Kamis, 21 Maret 2019

Seniman Indonesia terima penghargaan di Yordania


Seniman Indonesia terima penghargaan di Yordania

Pelukis kontemporer Indonesia, Jerry Thunggaltirta, (kiri) meraih penghargaan Creative Art Work Winner atas lukisan yang ditampilkan pada acara International Art Symposium di Yordania, tanggal 11-18 Maret 2019. (KBRI Amman)




Jakarta (CB) - Pelukis kontemporer Indonesia, Jerry Thunggaltirta, meraih penghargaan Creative Art Work Winner atas lukisan yang ditampilkan pada acara International Art Symposium di Yordania, tanggal 11-18 Maret 2019.

Lukisan yang diberi judul "The Land of Peace" merupakan hasil karya Jerry yang terinspirasi dari keindahan negeri Yordania, yang kaya akan situs-situs peninggalan sejarah para nabi dan bangsa-bangsa terdahulu, seperti kompleks kota kuno Petra peninggalan bangsa Nabathean, berdasarkan keterangan dari Kedutaan Besar RI di Amman yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain Jerry, pelukis kontemporer Indonesia lainya, MS Untung turut hadir dalam simposium tersebut, dan menampilkan sejumlah karyanya, seperti lukisan bertema "The rooster always win fight, finally become fried chicken only" yang menjadi salah satu lukisan paling 'nyeleneh' dalam simposium tersebut.

"Bagi pelukis kontemporer, nilai estetis bukan lagi menjadi panduan utama dalam berkarya, melainkan bagaimana lukisan tersebut dapat mengangkat nilai-nilai atau pertanyaan-pertanyaan yang bersifat moralistik," kata Jerry.

Karya dari kedua pelukis Indonesia menjadi perhatian dalam simposium tersebut yang terlihat lebih 'maju' dibandingkan mayoritas pelukis lain yang umumnya masih beraliran modernisme.

Kedua pelukis Indonesia juga berkesempatan bertukar pengalaman dengan para pelaku seni dari berbagai negara dalam sesi workshop, sekaligus memamerkan karya-karyanya dalam dua sesi pameran yang diselenggarakan di awal dan akhir simposium.

Sejumlah tokoh seni rupa Yordania mengutarakan apresiasi dan kekagumannya terhadap karya dari kedua pelukis Indonesia yang dipandang unik dan membawa warna baru dalam perkembangan seni rupa di Timur Tengah.

Hal tersebut antara lain disampaikan pengamat seni rupa yang juga seorang arkeolog Yordania, Sharifa Nofa Bint Nasser.

International Art Symposium merupakan kegiatan internasional yang diselenggarakan Ammon Art, salah satu organisasi seni rupa terkemuka di Yordania, yang diikuti lebih dari 40 seniman profesional dan pakar seni rupa dari 12 negara, termasuk di antaranya Jepang, Rusia, Rumania, Lithuania, dan Indonesia.

"Simposium internasional diharapkan dapat menjadi forum bagi para seniman memperkaya ekspresi berseni melalui eksplorasi nilai-nilai budaya dari negara lain, khususnya Yordania," seperti dikutip dari Ketua Asosiasi Ammon Art Safaa El-Sarief dalam sesi pembukaan.

Duta Besar RI Andy Rachmianto menyampaikan bahwa KBRI Amman mendukung penuh partisipasi seniman Indonesia dalam penyelenggaraan pameran atau simposium seni di Yordania.

"Kehadiran seniman Indonesia di Yordania merupakan langkah penting dalam upaya mendorong interaksi dan saling kenal antarmasyarakat seni dan budaya di kedua negara, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan hubungan Yordania dan Indonesia di masa mendatang," ujar Andy.

"Partisipasi kedua seniman Indonesia itu diharapkan dapat mengisi penguatan hubungan bilateral RI-Yordania, khususnya menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara," lanjut dia.





Credit  antaranews.com



Banyak Perusahaan yang Incar Malaysia Airlines



Banyak Perusahaan yang Incar Malaysia Airlines
Banyak Perusahaan yang Incar Malaysia Airlines. (Reuters).


KUALA LUMPUR - Malaysia mendapat tawaran dari beberapa perusahaan lokal dan asing untuk membeli maskapai nasional Malaysia Airlines Bhd (MAB).

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan itu kemarin. Menurut dia, Malaysia masih mempelajari berbagai opsi untuk mendanai maskapai bermasalah itu.

“Ada beberapa pihak yang tertarik membeli (maskapai), jadi kami tidak menolak (kemungkinan penjualan),” papar Mahathir tanpa menyebut nama perusahaan yang berminat membeli maskapai itu.

Mahathir menjelaskan, pemerintah akan mempertimbangkan apakah mereka akan mengubah manajemen maskapai, merampingkannya atau memperluasnya. “Meski kami menggunakan manajemen asing, MAS masih mengalami kerugian. Karena itu, salah satu opsinya adalah menjual,” kata dia menyebut singkatan lama Malaysia Airlines yakni MAS.

Maskapai itu memiliki dua CEO asing yang mundur sebelum kontrak mereka berakhir sejak perusahaan itu dijadikan perusahaan privat oleh dana kekayaan Khazanah Nasional pada 2014. “Saya cinta MAS. Saya ingin MAS menjadi maskapai nasional, tapi tampaknya kami tak dapat melakukannya,” tutur Mahathir, dilansir Reuters.

Pekan lalu, Mahathir menjelaskan pemerintah mempertimbangkan apakah akan menutup, menjual atau mendanai lagi maskapai itu. Menurut dia, keputusan tentang itu akan segera dibuat. “Keputusan akan dibuat segera,” kata Mahathir saat ditanya tentang saran para pakar apakah maskapai itu akan ditutup atau dijual.

“Ini masalah sangat serius untuk menutup maskapai,” ujar Mahathir dalam konferensi pers di parlemen, kemarin.

Dia menambahkan, “Kami akan mempelajari dan menyelidiki apakah kita harus menutup atau kami jual seluruhnya atau kami harus mendanai ulang. Semua itu terbuka untuk diputuskan pemerintah.”

Malaysia Airlines berupaya mengubah operasionalnya dan kembali mencatatkan keuntungan pada 2019 saat maskapai itu memulihkan diri dari dua bencana besar pada 2014, saat penerbangan MH370 hilang dan penerbangan MH17 ditembak jatuh di atas Ukraina timur. 


Khazanah Nasional menyatakan awal bulan ini bahwa pemerintah perlu memutuskan untuk investasi ke maskapai tersebut dan tingkat dukungan untuk perusahaan itu.

Sebelumnya dilaporkan, Malaysia akan mempertimbangkan pencarian kembali pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang jika ada perusahaan yang tertarik melakukannya dengan membawa petunjuk baru yang kuat.

Penerbangan MH370 yang membawa 239 orang di kabin menjadi misteri penerbangan terbesar di dunia saat hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014. Malaysia, China, dan Australia telah menghentikan dua tahun pencarian bawah laut yang menghabiskan dana USD141,6 juta di selatan Samudera Hindia pada Januari 2017 setelah tak menemukan jejak pesawat itu.

Pencarian tiga bulan yang dipimpin perusahaan eksplorasi Amerika Serikat (AS), Ocean Infinity, berakhir serupa pada Mei tahun lalu.

“Malaysia bersiap memberi imbalan perusahaan yang mencari MH370 dengan kesepakatan tanpa hasil, tanpa bayaran, artinya pembayaran hanya akan dilakukan jika mereka menemukan pesawat itu,” papar Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke.

Pemerintah Malaysia menawari Ocean Infinity imbalan hingga USD70 juta dengan kesepakatan semacam itu pada pencarian 2018. “Jika ada petunjuk kredibel apapun atau proposal khusus, kami bersiap membahas dengan mereka proposal baru itu,” ujar Loke dalam acara di Kuala Lumpur untuk memperingati tahun kelima hilangnya MH370.

Ocean Infinity mengungkapkan minat dalam pencarian lain dengan menyebut teknologi baru yang berkembang tahun lalu. Namun perusahaan itu belum mengajukan proposal baru pada Malaysia.

“Jika mereka dapat meyakinkan kami bahwa teknologi baru dapat lebih efisien dalam pencarian, maka kami lebih ingin memulai lagi,” tutur dia.

Juru bicara Ocean Infinity tidak segera merespon permintaan komentar terkait laporan tersebut.

Lebih dari 30 serpihan yang diyakini bagian dari pesawat MH370 tersapu di sepanjang garis pantai Samudera Hindia, namun hanya tiga yang dikonfirmasi dari pesawat itu. Dua serpihan itu ditampilkan ke publik dalam acara mengenang tragedi tersebut.


Credit  sindonews.com



Pandangan bersama ASEAN tentang Indo-Pasifik diapresiasi


Pandangan bersama ASEAN tentang Indo-Pasifik diapresiasi

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menlu Retno Marsudi (keempat kanan) dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (keempat kiri) serta sejumlah delegasi peserta berfoto bersama dalam pembukaan Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik di Jakarta, Rabu (20/3/2019). Kegiatan yang diikuti 18 negara anggota Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS) tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama dan "trust building" di kawasan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)





Jakarta (CB) - Inisiatif ASEAN untuk menyusun pandangan bersama tentang Indo-Pasifik (ASEAN Outlook on Indo-Pacific) diapresiasi oleh perwakilan 18 negara yang hadir dalam Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik di Jakarta, Rabu.

Perwakilan yang hadir mencakup 10 negara anggota ASEAN serta delapan anggota mitra wicara yaitu Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan, dan AS.

"Jadi sekali lagi sentralitas ASEAN sangat dihargai dan diakui oleh negara-negara peserta dialog,” ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menyampaikan pernyataan penutup
Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik.

Outlook ASEAN tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik mengingat ASEAN berada di tengah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, dan selama ini organisasi regional tersebut telah berkontribusi besar terhadap upaya untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan kawasan.

Secara prinsip, menurut Menlu Retno, seluruh negara yang berpartisipasi dalam sesi pembahasan umum (general debate) menyepakati tiga prioritas bersama kerja sama Indo-Pasifik yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), maritim, serta infrastruktur dan konektivitas.

Dalam ASEAN sendiri konsep outlook sudah hampir selesai. Thailand yang memegang keketuaan ASEAN tahun ini sangat membantu mempercepat proses penyelesaian penyusunan konsep yang sudah dimulai sejak 2018, dengan usulan Indonesia.

"Ke depan tentunya konsep ASEAN akan dimatangkan. Sementara dengan negara-negara mitra lainnya yang dalam pertemuan tadi mengakui dan mendukung sentralitas ASEAN, maka tidak akan mengejutkan kalau konsep ini dikembangkan lebih jauh lagi di dalam mekanisme yang saat ini sudah ada di ASEAN,” ujar Retno.

Pemerintah Indonesia memandang bahwa ASEAN harus proaktif dalam menyikapi perkembangan dan perubahan strategis di kawasan serta harus selalu menjadi penggerak perubahan di kawasan, termasuk kawasan Indo-Pasifik.

Presiden RI Joko Widodo dalam konteks Pertemuan Tinggi Asia Timur pada November 2018 di Singapura memaparkan usulan konsep kerja sama Indo-Pasifik Indonesia yang didasarkan pada prinsip keterbukaan, transparan dan inklusif dengan mempromosikan dialog dan kerja sama serta persahabatan, dan menjunjung hukum internasional dalam menyelesaikan isu regional yang berkembang.

Melalui usulan konsep yang kini masih digodok oleh negara anggota ASEAN tersebut, Indonesia ingin mengajak semua negara ASEAN dan mitranya untuk bersama-sama memastikan agar Samudra Hindia dan Samudera Pasifik tidak dijadikan kawasan untuk ajang perebutan sumber daya alam, pertikaian wilayah dan supremasi maritim.




Credit antaranews.com


Rabu, 20 Maret 2019

Warga Catalonia yang dilatih oleh YPG/PKK ancam serang Spanyol


Warga Catalonia yang dilatih oleh YPG/PKK ancam serang Spanyol
Bendera Spanyol (kiri) dan Catalonia berkibar di atap Istana Generalitat, kantor pusat pemerintah wilayah Catalonia di Barcelona, Spanyol, Senin (30/10/2017). (REUTERS/Yves Herman/djo/17)




Madrid (CB) - Dua orang Catalonia yang dilatih oleh organisasi YPG/PKK di Suriah mengancam akan mengarahkan senjata mereka ke Spanyol setelah mereka kembali ke Catalonia, kata media Spanyol.

Rekaman yang disiarkan pada akhir Januari memperlihatkan seorang lelaki dan seorang perempuan yang mengancam akan menerapkan pelatihan mereka terhadap negara mereka segera setelah mereka pulang dari Suriah.

Kedua orang yang bertopeng tersebut berbicara dalam Bahasa Catalonia, dan menyatakan mereka berperang bersama kelompok yang "memperjuangkan kemerdekaan Catalonia".

Sambil membawa senjata, sepanjang rekaman video itu dan mengaku sebagai "internasionalis" --rujukan kepada Brigade Internasional yang datang ke Spanyol selama Perang Saudara Spanyol melawan diktator Francisco Franco, yang memerintah Spanyol dari 1939 sampai kematiannya pada 1975.

Pusat Intelijen Nasional Spanyol mengatakan lembaga tersebut memperlakukan ancaman itu secara serius, dan mengumumkan bahwa lembaga tersebut telah melancarkan penyelidikan untuk mengidentifikasi kedua tersangka.

Pusat Intelijen Spanyol menegaskan bahwa para tersangka adalah ancaman nyata buat Spanyol, dan mereka harus ditangkap serta diadili sepulang mereka.

Lembaga itu juga mengatakan bergabung dalam pergolakan bersenjata di luar negeri tanpa izin dari Negara Spanyol adalah pelanggaran pidana dan itu membahayakan kepentingan Spanyol, yang tidak memihak.

Lebih dari 10 warga negara Spanyol telah bergabung dengan kelompok YPG/PKK selama beberapa tahun belakangan, dua di antara mereka ditangkap pada 2015 di Madrid dan pengadilan membebaskan mereka dengan jaminan.

Dalam kegiatan terornya selama 30 tahun melawan Pemerintah Turki, PKK telah merenggut tak kurang dari 40.000 jiwa, termasuk perempuan dan anak kecil. YPG adalah cabang PKK di Suriah.



Credit  antaranews.com


Meski Mundur, Nazarbayev Tetap Dominasi Politik Kazakhstan



Nursultan Nazarbayev.[REUTERS]
Nursultan Nazarbayev.[REUTERS]

CB, Jakarta - Setelah menjabat hampir 30 tahun, Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev mengundurkan diri, namun akan tetap menjadi ketua partai berkuasa dan ketua Dewan Keamanan Nasional yang berpengaruh.
"Saya telah memutuskan untuk mengakhiri tugas saya sebagai presiden," kata Nazarbayev dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara itu pada 19 Maret, berbicara beberapa jam setelah kantor kepresidenan mengatakan ia akan membuat pengumuman penting.
"Tahun ini saya akan memegang jabatan tertinggi selama 30 tahun," kata Nazarbayev, 78 tahun, yang telah memimpin negara kaya energi sejak runtuhnya Soviet tahun 1991.

"Orang-orang memberi saya kesempatan untuk menjadi presiden pertama Kazakhstan yang merdeka," katanya, dikutip dari Radia Free Europe/Radio Liberty, 20 Maret 2019.
Nazarbayev mengindikasikan bahwa ketua majelis tinggi parlemen, Qasym-Zhomart Toqaev, akan bertindak sebagai presiden sementara untuk sisa masa jabatannya, sesuai dengan konstitusi.
Toqaev akan dilantik pada 20 Maret, dan pemilihan presiden berikutnya akan digelar pada 2020.
Meski mengundurkan diri, Nazarbayev menunjukkan bahwa dia telah memperoleh status elbasy atau pemimpin bangsa, sebuah gelar yang dianugerahkan kepadanya oleh parlemen pada 2010.
"Saya tetap menjadi ketua Dewan Keamanan, yang telah diberi wewenang serius," katanya. Dia menyatakan tetap sebagai ketua partai Nur Otan dan sebagai anggota Dewan Konstitusi Kazakhstan.

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya setelah 30 tahun memimpin negara itu. Sumber: id.wikipedia.org
Menurut pakar Nazarbayev tetap akan berpengaruh terhadap pemerintahan Kazakhstan meski tidak menjabat sebagai presiden.
"Saya pikir kita berada di tengah-tengah transisi yang mungkin akan memakan waktu satu tahun atau lebih," kata Paul Goble, seorang analis Rusia dan pasca-Soviet.

Erica Marat, seorang profesor di Washington National Defense University yakin, kehadiran Nazarbayev akan terasa di Kazakhstan selama beberapa waktu.


"Dia akan tetap menjadi tokoh politik sentral sampai akhir masa hidupnya. Pemujaannya kemungkinan akan hidup selama beberapa dekade," tutur Marat.
Sebagai ketum partai Nur Otan, Nazarbayev kemungkinan akan memilih kandidat partai itu untuk pemilihan presiden tahun depan.
Sementara posisi Nursultan Nazarbayev sebagai kepala Dewan Keamanan, yang ia sebut dalam pidato pengunduran dirinya memiliki kewenangan penting, akan memungkinkannya untuk mengendalikan kebijakan luar negeri Kazakhstan.



Credit  tempo.co




Perdamaian Timur Tengah, Kushner Usulkan Yordania-Saudi Tukar Guling


Perdamaian Timur Tengah, Kushner Usulkan Yordania-Saudi Tukar Guling
Penasihat Gedung Putih Jared Kushner. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Penasihat Gedung Putih Jared Khusner menyusun proposal perdamaian Timur Tengahnya yang akan meminta Yordania menyerahkan sebagian tanahnya ke wilayah Palestina dengan imbalan tanah dari Arab Saudi.

Idenya itu adalah bagian dari rencana yang lebih luas yang akan mengikat negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, dan Uni Emirat Arab bukan hanya Israel dan Palestina.

Menurut sebuah buku baru yang dirilis Selasa, Kushner, Inc.: Greed. Ambition. Corruption. The Extraordinary Story of Jared Kushner and Ivanka Trump, konsep Kushner menyerukan Yordania untuk melepaskan tanahnya dan sebagai imbalannya, Yordania akan mendapatkan tanah dari Arab Saudi, dan negara itu akan mendapatkan kembali dua pulau Laut Merah yang diberikan Mesir untuk dikelola pada tahun 1950.

"Apa yang diinginkan Kushner adalah agar Saudi dan Emirat menyediakan bantuan ekonomi kepada Palestina," tulis penulis buku tersebut Vicky Ward.

“Ada rencana untuk pipa minyak dari Arab Saudi ke Gaza, di mana kilang dan terminal pengiriman dapat dibangun. Keuntungannya akan menciptakan pabrik desalinasi, di mana warga Palestina bisa mendapatkan pekerjaan, mengatasi tingginya tingkat pengangguran," terangnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Rabu (20/3/2019).

Kushner mengatakan pada bulan Februari Gedung Putih siap untuk mengungkap rencana perdamaian setelah pemilu Israel pada bulan April. Saat berada di Warsawa, Kushner mengatakan rencana itu akan berdampak pada seluruh kawasan Timur Tengah dan benar-benar akan membangun perbatasan serta menyelesaikan masalah status akhir, menurut Sky News Arabia.

Menurut buku itu, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan Israel selama kampanye presiden 2016 lalu. Selama hari-hari awal pemerintahan Trump ia mengkangkangi Menteri Luar Negeri Rex Tillerson ketika ia memberi tahu diplomat top negara itu bahwa ia bertanggung jawab atas upaya rencana perdamaian Timur Tengah.

"Kushner mengambil Timur Tengah dari portofolio Tillerson," kata Ward.

"Aku ingin Israel, begitulah menurutnya, menurut mantan ajudan Tillerson. Tillerson, pria yang jujur, mencoba bekerja dengan Kushner karena dia pikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," sambung Ward. 


Kushner, yang adalah orang Yahudi, menikah dengan putri Presiden Trump, Ivanka Trump.




Credit  sindonews.com




Pembacaan Surat Al-Baqarah Buka Sidang Parlemen Selandia Baru


Pembacaan Surat Al-Baqarah Buka Sidang Parlemen Selandia Baru
Imam Nizam ul haq Thanvi membacakan Surat Al-Baqarah pada pembukaan sidang parlemen Selandia Baru. Foto/Istimewa

WELLINGTON - Parlemen Selandia Baru berduka atas pembantaian di Masjid Christchurch. Untuk menunjukkan rasa duka itu, sidang parlemen dibuka dengan pembacaan doa secara Islam untuk para korban.

Dalam sidang parlemen yang terjadi pada Selasa kemarin, Ketua Parlemen Trevor Mallard memimpin delegasi multi-agama ke ruangan itu, dengan Imam Nizam ul haq Thanvi, membacakan doa dalam bahasa Arab, diikuti oleh versi bahasa Inggris oleh Imam Tahir Nawaz.

Kemudian dilanjutkan dengan doa Te Reo Maori.

Para politisi berdiri dan tampak diam ketika doa dari Imam Nizam ul haq Thanvi bergema di dalam ruangan parlemen. Dalam kesempatan itu, Imam Nizam ul haq Thanvi membacakan Surat Al-Baqarah ayat 153-156.

Para politisi dari kedua sisi DPR juga terlihat bersatu dalam memberikan penghormatan kepada para korban yang tewas dalam serangan mengerikan itu.

"Saya telah meminta sekelompok pemimpin agama untuk datang ke Parlemen dengan saya sebagai tanda persatuan dan kebersamaan. Jadi, periode doa kita hari ini akan sedikit diperpanjang," ujar Ketua DPR Trevor Mallard seperti dikutip dari tvnz.co.nz, Rabu (20/3/2019).

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memberikan pernyataan belasungkawa pertama. Ia membuka pidatonya dengan mengucapkan Assalamualaikum.

"Mereka adalah orang Selandia Baru, mereka adalah kami. Karena mereka adalah kami, kami berduka cita untuk mereka," katanya.

"Kami tidak bisa mengetahui kesedihanmu, tetapi kami bisa berjalan bersamamu di setiap tahap," sambungnya. 

Ia pun memberikan penghormatan kepada kepada mereka yang mencoba menghentikan serangan tersangka, dan polisi yang menangkapnya Penangkapan itu sendiri tidak lain dari tindakan keberanian.

Ardern pun menyatakan ia tidak akan pernah menyebut nama pelaku.


Sedikitnya 50 orang tewas dan 50 lainnya terluka setelah seorang warga negara Australia, Brenton Tarrant, memberondong dua masjid di Christchurch saat salat Jumat.




Credit  sindonews.com



Pelaku Teror di Selandia Baru Disebut Punya 3 Sasaran


Pelaku Teror di Selandia Baru Disebut Punya 3 Sasaran
Proses pemakaman korban penembakan di Selandia Baru. (REUTERS/Jorge Silva)




Jakarta, CB -- Menurut hasil penyelidikan Kepolisian Selandia Baru, pelaku teror penembakan pada 15 Maret lalu, Brenton Tarrant (28) ternyata mempunyai tiga sasaran saat beraksi di Kota Christchurch. Beruntung polisi berhasil menangkapnya sehingga jumlah korban tidak bertambah.

Kabar itu disampaikan oleh Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush. Menurut dia, Tarrant yang berasal dari Australia memang sudah mempersiapkan serangan itu sejak tiga bulan sebelumnya.

"Nyawa berhasil diselamatkan," kata Bush tanpa merinci target ketiga itu, seperti dilansir CNN, Rabu (20/3).


Aksi teror yang dilakukan Tarrant terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret. Yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Dia menggunakan senapan serbu AR-15 dalam aksinya. Tarrant merekam perbuatannya dan disiarkan langsung melalui akun Facebook-nya. Tarrant berhasil ditangkap setelah menyerang Masjid Al Noor, ketika hendak pergi menggunakan mobil.


Bush menyatakan tidak mengungkap sasaran lain Tarrant demi menghindari kekhawatiran masyarakat. Menurut dia, Tarrant menyiapkan lima senjata saat beraksi, dua di antaranya sudah diubah menjadi semi otomatis. Beberapa di antaranya dibeli dari toko senjata di kota itu.

Hari ini proses pemakaman jenazah korban penembakan itu dimulai. Mereka yang dikebumikan pertama kali adalah pasangan ayah dan anak asal Suriah, Khaled Mustafa (44) dan Hamza Mustafa (15).

Mereka dimakamkan di blok khusus Muslim di taman pemakaman Memorial, Kota Christchurch. Bush menyatakan polisi sampai saat ini baru memulangkan 21 jenazah dari 50 korban meninggal dalam peristiwa itu.

Juru Bicara Dewan Kota Christchurch, Jocelyn Ritchie, mengatakan tidak seluruh jasad korban akan dimakamkan di Christchurch karena sebagian keluarga memilih memulangkannya ke negara asal.


Bush menyatakan mereka bisa memahami mereka harus segera menyelesaikan autopsi untuk menghormati ketentuan dalam agama Islam terkait pengurusan jenazah. Sebab, dalam Islam sebuah jasad harus dimakamkan paling lama 24 jam sejak yang bersangkutan meninggal. Sebelum dikebumikan, jenazah itu akan dimandikan, dikafani, kemudian disalatkan.

Jumlah korban meninggal dalam kejadian itu mencapai 50 orang. Sedangkan korban luka tercatat juga 50 orang.

Salah satu korban meninggal adalah warga Indonesia, mendiang Lilik Abdul Hamid.

Sedangkan WNI yang menjadi korban luka adalah Zulfirmansyah dan anaknya.


Tarrant menyatakan tidak mengajukan keberatan atas seluruh dakwaan. Persidangan lelaki Australia itu bakal dilanjutkan pada 5 April mendatang, dan kemungkinan besar dia bakal menghadapi dakwaan berlapis.




Credit  cnnindonesia.com




Otoritas Selandia Baru selidiki kemungkinan pelaku lain penembakan


Otoritas Selandia Baru selidiki kemungkinan pelaku lain penembakan
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters memberikan konferensi pers usai pertemuan bilateral disela Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik di Jakarta, Rabu (20/3/2019). Pertemuan bilateral tersebut membahas terkait peristiwa penembakan di dua masjid kota Christchurch serta kerja sama antara kedua negara. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)





Jakarta (CB) - Otoritas Selandia Baru masih menyelidiki kemungkinan tersangka lain yang terlibat dalam aksi teror di dua masjid di Kota Christchurch, setelah menangkap pria berkewarganegaraan Australia yang melakukan penembakan massal tersebut.

Brenton Tarrant (28) diketahui melakukan aksinya sendiri dengan menggunakan lima senjata api untuk menyerang Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Kota Christchurch. Insiden berdarah ini mengakibatkan 50 korban meninggal dunia dan 20 orang lainnya terluka.

“Secara pribadi saya melihat pelaku melakukan setiap aksinya sendiri, dan sangat sulit bagi kami untuk mencari tahu bagaimana dia melakukan hal itu,” kata Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters usai pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di sela-sela Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik di Jakarta, Rabu.

Otoritas Selandia Baru, menurut Peters, berharap dapat menemukan orang-orang yang mungkin bekerjasama dengan Tarrant dalam pengungkapan kasus ini.

Orang-orang tersebut, ia melanjutkan, bisa saja ikut mendukung aksi Tarrant yang sejauh ini diketahui dilatarbelakangi prinsip supremasi kulit putih (white supremacy).

“Bukan berarti orang-orang itu tidak memiliki pemikiran yang sama dengannya---idiot, dan pengecut,” tutur Peters.

Peters menggambarkan peristiwa penembakan yang terjadi pada 15 Maret lalu sebagai pukulan bagi negaranya.

Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah menyatakan akan mengubah aturan kepemilikan senjata bagi warga sipil.

Perubahan aturan tersebut, menurut Peters, akan dibahas dalam parlemen Selandia Baru segera setelah seluruh korban tewas dimakamkan dan korban terluka pulih seperti sedia kala.




Credit  antaranews.com



Australia Desak Erdogan Tarik Ucapan Soal Teror Selandia Baru


Australia Desak Erdogan Tarik Ucapan Soal Teror Selandia Baru
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (Reuters/David Gray)




Jakarta, CB -- Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, tidak terima dengan pernyataan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menyinggung soal sentimen anti-Islam dalam aksi teror penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru. Dia mengancam akan mempertimbangkan untuk meninjau ulang hubungan Negeri Kanguru dengan Turki jika pernyataan itu tidak dicabut.

"Pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menurut saya sangat menyinggung bangsa Australia dan sangat ceroboh di waktu yang sensitif seperti saat ini," kata Morrison, seperti dilansir AFP, Rabu (20/3).

Morrison menyatakan dia sudah memanggil Duta Besar Turki untuk Australia, guna meminta klarifikasi. Dia menyatakan enggan menerima permintaan maaf dari sang diplomat.


"Saya berharap dan telah meminta supaya pernyataan ini diklarifikasi dan ditarik," ujar Morrison.


Sedangkan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, enggan menanggapi terlalu jauh pernyataan Erdogan. Namun, dia mengatakan Wakil PM, Winston Peters, akan melawat ke Turki untuk menyampaikan sikap mereka.

"Wakil perdana menteri akan mengkonfrontasi pernyataan itu di Turki. Dia akan menyelesaikannya secara tatap muka," kata Ardern.

Dalam ajang kampanye pemilihan kepala daerah di Antalya, Erdogan menayangkan rekaman teror penembakan di Selandia Baru yang dilakukan warga Australia Brenton Tarrant, dengan alasan sebagai pengingat akan propaganda anti-Islam. Erdogan turut menyitir isi manifesto Tarrant yang ditulis sebelum beraksi yang menyatakan hendak mengusir bangsa Turki dari Eropa.

Erdogan mengancam bakal memerangi pihak-pihak yang hendak menebar teror anti-Islam di Turki. Dia juga menyinggung soal peristiwa Pertempuran Gallipoli pada 1915 dalam Perang Dunia I.

Saat itu pasukan Kekhalifahan Ottoman menaklukkan pasukan Inggris, Australia, dan Selandia Baru yang hendak menguasai kota itu. Tercatat ada delapan ribu pasukan Australia meninggal dalam pertempuran itu.

Erdogan menyatakan warga asing yang hendak menebar teror anti-Islam bakal menghadapi nasib sama seperti pasukan Inggris, Australia, dan Selandia Baru dalam pertempuran Gallipoli.


"Kami sudah berada di sini seribu tahun, dan akan terus di sini hingga kiamat. Insya Allah. Buyut kalian datang dan pulang dalam peti mati. Saya tidak ragu kalian juga bakal bernasib sama seperti itu," ujar Erdogan.




Credit  cnnindonesia.com





Menlu Selandia Baru menuju Turki untuk tanggapi komentar Erdogan


Menlu Selandia Baru menuju Turki untuk tanggapi komentar Erdogan
Seorang wanita menangis di dekat Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, Minggu (17/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/pras.




Christchurch (CB) - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Rabu mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Winston Peters akan pergi ke Turki untuk "menanggapi" komentar yang dikeluarkan oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan mengenai pembunuhan sekitar 50 orang di masjid-masjid di Christchurch.

Warga Australia Brenton Tarrant (28), seorang tersangka supremasi kulit putih, didakwa melakukan pembunuhan pada Sabtu, setelah seorang pria bersenjata melepas tembakan di dua masjid pada waktu shalat Jumat.

Erdogan -- yang sedang berusaha menghidupkan dukungan bagi partai AK, yang berakar-Islami untuk pemilihan daerah pada 31 Maret-- mengatakan Turki akan memberi perhitungan kepada tersangka apabila Selandia Baru tidak melakukannya.

Komentar tersebut disampaikan dalam kampanye dengan menyertakan tayangan rekaman penembakan yang diduga disebarkan di Facebook oleh pria bersenjata itu.

Ardern mengatakan Peters akan meminta penjelasan penting.

"Wakil perdana menteri kami akan menentang komentar tersebut di Turki," kata Ardern kepada wartawan di Christchurch. "Dia akan di sana untuk mencatat langsung, berhadap-hadapan."

Peters sebelumnya mengecam penyiaran rekaman penembakan yang disebutnya dapat membahayakan warga Selandia Baru di luar negeri

Selain campur tangan Peters, inti sari dari manifesto Tarrant kembali ditayangkan sekilas dalam kampanye Erdogan pada Selasa, termasuk gambar saat pria bersenjata itu memasuki salah satu masjid dan menembaki sambil mendekati pintu.

Sementara itu Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan dia memanggil Duta Besar Turki untuk suatu pertemuan dan pada kesempatan tersebut meminta komentar Erdogan dihapus dari lembaga penyiaran negara Turki.

"Saya akan menunggu untuk melihat tanggapan dari pemerintah Turki sebelum mengambil tindakan lebih lanjut, tetapi dapat saya sampaikan kepada Anda bahwa semua pilihan telah tersedia," kata Morisson kepada para wartawan di Canberra.

Morisson mengatakan bahwa dubes Turki untuk Australia dijadwalkan mengadakan rapat dengan anggota pemerintahan Erdogan pada Rabu, sebagaimana diberitakan Reuters.

Morisson mengatakan bahwa Canberra juga mempertimbangkan ulang untuk membuat peringatan perjalanan bagi warga Australia yang merencanakan perjalanan ke Turki.

Hubungan antara Turki, Selandia Baru dan Australia pada umumnya baik. Ribuan warga Australia dan Selandia Baru setiap tahun bepergian ke Turki untuk mengadakan doa kenangan perang.

Lebih seabad lampau, ribuan tentara dari Pasukan Australia dan Selandia Baru (ANZAC) berjuang di luar negeri, tepatnya di pesisir sempit di Gallipoli dan malangnya, merenggut 130.000 nyawa.

Kawasan tersebut menjadi situs peziarahan untuk menghormati mereka bersemanyam di pemakaman yang berjarak setengah lingkar bumi, pada peringatan hari ANZAC setiap 25 April.





Credit  antaranews.com





Erdogan Minta Pelaku Penembakan di Christchurch Dihukum Mati



Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam pernyataan Penasehat Keamanan AS, John Bolton, agar negaranya melindungi pasukan milisi Kurdi YPG pasca penarikan pasukan AS dari Kota Manbij, Suriah. Reuters.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam pernyataan Penasehat Keamanan AS, John Bolton, agar negaranya melindungi pasukan milisi Kurdi YPG pasca penarikan pasukan AS dari Kota Manbij, Suriah. Reuters.

CB, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Selandia Baru menerapkan hukuman mati bagi teroris penembakan di Christchurch.
Erdogan juga memperingatkan Turki akan membalas aksi pelaku jika Selandia Baru tidak menghukum mati.
Terdakwa teroris, Brenton Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun, didakwa dengan pasal pembunuhan pada Sabtu kemarin setelah dirinya menyerang dua masjid di Christchurch saat salat Jumat.

"Anda membunuh 50 saudara kami dengan kejam. Anda akan membayar untuk ini. Jika Selandia Baru tidak membalas aksi Anda, kami tahu bagaimana membuat Anda membayar dengan satu atau lain cara," kata Erdogan mengancam pelaku, dikutip dari Reuters, 20 Maret 2019.

Erdogan juga menyatakan Turki membuat kesalahan karena menghapus hukuman mati 15 tahun yang lalu. Dia mengatakan Selandia Baru harus membuat pengaturan hukum sehingga pelaku teror Christchurch dapat menghadapi hukuman mati.
"Jika parlemen Selandia Baru tidak membuat keputusan ini, saya akan terus berdebat dengan mereka terus-menerus. Tindakan yang perlu perlu diambil," katanya.

Ringkasan dari manifesto Brenton ditampilkan di layar pada rapat umum Erdogan Selasa kemarin, beserta cuplikan singkat pria bersenjata itu memasuki salah satu masjid dan menembak ketika dia mendekati pintu masjid.
Erdogan mengatakan, menurut manifesto, pelaku penembakan di Christchurch mengeluarkan ancaman terhadap Turki dan presidennya, serta ingin mengusir orang-orang Turki dari wilayah barat laut Turki, Eropa. 




Credit  tempo.co



Erdogan: kita harus tolak xenofobia, Islamfobia


Erdogan: kita harus tolak xenofobia, Islamfobia

Pengunjuk rasa membawa poster menentang kekerasan dan xenofobia di luar gedung pengadilan di Johannesburg, Afrika Selatan, saat empat terdakwa disidang atas pembunuhan seorang warga Mozambik. Sejumlah gambar yang memperlihatkan sejumlah pria memukuli dan menusuk warga Mozambik Emmanuel Sithole di siang hari bolong disiarkan di harian lokal da memicu seruan kepada polisi untuk melakukan tindakan lebih untuk melindungi para imigran. (REUTERS/Mike Hutchings)




Washington (CB) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (19/3) mendesak Barat agar bangkit melawan rasisme, xenofobia dan Islamfobia setelah serangan teroris di Selandia Baru.

Di dalam satu artikel yang disiarkan di surat kabar Washington Post, Erdogan mengatakan setelah pembantaian di Christchurch, Barat memiliki "tanggung-jawab tertentu".

"Pemerintah dan masyarakat Barat harus menolak normalisasi rasisme, kebencian kepada orang asing dan Islamfobia, yang telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini," kata Erdogan sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. "Penting untuk menegaskan bahwa ideologi pelintiran, seperti anti-Semitsme, meningkat jadi kejahatan terhadap umat manusia."

Sedikitnya 50 orang Muslim wafat ketika seorang tersangka  teroris menembaki orang yang sedang Shalat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood di Christchurch.

Brenton Harrison Tarrant, warga Australia yang berusia 28 tahun, didakwa melakukan pembantaian.

"Kita harus mengungkapkan pada semua aspek mengenai apa yang terjadi dan sepenuhnya memahami bagaimana teroris menjadi radikal dan hubungannya dengan kelompok teroris guna mencegah tragedi pada masa depan," kata Erdogan.

Ia menyatakan semua pemimpin Barat harus belajar dari "keberanian, kepemimpinan dan ketulusan" atas Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan merangkul orang Muslim yang tinggal di negerinya.

Pembantaian tersebut disiarkan langsung di media sosial, dan disertai oleh penyiaran pernyataan terbuka yang rasis serta Islamfobi yang juga menyerang Turki dan presidennya.

Erdogan mengatakan ada banyak rujukan sejarah mengenai senjata pembunuh dan dalam pernyataan terbuka. "Jumlah waktu yang ia sebutkan mengenai Turki dan diri saya mengundang perhatian dan pertimbangan yang lebih dalam."

Tarrant berusaha mensahkan pandangannya dengan menyimpangkan sejarah dunia, kepercayaan Kristen dan berusaha menyebar benih kebencian di kalangan umat manusia, kata presiden Turki itu.

"Sebagai seorang pemimpin yang telah berulangkali menegaskan bahwa terorisme tak memiliki agama, bahasa atau ras, saya dengan tegas menolak setiap upaya untuk mengaitkan serangan teroris pekan lalu dengan ajaran, moral atau ujaran Kristen," katanya. "... Apa yang terjadi di Selandia Baru adalah produk beracun ketidak-tahuan dan kebencian."

Erdogan menyamakan ideologi penyerang Christchurch dengan kelompok teror Da'esh, yang menyerukan "penaklukan" Istanbul seperti Tarrant berjanji di dalam pernyataan terbukanya untuk membuat kota Turki itu "secara benar menjadi milik Kristen lagi".

"Sehubungan dengan ini, kita harus menetapkan bahwa benar-benar tak ada perbedaan antara pembunuh yang membunuh orang yang tak berdosa di Selandia Baru dan mereka yang telah melancarkan aksi teroris di Turki, Prancis, Indonesia dan negara lain," tulis presiden Turki tersebut.

Erdogan berpendapat Islamfobia dan xenofobia diterima dengan kebungkaman di Eropa dan belahan lain dunia Barat.




Credit  antaranews.com




Erdogan Pakai Rekaman Teror Selandia Baru di Kampanye Pilkada


Erdogan Pakai Rekaman Teror Selandia Baru di Kampanye Pilkada
Ilustrasi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Kayhan Ozer/Presidential Palace/Handout via REUTERS)




Jakarta, CB -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dilaporkan menayangkan rekaman teror penembakan di Selandia Baru sebagai bahan dalam kampanye politik pemilihan umum daerah Antalya. Hal itu memicu protes dari pemerintah Selandia Baru yang sudah meminta supaya rekaman aksi teror itu dihapus dan tidak disebarkan.

Seperti dilansir The Guardian, Selasa (19/3), Erdogan beralasan dia memutar rekaman aksi teror yang dilakukan Brenton Tarrant (28) di Selandia Baru sebagai pengingat akan propaganda anti-Islam. Erdogan turut menyitir isi manifesto Tarrant yang ditulis sebelum beraksi yang menyatakan hendak mengusir bangsa Turki dari Eropa.

"Mereka menguji kita dari jarak 16,500 kilometer, dari Selandia Baru, dengan pesan. Ini bukanlah aksi perorangan, tetapi terorganisir," kata Erdogan dalam orasi politiknya.


Erdogan mengancam bakal memerangi pihak-pihak yang hendak menebar teror anti-Islam di Turki. Dia juga memaparkan peristiwa Pertempuran Gallipoli pada 1915 dalam Perang Dunia I, yakni ketika pasukan Kekhalifahan Ottoman menaklukkan pasukan Inggris, Australia, dan Selandia Baru yang hendak menguasai Istanbul.


"Kami sudah berada di sini seribu tahun, dan akan terus di sini hingga kiamat. Insya Allah. Buyut kalian datang dan pulang dalam peti mati. Saya tidak ragu kalian juga bakal bernasib sama seperti itu," ujar Erdogan.

Dalam manifesto, Tarrant juga menyinggung soal Masjid Hagia Sofia yang sebelum direbut oleh Kekhalifahan Ottoman adalah sebuah gereja. Erdogan juga menggunakan petikan manifesto itu dalam kampanye Partai AK kemarin.

Sikap Erdogan bertolak belakang dengan Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay. Dia sudah meminta supaya semua pihak menghentikan memberikan pernyataan yang bernada provokatif terkait serangan teror di Selandia Baru.

"Kita harus mulai menggunakan bahasa lain. Seluruh dunia sudah berhenti menggunakan bahasa provokatif," kata Oktay.

Sikap Erdogan memicu keberatan dari Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters. Dia menyayangkan sikap Erdogan yang menggunakan rekaman teror dan memberikan pernyataan provokatif, yang dianggap bisa membahayakan warga mereka di luar negeri.

"Hal apapun yang bisa menyebabkan salah paham terhadap negara ini, padahal tersangka juga bukan warga Selandia Baru, membahayakan keselamatan warga kami di Selandia Baru dan luar negeri dan itu tidak adil," kata Peters.

Pemerintah Selandia Baru sudah berupaya keras meminta seluruh perusahaan media sosial, termasuk Facebook, menghapus rekaman aksi keji Tarrant. Peters berharap masyarakat di belahan dunia lain tidak salah paham dengan mereka.

"Kami sudah berdialog dengan negara lain, dan Turki, untuk memastikan tidak ada salah paham terhadap Selandia Baru," ujar Peters.

Erdogan dan Partai AK saat ini sedang disorot karena ekonomi Turki sedang kesulitan karena inflasi tinggi dan menyebabkan pembangunan terhambat.


Aksi teror yang dilakukan Tarrant terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret 2019. Yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Tarrant merekam perbuatannya dan disiarkan langsung melalui akun Facebook-nya.

Insiden terjadi ketika umat Islam setempat sedang bersiap untuk melaksanakan salat Jumat. Jumlah korban meninggal akibat peristiwa itu mencapai 50 orang.

Korban luka dalam kejadian itu juga mencapai 50 orang. Salah satu korban meninggal adalah warga Indonesia, mendiang Lilik Abdul Hamid.

Sedangkan WNI yang menjadi korban luka adalah Zulfirmansyah dan anaknya.

Setelah peristiwa itu terjadi, kepolisian Selandia Baru menangkap empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan seorang perempuan. Namun, baru Tarrant yang dijerat dengan dakwaan pembunuhan dan disidangkan.




Credit  cnnindonesia.com



Konvoi pengangkut uranium di Brazil diserang kelompok bersenjata


Konvoi pengangkut uranium di Brazil diserang kelompok bersenjata
Seorang pria dari suku Uru-eu-wau-wau di desa Alto Jaru di dekat Campo Novo de Rondonia, Brazil. Gambar diambil pada 30 Januari 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/pras.




Jakarta (CB) - Kelompok bersenjata, Selasa, menembaki para anggota konvoi yang mengangkut uranium ke salah satu pembangkit listrik Brazil di jalan pinggiran pantai di Rio de Janeiro, seperti yang diungkapkan kepolisian dan perusahaan pengelola pembangkit tersebut.

Mereka melaporkan bahwa truk yang membawa bahan bakar nuklir beserta pengawalnya diserang saat melintasi kota Frade, sekitar 30 km dari lokasi reaktor di Angra dos Reis.

Polisi yang mengawal konvoi membalas tembakan penyerang, kata polisi. Mereka mengatakan tidak ada yang terluka atau ditangkap dalam insiden tersebut. Kelompok bersenjata itu pun akhirnya melarikan diri.

Eletronuclear, anak perusahaan Centrais Eletricas do Norte do Brasil S.A yang mengelola pembangkit nuklir Angra dalam pernyataan mengatakan, bahwa uranium yang dibawa tersebut tidak berbahaya dan pengirimannya tidak ditunda terkait adanya serangan.

Pihaknya menjelaskan insiden terjadi saat polisi yang mengawal konvoi menyebar di sepanjang jalan untuk berjaga-jaga setelah terdengar suara tembakan di dekatnya. Kemudian kelompok bersenjata itu mulai menembaki sejumlah "batalyon kejut" bersenjata lengkap yang mengawal pengiriman tersebut, demikian informasi Eletronuclear.

Bahan bakar nuklir yang diperlukan di dua reaktor di Brazil yakni Angra 1 dan Angra 2, dihasilkan di instalasi pemerintah di Resende, kota di pedalaman negara bagian Rio de Janeiro yang letaknya 130 km dari Angra dos Reis.

Brazil hanya memproses uranium untuk digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional.





Credit  antaranews.com



Rusia Tak Sudi Hancurkan Rudal 9M729 yang Diprotes AS



Rusia Tak Sudi Hancurkan Rudal 9M729 yang Diprotes AS
Perangkat sistem Novator 9M729, rudal jarak menengah Rusia yang dituding Amerika Serikat melanggar Perjanjian INF. Foto/ Sputnik/Vladimir Astapkovich


MOSKOW - Rusia tidak sudi menghancurkan Novator 9M729, rudal jarak menengah yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Senjata ini diprotes Amerika Serikat (AS), yang dianggap melanggar Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) era Perang Dingin.

Penolakan Moskow untuk menghancurkan senjata itu disampaikan Kementerian Luar Negeri setempat hari Selasa.

Pemerintah AS pada bulan lalu mengatakan bahwa pihaknya akan menarik diri dari Perjanjian INF dalam tempo enam bulan kecuali Moskow mengakhiri apa yang dikatakan Washington sebagai pelanggaran pakta tahun 1987 tersebut. 

Rusia membantah melanggar perjanjian itu dan menuduh balik AS-lah yang melanggar perjanjian pencegah perang nuklir tersebut. Sebagai respons atas keputusan AS, Rusia juga mengumumkan penangguhan perjanjian itu.

"Kami tidak dapat menghancurkan kompleks (rudal) 9M729, yang telah dinyatakan Washington melanggar perjanjian tanpa alasan apa pun," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan di situs webnya, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/3/2019).

Rudal Novator 9M729 oleh NATO dinamai sebagai SSC-8.

Dalam sebuah komentar sebelum Forum Perlucutan Senjata Jenewa, kementerian itu mengatakan usulan Rusia untuk mempertahankan Perjanjian INF 1987 tetap berlaku. "Tapi kita tidak akan mengetuk pintu yang tertutup," kata kementerian tersebut.

Pentagon pada minggu lalu mengumumkan bahwa AS akan memulai produksi awal suku cadang untuk sistem rudal jelajah yang diluncurkan di darat. Sistem rudal itu adalah senjata dilarang Perjanjian INF. 




Credit  sindonews.com



Bahas Korut, Bos Intelijen AS Sambangi Korsel



Bahas Korut, Bos Intelijen AS Sambangi Korsel
Direktur Intelijen Nasional AS Dan Coats. Foto/Istimewa


SEOUL - Kepala intelijen Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengunjungi Korea Selatan (Korsel). Kunjungan ini terjadi beberapa minggu setelah runtuhnya KTT kedua antara AS dengan Korea Utara (Korut).

Menurut sumber pemerintah, Direktur Intelijen Nasional AS Dan Coats tiba di Pangkalan Udara Osan, selatan Seoul, pada Selasa malam seperti disitir dari kbs.co.kr, Rabu (20/3/2019).

Jadwal kepala intelijen AS di Seoul belum dikonfirmasi tetapi Coats diperkirakan akan bertemu dengan rekannya dari Korsel, Direktur Dinas Intelijen Nasional Korsel Suh Hoon, bersama dengan para pejabat senior lainnya.

Coats dan pejabat Korsel kemungkinan akan membagikan penilaian mereka tentang gerakan Korut dan situasi saat ini setelah pertemuan puncak yang gagal.

Korut dilaporkan telah membangun kembali fasilitas peluncuran roket yang sebagian dibongkar setelah KTT Trump-Kim di Singapura tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa rezim Korut berusaha menggunakan persenjataannya sebagai pengungkit dengan Washington.

Meski begitu, AS juga telah mengemukakan sikap garis kerasnya dengan berbicara tentang perlunya Korut untuk meninggalkan senjata biologis dan kimianya - di samping keprihatinan utama senjata nuklir dan rudal balistik jarak jauh - untuk setiap sanksi pemberian sanksi kepada menjadi mungkin.

Diwartakan juga sebelumnya Korut sedang mempertimbangkan untuk menunda pembicaraan dengan AS dan mungkin memikirkan kembali larangan uji coba rudal dan nuklir kecuali Washington membuat konsesi. Hal itu diungkapkan oleh seorang diplomat senior Korut.

Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son-hui, menyalahkan pejabat tinggi AS atas gagalnya KTT antara Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump bulan lalu di Hanoi. 

"Kami tidak berniat untuk memenuhi tuntutan AS (di KTT Hanoi) dalam bentuk apa pun, kami juga tidak mau terlibat dalam negosiasi semacam ini," kata Choe.


Credit  sindonews.com



Menlu: kerja sama konkret Indo-Pasifik selaras visi poros maritim


Menlu: kerja sama konkret Indo-Pasifik selaras visi poros maritim
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan sambutan dalam pembukaan Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik di Jakarta, Rabu (20/3/2019). Kegiatan yang diikuti 18 negara anggota Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS) tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama dan trust building di kawasan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)




Jakarta (CB) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan bahwa kerja sama konkret di kawasan Indo-Pasifik selaras dengan visi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia.

Pandangan itu disampaikan Menlu RI dalam acara Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik (High Level Dialog on Indo-Pacific Cooperation) yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu.

"Bagi Indonesia, kerangka kerja sama Indo-Pasifik yang inklusif dan transparan yang mempromosikan kerja sama konkret akan selaras dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia," ujar Retno.

Menurut Menlu Retno, Indonesia berpandangan bahwa kerangka kerja sama yang diperbarui di antara negara-negara di kawasan Indo-Pasifik sangat penting dalam memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama.

"Mengapa hal itu penting? Karena kita menghadapi tantangan keamanan dan ekonomi yang muncul di kawasan Indo-Pasifik dan pada saat yang sama kita memahami bahwa Indo-Pasifik merupakan kawasan strategis sebagai kunci untuk geopolitik," ujar dia.

Menlu RI menambahkan, sebagai negara kepulauan yang terletak di dua samudera (Hindia dan Pasifik) di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia ingin mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai dan makmur berdasarkan rasa saling percaya, saling hormat, dan semangat kerja sama.

"Untuk itu, kami berharap dialog ini akan dapat memfasilitasi musyawarah interaktif yang dinamis menuju kerja sama yang lebih dalam dan lebih eksklusif antara para pemangku kepentingan di kawasan Indo-Pasifik. Kami berharap dialog ini akan memberikan kesempatan untuk kolaborasi konkret di antara ekonomi-ekonomi di kawasan Indo-Pasifik," ucap Retno.

Delegasi dari 18 negara anggota Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS) menghadiri Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik (High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation) yang digagas Indonesia.

Pertemuan yang dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla itu mengangkat tema "Menuju Kawasan yang Damai, Sejahtera, dan Inklusif".

Tujuan pertemuan itu adalah meningkatkan kerja sama dan membangun rasa saling percaya antarnegara di kawasan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang mengarah pada kerja sama yang saling menguntungkan berdasarkan pada prinsip-prinsip keterbukaan, transparansi inklusif, dan penghormatan terhadap hukum internasional.






Credit  antaranews.com





Tegang dengan Pakistan, India Kerahkan Kapal Induk





Tegang dengan Pakistan, India Kerahkan Kapal Induk
Kapal induk INS Vikramaditya milik Angkatan Laut India. Foto/REUTERS


NEW DELHI - Angkatan Laut India telah mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan kapal selam nuklir, kelompok tempur kapal induk dan puluhan kapal angkatan laut lainnya ke Laut Arab Utara. Pengerahan puluhan kapal itu berlangsung di tengah ketegangan dengan Pakistan yang sedang memanas.

Pengerahan puluhan kapal militer itu untuk latihan perang skala besar di lepas pantai India di Laut Arab Utara.

Ketegangan kedua negara bersenjata nuklir itu dipicu serangan bom bunuh diri terhadap konvoi polisi paramiliter India wilayah Kashmir pada 14 Februari 2019. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 40 polisi paramiliter dan memicu aksi saling serang kedua negara.

Angkatan Laut India mengatakan serangan pada Februari lalu telah mendorong Angkatan Laut untuk dengan cepat memindahkan kapal-kapalnya ke penyebaran operasional. Pengerahan puluhan kapal itu dimulai sejak hari Minggu.

"Pengerahan itu terdiri dari kapal selam nuklir, kelompok kapal induk INS Vikramaditya dan sejumlah kapal, kapal selam, dan pesawat terbang," bunyi pernyataan Angkatan Laut India, dikutip Bloomberg, Selasa (19/3/2019).

Pernyataan itu juga mencakup rincian tentang mobilisasi militer India setelah serangan teroris. "Sekitar 60 kapal angkatan laut, 12 kapal penjaga pantai dan 60 pesawat terlibat dalam latihan perang TROPEX," lanjut pernyataan itu.

Serangan di Kashmir mendorong India untuk meluncurkan serangan udara terhadap kamp pelatihan di Pakistan milik Jaish-e-Mohammed, sebuah kelompok yang berbasis di Pakistan yang mengklaim serangan bom bunuh diri di Kashmir.


Dalam serangan mendadak yang terpisah, Islamabad mengirim jet tempur untuk menyerang sasaran di India dan menembak jatuh sebuah pesawat Angkatan Udara India di wilayah Kashmir yang dikontrol Pakistan. Seorang pilot India ditangkap, tetapi kemudian dilepaskan lagi.

Abhijit Singh, mantan perwira Angkatan Laut India dan peneliti senior di kelompok think tank Observer Research Foundation di New Delhi mengatakan India mengikuti prosedur operasi standar dan tidak melakukan sesuatu yang luar biasa dengan memobilisasi kapalnya. 

"(Yang) sedang dibuat, Angkatan Laut India berada tepat di depan pintu Pakistan, tetapi tidak seperti itu, itu bukan eskalasi dari pihak India," kata Singh, yang menambahkan bahwa kapal-kapal yang berpartisipasi dalam latihan Angkatan Laut biasanya hanya membawa pasokan dan persenjataan yang minim.

India sebelumnya mengatakan angkatan bersenjatanya dalam kondisi siaga setelah Perdana Menteri Narendra Modi menyalahkan Pakistan atas serangan di Kashmir. Pada saat itu, para pejabat India membantah pernyataan Islamabad bahwa mereka telah mendeteksi dan mengusir kapal selam India dari perairan teritorial.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri India dan seorang juru bicara Angkatan Laut Pakistan tidak dapat segera berkomentar.





Credit  sindonews.com



Mengapa Media Gagal Menyajikan Fakta Soal Realita Gaza?


Dalam foto dokumentasi tanggal 14 Mei 2018 ini, petugas medis Palestina dan pengunjuk rasa mengevakuasi seorang pemuda yang terluka selama berlangsungnya protes di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, di sebelah timur Khan Younis, Jalur Gaza. Negara-negara Arab dengan tegas mengutuk pembunuhan lebih dari 50 warga Palestina pada Senin, 14 Mei 2018 dalam protes Gaza.
Dalam foto dokumentasi tanggal 14 Mei 2018 ini, petugas medis Palestina dan pengunjuk rasa mengevakuasi seorang pemuda yang terluka selama berlangsungnya protes di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, di sebelah timur Khan Younis, Jalur Gaza. Negara-negara Arab dengan tegas mengutuk pembunuhan lebih dari 50 warga Palestina pada Senin, 14 Mei 2018 dalam protes Gaza.
Foto: AP Photo/Adel Hana, File

Narasi media Barat telah didominasi Israel selama konflik yang 70 tahun.





CB, GLASGOW — Gaza sering dijuluki sebagai sebuah penjara yang terbuka. Salah satu alasan utama mengapa julukan itu muncul adalah karena di wilayah Palestina itu terjadi blokade yang dilakukan oleh Israel dan Mesir, baik di jalur darat, udara, hingga laut.


Gaza, menurut sejumlah kelompok hak asasi manusia tengah di ambang bencana kemanusiaan.

Pada Februari lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyoroti krisis yang terjadi di wilayah itu, di mana hampir dua juta warga Palestina hidup dalam kemiskinan, akses terbatas untuk kesehatan, pendidikan, bahkan untuk kebutuhan dasar mereka yaitu air dan listrik.


Meski demikian, banyak media yang sering tidak berhasil menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya di Palestina.

Sejumlah media pada umumnya tak dapat menyajikan kisah yang dialami warga Palestina dengan akurat, serta empati.


Peran media dalam meliput salah satu masalah internasional ini pun dibahas oleh sejumlah pengamat di Glasgow, Skotlandia beberapa waktu lalu. Aljazeera mewawancarai tiga panelis sebelum acara yang dipandu oleh The Balfour Project dimulai.


“Anda selalu mendapat tekanan khusus saat melaporkan peristiwa di Israel dan Palestina. Itu karena ada kesepakatan media Israel yang intens dan terpadu, selalu,” ujar Sarah Helm, mantan koresponden asing untuk surat kabar Independent Inggris. 


Helm menuturkan kesepakatan itu termasuk negosiasi politik Israel yang sangat kuat dan bekerja di setiap tingkatan.


Dia mengakui hal itu bukanlah rahasia dan Israel juga tak akan merahasiakannya.


“Karena surat kabar telah menyetujui tekanan dan bujukan pro-Israel, hasilnya adalah para pembaca tak mendapatkan petunjuk tentang Palestina,” jelas Helm.


Saat ini, kekhawatiran serupa terjadi. Sebagai contoh adalah David Cronin, seorang penulis lepas untuk The Guardian.


Dia pernah mengungkapkan tentang dirinya yang frustrasi terhadap surat kabar Electronic Intifada, di mana dia bertindak sebagai editor asosiasi.


Cronin mengatakan setelah melaporkan tentang kekejaman yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina, surat kabar itu kemudian tidak menginginkannya menulis bahwa laporan itu berasal dari Gaza.


Bahkan, kemudian seorang editor menyarankan kepadanya agar menghindar dari meliput konflik Israel-Palestina.


photo
Para pengunjuk rasa Palestina di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, bagian timur Gaza, Jumat (22/02/2019).

Laporan dari media Inggris juga mengabaikan sejarah kontekstual konflik antara Palestina dan Israel. 


Termasuk di antaranya adalah fakta bahwa tujuh dari 10 warga Gaza menjadi pengungsi setelah kehilangan rumah akibat Israel yang menjajah tanah Palestina pada 1948. 


Narasi media Barat telah didominasi Israel selama konflik yang 70 tahun lamanya telah berlangsung tersebut.


Israel dikatakan secara brilian berhasil menawarkan sebuah narasi yang diyakini oleh negara-negara Barat, tanpa menggunakan penilaian objektif.


Sir Vincent Fean, mantan konsul jenderal Inggris di Yerusalem, mengatakan perjuangan yang rumit dan mengakar di Gaza telah mengurangi "selera media Barat".


Pada akhirnya, hal ini membuat mereka memilih untuk mencari berita lain, yang dianggap lebih menarik.


“Selain kelelahan, ada juga fakta bahwa krisis lain di Timur Tengah lebih mengerikan, seperti Suriah dan Yaman," kata Fean.


Pada tahun 2017, Mariam Barghouti, seorang penulis Palestina-Amerika yang berbasis di Ramallah, menulis dalam sebuah kolom untuk Aljazeera.


Ia mengatakan banyak media berfokus kepada reaksi Palestina, namun bukan apa yang dilakukan Israel. 


“Ini mengisyaratkan bahwa warga Palestina melakukan pelanggaran padahal sebenarnya mereka membela diri,” kata Barghouti. 




Credit  republika.co.id