Perintah dikeluarkan 10 hari setelah Jepang mengebom Pearl Harbor.
CB,
WASHINGTON -- Sepuluh hari setelah Jepang mengebom Pearl Harbor,
Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin D. Roosevelt menandatangani
Executive Order atau Perintah Presiden 9066.
Perintah
yang dikeluarkan hari ini pada 1942 tersebut mengizinkan setiap atau
semua orang yang dianggap perlu atau diinginkan dipindahkan dari wilayah
militer.
Seperti dilansir History
pada gilirannya militer mendefinisikan seluruh Pantai Barat, rumah bagi
mayoritas warga keturunan Jepang sebagai wilayah militer.
Pada
Juni lebih dari 110 ribu warga AS keturunan Jepang dipindahkan ke
kamp-kamp pengasingan terpencil yang dibangun militer di seluruh AS.
Selama dua setengah tahun banyak warga keturunan Jepang yang mengalami
kondisi kehidupan yang sangat sulit dan perilaku yang sangat buruk dari
militer AS.
Pada 17 Desemnber 1944 Mayor Jendral
Henry C. Pratt mengeluarkan Proklomasi Publik nomor 21 yang
mendeklarasikan pada 2 Januari 1945 seluruh warga keturunan Jepang di
Amerika yang 'dievakuasi' dari Pantai Barat dapat kembali ke rumah
mereka.
Selama Perang Dunia II sebanyak 10 orang Amerika
dinyatakan mata-mata yang bekerja untuk Jepang. Tapi tidak satu pun dari
mereka yang keturunan Jepang.
Pada 1988 Presiden AS Ronald
Reagen menandatangani undang-undang untuk memberikan semua mantan
tahanan yang masih hidup dengan cek bebas pajak senilai 20 ribu dolar
AS. Pemerintah AS juga sudah meminta maaf atas kejadian tersebut.
Pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido
memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela di Central
University of Venezuela di Caracas, Jumat (8/2).
Foto: AP Photo/Ariana Cubillos
Brasil bersama AS mengakui kepemimpinan Juan Guaido di Venezuela.
CB,
BRASILIA -- Juru bicara presiden Brasil Jenderal Otavio Rego Barros
mengatakan pada 23 Februari negaranya bersama Amerika Serikat (AS) akan
mengirimkan bantuan kemanusiaan ke perbatasan Venezuela. Pengiriman
bantuan tersebut sesuai dengan permintaan pemimpin oposisi yang
mendeklarasikan diri menjadi presiden sementara Venezuela Juan Guaido.
Pada
Rabu (20/2), Rego Barros mengatakan distribusi makanan dan obat-obatan
itu akan dikirimkan melalui kota Boa Vista yang berbatasan dengan
Venezuela. Bantuan tersebut akan dibawa truk Venezuela yang dikemudikan
orang Venezuela dan diorganisasi oleh Guaido.
Oposisi
pemerintah Venezuela berusaha untuk membawa bantuan kemanusiaan dari
Kolombia, Curacao, dan Brasil masuk pada tanggal 23 Febuari, meski
Presiden Nicolas Maduro menolak bantuan itu dengan membantah adanya
krisis kemanusiaan di Venezuela.
Oposisi Maduro berharap
militer Venezuela melanggar perintah menghalangi bantuan masuk.
Pemerintah Brasil yang kini dipimpin presiden dari kelompok kanan Jair
Bolsonaro mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela sampai
pemilihan umum digelar.
Dalam pernyataannya Kementerian
Luar Negeri Brasil mengatakan bantuan tersebut akan ditempatkan di Boa
Vista dan di kota perbatasan Pacaraima untuk dikumpulkan oleh
'pemerintahan sementara Presiden Juan Guaido'. "Brasil bergabung dengan
inisiatif penting internasional untuk mendukung pemerintah Gauido dan
rakyat Venezuela," kata pernyataan Kementeri Luar Negeri Brasil
tersebut.
Menteri
Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini memperingatkan bahwa
sanksi baru terhadap Venezuela dapat dikenakan kapan saja. Foto/Reuters
BRUSSELS
- Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini memperingatkan
bahwa sanksi baru terhadap Venezuela dapat dikenakan kapan saja. UE,
sama halnya dengan Amerika Serikat (AS), mendukung pemimpin oposisi
Venezuela, Juan Guaido."Suatu keputusan yang mungkin akan diambil kapan
saja oleh UE untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Venezuela," kata
Mogherini saat konferensi pers setelah sesi Dewan Urusan Luar Negeri UE
di Brussels, Belgia.Pernyataan itu muncul setelah pemerintah Venezuela
mengusir lima anggota Parlemen Eropa ke negara itu untuk mengunjungi
Guaido. "Kami menyesal bahwa Venezuela tidak mengizinkan anggota
parlemen masuk," katanya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa
(19/2).Terkait dengan pelarangan lima anggota Parlemen Eropa, Guaido
sebelumnya mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintahan Nicolas
Maduro tersebut sangat tidak masuk akal.Anggota Parlemen Eropa yang
diusir adalah Esteban Gonzalez Pons, Jose Ignacio Salafranca, Gabriel
Mato Adrover dari Spanyol. Lalu Esther de Lange dari Belanda dan Paulo
Rangel dari Portugal.Sementara itu, Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge
Arreaza mengatakan Eropa memiliki "tujuan konspirasi" dan dikirim
kembali dari bandara utama negara itu Maiquetia.
Menteri
Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino bersama para petinggi militer
menggelar konferensi pers, Selasa (19/2/2019) di Caracas. Foto/REUTERS
CARACAS
- Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela Vladimir Padrino memerintahkan
Angkatan Bersenjata negara tersebut tetap siaga di sepanjang perbatasan
negara untuk mencegah potensi pelanggaran teritorial. Dia menantang
siapa pun yang ingin menggulingkan Presiden Nicolas Maduro untuk
melangkahi mayat para tentara.
Padrino mengatakan para perwira
dan tentara Venezuela tetap patuh dan tunduk kepada Presiden Maduro,
yang oleh sekitar 50 negara di seluruh dunia tidak lagi mengakuinya
sebagai kepala negara yang sah. Dia menolak pemaksaan pemerintahan baru,
meski ada dorongan dari asing sekalipun.
"Mereka yang berupaya
menjadi presiden di sini, di Venezuela, harus melangkahi mayat kami,"
katanya, dalam komentar yang disiarkan di stasiun televisi pemerintah,
yang dikutip Al Jazeera, Rabu (20/2/2019).
Komentar
Padrino itu merujuk pada pemimpin oposisi Juan Guaido, yang telah
mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Veneuela dan mengecam
Maduro sebagai pemimpin tidak sah.
Komitmen loyalitas Menhan
Padrino disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
mendesak militer Venezuela untuk menerima tawaran amnesti dan mendukung
pemimpin oposisi Juan Guaido atau kehilangan segalanya.
Ancaman
Trump disampaikan saat berbicara kepada para pendukung dan ekspatriat
Venezuela di Miami pada hari Minggu waktu setempat. Dia memiliki pesan
untuk para pejabat yang membantu menjaga Maduro tetap pada kekuasaannya.
"Mata seluruh dunia tertuju pada Anda hari ini, setiap hari dan setiap hari di masa depan," katanya.
"Anda
tidak bisa bersembunyi dari pilihan yang sekarang berhadapan dengan
Anda. Anda dapat memilih untuk menerima tawaran amnesti murah hati dari
Presiden Guaido untuk menjalani hidup Anda dengan damai bersama keluarga
dan bangsa Anda," kata Trump.
"Atau Anda bisa memilih jalan
kedua; terus mendukung Maduro. Jika Anda memilih jalan ini, Anda tidak
akan menemukan pelabuhan yang aman, tidak ada jalan keluar yang mudah
dan tidak ada jalan keluar. Anda akan kehilangan segalanya," imbuh dia.
Pada hari Minggu Guaido menuduh pemerintah Maduro "tidak rasional" karena mengusir lima anggota parlemen Eropa yang berkunjung.
Anggota
Parlemen Eropa diusir tanpa penjelasan itu termasuk Esteban Gonzalez
Pons dari Spanyol, Gabriel Mato Adrover dan Esther de Lange dari Belanda
dan Paulo Rangel dari Portugal.
Menteri Luar Negeri Jorge
Arreaza mengatakan Eropa memiliki "tujuan konspirasi" dan para anggota
parlemen itu dikirim kembali dari bandara Maiquetia.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino
menyatakan pihaknya akan tetap setia pada Presiden Nicolas Maduro.
(Foto: Reuters/Manaure Quintero)
Jakarta, CB -- Angkatan bersenjata Venezuela mengatakan mereka mewaspadai pelanggaran perbatasan, menyusul ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump yang mendesak mereka untuk mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido.
"Angkatan
bersenjata akan tetap dikerahkan dan harus waspada di sepanjang
perbatasan... untuk menghindari pelanggaran integritas wilayah," kata
Menteri Pertahanan Vladimir Padrino saat membacakan pernyataan bersama
para komandan Venezuela.
"Kami menegaskan kembali ketaatan, subordinasi dan kesetiaan kami kepada Presiden Nicolas Maduro," lanjutnya.
Maduro
menghadapi tekanan tinggi untuk menghentikan keputusannya memblokade
bantuan internasional yang kebanyakan datang dari Amerika. Ia
memerintahkan militer untuk menutup perbatasan lantaran menganggap
langkah pemberian bantuan itu sebagai bentuk intervensi Amerika.
Guaido sebagai pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai
presiden interim Venezuela, terus berupaya melawan blokade tersebut. Ia
didukung oleh Amerika dan sekitar 50 negara lain.
Guaido disebut telah menawarkan amnesti kepada komandan militer jika mereka memilih meninggalkan Maduro.
Trump
diketahui menolak mengesampingkan aksi militer AS di Venezuela. Dirinya
kembali memberi tekanan dengan mengeluarkan peringatan kepada militer
Venezuela.
Ia menegaskan bahwa para pendukung Maduro tidak akan
menemukan tempat bersembunyi yang aman dan bahwa tidak akan ada jalan
keluar yang mudah. "Anda akan kehilangan segalanya," katanya, Senin
(18/2).
Padrino menanggapi ancaman tersebut dengan menyebut Trump arogan.
"Jika kekuatan asing mencoba membantu pemerintahan dengan paksaan, mereka harus melakukannya di atas mayat kami," kata Padrino.
Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Foto/REUTERS
WASHINGTON
- Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk dan lima
kapal perang untuk latihan militer di Samudra Altlantik dan lepas pantai
Florida. Manuver yang telah dimulai sejak 25 Januari itu digelar di
tengah krisis politik yang memanas di Venezuela.
Kapal perang
Spanyol juga diundang untuk ikut latihan militer yang dinamai
"COMPTUEX". Latihan dirancang untuk mempersiapkan diri sebelum penugasan
militer.
Armada Tempur Kapal Induk (CSG) yang dikerahkan AS
terdiri dari kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln (CVN-72),
sebuah kapal perang dengan rudal jelajah dan empat kapal perusak.
Sedangkan kapal dari Spanyol yang berpartisipasi adalah kapal fregat.
"GSG memiliki kemampuan lintas platform untuk
beroperasi di mana pun dan kapan pun diperlukan, dan di samping
memiliki fleksibilitas dan keberlanjutan untuk berperang dalam skala
besar dan memastikan kebebasan laut, CSG adalah simbol yang terlihat dan
(tekad) kuat dari komitmen AS terhadap sekutu, mitra dan teman," bunyi
siaran pers Angkatan Laut AS, yang dikutip Maritim Herald, Selasa (19/2/2019).
USS
Abraham Lincoln dan kapal-kapal pengawalnya meninggalkan pelabuhan
Norfolk, di negara bagian Virginia, untuk memulai latihan di Samudra
Atlantik, tempat pelatihan ini biasanya beroperasi.
Meskipun
lokasi dan nasib pengerahan kapal-kapal tempur itu tidak diketahui,
konsultan militer Stratfor and Southfront telah menemukan CSG di suatu
tempat di Atlantik di lepas pantai negara bagian Florida.
Kapal induk USS Abraham Lincoln juga dilengkapi dengan jet tempur siluman F-35C Lightning II Lockheed Martin.
Kapal-kapal
dan pesawat tempur tersebut berpartisipasi dalam Compound Training
Exercise (COMPTUEX) yang berupaya mengintegrasikan unit-unit yang
berbeda dalam kelompok yang sama dan menyatakan kemampuan mereka untuk
memulai penempatan. Proses ini biasanya berlangsung sekitar satu bulan.
Dalam beberapa hari terakhir dilaporkan bahwa kelompok tempur kapal
induk tersebut telah mencoba melintasi selat, sebuah manuver yang
diperlukan untuk memasuki Laut Karibia.
Meskipun
tujuan dan misi akhir dari latihan itu tidak diketahui, manuver dan
pengerahan terjadi di tengah krisis politik yang semakin memanas di
Venezuela. Krisis politik mulai pecah setelah pemimpin oposisi Juan
Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara pada bulan Januari
lalu dengan tujuan untuk menggantikan presiden terpilih Nicolas Maduro
dan menyerukan pemilu baru yang bebas.
AS telah mendukung dan
mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela dan tidak mengakui
Maduro yang menang pemilu 2018 lalu. Dalam perkembangan terbaru,
Presiden Donald Trump mengancam militer Venezuela jika tidak mendukung
Guaido.
Jakarta, CB -- Venezuela akan
menggelar konser di perbatasan dengan Kolombia di hari yang sama
ketika filantropis asal Inggris, Richard Branson, bakal menghelat acara
di tempat serupa untuk mendesak agar bantuan bisa masuk ke negara krisis itu.
Adu
acara ini bermula ketika Branson mengumumkan bahwa ia akan menggelar
konser amal di Cucuta pada 22 Februari mendatang dengan bintang tamu
sejumlah musisi Latin terkemuka.
Tak lama setelah itu, Menteri Kebudayaan Venezuela, Jorge Rodriguez,
mengatakan pemerintah telah menerima permintaan dari banyak musisi lokal
yang ingin ambil bagian dalam "sebuah pertemuan besar, konser besar
untuk perdamaian dan kehidupan."
Rodriguez mengatakan konser
pro-pemerintah ini bertujuan "untuk mengakhiri agresi brutal yang
menjadikan rakyat kita sebagai sasarannya."
Konser ini akan
diadakan di jembatan Simon Bolivar yang menghubungkan San Antonio,
Venezuela, dengan Cucuta, Kolombia. Di sana, bantuan yang dikirim AS
tertahan karena Presiden Nicolas Maduro memblokade perbatasan.
Maduro tak mengizinkan bantuan itu masuk, mengatakan bahwa hal tersebut akan menjadi langkah awal invasi AS.
Langkah
ini ditentang Juan Guaido, pemimpin oposisi Venezuela yang
memproklamirkan diri sebagai presiden interim dan mendapatkan dukungan
dari 50 negara.
Guaido mengatakan bahwa ada sekitar 300 ribu
warga Venezuela terancam meninggal akibat krisis ekonomi di negaranya
yang sedang mengalami hiperinflasi.
Ia sendiri sudah memperingatkan militer, yang masih setia kepada Maduro, agar tidak memblokade bantuan kemanusiaan.
Ia
menyebut pemblokiran akses bantuan kemanusiaan ini "hampir seperti
genosida" dan militer kemungkinan bertanggung jawab atas kematian 40
demonstran dalam unjuk rasa anti-Maduro sejak 21 Januari lalu.
Presiden India Narendra Modi menyambut Pangeran Muhammad bin Salman di Bandara.
Foto: AP/Manish Swarup)
Kunjungan Pangeran MBS dinilai sebagai babak baru hubungan di antara keduanya.
CB,
NEW DELHI -- Perdana Menteri India, Narendra Modi memutuskan melanggar
protokol pemerintah, untuk secara pribadi menyambut Putra Mahkota Arab
Saudi Muhammad bin Salman ke New Delhi di bandara, pada Selasa (20/2).
Biasanya,
perdana menteri tidak akan menerima pejabat asing di bandara. Melainkan
mengirim pejabat atau menteri pemerintahan junior.
"Sebuah
babak baru dalam hubungan bilateral," cicit juru bicara Kementerian
Luar Negeri, Raveesh Kumar, dengan mengunggah foto itu melalui di Twitter.
Modi
dijadwalkan mengadakan pembicaraan pada Rabu dengan putra mahkota, yang
sebelumnya telah mengunjungi Pakistan. Di Pakistan, Pangeran MBS juga
menerima sambutan mewah.
Perjalanan MBS dilakukan setelah
pengeboman di wilayah Kashmir yang disengketakan pada Kamis. Insiden itu
menewaskan 40 paramiliter India. Pemerintah India menyalahkan Pakistan
atas serangan tersebut.
Kendati memanas, kedua negara bertetangga itu sangat tertarik untuk mempererat hubungan dengan Arab Saudi.
Arab
Saudi merupakan pemasok utama minyak mentah India, tetapi kedua negara
telah memperluas hubungan di luar energi. Pemerintah mereka telah
sepakat untuk membangun kemitraan strategis.
Selama
perjalanan, India mengharapkan putra mahkota untuk mengumumkan investasi
awal dalam Dana Investasi dan Infrastruktur Nasional. "Ini untuk
membantu mempercepat pembangunan pelabuhan dan jalan raya," kata seorang
pejabat India dan media pemerintah Saudi.
MBS juga
dijadwalkan akan mengunjungi Cina, Malaysia, dan Indonesia selama tur
yang merupakan kunjungan pertamanya ke kawasan itu sejak protes atas
pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober.
"Putra Mahkota dijadwalkan meninggalkan New Delhi pada Rabu malam," kata Kementerian Luar Negeri India.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (kanan) menyambut Putra
Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Angkatan Udara Pakistan (PAF)
Pangkalan Nur Khan di Rawalpindi, Pakistan 17 Februari 2019.[Departemen
Informasi Pers (PID) / Handout via REUTERS]
CB, Islamabad – Perdana Menteri Pakistan,
Imran Khan, memuji hubungan negaranya dengan Arab Saudi saat Putra
Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman berkunjung sejak 17 - 18 Februari
2019.
Khan
juga mengatakan hubungan kedua negara selalu dekat selama ini. Dia lalu
menyampaikan permintaan khusus kepada MBS, sapaan pangeran, mengenai
kondisi 2.5 juta warga Pakistan di Arab Saudi, yang mungkin mengalami
kesulitan saat bekerja.
Imran Khan berharap MBS dan pemerintah Saudi menganggap warga Paksitan yang bekerja di sana sebagai warga negaranya sendiri.
“Mereka
sangat dekat dengan hati saya. Mereka meninggalkan keluarga dan
anak-anak dan bersusah payah lalu pergi untuk mendapatkan penghasilan.
Mereka tidak bertemu dengan keluarganya selama enam bulan hingga
setahun,” kata Khan kepada MBS saat tiba di Pakistan pada Ahad, 17
Februari 2019 seperti dilansir NDTV.
Berikut ini beberapa bentuk kedekatan hubungan Arab Saudi dan Pakistan selama ini seperti dilansir Diplomat:
Pinjaman
PM
Khan mengunjungi Arab Saudi secara resmi sebulan setelah dia resmi
menjabat sebagai orang nomor satu di Pakistan, yaitu pada September
2018. Kunjungan ini sebenarnya upaya Pakistan untuk mendapatkan bantuan
finansial sehingga tidak perlu meminjam ke IMF.
Dari kunjungan
pertama ini, Pakistan mendapatkan bantuan tunai senilai US$3 miliar atau
sekitar Rp42 triliun. Pakistan juga mendapatkan penangguhan pembayaran
minyak dengan nilai yang sama. Pada 2014, Arab Saudi juga meminjamkan
Pakistan uang senilai US$1.5 miliar atau sekitar Rp21 triliun.
OKI dan Dana Hibah
Kedua
negara merupakan anggota Organisasi Kerjasama Islam. Sebelum Imran
Khan, PM Nawaz Sharif juga memiliki hubungan baik dengan pimpinan
kerajaan Arab Saudi. Pada saat Pakistan terkena bencana gempa bumi, Arab
Saudi juga memberikan bantuan senilai US$10 juta atau sekitar Rp140
miliar. Saat banjir melanda sebagian daerah Pakistan pada 2010 – 2011,
Arab Saudi juga menggelontorkan dana bantuan senilai US$170 juta atau
sekitar Rp2.4 triliun.
Militer
Pakistan memiliki hubungan militer yang dekat dengan Arab Saudi. Jenderal Raheel Sharif, yang merupakan bekas Panglima militer Pakistan,
ditunjuk sebagai komandan tertinggi pasukan Aliansi Militer Islam, yang
juga melibatkan Arab Saudi. Pada Februari 2018, Pakistan mengirimkan
pasukan untuk menjaga perbatasan Arab Saudi. PM Khan juga mendukung
perang Arab Saudi di Yaman dan mengecam musuh Houthi, yang bertempur
melawan pemerintahan dukungan Riyadhs.
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, mendapat
penghargaan tertinggi Nishan-e-Pakistan dari Presiden Pakistan, Arif
Alvi, pada Senin, 18 Februari 2019. Dia tiba di lokasi dengan menaiki
kereta kuda tradisional dan didampingi PM Imran Khan. PTI Official
CB, Islamabad – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, mendapat penghargaan tertinggi dalam kunjungannya ke Pakistan pada Senin, 18 Februari 2019.
Pada
kunjungan di hari kedua atau hari terakhir, MBS, begitu panggilan
pangeran, bertemu dengan Presiden Pakistan Arif Alvi di ibu kota
Islamabad. MBS bakal melanjutkan kunjungan ke India lalu ke Cina.
Pangeran mendapat penghargaan Nishan-e-Pakistan (Order of Pakistan) dalam sebuah upacara formal.
“Arab Saudi dan Pakistan merupakan mitra tak terpisahkan selama kurun
waktu yang panjang. Kita telah bersama selama berabad-abad.
Persahabatan kita terikat dalam agama dan kultur,” kata Alvi dalam
sambutan pada upacara pemberian penghargaan di rumah dinas Presiden
seperti dilansir News18 pada Senin, 18 Februari 2019 waktu setempat.
MBS
tiba di lokasi upacara dalam rangkaian kereta kuda tradisional ditemani
Perdana Menteri Imran Khan. Pasukan pengamanan Presiden menjaga
arak-arakan ini.
Saat tiba di lokasi rumah dinas Presiden
Pakistan, Presiden Alvi, Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi dan
Menteri Informasi Fawad Chaudhry menyambutnya.
“Meskipun ada jarak
geografis yang jauh diantara kita tapi kita tetap dekat dalam hati.
Kunjungan Perdana Menteri baru-baru ini dan kunjungan Anda menguatkan
persahabatan diantara kita,” kata Presiden Alvi.
Menanggapi
pemberian penghargaan ini, MB mengatakan,”Saya merasa terhormat bertemu
dengan Presiden Pakistan. Saya berterima kasih atas penghormatan Anda
kepada saya dengan penghargaan tertinggi Pakistan,” kata MBS, yang
merupakan putra Raja Salman bin Abdulaziz.
MBS melanjutkan
hubungan persaudaraan Arab Saudi dan Pakistan fokus pada prinsip
solidaritas Islam. “Ini model yang diadopsi oleh bangsa-bangsa lain.
Hubungan kedua negara berlangsung sejak 67 tahun silam, yang menyaksikan
pembangunan terus menerus dan saling menguntungkan diantara kedua
negara.”
MBS
juga menyebut bahwa hubungan kedua negara terbangun berdasarkan prinsip
kejujuran, saling pengertian, dan saling menghormati sejak awal kedua
negara berdiri.
Putra
Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, menerima penghargaan
tertinggi Pakistan yaitu Nishan-e-Pakistan dari Presiden Pakistan, Arif
Alvi, di Islamabad pada Senin, 18 Februari 2019.
Aljazeera melansir
penghargaan ini diberikan sehari setelah kedua negara menandatangani
kerja sama senilai sekitar US$20 miliar atau sekitar Rp282 triliun.
Kerja sama ini meliputi bidang pengolahan minyak, petrokimia, pembangkit
listrik, energi alternatif dan olah raga.
Arab Saudi terlibat
dalam proyek pembangunan pengolahan minyak di pelabuhan Gwadar
di Pakistan selatan. Saudi juga mengakuisisi pembangkit listrik milik
pemerintah dan mengerjakan sejumlah proyek penambangan di Pakistan.
Kunjungan MBS ke beberapa negara Asia termasuk Pakistan ini
dinilai bagian dari upaya memperbaiki citranya, yang tercoreng kasus
pembunuhan keji jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Hingga kini, jasad
Khashoggi belum juga ditemukan setelah tewas terbunuh di kantor
Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktber 2018.
Proses persidangan kasus ini masih berlangsung di Arab Saudi. Pembunuhan
ini melibatkan lembaga intelijen Arab Saudi yaitu Direktorat Intelijen
Umum.
ISIS bertahan di kantong terakhir mereka di Baghouz. (Foto: Fadel SENNA / AFP)
Jakarta, CB -- Sekitar 200 keluarga disebut PBB terjebak di sebuah kawasan di Suriah yang dikuasai ISIS.
Menurut Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet, pasukan ISIS
menghentikan usaha melarikan diri yang dilakukan para warga sipil.
Bachelet menyerukan agar diberikan jalan yang aman bagi keluarga-keluarga tersebut.
Pasukan
Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh Amerika sudah berada di
posisi siap mengalahkan ISIS yang masih bertahan di kantong terakhir
mereka di desa Baghouz di timur Suriah. Diperkirakan ratusan anggota
ISIS dan sekitar 2,000 warga sipil berada di bawah kepungan.
"Banyak
keluarga terancam serangan udara dan darat yang dilakukan pasukan
Koalisi pimpinan AS dan para sekutu SDF di darat," kata Bachelet
dilansir dari Reuters.
"Kami paham bahwa ISIS tampaknya mencegah sebagian, atau kalau
tidak, semuanya untuk melarikan diri. Jadi besar potensi kejahatan
perang yang dilakukan ISIS," ujar Rupert Colville selaku juru bicara
Bachelet.
Berdasar hukum internasional, SDF yang menyerang ISIS
berkewajiban untuk mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk
mencegah warga sipil bercampur dengan anggota IS.
Di barat laut
Suriah, pasukan pemerintah Suriah beserta sekutu mereka telah
mengintensifkan kampanya pemboman di Idlib dan daerah sekitar dalam
beberapa minggu terakhir. Ditambah lagi, menurut Bachelet, terjadi
serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang menewaskan warga sipil.
Pada
Senin (18/2) dua bom meledak di pusat kota Idlib yang dikuasai oleh
pemberontak. Petugas medis dan saksi mata melaporkan setidaknya 15 orang
meninggal dunia, dan melukai sejumlah lainnya.
Bachelet menyebutkan, jumlah korban tewas dari insiden bom kembar
itu berkembang menjadi 16 orang, sementara 70 orang lain luka-luka.
Di
kesempatan yang sama, Bachelet juga mengungkapkan keprihatinan atas
20,000 orang yang meloloskan diri dari berbagai kawasan yang dikuasai
ISIS belakangan ini. Mereka ditampung di kamp-kamp sementara yang masih
didominasi oleh kelompok-kelompok bersenjata Kurdi, termasuk SDF, yang
dilaporkan mencegah para pengungsi meninggalkan kamp.
"Perhatian
khusus harus diberikan pada warga sipil, dan jika memungkinkan mereka
harus diperlakukan dengan manusiawi dan diizinkan untuk meninggalkan
kamp. Tidak seharusnya mereka ditahan, kecuali bila dicurigai melakukan
kejahatan tertentu," ucap Colville.
Sejumlah amunisi dan bahan peledak berhasil disita.
CB,
KAIRO -- Pasukan keamanan Mesir membunuh 16 tersangka militan dalam dua
razia terpisah di Kota Arish di Sinai Utara. Demikian dilaporkan al-Ahram pada Selasa (20/2).
Laporan tersebut tersiar sehari setelah ledakan di Kairo tengah yang
menewaskan tiga personel polisi. "Sepuluh tersangka militan dibunuh di
distrik Obeidat di Arish dan enam lainnya dibunuh di distrik Abu Eita
kota tersebut," tulis Al Ahram.
Sejumlah pucuk senjata, amunisi dan bahan peledak yang tak diungkap jumlahnya ditemukan di Abu Eita.
Kedua
pihak terlibat dalam baku tembak. Tak disebutkan apakah ada korban di
pihak pasukan keamanan. "Jasad-jasad para militan dibawa ke rumah-rumah
sakit di kota Ismailia untuk diperiksa dan diidentifikasi," kata
sumber-sumber medis dan keamanan.
Mesir memerangi pemberontakan militan Islam sejak 2013, sebagaian besar terkonsentrasi di Sinai Utara.
Para warga Kairo, Mesir, berduka atas serangan bom bunuh diri pada Senin malam waktu setempat. Foto/REUTERS
KAIRO
- Aksi bom bunuh diri mengguncang Kairo, Mesir, Senin (18/2/2019) malam
waktu setempat. Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi memastikan
tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
“Tidak
ada WNI yang menjadi korban dari insiden tersebut," kata Dubes Helmy di
KBRI Kairo, Selasa (19/2/2019) dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com.
Aksi
bom bunuh diri terjadi di Distrik Gamaleya, Darb Al-Ahmar, Kairo, pada
Senin pukul 22.00 malam waktu setempat atau Selasa pukul 03.00 WIB.
Lokasi kejadian berada di belakang Masjid Al-Azhar, Distrik Gamaleya,
Darb Al-Ahmar, Kairo.
Pihak
aparat keamanan mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri adalah Al-Hasan
Abdullah, 37. Serangan itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan
lima orang lainnya terluka.
Tiga korban jiwa tersebut berasal
dari pihak aparat kepolisian. Dua di antaranya merupakan petugas yang
menyergap pelaku, sebelum akhirnya Al-Hassan menarik pemicu bom rakitan
yang dibawa.
Sedangkan 5 orang korban luka terdiri dari dua
aparat kepolisian dan tiga warga sipil termasuk seorang mahasiswa asal
Thailand. Semua korban sipil saat ini dirawat di Rumah Sakit Husein.
Sementara korban dari aparat keamanan dirawat di RS Kepolisian.
Sekadar
diketahui, Distrik Gamaleya Darb Al-Ahmar atau dikenal dengan Darosah
merupakan kompleks Al-Azhar yang padat penduduk. Banyak mahasiswa asing
dari berbagai negara yang sedang studi di Universitas Al-Azhar tinggal
di kawasan tersebut. Salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di
Kairo, Khan el Khalili juga berada di kawasan itu.
Heather
Nauert, calon Dubes Amerika Serikat (AS) untuk PBB pilihan Trump,
memilih menarik diri dengan alasan keluarga. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Calon Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk PBB pilihan
Presiden Donald Trump, Heather Nauert, menarik diri karena alasan
keluarga. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri
AS.
Nauert adalah juru bicara Departemen Luar Negeri AS ketika
Trump memilihnya untuk posisi itu setelah bekerja sebagai anchor bagi
Fox News Channel yang berhaluan konservatif. Penunjukkannya sebagai
Dubes AS untuk PBB menuai kritik dari Partai Demokrat karena pengalaman
diplomatiknya dinilai kurang.
"Dua bulan terakhir telah
melelahkan bagi keluarga saya dan oleh karena itu demi kepentingan
keluarga saya bahwa saya menarik nama saya dari pertimbangan," kata
Nauert yang tertuang dalam pernyataan Departemen Luar Negeri AS seperti
dilansir dari Reuters, Minggu (17/2/2019).
Pernyataan
itu tidak menjelaskan kesulitan yang dihadapi keluarganya, tetapi
Washington Post mengatakan suami dan anak-anak Nauert memilih untuk
tetap tinggal di New York ketika dia bekerja di Washington.
Seseorang
yang akrab dengan masalah ini mengatakan kepada Reuters Nauert menarik
diri dari pertimbangan karena dia memiliki seorang pengasuh anak yang
secara hukum legal di AS namun visa kerjanya tidak tepat. Nauert sendiri
tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar.
Sementara pihak Gedung Putih tidak memiliki informasi tentang siapa antrean berikutnya dalam nominasi Dubes AS untuk PBB.
Trump
telah mengumumkan pada 7 Desember ia akan mencalonkan Nauert untuk
posisi itu menggantikan Nikki Haley, yang mengundurkan diri pada akhir
2018. Haley adalah mantan gubernur Carolina Selatan yang juga memiliki
sedikit pengalaman dalam urusan diplomatik sebelum mengambil posisi duta
besar.
Gedung Putih belum secara resmi mengajukan nominasi Nauert ke Senat.
Nauert
bergabung dengan Departemen Luar Negeri sebagai juru bicara pada April
2017, tiga bulan pemerintahan Trump terbentuk. Ia kemudian ditunjuk
sebagai wakil menteri untuk diplomasi publik dan urusan publik pada awal
2018.
Peran duta besar AS untuk PBB adalah posisi internasional
yang sangat prestisius. Sementara Nauert memiliki sedikit pengalaman
diplomatik, negara-negara lain dengan hak veto di Dewan Keamanan PBB
diwakili oleh duta besar dengan pengalaman puluhan tahun bekerja dalam
kebijakan luar negeri.
"Dia
jelas tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan ini tetapi hari ini
tampaknya kualifikasi paling penting adalah Anda muncul di layar TV
Donald Trump," sindir Senator asal Partai Demokrat Chris Murphy tentang
Nauert di CNN pada bulan Desember lalu.
Duta Besar AS untuk
Jerman Richard Grenell, sebelumnya juru bicara AS di PBB terlama, adalah
di antara kemungkinan pengganti Nauert sebagai kandidat, seorang yang
akrab dengan masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.
Grenell
telah menjadi tokoh kontroversial di Jerman. Pada Juni 2018 ia
mengatakan dalam sebuah wawancara dengan outlet berita sayap kanan
Breitbart News, "Saya benar-benar ingin memberdayakan kaum konservatif
lainnya di seluruh Eropa."
Pernyataannya ini menuai kritik dari beberapa anggota parlemen Jerman sebagai tanggapan.
Para warga penentang Brexit berunjuk
rasa di luar Gedung Parlemen di Westminster, London, Inggris, 14
Februari 2019. (REUTERS/HENRY NICHOLLS)
London (CB) - Inggris kemungkinan akan menunda Brexit dan
tidak akan meninggalkan Uni Eropa pada Maret, kata mantan Presiden
Komisi Uni Eropa Jose Manuel Barroso, Selasa.
Ia menambahkan bahwa Uni Eropa kemungkinan akan menerima permintaan
perpanjangan guna menyelesaikan rincian pemisahan Inggris dari blok
tersebut.
"Menurut saya, skenario yang paling mungkin muncul adalah tidak
melakukannya (Inggris berpisah dari Uni Eropa, red) pada Maret tahun
ini. Kita perlu lebih ... persiapan," kata Barroso kepada Sky News. Ia
menjawab pertanyaan soal apakah menurut dia Brexit akan terjadi sesuai
jadwal, yaitu tanggal 29 Maret.
Barroso saat ini menjabat sebagai kepala noneksekutif di Goldman Sachs.
"Bahkan kalau sekarang ada kesepakatan positif, dari sudut pandang
praktis jelas bahwa segalanya belum siap. Jadi, saya kira hal yang perlu
dilakukan adalah melakukan perpanjangan, dan saya yakin jika Inggris
meminta perpanjangan Pasal 50, negara-negara Uni Eropa akan dengan mudah
menerimanya."
Seorang warga dengan lukisan bendera
Nikaragua di wajahnya berdemonstrasi menentang pemerintahan Presiden
Nikaragua Daniel Ortega di San Jose, Costa Rica, 20 Januari 2019.
(REUTERS/JUAN CARLOS ULATE)
Managua (CB) - Petani yang membantu memimpin aksi protes
terhadap Presiden Nikaragua Daniel Ortega tahun lalu pada Senin (18/2)
divonis 216 tahun penjara.
Hukuman itu dijatuhkan beberapa hari setelah para pemimpin bisnis
meminta pemerintah membebaskan tahanan, yang dianggap sebagai tahanan
politik.
Hakim memvonis Medardo Mairena setelah petani itu dinyatakan bersalah
pada Desember lalu terkait terorisme, pembunuhan dan kejahatan
terorganisasi. Tuduhan tersebut dibantah oleh Medardo.
Sebelum ditahan pada Juli lalu, Medardo merupakan anggota oposisi yang
berpartisipasi dalam dialog dengan pemerintah. Dialog itu pun tidak
membuahkan hasil.
Lebih dari 320 orang tewas dalam aksi protes terhadap Ortega tahun lalu,
setelah pendukung pemerintah dan polisi menembaki kerumunan massa.
Sejak saat itu, aksi turun ke jalan meruncing dan pemerintah menekan
media oposisi dan sejumlah organisasi yang dianggap mendukung aksi
protes tersebut.
Selama akhir pekan, pemerintah dan kelompok pengusaha menggelar
pertemuan guna memulai kembali pembicaraan untuk mengakhiri krisis yang
menghancurkan perekonomian negara Amerika Tengah itu.
Kelompok pengusaha meminta pembebasan lebih dari 600 orang yang mereka anggap sebagai tahanan politik.
Mairena merupakan pemimpin gerakan yang menentang proyek pembangunan
terusan yang didukung China. Terusan tersebut nantinya akan
menghubungkan laut pasifik dan Atlantik, yang menyaingi Kanal Panama.
Meski mendapat vonis tersebut, konstitusi negara tidak membolehkan warga Nikaragua dipenjara lebih dari 30 tahun.
"Ini adalah vonis yang berlebihan, konyol dan bermuatan politik," kata
pengacara Mairena, Julio Montenegro, saat konferensi pers. "Kami akan
mengajukan banding ... dan mendatangi mahkamah internasional."
Hakim Edgard Altamirano memutuskan bahwa Mairena merupakan dalang dari
tewasnya lima polisi selama protes di kotamadya selatan Nikaragua dan
penculikan dua petugas lainnya.
Sejumlah organisasi termasuk Perseriatan Bangsa-bangsa, mengkritik
"penggunaan kekuatan berlebihan" untuk mengendalikan protes dan
menyalahkan pemerintahan Ortega atas sebagian besar kematian. Mantan
gerilyawan sayap kiri tersebut mengatakan dirinya merupakan korban upaya
kudeta.
Utusan Korut untuk AS, Kim Hyok Chol, bertolak
ke Vietnam guna mendiskusikan persiapan pertemuan kedua Presiden Donald
Trump dan Kim Jong-un di Hanoi. (AFP Photo/Ed Jones)
Jakarta, CB -- Utusan Korea Utara untuk Amerika Serikat, Kim Hyok Chol, dilaporkan bertolak ke Vietnam guna mendiskusikan persiapan pertemuan kedua Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un di Hanoi pada 27-28 Februari mendatang.
Kim
Hyok Chol dilaporkan tiba di Beijing, China, Selasa (19/2) sekitar
pukul 10.00 waktu lokal dan diperkirakan akan melanjutkan penerbangan ke
Hanoi di hari yang sama.
Di Hanoi, Kim Hyok Chol akan bertemu dengan utusan AS untuk Korut,
Stephen Beigun. Awal bulan ini, keduanya bertemu di Pyongyang dan
mendiskusikan "posisi masing-masing pihak mengenai denuklirisasi" jelang
KTT kedua Trump dan Kim Jong-un nanti.
Beigun mengatakan
pembicaraannya dengan Kim Hyok Chol di Pyongyang produktif, tapi meminta
lebih banyak dialog lagi antara kedua belah pihak.
"Untuk saat ini dan seterusnya, kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan bersama Korut," ucap Beigun.
Meski begitu, dia yakin bahwa kedua negara tetap berkomitmen membuat progres signifikan terkait denuklirisasi.
Sementara
itu, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pertemuan Beigun dan Kim
Hyok Chol di Hanoi akan lebih jauh mengeksplorasi "komitmen Trump dan
Kim Jong-un terkait perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea
secara menyeluruh."
Kementerian itu juga menyebut pertemuan kedua
utusan itu diharapkan mampu mengeksplorasi penguatan relasi AS-Korut
dan membangun perdamaian abadi di Semenanjung Korea.
Selain
itu, deklarasi perdamaian yang akan mengakhiri Perang Korea 1950-1953
juga diperkirakan akan diangkat Beigun dan Kim Hyok Chol. Bulan lalu,
Beigun mengatakan Trump "siap untuk mengakhiri perang."
Tiga hari
sebelum kedatangan Kim Hyok Chol, Kepala Staf Pemimpin Korut, Kim Chang
Son, telah lebih dulu tiba di Hanoi untuk mempersiapkan masalah
protokol dan keamanan dengan pihak AS.
Sejumlah ahli berharap ada
progres nyata terkait denuklirisasi dalam perjumpaan kedua Trump dan
Kim nanti karena pada pertemuan perdana mereka di Singapura tahun lalu
dianggap gagal meraih kemajuan signifikan.
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani, menggambarkan sanksi Amerika Serikat
(AS) sebagai perang ekonomi yang sedang dilakukan terhadap Teheran. Ia
lantas menekankan bahwa perang ekonomi lebih sulit daripada perang
militer.
Hal itu diungkapkan Rouhani ketika meresmikan fase
ketiga dan terakhir dari kilang Bintang Teluk Persia yang dibangun di
kota pelabuhan Teluk Persia, Bandar Abbas. Pembangunan kilang dimulai
pada 2006 dan sekarang memiliki kapasitas 400 ribu barel per hari, yang
berjumlah sekitar 20 persen dari 2,1 juta barel kapasitas penyulingan
harian Iran.
Rouhani memuji pembangunan tersebut, mengatakan
dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa pembangunan itu datang
meskipun Amerika menjatuhkan sanksi paling keras terhadap Iran.
Pemerintahan
Trump tahun lalu menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran dengan
kekuatan dunia dan menjatuhkan sanksi terhadap Iran, dengan menargetkan
sektor minyak yang vital.
"Kami telah meresmikan proyek-proyek
nasional besar dalam situasi ini," kata Rouhani pada upacara peresmian
itu seperti dikutip dari Washington Times, Selasa (19/2/2019).
Ia
menambahkan bahwa pembangunan ini terjadi terlepas dari upaya AS,
Israel dan sekutu mereka untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Sementara
itu juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menepis laporan AS soal
mantan spesialis kontra-intelijen Angkatan Udara AS yang membelot ke
Iran meskipun ada peringatan dari FBI. Monica Elfriede Witt (39) telah
dituduh mengungkapkan informasi rahasia kepada pemerintah Teheran,
termasuk nama kode dan misi rahasia program Pentagon.
"Saya
pikir itu tidak benar, dan itu adalah propaganda media yang ditujukan
untuk Iran," kata Bahram Ghasemi tanpa menjelaskan secara spesifik.
ABU DHABI
- Industri militer Rusia seolah tak pernah berhenti berinovasi.
Teranyar, perusahaan perlengkapan militer asal Rusia, Kalashnikov Group,
berhasil menciptakan drone baru KYB. Hebatnya, seperti dilansir sputniknews.com, drone tersebut mampu melakukan serangan inti dengan menabrakkan dan meledakkan diri.
Drone
KYB ini secara resmi diperlihatkan pada pameran senjata global IDEX
2019 di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab (UEA). Ini merupakan pertama
kalinya KYB dipamerkan di luar Rusia.
Dengan demikian, kehadiran
KYB merupakan lompatan baru akan fungsi pesawat tanpa awak (unmanned
aerial vehicle/UAV) tersebut pertama kali dikembangkan Jerman selama
Perang Dunia II. Sebelumnya, drone militer diarahkan untuk misi
intelijen, pengintaian, dan pengawasan.
“Drone
ini sukses melalui berbagai uji coba dan sudah siap digunakan,” ungkap
Kalashnikov di sela-sela pameran senjata global IDEX 2019 di Abu Dhabi,
Minggu (17/2).
Dengan daya tampung hingga tiga kilogram, KYB dapat terbang selama 30 menit dan melaju dengan kecepatan 30–80 kilometer per jam.
Sejauh
ini, tidak diketahui seberapa besar nilai penjualan KYB. Namun,
Direktur Jenderal eksportir produk militer Rusia Rosoboronexport,
Alexander Mikheev, optimistis produk-produk Rusia, termasuk KYB, banyak
diburu.
Saat ini perusahaan militer Rusia lainnya, Sukhoi, juga
sedang mengembangkan pesawat tempur tanpa awak Okhotnik. Drone itu sudah
berhasil melalui uji penerbangan di Pangkalan Udara Fasilitas Asosiasi
Produksi Pesawat Novosibirsk. Meski berukuran besar, drone itu
digerakkan dengan mesin jet modern.
Okhotnik dari desainnya mirip
dengan RQ-170 milik Amerika Serikat (AS), sedangkan dari spesifikasinya
mirip dengan Tian Ying milik China. Pakar militer Rusia, Dmitry
Safonov, mengatakan drone itu akan menjadi peralatan militer yang sangat
tangguh dan efektif karena kekuatannya sama dengan sebuah jet tempur.
“Bedanya, drone itu dikendalikan dari depan komputer di pangkalan
militer,” kata Safonov, dilansir thedrive.com.
Okhotnik
tidak dilengkapi dengan ekor dan memiliki berat selama take-off sebesar
25 ton. Pesawat tempur siluman tersebut juga mampu mengudara dengan
kecepatan hingga 5.000 kilometer per jam. “Dengan kemajuan teknologi
seperti saat ini dan adanya kecerdasan buatan, drone akan menjadi
peralatan militer yang berbahaya,” kata Safonov. Menteri Pertahanan
Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa drone jarak menengah atau tempur
akan segera diluncurkan untuk mendukung operasi militer.
Rusia
sedikitnya telah meluncurkan 70 drone modern selama perang saudara di
Suriah. Drone Forpost dan Orlan-10 telah berhasil menemukan lebih dari
47.000 target dari balik awan. Namun, tidak ada satu pun drone yang
diluncurkan yang dilengkapi dengan armamen. Semuanya hanya beroperasi
sebagai mata-mata.
Drone tempur Rusia lainnya yang siap
diproduksi massal ialah Orion. Drone seberat 1.000 kilogram itu mampu
melakukan penerbangan selama 24 jam dan menyerang target dengan rudal,
juga bom seberat 25 dan 50 kilogram. Pakar militer Aleksey Leonkov
mengatakan bahwa drone Rusia mulai bangkit.
Selama periode
1990-an atau 2000-an, Rusia sempat tertinggal dari AS dan China dalam
pengembangan drone. Sebagian besar proyek UAV dan UCAV dibekukan atau
ditunda. Namun dengan keterlibatan dalam perang Suriah, Rusia mencoba
mengejar ketertinggalan dari AS dan menjaga citra sebagai negara
adidaya.
Sejauh ini, AS masih unggul. Setelah menanamkan modal
miliaran dolar AS dan uji coba ekstensif selama beberapa dekade,
pengalaman AS dalam teknologi drone sulit dikalahkan, baik dalam desain
maupun inovasi. AS telah menggunakan drone dalam berbagai konflik, dari
Irak, Yaman, hingga Somalia.
Militer AS mengoperasikan UAV dalam
skala yang amat besar. Sampai Januari 2014, rinciannya meliputi 7.362
RQ-11 Ravens; 990 AeroVironment Wasp IIIs; 1.137 AeroVironment RQ-20
Pumas; 306 RQ-16 T-Hawk; 246 Predators; MQ-1C Grey Eagles; 126 MQ-9
Reapers; 491 RQ-7 Shadow; dan 33 RQ-4 Global Hawk.
Tentara
Angkatan Udara (AU) AS juga melatih lebih banyak pilot drone ketimbang
pilot jet tempur atau bomber karena tiga kali lebih cepat. Sampai
Agustus 2013, jumlah pilot pesawat tanpa awak (remotely piloted
aircraft/RPA) mencapai 1.300 atau 8,5% dari total pilot Tentara AU AS,
naik dari 3,3% pada 2008.
China juga tidak mau kalah. Dengan
ketatnya persaingan militer, China mulai melakukan investasi
besar-besaran dalam produksi drone dan menarik banyak perusahaan, baik
badan usaha milik negara maupun swasta. Penggunaan drone juga diyakini
penting bagi China untuk mengakses wilayah udara di kawasan sengketa.
Pada
tahun lalu, China memamerkan drone generasi baru yang dianggap sebagai
UAV paling canggih. CH7 disebut lebih baik dibanding RQ-170 milik AS dan
hampir sebanding dengan RQ-180. Kepala Insinyur dan Desainer CH7, Shi
Wen, mengatakan bahwa CH7 memiliki daya penetrasi yang hebat dan daya
jelajah yang jauh.
“CH7 memiliki tempat penyimpanan senjata, mulai senjata pelontar, misil, hingga bom,” ujar Wen, dikutipi indiatimes.com.
Dengan
kecepatan tinggi dan kemampuan melakukan operasi senyap, drone itu
dapat melakukan beragam misi di tengah kondisi genting. CH7 juga dapat
mengganggu sinyal radar elektronik.
Sedikitnya
16 negara bagian Amerika Serikat (AS) telah mengajukan gugatan
menentang deklarasi darurat nasional Presiden Donald Trump.
Foto/Istimewa
WASHINGTON - Sedikitnya 16 negara bagian Amerika Serikat (AS) telah mengajukan gugatan menentang deklarasi darurat nasional Presiden Donald Trump.
Presiden Donald Trump mengumumkan darurat nasional pada akhir pekan
lalu dalam upaya mendanai pembangunan tembok di perbatasan Meksiko yang
dijanjikannya.
Kelompok
negara bagian itu dipimpin oleh Jaksa Agung California Xavier Becerra.
Mereka mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara
California.
"Kami
akan mencoba untuk menghentikan Presiden dari melanggar Konstitusi,
pemisahan kekuasaan, mencuri uang dari Amerika dan negara-negara yang
telah dialokasikan oleh Kongres, secara sah," kata Becerra seperti
disitir dari CNN, Selasa (19/2/2019).
Becerra
berpendapat bahwa negara-negara bagian telah berdiri untuk menantang
Trump karena dana yang disesuaikan dengan mereka mungkin berisiko.
"Jika
Presiden pada dasarnya mencuri uang yang telah dialokasikan untuk pergi
ke berbagai negara guna berbagai keperluan, kita dirugikan, orang-orang
kita dirugikan," ucapnya.
Jaksa agung dari Colorado,
Connecticut, Delaware, Hawaii, Illinois, Maine, Maryland, Michigan,
Minnesota, New Jersey, New Mexico, New York, Oregon dan Virginia
bergabung dengan California dalam gugatan itu.
Ini adalah
tantangan terbaru untuk menghantam pemerintahan Trump, yang telah
menghadapi serangkaian tuntutan hukum atas deklarasi darurat nasional.
Selama akhir pekan, Pusat Keanekaragaman Hayati, Jaringan Perbatasan
untuk Hak Asasi Manusia, berbaris bersama Beto O'Rourke di El Paso,
Texas, minggu lalu, dan Serikat Kebebasan Sipil Amerika mengumumkan
tuntutan hukum.
Inti dari setiap gugatan adalah argumen Trump
menghindari Kongres untuk mendanai pembangunan tembok di sepanjang
perbatasan AS-Meksiko dengan menyatakan keadaan darurat.
"Konstitusi
memberi Kongres kekuasaan pada pendanaan, dan tidak ada presiden
sebelumnya yang pernah mencoba menggunakan kekuatan darurat untuk
mendanai proyek yang dipilih - khususnya proyek domestik skala besar
yang permanen seperti ini - bertentangan dengan kemauan kongres. Ini
jelas tidak patut," ujar Dror Ladin, staf pengacara di Proyek Keamanan
Nasional ACLU.
Gelombang tuntutan hukum terhadap deklarasi
darurat nasional sudah diperkirakan sebelumnya, meskipun melawan mereka
di pengadilan sepertinya akan sulit.
Undang-undang Keadaan
Darurat Nasional memungkinkan Presiden untuk mengumumkan keadaan darurat
nasional dan membuka banyak simpanan dengan meminta otoritas hukum
tertentu. Presiden memiliki keleluasaan besar atas apa yang merupakan
keadaan darurat nasional. Akibatnya, para ahli hukum berpendapat bahwa
memperjuangkan deklarasi berdasarkan keadaan darurat itu sendiri
kemungkinan akan sulit. Pertanyaan lainnya adalah apakah undang-undang
yang digunakan Trump - yang dalam hal ini, mengharuskan penggunaan
angkatan bersenjata - dapat digunakan untuk mendanai pembangunan tembok.
Di
bawah deklarasi tersebut, pemerintah akan mengeluarkan USD2,5 miliar
dana narkotika militer dan USD3,6 miliar dalam pendanaan konstruksi
militer. Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan dia
akan mulai mempelajari proyek mana yang harus diambil dan menentukan
apakah tembok perbatasan diperlukan untuk mendukung penggunaan angkatan
bersenjata.
Bukan
hanya tuntutan hukum yang harus dihadapi pemerintah AS, tetapi juga
kemungkinan resolusi bersama yang diajukan oleh Demokrat untuk
mengakhiri deklarasi. Resolusi itu perlu disetujui oleh DPR dan kemudian
Senat, sebelum menuju ke meja Presiden.
Pada hari Minggu,
penasihat Gedung Putih Stephen Miller mengindikasikan bahwa Trump akan
memberikan veto pertama masa kepresidenannya jika anggota parlemen
mencoba untuk mengakhiri deklarasi.
Keadaan darurat nasional
dapat bertahan selama satu tahun dan kemudian berakhir, kecuali jika
Presiden memperbaharui deklarasi 90 hari sebelumnya, terang Robert
Chesney, yang bertugas di Departemen Kehakiman dan mengajar di
Universitas Texas di Sekolah Hukum Austin. Setiap enam bulan, Kongres
dapat mempertimbangkan apakah akan mengajukan resolusi bersama untuk
mengakhiri keadaan darurat.
Menurut The Brennan Center, ada 58
keadaan darurat nasional antara tahun 1978 dan 2018. Dari jumlah
tersebut, 31 masih berlaku hingga saat ini.