
WASHINGTON - Angkatan
Udara (AU) Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mengirim 12 jet tempur
multiguna F-16 Fighting Falcon tambahan ke Korea Selatan (Korsel).
Tambahan 12 F-16 ini dimaksudkan untuk menghalau ancaman yang
ditimbulkan Korea Utara (Korut).
Komando AU AS yang berada di Pasifik atau PACAF menuturkan, pesawat dan sekitar 200 awak pesawat akan ditarik dari Skuadron Tempur ke 176 dari Garda Nasional Wisconsin Air. Mereka akan tiba pada awal Agustus dan akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kunsan, sekitar 180 km selatan Seoul.
"AS secara rutin mengevaluasi kesiapan, dan reposisi kekuatan yang diperlukan untuk memastikan kemampuan yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban di wilayah Indo-Asia-Pasifik," kata PACAF dalam sebuah pernyataan.
"Penyebaran ini menunjukkan komitmen AS yang terus berlanjut untuk memenuhi tanggung jawab keamanan di seluruh Pasifik Barat, dan untuk menjaga perdamaian di wilayah ini," sambungnya, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (1/8).
Pengumuman tersebut datang beberapa hari setelah kedua negara melakukan latihan bersama dengan Jepang, yang melibatkan sepasang pembom Lancer B-1B supersonik di atas Korsel. Misi tersebut dimaksudkan sebagai demonstrasi kekuatan dalam menanggapi uji coba rudal balistik Korut akhir pekan lalu.
Komando AU AS yang berada di Pasifik atau PACAF menuturkan, pesawat dan sekitar 200 awak pesawat akan ditarik dari Skuadron Tempur ke 176 dari Garda Nasional Wisconsin Air. Mereka akan tiba pada awal Agustus dan akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kunsan, sekitar 180 km selatan Seoul.
"AS secara rutin mengevaluasi kesiapan, dan reposisi kekuatan yang diperlukan untuk memastikan kemampuan yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban di wilayah Indo-Asia-Pasifik," kata PACAF dalam sebuah pernyataan.
"Penyebaran ini menunjukkan komitmen AS yang terus berlanjut untuk memenuhi tanggung jawab keamanan di seluruh Pasifik Barat, dan untuk menjaga perdamaian di wilayah ini," sambungnya, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (1/8).
Pengumuman tersebut datang beberapa hari setelah kedua negara melakukan latihan bersama dengan Jepang, yang melibatkan sepasang pembom Lancer B-1B supersonik di atas Korsel. Misi tersebut dimaksudkan sebagai demonstrasi kekuatan dalam menanggapi uji coba rudal balistik Korut akhir pekan lalu.
Credit sindonews.com

Pertempuran di Marawi, Filipina
selatan, diperkirakan akan semakin berdarah seiring dengan semakin
terdesaknya militan Maute. (Reuters/Romeo Ranoco)








Pesawat An-6 di Antartika tahun 1967. Sumber: G. Koposov/RIA Novosti
Pesawat An-24. Sumber: Sergei Preobrazhensky/TASS
Terjun payung dari An-12 selama festival penerbangan pada 1967. Sumber: A. Polikashin/RIA Novosti
Pesawat
An-22 “Antey” selama latihan pertunjukan udara untuk Parade Kemenangan
di Moskow tahun 2014. Sumber: Alexander Vilf/RIA Novosti
Kerangka pesawat Sukhoi Superjet 100 hendak diangkut dengan An-124 pada 2014. Sumber: Marina Lystseva/TASS

Menggiring
dan memasukkan domba ke pesawat An-2 di Republik Sosialis Soviet
Uzbekistan pada 1967. Sumber: E. Vilchinskiy/RIA Novosti

