Kamis, 21 Maret 2019

Warga Kawal Salat Umat Muslim di Depan Masjid Christchurch


Warga Kawal Salat Umat Muslim di Depan Masjid Christchurch
Warga Selandia Baru beramai-ramai menjaga umat Muslim yang salat di depan salah satu masjid lokasi teror penembakan di Christchurch pada Rabu (20/3) petang. (AFP Photo/Anthony Wallace)



Jakarta, CB -- Warga Selandia Baru beramai-ramai menjaga umat Muslim yang salat di depan salah satu masjid lokasi teror penembakan di Christchurch pada Rabu (20/3) petang.

Puluhan warga Selandia Baru tersebut terlihat saling rangkul pundak dalam diam di belakang jajaran umat Muslim yang berdoa sambil bersujud di depan Masjid Al Noor.

Pemandangan ini membuat takjub umat Muslim lainnya yang melintas, salah satunya Omar, seorang warga Sydney, Australia.


"Jantung saya berdegup kencang. Ini adalah sesuatu yang tak dapat dipercaya. Saya hampir tak dapat menggambarkannya. Masyarakat bersatu sedekat ini, sangat menakjubkan," tutur Omar kepada AFP.


Momen ini terjadi tak lama setelah warga Christchurch berbondong-bondong ke tengah kota untuk menari Haka. Tarian tradisional tersebut biasa diperagakan dalam kebersamaan yang menggugah emosi, bisa suka atau duka.

Tarian massal itu diprakarsai oleh sejumlah kelompok pencinta motor. Tak hanya orang dewasa, anak kecil hingga lansia juga ikut serta, menari dan memberikan semangat kepada umat Muslim.

"Kami di sini karena cinta lebih kuat dari kebencian, itu tema besarnya. Kami di sini untuk teman-teman Muslim," ujar seorang anggota kelompok motor yang berprofesi sebagai pastor, Derek Tait.


Salah satu warga yang ikut serta dalam tarian massal itu, Jacob Leo Skilling, memamerkan tato baru di betis kirinya.

Di atas kulit yang masih meradang akibat jarum tato itu, menyembul gambar seorang perempuan Muslim lengkap dengan hijab, dengan tulisan di atasnya, "Mereka adalah kita."

"Pada akhirnya, kita ini satu ras. Tak peduli agama, warna kulit, hitam, putih, itu tak penting. Kita semua manusia, semua punya darah," katanya.

Tak hanya warga, pemerintah Selandia Baru juga terus menunjukkan simpatinya pada umat Muslim di negara itu.

Sehari setelah teror mengguncang pada Jumat lalu, Perdana Menteri Jacinda Ardern langsung mengunjungi keluarga korban. Ia menjamin keamanan Muslim untuk beribadah dan berjanji akan membiayai semua urusan pemakaman.

Pemimpin perempuan termuda di dunia itu bahkan mengumumkan bahwa Selandia Baru akan mengumandangkan azan salat Jumat pekan ini secara nasional.

Melihat semua kepedulian masyarakat Selandia Baru ini, umat Muslim di negara itu mengaku sangat terharu, termasuk Nuha Asad yang kehilangan suaminya, Ali Elmadani, dalam teror tersebut.

"Masyarakat Selandia Baru benar-benar peduli pada kami dan kami benar-benar menjalani ini bersama. Ini semua membuat kami sedikit senang di tengah duka," katanya.




Credit  cnnindonesia.com