Presiden Trump memerintahkan Kementerian Keamanan Dalam Negeri untuk meningkatkan pemeriksaan imigrasi. (AFP Photo/Mandel Ngan)
Jakarta, CB -- Presiden Donald Trump
mengatakan telah memerintahkan Kementerian Keamanan Dalam Negeri untuk
memperkuat program "pemeriksaan ekstrem" keimigrasian, menyusul insiden
teror di New York pada Rabu (1/11) hingga menewaskan delapan orang dan
melukai 11 lainnya.
"Saya baru saja memerintahkan Kementerian
Keamanan Dalam Negeri untuk meningkatkan penerapan Program Pemeriksaan
Ekstrem yang sudah ada. Benar secara politik memang baik, tapi tidak
untuk hal ini!" kicau Trump melalui Twitter-nya.
Sejak kampanye
pemilihan umum berlangsung, Trump memang telah berjanji akan memperketat
aturan keimigrasian, terutama bagi para imigran ilegal di AS. Kebijakan
itu dianggapnya mampu melindungi AS dari target teroris dan tindakan
kriminal lain.

Serangan ini merupakan insiden pertama yang secara resmi disebut
aksi teror di AS sejak Trump mulai menjabat pada Januari lalu. Belum
lama ini terjadi penembakan massal yang dilakukan warga lokal di Las
Vegas, tapi pemerintah tak pernah menyebutnya sebagai aksi terorisme.
Insiden
teranyar bermula pada 5.05 Selasa waktu setempat, saat pelaku menabraki
sejumlah pejalan kaki dan pengendara sepeda di sepanjang jalur sepeda
di pinggir sungai Hudson, Manhattan.
Pelaku yang mengendarai truk
kemudian bertabrakan dengan bus sekolah di Chamber Street, di mana dua
orang dewasa dan dua anak-anak terluka.
Seorang saksi mata mengatakan mobil tersebut dipacu dengan kecepatan
penuh ke arah selatan di jalur pejalan kaki dan pesepeda di pinggir
West Side Highway.
Belakangan sumber penegak hukum
mengidentifikasi pelaku sebagai Sayfullo Habibullaevic Saipov, seorang
pria 29 tahun asal Uzbeksitan yang datang ke AS pada 2010.
Saipov meninggalkan sebuah catatan di truknya, mengaku melakukan
serangan itu untuk ISIS. Otoritas sejauh ini menuturkan Saipov
melancarkan teror itu seorang diri.
Masih melalui Twitter, Trump turut mengungkapkan rasa duka citanya bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Credit
cnnindonesia.com
Trump perketat pemeriksaan pada pelancong yang masuk AS

Ibu
Negara Melania Trump bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump
ketika ia berbicara kepada wartawan saat berangkat dari Gedung Putih di
Washington, Amerika Serikat, Jumat (13/10/2017). (REUTERS/Kevin
Lamarque/cfo/17)
Washington (CB) - Presiden Donald Trump mengatakan pada
Selasa waktu setempat bahwa dia memerintahkan pemeriksaan lebih ketat
terhadap para pelancong yang mengunjungi Amerika Serikat (AS) menyusul
serangan terkait teror mematikan pertama di New York sejak 11 September
2001.
"Saya baru saja memerintahkan Keamanan Dalam Negeri
meningkatkan program pemeriksaan yang sudah ekstrem. Merasa benar secara
politik boleh saja, tapi tidak untuk ini!" cuit Trump.
Pekan
lalu, maskapai penerbangan global mulai menerapkan wawancara keamanan
bagi para pelancong dengan tujuan AS sebelum pendaftaran penumpang untuk
masuk ke pesawat.
Upaya sang presiden untuk melarang masuk para pelancong dari negara mayoritas muslim menghadapi hambatan-hambatan hukum.
Pemerintahannya
telah mengumumkan bahwa mereka akan kembali menerima pengungsi setelah
larangan 120 hari, meskipun pendatang dari 11 negara "berisiko tinggi",
kebanyakan dari negara mayoritas muslim, masih akan dilarang menurut
siaran kantor berita AFP.
Credit
antaranews.com