Kerabat korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines
Boeing 737 Max 8 berduka di lokasi jatuhnya pesawat di Bishoftu, Addis
Ababa, Ethiopi, Rabu (13/3).
Foto: AP Photo/Mulugeta Ayene
Penyebab jatuhnya pesawat Ethiopian Air belum diketahui jelas.
CB,
ADDIS ABABA -- Pilot Ethiopian Airlines Boeing 737 Max 8 yang jatuh
ternyata telah melaporkan masalah kontrol penerbangan sesaat sebelum
pesawat jatuh, sebagaimana diungkap maskapai, Rabu (13/3). Saat ini,
kotak hitam pesawat yang jatuh beberapa saat setelah landas dari Bandara
Addis Ababa itu bersiap dikirim ke Eropa untuk diselidiki.
Penyebab jatuhnya pesawat Ethiopian Air yang mengguncang industri
penerbangan global itu hingga kini masih belum diketahui jelas.
Kecelakaan juga kerap dikaitkan dengan kecelakaan pesawat jenis serupa
milik Maskapai Lion Air Oktober lalu yang menewaskan 189 orang.
Meskipun
tidak ada bukti hubungan, kecelakaan dengan jenis pesawat yang sama
tersebut membuat khawatir sejumlah pihak, terutama maskapai yang memakai
Boeing 737 Max. Sejak kecelakaan Lion Air di Indonesia, ada perhatian
pada sistem otomatis yang menukikkan hidung pesawat ke bawah.
Juru bicara Ethiopia Airlines Asrat Begashaw mengatakan kepada Reuters
masih belum jelas apa yang terjadi pada Ahad (10/3), tetapi pilotnya
telah melaporkan masalah kontrol yang bertentangan dengan faktor-faktor
eksternal.
"Pilot melaporkan masalah kontrol penerbangan dan meminta untuk kembali. Bahkan dia diizinkan kembali," katanya.
Pasca
musibah kecelakaan tersebut, beberapa negara, termasuk Uni Eropa, telah
menangguhkan pengoperasian Boeing 737 Max 8. Sekitar dua pertiga
maskapai menggunakan dari 371 jet tersebut yang beroperasi di seluruh
dunia.
Para perempuan berjalan dengan barang
milik mereka di dekat desa Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah, Selasa
(26/2/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Rodi Said/cfo
Ankara (CB) - Turki membahas dengan Rusia dan Amerika Serikat
kemungkinan serangan militer di satu kawasan di bagian timur laut Suriah
yang dikuasai para pejuang Kurdi, kata seorang pejabat pertahanan yang
dikutip media resmi pada Selasa (12/3).
Turki ingin membuat zona aman di kawasan perbatasan Sungai Eufrat setelah sebagian besar tentara AS ditarik.
Militer Amerika telah mendukung pasukan pimpinan Kurdi di sana yang
bertempur melawan sisi-sisa pengikut IS sejak kekhalifahan didirikan di
Irak dan Suriah tahun 2014. Namun, Turki, memandang para petempur YPG
Kurdi sebagai teroris dan berkali-kali mengancam akan melancarkan
operasi terhadap mereka.
"Mengenai operasi untuk timur Eufrat, yang dalam agenda, koordinasi
dengan AS dan Rusia khususnya masih berlanjut," kata wanita juru bicara
Kementerian Pertahanan Nadide Sebnem Aktop.
Aktop yang juga dikutip kantor berita Anadolu mengatakan bahwa
koordinasi antara Ankara dan Moskow mengenai Idlib, di bagian baratlaut
Suriah,
tempat kedua negara sepakat untuk membentuk zona tanpa kehadiran
kekuatan militer, berlangsung sukses "kendati ada provokasi-provokasi".
Pekan lalu Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan pasukan
Suriah akan mulai berpatroli di kawasan perbatasan di luar Idlib dan
pasukan Turki akan mulai berpatroli di dalam zona tersebut.
Hubungan Turki dan Rusia telah menimbulkan ketegangan antara Ankara dan
Amerika Serikat, dengan Washington memperingatkan kemungkinan
pemberlakuan sanksi oleh AS jika sekutu NATO itu membuat perjanjian
untuk membeli sistem pertahanan S-400 buatan Rusia, yang tak sesuai
dengan sistem NATO, demikian Reuters melaporkan.
Pada Selasa, Aktop mengatakan bahwa sistem S-400 itu, yang Presiden
Tayyip Erdoga katakan Turki tidak akan membatalkan, akan dikirim pada
Juli dan dipasang pada Oktober.
Amerika Serikat mengatakan bahwa melalukan hal itu akan membahayakan
kebijakan Turki untuk memperoleh jet-jet tempur F-35 Lockheed Martin dan
perjanjian-perjanjian industri pertahanan lainnya, termasuk perjanjian
mengenai sistem pertahanan Raytheon Co. Patriot.
Aktop juga menambahkan Turk dan Rusia juga melakukan patroli bersama
terkoordinasi atas kota Tel Rifaat di bagian utara Suriah, yang dikuasai
pasukan pimpinan Turki.
Lebih
dari 3.000 anggota ISIS menyerah ditengah pertempuran memperebutkan
benteng terakhir kelompok ekstrimis itu. Foto/Ilustrasi/Istimewa
DAMASKUS
- Lebih dari 3.000 anggota ISIS menyerah di tengah pertempuran sengit
dengan pasukan dukungan Amerika Serikat (AS) untuk merebut kembali
benteng terakhir ISIS di Suriah.
Juru bicara Pasukan Demokrat
Suriah (SDF) Mustafa Bali mengklaim pada Selasa malam jumlah anggota
ISIS yang telah meletakkan senjata telah meningkat menjadi 3.000. Bali
menambahkan bahwa tiga wanita Yazidi dan empat anak juga telah
diselamatkan seperti dilansir dari CNN, Kamis (14/3/2019).
Itu terjadi di tengah pertempuran sengit di kota Baghouz di Suriah, wilayah terakhir di Suriah dan Irak yang diklaim oleh ISIS.
Sebuah
tim CNN di Suriah menyaksikan baku tembak hebat di kota itu sepanjang
Selasa malam hingga Rabu pagi, tetapi sejauh ini SDF telah menolak
memberikan rincian tentang bagaimana mereka mengharapkan pejuang ISIS
yang tersisa bertahan.
Dalam sebuah pernyataan di Twitter pada
Selasa, Bali mengatakan saat yang menentukan lebih dekat daripada
sebelumnya. Dia mengklaim para pejuang ISIS di kota itu menyerah secara
massal.
Sebelumnya pada hari itu, juru bicara itu mengklaim dua
depot senjata ISIS telah dihancurkan dalam sebuah serangan, yang
menewaskan 38 anggota ISIS.
Pada
kejayaannya, ISIS mengendalikan sejumlah besar wilayah di Suriah dan
Irak. Koalisi yang dipimpin AS telah bekerja selama bertahun-tahun untuk
mengusir kelompok itu dari kota ke kota.
Sebelum serangan
baru-baru ini dimulai pada bulan Februari, para pejabat SDF
memperkirakan bahwa 1.500 warga sipil dan 500 anggota ISIS tetap
bertahan. Tetapi setelah pertempuran dimulai, baru diketahui jika jumlah
sebenarnya jauh lebih besar.
Seorang gadis kecil mengambil sekantung
roti yang diberikan tentara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dekat desa
Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah, Rabu (27/2/2019) (EUTERS/Rodi
Said/djo)
Homs, Suriah (CB) - Lembaga terkait Pemerintah Suriah pada
Selasa (12/3) menemukan puluhan ranjau dan bahan peledak yang
ditinggalkan oleh gerilyawan Da'esh, di Kota As-Sukhna dan sekitarnya,
80 kilometer di sebelah timur Palmyra, sebelum mereka meninggalkan kota
tersebut saat menghadapi serangan militer Suriah.
Seorang ahli dalam bidang perlucutan ranjau mengatakan kepada Kantor
Berita Suriah, SANA --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang, bahwa
pemerintah menemukan banyak ranjau dan bahan peledak dengan berat
antara 50 dan 100 kilogram. Semuanya berisi C4 dan TNT.
Ahli itu menambahkan satuan Zeni melucuti ranjau tersebut dan
meledakkannya untuk mengamankan seluruh wilayah itu dan mempersiapkan
kepulangan banyak keluarga ke rumah mereka.
Seorang gadis kecil mengambil sekantung
roti yang diberikan tentara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dekat desa
Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah, Rabu (27/2/2019). ANTARA
FOTO/REUTERS/Rodi Said/djo
Damaskus (CB) - Suriah mengutuk dengan sekeras-kerasnya
pernyataan yang dikeluarkan oleh Senator AS Lindsay Graham berkaitan
dengan Dataran Tinggi, milik Suriah yang diduduki Israel, kata satu
sumber resmi di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat di
Damaskus pada Selasa (12/3).
Sumber tersebut mengatakan pernyataan Graham memperlihatkan mental
congkak pemerintah AS dan memandang masalah wilayah itu dengan "mata
Zionis" dengan cara yang menguntungkan kepentingan Israel.
Sumber tersebut mengatakan pernyataan Graham bukan hanya memperlihatkan
pengabaian fakta sejarah dan geografis, itu juga memperlihatkan Amerika
Serikat mengabaikan dan secara mencolok melanggar hukum internasional,
demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA --yang dipantau Antara di
Jakarta, Rabu siang.
Ia menekankan bahwa semua resolusi PBB --terutama Resolusi 497 Dewan
Keamanan PBB pada 1981 berdasarkan Pasal 7, yang disepakati dengan suara
bulat oleh semua anggota Dewan Keamanan PBB termasuk AS, menegaskan
status hukum Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah yang diduduki, dan
keputusan penguasa pendudukan Israel untuk mencaploknya batal dan tidak
sah.
Rakyat Suriah pada umumnya, dan rakyat di Dataran Tinggi Golan khusus,
bertekad akan terus berjuang sampai Dataran Tinggi Golan dibebaskan
secara penuh dan kembali ke tanah air, tambah sumber tersebut. Ia
menyatakan pendudukan akhirnya akan berakhir, tak peduli berada lama itu
akan berlangsung.
Sejumlah pengungsi Rohingya antri untuk mendapatkan
paket makanan dari relawan Indonesia di Kamp Pengungsian Kutupalong,
Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Tentara Arakan dtuding terkait dengan kasus kekerasan terorganisir di kamp pengungsi.
CB,
YANGON -- Kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) meminta para
simpatisan dan pengikutnya menahan diri dan tidak melakukan tindak
kejahatan di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. Seruan itu dilakukan
menyusul terbitnya laporan pembunuhan dan penculikan yang ditudingkan ke
kelompok tersebut.
ARSA mengkritisi pemberitaan media yang berbasis di Bangladesh karena
telah mengaitkannya dengan kasus kekerasan terorganisir di kamp-kamp
pengungsi, termasuk serangkaian pembunuhan. ARSA mengakui adanya
kejadian tersebut, tapi membantah pimpinannya menyetujuinya.
"Orang-orang
itu tidak hanya menentang Pemerintah Bangladesh, tapi juga membuat ARSA
bertanggung jawab atas kejahatan mereka. Dan karena aktivitas mereka,
seluruh komunitas difitnah di seluruh dunia," kata ARSA dalam sebuah
pernyataan video yang diunggah melalui akun Twitter-nya pada Rabu (13/3).
Terlepas
dari pemberitaan yang mengambinghitamkan kelompoknya atas serangkaian
kasus pembunuhan, ARSA tetap mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah
Bangladesh. Oleh sebab itu, ARSA meminta para pengungsi Rohingya,
termasuk para simpatisan, agar tidak melanggar peraturan dari otoritas
berwenang di sana.
Kelompok itu pun menegaskan masih akan
melanjutkan misinya menentang Pemerintah Myanmar. "Kegiatan kami untuk
hak-hak kami yang sah sedang berlangsung melawan pemerintah teroris
Myanmar dan genosida militer," katanya.
ARSA adalah
kelompok yang kerap menyerang aparat keamanan dan tentara Myanmar di
Rakhine. Pada Agustus 2017, mereka menyerang pos militer Myanmar di luar
Rakhine. Serangan tersebut menewaskan beberapa tentara Myanmar.
Setelah
kejadian itu, militer Myanmar segera melakukan operasi pemburuan
terhadap anggota ARSA di Rakhine. Operasi tersebut menjadi cikal bakal
terjadinya krisis pengungsi Rohingya.
Dalam operasinya,
tentara Myanmar bertindak brutal dan tak pandang bulu. Mereka
memberondong warga sipil Rohingya dengan tembakan dan membakar
permukimannya. Tak hanya itu, mereka juga dilaporkan memperkosa
wanita-wanita Rohingya.
Operasi militer itu menyebabkan
orang-orang Rohingya berbondong-bondong meninggalkan Rakhine menuju
Bangladesh. Saat ini terdapat lebih dari 700 ribu pengungsi Rohingya di
wilayah perbatasan Bangladesh, Cox's Bazar.
Sementara itu,
sebuah tim dari kantor kejaksaan Pengadilan Pidana Internasional (ICC)
telah menuntaskan kunjungannya selama beberapa pekan ke kamp-kamp
pengungsi Rohingya di Cox's Bazar pada Senin (11/3). Direktur
Yurisdiksi, Divisi Pelengkap, dan Kerja Sama ICC Phaksio Mochochoko
mengatakan berupaya membuat kemajuan dalam penyelidikan awal krisis
Rohingya.
"Kami berkomitmen membuat kemajuan berkelanjutan pada proses pemeriksaan pendahuluan," ujar Mochochoko, dikutip laman Anadolu Agency.
Namun,
dia menegaskan pemeriksaan pendahuluan bukanlah sebuah investigasi. Itu
merupakan penilaian berdasarkan kriteria Statuta Roma guna memutuskan
apakah penyelidikan terhadap situasi Rohingya yang sedang berlangsung
diperlukan.
Sebuah tangan terlihat di atas bendera
nasional saat protes terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas
Maduro di Caracas, Venezuela, Selasa (12/3/2019). ANTARA
FOTO/REUTERS/Carlos Jasso/cfo
Washington (CB) - Militer Amerika Serikat belum diminta membantu
penarikan personel diplomat AA dari Venezuela, kata panglima militer AS
untuk kawasan itu kepada Reuters, dengan menambahkan mereka
diperkirakan meninggalkan negara itu dengan pesawat komersial.
"Saat ini kami belum diminta untuk mendukung evakuasi," kata Laksamana
Craig Faller, kepala Komado Selatan Militer AS, dalam wawancara pada
Selasa (12/3).
Venezuela memerintahkan para diplomat AS pada Selasa untuk meninggalkan
negara itu dalam waktu 72 jam. Washington menyatakan telah memutuskan
menarik diplomat-diplomat yang ada karena kondisi yang memburuk di
Venezuela, yang telah mengalami pemadaman listrik terburuk dalam
sejarah.
Utusan Khusus AS Elliott Abrams, yang berbicara Selasa pagi kepada
wartawan di Departemen Luar Negeri, mengatakan penarikan para diplomat
bukan perubahan dalam kebijakan AS atau pengurangan dalam komitmen AS
kepada rakyat Venezuela.
Washington telah mengambl sikap untuk mengakui pemimpin oposisi Juan
Guaido sebagai pemimpin yang sah Venezuela setelah ketua Kongres yang
berusia 35 tahun itu menyatakan terpilihnya kembali Presiden Nicolas
Maduro tahun 2018 diwarnai kecurangan dan mengumumkan kepresidenan
sementara pada Januari. Sebagian besar negara-negara Eropa dan Amerika
Latin mengikuti kebijakan yang diambil AS.
Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan
menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del
Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan
makanan dan obat-obatan.
Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
Sebanyak 21 orang meninggal di rumah sakit akibat kekurangan pasokan listrik.
CB,
BEIJING -- Cina menawarkan bantuan untuk mengatasi krisis listrik di
Venezuela yang dianggap sebagai pemadaman terburuk dalam sejarah. Maduro
juga sempat menuduh Amerika Serikat sebagai dalang yang menyabotase
jaringan listrik di Venezuela. Tak lama setelah mengungkapkan tuduhan
tersebut, Maduro juga meminta diplomat Amerika Serikat meninggalkan
Venezuela dan memberi mereka tenggat waktu paling lambat 72 jam.
Hari
ini, Kamis (14/3) merupakan hari keenam padamnya listrik di Venezuela,
kejadian ini mengharuskan rumah sakit berjuang menjaga peralatannya
tetap berjalan. Hingga kini, dilaporkan sekitar 21 orang meninggal di
rumah sakit akibat kekurangan pasokan listrik.
Juru Bicara
Kementerian Luar Negeri Cina Lu Kang mengatakan Cina telah mencatat
laporan bahwa jaringan listrik di Venezuela telah turun karena serangan
peretasan. Dia juga berharap Venezuela segera menemukan solusi dari
kejadian ini.
"Cina sangat prihatin dengan ini, Cina
berharap Venezuela dapat menemukan alasan untuk masalah ini secepat
mungkin dan melanjutkan pasokan listrik normal dan ketertiban sosial.
Tiongkok bersedia memberikan bantuan dan dukungan teknis untuk
memulihkan jaringan listrik Venezuela," kata Lu, Kamis (14/3).
Menteri
Informasi Jorge Rodriguez mengatakan pemadaman itu kemungkinan
disebabkan oleh masalah teknis jalur transmisi yang menghubungkan
pembangkit listrik tenaga air Guri di Venezuela tenggara dengan jaringan
listrik nasional. Meski begitu, Presiden Venezuela, Maduro menyalahkan
Washington meretas sistem operasi pembangkit listrik tenaga air
Venezuela.
Kuba menyalahkan AS dalam pemadaman listrik di Venezuela. Foto/Istimewa
HAVANA
- Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, menyalahkan Amerika Serikat (AS)
atas padamnya jaringan listrik di Venezuela. Ia lantas membandingkan
tindakan Washington itu dengan aksi Nazi di era Perang Dunia Kedua.
"Agresi
kriminal terhadap Venezuela tampaknya terinspirasi oleh praktik
terburuk Nazi, seperti pengepungan Leningrad (selama Perang Dunia II),
yang bertujuan untuk membuat kota itu kelaparan sampai mati," cuit
pemimpin Kuba.
"Tidak ada yang meragukan bahwa pemadaman di Venezuela adalah akibat sabotase AS," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (14/3/2019).
Sebelumnya
pada bulan Maret, pemadaman listrik besar-besaran melanda banyak
wilayah di Venezuela, melumpuhkan jaringan listrik negara. Pemasok
listrik nasional Corpoelec bersikeras bahwa pemadaman listrik adalah
hasil dari sabotase di pembangkit listrik tenaga air utama Guri di
negara bagian Bolivar timur.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro
kemudian menyalahkan krisis tersebut kepada Amerika Serikat. Sampai
sekarang, catu daya sebagian besar telah dipulihkan di negara ini.
Washington
dan sekutu-sekutunya secara terbuka mendukung pemimpin oposisi
Venezuela Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai 'presiden
sementara' pada Januari lalu, menyusul gelombang demonstrasi anti dan
pro pemerintah.
Sementara
itu, Rusia, China, Turki, Kuba, dan negara-negara lain berpihak pada
Presiden Nicolas Maduro yang terpilih dalam pemilu yang diboikot
oposisi. Mereka memperingatkan AS dan sekutunya untuk tidak "campur
tangan" dalam urusan dalam negeri negara Amerika Selatan itu.
Waduk Guri di Venezuela merupakan pembangkit listrik utama di
negara sosialis itu dan sempat mengalami padam mendadak pada 7 Maret
2019 selama lima hari. Hydroworld
CB, Beijing – Pemerintahan Venezuela
pimpinan Presiden Nicolas Maduro bakal meminta bantuan Perserikatan
Bangsa-Bangsa atau PBB dan sejumlah negara sekutu untuk menginvestigasi
serangan siber yang melumpuhkan pembangkit listrik tenaga air di Waduk
Guri, yang terjadi sejak 7 Maret 2019.
“Saya
akan meminta bantuan dari PBB dan juga dari Rusia, Cina, Iran, dan
Kuba, yang memiliki pengalaman luas dalam isu perlindungan menghadapi
serangan siber,” kata Maduro pada Selasa, 12 Maret 2019 dalam pidato
yang disiarkan lewat aplikasi Periscope seperti dilansir kantor berita
Rusia, TASS, pada Rabu, 13 Maret 2019.
Maduro, yang
menghadapi tantangan politik dari tokoh oposisi Juan Guaido agar mundur
sebagai Presiden, mengatakan telah membentuk sebuah komisi khusus
kepresidenan untuk menginvestigasi serangan siber ini.
“Saya telah meminta agar spesialis internasional dilibatkan,” kata Maduro. Kementerian Luar Negeri Cina, seperti dilansir Sputnik News, dikabarkan telah menyanggupi untuk membantu Venezuela untuk mengembalikan sistem suplai energinya.
Menteri
Komunikasi dan Informasi Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan operasi
pembangkit listrik hampir kembali pulih di seluruh negara setelah
mengalami listrik padam massal selama lima hari.
Menurut
Maduro, pemerintah telah berhasil memulihkan pembangkit listrik. “Kita
sekarang butuh untuk memperkuatnya, membuatnya bisa diandalkan dan tidak
bisa diserang lagi,” kata dia.
Venezuela mengalami padam listrik sejak 7 Maret 2019 di 20 dari 23 negara bagian. Perusahaan National Electric Company mengatakan insiden ini terjadi karena padamnya pembangkit listrik di Simon Bolivar Hydroelectric Plant di Waduk Guri.
Venezuela
mengalami listrik padam secara massal pada 7 Maret 2019 secara mendadak
yang mengenai 22 dari 23 negara bagian. Presiden Maduro menuding ini
sebagai aksi sabotase oposisi dan Amerika Serikat, yang dibantah
keduanya. Reuters
Maduro
menuding AS melakukan serangan electromagnetik hingga peretasan
jaringan komputer di pembangkit listrik itu sebagai penyebab padamnya
listrik. Kementerian Energi AS membantah tudingan ini.
Listrik
sebenarnya mulai pulih perlahan pada 8 Maret 2019. Namun, terjadi
sebuah ledakan di sebuah substasiun listrik di luar ibu kota yaitu di
Kota Ciudad Bolivar. Petugas keamanan Venezuela menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam ledakan itu.
Ilustrasi anggota Taliban di Afghanistan. (REUTERS/Parwiz)
Jakarta, CB -- Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Taliban
dilaporkan terhenti sejak 12 Maret kemarin. Meski disebut ada kemajuan,
tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai dari kedua belah pihak,
terutama soal penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Seperti dilansir Reuters,
Rabu (13/3), perundingan selama 16 hari antara AS dan Taliban di hotel
bintang lima Ritz-Carlton di Doha, Qatar terhenti tanpa diketahui
sebabnya. Seharusnya negosiasi akan dilanjutkan pada akhir Maret
mendatang.
Dalam negosiasi itu, delegasi Taliban dipimpin oleh
kepala bidang politik Mullah Abdul Ghani Baradar. Sedangkan AS dipimpin
juru runding Zalmay Khalilzad, seorang diplomat yang lahir di
Afghanistan.
Menurut Khalilzad, kemajuan dalam perundingan
damai itu terkait dengan kontra terorisme dan penarikan pasukan AS dari
Afghanistan. Dia mengatakan AS meminta Taliban tidak memberi ruang bagi
bagi kelompok militan apapun untuk menggunakan negara itu sebagai basis
untuk merancang serangan.
"Kondisi untuk perdamaian membaik. Sangat jelas seluruh pihak ingin
perang berakhir. Kendati ada dinamika, kami tetap menjaga semuanya
sesuai jalur dan membuat kemajuan," cuit Khalilzad dalam akun Twitter.
Meski
begitu, Taliban tetap menolak duduk dalam satu meja perundingan dengan
pemerintah Afghanistan. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid,
mengakui negosiasi dengan AS menemukan titik terang.
"Ketika
rancangan perjanjian tentang masa penarikan pasukan dan pemberlakuan
kontra-terorisme selesai dibuat, Taliban akan memulai pembicaraan dengan
pemerintah Afghanistan soal kedudukan politik dan gencatan senjata
tetap," kata Khalilzad.
Kemajuan itu soal penarikan pasukan AS dan mencegah serangan
teror kepada siapapun dari Afghanistan. Akan tetapi, Mujahid menyatakan
sampai saat ini kedua belah pihak belum menyepakati apapun, termasuk
gencatan senjata atau berunding dengan pemerintah Afghanistan.
Juru bicara Presiden Afghanistan, Ashraf Gani, berharap mereka segera memulai perundingan soal gencatan senjata dengan Taliban.
Qatar
membolehkan Taliban membuka kantor perwakilan bidang politik sejak
2013. Mereka menyatakan ingin menjadi pihak yang turut menengahi konflik
di kawasan itu.
"Kami memahami bagaimana kesulitan mengakhiri
perang selama 18 tahun. Qatar berharap perundingan itu segera
dilanjutkan," kata juru runding yang menjadi penengah asal Qatar, Mutlaq
Bin Majid Al-Qahtani.
Hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan pastinya perundingan damai AS-Taliban dilanjutkan.
Meski
sedang berunding, perang antara Taliban dan pasukan Afghanistan terus
berlangsung. AS dilaporkan terus mendesak Taliban untuk segera melakukan
gencatan senjata dengan Afghanistan, tetapi ditolak. Penyebabnya
Taliban menganggap pemerintah Afghanistan cuma 'boneka' AS.
Menurut
sumber Taliban, negosiasi damai itu tidak berjalan mulus. Tokoh senior
mereka menyatakan mereka bukan pelayan dan tidak membutuhkan AS untuk
menentukan masa depan Afghanistan.
Saat ini masih ada 14 ribu
pasukan AS di Afghanistan. Mereka menyerbu negara itu pada 2001 silam
dengan dalih menggulingkan rezim Taliban yang konservatif dan melindungi
mendiang pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Osama disebut bertanggung
jawab atas serangan terhadap gedung kembar WTC di New York pada 9
September 2001.
Selama 18 tahun berperang di Afghanistan, sekitar 3500 pasukan asing, termasuk di dalamnya 2300 prajurit AS, meninggal.
Kanada akhirnya ikut melarang pesawat Boeing 737 Max. Foto/Istimewa
OTTAWA
- Kanada pada Rabu waktu setempat menjadi negara terbaru yang
mengandangkan pesawat Boeing 737 MAX. Keputusan ini diambil berdasarkan
potensi masalah keselamatan setelah pesawat Boeing 737 MAX 8 milik
maskapai penerbangan Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu lalu dan
menewaskan 157 orang.
Dengan langkah ini berarti Amerika Serikat (AS) sekarang satu-satunya negara besar tempat pesawat itu dapat beroperasi.
Menteri
Transportasi Kanada Marc Garneau mengatakan pada konferensi pers bahwa
Ottawa akan menghentikan 737 MAX 8 dan 9 jet untuk lepas landas, tiba
atau terbang di atas Kanada.
"Pemberitahuan keselamatan ini
efektif segera dan akan tetap di tempatnya sampai pemberitahuan lebih
lanjut," katanya, seraya menambahkan bahwa ia telah memutuskan untuk
bertindak setelah menerima informasi baru pada hari sebelumnya seperti
dikutip dari Reuters, Kamis (14/3/2019).
Larangan ini penting,
karena Kanada biasanya bekerja sangat erat dengan Administrasi
Penerbangan Federal AS (FAA). Garneau mengatakan, sama sekali tidak ada
tekanan politik dari Washington setelah Kanada memberitahunya.
Ia
mengatakan data satelit menunjukkan kesamaan profil penerbangan jet
Ethiopian Airlines dengan pesawat Lion Air tipe pesawat yang sama yang
jatuh di Indonesia pada tahun lalu. Keduanya jatuh tidak lama setelah
lepas landas.
"Ini tidak konklusif, tetapi itu adalah sesuatu
yang menunjukkan kemungkinan ke arah itu dan pada titik ini kami merasa
bahwa ambang batas telah dilintasi dan itulah sebabnya kami mengambil
langkah-langkah ini," ujarnya.
Seorang pejabat AS mengatakan
kepada Reuters, FAA mengetahui data satelit yang dikutip Garneau, tetapi
menyebutnya tidak meyakinkan.
Air Canada, yang mengoperasikan 24 jet Boeing 737 MAX, mengatakan sedang
bekerja untuk re-book penumpang secepat mungkin. Sedangkan rivalnya
WestJet Airlines, yang mengoperasikan 13 jet, mengatakan akan mematuhi
keputusan tersebut.
Asosiasi Pilot Air Canada, yang mewakili
lebih dari 4.000 pilot komersial, mengatakan keputusan itu penting untuk
memastikan kepercayaan publik terhadap penerbangan.
Ilustrasi Boeing 737 MAX 8. (REUTERS/Matt Mills McKnight)
Jakarta, CB -- Badan Penerbangan Hong Kong memutuskan melarang maskapai yang menggunakan Boeing tipe 737 MAX 8
melintas di ruang udara mereka. Mereka menjadi pihak yang kesekian
menerbitkan larangan itu sebagai dampak kecelakaan maut yang terjadi di
Indonesia dan Ethiopia.
"Departemen Penerbangan Sipil (CAD)
menghentikan sementara operasional Boeing 737 MAX dari, menuju, dan yang
melintasi Hong Kong," demikian pernyataan otoritas Hong Kong, seperti
dilansir AFP, Rabu (13/3).
CAD menyatakan larangan itu
berlaku sejak hari ini pukul 18.00 waktu setempat. Mereka menyatakan
sudah mengontak Badan Penerbangan Sipil AS (FAA) dan sejumlah lembaga
lain, termasuk dengan dua maskapai yang mempunyai rute menuju Hong Kong,
yaitu SpiceJet dari India dan Globus Airlines dari Rusia.
"Ini adalah langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan penerbangan dan melindungi masyarakat," lanjut isi pernyataan CAD.
Maskapai yang bermarkas di Hong Kong, Cathay Pacific, sama sekali tidak mempunyai armada Boeing 737 MAX 8.
Di
sisi lain, maskapai Ethiopian Airlines mengirim kotak hitam pesawat
mereka yang jatuh pada 10 Maret lalu ke Eropa untuk diperiksa. Sedangkan
maskapai Norwegian Air menuntut ganti rugi terhadap Boeing atas
sejumlah larangan terbang atas tipe 737 MAX. Sebab, sejumlah armada 737
MAX mereka tidak boleh terbang ke sejumlah negara.
"Kami berharap Boeing mau membayar tagihan kami," tulis Norwegian Airlines melalui surel seperti dilansir Reuters.
Gelombang
larangan terbang terhadap Boeing 737 MAX semakin luas. Negara-negara
yang melarang semakin bertambah. Mereka adalah Australia, India, Fiji
Oman, Singapura, China, Malaysia, Inggris, Indonesia, Ethiopia, Jerman,
Prancis, Bermuda, Swiss, Uni Eropa, Kuwait, Selandia Baru, Korea
Selatan, Turki, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Libanon.
Larangan
ini dikeluarkan setelah dua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing
737 MAX 8 mengalami kecelakaan mematikan dalam kurun waktu kurang dari
lima bulan.
Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3),
ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama
setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.
Beberapa
bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang
digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan
menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa.
Amerika Serikat dan Kanada memastikan bahwa mereka tak akan melarang penggunaan Boeing 737 MAX 8.
AS
sendiri sudah menyatakan bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 layak terbang.
Namun, AS meminta Boeing untuk memodifikasi pesawat jenis tersebut.
Akan tetapi, Senat Amerika Serikat menyatakan secepatnya bakal menggelar
rapat dengar pendapat dengan Badan Penerbangan AS (FAA), terkait
meluasnya larangan operasional Boeing tipe 737 MAX 8.
Ilustrasi Boeing 737 MAX 8. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CB -- Perintah larangan mengoperasikan pesawat Boeing tipe 737 MAX 8
terus menyebar di seluruh dunia, sebagai dampak kekhawatiran atas dua
kecelakaan maut yang terjadi di Indonesia dan Ethiopia. Pemerintah India, Fiji, dan sejumlah maskapai turut memutuskan melarang penggunaan burung besi itu.
Seperti dilansir Reuters,
Rabu (13/3), Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) Kementerian
Penerbangan India memutuskan menghentikan sementara operasional Boeing
737 MAX 8. Perintah itu berlaku pada Selasa kemarin sejak pukul 21.55
waktu setempat.
"DGCA memutuskan untuk segera mengistirahatkan sementara Boeing 737 MAX
8. Pesawat itu tidak boleh mengudara sampai mendapat modifikasi dan
langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan penumpang dan
operasional," demikian pernyataan Kementerian Penerbangan Sipil India
melalui akun Twitter mereka, @MoCA_GoI.
Dua maskapai ternama India, Jet Airways dan SpiceJet, langsung menunda penerbangan menggunakan 737 MAX 8.
Karena hal itu, harga saham SpiceJet anjlok sebesar 5,5 persen, sedangkan saham Jet Airways turun 2,2 persen.
Pemerintah
Fiji juga mengikuti keputusan India dengan melarang sementara
penggunaan Boeing 737 MAX 8. Otoritas Penerbangan Sipil Fiji menyatakan
mereka sebenarnya yakin dengan keamanan pesawat itu, tetapi mereka juga
melihat kekhawatiran masyarakat dan sikap sejumlah negara lain.
Maskapai
Fiji Airways menyatakan untuk sementara waktu tidak akan menggunakan
737 MAX 8. Sebagai gantinya, mereka bakal memakai Boeing 7373 dan Airbus
SE A330.
Gelombang larangan terbang terhadap Boeing 737 MAX
semakin luas. Negara-negara yang melarang adalah Australia, Oman,
Singapura, China, Malaysia, Inggris, Indonesia, Ethiopia, Jerman,
Prancis, Bermuda, Swiss, Uni Eropa, Kuwait, Selandia Baru, Korea
Selatan, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Larangan
ini dikeluarkan setelah dua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing
737 MAX 8 mengalami kecelakaan mematikan dalam kurun waktu kurang dari
lima bulan.
Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3),
ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama
setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.
Beberapa
bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang
digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan
menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa.
Amerika Serikat dan Kanada memastikan bahwa mereka tak akan melarang penggunaan Boeing 737 MAX 8.
AS sendiri sudah menyatakan bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 layak
terbang. Namun, AS meminta Boeing untuk memodifikasi pesawat jenis
tersebut.
CIA diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kedubes Korut di Spanyol. Foto/Istimewa
MADRID
- Badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, diduga terlibat dalam
serangan terhadap Kedutaan Besar (Kedubes) Korea Utara (Korut) di
Spanyol. Demikian laporan media setempat, mengutip sumber-sumber
investigasi. Jika dikonfirmasi, hal ini kemungkinan akan menyebabkan
perselisihan besar antara Spanyol dan AS.
"Setidaknya dua dari 10
pelaku, yang masuk ke Kedubes Korut, telah diidentifikasi dan terhubung
dengan Badan Intelijen Pusat," tulis El Pais yang disitir RT, Kamis (14/3/2019).
Badan
mata-mata AS itu telah membantah keterlibatan mereka. Namun sumber
pemerintah Spanyol mengatakan kepada surat kabar itu bantahan tersebut
tidak cukup meyakinkan.
Jika
peran CIA dalam insiden tersebut dikonfirmasi, hal itu mungkin akan
menyebabkan perselisihan diplomatik antara Madrid dan Washington.
Keterlibatan penjahat biasa dalam insiden itu dikesampingkan tidak lama
setelah serangan itu terjadi, karena seluruh operasi menyerupai
pekerjaan penyerangan oleh sel militer.
Insiden aneh - dan
seperti di film-film - terjadi pada 22 Februari lalu, ketika sekelompok
pria menyerang misi diplomatik Korut di Spanyol, yang terletak di
Madrid. Para penyerang menahan dan menyumpal mulut staf Kedubes. Mereka
kemudian menggeledah kedutaan selama empat jam, mencuri komputer dan
perangkat elektronik lainnya.
Salah satu karyawan Kedubes Korut
berhasil melarikan diri dan memberi tahu tetangga, yang kemudian
memanggil polisi. Namun ketika penegak hukum tiba, mereka dilaporkan
disambut oleh seorang individu, yang meyakinkan mereka bahwa semuanya
baik-baik saja di fasilitas diplomatik itu. Tak lama setelah itu, para
tersangka keluar dari kedutaan dengan dua kendaraan curian dan pergi,
meninggalkan mobil-mobil itu di jalan.
Polisi
kemudian menemukan staf misi diplomatik Korut, yang diikat, disumpal
dan mendapati tas di kepala mereka. Beberapa diplomat memerlukan
perawatan medis setelah insiden tersebut karena cedera ringan. Sementara
serangan itu dilaporkan secara luas oleh media lokal, Kedutaan Korut
tidak memberikan pernyataan apa pun.
Para pelaku mungkin tengah
mencari informasi tentang mantan duta besar Korut untuk Spanyol - Kym
Hyok-chol. Diplomat itu bertugas selama bertahun-tahun, namun ia diusir
pada 2017 lalu di tengah uji coba nuklir berturut-turut yang dilakukan
oleh Pyongyang. Ia kemudian bergabung dengan tim negosiator negara itu
dan berpartisipasi dalam mengatur KTT Preisden AS Donald Trump-Pemimpin
Korut Kim Jong-un di Vietnam - yang berujung pada kegagalan hanya lima
hari setelah insiden di Madrid.
Hatice Cengiz, tunangan almarhum
wartawan Arab Saudi jamal Khashoggi, berpartisipasi dalam sebuah
subpanitia dalam pertemuan tentang Hak Asasi Manusia di Parlemen Eropa
di Brussels, Belgia, Selasa (19/2/2019). (REUTERS/YVES HERMAN)
Washington (CB) - Keadilan harus diberikan kepada kolumnis
Washington Post yang dibunuh, Jamal Khashoggi, tulis Ketua Sub-Komite
Hak Asasi Manusia Uni Eropa di kolom opini yang diterbitkan pada Selasa
(12/3).
"Pembunuhan Khashoggi secara kejam memperlihatkan bagaimana hak ini
telah diinjak-injak oleh pemerintah Arab Saudi," tulis Antonio Panzeri
di Washington Post.
Khashoggi dibunuh secara kejam di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul,
Turki, Oktober lalu, tak lama setelah ia memasuki instalasi diplomatik
tersebut. Riyadh mulanya membantah Kerajaan itu berperan dalam
pembunuhan tersebut tapi sejak itu berusaha menimpakan kesalahan atas
kematian Khashoggi pada operasi yang gagal dan dilakukan oleh agen
merah.
Pada November, CIA menyimpulkan dengan keyakinan tinggi bahwa Putra
Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memernitahkan pembunuhan
Khashoggi, kata Washington Post.
Panzeri mengatakan meskipun melakukan kunjungan ke seluruh dunia untuk
menggembar-gemborkan pembaruan di negerinya, yang menggambarkannya
sebagai seorang pemimpin regional dalam urusan hak asasi manusia,
Pemerintah Raja Salman telah "mengikuti jalur yang menuju arah yang
berbeda sama sekali".
"Rejim, meskipun melakukan konsesi kecil, telah terus bertindak dengan
cara otoriter dan menindas," kata Panzeri, sebagaimana dikutip Kantor
Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang.
"Keperluan untuk membina hubungan dengan negara internasional
menjelaskan konsesi yang kadangkala dilakukan oleh putra mahkota.
Untungnya, masih ada sebagian pemimpin yang memiliki pandangan terbatas
dan kecemasan mengenai perdagangan dengan diktator."
Panzeri menekankan UE harus "tetap aktif" dalam kasus Khashoggi, dan
mengatakan ia "akan terus bekerja untuk menjamin bahwa kebenaran
mengenai apa yang terjadi pada Khashoggi muncul".
Warga mengikuti aksi protes menuntut
perubahan politik segera di Algiers, Aljazair, Selasa (12/3/2019).
(REUTERS/ZOHRA BENSEMRA)
Aljier (CB) - Pemerintah Aljazair pada Rabu menyatakan siap
mengadakan pembicaraan dengan para pengunjuk rasa yang menginginkan
perubahan politik cepat, dengan mengatakan pihaknya sedang mencari
sistem berdasarkan "keinginan rakyat" setelah kelompok-kelompok oposisi
menolak reformasi yang diusulkan tak cukup.
Presiden Abdelaziz Bouteflika pada Senin membalik sebuah keputusan untuk
berkuasa kembali selama masa jabatan kelima menghadapi unjuk rasa
massal yang telah berlangsung selama beberapa pekan oleh mereka yang
sudah muak dengan kekuasaan otoriter dan kemandekan politik dan ekonomi
yang berlangsung selama beberapa dekade.
Tetapi prakarsa oleh Bouteflika, yang juga menangguhkan pemilihan dan
menyatakan satu konferensi akan diadakan guna membahas
perubahan-perubahan politik, telah gagal memuaskan banyak warga Aljazair
yang terus menginginkan kekuasaan diserahkan ke generasi lebih muda
dengan gagasan-gagsan segar.
"Dialog merupakan tugas kami. Prioritas kami ialah menyatukan semua
warga Aljazair," kata Wakil Perdana Menteri Ramtane Lamamra kepada radio
negara.
"Sistem baru akan berdasarkan pada keingin rakyat," kata dia, dengan
menambahkan para peserta dalam konferensi untuk membuat konstitusi baru
akan mencakup terutama orang-orang muda dan kaum wanita.
Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Bersenjata dan Deputi Menteri Pertahanan
Ahmed Gaed Salah mengatakan kepada TV Ennahar, tentara akan menjaga
keamanan Aljazair "dalam semua keadaan dan kondisi apapun."
Puluhan ribu orang dari semua kelas sosial telah berdemonstrasi selama
tiga hari belakangan menentang korupsi, pengangguran dan kelas penguasa
yang didominasi oleh militer dan veteran perang kemerdekaan tahun
1954-62 terhadap Prancis.
Protes-protes itu telah menggoyahkan panggung politik yang ditandai
kemandekan ekonomi dan sosial selama beberapa dekade perantaraan
kekuatan di belakang layar oleh kelompok mapan militer yang berpengaruh.
Menteri
Luar Negeri Jerman, Heiko Maas menuturkan bahwa sebuah proses Brexit
tanpa adanya kesepakatan semakin nyata. Foto/Istimewa
BERLIN
- Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas menuturkan bahwa sebuah proses
Brexit tanpa adanya kesepakatan semakin nyata, setelah Parlemen Inggris
kembali menolak proposal yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa
May.
"Kami bergerak lebih dekat ke arah Brexit tanpa kesepakatan
dengan keputusan ini. Menolak kesepakatan Brexit berarti membahayakan
kesejahteraan warga dan ekonomi," kata Maas, dan mengkritik anggota
parlemen Inggris yang memberikan suara menentang kesepakatan yang
diperbaharui.
Dia kemudian mengatakan, negaranya mempersiapkan
diri dengan cara terbaik untuk skenario terburuk. "Namun, kami masih
berharap bahwa kami dapat menghindari Brexit tanpa kesepakatan. Saat ini
hal itu berada di tangan House of Commons untuk melakukan itu,"
ungkapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (13/3).
Sebelumnya
diwartakan, dalam pemungutan suara yang digelar semalam, 391 anggota
Parlemen Inggris menentang dan 242 lainnya menyetujui proposal yang
diajukan oleh May.
Berbicara setelah pemungutan suara, May
mengatakan dia sangat menyesali keputusan Parlemen Inggris. Dia
mengatakan, pilihan terbaik Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE)
adalah keluar dengan sebuah kesepakatan.
"Saya terus percaya
bahwa sejauh ini hasil terbaik adalah Inggris meninggalkan UE secara
teratur, dengan kesepakatan," kata May.
Perdana Menteri Inggris Theresa May (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CB -- Anggota parlemen Inggrismenolak Brexit tanpa
kesepakatan dalam skenario apa pun. Hasil teranyar ini membuka jalan
bagi pemungutan suara untuk menentukan kelanjutan kemungkinan penundaan
Brexit hingga akhir Juni.
Perdana Menteri Inggris Theresa May
menegaskan, Brexit tanpa kesepakatan menjadi satu-satunya pilihan paling
memungkinkan jika Inggris tak mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa
(UE).
"Tanggung jawab ada pada kita masing-masing di parlemen untuk mencari tahu apa itu," ujar May, mengutip CNN.
Dukungan
untuk kesepakatan Brexit memungkinkan pemerintah untuk memohon
penundaan hingga Juni. Namun, jika parlemen tidak dapat menyetujui
kesepakatan, May menegaskan, waktu penundaan akan lebih lama.
Pemerintah akan mengusulkan upaya untuk menunda Brexit hingga 30
Juni jika parlemen dapat menyetujui kesepakatan untuk meninggalkan UE
sebelum 20 Maret.
Bereaksi terhadap pemungutan suara, seorang
juru bicara UE mengatakan bahwa hanya ada dua cara untuk meninggalkan
UE: dengan atau tanpa kesepakatan.
"Kami telah menyetujui
kesepakatan dengan Perdana Menteri Theresa May dan UE siap
menandatanganinya," ujar dia, mengutip Reuters.
Setelah 2,5 tahun
perundingan dan dua kali upaya gagal untuk menerima kesepakatan Brexit
yang diusulkan May, pemungutan suara masih berjalan di tempat.
Parlemen Inggris sekali lagi menolak proposal Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May. Foto/Istimewa
LONDON
- Parlemen Inggris sekali lagi menolak proposal Brexit yang diajukan
oleh Perdana Menteri Theresa May. Dalam pemungutan suara yang digelar
semalam, 391 suara menentang dan 242 menyetujui proposal, yang telah
direvisi dari upaya terakhir pada awal tahun.
Berbicara setelah
pemungutan suara, May mengatakan dia sangat menyesali keputusan Parlemen
Inggris. Dia mengatakan, pilihan terbaik Inggris untuk keluar dari Uni
Eropa (UE) adalah keluar dengan sebuah kesepakatan.
"Saya terus
percaya bahwa sejauh ini hasil terbaik adalah Inggris meninggalkan UE
secara teratur, dengan kesepakatan," kata May dalam sebuah pernyataan,
seperti dilansir Sputnik pada Rabu (13/3).
Saat
ini, London dan Brussels belum menyetujui kerangka kerja untuk suatu
hubungan setelah batas akhir penentuan kesepakatan, yang jatuh pada
akhir Maret. May telah berulang kali memperingatkan tentang potensi
kerusakan pada UE yang dapat disebabkan oleh Brexit tanpa sebuah
kesepakatan.
Sementara itu, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn,
yang memimpin oposisi di Parlemen, mengatakan sudah waktunya untuk
pemilihan umum. "Pemerintah telah dikalahkan lagi oleh mayoritas besar
dan mereka sekarang harus menerima kesepakatan mereka sudah mati," kata
Corbyn dan mencatat bahwa Partai Buruh siap untuk bekerja dengan May
pada kesepakatan baru Brexit.
Karena pemungutan suara terbaru
berujung kegagalan, pemungutan suara pada skenario tanpa kesepakatan
diharapkan akan digelar hari ini dan jika itu gagal, maka pemungutan
suara untuk memperpanjang batas waktu Brexit melewati 29 Maret digelar
kemudian.