Kamis, 14 Maret 2019

Menilik Penyebab Lumpuhnya Gmail, Facebook, dan Instagram


Menilik Penyebab Lumpuhnya Gmail, Facebook, dan Instagram
Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)



Jakarta, CB -- Dalam waktu kurang dari satu hari platform Gmail, Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami kelumpuhan (down). Adanya dugaan serangan peretas merebak sebagai faktor terjadinya kelumpuhan ini.

Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center Pratama Persadha mengatakan Facebook dan Google kemungkinan mengalami kendala yang sama sehingga menyebabkan layanan mereka lumpuh karena jarak kejadian yang berdekatan.

Pratama mengatakan adanya kemungkinan kedua perusahaan terserang oleh peretas. Bagi Pratama, tidak mungkin perusahaan sekelas Google dan Facebook melakukan perawatan sistem hingga menyebabkan kelumpuhan selama berjam-jam.


"Jaraknya bedekatan jangan-jangan masalahnya sama. Apalagi yang kena pemain besar seperti Facebook dan Google. investasi keamanan mereka luar biasa besarnya. Lumpuh karena proses perawatan itu tidak mungkin untuk perusahaan sebesar itu. Karena mereka akan pertimbangkan masa-masa patching. Ada kemungkinan diserang peretas," kata Pratama kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (14/3).


Ia mengatakan potensi faktor serangan peretas di balik lumpuhnya platform Google dan Facebook cukup tinggi. Pasalnya kelumpuhan ini terjadi tiba-tiba. Apabila memang maintenance server, pasti hal tersebut sudah terjadwal.

"Perawatn terjadwal tidak mungkin mendadak. Karean bukan peretas dan hanya perawatan setidaknya kasih tahu kapan layanannya akan lumpuh di Indonesia, jam berapa, tanggal berapa sehingga bisa diantisipasi," imbuhnya.

Pratama menjelaskan kedua perusahaan tidak mungkin beralasan server lumpuh akibat maintenance. Pasalnya ketika perusahaan hendak melakukan pembaruan atau perawatan di live server, perusahaan pasti melakukan protokol yang tidak akan membuat lumpuh live server.

"Kedua perusahaan pasti ada tim riset sendiri, pasti ada server untuk pengujian. Uji coba pembaruan, patching, maintenance di server uji coba itu. Semua hal yang mau dilakukan di liver server pasti di uji coba di tester," ucapnya.


Pratama kemudian mengatakan Facebook dan Google memiliki puluhan hektar lahan yang disediakan untuk data center. Oleh karena itu pasti kalau server terserang atau perawatan, akan ada server backup.

"Kalau menurut saya Facebook itu pasti punya backup server dan mirroring server, mereka punya puluhan hektar server. Kalau terserang satu atau perawatan pasti ada backup server yang pasti bisa backup," ujar Pratama.

Dihubungi terpisah Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jika lumpuhnya Google dan Facebook berkaitan, maka kemungkinan kelumpuhan ini disebabkan serangan peretas.

Alfons mengatakan peretas ini memanfaatkan "zero day vulnerability" yang merupakan celah keamanan pada piranti lunak. Celah keamanan itu belum ada patch atau tambalan untuk memperbaiki celah tersebut.


Zero day vulnerability
adalah istilah adanya celah keamanan pada piranti lunak yang digunakan oleh komputer. Dan biasanya belum ada patch / tambalan untuk memperbaikinya.

"Kalau kedua insiden berkaitan maka kemungkinan besar terjadi zero day vulnerability exploit. Celah keamanan itu yang digunakan penyerang untuk melumpuhkan sistem komputer," kata Alfons.

Selanjutnya Alfons mengatakan adanya kemungkinan kelumpuhan Facebook diakibatkan sebuah bug dalam  rencana integrasi layanan chat dengan WhatsApp dan Instagram.

"Kalau kedua  insiden ini tidak berkaitan dan terlihat Facebook mengalami gangguan lebih parah maka patut diduga insiden ini berkaitan dengan rencana integrasi layanan WhatsApp, Facebook Chat dan Instagram Chat. Dimana ada bug dalam penggabungan ketiga layanan dengan data yang masif ini," kata Allfons.




Credit  cnnindonesia.com