Dia merasa tak pantas berpergian dengan pesawat jutaan dolar itu, ketika masih banyak warganya yang terhimpit kemiskinan.
Selain
enggan menggunakan pesawat kepresidenan, Obrador juga ogah dikawal
dengan banyak ajudan. Dalam penerbangannya menuju Sinaloa, pria 65 tahun
itu juga hanya ditemani oleh lima ajudannya yang tak bersenjata.
Padahal,
Sinaloa merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi
dan sarang kartel narkoba pimpinan Joaquim "El Chapo" Archivaldo Guzmán
Loera.
Para ajudan Obrador itu juga disebut bukan berasal dari
agen spesialis keamanan. Mereka dikabarkan direkrut untuk mengamankan
sang presiden hanya berdasarkan "kesetiaan atau loyalitas."
Sebagai
contoh, Obrador menunjuk Danel Asaf, sebagai kepala ajudannya. Asaf
merupakan seorang mantan pekerja restoran asal Libanon dan kandidat
anggota legislatif Mexico City, tanpa latar belakang keamanan.
Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador. (Reuters/Goran Tomasevic)
|
Tak hanya para ajudan, petugas bandara dan pramugari pesawat juga kerap dibuat kelimpungan jika Obrador tengah berpergian.
"Ketika
dia harus menunggu di bandara, itu adalah momen yang paling buruk,"
ucap seorang kepolisian bandara yang tak ingin disebutkan namanya.
"Orang-orang
menyerbunya (Obrador). Jika suatu hari seseorang ingin melakukan hal
yang buruk padanya, kami tidak akan bisa menghentikan mereka karena dia
(Obrador) tidak suka dikhawal. Dia tidak bisa terus seperti ini, dia
harus mau menggunakan ruang VIP."
Seorang pramugari pesawat yang
ditumpangi Obrador, Alejandra Martinez, mengaku perjalanan bersama sang
presiden membuatnya sakit kepala.
"Sangat mengerikan bahwa dia
ada di dalam penerbangan bersama saya. Orang-orang jadi mengabaikan
instruksi (keselamatan). Mereka meninggalkan tempat duduk pesawat bahkan
selama turbulensi," kata Martinez.
"Sejumlah wartawan yang ikut
juga tidak bisa mengerti bahwa mereka tidak bisa menggunakan kamera saat
sedang terbang di udara karena bisa menjadi proyektil ketika sesuatu
yang tidak terduga terjadi."
Menanggapi pengamanannya, Obrador menyatakan dia berserah diri dan yakin Tuhan akan selalu melindunginya.