CB,
WASHINGTON -- Kepolisian Amerika Serikat (AS) menangkap jurnalis
kelahiran AS yang bekerja untuk stasiun televisi berbahasa Inggris Iran,
Press TV, atas tuduhan yang tidak disebutkan.
Press TV
menyebutkan bahwa Marziyeh Hashemi ditangkap di St Louis Lambert
International Airport pada Ahad dan ditahan di Washington DC. Akan
tetapi belum ada tuduhan resmi yang ditetapkan terhadap Hashemi.
Pejabat
Biro Investigasi Federal (FBI) tidak dapat dihubungi untuk memberikan
komentar. Hashemi berada di AS untuk mengunjungi keluarganya dan telah
diizinkan menghubungi putrinya dua hari setelah penangkapannya, lapor
lembaga penyiaran tersebut.
Menurut Press TV, Hashemi lahir di AS dan memiliki nama Melanie Franklin. Ia mengganti namanya setelah masuk Islam.
Seperti dikutip Press TV,
Hashemi mengatakan dirinya dilarang memakai hijab selama di penjara dan
hanya diberi makan daging babi, makanan yang dilarang dalam Islam.
Satu-satunya makanan yang dia makan dalam dua hari terakhir adalah "sepaket biskuit," lapor Press TV dari pernyataan Hashemi. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tentang perlakuan terhadap Hashemi secara independen.
Sebuah dokumen menyebut teroris ISIS terkenal, Abu Banat, mempuntai hubungan dengan intelijen Turki. Foto/Istimewa
STOCKHOLM
- Sebuah situs Swedia melaporkan bahwa seorang militan ekstrimis Rusia
yang membunuh dua imam dan memenanggal banyak orang di Suriah telah lama
bekerja dengan badan intelijen Turki, MIT. Menurut Nordic Monitor, MIT
membantunya lolos dengan dakwaan yang lebih rendah ketika ia tertangkap
basah oleh polisi Turki.
Militan itu diketahui bernama Maghomed
Maghomedzakirovich Abdurkhmanov alias Abu Banat. Ia adalah seorang warga
Rusia yang melukukan perjalanan ke Suriah melalui Turki pada 2012 untuk
bergabung dengan para ekstremis dan telah memimpin kelompok teroris
Jamaat Abu Banat, yang kemudian menjadi bagian dari ISIS.
Ia
mengaku di pengadilan Istanbul bagaimana dia bekerja dengan intelijen
Turki di Suriah, menerima dana, senjata dan kendaraan. Dia diyakini
telah membunuh dua ulama Ortodoks di Suriah pada 22 April 2013.
"Garis
keras Rusia memasuki Suriah pada 2012 melalui Turki dan memulai faksi
militan. Ia kemudian bergabung dengan organisasi teroris," kata laporan
itu seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Rabu (16/1/2019).
Laporan tersebut menambahkan bahwa video "Abu Banat" melakukan pembunuhan mengerikan muncul sesudahnya.
Masih
menurut laporan itu, militan itu berbicara tentang kerjasamanya dengan
intelijen Turki di Suriah selama persidangan. "Abu Banat" juga
menegaskan bahwa ia menerima dukungan signifikan seperti pasokan senjata
dan kendaraan.
Meskipun diduga terlibat dalam pembunuhan dua
pendeta Kristen, pengadilan Turki tidak menuntut terdakwa dengan
pembunuhan. Hukuman yang dijatuhkan kepadanya hanya tujuh setengah
tahun. Putusan terhadap "Abu Banat" tunduk pada banding dan dapat
dikurangi lebih lanjut pada tahap berikutnya.
Pada 20 Juni 2013,
polisi Turki menangkap "Abu Banat", dan seorang warga Suriah lainnya di
kota Konya, di bagian tengah negara itu, selama inspeksi rutin. Mereka
berdua segera dibebaskan.
Namun,
ketika sebuah video yang konon menunjukkan "Abu Banat" melakukan
pembunuhan muncul di media sosial, polisi Turki menangkap keduanya di
Istanbul.
Selama interogasi, "Abu Banat" mengakui bahwa dia
adalah orang di video itu dan memang membantai dua orang. Dia mengatakan
dia menerima perangkat komunikasi radio dari seseorang yang bekerja
dengan intelijen Turki yang dikenal sebagai Abu Jaafar.
Sejak
konflik dimulai di Suriah, Turki telah menjadi koridor utama bagi
teroris asing yang telah bergabung dengan kelompok-kelompok teroris yang
beroperasi di dalam negeri.
Bangunan yang hancur akibat pengeboman di Ghouta timur, pinggiran Damaskus, Suriah, Kamis (22/2).
Foto: Ghouta Media Center via AP
Israel mengancam menyerang pasukan Iran jika tidak meninggalkan Suriah.
CB,
LONDON -- Kepala Garda Revolusi Iran Mayor Jendral Mohammad Ali Jafari
mengatakan negaranya akan tetap mempertahankan pasukan mereka di Suriah.
Hal itu menantang ancaman Israel yang mengatakan akan menyerang mereka
jika tidak meninggalkan Suriah secepatnya.
"Republik
Islam Iran akan tetap mempertahankan penasihat militer, pasukan
revolusi dan senjata di Suriah," kata Jafari seperti dikutip kantor
berita ISNA, Rabu (16/1).
Pada Selasa (15/1),
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman terhadap
Iran. Ia mengatakan pasukan Israel akan melanjutkan serangan mereka ke
pasukan Iran di Suriah jika mereka tidak segera keluar dari sana.
Jafari
mengatakan ancaman Netanyahu sebagai 'lelucuoan'. Jafari pun
memperingatkan pemerintah Israel 'tengah bermain-main dengan buntut
singa'. "Anda harusnya takut pada hari dimana rudal kami yang presisi
mengaum dan jatuh di kepala Anda," kata Jafari.
Iran dan
Rusia sudah mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad selama tujuh tahun
dalam berperang melawan pemberontak dan militan. Iran mengirim ribuan
pasukan mereka ke Suriah.
Sementara itu Israel semakin
khawatir musuh mereka Iran membangun markas militer jangka panjang di
Suriah. Israel mengatakan sudah melakukan hampir lebih dari 200 serangan
ke markas-markas Iran di Suriah selama dua tahun terakhir.
Presiden
Turki Recep Tayyep Erdogan dan Presiden AS Donald Trump membahas
tentang zona aman di Suriah lewat pembicaraan telepon.
Foto/Ilustrasi/Istimewa
ANKARA
- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut proposal Amerika
Serikat (AS) untuk membangun zona aman sedalam 32 km di dalam wilayah
timur laut Suriah. Menurutnya zona tersebut akan dibentuk oleh militer
Turki.
"Trump sekali lagi menegaskan keputusannya untuk menarik
diri dari Suriah. Dia juga berbicara tentang zona keamanan lebih dari 30
kilometer di dalam (Suriah), yang akan didirikan oleh kami," kata
Erdogan ketika berpidato di hadapan anggota parlemennya seperti dikutip
dari Xinhua, Kamis (17/1/2019).
Zona ini mungkin
diperpanjang, katanya, mencatat bahwa pejabat Turki dan AS akan membahas
aspek teknis dari zona aman yang diusulkan di sepanjang perbatasan
Suriah.
Erdogan merujuk pada percakapan telepon awal pekan ini di mana ia dan Trump telah mencapai pemahaman tentang pentingnya sejarah.
"Presiden
menyatakan keinginan untuk bekerja sama untuk mengatasi masalah
keamanan Turki di Suriah timur laut sambil menekankan pentingnya bagi
Amerika Serikat bahwa Turki tidak menganiaya Kurdi dan Pasukan Demokrat
Suriah lainnya," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Ankara
dan Washington telah berselisih mengenai pembebanan terakhir kepada
Turki karena memberikan jaminan bahwa Turki tidak akan menyerang Unit
Perlindungan Rakyat (YPG) setelah penarikan pasukan AS.
Pembicaraan
telepon terbaru ini datang setelah ancaman tweeted Trump pada hari
Minggu untuk "menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka memukul
Kurdi," merujuk pada YPG, yang dianggap Ankara sebagai cabang Suriah
dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.
AS dan Turki
telah berselisih dalam beberapa tahun terakhir mengenai milisi Kurdi di
Suriah utara, sekutu AS dalam perang anti Negara Islam.
Tweet
keras terakhir Presiden AS itu mengejutkan bagi sekutu NATO-nya, tetapi
kepemimpinan Turki tampaknya berusaha untuk menjaga hubungan bilateral
tetap tenang dan mendesak Trump untuk berbicara melalui saluran dialog
daripada pesan melalui media sosial.
Terlepas dari semua pasang
surut dalam hubungan timbal balik, Turki dan AS terus melakukan
pembicaraan teknis tentang kerja sama dan koordinasi untuk penarikan
2.000 tentara AS di timur laut Suriah dan untuk misi anti-IS Ankara di
sana.
Gagasan
tentang zona aman di Suriah utara telah lama dipromosikan oleh Turki
selama beberapa tahun setelah bentrokan meletus di Suriah, terutama
untuk mengalahkan kemungkinan ancaman oleh pejuang Kurdi Suriah ke
perbatasan Turki. Tetapi proposal itu dibunuh oleh pemerintahan Obama.
"Kami
telah menyarankan untuk mengamankan tanah jika AS akan memberikan
perlindungan udara. Obama tidak mengambil langkah-langkah yang
diperlukan meskipun dia mendukungnya," kata Erdogan.
Modalitas
zona aman perlu diklarifikasi dan apa yang AS sarankan dalam rencana ini
akan dirinci dalam beberapa hari mendatang, seorang pejabat Turki
mengatakan kepada Xinhua dengan syarat anonimitas.
Pejabat itu
mengatakan bahwa pejabat Turki dan AS akan bertemu di Washington pada 5
Februari untuk pertemuan kelompok kerja di Suriah.
Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan. Foto/Istimewa
ANKARA
- Serangan teroris di Suriah yang menewaskan 20 orang termasuk 4
tentara Amerika Serikat (AS), tidak akan membuat Presiden Donald Trump
membatalkan putusannya untuk menarik pasukan dari negara itu. Hal itu
diungkapkan oleh Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan.
Berbicara
di TV langsung di tengah kunjungan presiden Kroasia ke Turki, Erdogan
mengatakan bahwa serangan bunuh diri pada Rabu di Manbij yang dikuasai
Kurdi diarahkan pada keputusan Trump untuk menarik pasukan dari negara
yang dilanda perang.
Namun pemimpin Turki itu mengatakan dia yakin Trump tidak akan membatalkan keputusannya untuk mundur.
"Serangan di Manbij mungkin dimaksudkan untuk mempengaruhi keputusan Trump untuk menarik diri dari Suriah," kata Erdogan.
"Tapi
ketika saya melihat ketegasan Trump, saya tidak berpikir langkah mundur
akan mengikuti serangan teror seperti itu," imbuhnya seperti dikutip
dari RT, Kamis (17/1/2019).
Komentar Erdogan muncul
setelah pemboman bunuh diri menewaskan sedikitnya dua puluh orang di
kota Manbij di Suriah utara yang dikuasai Kurdi pada hari Rabu. Beberapa
dari mereka yang tewas adalah tentara Amerika. Sementara koalisi
pimpinan AS di Suriah membenarkan bahwa pasukan AS terbunuh, tidak
disebutkan berapa banyak.
Erdogan mengatakan bahwa lima korban adalah orang Amerika.
"Informasi
yang saya miliki adalah berita yang menunjukkan bahwa ada lima tentara
AS dan 20 tewas total," kata pemimpin Turki itu.
Setelah serangan
itu, Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa penarikan sekitar
2.000 tentara AS di Suriah utara akan berjalan sesuai rencana, tetapi
pasukan AS akan tetap di wilayah itu untuk memastikan bahwa ISIS tidak
akan memunculkan kembali kepalanya.
Ilustrasi pasukan AS di Suriah. (Courtesy Arnada Jones/U.S. Army/Handout via Reuters)
Jakarta, CB -- Setidaknya empat tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas bersama 12 orang lainnya akibat serangan bom yang diklaim oleh kelompok militan ISIS di Suriah pada Rabu (16/1).
"Anggota
angkatan bersenjata AS tewas akibat sebuah ledakan saat sedang
melakukan patroli rutin," demikian pernyataan resmi koalisi penggempur
ISIS di Suriah, sebagaimana dikutip Reuters.
Kelompok pemantau konflik Syrian Observatory for Human Rights melaporkan
bahwa secara keseluruhan, serangan itu menewaskan 16 orang.
Serangan
tersebut terjadi di Manbij, kota yang sebenarnya dikuasai oleh milisi
pendukung AS. Insiden ini pun disebut-sebut sebagai serangan paling
mematikan terhadap personel militer AS sejak ISIS menunjukkan taringnya
pada 2015 lalu.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan AS mengatakan bahwa
sebelumnya, paling banyak dua personel militer sekaligus yang tewas
dalam serangan-serangan semacam ini.
Insiden ini terjadi
sebulan setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik 2.000
personel militer AS dari Suriah karena ISIS sudah kalah di tanah
tersebbut.
Pengumuman tersebut disebut-sebut sebagai pemicu
pengunduran diri Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, yang selama ini
menyuarakan kekhawatiran atas perkembangan terorisme di Suriah.
Juru
bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin sebut AS berniat untuk
mempertahankan kehadirannya di wilayah udara Suriah, setelah penarikan
pasukan dari negara itu. Foto/Istimewa
ANKARA
- Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin mengatakan, Amerika
Serikat (AS) berniat untuk mempertahankan kehadirannya di wilayah udara
Suriah, setelah penarikan pasukannya dari negara itu.
Kalin dalam
sebuah pernyataan menyatakan, niatan AS untuk mempertahankan
kehadiranya di langit Suriah disampaikan oleh Penasinat Nasional AS,
John Bolton saat melakukan kunjungan ke Turki pada pekan lalu.
"Minggu
lalu, delegasi AS yang dipimpin oleh Bolton menyampaikan kepada kami
sebuah dokumen berisi lima poin tidak resmi," ucap Kalin, seperti
dilansir Sputnik pada Rabu (16/1).
"Dalam
dokumen itu AS mengkonfirmasi penarikan pasukannya dari Suriah, tekad
untuk melanjutkan perjuangan melawan ISIS dan niat Washington untuk
mempertahankan kehadirannya di wilayah udara Suriah sebagai bagian dari
koalisi," sambungnya.
Pernyataan Kalin ini datang sehari setelah
Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan bahwa ia telah mencapai apa
yang dia sebut pemahaman bersejarah dengan Presiden AS, Donald Trump
dalam pembicaraan telepon, menekankan bahwa Ankara akan membuat zona
aman 32 kilometer di Suriah Utara, yang dapat diperluas.
Zona
ini akan bertindak sebagai daerah penyangga di Suriah yang akan
memastikan keamanan pasukan Kurdi Suriah, yang merupakan sekutu AS di
Suriah dan mencegah teroris menyerang Turki.
Ilustrasi Gedung Perserikatan Bangsa-bangsa. (Istockphoto/Mizoula)
Jakarta, CB -- Setidaknya sepertiga pegawai perempuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku pernah mengalami pelecehan seksual ketika bekerja di sana dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut terungkap dalam hasil survei pelanggaran pertama yang dilakukan PBB, pada Selasa (15/1).
Mengutip AFP
pada Rabu (16/1), sebanyak satu dari tiga responden atau 33 persen dari
hasil survei mengaku setidaknya pernah mengalami satu kasus pelecehan
seksual dalam dua tahun terakhir. Di luar tenggat waktu dua tahun, angka
responden yang mengaku mengalami bentuk pelecehan seksual selama mereka
bekerja di PBB naik menjadi 38,7 persen.
Jenis pelecehan yang paling umum adalah lelucon atau cerita cabul yang
menyinggung serta ucapan ofensif tentang penampilan, tubuh atau
aktivitas seksual.
Menurut survei, dua dari tiga pelaku pelecehan
adalah laki-laki, di mana satu dari empat pelaku pelecehan adalah
manajer, dan satu dari 10 pelaku dengan jabatan pemimpin senior.
Kendati
demikian survei ini memiliki tingkat responden yang cukup rendah, yakni
17 persen, dengan 30.364 responden menjawab dengan identitas yang
dirahasiakan secara daring.
Menanggapi survei ini, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres,
mengatakan bukti statistik dalam penelitian ini menjadi acuan tentang
apa yang perlu diubah untuk memperbaiki kinerja PBB.
Guterres
juga menambahkan hasil survei tentang pelecehan seksual di PBB
sebenarnya masih sebanding dengan organisasi lain. Namun, Guterres
menyatakan PBB harus menetapkan standar yang tinggi. Ia berjanji akan
menegakkan kebijakan tanpa toleransi untuk pelecehan seksual.
Pada
Februari 2018 lalu, PBB menyediakan layanan bantuan 24 jam bagi
karyawati untuk melaporkan pelecehan seksual. Melalui layanan ini, PBB
menugaskan penyidik untuk menuntaskan setiap keluhan.
Bulan lalu, kepala badan UNAIDS, Michael Sidibe, mengundurkan diri
setelah dituding tak tegas menyelesaikan sejumlah kasus pelecehan di
badan PBB, termasuk pelecehan seksual.
Abbas kembali menyuarakan kecaman terhadap pendudukan Israel.
CB,
NEW YORK -- Palestina telah resmi menjadi ketua dari Group of 77 (G77)
pada Selasa (15/1). Presiden Abbas menghadiri langsung acara pengukuhan
yang digelar di markas PBB di New York, Amerika Serikat.
"Saya senang mengambil alih hari ini kepemimpinan G77 atas nama
rakyat Palestina dan Negara Palestina. Merupakan tanggung jawab besar
bahwa Negara Palestina akan menanggung kerendahan hati sepenuhnya," kata
Abbas dalam pidatonya, dikutip laman the Times of Israel.
Pada
kesempatan tersebut, Abbas kembali menyuarakan kecaman terhadap
pendudukan Israel. Menurutnya hal itu menjadi hambatan utama dalam
proses pembangunan di Timur Tengah.
"Kolonisasi dan
pendudukan Israel yang berkelanjutan atas Negara Palestina merongrong
pengembangan dan kapasitas kita untuk kerja sama, koordinasi, dan
menghambat pembangunan masa depan yang kohesif dari semua orang di
wilayah itu," ujar Abbas.
Kendati
demikian, dia menekankan bahwa Palestina masih berkomitmen terhadap
solusi damai guna mengakhiri konflik dengan Israel yang telah
berlangsung selama beberapa dekade.
Abbas juga
mengutuk segala bentuk terorisme terlepas dari siapa yang melakukannya.
"Terorisme terjadi di seluruh dunia setiap hari. Itu adalah wabah dan
karena itu saya meminta semua negara di dunia untuk bekerja sama untuk
mengakhiri terorisme, untuk mencabutnya," katanya.
Sekretaris
Jenderal PBB Antonio Guterres mengucapkan selamat kepada Palestina
karena telah dipercaya memimpin G77. Guterres juga mengucapkan terima
kasih kepada presiden Mesir.
"Saya mengucapkan
selamat kepada Negara Palestina sebagai ketua G77 dan Cina tahun ini,
dan saya berterima kasih kepada Presiden Mesir atas kepemimpinannya pada
2018. G77 adalah kekuatan utama yang mendorong solusi multilateral
untuk tantangan global," ucap Guterres melalui akun Twitter pribadinya.
Para pejabat Palestina menilai kepemimpinan Palestina di G77 adalah langkah awal menuju keanggotaan penuh di PBB.
Sekretaris
Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat mengatakan
terpilihnya Palestina sebagai ketua G77 merupakan langkah bersejarah
yang dihasilkan melalui pengorbanan rakyat dan perjuangan panjang mereka
untuk kebebasan.
"(Hal ini) menandakan pengakuan
komunitas internasional atas kenegaraan Palestina dan hak kita
menentukan nasib sendiri. Terlepas dari kenyataan di bawah pendudukan
militer Israel, Palestina dapat memainkan peran penting dalam sistem
global," kata Erekat dikutip laman Press TV.
G77 dibentuk
pada 15 Juni 1964 melalui pengesahan Deklarasi Bersama dari 77 anggota
negara berkembang. Namun saat ini, G77 dan Cina telah beranggotakan 133
negara.
G77 dan Cina pada dasarnya merupakan forum yang
bertujuan mendorong kerja sama internasional di bidang pembangunan,
khusus bagi negara-negara berkembang. Pada perkembangannya, kegiatan G77
dan Cina tidak hanya ditujukan memberi dorongan dan arah baru bagi
pelaksanaan kerja sama antara Utara-Selatan di berbagai bidang
pembangunan internasional.
G77 juga memperluas kerja
sama dalam memantapkan hubungan yang saling menguntungkan dan saling
mengisi antara sesama negara berkembang melalui Kerja Sama
Selatan-Selatan.
Sejumlah balon bergambarkan patung Presiden Amerika Serikat
Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Rusia
Vladimir Putin, dan Presiden Turki Tayyip Erdogan diarak selama parade
Karnaval yang ke-134 di Nice, Perancis, 20 Februari 2018. REUTERS
CB, Ankara - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan,
dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendiskusikan situasi di
wilayah utara Suriah lewat sambungan telepon pada Senin, 14 Januari
2019.
Salah
satu poin yang dibahas adalah pembentukan zona aman di kawasan utara
Suriah, yang bersih dari kegiatan terorisme dan kelompok bersenjata.
Pembicaraan
keduanya ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua
negara terkait nasib pada pejuang Kurdi, yang bermarkas di kawasan
utara Suriah dan berbatasan dengan Turki bagian selatan.
“Erdogan mengatakan kepada Trump bahwa dia tidak melihat ada masalah
dengan keberadaan Kurdi di Suriah,” begitu dilansir Aljazeera dari
pernyataan kantor Presiden Turki pada Senin, 14 Januari 2019. “Ankara
juga menyatakan hanya akan bertempur dengan kelompok bersenjata di
daerah konflik Suriah yang mengancam keamanan nasional negaranya."
Pembicaraan
Erdogan dan Trump ini terjadi setelah Trump mengancam Turki bakal
mengalami kehancuran ekonomi jika menyerang pasukan Kurdi yang didukung
militer AS di Suriah utara. Milisi Unit Perlindungan Rakyat atau YPG ini
merupakan kelompok milisi dari etnis Kurdi, yang menyerang kelompok
teroris ISIS bersama militer AS.
Trump, seperti dilansir Reuters,
berencana menarik pasukan dari Suriah dan Afganistan setelah menyatakan
menang melawan kelompok teroris ISIS. Dia berjanji akan kembali
mengirim pasukan AS dari markas terdekat jika kelompok ISIS nongol lagi
di Suriah.
Mengenai
zona aman ini, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan ini
merupakan wilayah bagi kelompok yang memerangi ISIS dan mencegah
serangan apapun terhadap Turki dari Suriah.
Soal ini, juru bicara
Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan,”Presiden menyatakan
keinginannya untuk bekerja bersama menangani kekhawatiran Turki mengenai
keamanan di kawasan timur laut dari Suriah.”
Tentara
Turki bersiap-siap saat berada di pegunungan Barsaya di timur laut
Afrin, SUriah, 28 Januari 2018. Turki melancarkan operasi 'Ranting
Zaitun' pada 20 Januari 2018, menyerang milisi Satuan Perlindungan
Rakyat Kurdi Suriah (YPG) di wilayah kantong Afrin. REUTERS/ Khalil
Ashawi
Pada saat yang sama, Sanders mengatakan,”Presiden
menekankan penting bagi AS bahwa militer Turki tidak menyerang milisi
Kurdi dan Pasukan Demokratik Suriah, yang telah bertempur melawan ISIS.
Soal
ini, Kepala Staf Gabungan Joseph Dunford, bakal bertemu dengna mitranya
dari Turki yaitu Yasar Guler, pada Selasa waktu setempat untuk
konsultasi soal kesepakatan ini.
Pejuang
Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) berlari saat melintasi sebuah
jalan ketika bertempur dengan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 3 Juli
2017. REUTERS/ Goran Tomasevic/File Photo
Selama ini,
Turki menganggap YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Turki atau
PKK yang dicap sebagai pasukan teroris dan terlarang di negara itu.
Militer Turki menyerang milisi YPG di Kota Afrin, Suriah bagian utara,
dan mengecam dukungan militer AS terhadap milisi ini di Kota Manbij,
yang terletak di Suriah timur laut.
Soal ancaman dari Trump
soal kehancuran ekonomi bagi Turki jika menyerang milisi Kurdi, Menteri
Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, mengatakan negaranya tidak takut dan
tidak bisa diintimidasi oleh ancaman apapun. “Ancaman ekonomi terhadap
Turki tidak akan berdampak apa-apa,” kata dia.
Pyongyang menyerukan penghentian latihan militer yang melibatkan pasukan asing di Semenanjung Korea. Foto/Ilustrasi
MOSKOW
- Pyongyang menyerukan penghentian latihan militer yang melibatkan
pasukan asing di Semenanjung Korea. Hal itu dikatakan Duta Besar Korea
Utara (Korut) untuk Rusia. Kim Hyun Joong.
"Untuk menghilangkan
permusuhan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan dengan cara yang
mendasar dan mengubah Semenanjung Korea menjadi zona perdamaian kekal
dan abadi, perlu untuk meninggalkan melakukan latihan militer dengan
pasukan asing karena Korea Utara dan Korea Selatan setuju untuk
mengikuti jalur perdamaian dan kemakmuran tersebut," kata Joong pada
sebuah makan malam yang menandai Tahun Baru di Kedutaan Besar Korut di
Moskow.
Joong terus mengatakan bahwa negara itu juga memandang perlu untuk meninggalkan senjata strategis asing di wilayahnya.
Duta
Besar Korut menekankan bahwa negosiasi multilateral harus dilakukan
dengan tujuan untuk membangun sistem perdamaian di Semenanjung Korea
melalui kerja sama yang erat dengan negara-negara yang telah
menandatangani perjanjian gencatan senjata.
"Pyongyang siap
menjalin hubungan baru dengan Amerika Serikat sesuai dengan semangat era
dan keinginan rakyat," catat diplomat itu seperti dikutip dari Sputnik,
Rabu (16/1/2019).
Ia lebih lanjut menambahkan bahwa pemimpin
Korut Kim Jong-un dalam pidato Tahun Baru menyatakan kesiapannya untuk
bertemu dengan Presiden AS Donald Trump sekali lagi.
Situasi
di Semenanjung Korea telah membaik sejak awal tahun ini. Selama masa
ini, pemimpin Korut Kim Jon-un dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon
Jae-in telah mengadakan beberapa pertemuan, sementara Kim bahkan
mengadakan pertemuan puncak bersejarah dengan Presiden AS Donald Trump.
KTT ini menghasilkan kesepakatan yang menetapkan bahwa Korut akan
melakukan upaya untuk mempromosikan denuklirisasi lengkap semenanjung
dengan imbalan AS dan Korsel membekukan latihan militer mereka serta
potensi penghapusan sanksi Washington.
Pemboman itu telah memicu kecaman internasional di tengah upaya perdamaian.
CB,
KABUL – Taliban Afghanistan mengklaim bertanggung jawab atas sebuah
serangan bom mobil di dekat kompleks asing yang dijaga ketat di dekat
kompleks Green Village, Kabul Timur, lokasi berapa perusahaan dan badan
amal internasional. Insiden itu menewaskan lima orang, termasuk seorang
warga negara India. Sementara itu lebih dari 110 orang terluka.
Pemboman
itu telah memicu kecaman internasional ketika upaya untuk mencapai
kesepakatan damai dengan gerilyawan Taliban itu dalam mengakhiri perang
lebih dari 17 tahun.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, para
militan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia juga mengklaim
puluhan petugas keamanan asing dan Afghanistan meninggal dan terluka.
"Lima
penyerang, termasuk pembom bunuh diri yang mengendarai kendaraan
bermuatan bahan peledak, terlibat," kata Mujahid dalam sebuah
pernyataan.
Taliban sering menggelembungkan jumlah korban dalam serangan terhadap pemerintah atau target asing.
Empat
orang meninggal yang diumumkan pemerintah, semuanya merupakan petugas
keamanan. "Banyak dinding ledakan runtuh dan kompleks telah rusak," kata
seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga negara India juga telah terbunuh.
"India
menyerukan para pelaku serangan keji ini dan mereka yang menyediakan
tempat berlindung untuk dibawa ke pengadilan secepatnya," kata
Kementerian Luar Negeri India.
Kementerian Luar
Negeri Jerman pun menyebutkan melalui tweet bahwa polisi Jerman juga
sedikit terluka dalam ledakan itu. Namun, kementerian tidak memberikan
keterangan lebih rinci.
Serangan itu terjadi ketika
utusan perdamaian khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan Zalmay
Khalilzad, mengunjungi kawasan tersebut untuk pertemuan-pertemuan yang
bertujuan mengamankan perdamaian.
Pertempuran belum
surut bahkan ketika pembicaraan mengenai perdamaian meningkat. Taliban
dan kelompok gerilyawan lainnya melakukan serangan hampir setiap hari,
dengan target utama pasukan keamanan dan pejabat pemerintah. Namun,
warga sipil hampir selalu menanggung beban kekerasan.
"Taliban
harus berhenti terus menggunakan kekerasan terhadap rakyat mereka
sendiri dan hadir dalam meja perundingan," kata Wakil Senior Warga Sipil
NATO, Patrick Andrews.
Sumber-sumber Taliban pada
hari Selasa (15/1) mengatakan, kekuatan-kekuatan regional telah
menciptakan aliansi mereka sendiri untuk mengikuti pembicaraan damai.
Di satu sisi, kata mereka, adalah Pakistan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan di sisi lain, Iran, Rusia dan Qatar.
"Iran
dan Qatar mendukung cara Taliban tetapi Pakistan dan Arab Saudi
mengatakan apa yang diinginkan pemerintah Afghanistan dan AS," kata
seorang pejabat Taliban yang tidak bersedia menyebutkan namanya.
Taliban,
yang berusaha untuk mengembalikan kekuasaan Islam keras setelah mereka
digulingkan pada 2001 di tangan pasukan pimpinan AS, telah
mengesampingkan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan dan menepisnya
sebagai boneka Amerika Serikat.
Qatar, rumah bagi
markas politik Taliban, juga menuai kriitk dunia internasional. Negara
ini akan menjadi lokasi perundingan AS-Taliban pada putaran keempat.
Arab
Saudi dan Uni Emirat Arab akan memboikot pembicaraan jika diadakan di
Qatar. Kedua negara itu memutus hubungan dengan Qatar pada 2017 dan
menuduhnya mendanai militan dan memiliki hubungan dekat dengan Iran.
Gambar satelit potensi longsor di Kabupaten Sigi pasca gempa Donggala. (Pos Pendamping Nasional Palu)
CB, Kobe – Pemerintah Jepang bersiap menguji coba sistem peringatan dini bencana untuk kawasan Asia Pasifik menggunakan satelit. Saat ini persiapan uji coba ini sedang berlangsung di India dan Papua Nugini.
Ini karena jepang bertujuan melebarkan kontribusinya kepada negara Asia lainnya dalam upaya pencegahan bencana.
“Ini
juga terkait pencegahan dampak bencana alam terhadap jaringan suplai
dan produksi dari kegiatan manufaktur,” begitu pernyataan dari Asian Disaster Reduction Center seperti dilansir Mainichi pada Ahad, 13 Januari 2019.
Satu
dari empat satelit Michibiki yang merupakan satelit sistem posisi
global akan dilibatkan dalam me-relay informasi dari sejumlah institusi
yang memonitor kondisi cuaca.
Pemerintah Jepang, bekerja sama
dengan ADRC dan perusahaan domestik serta sejumlah universitas, telah
mengembangkan sistem penerimaan sinyal yang akan didistribusikan kepada
otoritas lokal.
Media Japan Today
melansir eksperimen ini telah dilakukan di Jepang utuk menguji coba
sistem resiprokal transmisi data. Selain mengirim peringatan, sistem ini
telah digunakan untuk mengkoneksi komputers dalam simulasi evakusai dan
kegiatan pusat respon bencana.
Menurut para ahli, sistem satelit
ini terbilang efektif untuk mempermudah evakuasi dan mengelola
aktivitas penanganan pasca bencana di area terpencil seperti pulau kecil
dan wilayah pegunungan.
Desain Poseidon nuklir Rusia bernama Status-6 yang pernah bocor ke media tahun 2015. Foto/BBC
MOSKOW
- Media Rusia merilis laporan berisi ancaman mengerikan yang ditujukan
terhadap Eropa dengan sebuah torpedo nuklir baru yang dapat menciptakan
gelombang tsunami hingga 500 meter dan menghancurkan sejumlah besar
populasi Bumi.
Poseidon terbaru yang dijuluki "senjata kiamat"
itu diklaim bisa menghasilkan kekuatan ledakan 200 megaton dan akan
membuat semua sistem pertahanan Amerika Serikat (AS) menjadi tak
berguna.
Desain Poseidon Moskow atau oleh Kremlin dinamai sebagai
"Status-6" telah bocor ke media pada tahun 2015. Senjata itu akhirnya
dikonfirmasi Presiden Vladimir Putin dalam pidato kenegaraan bulan Maret
2018.
AS
dan Rusia, sejak akhir Perang Dunia II, secara tidak langsung terlibat
dalam perlombaan senjata nuklir. Kedua negara sama-sama membuat perintah
untuk armada pembom nuklir, kapal selam, dan silo rudal antarbenua
tersebar di setiap negara.
Tetapi Poseidon Rusia telah mengambil jalan yang berbeda.
"Rusia
akan segera mengerahkan drone bertenaga nuklir di bawah laut yang akan
membuat seluruh sistem pertahanan rudal AS (senilai) multi-miliar dolar
menjadi tidak berguna," tulis MK.ru, yang diterjemahkan BBC.
Ancaman itu mengacu pada perisai rudal yang sedang dibangun AS di Eropa.
"Sebuah
ledakan hulu ledak nuklir drone akan menciptakan gelombang setinggi
antara 400-500 meter (1.300-16.00 kaki), yang mampu menghanyutkan semua
makhluk hidup (sejauh) 1.500 (932) kilometer ke daratan," lanjut laporan
surat kabar itu.
Sebelumnya, para ilmuwan mengatakan kepada
Business Insider bahwa Poseidon nuklir Rusia dapat menciptakan gelombang
selevel tsunami, namun perkiraannya hanya setinggi 100 meter (330
kaki).
Semua senjata nuklir merupakan ancaman besar bagi
kehidupan manusia di Bumi karena kekuatan destruktif dan kemampuannya
untuk menyebarkan radiasi berbahaya. Namun, Poseidon memiliki kualitas
unik yang bisa mengakhiri kehidupan dunia.
AS selama ini
merancang senjata nuklirnya untuk meledak di udara atau di atas target
dan memberikan tekanan di bawahnya. Senjata nuklir AS saat ini terutama
dirancang untuk menembak dan menghancurkan senjata nuklir Rusia yang
berada di silo mereka, bukan untuk menargetkan kota-kota dan mengakhiri
kehidupan manusia.
Berbeda dengan Poseidon Rusia yang dirancang
untuk meledakkan bom di laut. Dampaknya, tidak hanya dapat menyebabkan
gelombang tsunami yang akan mendatangkan malapetaka di seluruh benua,
tetapi juga akan meningkatkan dampak radioaktif.
Stephen
Schwartz, seorang ahli sejarah nuklir, mengatakan Poseidon Rusia
dilaporkan memiliki lapisan logam kobalt."Yang akan menguap, mengembun,
dan kemudian jatuh kembali ke Bumi puluhan, ratusan, atau ribuan mil
dari lokasi ledakan," katanya, seperti dikutip Business Insider, Selasa (15/1/2019).
Secara potensial, senjata itu akan membuat ribuan mil persegi permukaan Bumi tidak dapat dihidupkan selama beberapa dekade.
"Ini
adalah senjata gila dalam arti bahwa itu mungkin sebagai tanpa pandang
bulu dan mematikan seperti yang Anda bisa membuatnya (dengan) senjata
nuklir," kata Hans Kristensen, Direktur Proyek Informasi Nuklir di
Federasi Ilmuwan Amerika kepada Business Insider.
MK.ru
mengutip seorang profesor yang tak ditulis identitasnya mengatakan
bahwa Poseidon akan menjadikan Rusia "diktator dunia" dan itu dapat
digunakan untuk mengancam Eropa.
“Jika Eropa berperilaku buruk,
kirimkan saja kapal selam mini bertenaga nuklir ke sana dengan bom 200
megaton, letakkan di bagian selatan Laut Utara, dan ‘let RIP' saat diperlukan. Apa yang akan tersisa dari Eropa?," tanya profesor Moskow itu.
AS,
yang tak mau diremehkan, pernah mengklaim memiliki senjata nuklir
sendiri yang akan bertahan dari serangan Rusia. Sekalipun Rusia entah
bagaimana berhasil membuat seluruh benua Eropa atau Amerika Utara
menjadi gelap, kapal selam AS dengan patroli pencegahan akan membalas
tembakan dan memukul Rusia dari lokasi rahasia di dasar lautan.
Petugas
Angkatan Udara Amerika Serikat saat memberi instruksi untuk awak
pesawat pembom B-2 Spirit. Foto/US Air Force/Staff Sgt. Danielle Quilla
WASHINGTON
- Pesawat-pesawat pembom B-2 Spirit dikerahkan ke Pearl Harbor, Hawaii,
untuk memproyeksikan kekuatan Amerika Serikat (AS) di kawasan
Indo-Pasifik. Penyebaran sejumlah pesawat pembom strategis itu dilakukan
di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China terkait perang
dagang dan penentangan Washington atas klaim Beijing atas kawasan Laut
China Selatan.
"Menyebarkan ke Hawaii memungkinkan kita untuk
menunjukkan kepada audiens Amerika dan internasional yang besar bahwa
B-2 sedang ditonton 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, siap untuk
melindungi negara kita dan sekutu-sekutunya," kata Letnan Kolonel Joshua
Dorr, direktur operasi Skuadron Bom ke-393 yang dikutip SINDOnews.com, Senin (14/1/2019), dari situs resmi Pacific Air Force.
Pengumuman
yang dibuat 10 Januari itu menyebutkan ada tiga pesawat pembom B-2
Spirit yang dikerahkan. Selain itu, ada 200 penerbang ke Pangkalan
Bersama Pearl Harbor-Hickam di Hawaii.
Angkatan
Udara Amerika Serikat tidak secara eksplisit menyebut China atau
saingan lain dalam pernyataannya. Mereka berdalih para pembom siluman
dikirim ke Honolulu berdasarkan rotasi untuk mendukung misi Pasukan
Tugas Pembom (BTF) Komando Strategis, yang akan siap untuk memvalidasi
kemampuan serangan global Amerika di seluruh ruang operasi terbesar
angkatan bersenjata Amerika.
"Karakteristik B-2 yang dapat
diamati rendah, atau 'tersembunyi', memberikannya kemampuan untuk
menembus pertahanan paling canggih musuh dan membahayakan target paling
berharga mereka," kata Angkatan Udara dalam pernyataannya.
Ini
adalah kedua kalinya pesawat B-2 Spirit dikerahkan ke Pearl Harbor untuk
mendukung misi BTF. Selama rotasi pertama dari Agustus-September 2018,
para pesawat pembom diterbangkan dengan sejumlah misi dan berlatih
bersama sejumlah jet tempur taktis F-22.
Di masa lalu, pesawat
pembom siluman melakukan manuver di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di
Guam, dan berguna sebagai unjuk kekuatan melawan Korea Utara.
Kembalinya
pesawat-pesawat pembom strategis ke Hawaii bertepatan dengan penempatan
rudal balistik jarak menengah (IRBM) DF-26 China di dataran tinggi dan
daerah gurun bagian barat laut negara itu. Rudal yang dijuluki "misil
pembunuh kapal induk" itu diklaim mampu menyerang target yang jaraknya
4.000 mil jauhnya. Senjata Beijing itu membuat Pangkalan Angkatan Udara
Andersen menjadi target potensial oleh serangan China.
Jangkauan
rudal DF-26 juga memungkinkan Beijing untuk melindungi kedaulatannya
atas Laut China Selatan dan Laut China Timur, tempat raksasa Asia itu
memiliki sengketa klaim teritorial dengan tetangganya. Selat Taiwan juga
berada dalam jangkauan senjata berbahaya itu.
Pengumuman
penyebaran IRBM DF-26 muncul setelah penampakan kapal perang AS, USS
McCampbell, di dekat Kepulauan Paracel di Laut China Selatan. Kehadiran
USS McCampbell yang diklaim untuk misi kebebasan bernavigasi itu kembali
membuat China mendesak Washington agar menghentikan "provokasi".
Di
tengah meningkatnya ketegangan di Pasifik, yang diperburuk oleh perang
dagang Beijing-Washington, Presiden China Xi Jinping baru-baru ini
memerintahkan pasukannya untuk bersiap menghadapi perang."(China harus)
mempersiapkan perjuangan militer komprehensif dari titik awal yang
baru," kata Xi dalam pidatonya awal bulan ini. "Persiapan untuk perang
dan pertempuran harus diperdalam untuk memastikan respons yang efisien
di saat darurat."
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau [Canada Newa]
CB, Jakarta - Kanada
dipimpin Perdana Menteri Justin Trudeau bersitegang dengan 3 negara
powerful ini, yakni Amerika Serikat, Cina dan Arab Saudi.
Trudeau
yang dinobatkan sebagai perdana menteri paling seksi di dunia, idola
baru kaum hawa di berbagai negara dan jago yoga, dalam menjalankan
pemerintah memiliki garis kebijakan yang tegas di antaranya tentang
kesetaraan gender, hak asasi, imigran, hingga perdagangan bebas.
Berikut 3 negara besar yang bersitegang dengan Kanada akibat garis kebijakan pemerintahan Trudeau:
1. Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump dan
Trudeau berseteru soal tarif dagang yang dikenakan Kanada dianggap
sangat tinggi untuk perusahaan obat dari AS, baja, aluminium, dan wiski.
Ini sebagai balasan atas penerapan tarif baru yang diberlakukan Amerika
Serikat.
Perang dagang kedua negara sampai mengarah pada teror
yang dialamatkan pada Duta besar AS untuk Kanada, Kelli Craft berupa
paket berisi ancaman kematian dan bubuk putih di rumahnya.
Presiden
Amerika Serikat Donald Trump dan Melania Trump menyambut kedatangan
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau saat tiba di Gedung Putih,
Washington, AS, 11 Oktober 2017. REUTERS
2. Arab Saudi
Di
forum KTT G20, Trudeau mengadakan pertemuan sela dengan putra mahkota
Arab Saudi Mohammed bin Salman tentang kematian jurnalis Jamal
Khashoggi.
"Saya berbicara langsung kepada putra mahkota untuk
menggaribawahi kepedulian kami dan kebutuhan kami mendapatkan jawaban
yang lebih baik tentang pembunuhan Khashoggi," kata Trudeau.
Trudeau juga berbicara blak-blakan mengkritik Arab Saudi atas krisis kemanusiaan di Yaman, penangkapan blogger Raif Badawi.
Kanada bahkan berniat membatalkan kesepakatan ekspor senjata dengan Arab Saudi dipicu pembunuhan Khashoggi dan perang di Yaman.
Peristiwa
terbaru yang membuat hubungan kedua negara makin renggang adalah
Trudeau menerima dan menyambut remaja Arab Saudi, Rahaf Mohammed Alqunun
yang kabur dari rumah orang tuanya karena takut dibunuh setelah dia
disebut berganti agama dan menolak dinikahkan keluarganya.
Kanada memberikan status pengungsi kepada remaja usia 18 tahun ini untuk tinggal di Kanada.
3. Cina
Hubungan
Kanada dan Cina memburuk setelah aparat Kanada menangkap dan menahan
seorang ekskutif Huawei, Meng Wangzhou pada 1 Desember 2018. Meng
dituduh melakukan kerja intelijen di Kanada untuk kepentingan ina.
Cina
membalas menangkap 2 warga Kanada yang berprofesi sebagai diplomat dan
konsultan dengan tuduhan membahayakan keamanan negara.
Kedua warga Kanada itu bermana Michael Kovrig, diplomat Kanada dan Michael Spavor, konsultan Kanada.
Pengadilan
Cina kemarin menghukum mati warga Kanada, Robert Lloyd Schellenberg,
yang didakwa menyelundukan sabu-sabu. Trudeu menuding Cina memanfaatkan
hukuman mati ini sebagai balas dendam atas penahanan staf Huawei.
Cina
membantah tudingan Perdana Menteri Kanada itu. Schellenberg juga diberi
kesempatan mengajukan banding ke pengadilan lebih tinggai Cina untuk
mengurangi hukumannya.
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghadiri upacara penyambutan di depan
Balai Agung Rakyat di Beijing, China, Selasa (18/7/2017).
(REUTERS/Jason Lee )
New York (CB) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada
Selasa (15/1) berikrar bahwa setelah memangku jabatan Ketua Kelompok 77
(G77) dan China di Markas PBB di New York,akan melindungi kepentingan
kelompok tersebut.
"Kami meyakinkan Anda semua bahwa Negara Palestina, dalam mewakili G77
dan China mengenai semua masalah yang berkaitan dengan agenda Kelompok,
akan menelusuri jalan yang ditapaki oleh para ketua sebelum saya, dan
akan berjuang untuk menggolkan warisan dan tradisi Kelompok kita dalam
penanganan tantangan di hadapan kita untuk mewujudkan kemajuan dan
kemakmuran buat negara dan rakyat kita," kata Abbas setelah memangku
jabatan kedua blok terbesar di PBB itu, sebagaimana dikutip Kantor
Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. G77
mewakili 134 negara.
"Kami akan mencurahkan upaya kami untuk melindungi kepentingan Kelompok
dalam semua komponen geografis, yang dibimbing oleh prinsip persatuan
dalam keragaman, termasuk Afrika, dan dengan perhatian yang diperlukan
buat Negara Kurang Maju, Negara Berkembang Pulau Kecil, Negara
Berpenghasilan Menengah, serta rakyat yang berada di bawah koloni dan
pendudukan asing, untuk menjamin agar tak seorang pun tertinggal," kata
presiden Palestina tersebut.
Presiden Abbas mengatakan perdamaian di Timur Tengah akan sangat
meningkatkan pembangunan yang stabil dan berkelanjutan di semua negara
di wilayah itu. Ia menuding bahwa kolonisasi Israel dan pendudukan atas
Palestina merusak pembangunan di wilayah tersebut.
"Terwujudnya perdamaian dan keamanan di Timur Tengah akan secara
mencolok meningkatkan kesempatan bagi terwujudnya pembangunan yang
stabil dan berkelanjutan bagi semua negara di wilayah itu," katanya.
"Namun, sangat disesalkanbahwa kolonisasi Israel yang berlanjut merusak
pembangunan kami dan kemampuan bagi kerja sama dan koordinasi serta
menghalangi kerekatan pembangunan masa depan buat semua bangsa di
wilayah tersebut," tambah Abbas.
Ilustrasi bendera Palestina di kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. (Reuters/Andrew Kelly)
Jakarta, CB -- Palestina menyatakan tetap akan mengajukan permintaan menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Meski begitu, kemungkinan besar langkah mereka akan dijegal oleh veto Amerika Serikat, yang merupakan sekutu Israel.
"Kami
tahu bahwa kami akan menghadapi veto AS, tapi itu tidak akan menjegal
kami untuk mengajukan permintaan (keanggotaan penuh di PBB)," ucap
Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki di markas PBB, New York,
pada Selasa (15/1) kemarin.
Riyad menuturkan Palestina akan mulai
melobi 15 anggota Dewan Keamanan (DK) PBB terkait pengajuan permintaan
keanggotaan dalam beberapa pekan ke depan.
Palestina sebelumnya pernah mengajukan permintaan yang sama pada 2011 lalu. Namun, usulan itu tidak pernah dibahas oleh DK PBB.
Selama ini perwakilan Palestina hanya berstatus sebagai pengamat di PBB.
Status itu diberikan Majelis Umum PBB pada tiga tahun lalu.
Dengan
menjadi anggota penuh PBB, Palestina berarti diakui sebagai sebuah
negara berdaulat di mata seluruh peserta organisasi tersebut.
Sekitar
137 dari total 193 negara anggota PBB saat ini telah mengakui Palestina
sebagai sebuah negara, meski dalam beberapa konteks tertentu saja.
Namun, sebelum diputuskan dalam sidang Majelis Umum PBB, permintaan
keangggotaan Palestina pertama-tama harus melewati DK PBB dan disetujui
oleh seluruh anggota dewan tersebut, di mana AS merupakan salah satu
anggota permanen di dalamnya.
Tahun ini, Palestina terpilih menjadi ketua forum negara-negara berkembang PBB atau dikenal dengan Group of 77.
Dalam
pidatonya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan prestasi itu
semakin meningkatkan profil Palestina karena berhasil memimpin blok
terbesar di PBB tersebut.
Abbas juga menegaskan komitmennya terkait solusi dua negara sebagai jalan tengah mengakhiri konflik dengan Israel.
Dalam kesempatan itu, Abbas menuduh Israel menghambat setiap kemajuan dan pembangunan di Timur Tengah.
"Berlanjutnya penjajahan dan pendudukan Israel atas Palestina merongrong
perkembangan dan kapasitas kami untuk kerja sama, koordinasi, dan
menghalangi perkembangan masa depan dari semua orang di wilayah itu,"
kata Abbas seperti dikutip AFP.
"Kami berkomitmen untuk solusi
damai yang mengakhiri pendudukan dan realisasi kemerdekaan Palestina
dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, hidup berdampingan secara
damai dan aman bersama negara Israel," ujar Abbas.
Pasukan Israel dengan kendaraan militer dan buldozer mendesak masuk ke utara Gaza.
CB,
GAZA -- Pasukan Israel pada Selasa pagi (15/1) menerobos ke dalam Kota
Kecil Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza.
Menurut beberapa sumber Palestina, yang dikutip Kantor Berita Arab Saudi (SPA),
tentara Israel yang didukung oleh kendaraan militer dan buldozer
mendesak masuk sampai puluh meter ke dalam daerah tersebut. Mereka
mengacak-acak tanah milik orang Palestina.
Sementara itu,
di bagian utara Ramallah di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan,
pasukan Israel memukuli satu orang Palestina sampai ia luka parah.
Pasukan Israel menahan dia untuk waktu lama di pos pemeriksaan militer
Israel, Atara, sebelum membebaskan dia.
Orang Palestina
tersebut, yang diidentifikasi sebagai Hanthala Ash-Shaikh dari Desa Beit
Iksa di Jerusalem, mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA,
tentara Israel di pos pemeriksaan Atara menghentikan mobilnya dan
menyita tanda pengenalnya sebelum memukuli dia sampai luka parah serta
menghancurkan mobilnya. Tentara Israel berdalih mereka "mencari
senjata".
Orang Palestina itu menderita luka gores dan memar di seluruh tubuhnya.
Kepala
staff militer baru Israel Letjen Aviv Kochavi bersumpah untuk
memperkuat kemampuan tentara Israel dan mengubahnya menjadi kekuatan
yang mematikan. Foto/Istimewa
TEL AVIV
- Kepala staff militer Israel yang baru, Letnan Jenderal Aviv Kochavi
bersumpah untuk memperkuat kemampuan tentara Israel dan mengubahnya
menjadi kekuatan yang mematikan dan efisien.
"Sekarang, seperti
giliran saya, dan saya telah menerima tanggung jawab memimpin pasukan,
saya berkomitmen untuk mendedikasikan seluruh energi saya, dengan
pendekatan kritis dan menuntut, untuk memperkuat tembok pertahanan
kita," kata Kochavi.
"Untuk melatih ancaman sekarang dan masa
depan, yang berfokus pada penguatan kemampuan serangan kami terhadap
musuh-musuh kami, dan menghadirkan pasukan yang mematikan, efisien dan
modern, yang mempertahankan misinya dan keunikannya," sambungnya,
seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (15/1).
Kochavi
sendiri sempat bertugas di Brigade Penerjun dan dipromosikan ke
beberapa posisi sampai ia menjadi komandan Brigade Utara. Dia adalah
komandan unit senjata, komandan Brigade Gaza, kepala Divisi Operasi di
Dinas Intelijen Militer Israel, sebelum memimpin badan yang sama.Dia
juga sempat menjabat sebagai wakil kepala staf militer Israel.
Sebelumnya,
pensiunan militer Israel, Mayor Jenderal Yitzhak Brick mengungkap
rahasia, sekaligus kelemahan militer Israel. Brick menyatakan bahwa
tentara Israel tidak siap, baik secara mental ataupun kemampuan, untuk
terjun di medan perang.
Bricks, yang baru saja pensiun dengan
jabatan terakhir sebagai ombudsman Pasukan Pertahanan Israel atau IDF,
mengatakan militer Israel saat ini tidak mempersiapkan tentara dengan
baik.
"Israel saat ini membentuk tentara ke dalam situasi di mana
ia dapat memberikan jawaban atas dua ancaman Lebanon dan Gaza.
Tampaknya telah terjadi perubahan di Timur Tengah, Suriah telah kembali.
Ancaman utama yang belum dipertimbangkan sudah dekat kita," ucapnya.
"Bagaimana
Anda membangun pasukan tanpa mempertimbangkan perubahan di Timur
Tengah? Ini adala sesuatu tidak bertanggung jawab di tingkat nasional,"
sambungnya.
Dia mengatakan misinya sebagai ombudsman adalah
memecahkan gelembung ilusi IDF, yakni apa yang terjadi dengan militer
Israel, perkembangan apa saja, hanya boleh diketahui oleh lingkup
internal.
"Rahasia terdalam militer, bahwa mereka melakukan
segalanya untuk menjaga keamanan, adalah bahwa apa yang terjadi di
militer tetap ada di sana. Mereka telah melakukannya dengan sukses luar
biasa sampai hari ini, sampai Brick ini datang dan memecahkan
gelembung," ungkapnya.