Rabu, 20 Februari 2019

Mahathir: Indonesia Adalah Saudara Kami


Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad
Foto: The Star

Indonesia dan Malaysia lahir dari rumpun dan tradisi yang sama




CB, PUTRA JAYA— Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad, mengatakan masyarakat Indonesia dan Malaysia perlu saling mengenal satu sama lain dalam salah satu upaya untuk memperkuat hubungan antarkedua bangsa serumpun tersebut.


"Masyarakat Indonesia adalah saudara kami. Kami ingin hubungan yang semakin kuat," kata Mahathir kepada sejumlah pemimpin redaksi Indonesia yang bergabung dalam Ikatan Setia Kawan Wartawan Malaysia Indonesia (ISWAMI) di Putra Jaya, Malaysia, Selaa (19/2).

Mahathir mengakui memang hubungan antara kedua negara itu bukan tanpa masalah tetapi hal itu persoalan kecil yang dapat diatasi dengan baik.


Mahathir mencontohkan salah satu persoalan yang pernah dialami kedua negara tersebut adalah masalah konfrontasi yang telah lalu dan setelah peristiwa itu selesai, tidak ada lagi masalah yang besar.


"Selepas konfrontasi sudah tidak ada lagi masalah yang besar, tidak ada angkat senjata, bahkan hubungan Indonesia dan Malaysia semakin membaik karena kedua negara memiliki banyak persamaan-persamaan," kata Mahathir.


Pada kesempatan itu, Mahathir juga mengimbau wartawan-wartawan Indonesia dan Malaysia untuk terus bertukar informasi dalam upaya turut membantu pemerintahan kedua negara menjaga hubungan yang baik di berbagai bidang.


Menurut perdana menteri Malaysia tersebut, siapapun yang nantinya memimpin Malaysia harus dapat meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia.


"Saya tidak akan lama-lama lagi memimpin, dan saat ini sedang menyiapkan pengganti. Ini janji saya untuk meletakkan jabatan mungkin dalam waktu dua atau tiga tahun lagi terutama ketika persoalan-persoalan besar termasuk utang-utang negara terselesaikan," kata Mahathir.


Sebanyak 15 pemimpin redaksi media massa Indonesia yang tergabung dalam ISWAMI berada di pusat pemerintahan Malaysia, Putra Jaya, pada 18-20 Februari 2019 guna memenuhi undangan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad.



Credit  republika.co.id