Sebuah surat dari Korea Utara menyebutkan AS tidak siap akan kesepakatan denuklirisasi dan mengancam perundingan itu bisa saja
Jakarta, CB -- Pejabat tinggi Korea Utara
disebut memberikan Amerika Serikat sebuah peringatan dalam surat yang
menyatakan bahwa perbincangan denuklirisasi kini "dipertaruhkan dan
mungkin akan hancur".
Seorang sumber yang kerap terlibat dalam proses tersebut mengatakan kepada CNN
bahwa surat itu ditujukan untuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang
perjalanannya ke Pyongyang mendadak dibatalkan oleh Presiden Donald Trump.
Tiga
sumber yang mengetahui posisi Korea Utara dalam perundingan ini
menyebut rezim Kim Jong Un merasa upaya yang telah berjalan selama
beberapa waktu terakhir tidak akan bergerak maju.
Pemerintahan Kim disebut merasa "Amerika Serikat masih
belum siap untuk memenuhi harapan Korea Utara dalam hal mengambil
langkah maju untuk menandatangani perjanjian damai."
Di sisi lain, AS sejauh ini belum berkeinginan mengganti perjanjian
gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea secara permanen, atau
mengikat secara hukum.
Sumber
CNN mengatakan
bila kompromi antara Korea Utara dan AS tak tercapai, maka Pyongyang
bakal mengaktifkan kembali program rudal dan nuklir mereka.
Surat 'peringatan' yang pertama kali dilaporkan oleh
The Washington Post tersebut diketahui dikirim kepada Pompeo oleh Kim Yong Choi, mantan kepala badan intelijen Korea Utara.
The Washington Post
menyebut surat tersebut sebagai komunikasi rahasia dan melaporkan masih
belum diketahui cara Kim menyampaikan surat tersebut ke Pompeo, namun
disinyalir surat itu dikirim melalui misi PBB yang ia jalankan.
Di sisi lain, sumber lain mengatakan bahwa Pompeo telah menggunakan
'saluran belakang' untuk mengadakan negosiasi diplomatik alih-alih
menghubungi langsung Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho.
"Sebelum
dan sesudah Pompeo menjadi Menteri Luar Negeri, dia tampaknya lebih
tertarik untuk mempertahankan dan melibatkan Kim Yong Chol melalui
saluran belakang, ketimbang dengan rekan formalnya, Ri Yong Ho," kata
sumber tersebut.
Keberadaan surat tersebut menjadi pertanyaan
lantaran mampu membuat Trump membatalkan keberangkatan Pompeo usai
menerima surat itu.
Pompeo diketahui mestinya berangkat ke Pyongyang bersama utusan khusus yang baru Stephen Biegun pada Jumat lalu.
Sebelum kabar pembatalan itu mengemuka di publik melalui kicauan
Donald Trump, Pompeo dan Kepala Pusat Misi Korea CIA, Andrew Kim,
terlihat memasuki Sayap Barat Gedung Putih pada Jumat sore.
"Saya
telah meminta Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk tidak pergi ke
Korea Utara, pada saat ini, karena saya merasa kami tidak membuat
kemajuan yang cukup sehubungan dengan denuklirisasi Semenanjung Korea,"
kata Trump, Jumat lalu.
"Menteri Pompeo bakal bertolak ke Korea
Utara dalam waktu dekat, kemungkinan besar setelah hubungan dagang kita
dengan China teratasi," lanjut Trump.
Credit
cnnindonesia.com