Senin, 04 Maret 2019

500 Tentara Venezuela Kabur ke Kolombia



Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menggelar acara lari bersama tentara loyalis pada 27 Januari 2019. Reuters
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menggelar acara lari bersama tentara loyalis pada 27 Januari 2019. Reuters

CB, Jakarta - 500 lebih tentara Venezuela dilaporkan membelot dari rezim Nicolas Maduro ke negara tetangga Kolombia.
Kementerian Imigrasi Kolombia mengatakan, dikutip dari Business Insider, 3 Maret 2019, ada sebanyak 567 tentara yang membelot masuk ke Kolombia.
Rakyat Venezuela menghadapi krisis ekonomi terburuk di bawah pemerintahan Maduro, dan kini bertahan hidup denan kekurangan makanan dan obat-obatan.

Ratusan ribu rakyat Maduro meminta Maduro mundur. Klimaksnya, tampil tokoh oposisi Juan Guaido yang menyatakan diri sebagai presiden sementara Venezuela. Guaido menyerukan agar militer Venezuela mendukung tuntutan rakyat. Bagaimanapun pejabat tinggi militer bersumpah setia kepada Maduro.
Angkatan bersenjata Venezuela adalah basis kekuatan penting bagi Maduro. Para pemimpin militer di Venezuela secara terbuka mendukungnya bulan lalu.
Sementara perbatasan menjadi titik baru krisis politik di Venezuela. AS mengirim bantuan kemanusiaan ke Venezuela melalui perbatasan Kolombia, dan ini menjadi tes bagi tentara Maduro yang loyal.

Guaido telah mengklaim bahwa dia telah bertemu beberapa anggota militer secara rahasia, menyiratkan bahwa solidaritas militer dengan Maduro tidak sekokoh kelihatannya.
Suasana bentrokan antara pendukung oposisi dengan pasukan militer Presiden Nicholas Maduro yang menghadang truk pembawa bantuan di Cucuta, perbatasan antara Kolombia dan Venezuela, 23 Februari 2019. REUTERS
Para prajurit yang kabur ke Kolombia sebagian besar dari pangkat menengah dan bawah, yang lebih terpengaruh oleh hiperinflasi dan kekurangan logistik negara.

Mereka juga bekerja dengan peralatan yang buruk dan dipantau oleh badan intelijen, menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS).
Amanda Lapo, seorang analis pertahanan dan militer di IISS, mengatakan bahwa belum pasti bahwa peningkatan pembelotan adalah ancaman bagi Maduro.
"Pembelotan tampaknya tidak pada tingkat yang cukup senior untuk melemahkan Maduro," katanya.

Militer Venezuela terdiri dari sekitar 95.000 hingga 150.000 tentara aktif dan tersebar di penjuru negara. Tetapi kekuasaan terkonsentrasi di antara para pejabat tinggi, yang memegang posisi penting pemerintahan Nicolas Maduro dan mengendalikan perusahaan-perusahaan berpengaruh Venezuela.






Credit  tempo.co