Sabtu, 26 Januari 2019

Skenario yang Sama: Krisis Venezuela Disamakan dengan Suriah dan Libya


Sejumlah diplomat Venezuela menyebut skenario yang sama dengan menyamakan situasi di negara itu dengan di Suriah dan Libya. Foto/Istimewa


CARACAS - Duta Besar Venezuelauntuk Suriah, Jose Gregoria Biomorgi Muzzatiz, menyamakan kejadian yang saat ini terjadi di negaranya dengan situasi di Suriah pada 2011, menghubungkan keduanya dengan menyebut sebagai "skenario yang sama."

Ia mencatat bahwa meskipun oposisi Venezuela menggunakan istilah-istilah seperti demokrasi, namun oposisi tidak mengakui presiden yang terpilih secara sah dan telah mencalonkan kandidat tidak dikenal.


"Banyak (orang) telah meninggal selama delapan tahun terakhir di Suriah, di mana jumlah kehancurannya sangat besar dan masing-masing serta setiap keluarga telah kehilangan setidaknya satu dari orang-orang terkasihnya. Mereka ingin memaksakan skenario yang sama pada Venezuela, tetapi negara kita akan menang," Muzzatiz menegaskan seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (25/1/2019).

Ia menambahkan bahwa semua lembaga negara di Venezuela bekerja dalam mode rutin dan situasi secara keseluruhan berjalan "normal." Pihak berwenang pun menyatakan semuanya berada di bahwa kendali.

Pernyataan Muzzatiz diamini oleh Charge d'Affaires dari kedutaan besar Venezuela di Serbia. Dia Nader de El-Andari berpendapat bahwa krisis saat ini di Venezuela telah didukung oleh Amerika Serikat, dengan dukungan dari Uni Eropa, sesuai dengan model di Libya dan Suriah.

"Inilah yang terjadi di Libya dan Suriah, dan inilah yang terjadi di Venezuela. Suatu pemerintahan sedang dibuat di luar negeri, dan AS dan Uni Eropa membuat negara-negara lain mulai mengenalinya. Venezuela memiliki banyak kekayaan, dan mereka tertarik pada sumber daya alam," kata Nader de El-Andari.

Kelompok militan yang bermarkas di Lebanon, Hizbullah, pada gilirannya, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Sputnik bahwa pihaknya sangat mengutuk intervensi AS dan sama sekali menentang upaya kudeta terhadap pemerintahan Venezuela yang sah yang diprakarsai oleh Amerika Serikat.

"Hizbullah menegaskan kembali dukungannya untuk Presiden Nicolas Maduro dan pemerintah terpilihnya," bunyi pernyataan itu.

Kelompok itu menekankan bahwa keputusan oleh beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, untuk mengakui pemimpin oposisi Guaido sebagai Presiden Venezuela tidak menjadikannya sebagai kepala negara yang sah.

"Dunia memahami bahwa tujuan intervensi AS bukan untuk membela demokrasi dan kebebasan, seperti yang diklaim Washington. Tujuan sebenarnya adalah untuk merebut sumber daya negara," pernyataan itu menambahkan.

Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, menuduhnya berusaha melakukan kudeta di Caracas. Sementara Washington, pada gilirannya, mendesak dia untuk mundur.


Pada hari Rabu, setidaknya dua orang dilaporkan tewas dalam protes kekerasan terhadap Maduro, yang terjadi di tengah dukungan oposisi untuk Juan Guaido yang memproklamirkan diri sebagai Presiden.

Selain AS, Guaido diakui oleh sejumlah negara, termasuk Kanada, Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Georgia, Guatemala, Honduras, Panama, Paraguay, dan Peru.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, pada bagiannya, menekankan bahwa peristiwa baru-baru ini di Venezuela merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan menyalahkan Amerika Serikat karena ikut campur.

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, menunjukkan bahwa Iran menentang setiap campur tangan dalam urusan internal Venezuela, serta langkah-langkah ilegal dan tidak konstitusional, seperti percobaan kudeta, dan mendukung pemerintah dan rakyat Venezuela.

Credit Sindonews


https://international.sindonews.com/read/1373519/42/skenario-yang-sama-krisis-venezuela-disamakan-dengan-suriah-dan-libya-1548404037



Usai Kematian Aktor Singapura, Militer Kaji Kurangi Durasi Latihan

Aloysius Pang (Instagram/@aloypang)

Singapura - Militer Singapura akan mengurangi durasi pelatihan usai tewasnya aktor Aloysius Pang dalam pelatihan militer di Selandia Baru dalam rangka wajib militer. Pengurangan ini bertujuan memberi kesempatan bagi para komandan dan tentaranya untuk mengkaji sistem serta proses demi memfokuskan pada keselamatan. 

Seperti dilansir media Singapura, The Straits Times, Jumat (25/1/2019), Komandan Pasukan Pertahanan Singapura, Letnan Jenderal Melvyn Ong, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers pada Kamis (24/1) kemarin. Pengurangan durasi pelatihan merupakan bagian dari langkah-langkah yang diambil setelah kematian Pang.


Letnan Jenderal Ong mengatakan bahwa dirinya telah meminta seluruh divisi militer untuk mengkaji durasi pelatihan masing-masing. Dengan pengurangan durasi pelatihan, diharapkan setiap divisi militer bisa lebih fokus pada keselamatan seluruh personel, termasuk tentara nasional full-time atau NSF dan tentara nasional siap operasional (NSmen).

"Apa maksudnya ini? Ini akan berwujud langkah memperpendek durasi, intensitas, frekuensi pelatihan yang sudah ada, mengurangi beberapa hal, untuk melakukan pelatihan lebih baik dengan langkah yang lebih berkelanjutan, untuk fokus pada keselamatan. Jadi semua divisi akan mengkaji ini, memperpendek waktu pelatihan mereka dalam beberapa pekan ke depan," tegas Letnan Jenderal Ong dalam pernyataannya. 

"Pengurangan waktu pelatihan dengan menindaklanjuti timeout untuk keselamatan akan diberlakukan selama mungkin hingga kita bisa memperbaikinya. Dan kita ingin melakukannya dengan benar, kita ingin melakukannya dengan aman untuk setiap aktivitas, kita ingin melakukannya dengan benar setiap waktu," imbuhnya.


Lebih lanjut, Letnan Jenderal Ong memastikan bahwa pengurangan durasi pelatihan tidak akan mempengaruhi kesiapan operasional Angkatan Bersenjata Singapura (SAF), karena tidak melibatkan para tentara yang terlibat langsung dalam operasi dan pengerahan.

Dalam insiden yang terjadi di Selandia Baru pada 19 Januari lalu, Pang yang berusia 28 tahun bertugas sebagai teknisi persenjataan pada Batalion Artileri Singapura ke-268 dan sedang ikut pelatihan tahunan militer Singapura bernama 'Exercise Thunder Warrior' di Waiouru Training Area. 

Saat insiden terjadi, Pang ditugaskan memperbaiki sebuah gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer(SSPH). Pang bertugas bersama seorang teknisi lainnya dan seorang komandan detasemen persenjataan. Dia berada di kabin artileri howitzer, saat bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby. 


Dalam posisi tersebut, seharusnya mereka segera menghindar karena ruang gerak kabin terlalu sempit. Pang tidak berhasil menghindar dan tubuhnya terjepit antara bagian ujung gun barrel dan kabin tank militer. Pihak SAF tidak menyebut apakah ada pelanggaran prosedur keamanan dalam insiden Pang tersebut. SAF masih menyelidiki insiden ini secara menyeluruh. 

Credit detikcom



https://m.detik.com/news/internasional/d-4400442/usai-kematian-aktor-singapura-militer-kaji-kurangi-durasi-latihan




Tewas Saat Wajib Militer, Aktor Singapura Terjepit Artileri Tank

Aloysius Pang (Dok. Instagram/aloypang)

Singapura - Kematian aktor Singapura, Aloysius Pang, dalam insiden pelatihan militer di Selandia Baru memicu duka mendalam di kalangan publik Singapura. Militer Singapura pun menyampaikan kronologi insiden yang merenggut nyawa aktor berusia 28 tahun ini.

Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (25/1/2019), Panglima Militer Singapura, Mayor Jenderal Goh Si Hou, dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa Pang tewas setelah tubuhnya terjepit antara gun barrel sebuah artileri howitzer dengan kabin tank militer.

Dalam wajib militer yang diikutinya di Selandia Baru, Pang diketahui bertugas sebagai teknisi persenjataan pada Batalyon ke-268 Artileri Singapura. Insiden yang merenggut nyawanya itu terjadi saat dia ikut pelatihan tahunan militer Singapura bernama 'Exercise Thunder Warrior' di Waiouru Training Area, Selandia Baru.

Insiden ini terjadi 19 Januari lalu, saat Pang ditugaskan memperbaiki sebuah gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH). Saat Pang bersama seorang teknisi lainnya dan seorang komandan detasemen persenjataan sedang berada di dalam kabin artileri howitzer, bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby. Dalam posisi tersebut, seharusnya mereka segera menghindar karena ruang gerak kabin berkurang.

"Tampaknya dari temuan awal bahwa Aloysius tidak mampu menghindar saat gun barrel diturunkan. Dia terjepit di antara ujung gun barrel dan interior SSPH dan dia menderita luka akibat himpitan sebagai dampaknya," sebut Mayor Jenderal Goh dalam pernyataannya. 

Dua personel lainnya yang melakukan misi perbaikan bersama Pang, tidak mengalami luka-luka sedikitpun.

Diakui Mayor Jenderal Goh bahwa ketika gun barrel diturunkan, ruang gerak di dalam kabin howitzerberkurang. Namun, lanjutnya, ruang gerak itu 'biasanya cukup' bagi para operator artileri dan para teknisi untuk bekerja. Ditambahkan Komandan Combat Service Support and Command(CSSCOM), Kolonel Terry Tan, dibutuhkan waktu sekitar 9-10 detik untuk gun barrel itu diturunkan ke posisi standby. 

Saat ditanya lebih lanjut soal siapa yang menurunkan gun barrel itu dan apakah ada kesalahan dalam prosedur keselamatan, Mayor Jenderal Goh menyatakan hal ini yang akan menjadi fokus penyelidikan. Ditegaskan Mayor Jenderal Goh bahwa 'tidak pantas' untuk mengungkapkan semuanya secara detail sebelum penyelidikan selesai dilakukan.

Kolonel Tan menegaskan bahwa Pang yang berpangkat Corporal First Class ini dinilai 'memenuhi syarat dan kompeten' untuk bertugas sebagai teknis senjata. Dijelaskan Kolonel Tan bahwa Pang telah menjalani serangkaian program pelatihan komprehensif. Tidak hanya itu, Pang juga disebut telah mengikuti latihan penyegaran untuk inspeksi perlengkapan.

Akibat insiden ini, bagian paru-paru, jantung dan ginjal Pang mengalami cedera parah. Dia sempat menjalani tiga operasi di rumah sakit dan mendapat alat penyokong kehidupan, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (23/1) malam, sekitar pukul 20.45 waktu setempat.

Credit detikcom


https://m.detik.com/news/internasional/d-4400138/tewas-saat-wajib-militer-aktor-singapura-terjepit-artileri-tank




Mengenal Sosok Mayjen Cantiasa, Danjen Kopassus yang Baru



JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan rotasi terhadap sejumlah perwira tinggi (pati). Salah satu pati yang terkena mutasi ialah komandan satuan elite Angkatan Darat (AD), Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Jika sebelumnya Danjen Kopassus dijabat oleh Mayjen TNI Eko Margiyono, kini jabatan prestisius tersebut diemban oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Eko akan menempati posisi baru sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Jaya. Sementara Cantiasa sebelumnya Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Polkamnas Panglima TNI.


Kembalinya Cantiasa ke satuan elite TNI AD itu ibarat 'cinta lama bersemi kembali' (CLBK). Betapa tidak, Cantiasa memulai karier militer di korps baret merah itu usai menjadi lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1990.

Di kesatuan Infanteri Kopassus itu, Cantiasa memulai menjadi prajurit. Dari berpangkat letnan dua, penerima penghargaan Adhi Makayasa ini, sudah mejadi Dan Unit Den 81 Gultor/Kopassus.

Di Kopassus, pria asal Bali itu mengabdi hingga berpangkat kapten. Dalam rentang waktu tersebut, dirinya pernah menjabat sebagai Dan Unit Den 81 Gultor/Kopassus, Wadan Sub Tim 2 Den 81 Gultor/Kopassus, Dantim Den 81 Gultor/Kopassus dan Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha / Kopassus.

Ketika berpangkat Mayor, pria kelahiran Buleleng, 26 Juni 1967 tersebut bertugas di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus). Di sekolah awal (Kawah Candradimuka) untuk melatih pasukan para komando itu, Cantiasa pernah menjabat sebagai komandan Sekolah Staf dan Komando (Danseko Pusdikpassus) dan Dansepara Pusdikpassus.

Hingga rentang 2010, Cantiasa masih bertugas di Kopassus. Dengan berpangkat letnan kolonel (letkkol), setidaknya tiga posisi sudah dilalui. Dandenma Kopassus, Waasintel Danjen Kopassus hingga Dansat-81/Kopassus.

Pada 2012, mawar tiga melekat di pundak Cantiasa. Dengan perpangkat kolonel, dia menjabat komandan Pusdikpassus (Danpusdikpassus). Setahun berselang atau pada 2013, dia menjadi Pamen Ahli Bidang Taktik Khusus Gultor Danjen Kopassus.

Ternyata, kebersaman Cantiasa dengan Kopassus harus terhenti. Dia dimutasi menjadi Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko TNI) pada 2014. Selama rentang 2015, Cantiasa pernah menjabat Danmentar Akmil dan Danrem 163/Wirasatya.

Pada 2017, Cantiasa sudah menjadi perwira tinggi. Bintang satu di pundak, mengamahkannya mengemban jabatan Danrem 173/Praja Vira Braja. Masih di tahun yang sama, Cantiasa juga menjabat Kasdam XVII/Cenderawasih.

Saat bintangnya bertambah menjadi dua alias mayor jenderal, Cantiasa menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI pada 2018. Pada 2019 ini, dia kembali ke Kopassus dengan menyandang sebagai komandan pasukan komando.

Sebelumnya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Nomor Kep/81/I/2019, tanggal 25 Januari 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, ditetapkan mutasi jabatan terhadap 104 Pati TNI yang terdiri atas 46 Pati jajaran TNI Angkatan Darat (AD), 30 Pati jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dan 28 Pati jajaran TNI Angkatan Udara (AU).

"Termasuk dalam promosi dan mutasi jabatan ini Pangdam Jaya dan Komandan Jenderal Kopassus," ujar Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman.

Credit okezone.com



https://news.okezone.com/amp/2019/01/26/337/2009669/mengenal-sosok-mayjen-cantiasa-danjen-kopassus-yang-baru







Panglima TNI Rotasi 104 Pati, Danjen Kopassus dan Pangdam Jaya Diganti




JAKARTA – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto merotasi lebih dari 100 perwira tinggi (Pati). Rotasi ini dilakukan bertujuan memenuhi kebutuhan organisasi serta pembinaan karier demi mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang kian kompleks dan dinamis. 

Rotasi perwira tinggi itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Nomor Kep/81/I/2019, tanggal 25 Januari 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, di mana telah ditetapkan mutasi jabatan terhadap 104 Pati TNI yang terdiri atas 46 Pati jajaran TNI Angkatan Darat (AD), 30 Pati jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dan 28 Pati jajaran TNI Angkatan Udara (AU).


"Termasuk dalam promosi dan mutasi jabatan ini Pangdam Jaya dan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus,” ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019 malam.

Disebutkan bahwa Pangdam Jaya, Mayjen TNI Joni Supriyanto akan menduduki jabatan baru sebagai Kasum TNI. Joni menggantikan Laksdya TNI Didit Herdiawan yang dipercaya menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Jabatan Pangdam Jaya kini ditempati oleh Mayjen TNI Eko Margiyono yang sebelumnya menjabat Danjen Kopassus. Sedangkan posisi yang ditinggalkan Eko bakal diisi oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, yang sebelumnya mengabdi sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Polkamnas Panglima TNI.

Sebelumnya, pada 21 Desember 2018 lalu, Panglima TNI juga memutasi sebanyak 68 perwira tinggi (pati) untuk tiga matra yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Yang mengejutkan ialah salah satu pati yang dimutasi yaitu Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsdya M Syaugi.

Tak hanya Kabasarnas, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Santos Gunawan Matondang juga terkena mutasi. Santos dimutasi menjadi Wakil Komandan Jenderal Akademi TNI. Sedangkan Syaugi dimutasi dalam rangka memasuki masa pensiun.

Credit okezone.com


https://news.okezone.com/amp/2019/01/26/337/2009667/panglima-tni-rotasi-104-pati-danjen-kopassus-dan-pangdam-jaya-diganti



Jumat, 25 Januari 2019

Jejak DNA penyebaran leluhur manusia


Jejak DNA penyebaran leluhur manusia
Peta penyebaran manusia (National Geographic)



Jakarta  (CB) - Makhluk berdiri tegak telah hidup dan menyebar di bumi lebih dari sejuta tahun lalu, mulanya mereka berjalan agak bungkuk dengan rahang bawah yang besar dan tonjolan tulang alis mata yang membuat bentuk wajahnya seperti kera.

Para evolusionis abad 19 menyebut mereka merupakan nenek moyang manusia yang saat ini menguasai bumi. Hasil rekonstruksi dan perbandingan anatomi fosil tulang-belulang yang ditemukan di sejumlah lokasi di  Eropa, Asia dan Afrika dijadikan dasar dari asumsi ini.

Misalnya sebagian tempurung tengkorak, gigi dan tulang paha atas yang ditemukan Eugene Dubois di Trinil, Ngawi pada 1890 dan dinamakan Pithecanthropus Erectus.

Sisa fosil dari zaman pleistosen tengah yang usianya diperkirakan sekitar 1,5 juta tahun itu menambah koleksi fosil manusia purba hasil perburuan para paleontolog evolusionis dalam mengungkap missing link yang mengaitkan garis keluarga kera ke homo sapiens, manusia modern yang hidup sekarang ini.

Namun hampir 1,5 abad berlalu, temuan spesimen fosil dari berbagai lokasi tersebut masih juga belum mampu menjelaskan asumsi-asumsi teori evolusi Darwin tentang leluhur bersama homo sapiens dan para hominid, meskipun teori ini telah menjadi bagian penting dari bangunan biologi.

Di sisi lain, ilmu genetik kini dalam perkembangan pesat dan tampaknya justru menambah daftar pertanyaan kepada teori terdahulu tentang pohon evolusi yang menjadi diagram percabangan spesies makhluk hidup berdasarkan anatomi semata.



Uji genom

Sejak genom manusia selesai dipetakan satu dekade lalu, asal-usul dan jejak penyebaran manusia sudah bisa dilacak melalui gen.

Dengan uji DNA (Asam Deoksribo Nukleat) menggunakan kromosom Y,  seorang pria zaman kini bisa melacak kakek moyangnya dari garis ayah, demikian juga dengan uji mitokondria DNA, seorang wanita bisa mencari tahu nenek moyangnya dari garis ibu.

 Di setiap inti sel manusia terdapat 23 kromosom berpasangan yang masing-masing strukturnya berupa pilinan benang berisi informasi genetik berisi lebih dari tiga miliar huruf DNA dalam bentuk kelompok fosfat, gula dan nitrogen basa.

 Manusia diperkirakan memiliki sekitar 30-35 ribu gen pembawa sifat per selnya yang terus diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melewati ribuan tahun tanpa banyak perubahan.

Riset DNA yang dilakukan terhadap lebih dari seribu orang dari berbagai etnik menyimpulkan moyang manusia modern mengacu pada seorang laki-laki dan seorang perempuan (Adam dan Hawa) yang berasal dari satu titik di Afrika Timur, yang jika dirunut berusia hingga 100-200 ribu tahun.

Benua Afrika menjadi tempat orang-orang pembawa gen paling tua, sedangkan orang-orang di luar Afrika seperti Eropa, Asia, Amerika, termasuk penduduk asli Australia dan Papua, hanya mengarah pada usia gen setua 50-70 ribu tahun lalu.

Dari sana disimpulkan bahwa pada periode tersebut sejumlah kelompok moyang di Afrika Timur kemudian bermigrasi secara bertahap ke luar dari benua tersebut, melalui jembatan semenanjung Arabia dan menyebar ke seluruh dunia.

 Berdasarkan analisis terhadap ribuan sampel DNA yang dilakukan oleh tim pakar genetik yang dipimpin Spencer Wells, migrasi leluhur bersama (common ancestors) orang Eurasia (out of Africa) ini terbagi dalam sejumlah cabang.

Cabang pertama dalam peta penyebaran manusia, diketahui moyang dari Afrika timur itu menuju ke utara di Timur Tengah (45 ribu tahun lalu) menetap lama dan kemudian generasi-generasi berikutnya ada yang bermigrasi lagi ke Afrika Utara dan kemudian sebagian mereka ke Eropa Selatan. Proses migrasi ini terjadi bertahap dalam ribuan tahun.

Cabang lainnya ada yang menuju ke Asia Tengah 40 ribu tahun lalu, yang dari sana, keturunan berikutnya mulai merintis jalan ke utara.

Mereka ini ada yang berbelok ke barat (35 ribu tahun lalu) bercampur dengan kelompok dari Timur Tengah menjadi leluhur orang-orang Eropa, ada yang ke barat-laut menuju Rusia dan berbelok menyebar di kawasan Skandinavia.

Perintis Asia Tengah ini dalam atlas genetik kemudian menyebar ke Asia Selatan dan Indo-China lalu berbelok lagi ke utara menyebar di Asia Timur.

Cabang lainnya menuju ke utara di Siberia dan menjadi orang-orang eskimo (15 ribu tahun lalu), sebagian ada yang menyeberang sampai ke Benua Amerika, menurunkan orang-orang Indian.

Jauh sebelum itu, pada 50 ribu tahun lalu ada pula kelompok orang-orang yang keluar dari Afrika, melewati pesisir selatan Yaman menuju selatan India, lalu ke arah timur-laut (Indo-China) dan berlanjut ke Asia Timur.

Cabang dari selatan India ini ada pula yang melintasi pesisir menuju Sumatera, Jawa dan masuk ke Benua Australia dan juga daratan Papua.

Cabang lainnya yang sempat menetap di Sumatera lantas menuju utara ke arah Laut China Selatan yang dahulu sebelum zaman es mencair masih merupakan daratan, dan Kalimantan yang saat itu juga masih menjadi satu dengan Pulau Sumatera dan Jawa.

Mereka diperkirakan berlanjut ke wilayah yang sekarang merupakan Kepulauan Filipina, ada pula yang menyebar hingga ke Kepulauan Jepang.

Sebagian mereka ada pula yang berbelok ke daratan China bercampur dengan keturunan Asia Tengah serta ada yang ke utara menyeberang ke Amerika Utara menjadi orang-orang Indian.



Sangat homogen

Penyebaran homo sapiens ke berbagai belahan dunia yang alurnya bagaikan benang kusut itu berlangsung secara bertahap dalam periode puluhan ribu tahun dengan hampir tanpa perubahan variasi genetik.

Tampaknya studi genetika belum bisa mengaitkan gen homo sapiens dengan gen hominid seperti digambarkan dalam pohon evolusi, apalagi pendahulu manusia ini usia gennya mencapai sejutaan tahun sebelum manusia (homo sapiens) pertama muncul.

Hasil riset Svante Paabo dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology soal adanya gen yang diturunkan oleh neandertal (yang muncul lebih dulu sekitar 500 ribu tahun lalu dan punah 30 ribu tahun lalu), sebesar 1,8 hingga 2,6 persen pada semua manusia di luar Afrika juga masih diperdebatkan.

Sejumlah pihak seperti Andrea Manica dari Universitas Cambridge menolak pernyataan adanya kemungkinan kawin-mawin di antara kedua spesies ini dan meyakinkan bahwa hal itu bisa jadi hanya bagian dari kesamaan genetik.

Pakar genom lainnya Tony Capra yang mencermati data variasi genetik dari 20 ribu orang Afrika mengatakan, gen neandertal yang diturunkan ke homo sapiens itu tidak unik, karena ternyata juga ditemukan di gen kuno leluhur Afrika, seperti di suku Yoruba, Esan dan Mende, namun sempat hilang ketika keturunan orang-orang kuno Afrika bermigrasi ke luar benua.

Penduduk Afrika memang memiliki lebih banyak variasi genetik dari satu suku ke suku yang lain dan menjadi tempat bersembunyi alel-alel (gen dengan sifat bervariasi) yang tidak bisa ditemukan pada orang-orang di luar Afrika, sementara gen manusia yang  hidup menyebar di luar Afrika sangat homogen.    

Namun demikian, secara genetik seluruh manusia yang ada di Bumi berasal dari leluhur yang sama dan sangatlah identik, di mana variasi genetik di antara tiap individu tidak lebih besar dari 0,1 persen.

Dengan demikian tidak seharusnya ada ras yang merasa lebih tinggi dari ras lainnya, misalnya ras kaukasoid merasa lebih tinggi dari ras negroid yang justru menjadi saudara tuanya, karena semua manusia sebenarnya berada dalam satu ras homo sapiens.

Variasi genetik paling besar yang diketahui di antara manusia adalah di antara dua jenis kelamin berbeda, laki-laki dan perempuan, yakni sekitar 1-2 persen. Dengan perbedaan ini manusia bisa tetap bertahan dengan menghasilkan keturunan dan berkembang biak.





Credit  antaranews.com




TNI AL Terima Lima Heli Antikapal Selam


TNI AL Terima Lima Heli Antikapal Selam
TNI AL Terima Lima Heli Antikapal Selam. (Koran SINDO. Arif Budianto).

BANDUNG - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kemarin kembali menerima asupan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berupa lima unit heli antikapal selam (AKS) dan satu unit pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA).

Alutsista baru TNI AL itu kemarin diserahterimakan PT DI pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan selanjutnya akan digunakan untuk personel TNI AL. Penyerahan ini didasarkan atas kontrak pemesanan pada 2013 dan 2014. Total pemesanan untuk helikopter jenis AKS 11 unit dan dua unit pesawat udara CN235-220 MPA. Pesawat tersebut diserahkan bertahap sejak beberapa tahun lalu.

“Dengan demikian, kami telah menyerahkan 10 heli AKS. Sisanya satu heli akan diserahkan tahun ini dengan konfigurasi full antikapal selam,” kata Dirut PT DI Elfien Goentoro di Hangar PTDI, Kota Bandung, kemarin.


Menurut dia, PT DI selalu siap memenuhi pesanan dari dalam negeri sebagai kemandirian alutsista. Selama ini, Kemenhan dan TNI selalu menjadi pelanggan utama PTDI. Pesawat CN235-220 MPA ini dapat digunakan untuk berbagai macam misi, seperti patroli perbatasan dan zona ekonomi eksklusif (ZEE), pengawasan pencurian ikan dan pencemaran laut, pengawasan imigrasi dan perdagangan manusia, penyelundupan narkoba dan barang ilegal, serta pencarian dan penyelamatan korban bencana.

Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft memiliki beberapa keunggulan, yakni bisa lepas landas dengan jarak pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 10–11 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot, serta adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft dilengkapi juga dengan 2 consoles, 360o Search Radar yang bisa mendeteksi target kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS). Selain itu, juga sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal sehingga bisa diperoleh posisi objek yang mencurigakan.

Dilengkapi dengan IFF (Identification Friend or Foe) Interrogator dan Tactical Computer System, sistem identifikasi yang dirancang untuk mengetahui pesawat lawan atau kawan terintegrasi dalam sistem komputer guna menganalisis dan menentukan strategi operasi. Pesawat udara CN235-220 MPA dilengkapi pula dengan FLIR (Forward Looking Infra Red) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

Sementara itu, heli AKS adalah helikopter jenis Panther dengan tipe AS565 MBe. Karena platform helikopter ini merupakan hasil produk kerja sama industri antara PT DI dengan Airbus Helicopters, Prancis. Sedangkan untuk fase integrasi AKS sejak desain hingga pemasangan adalah merupakan hasil karya PT DI.

PT DI akan melakukan proses pemasangan torpedo dan sonar varian terbaru yang disesuaikan kebutuhan TNI AL. PT DI juga sudah bekerja sama dengan Rotorcraft Services Group (RSG) dan L-3 Aerospace Systems. PT DI bersama Airbus Helicopter, RSG, dan L-3 melakukan engineering collaboration dan rekayasa manufacturing untuk menghasilkan helikopter ini.

Helikopter AS565 MBe Panther Full AKS mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sonar HELRAS bisa beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam.

Menteri BUMN Rini Sumarno menyebut, industri pertahanan dalam negeri sangat butuh dukungan Kemenhan. Dukungan itu bisa dilakukan dalam bentuk order produk atau lainnya. “Industri pertahanan sangat butuh dukungan Kemenhan. Kalau kerja sama, kita bisa membangun industri pertahanan yang sangat kuat,” kata Rini.

Diketahui, beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam beberapa tahun terakhir juga menggarap produk pertahanan, seperti PT DI, PT Pindad, PT PAL, Gahana, PT INTI, dan lainnya. Sebagian besar produk pertahanan BUMN dipesan untuk kepentingan dalam negeri.

Rini mengatakan, pesanan terhadap industri pertahanan diharapkan tidak hanya dalam bentuk produk, tetapi juga perawatannya. Dia berharap perawatan peralatan tempur tidak ke luar negeri. “Saya harap perawatan juga. Karena biaya terbesar juga dari perawatan,” ujarnya.

Pembelian 11 heli AKS pada PT DI, katanya, merupakan bentuk dukungan Kemenhan terhadap industri pertahanan dalam negeri. Karena itu, kerja sama dengan Kemenhan perlu dijaga dan dipertahankan. “Saya harap industri pertahanan bisa menghasilkan produk untuk kebutuhan dalam negeri dan negara lain. Saya yakin melihat kemampuan anak muda kita, tidak kalah dengan negara maju,” katanya.

Rini juga meminta industri pertahanan terus berinovasi dan menghasilkan produk bermutu sehingga produk dalam negeri bisa terus digunakan TNI.






Credit  sindonews.com





China Simulasikan Penembakan ICBM dari Tembok Raksasa Bawah Tanah


China Simulasikan Penembakan ICBM dari Tembok Raksasa Bawah Tanah
Perangkat DF-41, salah satu rudal balistik antarbenua China. Foto/YouTube/Military Technology Zone

BEIJING - Pasukan rudal strategis dan taktis China telah berlatih menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dari tembok raksasa bawah tanah. Situs yang dirahasiakan itu dinilai para pakar menjadi benteng antinuklir.

Media yang dikelola Partai Komunis China, Global Times, melaporkan pasukan rudal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mensimulasikan serangan ICBM terhadap "musuh imajiner".

"Pelatihan bertahan hidup jangka panjang di lingkungan tertutup telah menjadi norma baru bagi tentara di Pasukan Rudal," tulis media itu, tanpa merinci lokasi tembok raksasa bawah tanah dan tanggal simulasi peluncuran ICBM, sebagaimana dikutip Sputnik, Jumat (25/1/2019).

Pada 2011, mahasiswa di Universitas Georgetown mengklaim telah memetakan jaringan terowongan sepanjang 3.000 mil di China utara tempat rudal dan hulu ledak nuklir disimpan. Jauh sebelum itu, media pemerintah; CCTV, menyampaikan berita tentang jaringan terowongan misterius dengan narasumber James R. Holmes, profesor strategi di US Naval War College.

Doktrin militer Beijing menekankan pada penggunaan senjata nuklir sebagai pembalasan untuk serangan pertama terhadap China. Menurut laporan Global Times, Beijing tidak berencana untuk menggunakan senjata nuklir kecuali jika diserang terlebih dahulu.

Komentator militer China, Song Zhongping, mengatakan kepada Global Times bahwa China menyimpan rudal strategis jarak jauh di fasilitas bawah tanah. Menurut Song, ketiga generasi ICBM China yakni DF-5, DF-31 dan DF-41 dapat menyerang target yang jaraknya lebih dari 6.000 mil dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Hui Zhang, peneliti senior di Project on Managing the Atom at Harvard University's John F. Kennedy School of Government menyatakan menyimpan dan melatih untuk menembakkan rudal dari tembok raksasa bawah tanah akan membuat Beijing memiliki kemampuan untuk melakukan serangan balik. Bentang antinuklir itu juga akan mencegah calon lawan menyerang China.

Menurut Hui dalam sebuah makalah, Pasukan Rudal PLA yang sebelumnya dikenal sebagai Artileri Kedua, telah melakukan perencanaan perang dan pelatihan dengan asumsi bahwa China akan "menyerap" serangan nuklir pertama dan menggunakan pasukannya hanya untuk membalas.

"China bahkan telah mengungkap keberadaan tembok raksasa bawah tanah, menunjukkan bahwa Beijing ingin musuh potensial mengetahui bahwa ia memiliki kemampuan serangan balas dendam yang nyata dan dapat diandalkan sehingga mencegah niat serangan pertama," tulis Hui. 




Credit  sindonews.com






Jack Ma Peringatkan Revolusi Teknologi Akan Picu Perang Dunia


Gaya CEO Alibaba, Jack Ma setibanya di Trump Tower dengan mengenakan jaket sebelum bertemu dengan Presiden Terpilih AS, Donald Trump di New York, AS, 9 Januari 2017. REUTERS
Gaya CEO Alibaba, Jack Ma setibanya di Trump Tower dengan mengenakan jaket sebelum bertemu dengan Presiden Terpilih AS, Donald Trump di New York, AS, 9 Januari 2017. REUTERS

CB, Jakarta - Pendiri sekaligus pemilik raksasa e-commerce Alibaba, Jack Ma Yun, memperingatkan dunia untuk waspada terhadap revolusi teknologi terbaru yang berisiko memicu perang dunia.
Ma mengeluarkan peringatan itu saat menghadiri KTT Davos di Swiss, seperti dikutip dari South China Morning Post, Kamis, 24 Januari 2019.

"Perang Dunia Pertama disebabkan revolusi teknologi pertama. Revolusi teknologi kedu mengakibatkan Perang Dunia Kedua. Kita sekarang di revolusi teknologi ketiga," kata Ma.
Manusia terkaya di Cina dengan kekayaan mendekati US$ 38 miliar menjelaskan, revolusi teknologi membawa dampak positif kepada manusia.Teknologi dapat menciptakan banyak lapangan kerja.
Namun bersamaan itu revolusi teknologi juga menciptakan berbagai masalah sosial.

"Ketika berada di dalam tahap awal, setiap teknologi menciptakan kekhawatiran. Khawatir, jika anda tidak mengelolanya dengan baik, maka menciptakan masalah," ujarnya.
Ma juga membela globalisasi dan perdagangan bebas. Namun ia menggarisbawahi perlunya reformasi.
Badan Perdagangan Dunia PBB, WTO, ujarnya, perlu ditingkatkan ke versi kedua. Globalisasi yang berlangsung dalam 30-40 tahun terakhir menurutnya membantuh banyak negara untuk bertumbuh khususnya Cina.
Dan sekarang, Ma berujar: "Seluruh dunia mengharapkan bentuk baru dari globalisasi."

Ma mengatakan banyak orang tidak menyukai globalisasi karena mereka merasa globalisasi meminggirkan mereka. Namun, negara-negara berkembang dan perusahaan-perusahaan kecil yang ikut dengan proses akan membantu untuk meningkatkan kehidupan mereka.
Globalisasi telah dikendalikan sekitar 60 ribu perusahaan selama 20 tahun ini. Ma memperkirakan jumlahnya akan bertambah menjadi 60 juta perusahaan termasuk UKM.
"Kebanyakan zona perdagangan bebas didisain hanya untuk perusahaan-perusahaan besar. Menurut kami harus ada zona perdagangan bebas bagi perusahaan-perusahaan kecil untuk impor dan ekspor," ujarnya.
Jack Ma mencontohkan, perdagangan bebas dengan nilai perdagangan di bawah US$ 1 juta seharusnya sepenuhnya bebas tarif.





Credit  tempo.co





Abaikan Peringatan China, 2 Kapal Perang AS Masuk Selat Taiwan


Abaikan Peringatan China, 2 Kapal Perang AS Masuk Selat Taiwan
Kapal perang Amerika Serikat, USS McCampbell. Foto/Facebook USS McCampbell (DDG-85)

TAIPEI - Dua kapal perang Amerika Serikat (AS) memasuki Selat Taiwan meskipun China telah memperingatkan agar menghindari perairan sensitif tersebut.

Armada Pasifik Amerika dan Kementerian Pertahanan Taiwan pada hari Kamis mengonfirmasi bahwa kapal USS McCampbell dan USNS Walter S. Diehl telah melintasi Selat Taiwan.

"Kapal-kapal Amerika melakukan transit rutin ke Selat Taiwan yang sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional," kata juru bicara Armada Pasifik AS Tim Gorman kepada CNN, yang dikutip Jumat (25/1/2019).

"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk membebaskan dan membuka Indo-Pasifik bagi Angkatan Laut AS untuk terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional," ujarnya.

Pelayaran kapal-kapal perang Amerika berselang dua hari setelah China mengirim pesawat jet tempur Sukhoi Su-30 dan pesawat Shaanxi Y-8 ke dekat Taiwan pada hari Selasa.

Beijing secara teratur melakukan latihan pengepungan di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

China telah memperingatkan AS untuk menghindari selat sepanjang 110 mil itu karena Beijing khawatir Washington akan memberikan dukungan militer kepada Taipei. Meskipun pulau itu telah menjadi negara yang memerintah sendiri sejak tahun 1949, China terus memandang Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang, yang perlu dikendalikan lagi termasuk dengan menggunakan kekuatan militer.

Transit dua kapal perang Amerika ke Selat Taiwan pada Kamis menandai operasi keempat Angkatan Laut AS sejak Juli 2018. Operasi serupa dilakukan pada November 2018 dengan kapal perusak USS Stockdale dan kapal USNS Pecos. Pada Oktober, kapal perusak USS Curtis Wilbur dan kapal USS Antietam juga berlayar melalui selat yang sama. 




Credit  sindonews.com





Menkeu AS: Ada Kemajuan Perundingan dengan Cina


Bendera AS dan Cina
Bendera AS dan Cina

Mata uang juga menjadi bahasan kedua negara.



CB, WASHINGTON -- Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada Kamis (24/1) bahwa dia melihat Amerika Serikat dan Cina membuat banyak kemajuan dalam perundingan perdagangan, dengan masalah mata uang juga dalam agenda.

Mnuchin, berbicara kepada wartawan setelah meberikan sambutan pada konferensi wali kota AS. Namun, tidak spesifik mengenai bidang di mana dia melihat kemajuan, tetapi mengatakan dia menantikan diskusi dengan Wakil Perdana Menteri Cina Liu He minggu depan, ketika mata uang juga akan menjadi agenda.

"Mata uang selalu menjadi bagian dari diskusi, itu ada dalam daftar, itu salah satu masalah penting, kami sudah membicarakannya setiap saat, jadi itu akan terus berada di sana," kata Mnuchin. Dia menolak berkomentar ketika ditanya tentang penguatan yuan baru-baru ini.


Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan perkembangan diskusi terkait perdagangan Amerika Serikat dengan Cina berjalan dengan baik. Ia mengaku puas dengan perkembangan pembicaraan saat ini.


"Saya puas dengan kondisi sekarang," kata dia saat merespons pertanyaan seorang jurnalis di Gedung Putih pada Rabu (23/1) waktu setempat.


Menurut Trump, Cina sangat ingin membuat kesepakatan. "Kita akan lihat nanti, yang jelas kami melakukannya dengan baik, dalam bernegosiasi dengan Cina," kata dia.


Cina telah berulang kali menyangkal keluhan tentang pelanggaran kekayaan intelektual AS. Mereka juga menolak tuduhan bahwa perusahaan asing harus transfer teknologi secara paksa.




Credit  republika.co.id







Lawan Manuver Militer China, Taiwan Luncurkan Drone Mata-mata


Lawan Manuver Militer China, Taiwan Luncurkan Drone Mata-mata
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen saat memantau latihan militer. Foto/REUTERS/Tyrone Siu

TAIPEI - Angkatan Laut Taiwan meluncurkan pesawat nirawak mata-mata jarak jauh terbarunya pada hari Kamis (24/1/2019). Langkah militer Taipei ini untuk melawan retorika dan manuver militer China yang semakin berotot.

Pesawat tak berawak atau drone mata-mata jarak jauh terbaru Taiwan ini diberi nama Rui Yuan (Sharp Hawk). Menurut para pejabat setempat, kendaraan udara pengintai tersebut dapat terbang selama 12 jam sehingga bisa diandalkan untuk membantu memantau pergerakan di selat yang disengketakan oleh Taipei dan Beijing.

"Drone sekarang menjadi bagian yang tak tergantikan dari strategi pengintaian kami," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Chen Chung-chi kepada AFP. "Mereka adalah pilihan utama kita untuk kegiatan di selat," katanya lagi.

Taiwan merupakan pulau yang memiliki memiliki mata uang, bendera, dan pemerintahan sendiri, tetapi tidak diakui sebagai negara merdeka oleh PBB. China tetap menganggap pulau itu sebagai provinsinya yang membangkang dan ingin memaksakan reunifikasi termasuk dengan menggunakan kekuatan militer.

China dan Taiwan berpisah pada tahun 1949 setelah perang saudara. Beijing mengatakan tidak akan ragu untuk menggunakan kekerasan jika Taipei secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan, atau ada intervensi eksternal, termasuk oleh Amerika Serikat yang merupakan sekutu tidak resmi paling kuat bagi pulau tersebut.

Krisis Taiwan telah memanas setelah Presiden China Xi Jinping dalam pidato Tahun Baru menggambarkan reunifikasi sebagai hal yang tak terhindarkan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, membalas dengan mengatakan bahwa rakyatnya tidak akan pernah melepaskan kebebasan demokratik mereka. Taipei telah menyelenggarakan beberapa latihan militer sejak pidato Xi Jinping untuk menekankan bahwa pulau itu siap untuk melawan setiap invasi.

Taipei telah berjuang untuk mendapatkan peralatan militer dari banyak kekuatan besar yang dikhawatirkan bisa membuat Beijing marah. Sebagai gantinya, pulau itu beralih ke pabrik lokal, terutama untuk memperoleh drone dan rudal.

"Penggunaan lebih banyak drone buatan lokal menunjukkan kemandirian pertahanan Taiwan dan membantu meningkatkan kemampuan pengintaiannya," kata Wang Kao-cheng, seorang analis militer di Universitas Tamkang, kepada AFP.

Taipei saat ini mengandalkan pesawat tempur F-16 buatan Amerika Serikat dan pesawat tempur Mirage buatan Prancis yang sudah tua untuk menanggapi manuver militer China. Beberapa analis memperingatkan armada pesawat tempur itu semakin lelah dan kekurangan suku cadang penting.

Lin Ming-chang, seorang pejabat eksekutif Angkatan Laut Taiwan, mengatakan pesawat tak berawak sangat efektif untuk pengintaian.

"Seorang pilot, ketika dia terbang, Anda harus kembali dalam dua jam, tetapi bukan pesawat tanpa awak Rui Yuan. Kita bisa tetap di udara hingga 12 jam," katanya.

"Dalam istilah operasi, baik dalam hal bahan bakar atau suku cadang mesin, drone dapat beroperasi jauh lebih lama daripada pesawat berawak," ujarnya.

Pada hari Kamis, Angkatan Laut Taiwan juga meluncurkan pesawat pengintai yang diterbangkan dengan tangan yang disebut "The Cardinal", yang diklaim dapat tetap di udara selama satu jam. 




Credit  sindonews.com






Populasi Menyusut, Jepang Rekrut Perempuan untuk Militer


Personel perempuan dari pasukan Pasukan Pertahanan Jepang (SDF) selama parade pada upacara tahunan SDF di Asaka Base di Asaka, utara Tokyo, Jepang, 14 Oktober 2018. [REUTERS / Kim Kyung-Hoon]
Personel perempuan dari pasukan Pasukan Pertahanan Jepang (SDF) selama parade pada upacara tahunan SDF di Asaka Base di Asaka, utara Tokyo, Jepang, 14 Oktober 2018. [REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

CB, Jakarta - Jepang mulai merekrut perempuan untuk mengisi jajaran militernya karena populasi yang semakin menyusut. Tugas utama mereka adalah melindungi negara dan merespon bencana alam.
Walaupun angkatan militer Jepang sebagian besar laki-laki, negara itu menginginkan lebih banyak perempuan untuk mendaftar. Saat ini, pendaftar perempuan mencapai 6 persen. Jepang sendiri memiliki target pendaftar perempuan sebanyak 9 persen pada tahun 2030.

"Banyak orang berpikir bahwa Korea Utara atau Cina adalah ancaman yang besar bagi Jepang," kata Robert Eldridge, seorang penulis dan pakar hubungan militer AS-Jepang, seperti dikutip dari CNN, 24 Januari 2019.
"Tapi, demografilah yang menimbulkan tantangan lebih besar," tambahnya.

Personel perempuan militer Jepang saat bertemu rekan mereka dari AS.[Army.mil]
Populasi Jepang diperkirakan akan turun dari 124 juta menjadi 88 juta pada 2065. Militer dihadapkan dengan kesulitan memilih calon anggota yang potensial. Sebelumnya militer Jepang, Japan Self-Defense Force (JSDF), militer terkuat ke-8 di dunia dengan 300.000 personil hanya merekrut taruna yang berusia di bawah 27 tahun. Kini Jepang membuka kesempatan untuk usia 18 hingga 32 tahun. Perkiraan ini juga membuat militer Jepang mempertimbangkan perempuan ikut menjadi anggota militer.

Akiko Hirayama, 23 tahun, merupakan anggota Japan Self-Defense Force (JSDF). Sebelumnya, Hirayama bekerja sebagai petugas keamanan di bandara. Ia tertarik menjadi anggota militer ketika banjir dahsyat merendam kota kelahirannya di Okayama, Jepang lalu melihat JSDF membantu keluarga dan teman-temannya. Dari situ, ia memutuskan untuk bergabung.Hirayama adalah 1 dari 39 anggota baru yang berbasis dari kamp pelatihan perempuan di pangkalan angkatan laut Yokosuka, Jepang. Ia bercerita hari-harinya di kamp dipenuhi dengan pelajaran dalam segala hal mulai dari seni bela diri hingga keamanan di dunia maya.

Komandan perempuan pertama di AL Jepang, Ryoko Azuma, saat pergantian upacara komando di atas kapal perang Izumo.[JMSDF/Navy Recognition]
Anggota militer perempuan lain yang merupakan mantan perawat, Moeka Yoshihara, 26 tahun, bergabung karena ingin merasakan petualangan. Yoshihara mengatakan bahwa di Jepang ada pandangan bahwa pekerjaan militer itu berbahaya dan melelahkan. Akan tetapi, ia merasakan kewajiban untuk menjaga negaranya.
"Orang tua dan teman-temanku khawatir aku bergabung (militer), tetapi siapa yang akan melindungi Jepang jika bukan kita?" kata Yoshihara dilansir dari CNN.

Awalnya perempuan Jepang diberikan tugas rumah tangga dan mengurus administrasi. Namun, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melakukan perubahan dengan berjanji untuk memberdayakan perempuan yang bekerja melalui kebijakannya yang dijuluki "womenomics" pada tahun 2013.Kebijakan ini menyebar ke bidang militer. Kementerian Pertahanan Jepang pada April 2015 mengalokasikan uangnya untuk program kesadaran gender hingga pendirian pusat penitipan anak untuk anak-anak karyawan JSDF. Dengan kebijakan itu, perempuan tidak perlu khawatir untuk bekerja di militer Jepang.





Credit  tempo.co






Sekjen PBB: Hubungan Antara AS, Rusia, dan China Disfungsional


Sekjen PBB: Hubungan Antara AS, Rusia, dan China Disfungsional
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Foto/REUTERS

DAVOS - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan dunia sedang menghadapi fragmentasi yang mengkhawatirkan. Dia juga memperingatkan hubungan antara Amerika Serikat, Rusia dan China sangat mencemaskan.

"Hubungan antara tiga kekuatan paling penting; Rusia, Amerika Serikat dan China, disfungsional (tidak pernah berfungsi) seperti sekarang ini," kata Guterres pada hari Kamis dalam Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos.

Menurut Guterres kondisi dunia sedan mengalami pergeseran dari sebelumnya didominasi oleh dua negara adidaya yang pernah terlibat Perang Dingin kini China ikut berperan. "Menciptakan situasi kacau," ujarnya.


"Kita tidak lagi hidup di dunia bipolar atau unipolar, tetapi kita belum berada di dunia multipolar," kata Guterres, yang dilansir AFP, Jumat (25/1/2019).

"Hubungan kekuatan menjadi tidak jelas," imbuh dia sembari mendesak semua negara untuk bekerja sama dan mendukung multilateralisme.

Amerika Serikat telah terkunci dalam perang dagang dengan China dan perseteruan lainnya yang telah mengguncang pasar keuangan dunia dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Sedangkan hubungan AS dengan Rusia juga memburuk yang dipicu tuduhan bahwa Moskow campur tangan politik dalam negeri Washington dan nasib perjanjian kontrol senjata nuklir era Perang Dingin yang diambang hancur.

"Disfungsi ini terbukti dalam ekonomi, tetapi itu juga di Dewan Keamanan PBB," kata Guterres yang meratapi kelumpuhan badan puncak PBB tersebut.

"Kita berada di dunia di mana tantangan global semakin terfragmentasi, dan responsnya semakin terfragmentasi," katanya.

"Jika ini tidak dibalik, ini adalah resep untuk bencana," imbuh dia. 




Credit  sindonews.com




Penulis Australia-China Ditahan Atas Tuduhan Spionase


Penulis Australia-China Ditahan Atas Tuduhan Spionase
Ilustrasi. (Istockphoto/menonsstocks)


Jakarta, CB -- Penulis dengan kewarganegaraan ganda Australia-China, Yang Hengjuin, ditahan oleh otoritas Beijing atas tuduhan melakukan spionase.

Kuasa hukum Yang, Mo Shaoping, menyatakan bahwa keluarga kliennya menerima pemberitahuan tertulis dari Biro Keamanan Negara Beijing yang mengonfirmasi penahanan penulis tersebut pada Kamis (24/1).

Dilansir CNN, Mo mengatakan ia akan mengajukan petisi untuk bertemu dengan kliennya, meski tidak yakin akan diizinkan melihat sifat dari tuduhan terhadap Yang.



Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan akan terus mencari konfirmasi terkait alasan penahanan Yang, dan berusaha mendapatkan akses kekonsuleran.


Yang merupakan seorang penulis novel sekaligus jurnalis yang sebelumnya bekerja sebagai pejabat Kementerian Luar Negeri China. Ia juga dikenal sering melontarkan kritik terhadap pemerintah China melalui akun Twitter-nya yang memiliki lebih dari 130 ribu pengikut.

Meskipun memiliki kewarganegaraan China dan Australia, ia dikabarkan lebih sering menghabiskan sebagian besar waktunya di Amerika Serikat. Dia juga merupakan lulusan dari Universitas Columbia di New York.



Menurut kesaksian seorang temannya, Watson Meng, pada 17 Januari lalu Yang pulang ke Guangzhou bersama istrinya dari New York untuk mengambil visa AS bagi putri tirinya.

Meng mengaku telah mencoba menghubungi Yang melalui media sosial sehari setelah temannya itu mendarat di China, namun tidak menerima jawaban. Beberapa hari kemudian, ia mendapat informasi dari Kementerian Keamanan bahwa Yang telah ditahan.

Pihak berwenang Beijing belum secara resmi mengonfirmasi penahanan Yang. Dalam jumpa pers reguler yang dilakukan Rabu lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan tidak mengetahui kasus ini.



Hubungan antara Australia dan China sudah membaik sejak perang dingin yang dipicu rancangan undang-undang campur tangan Canberra pada awal 2018 lalu. Pejabat Beijing menuding RUU tersebut ditargetkan untuk China.

Namun keadaan kembali memanas ketika pemerintah Australia melarang teknologi 5G, yang diproduksi oleh perusahaan teknologi China, Huawei.

Beijing juga dikabarkan sedang memburu orang-orang yang dipandang sebagai ancaman bagi pemerintah China, termasuk penulis, aktivis, buruh, sampai pengacara hak asasi manusia.

Yang sendiri pernah dikabarkan menghilang di China pada tahun 2011. Meskipun banyak yang berspekulasi ia ditahan oleh agen keamanan negara China, Yang tak pernah mengamini hal tersebut.

Selain itu, banyak yang mempertanyakan hubungan kasus ini dengan ketegangan China dengan negara-negara barat, seperti AS dan Kanada. Namun hal tersebut disangkal oleh Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne.

Mengutip Reuters, Payne mengatakan tak ada bukti yang menunjukkan bahwa penahanan Yang berkaitan dengan penangkapan dua warga Kanada di China, namun Canberra masih terus mencari konfirmasi lebih lanjut.



Credit  cnnindonesia.com




Sebagai Ketua G20, Shinzo Abe Janjikan ini di Forum Ekonomi Davos


Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 23 Januari 2019. [REUTERS / Arnd Wiegmann]
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 23 Januari 2019. [REUTERS / Arnd Wiegmann]

CB, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan ia akan berusaha untuk menggunakan kepemimpinannya di G20 untuk membangun kembali kepercayaan pada sistem perdagangan global dan mendorong konsensus tentang cara-cara untuk mengatasi perubahan iklim.
Pidatonya pada World Economic Forum di Pegunungan Alpen Swiss yang menyinggung sengketa perdagangan Cina-AS yang pahit adalah salah satu dari beberapa faktor yang mengancam pelambatan tajam dalam pertumbuhan global.

"Jepang bertekad untuk melestarikan dan berkomitmen untuk meningkatkan tatanan internasional yang bebas, terbuka, dan berdasarkan aturan," katanya kepada para delegasi G20, seperti dikutip dari Reuters, 24 Januari 2019.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 23 Januari 2019. [REUTERS / Arnd Wiegmann]



"Saya meminta Anda semua...untuk membangun kembali kepercayaan terhadap sistem perdagangan internasional. Itu harus menjadi sistem yang adil, transparan, dan efektif dalam melindungi hak kekayaan intelektual dan juga di bidang-bidang seperti e-commerce dan pengadaan pemerintah," lanjut Abe.

Abe mengatakan Jepang berharap dapat bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Eropa untuk mereformasi aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sehingga mereka mengadopsi lingkungan yang berubah dengan cepat untuk perdagangan global."Kita harus menjadikan WTO kehadiran yang lebih kredibel. Kita harus melakukan reformasi agar lebih kredibel. Jepang ingin memainkan peran utama dalam reformasi WTO," lanjut Shinzo Abe kepada delegasi G20 yang hadir di forum ekonomi Davos.




Credit  tempo.co





NATO: Rudal Rusia Menurunkan Standar Penggunaan Senjata Nuklir


NATO: Rudal Rusia Menurunkan Standar Penggunaan Senjata Nuklir
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg . Foto/REUTERS/Yves Herman |

DAVOS - NATO memperingatkan bahwa rudal baru dari Rusia tidak hanya merusak perjanjian kontrol senjata nuklir dengan AS, tapi juga menurunkan standar penggunaan senjata nuklir.

Pada bulan Oktober, Presiden Donald Trump mengumumkan AS akan keluar dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987. Alasannya, Moskow melanggar persyaratan dengan mengembangkan rudal yang bertentangan dengan perjanjian.

Peringatan dari NATO itu disampaikan pemimpinnya; Jens Stoltenberg pada Forum Ekonomi Dunia di Davos pada hari Kamis.


"Rusia melanggar perjanjian itu. Mereka telah mengembangkan dan menggunakan rudal baru yang bergerak, sulit dideteksi, memiliki waktu peringatan singkat dan karena itu mengurangi ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir apa pun," katanya.

Perjanjian INF antara AS dan Uni Soviet yang kemudian diteruskan Rusia itu mengamanatkan penghapusan rudal nuklir dan konvensional, serta peluncurnya.

Stoltenberg mengatakan NATO akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu melestarikan perjanjian INF, tetapi komandan militernya sudah melihat konsekuensi dari senjata baru Rusia dan bagaimana hal itu perlu ditentang.

"Ini benar-benar serius dan kami harus melakukan ini dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab," katanya.

Rusia telah menawarkan pada Amerika kesempatan untuk memeriksa rudal jelajah 9M729, yang disebut SSC-8 oleh NATO.

Stoltenberg mengaku melihat bukti bahwa negara-negara lain sekarang meningkatkan upaya untuk memberikan penguatan terbesar di NATO sejak akhir Perang Dingin.

"Sekutu NATO telah menambahkan USD41 miliar pengeluaran pertahanan dan tahun depan akan menjadi $ 100 miliar sehingga sekutu Eropa dan Kanada benar-benar meningkatkan," klaim saya.

Berbicara di forum tahunan pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengatakan kepada CNBC bahwa pengeluaran militer negaranya berasal dari pangkalan yang sangat rendah tetapi terus meningkat.

"Setelah penyatuan kembali (Jerman), kami semua berpikir perdamaian mendominasi dan kami semua mengurangi pasukan bersenjata kami. Angkatan Bersenjata Jerman berada di tingkat terendah absolut lima tahun lalu ketika saya mulai menjabat, "katanya.

Jerman diperkirakan akan menghabiskan sekitar 1,5 persen dari anggarannya untuk pertahanan pada tahun 2024. Von Der Leyen mengatakan angka itu akan mewakili peningkatan 80 persen dari 2014.

"Ini masalah hasil, kemampuan. Kami adalah satu-satunya negara benua yang melindungi dan meyakinkan teman-teman Baltik kami. Kami adalah kontributor pasukan terbesar kedua untuk NATO dan Afghanistan," ujarnya, seperti dikutip CNBC, Jumat (25/1/2019).





Credit  sindonews.com






Media China Klaim J-20 Lebih Hebat dari Jet Tempur Siluman F-35 AS


Media China Klaim J-20 Lebih Hebat dari Jet Tempur Siluman F-35 AS
Pesawat jet tempur J-20 China (kiri) pesaing jet tempur F-35 Amerika Serikat (AS). Foto/YouTube

BEIJING - Media China mengklaim pesawat jet tempur generasi kelima Beijing, J-20, lebih hebat dari jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS). Keunggulannya berada pada jangkauan dan muatan amunisi.

J-20 dikembangkan oleh perusahaan Aerospace Chengdu. Pesawat itu mirip dengan F-22 Lockheed Martin AS dan pesawat jet tempur Sukhoi T-50.

"Jangkauan dan muatan senjata secara luas dianggap lebih baik daripada F-35, yang memungkinkannya mencapai misi utamanya untuk mendapatkan keunggulan udara di medan perang abad 21," bunyi laporan media China, Global Times, mengutip analis pertahanan Wei Dongzu.


"Apalagi, J-20 memiliki ruang untuk perbaikan. Versi J-20 yang di-upgrade akan memiliki keunggulan luar biasa dibandingkan F-35 di masa mendatang," kata Wei. Menurut Wei J-20 telah beroperasi dengan angkatan udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sejak awal tahun lalu.

Namun, analis pertahanan Australia, Malcolm Davis, menggambarkan artikel media Beijing itu sebagai "postur". Dia percaya F-35 lebih unggul dari J-20 dalam hal teknologi siluman.

Dia mengatakan F-35 lebih baik dalam integrasi data dan memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai sumber informasi dan bertindak sebagai simpul dalam jaringan untuk berbagi informasi.

“Dalam pertarungan tradisional satu lawan satu antara F-35 dan J-20, itu sulit untuk diketahui tetapi F-35 memiliki keuntungan dalam hal sembunyi-sembunyi dan dalam kesadaran medan perang. J-20 lebih cepat dan memiliki rentang yang lebih panjang dan muatan yang besar," katanya.

Davis, yang menjadi analis senior di Australian Strategic Policy Institute, mengatakan pertanyaan itu bukan pertanyaan sederhana. “Intinya adalah saya pikir mereka terlalu dini dalam mengatakan itu lebih unggul tetapi kita tidak mampu untuk berbicara tentang hal itu," ujarnya, seperti dikutip The Australian, Rabu (23/1/2019). 




Credit  sindonews.com






Korupsi Malaysia Banyak Terungkap, Apa Kata Mahathir Mohamad?


PM Malaysia Mahathir Mohamad berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa di New York pada Jumat, 28 September 2018 waktu setempat. UN News
PM Malaysia Mahathir Mohamad berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa di New York pada Jumat, 28 September 2018 waktu setempat. UN News

CB, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan kasus korupsi semakin bermunculan ke muka publik karena para "whistleblower" tidak takut lagi melaporkan pelaku korupsi.
Ini diungkapkan Mahathir di International Anti-Corruption Academy, Laxenburg, Austria, seperti dilaporkan dari Channel News Asia, 23 Januari 2019. Menurut Mahathir pemerintahan Pakatan Harapan memberikan orang-orang yang melaporkan korupsi perlindungan lebih ketat di bawah UU perlindungan saksi dan pembocor kasus kejahatan.

"Ketika kami menanyakan Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), mereka terkejut karena jumlah kasus meningkat," katanya. Mahathir menambahkan banyak kasus yang terungkap terkait dengan pemerintahan Najib Razak.

(Kanan) Mahathir Mohamad, bekas Perdana Menteri Malaysia selama 22 tahun dan (KIri) Najib Razak, inkumbe Perdana Menteri selama 9 tahun terakhir. mahathir-mohamed.blogspot.co.id
Menurutnya, di antara upaya pemerintah yang telah dilakukan untuk memerangi korupsi adalah salah satunya mewajibkan seluruh menteri termasuk dirinya melaporkan seluruh aset ke MACC.

Mahathir mengungkapkan bahwa tahapan korupsi dilakukan dengan dua langkah, yakni "di bawah meja" dan "di atas meja". Ketika korupsi dilakukan pada tahap "di bawah meja", katanya, masih ada harapan untuk memeranginya karena orang-orang tidak menawarkan suap secara sukarela, tetapi terpaksa melakukan itu untuk mendapatkan persetujuan proyek.Sejak menang pemilu pada Mei 2018, kabinet Pakatan Harapan mulai gencar melakukan kampanye antikorupsi. Pendahulu Mahathir Mohamad, Najib Razak, menghadapi dakwaan ganda atas pencucian uang, penyuapan dan penyalahgunaan wewenang, dan praktik korupsi lain yang kebanyakan terkait dengan skandal perusahaan negara Malaysia, 1MDB.




Credit  tempo.co




Adik PM Singapura Dukung Rival Bentuk Partai Oposisi


Adik PM Singapura Dukung Rival Bentuk Partai Oposisi
Lee Hsien Yang, adik PM Singapura, Lee Hsien Loong, menyatakan dukungan terhadap rival politik saudaranya, Tan Cheng Bock, yang membentuk partai oposisi baru. (AFP Photo/Roslan Rahman)


Jakarta, CB -- Lee Hsien Yang, adik Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menyatakan dukungannya terhadap rival politik saudaranya, Tan Cheng Bock, berencana membentuk partai oposisi baru menjelang pemilihan umum.

Melalui akun Facebook-nya, Lee Hsien Yang mengucapkan selamat bagi Tan atas pembentukan partai oposisi barunya, Progress Singapore Party.

"Saya telah lama mengenal Cheng Bock sejak bertahun-tahun lalu dan dia secara konsisten menaruh kepentingan rakyat sebagai prioritas utama. Kita semua sangat beruntung karena dia berencana melangkah maju untuk melayani Singapura," kata Lee Hsien Yang pada Kamis (24/1).


"Ini merupakan hal yang baik untuk masa depan Singapura. Cheng Bock merupakan pemimpin yang pantas bagi Singapura."



Hubungan antara kedua anak pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, itu memang terkenal tak akur terutama sejak Lee Hsien Yang menuding Lee Hsien Loong menyalahgunakan warisan sang ayah.

Dikutip AFP, Tan merupakan mantan anggota partai People's Action Party (PAP) pimpinan Lee Hsien Loong yang membelot jadi oposisi.

Dia sempat memegang jabatan tinggi saat menjadi anggota PAP selama lebih dari dua dekade hingga 2006 silam.

Nama Tan semakin dikenal setelah lelaki 78 tahun itu hampir mengalahkan kandidat presiden yang didukung Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pilpres 2011 lalu.



Kembalinya Tan ke dunia politik disebut bisa meningkatkan pengaruh sekaligus mempersatukan oposisi Singapura yang selama ini terpecah.

Pemilu Singapura dijadwalkan berlangsung pada 2021. Namun, spekulasi pemilu bakal digelar lebih cepat mencuat terutama setelah Lee Hsien Loong memutuskan ingin pensiun saat usianya 70 tahun.

Dukungan dari anggota keluarga Lee dianggap mampu memperkuat citra Tan. Pada November lalu, foto Tan saat sarapan bersama Lee Hsien Yang tersebar dan menjadi viral di media sosial.

Akibat foto itu, banyak pihak berasumsi bahwa Tan dan Lee Hsien Yang tengah merencanakan langkah politik menjelang pemilu guna menantang pemerintahan berkuasa.




Credit  cnnindonesia.com




Taliban Setuju Larang Al-Qaida dan ISIS Bercokol di Afghanistan


Taliban Setuju Larang Al-Qaida dan ISIS Bercokol di Afghanistan
Kelompok Taliban setuju untuk melarangan al-Qaeda dan ISIS di Afghanistan. Foto/Istimewa

DOHA - Utusan Taliban yang bertemu dengan pejabat Amerika Serikat (AS) dilaporkan setuju untuk melarang kelompok-kelompok teror internasional hidup di Afghanistan. Ini adalah konsesi signifikan terhadap kekhawatiran Washington bahwa negara itu akan kembali menjadi surga teroris.

Pembicaraan antara AS-Taliban telah mencapai hari keempat, meningkatkan harapan bahwa sesi yang panjang akan membawa lebih banyak kemajuan.

Sumber-sumber Taliban juga mengatakan Mullah Abdul Ghani Baradar, mantan orang nomor dua kelompok gerilyawan yang baru-baru ini dibebaskan dari tahanan di Pakistan, sekarang akan bertanggung jawab langsung atas perundingan di Doha, Qatar.

Zalmay Khalilzad, utusan perdamaian Donald Trump untuk negara itu, diketahui akan mendorong perjanjian awal yang akan membuka jalan untuk membawa pemerintah Afghanistan ke dalam pembicaraan.

Para perunding AS telah mencari jaminan bahwa setelah perjanjian damai apa pun, kelompok militan seperti al-Qaeda dan kelompok Negara Islam atau ISIS tidak akan diizinkan untuk merencanakan serangan terhadap Barat.

Taliban kini telah menyetujui jaminan tersebut, Wall Street Journal melaporkan, meskipun ada kekhawatiran oleh beberapa pejabat militan bahwa para militan akan melihat langkah itu sebagai kekuatan gabungan dengan Washington melawan al-Qaeda.

Pertemuan minggu ini, yang semula dijadwalkan hanya dua hari, juga telah didominasi oleh tuntutan Taliban untuk penarikan pasukan Amerika dan seruan AS untuk gencatan senjata. Para militan secara terbuka menyerukan penarikan penuh, tetapi dipahami secara terbuka untuk penarikan bertahap. Namun Amerika menginginkan pangkalan jangka panjang di negara itu.

"Ketika pembicaraan memakan waktu lama, itu berarti diskusi itu dalam tahap sensitif dan penting, dan para pesertanya mendekati hasil positif," kata Sayed Ehsan Taheri dari Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan kepada Reuters yang disitir Telegraph, Jumat (25/1/2019).

AS telah mengatakan bahwa setiap pembicaraan perdamaian akhirnya harus "milik Afghanistan dan dipimpin Afghanistan." Tetapi kemajuan telah terhambat oleh penolakan Taliban untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan di bawah Presiden Ashraf Ghani, dan menganggapnya sebagai pemerintahan boneka AS.

“Kami masih jauh dari kesepakatan damai sepenuhnya. Ini akan menjadi jalan yang panjang,” kata Graeme Smith seorang konsultan untuk International Crisis Group.

Kekecewaan Donald Trump dengan perang terpanjang Amerika itu telah memberi dorongan pada upaya Washington untuk menemukan penyelesaian politik bagi konflik yang berlangsung selama 17 tahun.

Khalilzad telah bertemu dengan Taliban setidaknya empat kali dalam beberapa bulan terakhir, tetapi pertumpahan darah terus berlanjut. Jumlah korban yang mencakup warga sipil dan pasukan keamanan Afghanistan telah mencatat rekor. Terbaru, sebuah serangan terhadap sebuah pangkalan pelatihan intelijen di Wardak yang menewaskan sedikitnya 36, ​​dan beberapa laporan menyatakan lebih dari 100, menggarisbawahi ancaman militer Taliban.


Rahimullah Yusufzai, seorang ahli tentang Taliban, mengatakan bahwa kelanjutan pembicaraan minggu ini mewakili kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," katanya kepada AFP.

"Ini adalah upaya serius pertama. Dan ini telah berlanjut sejak Juli mereka telah sepakat untuk tidak setuju dan terus bertemu. Itulah sebabnya itu belum pernah terjadi sebelumnya," tukasnya. 





Credit  sindonews.com





Taliban-AS Bahas Mekanisme Gencatan Senjata di Afghanistan


Petugas keamanan Afghanistan memeriksa gedung yang roboh pacsaserangan yang dilakuksan Taliban dan menyebabkan lebih dari 100 orang tewas.
Petugas keamanan Afghanistan memeriksa gedung yang roboh pacsaserangan yang dilakuksan Taliban dan menyebabkan lebih dari 100 orang tewas.
Foto: EPA

Perundingan Afghanistan dan AS seharusnya hanya berlangsung selama dua hari




CB, DOHA -- Pembicaraan antara perwakilan Taliban dan utusan khusus perdamaian Amerika Serikat (AS) Zalmay Khalilzad yang berlangsung di Doha, Qatar, memasuki hari keempat pada Kamis (24/1). Kedua belah pihak membahas tentang mekanisme gencatan senjata di Afghanistan.

"Mekanisme untuk gencatan senjata dan cara-cara untuk memasuki dialog intra-Afghanistan adalah dua topik besar lainnya yang seharusnya dibahas pada hari kamis," kata seorang pemimpin Taliban.

Perundingan antara perwakilan Afghanistan dan AS seharusnya hanya berlangsung selama dua hari, yakni hingga Selasa (22/1). Menurut dua pemimpin senior Taliban, diperpanjangnya waktu perundingan karena pembicaraan membuahkan hasil positif.

Anggota Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan (AHPC) sebuah badan yang tak mewakili pemerintah namun memantau upaya perdamaian berharap perundingan di Doha menghasilkan kemajuan positif. "Ketika pembicaraan memakan waktu lama, itu berarti diskusi dalam tahap sensitif dan penting, dan para peserta semakin dekat dengan hasil positif," ujar juru bicara AHPC Sayed Ehsan Taheri.

Dia juga berharap perundingan di Doha dapat mewujudkan perundingan damai intra-Afghanistan. "Saya berharap pertemuan itu membuka jalan bagi dialog intra-Afghanistan," ujar Taheri.

Taliban diketahui masih enggan menjalin negosiasi dengan Pemerintah Afghanistan. Sebab mereka menganggap pemerintah saat ini hanya boneka. AS telah dianggap merupakan lawan mereka sebenarnya. Namun usaha untuk menyertakan Pemerintah Afghanistan dalam perundingan damai terus dilakukan.

Konflik antara Pemerintah Afghanistan dengan Taliban telah berlangsung selama lebih dari 16 tahun. Peperangan telah menyebabkan ribuan warga sipil tewas. Tahun lalu konflik telah membunuh atau melukai lebih dari 10 ribu warga sipil. 





Credit  republika.co.id





PBB Akhirnya Turun Tangan Selidiki Pembunuhan Khashoggi


Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi
Foto: Metafora Production via AP
Temuan pelapor khusus PBB akan dibawa ke Dewan Hak Asasi Manusia.




CB, JENEWA -- Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang Ekstrayuridis Agnes Callamard akan pergi ke Turki pada pekan depan. Seperti dilansir di Reuters, Kamis (24/1), kepergiannya untuk memimpin penyelidikan internasional independen terkait pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Callmard menjelaskan, kunjungannya ke Turki akan berlangsung selama sekitar sepekan, dari 28 Januari hingga 3 Februari 2019. Ia akan mengevaluasi  tingkat tanggung jawab Arab Saudi dan individu terkait pembunuhan.


"Temuan dan rekomendasi saya akan dilaporkan ke Dewan Hak Asasi Manusia di sesi Juni 2019," ujarnya dalam email balasan kepada Reuters di Jenewa.



Callamard merupakan seorang akademisi Prancis yang merupakan direktur Departemen Kebebasan Berekspresi Global Columbia di Universitas Columbia, New York. Ia memiliki mandat global untuk menginvestigasi eksekusi.
Khashoggi, seorang kolumnis di Washington Post dan kritikus Putra Mahkota Mohammed bin Salman, terbunuh pada awal Oktober 2018. Tubuhnya dipotong oleh agen-agen Saudi di konsulatnya di Istanbul. Peristiwa ini lantas memprovokasi protes internasional.

Pada Selasa (22/1), Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, sudah waktunya untuk melakukan penyelidikan internasional atas kematian Khashoggi. Ia mengatakan, dalam menghadapi kasus ini, Turki dipastikan akan bertindak dengan bijaksana. Pemerintah Turki juga berupaya memahami betapa sulitnya mendapatkan titik terang dalam kasus pembunuhan tersebut.

Menurut Cavusoglu, Presiden Turki Tayyip Erdogan juga sudah memerintahkan persiapan yang harus dilakukan. Tapi, pemerintah tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai keterlibatan ahli lain atau apakah mereka telah mencari akses ke Arab Saudi.

Juru bicara Jaksa Penuntut Umum Saudi mengatakan, sekitar 21 orang Saudi ditahan sehubungan dengan kasus ini. Sebanyak 11 di antaranya telah didakwa dan dirujuk ke pengadilan. Pada awal bulan, jaksa mengatakan, sedang mempertimbangkan hukuman mati untuk lima dari 11 tersangka yang ditahan.

Sebelumnya, Callamard juga pernah mengatakan, pembunuhan Khashoggi memiliki corak extrajudicial execution atau eksekusi dengan hukum rimba. Selain itu, pihak yang merencanakan pembunuhan mempunyai posisi cukup tinggi untuk mewakili negara.

Setidaknya ada dua ciri-ciri yang disampaikan Callamard mengenai eksekusi tersebut. Pertama, tempat kejadian perkara. Pembunuhan diketahui dilakukan di gedung konsulat yang mewakili negara Saudi. Kedua, tersangka pembunuh Khashoggi. "Orang-orang yang hadir saat penghilangan dan dugaan pembunuhan (Khashoggi) memiliki hubungan dengan pemerintahan," tuturnya.



Credit  republika.co.id







Paska Ancaman Suriah, Israel Tempatkan Iron Dome di Tel Aviv


Paska Ancaman Suriah, Israel Tempatkan Iron Dome di Tel Aviv
Media Israel, Jerusalem Times, mengatakan militer Israel telah mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Tel Aviv. Foto/Istimewa

TEL AVIV - Media Israel, Jerusalem Times, mengatakan militer Israel telah mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Tel Aviv. Pengerahan sistem ini dilakukan tidak lama setelah adanya ancaman dari Suriah untuk melakukan serangan balasan terhadap Israel.

"Israel mengerahkan sistem pertahanan rudal jarak pendek Iron Dome di wilayah metropolitan Tel Aviv pada hari ini," bunyi laporan Jerusalem Times yang menguktip pejabat IDF, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (24/1).

Pemerintah atau militer Israel sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengerahan sistem pertahanan udara Israel ke Ibu Kota negara tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari menegaskan, pihaknya sangat mampu untuk membalas serangan yang dilancarkan oleh Israel. Hal itu disampaikan al-Jaafari dalam pertemuan di Dewan Keamanan (DK) PBB.

Jaafari dalam pertemuan itu menyatakan kekesalan atas sikap diam DK PBB terhadap serangan Israel terhadap Bandara Internasional Damaskus beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, mungkin Suriah harus melakukan serangan balik terlebih dahulu, baru DK PBB akan bersuara.

"Apakah menarik perhatian pembuat perang di Dewan ini mengharuskan kami untuk menggunakan hak sah kami untuk membela diri dan menanggapi agresi Israel di Bandara Internasional Damaskus dengan merespons dengan cara yang sama di Bandara Tel Aviv?" tanya Jaafari.

Jaafari juga menuduh Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) mendukung agresi Israel dalam pelanggaran tanggung jawab mereka untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan dunia sesuai dengan hukum internasional. 






Credit  sindonews.com




Netanyahu Ancam Serangan Menghancurkan Jika Hamas Serang Israel


Netanyahu Ancam Serangan Menghancurkan Jika Hamas Serang Israel
Netanyahu memperingatkan reaksi mematikan jika kelompok-kelompok bersenjata Palestina melanjutkan tindakan bermusuhan ketika ketegangan meningkat di Gaza. Foto/Istimewa

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan reaksi "mematikan" jika kelompok-kelompok bersenjata Palestina melanjutkan tindakan bermusuhan ketika ketegangan meningkat di Gaza.

Netanyahu membuat pernyataan itu setelah berminggu-minggu situasi tenang di Jalur Gaza berakhir pada hari Selasa, ketika tentara Israel diserang di sepanjang perbatasan dalam dua insiden terpisah.

"Mungkin ada seseorang di Gaza yang berpikir dia bisa mengangkat kepalanya. Saya menyarankan agar mereka mengerti bahwa responsnya akan mematikan dan sangat menyakitkan,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

"Kami siap untuk setiap skenario dan eskalasi," sambungnya setelah menghadiri latihan militer di sebuah pangkalan di Shizafon di Israel selatan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (24/1).

Pada hari Selasa, tank-tank Israel menyerang dua posisi Hamas di Gaza dan menewaskan seorang gerilyawan, setelah seorang tentara Israel mendapat luka ringan akibat tersempet peluru, saat sejumlah orang melakukan serangan di perbatasan.

Israel dan Hamas telah berperang sebanyak tiga kali sejak 2008 dan kekhawatiran perang keempat tetap ada meskipun kekerasan telah mereda sejak November, berkat adanya gencatan senjata informal antara kedua pihak. 



Credit  sindonews.com



Eropa Tegaskan Dukung Badan PBB untuk Pengungsi Palestina


UNRWA
UNRWA
Foto: www.prc.org.uk
Uni Eropa mendukung solusi dua negara Israel-Palestina.




CB, BRUSSELS -- Uni Eropa menegaskan dukungan bagi Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Bantuan terhadap UNRWA akan terus diberikan hingga solusi pengungsi Palestina ditemukan.

"Kami sedang dan akan terus menjadi pendukung badan yang kuat, andal, dan dapat diprediksi serta kami akan berusaha guna memungkinkan UNRWA melanjutkan operasinya sampai solusi yang adil, realistis, dan disepekati untuk status akhir pengungsi Palestina tercapai," kata Uni Eropa dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Middle East Monitor, Kamis (24/1).

Uni Eropa juga mendorong komunitas internasional untuk melakukan hal yang sama. "Dukungan berkelanjutan oleh komunitas internasional untuk pekerjaan penting UNRWA tetap penting," katanya.

Uni Eropa menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara Israel-Palestina. Mereka menilai tidak ada alternatif yang kredibel untuk menyelesaikan konflik kedua negara tersebut.

"Inilah sebabnya mengapa Uni Eropa tetap berkomitmen pada parameter yang disepakati secara internasional untuk perdamaian yang adil dan permanen di Timur Tengah berdasarkan hukum internasional, resolusi PBB yang relevan, termasuk resolusi Dewan Keamanan 1860, 2334, dan perjanjian sebelumnya," kata Uni Eropa.

"Agar berhasil, rencana perdamaian apa pun harus mengakui parameter yang disepakati secara internasional ini," ujar Uni Eropa mengacu pada rencana perdamaian alternatif bagi Israel-Palestina yang sedang dipersiapkan Amerika Serikat (AS).

AS diketahui sedang menyiapkan kerangka perdamaian baru untuk Palestina dan Israel, dikenal dengan istilah "Deal of the Century". Rencananya AS akan memperkenalkan kerangka perdamaian itu pada awal 2019.

Namun, Palestina telah menyangsikan kerangka tersebut. Sebab, AS disebut tak lagi mencantumkan masalah Yerusalem dan status pengungsi Palestina di dalamnya.



Credit  republika.co.id





Putra Mahkota Saudi tawarkan dukungan penuh untuk keamanan Irak


Putra Mahkota Saudi tawarkan dukungan penuh untuk keamanan Irak
Saudi Arabia's Crown Prince Mohammed bin Salman (left) and King Salman bin Abdulaziz (right). (the Saudi Government)



Erbil (CB) - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman pada Kamis, melalui percakapan telepon dengan Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi, menawarkan bantuan dukungan secara penuh untuk keamanan berkelanjutan Irak.

Kedua negara berselisih sejak Irak melakukan invasi di Kuwait pada 1990. Percakapan tersebut merupakan indikasi terbaru dalam upaya memperbaiki hubungan tersebut, yang dimulai dengan membuka kembali kedutaan besar Arab Saudi di Baghdad pada 2016.

"Yang Mulia... menyatakan ... dukungan penuh Kerajaan Arab Saudi untuk Irak dan dukungannya untuk keamanan dam kemakmuran Irak secara permanen," menurut pernyataan kantor Perdana Menteri.

Rayuan Arab Saudi terhadap Baghdad merupakan bagian dari upaya gabungan dengan Amerika Serikat untuk menghentikan pengaruh Iran yang sedang berkembang di kawasan, sementara Irak mencari keuntungan ekonomi dari hubungan yang lebih erat dengan Riyadh.

Berdasarkan pernyataan tersebut, perdana menteri Irak menyambut perkembangan hubungan tersebut.

Pada Oktober 2017, dua bulan menjelang deklarasi kemenangan Irak atas ISIS, sejumlah negara membangun Dewan Koordinasi Bersama Irak-Saudi, guna membantu membangun kembali wilayah-wilayah yang hancur yang direbut kembali dari ISIS di Irak.



Credit  antaranews.com