Ilustrasi. (Lachlan Fearnley/Wikipedia)
Jakarta, CB -- Australia berencana membangun pangkalan angkatan laut baru di Papua Nugini guna membendung pengaruh China yang semakin meluas di kawasan Pasifik.
Surat kabar The Australian
melaporkan Canberra saat ini tengah merampungkan perjanjian pembangunan
fasilitas militer bersama itu dengan Papua Nugini. Basis angkatan laut
rencananya akan dibangun di Pulau Manu.
Koran tersebut juga
melaporkan sejumlah pejabat pertahanan Australia telah mengunjungi
Pangkalan Angkatan Laut Lombrum di Pulau Manus guna meninjau potensi
pembangunan.
Lawatan itu dilakukan tak lama setelah Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill, mengunjungi Brisbane pada Juli lalu.
Tidak
membantah atau pun mengonfirmasi rencana tersebut, Perdana Menteri
Australia, Scott Morrison, hanya mengatakan "kawasan Pasifik adalah area
prioritas yang strategis bagi kepentingan keamanan nasional Australia."
"Saya
tidak akan berkomentar terhadap spekulasi terkait isu keamanan
nasional, itu akan menjadi hal yang tidak pantas," kata Morrison, Rabu
(19/9), seperti dikutip
AFP.
Selain basis militer di
Papua Nugini, tahun ini Negeri Kanguru juga berencana menegosiasikan
perjanjian keamanan dengan Vanuatu serta membangun kabel komunikasi
bawah laut bersama Pulau Solomon dan Papua Nugini.
Rencana basis militer besama itu muncul menyusul sebuah laporan yang
menyatakan bahwa China tengah mendekati Vanuatu untuk membuka pangkalan
militer di sana.
Beijing telah lama menggelontorkan miliaran
dolar bantuan dan investasi infrastruktur bagi negara-negara pulau di
Samudera Pasifik, kawasan yang dianggap penting secara strategis sebagai
gerbang maritim ke Asia.
Canberra, yang memiliki riwayat kerja
sama militer di kawasan itu dengan sekutu dekat Washington, telah lama
mengawasi perluasan pengaruh China di kawasan.
Australia juga tak jarang mengkritik praktik "diplomasi halus" China di kawasan tersebut.
Credit
cnnindonesia.com