Kamis, 17 Januari 2019

Palestina Resmi Menjadi Ketua dari G77


Presiden Palestina Mahmoud Abbas
Presiden Palestina Mahmoud Abbas
Foto: AP Photo/Richard Drew
Abbas kembali menyuarakan kecaman terhadap pendudukan Israel.



CB, NEW YORK -- Palestina telah resmi menjadi ketua dari Group of 77 (G77) pada Selasa (15/1). Presiden Abbas menghadiri langsung acara pengukuhan yang digelar di markas PBB di New York, Amerika Serikat.

"Saya senang mengambil alih hari ini kepemimpinan G77 atas nama rakyat Palestina dan Negara Palestina. Merupakan tanggung jawab besar bahwa Negara Palestina akan menanggung kerendahan hati sepenuhnya," kata Abbas dalam pidatonya, dikutip laman the Times of Israel.


Pada kesempatan tersebut, Abbas kembali menyuarakan kecaman terhadap pendudukan Israel. Menurutnya hal itu menjadi hambatan utama dalam proses pembangunan di Timur Tengah.

"Kolonisasi dan pendudukan Israel yang berkelanjutan atas Negara Palestina merongrong pengembangan dan kapasitas kita untuk kerja sama, koordinasi, dan menghambat pembangunan masa depan yang kohesif dari semua orang di wilayah itu," ujar Abbas.



Kendati demikian, dia menekankan bahwa Palestina masih berkomitmen terhadap solusi damai guna mengakhiri konflik dengan Israel yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Abbas juga mengutuk segala bentuk terorisme terlepas dari siapa yang melakukannya. "Terorisme terjadi di seluruh dunia setiap hari. Itu adalah wabah dan karena itu saya meminta semua negara di dunia untuk bekerja sama untuk mengakhiri terorisme, untuk mencabutnya," katanya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengucapkan selamat kepada Palestina karena telah dipercaya memimpin G77. Guterres juga mengucapkan terima kasih kepada presiden Mesir.


"Saya mengucapkan selamat kepada Negara Palestina sebagai ketua G77 dan Cina tahun ini, dan saya berterima kasih kepada Presiden Mesir atas kepemimpinannya pada 2018. G77 adalah kekuatan utama yang mendorong solusi multilateral untuk tantangan global," ucap Guterres melalui akun Twitter pribadinya.

Para pejabat Palestina menilai kepemimpinan Palestina di G77 adalah langkah awal menuju keanggotaan penuh di PBB.


Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat mengatakan terpilihnya Palestina sebagai ketua G77 merupakan langkah bersejarah yang dihasilkan melalui pengorbanan rakyat dan perjuangan panjang mereka untuk kebebasan.

"(Hal ini) menandakan pengakuan komunitas internasional atas kenegaraan Palestina dan hak kita menentukan nasib sendiri. Terlepas dari kenyataan di bawah pendudukan militer Israel, Palestina dapat memainkan peran penting dalam sistem global," kata Erekat dikutip laman Press TV.

G77 dibentuk pada 15 Juni 1964 melalui pengesahan Deklarasi Bersama dari 77 anggota negara berkembang. Namun saat ini, G77 dan Cina telah beranggotakan 133 negara.

G77 dan Cina pada dasarnya merupakan forum yang bertujuan mendorong kerja sama internasional di bidang pembangunan, khusus bagi negara-negara berkembang. Pada perkembangannya, kegiatan G77 dan Cina tidak hanya ditujukan memberi dorongan dan arah baru bagi pelaksanaan kerja sama antara Utara-Selatan di berbagai bidang pembangunan internasional.


G77 juga memperluas kerja sama dalam memantapkan hubungan yang saling menguntungkan dan saling mengisi antara sesama negara berkembang melalui Kerja Sama Selatan-Selatan.






Credit  republika.co.id