Para pengunjuk rasa Palestina berlindung dari gas
air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel selama protes di
perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, sebelah timur Khan Younis, Jalur
Gaza, pada Senin, 14 Mei 2018. Ribuan warga Palestina melakukan protes
di dekat perbatasan Gaza dengan Israel saat Israel sedang mempersiapkan
perayaan meriah Kedutaan Besar AS di Yerusalem.
Foto: AP Photo/Adel Hana
Israel telah memblokade Jalur Gaza sejak 2006
CB,
GAZA -- Mantan kepala kelompok Palestina Hamas, Khaled Meshaal
menyatakan gerakannya berusaha mengakhiri blokade 11 tahun Israel di
Jalur Gaza. Namun, menurutnya, Hamas tak akan terlibat dalam perundingan
langsung dengan Israel.
"Israel tidak akan menyerahkan tanah dan kedaulatan kepada kami
kecuali jika terpaksa melakukannya," kata Meshaal dalam wawancara dengan
televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar yang ditayangkan Senin malam
kemarin, dilansir Anadolu Agency, Rabu (12/9).
Khaled
menuturkan, Israel telah memberlakukan pengepungan di Jalur Gaza pada
2006 setelah Hamas terpilih untuk berkuasa setelah memenangkan pemilihan
parlemen Palestina. Tahun berikutnya, Israel memperketat blokade
setelah Hamas merebut Gaza dari kelompok Fatah yang bersaing setelah
pertikaian mematikan.
Blokade Israel yang melumpuhkan telah
memusnahkan perekonomian enklave pesisir dan merampas dua juta
penduduknya dari banyak komoditas pokok. Dalam beberapa minggu terakhir,
Mesir telah berusaha untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata antara
faksi Palestina di Gaza dan Israel.
Khaled mengatakan
Hamas tidak berusaha menenangkan siapapun dengan mengorbankan
prinsip-prinsipnya. "Jika Hamas ingin menenangkan Barat, Anda akan
melihat kami duduk bersama [pejabat] di Gedung Putih dan ibu kota
Eropa," kata Khaled menambahkan.
Ditanya tentang
rekonsiliasi antarPalestina, Khaled mengatakan Hamas telah melakukan
semua yang diperlukan untuk mencapai rekonsiliasi. Pihaknya telah
mengambil langkah-langkah besar untuk mencapai rekonsiliasi, tetapi
saudara-saudara kami di Ramallah tidak memanfaatkan kesempatan itu.
Pada
Oktober, Hamas dan Fatah menandatangani perjanjian rekonsiliasi
bersejarah di Kairo yang bertujuan mengakhiri 11 tahun divisi pahit.
Namun, perjanjian rekonsiliasi gagal berbuah karena perbedaan yang
sedang berlangsung antara kedua faksi.
Seorang warga membawa bendera Arab Saudi (Ilustrasi)
Foto: REUTERS
Arab Saudi memberikan dukungan untuk Badan PBB bagi Pengungsi Palestina (UNRWA)
CB,
KAIRO -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir menyatakan
penolakan negaranya atas tiap perubahan status historis Yerusalem.
Pihaknya juga menyampaikan dukungan untuk Badan PBB bagi Pengungsi
Palestina (UNRWA).
Dilansir Anadolu Agency, Rabu (12/9), di hadapan para
menteri luar negeri di Liga Arab, Al-Jubeir mengatakan perjuangan
Palestina akan tetap berada di urutan pertama sebagai prioritas
kerajaan. Dia juga mengkritik campur tangan Iran di kawasan itu,
terutama di Yaman, yang ia gambarkan sebagai bentuk terburuk
'terorisme'.
Al-Jubeir melanjutkan untuk menekankan
dukungan berkelanjutan negaranya kepada UNRWA, bersama-sama dengan upaya
internasional untuk menyelamatkan pendanaan badan PBB tersebut. Sebab
seperti diketahui, pada 31 Agustus lalu AS memangkas semua pendanaannya
untuk UNRWA.
Hal itu sebagai bagian dari kebijakan yang
lebih luas oleh pemerintah AS yang membatasi bantuan kepada
lembaga-lembaga Palestina. AS telah menjadi penyumbang terbesar UNRWA
sejauh ini, dengan menyediakan dana sebesar 350 juta dolar AS tiap
tahun, di mana besaran ini seperempat dari keseluruhan anggaran badan
itu.
Didirikan pada tahun 1949, UNRWA memberikan bantuan
penting bagi para pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang diblokade, Tepi
Barat yang diduduki Israel, Yordania, Libanon dan Suriah. Akhir bulan
ini, negara-negara donor berencana untuk bertemu di New York untuk
membahas masa depan lembaga yang kekurangan uang.
Liga
Arab melemparkan kecaman keras atas keputusan Amerika Serikat (AS)
untuk menutup misi diplomatik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di
Washington. Foto/Istimewa
KAIRO
- Liga Arab melemparkan kecaman keras atas keputusan Amerika Serikat
(AS) untuk menutup misi diplomatik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)
di Washington. Liga Arab mengatakan, langkah itu melemahkan Palestina.
Dalam
sebuah pernyataan, Liga Arab menyatakan langkah terbaru Washington ini
sekali lagi menunjukan bahwa pemerintah AS saat ini tidak lagi netral,
yang menjadikan setiap langkah yang diambil menjadi sangat bias.
"Sejak
deklarasi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 dan
relokasi kedutaannya ke Yerusalem pada Mei ini, pemerintahan AS saat ini
telah menunjukkan bias penuh terhadap agenda Israel," bunyi pernyataan
badan yang berbasis di Kairo itu, seperti dilansir Anadolu Agency pada
Selasa (11/9).
Seperti diketahui, AS pada Senin mengumumkan
penutupan kantor perwakilan PLO. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan
alasan penutupan kantor PLO adalah karena badan itu tidak berbuat banyak
dalam upaya damai Israel-Palestina.
Kementerian
Luar Negeri AS menambahkan bahwa alasan lainnya adalah karena Palestina
mencoba membawa Israel ke Mahkaman Pidana Internasional atau ICC atas
kejahatan yang Tel Aviv lakukan terhadap warga Palestina.
Sementara
itu, sebelumnya, pejabat Organisasi Palestina (PA), Saeb Erekat
menyatakan, pihaknya tetap akan membawa Israel ke ICC meskipun AS
menutup kantor PLO di Washington.
"Kami menegaskan kembali bahwa
hak-hak rakyat Palestina tidak untuk dijual, bahwa kami tidak akan
menyerah pada ancaman dan intimidasi AS. Dengan demikian, kami terus
menyerukan kepada ICC untuk membuka penyelidikan langsung terhadap
kejahatan Israel," ungkap Erekat.
Kementerian
Luar Negeri Turki menyebut, keputusan AS untuk menutup kantor
perwakilan PLO di Washington DC adalah sesuatu yang sangat
mengkhawatirkan. Foto/Reuters
ANKARA
- Kementerian Luar Negeri Turki menyebut, keputusan Amerika Serikat
(AS) untuk menutup kantor perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina
(PLO) di Washington DC adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.
"Keputusan
itu adalah tampilan lain dari hilangnya ketidakberpihakan AS atas
proses perdamaian Timur Tengah," kata juru bicara Kementerian Luar
Negeri Turki, Hami Aksoy, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa
(11/9).
"Keputusan ini tidak akan menguntungkan siapapun, kecuali
untuk mendorong upaya menghentikan proses solusi dua negara. Turki akan
terus mendukung upaya internasional untuk menemukan solusi yang adil
dan permanen bagi Palestina," sambungnya.
Seperti diketahui, AS
pada Senin mengumumkan penutupan kantor perwakilan PLO. Kementerian Luar
Negeri AS menyatakan alasan penutupan kantor PLO adalah karena badan
itu tidak berbuat banyak dalam upaya damai Israel-Palestina.
"PLO
belum mengambil langkah untuk memajukan dimulainya negosiasi langsung
dan bermakna dengan Israel," kata Kementerian Luar Negeri AS, dan
menambahkan bahwa alasan lainnya adalah karena Palestina mencoba membawa
Israel ke Mahkaman Pidana Internasional atau ICC atas kejahatan yang
Tel Aviv lakukan terhadap warga Palestina.
Keputusan untuk
menutup kantor PLO adalah upaya terbaru untuk meningkatkan tekanan pada
Ramallah. Sebelumnya, AS telah menghentikan semua pendanaan ke UNRWA dan
memotong lebih dari USD 200 juta bantuan ke Palestina.
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu (Reuters/Heidi Levine/Pool)
Jakarta, CB -- Perdana Menteri Israelmendukung langkah Amerika Serikatyang menutup misi Organisasi Pembebasan Palestina di Washington.
"AS
membuat keputusan yang benar terkait Organisasi Misi Pembebasan
Palestina di Washington," jelas Netanyahu dalam cuitannya di Twitter. Pernyataan ini dilontarkan Netanyahu sehari setelah
Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan bahwa mereka akan menutup misi
tersebut lantaran pemimpin Palestina menolak untuk mengadakan hubungan
dengan AS atau Israel.
"Israel mendukung langkah AS yang dibuat
untuk menunjukkan kepada Palestina bahwa penolakan negosiasi dan usaha
untuk menyerang Israel di forum internasional tidak akan memajukan usaha
perdamaian."
AS menyebut bahwa salah satu alasan menutup
organisasi itu akibat langkah Palestina yang menuntut Israel di
Pengadilan Internasional di Den Haag, Belanda. Tindakan Palestina itu
disebut telah melanggar ketentuan atas keberadaan delegasi organisasi di
Washington.
Hubungan antara AS dan Palestina belakangan terus memburuk. Pimpinan
Palestina telah memutus kontak dengan Trump sejak AS mengakui Yerusalem
sebagai ibu kota Israel, Desember lalu.
Menteri Luar Negeri
Amerika Serikat telah menuduh para pemimpin Palestina telah menolak
mentah-mentah rencana perdamaian AS. Padahal rencana perdamaian itu
masih belum menemui titik terang. Sementara Palestina menganggap AS
telah melakukan bias terhadap perdamaian dengan mendukung Israel.
CB, Jakarta - Amerika Serikat
akan menutup kantor perwakilan diplomatik Organisasi Pembebasan
Palestina, PLO, di Washington DC. Ancaman itu datang setelah pemerintah
Palestina menolak datang ke Amerika Serikat untuk berunding dengan
Israel.
"Kami telah memperhatikan keputusan pejabat Amerika
Serikat yang akan menutup kantor perwakilan Palestina di negeri itu,"
kata Sekretaris Jenderal PLO, Saeb Erekat dalam sebuah pernyataan,
Senin, 10 September 2018, seperti dikutip Al Jazeera.
Kantor PLO di Washington. AFP
"Kebijakan pemerintahan Trump ini adalah sebuah hukuman kolektif
terhadap rakyat Palestina, termasuk memotong bantuan keuangan untuk
mendukung aksi kemanusiaan termasuk kesehatan dan pendidikan," tegasnya.
Menurut draf teks pidato yang diperlihatkan kepada Wall Street Journal dan Reuters,
penasihat keamanan Trump, John Bolton, juga akan mengancam Pengadilan
Kejahatan Internasiomal, ICC, dengan sanksi jika mahkamah keadilan itu
melakukan penyelidikan terhadap kejahatan Amerika Serikat dan Israel.
"Amerika
Serikat akan selalu berdiri bersama sahabat kami dan sekutu Israel,"
kata Bolton dalam pidatonya di Masyarakat Federalis, sebuah kelompok
konservatif, di Washington DC. "Pemerintahan Trump tidak akan membuka
kantor perwakilan itu ketika Palestina menolak melakukan perundingan
langsung dengan Israel."
Kantor PLO di Washington. AFP
Tahun
lalu, ancaman penutupan terhadap kantor perwakilan PLO di Washington DC
pernah disampaikan oleh Amerika Serikat. "PLO telah diberi tahu oleh
Kementerian Luar Negeri Amerika bahwa PLO tidak diperkenankan lagi
membuka kantor diplomatik organisasi tersebut di ibu kota," kata Erekat
yang juga juru runding PLO.
Sikap Amerika Serikat itu,
menurut Erekat, karena Palestina juga mendesak pengadilan internasional
menyelidiki sejumlah pejabat Israel sebagai penjahat perang, termasuk
pendudukan, dan kejahatan terhadap rakyat Palestina.
Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, membantah artikel
surat kabar anonim yang menuduhnya akan menyingkirkan Donald Trump dari
kursi kepresidenan. Menurutnya, artikel tersebut adalah upaya untuk
mengalihkan perhatian dari booming ekonomi.
"Sebuah esai surat
kabar bombshell yang merinci upaya untuk meminggirkan Donald Trump dari
pemerintah adalah hanya upaya yang jelas untuk mengalihkan perhatian
dari ekonomi yang sedang booming ini dan rekor kesuksesan (presiden),"
kata Pence seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (9/9/2018).
Berbicara
kepada CBS Face the Nation dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara
penuh pada hari Minggu, Pence juga membantah bahwa pejabat Gedung Putih
telah membahas untuk meminta amandemen ke-25 dan menyingkirkan Trump
dari kekuasaan.
Artikel ini diterbitkan oleh New York Times pada
hari Rabu, dengan judul "Saya Bagian dari Perlawanan di dalam
Pemerintahan Trump" dan dikaitkan dengan misteri seorang "pejabat
senior".
Meskipun
penulis artikel New York Times mengatakan ada diskusi tentang
menyingkirkan Trump yang disebut sebagai sosok amoral, tidak sabar,
bermusuhan, kecil dan tidak efektif dari kekuasaan, ia juga menarik
perhatian atas prestasi pemerintahannya termasuk deregulasi yang
efektif, reformasi pajak yang bersejarah, militer yang lebih kuat dan
lebih banyak lagi.
"Orang dewasa di ruangan telah mencapai ini
saat bekerja di sekitar keputusan presiden yang setengah matang, kurang
informasi dan kadang-kadang sembrono", kata penulis artikel tersebut.
Di
tengah derasnya kritik dan penyangkalan resmi dan Washington dan dengan
kecurigaan jatuh pada Pence sendiri, mengingat penggunaan "lodestar"
kata yang umum dalam pernyataan publiknya, wakil presiden mengatakan
kepada CBS bahwa dia tidak tahu siapa yang menulis artikel tersebut.
"Tapi apa yang bisa saya katakan," katanya.
"Itu memalukan. Saya pikir penulis dan terus terang New York Times seharusnya merasa malu,” imbuhnya.
Amandemen
ke-25 memberikan kekuatan untuk melengserkan seorang presiden atas
dasar ketidakmampuannya. Tugas-tugas itu harus dijalankan oleh wakil
presiden dan anggota kabinet. Ditanya apakah proses telah didiskusikan,
Pence berkata: “Tidak. Tak pernah. Dan mengapa kita melakukannya?”
Itu
terjadi sehari setelah wartawan veteran Washington Post, Bob Woodward
melaporkan dalam sebuah buku barunya bahwa pembantu Trump secara teratur
tidak mematuhi perintah atau mengeluarkan dokumen dari meja presiden.
Dalam
bukunya, Fear, Woodward mengutip Ketua Komite Nasional Republik Reince
Priebus mengatakan pada Oktober 2016 Pence siap untuk "naik pangkat",
dengan mantan Menteri Luar Negeri Condoleeza Rice sebagai Wakilnya,
ketika Trump menghadapi skandal rekaman Access Hollywood.
Dalam wawancara CBS-nya, Pence tidak memikirkan hal-hal yang menggiurkan
seperti itu. Sebaliknya, ia memutar jawaban untuk menyerang pendahulu
Trump. Sejak Jumat, Barack Obama telah menyampaikan dua pidato politik
secara eksplisit, mengkritik presiden dan bertujuan menyiapkan Demokrat
untuk pemilihan paruh waktu.
"Kebenaran dari masalah itu adalah
sudah lebih dari delapan tahun terakhir, terlepas dari apa yang kami
dengar dari Presiden Obama pada hari Jumat, maksud saya negara ini
sedang berjuang," ujarnya.
Pence juga berbicara kepada Fox News
Sunday. Dia mengatakan kepada acara itu sangat mengecewakan melihat
Obama melanggar tradisi mantan presiden dan menjadi sangat politis dan
menggulirkan argumen lelah yang sama seperti yang dia dan kaum liberal
lakukan selama delapan tahun terakhir".
Ada kalangan di Partai Republik yang disebut tak suka dengan Trump.
CB,
WASHINGTON -- Mantan kepala strategi Gedung Putih Steve Bannon menyebut
pemerintahan Donald Trump menghadapi potensi kudeta. Pernyataannya
muncul setelah New York Times menerbitkan sebuah kolom dengan nama penulis anonim yang mengklaim bekerja di internal pemerintahan untuk menumbangkan Trump.
“Apa yang Anda lihat hari itu seserius yang bisa terjadi. Ini adalah
serangan langsung terhadap lembaga-lembaga. Ini kudeta, oke,” ujar
Bannon ketika diwawancara Reuters, dikutip laman the Straits Times.
Menurut
Bannon ada kalangan di Partai Republik yang menganggap Trump tak cocok
memimpin AS. “Ada komplotan rahasia dari tokoh-tokoh Republik yang yakin
Donald Trump tidak cocok untuk menjadi presiden AS,” ujarnya.
Sebuah kolom yang diterbitkan New York Times
telah memicu gejolak di Gedung Putih. Penulis, yang merahasiakan
identitasnya, mengecam amoralitas Trump. Penulis itu menyatakan banyak
pejabat senior di pemerintahan Trump yang bekerja dengan giat dari dalam
untuk menggagalkan bagian-bagian dari agenda serta kecenderungan buruk
sang presiden.
Pekan lalu Trump telah meminta Departemen Kehakiman untuk mengusut dan mencari tahu penulis kolom tersebut. Ia pun menuntut New York Times, dengan alasan keamanan nasional, menyerahkannya kepada pemerintah.
Sementara
itu, Wakil Presiden AS Mike Pence menyebut adanya potensi risiko
keamanan nasional terkait dengan munculnya kolom tersebut. Ia menduga
penulis anonim itu bekerja di bidang keamanan nasional AS.
“Kami
akan mencaritahu apakah ada aktivitas kriminal yang terlibat. Saya
pikir perhatian presiden adalah bahwa individu ini mungkin memiliki
tanggung jawab di bidang keamanan nasional,” ujar Pence.
The Guardian melaporkan, semua anggota kabinet Trump telah ditanyai tentang kolom di New York Times tersebut. Namun mereka bungkam dan menyangkal terlibat.
Sebelumnya,
Gedung Putih juga telah diguncang oleh buku berjudul “Fear” karya
wartawan kondang AS Bob Woodward. Dalam buku yang rencananya dirilis
pada 11 September mendatang, Woodward menukil percakapan antara Trump
dan Menteri Pertahanan AS James Mattis.
Gambaran
percakapan itu ia dapatkan dari sumber-sumber di lingkungan internal
Gedung Putih. Namun Woodward memang tak mengungkap bagaimana dia
mendapatkan informasinya.
Berdasarkan pemaparan yang
tertera di buku tersebut, tahun lalu, Trump memerintahkan Mattis untuk
membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad. Perintah itu dikeluarkan
setelah Suriah dituduh melancarkan serangan senjata kimia yang
mengorbankan warga sipil pada April 2017.
Mattis pun
mengatakan kepada Trump bahwa dia akan melaksanakan perintah tersebut.
Namun belakangan Mattis tak melakukannya. Ia justru menjalankan rencana
serangan udara terbatas yang hasilnya tidak mengancam Assad sama
sekali.
Dalam buku itu ditulis, Mattis sempat
mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa Trump bertindak seperti anak
kelas lima atau enam sekolah dasar.
Dalam sebuah pernyataan
pada Selasa (4/9), Mattis menepis informasi diungkap buku Woodward. Ia
mengatakan, kata-kata ejekan dan penghinaan terhadap Trump yang
dilontarkannya dalam buku itu tak pernah terucap langsung dari mulutnya.
Trump sendiri menyangkal informasi yang disajikan buku Woodward. Ia
menyebut kisah-kisah yang tertera di buku itu sebagai fiksi.
Woodward
adalah jurnalis kondang AS. Pada 1970-an, ia berhasil mengungkap
skandal Watergate yang menyeret presiden AS kala itu, Richard Nixon.
Laporan investigasinya yang dipublikasikan di Washington Post akhirnya memaksa Nixon mundur dari jabatannya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbica dalam Make
America Great Again rally di Civic Center di Charleston, West Virginia,
Amerika Serikat, 21 Agustus 2018. REUTERS/Leah Millis
CB, Washington – Seorang pejabat senior di pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menulis sebuah artikel opini secara anonim di media global New York Times.
Artikel
itu berjudul “I Am Part of the Resistance Inside the Trump
Administration” dan berisi penjelasan bahwa Trump menghadapi ujian
kepresidenan yang belum pernah dihadapi Presiden AS di era moderen
sebelumnya.
Penulis mengklaim ada sekelompok pejabat di pemerintahan Trump
termasuk dirinya yang bertekad untuk menyelamatkan demokrasi AS dari
keputusan impulsif Trump hingga dia tidak lagi menjabat Presiden.
“Akar
dari masalah ini adalah amoralitas dari Presiden. Setiap orang yang
bekerja dengan dia tahu dia tidak mengacu pada prinsip utama apapun yang
membimbingnya dalam membuat keputusan,” begitu tulis pejabat ini
seperti dilansir CNBC, Kamis, 6 September 2018.
“Dia
tidak meletakkan kepentingan negara sebagai yang pertama tapi menaruh
diri dan ego di atas kehendak rakyat Amerika. Pengecut ini sebaiknya
melakukan hal yang benar yaitu mengundurkan diri,” begitu lanjut si
penulis.
Salah satu paragraf dari artikel anonim ini juga
berbunyi,”Melihat instabilitas yang disaksikan banyak orang, ada bisikan
awal dari dalam kabinet tentang menerapkan Amandemen ke 25, yang akan
memulai proses kompleks untuk mengganti Presiden. Tapi tidak seorangpun
mau memicu terjadinya krisis konstitusi. Jadi, kami akan melakukan apa
yang kami bisa untuk mengarahkan pemerintahan ini ke arah yang benar
hingga pemerintahan ini berakhir.”
Artikel
ini juga menjelaskan bahwa,”Masalahnya, yang tidak dipahami betul oleh
Trump – adalah banyak pejabat senior di pemerintahannya sendiri yang
bekerja secara rajin dari dalam untuk membuat frustrasi agenda kerjanya
dan kecenderungan terburuknya. Saya tahu karena saya salah satunya.”
Redaksi NY Times
mengatakan sengaja memilih memutuskan untuk menerbitkan opini tanpa
identitas ini,”Karena ini cara satu-satunya untuk menyampaikan
perspektif penting ini kepada para pembaca kami.”
Kemunculan
artikel ini hanya selang sehari setelah munculnya review dari buku
karangan jurnalis investigasi Bob Woodward yang berjudul "Fear: Trump in
The White House". Sebagian isi dari artikel itu menyuarakan hal serupa
yang dibahas dalam buku "Fear" itu.
Menanggapi artikel anonim ini,
Trump menyebutnya sebagai memalukan dan tanpa nyali sambil menyerang
keputusan redaksi NY Times untuk menerbitkan artikel itu.
“Ada
seseorang di NY Times yang gagal yang bicara bahwa dia bagian dari
perlawanan di dalam pemerintahan Trump,” kata Trump. "Ini yang kita
harus hadapi. Dan Anda tahu media yang tidak jujur.. Tapi ini
benar-benar memalukan.”
Trump juga mencuit,”Apakah orang yang
disebut sebagai ‘Pejabat Senior Pemerintahan’ benar-benar ada atau ini
hanya sumber palsu dari New York Times. Jika orang anonim
pengecut ini benar-benar ada, Times harus, untuk kepentingan keamanan
nasional, menyerahkan dia kepada pemerintah sekarang!”
Keputusan
redaksi NY Times menerbitkan artikel opini tanpa nama ini memicu
terjadinya debat di kalangan jurnalis, ahli dan tokoh senior media.
Bekas
direktur Kantor Etika Pemerintah, Walter Shaub, menyindir artikel ini.
“Ini konyol dari berbagai sisi. Kita sekarang mempresentasikan tulisan
opini tanpa konten substantif yang dibuat kontributor anonim yang tidak
layak dipercaya oleh majikannya,” kata Shaub lewat cuitan di @waltshaub.
Jurnalis David Frum dari Atlantic menulis artikel ini hanya akan membuat Trump semakin melawan, ceroboh, anti-konstitusi dan berbahaya.
Jakarta, CB -- Sekitar satu juta orang berunjuk rasa di Barcelona, Spanyol, Selasa (11/9). Mereka berdemonstrasi sembari memukul drum dan meniup peluit untuk menunjukkan dukungan bagi kemerdekaan Katalionia. Sudah nyaris setahun berlalu sejak usaha terakhir mereka untuk melepaskan diri dari Spanyol gagal.
Para
demonstran mengenakan kaos merah korgal. Mereka juga mengibarkan
bendera separatis Catalan berwarna merah, kuning dan biru.Lautan
pemrotes ini berkumpul untuk melakukan pawai di "hari nasional"
Katalonia. Ini adalah hari peringatan jatuhnya Barcelona kepada Raja
Philip V Spanyol pada 1714.
Lewat acara tahunan "Diada" inilah,
para pendukung separatis Katalonia telah menggelar unjuk rasa sejak
2012. Unjuk rasa besar-besaran itu menyerukan pemisahan diri bagi
kawasan timur laut Spanyol yang kaya yang memiliki bahasa yang berbeda.
Tetapi acara tahun ini memiliki makna khusus, yaitu ujian kekuatan
referendum yang diputuskan 1 Oktober tahun lalu. Dalam referendum itu,
deklarasi pembebasan Katalonia dianggap ilegal oleh pengadilan.
Sekaligus membatalkan parlemen unilateral Katalonia yang dilakukan
sepihak pada 27 Oktober.
Demonstran naik di bahu masing-masing
rekannya untuk membentuk menara manusia. Ini adalah tradisi di
Katalonia. Sementara demonstran lainnya membawa tanda-tanda kuning dan
hitam yang berbunyi, "tahanan politik Katalan gratis sekarang".
Ini
adalah sindiran bagi para pemimpin separatis Katalonia yang tengah di
penjara dan menunggu sidang atas deklarasi kemerdekaan mereka tahun
lalu.
"Kami menuntut hak kami untuk menjadi bangsa, dengan cara
yang demokratis dan damai," Roger Pujol, seorang produser minyak zaitun
berusia 37 tahun, mengatakan kepada AFP.
Pada awal unjuk rasa, para demonstran merobohkan dinding yang dihiasi
simbol separatis. Aksi ini adalah sebuah metafora untuk kekuatan rakyat
untuk mengatasi rintangan dan mencapai kemerdekaan.
Polisi kota mengatakan di Twitter bahwa sekitar satu juta orang mengambil bagian, jumlah yang sama dengan protes tahun lalu.
Penyelenggara
mengatakan mereka telah menjual lebih dari 200.000 kaos berwarna merah
koral. Ini adalah warna yang digunakan dalam kelompok separatis itu dan
digunakan untuk mengamankan kotak suara selama referendum tahun lalu.
Musibah
kebakaran terjadi pada KRI Rencong-622 yang sedang melaksanakan Operasi
BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III, Selasa (11/9/2018) di sekitar
perairan Sorong kurang lebih 20 mil dari Dermaga Komando Armada III.
Dokumen/SINDOnews
JAKARTA
- Musibah kebakaran terjadi pada KRI Rencong 622 yang sedang
melaksanakan Operasi BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III, Selasa
(11/9/2018) di sekitar perairan Sorong kurang lebih 20 mil dari Dermaga
Komando Armada III.
Dalam siaran pers yang diterima SINDOnews
dari TNI AL, musibah ini terjadi pada saat KRI bergerak dari laut menuju
dermaga umum Sorong untuk melaksanakan bekal ulang air tawar di
Pelabuhan Sorong.
Sekitar pukul 07.00 WIT kapal melaksanakan
pemanasan Gas Turbin (GT), dimulai dengan start APU GT sempat GT hidup
dan kemudian mati, saat di periksa pada Control GT indikator tidak ada
kelainan, akan tetapi pada saat dicek ke ruang GT tiba-tiba muncul api.
"Merespon
kondisi tersebut, prajurit KRI langsung melaksanakan peran kebakaran,
setelah ditangani oleh Tim PEK KRI Rencong-622 api tetap membesar.
Sambil tetap berupaya mengatasi kebakaran yang terjadi, komandan KRI
mengarahkan kapal mendekat ke daratan terdekat dan Lego jangkar dekat
Pulau Yefdoif di Perairan Sorong," ujar Kadipenal Laksamana Pertama Gig
Jonias Mozes Sipasulta.
"Kobaran
Api semakin membesar dan kapal black out (listrik mati total) serta api
sudah merambat mendekati gudang amunisi kapal dan guna menghindari
korban jiwa, karena rawan kemungkinan terjadinya ledakan Komandan KRI
memutuskan untuk melaksanakan peran peninggalan bagi seluruh ABK KRI
Rencong 622," tambahnya.
Dijelaskan, pada saat proses kebakaran
terjadi Komandan KRI Rencong 622 tetap berupaya melaksanakan
penyelamatan kapal sesuai prosedur yang berlaku, juga melaporkan dan berkordinasi terus dengan komando atas tentang kondisi yang dihadapi di lapangan.
"Namun
dengan berbagai upaya penyelamatan yang dilaksanakan, karena kebakaran
makin membesar dan tidak dapat ditanggulangi lagi maka Komandan
memutuskan untuk seluruh anggota meninggalkan Kapal. Akhirnya kapal
tidak dapat terselamatkan lagi dan tenggelam pada posisi lego jangkar
dekat Pulau Yefdoif di Perairan Sorong," sebutnya.
Sementara itu,
seluruh ABK KRI Rencong yang selamat telah dievakuasi ke Pangkalan
Armada III Sorong, beserta beberapa peralatan penting KRI Rencong 622
yang dapat diselamatkan.
"KRI Rencong 622 merupakan jenis Kapal
Cepat Rudal (KCR), kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan,
Korea Selatan pada tahun 1979. Kapal ini di desain sebagai kapal
berkecepatan tinggi dimana badan kapal terbuat dari aluminium,"
terangnya.
Dalam waktu dekat TNI AL akan membentuk Tim
Investigasi untuk mencari secara menyeluruh penyebab terjadinya
kebakaran tersebut. "Dan diharapkan dari hasil investigasi ini dapat
dijadikan bahan evaluasi guna mengantisipasi serta menghindari kejadian
serupa dimasa yang akan datang," pungkasnya.
KRI
Rencong bernomor lambung 622 terbakar dan tenggelam di perairan Pulau
Senapan, Sorong, Papua Barat, Selasa (11/9/2018). FOTO/IST
SORONG
- KRI Rencong dengan nomor lambung 622 dilaporkan terbakar dan
tenggelam saat patroli di sekitar perairan Pulau Senapan, Sorong, Papua
Barat, Selasa (11/9/2018) pagi. Sebanyak 38 personel, termasuk Komandan
KRI dilaporkan selamat.
Dari informasi yang didapat dari Kepala
Kantor SAR Sorong Emy Freezer, KRI Rencong yang diperbantukan di
Lantamal XIV Sorong berada di perairan yang berjarak kurang lebih 8 mil
dari Kota Sorong. Kapal ini dilaporkan terbakar pertama kali oleh
anggota Lantamal XIV Sorong Mayor Djoko pada pukul 08.00 WIT. Dia
kemudian meminta bantuan kapal yang dilengkapi water cannon untuk
membantu memadamkan api di KRI Rencong.
Mendapat informasi
tersebut, sejumlah kapal datang dan mencoba memadamkan api yang membakar
KRI Rencong. Di antaranya Kapal SAR Baladewa, KAL Wayag Lantamal XIV,
tug boat pertamina, speedboat Type C Ditpolair, Kapal Pelikan Mabes
Polri, dan KNP 361 KPLP. Namun upaya pemadaman api tidak berhasil,
sehingga KRI Rencong akhirnya tenggelam pada pukul 12.35 WIT.
Peristiwa
ini juga terekam dalam video amatir yang diambil oleh warga sekitar
Pulau Senapan. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan
resmi dari Lantamal XIV Sorong.
Jakub
Fabian Skrzypski, 29, pria Polandia yang dituduh menyelundupkan senjata
untuk kelompok separatis Papua Merdeka. Foto/Facebook/Radio NZ
JAKARTA
- Pemerintah Polandia melalui Kedutaan Besar-nya di Jakarta tidak
menanggapi permintaan komentar terkait penahanan warganya atas tuduhan
mempersenjatai kelompok separatis Papua Merdeka. Pria bernama Jakub
Fabian Skrzypski, 29, itu terancam hukuman penjara seumur hidup.
Skrzypski
ditahan polisi Indonesia di Wamena sejak 26 Agustus 2018. Dia terancam
hukuman penjara seumur hidup karena dituduh berkomplot melawan negara
Indonesia.
Dia resmi jadi tersangka penyelundupan senjata untuk kelompok separatis Papua Merdeka.
Mengutip laporan Reuters,
Selasa (11/9/2018), selain Skrzypski, ada beberapa warga Papua yang
juga ditangkap secara terpisah. Mereka dituduh melanggar undang-undang
tentang pengkhianatan yang bisa berujung pada hukuman penjara seumur
hidup.
"Dia
dituduh melakukan (pelanggaran) pengkhianatan," kata Kepala Bidang
Humas Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Musthofa
Kamal.
Menurut polisi, Skrzypski masuk Indonesia dengan visa
turis. Namun, dia membahas kesepakatan senjata dalam sebuah pertemuan
dengan seorang pemimpin separatis kelompok Papua Merdeka, yang bermarkas
di Papua Nugini dan belum ditangkap.
Polisi memiliki beberapa
bukti, termasuk pesan ponsel dan video yang menunjukkan Skrzypski
berpartisipasi dalam latihan menembak.
Kedutaan Besar Polandia di Jakarta hingga kini tidak menanggapi permintaan wartawan untuk berkomentar.
Sementara
itu, kelompok pembela hak asasi manusia, TAPOL, meminta pihak berwenang
Indonesia untuk membebaskan pria Polandia dan beberapa warga Papua yang
dituduh melanggar undang-undang tentang pengkhianatan.
Menurut
TAPOL, seorang mahasiswa Papua Barat berusia 29 tahun, Simon Magal,
ditangkap di Timika, beberapa hari setelah penangkapan Skrzypski. Magal
dikenai tuduhan melakukan pengkhianatan karena telah bertemu dan
berkomunikasi dengan Skrzypski. sangat berlebihan.
TAPOL
mengatakan bahwa Magal, yang bersiap untuk melakukan perjalanan ke
Australia untuk studi pasca-sarjana ketika dia ditangkap, hanya memiliki
kontak yang minim dengan Skrzypski. Kelompok HAM ini menegaskan bahwa
Magal tidak melakukan negosiasi senjata seperti yang dituduhkan.
Magal, lanjut TAPOL, hanya terseret oleh tindakan Skrzypski.
"Temuan kami menunjukkan bahwa Skrzypski hanyalah seorang turis yang
mungkin bertindak sembarangan dan tidak bertanggung jawab di area
konflik," kata kelompok tersebut dalam siaran pers-nya.
Menurut
TAPOL, Skrzypski dituntut secara tidak adil, karena dia hanyalah seorang
turis dengan kecenderungan untuk bepergian ke daerah berbahaya di
seluruh dunia dan mungkin telah bertindak naif di zona konflik.
"Teman
dekat Skrzypski yang kami wawancarai menggambarkannya sebagai seorang
penjelajah 'ekstrem' yang penuh semangat dengan hasrat untuk budaya
lain, bahasa, dan masalah kemanusiaan," lanjut TAPOL.
Presiden Joko Widodo saat memberikan
kuliah umum kepada mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia di
Universitas Hankuk Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018) (Joko
Susilo)
"... Populisme, proteknisme, dan unilateralisme semuanya lagi naik tajam di berbagai penjuru dunia..."
Seoul (CB) - Presiden Joko Widodo menyatakan, senjata nuklir menjadi salah satu ancaman perdamain dunia saat ini.
"Ancaman nuklir salah satu dari beberapa tantangan yang sedang dihadapi
dunia saat ini," kata dia, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa
jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia di Universitas Hankuk Seoul, Korea
Selatan, Selasa.
Selain nuklir, dia juga menyebut dunia saat ini menghadapi tantangan
keamanan, seperti di Afghanistan, Timur Tengah, Rakhine State-Myanmar.
"Populisme, proteknisme, dan unilateralisme semuanya lagi naik tajam di berbagai penjuru dunia," kata dia.
Ia mengungkapkan, Indonesia dalam UUD 1945 telah diamanatkan untuk menjaga perdamaian dunia akan mengambil perannya.
Jokowi mengatakan, Indonesia dalam perdamaian dunia ingin berperan dalam
aspek-aspek agama dalam menangani berbagai konflik internasional. "Ini
semua adalah konkret untuk mendorong yang benar, tetapi sejauh kemampuan
yang kita miliki," katanya.
Ia menyatakan, Korea Selatan dan Indonesia adalah mitra yang ideal atau
mitra alamiah untuk kerjasama menuju agenda internasional yang progresif
bagi dunia "Kita dua-duanya menganut demokrasi, demografi saling
melengkapi, dimana 60 persen orang Indonesia di bawah usia 30 tahun,"
kata dia.
Dalam kesempatan ini, dia juga diminati pendapat salah satu mahasiswa mengenai bersatunya Korea Utara dan Korea Selatan.
Atas pertanyaan tersebut, Jokowi mengaku sangat senang dengan pertemuan
antara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan Pemimpin Korea Utara,
Kim Jong-un. "Sebuah sejarah karena (dua) Korea (itu) saudara dekat.
Satu rumpun, kalau bertemu adalah sebuah hal yang wajar dan saya sangat
berbahagia," katanya.
Indonesia adalah salah satu dari tidak terlalu banyak negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan kedua Korea bersama-sama.
Selain itu, dia juga merasa gembira saat perdana menteri Korea Selatan
dan deputi perdana menteri Korea Utara juga bersama-sama datang di Asian
Games.
"Ini menunjukkan bahwa kerukunan dan persatuan antara Korea Utara dan
Korea Selatan, perasaan saya mengatakan mendekati sebuah kenyataan. Dan
kita harapkan betul-betul nanti menjadi sebuah kenyataan, sehingga
energi perdamaian dunia itu dimulai dari Korea," kata dia.
Presiden Joko Widodo saat memberikan
kuliah umum kepada mahasiswa jurusan bahasa Indonesia-Malaysia, di
Universitas Hankuk Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018). Dalam
kuliah umumnya dia bercerita tentang atraksi motor saat pembukaan Asian
Games 2018, di Jakarta, waktu itu. (ANTARA News/Joko Susilo)
Seoul (CB) - Presiden Joko widodo memberikan kuliah umum
kepada mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia di Universitas Hankuk
Seoul, Korea Selatan, Selasa.
Jokowi yang didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi, dan beberapa menteri
Kabinet Kerja, tiba di Universitas Hankuk ini sekitar pukul 10.30 waktu
setempat langsung disambut para mahasiswa dengan tepuk tangan ketika
memasuki ruang pertemuan.
Pengelola kampus menyebut telah mengundang 17 pemimpin negara untuk
memberikan kuliah umum dan jokowi merupakan pemimpin negara ke-18 yang
hadir di Universitas Hankuk ini.
Dalam pidatonya, Jokowi mengulas beberapa hal. Dia mengakui sudah banyak
pemimpin yang terkenal, di antaranya Presiden Amerika Serikat, Barack
Obama, pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, Sekjen PBB, Ban Ki-moon,
tetapi mereka-mereka belum pernah melakukan atraksi naik motor.
"Saya cukup yakin dari mereka tidak ada pernah loncat di atas mobil
dengan mengendarai motor... Tidak ada," kata Jokowi yang disambut tawa
para hadirin dan mahasiswa yang hadir.
Dia kembali mengingatkan para mahasiswa Korea Selatan ini tentang peran
dia dalam mengisi acara pembukaan Asian Games 2018, di
Jakarta-Palembang.
Jokowi mengatakan, atraksi motor yang dilakukan hanya sebagai hiburan
untuk acara pembukaan pesta olahraga terbesar di Asia ini "Asian Games
tahun ini benar-benar memperagakan gambaran spetakuler SDM yang luar
biasa yang ada di Asia," kata Jokowi.
Ia menyebut Asian Games ke-18/2018 yang diikuti lebih dari 11.000 atlet
dan 2.500 offical dari 45 negara bertanding di 40 cabang olahraga
sehingga menjadikan Asian Games terbesar dalam sejarah.
Ia juga menyebut pada pagelaran Asian Games 2018 ada yang membahagiakan,
yaitu "bersatunya Korea" saat defile atlet kedua negara di bawah satu
bendera, yakni bendera Korea Bersatu.
Dalam Asian Games 2018 ini juga terlihat Perdana Menteri Korea Selatan,
Lee Nak-yeon, dan deputi PM Korea Utara bergandengan tangan.
Dalam tanya jawab dengan salah satu mahasiswa yang menanyakan bersatunya
Korea ini, Jokowi mengaku bahagia. Ia juga mengapresiasi inisiasi
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan Pemimpin Korea Utara, Kim
Jong-un, yang mengadakan pertemuan sebagai sejarah baru perdamaian
Semenanjung Korea.
"Sebuah sejarah karena (dua) Korea (itu) saudara dekat. Satu rumpun,
kalau bertemu adalah sebuah hal yang wajar dan saya sangat berbahagia,"
katanya.
Jokowi juga menjawab pertanyaan mahasiswa terkait keragaman masyarakat Indonesia yang bisa menjaga persatuan bangsa.
Jokowi mengaku bahwa takdir Indonesia yang berbeda-beda, yani wilayah
terdiri dari 17.000 pulau yang masyarakatnya mencapai 163 juta jiwa, 714
suku, 1.100 bahasa daerah, namun persatuan tetap terjaga.
"Saya selalu berpesan kepada rakyat agar selalu saling menghargai,
saling menghormati, selalu toleransi meskipun berbeda-beda. Itulah
keragaman yang ada di Indonesia," kata dia.
Usai memberikan kuliah umum, dia mendapat cindera mata, yaitu jaket
bergaya sportif berkarakter anak muda yang langsung dikenakan. Jokowi
juga mengajak para mahasiswa untuk berfoto bersama. Selanjutnya Jokowi
dan Iriana Jokowi juga melayani swafoto para mahasiswa yang hadir
memenuhi aula kampus tersebut.
Ketika Jokowi dan rombongan meninggalkan tempat acara, para mahasiswa mengiringi dengan menyanyikan lagu Halo-halo Bandung.
Presiden Joko
Widodo menerima cidera mata berupa jaket sportif usai memberikan kuliah
umum kepada mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia di Universitas
Hankuk, Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018). (ANTARA News/Joko
Susilo)
Jakarta, CB -- Militer Rusiamenuding ada dua jet tempur Amerika Serikat menjatuhkan bom fosfor di Provinsi Deir Ezzor, Suriah, pada akhir pekan lalu.
Kantor berita Rusia, TASS dan RIA, melaporkan bahwa serangan itu menargetkan Desa Hajin, kantung ISIS terakhir di Suriah.
Tak
lama setelah kabar ini tersebar, juru bicara Kementerian Pertahanan AS,
Sean Robertson, langsung merilis pernyataan bantahan penggunaan bom
fosfor di Suriah.
"Saat ini, kami belum menerima laporan
penggunaan fosfor putih. Tak ada unit militer di daerah tersebut bahkan
memiliki amunisi fosfor putih," ujar Robertson, sebagaimana dikutip Reuters.
Meski demikian, sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia selama ini
memang kerap menyatakan bahwa koalisi AS menggunakan fosfor putih untuk
menggempur ISIS.
Saat dijatuhkan, bom ini dapat menimbulkan asap
putih tebal dan biasa digunakan untuk melakukan pembakaran. Pemerhati
HAM khawatir karena bom ini dapat membunuh dan membakar manusia hingga
menembus tulang.
Namun, koalisi AS terus membantah laporan
tersebut. Mereka memastikan bahwa serangan udara mereka tepat sasaran
dan tidak menggunakan amunisi yang dilarang.
Ketegangan antara AS dan Rusia sendiri sedang meningkat menyusul
pertimbangan pemerintahan Donald Trump untuk mengambil opsi militer di
Suriah.
Opsi itu dipertimbangkan karena Trump jengah dengan
Suriah dan Rusia yang terus mengabaikan peringatan AS untuk tidak
menggunakan senjata kimia di Idlib, dalam upaya mereka untuk merebut
benteng terakhir pemberontak tersebut.
Setidaknya 839 orang ditahan saat menggelar
unjuk rasa untuk memprotes rancangan kebijakan usia pensiun di Rusia
pada Minggu (9/9). (Reuters/Sergei Karpukhin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 839 orang
ditahan saat menggelar unjuk rasa untuk memprotes rancangan
kebijakan untuk menaikkan usia pensiun di Rusia pada Minggu (9/9).
CNNmelaporkan
bahwa aksi protes tersebut digagas oleh para pendukung pemimpin
oposisi, Alexei Navalny, yang kini sedang berada dalam tahanan
pemerintah.
Organisasi non-profit OVD-Info menyatakan bahwa
penangkapan paling banyak terjadi di kota terbesar kedua di Rusia, St.
Petersburg, di mana 354 orang ditahan.
Sejumlah foto unjuk rasa di St. Petersburg pun langsung viral di media
sosial. Seorang fotografer lokal, David Frenkel, mengonfirmasi kepada
CNN bahwa dua dari serangkaian foto yang tersebar itu merupakan hasil
tangkapannya.
Kedua foto itu mengabadikan momen ketika petugas menangkap seorang bocah berusia sekolah, juga satu pensiunan.
Selain itu, salah satu stasiun televisi independen Rusia, TV Rain,
mengklaim bahwa salah satu korespondennya, Masha Borzunova, dipukul
dengan tongkat ketika polisi berupaya membubarkan protes di Moskow.
"Yang lain dipukul lebih keras. Tak perlu mengkhawatirkan saya," tulis Borzunova melalui akun Twitter pribadinya.
Sementara itu, akun Twitter milik Navalny mengunggah video yang merekam penangkapan salah satu aktivis saat protes di Moskow.
Aksi
protes yang digagas oleh para pendukung Navalny ini memang kerap
dijadikan wadah untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap pemerintahan
korup di bawah Presiden Vladimir Putin.
Meski dirundung banyak
protes, popularitas Putin tetap tinggi, tapi Navalny mulai menyusul
dengan keahliannya menggunakan media sosial dan kanal YouTube.
Angkatan Laut China untuk pertama kalinya ikut dalam latihan maritim terbesar Australia, Exercise Kakudu. Foto/Istimewa
SYDNEY
- China berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam latihan maritim
terbesar di Australia. Lebih dari 3.000 personel dari 27 negara terlibat
dalam latihan bersama di pelabuhan utara Darwin yang strategis.
Exercise
Kakadu menjadi tuan rumah 23 kapal dan kapal selam dari seluruh kawasan
Indo-Pasifik. Latihan ini memungkinkan mereka untuk membangun keakraban
yang membantu mencegah konflik di laut lepas dan mengoordinasikan upaya
bantuan bencana.
Komandan Anita Sellick dari kapal fregat
Australia HMAS Newcastle mengatakan dua pelaut Angkatan Laut Australia
diterima di frigate angkatan laut China Huangshan selama latihan.
“Dua
pelaut angkatan laut Australia kami kenyataannya menyeberang ke sana,
sekarang di kapal China. Jadi mereka berdua dapat berintegrasi dalam
angkatan laut masing-masing dan belajar sedikit tentang bagaimana
kehidupan mereka saat ini di Exercise Kakadu,” kata Sellick seperti
dikutip dari Reuters, Minggu (9/9/2018).
Komandan
Armada Australia, Laksamana Muda Jonathan Mead, mengatakan kepada
wartawan di Darwin dalam wawancara televisi pada hari Jumat bahwa ada
manfaat bersama dalam membangun pemahaman dan kepercayaan selama
latihan.
Latihan militer gabungan, yang akan berlanjut hingga 15
September, didukung oleh Angkatan Udara Australia dan melibatkan 21
pesawat.
Darwin, pintu depan Asia, adalah kota paling strategis
di Australia dan telah menjadi rumah bagi kontingen Marinir AS sejak
2011, menjadikannya tempat yang logis untuk latihan ini.
Mengintegrasikan
Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China ke dalam latihan dua
tahunan dengan pasukan Amerika, Australia, Selandia Baru, dan Kanada
untuk pertama kalinya telah memberi China peluang untuk meningkatkan
hubungan kerjanya dengan negara-negara itu, yang kadang-kadang berubah
menjadi ketegangan.
Pada bulan April, tiga kapal perang Australia
menantang China saat mereka melewati Laut Cina Selatan. Kemudian pada
bulan Mei, Amerika Serikat menolak China dari latihan angkatan laut
bersama di lepas pantai Hawaii sebagai tanggapan terhadap apa yang
disebut militerisasi wilayah-wilayah yang disengketakan di Laut Cina
Selatan, sebuah tuduhan yang ditolak Beijing.
Negara-negara
peserta dalam Exercise Kakadu adalah: Cina, Jepang, Korea Selatan,
Thailand, Indonesia, Bangladesh, Brunei, Kamboja, Kanada, Chili,
Kepulauan Cook, Fiji, Perancis, India, Malaysia, Selandia Baru,
Pakistan, Papua New Guinea, The Filipina, Singapura, Sri Lanka, Timor
Timur, Tonga, Uni Emirat Arab, AS, Australia, dan Vietnam.
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China,
personel keamanan mengamankan Presiden Venezuela Nicolas Maduro selama
serangan drone ketika dia berpidato di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4
Agustus 2018.[Xinhua via AP]
CB, Caracas – Menteri Luar Negeri Venezuela,
Jorge Arreaza, menuduh pemerintah Amerika Serikat berupaya melakukan
intervensi dan mendukung konspirasi kelompok militer, yang berupaya
melakukan kudeta.
Arreaza mengatakan ini menanggapi berita yang dilansir media New York Times
pada Sabtu pekan lalu bahwa beberapa pejabat AS berhubungan dengan
seorang bekas komandan militer Venezuela, yang merencanakan plot kudeta
terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
“Kami mengecam rencana
intervensi dan dukungan pemerintah AS untuk konspirator militer melawan
Venezuela,” kata Jorge Arreaza dalam cuitan di Twitter lewat akun
@jaarreaza pada Sabtu, 8 September 2018 waktu setempat.
Menurut media NY Times,
hubungan antara pejabat AS dengan bekas komandan militer Venezuela itu
berlangsung selama setahun terakhir. Penjelasan soal adanya kontak kedua
pihak ini berasal dari sejumlah pejabat AS dan bekas komandan militer
Venezuela tadi, yang ikut dalam proses pembicaraan.
Hubungan lewat
jalur bawah tanah antara pejabat AS dengan kelompok perancang kudeta
Venezuela merupakan perjudian besar bagi Washington karena adanya latar
belakang sejarah intervensi rahasia AS di Amerika Latin.
Banyak
pihak di kawasan ini masih merasakan penolakan yang mendalam terhadap
AS karena mendukung berbagai upaya pemberontakan, kudeta, plot di
negara-negara seperti Kuba, Nikaragua, dan Chile. AS juga disebut
sengaja menutup mata terhadap berbagai pelanggaran HAM oleh rezim
militer yang berkuasa di kawasan Amerika Latin ini selama era Perang
Dingin.
Gedung Putih menolak menjawab detil pertanyaan NY Times soal
pertemuan-pertemuan rahasia itu. Namun, Gedung Putih mengeluarkan
pernyataan bahwa penting untuk terlibat dalam dialog dengan semua orang
Venezuela, yang menunjukkan keinginan untuk demokrasi. “Ini untuk
membawa perubahan positif ke sebuah negara yang telah sangat menderita
di bawah Maduro,” begitu pernyataan Gedung Putih seperti dilansir dari NY Times.
Presiden
Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkampanye di Billings, Montana,
pada Kamis, 6 September 2018, mendesak pendukungnya untuk mencoblos
pada pemilu tengah pada November 2018 agar dia tidak terkena pemakzulan.
AP via Chicago Tribune
Menurut media ini, salah satu
komandan militer Venezuela yang terlibat dalam pembicaraan ini sulit
disebut sebagai figur ideal untuk mengembalikan demokrasi ke negara itu.
Komandan militer Venezuela itu termasuk dalam daftar pejabat korup yang
dikeluarkan pemerintah AS.
Washington
telah menuduh komandan militer Venezuela itu dan sejumlah aparat
keamanan lainnya sebelum ini terlibat dalam berbagai kejahatan serius.
Ini termasuk menyiksa para tokoh kritis, memenjarakan ratusan orang
sebagai tahanan politik, melukai ribuan warga sipil, terlibat dalam
peredaran obat-obatan terlarang, dan berkolaborasi dengan organisasi
FARC, yang merupakan pasukan bersenjata di Kolombia dan dianggap teroris
oleh AS.
Pada akhirnya, pejabat AS memutuskan menolak membantu komplotan kudeta ini sehingga rencana mereka terhenti.
Soal ini, media Politico melansir Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump berupaya mengembalikan demokrasi yang damai dan teratur di Venezuela.
“Preferensi
kebijakan AS untuk upaya pemulihan demokrasi di Venezuela secara damai
dan teratur tetap tidak berubah,” kata juru bicara Dewan Keamanan
Nasional, Garrett Marquis, dalam pernyataannya.
Pada 2017,
Presiden Trump mengatakan AS mempertimbangkan semua opsi termasuk opsi
militer terhadap Venezuela. Komentar ini memunculkan kutukan dari
berbagai negara di kawasan itu termasuk musuh politik Maduro.
Ekonomi
Venezuela mengalami kebangkrutan di bawah pemerintahan Maduro dengan
inflasi hingga 200 ribu persen. Bahan makanan pokok dan obat-obatan
dasar semakin sulit diperoleh. Banyak warga Venezuela yang mengungsi ke
negara tetangga seperti Kolombia, Ekuador dan Peru.
Maduro menuding Venezuela
menjadi korban dari perang ekonomi yang dipimpin barisan politikus
oposisi dan didukung pemerintahan Trump. AS telah mengenakan sejumlah
sanksi terhadap pemerintahan Venezuela.
Foto yang diambil dari video yang dirilis Venezolana de
Television, Presiden Nicolas Maduro (tengah) tengah menyampaikan pidato
saat istrinya Cilia Flores mendongak setelah terkejut melihat ledakan di
langit, di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.[Venezolana de
Television melalui AP]
C, Washington – Pejabat dari pemerintahan Presiden Amerika, Donald Trump, bertemu dengan sejumlah pejabat pemberontak Venezuela selama setahun terakhir untuk membicarakan rencana kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro.
Media New York Times
melansir penjelasan soal ini berasal dari sejumlah pejabat AS dan
seorang bekas komandan militer Venezuela, yang ikut dalam pembicaraan
itu.
Hubungan jalur bawah tanah AS dengan kelompok perancang
kudeta Venezuela merupakan perjudian besar bagi Washington karena latar
belakang sejarah intervensi rahasia AS di Amerika Latin.
Banyak pihak di kawasan ini masih merasakan penolakan yang mendalam
terhadap AS karena mendukung berbagai upaya pemberontakan, kudeta, plot
di negara-negara seperti Kuba, Nikaragua, dan Chile. AS juga disebut
sengaja menutup mata terhadap berbagai pelanggaran HAM oleh rezim
militer yang berkuasa di kawasan Amerika Latin ini selama era Perang
Dingin.
Gedung Putih menolak menjawab detil pertanyaan NY Times
soal pertemuan-pertemuan rahasia itu. Namun, Gedung Putih mengeluarkan
pernyataan bahwa penting untuk terlibat dalam dialog dengan semua orang
Venezuela, yang menunjukkan keinginan untuk demokrasi. “Ini untuk
membawa perubahan positif ke sebuah negara yang telah sangat menderita
di bawah Maduro,” begitu pernyataan Gedung Putih seperti dilansir dari NY Times.
Menurut
media ini, salah satu komandan militer Venezuela yang terlibat dalam
pembicaraan ini sulit disebut sebagai figur ideal untuk mengembalikan
demokrasi ke negara itu. Komandan militer Venezuela itu termasuk dalam
daftar pejabat korup yang dikeluarkan pemerintah AS.
Washington
telah menuduh komandan militer Venezuela itu dan sejumlah aparat
keamanan lainnya sebelum ini terlibat dalam berbagai kejahatan serius.
Ini termasuk menyiksa para tokoh kritis, memenjarakan ratusan orang
sebagai tahanan politik, melukai ribuan warga sipil, terlibat dalam
peredaran obat-obatan terlarang, dan berkolaborasi dengan organisasi
FARC, yang merupakan pasukan bersenjata di Kolombia dan dianggap teroris
oleh AS.
Pada akhirnya, pejabat AS memutuskan menolak membantu komplotan kudeta ini sehingga rencana mereka terhenti.
Soal ini, media Politico melansir Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump berupaya mengembalikan demokrasi yang damai dan teratur di Venezuela.
“Preferensi
kebijakan AS untuk upaya pemulihan demokrasi di Venezuela secara damai
dan teratur tetap tidak berubah,” kata juru bicara Dewan Keamanan
Nasional, Garrett Marquis, dalam pernyataannya.
Menurut Marquis,
pemerintah AS menerima keprihatinan dari berbagai kalangan di Venezuela
seperti jutaan elemen masyarakat sipil, pejabat partai berkuasa, pejabat
keamanan, hingga jutaan warga yang terpaksa melarikan diri ke luar
negeri.
“Mereka semua berbagi satu tujuan: membangun kembali demokrasi di Tanah Air mereka,” kata Maquis.
Solusi jangka panjang bagi krisis di Venezuela,
Marquis menjelaskan, hanya dapat datang dari pemulihan pemerintahan
dengan praktek-praktek demokrasi, penegakan hukum dan penghormatan
terhadap pondasi HAM dan kebebasan.