Najib Razak akhirnya buka suara menampik
berbagai tudingan keterlibatannya dalam skandal 1MDB. Ia pun mengungkap
asal usul semua barang mewah yang disita. (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CB -- Mantan Perdana Menteri Najib Razak akhirnya buka suara menampik berbagai tudingan keterlibatannya dalam skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Meski
indikasi itu menguat setelah pemerintahan Mahathir Mohamad menyita
berbagai barang mewah dari propertinya, Najib tetap membantah. Ia pun
menjelaskan asal usul barang mewah tersebut dalam wawancara khusus
dengan Reuters.
"Saya tidak tahu apa-apa soal kapal mewah, lukisan. Saya bahkan belum pernah melihat lukisan itu sebelumnya," ujar Najib.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dana pembelian barang-barang mewah itu berasal dari 1MDB, Najib kembali menampik.
"Saya tidak tahu tentang pembelian ini. Semuanya dilakukan
tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak akan pernah mengizinkan dana 1MDB
digunakan untuk membeli barang-barang ini," ucap Najib.
Melanjutkan jawabannya, Najib berkata, "Saya sudah berada di pemerintahan sejak lama. Saya tahu mana yang benar dan salah."
Ia
kemudian malah menyalahkan jajaran 1MDB karena tidak memberi informasi
kepadanya sebagai pendiri lembaga tersebut ketika ada yang tak beres.
Sambil
bersantai mengenakan kaus dan celana pendek di rumahnya, Najib kemudian
mengeluhkan operasi penggeledahan aparat di beberapa propertinya.
Najib mengeluhkan operasi penggeledahan aparat di beberapa propertinya. (Ariffin Jamar/The Straits Times via Reuters)
|
Dalam penggeledahan itu, petugas menyita hampir tiga ratus kotak penuh
tas karya desainer kenamaan dan puluhan kantong berisi uang tunai dan
perhiasan.
Najib menganggap pengungkapan barang sitaan itu
menimbulkan persepsi buruk publik terhadap istrinya, Rosmah Mansor, dan
putrinya.
"Itu semua adalah pemberian," kata Najib yang kemudian
menjelaskan lebih lanjut bahwa semua barang mewah itu adalah kado
pernikahan.
Selain itu, menurut Najib, Daniyar Nazarbayev selaku
menantu yang juga merupakan keponakan Presiden Kazakhstan, Nursultan
Nazarbayev, juga sering memberikan hadiah tas kepada Rosmah.
"Orang
mungkin sulit memahami ini, tapi menantu saya misalnya, dia memberikan
Birkin dari sumbernya, lima hingga enam buah sekaligus," ucap Najib.
Berlian Merah MudaSelain
tas bermerek tersebut, masih banyak kepemilikan Najib yang
dipermasalahkan karena diduga dibeli menggunakan hasil pencucian uang
terkait 1MDB di berbagai belahan dunia.
Kementerian Kehakiman
Amerika Serikat (DOJ) bahkan sudah melayangkan tuntutan untuk mengklaim
sekitar US$1,7 miliar aset yang diyakini dicuri dari 1MDB.
Aset
tersebut mencakup lukisan Picasso, hunian mewah di California dan New
York, saham di perusahaan produksi Hollywood, dan kapal seharga US$265
juta.
Daftar itu juga memuat perhiasan bernilai lebih dari US$200 juta, termasuk liontin dan kalung berlian merah muda 22 karat.
Najib mengaku bahwa perhiasan itu juga ia beli untuk hadiah buat istrinya, tapi tak pernah diserahkan.
"Dan hingga hari ini, kami tidak tahu. Dia mengaku hingga saat ini barang itu tak ada padanya," kata Najib.
Relasi dengan SaudiSepanjang
wawancara, Najib terus menampik segala tuduhan, termasuk mengenai
laporan dugaan aliran dana sebesar US$681 juta dari 1MDB masuk ke
rekening pribadi Najib.
Najib kembali menegaskan bahwa uang itu berasal dari sumbangan anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi beberapa tahun silam.
"Yang
saya tahu, saya menerima sejumlah uang yang datang dari Saudi, dari
perwakilan Raja Abdullah, atas perintahnya," tutur Najib.
Dalam
kesempatan itu, Najib membeberkan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
segala transaksi yang menggunakan rekening pribadinya.
Ia mengaku sudah mendelegasikan tugas untuk mengurus akun rekening
pribadinya itu kepada Nik Faisal Ariff Kamil, direktur SRC
International, bekas anak perusahaan 1MDB.
Komisi Anti-Korupsi
Malaysia sudah merilis surat perintah penangkapan Nik Faisal, tapi
keberadaan orang itu hingga kini belum diketahui.
Meski demikian, Najib memastikan bahwa ia tidak akan kabur dari Malaysia sebelum penyelidikan terkait 1MDB ini rampung.
"Tidak, saya tidak pernah punya rencana untuk kabur karena jika saya kabur, akan ada anggapan saya bersalah," katanya.
Ia
pun menutup sesi wawancara itu dengan berkata, "Saya tidak bisa hidup
sebagai buronan seumur hidup. Saya ingin membersihkan nama saya."
Credit
cnnindonesia.com