya layanan Instagram dan Facebook. Sejak semalam pengguna mengeluhkan mereka kesulitan mengeposkan status pada akun Facebook dan Instagram mereka. Hal ini masih berlanjut hingga pagi ini.

Netizen pun meramaikan tagar #FacebookDown, #InstagramDown, dan #WhatsAppDown. Ketiganya menjadi topik terpopuler di dunia dan di Indonesia. Topik Facebook dan Instagram telah populer sejak sekitar tengah malam. Sejam kemudian topik soal WhatsApp yang bermasalah ikut menjadi topik populer di Twitter.

Akun @Naufal_F20 yang tidak sadar adanya masalah pada ketiga layanan ini sudah mengisi kuota lantaran mengira masalah terjadi pada paket datanya. 


Pengguna @nanikinan12 berkomentar pantas saja ponselnya sepi notifikasi.

Sementara pengguna lain juga berkomentar kocak soal migrasi para pengguna media sosial yang sedang bermasalah itu ke Twitter hanya untuk berkeluh kesah seperti dicuitkan @HelloDimyati dan @okkyandrianlola.


Akun @jak281296 juga menyebut Twitter hanya sebagai cadangan.

Sindiran itu diakui juga oleh netizen lain @elshatheopani yang menanyakan apakah hanya dia yang memperbarui status di Twitter hanya untuk mencuit dan melihat trending.

Facebook mengakui memang terjadi gangguan pada sejumlah layanannya, Facebook, Facebook Messenger, Instagram, dan WhatsApp. Dalam cuitannya, Facebook meyakinkan pengguna bahwa masalah yang menimpa sejumlah aplikasi miliknya, termasuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp, bukan akibat serangan DDoS (denial-of-service).


Credit  cnnindonesia.com


PBB: 800 Orang Banunu Dibantai 2 Minggu Sebelum Pemilu di Kongo


Bendera negara-negara dunia di markas PBB di Wina, Austria.[weforum.org]
Bendera negara-negara dunia di markas PBB di Wina, Austria.[weforum.org]

CB, Jakarta - Tim investigasi PBB melaporkan sebanyak 890 orang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak etnis Banunu dibunuh secara sadis dalam bentrokan dengan penduduk desa Batende di Republik Demokratik Kongo.

Bentrokan komunal yang pecah dua minggu sebelum pemilu dipicu oleh pemakaman pemimpin etnis Banunu di kota Yumbi dan desa Bongede serta desa Nikolo II. Pemimpin etnis Banunu mendukung kandidat-kandidat dari kelompok oposisi. Sedangkan pemimpin etnis Batende mendukung kandidat dari koalisi partai berkuasa di Kongo.

Dalam tempo singkat, pembantaian terjadi yang dipimpin warga desa Batende dengan senjata api, senjata berburu. pisau, panah, dan gasolin.

Tindakan brutal dan mengerikan terhadap penduduk Banunu dijelaskan secara detil dalam laporan tim investigasi seperti dikutip dari Reuters dan situs africanews.com, 12 Maret 2019.
Sebanyak 535 pria dibantai, perempuan-perempuan diperkosa secara brutal. Bahkan seorang perempuan dilaporkan diperkosa setelah anaknya berusia 3 tahun dan suaminya dibunuh.

Menurut saksi, para pelaku lebih dulu bertanya apakah mereka etnis Banunu sebelum mereka membunuh. Banyak yang tewas dibunuh saat berusaha menyeberang sungai menuju negara tetangga, Republik Kongo.
Para pelaku kemudian membakar rumah etnis Banunu sehingga ada korban yang dibakar hidup-hidup dan yang berhasil lolos mengalami luka bakar serius.
Tim investigasi PBB juga menemukan korban mutilasi oleh para pelaku.
Orang-orang diserang di jalan-jalan, di rumah atau saat mereka berupaya menyelamatkan diri.
Diduga jumlah korban bertambah karena masih ada korban yang dinyatakan hilang karena jasad korban diduga diuang ke sungai.

Sekitar 19 ribu orang diperkirakan lari meninggalkan rumah mereka karena mengalami kekerasan. Dan sekitar 16 ribu orang menyeberangi sungai Kongo menunju negara Republik Kongo.
"Beberapa kepala desa yang mayoritas Batende terlibat dalam perencanaan serangang, mengutip beberapa sumber," ujar laporan tim investigasi PBB.
Tim investigasi menyimpulkan bahwa kejahatan di Yumbi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam bentuk pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan bentuk kejahatan seksual lainnya, serta persekusi.
Munculnya kejahatan terhadap kemanusiaan yang menimpa etnis Banunu di Kongo juga karena tidak hadirnya negara untuk mencegah kejahatan itu terjadi. Laporan ini juga memperingatkan tentang kemungkinan kekerasan ini akan terulang kembali.



Credit  tempo.co



Pasca Kerusuhan, Israel Tutup Komplek Al-Aqsa



Pasca Kerusuhan, Israel Tutup Komplek Al-Aqsa
Pihak kepolisian Israel dilaporkan telah menutup komplek masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur, setelah terjadi bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina. Foto/Istimewa


YERUSALEM - Pihak kepolisian Israel dilaporkan telah menutup komplek masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur. Penutupan ini dilakukan setelah terjadi bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Israel mengatakan, mereka telah mengevakuasi kompleks masjid Al-Aqsa setelah bom molotov merusak sebuah pos polisi. "Lebih dari 10 orang ditangkap," kata polisi Israel, seperti dilansir Arab News pada Rabu (13/3).

Polisi mengatakan, salah seorang anggota mereka menderita luka-luka akibat bentrokan dan mereka juga menemukan sejumlah petasan dan bom molotov saat menggeledah sejumlah titik di komplek tersebut.

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan dua orang warga Palestina terluka akibat bentrokan.

Warga setempat mengatakan, polisi bukan hanya menutup komplek al-Aqsa, tapi juga membatasi akses bagi warga Palestina untuk memasuki Kota Tua Yerusalem, tempat komplek itu berada.

Al-Aqsa sendiri adalah situs suci ketiga bagi umat Islam, setelah Makkah dan Madinah. Terletak di Yerusalem timur, diduduki oleh Israel dalam Perang Enam Hari 1967, itu juga merupakan lokasi tempat paling suci Yudaisme, yang dihormati sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman Alkitab.

Orang-orang Yahudi diizinkan untuk berkunjung ke komplek tersebut, tetapi tidak di izinkan berdoa di sana dan ini sering menjadi penyebab ketegangan. 





Credit  sindonews.





Erdogan: Netanyahu Adalah Tiran Pembantai Anak-anak Palestina



Erdogan: Netanyahu Adalah Tiran Pembantai Anak-anak Palestina
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS


ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai tiran yang membantai anak-anak Palestina. Ucapan itu muncul ketika kedua pemimpin saling melontarkan hinaan dalam pertengkaran terbaru mereka.

Awalnya Netanyahu mengecam pemimpin Turki dengan sebutan "diktator" dan pembuat lelucon. Komentar itu muncul setelah seharian pejabat kedua pemerintah bertukar pembicaraan.

Turki dan Israel menjalin hubungan diplomatik, namun kerap bersitegang. Erdogan, yang selama ini menganggap dirinya sebagai jagoan dalam perjuangan Palestina, adalah kritikus vokal terhadap kebijakan Israel. Kedua pemimpin tersebut pernah saling menghina di masa lalu terkait krisis Gaza.

"Hai Netanyahu. Anda adalah seorang tiran, Anda adalah seorang tiran yang membantai anak-anak Palestina berusia tujuh tahun," kata Erdogan dalam sebuah rapat umum di Ibu Kota Turki, Ankara, hari Rabu, yang dikutip AFP, Kamis (14/3/2019).

Erdogan juga menyinggung bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Yerusalem. Dia mengecam pasukan keamanan Israel karena memasuki tempat suci.

"Jangan memprovokasi. Lihat, kami belum menindas orang Yahudi di negara ini. Kami belum melakukan apa pun yang Anda lakukan pada sinagog di sini. Jangan memprovokasi kami. Kami tidak akan jatuh ke dalam perangkap ini," kata Erdogan.

Netanyahu Membalas


Netanyahu dengan cepat membalas kecaman Erdogan melalui Twitter pada Rabu malam. "Erdogan, diktator yang mengirim puluhan ribu lawan politik ke penjara, melakukan genosida terhadap Kurdi, dan menduduki Siprus Utara, berkhotbah kepada saya, pada Israel, dan ke Pasukan Pertahanan Israel, tentang demokrasi dan etika perang. Sebuah lelucon," tulis Netanyahu.

"Yang terbaik adalah dia tidak terlibat dengan Yerusalem, ibu kota kami selama 3.000 tahun. Erdogan hanya bisa belajar dari kita bagaimana menghormati setiap agama dan melindungi hak asasi manusia," lanjut dia.

Pertengkaran terbaru terjadi setelah Netanyahu menyebut Israel sebagai negara untuk bangsa Yahudi saja, bukan untuk semua warganya. Komentar itu mendorong kritikan keras dari Turki pada hari Selasa dengan menuduh pemimpin Israel itu bertindak rasisme secara terang-terangan. 

Pada Rabu pagi, Netanyahu membalas kritikan itu dalam sebuah pernyataan dari kantornya. Dia menyebut Erdogan seorang "diktator".

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin untuk menuduh Netanyahu menyerang Erdogan karena mengekspos pemimpin Israel itu atas "pernyataan rasis", di mana Netanyahu mendiskriminasikan orang Arab dan Muslim.

"Negara apartheid yang dipimpinnya menduduki tanah Palestina, membunuh wanita dan anak-anak serta memenjarakan warga Palestina di tanah mereka sendiri," tulis Kalin di Twitter.

Kedua negara pada tahun 2016 mengakhiri keretakan hubungan selama enam tahun yang dipicu oleh serangan Israel atas kapal aktivis yang menuju Gaza. Serangan itu menewaskan 10 aktivis Turki dan menyebabkan runtuhnya hubungan diplomatik.



Credit sindonews.com





Sebut Erdogan Diktator, PM Netanyahu Dikecam


Erdogan (kiri) dan Netanyahu (kanan)
Erdogan (kiri) dan Netanyahu (kanan)
Foto: .

Netanyahu sebut Israel adalah negara untuk bangsa Yahudi.




CB,  ANKARA -- Direktur komunikasi kepresiden Turki Fahrettin Altun mengecam pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Netanyahu menyebut Erdogan sebagai diktator.


"Kegilaan melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda," ujar Altun melalui Twitter dilansir Anadolu Agency, Rabu.

Altun merujuk kutipan terkenal dari ilmuwan Albert Einstein dengan menambahkan video yang menunjukkan pertengkaran antara Erdogan dan Presiden Israel Shimon Peres pada KTT Davos pada 2009 lalu.

Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan, Netanyahu menyerang Erdogan dengan kata-kata. Netanyahu mengungkap pernyataan rasis pemimpin Israel terhadap orang Arab dan Muslim.

"Negara apartheid yang dipimpinnya menduduki tanah Palestina, membunuh wanita, anak-anak, dan memenjarakan warga Palestina di tanah mereka sendiri," kata Kalin.
"Kebohongan dan tekanan tidak akan menyembunyikan kejahatanmu," tambahnya.

Pada Selasa (12/3) Kalin mengutuk pengakuan Netanyahu atas Israel sebagai negara-bangsa orang-orang Yahudi. Erdogan juga mengecam pernyataan Netanyahu.



Credit  republika.co.id



Video Ungkap Tentara Israel Pukuli Tahanan Palestina yang Diborgol



Video Ungkap Tentara Israel Pukuli Tahanan Palestina yang Diborgol
Foto/Ilustrasi/Istimewa


TEL AVIV - Sebuah pengadilan Israel membuka rekaman mengerikan saat tentara-tentara ultra ortodoks Israel, IDF, memukuli seorang ayah Palestina yang diborgol dan putranya yang masih remaja sambil tertawa. Mereka ditangkap dalam sebuah penggerebekan. Video itu adalah bukti dalam persidangan pelecehan tahanan.

Sebuah pengadilan di Jaffa mencabut perintah pembungkaman terhadap video pada hari Selasa setelah permintaan dari media Israel. Rekaman itu menunjukkan tentara ultra ortodoks dari Batalyon Netzah Yehuda 97 IDF menganiayan dua tahanan Palestina yang diborgol dan ditutup matanya di dalam kendaraan militer.

"Kami sedang berpesta," ujar para prajurit sambil tertawa ketika mereka berulang kali memukul kepala para tahanan, menuntut agar mereka "menyapa" ke kamera. Salah satu pria yang terikat terluka sangat parah sehingga penyidik tidak bisa menanyai dia segera setelah itu seperti dikutip dari RT, Kamis (14/3/2019).

Setelah mendengar pembelaan, kelima tentara IDF itu dinyatakan bersalah atas pelecehan dan dijatuhi hukuman penjara antara dua dan enam setengah bulan penjara. Mereka semua diturunkan pangkat dan menjalani masa percobaan.

Sementara itu komandan para tentara itu menghadapi tuduhan gagal mencegah penganiayaan tahanan oleh bawahannya.

Kasus mengejutkan itu mendapat banyak perhatian di Israel. Presenter TV Oshrat Kotler mengatakan bahwa tentara muda IDF menjadi "manusia binatang" setelah mereka kembali dari Tepi Barat. 

"Itulah hasil pendudukan tanah Palestina," katanya.

Komentar jurnalis itu disambut dengan serangan balik dan dukungan.

Insiden itu terjadi pada bulan Januari lalu. Kedua orang Palestina yang ditangkap, seorang ayah dan putranya yang masih remaja, diduga membantu menyembunyikan seorang teroris yang melarikan diri. Teroris itu sebelumnya menembaki sebuah halte bus di luar sebuah pos dekat Ramallah di Tepi Barat. Aksinya menewaskan dua tentara Israel. Laporan media mengatakan bahwa para keduanya akhirnya didakwa pada awal tahun ini. 


IDF telah berulang kali dituduh menganiaya warga Palestina selama penangkapan dan saat dalam tahanan. Tahun lalu, seorang pria berusia 33 tahun meninggal beberapa jam setelah dia dipukuli dengan parah selama penangkapan di tengah bentrokan di Jericho, Tepi Barat.

Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan tentara menembaki dia saat dia terbaring di tanah. IDF mengklaim bahwa pria itu telah mencoba menyerang mereka.


Credit  sindonews.com


Orang Palestina meninggal di Tepi Barat akibat tembakan Israel


Orang Palestina meninggal  di Tepi Barat akibat tembakan Israel

Warga Palestina membawa jenazah bocah pria berusia 12 tahun Ayoub Assaleya dalam pemakaman di Jabaliyah. sebelah utara Jalur Gaza, Minggu (11/3). Pesawat tempur Israel hari Minggu menewaskan tiga warga Palestina dalam serangannya dan salah satunya adalah Assaleya, menurut sumber medis wilayah Gaza dan militan menembakkan roket ke arah Israel dalam serangan lintas batas hari ketiga. (REUTERS/Suhaib Salem)





Salfit (CB) - Satu orang Palestina yang dibawa pada Selasa (12/3) ke rumah sakit di Kota Salfit, bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, dengan luka parah akibat peluru yang ditembakkan tentara Israel mengenai jantungnya, telah meninggal, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Tentara Yahudi telah menyerbu kota tersebut untuk menyita rekaman kamera jalanan dan bentrokan terjadi dengan warga setempat, kata beberapa laporan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pemuda Palestina yang melempari mereka dengan batu, dan membuat jantung Mohammad Jamil Shaheen (23), dari Salfit ditembus peluru aktif.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan organisasi tersebut merawat 40 orang di lokasi itu karena mereka menderita luka tembak dan sesak nafas akibat menghirup gas air mata.





Credit  antaranews.com



Gedung Putih menentang resolusi kekuatan perang Saudi Yaman


Gedung Putih menentang resolusi kekuatan perang Saudi Yaman

Delegasi dari gerakan Houthi, yang bersekutu dengan Iran, serta pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi, bertemu di Amman, Jordania pada 17 Januari, 2019, untuk merundingkan pertukaran tahanan. (REUTERS/Muhammad Hamed)






Washington (CB) - Para penasehat Gedung Putih merekomendasikan pada Rabu agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump memveto satu resolusi untuk mengakhiri dukungan Washington bagi kampanye militer pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Pernyataan Gedung Putih itu mengenai kebijakan pemerintah dikeluarkan ketika Senat AS siap memveto hal tersebut, salah satu dari beberapa usaha oleh para anggota Senat untuk mendesak Trump memperkuat kebijakannya terhadap kerajaan itu.

Para pendukung resolusi tersebut, yang termasuk beberapa orang anggota Partai Republik dan juga Demokrat, mengatakan mereka optimistis mengenai peluang-peluang menyangkut pengesahan oleh Senat. Presiden Trump berasal dari Partai Republik.

Namun, pemimpin mayoritas dari Republik di Senat, Mitch McConnell, mengecam resolusi kekuatan-kekuatan perang itu pada Rabu ketika ia membuka sidang Senat, dengan menyatakannya "tak pantas dan kontraproduktif."



Credit  antaranews.com




AS Kritik Negara Islam karena Gagal Angkat Isu Uighur di OKI


AS Kritik Negara Islam karena Gagal Angkat Isu Uighur di OKI
Ilustrasi Uighur di Xinjiang. (Reuters/Thomas Peter)




Jakarta, CB -- Amerika Serikat menyuarakan kekecewaan atas kegagalan negara Muslim anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil sikap tegas terkait dugaan persekusi China terhadap etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

"Kami, saya dapat mengatakan, kecewa dengan tanggapan minim dari anggota Organisasi Kerja Sama Islam dan keprihatinan yang kurang," ucap Duta Besar AS untuk PBB, Kelley Currie, di Jenewa, Rabu (13/3).

Awal Maret lalu, 57 menteri luar negeri negara anggota OKI, termasuk Menlu RI Retno Marsudi, mengadakan pertemuan ke-46 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.


AS menilai, dalam konferensi itu OKI gagal menggambarkan keprihatinan organisasi tersebut terkait kondisi etnis Uighur di Xinjiang. Currie menganggap hasil rapat OKI tersebut "mengecewakan dan membuat frustrasi."


Komentar itu juga dilontarkan Currie setelah AS merilis laporan Hak Asasi Manusia tahunannya. Dalam laporan itu, Washington menyatakan bahwa Beijing telah "secara signifikan mengintensifkan kampanye penahanan massal terhadap kelompok minoritas Muslim di Xinjiang."

"Hari ini, lebih dari satu juta orang suku Uighur, etnis Kazakh, dan minoritas Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp pendidikan yang dirancang untuk menghapus identitas agama dan etnis mereka," ujar Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dalam laporan tersebut.

Pernyataan itu juga diutarakan Currie menjelang sesi acara yang disponsori AS di markas PBB di Jenewa. Selain AS, acara dengan fokus isu dugaan penahanan paksa etnis Uighur di Xinjing itu juga didukung Inggris, Kanada, Jerman, dan Belanda.


Tak hanya Currie, sejumlah ahli dan seorang eks warga Xinjiang yang mengaku pernah ditahan di kamp penahanan juga ikut angkat bicara dalam sesi tersebut.

Tudingan pelanggaran HAM tersebut menimbulkan reaksi keras dari diplomat China di acara tersebut yang menganggap acara tersebut "jelas didorong agenda politik" AS.

"Kami sangat menentang ajang anti-China ini yang disponsori oleh perwakilan AS untuk PBB di Jenewa," ucap diplomat China itu seperti dikutip AFP.

"Tidak ada yang disebut kamp konsentrasi di Xinjiang."


Diplomat itu berdalih bahwa kamp-kamp penampungan itu merupakan upaya negaranya memerangi separatisme dan ekstremisme agama melalui pendidikan kejuruan.

Selama ini, pemerintah China memang dilaporkan kerap melakukan pelanggaran HAM secara massal dan sistematis terhadap kaum minoritas Muslim di Xinjiang, termasuk etnis Uighur.

Penindasan terhadap suku Uighur di Xinjiang kembali ramai diperbincangkan setelah laporan Amnesty International pada September lalu mengungkap bahwa otoritas China menahan sekitar 1 juta orang dari etnis minoritas tersebut di penampungan layaknya kamp konsentrasi.

Di sana, para tahanan dilaporkan didoktrin supaya mengamalkan ideologi komunis. Berdasarkan kesaksian sejumlah warga Xinjiang, otoritas China melakukan penahanan secara sewenang-wenang sejak 2014 silam.






Credit  cnnindonesia.com




China Diduga Tahan 1,5 Juta Muslim di Xinjiang


China Diduga Tahan 1,5 Juta Muslim di Xinjiang
Ilustrasi Uighur di Xinjiang. (Reuters/Thomas Peter)



Jakarta, CB -- China diduga menahan 1,5 juta Muslim Uighur dan umat Islam lainnya di kamp-kamp penahanan di Xinjiang.

Seorang peneliti independen dari Jerman, Adrian Zenz, mengatakan bahwa perkiraan baru ini didapat setelah pemeriksaan citra satelit teranyar dan kesaksian sejumlah warga Muslim yang mengaku kerabatnya menghilang.

"Meski masih spekulasi, dapat diperkirakan ada sekitar 1,5 juta etnis minoritas, sekitar 1 dari enam orang dewasa dari kelompok minoritas Muslim di Xinjiang, ditahan di pusat detensi, pengasingan, dan fasilitas re-edukasi," ujar Zenz dalam salah satu acara di Dewan HAM PBB, Rabu (13/3).


Zenz mengatakan bahwa China melakukan genosida kebudayaan dengan mengajarkan paham-paham di luar keagamaan Islam kepada jutaan orang itu.


"Upaya China untuk merampas kebebasan berpendapat sejumlah etnis keagamaan minoritas di Xinjiang tak lebih dari sebuah kampanye sistematis genosida kebudayaan dan harus ditindak," tuturnya sebagaimana dikutip Reuters.

Dalam acara itu, hadir pula seorang Muslim yang mengaku pernah ditahan di kamp di Xinjiang, Omir Bekali. Selama enam bulan, Bekali tinggal di dalam satu ruangan kecil yang dipadati 40 orang.

"Kami harus membanggakan Partai Komunis, menyanyikan lagu mengenai [Presiden] Xi Jinping, dan berterima kasih kepada pemerintah. Kami tak punya hak bicara," katanya.

Selama ini, pemerintah China memang dilaporkan kerap melakukan pelanggaran HAM secara massal dan sistematis terhadap kaum minoritas Muslim di Xinjiang.

Berdasarkan kesaksian korban, otoritas China terus melakukan penahanan massal sewenang-wenang terhadap Uighur dan minoritas Muslim lain di Xinjiang sejak 2014 lalu.

Di tengah kisruh ini, sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil tindakan tegas atas China, seperti sanksi.

Ketika ditanya soal sanksi, Duta Besar AS untuk PBB, Kelley Currie, mengatakan, "Kami selalu melihat segala mekanisme dan alat yang kami punya untuk mengidentifikasi yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM menjijikkan dan memastikan mereka tak dapat bepergian ke AS dan akses ke sistem finansial AS." 




Credit  cnnindonesia.com




Menlu Amerika Tuding Cina Blokir Akses Energi Laut Cina Selatan



Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News
Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

CBWashington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menuding Cina memblokir pengembangan energi di Laut Cina Selatan lewat tindakan pemaksaan (coercive means).

Ini mencegah negara-negara Asia Tenggara untuk mengakses cadangan sumber daya energi senilai US$2.5 triliun atau sekitar Rp35.600 triliun.
Ads by Kiosked
“Cina membangun bangunan secara ilegal di pulau di perairan internasional. Ini bukan sekadar masalah keamanan,” kata Pompeo kepada eksekutif perusahaan energi dan menteri perminyakan dari sejumlah negara di Houston, Texas, seperti dilansir South China Morning Post pada Rabu, 13 Maret 2019.

Pompeo melanjutkan sikap sebaliknya ditunjukkan pemerintah AS. “Kami mendukung keamanan energi untuk negara-negara di Asia Tenggara. Kami ingin negara-negara ini memiliki akses ke cadangan energi mereka masing-masing,” kata dia.
Pernyataan Pompeo ini merupakan bagian dari serangkaian pernyataan menyoroti perilaku Cina di Laut Cina Selatan. Sebelum ini, dia mengkritik proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan dalam Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra atau Belt and Road Initiative nyaris bisa dipastikan didesain agar tutup.
Pompeo juga menuding Cina mencuri berbagai teknologi pertanian sensitif. Ini terkait teknologi modifikasi genetik untuk beras dan jagung.

Menurut Pompeo, AS ingin membangun kemitraan dengan negara-negara di Asia Tenggara. “Kami ingin transaksi yang transparan, bukan jebakan utang,” kata dia. “Cina tidak bermain dengan aturan yang sama.”
Pompeo juga menuding Cina melakukan diplomasi utang. Dia mengklaim perusahaan Cina merupakan penerima manfaat terbesar dari berbagai investasi di luar negeri.

Presiden Cina, Xi Jiping, menginspeksi latihan perang Angkatan Laut PLA di Laut Cina Selatan, Kamis, 12 April 2018. CNN -- Xinhua




“Cina sering mengirim tenaga kerjanya sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi para pekerja cina dan bukannya pekerja di negara tempat investasi seperti di Afrika,” kata dia.

Menurut Pompeo, Cina menggunakan jebakan utang dengan membuat transaksi untuk kepentingan politik. Ini membahayakan negara yang menerima utang itu.
Soal pemberian utang oleh Cina kepada Afrika, situs media CGTN, yang merupakan jaringan televisi yang dikelola pemerintah Cina, melansir tulisan opini soal ini.
Tulisan itu menyatakan bahwa negara-negara membutuhkan pinjaman untuk bisa tumbuh berkembang. “Uang Cina di Afrika dibenamkan pada proyek sungguhan bukan proyek tidak nyata yang tidak berdampak pada kehidupan rakyat setempat,” begitu dilansir CGTN pada 13 Maret 2019.






Credit  tempo.co




Isu Papua Diangkat dalam Rangkaian Sidang Dewan HAM PBB


Isu Papua Diangkat dalam Rangkaian Sidang Dewan HAM PBB
Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo (CNN Indonesia/Giras Pasopati)




Jakarta, CB -- Isu Nduga dan minoritas Papua diangkat dalam rangkaian kegiatan Sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-40.

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, menggambarkan nasib warga Papua yang menjadi minoritas di tanah leluhurnya sejak aneksasi Indonesia pada 1969 silam.

"Kekayaan alam kami dicuri, sehingga kami menjadi yang termiskin dengan harapan hidup terendah di Indonesia, meski tanah kami adalah salah satu tanah terkaya sumber daya alamnya di dunia," ujar Victor dalam rangkaian kegiatan Sidang Dewan HAM PBB yang tertulis dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (13/3).


Tak hanya itu, disoroti pula efek dari operasi gabungan kepolisian dengan militer yang telah menewaskan 25 warga sipil dan ditelantarkannya ribuan pengungsi akibat operasi tersebut.

Selain itu, dijadikannya tiga warga Papua sebagai tersangka makar karena menyelenggarakan acara adat 'bakar batu' dan ibadah juga turut disorot dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Victor meminta dukungan negara-negara untuk mendorong Indonesia mengundang PBB berkunjung ke tanah Papua.

"Kami meminta pemerintah Indonesia untuk menghargai dan memenuhi hak atas penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat," tegas Victor.

Sejak mendapatkan status otonomi khusus pada 2001 lalu, pendekatan kesejahteraan menjadi prioritas pemerintah terhadap Papua. Pemerintah Jokowi fokus pada pengembangan infrastruktur dan perbaikan konektivitas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Sepanjang 2015-2019, pemerintah menargetkan penyelesaian Trans Papua sepanjang 1.066 kilometer. Jalan Trans Papua sepanjang 4.330 kilometer di Provinsi Papua Barat dan Papua ditargetkan tembus pada 2019.

Jokowi juga menerapkan program BBM Satu Harga yang dijadikan standar nasional demi menurunkan harga BBM di Papua.

Selain itu, transfer dana dari pemerintah juga terus meningkat untuk kedua provinsi Papua. Pada 2016, pemerintah mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp85,7 triliun untuk Papua dan Papua Barat. Di luar itu, kedua provinsi juga memperoleh dana tambahan untuk pembangunan infrastruktur.




Credit  cnnindonesia.com





Trump Larang Boeing 737 MAX Beroperasi


Trump Larang Boeing 737 MAX Beroperasi
Ilustrasi pesawat Boeing 737 MAX 8 (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)




Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pelarangan pengoperasian semua pesawat jenis Boeing 737 MAX. Pelarangan itu muncul di tengah kuatnya tekanan global setelah insiden mematikan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Kami akan mengeluarkan perintah larangan darurat terkait semua penerbangan Boeing 737 MAX 8 dan 737 MAX 9," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington DC, AS, Rabu (13/3), melansir AFP.

Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines menimbulkan tekanan global yang kuat. Sejumlah negara berbondong-bondong melarang penerbangan dengan pesawat jenis tersebut.


Pesawat itu jatuh pada Minggu (10/3) lalu tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa. Sebanyak 157 penumpang beserta awak kapal dilaporkan tewas.


Insiden itu adalah kedua kalinya yang terjadi pada pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 dalam kurun waktu kurang dari lima bulan. Sebelumnya, penerbangan Lion Air JT610, yang menggunakan pesawat jenis serupa, menghadapi insiden mematikan pada Oktober 2018. Insiden jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Karawang merenggut 189 nyawa di antaranya.

Sebelumnya, AS memastikan tidak akan melarang pengoperasian Boeing 737 MAX meski didesak berbagai pihak.

"Sejauh ini, hasil pemeriksaan kami tak menunjukkan masalah performa yang sistematik dan tak ada dasar untuk melarang pesawat itu," ujar Kepala Badan Aviasi Federal AS (FAA), Daniel Elwell, dalam sebuah pernyataan.



Credit  cnnindonesia.com






Badan Penerbangan AS Dikritik karena Dukung Boeing 737 Max 8


Maskapai Air Canada menggunakan pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Pesawat bersiap mendarat di Vancouver International Airport, Richmond, Bristish Colombia, Selasa (12/3).
Maskapai Air Canada menggunakan pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Pesawat bersiap mendarat di Vancouver International Airport, Richmond, Bristish Colombia, Selasa (12/3).
Foto: Darryl Dyck/The Canadian Press via AP

FAA diminta pro-aktif dalam keselamatan terkait dengan produsen dan maskapai.



CB, WASHINGTON -- Badan penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) mendapat banyak kritikan karena mendukung kelaikan terbang Boeing 737 Max 8. Itu karena banyak negara yang melarang pengoperasian jenis pesawat tersebut, setelah jatuhnya pesawat Ethiopian Airliner akhir pekan lalu.

Dunia penerbangan biasanya mengikuti petunjuk FAA yang telah dianggap sebagai standar keselamatan pesawat dunia. Namun, regulator keselamatan penerbangan lainnya termasuk Uni Eropa, Cina, Australia, Inggris dan Kanada telah memutuskan tidak menunggu FAA bertindak.

Kecelakaan Ethipian Airlines terjadi hanya lima bulan setelah jatuhnya pesawat jenis sama Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan Lion Air di Indonesia. Ketua Komite Transportasi dan Infrastruktur Gedung Putih Peter DeFazio mengaku khawatir regulator penerbangan internasional lebih banyak memberikan kepastian terbang bagi publik daripada FAA.

"Dalam beberapa hari mendatang, sangat penting bagi kami untuk mendapatkan jawaban tentang apa yang menyebabkan kehancuran pesawat Ethiopian Airlines 302 dan apakah ada hubungan dengan apa yang menyebabkan kecelakaan Lion Air hanya lima bulan yang lalu," kata DeFazio, Rabu (13/3).

FAA diminta pro-aktif dalam keselamatan berkaitan dengan produsen dan maskapai pesawat. FAA dan maskapai penerbangan juga diminta untuk menghentikan sementara pengoperasian Boeing 737 Max 8 sampai penyelidikan tentang penyebab kecelakaan Ethiopian Air selesai, untuk melihat penyebab kecelakaan sama dengan Lion Air pada Oktober 2018 lalu.

"Mereka belum menunjukkan bukti masalah yang kita lihat dengan dua tabrakan ini bukanlah masalah yang berpotensi ada di AS," kata penasihat penerbangan untuk Consumer Reports McGee.


photo


Mantan Sekretaris Transportasi Ray LaHood juga menyerukan agar AS menghentikan 737 Max 8, tepat saat agensinya menghentikan penerbangan pesawat Boeing lain enam tahun lalu karena masalah keamanan.

"Pesawat-pesawat ini perlu diperiksa sebelum orang-orang menaikinya, publik yang terbang mengharapkan seseorang di pemerintahan menjaga keselamatan, dan itu tanggung jawab departemen transportasi," ujarnya.

LaHood adalah sekretaris Departemen Perhubungan pada 2013 ketika departemen tersebut menghentikan Boeing 787 karena paket baterai lithium-ion yang terlalu panas. Pesawat-pesawat menganggur selama kurang dari sebulan, sampai Boeing membuat kompartemen tahan api baru di sekitar baterai.

LaHood mengatakan sekretaris saat ini Elaine Chao harus melakukan hal yang sama dengan Max 8, meski bertentangan dengan FAA yang tidak mengambil tindakan dalam menghadapi lusinan negara lain yang melarang pesawat terbang dari langit mereka.

"Sekretaris memiliki wewenang menangguhkan pesawat-pesawat ini. Dia memiliki wewenang untuk melakukannya, apa pun yang dipikirkan FAA," katanya.

Meski para penyelidik kecelakaan senior membela FAA, yang mengatakan tidak ada data untuk menghubungkan kedua kecelakaan itu. "Saya tidak melihat fakta untuk membenarkan apa yang telah mereka lakukan," kata konsultan keselamatan independen dan mantan anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, John Goglia.

"Jika mereka memiliki fakta, saya berharap mereka akan membaginya dengan seluruh dunia sehingga kita dapat melindungi masyarakat yang bepergian dengan udara," katanya.

FAA mengatakan sedang meninjau semua data yang tersedia. Sejauh ini tidak menemukan dasar untuk menghentikan operasional Boeing 737 Max 8.

Presiden dan CEO dari konsultan penerbangan Safety Operating Systems, John Cox, mengatakan negara-negara yang melarang Boeing 737 Max 8 terbang mungkin telah menghubungkan kecelakaan Ethiopia dan Indonesia meskipun penyelidik belum menganalisis kotak hitam pesawat Ethiopia.

Regulator keselamatan udara di setidaknya 40 negara, termasuk Uni Eropa, telah melarang Boeing 737 Max 8 jet terbang dari wilayah udara mereka setelah kecelakaan mematikan di Ethiopia. Selain itu, setidaknya 10 maskapai penerbangan di seluruh dunia telah berhenti menerbangkan jenis pesawat tersebut. Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa, yang mencakup 32 negara, Selasa kemarin juga mengumumkan mereka akan melarang pesawat itu terbang di wilayah udaranya.



Credit  republika.co.id




Senat AS Bakal Panggil Boeing Terkait 737 MAX 8


Senat AS Bakal Panggil Boeing Terkait 737 MAX 8
Ilustrasi gedung legislatif Amerika Serikat, Capitol Hill. (Alex Wong/Getty Images/AFP)




Jakarta, CB -- Senat Amerika Serikat menyatakan bakal menggelar rapat dengar pendapat dengan Badan Penerbangan AS (FAA), terkait meluasnya larangan operasional Boeing tipe 737 MAX 8. Sebab, sejumlah anggota Dewan Perwakilan mendesak supaya FAA segera mengistirahatkan sementara burung besi itu, terkait kecelakaan maut di Indonesia dan Ethiopia.

"Di luar kekhawatiran masyarakat luas untuk terbang, FAA harus mengistirahatkan 737 MAX 8 sampai kita tahu penyebab kecelakaan yang terjadi belakangan ini dan bisa memastikan pesawat itu layak terbang," cuit Senator dari Partai Republik, Mitt Romney, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/3).

Senator Elizabeth Warren dari Partai Demokrat juga menyatakan hal yang serupa dengan Romney. Dia menyatakan FAA harus segera melarang sementara penggunaan 737 MAX 8 di AS sampai tingkat keselamatannya terjamin. Dua sejawatnya, Richard Blumenthal dan Dianne Fenstein, juga menyarankan hal yang sama.

Dua senator asal Partai Republik, Roger Wicker yang menjadi anggota Komite Perdagangan dan rekannya, Ted Cruz, yang menjadi anggota subkomite penerbangan dan antariksa, juga sudah mengajukan permintaan untuk digelar rapat dengar pendapat terkait Boeing 737 MAX 8.


"Sebaiknya mengistirahatkan 737 MAX sampai FAA bisa menjamin keamanan pesawat itu dan seluruh penumpang. Rapat dengar pendapat perlu dilakukan untuk menyelidiki dan menentukan penyebab kecelakaan, serta memastikan industri penerbangan AS tetap sebagai yang paling aman di dunia," ujar Cruz.


Kekhawatiran juga disampaikan oleh Ketua Asosiasi Penumpang Pesawat AS, Sara Nelson. Dia meminta FAA segera mengistirahatkan sementara Boeing 737 MAX 8 supaya para calon penumpang tidak cemas ketika bepergian menggunakan pesawat.

"Ini soal kepercayaan masyarakat terhadap keamanan penerbangan," kata Nelson.

Presiden AS, Donald Trump, juga turut mengomentari soal kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang digunakan oleh maskapai Ethiopian Airlines pada 10 Maret lalu. Menurut dia, pesawat dalam dunia penerbangan komersil saat ini sudah sangat canggih dan rumit, tetapi justru membahayakan.

"Pesawat menjadi terlalu rumit untuk diterbangkan. Pilot tidak lagi diperlukan, melainkan ilmuwan komputer dari MIT," cuit Trump melalui akun Twitter.

Gelombang larangan terbang terhadap Boeing 737 MAX semakin luas. Negara-negara yang melarang adalah Australia, India, Fiji Oman, Singapura, China, Malaysia, Inggris, Indonesia, Ethiopia, Jerman, Prancis, Bermuda, Swiss, Uni Eropa, Kuwait, Selandia Baru, Korea Selatan, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Larangan ini dikeluarkan setelah dua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 mengalami kecelakaan mematikan dalam kurun waktu kurang dari lima bulan.

Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa.

Amerika Serikat dan Kanada memastikan bahwa mereka tak akan melarang penggunaan Boeing 737 MAX 8.

AS sendiri sudah menyatakan bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 layak terbang. Namun, AS meminta Boeing untuk memodifikasi pesawat jenis tersebut. 




Credit  cnnindonesia.com



Kotak Hitam Ethiopia Airlines Dianalisis di Prancis



Kotak Hitam Ethiopia Airlines Dianalisis di Prancis
Kotak hitam Boeing 737 MAX Ethiopia Airlines akan dianalisis di Prancis. Foto/Istimewa


PARIS - Badan pengawas keselamatan penerbangan Prancis, BEA Aero, akan menganalisis kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines yang jatuh pada hari Minggu di dekat Addis Ababa. Demikian pernyataan yang dikeluarkan badan tersebut.

"Pihak berwenang Ethiopia telah meminta bantuan @BEA_Aero untuk menganalisis FDR (perekam data penerbangan) & CVR (perekam suara kokpit)/Komunikasi apa pun mengenai kemajuan penyelidikan adalah tanggung jawab otoritas tersebut," tulis BEA di akun Twitternya pada Rabu seperti dilansir dari Sputnik, Kamis (14/3/2019).

Surat Kanada The Globe and Mail melaporkan Ethiopian Airlines sebelumnya menolak untuk mengirim kotak hitam itu ke Amerika Serikat (AS), tempat Boeing 737 Max 8 diproduksi. Otoritas penerbangan AS adalah satu di antara yang terbaru mengeluarkan perintah darurat untuk mengandangkan semua pesawat seri Boeing 737 Max 8 dan 737 Max 9 setelah kecelakaan mematikan Ethiopian Airlines.

Awal pekan ini, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) bersikeras bahwa pesawat itu aman, meskipun ada kekhawatiran yang berkembang setelah jatuhnya pesawat terbaru. Namun, pada hari Rabu, FAA mengatakan dalam perintah darurat bahwa penyelidikan terhadap dua kecelakaan udara mematikan yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX telah menemukan beberapa kesamaan, yang menyebabkan pelarangan sementara seluruh armada 737 Max di AS.

Sebelumnya pada hari itu, juru bicara Ethiopian Airlines mengatakan bahwa kotak hitam Boeing 737 Max 8 akan dikirim ke Jerman untuk dianalisis. Namun, pihak berwenang Jerman mengatakan mereka tidak akan melakukan decoding.

Pada hari Minggu, Boeing 737 Max 8, yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines, jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa, Ethiopia, menewaskan semua 157 orang dari lebih dari 30 negara di dalamnya.

Kecelakaan di Ethiopia adalah insiden fatal kedua yang melibatkan pesawat berbadan sempit dalam waktu kurang dari lima bulan. Pada akhir Oktober 2018, sebuah Boeing 737 MAX 8, yang dioperasikan oleh Lion Air Indonesia, jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah lepas landas, merenggut nyawa 189 orang. Menurut penyelidikan awal oleh otoritas bandara Indonesia, sensor-sensor pesawat menunjukkan pembacaan kecepatan dan ketinggian yang salah selama penerbangan sebelum bencana.

Setelah kecelakaan hari Minggu di Ethiopia, otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan di seluruh dunia, termasuk di Australia, Kanada, India, Selandia Baru, Prancis, Jerman, Afrika Selatan, Uni Eropa, China dan Rusia, telah melakukan grounding semua pesawat Boeing seri 737 Max 8 atau menutup wilayah udara mereka. 





Credit  sindonews.com





Jerman Tolak Analisis Kotak Hitam Ethiopian Airlines


CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, melihat puing-puing dari pesawat yang meledak tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, Etiopia, Ahad (10/3).
CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, melihat puing-puing dari pesawat yang meledak tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, Etiopia, Ahad (10/3).
Foto: Facebook Ethiopian Airlines via AP

Jenis pesawat dan kotak hitam dianggap menggunakan perangkat mode terbaru.




CB, BERLIN -- Badan Federal Jerman yang bertanggung jawab menyelidiki kecelakaan pesawat tidak akan menganalisis kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh pada Ahad (10/3) pekan lalu. Itu karena jenis pesawat dan kotak hitam dianggap menggunakan perangkat mode terbaru.

"Ini adalah jenis pesawat baru dengan kotak hitam baru, dengan perangkat lunak baru. Kami tidak bisa melakukannya," kata juru bicara Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Federal (BFU) Jerman Germout Freitag, Rabu (13/3).

Pernyataan tersebut pun menimbulkan ketidakpastian atas penyelidikan kotak hitam untuk mencari tahu penyebab dari kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh awak dan penumpang pesawat. Seorang juru bicara untuk Ethiopian Airlines sebelumnya mengatakan kotak hitam yang berhasil didapat dari pesawat yang jatuh akan dikirim ke Jerman untuk dianalisis.

Kanada menjadi negara terbaru yang ikut menangguhkan Boeing 737 Max 8 pada Rabu. Negara-negara di seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat telah menghentikan Boeing 737 Max 8 atau melarang mereka terbang di atas wilayah udara mereka sejak penerbangan Ethiopian Airlines jatuh hanya beberapa saat setelah lepas landas dari Addis Ababa pada akhir pekan lalu.

Kecelakaan juga kerap dikaitkan dengan kecelakaan pesawat jenis serupa milik Maskapai Lion Air Oktober lalu yang menewaskan 189 orang. Meskipun tidak ada bukti hubungan, kecelakaan dengan jenis pesawat yang sama tersebut membuat khawatir sejumlah pihak, terutama, maskapai yang memakai Boeing 737 Max. Sejak kecelakaan Lion Air di Indonesia, ada perhatian pada sistem otomatis yang menukikkan hidung pesawat ke bawah.

Menteri Transportasi Kanada Marc Garneau mengatakan pada konferensi pers Ottawa akan menghentikan 737 Max 8 dan 9 untuk pergi, tiba atau terbang di atas Kanada. Dia mengatakan itu karena data satelit menunjukkan kesamaan antara profil penerbangan jet Ethiopia dan pesawat Lion Air dari jenis yang sama yang jatuh di Indonesia tahun lalu. Kedua pesawat jatuh tak lama setelah lepas landas.

Ini adalah pertama kalinya sejak kecelakaan Ethiopian regulator telah mengambil keputusan setelah menerima data baru, meskipun saat ini masih belum ada data dari dalam pesawat. Air Canada dan saingannya West Jet Airlines mengoperasikan total 37 Boeing 737 Max. Sementara, Boeing mengatakan pihaknya memiliki kepercayaan penuh pada 737 Max - model yang memiliki 371 jet yang beroperasi di seluruh dunia.




Credit  republika.co.id