Rabu, 20 Februari 2019

Rudal S-400 Rusia Rusak Diterjang Badai saat Dikirim ke China


Rudal S-400 Rusia Rusak Diterjang Badai saat Dikirim ke China
Sistem pertahanan rudal S-400 Triumf Rusia. Foto/Pravda.ru

ABU DHABI - Rudal-rudal untuk sistem pertahanan S-400 Rusia terpaksa dihancurkan karena rusak akibat diterjang badai saat dikirim ke China melalui kapal. Namun, senjata-senjata untuk Beijing itu akan diganti oleh Moskow.

Mengutip surat kabar Pravda, Rabu (20/2/2019), Kepala Teknologi Rusia, Sergei Chemezov, mengklarifikasi nasib rudal anti-pesawat yang seharusnya dikirim ke China tersebut.

Berbicara pada konferensi pers di pameran senjata IDEX di Abu Dhabi, Chemezov mengatakan bahwa Rusia mengirim rudal anti-pesawat terpandu untuk sistem S-400 Triumf ke China sesuai dengan kontrak. Namun, kapal yang membawa rudal diterjang badai dan rudal tersebut harus dihancurkan karena rusak. 

Sekarang, lanjut Chemezov, Rusia membuat rudal baru yang akan dikirim ke China segera.

Nilai kontrak untuk pasokan enam divisi S-400 Rusia ke China mencapai lebih dari USD3 miliar. Pengangkutan rudal ke China dimulai pada tanggal 18 Februari. Namun, pada hari berikutnya, kapal dihantam badai di kawasan Selat Inggris. Selama terjangan badai, peralatan pemasangan pecah dan beberapa rudal rusak parah.

Kapten kapal lantas memutuskan untuk mengembalikan kapal ke Rusia. Kapal tersebut membawa pos komando, stasiun radar, peralatan listrik dan alat bantu, suku cadang, aksesori, dan elemen lain dari sistem S-400.

Rudal anti-pesawat dari sistem S-400 dapat menyerang target aerodinamis pada ketinggian hingga 27 kilometer dan target balistik pada ketinggian hingga 25 kilometer. 



Credit  sindonews.com