Senin, 29 Februari 2016

Rusia: Gencatan Senjata, tapi Artileri Militan Turki Serang Suriah


Rusia Gencatan Senjata tapi Artileri Militan Turki Serang Suriah
Kota Tell Abyad, Suriah utara, diserang meski gencatan senjata diberlakukan. | (Reuters)

DAMASKUS - Rusia melalui pusat pemantau gencatan senjata di dekat Latakia mengkonfirmasi bahwa Kota Tell Abyad, Suriah utara, yang dihuni warga Kurdi diserang militan asal Turki dengan artileri. Padahal, gencatan senjata di Suriah baru dimulai kemarin.

Laporan serangan itu muncul semalam. Letnan Jenderal Sergei Kurylenko, yag mengepalai pusat untuk rekonsiliasi Suriah mengatakan, pasukan militan datang dari Turki semalam menggunakan artileri berat.

Informasi ini diverifikasi beberapa saluran, termasuk perwakilan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), (aliansi pemberontak yang mencakup Kurdi, Arab dan kelompok etnis lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut),” katanya, seperti dikutip Russia Today, Minggu (28/2/2016).

Rusia telah meminta klarifikasi dari Amerika Serikat (AS) yang memimpin koalisi internasional anti-ISIS, di mana Turki menjadi anggotanya. AS juga mengelola pusat koordinasi koalisi yang berbasis di Amman.

Gencatan senjata di Suriah sudah disepakati semua pihak. Namun, gencatan senjata itu tidak berlaku bagi kelompok teror yang masuk daftar di PBB seperti ISIS, Al-Nusra dan kelompok teror lain.

Sedangkan pasukan Kurdi yang selama ini diperangi Turki—meski berjuang keras melawan ISIS—ikut dalam perjanjian gencatan senjata, yang semestinya tidak boleh diperangi.

Pihak Pemerintah Turki maupun AS belum memberikan konfirmasi atas serangan di Suriah utara oleh militan Turki ketika gencatan senjata sedang berlangsung.

Rusia Dituduh Menyerang


Sementara itu, Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan pesawat tempur telah menyerang enam kota di Provinsi Aleppo, Suriah utara pada Minggu dini hari atau sehari setelah dimulainya gencatan senjata.

Pemberontak Suriah menuding serangan udara itu dilakukan oleh pesawat tempur Rusia mendukung pemerintah Suriah, tetapi Observatorium yang memonitor konflik Suriah tidak bisa mengidentifikasi pesawat tempur milik siapa yang melakukan serangan.

Suriah sendiri menegaskan sudah “mengandangkan” semua pesawat tempurnya di Suriah setelah gencatan senjata dimulai.

Kami tidak tahu mana pesawat yang melakukan serangan dan kami juga tidak yakin apakah ini dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, karena tidak jelas apakah kota ini termasuk dalam peta gencatan senjata,” kata Direktur Observatorium, Rami Abdulrahman, seperti dikutip Reuters.




Credit  Sindonews








Pemimpin ISIS Tunjuk Wanita Saudi Pimpin Batalion Tempur di Suriah


Pemimpin ISIS Tunjuk Wanita Saudi Pimpin Batalion Tempur di Suriah
Pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi (atas) dan kelompok batalion Khansa. | (Al Arabiya)

HASAKAH - Pemimpin ISIS; Abu Bakar al-Baghdadi, dilaporkan telah menunjuk seorang wanita Arab Saudi untuk mengepalai sebuah batalion tempur baru di timur laut Suriah.

Penunjukan militan wanita ISIS asal Saudi itu diungkap kelompok aktivis Suriah kepada Al Arabiya, Minggu (28/2/2016).

Wanita itu bernama Nada Al-Qahtani. Dia bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sejak tahun 2013.

Nada Al-Qahtani pernah memimpin batalion Khansa di Raqqa—wilayah yang diklaim sebagai ibu kota ISIS.


Menurut aktivis Suriah, dia sekarang ditunjuk Baghdadi untuk memimpin sebuah cabang batalion tempur baru khusus perempuan di Hasakah.

Baghdadibertemu dengan Qahtani dua kali dalam pertemuan dengan para pemimpin ISIS lainnya. Wanita itu dianggap memiliki karakter yang kuat.


“Milisi perempuan kini hadir di Hasakah, dan dia memainkan peran penting pada tingkat komunikasi dengan militan asing,” kata aktivis Suriah yang menolak diidentifikasi karena menyangkut keselamatannya.

Qahtani pada Desember 2013 sudah bersumpah setia kepada Baghdadi. Dalam salah satu tweet-nya, ia mengungkapkan niatnya untuk menjadi seorang pengebom bunuh diri, dan meminta para perempuan untuk mendorong suami dan anak-anak mereka bergabung dengan ISIS.





Credit  Sindonews





Emoh Ikuti Gencatan Senjata, Al-Nusra Serukan Serangan Besar-besaran


Emoh Ikuti Gencatan Senjata Al Nusra Serukan Serangan Besar besaran
Al-Nusra telah dengan tegas menolak untuk mengikuti gencatan senjata di Suriah. (Istimewa)

DAMASKUS - Al-Nusra telah dengan tegas menolak untuk mengikuti gencatan senjata di Suriah. Gencatan senjata di Suriah telah secara resmi dimulai pada Sabtu dinihari.
 
Penolakan itu disampaikan langsung oleh pemimpin al-Nusra,  Abu Mohamad al-Golani dalam sebuah pesan suara yang dirilis oleh media yang pro terhadap al-Nusra. Dalam pesan suara itu, Golani menyerukan adanya serangan besar-besaran terhadap rezim Bashar al-Assad.
 
Golani juga mengungkapkan alasan mengapa dirinya menolak gencatan senjata itu. Menurutnya, hanya melalui pertempuran, konflik di Suriah bisa diselesaikan, yang ditandai dengan runtuhnya rezim Assad.
 
"Selain itu, jika perang Suriah tidak diselesaikan, ada sebuah konsekuensi dimana konflik akan menyebar ke sejumlah negara Muslim Sunni di bagian kawasan, termasuk ke wilayah termasuk semenanjung Arab," kata Golandi, seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/2).
 
Al-Nusra sendiri sejatinya tidak masuk ke dalam daftar kelompok pemberontak yang mengikuti gencatan senjata itu oleh Amerika Serikat dan Rusia. Al-Nusra masuk ke dalam daftar kelompok teroris yang harus dimusnahkan ke Suriah, karena merupakan bagian dari al-Qaeda di semenanjung Arab.


Credit  Sindonews







Militer 20 Negara Mulai Manuver Besar-besaran di Saudi



Militer 20 Negara Mulai Manuver Besar besaran di Saudi
Manuver akbar 20 negara Koalisi Islam digelar di Saudi. | (Ilustrasi/Reuters)

RIYADH - Militer dari 20 negara telah memulai manuver besar-besaran di wilayah timur laut Arab Saudi hari ini (28/2/2016). Manuver 20 negara itu menjadi salah satu latihan militer terbesar di dunia.

Ke-20 negara yang terlibat dalam latihan militer akbar di Saudi merupakan negara-negara yang tergabung dalam “Koalisi Islam” yang dipimpin Arab Saudi. Mereka di ataranya, Pakistan, Malaysia, Turki, Mesir, Maroko, Yordania, Sudan dan lain-lain.

Kantor berita Pemerintah Saudi, SPA, melaporkan, latihan militer bertajuk “Thunder of the North” itu melibatkan angkatan darat, angkatan udara dan angkatan laut.

Pasukan dari lima negara Teluk Arab lainnya juga mengambil bagian dalam salah satu latihan militer yang paling penting di dunia berdasarkan jumlah pasukan yang berpartisipasi dan luas wilayah yang digunakan,” tulis SPA.

Tujuan utama dari latihan militer “Koalisi Islam” ini, lanjut SPA, adalah untuk meningkatkan pelatihan dalam merespon ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok teroris.




Pada pertengahan Februari lalu, Saudi sudah mengumumkan persiapan 20 negara yang akan melakukan manuver akbar. Saudi mengklaim latihan militer tersebut  melibatkan 2.500 pesawat tempur, 20 ribu tank dan 450 helikopter.

Selain ribuan pesawat dan tank tempur, latihan militer itu juga melibatkan 350 ribu pasukan dari negara-negara Teluk dan negara lain yang tergabung dalam “Koalisi Islam”.



Credit  Sindonews




Manuver 20 Negara di Saudi Libatkan 2.500 Pesawat dan 20 Ribu Tank

 
Latihan militer itu digelar di tengah memanasnya konflik di Suriah dan persiapan Saudi melakukan operasi militer di Suriah untuk memerangi kelompok ISIS. Saudi telah mengerahkan pesawat-pesawat jet tempur di pangkalan udara Turki untuk persiapan operasi militer di Suriah.

Selain ribuan pesawat dan tank tempur, latihan militer itu juga melibatkan 350 ribu pasukan dari negara-negara Teluk dan negara lain yang tergabung dalam Koalisi Islam. Beberapa negara yang ambil bagian dalam latihan militer itu di antaranya, Pakistan, Yordania, Chad, Sudan dan lainnya.

  Latihan militer itu diberi nama “Thunder of the North”. Latihan dijadwalkan berlangsung selama 18 hari. Tujuannya, untuk mengirim pesan bahwa Saudi dan sekutunya bersatu dalam menghadapi semua tantangan dan melestarikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Ini akan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan bertempur, pertukaran informasi, manfaat dari pengalaman dan keahlian dan meningkatkan koordinasi antara negara-negara peserta,” kata juru bicara militer Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Al-Assiri, seperti dikutip IB Times.


Jenderal Saudi itu juga mengkonfirmasi pengerahan pesawat-pesawat jet tempur ke pangkalan udara Turki sebagai persiapan memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

”Kerajaan Saudi sekarang memiliki kehadiran di pangkalan udara Incirlik di Turki. Pesawat-pesawat tempur Saudi hadir dengan kru mereka untuk mengintensifkan operasi udara bersama dengan misi yang diluncurkan dari pangkalan di Arab Saudi,” ujar Al-Assiri.







Credit  Sindonews



TNI Kerahkan 3.600 Personel Amankan KTT OKI


TNI Kerahkan 3 600 Personel Amankan KTT OKI
Prajurit TNI (ilust/SINDOphoto)

JAKARTA - Mabes TNI akan mengerahkan 3.600 personel untuk mengamankan jalannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta.

"Kami sudah melaksanakan tactical floor game (TFG) dan persiapan-persiapan sudah maksimal," ungkap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, usai Pembukaan Gashuku Dan Rakernas Forki 2016 di Mabes TNI Jakarta, Sabtu 27 Februari 2016 kemarin.

Menurut Gatot, pelaksanaan TFG KTT OKI ke-5 tahun 2016 digelar di Aula Gatot Subroto Mabes TNI dipimpin  langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana selaku Panglima Komando Operasi Pengamanan (Pangkoopspam) KTT OKI.

"TFG ini diikuti oleh seluruh staf dan satgas terkait dari ketiga matra dan Polri," katanya. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menjelaskan, latihan TFG dilaksanakan guna mensimulasikan pelaksanaan pengamanan pada  KTT OKI, agar pemahaman pelaksanaan dapat dipahami oleh berbagai pihak yang terlibat.

"Latihan ini sekaligus untuk mengecek personel dan materiil dalam rangka kesiapan operasi pengamanan KTT OKI bagi para Komandan Satgaspamwil," jelasnya.

Mengenai peringatan Australia terkait ancaman terorisme, Gatot mengaku, pihaknya akan bekerja sama dengan intelijen secara terpadu. "Ya kita kalau diingatkan siapapun juga akan diperhatikan. Jangankan Australia, wartawan mengingatkan kita lebih siap lagi," kata Gatot.

Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya Brigjen TNI Ibnu Triwidodo menambahkan, Komando Operasi Pengamanan (Koopspam) telah menggelar TFG untuk pengamanan pelaksanaan KTT OKI tersebut.
Pria yang ditugaskan sebagai Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Dansatgaspamwil) ini menjabarkan, tugas utama Dansatgaspamwil adalah, pengamanan venue Jakarta Convention Center (JCC) yang merupakan ring 2 dan ring 3.

Sedangkan, ring 1 tugas pengamanannya dari Satgaspam VVIP yaitu Paspampres. Kemudian, tugas kedua adalah pengamanan tempat penginapan, akomodasi.

Tercatat ada 17 hotel yang akan disiapkan untuk itu. Hotel-hotel tersebut terletak di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. "Itu tugas kita juga di ring 2 dan ring 3 tempat penginapan," ucapnya.

Kemudian ketiga adalah mengamankan rute pergerakan tamu negara dari satu titik ke titik lainnya. Misalnya, dari kedatangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta maupun Bandara Halim Perdanakusuma menuju ke tempat penginapan.

Begitu juga dari tempat penginapan menuju ke JCC atau tempat-tempat yang lain. "Itu tugas dari Satgaspamwil. Saya berada di bawahnya Pangkoopspam yang dijabat oleh Pangdam Jaya. Nanti 1 Maret akan ada pengecekan kesiapan-kesiapan  di tingkat komando operasi," kata Ibnu.

Menurut Ibnu, Koops nantinya akan membawahi beberapa satgas seperti, Satgaspam VVIP yang berada di bawah pengamanan Paspampres. Kemudian Satgaspam VIP yakni, tamu negara setingkat di bawah kepala negara.

"Itu pengamanannya oleh kepolisian Polda Metro. Yang paling diwaspadai adalah keselamatan tamu negara itu. Itu yang bertanggung jawab kita. Jadi begini, inikan hajatan internasional, jadi SOP-nya standarnya juga standar internasional," katanya.

Untuk diketahui, KTT OKI ke-5 pada tahun ini mengundang 63 negara, terdiri dari 55 negara anggota; emapt negara observer (Bosnia, Afrika, Rusia, Thailand) dan empat negara atau organisasi The Quarted (USA, Russia, PBB dan EU)




Credit  Sindonews


Panglima TNI Tandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media


Panglima TNI Tandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.(dok/SINDOphoto)

JAKARTA - Mabes TNI menandatangi pakta pertahanan proxy war media dengan sebelas organisasi dan salah satu media massa. Penandatanganan  dalam rangka memerangi ancaman proxy war media ini dilakukan di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Kesebelas organisasi yang ikut menandatangani pakta pertahanan proxy war media adalah Produksi Film Indonesia, Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Guru Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia, Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia, Indonesian Cable Television Association, Komisi Corporation Social Responsibility Nasional, Asosiasi Baitul Maal wa Tamwil, Buqu Global, NIN Media dan Dewan Masjid.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, ancaman proxy war semakin nyata dan dilakukan dengan langkah yang soft serta tidak melanggar HAM. Proxy war berperang di segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara serta tidak terlihat karena menggunakan segala macam cara dan yang paling efektif adalah menggunakan media.

Untuk menghadapi semua itu, maka perlu ada media yang dapat menyeimbangkan namun dengan biaya yang murah dan dapat menjangkau semuanya. Inilah yang dilakukan TNI dengan menjalin  kerja sama dengan masyarakat dan media.

“Saya bangga kita semua berbuat yang terbaik dan berani mengambil sikap yang tulus ikhlas untuk kemajuan bangsa Indonesia, karena memang TNI tidak bisa melaksanakan tugas pokoknya melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia sendirian,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Sabtu 27 Februari 2016 kemarin.




Credit  Sindonews








Pertamina pesan tanker dari galangan nasional


Pertamina pesan tanker dari galangan nasional
Wianda Pusponegoro. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Kapal tanker Pertamina juga dituntut untuk ramah lingkungan dan tingkat safety tinggi ..."
Jakarta (CB) - PT Pertamina (Persero) tahun ini akan kedatangan delapan kapal tanker tipe GP dengan bobot mati 17.500 DWT yang dipesan dari galangan nasional senilai 200 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp2,66 triliun.

Kapal tersebut dipesan dari perusahaan galangan kapal nasional sebagai komitmen Pertamina untuk memberdayakan industri galangan kapal nasional, kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di Jakarta, Minggu.

Kedelapan proyek tersebut melibatkan MT Parigi dan MT Pattimura oleh PT Angrek Hitam Shipyard, MT Panderman, MT Papandayan, dan MT Putri oleh PT Daya Radar Utama, serta MT Pasaman, MT Panjang, dan MT Pangrango oleh PT Multi Ocean Shipyard.

Wianda mengatakan, Pertamina selalu memberikan tantangan kepada industri dalam negeri baik dalam hal besaran kapal maupun standar kapal. Galangan kapal nasional harus bisa membangun kapal berstandar internasional yang dapat diterima berlayar ke negara manapun di dunia.

"Kapal tanker Pertamina juga dituntut untuk ramah lingkungan dan tingkat safety tinggi, serta taat terhadap ketentuan-ketentuan internasional lainnya," katanya.

Hingga akhir 2016, Pertamina akan memiliki sekitar 72 unit kapal yang berstatus milik sendiri. Sebanyak 34 kapal atau 47 persen merupakan kapal yang diproduksi oleh galangan kapal nasional.

"Pertamina melalui rencana jangka panjang penguatan armada milik berkomitmen tinggi untuk mengedepankan kerja sama dengan mitra nasional sebagai pembangun kapal yang dibutuhkan perusahaan," katanya.

Saat ini, kapal milik terbesar yang diproduksi galangan kapal nasional berukuran 30.000 DWT, yaitu MT Fastron yang dibangun oleh PT PAL. Kapal dengan ukuran sebesar itu dipercayakan pembangunannya setelah sukses membangun kapal sekelas di bawahnya.

Pertamina juga memberikan kepercayaaan kepada galangan kapal lainnya, seperti PT Daya Radar Utama (DRU).

Setelah sukses membangun MT Musi berbobot 3.500 DWT dengan panjang kapal 90 meter, terbesar yang pernah mereka buat saat itu, Pertamina memberikan tantangan lepada DRU membuat tiga kapal 17.500 DWT yang panjangnya 157 meter, lebar 28 meter dan tinggi 12 meter.

"Kami juga meminta DRU dan juga galangan kapal lain agar bisa membangun dengan kualitas yang sama dengan kapal produksi Korea Selatan, dan terbukti berhasil sejauh ini," katanya.

Pertamina juga menantang industri pendukung galangan kapal untuk lebih bisa berkembang sehingga kandungan lokal kapal dapat terus ditingkatkan. Saat ini, kandungan lokal untuk kapal-kapal tanker buatan dalam negeri umumnya sekitar 30 hingga 35 persen.

Business Development Director PT Daya Radar Utama, Steven Angga Prana, mengakui bahwa besarnya peran Pertamina untuk membangun kapasitas dan kemampuan galangan kapal dalam negeri.

Kesuksesan membangun MT Musi pada 2012 memicu banyaknya order kapal-kapal besar dan modern kepada perusahaannya, termasuk KRI Bintuni milik TNI Angakatan Laut (AL).

"Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang berani memberikan order kepada galangan nasional. Semula kami hanya memproduksi kapal-kapal konvensional dan tidak hightech, dengan supervisi Pertamina yang telah berpengalaman membangun kapal di luar negeri, sekarang kami mampu dengan proses modern dan alat otomatis," kata Steven.

Steven mengatakan, untuk menyelesaikan kapal berukuran 17.500 DWT umumnya memerlukan waktu 24 bulan. Dengan tiga kapal yang diorder Pertamina, maka Daya Radar Utama mempekerjakan sekitar 1.500 orang tenaga kerja.

"Kami optimistis dapat berkembang dan Daya Radar Utama yang memiliki luas lahan 40 ha dan garis pantai sekitar 600 meter ke depan akan mengembangkan galangan yang mampu membangun kapal tanker dengan kapasitas 100.000 DWT," demikian Steven.




Credit  ANTARA News



Kadin ingin Presiden segera putuskan proyek Masela


Kadin ingin Presiden segera putuskan proyek Masela
Blok Masela (www.energy-pedia.com)
 
Jakarta (CB) - Kadin Indonesia mendukung Presiden Joko Widodo segera memutuskan proyek Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, untuk menjaga iklim investasi yang kondusif.

Ketua komite Tetap Hubungan Kelembagaan dan Regulasi Migas Kadin Indonesia Firlie Ganinduto di Jakarta, Minggu mengatakan, saat ini, seluruh pemangku kepentingan industri migas di dunia mengikuti perkembangan proyek Masela.

"Pengembangan Masela ini akan menjadi benchmark (acuan) investor dunia. Hasil yang buruk terhadap proyek ini akan memberikan dampak yang negatif terhadap Iklim investasi dan industri dalam negeri termasuk penunjangnya," kata Firlie.

Menurut dia, jika pemerintah tidak cepat mengambil keputusan, maka Indonesia bisa kalah bersaing dengan Vietnam atau Myanmar.

Iklim investasi, lanjutnya, akan terganggu akibat ketidakpastian kebijakan pemerintah dalam pengambilan keputusan soal Masela.

"Industri migas nasional sekarang lagi mengalami masa terpuruknya, di luar harga minyak yang rendah, kepastian hukum di Indonesia juga rendah dengan belum direvisinya UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas. Ditambah lagi kegaduhan di pemerintahan dengan adanya tarik menarik kepentingan. Ini membuat investor ragu-ragu untuk menanamkan modalnya," ujarnya.

Firlie menambahkan, Kadin Indonesia akan mendukung apa pun keputusan pemerintah.

"Kedua opsi Masela pasti ada positif dan negatifnya. Namun, yang pasti, dari kedua opsi tersebut, ekonomi dalam negeri pasti akan bergerak," ujarnya.

Paling penting, tambahnya, adalah bagaimana proyek Masela bisa bermanfaat bagi ekonomi dalam negeri dan peran SKK Migas dalam mengawasi dan memastikan penggunaan barang dan jasa dalam negeri.

Kemarin, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Presiden Joko Widodo akan mengambil keputusan terbaik soal Masela yang memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Maluku, Indonesia, dan banyak pihak lainnya.

Menurut dia, saat ini, pembahasan soal pengembangan Masela masih terus dilakukan pemerintah.

Keputusan pengembangan Blok Masela akan dilakukan sendiri oleh Presiden mengingat nilai investasi dan dampak yang besar.

Meski, sesuai regulasi, pengembangan suatu blok migas sebenarnya cukup diputuskan oleh Menteri ESDM.

Presiden akan memutuskan apakah pengembangan Masela itu memakai skema kilang terapung (floating liquified natural gas/FLNG) atau darat (onshore liquified natural gas/OLNG).

Blok Masela dikembangkan kontraktor asal Jepang, Inpex Masela Ltd yang sekaligus operator dengan kepemilikan partisipasi 65 persen dan Shell Corporation 35 persen.





Credit  ANTARA News


Sudirman Said: presiden ambil keputusan terbaik soal Blok Masela


Sudirman Said: presiden ambil keputusan terbaik soal Blok Masela
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
 
Jakarta (CB) - Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Presiden Joko Widodo akan mengambil keputusan terbaik soal pengembangan Blok Masela di Laut Arafura, Maluku.

"Tidak usah berpolemik. Pihak-pihak yang pura-pura berjuang untuk rakyat, yang menipu, yang suka mengklaim paling tahu, yang mau coba mengganti investor Masela, berhentilah membohongi rakyat. Karena suatu saat akan terbongkar juga," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Presiden, lanjutnya, tentunya akan mengambil keputusan yang memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Maluku, Indonesia, dan banyak pihak lainnya.

Sudirman mengatakan, saat ini, proses pembahasan keputusan pengembangan Blok Masela masih terus diupayakan pemerintah.

Menurut dia, dirinya beserta jajaran telah melaksanakan amanah Presiden untuk menganalisis pengembangan wilayah di Provinsi Maluku terutama Maluku bagian selatan, sehingga hasil Blok Masela memberikan kesejahteraan bagi Indonesia terutama Provinsi Maluku.

"Kami juga telah melaporkan mengenai dua skenario pengembangan Blok Masela. Informasi tersebut terutama mengenai bagaimana dampak bagi pengembangan wilayah di Maluku bagian selatan dan berapa besar investasi yang dibutuhkan bila di onshore maupun offshore," tuturnya.

Terkait dengan kesiapan pemerintah dan masyarakat Maluku, Sudirman menambahkan, dirinya terus berkomunikasi dengan pemerintah beserta masyarakat Maluku.

"Gubernur Maluku sudah menyampaikan bahwa beliau setuju dan mendukung apapun keputusan dan kebijakan Presiden terhadap Blok Masela dan beliau siap untuk melakukan sosialisasi kepada rakyat Maluku bila keputusan sudah diambil," ujarnya.

Keputusan pengembangan Blok Masela akan dilakukan sendiri oleh Presiden mengingat nilai investasi dan dampak yang besar.

Sementara, sesuai regulasi, pengembangan suatu blok migas sebenarnya cukup diputuskan oleh Menteri ESDM.

Presiden akan memutuskan apakah pengembangan Masela itu memakai skema kilang terapung (floating liquified natural gas/FLNG) atau darat (onshore liquified natural gas/OLNG).

Kedua skema tersebut mempunyai plus dan minus masing-masing.

Blok Masela dikembangkan kontraktor asal Jepang, Inpex Masela Ltd yang sekaligus sebagai operator dengan kepemilikan partisipasi 65 persen dan Shell Corporation mempunyai 35 persen.


Credit  ANTARA News

Jet tempur Arab Saudi mendarat di Turki untuk serang ISIS



Jet tempur Arab Saudi mendarat di Turki untuk serang ISIS
Dokumentasi asap mengepul di atas langit kota Ras al-Ain, Suriah, setelah serangan udara seperti terlihat dari kota perbatasan Turki, Ceyanpinar, provinsi Sanliiurfa, Selasa (13/11). (REUTERS/Osman Orsal)
 
 
Ankara, Turki (CB) - Jet-jet tempur Arab Saudi, Jumat (Sabtu WIB), mendarat di pangkalan udara Turki untuk bergabung dengan pasukan udara guna melawan kelompok bersenjata ISIS di Suriah.

Bergabungnya jet-jet itu terjadi beberapa jam sebelum sebuah gencatan senjata diberlakukan, menurut laporan media Turki dan Arab Saudi.

Empat unit jet tempur F-15 Eagle mendarat di pangkalan udara Incirlik di Provinsi Adana di Turki bagian selatan, menurut kantor berita milik negara, Anatolia, melaporkan.

Kantor Pers Arab Saudi mengatakan sejumlah jet tempur mendarat di Incirlik untuk memperluas operasi guna melawan kelompok bersenjata ISIS, tanpa menyebutkan jumlah pesawat yang mendarat.

Pangkalan itu telah menampung sejumlah jet tempur milik Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, yang tergabung dalam bagian operasi untuk melawan kelompok bersenjata ISIS di Suriah.

Angkatan Udara Arab Saudi telah mengerahkan sejumlah pasukan darat dan perlengkapan menggunakan pesawat pengangkut militer C-130 Hercules pada awal pekan ini.

Gencatan senjata sebagian untuk mengakhiri kekerasan di Suriah, yang diprakarsai oleh Rusia dan Amerika Serikat dijadwalkan akan diberlakukan pada Jumat tengah malam. Kesepakatan itu tidak mengikutsertakan kelompok bersenjata ISIS beserta sejumlah kelompok ekstremis lainnya.

Turki pada Jumat mengutarakan peringatan akan kelangsungan gencatan senjata itu, saat rezim Suriah beserta sekutu Rusianya masih melakukan pergerakan.

Dua kekuatan muslim Sunni terbesar, Arab Saudi dan Turki, keduanya memandang lengsernya Presiden Suriah Bashar al Assad sebagai hal yang sangat penting untuk mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung selama lima tahun itu, dan sangat kritis terhadap dukungan Iran dan Rusia terhadap rezim Suriah.

Ankara telah mengatakan bahwa mereka menyetujui adanya operasi daratan di Suriah, namun hanya jika kegiatan itu dilakukan dengan kerja sama dengan pihak Arab Saudi begitu pula dengan negara Barat dan Teluk yang membentuk koalisi anti-ISIS.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Kamis, mengatakan, sejak awal mereka berpendapat bahwa operasi daratan beserta seluruh langkah strategis, harus dilaksanakan untuk menambah kekuatan serangan udara.






Credit  ANTARA News




ISIS Klaim Bom di Baghdad, 70 Orang Tewas



ISIS Klaim Bom di Baghdad, 70 Orang Tewas  
Dua ledakan yang diklaim ISIS terajadi di distrik Syiah di Baghdad, Irak, menewaskan setidaknya 70 orang pada Minggu. (Reuters/Wissm al-Okili)
 
Jakarta, CB -- Dua ledakan yang diklaim oleh ISIS di Baghdad menewaskan setidaknya 70 orang di distrik Syiah di Baghdad, Irak, pada Minggu (28/2).

Sumber kepolisian mengatakan pelaku bom bunuh diri mengemudikan sepeda motor dan meledakkan diri mereka di pasar telepon seluler di Kota Sadr. Selain korban tewas, sekitar 100 orang lain menjadi korban luka.

Reuters melaporkan genangan darah, sepatu dan telepon berserakan terlihat di lokasi kejadian, yang kini disegel untuk mengantispasi ledakan susulan.

Dalam pernyataan yang disebar secara daring, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. “Pedang kami tidak akan berhenti untuk memotong kepada musyrik, di mana pun mereka berada,” ujar ISIS, merujuk kepada Muslim Syiah.

Baru-baru ini, pasukan militer Irak dengan dukungan serangan udara koalisi pimpinan AS memukul mundur ISIS dari Provinsi Anbar, dan kini bersiap untuk melancarkan serangan selanjutnya untuk merebut Mosul dari ISIS.

Namun militan ISIS masih bisa menyerang lokasi di luar wilayah yang mereka kuasai, biasanya menyerang lokasi yang didiami mayoritas Syiah. Sebelum bom pada Minggu, dua militan ISIS pada Jumat telah menewaskan 15 orang di masjid Syiah di Baghdad.

“Geng ini menargetkan warga sipil setelah kehilangan inisiatif dan angkat kaki dari pertempuran dengan pejuang kita,” ujar Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di laman Facebook-nya.

Sebelumnya pada Minggu subuh, pengebom bunuh diri dan kelompok bersenjata menyerang keamanan Irak di penjara Abu Ghraib, menewaskan setidaknya 17 pasukan keamanan.

Pihak berwenang juga menyalahkan ISIS atas serangan tersebut.

"Pasukan pemerintah harus melakukan pekerjaan yang lebih baik memukul mundur serangan yang dilancarkan oleh Daesh. Apa yang terjadi hari ini bisa menjadi kemunduran bagi pasukan keamanan," kata Jasim al-Bahadli, seorang analis keamanan yang berbasis di Baghdad, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.




Credit  CNN Indonesia




Gencatan Senjata di Suriah, Rusia Hentikan Serangan Udara


Gencatan Senjata di Suriah, Rusia Hentikan Serangan Udara  
Militer Rusia menghentikan serangan udara menyusul kesepakatan gencatan senjata antara di Suriah yang dimulai sejak Sabtu (27/2). (Reuters/Bassam Khabieh)
 
Jakarta, CB -- Militer Rusia menghentikan serangan udara menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Amerika Serikat yang diterima oleh pihak berkonflik di Suriah.

Kendati demikian, beberapa serangan sporadis antara militan dan kelompok pemberontak terlihat di beberapa wilayah – meskipun telah berkurang secara signifikan pada Sabtu (27/2).

Perwakilan Kementerian Pertahanan Rusia Sergei Ruskoi menyatakan Rusia telah menghentikan serangan pada kelompok bersenjata sebagai upaya memenuhi kesepakatan gencatan senjata. Meski demikina, sejumlah militan, seperti ISIS dan Front al-Nusra, tidak termasuk dalam kesepakatan gecatan senjata.

Meski tak ada lagi serangan udara Rusia, serangkaian serangan bom kelompok bersenjata menghujani beberapa wilayah, seperti Jumbar dan Duma pada Sabtu. Tim penyelamat menyatakan setidaknya lima orang tewas di Duma.

“Kami meminta penduduk yang tinggal di wilayah ini untuk menekan teroris dan tidak memberikan kesempatan untuk mengganggu upaya mengembalikan stabilitas dan keamaan pada area ini,” kata sumber militer kepada CNN.

Kelompok pemantau perang Suriah, Syrian Observatory for Human Rights juga melaporkan terjadinya baku hantam meskipun situasi secara umum telah tenang.

Observatory melaporkan bahwa setidaknya 12 pemberontak tewas dalam baku hantam dengan militer pemerintah di Latakia.

Sementara Reuters sebelumnya menyebutkan baku hantam di Latakia itu menewaskan setidaknya 40 tentara pemerintah dan personel sekutu serta 18 pemberontak tewas.

ISIS juga mengklaim bertanggungjawab atas serangan bunuh diri kemarin di kota Salmiya, provinsi Hama. Target serangan itu adalah pasukan perintah yang berkumpul di pinggir Hama.

Meskipun demikian, indikasi awal menunjukkan aktivitas kekerasan telah menurun secara signifikan. Indikasi ini tentu saja memberikan kelegaan pada penduduk Suriah.

Sebelumnya, rapat kerja khusus konflik Suriah diadakan di Swiss pada Sabtu (27/2) siang untuk menilai apakah upaya damai berjalan. Kesepakatan damai dinilai berbagai pihak sebagai sinyal pemberi harapan terbesar bahwa pertikaian yang telah membunuh setidaknya250 ribu orang akan dapat dihentikan.

Jumat (26/2) lalu, konsul keamanaan PBB memberikan suara mendukung resolusi untuk menghentikan pertikaian dan meminta seluruh pihak untuk mematuhi kesepakatan mengurangi serangan di Suriah.

Kelompok utama oposisi Suriah, Komite Negosiasi Tinggi, menyatakan 97 faksi setuju untuk menghormati gencatan senjata selama dua pekan.

Komite juga mengingatkan pemerintah dan Rusia untuk tidak menyulut perlawanan dengan kedok untuk menyerang kelompok teroris seperti ISIS dan Front al-Nusra.



Credit  CNN Indonesia










AS Uji Coba Rudal Jarak Jauh untuk Saingi China dan Rusia


AS Uji Coba Rudal Jarak Jauh untuk Saingi China dan Rusia  
Ilustrasi (Reuters/Scott Audette )
 
Jakarta, CB -- Militer Amerika Serikat melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang kedua dalam sepekan pada Kamis malam (25/2). Pengujian kali ini untuk memamerkan senjata nuklir di tengah adu kuat rudal dengan Rusia, China dan Korea Utara.

Diberitakan Reuters, rudal tanpa peledak Minuteman III diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada tengah malam.

Rudal yang bisa dipasangkan hulu ledak nuklir itu melesat hingga kecepatan 24 ribu km per jam dan mendarat setengah jam kemudian tepat mengenai target yang jaraknya mencapai 6.500 km di Kwajalein Atoll, Kepulauan Marshal di Selatan Pasifik.

Wakil Menteri Pertahanan AS Robert Work yang menyaksikan peluncuran itu mengatakan AS telah melakukan sedikitnya 15 kali uji coba rudal jarak jauh sejak Januari 2011.

Uji coba ini, kata dia, adalah untuk memberikan pesan bagi rival nuklir AS seperti Rusia, China dan Korut bahwa Washington masih memiliki senjata nuklir yang efektif.

"AS, Rusia dan China rutin melakukan uji coba untuk membuktikan rudal mereka bisa diandalkan. Dan itu adalah sinyal bahwa kami siap menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan negeri ini jika diperlukan," ujar Work.

Pamer kekuatan nuklir bagi AS sangat penting di masa sekarang. Pasalnya persenjataan nuklir AS sudah berada di akhir masa guna, memicu pertanyaan soal kesiapan serang bom atom AS.

Kemhan AS telah mengucurkan jutaan dolar untuk meningkatkan kesejahteraan tentara dan staf serta bagi perawatan sistem nuklir. Pemerintahan Barack Obama juga fokus pada peningkatan teknologi senjata nuklir.

Pemerintah Obama bulan ini meminta tambahan anggaran US$1,8 miliar untuk meremajakan bom nuklir, rudal, kapal selam dan sistem pertahanan lainnya.

Total rancangan anggaran pertahanan AS yaitu sebesar US$19 miliar akan memberikan Pentagon kemampuan untuk meningkatkan teknologi senjata atom dan infrastrukturnya. Untuk hal ini, dalam 10 tahun AS butuh dana hingga US$320 miliar dan lebih dari US$1 triliun dalam 30 tahun.

Peningkatan anggaran AS untuk nuklir ini dikritik para aktivis anti bom atom. Mereka mengatakan bahwa langkah AS ini bertentangan dengan tekad Obama di awal masa kepemimpinannya untuk mengurangi ketergantungan pertahanan negara itu terhadap nuklir.

Dalam pidatonya di Praha saat itu, Obama menyerukan dunia bebas nuklir. Hal ini membuat Obama meraih penghargaan Nobel Perdamaian.

"Dia [Obama] mengatakan akan mengurangi peran senjata nuklir dalam kebijakan keamanan nasional AS. Tapi nyatanya dalam beberapa tahun terakhir dia malah menambah anggaran baru," kata John Isaacs dari Council for a Livable World, lembaga advokasi senjata.




Credit  CNN Indonesia





Pertempuran di Yaman Makin Sengit, 857 WNI Masih Bertahan


Pertempuran di Yaman Makin Sengit, 857 WNI Masih Bertahan  
Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menghancurkan basis pertahanan militer yang dikuasai kelompok Houti di Sana’a, Yaman. (REUTERS/ Khaled Abdullah)
 
Sana'a, CB -- Pertempuran berkepanjangan antara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dengan pemberontak Houthi di Yaman, belakangan semakin memanas. Dalam pekan ini sedikitnya 90 orang tewas, termasuk anak-anak dan perempuan akibat serangan udara dari pihak koalisi. Warna negara Indonesia yang masih bertahan di Yaman diketahui masih mencapai ratusan orang.

Duta Besar RI untuk Yaman Wajid Fauzi mengatakan jumlah WNI yang masih berada di Yaman per tanggal 3 Februari yang lalu yaitu 857 orang. “Mereka berada di wilayah yang relatif aman. Mereka sebagian besar berada di Kota Tarim,” kata Wajid kepada CNN Indonesia.com, Ahad (28/2), melalui pesan singkat.

Senin lalu (22/2), sedikitnya 60 orang tewas termasuk anak-anak dan perempuan saat pesawat-pesawat tempur Arab Saudi melancarkan serangan memerangi kelompok Houti di sejumlah wilayah di Yaman. Sedangkan pada Sabtu (27/2), sedikitnya 30 orang dari pihak Houti dan warga sipil tewas ketika pesawat tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur salah satu pasar di Timur Laut Sana’a, Ibu Kota Yaman.

Wajid mengatakan pembicaraan dialog antara kelompok bersenjata Houti dengan koalisi belum dapat berlangsung karena masing-masing pihak belum bersedia berdialog. “Mereka tetap dengan tuntutannya masing-masing,” ucap Wajid.


Wajid menuturkan hingga kini belum ada tanda-tanda yang mengarah pada perdamaian. “Gencatan senjata tampaknya belum ada tanda-tanda ke arah itu,” ujar Wajid yang berada di Oman. KBRI Sana’a sampai saat ini masih mengendalikan kegiatan operasionalnya dari Kota Salalah, Oman.

Menurut Wajid sampai sejauh ini kondisi di Yaman belum memungkinkan untuk kantor KBRI kembali beroperasi di Sana’a.

“Pemerintah Yaman sediri belum efektif dan lebih banyak diatur dari Riyadh, Saudi Arabia,” kata Wajid.

Di Yaman, lanjut Wajid, hingga saat ini belum ada kantor Kedutaan Besar asing yang buka kembali mengingat situasi politik keamanan yang belum pulih.

“Dan juga tidak ada pemerintahan Yaman yang efektif sampai sejauh ini,” tambah Wajid.

Sebelumnya Wajid menyebutkan jumlah WNI yang berada di Yaman terus menurun. Pada Juni 2015 lalu jumlahnya ada 1.184 orang. Kemudian pada September 2015 jumlahnya menurun menjadi 1.117 orang. Pihak KBRI secara aktif terus memfasilitasi WNI yang ingin kembali ke Tanah Air.

Sebagian besar WNI yang berada di Yaman merupakan pelajar dan mahasiswa. Mereka tersebar di sejumlah kota di Yaman. Mayoritas tinggal di Kota Tarim, Yaman timur.




Credit  CNN Indonesia





Jumat, 26 Februari 2016

Indonesia Jadi Target Serangan Hacker Lazarus



CB, Jakarta - Kelompok hacker Lazarus diyakini menjadi dalang di balik serangan terhadap Sony Pictures Entertainment (SPE) pada 2014. Tak hanya itu, mereka juga diduga dalang operasi DarkSeoul yang menargetkan media dan lembaga keuangan pada 2013.

Lazarus adalah sebuah entitas yang sangat berbahaya dan bertanggung jawab atas kerusakan data serta aksi spionase siber konvensional terhadap beberapa perusahaan di seluruh dunia.

Setelah serangan yang sangat merusak terhadap perusahaan produksi film terkenal, SPE pada 2014, Global Research and Analysis Team (GReAT) dari Kaspersky Lab mulai melakukan penyelidikan atas sampel malware Destover yang digunakan dalam serangan itu.

Hal ini mengarah pada penelitian yang lebih luas lagi, yaitu ke kelompok yang terkait aksi spionase siber dan sabotase siber. Kelompok ini di antaranya menargetkan lembaga keuangan, media, dan perusahaan manufaktur.

GReAT memprediksi sejumlah negara menjadi target serangan Lazarus. Beberapa di antaranya adalah Indonesia, Malaysia, Vietnam, Taiwan, India, Korea, China, Turki, Amerika Serikat, Saudi Arabia, dan Korea Selatan.

Kelompok hacker Lazarus sampai saat ini masih aktif dan diyakini memulai aksinya bahkan beberapa tahun sebelum terjadinya insiden SPE.

Kaspersky Lab dan peneliti lainnya di Operasi Blockbuster mengonfirmasi adanya hubungan antara malware yang digunakan dalam berbagai serangan. Seperti di Operasi DarkSeoul di mana targetnya adalah perbankan dan media penyiaran yang berbasis di Seoul, Operasi Troy yang menjadi targetnya adalah pasukan militer di Korea Selatan, dan tidak ketinggalan insiden Sony Pictures.

Selama penyelidikan, peneliti Kaspersky Lab saling bertukar temuan awal dengan AlienVault Labs. Pada akhirnya peneliti dari kedua perusahaan memutuskan untuk menyatukan upaya dan melakukan investigasi bersama. Pada saat yang bersamaan, aktivitas kelompok Lazarus juga sedang diselidiki oleh banyak perusahaan dan spesialis keamanan lainnya.
"Seperti yang sudah kami prediksikan bahwa jumlah serangan malware wiper akan terus bertambah. Malware semacam ini terbukti menjadi jenis senjata siber paling efektif," kata kata Juan Guerrero, senior security researcher di Kaspersky Lab melalui keterangan resminya, Jumat (26/2/2016).

Kemampuan untuk merusak ribuan komputer hanya dengan menekan sebuah tombol, kata Guerrero, menjadi imbalan yang setimpal bagi tim Computer Network Exploitation yang memang bertugas untuk memberikan informasi menyesatkan (disinformasi) dan melakukan perusakan terhadap perusahaan yang menjadi sasaran.

"Namun, dengan adanya kerja sama dengan mitra lain di industri ini, kami merasa bangga dapat mengungkapkan aksi tidak bermoral dari para penjahat siber yang memanfaatkan teknik-teknik yang menghancurkan," kata Juan Guerrero, senior security researcher di Kaspersky Lab.






Credit  Liputan6.com




Menlu Ceko dan RI Sepakati 2 Perjanjian Penting di Jakarta


CB, Jakarta - Menteri Luar Negeri Ceko, Lubomir Zaoralek melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Dalam lawatan ke Jakarta usai menemui Menlu Retno Marsudi, 2 nota kesepahaman (MoU) berhasil ditandatangani.
2 MoU tersebut adalah perjanjian kesepakatan perjanjian pembentukan forum konsultasi bilateral dan perjanjian bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas RI-Ceko.
2 kerjasama yang terjalin ini pun disambut baik Menlu Retno. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kedekatan hubungan bilateral RI-Ceko.
"Ini (penandatangan 2 MoU) merupakan langkah lebih lanjut untuk mendekatkan hubungan 2 negara," ucap Menlu Retno, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Kamis (25/2/2016).

Tidak cuma penandatanganan MoU, dalam pertemuan itu, sejumlah isu lain juga dibahas. Termasuk juga soal penguatan hubungan ekonomi.
"Kami membahas berbagai potensi berbagai potensi kerjasama untuk menerjemahkan hubungan baik kedua negara menjadi kerjasama saling menguntungkan," ucap Retno.
Retno menambahkan, di samping penguatan ekonomi sektor lain yang juga dibahas adalah pendidikan, pariwisata, energi, pertahanan, ICT, serta isu regional dan internasional yang jadi perhatian bersama.
Khusus untuk sektor pendidikan, RI menyampaikan tawaran khusus pada Ceko. Tawaran itu berupa, pemberian beasiswa bagi pelajar Ceko yang ingin belajar di Indonesia.
"Untuk masalah hubungan people to people kami menawarkan pertukaran beasiswa yang sudah dimulai pada 2015 dan kami menawarkan 187 bagi mahasiswa Ceko," papar mantan Dubes RI untuk Belanda itu.
Senada dengan Retno, Menlu Zaoralek yang datang ke Jakarta bersama 31 orang pebisnis, menyambut baik terbinanya kerjasama lebih dalam RI-Ceko.
"Kedua negara punya banyak kesamaan serta kepentingan," paparnya.
Karena faktor tersebut, Menlu Ceko pada lawatan ke Indonesia resmi mengundang Menlu Retno ke Praha. Zaoralek optimistis jika Menlu Retno datang ke Ceko maka relasi kedua negara bisa terbina lebih kuat lagi dari yang pernah ada.
"Dengan ini saya resmi mengundang ibu Menlu Retno ke Praha. Saya harap ibu Retno menjawab undangan saya ini," terang dia.
Selain bertemu Menlu Retno, para rangkaian kunjungan resmi ke Indonesia pada 25-27 Febuari ini, Menlu Ceko dijadwalkan melakukan courtessy call dengan Presiden Jokowi lalu menemui Menko Perekonomian, Menkopolhukam, Ketua DPR dan Sultan Hamengkubuwono X.
Ceko merupakan mitra dagang terbesar RI ke-4 di Eropa Tengah dan Timur. Pada 2014 total perdagangan kedua negara sebesar $US 269, 51 juta.
Produk unggulan Indonesia di Ceko diketahui adalah furniture, rempah-rempah dan makanan. Sementara di bidang investasi total investasi Ceko lima tahun terakhir di Indonesia sebesar $US 34,35 juta.




Credit  Liputan6.com




Cina ungkapkan kemarahan atas anggaran pertahanan Australia


Australia  Selain melipatgandakan armada kapal selam, Australia juga akan menambah kapal AL.
Cina mengungkapkan kemarahan atas rencana Australia untuk meningkatkan kekuatan Angkatan Laut di kawasan Asia Pasifik.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan tidak ingin terjadi perlombaan bersenjata dan 'komentar negatif Australia' tidak akan membantu hubungan kedua negara.
Pemerintah Australia mengumumkan anggaran pertahanan sebesar US$140 miliar untuk satu dekade mendatang dan melipatgandakan armada kapal selamnya sebagai tanggapan atas tantangan di kawasan.
Pulau Woody 
Cina mengerahkan rudal di Pulau Woody, salah satu pulau di kawasan yang masih menjadi sengketa.
Pos terbesar dalam anggaran diarahkan untuk kapal selam namun juga akan digunakan untuk menambah kapal angkatan laut, pesawat tempur, dan tambahan sekitar 2.500 personil.
Beijing dan Canberra terlibat ketegangan terkait dengan wilayah di Laut Cina Selatan yang masih menjadi sengketa beberapa negara, sementara Cina melakukan reklamasi, membangun landasan pacu, dan mengerahkan rudal di sana.
Peningkatan anggaran pertahanan Australia ini, sekitar 2% dari GDP hingga tahun 2021, menjadi perhatian yang serius bagi Cina.
"Posisi Cina atas masalah yang relevan ini amat jelas, Kami juga mengungkapkan posisi kami kepada para pejabat Australia terkait dalam berbagai pertemuan bilateral dan yang terbuka," jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying.


Credit  BBC












Pindad gandeng BAE terjun ke keamanan siber



JAKARTA. PT Pindad menggandeng perusahaan pertahanan global asal Inggris, BAE Systems, untuk mengantisipasi kejahatan teknologi informasi. Kerjasama ini ditujukan mendukung penguatan ketahanan nasional dalam bidang siber.
"Pindad bekerja sama dengan BAE System masuk ke satu kegiatan pertahanan dan keamanan siber," kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim di Jakarta, Rabu.
Menurut Silmy, kesadaran dalam memperhatikan tata kelola dan keamanan siber masih rendah di Indonesia sehingga tingkat kejahatan seperti peretasan dinilai cukup tinggi.
Tingginya tingkat kejadian peristiwa tersebut, lanjutnya, didukung pula oleh pertumbuhan masif pengguna internet di Indonesia.
Kejahatan berbasis teknologi informasi, ujar dia, juga dapat dimasukkan sebagai ancaman non-konvensional yang bisa mempengaruhi kedaulatan suatu negara meski tidak adanya pelanggaran teritorial karena serangan itu dilakukan dari luar.
Dirut Pindad mengungkapkan, pihaknya secara bertahap mempersiapkan sumber daya manusia sekitar 20-100 orang dalam rangka memperkuat pertahanan dan keamanan siber tersebut.
Silmy juga mengutarakan bahwa pihaknya bakal merangkul pihak yang memiliki kemampuan meretas agar mempertahankan kepentingan nasional termasuk dalam aspek ekonomi dan kedaulatan negara.
Dia mengingatkan bahwa negara lain telah lama mempersiapkan terkait hal tersebut. Di China misalnya, memiliki tim khusus  seperti lembaga siber nasional di Amerika Serikat yang karena pentingnya hingga dipimpin jenderal bintang empat, hingga Tiongkok yang memiliki angkatan siber.
"Kami arahnya agar negara menjaga secara menyeluruh untuk kepentingan-kepentingan nasional," katanya.
Silmy berpendapat, Pindad tidak masuk secara langsung kepada tatanan kebijakan tetapi bila leading sector-nya telah ditunjuk pemerintah, maka pihaknya juga sudah siap dalam mendukungnya.
Dirut Pindad juga mengingatkan, selain kerja sama dengan luar negeri, pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan lokal swasta kecil yang memiliki perhatian terhadap permasalahan tersebut.
Data dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure mencatat terdapat 48,8 juta serangan siber pada 2014.
Hal itu, ujar dia, menjadi peluang bagi Pindad untuk memaksimalkan potensi penggunaan kembar (dual use) teknologi dalam menyediakan pertahanan berbasis teknologi informasi melalui kerja sama strategis dengan BAE Systems.
"Kami melihat cyber-security sebagai suatu potensi yang dapat dioptimalkan dalam penyediaan proteksi dan pertahanan bagi aset strategis serta perekonomian nasional," katanya.




Credit  Kontan.co.id





Buwas: Kalau TNI Sudah Kena Narkotik, Habis Bangsa Ini


Buwas: Kalau TNI Sudah Kena Narkotik, Habis Bangsa Ini  
CNN Indonesia/Safir Makki)
 
Jakarta, CB -- Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso mengatakan, jika prajurit TNI ada yang terlibat dalam perkara narkotik, maka habislah bangsa ini. Prajurit TNI menurutnya adalah pilar terdepan dan benteng terakhir pertahanan negara.

"Kalau sudah terkena (narkoba), habis lah bangsa ini. Semua harus taat dan patuh pada hukum," kata jenderal yang kerap disapa Buwas ini di Jakarta, Jumat (26/2), seperti diberitakan Antara.


Karena itu ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang berupaya keras melakukan pemberantasan narkoba di lingkungan TNI.

Menurutnya, prajurit TNI yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotik, patut ditertibkan karena TNI merupakan pilar terdepan dan benteng terakhir pertahanan negara.

Tak hanya TNI, di tubuh kepolisian juga berbahaya bila ada anggotanya yang menggunakan dan mengedarkan narkotik.

TNI Angkatan Darat, khususnya Komando Cadangan Strategis AD (Kostrad) memulai dan melakukan pembersihan terhadap penyalahgunaan narkotik sehingga tidak ada prajurit yang terlibat narkoba.


Dalam operasi intelijen Kostrad, dilakukan pemeriksaan tes urine kepada 146 personel di Perumahan Kostrad di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi, delapan oknum prajurit Kostrad diduga terlibat kasus narkotik yakni Serda Z, Serka K, Serma E, Serma S, Sertu AS, Kopka N, Kopka B, dan Pratu A.

Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) akan memberikan sanksi berat berupa pemecatan bagi oknum prajurit Kostrad yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotik saat penggeledahan di Perumahan Kostrad Jalan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

"Saksi berat akan dilakukan berupa pemecatan dan tidak menghilangkan pidananya. Namun, saat ini masih dalam proses pemeriksaan di internal Kostrad," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI M Sabrar Fadhilah kemarin.


Kasus penyalahgunaan narkotik yang sudah masuk ke semua lini, kata Fadhilah, menjadi keprihatinan bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa
Indonesia darurat narkoba.

Sabrar enggan berkomentar lebih jauh lantaran masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Sejauh mana keterlibatannya, tentu kami tunggu hasil pemeriksaan, termasuk siapa-siapa yang terlibat kita tunggu hasil pemeriksaannya," kata Sabrar.




Credit  CNN Indonesia





Buat Mobil Listrik, Malaysia Kembali Comot Putra Terbaik RI

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya .

Buat Mobil Listrik, Malaysia Kembali Comot Putra Terbaik RI
Mobil Listrik Selo. (Dok: facebook Ricky Elson)
CB - Ketua Umum Asosiasi Pengembang Kendaraan Listik Bermerek Nasional (Apklibernas), Sukotjo Herupramono, menyatakan Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya setelah dicomot untuk mengembangkan mobil listrik Malaysia. Hal itu disampaikan di Kantor Kementerian Perindustrian, Rabu, 24 Februari 2016 lalu.

Dikatakan Sukotjo, ada dua orang yang memilih berkarya di negeri Jiran. Namun di kesempatan itu, dirinya enggan mengungkapkan siapa nama kedua orang tersebut.

Apa yang disampaikan Sukotjo tak ditampik Ricky Elson, pencipta mobil listrik Selo yang dicomot Malaysia, lebih dulu. Meski tak menyebutkan rinci siapa dua orang yang dimaksud, namun Ricky menyatakan hal itu adalah keputusan yang baik buat mereka.

"Tidak apa-apa lah. Ini bukan sesuatu hal yang perlu dibesar-besarkan. Positifnya itu (mereka) tetap berkarya meski tak di Indonesia. Artinya ilmu mereka tersalurkan dan ada support," ujarnya saat dihubungi
VIVA.co.id, Kamis, 25 Februari 2016.

Namun demikian, dirinya menampik sebutan sejumlah pihak yang menyatakan dirinya bersama dua putra Indonesia lainnya yang merapat ke Malaysia demi meraup uang semata. Kata dia, semua tidak bisa diukur melalui uang, namun yang dibutuhkan mereka adalah dukungan penuh.

"Ini bukan soal bayaran tinggi atau tidak, ini kan soal berkarya, artinya butuh support," kata dia.

Terkait soal mobil Selo yang terus dikembangkan untuk mobil nasional Malaysia, dirinya enggan bercerita banyak. Dirinya hanya menyatakan semua masih terus dilakukan tanpa perlu dipublikasikan.
"Masih rahasia. Kita masih jalan terus, pastinya kami bergerak di bawah tanah. Kami juga tidak tahu apakah mobil ini akan diproduksi massal atau tidak, yang pasti kami tetap berkarya," kata dia.





Credit  VIVA.co.id