Senin, 15 April 2019

Trump Peringatkan ICC Tak Adili Warga AS dan Israel


Trump Peringatkan ICC Tak Adili Warga AS dan Israel
Presiden AS, Donald Trump memperingatkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk tidak menyelidki dan mengadili warga AS dan Israel atas kejahatan perang. Foto/Reuters

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk tidak menyelidki dan mengadili warga AS dan Israel atas kejahatan perang. Trump menyebut, AS akan merespon dengan cepat dan keras jika ICC melakukan itu.Trump mengeluarkan peringatan setelah hakim ICC menolak permintaan jaksa penuntut untuk menyelidiki kekejaman yang dilakukan oleh pasukan AS di Afghanistan. Trump memuji putusan yang tidak biasa itu sebagai kemenangan besar internasional dan mengklaim bahwa AS dan Israel harus kebal dari penuntutan ICC."Sejak pembentukan ICC, AS secara konsisten menolak bergabung dengan pengadilan karena kekuatan penuntutannya yang luas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, ancaman yang ditimbulkannya terhadap kedaulatan nasional Amerika; dan kekurangan lain yang menjadikannya tidak sah," ucap Trump."Setiap upaya untuk menargetkan personel Amerika, Israel, atau sekutu untuk penuntutan akan disambut dengan respons yang cepat dan kuat," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Sabtu (13/4).Terkait dengan keputusan ICC, Amnesty International menyebut keputusan itu sebagai pengabaian para korban yang mengejutkan yang akan melemahkan kredibilitas pengadilan, yang sudah dipertanyakan.Biraj Patnaik, Direktur Asia Selatan di Amnesty International, menekankan bahwa putusan itu akan dipandang sebagai penyerahan diri terhadap intimidasi Washington.




Credit  sindonews.com


Pasukan Haftar Libya Akui Jet Tempurnya Hilang, Menduga Ditembak Roket


Pasukan Haftar Libya Akui Jet Tempurnya Hilang, Menduga Ditembak Roket
Jet tempur MiG-21 yang dioperasikan pasukan LNA pimpinan Jenderal Khalifa Haftar di Libya. Foto/REUTERS/Stringer

TRIPOLI - Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar telah mengonfirmasi bahwa mereka kehilangan sebuah pesawat jet tempur. LNA menduga pesawat mereka ditembak jatuh oleh roket milik pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB.

"Kami telah kehilangan salah satu dari pesawat tempur MiG-21 kami setelah pilot kehilangan kendali atas pesawat. Mungkin pesawat itu dihantam roket, namun tidak ada serangan langsung," kata juru bicara LNA, Ahmed Mismari, dalam konferensi pers pada hari Minggu malam, yang dilansir Sputnik, Senin (15/4/2019).

Sebelumnya, juru bicara militer GNA Mohammed Ghnounou mengatakan kepada Sputnik bahwa pasukan yang loyalis GNA telah menjatuhkan pesawat tempur milik tentara Haftar.

"Kami mengonfirmasi bahwa kami menembak jatuh sebuah pesawat militer yang menyerang pasukan kami di Wadi Rabie (selatan Tripoli)," kata Ghnounou.

LNA melancarkan serangan sejak minggu lalu untuk merebut kembali Ibu Kota Libya, Tripoli, dari kelompok yang mereka sebut sebagai teroris. Pemerintah GNA yang didukung PBB bersumpah untuk melawan setiap serangan terhadap Tripoli. 

PBB telah menuntut agar kedua pasukan menahan diri dengan tidak menyerang warga sipil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pertempuran tersebut telah menewaskan 120 orang.

Selama bertahun-tahun, Libya telah terpecah menjadi dua pemerintahan. Di bagian timur negara itu dikendalikan oleh parlemen yang dipilih pada tahun 2014 dan didukung oleh LNA yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar. Sedangkan bagian barat Libya dikendalikan GNA yang berbasis di Tripoli. 



Credit  sindonews.com




Pemerintah Libya di Tripoli tembak-jatuh jet pasukan Haftar


Pemerintah Libya di Tripoli tembak-jatuh jet pasukan Haftar
Tentara dari pasukan Libya timur berada di Ain Zara, selatan Tripoli, Libya, Kamis (11/4/2019). (REUTERS/STRINGER)




Tripoli, Libya (CB) - Pemerintah Libya, yang didukung PBB, pada Ahad (14/4) mengumumkan bahwa mereka menembak-jatuh satu jet tempur milik pasukan yang berpusat di Libya Timur dan melancarkan serangan ke Ibu Kota Libya, Tripoli.

Jet tempur milik pasukan Jenderal Khaliga Haftar tersebut ditembak-jatuh di Lembah Ar-Rabi di sebelah selatan Tripoli, kata Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di media sosial.

Pernyataan itu tak mengatakan apa-apa mengenai pilot jet tersebut, dan pasukan Haftar belum mengeluarkan komentar, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Pada 4 April, Haftar melancarkan serangan untuk merebut Tripoli, tempat pasukan Libya, yang didukung PBB, berpusat.

Sejak penggulingan presiden Muammar Gaddagfi pada 2011, dua pemerintah telah muncul di Libya: satu di Libya Timur dan satu lagi di Tripoli, yang mendapat dukungan PBB.

Kekhawatiran meningkat mengenai perang saudara baru di Libya, setelah anggota milisi yang bersekutu dengan Pemerintah Tripoli menangkap banyak prajurit dari pasukan saingannya, yang tangguh. Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan ia akan mengakhiri kunjungan ke negeri itu "yang terpecah-belah".

Orang yang ditangkap adalah petempur Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah Haftar, yang telah memerintahkan serangan ke Tripoli, dalam tindakan mengejutkan yang menandai peningkatan berbahaya pergolakan kekuasaan yang telah berlarut sejak penggulingan Gaddafi pada 2011.

Guterres menyatakan pertemuan penting dengan komandan Libya Timur, Panglima Lapangan Khalifa Haftar tidak menghasilkan jaminan dari orang kuat tersebut untuk menghindari peningkatan ketegangan.

"Saya meninggalkan Libya dengan berat hati dan sangat prihatin. Saya masih berharap bahwa mungkin untuk menghindari bentrokan berdarah di Tripoli dan sekitarnya. PBB berkomitmen untuk memfasilitasi penyelesaian politik dan, apa pun yang terjadi, PBB berkomitmen untuk mendukung rakyat Libya," kata Guterres dalam cuitan pada Jumat lama (12/4).




Credit  antaranews.com




Saudi Diduga Biayai Jenderal Haftar untuk Serang Ibu Kota Libya




Jenderal Khalifa Haftar dari Kota Benghazi, bekas anak buah pemimpin Libya, Moammar Gaddafi. Middle East Monitor
Jenderal Khalifa Haftar dari Kota Benghazi, bekas anak buah pemimpin Libya, Moammar Gaddafi. Middle East Monitor

CB, Jakarta - Arab Saudi dilaporkan memberikan uang kepada Jenderal Khalifa Haftar untuk kampanye militernya ke ibu kota Libya, Tripoli.
Dikutip dari AL Jazeera, 13 April 2019, Wall Street Journal melaporkan puluhan juta dolar diberikan oleh Arab Saudi kepada Jenderal Haftar.

Menurut laporan WSJ yang dirilis pada Jumat, tawaran ini muncul selama kunjungan Haftar ke Riyadh , sebelum serangannya ke Tripoli di mulai pada 4 April.

Laporan yang mengutip sumber penasihat senior pemerintahan Saudi mengatakan, uang itu diterima oleh Haftar yang digunakan untuk membayar tokoh masyarakat, rekrutmen, dan membayar milisi, serta tujuan militer lain.
"Kita sangat dermawan." kata penasihat yang enggan disebut namanya.

Anggota Tentara Nasional Libya (LNA), diperintahkan oleh Khalifa Haftar, keluar dari Benghazi untuk memperkuat pasukan yang maju ke Tripoli, di Benghazi, Libya 7 April 2019. [REUTERS / Esam Omran Al-Fetori]


Jenderal Khalifa Haftar yang memimpin pasukan Libyan National Army (LNA) menyerang pasukan pemerintah Government of National Accord (GNA) yang didukung PBB.
GNA mengendalikan Tripoli, yang terletak di barat laut Libya, sementara LNA bersekutu dengan pemerintahan paralel yang berbasis di timur Libya, setelah penggulingan mantan pemimpin Muammar Gaddafi pada 2011.


PBB yang awalnya berencana menyelenggarakan konferensi nasional bulan ini untuk persiapan pemilu, menyerukan gencatan senjata antarpihak. Amerika Serikat, blok G7 dari negara-negara kaya dan Uni Eropa juga mendesak LNA untuk menghentikan serangannya.
Menurut catatan PBB, setidaknya 75 orang tewas dalam pertempuran dari pihak Jenderal Khalifa Haftar dan GNA, sementara 320 lainnya terluka dan sekitar 9.500 warga Libya mengungsi.



Credit  tempo.co


PBB Catat 121 Orang Tewas dalam Perang Sipil di Libya


Anggota militer Misrata, di bawah perlindungan pasukan Tripoli mempersiapkan senjatanya saat bersiap-siap menuju garis depan di Tripoli, Libya, 8 April 2019. Pasukan Haftar mulai menyerang ke arah Tripoli dari arah selatan, sejak pertengahan pekan lalu. REUTERS/Hani Amara
Anggota militer Misrata, di bawah perlindungan pasukan Tripoli mempersiapkan senjatanya saat bersiap-siap menuju garis depan di Tripoli, Libya, 8 April 2019. Pasukan Haftar mulai menyerang ke arah Tripoli dari arah selatan, sejak pertengahan pekan lalu. REUTERS/Hani Amara

CB, Jakarta - PBB mencatat perang sipil di Libya telah menewaskan sedikitnya 121 orang.
Organisasi kesehatan PBB, WHO, menyampaikan pada Ahad bahwa konflik yang bermula dari serangan Libyan National Army (LNA) pada 5 April, telah melukai 561 orang, seperti dikutip dari Fox News, 14 April 2019.

Pertempuran antara LNA, yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar, melawan milisi yang berafiliasi dengan pemerintahan Government of National Accord (GNA), yang didukung PBB.

AS mengatakan awal pekan ini bahwa lebih dari 8.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran.
Menurut Sputnik yang mengutip laporan WHO, hanya tiga hari yang lalu jumlah korban tewas mencapai 58 orang, termasuk enam warga sipil, dan 275 lainnya luka-luka.
"Korban #LibyaCrisis adalah 682: 121 tewas dan 561 luka-luka. WHO mengirim pasokan medis, dukungan staf kesehatan untuk responden lini pertama dan kedua," kicau WHO di Libya pada Sabtu malam.

Anggota Tentara Nasional Libya (LNA), diperintahkan oleh Khalifa Haftar, keluar dari Benghazi untuk memperkuat pasukan yang maju ke Tripoli, di Benghazi, Libya 7 April 2019. [REUTERS / Esam Omran Al-Fetori]


WHO juga mengutuk serangan terhadap pekerja medis, mencatat bahwa total delapan ambulan telah ditembaki sejak awal serangan ke Tripoli.
"Dua ambulans lagi ditembak di #Libya pada hari Sabtu selama pertempuran #Tripoli, menjadikan jumlah total menjadi 8 unit sejak kekerasan dimulai. WHO sangat mengutuk serangan berulang-ulang terhadap petugas kesehatan, dan kendaraannya," tambah WHO.


Serangan berpotensi memicu perang saudara yang lebih besar seperti pemberontakan 2011 yang menggulingkan dan membunuh diktator Muammar Gaddafi.
Setelah kejatuhan Gaddafi, Libya terpecah antara pemerintahan di timur dan barat, masing-masing didukung oleh berbagai milisi.





Credit  tempo.co




Revolusi Sudan, Arab Saudi Dukung Dewan Militer Transisi



Tentara Sudan telah berusaha melindungi pengunjuk rasa dari intelijen dan personel keamanan.[Reuters]
Tentara Sudan telah berusaha melindungi pengunjuk rasa dari intelijen dan personel keamanan.[Reuters]

CB, Jakarta - Arab Saudi mendukung dewan militer transisi pemerintahan Sudan setelah demonstrasi berujung kudeta.
Menurut laporan Reuters, 14 April 2019, Kerajaan Saudi memberikan bentuk dukungan paket bantuan termasuk gandum, obat-obatan dan bb,.
Kantor berita Saudi Press Agency melaporkan, dukungan Riyadh terhadap dewan militer demi masa depan Sudan yang akan membawa keamanan dan stabilitas negeri.

Dewan militer dibentuk pada Kami setelah militer mengkudeta Presiden Omar al-Bashir setelah 30 tahun berkuasa.
Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Jenderal Ahmed Awad ibn Auf mengumumkan diri sebagai pemimpin dan membentuk dewan militer, untuk transisi selama dua tahun.
Namun ini ditentang ribuan demonstran yang menginginkan pemerintahan sipil segera mungkin.
Pada Jumat, Jenderal Auf mengundurkan diri sebagai ketua Dewan Militer dan digantikan oleh Jenderal al-Burhan, kepala staf angkatan darat.

Para demonstran Sudan berkumpul untuk salat Jumat ketika mereka memprotes pengumuman tentara bahwa Presiden Omar al-Bashir akan digantikan oleh dewan transisi yang dipimpin militer, dekat Kementerian Pertahanan di Khartoum, Sudan, 12 April 2019. REUTERS/Stringer
Pasukan Dukungan Cepat Sudan mengatakan, seperti dikutip dari Sputnik, bahwa mereka akan menyerukan pembentukan dewan transisi untuk memasukkan tidak hanya personel militer tetapi juga pejabat sipil, setelah pengambilalihan militer.
Namun, oposisi Sudan sebelumnya menuntut agar Dewan Militer segera mengalihkan kekuasaan kepada pemerintah sipil. Selain itu, mantan Partai Kongres Nasional (NCP) yang berkuasa di Sudan menuntut pada hari Sabtu bahwa dewan militer, yang mengambil alih setelah kudeta minggu ini, membebaskan presiden Bashir yang ditahan beserta anggota senior lainnya.

NCP mengatakan tindakan militer hanya akan memperlambat transisi damai dan membatalkan piagam nasional yang diadopsi oleh mayoritas partai.
NCP menuntut agar Burhan memberikan hak yang sama kepada semua kekuatan politik dan membawa mereka yang menyerang kantor regionalnya ke pengadilan.
Sementara itu, kepala dewan militer transisi yang berkuasa di Sudan mengumumkan berakhirnya darurat nasional pada Sabtu.



Credit  tempo.co



Polisi Afsel Temukan 167 Cula Badak yang Akan Dikirim ke Asia


Polisi Afsel Temukan 167 Cula Badak yang Akan Dikirim ke Asia
Ilustrasi (REUTERS/Baz Ratner)




Jakarta, CB -- Polisi Afrika Selatan (Afsel) menemukan 167 cula badak yang diyakini akan dikirim ke Asia, Minggu (14/4). Dalam penangkapan itu polisi mengamankan dua tersangka dalam operasi dadakan di provinsi Barat Laut. Keduanya ditangkap sejak Sabtu (13/4) setelah kepolisian mendapat informasi bahwa ada mobil yang mengangkut cula badak.

Ini adalah salah satu tangkapan cula badak terbesar dalam sejarah di negara itu, menurut unit polisi elit yang dikenal sebagai Hawks, yang tengah menyelidiki jenis kejahatan khusus itu.

"Kami menangkap mereka pada Sabtu di daerah bendungan Hartbeespoort. Mereka sedang mengendarai kendaraan ketika dicegat petugas," kata juru bicara Hawks, brigadir Hangwani Mulaudzi kepada AFP.


"Ini adalah operasi yang digerakkan berdasarkan keterangan intelijen yang berlanjut dengan penangkapan kedua tersangka. Mereka menjadi pemilik 167 cula badak itu," katanya, seraya menambahkan "itu adalah salah satu (tangkapan) yang terbesar".

Para tersangka yang masing-masing berusia 57 dan 61 tahun itu diperkirakan akan muncul di pengadilan kota Brits pada hari Senin. Polisi mengatakan cula badak bernilai mahal itu ditujukan untuk pasar Asia Tenggara.

Permintaan cula badak terutama didorong oleh konsumen di Cina dan Vietnam. Sebab, cula badak di dua negara ini direkomendasikan oleh beberapa praktisi pengobatan tradisional sebagai bahan yang punya efek penyembuhan ajaib.


Pada kenyataannya cula badak tak lain adalah lubang hidung badak yang mengandung keratin, protein yang serupa dengan yang ada di rambut dan kuku manusia.

Tapi di pasar ini, harga cula badak bisa mencapai US$ 60.000 per kilogram. Sehingga tak heran jika cula ini memicu jaringan kejahatan transnasional yang menguntungkan yang telah menghancurkan populasi badak dalam beberapa dekade terakhir.

Afrika Selatan merupakan rumah bagi sekitar 80 persen populasi badak dunia. Sebagai tempat populasi badak terbesar, negara ini mendapat serangan perburuan badak ilegal terparah. Pada tahun 2018, 769 badak diburu di Afrika Selatan saja. Lebih dari 7.100 hewan telah dibunuh selama dekade terakhir.



Credit  cnnindonesia.com




Indonesia-Arab Saudi Sepakat Gelar Pertemuan Setahun Sekali


Presiden Jokowi tiba di Riyadh, Arab Saudi untuk menemui Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, Ahad (14/4).
Presiden Jokowi tiba di Riyadh, Arab Saudi untuk menemui Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, Ahad (14/4).
Foto: dok. Biro Pers Istana

Presiden RI Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Makhota Arab Saudi




CB, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi sepakat untuk membentuk mekanisme konsultasi tingkat pemimpin dan melakukan pertemuan setahun sekali. Kesepakatan tersebut tercapai saat Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Salman di Istana Putra Mahkota Riyadh, Ahad (14/4) malam.

Selain melakukan pertemuan bilateral, Putra Mahkota juga menjamu Presiden dalam santap malam bersama. Menteri Luar Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut mengatakan bahwa Indonesia-Arab Saudi sepakat untuk membentuk mekanisme konsultasi tingkat pemimpin dan melakukan pertemuan setahun sekali.

"Indonesia-Saudi juga sepakat segera melakukan pertemuan untuk membahas investasi dan kerja sama ekonomi lain," kata Retno sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan pers tertulis, Senin (15/4).

Arab Saudi misalnya tertarik melakukan kerja sama di bidang energi dan petrokimia dengan Indonesia sebagaimana disampaikan kembali oleh Putra Mahkota. Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjadi bagian dari pelaksanaan Vision 2030 Arab Saudi.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.





Credit  republika.co.id






Kapal Perang Rusia Sambangi Laut China Selatan


Kapal Perang Rusia Sambangi Laut China Selatan
Kapal fregat Angkatan Laut Rusia, Laksamana Gorshkov. Foto/Istimewa

MOSKOW - Sebuah kapal perang milik Angkatan Laut Rusia dilaporkan tengah berlayar ke Laut China Selatan. Kepala layanan pers Sevflot, Vadim Serga mengatakan, Kapal Laksamana Gorshkov telah melewati Selat Malaka dan Singapura serta telah memasuki Laut China Selatan.

"Kapal fregat Rusia Laksamana Flota Sovetskogo Soyuza Gorshkov, yang memimpin skuadron kapal perang dan kapal pendukung untuk Armada Utara dalam perjalanan panjang, menyelesaikan perjalanan Selat Malaka dan Singapura dan memasuki Laut Cina Selatan", kata Serga seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (14/4/2019).

Menurut Serga, kapal Rusia itu menuju pelabuhan China Qingdao di Semenanjung Shandong di mana peringatan ke-70 pasukan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China akan dirayakan pada 23 April mendatang. Awak kapal Laksamana Gorshkov sedang bersiap untuk berpartisipasi dalam perayaan yang didedikasikan untuk tanggal tersebut.

"Kapal itu dikawal oleh kapal penyelamat Nikolay Chiker, kapal multifungsi dan dukungan teknis Elbrus, dan kapal tanker laut Kama," ujarnya.

Sebuah detasemen kapal dan kapal-kapal dari Sevflot yang dipimpin oleh fregat Laksaman Gorshkov berangkat dalam perjalanan panjang pada 26 Februari lalu. Untuk fregat utama, ini adalah pelayaran pertama dalam sejarahnya. Awak kapal membuat panggilan untuk berlabuh di Djibouti dan Kolombo, Sri Lanka.

Sejak awal perjalanan, fregat telah menempuh jarak lebih dari 11.000 mil laut dan melakukan beberapa latihan kapal umum tentang pertahanan detasemen kapal dan penggunaan senjata roket. 




Credit  sindonews.com


Korut Tegaskan akan Terus Perkuat Kekuatan Militer



Korut Tegaskan akan Terus Perkuat Kekuatan Militer
Pemimpin Korut, Kim Jong-un menuturkan, pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan militernya dalam menghadapi risiko yang berkelanjutan terhadap kedaulatannya. Foto/Istimewa

PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un menuturkan, pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan militernya dalam menghadapi risiko yang berkelanjutan terhadap kedaulatannya.

"Kita harus selalu ingat bahwa perdamaian hanya dapat dipastikan dengan kemampuan militer yang kuat, dan dengan kuat mempertahankan prinsip pertahanan diri dan terus meningkatkan kemampuan pertahanan negara," ucap Jong-un, seperti dilansir Reuters pada Minggu (14/4).

Dia menyebut kemerdekaan militer Korut pedang berharga yang kuat untuk mempertahankan kedaulatan, memperingatkan bahwa iklim perdamaian di semenanjung Korea mungkin tidak bertahan lama.

"Iklim perdamaian yang mulai menetap di semenanjung Korea tidak tahan lama dan upaya pasukan musuh dalam invasi ke DPRK belum hilang," sambungnya, menggunakan nama resmi dari Korut.

Sebelumnya, Jong-un menyebut kebijakan sanksi Amerika Serikat (AS) adalah sebuah tindakan yang bodoh dan juga berbahaya. Menurutnya, hal ini hanya akan kembali meningkatkan ketegangan hubungan kedua negara.

Dalam pidatonya di hadapan Majelis Rakyat Tertinggi Korut, Jong-un mengatakan hubungan dia dengan Presiden AS, Donald Trump sangat baik. Namun, dia belum tertarik untuk melakukan pertemuan ketiga dengan Trump, jika hanya akan mengulangi pertemuan Hanoi, Vietnam.

Dia mengatakan, di Hanoi AS datang dengan rencana yang sama sekali tidak dapat direalisasikan dan tidak benar-benar siap untuk duduk bersama dan menyelesaikan masalah yang ada. Jong-un menuturkan bahwa ia akan menunggu hingga akhir tahun ini bagi AS untuk memutuskan untuk mengambil sikap lebih fleksibel. 




Credit  sindonews.com



Banjir Iran Telan Kerugian Hingga 2,5 Miliar Dolar AS


Banjir Iran (Ilustrasi)
Banjir Iran (Ilustrasi)
Foto: AFP

Banjir di Iran telah merusak 14 ribu kilometer jalan dan 700 jembatan.



CB, TEHERAN -- Banjir yang disebabkan oleh hujan lebat di seluruh Iran dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kerugian mencapai 2,5 miliar dolar AS. Banjir tersebut telah merusak jalan, jembatan, rumah, dan lahan pertanian.


"Banjir seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, 25 provinsi dan 4.400 desa telah terkena dampaknya," ujar Menteri Dalam Negeri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli dilansir kantor berita IRNA, Ahad (14/4).

Menteri Pembangunan Jalan dan Perkotaan Iran, Mohammad Eslami mengatakan, sekitar 14 ribu kilometer jalan rusak dan lebih dari 700 jembatan hancur total oleh tanah longsor serta banjir. Pemerintah menyatakan akan membayar kompensasi kepada masyarakat yang telah mengalami kerugian, terutama petani.


Di sisi lain, anggaran Iran telah diperketat menyusul sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap sektor energi dan perbankan. Hal ini menyebabkan membatasi akses Iran untuk menerima pendapatan di luar negeri.


Kepala Dana Kekayaan Iran, Morteza Shahidzadeh mengatakan, Presiden Hassan Rohani telah meminta izin dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk menarik dana senilai 2 miliar dolar AS yang akan digunakan untuk rekonstruksi daerah-daerah yang terkena banjir. Shahidzadeh mengatakan, Khamenei pada prinsipnya menyetujui permintaan tersebut.


Pejabat Iran telah berulang kali mengatakan, banjir tidak mempengaruhi produksi dan pengembangan di sejumlah ladang minyak. Tak hanya itu, banjir juga tidak menghambat aliran minyak mentah melalui pipa ke pasar penerima.


Seorang pejabat di Perusahaan Minyak Nasional Iran, Karim Zobeidi mengatakan, masih terlalu dini untuk memperkirakan tingkat kerusakan banjir pada sektor energi. Kantor berita Mehr melaporkan, beberapa sumur minyak di Iran barat telah ditutup sebagai tindakan untuk pencegahan terhadap banjir.


Banjir melanda Iran pada 19 Maret 2019, dan menewaskan 76 orang. Sementara, 220 ribu orang berada di pengungsian. Angkatan bersenjata telah dikerahkan untuk membantu penanggulangan campak banjir.


Menteri Energi Reza Ardakanian mengatakan, bendungan memiliki peran kunci dalam mengurangi kerusakan selama banjir di wilayah barat dan selatan. Menurutnya, bendungan tersebut juga berfungsi untuk menyimpan air bersih.


"Jika kita ingin akses 5 miliar meter kubik dengan proses desalinasi, maka akan menelan biaya 2,5 miliar dolar AS. Kami memiliki 172 bendungan besar yang sekarang 75 persen penuh," kata Ardakanian dilansir Financial Times





Credit  republika.co.id




Maskapai AS Perpanjang Larangan Terbang Boeing 737 Max


Maskapai AS Perpanjang Larangan Terbang Boeing 737 Max
Seri Boeing 737 Max (Reuters)



Jakarta, CB -- Grup maskapai American Airlines yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya memperpanjang larangan terbang Boeing 737 MAX hingga 19 Agustus, Minggu (14/4). Keputusan ini mengakibatkan pembatalan 115 penerbangan dalam sehari atau sekitar 1,5 persen dari jadwal penerbangan harian di musim panas. Padahal musim panas biasanya menjadi jadwal terbang terpadat dalam setahun.

Pembatalan ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan tim mereka terhadap layanan maskapai itu. Mereka ingin memberi waktu agar keandalan pesawat besutan Boeing tersebut telah teruji agar insiden yang menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air terulang.

Meski demikian, mereka yakin 737 MAX akan disertifikasi ulang sebelum 19 Agustus, seperti diungkap dalam sebuah surat kepada karyawan dan pelanggan yang ditulis oleh Kepala Eksekutif perusahaan, Doug Parker dan Presiden Robert Isom.

Pesawat Boeing 737 MAX mendapat larangan terbang di seluruh dunia Maret lalu setelah terjadi kecelakaan fatal yang menimpa Ethiopian Airlines dan menewaskan semua 157 penumpang. Kecelakaan ini terjadi lima bulan setelah kecelakaan serupa di Lion Air yang menewaskan semua 189 penumpang dan awak.

American Airlines saat ini memiliki 24 jet MAX dan sedang menunggu pengiriman 16 jet lainnya tahun ini. Sebelumnya, Maskapai Garuda Indonesia telah membatalkan pesanan 50 pesawat MAX kepada Boeing.

Saat ini, Boeing yang berbasis di Chicago, AS, telah memperbarui perangkat lunak untuk sistem anti-jatuh mereka yang diduga menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat. Pembaruan itu dilakukan di bawah pengawasan ketat setelah terjadinya dua kecelakaan itu. Namun, mereka masih harus mensertifikasi ulang pesawat yang sudah diperbarui perangkat lunaknya.

Parker dan Isom mengatakan mereka "percaya diri" dalam pembaruan peranti lunak yang akan datang Boeing dan proposal pelatihan baru, dan tetap berhubungan terus menerus dengan otoritas regulasi selama proses sertifikasi ulang MAX.

Setelah pesawat selesai disertifikasi ulang, para eksekutif American Airlines berharap bisa segera menggunakan lagi pesawat MAX sebagai pesawat cadangan untuk menambah operasional yang tinggi selama musim panas.




Credit  cnnindonesia.com



Pesawat Terbesar di Dunia Lakukan Uji Terbang Pertama


Pesawat Terbesar di Dunia Lakukan Uji Terbang Pertama
Pesawat terbesar di dunia, pesawat Stratolaunch, melakukan uji terbang pertamanya. Foto/Istimewa

CALIFORNIA - Pesawat terbesar di dunia, pesawat Stratolaunch, melakukan uji terbang pertamanya pada akhir pekan ini California, Amerika Serikat (AS). Pesawat ini adalah pesawat raksasa dengan dua pesawat dan enam mesin Boeing 747.

Mega jet itu melakukan penerbangan perdananya di atas gurun Mojave. Pesawat ini dirancang untuk dibawa ke luar angkasa dibuat oleh perusahaan teknik Scaled Composites.

Pesawat ini begitu besar rentang sayapnya lebih panjang dari lapangan sepak bola, atau sekitar 1,5 kali dari pesawat Airbus A380. Secara khusus, rentang sayap adalah 117 meter; sementara Airbus A380 hanya di bawah 80.

"Pesawat tersebut terbang sekitar dua setengah jam pada Sabtu," kata Stratolaunch. Sampai sekarang, baru saja melakukan tes di darat.

Pesawat ini mencapai kecepatan tertinggi 304 kilometer per jam dan mencapai ketinggian 17.000 kaki, atau 5.182 meter.

"Penerbangan pertama yang luar biasa," kata CEO Stratolaunch, Jean Floyd seperti dikutip dari AFP, Minggu (14/4/2019).

"Penerbangan hari ini lebih jauh dari misi kami untuk memberikan alternatif yang fleksibel untuk sistem peluncuran darat," tambahnya.

Stratolaunch dibiayai oleh Paul Allen, salah satu pendiri Microsoft sebagai cara untuk masuk ke pasar guna meluncurkan satelit kecil.

Namun Allen meninggal pada Oktober tahun lalu sehingga masa depan perusahaan ini menjadi tidak pasti.




Credit  sindonews.com



Serangan Udara tewaskan wakil pimpinan ISIS di Somalia


Serangan Udara tewaskan wakil pimpinan ISIS di Somalia
Asap mengepul setelah ledakan di Somalia




Garowe (CB) - Serangan udara menewaskan wakil pemimpin kelompok ISIS dan sejumlah militan lainnya di wilayah semi-otonomi Puntland, Somalia, ungkap pejabat keamanan setempat, Minggu.

Saksi mata menceritakan sebuah kendaraan yang berada tiga kilometer di luar desa Xiriiro di bukit Qandala dihantam rudal pada pukul 10.00GMT (17.00 WIB), Minggu.

"Serangan udara hari ini menewaskan wakil pimpinan ISIS, Abdihakim Dhuqub," kata Menteri Keamanan Puntland, Abdisamad Mohamed Galan kepada Reuters.

Menurut PBB, Dhuqub membantu mendirikan jaringan pertama al-Ittihad al-Islamiya (AIAI), pendahulu ideologi Ash-Shabaab, kelompok militan yang memerangi pemerintah nasional Somalia selama satu dasawarsa.

Ia kemudian membelot ke ISIS.

Somalia terpecah oleh perang saudara dan kelompok fanatik  -- meskipun lebih banyak di selatan dar pada di utara tempat Puntland berada-- sejak 1991 saat panglima perang klan melengserkan seorang diktator.

"Sejumlah rudal menghantam mobil Suzuki. Kemudian helikopter mengepung dari atas lokasi kejadian," kata warga Xiriiro, Mohamed Iid kepada Reuters. "Itu serangan udara yang membisingkan telinga. Kami mendekati lokasi setelah helikopter tersebut pergi. Mobil tersebut benar-benar meleleh."

Matt Bryden - kepala think tank Sahan Research yang bermarkas di Nairobi, meremehkan urgensi pembunuhan oleh ISIS. Ia berpendapat bahwa ISIS hanya memiliki kekuatan yang relatif kecil dengan 150-200 tentara.

"Jika Anda memperhitungkan bahwa mereka tidak pernah melakukan serangan teror besar dalam beberapa tahun operasi, Anda pada dasarnya memilik geng yang terjebak di gurun pasir".

"Hanya karena mereka disebut ISIS, itu tidak menjadikan mereka ancaman eksistensial," kata dia kepada Reuters melalui percakapan telepon.




Credit  antaranews.com



Dewan Militer Sudan cabut pembatasan atas media


Dewan Militer Sudan cabut pembatasan atas media
Demonstrasi anti Presiden Sudan Omar al-Bashir yang akhirnya dipaksa turun dari jabatannya. April 11, 2019. (REUTERS/STRINGER)



Khartoum, Sudan (CB) - Dewan Peralihan Militer, yang memerintah di Sudan, mencabut pembatasan atas media, kata Kementerian Penerangan Sudan di dalam satu pernyataan pada Ahad (14/4).

Tindakan tersebut dilakukan beberapa hari setelah penggulingan Omar Al-Bashir, yang lama menjadi presiden, dan kekuasaan diambil-alih oleh Dewan Militer, yang menjanjikan masa peralihan dua-tahun sebelum pemilihan umum.

Pernyataan itu menegaskan bahwa wartawan dan kantor media internasional yang diblokir akan diperkenankan melanjutkan pekerjaan serta diakhirinya sensor atas surat kabar dan media lokal.

Secara terpisah, konsultasi kedua guna membahas pembentukan pemerintah baru dijadwalkan diadakan pada Ahad, kata beberapa sumber dari kelompok oposisi kepada Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Partai oposisi dijadwalkan mengajukan daftar nama orang yang akan ikut dalam Dewan Peralihan --yang akan dibentuk antara militer dan oposisi, kata beberapa sumber yang tak disebutkan jatidiri mereka.

Aliansi oposisi Perubahan dan Kebebasan telah berkeras agar Dewan Militer membubarkan partai yang memerintah, organ keamanan, dan milisi pemerintah sebagai langkah utama bagi pembubaran "negara dalam negara" Sudan.




Credit  antaranews.com






Minggu, 14 April 2019

Khawatir Rusia dan China Temukan Jet Tempur F-35 Jepang, AS Panik


Khawatir Rusia dan China Temukan Jet Tempur F-35 Jepang, AS Panik
Pesawat jet tempur siluman F-35A Lockheed Martin. Foto/Courtesy of the Japan Air Self-Defense Force

TOKYO - Militer Amerika Serikat (AS) dan Jepang mengerahkan sejumlah sumber daya yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mencari puing-puing jet tempur siluman F-35A yang hilang dari pantauan radar. Pencarian secara panik itu dilakukan karena Washington khawatir Rusia dan China menemukannya terlebih dahulu dan rahasia teknologi silumannya bisa direbut.Pesawat tempur siluman F-35A lenyap dari pantauan radar di lepas pantai Jepang hari Selasa lalu. Pasukan Bela Diri Jepang dan militer AS telah mengerahkan pesawat dan kapal dalam pencarian tak biasa di Samudra Pasifik.Militer kedua pihak berupaya untuk menemukan puing-puing jet tempur tersebut beserta pilotnya, Mayor Akinori Hosomi.Mengutip Nikkei Asian Review, Minggu (14/4/2019), AS mengirim pesawat patroli P-8Ayang digunakan untuk mencari kapal selamuntuk misi pencarian. Kapal USS Stethem yang dilengkapi dengan radar Aegis juga ikut dilibatkan dala misi yang sama. Tak cukup itu, pesawat pembom B-52 ikut diterbangkan dari sebuah pangkalan udara di Guam.AS telah menempatkan tingkat prioritas yang belum pernah terlihat sebelumnya pada kecelakaan tersebut. Itu mungkin karena F-35A diharapkan memainkan peran penting dalam masa depan perang modern. Respons ini berbeda ketika sebuah jet tempur F/A-18 bertabrakan dengan sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-130 Hercules di lepas pantai Jepang pada bulan Desember yang menewaskan enam orang di dalamnya. Skala pencarian insiden F/A-18 tak sebesar misi untuk menemukan F-35A.F-35, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, adalah pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan setelah Washington menginvestasikan banyak tahun dan miliaran dolar untuk penelitian. Jet ini diharapkan mampu menangani misi AS, Jepang, Inggris, Australia dan sekutu lainnya selama beberapa dekade mendatang. Pesawat ini menarik perhatian karena teknologinya memungkinkan untuk menghadapi sistem pertahanan rudal musuh.F-35 memiliki kemampuan untuk memuat rudal pencegat canggih yang akan dikembangkan nanti. Pesawat, diterbangkan oleh pilot Jepang dan Amerika, akan mempertaruhkan posisi siap siaga untuk mendeteksi dan menembak jatuh rudal balistik selama fase boost awal-nya, ketika rudal berada pada kecepatan paling lambat.Kemampuan untuk menghancurkan rudal balistik di udara tidak hanya akan berfungsi sebagai pertahanan terhadap peluncuran rudal China dan Korea Utara, tetapi akan menambah lapisan perlindungan tambahan terhadap Rusia. Analis militer percaya bahwa jika terjadi perang, Rusia akan menargetkan sistem perisai rudal Aegis darat dengan senjata nuklir kecil untuk memungkinkannya menembakkan rudal lainnya. F-35 akan menambah lapisan pertahanan ekstra dengan kemampuan mereka untuk mencegat serangan balistik.Dengan latar belakang inilah AS telah menangguhkan pengiriman peralatan F-35 ke sekutu NATO-nya, Turki, karena Ankara nekat membeli sistem rudal S-400 buatan Rusia.Setiap informasi tentang teknologi dalam F-35 sangat diminati. China dilaporkan telah memperoleh bagian dari cetak biru F-35 melalui cybertheft. Beijing telah memajukan program tempur silumannya sendiri dengan menggunakan jet J-20 miliknya untuk menyaingi F-35.Tidak sulit untuk membayangkan bahwa militer dan intelijen intelijen di Beijing dan Moskow mengeluarkan "air liur" untuk melacak F-35A di laut. Fakta bahwa militer AS telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengirimkan bomber B-52 ke daerah jatuhnya pesawat F-35 adalah pesan keras bahwa Washington tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh pesawat siluman tersebut.AS memiliki pengalaman langsung dengan menyelamatkan teknologi sensitif dari puing-puing. Lima dekade lalu, Washington memanfaatkan peluang emas untuk mendapatkan senjata musuh yang didambakan dari laut.Pada tahun 1968, sebuah kapal selam Soviet yang dilengkapi dengan rudal nuklir meledak dan tenggelam di perairan dekat Hawaii. Dalam sebuah operasi yang secara resmi bernama "Project Azorian"—tetapi mungkin lebih dikenal dengan julukan "Project Jennifer"—militer AS mendeteksi suara ledakan melalui SOSUS—sistem surveillance berbasis suara pada rantai pos-pos pendengaran bawah air—dan berhasil menemukan kapal K-129 Soviet yang tenggelam.CIA membangun kapal penyelamat besar khusus untuk operasi dan pada tahun 1974, enam tahun setelah K-129 Soviet tenggelam, dengan kedok penambangan nodul mangan dari dasar laut. Saat itu, AS berhasil mengambil K-129, yang penuh dengan rahasia militer.Soviet, secara alami, juga bertujuan untuk menyelamatkan kapal selamnya sendiri, tetapi karena kurangnya teknologi sonar, dan fakta bahwa lokasi itu berada di luar Hawaii, mereka gagal mencapai kapal selam sebelum Amerika menemukannya.F-35A yang menabrak laut Pasifik kali ini diperkirakan tenggelam di dasar laut sekitar 1.500 meter. Meskipun sulit, bukan tidak mungkin untuk diselamatkan. Teknologi untuk mendeteksi objek yang tenggelam telah meningkat secara signifikan sejak 45 tahun yang lalu, dan jet tempurnya jauh lebih kecil dan lebih mudah diangkat dibandingkan dengan K-129.Lokasi kecelakaan sekitar 150 km dari Prefektur Aomori Jepang dan di dalam zona ekonomi eksklusif Jepang. China dan Rusia tidak dapat melakukan operasi pencarian atau penyelamatan tanpa izin Tokyo. Tetapi tidak sepenuhnya mustahil bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China atau pun militer Rusia akan mengerahkan kapal selam atau drone bawah air untuk mencoba mencapai F-35A.Nasib F-35A yang tenggelam memiliki potensi untuk mengubah keseimbangan kekuatan udara di antara kekuatan-kekuatan utama dunia. Tidak diragukan lagi, peserta lain dari program F-35A, seperti Inggris, Australia dan Israel, akan menonton dengan cermat.



Credit  sindonews.com




Rusia Tegaskan akan Respon Aktivitas NATO di Laut Hitam



Rusia Tegaskan akan Respon Aktivitas NATO di Laut Hitam
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko mengatakan peningkatan aktivitas NATO di Laut Hitam merusak stabilitas regional. Foto/Istimewa
 
 
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko mengatakan peningkatan aktivitas NATO di Laut Hitam merusak stabilitas regional. Moskow, lanjut Grushko, akan memberikan respon yang sesuai atas tindakan NATO tersebut.

Berbicara di sela-sela pertemuan Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan di Moskow, Grushko mengatakan bahwa Rusia menilai peningkatan aktivitas NATO di Laut Hitam jelas negatif.

"Kami, tentu saja akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menetralisir ancaman yang terkait dengan peningkatan aktivitas NATO di wilayah ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kami menyaksikan dengan sangat hati-hati bagaimana rencana Aliansi untuk meningkatkan kehadirannya di wilayah itu terbuka dan kami akan bereaksi sesuai," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (14/4).

Dia menunjukkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia percaya bahwa keamanan di Laut Hitam harus didasarkan pada kerja sama negara-negara pesisir.

"Semua bahan yang diperlukan untuk ini hadir. Ini Organisasi Kerjasama Ekonomi Laut Hitam dan di bidang militer, dokumen tentang langkah-langkah membangun kepercayaan di Laut Hitam," ungkapnya.

Grushko, di kesempatan yang sama menyatakan harapannya bahwa Kelompok Tugas Kerjasama Angkatan Laut Laut Hitam, yang juga dikenal sebagai BLACKSEAFOR, akan kembali melanjutkan operasi. Program kerja sama itu mencakup enam negara pesisir yakni Bulgaria, Georgia, Rusia, Rumania, Turki, dan Ukraina.

Kegiatan kelompok ini secara efektif berhenti setelah krisis Ukraina 2014 dan Rusia menangguhkan keikutsertaannya setelah pasukan Turki menembak jatuh sebuah pesawat militer Rusia pada 2015.



Credit sindonews.com





Pakar Sebut Alasan AS Takut S-400 karena Bisa Jatuhkan F-35


Sistem rudal S-400. Sumber : Sputnik/RT.com
Sistem rudal S-400. Sumber : Sputnik/RT.com
CB, Jakarta - Pakar militer mengatakan kekhawatiran Amerika Serikat terhadap S-400 dikarenakan sistem pertahanan udara itu mampu menembak jatuh pesawat F-35.
Selama bertahun-tahun, tiga negara NATO tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem pertahanan udara Rusia, tetapi kesepakatan S-400 Turki adalah kasus khusus karena berisiko dan menimbulkan kerugian pada industri militernya, ungkap pengamat militer, seperti dikutip dari Russia Today, 14 April 2019.

Turki tampaknya tetap membeli sistem anti-pesawat S-400 meski diancam oleh AS.
Washington telah menunda pengiriman F-35 ke Angkatan Udara Turki dan memperingatkan bahwa melanjutkan perjanjian itu dapat membahayakan hubungan Turki dengan AS dan NATO.

Beberapa media memaparkan bagaimana industri Turki akan menderita jika S-400 dibeli oleh Turki. Yang lain memperingatkan bahwa memiliki F-35 dan S-400 dalam satu militer akan membahayakan keuntungan paling penting dari jet tempur generasi kelima.
Analis militer mengatakan sebagian besar perselisihan adalah Ankara yang tidak tunduk pada Washington dan NATO dan mengejar kepentingannya sendiri.
"AS kehilangan kepemimpinan dan Rusia mengambilnya," kata Igor Korotchenko, pemimpin redaksi majalah militer National Defense dan anggota dewan publik Kementerian Pertahanan.
"Prospek anggota NATO yang membeli alustsista dari Rusia merusak reputasi AS...dan menimbulkan kerugian pada industri militer Amerika," katanya.
 
Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat mendeteksi target sejauh 600 km dan radar 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan jangkauan 400 km. topwar.ru
Menurut Igor, S-400 berbahaya bagi pesawat NATO karena dapat mendeteksi dan menjatuhkan F-35 dan F-22.
Tetapi ada negara-negara anggota NATO yang menggunakan persenjataan buatan Rusia berteknologi tinggi, termasuk pendahulu S-400.
Bulgaria, Yunani, dan Slovakia adalah sekutu NATO yang memiliki S-300 di gudang senjata mereka.


Yunani telah memasangnya di di pulau Siprus, yang menjadi titik balik dalam strategi pertahanan nasionalnya. Bulgaria dan Slovakia sering menggunakan sistem S-300, yang dirancang pada puncak Perang Dingin, selama latihan tempur NATO.
Jadi, mengapa Turki yang bergabung dengan NATO pada tahun 1952, mendapat tekanan kuat karena membeli S-400 sementara tiga anggota lainnya tidak?




"Yunani dan anggota lainnya telah membeli senjata anti-pesawat Rusia jauh sebelum 2014, yaitu sebelum ketegangan antara AS dan Rusia mulai meningkat," jelas pakar militer Rusia Mikhail Khodarenok.
Khodarenok, pensiunan perwira Angkatan Udara Rusia, mengatakan daya tembak yang ditingkatkan, resistensi terhadap gangguan dan jangkauan yang lebih jauh membuat S-400 menonjol di antara rudal darat- ke-udara lainnya.
Tetapi kenapa AS begitu takut pada S-400 dibanding S-300, generasi sistem pertahanan udara yang lebih tua?

Militer Amerika telah memperoleh sepasang varian S-300P dan S-300V melalui Belarus dan Ukraina setelah Uni Soviet runtuh untuk mempelajari kemampuan sistem, tetapi pengetahuan yang bisa diambil dari sistem ini tidak mutakhir sekarang, kata Khodarenok.
"AS tidak memiliki (varian yang lebih baru)," katanya.
Bahkan mengetahui senjata musuh secara terperinci tidak banyak membantu di medan perang karena menekan sistem anti-pesawat adalah tentang gangguan elektronik yang kuat, dan tidak terkait jenis perangkat keras apa pun.
 
Rusia telah mengoperasikan sistem pertahanan udara S-400 Triumf yang dapat membidik 36 pesawat dalam radius 150 km. S-400 dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 (jangkauan 400 km, rudal 48N6 (250 km), rudal 9M96E dan 9M96E2 (40 km dan 120 km). Rudal S-400 mampu melaju dengan kecepatan 4,8 km/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat dihancurkan dalam waktu 83 detik saja. Triumf juga mampu menghadang rudal balistik. Sputnik/ Sergey Malgavko
Turki mengatakan S-400 akan membantu negara untuk mempertahankan diri, karena Turki menghadapi ancaman dari Timur Tengah. Tetapi pada saat yang sama, Turki sedang dalam pembicaraan dengan AS mengenai rudal Patriot, sistem pertahanan udara yang hampir sama dengan famili S-300.

"(ibarat) Menghindari memasukkan semua telur dalam satu keranjang, Turki menunjukkan bahwa mereka tidak ingin membeli sistem anti-pesawat dari satu vendor," tukas Khodarenok.
Khodarenok yakin kesepakatan Rusia akan terbatas pada Turki yang hanya membeli sejumlah skuadron S-400 untuk mencakup hanya satu fasilitas penting.
"Tidak akan ada pembelian grosir sistem anti-pesawat untuk menutupi seluruh Turki, sementara pembelian S-400 masih jauh dari selesai, karena kesepakatan itu baru dilakukan setelah kru Turki dilatih di Rusia, peluncur diuji dan dikirim ke Turki, dan akhirnya, semua pembayaran dilakukan," papar Khodarenok.






Credit  tempo.co







Vladimir Putin Sebut Wajib Militer Sudah Ketinggalan Zaman


Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]
Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]
CB, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan wajib militer di era pertempuran modern sudah ketinggalan zaman.
Ketika militer modern menghadapi tantangan yang lebih rumit dan memperoleh teknologi canggih, maka militer memerlukan transisi ke pasukan profesional, kata Presiden Vladimir Putin.
"Layanan wajib militer perlahan menjadi sesuatu dari masa lalu," kata Putin, dikutip dari Russia Today, 13 April 2019.


Putin menambahkan bahwa butuh waktu dan pembiayaan yang tepat untuk mewujudkan tentara profesional.
"Tapi tren ini ada dan kami akan bergerak ke arah ini," ujar Putin.
Namun, banyak negara tidak menghapuskan wajib militer sepenuhnya karena militer memiliki banyak pekerjaan tanpa keahlian yang harus dilakukan, tambahnya.
 
Peserta wajib militer di kesatuan Aangkatan Udara, melakukan pemanasan sebelum mengikuti latihan terjun payung di Stavropol, Rusia, 29 Oktober 2015. REUTERS/Eduard Korniyenko
Di Rusia, diberlakukan 12 bulan wajib militer untuk semua warga negara pria berusia 18-27 tahun, dengan sejumlah pengecualian.
Masa wajib militer ini sebelumnya dua tahun pada 2007-2008, meskipun waktu wajib militer satu tahun dianggap oleh banyak ahli terlalu singkat untuk mendapatkan keterampilan militer yang tinggi.

Awal pekan ini, Putin mengumumkan bahwa rudal balistik antarbenua SS-28 Sarmat (ICBM) super-berat baru telah memasuki tahap uji akhir dan akan segera beroperasi.Sarmat adalah salah satu dari lima senjata teratas yang diumumkan Putin pada Maret tahun lalu sebagai tanggapan Rusia terhadap pengembangan AS terhadap sistem rudal anti-balistik global.
Senjata lain yang dibanggakan Vladimir Putin antara lain senjata laser Peresvet dan rudal balistik yang diluncurkan udara (ALBM) Kinzhal (Belati), yang kini telah dioperasikan.








Credit  tempo.co





2 Pekerja Bank Sentral Venezuela Ditahan Usai Bertemu Guaido

 
Pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela di Central University of Venezuela di Caracas, Jumat (8/2).
Pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela di Central University of Venezuela di Caracas, Jumat (8/2).
Foto: AP Photo/Ariana Cubillos 
 
Pekerja tersebut ikut dalam protes menuntut kondisi kerja yang lebih baik. 
 
 
 
CB, CARACAS -- Dua orang pekerja bank sentral Venezuela ditangkap pada Jumat (12/4) waktu setempat usai bertemu dengan pemimpin oposisi Juan Guaido. Pengacara kedua pekerja itu, Alonso Medina Roa mengatakan, kedua kliennya adalah Deny Albujar dan Manuel Alberto Guisseppe.

Mereka baru-baru ini ikut serta dalam protes menuntut kondisi kerja yang lebih baik. Menurut Roa, tuduhan terhadap keduanya bekum diketahui. Keduanya pun belum muncul di pengadilan.Albujar dan Guisseppe, yang jabatannya tidak diketahui, hadir pada pertemuan publik, Senin lalu yang diadakan oleh Majelis Nasional dengan puluhan pegawai negara. Dalam pertemuan itu, Guaido membahas undang-undang yang diusulkan untuk meningkatkan tunjangan bagi pekerja publik di pemerintahan baru, setelag Maduro meninggalkan kekuasaan. Kendati demikian, tidak ada peserta lain yang ditangkap.


"Apa yang coba dilakukan kediktatoran dengan menculik pekerja publik yang bertemu dengan kami untuk memulihkan negara kami? Mereka tidak akan dapat menghentikan proses tak terhentikan ini untuk membebaskan Venezuela" cicit Guaido merujuk soal penangkapan keduanya.Albujar dan Guisseppe bekerja di bank selama lebih dari lima tahun. Baik bank sentral maupun kementerian informasi Venezuela, yang menangani media untuk pemerintah, belum menanggapi permintaan komentar.
Pekerja publik di Venezuela telah menuntut gaji dan tunjangan yang lebih baik selama beberapa bulan karena upah dan standar hidup mereka telah terkikis oleh hiperinflasi. Maduro telah menentang oposisi dalam seeperebutan kekuasaan hampir tiga bulan lamanya. Pemimpin Majelis Nasional, Guaido meminta konstitusi negara itu untuk menjadi presiden sementara pada Januari.
Guaido diakui sebagai pemimpin sah negara OPEC oleh lebih dari 50 negara. negara-negara tersebut setuju dengan klaimnya bahwa pemilihan umum Maduro pada Mei 2018 tidak sah. Maduro, seorang sosialis, berpendapat Guaido adalah boneka Amerika Serikat yang berusaha menggulingkannya dalam kudeta.




Credit  republika.co.id