Kamis, 03 Januari 2019

Trump Ancam Tutup Pemerintahan AS Selama Mungkin


Presiden AS, Donald Trump akan terus menutup pemerintahan jika anggaran proyek tembok perbatasan AS-Meksiko tak kunjung disetujui. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Jakarta, CB -- Presiden Amerika SerikatDonald Trumpmenyatakan tetap mempertahankan penutupan pemerintahan, selama anggaran proyek tembok perbatasan AS-Meksiko belum juga rampung. Penutupan pemerintah ini dimulai sejak akhir Desember 2018 lalu, dan dinyatakan terus berlanjut setelah negosiasi antara kubu Partai Demokrat dan Partai Republik tak mencapai kesepakatan.

Menginjak satu hari sebelum Partai Demokrat mengambil alih kendali Dewan Perwakilan, Trump masih belum melonggarkan desakannya atas pendanaan proyek bernilai US$5,6 miliar (Rp81 triliun) itu.

"Ini adalah perkara keamanan nasional yang sedang kita bicarakan. Terlalu penting untuk diabaikan. Saya pikir orang-orang di negara ini berpikir saya benar," kata Trump di Gedung Putih dengan anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik, Rabu (2/1), seperti dikutip Channel NewsAsia.

Pemimpin mayoritas Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell mengatakan hanya akan menjadwalkan pemungutan suara terkait anggaran proyek setelah mendapat dukungan Dewan Perwakilan dan Trump.

Untuk memajukan legislasi di Senat, diperlukan 60 suara yang menyatakan setuju. Partai Republik telah kehilangan 40 kursi di Dewan Perwakilan, sehingga untuk meloloskan anggaran proyek dibutuhkan dukungan dari Partai Demokrat.

Partai Demokrat mengatakan tembok perbatasan ini, yang merupakan salah satu janji kampanye Trump, hanya akan membawa kendala terhadap masalah imigrasi, dan menjadi alat bagi Trump untuk memberikan dukungan di antara basis konstituen konservatifnya.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders kemudian menuding Partai Demokrat menolak untuk berkompromi.

"Presiden Trump telah membuat tawaran serius, dengan itikad baik, kepada Partai Demokrat untuk membuka pemerintahan, mengatasi krisis di perbatasan dan melindungi semua orang Amerika," kata Sanders.

Trump dilaporkan akan melakukan diskusi lebih lanjut terkait perkara ini dengan anggota Dewan Perwakilan dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi dan Chuck Schumer.

Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan pertama antara Trump dan Pelosi, yang akan memegang kursi ketua DPR pada Kamis ini.

Menanggapi kesepakatan anggaran proyek ini, Pelosi mengusulkan anggaran yang akan mendanai sebagian besar lembaga pemerintah hingga 30 September dengan pengecualian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang mengawasi keamanan perbatasan dan hanya akan menerima dana hingga 8 Februari.

Melalui Twitter, Trump mengatakan biaya proyek yang digagas untuk menghentikan pendatang gelap ini bukan jumlah yang banyak untuk keamanan negara.

"Meksiko membayar untuk Tembok tersebut melalui Kesepakatan Perdagangan USMCA yang baru. Sebagian besar proyek telah dibangun. Kami telah melakukan banyak pekerjaan. Biaya sebesar US$5,6 miliar yang telah disetujui Dewan Perwakilan tak ada artinya jika untuk keamanan nasional," tulisnya.

Mitt Romney, mantan calon presiden dari Partai Republik dan anggota Senat AS, kemudian menanggapi cuitan tersebut melalui sebuah opini di The Washington Post.

"Kata-kata dan tindakan Trump telah menyebabkan kegelisahan di seluruh dunia. Saya tidak bermaksud mengomentari setiap kesalahan atau cuitannya, tapi saya jelas menentang pernyataan atau tindakan yang memecah belah, rasis, seksis, anti imigran, tidak jujur dan merusak demokrasi," tulisnya.

Penutupan pemerintahan dapat terjadi di AS ketika parlemen tak mencapai kesepakatan terkait rencana anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan. Dalam situasi seperti ini, semua sistem pemerintahan berhenti, kecuali layanan kesehatan, keamanan, dan tahanan. 

Pemerintahan akan kembali berjalan setelah parlemen menyepakati rancangan anggaran.

Credit CNN Indonesia



https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190103124616-134-358186/trump-ancam-tutup-pemerintahan-as-selama-mungkin




Trump Bilang Iran Bebas Semaunya di Suriah, Pejabat Israel Shock


Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS

TEL AVIV - Seorang pejabat senior Israel, pada hari Kamis (3/1/2019), mengaku shock mendengar komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang tak peduli dengan keberadaan militer Iran di Suriah. 

"Mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan di sana, terus terang," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington. Dia tak peduli rezim Teheran memindahkan pasukannya ke Suriah yang selama ini diperangi Israel.

"Sangat menyedihkan bahwa ia (Trump) tidak memerhatikan materi intelijen," kata pejabat senior Israel yang dilansir Ynet, Kamis (3/1/2019). Pejabat itu berbicara dalam kondisi anonim karena isu tersebut sensitif.

"Saya benar-benar shock," ujarnya. "Trump sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di Suriah dan kubu Iran di sana," imbuh dia.
 
Komentar Trump muncul dua minggu setelah dia membuat kaget pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan mengumumkan bahwa dia memerintahkan penarikan semua pasukan Amerika keluar dari Suriah. 

Tentara AS telah memimpin koalisi internasional anti-kelompok Islamic State atau ISIS dan secara tidak langsung juga membantu menggagalkan pembangunan infrastruktur militer permanen Iran di Suriah. Alasan Trump memerintahkan penarikan pasukan AS dari Suriah karena ISIS sudah dikalahkan.

Israel telah berulang kali memperingatkan dalam beberapa tahun terakhir bahwa Iran berusaha untuk membangun kehadiran militer di Suriah, di mana rezim Teheran berperang bersama proksi Lebanon-nya, Hizbullah, dan Rusia untuk memulihkan pemerintahan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Para pejabat Israel juga telah memperingatkan bahwa ketidakhadiran Amerika akan membuka pintu bagi Teheran untuk menciptakan apa yang disebut "jembatan darat" dari Iran, melalui Irak dan Suriah, ke Lebanon dan ke Laut Mediterania.

Selama beberapa tahun terakhir, Israel telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah yang diklaim menargetkan fasilitas militer Iran dan Hizbullah.

Namun Trump, pada hari Rabu, mengatakan pada pertemuan kabinet bahwa Teheran seperti AS, yakni menarik pasukannya dari Suriah.

Presiden Amerika melanjutkan dengan mengatakan bahwa dalam menarik keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran tahun lalu, Washington telah mengubah kalkulus Teheran dan menghalangi upaya rezim para Mullah itu untuk mengacaukan kawasan.


"Iran bukan lagi negara yang sama," katanya. “Iran menarik orang keluar dari Suriah. Mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan di sana, terus terang, tetapi mereka menarik orang keluar. Mereka menarik orang keluar dari Yaman. Iran ingin bertahan hidup sekarang," katanya.

Keputusan Trump untuk menarik 2.000 tentara Amerika dari Suriah menyebabkan perombakan besar dalam pemerintahannya sendiri. Salah satunya, Menteri Pertahanan James Norman Mattis langsung mengundurkan diri karena tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Trump telah menawarkan pandangan tegas pada situasi di Suriah. Menurutnya, Suriah saat ini seperti "pasir dan kematian" sehingga pasukan AS harus ditarik dari negara tersebut. Namun, dia tidak merinci timeline penarikan pasukan tersebut.


Credit Sindonews.com




https://international.sindonews.com/read/1367700/43/trump-bilang-iran-bebas-semaunya-di-suriah-pejabat-israel-shock-1546519950







Trump: Iran Dapat Lakukan Apa yang Mereka Inginkan di Suriah

Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa sejauh yang dia ketahui, Iran dapat melakukan apa yang mereka inginkan di Suriah.

Trump membuat komentar tersebut selama percakapan dengan wartawan di akhir pertemuan kabinet di Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington. "Iran menarik orang keluar dari Suriah, tetapi mereka terus terang dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di sana," kata Trump.

Trump juga menolak untuk secara langsung menjawab pertanyaan tentang timeline penarikan pasukan AS dari Suriah. Dia hanya mengatakan penarikan pasukan AS akan terjadi selama periode waktu.

"Saya tidak tahu, seseorang mengatakan empat bulan tetapi saya juga tidak mengatakannya," ujarnya, seperti dikutip Haaretz, Kamis (3/1/2019). 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan dalam beberapa hari terakhir bahwa dia meminta Trump untuk memperpanjang proses penarikan pasukan Amerika dari nagara Republik Arab Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad.

Seorang pejabat administrasi Trump mengatakan kepada New York Timespada hari Senin bahwa Trump telah setuju untuk penarikan pasukan AS secara bertahap. Sikap Trump itu muncul setelah ada tekanan dari para pejabat militer dan politisi Amerika.

Para pejabat itu menambahkan bahwa Trump telah memberi kesempatan kepada militer AS selama empat bulan untuk menarik 2.000 tentara yang saat ini berada di Suriah.

"Kami ingin melindungi orang Kurdi, tetapi saya tidak ingin berada di Suriah selamanya. Itu pasir dan itu kematian," imbuh Trump.

Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintahannya tidak tertarik menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Suriah. 

"Kami tidak ingin Suriah. Obama menyerahkan Suriah tahun lalu ketika dia tidak melanggar garis merah. Saya lakukan ketika saya menembak 59 rudal, tetapi itu sudah lama sekali," ujarnya. 

"Dan ketika Presiden Obama memutuskan untuk tidak melanggar pernyataannya yang tidak pernah melewati garis merah dan kemudian mereka (Suriah) melakukannya dan dia tidak melakukan apa-apa tentang hal itu," papar Trump.

Presiden AS itu juga membahas ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok Islamic State atau ISIS, yang dia klaim telah dikalahkan ketika dia mengumumkan keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

"Ketika kita membunuh ISIS, jika kita tidak—maka semua orang mengatakan mereka akan datang ke negara kita, ya itu mungkin benar dalam persentase yang sangat kecil tetapi Anda tahu ke mana mereka pergi? Ke Iran, yang membenci ISIS lebih dari kita. Mereka pergi ke Rusia, yang membenci ISIS lebih dari kita. Jadi kita membunuh dan kemudian saya membaca ketika kita menarik (pasukan), Rusia senang. Rusia tidak bahagia. Anda tahu mengapa mereka tidak bahagia? Karena mereka suka ketika kita membunuh ISIS karena kita membunuh mereka (ISIS) untuk mereka (Rusia). Dan kita membunuh mereka untuk Assad. Dan kita membunuh ISIS juga untuk Iran."


Sementara itu, politisi Republik, Ted Deutch, mengatakan bahwa Trump tidak memiliki pemahaman dasar tentang kebijakan luar negeri yang strategis. Menurutnya, hal itu sangat mengejutkan. "Iran melakukan 'apa yang mereka inginkan' di Suriah adalah ancaman bagi kepentingan AS dalam seluruh wilayah," katanya, mengacu pada komentar Trump.

Keputusan Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah telah dikritik habis-habisan oleh penasihat keamanan nasionalnya serta para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik. Beberapa di antaranya memintanya untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. 

Keputusan Trump itu juga memicu Menteri Pertahanan James Norman Mattis mengundurkan diri. Selain itu, utusan AS untuk koalisi yang memerangi militan ISIS juga mengundurkan diri sebagai protes.




Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1367621/42/trump-iran-dapat-lakukan-apa-yang-mereka-inginkan-di-suriah-1546504892




AS akan Gelar Latihan Rudal di Jepang


Ilustrasi Rudal

CB, TOKYO -- Militer AS tahun ini akan menggelar latihan rudal pertama di sekitar Pulau Okinawa, Jepang. Rencana latihan tersebut menunjukkan, Washington tampaknya tengah berupaya untuk menangkal dominasi Cina yang semakin kuat.

Surat kabar Sankei Shimbun melaporkan tanpa mengutip sumber, militer AS telah mengatakan kepada Jepang bahwa mereka berencana untuk mengerahkan rudal surface-to-ship di Okinawa tahun ini. Pengerahan dilakukan untuk keperluan latihan rudal yang baru pertama kali digelar AS bersama Jepang.

Latihan itu akan melibatkan peluncur roket bergerak yang dapat dijadikan senjata balasan terhadap potensi serangan rudal balistik surface-to-sea Cina.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang Cina telah sering berlayar melalui perairan dekat Okinawa, tempat sebagian besar pasukan AS di Jepang berpangkalan.

Para pengamat mengatakan, aktivitas maritim Cina yang semakin aktif adalah bagian dari rencana untuk membangun kendali perairan. Cina ingin membentuk "rantai pulau pertama" yang menghubungkan Okinawa, Taiwan, dan Filipina.

Beberapa pengamat juga meyakini Beijing tengah berupaya untuk mengakhiri dominasi militer AS di Pasifik barat dengan mengendalikan kendali "rantai pulau kedua". Rantai ini menghubungkan Pulau Ogasawara di selatan Jepang, wilayah AS di Guam, dan Indonesia.

Peningkatan militer Cina yang cepat telah membuat negara-negara tetangganya di Asia gelisah. Kepala pertahanan Jepang tahun lalu mengatakan Cina telah secara sepihak meningkatkan kegiatan militernya pada tahun-tahun sebelumnya.

Channel News Asia melaporkan, Beijing menegaskan kegiatan itu sebagai bentuk pertahanan diri. Meskipun persaingan militer meningkat, AS dan Cina adalah mitra dagang terbesar bagi masing-masing negara. Cina adalah salah satu pemegang utang nasional terbesar AS.

Namun, ketidakseimbangan perdagangan bilateral besar-besaran telah menyebabkan gesekan antara dua ekonomi utama dunia itu. Washington dan Beijing mengenakan tarif mahal untuk barang-barang senilai lebih dari 300 miliar dolar AS dalam total perdagangan dua arah tahun lalu.


Credit REPUBLIKA.CO.ID



https://m.republika.co.id/berita/internasional/amerika/19/01/03/pkqxip382-as-akan-gelar-latihan-rudal-di-jepang




Veteran Tolak Petisi untuk Ubah Malaysia Jadi Negara Islam

Ilustrasi unjuk rasa di Malaysia. (REUTERS/Sadiq Asyraf)


Jakarta, CB -- Kelompok veteran yang tergabung dalam Asosiasi Patriot Nasional (Patriot) menolak sebuah petisi berisikan seruan mendeklarasikan Malaysia sebagai negara Islam. Petisi itu dibuat oleh Ikatan Muslimin Malaysia (Isma).

Patriot menganggap Undang-Undang Federal harus tetap sesuai seperti yang diinginkan para pendiri negara Malaysia. Presiden Patriot, Brigadir Jenderal (Purnawirawan) Mohamed Arshad Raji, mengatakan setiap gagasan yang ingin mengubah konstitusi harus bertujuan mengubah negara semakin demokratis, bukan otokratis.

"Patriot bersama G25 menyatakan bahwa kami tidak akan mendukung amandemen yang akan menganti ideologi negara dari sebuah rezim demokratis menjadi sebuah rezim otoriter atau teokrasi," kata Arshad melalui sebuah pernyataan pada Kamis (3/1).

G25 merupakan kelompok yang terdiri dari orang-orang etnis Melayu terkemuka yang dikenal karena mendorong paham Islam moderat di Negeri Jiran.

Dalam pernyataan itu, Arshad juga mengatakan Isma harus menjelaskan lebih detail lagi apa yang mereka maksud sebagai "negara Islam."

"Jika itu berarti sistem pemerintahan digerakan oleh dewan ulama yang akan menggantikan sistem parlementer yang demokratis saat ini, maka (amandemen) akan sia-sia karena mayoritas warga Malaysia tidak akan mendukung petisi itu," katanya seperti dikutipThe Strait Times.

Arshad mengatakan sebagai contoh, banyak negara-negara dengan sistem teokratis menjadi tidak teratur. Sebagian pemerintahannya cenderung tidak progresif bahkan hingga menjadi sebuah negara gagal.

Dia menuturkan Malaysia tak perlu menjadi negara Islam lantaran selama ini Negeri Jiran telah menganut prinsip-prinsip agama tersebut dalam pemerintahan.

Arshad mengatakan Malaysia bahkan mengakui Islam sebagai agama resmi negara.

"Patriot juga berpandangan bahwa di bawah konstitusi demokratis saat ini, negara kita memiliki peluang lebih baik untuk berkembang menjadi negara yang bersatu dan sukses daripada di bawah Konstitusi yang didasarkan pada teokratis."



Credit CNN Indonesia






Diplomat Korut yang Membelot di Italia Dilaporkan Menghilang


Ilustrasi. (Reuters/Edgar Su)

Jakarta, CB -- Seorang diplomat Korea Utara yang disebut membelot di Italia, Jo Song Gil, dikabarkan menghilang untuk bersembunyi.

Hal itu dipaparkan seorang anggota parlemen Korsel, Kim Min-ki, setelah melakukan pertemuan tertutup dengan pejabat intelijen terkait kasus tersebut pada Kamis (3/1).

Surat kabar Korsel, JoongAngIlbo, melaporkan Jo merupakan seorang Pelaksana Tugas Duta Besar Korut untuk Italia.

"Masa tugas Plt Dubes Jo Song Gil berakhir pada akhir November lalu. Dia melarikan diri dari kompleks diplomatik sejak awal November lalu bersama istrinya," ucap Kim.

Pada akhir 2018 lalu, Korut sendiri mengumumkan bahwa negaranya telah mengirimkan perwakilan baru untuk Roma.

Pertemuan parlemen Korsel dengan badan intelijen hari ini dilakukan menyusul laporan JoongAngIlbo yang menyebut bahwa Jo bersama keluarganya tengah mengajukan suaka ke salah satu negara Barat.

"Dia (Jo) mencari suaka awal bulan lalu," bunyi laporan JongAngIlbo mengutip sumber diplomatik seperti dilansir AFP.

Sementara itu, otoritas Italia disebut tengah "bersusah payah" melakukan apa yang semestinya dilakukan, tapi mengatakan aparat "sudah melindunginya" di tempat aman.

Namun, Kementerian Luar Negeri Italia mengaku tidak mengetahui apa-apa perihal pembelotan dan pengajuan suaka tersebut.

Sumber diplomatik mengatakan Kemlu Italia tidak memiliki indikasi atau informasi awal jika Jo telah mengajukan suaka kepada Italia. 

Jo telah menjadi Plt Dubes di Roma sejak Oktober 2017 lalu menyusul pengusiran Dubes Korut untuk Italia, Mun Jong Nam. 

Mun diusir sebagai bentuk protes Italia terkait uji coba nuklir sebulan sebelumnya yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mengutip ahli Korut, JoongAngIlbomelaporkan Jo dikenal sebagai anak atau menantu dari salah satu pejabat tertinggi negara terisolasi itu.

Jika berita pembelotan Jo terkonfirmasi, dia akan menambah panjang daftar nama diplomat dan pejabat tinggi Korut yang membelot dari rezim Kim Jong-un.

Pada 2016 lalu, wakil duta besar Korut untuk Inggris, Thae Yong Ho, dan keluarganya membelot ke Korsel. Saat itu, Thae menjadi diplomat tertinggi Korut yang membelot.

Selama ini, berdasarkan aturan, para diplomat Korut yang ditempatkan ke luar negeri tak boleh membawa seluruh anggota keluarganya bertugas. 

Para diplomat tersebut diharuskan meninggalkan salah satu anggota keluarganya, pada umumnya anak, di Pyongyang guna menghindari potensi membelot.

Credit CNN Indonesia



https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190103200155-134-358325/diplomat-korut-yang-membelot-di-italia-dilaporkan-menghilang




Kapal Perang China Diduga Dilengkapi Railgun Elektromagnetik


Salah satu foto kapal militer China yang diduga dilengkapi railgun elektromagnetik. Foto/Twitter @dafengcao/ The Sun

BEIJING - Media sosial Weibo dihebohkan dengan beredarnya foto penampakan kapal perang China yang dilengkapi dengan senjata futuristik bertenaga tinggi. Senjata itu diduga merupakan railgun elektromagnetik yang mampu menembakkan amunisi lima kali kecepatan suara.

Foto itu diunggah ke Weibo oleh blogger dengan nama akun "Defence Blogger Haohan-Red Shark" pada 29 Desember lalu. Foto itu memperlihatkan kapal tank landingHaiyangshan kelas Yuting tipe 07211 dengan senjata besar misterius di atasnya.

China tidak pernah bersedia mengonfirmasi senjata futuristik itu. Namun, CNBC mengutip sumber anonim mengungkap keberadaan senjata pada 2011 dan Amerika Serikat telah mengejar teknologi tersebut sejak 2005.

Dengan menggunakan rel magnetik daripada bubuk mesiu, senjata ini mampu mengirim amunisi terbang hingga ratusan kilometer.


Berbicara kepada nine.com.au, Kamis (3/1/2019), analis senior Australian Strategic Policy Institute, Dr Malcolm Davis, mengatakan bahwa senjata itu ada di "LPD" atau sejenis kapal amfibi.

Namun Davis mengatakan jika China memiliki railgun elektromagnetik yang berfungsi penuh, maka mereka memiliki keunggulan dibandingkan pasukan Angkatan Laut AS, yang bereksperimen dengan teknologi itu tetapi tidak membuat banyak kemajuan.

Dia juga menguraikan keuntungan besar yang dimiliki senjata futuristik tersebut.

"Konsep railgun adalah bahwa ia menggunakan energi elektromagnetik untuk mempercepat proyektil ke kecepatan hipersonik," kata Davis.

"Ini memiliki sejumlah keuntungan. Pertama; kecepatan semata, kedua; jarak jangkau, dan ketiga mengurangi biaya dibandingkan dengan peluru kendali, dan akhirnya, mengurangi risiko kapal yang membawa amunisi, mengingat bahwa tidak perlu putaran eksplosif. Putaran itu menimbulkan kerusakan," katanya.


Davis menunjukkan secara teoritis senjata seperti itu dapat mengubah perang angkatan laut.

Dia mengatakan jika orang China telah memecahkan tantangan teknis, dan memiliki senapan rel, operasional mereka secara teori dapat menembakkan proyektil hipersonik.

"Jika China akan memperkenalkan ini sebagai kemampuan operasional di dalam Angkatan Laut PLA (Tentara Pembebasan Rakyat)—mungkin pada kapal perang China di masa depan— itu bisa menjadi pengubah permainan (game changer)," kata Davis.

Intelijen AS sebelumnya memperkirakan China baru bisa memiliki railgun elektromagnetik pada tahun 2025.



Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1367689/40/kapal-perang-china-diduga-dilengkapi-railgun-elektromagnetik-1546516376





Angkatan Darat Rusia Kini Dilengkapi Sistem Rudal Iskander-M

Sistem rudal Iskander-M milik militer Rusia. Foto/REUTERS/Sergei Karpukhin

MOSKOW - Pasukan rudal Angkatan Darat Rusia sepenuhnya akan dilengkapi dengan sistem rudal Iskander-M pada 2019. Kementerian Pertahanan setempat mengumumkannya dalam sebuah pernyataan.

“Pada 2019, proses melengkapi pasukan rudal Angkatan Darat Rusia dengan sistem rudal Iskander-M akan selesai. Sesuai dengan perintah pertahanan negara, pabrikan akan menyerahkan unit sistem Iskander-M ke Distrik Militer Barat," bunyi pernyataan kementerian tersebut, yang dikutip kantor berita TASS, kemarin.

Sistem rudal balistik Iskander-M mampu mencapai target pada jarak hingga 500 km. Senjata ini diklaim mampu menghancurkan sistem roket multi-peluncuran, senjata artileri jarak jauh, pesawat terbang dan helikopter di aerodromes, pos komando dan pusat komunikasi. 

Moskow bahkan mengklaim sistem tersebut mampu mengatasi segala pertahanan udara yang ada.

Sekitar 200 jenis senjata baru akan diuji coba di kawasan Kapustin Yar di Wilayah Astrakhan selatan, Rusia, pada 2019.

"Pada 2019, sekitar 200 jenis senjata baru direncanakan akan diuji, yang sepadan dengan jumlah (pada) 2018 dan setengahnya sebanyak pada 2017," lanjut kementerian tersebut.


Menurut Kementerian Pertahanan, jumlah tes senjata yang dilakukan di situs tersebut telah meningkat dalam dua tahun terakhir. "Ketika langkah-langkah sedang diambil untuk mengimplementasikan program persenjataan negara, berbagai barang yang diuji akan diperluas dalam dua tahun mendatang," imbuh kementerian itu.

Meningkatkan perlindungan fasilitas militer dan menguji senjata mulai dari peralatan intelijen hingga sistem panduan senjata presisi akan menjadi prioritas utama militer Moskow. Selain itu, pengembangan metode untuk menguji senjata canggih dan perangkat keras militer juga akan berlanjut.






Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1367663/41/angkatan-darat-rusia-kini-dilengkapi-sistem-rudal-iskander-m-1546511477






Drone BPPT Raih Layak Produk Militer




Pesawat udara nir awak (PUNA) atau drone tipe Alap-alap PA-06D.

 

 

CB, JAKARTA -- Pesawat udara nir awak (PUNA) atau drone tipe Alap-alap PA-06D yang dirancang Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapatkan sertifikat kelayakan dari Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan sebagai produk militer. Dalam sertifikasinya, drone ini diperuntukkan untuk misi pemetaan.

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT, Wahyu Widodo Pandoe mengatakan drone ini memiliki kemampuan pemetaan seluas 1.700 hektare per jam. Drone ini juga dapat memetakan wilayah seluas lebih dari 8.500  hektare pada ketinggian 1.500 kaki.

Menurutnya proses sertifikasi memerlukan waktu tiga bulan sejak didaftarkan hingga lulus sertifikasi pada Desember 2018. Wahyu berharap dengan didapatkannya sertifikasi ini, drone ini dapat digunakan untuk keperluan TNI.

"Setelah mendapatkan TC (type certificate), PUNA Alap-Alap PA-06D harusnya bisa langsung (diproduksi) massal dan dimanfaatkan oleh TNI," katanya.

Ia menambahkan bahwa drone ini mampu terbang di ketinggian 12 ribu kaki dengan kecepatan 55 hingga 65 knot. Untuk altitude atau ketinggian terbangnya, Alap-alap ini mampu mencapai 12 ribu kaki, dengan jangkauan datalink 100 km (LOS). Drone ini memiliki spesifikasi bentang sayap sepanjang 3.2 m, berat maksimum saat lepas landas sebesar 31 kg, dan memiliki ketahanan untuk terbang selama lima jam.

"Untuk kecepatan saat cruise 55 hingga 65 knot dan untuk take off landing memerlukan landasan pacu sepanjang 150 sampai 200 meter," kata dia.

Credit REPUBLIKA.CO.ID



https://m.republika.co.id/amp_version/pkqq9b368

 




Hindu Garis Keras Desak PM Modi Bangun Kuil di atas Lahan Masjid


Seorang pendukung Vishva Hindu Parishad (VHP), membawa potongan usulan candi Ram yang ingin dibangun oleh kelompok-kelompok Hindu di sebuah situs keagamaan yang disengketakan di Ayodhya, di New Delhi, India, 9 Desember 2018. REUTERS/Adnan Abidi
Seorang pendukung Vishva Hindu Parishad (VHP), membawa potongan usulan candi Ram yang ingin dibangun oleh kelompok-kelompok Hindu di sebuah situs keagamaan yang disengketakan di Ayodhya, di New Delhi, India, 9 Desember 2018. REUTERS/Adnan Abidi

CB, Jakarta - Kelompok Hindu garis keras, Vishva Hindu Parishad atau Dewan Hindu Dunia, mendesak Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk meloloskan undang-undang yang membolehkan pembangunan kuil di atas reruntuhan masjid abad 16.
Desakan dari kelompok yang berjaringan dengan partai politik berkuasa di India pada hari Rabu, 2 Januari 2019 kembali membangkitkan ketegangan dengan kelompok minoritas Muslim.

Lokasi yang akan digunakan untuk mendirikan kuil merupakan lahan sengketa yang sudah berlangsung berpuluh tahun. Lokasi sengketa ini berada di utara kota Ayodhya, negara bagian Kerala.

Kelompok Hindu garis keras ini mendesak Modi karena Pengadilan Mahkamah sedang mempertimbangkan petisi dari kedua komunitas, India dan Muslim, tentang apa yang harus dibangun di lahan sengketa itu.
Ketua Vishva Hindu Parishad, Alok Kumar menginformasikan bahwa Pengadilan Mahkamah bakal mengeluarkan putusan yang menyenangkan pihaknya.
"Hindu tak sabar melihat kuil di sana selamanya," ujar Kumar seperti dikutip dari Reuters, 2 Januari 2019.

"Kami akan mendorong pemerintahan Perdana Menteri Modi untuk menerbitkan undang-undang untuk memulai proses kuil besar di Ayodhya," ujarnya.Kumar berharap undang-undang dikeluarkan sebelum pemerintahan berakhir. India akan menggelar pemilu pada Mei mendatang untuk membentuk pemerintahan baru.
Visha Hindu Parishad telah menyebarkan kampanye pembangunan kuil di atas lahan sengketa dalam 3 tahun terakhir. Lahan itu disebut tempat lahirnya Dewa Ram, salah satu dewa yang sangat dipuja.
Beberapa bulan lalu, kelompok aliansi dengan partai penguasa pendukung Modi, partai Bharatiya Janata telah menggalang aksi demo untuk mendukung pendirian kuil di lahan sengketa dengan umat Muslim.
Baca:  Kabur Bersama Pacar, Gadis Muslim di India Diikat dan Dicambuk
Masalahnya, lahan yang akan jadi tempat pembangunan kuil merupakan lahan sengketa. Pada tahun 1992, massa Hindu menghancurkan masjid dan memicu munculnya kerusuhan yang menewaskan 2 ribu orang di India. Kerusuhan ini merupakan salah satu kekerasan komunal yang terjadi sejak tahun 1947.





Credit  tempo.co




Bentrok Karena Perempuan Masuk Kuil India, Satu Orang Tewas


Bentrok Karena Perempuan Masuk Kuil India, Satu Orang Tewas
Bentrokan pecah di beberapa titik di Kerala setelah dua aktivis perempuan India memasuki Kuil Sabarimala kemudian keluar didampingi pasukan kepolisian pada Rabu (2/1) sore. (Reuters/Stringer)




Jakarta, CB -- Satu orang tewas dan lima belas lainnya terluka akibat bentrokan yang pecah setelah dua perempuan memasuki salah satu kuil Hindu paling suci di negara bagian Kerala, India.

AFP melaporkan bahwa bentrokan pecah di beberapa titik di Kerala setelah dua aktivis perempuan India memasuki Kuil Sabarimala kemudian keluar didampingi pasukan kepolisian pada Rabu (2/1) sore.

Juru bicara kepoilisian Kerala, Pramod Kumar, mengatakan bahwa korban yang tewas ikut serta dalam demonstrasi gagasan Partai Bharatiya Janata (BJP) untuk menolak perempuan masuk ke dalam kuil.


Sejumlah media lokal memberitakan bahwa para demonstran dari BJP itu dilempari batu dari kantor partai Komunis lokal.


"Ia terluka ketika batu dilemparkan dalam demonstrasi tersebut. Ia terluka serius dan kemudian meninggal pada Rabu malam. Setidaknya 15 orang lainnya terluka dalam insiden di seluruh negara bagian tersebut," ujar Kumar.

Sehari setelah bentrokan tersebut, Kamis (3/1), situasi di Kerala dilaporkan masih belum kondusif. Kepolisian pun mengerahkan pasukan tambahan untuk berjaga-jaga.


Bentrokan ini merupakan puncak dari ketegangan setelah Mahkamah Agung India menghapuskan larangan bagi perempuan di usia menstruasi untuk memasuki kuil Sabarimala pada September lalu.

Meski keputusan itu sudah diumumkan, sejumlah aktivis perempuan masih kesulitan masuk ke dalam kuil karena dihalangi massa. Mereka menganggap keputusan MA itu bertentangan dengan tradisi.

Perdana Menteri Narendra Modi yang bernaung di bawah BJP sendiri mendukung pelarangan perempuan masuk ke dalam kuil, sesuai dengan tradisi selama ini.


"Ada beberapa kuil yang memiliki tradisi sendiri, di mana laki-laki tidak masuk, dan mereka patuh," tutur Modi.

Perempuan memang masih dilarang masuk ke sejumlah kuil Hindu di India, termasuk Sabarimala. Selama beberapa generasi, perempuan masuk ke Sabarimala adalah hal tabu yang kemudian ditetapkan dalam ketentuan Pengadilan Tinggi Kerala pada 1991.

Di tengah kisruh ini, Mahkamah Agung akan menggelar sidang dengar pendapat atas keputusan mereka untuk mengizinkan perempuan masuk kuil pada 22 Januari mendatang.




Credit  cnnindonesia.com






Tlaib Disumpah di Kongres AS dengan Alquran Milik Jefferson


Rashida Tlaib akan menjadi perempuan muslim pertama yang dipilih menjadi anggota Kongres AS.
Rashida Tlaib akan menjadi perempuan muslim pertama yang dipilih menjadi anggota Kongres AS.
Foto: AP Photo/Al Goldis, File

Tlaib menegaskan, Islam telah menjadi bagian dari sejarah Amerika.




CB, WASHINGTON -- Rashida Tlaib, wanita Muslim keturunan Palestina pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dijadwalkan dilantik pada Kamis (3/12). Ia akan disumpah menggunakan Alquran milik presiden ketiga AS, Thomas Jefferson.

Tlaib, yang terpilih sebagai anggota Kongres mewakili Negara Bagian Michigan, cukup antusias menyambut momen pelantikannya.


"Ini penting bagi saya karena banyak orang Amerika memiliki perasaan bahwa Islam, entah bagaimana, asing bagi sejarah Amerika," katanya kepada Detroit Free Press, dikutip laman the Times of Israel.

Menurut Tlaib, Islam telah menjadi bagian dari sejarah Amerika. Beberapa bapak pendiri negara, telah tahu lebih banyak tentang Islam daripada beberapa anggota Kongres sekarang.



Kendati demikian, saat pelantikannya nanti, Tlaib mengatakan tidak akan menyinggung tentang poin agama. "Saya percaya pada pemerintahan sekuler (dan) sumpah saya pada Alquran adalah tentang saya menunjukkan bahwa orang-orang Amerika terdiri dari beragam latar belakang dan kita semua memiliki cinta serta keadilan," ucap Tlaib.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan pemikiran Nabi Muhammad SAW. "Nabi Muhammad selalu berbicara tentang kebebasan dan keadilan," katanya.

Bila nanti resmi menjabat sebagai anggota Kongres, Tlaib telah memiliki rencana mengajak anggota parlemen AS berkunjung ke Tepi Barat, Palestina. Kunjungan itu akan fokus melihat beberapa persoalan di sana, seperti penahanan anak-anak Palestina secara sewenang-wenang oleh aparat Israel, sulitnya akses pendidikan, dan lainnya.

Kendati demikian, Tlaib belum dapat memastikan kapan kunjungan ke Tepi Barat dapat dilakukan. Ia hanya menyebut dalam kunjungan itu dia akan turut melibatkan kelompok advokasi Palestina.

Tlaib adalah anak dari pasangan imigran Palestina. Kampung halamannya berada di Beit Ur al-Fauqa, Tepi Barat. Orang tuanya pindah ke AS pada 1975, setahun sebelum Tlaib lahir.

Tlaib belajar politik dan kemudian hukum di Wayne State University. Ia lulus pada 2004. Sebelum memulai karier sebagai politisi, Tlaib adalah pengacara dan aktivis komunitas. Prestasi politik pertamanya dicapai pada 2008, yakni ketika dirinya terpilih sebagai wanita Muslim pertama di Dewan Perwakilan Michigan.

Kemenangan Tlaib dalam memperebutkan kursi Kongres terjadi ketika fenomena Islamofobia masih merebak di seluruh wilayah AS. Hal itu tak bisa dipisahkan dari retorika kampanye Donald Trump pada pilpres AS 2016.




Credit  republika.co.id




PLT Dubes Korut di Italia Dikabarkan Membelot


PLT Dubes Korut di Italia Dikabarkan Membelot
Diplomat Korea Utara yang ditugaskan di Italia dikabarkan mengajukan permohonan suaka. Hal ini menambah deretan pejabat negara itu yang membelot. (REUTERS/Denis Balibouse)



Jakarta, CB -- Seorang diplomat Korea Utara yang ditugaskan di Italia dikabarkan mengajukan permohonan suaka. Hal ini menambah deretan pejabat tinggi negara itu yang membelot.

Menurut laporan surat kabar Korea Selatan, JoongAngIlbo, diplomat Korea Utara yang membelot itu adalah Pelaksana Tugas Duta Besar untuk Italia, Jo Song Gil (48). Dia disebut mengajukan suaka untuk diri dan keluarganya ke negara Barat yang dirahasiakan.

"Dia mengajukan suaka pada awal bulan lalu," demikian laporan JoongAngIlbo, seperti dikutip AFP, Kamis (3/1)


Pemerintah Italia menyatakan belum bersikap apapun, tetapi kabarnya sang diplomat ditempatkan di lokasi khusus yang dijamin aman.


Jo ditugaskan di Roma sejak Oktober 2017, setelah Italia mengusir duta besar sebelumnya, Mun Jong Nam sebagai bentuk protes atas uji nuklir sebulan sebelumnya yang melanggar keputusan Perserikatan Bangsa-bangsa. Jo disebut sebagai menantu salah satu pejabat tinggi di Korea Utara.

Lazimnya para diplomat Korea Utara yang ditugaskan ke luar negeri harus meninggalkan keluarga mereka di kampung halaman. Hal itu sebagai 'jaminan' supaya mereka tidak membelot.

Hanya saja, Jo tiba di Roma pada 2015 beserta anak dan istrinya. Diduga kuat dia mendapat hak khusus karena mertuanya. Sedangkan alasannya mengajukan suaka juga masih belum jelas.


Diplomat Korea Utara lain yang membelot adalah Thae Yong Ho pada 2016. Saat itu dia ditugaskan menjadi Wakil Duta Besar Korut di Ibu Kota London, Inggris.




Credit  cnnindonesia.com




Presiden Taiwan Tsai Tolak Ide Xi Jinping Satu Negara Dua Sistem


Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.[Lowy Institute]
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.[Lowy Institute]

CB, Jakarta - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menolak tawaran presiden Cina Xi Jinping mengenai prinsip satu negara dengan dua sistem. Tsai malah mendesak Cina untuk memahami pemikiran dan kebutuhan rakyat Taiwan.
"Mayoritas di Taiwan tegas menolak satu negara, dua sistem. Ini konsensus Taiwan," kata Tsai menanggapi pernyataan Presiden Cina Xi Jinping, seperti dikutip dari Reuters, 3 Januari 2018.

Tsai juga menekankan agar seluruh negosiasi yang diperlukan dibahas layaknya pemerintah dengan pemerintah. 
Menurut Tsai, Cina harus menggunakan cara-cara damai untuk menyelesaikan berbagai perbedaan dengan Taiwan. Cina, ujarnya, harus menghormati nilai-nilai demokrasi.

"Kami menyerukan kepada Cina untuk berani melangkah maju demi demokrasi, hanya dengan melakukan hal itu Cina memahami dengan benar pemikiran rakyat Taiwan," kata Tsai.Beijing secara berkala mengirim pesawat tempur dan kapal perangnya mengitari perairan Taiwan dalam latihan perang dalam beberapa tahun terakhir ini. Dengan cara ini, Xi Jinping berusaha menekan Taiwan termasuk masyarakat internasional untuk tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka.






Credit  tempo.co







Presiden Xi Tolak Taiwan Merdeka, Tawarkan Reunifikasi


Masyarakat Taiwan pada Sabtu, 24 November 2018 memberikan hak suara mereka dalam sebuah pemilu lokal. Sumber: Reuters/asiaone
Masyarakat Taiwan pada Sabtu, 24 November 2018 memberikan hak suara mereka dalam sebuah pemilu lokal. Sumber: Reuters/asiaone

CB, Jakarta - Presiden Xi Jinping mengatakan, Cina berhak menggunakan kekuataan bersenjata agar Taiwan berada di bawah kekuasaan Cina dan berupaya melakukan reunifikasi secara damai dengan pulau yang menjalankan pemerintahan sendiri.
Xi mengeluarkan pernyataan itu di Great Hall of the People di Beijing pada hari Rabu, 2 Januari 2018 untuk memperingati 40 tahun Pesan Rekan Seperjuangan di Taiwan yang digulirkan pertama kali tanggal 1 Januari 1979, yang berisikan pernyataan kebijakan tentang Taiwan.

Taiwan merupakan isu paling sensitif bagi Cina dan merupakan wilayah sakral bagi Beijing.Sejak Taiwan di bawah kepemimpinan presiden Tsai Ing-wen dari partai pendukung kemerdekaan Taiwan, partai Progresif Demokrasi, Xi semakin kuat memberikan tekanan.
Menurut Xi, reunifikasi Taiwan-Cina berdasarkan prinsip Taiwan sebagai bagian dari Cina dalam artian satu negara dengan dua sistem. Dalam hal ini yang terbaik bagi Taiwan adalah model pemerintahan otonomi seperti Hong Kong.

Dengan prinsip ini, perjuangan lama Taiwan menjadi negara merdeka penuh menjadi bencana besar."Rakyat Cina tidak menyerang rakyat Cina lainnya. Kami bersedia memberikan ketulusan terbesar kami dan melakukan pekerjaan keras terbesar untuk berjuang bagi prospek perdamaian reunifikasi," kata Xi.
"Kami tidak menjanjikan penggunaan kekuatan tapi menjamin opsi untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk meraih tujuan ini dan mencegah kemerdekaan Taiwan," kata Xi menegaskan.


Xi menambahkan, setelah terjadi reunifikasi damai, Taiwan akan hidup damai dan warga Taiwan akan gembira dan hidup sejahtera. Dia juga menjanjikan kesejahteraan Taiwan semakin baik dan pembangunan akan semakin besar.
Di masa Taiwan dipimpin presiden Chiang Ching-kuo, tawaran Cina dijawab pada April 1979 dengan mengeluarkan kebijakan 3 Tidak, yakni tidak ada hubungan, tidak ada kompromis dan tidak ada negosiasi dengan Cina.






Credit  tempo.co




Honduras akan Percepat Pemindahan Kedubes ke Yerusalem


Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez
Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez
Foto: EPA

Honduras telah membahas pemindahan kedubes dengan AS dan Israel.




CB, BRASILIA -- Honduras dilaporkan telah membahas rencana pemindahan kedutaan besarnya untuk Israel ke Yerusalem. Pembahasan dilakukan ketika Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sela-sela pelantikan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.


Pembahasan tentang rencana pemindahan kedutaan besar Honduras ke Yerusalem juga dihadiri Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. "Mereka sepakat untuk mengejar rencana aksi, yang mencakup pertemuan di tiga ibu kota masing-masing, untuk memajukan proses keputusan membuka kedutaan besar di Tegucigalpa dan Yerusalem," bunyi pernyataan bersama yang dirilis Honduras, Israel, dan AS, dikutip laman Al Araby, Rabu (2/12).


Presiden AS Donald Trump telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017. AS kemudian memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei 2018.


Beberapa bulan kemudian, Guatemala mengikuti langkah AS. Negara itu mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya ke kota tersebut.


Paraguay menjadi negara ketiga yang meniru langkah AS. Namun belakangan, negara itu merelokasi kembali kedutaan besarnya untuk Israel dari Yerusalem ke Tel Aviv. Keputusan tersebut sempat dikecam oleh Israel.


Selain ketiga negara tadi, Australia juga telah mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Keputusan Australia hanya mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota disesalkan Israel. Sebab Israel tak menghendaki kota suci itu dibelah untuknya dan Palestina.


Kendati telah mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, Australia belum berencana memindahkan kedutaan besarnya ke kota tersebut. Canberra hanya akan membuka kantor dagang dan pertahanan di sana.


Sementara itu presiden baru Brasil Jair Bolsonaro telah berjanji akan memindahkan kedutaan besar negaranya untuk Israel ke Yerusalem. Namun ia belum memberikan rincian apa pun tentang rencana tersebut.


Menurut Netanyahu pemindahan kedutaan besar Brasil dari Tel Aviv ke Yerusalem hanya tinggal masalah waktu. Ia menampik bahwa rencana Bolsonaro masih mentah atau belum pasti terlaksana.


Yerusalem menjadi salah satu masalah pokok dalam konflik Palestina-Israel. Palestina menginginkan wilayah Yerusalem Timur menjadi ibu kota masa depannya. Sementara Israel tak menghendaki hal demikian. Tel Aviv berambisi menguasai seluruh wilayah kota suci tersebut.


Diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh beberapa negara diprotes keras Palestina. Sebab hal itu dinilai telah melanggar hukum dan resolusi internasional. 





Credit  republika.co.id




Israel Perburuk Kondisi Tahanan Palestina


Salah seorang tahanan Palestina di penjara Israel (ilustrasi).
Salah seorang tahanan Palestina di penjara Israel (ilustrasi).
Foto: Presstv.ir/ca

Israel akan menjatah pasokan air dan membatasi kunjungan keluarga Palestina.



CB, TEL AVIV -- Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan, telah mengumumkan rencana untuk memperburuk kondisi tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Israel akan menjatah pasokan air dan mengurangi jumlah waktu kunjungan untuk keluarga tahanan.

Langkah-langkah yang diperkirakan akan mulai berlaku dalam beberapa pekan mendatang itu setelah disetujui oleh kabinet Israel. Langkah tersebut dikritik tajam oleh para pemimpin dan aktivis Palestina yang menyebutnya sebagai eskalasi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh Israel.



Erdan mengatakan kepada wartawan pada Rabu (2/12), rencana itu juga akan memerintahkan penjara untuk menghapus hak memasak bagi para tahanan dan membatasi akses mereka untuk menonton televisi. Rencana tersebut juga akan memblokir dana untuk Otoritas Palestina.
Erdan menyatakan, saat ini kunjungan keluarga telah dihentikan untuk para tahanan yang berafiliasi dengan Hamas. Erdan tahun lalu telah membentuk komite untuk membuat kondisi penjara lebih keras bagi tahanan yang melakukan aksi 'terorisme'.
"Rencana itu juga termasuk mencegah anggota Knesset [parlemen Israel] untuk mengunjungi tahanan Palestina," ujar Erdan.

Kebijakan memisahkan tahanan Hamas dari tahan yang berafiliasi dengan faksi Palestina Fatah juga akan berakhir. Erdan mengatakan, menahan narapidana di sel berdasarkan afiliasi organisasi mereka akan memperkuat organisasi itu.

Ia menjelaskan, akan ada batas jumlah air yang dikonsumsi seorang tahanan setiap hari, termasuk berapa kali mereka diizinkan untuk mandi.

Mustafa Barghouti, kepala Palestinian National Initiative party, mengatakan kepada Aljazirah bahwa otoritas Israel bertindak seolah mereka memiliki kebebasan untuk menindas Palestina dengan cara apa pun yang mereka inginkan.

"Satu-satunya cara untuk memaksa Israel menjauhkan diri dari perilaku ini adalah dengan menjatuhkan sanksi kepada Israel," kata dia, berbicara di Kota Ramallah, di wilayah pendudukan Tepi Barat.

"Israel berperilaku seolah-olah mereka berada di atas hukum internasional dan ini harus berubah," tambah dia.

Palestinian Prisoners' Commission mengecam rencana Erdan dan mengatakan mereka tengah berupaya untuk membuat kehidupan tahanan Palestina semakin tak manusiawi. Qadri Abubaker, kepala Palestinian Prisoners' Commission, menyerukan sikap nasional yang kuat terhadap langkah-langkah ini.

"Keputusan dan undang-undang tersebut memaksa kepada semua orang untuk berkumpul untuk mengekspos kebijakan arogan ini terhadap para pahlawan kita di penjara," ungkapnya kepada Wafa, kantor berita resmi Palestina.

Menurut statistik resmi, jumlah tahanan Palestina di balik jeruji Israel telah mencapai 5.500 orang, termasuk 230 anak-anak dan 54 perempuan. Kelompok-kelompok HAM mengatakan lebih dari 1.800 tahanan membutuhkan perawatan medis, dan sekitar 700 di antaranya menderita penyakit serius atau kronis.

Banyak tahanan Palestina mengatakan mereka telah mengalami penyiksaan dan kekerasan saat berada di dalam tahanan. Ada banyak protes terhadap kondisi buruk tahanan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk aksi mogok makan.

Selama konferensi persnya, Erdan mengatakan Pemerintah Israel tidak akan bisa dihalangi oleh ancaman mogok makan. "Kita harus memperburuk kondisi [bagi para tahanan] untuk memenuhi kewajiban moral kita kepada para korban teror dan keluarga mereka," papar dia.



Credit  republika.co.id




AS Desak Rusia Bebaskan Eks Marinir Disangka Mata-mata


AS Desak Rusia Bebaskan Eks Marinir Disangka Mata-mata
Pemerintah AS mendesak Rusia segera menjelaskan sangkaan atau membebaskan eks marinir, Paul Whelan (48) yang dituduh sebagai mata-mata. (Istockphoto/D-Keine)



Jakarta, CB -- Pemerintah Amerika Serikat mendesak Rusia segera membebaskan seorang mantan marinir, Paul Whelan (48) yang dituduh sebagai mata-mata. Mereka juga mengeluh dipersulit ketika perwakilan AS hendak menjenguk dan berbincang dengannya di tahanan.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyatakan mereka sampai saat ini masih menunggu penjelasan dari Rusia tentang alasan penangkapan Whelan. Jika tuduhan Rusia lemah, Pompeo mendesak supaya mantan marinir itu segera dibebaskan.

"Sikap kami jelas menuntut supaya Rusia segera menjelaskan sangkaan yang mereka berikan, supaya kami apa yang dituduhkan. Jika sangkaannya lemah, kami meminta dia segera dipulangkan," kata Pompeo di sela-sela lawatannya ke Brasil, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/1).



Kementerian Luar Negeri AS menyatakan mereka sudah mengutus Duta Besar untuk Rusia, Jon Huntsman untuk menemui Whelan di tahanan di Ibu Kota Moskow. Kabarnya Whelan juga sudah menghubungi keluarganya melalui sambungan telepon.


Badan Intelijen Rusia (FSB) menuduh Whelan melakukan kegiatan mata-mata. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Rusia, pelaku spionase jika terbukti bisa dibui maksimal 20 tahun.

Keluarga Whelan membantah bahwa pria 48 tahun itu terlibat dalam aktivitas spionase. Saudara Paul, David Whelan, menuturkan dia ke Rusia untuk mengunjungi acara pernikahan kerabat.

David menuturkan keluarga putus kontak dengan Paul sejak Jumat pekan lalu dan telah berkomunikasi dengan pejabat Kemlu AS tak lama setelah mendengar penangkapan tersebut. Whelan saat ini tercatat bermukim di Novi, Negara Bagian Michigan.



Menurut catatan Kementerian Pertahanan AS, Whelan mengabdi sebagai pasukan cadangan marinir sejak 10 Mei 1994 sampai 2 Desember 2008.

Dia disebut dipecat karena terbukti terlibat kasus pencurian, dengan pangkat terakhir sersan satu. Pekerjaannya saat ini adalah bekerja sebagai direktur keamanan global salah satu perusahaan pemasok suku cadang otomotif, BorgWarner.

Menurut mantan kepala perwakilan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) di Moskow, Daniel Hoffman diduga kuat penangkapan Whelan terkait dengan Maria Butina. Perempuan Rusia itu dibekuk karena dituduh melakukan operasi intelijen dengan mempengaruhi kelompok konservatif di AS.



Ada kemungkinan Rusia menjadikan Whelan sebagai 'sandera' untuk ditukar dengan Butina. Sebab menurut Rusia, AS memaksa Butina memberikan pengakuan palsu sebagai agen mata-mata.




Credit  cnnindonesia.com




Trump Bela Invasi Uni Soviet ke Afghanistan


Trump Bela Invasi Uni Soviet ke Afghanistan
Presiden AS, Donald Trump secara mengejutkan membuat sebuah pernyataan yang seolah-olah membenarkan invasi yang dilakukan Uni Soviet ke Afghanistan. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara mengejutkan membuat sebuah pernyataan yang seolah-olah membenarkan invasi yang dilakukan Uni Soviet ke Afghanistan medio 1970an lalu."Alasan Rusia berada di Afghanistan adalah karena teroris pergi ke Rusia. Mereka benar berada di sana. Masalahnya, itu adalah pertarungan yang sulit, dan mereka benar-benar bangkrut. Mereka kemudian disebut Rusia lagi daripada disebut Uni Soviet," ucap Trump, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (3/1).Invasi Moskow ke Kabul disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab jatuhnya Soviet. Soviet menginvasi negara Asia Tengah itu pada tahun 1979 untuk mendirikan pemerintahan pro-Soviet di sana.AS dan sekutunya mendukung pasukan anti-Soviet yang dikenal sebagai Mujahidin dalam perang mereka melawan Tentara Soviet, mempersenjatai dan mendanai kelompok itu selama invasi Soviet.Soviet sepenuhnya menarik diri dari Afghanistan pada tahun 1989, dan pemerintah pro-Soviet yang didirikan di sana runtuh pada tahun 1992 setelah perang saudara dengan Mujahidin.Sementara itu, di kesempatan itu, Trump menyerukan Rusia, India dan Pakistan untuk melakukan perlawanan terhadap Taliban di Afghanistan dan melemparkan kecaman terhadap mantan Menteri Pertahanannya, James Mattis, yang katanya tidak berkinerja baik di Afghanistan."Bagaimana dia (Mattis) melakukannya di Afghanistan? Tidak terlalu bagus. Tidak terlalu bagus. Saya tidak senang dengan apa yang dia lakukan di Afghanistan Presiden Obama memecatnya, dan pada dasarnya saya juga," ungkpnya.



Credit  sindonews.com






Indonesia Hentikan Program Kuliah-Magang di Taiwan


Selat Taiwan
Selat Taiwan
Foto: CNN
Program akan dihentikan sampai disepakati tata kelola yang baik.


CB, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memberhentikan sementara perekrutan dan pengiriman mahasiswa Indonesia melalui program kuliah-magang New Southbound Policy ke Taiwan. Pemberhentian sementara itu sebagai imbas dari mencuatnya kasus dugaan eksploitasi mahasiswa Indonesia di Taiwan.

“Ya, perekrutan dan pengiriman mahasiswa itu dihentikan sementara,” kata Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Ismunandar saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (3/1).

Dia mengatakan, perekrutan kuliah-magang New Southbound Policy itu akan kembali dilanjutkan hingga disepakati tata kelola yang lebih baik. Sehingga kasus serupa tidak akan terjadi kembali.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan saat ini ada sekitar 1.000 mahasiswa yang ikut dalam skema kuliah-magang di delapan universitas yang masuk ke Taiwan pada periode 2017-2018. Dan 300 mahasiswa di antaranya diduga telah dieksploitasi dan kerja paksa  di pabrik setempat.

“Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei telah meminta otoritas setempat untuk mengambil langkah, sesuai aturan setempat, yang diperlukan guna melindungi kepentingan serta keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah-magang,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal.



Diketahui, masalah ini bermula dari tawaran skema perekrutan mahasiswa melalui program New Soutbound Policy, yaitu kebijakan pemerintah Taiwan untuk kerja sama dan pertukaran pelajar dengan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Mahasiswa tersebut diduga dijebak oleh oknum pelaksana dengan iming-iming akan mendapatkan beasiswa kuliah di Taiwan.
Dari laporan yang diterima oleh Kemenristekdikti, para mahasiswa yang diduga dijebak tersebut mayoritas perempuan. Mereka diduga mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan seperti dipaksa bekerja selama 10 jam dalam satu hari dengan bayaran yang murah.

Beberapa perguruan tinggi yang bekerja sama dengan penyalur tenaga kerja diduga mengirimkan mahasiswanya untuk menjadi tenaga kerja murah dipabrik-pabrik tersebut.


Salah satu perguruan tinggi misalnya mempekerjakan mahasiswa asal Indonesia di sebuah pabrik contact lens. Di sana mahasiswanya dipaksa berdiri selama 10 jam untuk mengemas 30 ribu contact lens setiap harinya. Sementara perkuliahan dijalani mahasiswa tersebut selama 2 hari dalam satu pekan, sisanya mereka harus bekerja di pabrik.



Credit  republika.co.id






Indonesia Resmi Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB


Duta Besar RI untuk PBB, Dian Triansyah Djani saat memancangkan bendera Indonesia untuk menandai masa keanggotaan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB pada 2 Januari 2019. [DOKUMENTASI  PTRI NEW YORK]
Duta Besar RI untuk PBB, Dian Triansyah Djani saat memancangkan bendera Indonesia untuk menandai masa keanggotaan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB pada 2 Januari 2019. [DOKUMENTASI PTRI NEW YORK]

CB, Jakarta - Indonesia resmi menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mulai 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020.
Berdasarkan pernyataan pers Kementerian Luar Negeri, Wakil tetap RI pada PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani memancangkan bendera Indonesia di markas PBB pada tanggal 2 Januari untuk menandai dimulainya secara resmi masa keanggotaan Indonesia sebagai anggota tidak Tetap DK PBB.

Sebagai anggota DK PBB, Indonesia bersama 14 negara lainnya yakni, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, CIna, Kuwait, Afrika Selatan, Pantai Gading, Equatorial Guinea, Jerman, Belgia, Polandia, Peru, dan Republik Dominika, akan menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional sesuai mandatnya di dalam Piagam PBB.

Selain itu, Duta besar Djani sejak 1 Januari 2019 diberi tanggung jawab sebagai Ketua Komite Resolusi DK PBB 1540 mengenai senjata pemusnah massal dan Komite Sanksi terkait dengan terorisme seperti Komite Sanksi Resolusi DK PBB 1267.
Duta Besar Djani juga mengetuai Komite Sanksi Resolusi DK PBB 1988.
Indonesia juga akan menjadi Wakil Ketua Komite Sanksi untuk Sudan Selatan dan Komite Sanksi mengenai Irak.

Indonesia merupakan negara penyumbang pasukan terbesar untuk misi keamanan PBB dari 14 anggota DK PBB. Dalam hal ini, Indonesia akan memberi perhatian pada peningkatan efisiensi dan efektivitas misi perdamaian PBB di samping isu global lainnya.Dalam pemilihan anggota tidak tetap DK PBB pada Juni 2018, Indonesia memperoleh dukungan 114 suara dair 193 negara anggota PBB.
"Besarnya dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap rekam jejak diplomasi dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berperan penting dalam menjaga perdamaian dunia," kata Dubes Djani.

Berikut program kerja Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB yang dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri.1. Indonesia akan memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global. Untuk itu, Indonesia akan mendorong budaya habit of dialogue, agar penyelesaian konflik dapat selalu dilakukan secara damai.
2. Indonesia juga akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian, serta meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan.
3. Indonesia akan memanfaatkan keanggotaan di DK PBB agar terbentuk global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme.
4. Indonesia akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan.
5. Isu Palestina juga akan menjadi perhatian. Indonesia merupakan negara yang mendukung kemerdekaan Palestina.
6. Indonesia akan mengajak negara anggota DK PBB lainnya untuk membuat DK PBB bekerja lebih efisien, efektif, dan akuntabel dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan perdamaian global.
Keanggotaan Indonesia di Dewan Keamanan PBB merupakan yang keempat kalinya setelah periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.




Credit  tempo.co






AL AS Hendak Beli 2 Kapal Induk Kelas Ford Sekaligus


AL AS Hendak Beli 2 Kapal Induk Kelas Ford Sekaligus
Kapal induk USS Gerald R. Ford saat berada di Newport News, Virginia, 8 April 2017. Foto/Kementerian Pertahanan AS

WASHINGTON - Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) telah memberi tahu anggota parlemen tentang niatnya untuk mengejar pembelian dua kapal induk kelas Ford sekaligus. Rencana itu diungkap kantor Senator Tim Kaine.

Rencana pembelian dua kapal induk sekaligus itu diklaim sebagai sebuah langkah untuk menghemat miliaran dolar ketika pemerintahan Presiden Donald Trump mencoba untuk memperluas ukuran armada militer Amerika.

Keputusan itu muncul sembilan bulan setelah AL Amerika menyatakan minatnya untuk membeli blok dan meminta pembuat kapal Huntington Ingalls Industries untuk perincian harga pada biaya dua kapal induk. Menggandakan pesanan untuk kapal paling mahal di armada AS tersebut, menurut Angkatan Laut, dalam upaya untuk menyelamatkan dana.

Angkatan Laut telah menugaskan kapal induk kelas Ford pertama, USS Gerald R. Ford, pada Juli 2017, tiga tahun lebih lambat dari jadwalnya. Anggaran misi kapal itu melebihi miliaran dolar dari ketentuan. Ford harganya sekitar USD13 miliar.

Konstruksi untuk kapal induk USS John F. Kennedy, kapal induk berikutnya di kelas Ford, sudah mencapai titik tengah musim panas ini.

Angkatan Laut mengatakan akan menghabiskan total sekitar USD43 miliar untuk membangun tiga kapal pertama di kelas Ford. Chief Executive Huntington Ingalls, Mike Petters mengatakan pembelian multi-kapal adalah cara terbaik untuk mengurangi biaya.

Kaine, politisi dari Virginia dan anggota Komite Layanan Bersenjata Senat AS, mengatakan pembelian satu blok akan menghemat miliaran dan memberikan stabilitas lebih bagi komunitas pembuatan kapal Hampton Roads di Virginia tenggara.

"Langkah cerdas ini akan menghemat dolar pembayar pajak dan membantu memastikan galangan kapal dapat mempertahankan tenaga kerja terampil untuk menyelesaikan pekerjaan," katanya dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari Reuters, Kamis (3/1/2019).

Angkatan Laut pada 2016 merilis keinginannya untuk membangun struktur kekuatan dengan memiliki 355 kapal. Keinginan sebelumnya adalah memiliki 308 kapal. Namun, Layanan Penelitian Kongres menyatakan ukuran kepemilikan sebenarnya pada umumnya adalah antara 270 dan 290 kapal.

Jika terealisasi, armada 355 kapal akan mencakup 12 kapal induk. Amerika Serikat saat ini mengoperasikan 11 kapal induk atau beberapa kali lebih banyak dari negara lain. 




Credit  sindonews.com





Robot China Berhasil Mendarat di Sisi Tergelap Bulan


Robot China Berhasil Mendarat di Sisi Tergelap Bulan
Roket China saat meluncurkan robot Change-4 untuk misi penyelidikan ruang angkasa. Foto/REUTERS

BEIJING - Change-4, robot China yang menjalankan misi penyelidikan ruang angkasa, berhasil mendarat di sisi tergelap atau terjauh Bulan pada hari Kamis (3/1/2019). Media pemerintah setempat menyebutnya sebagai pendaratan pertama bersejarah yang menjadi langkah penting untuk program luar angkasa negara tersebut.

Televisi pemerintah China, seperti dikutip Reuters, mengatakan robot penyelidik Bulan; Change-4, yang diluncurkan pada bulan Desember, melakukan "pendaratan lunak" pada pukul 10.26 waktu China dan mentransmisikan gambar "jarak dekat" pertama dari sisi gelap Bulan.

Bulan terkunci rapi ke Bumi, berputar pada kecepatan yang sama dengan mengorbit planet Bumi, sehingga sisi yang jauh atau sisi gelap tidak pernah terlihat dari Bumi. Pesawat ruang angkasa sebelumnya telah melihat sisi terjauh Bulan tetapi tidak ada yang mendarat di atasnya.

"Pendaratan ini 'mengangkat kerudung misterius' dari sisi terjauh Bulan, dan membuka babak baru dalam eksplorasi Bulan (oleh) manusia," bunyi siaran televisi pemerintah China.

Change-4 dilaporkan mendarat di cekungan Poul-Aitken Selatan, kawah tertua, terbesar, dan terdalam di permukaan Bulan. Sisi gelap Bulan sebagian besar masih belum dijelajahi karena posisinya melindunginya dari frekuensi radio, mencegah kontak langsung dengan Bumi. Untuk mengatasi masalah itu, China meluncurkan satelit relay Queqiao awal tahun ini untuk mengirimkan sinyal dari sisi gelap.

Chang'e 4 akan melakukan beberapa percobaan saat di Bulan, termasuk menguji apakah tanaman akan tumbuh di lingkungan dengan gravitasi rendah, menjelajahi kutub untuk menemukan air atau sumber daya lainnya, mengamati interaksi antara angin Matahari dan permukaan Bulan, dan melakukan untuk pertama kalinya percobaan radio astronomi frekuensi rendah Bulan.

"Karena sisi jauh Bulan terlindung dari interferensi elektromagnetik dari Bumi, itu adalah tempat yang ideal untuk meneliti lingkungan luar angkasa dan semburan Matahari, dan wahana itu dapat 'mendengarkan' jangkauan yang lebih dalam dari kosmos," kata Tongjie Liu, wakil direktur Pusat Program Eksplorasi dan Antariksa Lunar di Administrasi Antariksa Nasional China.

Penyelidikan China telah mengitari Bulan dalam orbit elips dalam persiapan untuk pendaratan sejak hari Minggu. Misi itu meninggalkan Pusat Peluncuran Satelit Xichang pada 8 Desember dan dilaporkan telah mencapai orbit Bulan empat hari kemudian.


China relatif baru dalam perjalanan ruang angkasa dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Rusia, tetapi telah menebus waktu ketertinggalan dengan sangat cepat. Penjelajah bulan terakhir negara itu, Yutu, telah menghabiskan 972 hari di permukaan Bulan pada saat misinya berakhir pada 2016.

China berencana untuk meluncurkan penyelidikan Mars pada tahun 2020 untuk mengumpulkan sampel dari permukaan planet itu dan berupaya memiliki stasiun ruang angkasa permanen sendiri di orbit pada tahun 2022. Sementara itu, AS, yang terancam oleh serbuan China di luar angkasa, sedang merencanakan penumpukan militernya di sana, yang disebut sebagai "Pasukan Luar Angkasa". AS juga melarang NASA untuk berkolaborasi dengan China.





Credit  sindonews.com




Fakta Ultima Thule, Objek Terjauh yang Dicapai NASA


Fakta Ultima Thule, Objek Terjauh yang Dicapai NASA
Ilustrasi. (David McNew/Getty Images/AFP)


Jakarta, CB -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memberikan kado tahun baru 2019 untuk penduduk Bumi dengan mencapai Ultima Thule, titik terjauh eksplorasi manusia di luar angkasa pada 1 Januari lalu.

Kendati demikian, nama Ultima Thule masih belum familiar di kalangan masyarakat. Berikut fakta mengenai Ultima Thule:

Obyek Primitif


CNN menulis bahwa Ultima Thule merupakan objek yang paling tua dan murni sehingga mempelajarinya seperti mengetahui permulaan sistem tata surya.

Kendati demikian, belum ada angka usia objek ini. Untuk mendapatkan detail itulah, NASA meluncurkan pesawat New Horizons menuju planet ini.



Nama dari Pulau Mitos


Objek ini sebelumnya dikenal dengan nama 2014 MU69. Nama Ultima Thule dipilih melalui kampanye nama panggilan yang diselenggarakan oleh tim New Horizons. Thule adalah pulau mitos di peta abad pertengahan. Dia dianggap sebagai titik paling utara di Bumi.

Ultima Thule pada dasarnya berarti "di luar Thule," yang menunjukkan sesuatu yang berada di luar apa yang diketahui. Nama ini cocok mengingat perjalanan perintis New Horizons yang pertama mencapai Thule.

'Kulit Kacang' di Kuiper Belt

New Horizons terbang tiga kali lebih dekat ke Ultima daripada yang dilakukannya untuk Pluto. Pesawat itu mampu berdekatan dalam jarak 2.200 mil sehingga mampu memberikan tampilan permukaan Thule yang lebih baik.

Ultima Thule berada di Kuiper Belt yang jaraknya sekitar 4 miliar mil dari Bumi, berada di dekat Pluto. Bentuknya disebut para astronom mirip kulit kacang.

Daerah Kuiper Belt penuh dengan material es. Sabuk ini berada 2 miliar kilometer dari planet terjauh, Neptunus, dan berjarak 1,5 miliar kilometer dari planet kerdil, Pluto. New Horizon telah mencapai Pluto pada 2015.




Credit  cnnindonesia.com





Penampakan Ultima Thule dari Pesawat NASA Mirip Pin Bowling


Penampakan Ultima Thule dari Pesawat NASA Mirip Pin Bowling
Penampakan New Horizons. (NASA/JHUAPL. REUTERS/NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute/Handout)


Jakarta, CB -- Objek terjauh yang pernah dikunjungi oleh pesawat ruang angkasa milik NASANew Horizons menyerupai pin bowling.  Dilansir dari Space.com, pada 1 Januari dini hari, New Horizons milik NASA telah melaju melewati Ultima Thule yang terletak 6,4 miliar kilometer dari Bumi.

Namun, untuk gambar yang lebih jelas, NASA masih menunggu pengiriman dari flyby. Sementara itu, untuk gambar diambil probe kemarin menunjukkan objek berbentuk memanjang dengan dua lobus berbeda.

Diperkirakan, dua lobus berbeda tersebut merupakan sistem dari dua badan yang mengorbit dengan jarak dekat.


Peneliti Utama New Horizons Alan Stern dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado mengungkapkan jika dua lobus tersebut memang objek terpisah, maka ini akan menjadi situasi baru.

"Jika itu adalah dua objek yang terpisah, ini akan menjadi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal seberapa dekat mereka mengorbit satu sama lain," ujar Stern dikutip dari Space.com, Rabu (2/1).

Namun, Stern menyakini kemungkinan besar dua lobus tersebut merupakan objek tunggal atau bilobate.

"Saya bertaruh dua lobus tersebut merupakan satu kesatuan. Jika sudah diketahui hasilnya, akan kembali saya umumkan," tambahnya.

Ilmuwan proyek New Horizons Hal Weaver, dari Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins pun mengungkapkan hal yang sama yakni bilobate adalah hal yang umum di tata surya.

Weaver menunjukkan komet 67P / Churyumov-Gerasimenko yang dieksplorasi oleh misi Rosetta Eropa, sebagai contoh.

Tim misi sudah memiliki firasat bentuk Ultima. Gambar yang baru dirilis telah membantu para ilmuwan memecahkan sebuah misteri New Horizons yang belum melihat variasi kecerahan substansial dari Ultima dari waktu ke waktu.

Dari perspektif New Horizons, Ultima berputar seperti baling-baling, dengan poros rotasi diarahkan ke probe, kata anggota tim misi.

Stern menjelaskan New Horizons akan terus menyinari pencitraan dan pengukuran flyby Ultima Thule untuk waktu yang lama, yakni semua data tidak akan ada sampai 20 bulan dari sekarang.






Credit  cnnindonesia.com







Pesawat NASA Berhasil Lewati Wilayah Tata Surya Terjauh


Pesawat NASA Berhasil Lewati Wilayah Tata Surya Terjauh
Ilustrasi (REUTERS/R. Hurt/Caltech/IPAC/Handout via Reuters)


Jakarta, CB -- Pesawat tanpa awak NASA telah berhasil mengirim sinyal balik ke Bumi, Selasa (1/1). Berhasil diterimanya sinyal dari pesawat ini menandakan pesawat ini telah berhasil melewati penerbangan beresiko tinggi melewati objek planet terjauh yang pernah dipelajari, jelas agensi luar angkasa Amerika Serikat, NASA.

"Kami memiliki pesawat yang sehat," jelas Alice Bowman, manajer operasional misi pesawat luar angkasa New Horizon yang telah melewati Ultima Thule selepas tahun baru pukul 05:33 GMT atau 12:33 WIB, Selasa (1/1).

Ultima Thule adalah wilayah sabuk Kuiper yang penuh dengan material es. Sabuk ini berada 2 miliar kilometer dari planet terjauh, Neptunus, dan berjarak 1,5 miliar kilometer dari planet kerdil, Pluto. New Horizon telah mencapai Pluto pada 2015. 


"Kami baru saja menyelesaikan penerbangan yang paling jauh," terangnya lagi seperti dikutip AFP.

Sinyal yang dikirimkan pesawat tanpa awak itu membutuhkan waktu 6 jam dan 8 menit untuk mencapai Bumi. Pesawat tersebut kini berada 6,4 miliar kilometer dari Bumi.

Foto-foto dan data akan mulai dikirimkan pada Kamis mendatang kepada para ilmuwan. Data-data ini diharapkan bisa membantu para ilmuwan memahami asal usul tata surya.

Foto-foto ini akan diterima oleh antena raksasa milik NASA di Madrid, Spanyol. Diperkirakan akan ada ratusan ribu anggota sabuk Kuiper seperti Ultima. Kondisi es beku itu diperkirakan menjadi petunjuk bagaimana tata surya terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu.

Tugas New Horizon untuk mengambill gambar di planet terluar ini diharapkan bisa dilakukan hingga September 2020.

Gambar resolusi tinggi pertama baru akan dikirim pada Februari mendatang.

"Gambar-gambar (dengan resolusi lebih rendah) yang turun minggu ini bagi kami cukup untuk mengungkap geologi dasar dan struktur UIltima. Kami akan mulai menulis makalah ilmiah pertama kami minggu depan," jelas Kepala Investigator Alan Stern, seperti dikutip BBC.




Credit  cnnindonesia.com






Ledek AS dan Israel, Iran: Mungkin Selanjutnya Mereka Keluar dari Bumi


Ledek AS dan Israel, Iran: Mungkin Selanjutnya Mereka Keluar dari Bumi
Zarif melemparkan ledekan kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel, setelah keduanya memutuskan keluar dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO. Foto/Istimewa

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif melemparkan ledekan kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel, setelah keduanya memutuskan keluar dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO.

Melalui akun Twitternya, Zarif mengatakan, AS dan Israel terus menerus menarik diri mereka dari badan dan perjanjian internasional. Menurut Zarif, mungkin tidak lama lagi AS dan juga Israel akan keluar dari Planet Bumi.

"Setelah JCPOA, NAFTA, TPP, konvensi iklim dan rezim (Donald) Trump bersama dengan rezim Israel sekarang telah secara resmi mundur dari UNESCO," merujuk pada kesepakatan nuklir Iran dan dua perjanjian dagang internasional.

"Apakah masih ada (perjanjian dan badan) yang tersisa bagi administrasi Trump dan kliennya untuk mundur? Mungkin selanjutnya (keluar) dari Bumi," kicau Zarif, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (3/1).

Sebelumnya diwartakan, Israel memutuskan keluar dari UNESCO, setelah Tel Aviv merasa badan PBB itu terlalu membela Palestina. Tidak lama kemudian, AS juga turut memutuskan keluar dari badan itu dengan alasan yang sama.

"UNESCO adalah badan yang terus menulis ulang sejarah, antara lain, dengan upaya untuk menghapus koneksi Yahudi ke Yerusalem. Israel tidak akan menjadi anggota organisasi yang didedikasikan untuk bertindak menentangnya dan yang memiliki alat yang dimanipulasi oleh musuh-musuh Israel," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon.

Israel dan juga AS sangat geram dengan UNESCO, setelah badan PBB itu mengadopsi beberapa resolusi yang menegaskan hak-hak Palestina di kota Yerusalem dan Hebron. 



Credit  sindonews.com




Dugaan Eksploitasi, RI Minta Taiwan Setop Skema Kuliah-Magang


Dugaan Eksploitasi, RI Minta Taiwan Setop Skema Kuliah-Magang
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa pihaknya meminta meminta Taiwan menghentikan sementara perekrutan mahasiswa asing dalam skema kuliah-magang menyusul kabar 300 mahasiswa RI jadi korban kerja paksa di Taipei. (CNNIndonesia/Natalia Santi)



Jakarta, CB -- Pemerintah Indonesia meminta Taiwan menghentikan sementara perekrutan mahasiswa asing dalam skema kuliah-magang menyusul kabar bahwa 300 mahasiswa RI menjadi korban kerja paksa di Taipei.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pihaknya melalui Kementerian Perdagangan telah meminta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei untuk mendalami lebih lanjut mengenai kabar itu.

"Kemlu juga meminta KDEI berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, Selasa (2/1).


Kemlu RI memperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan akan terus meningkat seiring dengan kebijakan New Southbond Policy (NSP) otoritas Taiwan.


Program itu memberikan lebih banyak beasiswa melalui berbagai skema kepada mahasiswa dari 18 negara Asia, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Kemlu RI, sedikitnya 6.000 mahasiswa RI saat ini tengah menempuh studi di Taiwan. Seribu diantaranya terdaftar dalam program kuliah-magang di delapan universitas pada periode 2017-2018.


Iqbal mengatakan dari hasil pendalaman awal, KDEI menemukan kondisi yang dihadapi para mahasiswa RI peserta skema kuliah-magang di Taiwan berbeda-beda di delapan perguruan tinggi.

"Karena itu KDEI Taipei akan melakukan pendalaman lebih lanjut guna mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh," tutur Iqbal.

Ratusan mahasiswa itu disebut terdaftar kuliah di Universitas Hsing Wu di Distrik Linkou, Taipei. Mereka disebut masuk perguruan tinggi itu melalui pihak ketiga atau perantara.

Menurut laporan China Times seperti dikutip surat kabar Taiwan News, Rabu (2/1), mereka menempuh kelas internasional khusus di bawah Departemen Manajemen Informasi sejak pertengahan Oktober 2018.


Dalam sepekan, para mahasiswa itu dikabarkan hanya belajar di kelas selama dua hari. Setelah itu, mereka bekerja empat hari di pabrik selama 10 jam, dan hanya mendapat jatah satu hari libur.

Iqbal memaparkan Kemlu telah memperoleh laporan dari KDEI Taipei perihal pengaduan sejumlah mahasiswa RI terkait skema kuliah-magang yang telah berlangsung sejak 2017 lalu itu.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Ismunandar, menduga ratusan pelajar itu difasilitasi oleh sebuah lembaga asal Indonesia yang bekerja sama dengan pihak di Taiwan.

"Ada pihak yang merekrut di Indonesia yang bekerja sama dengan pihak Taiwan. Media Taiwan menggunakan istilah 'dijebak,'" kata Ismunandar kepada CNNIndonesia.com.

Meski begitu, dia menuturkan pihaknya belum berkoordinasi dengan Polri guna mengusut terduga perantara di Indonesia yang merekrut ratusan mahasiswa itu.



Credit  cnnindonesia.com






RI Usut Dugaan 300 Pelajar Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan


RI Usut Dugaan 300 Pelajar Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Ervina Anggraini)



Jakarta, CB -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengusut kebenaran kabar yang menyebutkan bahwa sedikitnya 300 mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa di Taiwan.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Ismunandar, mengatakan pihaknya telah meminta Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei sebagai perwakilan pemerintah di sana untuk mengecek kabar tersebut.

"Semua masih diteliti dan dicek lebih lanjut oleh perwakilan di Taipei. Kita tunggu dulu 1-2 hari ini ya," ucap Ismunandar saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (2/1).


Ismunandar menuturkan pihaknya baru mendapat informasi awal terkait kasus ini. Ia mengatakan jumlah mahasiswa tersebut didapatnya dari media-media Taiwan.


Ratusan mahasiswa itu disebut terdaftar kuliah di Universitas Hsing Wu di Distrik Linkou, Taipei. Mereka disebut masuk perguruan tinggi itu melalui pihak ketiga atau perantara.

Menurut laporan China Times seperti dikutip surat kabar Taiwan News, Rabu (2/1), mereka menempuh kelas internasional khusus di bawah Departemen Manajemen Informasi sejak pertengahan Oktober 2018.

Dalam sepekan, para mahasiswa itu dikabarkan hanya belajar di kelas selama dua hari. Setelah itu, mereka bekerja empat hari di pabrik selama 10 jam, dan hanya mendapat jatah satu hari libur.


Ratusan mahasiswa Indonesia itu dilaporkan dipekerjakan di sebuah pabrik lensa kontak di Hsinchu dengan jam kerja dari pukul 07.30 sampai 19.30 waktu setempat.

Mereka harus berdiri selama 10 jam dan membungkus setidaknya 30 ribu bungkus lensa kontak, dengan waktu istirahat hanya dua jam.

Selain itu, para pelajar yang rata-rata Muslim itu dilaporkan hanya diberi makanan tidak halal, bahkan mengandung daging babi.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri RI  masih juga belum menjawab permintaan konfirmasi dari CNNIndonesia.com terkait laporan tersebut.




Credit  cnnindonesia.com



https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190102143502-106-357960/ri-usut-dugaan-300-pelajar-jadi-korban-kerja-paksa-di-taiwan