Pendukung National Akali Dal, pemimpin
regional partai politik, meneriakkan slogan saat mereka membakar sebuah
poster dengan gambar mirip bendera Pakistan saat unjuk rasa atas
serangan ke sebuah bus yang menewaskan 44 anggota polisi di selatan
Kashmir pada hari Kamis, di New Delhi, India, Sabtu (16/2/2019).
(REUTERS/ANUSHREE FADNAVIS)
Islamabad (CB) - Pakistan memanggil pulang duta besarnya di
New Delhi guna melakukan konsultasi, kata juru bicara kantor luar
negeri Pakistan, Senin, di tengah memanasnya hubungan antara Pakistan
dan negara tetangga bersenjata nuklir India.
"Kami memanggil pulang Komisioner Tinggi di India untuk melakukan
konsultasi. Dia meninggalkan New Delhi pagi ini," cuit juru bicara
Kantor Luar Negeri, Mohammad Faisal, di akun Twitter.
India sebelumnya telah memanggil duta besarnya untuk Pakistan pekan
lalu. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk membahas hubungan India
dengan Pakistan pasca pengeboman bunuh diri di wilayah sengketa Kashmir
yang menewaskan 44 polisi paramiliter India. New Delhi mengatakan
Pakistan terlibat dalam serangan tersebut. Tuduhan itu dibantah oleh
Islamabad.
Adel al-Jubeir janjikan tindakan untuk mendamaikan India-Pakistan. (Foto: REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta, CB -- Arab Saudi berjanji akan menurunkan ketegangan antara Pakistan dan India
dalam pertemuan tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, pada Senin
(18/2), setelah terjadi serangan bom bunuh diri terhadap konvoi anggota
korps paramiliter di Kashmir pada Kamis (14/2).
Setelah
serangan yang diikuti kontak senjata selama berjam-jam itu berakhir,
India disebut bergolak dalam kemarahan, juga mengakibatkan para
demonstran turun ke jalan dan tutupnya toko-toko kecil.
Dalam
konferensi pers di Islamabad, Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir
menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan untuk meredam ketegangan.
"Tujuan
kami adalah untuk menurunkan tensi antara kedua negara yang bertetangga
itu, dan untuk melihat jika ada jalan untuk menyelesaikan perbedaan
dalam damai," kata al-Jubeir, dilansir dari AFP.
Menyusul janji tersebut, Pangeran Saudi Mohammed bin Salman telah
menggelar sejumlah pertemuan pada Senin sore dengan pemimpin Pakistan
sebelum terbang ke India.
Kashmir telah menjadi pusat konflik
antara India dan Pakistan selama tiga dekade lebih, di mana kedua negara
terkait saling mengklaim sepenuhnya untuk wilayah itu dibagi antara dua
negara.
Kelompok militan Jaish-e-Mohammed atau JeM menyatakan
diri bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri terkait, dan bahwa
mobil yang memuat bom dikendarai oleh seorang militan lokal.
India
tengah mengumpulkan dukungan diplomatik setelah serangan tersebut.
Mereka berjanji untuk 'mengisolasi' Pakistan di komunitas internasional,
mengatakan negara itu memiliki bukti tak terbantahkan mengenai peran
Islamabad. Tuduhan tersebut dibantah oleh Pakistan.
Pembebasan 2.107 tahanan Pakistan itu setelah PM Pakistan Imran Khan memintanya.
CB, ISLAMABAD
-- Menteri Informasi Pakistan mengatakan, Putra Mahkota Arab Saudi
Mohammed bin Salman (MBS) telah memerintahkan pembebasan sekitar 2.100
tahanan Pakistan dari penjara Saudi. Hal itu dilakukannya saat kunjungan
penting MBS ke Islamabad.
"Putra mahkota
memerintahkan pembebasan segera 2.107 tahanan Pakistan setelah Perdana
Menteri Pakistan Imran Khan memintanya," ujar Menteri Informasi Pakistan
Fawad Chaudhry melalui Twitter pada Senin (18/2).
Nasib
ribuan pekerja Pakistan yang mendekam di penjara-penjara di Timur
Tengah merupakan masalah paling sensitif di Pakistan. Ada sebuah
persepsi para tahanan kebanyakan adalah pekerja miskin yang tidak
memiliki jalan hukum yang nyata.
Sejumlah besar
orang Pakistan melakukan perjalanan ke Timur Tengah setiap tahun. Mereka
banyak yang bekerja di lokasi konstruksi atau sebagai pembantu rumah
tangga. Pengiriman uang yang mereka kirim kembali sangat penting bagi
ekonomi Pakistan yang kelaparan.
Meski demikian,
Saudi belum mengomentari pengumuman pembebasan tahanan Pakistan ini.
Kunjungan MBS juga menandai pendalaman hubungan antara Saudi yang kaya
minyak yang dulu mendukung ekonomi Pakistan selama periode-periode
sulit. Kunjungan MBS juga diyakini sebagai imbalan tentara Pakistan yang
kuat dalam memberikan dukungan kepada Saudi dan keluarga kerajaannya.
Sebagai
penjaga sebagian besar situs suci di tempat kelahiran Islam, keluarga
kerajaan Saudi membawa pengaruh agama yang luas di Pakistan. Negara ini
sangat konservatif dan berpenduduk mayoritas Muslim berpenduduk 208 juta
orang.
Saudi pun dalam beberapa bulan terakhir
telah membantu menjaga perekonomian Pakistan tetap bertahan dengan
menopang cadangan devisa yang berkurang dengan pinjaman enam miliar
dolar AS. Hal itu memberikan kelegaan saat bernegosiasi mengenai bailout
dengan Dana Moneter Internasional.
MBS tiba di
Pakistan pada Ahad (17/2) waktu setempat di awal tur Asia, yang akan
mencakup Cina. Kunjungannya ke Asia dinilai sebagai upaya MBS membangun
kembali citra setelah pembunuhan kritikus dan jurnalis Saudi Jamal
Khashoggi.
Berbagai pihak menyalahkan MBS sebab
Pangeran pembunuhan jurnalis Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul
pada Oktober. Pembunuhan itu pun telah memicu krisis politik terbesar
kerajaan selama satu generasi. Namun, Putra mahkota bersikeras telah
membantah terlibat.
Dalam kunjungannya, Saudi
melalui MBS menandatangani perjanjian investasi dengan Pakistan senilai
20 miliar dolar AS. Pakistan sangat mengapresiasi kunjungan MBS sebagai
kunjungan kenegaraan terbesar setelah Beijing mengumumkan rencana
menginvestasikan puluhan miliar dolar pada infrastruktur di Pakistan
sebagai bagian dari inisiatif belt and road Cina.
PM Pakistan Imran Khan menyambut Putra Mahkota Mohammed bin
Salman pada saat kedatangannya di Islamabad.[Saudi Press Agency/Awsaat]
CB, Jakarta - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui kesepakatan dengan Pakistan bernilai lebih dari US$ 20 miliar atau Rp 281,8 triliun.
Kesepakatan
investasi ini sangat dibutuhkan untuk ekonomi Pakistan yang goyah dan
sedang berjuang dengan krisis cadangan devisa yang karena melambatnya
pertumbuhan domestik.
Di
tengah banyak keriuhan, Pangeran Mohammed disambut pada hari Minggu
oleh Perdana Menteri Imran Khan di pangkalan udara Nur Khan, di mana ia
diberi penghormatan 21 tembakan salvo untuk kunjungan pertamanya ke
Pakistan sejak menjadi pewaris takhta pada tahun 2017, seperti dikutip
dari Aljazeera, 18 Februari 2019.
Kedua pemimpin mengadakan pembicaraan langsung di Islamabad, diikuti
dengan penandatanganan perjanjian investasi di bidang petrokimia,
energi, mineral, olahraga, dan sektor lainnya.
Perdana
Menteri Pakistan Imran Khan (kanan) menyambut Putra Mahkota Arab Saudi
Mohammed bin Salman di Angkatan Udara Pakistan (PAF) Pangkalan Nur Khan
di Rawalpindi, Pakistan 17 Februari 2019.[Departemen Informasi Pers
(PID) / Handout via REUTERS]
Pada jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati Pangeran Mohammed, Khan memuji ikatan kuat antara kedua sekutu.
"Pakistan
dan Arab Saudi kini membawa hubungan ini ke tingkat yang belum pernah
kita miliki sebelumnya," kata Khan. "Hubungan di mana sekarang akan
menjadi investasi antara kedua negara yang akan saling menguntungkan
darinya."
"Kami
percaya Pakistan akan menjadi negara yang sangat penting di masa
mendatang, dan kami ingin menjadi bagian dari itu," Mohammed bin Salman
menanggapi.
Perjanjian investasi US$ 20 miliar yang diteken
Mohammed bin Salman termasuk rencana untuk membangun kilang minyak dan
kompleks petrokimia di kota pelabuhan selatan Gwadar, kemungkinan
akuisisi dua pembangkit listrik Pakistan bertenaga gas alam cair oleh
perusahaan Arab Saudi, dan hingga US$ 4 miliar (Rp 56,3 triliun) dalam penawaran energi dan pertambangan alternatif.
Perangkat lunak pengawasan SenseTime yang mengidentifikasi perincian orang dan kendaraan yang beroperasi ketika diuji coba di kantor perusahaan di Beijing, Cina, 11 Oktober 2017.[REUTERS / Thomas Peter]
CB, Jakarta - Sebuah perusahaan pengawasan Cina sedang melacak pergerakan lebih dari 2,5 juta orang di wilayah Xinjiang, barat laut Cina.
Hal ini terungkap setelah kebocoran data yang diperoleh seorang pakar internet Belanda.
Dikutip
dari Reuters, 18 Februari 2019, database online yang berisi nama, nomor
kartu identitas, tanggal lahir dan data lokasi dibiarkan tidak
terlindungi selama berbulan-bulan oleh perusahaan teknologi pengenalan
wajah yang berbasis di SenseNets Technology Ltd, menurut Victor Gevers,
salah satu pendiri organisasi nirlaba GDI.Foundation, yang pertama kali
mencatat kerentanan dalam serangkaian unggahan media sosial minggu lalu.
Data yang bocor juga menunjukkan sekitar 6,7 juta titik data lokasi
yang terhubung dengan orang-orang yang dikumpulkan dalam waktu 24 jam,
ditandai dengan deskripsi seperti "masjid", "hotel", "kafe internet" dan
tempat-tempat lain di mana kamera pengintai mungkin ditemukan.
"Itu
sepenuhnya terbuka dan siapa pun tanpa otentikasi memiliki hak
administratif penuh. Anda bisa masuk dalam database dan membuat,
membaca, memperbarui, dan menghapus apa pun," kata Gevers.
Perangkat
lunak pengawasan SenseTime yang mengidentifikasi perincian tentang
orang dan kendaraan yang beroperasi ketika diuji coba di kantor
perusahaan di Beijing, Cina, 11 Oktober 2017. [REUTERS / Thomas Peter]
Cina
telah menghadapi protes dari para aktivis, ulama, tokoh
agama, pemerintah asing dan pakar hak asasi manusia atas apa yang mereka
sebut penahanan massal dan pengawasan ketat terhadap minoritas Muslim
Uighur yang sebagian besar Muslim dan kelompok Muslim lainnya di
Xinjiang.
Menurut
situs webnya, SenseNets bekerja dengan polisi Cina di beberapa kota.
Perusahaan induknya yang terdaftar di Shenzhen NetPosa Technologies Ltd
memiliki kantor di sebagian besar provinsi dan wilayah Cina, termasuk
Xinjiang.SenseNets dan NetPosa, serta pemerintah daerah Xinjiang, belum berkomentar terkait laporan ini.
Kamera
keamanan dipasang di pintu masuk Masjid Id Kah selama perjalanan yang
diorganisir pemerintah di Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, Cina,
4 Januari 2019. [REUTERS / Ben Blanchard]
Gevers
mengatakan bahwa lembaganya secara langsung memberi tahu SenseNets
tentang kerentanan, sesuai dengan protokol GDI. Dia mengatakan SenseNets
tidak merespons, tetapi sejak itu telah mengambil langkah-langkah untuk
mengamankan basis data.
Pemerintah Cina telah meningkatkan pengawasan pribadi di Xinjiang
selama beberapa tahun terakhir, terutama terhadap etnis minoritas atau
Muslim Uighur, termasuk pembangunan sistem pengawasan video yang luas
dan teknologi pemantauan smartphone.
Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis
Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Cina, berolahraga di
lapangan voli pelataran asrama, Jumat (3/1/2019).
Foto: ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie
Cina mengawasi lewat video hingga melalui ponsel cerdas.
CB,
BEIJING -- Pemerintah Cina telah meningkatkan pengawasan secara
individual di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu termasuk
pembangunan sistem pengawasan video dan pemantauan melalui ponsel
cerdas.
Seorang peneliti dan pendiri organisasi nirlaba GDI Foundation Victor
Gevers mengatakan, perusahaan SenseNets Technology Ltd yang berbasis di
Shenzhen memiliki teknologi pengenalan wajah. Perusahaan itu sedang
melacak pergerakan lebih dari 2,5 juta orang di wilayah Xinjiang.
Data
menunjukkan sekitar 6,7 juta titik data lokasi yang saling terkait dan
terhubung dengan orang-orang dalam waktu 24 jam. Mereka ditandai dengan
kata kunci seperti masjid, hotel, dan warung internet, atau warnet serta
tempat-tempat lain dengan kamera pengawas. Adapun, SenseNets Technology
telah membiarkan database online yang berisi nama, nomor kartu identitas, tanggal lahir, dan data lokasi secara terbuka selama berbulan-bulan.
"Ini
sepenuhnya terbuka dan siapa pun mempunyai hak-hak administratif penuh.
Anda bisa masuk ke database untuk membaca, memutakhirkan dan menghapus
sesuatu," kata Gevers dilansir Reuters, Senin (18/2).
Cina
telah menghadapi kecaman dari para pegiat, pakar, pemerintah asing dan
pakar HAM PBB atas apa yang mereka sebut penahanan massal dan pengawasan
ketat terhadap kaum minoritas Muslim Uighur dan kelompok-kelompok
Muslim lain.
Menurut informasi di lamannya, SenseNets
bekerja dengan kepolisian Cina di sejumlah kota. Perusahaan induk
NetPosa Technoloies Ltd, yang sahamnya tercatat di bursa Shenzhen,
memiliki kantor di sebagian besar provinsi Cina dan kawasan, termasuk
Xinjiang.
Dilaporkan CNet, Gevers mengatakan, GDI
Foundation telah memberikan teguran kepada SenseNets terkait database
yang terbuka tersebut sejak Juli. Namun SenseNets tidak menanggapinya.
Peneliti menemukan, ada 1.039 perangkat yang digunakan untuk melacak
orang-orang di seluruh Cina.
Adapun Cina akan menggunakan
teknologi pengenalan wajah untuk memantau seluruh warganya. Pada 2020,
Cina berencana untuk memberikan skor kredit kepada setiap warganya yang
dilacak melalui pengenalan wajah dan frekuensi belanja. Saat ini
terdapat sekitar 200 juta kamera pengintai di Cina, yang jumlahnya akan
ditingkatkan tiga kali lipat pada tahun depan.
Teknologi itu sering dikritik sebagai pelanggaran privasi karena lembaga pemerintahan dapat melacak warganya secara real time,
tanpa melalui persetujuan terlebih dahulu. Sementara itu, di Amerika
Serikat (AS), Kepolisian Orlando telah bereksperimen dengan teknologi
pengenalan wajah tersebut.
Trump meminta militer agar mengizinkan bantuan bagi rakyat Venezuela masuk.
CB,
MIAMI -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak militer
Venezuela mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke negara yang tengah
krisis. Menurut Trump, militer telah mempertaruhkan masa depan dan
kehidupan rakyat Venezuela.
"Jika
militer Venezuela terus mendukung Maduro, Anda tidak akan menemukan
jalan yang aman, tidak ada jalan keluar yang mudah dan Anda akan
kehilangan segalanya," ujar Trump disambut sorak sorai yang sebagian
merupakan para imigran Venezuela dan Kuba di Miami, Selasa (19/2).
Trump
mendukung pemimpin oposisi dari Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido.
AS, beserta sejumlah negara tetangga Venezuela, dan sebagian besar
negara Barat telah mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.
Meski
demikian, Maduro, yang memenangkan masa jabatan keduanya pada tahun
lalu juga memperoleh dukungan. Maduro didukung Rusia, Turki, dan Cina.
Maduro pun masih mengendalikan lembaga-lembaga negara Venezuela,
termasuk dinas keamanan militernya.
Trump memperingatkan
angkatan bersenjata Venezuela untuk tidak melukai Guaido atau politisi
oposisi lainnya. Dia juga mendesak militer Venezuela untuk menerima
tawaran amnesti dari pemimpin Majelis Nasional dan menuntut agar mereka
mengizinkan makanan, obat-obatan, dan pasokan lainnya.
AS
telah mengirim berton-ton bantuan yang kini ditimbun di perbatasan
Kolombia dengan Venezuela. Maduro bersikeras menolak untuk membiarkannya
masuk bantuan tersebut. Maduro menilai, bantuan AS adalah bentuk
pencitraan AS. Ia malah menyangkal adanya krisis.
Sementara
Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden mengatakan, bantuan
dari negara-negara lain akan memasuki Venezuela melalui darat dan laut
pada Sabtu (23/2) mendatang. "Jika oposisi tidak berhasil membawanya,
maka kami akan terus mencoba pada hari-hari berikutnya," kata Guaido.
Trump
juga mendesak berulang kali bahwa opsi militer tetap menjadi pilihan,
meskipun sebagian besar ahli Amerika Latin percaya tindakan seperti itu
tidak mungkin. "Kami mencari transisi kekuasaan secara damai, tetapi
semua opsi terbuka termasuk militer," kata Trump.
Politisi
senior Gedung Putih AS mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi langsung
bulan ini dengan anggota militer Venezuela agar meninggalkan Maduro.
Sejauh ini beberapa perwira militer telah berbalik melawan Maduro.
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Miraflores Palace/Handout via REUTERS)
Jakarta, CB -- Presiden Venezuela, Nicolas Maduro,
mengusir lima anggota Parlemen Eropa pada Minggu (17/2) pekan lalu,
yang sedang berkunjung atas undangan Kepala Majelis Nasional sekaligus
pemimpin oposisi, Juan Guaido. Mereka mengaku terkejut dengan perlakuan itu.
"Kami
diusir dari Venezuela. Paspor kami disita. Mereka tidak memberi tahu
alasan pengusiran itu," kata anggota Anggota Parlemen Eropa asal
Spanyol, Esteban Gonzalez Pons, seperti dilansir AFP, Senin (18/2).
Sejawat Pons yang turut diusir adalah Jose Ignacio Salafranca and
Gabriel Mato Adrover, serta Esther de Lange dari Belanda dan Paulo
Rangel asal Portugal. Mereka berasal dari Partai Rakyat Eropa (PPE).
Peristiwa
ini menandai sikap konfrontasi Maduro dan perwakilan internasional.
Sebab, Maduro dan Guaido saat ini sedang terlibat dalam konflik politik
dan saling klaim sebagai pemimpin sah Venezuela.
Guaido
menyatakan pengusiran itu dilakukan oleh, "rezim yang terisolasi dan
semakin tidak rasional". Saat ini dia didukung oleh 50 negara, 30 di
antaranya dari Eropa.
Saat ini Maduro menutup seluruh perbatasan
dan menolak aliran bantuan dari sejumlah negara. Guaido mengatakan bahwa
ada sekitar 300 ribu warga Venezuela terancam meninggal akibat krisis
ekonomi di negaranya yang sedang mengalami hiperinflasi.
Guaido
pun mengumpulkan massa yang nantinya akan dikerahkan ke beberapa titik.
Mereka bakal membawa masuk bantuan internasional yang tertahan di
perbatasan menggunakan karavan, melawan militer di daerah tersebut.
Guaido sendiri sudah memperingatkan militer, yang masih setia kepada Maduro, agar tidak memblokade bantuan kemanusiaan.
Juan Guaido, pemimpin oposisi yang
mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, menghimpun
sejuta orang untuk melawan blokade bantuan ke negaranya. (Reuters/Andres
Martinez Casares)
Jakarta, CB -- Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, berupaya menghimpun satu juta sukarelawan untuk melawan blokade bantuan internasional ke negaranya.
"Tugas
utama kami adalah mendapatkan satu juta sukarelawan hingga 23 Februari
mendatang," ujar Guaido kepada pendukungnya, sebagaimana dikutip AFP, Minggu (17/2).
Hingga
saat ini, sudah ada 600 ribu pendukung Guaido membubuhkan tanda
tangannya pada petisi berisi komitmen untuk membantu membuka blokade
bantuan internasional yang dilakukan Presiden Nicolas Maduro.
Kini, bantuan internasional, kebanyakan dari Amerika Serikat, tertahan
di Kolombia karena Maduro memerintahkan militer menutup perbatasan. Ia
menganggap bantuan tersebut hanyalah salah satu cara AS untuk melakukan
intervensi.
Namun, Guaido mengatakan bahwa ada sekitar 300
ribu warga Venezuela terancam meninggal akibat krisis ekonomi di
negaranya yang sedang mengalami hiperinflasi.
Guaido pun
mengumpulkan massa yang nantinya akan dikerahkan ke beberapa titik.
Mereka bakal membawa masuk bantuan internasional yang tertahan di
perbatasan menggunakan karavan, melawan militer di daerah tersebut.
Guaido sendiri sudah memperingatkan militer, yang masih setia kepada Maduro, agar tidak memblokade bantuan kemanusiaan.
Ia
menyebut pemblokiran akses bantuan kemanusiaan ini "hampir seperti
genosida" dan militer kemungkinan bertanggung jawab atas kematian 40
demonstran dalam unjuk rasa anti-Maduro sejak 21 Januari lalu.
Di
tengah unjuk rasa menolak Maduro itu lah Guaido memproklamirkan diri
sebagai pemimpin interim Venezuela. Ia langsung mendapatkan dukungan
dari AS dan puluhan negara lain.
Maduro
yang masih memegang sumpah sebagai Presiden Venezuela pun menolak
bantuan AS itu karena menganggapnya sebagai "pertunjukan politik."
Sang
presiden pun mengklaim sudah menyediakan 933 ton obat-obatan dan
pasokan makanan yang sudah disubsidi dari negara-negara sekutunya,
seperti China, Kuba, dan Rusia.
"Kami membayar itu semua dengan uang kami. Kami tidak akan mengemis ke orang lain," katanya.
Perdana
Menteri Jepang, Shinzo Abe menolak untuk mengkonfirmasi apakah dia
telah menominasikan Presiden AS, Donald Trump untuk hadiah Nobel
Perdamaian. Foto/Istimewa
TOKYO
- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menolak untuk mengkonfirmasi
apakah dia telah menominasikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald
Trump untuk hadiah Nobel Perdamaian musim gugur lalu.
Trump dalam
konferensi pers di Gedung Putih pekan lalu mengatakan, pemimpin Jepang
telah memberinya salinan paling indah dari surat nominasi lima halaman.
Pernyataan Trump ini membuat Abe mendapat kritikan keras di Jepang.
Berbicara
saat melakukan tanya jawab di Parlemen Jepang, Abe ditanya oleh
Yuichiro Tamaki, anggota Parlemen dari Partai Demokrat untuk Rakyat
mengenai apakah benar dia telah mencalonkan Trump untuk Nobel
Perdamaian. Abe mengatakan, dia tidak akan menjawab hal itu.
"Mengingat
kebijakan komite Nobel untuk tidak mengungkapkan rekomendasi dan
nominasi selama 50 tahun, saya menolak berkomentar," kata Abe dalam
sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Senin (18/2).
Abe
kemudian memuji Trump dengan menuturkan pemimpin AS itu telah berbuat
banyak untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara (Korut). "Dia
telah dengan tegas menanggapi penyelesaian masalah nuklir dan rudal
Korut dan tahun lalu dia mengadakan pembicaraan bersejarah antara KTT
AS-Korut," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa Trump juga telah
menyampaikan kekhawatirannya kepada pemimpin Korut, Kim Jong Un Jepang
tentang penculikan warga Jepang oleh Korut di masa lalu, dengan
mengatakan Trump dan seluruh tim Gedung Putih juga secara aktif bekerja
sama dalam menyelesaikan masalah ini.
TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menominasikan Presiden Donald Trump untuk hadiah Nobel Perdamaian musim gugur lalu setelah menerima permintaan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melakukannya. Begitu laporan yang diturunkan oleh surat kabar Jepang, Asahi.
Laporan
tersebut menyusul klaim Trump bahwa Abe telah menominasikaannya untuk
Hadiah Nobel Perdamaian karena membuka pembicaraan dan mengurangi
ketegangan dengan Korea Utara (Korut).
Dalam konferensi pers di
Gedung Putih, Trump mengatakan pemimpin Jepang telah memberinya salinan
paling indah dari surat nominasi lima halaman.
"Pemerintah
AS telah menyuarakan kepada Abe mengenai nominasi Hadiah Nobel
Perdamaian setelah KTT Trump pada Juni tahun lalu dengan pemimpin Korea
Utara Kim Jong-un, pertemuan pertama antara seorang pemimpin Korea Utara
dan seorang presiden AS," tulis Asahi, mengutip seorang sumber
pemerintah Jepang yang tidak disebutkan namanya seperti dilansir dari Reuters, Miggu (17/2/2019).
Seorang
jurubicara Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo mengatakan,
kementerian menyadari pernyataan Trump, tetapi akan menahan diri untuk
tidak mengomentari interaksi antara kedua pemimpin.
Gedung Putih tidak memiliki komentar langsung ketika dihubungi.
Situs
web Yayasan Nobel mengatakan bahwa nominasi untuk Hadiah Nobel
Perdamaian dapat diajukan oleh siapa saja yang memenuhi kriteria
nominasi, yang mencakup para kepala negara saat ini. Di bawah aturan
yayasan, nama dan informasi lain tentang nominasi yang gagal tidak dapat
diungkapkan selama 50 tahun.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Rick Wilking)
Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengajukannya sebagai calon penerima Nobel Perdamaian. Namun, Abe dan juru bicara pemerintah Negeri Sakura buru-buru membantahnya.
"Sesuai
dengan kebijakan Komite Nobel untuk tidak mengungkap siapa yang
mengajukan dan calon penerima selama 50 tahun, saya menolak
berkomentar," kata Abe di hadapan parlemen, seperti dilansir Associated Press, Senin (18/2).
Parlemen
Jepang memanggil Abe untuk bertanya soal kabar pencalonan Trump sebagai
salah satu penerima Nobel Perdamaian. Klaim Trump yang menyatakan Abe
mencalonkannya sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian disampaikan
pada Jumat pekan lalu.
Trump bahkan menyatakan Abe memberikan salinan surat yang ditujukan
kepada Komite Nobel, yang berisi uraian pencalonannya sebagai penerima
penghargaan bergengsi itu.
Di dalam rapat badan anggaran majelis
rendah parlemen, Abe berkali-kali memuji sikap dan kebijakan Trump.
Utamanya soal mencari jalan keluar ketegangan di Semenanjung Korea dan
meluluhkan sikap Korea Utara.
"Presiden Trump sangat tanggap
dalam menyelesaikan kemelut nuklir dan peluru kendali Korea Utara, dan
menggelar pertemuan tingkat tinggi antara AS dan Korea Utara. Saya
sangat memuji kepemimpinan Presiden Trump," kata Abe.
Abe
menyatakan Trump juga membantu dengan menyampaikan keluhan Jepang soal
penculikan warga negara mereka oleh Korea Utara. Menurut dia, Trump
membantu memecahkan masalah itu.
Juru bicara pemerintah Jepang,
Yoshihide Suga, senada dengan Abe menyatakan mereka sangat menghargai
upaya Trump untuk melucuti senjata nuklir Korea Utara.
Tenggat untuk mengajukan calon penerima Nobel Perdamaian berakhir
pada 31 Januari lalu. Menurut data yang tercantum di dalam situs Komite
Nobel, mereka menerima pendaftaran 304 kelompok dan orang untuk
mendapatkan penghargaan itu tahun ini. Mereka terdiri dari 219 orang dan
85 lembaga.
Sikap Abe nampak lazim karena Jepang dan AS
melakukan kerja sama pertahanan. Keduanya merupakan sekutu dekat selepas
Perang Dunia II. Abe juga pemimpin negara yang bertemu selepas Trump
menang dalam pemilihan presiden 2016 silam.
Penasihat senior Presiden Donald Trump,
Stephen Miller, menargetkan pembangunan tembok Meksiko rampung sebelum
pemilihan umum pada 2020 mendatang. (Reuters/Jonathan Ernst)
Jakarta, CB -- Penasihat senior Presiden Donald Trump, Stephen Miller, menargetkan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko rampung sebelum pemilihan umum pada 2020 mendatang.
"Kalian
akan melihat ratusan kilometer (tembok) bahkan mungkin beberapa ratus
kilometer" pada September 2020, dua bulan sebelum pemilu, demikian
pernyataan Miller dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Minggu (17/2).
Miller
menerangkan bahwa target itu sangat mungkin tercapai karena pekan lalu
Trump sudah mengumumkan deklarasi darurat nasional di perbatasan dengan
Meksiko.
Deklarasi tersebut membenarkan pemanfaatan anggaran militer dan dana lainnya untuk membangun tembok pembatas.
Rencana deklarasi itu diumumkan Trump setelah kecewa karena melihat draf
kesepakatan anggaran antara dua kubu di Kongres untuk membiayai tembok
perbatasan ini.
Draf itu hanya menyediakan US$1,375 miliar untuk
tembok perbatasan, jauh dari jumlah yang diminta Trump, yakni US$5,7
miliar atau setara dengan Rp80,5 triliun.
Menggemakan argumen
Trump, Miller mengatakan bahwa perbatasan yang tidak aman memungkinkan
narkoba dan penjahat untuk masuk ke negara itu. Dia menolak data
pemerintah yang menunjukkan bahwa imigran ilegal telah menurun.
"Anda
tidak bisa memiliki area perbatasan yang tidak terkontrol dan tidak
aman di mana orang dapat masuk dengan bebas tanpa terdeteksi," katanya.
Meski demikian, pembangunan tembok ini diperkirakan bakal langsung dihalangi oleh tantangan hukum dari berbagai pihak.
Xavier Becerra, jaksa agung California, mengatakan kepada ABC bahwa wilayahnya akan mengajukan gugatan terhadap proyek itu "dengan pasti, dan dalam waktu dekat."
Dia
mengatakan California dan negara bagian lain memiliki kedudukan hukum
dalam kasus ini karena mereka berisiko kehilangan uang yang sebenarnya
bisa dipakai untuk proyek militer, bantuan bencana, dan keperluan
lainnya.
Anggota Demokrat yang lain, Senator Tammy Duckworth
dari Illinois, mengatakan dia pikir Kongres dapat mengeluarkan resolusi
untuk memblokir tindakan Trump. Namun, mereka kemungkinan akan kalah
suara menghadapi hak veto Trump.
Miller
memperkirakan Trump akan menjatuhkan veto, dengan mengatakan, "Dia akan
melindungi deklarasi darurat nasionalnya, dijamin."
Beberapa
senator dari partai tempat Trump bernaung sendiri, Republik, juga
mengecam deklarasi darurat nasional tersebut. Menurut mereka, hal itu
dapat menjadi preseden berbahaya dan sama dengan melampaui batas
wewenang eksekutif.
Seorang politikus Partai Republik terkemuka, William Weld, bahkan menganggap pencalonan Trump dalam pemilu 2020 sebagai lelucon.
Dalam wawancara dengan ABC,
Minggu (17/2), Weld mengatakan warga AS tidak akan tahan enam tahun
lagi dengan seorang presiden yang "ingin memecah belah negara" dan
"ceroboh".
Dia mengatakan deklarasi darurat itu adalah contoh
ketika Trump mencoba "membuat dirinya tampak sangat diperlukan," padahal
"Dia sama sekali tidak diperlukan."
Tim pengembangan rudal Rusia memeriksa prototipe rudal jelajah nuklir Burevestnik 9M730. Foto/Russia Today
MOSKOW
- Rudal jelajah nuklir baru Rusia, Burevestnik 9M730, telah memasuki
tahap akhir pengembangan menyusul laporan uji coba yang berhasil. Para
pejabat Moskow mengatakan Burevestnik (Storm Petrel) akan memiliki jangkauan yang tidak terbatas dan tidak bisa dicegat oleh sistem pertahanan musuh.
Media setempat, Russia Today,
pada hari Minggu (17/2/2019), mengutip sumber militer melaporkan unit
tenaga nuklir rudal itu berhasil diuji kembali pada Januari lalu.
"Tahap
penting pengujian ini menegaskan bahwa reaktor memungkinkan rudal untuk
melakukan perjalanan ke jangkauan yang tidak terbatas," kata sumber
militer tersebut. Media tersebut menjuluki Burevestnik 9M730 sebagai
"Tomahawk-nya Rusia".
Militer
Rusia tidak secara resmi mengonfirmasi laporan tersebut. Belum jelas di
mana dan kapan tes terakhir misil Burevestnik 9M730 dilakukan.
Namun,
video yang dirilis oleh tim pengembangan rudal Rusia sebelumnya
menunjukkan bagaimana para insinyur, berpakaian serba putih dan
mengenakan topeng keselamatan, dengan hati-hati memeriksa prototipe di
lokasi yang tidak diungkapkan. Senjata itu sendiri sebagian tertutup.
Konsep
senjata yang ambisius ini diresmikan oleh Presiden Vladimir Putin
selama pidato kenegaraannya Maret tahun lalu. Burevestnik 9M730—oleh
NATO dinamai SSC-X-9 Skyfall—dirancang sebagai rudal jelajah antarbenua
bertenaga nuklir dan berhulu ledak nuklir yang mampu melakukan jangkauan
tak terbatas. Misil itu bahkan diklaim dapat mengelilingi dunia selama
berhari-hari, jika diperlukan.
Militer mengatakan bahwa
kemampuannya untuk melintasi hampir semua jarak akan digabungkan dengan
kemampuan manuver tanpa batas yang sama mengejutkannya. Ini akan membuat
rudal sangat sulit untuk dicegat saat menembus sistem pertahanan musuh.
"Jika
senjata itu berstatus operasional penuh, Moskow akan dapat meluncurkan
rudal Burevestnik 9M730 dari daratan Asia, memprogramnya untuk melintasi
Pasifik, mengelilingi Amerika Selatan, dan menembus wilayah udara AS
dari Teluk Meksiko," tulis Popular Mechanics, dalam ulasannya.
Pekan lalu, media yang berbasis di Washington DC, The Diplomat,
melaporkan bahwa rudal itu melewati tes yang sebagian besar berhasil
pada 29 Januari di sebuah situs di Rusia selatan. Laporan itu, yang
mengutip sumber-sumber pemerintah AS, mencatat bahwa tidak ada negara
hingga saat ini yang telah menggunakan rudal jelajah bertenaga nuklir
karena tantangan teknik dan masalah keamanan.
Dari
segi tujuan, misil Burevestnik 9M730 memang mirip dengan rudal jelajah
jarak jauh Tomahawk Angkatan Laut AS, kecuali bahwa jangkauan
maksimumnya terbatas hingga 2.500 km (1.550 mil).
Proyek "saudara" dari rudal Rusia, drone
selam Poseidon bertenaga nuklir juga akan menjalani uji coba di laut
pada musim panas ini. Proyek ini dilaporkan mengalami pengujian unit
tenaga nuklir yang juga berhasil. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa
drone, yang digambarkan sebagai torpedo berkemampuan nuklir besar, akan
dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 200km/jam (125 mph)
dan menyelam sejauh 1 km.
Sebuah
pesawat jet tempur siluman F-35B saat menjalani latihan di atas Samudra
Atlantik, Agustus lalu. Foto/REUTERS/US Marine Corps/Handout
WASHINGTON
- Pesawat jet tempur siluman F-35 Joint Strike Fighter (JSF) memang
dinamai "Lightning II" sebagai penghormatan kepada dua pesawat Lockheed
Martin era Perang Dunia II. Namun, satu variannya yakni F-35B, ternyata
tidak bisa menangani masalah petir.
Mengutip National Interest,
Senin (18/2/2019), pada awal Agustus lalu Korps Marinir Amerika Serikat
(AS) mengajukan permohonan untuk penangkal petir portabel guna menarik
sambaran petir dari pesawat F-35B yang saat ini diparkir di Stasiun
Udara Korps Marinir Iwakuni di Jepang.
"Karena F-35 sebagai
pesawat jenis komposit tidak memberikan perlindungan petir pasif yang
melekat, penangkal petir yang diminta diperlukan untuk mengerahkan
pesawat ke lapangan udara, ekspedisi apa pun untuk mendukung operasi
tempur atau latihan yang tidak mendukung semua persyaratan perlindungan
petir untuk F-35B," bunyi dokumen Korps Marinir.
Menurut
penilaian intensif tahunan Pentagon terhadap program F-35, yang
dilakukan oleh Kantor Direktur Uji dan Evaluasi Operasional dan
diterbitkan pada bulan Januari, Lockheed Martin saat ini sedang menguji
kemampuan proteksi petir baru yang dirancang untuk secara tepat
melindungi Autonomic Logistics Information System (ALIS) dari sambaran petir yang tiba-tiba.
The War Zone,
yang pertama kali mengidentifikasi permohonan Korps Marinir minggu
lalu, memiliki rincian penangkal petir khusus untuk menjaga ALIS aman
dari guncangan luar. Tetapi yang lebih penting, The War Zone mencatat bahwa sistem bahan bakar F-35 memiliki risiko unik, yaitu kebakaran.
"Dikombinasikan
dengan kurangnya proteksi petir yang melekat pada pesawat, sulit dan
rumit untuk membuat sistem bahan bakar 'lembam' begitu pesawat berada di
darat," tulis The War Zone dalam ulasannya.
"Ini
artinya ada potensi yang berbeda untuk penumpukan uap oksigen dan bahan
bakar di dalam tangki bahan bakar yang bisa berbahaya dengan sendirinya.
Jika sambaran petir mengenai pesawat yang tidak inert di tanah, akan ada risiko yang meningkat bahwa itu akan memicu ledakan atau menyebabkan kebakaran," lanjut ulasan tersebut.
Masalah ini bukan hal baru. Menurut laporan Pentagon 2012, pengujian sistem inerting
tangki bahan bakar satu dekade lalu mengidentifikasi kekurangan dalam
mempertahankan tingkat oksigen tangki bahan bakar yang lebih rendah
untuk mencegah ledakan tangki bahan bakar. "Kekurangan yang membutuhkan
tingkat perlindungan dari ancaman dan dari ledakan tangki bahan bakar
diinduksi oleh petir," bunyi laporan Pentagon.
Pangkalan Udara
Korps Marinir Skuadron Serangan Tempur Laut 121 Iwakuni (VMFA-121)
menjadi pangkalan militer AS pertama yang mengoperasikan F-35 tahun
lalu.
Kiribati, Negara yang Terancam Tenggelam dan Hilang dari Peta
TARAWA
- Kiribati yang titik tertingginya hanya dua meter di atas permukaan
laut terancam tenggelam dan hilang dari peta dunia akibat pemanasan
global. Kiribati dapat menjadi negara pertama yang seluruh warganya
direlokasi jika negara itu sepenuhnya tenggelam.
Negara di
Pasifik yang memiliki 32 pulau itu diprediksi hilang tenggelam di laut
dalam 50 tahun mendatang. Prediksi itu dapat lebih cepat jika pemanasan
global terjadi lebih cepat dibandingkan perkiraan para pakar.
Pemanasan
global mengakibatkan naiknya ketinggian permukaan laut dan Kiribati
menjadi salah satu negara yang paling merasakan dampak terburuk dari
kondisi itu. Negara yang dihuni sekitar 110.000 orang itu populasinya
terus bertambah sejak merdeka dari Inggris pada akhir 1970-an.
Dengan
lahan yang terbatas untuk pertanian, populasi di sana sangat tergantung
pada produk impor dan sebagian besar berupa masakan siap saji. Kini
kondisi Kiribati semakin merasakan ancaman dari pemanasan global yang
memicu kenaikan ketinggian permukaan laut.
“Komunitas di pulau
terluar telah terkena dampak, kita memiliki satu desa yang tela hhilang,
kita memiliki sejumlah komunitas yang air laut telah masuk dalam
cadangan air tanah dan sekarang mempengaruhi tanaman pangan,” ungkap
mantan Presiden Kiribati Anote Tong yang kini terus mendorong kesadaran
publik dan pemerintah tentang ancaman tenggelamnya negara itu.
“Itu
terjadi di pulau-pulau lain, itu bukan kejadian terpisah, penggenangan
serius telah terjadi. Itu kenyataan yang kita hadapi, baik itu karena
perubahan iklim atau tidak,” tutur Tong, dilansir BBC.
Pulau
Tarawa menjadi pulau utama yang paling banyak dihuni warga Kiribati.
Pulau Abaiang yang populasinya lebih sedikit, menjadi lokasi hilangnya
satu desa yang sudah tenggelam di bawah laut. Pulau Abaiang memiliki
populasi sekitar 10.000 orang.
Warga Kiribati juga semakin
khawatir dengan tanaman pangan mereka. “Kami melihat pohon-pohon kelapa
kami menjadi kurang produktif. Cuaca berubah. Pohon-pohon yang kami
andalkan, mereka mengering,” tutur Anata Maroieta, wakil walikota dewan
pulau Abaiang.
Dengan enggan, pulau itu mulai menerima rencana
dari badan bantuan untuk mengembangkan Abaiang sebagai potensial
eksportir pangan, dengan Tarawa Selatan menjadi pasar utama. Abaiang
juga mengakui bahwa surplus pangan menjadi kunci untuk bertahan hidup di
masa depan. “Kekhawatiran dengan makanan kita berarti kita menerima ide
baru untuk tanaman pangan,” ungkap Maroieta.
Pemerintah Kiribati
juga telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa negara itu akan tenggelam
jika ketinggian air laut naik. “Pada 2050, sebanyak 18 hingga 80% laha
ndi pulau Buariki, Tarawa Utara, dan lebih dari 50% lahan di Bikenibeu,
Tarawa Selatan dapat tenggelam,” ungkap pernyataan pemerintah Kiribati
pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2015 lalu.
Kepulauan
terluar yang ukurannya lebih kecil di Kiribati akan tenggelam lebih
cepat dari proyeksi itu. “Akibat naiknya ketinggian laut dan
meningkatnya gelombang badai, mengancam eksistensi dan mata pencarian
sebagian besar warga,” ungkap pernyataan pemerintah Kiribati.
Negara
kepulauan kecil seperti Kiribati dan Maladewa telah menjadi simbol
potensi dampak pemanasan global. Saat konferensi iklim Paris 2015,
negara-negara itu mendesak negara-negara besar agar menerima target
pembatasan pemanasan global sebesar 1,5 derajat Celsius, dibandingkan 2
derajat Celsius di atas level pra-industri.
Negara-negara
itu juga bekerja keras mengembangkan pertahanan garis depan melawan
dampak kenaikan permukaan laut, termasuk menanam pohon bakau untuk
mencegah erosi pantai dan memperbaiki sistem koleksi air hujan untuk
melindungi kualitas air.
Namun berbagai langkah itu tak banyak
memberikan hasil. Mereka pun mempertimbangkan opsi yang lebih drastis.
Pada 2014, Kiribati membeli lahan sekitar delapan mil persegi di pulau
Vanua Levu, Fiji, senilai kurang dari USD9 juta. Lahan itu diharapkan
dapat menjadi lokasi pemindahan warga yang wilayahnya tenggelam akibat
naiknya permukaan laut. “Kami berharap tidak menempatkan seorang pun di
satu lahan. Tapi jika itu terjadi dan harus dilakukan, ya kami dapat
melakukannya,” ungkap mantan presiden Kiribati Anote Tong.
Fiji
akan menjadi rumah baru untuk warga Kiribati yang mengungsi. Lahan yang
dibeli itu pun akan diberi nama I-Kiribati. Relokasi warga akibat
pemanasan global sudah terjadi di sejumlah lokasi. Papua Nugini telah
mulai memindahkan warganya di Kepulauan Carteret ke daratan utama.
Kendaraan militer AS melintas di utara Manbij di Provinsi Aleppo, Suriah, 9 Maret 2017. [REUTERS/Rodi Said]
CB, Jakarta - Kantor
berita pemerintah Suriah, SANA, mengutip sumber-sumber lokal yang
mengatakan bahwa pasukan AS telah menggunakan helikopter untuk
memindahkan emas rampasan ISIS dari daerah al Dashisha di pedesaan selatan provinsi Hasaka.
Dikutip
dari Sputnik, 18 Februari 2019, sumber mengklaim bahwa kotak berisi
sejumlah besar emas yang disimpan oleh kelompok teroris dengan aman di
sebelah timur kota al-Shadadi, menurut laporan SANA, sesuai dengan
laporan lain bahwa ISIS telah mengangkut sekitar 40 ton emas batangan
yang dicuri dari Mosul di Irak dan daerah lain di Suriah hingga al
Dashisha.
Menurut
sumber-sumber SANA, helikopter militer AS tiba di Hajun di Deir ez-Zor
dan Dashisha di Hasaka, memindahkan gerilyawan Daesh yang menyerahkan
diri kepada pasukan Amerika dan kemudian mengarahkan mereka ke uang
tunai dari emas curian, yang diduga untuk kesapakatan AS akan
menyelamatkan ratusan pemimpin ISIS. Namun Washington belum mengomentari
laporan ini.
Seorang
pria memberi salam pada kendaraan militer AS yang lewat di kota
Darbasiya di sebelah perbatasan Turki. 28 April 2017. [REUTERS / Rodi
Said]
AS sebelumnya dituduh oleh beberapa negara
mengorganisir transportasi untuk ISIS, dengan SANA menyebut bahwa
militer AS telah menggunakan helikopter untuk mengevakuasi komandan ISIS
dengan keluarga mereka atau mengangkut para teroris ke kamp pelatihan.
Dua
bulan lalu, Kantor Berita Tasnim mengutip Ketua Parlemen Iran Ali
Larijani, yang menuduh bahwa AS mengangkut gerilyawan ISIS ke Afganistan
dari Suriah:
September lalu, SANA melaporkan bahwa koalisi
pimpinan AS telah melakukan operasi pendaratan udara di pinggiran a
-Marashida untuk mengangkut para pemimpin teroris ke tujuan yang tidak
diketahui.
Tanda-tanda
pertama dugaan bantuan muncul pada September 2017, ketika sebuah sumber
mengatakan kepada Sputnik bahwa helikopter militer AS telah memindahkan
komandan lapangan ISIS dari provinsi Deir ez-Zor ke Suriah utara pada akhir Agustus di tengah suksesnya kemajuan pasukan Suriah Assad.Washington
mengumumkan rencana untuk menarik diri dari Suriah pada akhir Desember,
setelah Presiden Donald Trump menyatakan kemenangan atas ISIS.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bertemu dengan tentara
Suriah saat mengunjungi Ghouta, Suriah, 18 Maret 2018. SANA/Handout via
REUTERS
CB, Jakarta - Presiden Suriah Bashar al Assad mengatakan Amerika Serikat tidak akan melindungi milisi Kurdi setelah ISIS Kalah.
"Kami
mengatakan kepada kelompok-kelompok yang bertaruh pada Amerika, Amerika
tidak akan melindungi Anda," katanya tanpa menyebut nama mereka,
seperti dikutip dari Reuters 18 Februari 2019.
"Orang-orang
Amerika akan menempatkan Anda di saku mereka sehingga Anda bisa menjadi
alat dalam barter, dan mereka sudah mulai dengan itu," tambah Assad.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pada bulan Desember ia akan
menarik pasukan dari Suriah, menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang
nasib sekutu Kurdi AS di bawah ancaman serangan Turki.
Pasukan
SDF Suriah dan pasukan AS terlihat selama patroli dekat perbatasan
Turki di Hasakah, Suriah 4 November 2018. [REUTERS / Rodi Said]
Pasukan
AS telah lama memasok senjata dan pelatihan kepada Pasukan Demokrat
Suriah (SDF), yang dipimpin oleh milisi YPG Kurdi, mitra utama AS dalam
pertempuran melawan ISIS. Kehadiran AS membantu SDF merebut petak-petak
wilayah Suriah utara dan timur, dan juga secara luas dianggap sebagai
pencegah terhadap Turki yang telah bersumpah untuk menghancurkan YPG.
Erdogan
melihat YPG sebagai ancaman keamanan dan perpanjangan dari gerakan
Kurdi PKK yang telah melancarkan teror di tanah Turki selama beberapa
dekade.Langkah AS mendorong para pemimpin Kurdi Suriah ke
perundingan baru dengan Damaskus dan sekutu utamanya Moskow, berharap
untuk menyetujui kesepakatan yang dapat melindungi wilayah SDF dan
melindungi setidaknya sebagian dari mereka.
"Tidak ada yang akan melindungi Anda kecuali negara Anda," kata Assad dalam pidato televisi yang disiarkan pada hari Minggu."Jika Anda tidak mempersiapkan diri untuk membela negara Anda, Anda akan menjadi budak (Turki)," lanjut Bashar al Assad.
Pasukan
wanita Angkatan Darat Suriah (SDF) memegang senjata mereka saat upacara
kelulusan di kota Hasaka, Suriah, 9 Agustus 2017. Sebanyak 210
perempuan dilatih selama 15 hari saat bergabung untuk membantu memerangi
militan ISIS. REUTERS/Rodi Said
Terkait hal ini, jenderal
senior AS mengatakan Amerika Serikat harus memutuskan bantuan
militernya kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi
untuk memerangi ISIS, jika para pejuang Kurdi bermitra dengan Presiden
Suriah Bashar al Assad atau Rusia.
Pernyataan
oleh Letnan Jenderal Angkatan Darat Paul LaCamera, sebagai komandan
koalisi pimpinan-AS yang berjuang melawan ISIS di Irak dan Suriah,
menggarisbawahi keputusan sulit yang dihadapi SDF ketika Amerika Serikat
bersiap untuk menarik pasukannya dari Suriah.Para pemimpin Kurdi
Suriah telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Assad, berharap
untuk melindungi wilayah otonom mereka setelah penarikan pasukan AS.
Mereka
takut akan serangan oleh tetangga Turki, yang mengancam akan
menghancurkan milisi YPG Kurdi dan LaCamera juga memperingatkan bahwa
hukum AS melarang kerja sama dengan Rusia serta militer Suriah di bawah Bashar al Assad.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers tahunan di Moskow, Jumat, 23 Desember 2016.
Foto: Alexei Nikolsky/Tass
Rusia berharap Presiden Xi akan hadiri the St Petersburg International Economic Forum
CB,MOSKOW
-- Presiden Rusia Vladimir Putin akan berkunjung ke Cina pada Maret
mendatang. Dia dijadwalkan menghadiri Belt and Road Forum yang digelar
di Beijing.
"Kami
menantikan Belt and Road Forum kedua, tempat Presiden Putin akan
berpartisipasi," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergev Lavrov pada Sabtu
(16/2), dikutip laman kantor berita Rusia TASS.
Rusia,
kata Lavrov, juga menantikan kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke
Rusia untuk menghadiri the St Petersburg International Economic Forum.
"Kami mengharapkan partisipasi sukses Presiden Xi Jinping selama
kunjungannya ke Rusia dan di the St. Petersburg International Economic
Forum sebagai tamu utama," ucapnya.
Menurut Lavrov, kerja
sama antara Rusia dan Cina telah terjalin cukup erat. Kedua negara
memperoleh banyak manfaat dan keuntungan dari hubungan tersebut.
One
Belt One Road (OBOR) adalah proyek perekonomian yang digagas Xi
Jinping. Proyek tersebut berfokus pada konektivitas dan kerja sama
antara negara-negara Eurasia.
Strategi tersebut menegaskan
tekad Cina untuk mengambil peran lebih besar dalam percaturan global
dengan sebuah jaringan perdagangan yang berpusat di negaranya. Dalam
tiga tahun terakhir, Cina telah bekerja sama dengan sejumlah negara
dalam proyek pembangunan jalan, material konstruksi, kereta api,
properti, jaringan listrik, besi, dan baja.
Sistem pertahanan rudal S-400 Triumf Rusia. Foto/TASS/Sergey Malgavko
ABU DHABI
- Arab Saudi ingin agar Rusia memasok sistem pertahanan rudal S-400
Triumf kepada militer Riyadh. Kedua pihak telah mengadakan konsultasi
tambahan mengenai kontrak pengiriman.
CEO
Rosoboronexport—eksportir senjata negara Rusia—Alexander Mikheyev
mengungkapnya pada pameran pertahanan internasional IDEX 2019 di Abu
Dhabi, hari Minggu.
"Adapun S-400, kami mengadakan konsultasi
tambahan tentang proyek ini, sekarang kontrak ini (dengan Arab Saudi)
sedang dipertimbangkan," kata Mikheyev, seperti dikutip kantor berita TASS, Senin (18/2/2019).
Laporan sebelumnya mengatakan kedua negara telah menyetujui pemasokan sistem pertahanan rudal S-400 Moskow kepada Riyadh.
S-400
Triumf adalah sistem pertahanan rudal udara jarak jauh paling canggih
yang mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. S-400 Triumf dirancang
untuk menghancurkan pesawat, rudal balistik dan rudal jelajah, termasuk
rudal jarak menengah, dan juga dapat digunakan di darat.
S-400
dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30
km. Wakil Komandan Pasukan Dirgantara Rusia Viktor Gumenny mengatakan
April lalu bahwa sistem pertahanan udara S-400 Rusia telah menerima
rudal yang mampu menghancurkan target di ruang angkasa.
China
menjadi negara asing pertama pembeli sistem S-400 Rusia. Sedangkan Turki
sudah sepekat untuk membelinya dan mulai dipasok akhir tahun nanti.