
Sebuah pembangkit nuklir di Wolsung, Korea
Utara (Foto: dok). Dua pembangkit nuklir Korea Selatan ditutup setelah
ada kerusakan alat, Selasa (2/10).
CB, TOKYO -- Jepang menjatuhkan sanksi baru
kepada Korea Utara atas sikap Pyongyang yang masih saja meneruskan
program misil dan nuklirnya.
Kepala Sekretariat Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan, aset
dari 19 entitas dan individu asal Korea Utara akan dibekukan. Lebih dari
210 organisasi maupun individu dari Cina dan Rusia juga jadi target.
Jepang membuat daftar hitam bank, perusahaan tambang, dan
perusahaan transportasi. Perluasan sanksi oleh Jepang terhadap Korea
Utara ini dilakukan menjelang Sidang Dewan Keamanan PBB yang pada Jumat
pekan depan, demikian dilansir BBC, Jumat (15/12).
Jepang mengklaim tengah menghadapi ancaman tak kasat mata setelah
Korea Utara meluncurkan misil balistik interkontinental (ICBM) di
kawasan Asia Timur pada Septemer 2017 lalu. ''Korea Utara meluncurkan
ICBM yang mendarat di zona ekonomi eksklusif kami dan mereka terus
mengeluarkan pernyataan provokatif,'' kata Suga.
Suga mengancam akan membekukan lebih banyak aset jika tekanan dari Pyongyang tidak juga reda.
Sebelumnya, Jepang sudah menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara
termasuk pembatasan jual beli. Sementara Korea Selatan dan AS juga
menjatuhkan sanksi unilateral terhadap Korea Utara.
Sidang Dewan Keamanan PBB pekan depan diagendakan membahas jalan
damai untuk menekan Korea Utara agar menghentikan uji misil balistik dan
program nuklirnya serta denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Credit republika.co.id