Selasa, 12 Februari 2019

Tidak Tarik Pasukan dari Suriah, Iran Ancam Bombardir Pangkalan AS


Tidak Tarik Pasukan dari Suriah, Iran Ancam Bombardir Pangkalan AS
Iran menyebut pangkalan militer AS berada dalam jangkauan serangannya jika negara itu tidak menarik pasukan dari Suriah. Foto/Istimewa

 

TEHERAN - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa pangkalan militernya di berada dalam jangkauan serangannya jika negara itu menolak untuk menarik pasukannya dari Suriah. Presiden AS Donald Trump pada akhir tahun lalu berencana untuk menarik pasukannya dari Suriah karena kelompok militan ISIS telah dikalahkan.

"Semua pangkalan AS di Suriah berada dalam jangkauan senjata lintas-batas kami, dan jika ini gagal, kami akan menyerangnya dari dalam Iran," kata Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talai-Nik seperti dikutip Daily Express dari kantor berita semi resmi Tasnim, Selasa (12/2/2019).

Ancaman itu dilontarkan Talai-Nik karena Iran tidak sabar dengan kehadiran tentara AS yang terus berlanjut di sekutunya Suriah. 

Pasukan AS telah berada di dalam Suriah sejak 2015 membantu perang melawan ISIS.

Pada 19 Desember, Trump mengonfirmasi bahwa dia menarik semua tentara Amerika dari negara itu dan mereka akan meninggalkan Suriah dalam waktu 30 hari.

Pada saat itu, Trump berkata: "Kami telah menang melawan ISIS."

"Anak-anak kita, mereka semua kembali dan mereka akan kembali sekarang," ujarnya.



Namun tak lama setelah pengumuman itu dibuat batas waktu penarikan diperpanjang beberapa bulan.

Pekan lalu, Ali Akbar Velayati, seorang pembantu senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memerintahkan AS untuk memindahkan pasukannya.

"Apakah mereka mau atau tidak, Amerika harus meninggalkan Suriah," kata Velayati.

"Tidak 90 persen tanah Suriah berada di bawah kendali pemerintah dan sisanya akan segera dibebaskan oleh tentara Suriah," imbuhnya.



Saat ini ada sekitar 2.000 tentara Amerika di Suriah, termasuk pasukan khusus dan personel pelatihan. Pasukan khusus Inggris dan Prancis juga aktif di negara itu.

Pasukan Iran juga aktif di Suriah, di mana mereka mendukung rezim Bashar al-Assad.




Credit  sindonews.com