Kamis, 21 Juli 2016

AS dan Sekutunya Bahas Serangan Pamungkas Berangus ISIS


 
AS dan Sekutunya Bahas Serangan Pamungkas Berangus ISIS
AS dan sekutunya tengah mempersiapkan serangan pamungkan untuk menghancurkan ISIS di Suriah dan Irak. | (Istimewa)
 
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ash Carter mengatakan, AS dan sekutunya telah menyepakati strategi untuk memberangus kelompok ekstrimis ISIS. Rencananya, serangan itu akan dipusatkan di dua kota yang selama ini dikenal sebagai basis terkuat ISIS.

Carter mengatakan, AS dan sekutunya akan menyudutkan militan ISIS di benteng mereka yang ada di Raqqa, Suriah, dan yang ada di Mosul, Irak. Namun ia memperingatkan bahwa strategi ini tidak akan menghilangkan ideologi kekerasan atau kemampuan serangan musim semi di tempat lain.

"Biarkan saya memperjelas: Kontrol ISIS atas kota-kota seperti Mosul dan Raqqa berada diujung keruntuhan," kata Carter seperti dikutip dari BBC, Kamis (21/7/2016).

Pertemuan yang dilakukan di Washington ini dihadiri oleh perwakilan 30 negara sekutu AS. Selain membahas rencana untuk memberikan kekalahan abadi kepada ISIS, pertemuan ini juga difokuskan pada rencana stabilisasi wilayah yang telah dibebaskan dari ISIS.

"Kita harus memastikan bahwa mitra kami memiliki apa yang mereka butuhkan untuk memenangkan pertarungan dan kemudian mempertahankannya, membangunnya kembali, dan membangun pemerintahan di wilayah itu," tukas Carter.




Credit  Sindonews


Tolak Dicap Otoriter, Erdogan Bilang Kudeta Kejahatan pada Negara


 
Tolak Dicap Otoriter Erdogan Bilang Kudeta Kejahatan pada Negara
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. | (Reuters/Umit Bektas)
 
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak anggapan bahwa dia menjadi sosok otoriter. Menurutnya, kudeta merupakan kejahatan terhadap negara dan pembersihan dilakukan untuk menyelamatkan demokrasi.

Berbicara melalui seorang penerjemah dalam sebuah wawancara dengan penyiar Al Jazeera, Erdogan mengatakan bahwa demokrasi Turki berada di bawah ancaman.

”Kami akan tetap berada di dalam sistem parlementer yang demokratis, kami tidak akan pernah mundur dari itu,” katanya di istana presiden di Ankara.

”Namun, apa pun itu yang diperlukan untuk perdamaian dan stabilitas bangsa akan dilakukan,” lanjut Erdogan.

 

Komentar Erdogan muncul menjelang pengumuman status darurat selama tiga bulan sebagai respons Pemerintah Turki dalam menganggapi kudeta militer yang gagal.

”Saya ingin menggarisbawahi bahwa deklarasi keadaan darurat memiliki tujuan tunggal, mengambil tindakan yang diperlukan dalam menghadapi ancaman teroris yang dihadapi negara kita,” kata Erdogan, yang dikutip Kamis (21/7/2016).

Dia bersumpah untuk membersihkan “virus” di korps militer Turki. Erdogan memastikan setiap langkah yang diambil pemerintah usai upaya kudeta berada di dalam koridor hukum.

Dalam wawancara tersebut Erdogan menggambarkan kudeta sebagai "kejahatan terhadap negara Turki". Data terbaru, target “pembersihan” oleh Pemerintah Erdogan usai upaya kudeta mencapai sekitar 60 ribu orang, dari kalangan militer hingga akademisi.

Erdogan melawan kritik soal banyaknya penangkapan yang dilakukan pemerintahnya usai kudeta gagal. Menurutnya, negara-negara lain juga melakukan hal serupa ketika negara berada dalam bahaya.

”Sebagai contoh, dalam menghadapi aksi terorisme, Prancis mengambil banyak langkah,” ujar Erdogan.

”Apakah mereka tidak menahan orang-orang secara massal? Apakah mereka tidak menangkap orang-orang dalam jumlah yang sangat tinggi? Kita tidak dapat menyangkal situasi tersebut.”




Credit  Sindonews


Eropa Kritik Rencana Hukuman Mati, Erdogan Minta Tengok Amerika

 
Eropa Kritik Rencana Hukuman Mati Erdogan Minta Tengok Amerika
Rakyat Turki merayakan kegagalan kudeta militer. | (Reuters/Ammar Awad)
 
ANKARA - Uni Eropa mengkritik keras rencana Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan untuk menghidupkan kembali hukuman mati usai kudeta militer Turki yang berakhir dengan kegagalan. Erdogan membalas kritik dengan meminta untuk menengok penerapan serupa di negara maju seperti Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, Presiden Erdogan bersikeras bahwa keputusan Turki untuk menghidupkan kembali hukuman mati tidak akan mempengaruhi hubungan dengan Uni Eropa.

”Jika Uni Eropa menghormati demokrasi, itu akan menerima kehendak rakyat,” katanya. "Dunia ini tidak hanya Uni Eropa. Apakah Anda memiliki hukuman mati di AS, Rusia, China dan di banyak negara lain? Ya,” katanya lagi dalam wawancaranya dengan penyiar Al Jazeera yang dikutip Kamis (21/7/2016).

Keputusan untuk menghidupkan kembali hukuman mati di Turki, menurut Erdogan, tergantung keputusan parlemen.

“Jika parlemen membuat keputusan, maka tugas pemerintah yang berkuasa adalah untuk membuka jalan bagi hukuman ini diperkenalkan kembali. Orang-orang telah menyuarakan tuntutan ini. Mereka turun ke jalan dan terus berkata 'hukuman mati, hukuman mati’,” imbuh Erdogan.

Presiden Erdogan juga menolak anggapan bahwa dia menjadi sosok otoriter. Menurutnya, kudeta merupakan kejahatan terhadap negara dan pembersihan dilakukan untuk menyelamatkan demokrasi.

 

Erdogan mengatakan bahwa demokrasi Turki berada di bawah ancaman. ”Kami akan tetap berada di dalam sistem parlementer yang demokratis, kami tidak akan pernah mundur dari itu,” katanya.

”Namun, apa pun itu yang diperlukan untuk perdamaian dan stabilitas bangsa akan dilakukan,” lanjut Erdogan.

Komentar Erdogan muncul menjelang pengumuman status darurat selama tiga bulan sebagai respons Pemerintah Turki dalam menganggapi kudeta militer yang gagal.




Credit  Sindonews

Erdogan akan Diseret ke Pengadilan Jika Kudeta Berhasil

 Recep Tayyip Erdogan (Ilustrasi)
Recep Tayyip Erdogan (Ilustrasi)
 
CB,  ISTANBUL -- Aparat kepolisian menemukan dokumen hukum yang dianggap telah disusun untuk mengajukan tuntutan terhadap tokoh-tokoh senior pemerintah Turki, apabila kudeta militer pekan lalu berhasil.

Dokumen itu ditemukan selama proses penggeladahan di kantor Jaksa Penuntut Umum, Mehmet Sel, di Istanbul, beberapa saat setelah penangkapannya. Dalam dokumen itu, nama Presiden Recep Tayyip Erdogan ada di antara mereka yang akan menghadapi tuntutan atas 'proses penyelesaian' untuk mengakhiri konflik Kurdi.

Seperti dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (21/7), Mehmet Sel adalah satu di antara 71 hakim dan 39 jaksa dari Anadolu Palace of Justice yang diberhentikan pada Sabtu (16/7). Ia diberhentikan atas dugaan terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada hari sebelumnya. Ia telah ditangkap oleh pihak keamanan.

Dokumen itu ditujukan ke kantor kepala jaksa penuntut umum di Inegol, Provinsi Bursa. Selain Erdogan, tersebut pula nama Menteri Dalam Negeri Efkan Ala, Kepala Organisasi Intelijen Nasional Hakan Fikan, mantan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, dan mantan wakil PM Besir Atalay, serta Yalcin Akdogan.

Mereka dituduh telah mendukung kelompok-kelompok teroris antara kurun 2009 sampai 2015  menyusul pembicaraan damai dengan pemimpin PKK. Hal itu memungkinkan PKK mempunyai persediaan senjata dan bahan peledak di kota-kota di seluruh Turki.

Para pejabat senior Turki itu menjadi subjek penyelidikan karena dianggap telah 'melakukan tindak pidana membantu organisasi teror bersenjata'. Dokumen itu tidak ditandatangani, serta tidak memiliki tanggal kecuali tertera angka tahun 2016.

Menurut salah satu sumber, hal itu menunjukkan bahwa dokumen disiapkan dengan kemungkinan apabila kudeta berhasil. Pascakudeta, ribuang anggota dari sistem peradilan maupun tentara telah didakwa mempunyai hubungan dengan kudeta militer yang gagal tersebut.





Credit  REPUBLIKA.CO.ID

Menhan Sebut Pengadaan Alutsista Tak Lagi Libatkan Broker

 
Menhan Sebut Pengadaan Alutsista Tak Lagi Libatkan Broker 
  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan tak ada pelibatan pihak ketiga dalam pengadaan alutsista di Indonesia.(CNN Indonesia/Prima Gumilang)
 
Jakarta, CB -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan, tidak ada pelibatan broker (pihak ketiga) dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Indonesia.

 

"Enggak ada. Zaman saya G to G (antara dua pemerintah). Saya kan yang mengubah. Langsung," kata Ryamizard di Kantor Presiden, Rabu (20/7).

Dalam pembukaan rapat terbatas sore tadi, Presiden Joko Widodo memerintahkan Komite Kebijakan Industri Pertahanan memastikan pengadaan tidak melibatkan perantara atau broker.



Menurutnya, keterlibatan perantara dalam pembelian alutsista berpotensi memunculkan permainan harga dan bertentangan dengan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di badan negara.

Instruksi itu sesuai dengan tujuh prinsip pengadaan alutsista berdasarkan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 17 Tahun 2014, yakni efisien, efektif, transparan dalam pengelolaan anggaran, menjamin kerahasiaan, bersaing, akuntabel dan tidak diskriminatif.



Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim berpendapat, pelibatan perantara dalam pengadaan alutsista merupakan hal wajar. Imbauan Jokowi untuk menghindari broker, kata dia, didasari langkah Indonesia yang sedang membangun industri pertahanan dalam negeri.

"Batas kelaziman pelibatan broker bagaimana? Jangan sampai broker bermain sehingga mempengaruhi national interest. Menurut Jokowi broker fee tinggi," kata Silmy.


Credit  CNN Indonesia


Jokowi Larang Pengadaan Senjata TNI Lewat Broker

 
Jokowi Larang Pengadaan Senjata TNI Lewat Broker  
Tank-tank merupakan salah satu alat utama sistem senjata TNI. Alutsista, kata Jokowi, harus dibeli dengan efisien dan transparan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
 
Jakarta, CB -- Presiden Joko Widodo memerintahkan Komite Kebijakan Industri Pertahanan memastikan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak melibatkan perantara atau broker. Hal itu disampaikan Jokowi pada rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/7).

"Proses pengadaan alutsista harus dimulai dari interaksi antara pemerintah dengan pemerintah, government to government, untuk memangkas broker," ucap Jokowi.

Jokowi menilai, pelibatan perantara pada pembelian alutsista berpotensi memunculkan permainan harga. Hal itu bertentangan dengan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di badan negara.

"Proses G to G akan memperkuat pakta integritas untuk membentuk zona nol toleransi terhadap praktik korupsi yang ada di Indonesia," kata Jokowi.

Proses pengadaan alutsista di TNI diatur pada Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 17 Tahun 2014. Peraturan itu menyebut tujuh prinsip yang harus dipatuhi pejabat yang melaksanakan pengadaan alutsista, yakni efisien, efektif, transparan dalam pengelolaan anggaran, menjamin kerahasiaan, bersaing, akuntabel, dan tidak diskriminatif.

Pengadaan senjata juga harus memenuhi sejumlah etika, antara lain tidak saling memengaruhi yang dapat berakibat pada persaingan tidak sehat, dan tidak menerima atau menawarkan komisi kepada siapapun yang berkaitan dengan proses pengadaan persenjataan.

Jokowi mengatakan, KKIP harus menjamin pemenuhan postur kekuatan pokok minimum TNI pada periode 2019 hingga 2024 dilakukan secara transparan.

"Dengarkan masukan dari seluruh matra sehingga alutsista yang dibeli betul-betul sebuah kebutuhan, bukan sekedar keinginan-keinginan," ujarnya.

Dalam rapat terbatas tersebut, Jokowi menyebut sejumlah alutsista yang sepatutnya dimiliki masing-masing matra di TNI. Angkatan Darat, kata dia, harus memiliki alutsista berat seperti tank medium, helikopter serbu, dan persenjataan infanteri khusus.

Sementara Angkatan Laut harus diperkuat alutsista seperti kapal selam, kapal perang permukaan, serta sistem pengintaian maritim untuk pengamanan lokasi yang berpotensi menjadi lahan konflik.

Angkatan Udara, ujar Jokowi, sepatutnya memiliki alutsista strategis seperti jet tempur, pesawat angkut berat, sistem pertahanan rudal, dan sistem radar.




Credit  CNN Indonesia


Inggris Masukkan Kelompok Separatis China ke Daftar Teroris

 
Inggris Masukkan Kelompok Separatis China ke Daftar Teroris 
  Ratusan orang tewas dalam kekerasan selama beberapa tahun terakhir di Xinjiang, rumah bagi warga Muslim Uighur. (Guang Niu/Getty Images)
 
Jakarta, CB -- Inggris memasukkan Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM) sebagai “organisasi teroris Islam” yang mencoba untuk mendirikan “kalifah merdeka” di Xinjiang, China.

ETIM juga disebut sebagai Partai Islam Turkestan (TIP), dan sebelumnya sudah dimasukkan oleh Amerika Serikat dan PBB sebagai kelompok teroris.

Negara-negara Barat sebelumnya disebut enggan berbagi informasi intelijen dengan China atau bekerja sama soal melawan terorisme di Xinjiang. Alasannya, terutama karena China hanya memberi sedikit bukti untuk membuktikan keberadaan ETIM, selain juga kekhawatiran soal kemungkinan pelanggaran hak asasi manusia.

Penambahan ETIM ke daftar organisasi terlarang terjadi saat pemimpin China dan Inggris menyebut hubungan kedua negara sedang berada dalam "masa keemasan.”

Kementerian dalam negeri Inggris mengatakan ETIM berbasis di wilayah suku-suku Pakistan, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di China, serta terlibat dalam perang Suriah.

"Kami bersedia untuk bekerja dengan Inggris dan pihak lain untuk meningkatkan kerja sama kontraterorisme dan tegas menindak kelompok teroris internasional," kata kementerian dalam negeri China dalam sebuah pernyataan.

Ratusan orang tewas dalam gelombang kekerasan selama beberapa tahun terakhir di Xinjiang, rumah bagi warga Muslim Uighur. Beijing menyalahkan militan Islam dan kelompok separatis, meski kelompok hak asasi manusia menyebut kerusuhan di Xinjiang lebih merupakan reaksi terhadap kebijakan China yang represif.


Credit  CNN Indonesia








Panama Selidiki Invasi AS ke Negaranya pada 1989

 Mantan jenderal Panama Manuel Noriega didorong oleh polisi di atas kursi rodanya di penjara El Renacer di pinggiran Panama City, Panama pada 11 Desember 2011.
Mantan jenderal Panama Manuel Noriega didorong oleh polisi di atas kursi rodanya di penjara El Renacer di pinggiran Panama City, Panama pada 11 Desember 2011.
 
CB, PANAMA CITY -- Pemerintah Panama meluncurkan penyelidikan terhadap invasi AS ke negaranya pada 1989 yang menggulingkan Jenderal Manuel Noriega.

Dilansir dari BBC, Rabu (20/7), sebuah komisi akan menentukan berapa banyak orang yang tewas selama operasi tersebut, dan mengidentifikasi mereka.

Komisi tersebut juga akan memutuskan apakah kerabat korban berhak menerima kompensasi.

Secara resmi, 514 prajurit Panama dan warga sipil tewas. Namun, lembaga setempat mengatakan korban sebenarnya mendekati seribu orang. Sebanyak 23 personel militer AS tewas.

"Panama sedang mencari cara mengobati lukanya. Tidak bisa ada rekonsiliasi jika kebenaran tidak terungkap," ujar Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Panama Isabel de Saint Malo.

Manuel Noriega (83 tahun) kini berada di penjara Panama. Dia dipenjara karena  memerintahkan penghilangan para pembangkang saat ia berkuasa pada 1983-1989. Dia telah menjalani hukuman di AS dan Prancis.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID



Erdogan Tetapkan Negara dalam Keadaan Darurat

 Recep Tayyip Erdogan (Ilustrasi)
Recep Tayyip Erdogan (Ilustrasi)
 
CB, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberlakukan negara dalam keadaan darurat selama tiga bulan, Rabu. Kebijakan itu diambil untuk 'membersihkan' mereka yang terlibat dalam kudeta militer.

Menurut Erdogan, langkah tersebut sejalan dengan konstitusi Turki serta tak bertentangan aturan hukum dan kebebasan warga Turki.  Dengan status darurat, presiden dan kabinet dapat membuat aturan hukum tanpa persetujuan parlemen.

Pengumuman tersebut disampaikan Erdogan melalui siaran televisi langsung di depan menteri pemerintahan. Sebelumnya Erdogan terlebih dahulu bertemu dengan Dewan Keamanan Nasional.

Sinyal penetapan keadaan darurat sudah disampaikan sebelumnya oleh sekutu Erdogan.  Salah satu tokoh paling senior di Turki, Mustafa Sentop mengatakan, penetapan negara dalam keadaan darurat ini memang telah diperbolehkan oleh konstitusi.

Setiap keadaan darurat biasanya akan bertahan sampai enam bulan dan tidak akan mempengaruhi kehidupan warga. Dia juga menyerukan pemulihan hukuman mati terhadap tindakan kejahatan yang ditujukan untuk mengubah tatanan konstitusional.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID





India Kerahkan Hampir 100 Tank ke Perbatasan China

 
India Kerahkan Hampir 100 Tank ke Perbatasan China
India mengerahkan kendaraan berat ke wilayah yang berbatasan dengan China. | (Istimewa)
 
NEW DELHI - Ketegangan diantara dua negara, China dan India, semakin memanas. Terbaru, New Delhi mengerahkan hampir 100 tank ke wilayah yang berbatasan dengan China.

Dalam upaya untuk meningkatkan kehadiran militer di daerah, India telah mengirimkan tank T-72 buatan Rusia ke wilayah Ladakh yang berbatasan dengan China. "Lembah-lembah datar yang luar dai sepanjang pegunungan memingkinkan pergerakan lapis baja, selain itu, telah terjadi peningkatan tingkat kekuatan di perbatasan," ujar seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya kepada NDTV.

Tank-tank yang dikirimkan telah mengalami peningkatan signifikan yang lebih baik untuk menghadapi iklim di wilayah itu. "Kami telah membeli aditif khusus dan pelumas untuk medang dengan ketinggian tinggi seperti diesel khusus musim dingin dan aditif untuk sistem pelumasan yang mencegah pembekuan," kata Kolonel Vijay Dalal.

Seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (21/7/2016), ini menandai resimen ketiga yang ditempatkan di Ladakh oleh India sejak 2014. Ketegangan diantara ke dua negara tetangga ini terjadi baru-baru ini. Awal bulan ini, Angkatan Laut India mengerahkan tiga kapal perang ke Laut China Selatan.

"Kapal-kapal tersebut tengah melakukan kunjungan untuk melakukan latihan dengan Angkatan Laut Malaysia dengan tujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dalam komunikasi serta prosedur SAR," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan India.

Malaysia saat ini bertentangan dengan China atas klaim teritorial di Selat Malaka. Sedangkan Beijing dan New Delhi bersaing dalam mendapatkan kerjasama dengan Nepal. Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Sharma Oli telah menyatakan minat dalam bekerjasama lebih erat dengan pemerintah Cina, namun India tidak mungkin menyerahkan pengaruhnya atas Kathmandu.




Credit  Sindonews



Di Depan China, AS Tegaskan Akan Tetap Beroperasi di LCS

 
Di Depan China AS Tegaskan Akan Tetap Beroperasi di LCS
Komandan operasi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di perairan China, John Richardson menegaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi di kawasan Laut China Selatan. (Istimewa)
 
BEIJING - Komandan operasi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di perairan China, John Richardson menegaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi di kawasan Laut China Selatan. Hal itu disampaikan Richardson saat mengunjungi markas Angkatan Laut China.
 
Berbicara paska melakukan pertemuan dengan Komandan armada utara China Yuan Yubai, Richardson mengatakan, AS akan melakukan operasi di seluruh dunia, selama itu masih sesuai dengan hukum laut interinasional. Itu berarti termasuk melalukan operasi di kawasan Laut China Selatan.
 
"Angkatan Laut AS akan terus melakukan operasi rutin di seluruh dunia, termasuk di Laut China Selatan, untuk melindungi hak-hak, kebebasan dan penggunaan yang sah dari laut dan udara. Ini tidak akan berubah," ucap Richardson, seperti dilansir Reuters pada Rabu (20/7).
 
Dalam pertemuan itu, Richardson juga mengatakan, Angkatan Laut China harus memiliki sikap yang profesional, khususnya saat bertindak di kawasan Laut China Selatan.
 
"Tapi saya akan terus menilai kembali dukungan saya pada lanjutan interaksi yang aman dan profesional di laut. Di daerah ini kita harus menilai satu sama lain dengan perbuatan dan tindakan kita, tidak hanya dengan kata-kata kita," tambahnya.
 
AS telah beberapa kali mengeluhkan tindakan yang dilakukan oleh pesawat dan kapal China dikawasan sengeketa itu. AS menyebut apa yang dilakukan kapal dan pesawat China adalah manuver yang yang sangat berbahaya.



Credit  Sindonews




Kamboja Luncurkan Penyelidikan Terkait Kabar Upaya Kudeta

 
Kamboja Luncurkan Penyelidikan Terkait Kabar Upaya Kudeta
Militer Kamboja dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan terkait adanya kabar upaya kudeta terhadap Perdana Menteri Hun Sen. (Istimewa)

PHNOM PENH - Militer Kamboja dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan terkait adanya kabar upaya kudeta terhadap Perdana Menteri Hun Sen. Kabar adanya upaya itu muncul di tengah belum stabilnya situasi politik di negara tersebut.

"Penyelidikan militer berpusat pada seorang pria yang mengumumkan rencana untuk menggulingkan Hun Sen di Facebook dan YouTube dan meminta orang lain untuk bergabung dengannya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Chhum Sucheat.

"Pihak berwenang sedang menyelidiki dan mencari dia. Pria itu diidentifikasi sebagai Vichea Som," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (20/7).

Vichea Som dalam video yang diunggah ke Youtube menuduh pemerintah Hun Sen berada di balik perampasan tanah besar di salah satu negara termiskin di Asia Tenggara. Dia juga menuduh pemerintah melakukan pembunuhan profil tinggi dan pelanggaran hak asasi manusia.

"Dalam waktu dekat, silakan bagi semua kekuatan yang ada untuk bersatu dan melawan rezim diktaktor," ucap Vichea Som dalam video itu.

Berita upaya kudeta itu juga datang sehari setelah seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) yang bertanggung jawab atas hak asasi manusia mendesak rival politik Kamboja untuk kembali ke perundingan, di tengah memburuknya situasi di negara tersebut.



Credit  Sindonews








Rabu, 20 Juli 2016

Korut Klaim Tes Rudal sebagai Simulasi Serangan ke Korsel

 
Korut Klaim Tes Rudal sebagai Simulasi Serangan ke Korsel  
Hanya ada sedikit bukti yang kuat untuk memastikan apakah Korea Utara telah berhasil mengembangkan hulu ledak nuklir untuk rudal. (Reuters/KCNA)
 
Jakarta, CB -- Korea Utara menyatakan telah melakukan uji coba rudal balistik yang merupakan simulasi serangan pencegahan menargetkan pelabuhan Korea Selatan dan pangkalan udara yang digunakan oleh militer Amerika Serikat. Pernyataan Korut ini diduga merujuk pada peluncuran tiga rudal balistik pada awal pekan ini.

Menurut laporan kantor berita resmi Korut, KCNA, pada Rabu (20/7) pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi sendiri uji coba yang berhasil menguji simulasi ledakan dari hulu ledak nuklir yang dipasang di rudal.

Laporan KCNA itu tidak memberikan rincian soal tanggal uji coba rudal, seperti umumnya laporan di media ini. Surat kabar resmi Partai Pekerja Korea yang berkuasa, Rodong Sinmun, memuat foto Kim dengan ajudan militernya, nampaknya tengah mengamati uji coba rudal balistik.

Korea Utara menembakkan tiga rudal balistik yang terbang setinggi 500 km hingga 600 km ke arah laut lepas pantai timur, menurut laporan militer Korea Selatan.

Uji coba itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan merupakan aksi provokatif terbaru yang dilakukan oleh negara yang terisolasi setelah serangkaian uji coba senjata nuklir.

"Latihan ini dilakukan dengan membatasi lapangan tembak di bawah kondisi simulasi serangan pencegahan terhadap pelabuhan dan lapangan udara di panggung operasional Korea Selatan, di mana peralatan perang nuklir kaum imperialis AS akan diluncurkan," bunyi laporan KCNA.

"Dan sekali lagi, [uji coba ini] memeriksa fitur operasional dari hulu ledak nuklir yang dipasang di roket balistik di ketinggian yang ditunjuk di atas area target," tulis KCNA.

Yang Uk, seorang peneliti senior di Forum Pertahanan dan Keamanan Forum dan penasihat kebijakan untuk angkatan laut Korea Selatan, menyatakan hanya ada sedikit bukti yang kuat untuk memastikan apakah Korea Utara telah berhasil mengembangkan hulu ledak nuklir untuk rudal.

"Tapi ini menjadi pengingat bahwa mereka terus melakukan pengembangan hulu ledak nuklir, dan hal itu sendiri merupakan peningkatan risiko bagi kami," kata Yang menambahkan.

Peluncuran rudal Korut pada Selasa dipandang sebagai salah satu upaya Korut unjuk kekuatan, sepekan setelah Korsel dan AS memilih lokasi pengerahan sistem pertahanan anti-rudal Terminal High Altitude Area Defence untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara.

Korea Utara bersumpah akan melakukan "respon fisik" terkait tindakan Korsel dan AS itu.

Korut dan Korsel secara teknis hingga kini masih berperang, karena Perang Korea tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.



Credit  CNN Indonesia






Mantan Presiden Filipina Macapagal Arroyo Dibebaskan



Mantan Presiden Filipina Macapagal Arroyo Dibebaskan  
Meskipun ditahan di rumah sakit Veterans Memorial Medical Center sejak 2012 dan menderita penyakit tulang belakang, Arroyo tetap merupakan tokoh berpengaruh dalam politik dalam negeri Filipina. (Carlos Alvarez/Getty Images)
 
Jakarta, CB -- Mahkamah Agung Filipina menolak kasus korupsi terhadap mantan presiden Gloria Macapagal Arroyo dan memerintahkannya untuk segera dibebaskan setelah lima tahun tak diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Arroyo, 69, memimpin Filipina dari 2001 hingga 2010, namun periode kepresidenannya terganggu oleh sejumlah tuduhan korupsi dan konflik kepentingan.

Menurut laporan Philippine Star‎, juru bicara pengadilan Theodore Te menyatakan dalam konferensi pers bahwa keputusan ini dicapai setelah Pemungutan suara hakim menunjukkan 11 hakim setuju untuk menolak kasus korupsi terhadap Arroyo karena kurangnya bukti. Hanya empat hakim yang menyetujui kasus ini dilanjutkan.

"Terima kasih Tuhan. Kami sangat bahagia. Mereka merenggut enam tahun dari hidupnya, seorang wanita yang tak bersalah," kata suaminya, Jose Miguel Arroyo.

Arroyo awalnya ditahan karena dugaan kecurangan pemilu, namun kemudian didakwa dengan kasus korupsi penyalahgunaan dana lotre negara sebesar 366 juta peso, atau sekitar Rp102 miliar. Sebagian dana itu di antaranya dialokasikan untuk pengumpulan informasi intelijen.

Meskipun ditahan di rumah sakit Veterans Memorial Medical Center sejak 2012 dan menderita penyakit tulang belakang, Arroyo tetap merupakan tokoh berpengaruh dalam politik dalam negeri Filipina. Dia terpilih kembali untuk kongres pada Mei lalu untuk ketiga kalinya, meskipun tidak menghadiri setiap sesi kongres.

Keputusan pengadilan ini hampir pasti akan disambut oleh Presiden Rodrigo Duterte, yang sudah berjanji akan berupaya membebaskannya.

Arroyo masih harus menjalani penyelidikan atas sejumlah dugaan suap soal kesepakatan internet dengan perusahaan China, ZTE Corp pada 2007 sebesar US$329 juta, atau setara Rp4,3 triliun. Ia menampik semua tuduhan dan mengajukan jaminan.


Credit  CNN Indonesia




Mengenang Kejatuhan Konstantinopel

 Muhammad Al Fatih
Muhammad Al Fatih
 
CB, Syahdan, Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabat. ''Ya Rasul, mana yang lebih dahulu jatuh ke tangan kaum Muslimin, Konstantinopel atau Romawi?'' Nabi menjawab,''Kota Heraklius (Konstantinopel). (Hadits riwayat Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim). 
Menjelang waktu Ashar pada 29 Mei 1453, atau tujuh abad kemudian, ramalan Nabi terbukti. Dengan kekuatan tak kurang 100 ribu pasukan, pasukan kekalifahan Utsmani dibawah komando Mehmed II, dikenal dengan panggilan Muhamad Al-Fatih, berhasil menaklukkan jantung peradaban Kristen terbesar saat itu. 
Mirip Tembok Besar di Cina, kota Konstantinopel dinaungi benteng yang terbentang sejauh total 20 kilometer guna menghindari serangan musuh. Serangan pasukan Al-Fatih sudah dimulai sejak 6 April atau lebih dari sebulan sebelumnya tanpa hasil memuaskan. Tak mudah menundukkan Konstantinopel. Upaya penaklukan bahkan sudah dilakukan sejak tahun 44 Hijriah pada era Muawiyah bin Abu Sofian.
Pasukan artileri Al-Fatih gagal menusuk dari sayap barat lantaran dihadang dua lapis benteng kukuh setinggi 10 meter. Mencoba mendobrak dari selatan Laut Marmara, pasukan laut Al-Fatih terganjal militansi tentara laut Genoa pimpinan Giustiniani. Sadarlah Al-Fatih, titik lemah Konstantinopel adalah sisi timur yakni selat sempit Golden Horn.
Selat ini dibentang rantai besar, memusykilkan armada kecil sekali pun untuk melewatinya. Tapi Al-Fatih saat itu usianya 23 tahun tak kehabisan akal. Ia menggusur kapal-kapalnya dari laut ke darat, demi menghindari rantai besar. Sebanyak 70 kapal digotong ramai-ramai ke sisi selat dalam waktu singkat pada malam hari. Inilah awal dari kejatuhan Konstantinopel yang fenomenal. 
Jatuhnya Konstantinopel menjadi pintu gerbang bagi kekalifahan Utsmani untuk melebarkan sayap kekuasaanya ke Mediterania Timur hingga ke semenanjung Balkan. Peristiwa ini kelak menjadi titik krusial bagi stabilitas politik Utsmani sebagai kekuatan adikuasa kala itu, jika bukan satu-satunya di dunia. Tanggal 29 Mei 1453 juga ditandai sebagai era berakhirnya Abad Pertengahan.
Nama Konstantinopel kemudian diubah menjadi Istanbul yang berarti kota Islam. Istanbul, kerap dilafalkan Istambul, kemudian sebagai ibu kota kekalifahan Utsmani hingga kejatuhannya pada 1923. Kota pelabuhan laut ini menjadi pusat perdagangan utama Turki moderen saat ini. Secara geografis, wilayah Istanbul 'terbelah' dua dan masing-masing terletak di Asia dan Eropa. Berpenduduk hingga 16 juta jiwa, Istanbul adalah salah satu kota terpadat di Eropa.







Credit  REPUBLIKA.CO.ID






China Peringatkan Filipina, Berunding atau Perang



Jet militer China di LCS (Foto: BBC)
Jet militer China di LCS (Foto: BBC)

MANILA - Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay Jr, pada Selasa (19/7/2016) mengungkap peringatan dari China yang minta berunding soal sengketa wilayah Laut China Selatan di luar putusan pengadilan arbitrase. Menurutnya, China memperingatkan untuk berunding atau perang.

Yasay mengaku memiliki kesempatan untuk membahas putusan pengadilan arbitrase bersama Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, di sela-sela pertemuan Asia-Eropa di Mongolia akhir pekan lalu. Namun, Menlu Filipina itu menolak permintaan Menlu China untuk berunding di luar putusan pengadilan arbitrase.

Seperti diketahui putusan pengadilan arbitrase di Den Haag yang keluar pada 12 Juli 2016 lalu memenangkan semua gugatan Filipina terhadap China perihal sengketa wilayah di kawasan Laut China Selatan.

”Mereka telah bersikeras kepada kami untuk tidak, atau bahkan membuat komentar tentang itu. Dan juga telah meminta kami untuk membuka diri guna bernegosiasi bilateral tetapi di luar putusan arbitrase,” ujar Yasay dalam sebuah wawancara dengan ANC’s Headstart.

Meski demikian, Yasay tetap menolak permintaan Wang Yi, karena tidak konsisten dengan konstitusi negara dan kepentingan nasional Filipina.

Yasay melanjutkan bahwa Wang Yi kemudian memperingatkan dirinya bahwa konfrontasi mungkin pecah jika Filipina bersikeras pada putusan Pengadilan Tetap Arbitrase (PCA).

”Mereka mengatakan bahwa, jika Anda akan bersikeras pada putusan dan tidak mendiskusikannya di sepanjang jalur tersebut, maka kita mungkin akan menuju konfrontasi,” lanjut Yasay, seperti dikutip Philstar.

Diplomat top Filipina ini menginginkan jaminan bahwa nelayan Filipina diizinkan mengakses ke Scarborough Shoal, wilayah yang jadi sengketa kedua negara.

Menurutnya, China harus memikirkan kembali posisinya pada klaim “Nine-Dash Line” yang disengketakan menyusul putusan Pengadilan Tetap Arbitrase. Sebab, jika mengabaikan maka China akan kehilangan rasa hormat dari masyarakat internasional.

”Sidang arbitrase benar-benar menolak klaim tidak posisi China pada ‘Nine-Dash Line’ yang bersangkutan," pungkas Yasay.



Credit  Okezone






Kapal Perang KRI Cakalang 852 Resmi Dimiliki TNI AL



Kapal Perang KRI Cakalang 852 Resmi Dimiliki TNI AL
Foto: KRI Cakalang/ Kartika detikcom


Jakarta - Kapal perang Patroli Cepat (PC-43 M) KRI Cakalang 852 secara resmi dikukuhkan sebagai Alutsista TNI AL. Upacara peresmian dilakukan di Pelabuhan Sunda Kelapa. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kapal yang memiliki persenjataan meriam dan mitraliur kaliber 30 mm dan kaliber 12,7 mm ini akan berada di bawah jajaran Satuan Kapal Patroli Koarmabar dengan homebase di Belawan, Sumatera Utara.

KRI Cakalang/ Kartika detikcom


KRI Cakalang 852 sebelumnya telah diluncurkan di perairan Banten tepatnya di sekitar Salira. Peresmian ini juga sekaligus dengan acara pengukuhan Komandan kapal Mayor Laut Akhmad Effendy Kurniansyah.

"Pada hari ini Rabu 20 Juli 2016 pukul 11.55 WIB saya resmikan KRI Cakalang sebagai kapal perang Republik Indonesia dan masuk dalam jajaran kapal patroli armada RI kawasan barat," kata Ade dalam sambutannya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jl Maritim, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (20/7/2016).

Upacara diawali dengan pasukan barisan yang membuka formasi dan memulai upacara. Setelah Inspektur Upacara memasuki lapangan upacara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih yang diiringi lantunan lagu Indonesia Raya dan hormat senjata dari seluruh pasukan upacara.

"Dibandingkan dengan luas wilayah yang harus diamankan TNI masih memiliki armada yang terbatas jumlahnya, dengan kehadiran KRI Cakalang 852 diharapkan dapat meningkatkan kontribusi. Saya intruksikan untuk selalu merawat dan menggunakan dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugas," amanat Ade.

Peresmian KRI Cakalang 852 ditandai dengan pemecahan kendi oleh Inspektur Upacara. Dilanjutkan dengan sambutan dari Dirut PT Caputra Mitra Sejati (CMS) Kris Pramono.

Sebelumnya, KRI Cakalang 852 dilepas ke laut dari galangan kapal PT Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten pada Kamis (10/3). Simbolisasi pelepasan dipimpin Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksma TNI Mulyadi yang ditandai dengan pemecahan kendi dan pemotongan tali tross kapal.

KRI Cakalang 852 memiliki panjang 44,40 meter, lebar 7,4 meter dan tinggi tengah kapal 3,4 meter. Kapal ini memiliki mesin utama 3x1.800 Hp dengan putaran mesin 2.300 rpm.

Kecepatan maksimum mencapai 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan daya jangkau 1.632 Nm. Kapal dengan bobot 230 ton ini mampu memuat tanki bahan bakar hingga 56.000 liter.

Bagaimana dengan harga?

"Ini kan Rp 74,5 miliar. Murah kalau dibeli di sini, di luar negeri mahal. Kalau kita produk dalam negeri itu bisa harganya lebih murah," tutupnya.




Credit Detik.com




Melihat Kekuatan Armada Laut Selatan Tiongkok

 Melihat Kekuatan Armada Laut Selatan Tiongkok
Tiongkok memiliki tiga armada laut, yaitu Armada Laut Timur, Armada Laut Utara, dan Armada Laut Selatan. Armada Laut Selatan bermarkas di Guangzhou dan beroperasi di Selatan Tiongkok, termasuk Laut Cina Selatan. Kekuatan utama Armada Selatan Cina bertumpu pada kapal induk Lioaning (16). Kapal induk ini dibeli Tiongkok dari Ukraina, pada 1998. Kapal induk Liaoning mampu membawa 36 pesawat dan helikopter, yaitu 24 pesawat tempur Shenyang J-15, 6 helikopter Changhe Z-18, 4 helikopter Ka-31, dan 2 helikopter Harbin Z-9. Pesawat tempur J-15 mirip dengan Su-33, pesawat tempur berbasis kapal induk Rusia. military.china.com

 Melihat Kekuatan Armada Laut Selatan Tiongkok
Armada Laut Selatan Tiongkok diperkuat dengan delapan kapal destroyer, yaitu empat Type 052D (Luyang III Class), dua Type 052C (Luyang II-Class), dan dua Type 052B (Luyang I -Class). Luyang III, berbobot 7.500 ton, dengan panjang 156 m. Type 052D dipersenjatai dengan meriam utama 130 mm dan 64 vertical launching system/VLS untuk meluncurkan rudal anti pesawat, rudal jelajah, dan rudal anti kapal. Luyang III juga dilengkapi dengan tabung peluncur terpedo. Luyang II, berbobot 7.000 ton dengan panjang 155 m membawa persenjataan yang hampir sama dengan Luyang III. Destroyer kelas Luyang I berbobot lebih ringan dibanding Luyang II dan Luyang III, yaitu 6.500 ton, dengan persenjataan yang hampir sama. todayonline.com
 Melihat Kekuatan Armada Laut Selatan Tiongkok
Tiongkok juga memperkuat Armada Laut Selatannya dengan satu destroyer Type 051B (Luhai-class) dan tiga Type 051 (Luda Class). Destroyer Type 051B atau Kelas Luhai adalah kapal perang Rusia kelas Savromennyy. Tiongkok membeli empat destroyer Savromennyy, pada 1999 dan awal dekade 2000. Kelas Luhai dipersenjatai dengan meriam utama 100 mm, 16 rudal anti kapal dan 16 rudal anti pesawat, 6 tabung torpedo, dua meriam 37mm CWIS, dan dua peluncur roket anti kapal selam. Destroyer Type 051, NATO menyebutnya Luda, adalah destroyer pertama yang dibangun oleh Tiongkok, pada 1971. Destroyer Kelas Luda mirip dengan destroyer Uni Soviet, kelas Kotlin. Luda membawa persenjataan lebih sedikit dibanding kelas Luhai. military.ir


 Melihat Kekuatan Armada Laut Selatan Tiongkok
Armada Laut Selatan Tiongkok juga diperkuat dengan delapan frigate Type 054A (NATO menyebutnya Jiangkai II). Frigate berbobot 4.000 ton, dengan panjang 134 m dan lebar 16 m ini dirancang dengan teknologi siluman. Radar Jiangkai mampu mendeteksi 40 sasaran secara simultan dalam radius 120 km. Jiangkai dipersenjatai dengan meriam 76 mm, 32 sel VLS untuk meluncurkan rudal permukaan ke udara HQ-16, dua x empat tabung peluncur rudal anti kapal YJ-83, dua X tiga peluncur torpedo YU-7, dua x enam tabung peluncur roket anti kapal selam, dan dua meriam 30 mm sebagai CWIS (Close-In Weapon Systems). Tiongkok telah membangun 21 frigate Type 054A untuk memperkuat seluruh armada lautnya. wikipedia.org

 
Melihat Kekuatan Armada Laut Selatan Tiongkok
Tiongkok telah membangun 10 frigate Type 053H3 (NATO menyebutnya Jiangwei II), tiga di antaranya memperkuat Armada Laut Selatan. Frigate berbobot 2.400 ton dengan panjang 112 m dan lebar 12,4 m ini dipersenjatai meriam 100 mm, delapan peluncur rudal anti kapal YJ-8, versi ekspor dikenal dengan nama C-802, delapan peluncur rudal pertahanan udara HQ-7, empat meriam 37 mm sebagai CWIS, peluncur torpedo, dan peluncur roket anti kapal selam. Armada Laut Selatan juga diperkuat dengan enam Type 053H1G (Jianghu V Class). Jianghu V dipersenjatai dengan rudal anti kapal Shang You (SY-1), rudal anti pesawat, peluncur roket anti kapal selam, tabung peluncur torpedo, meriam 100 mm, meriam 37 mm sebagai CWIS. wikipedia.org


 Melihat Kekuatan Armada Laut Selatan Tiongkok
Tiongkok memprkuat Armada Laut Selatannya dengan 11 korvet Type 056 atau Kelas Jiangdao. Korvet berbobot 1.500 ton dengan panjang 90 m dan lebar 11,14 m ini membawa persenjataan Meriam AK-176 76 mm, dua meriam 30 mm sebagi CWIS, empat peluncur rudal anti kapal YJ-83, delapan peluncur rudal permukaan ke udara FL-3000N untuk meluncurkan rudal HQ-10, 2 × tiga tabung torpedo 324 mm. Korvet ini dirancang dengan teknologi siluman sehingga sulit dideteksi musuh dan merupakan kapal perang yang beroperasi di pantai atau perairan dangkal. Tiongkok berencana membangun 60 korvet Type 056 untuk memperkuat tiga armada lautnya. planetwater.ru







Credit  Tempo.co


Putusan Arbitrase soal Laut China Selatan Berimbas ke Taiwan


Taipei terancam kehilangan kedaulatannya atas Pulau Taiping.
Putusan Arbitrase soal Laut China Selatan Berimbas ke Taiwan
Kepulauan Spratly, yang masih jadi sengketa di Laut China Selatan. China berencana membuka jalur wisata ke pulau ini. (REUTERS/Rolex Dela Pena/Pool)
CB – Putusan Tetap Pengadilan Arbitrase Internasional di Den Haag, Belanda, yang menolak klaim China atas klaim ‘9 dash line’ atau garis sembilan putus-putus di Laut China Selatan ternyata berdampak ke wilayah kedaulatan Taiwan.
Pasalnya, Pulau Taiping, pulau terbesar bagian dari mata rantai Kepulauan Spartly di Laut China Selatan, adalah wilayah yang dikelola Taiwan.
Untuk itu, delapan anggota parlemen dari Partai Demokrat Progresif bersama kelompok nelayan Taiwan mengunjungi Taiping sebagai bentuk protes atas putusan arbitrase, hari ini.
"Keputusan ini benar-benar tidak dapat diterima. Kami mempertegas posisi dengan mengunjungi Taiping untuk menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa itu adalah sebuah pulau (kami), bukan batu," kata salah satu anggota parlemen, Johnny Chiang, seperti dikutip situs Channel News Asia, Rabu, 20 Juli 2016.
Secara terpisah, ke delapan anggota parlemen itu menumpang pesawat militer ke Taiping. Sementara, lima orang nelayan berlayar melalui jalur selatan Pingtung. "Mereka (para nelayan) akan tiba dalam waktu lima hari," ungkap Chiang.
Para anggota parlemen itu akan memantau situasi melalui layar monitor di pesawat militer. Chiang juga berjanji akan menempatkan kapal dan pasukan penjaga pantai di Taiping serta fasilitas pendukung di sana.
Pada pekan lalu, Taipei mengirim sebuah kapal perang ke Laut China Selatan sebagai bentuk pertahanan diri dari ancaman. Presiden Tsai Ing-wen berada di dalam kapal tersebut. Langkah ini sehari setelah putusan arbitrase keluar.



Credit  VIVA.co.id






Begini Cara Erdogan Lolos dari Pembunuhan F-16 saat Kudeta

 
Begini Cara Erdogan Lolos dari Pembunuhan F 16 saat Kudeta
Pesawat jet tempur F-16 militer Turki. | (Reuters/Murad Sezer)
 
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan naik pesawat jet pribadi saat terbang pulang dari Marmaris ke Istanbul beberapa jam setelah kudeta militer berlangsung dibidik oleh dua pesawat jet tempur F-16. Namun, pesawat Erdogan tiba-tiba menyelinap hilang dari bidikan jet tempur yang dipiloti militer pengkudeta.

Dua jet tempur F-16 yang membidik pesawat jet mewah Erdogan Gulfsream sejatinya sudah siap dengan tembakan rudal Sidewinder. Namun, pilot pengkudeta tidak sempat menembakannya dalam momen langka yang hanya beberapa menit itu.

Arda Mevlutoglu, seorang wartawan Turki yang mengkhususkan diri di bidang militer memberikan analisa lolosnya Erdogan dari upaya pembunuhan oleh jet-jet tempur canggih itu.

 

Menurutnya, pilot Presiden Erdogan sudah mempunya rencana cerdik. Sang pilot, katanya, mengalihkan transponder radio pesawat untuk dicocokkan dengan sebuah pesawat sipil, sehingga pesawat Gulfstream secara efektif "menyamar" sebagai pesawat sipil. Hal ini terjadi, karena saat itu langit di dekat Istanbul juga ramai lalu lalang pesawat sipil atau pesawat komersial.

Begini Cara Erdogan Lolos dari Pembunuhan F 16 saat Kudeta

Ketika penyamaran itu sukses, muncul pesawat pesawat tempur yang dipiloti pasukan loyalis Erdogan. Pilot tempur itu lantas mengejar dua pesawat jet tempur F-16 pemberontak yang sempat membidik pesawat Erdogan.

Erdogan sendiri ketika ditanya soal ancaman penembakan jatuh pesawatnya saat kudeta, menolak menjelaskan “tipu muslihat” pilot pesawatnya. Dia hanya berujar bahwa hanya ada “kecelakaan komunikasi”.

Kudeta militer yang berakhir dengan kegagalan telah menewaskan hampir 300 tentara pemberontak, pasukan loyalis, polisi dan warga sipil. Ketika kudeta pecah, kota Istanbul mirip medan tempur, di mana bermunculan jet tempur, tank dan beberapa helikopter militer.

Begini Cara Erdogan Lolos dari Pembunuhan F 16 saat Kudeta

Setelah Erdogan lolos dari upaya pembunuhan, para pasukan loyalisnya membalas dengan menyerang pesawat-pesawat pemberontak. Laporan sejumlah media Turki menyebut pilot-pilot loyalis Erdogan menembak jatuh helikopter pemberontak dan mengebom landasan pacu untuk mencegah pesawat pemberontak lainnya melakukan lepas landas.

Ada beberapa contoh dalam sejarah kudeta militer di mana pesawat tempur canggih memainkan peran penting. Kini, pasca-kudeta militer gagal, Angkatan Udara Turki—salah satu yang terbesar dan paling modern di Eropa—dalam proses perombakan besar-besaran, sehingga mau tidak mau kekuatan militer Turki akan berkurang.

”Tampaknya para pemberontak sangat teratur, terutama di Angkatan Udara,” kata Arda Mevlutoglu, mengacu pada langkah militer Turki yang memilih opsi Angkatan Udara sebagai “motor” kudeta, kepada The Daily Beast, Selasa (19/7/2016).

Begini Cara Erdogan Lolos dari Pembunuhan F 16 saat Kudeta

Pasukan Anti-Erdogan setidaknya menguasai empat jet tempur F-16, empat KC-135 tanker udara, sepasang helikopter Blackhawk , enam pesawat angkuat C-160 dan C-130 dan banyak pesawat militer lain. Data ini belum termasuk laporan 42 helikopter militer Turki yang hilang dari markas dan sejumlah kapal Angkatan Laut yang bertugas di Laut Merah.

Ahli penerbangan Italia, David Cenciotti, menuliskan analisa situasi lalu lintas kontrol udara Ankara dan sekitarnya saat kudeta pecah, dalam sebuah blog di The Aviationist . Menurutnya, pukul 22.00 pada malam hari tanggal 15 Juli 2016, sepasang jet tempur F-16 bersenjata telah lepas landas dari pangkalan udara Akinci, sebelah utara dari Ankara.

 

Pengendali lalu lintas udara, tampaknya berpihak pada pemberontak, dengan berkomunikasi via radio dengan rekannya di bandara Esenboga di Ankara. Menurutnya, ketika jet-jet F-16 pemberontak terbang tinggi di atas Ankara, koordinasi dengan kontrol lalu lintas udara lokal tidak akan mungkin terjadi.

Begini Cara Erdogan Lolos dari Pembunuhan F 16 saat Kudeta

Seorang mantan perwira militer Turki kepada Reuters, juga pernah mengungkap ancaman dua jet tempur F-16 pemberontak terhadap pesawat Erdogan saat dalam penerbangan pulang dari Marmaris ke Istanbul.

”Setidaknya dua F-16 melecehkan pesawat Erdogan ketika berada di udara,” katanya. Mantan perwira militer yang memiliki pengetahuan tentang peristiwa itu, mengaku tidak tahu mengapa dua jet tempur F-16 pemberontak itu tidak menembak pesawat Erdogan.


Begini Cara Erdogan Lolos dari Pembunuhan F 16 saat Kudeta


Sebaliknya, pesawat Presiden Turki itu mencapai tujuan sebelum fajar tanpa mengalami kerusakan pada hari Sabtu. ”Mengapa mereka tidak menembak itu adalah sebuah misteri,” imbuh mantan pejabat militer Turki yang menolak diidentfikasi itu.



Credit  Sindonews