Tentara Taliban sedang berjaga-jaga di Bamiyan, Afghanistan.
Foto: ap
Pemerintah yang didukung Barat masih menguasai distrik-distrik besar di Afghanistan.
CB,
KABUL -- Pemerintah Afghanistan yang didukung Amerika Serikat (AS)
telah kehilangan kendali atas sejumlah distrik dari Taliban. Laporan
terbaru dari Special Inspector General for Afghanistan Reconstruction
(SIGAR) mengatakan, Taliban saat ini sudah menguasai 45 persen wilayah
Afghanistan.
"Penguasaan distrik, penduduk, dan wilayah Afghanistan secara
keseluruhan menjadi lebih diperebutkan pada kuartal ini," kata badan itu
dalam laporannya, Kamis (1/11), dikutip Aljazirah.
Taliban
masih belum berhasil mengambil alih provinsi besar meskipun telah
banyak melakukan serangan ke Provinsi Farah di Afghanistan barat dan
Provinsi Ghazni di pusat tahun ini. Mereka lebih banyak menguasai
wilayah pedesaan.
Data dari misi Resolute Support
Afghanistan yang dipimpin NATO menunjukkan, pasukan pemerintah telah
gagal mengambil alih kekuasaan atas distrik, penduduk, dan wilayah pada
kuartal ini.
Pada
September lalu, Pemerintah Afghanistan mengklaim berhasil mengendalikan
wilayah dengan sekitar 65 persen penduduk. Persentase ini stabil sejak
Oktober 2017, setahun setelah pertempuran sengit terjadi di Farah dan
Ghazni serta provinsi lain seperti Faryab dan Baghlan di utara.
Namun,
dilaporkan hanya 55,5 persen dari total 407 wilayah yang berada di
bawah kendali atau pengaruh pemerintah. Tingkat ini yang terendah sejak
SIGAR mulai melacak kontrol wilayah pada 2015.
Enam bulan
sebelum pemilihan presiden, situasi keamanan semakin terdegradasi di
Afghanistan. Bahkan ketika utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, telah
bertemu dengan para pejabat Taliban untuk memetakan kemungkinan
perundingan perdamaian.
Ketika Taliban terus menekan
pemerintah, SIGAR mengutip misi Resolute Support yang mengatakan jumlah
rata-rata korban pasukan keamanan Afghanistan antara 1 Mei sampai 1
Oktober adalah yang terbesar yang pernah terjadi selama periode itu.
Pemerintah
Afghanistan tidak lagi mengumumkan angka pasti dari jumlah korban,
tetapi bulan ini Jenderal Joseph Votel, kepala Komando Pusat AS,
mengatakan korban dari pihak Pemerintah Afghanistan telah meningkat dari
tahun lalu dan menjadi masalah yang memperhatikan.
United
Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA), yang telah
mendokumentasikan korban sipil di Afghanistan sejak 2009, mengatakan
dalam laporan terbarunya bahwa ada 8.050 korban sipil selama sembilan
bulan pertama tahun ini. Korban itu termasuk 313 kematian dan 336 cedera
yang disebabkan oleh Serangan udara AS dan Afghanistan.
Taliban,
yang dicopot dari kekuasaan oleh pasukan pimpinan AS pada 2001, telah
melakukan pemberontakan bersenjata berdarah untuk mengalahkan pemerintah
yang didukung Barat di Kabul.
Pasukan Turki dan Amerika Serikat (AS) memulai patroli gabungan di Suriah utara. Foto/Ilustrasi/Istimewa
MANBIJ
- Pasukan Turki dan Amerika Serikat (AS) memulai patroli gabungan di
Suriah utara pada Kamis kemarin. Patroli gabungan ini bertujuan untuk
mencegah bentrok antara Turki dan sekutu Kurdi Washington. Namun Turki
terus menekan dengan serangan baru di dekatnya untuk menghancurkan suku
Kurdi.
Menteri pertahanan Turki dan koalisi militer pimpinan AS
di Suriah mengkonfirmasi dimulainya patroli di Manbij, sekitar 30 km
dari perbatasan Turki itu. Sebelumnya, pasukan AS dan Turki telah
mengadakan patroli terkoordinasi tetapi terpisah di sana.
Seorang wartawan Reuters
melihat konvoi enam kendaraan militer, beberapa mengibarkan bendera AS
dan lainnya mengibarkan bendera Turki, bergerak sekitar 20 km dari kota
Manbij seperti dikutip dari kantor berita berbasis Inggris itu, Jumat
(2/11/2018).
Patroli berlangsung di sepanjang garis pemisah
antara wilayah yang dikuasai oleh Dewan Militer Manbij bersekutu dengan
SDF dan daerah yang dikuasai Turki di Suriah utara.
Namun, kerja sama Turki-AS di Manbij tampaknya tidak berhasil mencegah serangan Turki pertama yang melintasi sungai Eufrat.
Turki
telah menembak melintasi perbatasan selama lima hari sebagai persiapan
untuk apa yang Presiden Tayyip Erdogan katakan akan menjadi serangan
segera untuk menghancurkan pasukan Kurdi di sepanjang perbatasan Turki.
Kelompok
pengamat Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dan juru bicara
SDF Kino Gabriel mengatakan pasukan Turki menembaki sebuah daerah dekat
kota Suriah Tel Abyad di perbatasan Turki. Mereka mengatakan seorang
gadis meninggal akibat serangan itu.
Pada hari Rabu, SDF
mengatakan serangan Turki telah memaksanya untuk menangguhkan kampanye
yang didukung AS terhadap ISIS di dekat perbatasan Irak.
Pada
hari Kamis, juru bicara koalisi pimpinan Kolonel Sean Ryan mengatakan
kepada Reuters di email komentar bahwa penangguhan itu masih berlaku
sementara pembicaraan berlanjut.
Komando Sentral AS, yang
bertanggung jawab atas pasukan militer Amerika di wilayah tersebut,
mengeluarkan pernyataan pada Kamis malam mendesak semua pihak untuk
menahan diri untuk mengurangi situasi saat ini dan memastikan tekanan
maksimum terus berlanjut terhadap ISIS.
Dalam konflik multi
kelompok, para pejuang ISIS telah terusir dari hampir semua
"kekhalifahan" yang mereka kuasai di Suriah dan Irak oleh sejumlah musuh
termasuk koalisi pimpinan AS, pemerintah Irak, Pemerintah Suriah yang
didukung Rusia dan paramiliter Syiah yang didukung Iran.
Namun,
minggu lalu pejuang ISIS meluncurkan salah satu serangan paling
mematikan tahun ini terhadap SDF. SDF mengatakan kehilangan 14 pejuang;
Observatorium mengatakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi.
Selama
dua tahun terakhir, pasukan Turki telah menyapu Suriah untuk mendorong
para pejuang YPG keluar dari wilayah barat sungai Eufrat dalam dua
kampanye militer terpisah.
Serangan-serangan di masa lalu
terhenti di tepian sungai, sebagian untuk menghindari konfrontasi
langsung dengan Amerika Serikat.
Hubungan AS dengan Turki, salah
satu sekutu terdekatnya di Timur Tengah selama beberapa dekade, telah
tegang hampir mencapai titik puncaknya dalam beberapa bulan terakhir
oleh perbedaan atas Suriah dan berbagai masalah lainnya.
Presiden
AS Donald Trump berbicara pada hari Kamis dengan Erdogan. Kantor
pemimpin Turki mengatakan mereka menekankan tekad mereka untuk
memperkuat hubungan.
Koalisi Arab Saudi terus menggempur Sanaa, Yaman dari udara menyusul tewasnya puluhan tentara oleh kelompok Houthi, Ahad (6/9).
Foto: press tv
Koalisi mengaku memiliki bukti bandara digunakan untuk peluncuran rudal.
CB,
SANAA -- Koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang di Yaman telah
menyerang Bandara Internasional Sanaa dan pangkalan udara Al-Dailami
yang dikuasai pemberontak. Pangkalan udara itu diduga digunakan oleh
pemberontak Houthi untuk meluncurkan serangan rudal balistik dan
serangan pesawat tak berawak.
Meski ada serangan, juri bicara koalisi Kolonel Turki al-Malki,
mengatakan jadwal penerbangan di bandara dan upaya bantuan internasional
tidak terpengaruh. Dia mengatakan konferensi pers akan diadakan pada
Jumat (2/11) sore untuk memberikan bukti bahwa bandara tersebut
digunakan oleh Houthi untuk meluncurkan serangan.
"Operasi
ini termasuk penargetan peluncuran rudal balistik dan lokasi
penyimpanannya, stasiun bumi UAV, pembuatan bom, dan lokakarya perakitan
serta lokasi mereka di pangkalan udara Al-Dailami di Sanaa," jelasnya.
Dia
menambahkan, operasi itu dilakukan setelah adanya operasi intelijen dan
pemantauan aktivitas milisi Houthi yang didukung oleh Iran. Tujuannya
menghancurkan dan menetralisir ancaman yang mereka ajukan terhadap
keamanan regional dan internasional.
Semua tindakan
pencegahan yang mungkin diambil harus sesuai dengan Hukum Humaniter
Internasional, Aturan Adat, dan Joint Forces Command of the Coalition
Rules of Engagement.
Al-Masirah TV, yang
dikendalikan oleh Houthi, mengatakan lebih dari 30 serangan udara
ditujukan ke Pangkalan Udara al-Dulaimi di Sanaa dan daerah sekitarnya.
Arab
Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekutu Muslim Sunni telah memerangi Houthi
Iran selama lebih dari tiga tahun. Houthi, yang mendorong pemerintahan
Yaman ke pengasingan pada 2014, menguasai sebagian besar Yaman utara,
termasuk ibu kota Sanaa.
AS Inggris telah menyerukan diakhirinya perang yang telah mendorong negara miskin itu untuk semakin kelaparan.
Kala sudah banyak inisiatif internasional soal
kelautan, Indonesia kembali membentuk AIS Forum. Inggris dan Singapura
berharap AIS Forum dapat lebih konkret. (Dok. Kemenko Maritim)
Manado, CB -- Kala sudah begitu banyak
inisiatif internasional yang mengangkat isu kelautan, pemerintah
Indonesia menggagas satu lagi forum maritim untuk negara-negara
kepulauan, Archipelagic and Island (AIS) Forum.
Sebagai
anggota, Inggris dan Singapura pun berharap forum gagasan RI dan
Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) ini dapat membahas
isu yang lebih konkret dan dapat dipraktikkan.
"Sudah banyak
inisiatif internasional kelautan, cara agar forum ini membawa perubahan
adalah dengan fokus pada hal konkret, praktis, sehingga dapat menambah
nilai dari forum yang sudah ada," ujar Manajer Kebijakan Maritim
Internasional Kemlu Inggris, Adrian Jones, kepada CNNIndonesia.com setelah menghadiri pertemuan tingkat menteri AIS Forum di Manado, Kamis (11/1).
Senada dengan Jones, pemimpin delegasi dari Singapura, Suresh Sukumar,
mengatakan bahwa negaranya berharap forum ini lebih menekankan hal-hal
praktis di tengah keberadaan inisiatif kelautan internasional lainnya.
"Sudah
banyak inisiatif internasional mengenai kelautan selama ini, kami
berharap forum ini dapat lebih berfokus ke aksi," ujar Sukumar saat
memberikan pernyataan penutup dalam pertemuan tingkat menteri AIS Forum.
Dalam
pertemuan tersebut, para anggota AIS Forum menyepakati Deklarasi Manado
yang pada intinya berisi komitmen negara terkait untuk memperkuat kerja
sama di 4 bidang, salah satunya tata kelola maritim.
Jones mengatakan bahwa segala kajian dalam forum ini mungkin dapat
membentuk formula tata kelola maritim yang baik bagi berbagai pihak.
Namun, Inggris sendiri memiliki patokan regulasi dari ikatan
Commonwealth.
"Inggris juga anggota Commonwealth. Secara
internasional, kami harus mempertimbangkan praktik mana yang lebih baik,
tapi bukan berarti kami tidak mau berbagi," tuturnya.
Jones
kemudian menyoroti tiga poin lainnya dari isi Deklarasi Manado, yaitu
mitigasi perubahan iklim dan manajemen bencana, tantangan dan peluang
ekonomi, dan sampah plastik di laut.
"Semuanya juga sangat
penting bagi Inggris yang memiliki teritori pulau yang tersebar hingga
ke Karibia. Ke depannya, kita harus bisa mengidentifikasi area spesifik
yang bisa ditambahkan nilanya oleh AIS Forum," ucap Jones.
Kebanyakan
delegasi yang hadir dalam forum ini datang langsung dari Bali setelah
mengikuti rangkaian acara konferensi kelautan internasional lainnya, Our
Ocean Conference (OOC).
Kebanyakan
delegasi yang hadir dalam forum ini datang langsung dari Bali setelah
mengikuti rangkaian acara konferensi kelautan internasional lainnya, Our
Ocean Conference (OOC). (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir)
Ketika ditanya perbedaan AIS Forum dengan inisiatif kelautan
internasional lainnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut
Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa semua terletak pada fokus anggota.
"Kita lebih fokus pada archipelagic.
Di sini lebih fokus negara-negara kepulauan yang selama ini suara
mereka itu kurang disuarakan. Dengan sekarang ini, mereka punya platform
untuk menyuarakan suara mereka," kata Luhut kepada CNNIndonesia.com.
Luhut
kemudian menyinggung salah satu dampak pemanasan global, yaitu kenaikan
permukaan air. Dengan fenomena ini, sejumlah negara kepulauan di
Pasifik terancam tenggelam.
"Itu kan harus ada tanggung jawab
global juga. Mau diapain itu penduduknya?" kata Luhut saat ditemui di
Grand Kawanua Convention Center.
Tak jauh dari lokasi tersebut, berdiri gedung sekretariat Coral Triangle
Initiative (CTI), yaitu inisiatif Indonesia, Malaysia, Papua Nugini,
Filipina, Solomon Islands, dan Timor Leste untuk upaya konservasi
terumbu karang.
Kini, bangunan itu terbengkalai. Ketika ditanya
mengenai pencegahan agar AIS Forum tidak bernasib serupa, Luhut malah
membuka kemungkinan CTI bisa dimasukkan ke dalam pembahasan forum negara
kepulauan.
"CTI. Itu juga kita mau hidupin lagi.
Sekarang kan kurang bagus. Ini mungkin bisa dibawa ke sekretariat ini
(AIS Forum) kan. Mau kita perbaiki, bisa kita masukkan juga dalam
masalah (AIS Forum) ini," katanya.
"Kasihan kan itu terbengkalai padahal begitu bagus. Masalahnya kan karena tidak dirawat bersama saja."
Perdana Menteri Junta Militer Thailand, Prayut Chan o cha. (Dok. Government of Thailand)
Jakarta, CB -- Perdana Menteri Thailand,
Prayut Chan o Cha akan mencabut larangan aktivitas politik pada
Desember mendatang. Pencabutan ini dilakukan sebagai persiapan pemilihan
umum yang akan berlangsung tahun depan.
"Soal pencabutan
larangan kegiatan politik, kami akan mempertimbangkannya pada akhir
November atau awal Desember mendatang, tergantung pada keadaan," kata
dia kepada wartawan, dikutip Reuters, Kamis (1/11).
Pemerintah
junta militer Thailand menerapkan larangan kegiatan politik sejak
kudeta empat tahun lalu. Alasannya untuk mengembalikan ketertiban umum
setelah berbulan-bulan terjadi unjuk rasa besar-besaran antara penentang
dan pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dan Yingluck
Shinawatra.
Pada bulan lalu, pemerintah melonggarkan beberapa larangan yang
memungkinkan partai-partai politik untuk melakukan aktivitasnya
menjelang pemilu pada Mei 2019. Namun, mereka masih melarang kampanye
politik dan berkumpul di muka umum lebih dari lima orang.
Berbagai
partai politik telah bersiap untuk melakukan pemilihan umum pada tahun
depan. Pemilu diadakan di bawah konstitusi yang disusun oleh militer.
Sebelumnya,
Prayut mengatakan bahwa dirinya tertarik terjun ke politik setelah
pemilu diselenggarakan. Publik menganggap dia masih berhasrat ingin
menjabat sebagai Perdana Menteri.
Empat menteri kabinetnya pun telah mengerahkan mesin politiknya untuk mendukung Prayut.
Pada Minggu (28/10) pekan lalu, partai pendukung Yingluck, Puea Thai sudah memilih kandidat baru untuk maju dalam pemilu.
Meskipun
tanggal pemilu belum ditetapkan secara pasti, namun para pejabat senior
mengatakan bahwa pemilu kemungkinan diadakan pada 24 Februari 2019.
Aksi
jet tempur Rusia di wilayah udara Suriah yang mengintersepsi dua jet
tempur Prancis dan pesawat militer Amerika Serikat. Foto/@fighterbomber
via Instagram
MOSKOW
- Sebuah video yang di-posting di Instagram oleh seorang pilot militer
Rusia menunjukkan pencegatan pesawat jet tempur Moskow terhadap dua jet
tempur Prancis di atas wilayah udara Suriah. Menurut video itu, pesawat
Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) KC-10 Extender juga mengalami nasib
serupa.
Pilot Moskow mengunggah video itu dengan nama akun @fighter_bomber_ pada hari Rabu (31/10/2018) yang dilansir Russia Today, Kamis (1/11/2018) malam. Insiden itu terjadi saat jet tempur Rusia sedang mengawal sebuah pesawat angkut militer Il-76.
Jet
tempur Moskow itu lantas mendekati tiga pesawat milik dua negara NATO
tersebut sebelum melakukan upaya pencegatan atau intersepsi.
"Kami
mencelupkan sayap kami (yang berarti di bawah makalah internasional
'Anda telah dicegat!'). Dan membuat manuver untuk mendapatkan ketinggian
(yang berarti 'segera keluar dari sini, sebelum hal-hal menjadi
keras!')," tulis pilot tanpa mengungkap identitas aslinya.
Dia
tidak menjelaskan kapal video itu dibuat. Namun, Blog Pertahanan
menunjukkan bahwa intersepsi itu terjadi pada Mei 2017, di mana saat itu
pejabat Pentagon Jenderal Jeffrey L. Harrigian, komandan Komando Pusat
Angkatan Udara AS, menyebut tindakan pilot Rusia tidak profesional.
Dalam
deskripsi video pihak Prancis mengeluh tentang insiden itu, sedangkan
pihak AS mengatakan semuanya aman. "Tetapi para penyelidik masih
(mendisiplinkan) kru untuk berjaga-jaga," tulis pilot Rusia pengguna
akun @fighter_bomber_.
Rudal
Novator 9M729 yang dinilai telah melanggar perjanjian nukir antara
Amerika Serikat dengan Rusia tahun 1987. Foto/The National Interest
BRUSSELS
- NATO mendesak Rusia untuk memberikan rincian tentang sistem rudal
barunya yang dianggap mengancam Amerika Serikat (AS) dan
sekutu-sekutunya. Aliansi militer Barat itu menuduh rudal jelajah 9M729
Moskow telah melanggar perjanjian senjata nuklir 1987.
Tuduhan
itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg
ketika melakukan pembicaraan dengan duta besar Rusia pada hari Rabu.
Pembicaraan itu membahas nasib perjanjian senjata nuklir antara Moskow
dan Washington yang dikenal sebagai Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987.
"Kami
semua setuju bahwa Perjanjian INF sangat penting bagi keamanan
Euro-Atlantik. Sekutu telah berulang kali menyatakan keprihatinan serius
tentang sistem rudal Rusia baru, yang dikenal sebagai 9M729 atau
SSC-8," kata Stoltenberg dalam pernyataannya, yang dilansir Reuters, Kamis (1/11/2018).
Dia mengatakan pengembangan rudal jelajah jarak menengah SSC-8 berbasis darat menimbulkan risiko serius bagi stabilitas.
"NATO
telah mendesak Rusia berulang kali untuk mengatasi masalah ini secara
substansial dan transparan, dan untuk secara aktif terlibat dalam dialog
yang konstruktif dengan Amerika Serikat. Kami menyesalkan bahwa Rusia
tidak mengindahkan seruan kami," kata Stoltenberg.
Perjanjian INF
yang diteken Rusia—kala itu bernama Uni Soviet—dan AS. Perjanjian itu
melarang peluncuran rudal balistik dengan rentang antara 500 kilometer
hingga 5.500 kilometer (310 mil-3.410 mil).
Rusia membantah tuduhan melanggar perjanjian senjata nuklir 1987 dan menegaskan bahwa Moskow komitmen menghormatinya.
Namun, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menarik AS keluar dari Perjanjian INF dengan alasan Moskow sudah melanggarnya.
Dua pesawat pembom Rusia muncul mengejutkan latihan perang NATO. Foto/Istimewa
OSLO
- Dua pesawat pembom Tu-160 'White Swan' yang sedang melakukan latihan
di perairan internasional di lepas pantai Norwegia, mengagetkan NATO
yang tengah melakukan latihan perang 'Trident Juncture 2018'. Jet-jet
Inggris pun dikirim sebagai jawaban untuk mengusir dua pembom tersebut.
"Pembom
strategis jarak jauh sedang melakukan latihan yang direncanakan di Laut
Barents dan Laut Norwegia," kata Kementerian Pertahanan Rusia, seperti
dikutip dari Russia Today, Kamis (1/11/2018).
Hal ini mendorong Inggris untuk mengirim patroli udara ke utara Skotlandia dalam kasus pembom keluar jalur ke selatan.
Rusia
mengajukan Pemberitahuan Penerbangan (NOTAM) untuk latihan pada hari
Selasa. Pemberitahuan itu mengatakan bahwa "serangan uji roket" akan
dilakukan di Laut Norwegia dari jam 7 pagi hingga 2 siang waktu setempat
setiap hari, 1-3 November.
"Penerbangan akan memakan waktu
sekitar sepuluh jam, setelah itu para pengebom akan kembali ke
pangkalan," kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Pengumuman itu
telah mengkhawatirkan NATO, karena sekitar 50.000 tentara saat ini
mengambil bagian dalam latihan "Trident Juncture 2018" di Norwegia.
Menampilkan 10.000 kendaraan tempur, 65 kapal dan 250 pesawat terbang,
ini adalah latihan terbesar dalam beberapa dasawarsa.
Permintaan
"polisi udara" NATO yang diminta untuk penerbangan Rusia membuat Inggris
menerbangkan jet tempur ke langit di atas Skotlandia pada hari Rabu.
Jet tersebut dikirim untuk mengawasi pengebom yang disebut NATO sebagai
'Blackjack.'
Keseluruhan zona uji Rusia ada di perairan
internasional, meskipun titik terdekatnya hanya 13,9 mil laut dari
pantai Norwegia. Namun, zona ini tepat di tengah kawasan yang ditetapkan
sebagai zona pelatihan maritim dan udara untuk "Trident Juncture 2018,"
yang mencakup sebagian besar Norwegia dan bahkan sebagian besar Swedia
yang netral.
Latihan
NATO akan menghindari Lingkaran Arktik, menghindari bagian paling utara
Norwegia, yang berbatasan dengan Rusia. Meski begitu, Angkatan Laut
Rusia membuat titik untuk melakukan lebih banyak uji penerbangan di Laut
Barents, juga di perairan internasional tetapi berada di utara Norwegia
dan jauh di luar zona latihan NATO.
Menurut NOTAM Rusia, latihan-latihan ini akan berlangsung mulai dari jam 5 pagi hingga 7 malam setiap hari, 6-9 November.
"Pilot
penerbangan jarak jauh Rusia secara teratur melakukan latihan di atas
perairan internasional, dan semua penerbangan sangat sesuai dengan hukum
internasional dan tidak melanggar wilayah udara negara-negara lain,"
kata Moskow.
CB,
Pada 2 November 1917, Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour
menulis sebuah surat kepada warga negara Yahudi di Inggris, Baron Lionel
Walter Rothschild. Surat itu menyatakan dukungan Pemerintah Inggris
atas terhadap tanah air Yahudi di Palestina.
Surat itu kemudian dikenal sebagai Deklarasi Balfour. Deklarasi ini
secara umum dipandang sebagai salah satu katalis utama hari Nakba,
pembersihan etnis Palestina pada 1948, dan konflik yang terjadi dengan
negara Zionis Israel.
Deklarasi tersebut dianggap sebagai
salah satu dokumen yang paling kontroversial dan dipertentangkan dalam
sejarah modern dunia Arab. Dokumen ini juga telah membingungkan
sejarawan selama beberapa dekade.
Dilansir di Aljazirah,
Deklarasi Balfour (atau Janji Balfour dalam bahasa Arab) adalah janji
publik yang diberikan Inggris pada 1917. Tujuannya adalah untuk
mendirikan sebuah tempat tinggal bagi orang-orang Yahudi di Palestina.
Deklarasi dibuat selama Perang Dunia I (1914-1918) dan dimasukkan dalam ketentuan sistem British Mandate for Palestine
setelah pembubaran Kekaisaran Ottoman. Apa yang disebut sistem mandat,
yang dibentuk oleh kekuatan Sekutu, adalah bentuk kolonialisme dan
pendudukan yang terselubung.
Sistem ini mentransfer aturan
dari wilayah yang sebelumnya dikendalikan oleh negara yang kalah dalam
perang, yaitu Jerman, Austria-Hungaria, Kekaisaran Ottoman, dan
Bulgaria, ke para pemenang.
Tujuan yang dinyatakan
dari sistem mandat adalah memungkinkan para pemenang perang untuk
mengelola negara-negara baru muncul sampai mereka meraih kemerdekaan.
Namun kasus Palestina tergolong unik. Tidak seperti sisa mandat pasca-perang, tujuan utama British Mandate for Palestine
adalah menciptakan kondisi untuk pendirian tempat tinggal Yahudi, meski
orang Yahudi kurang dari 10 persen dari populasi pada saat itu.
Setelah
dimulainya mandat, Inggris mulai memfasilitasi imigrasi orang Yahudi
Eropa ke Palestina. Antara 1922 dan 1935, populasi Yahudi meningkat dari
sembilan persen menjadi hampir 27 persen dari total penduduk.
Meskipun
Deklarasi Balfour juga memperingati agar hak sipil dan agama dari
komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina tidak dirugikan, namun British Mandate for Palestine memperlengkapi orang Yahudi dengan alat untuk memerintah dengan mengorbankan orang-orang Arab Palestina.
Pemberontak Syiah Houthi mengangkat senjata mereka selama
unjuk rasa menentang serangan udara di Sanaa, Yaman, 26 Maret 2015.
[REUTERS / Khaled Abdullah]
CB, Jakarta - Selama tiga tahun terakhir, Yaman,
negara termiskin di dunia Arab, dicengkeram oleh perang saudara antara
milisi Houthi dan pendukung pemerintah yang diakui internasional.
Houthi
dan pemerintah Yaman telah terlibat bentrokan sejak 2004, dengan disela
gencatan senjata beberapa kali. Namun pertempuran ketika itu hanya
terjadi uatar Yaman, di provinsi miskin, Saada, dilaporkan dari
Aljazeera 1 November 2018.
Pada
September 2014, pemberontak Houthi mengambil alih ibu kota Yaman,
Sanaa, hingga terus ke wilayah selatan ke kota terbesar kedua Yaman,
Aden.
Negara-negara Arab kemudian melancarkan kampanye militer pada 2015 untuk mengalahkan Houthi dan memulihkan pemerintahan Yaman.
Awal Konflik
Jejak
pertempuran skala besar dimulai ketika peralihan kekuasaan dari
penguasa otokratis, Presiden Ali Abdullah Saleh, kepada wakilnya yang
menjadi presiden saat ini, Abd Rabbu Mansour Hadi pada November 2011,
dilansir dari The Sun.
Saleh dipaksa mundur setelah seruan dampak Arab Spring menyebar di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.
Ketika
itu Hadi berupaya menuntaskan masalah Yaman di antaranya serangan Al
Qaeda, gerakan separatis yang muncul di selatan, perpecahan di kubu
militer, korupsi, kekurangan pangan dan pengangguran.Kemudian
gerakan Houthi muncul di tengah masalah negeri. Houthi, gerakan dari
wilayah pegunungan di utara Yaman pada 2004, yang merupakan gerakan
Syiah Zaidi, semakin berkembang di tengah ketakutan masyarakat dari
dominasi Sunni.
Pemberontak
Houthi mengangkat senjata mereka saat merayakan kematian mantan
Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, di Sanaa, Yaman, 4 Desember 2017.
REUTERS
Pertempuran
kecil awalnya hanya terbatas pada kawasan pegunungan di Saada. Kemudian
meluas ke wilayah utara lain seperti Amran dan wilayah barat, Al Jawf.
Houthi mendapat momentum pada 2011 dan menguasai seluruh Provinsi Saada.
Desakan
agar Presiden Hadi mundur pada Januari 2015 akibat efek domino dari
Arab Spring, membuat Houthi terus menuju ke Yaman selatan dan mengambil
alih Abyan, Aden dan Lahj, dikutip dari European Council on Foreign
Relation, ecfr.ue. Pada Juli dan Agustus 2015, Houthi ditahan oleh
pejuang milisi dukungan koalisi Arab.
Campur Tangan Asing
Perang sipil Yaman dimulai pada 2014 ketika pemberontak Houthi, gerakan
Syiah yang memiliki hubungan dengan Iran dan beroposisi dengan Sunni,
mengambil alih ibu kota Yaman dan kota besar lain, menuntut harga barang
pokok turun dan pemerintahan baru.
Setelah negosiasi gagal,
para pemberontak merebut istana presiden pada Januari 2015, yang membuat
Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi dan pemerintahannya terpaksa
mengundurkan diri.
Awal
Maret 2015, koalisi negara-negara Teluk Arab yang dipimpin oleh Arab
Saudi meluncurkan kampanye isolasi ekonomi dan serangan udara terhadap
gerilyawan Houthi, dengan dukungan logistik dan intelijen AS, dilansir
dari Council on Foreign Relations.Setelah kampanye militer
Koalisi Arab, Hadi membatalkan pengunduran dirinya dan kembali ke Aden
pada September 2015, dan pertempuran berlanjut sejak itu.
Orang-orang
memeriksa kerusakan salah satu rumah setelah hancur oleh serangan udara
di ibu kota Yaman, Sanaa, 25 Februari 2016. [REUTERS / Mohamed
al-Sayaghi]
Upaya PBB untuk menengahi pembicaraan damai
antara gerilyawan Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara
internasional terhenti pada 2016. Pada Desember 2017, Hadi dilaporkan
telah berada di pengasingan di Arab Saudi.
Pada Juli 2016, dua
kelompok yang bersekutu, yakni gerakan Houthi dan pemerintah mantan
Presiden Ali Abdullah Saleh, yang digulingkan pada 2011 setelah hampir
tiga puluh tahun berkuasa, mengumumkan pembentukan dewan politik untuk
memerintah Sana'a dan sebagian besar Yaman utara.
Namun,
pada Desember 2017, Saleh memutuskan hubungan dengan Houthi dan meminta
para pengikutnya untuk mengangkat senjata berbalik melawan Houthi.
Saleh terbunuh dan pasukannya kalah dalam dua hari.Intervensi
kekuatan regional dalam konflik Yaman, termasuk Iran dan negara-negara
Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi, membuat Yaman semakin terjerumus
dalam perpecahan Sunni-Syiah.
Seorang
pria bediri di dekat mobil yang hancur akibat serangan udara koalisi
Arab Saudi di Amran, Yaman, 25 Juni 2018. REUTERS/Khaled Abdullah
Arab
Saudi membentuk koalisi negara-negara Arab untuk mengalahkan Houthis di
Yaman pada 2015. Koalisi Arab terdiri dari Kuwait, Uni Emirat Arab,
Bahrain, Mesir, Maroko, Yordania, Sudan dan Senegal. Beberapa dari
negara-negara ini telah mengirim pasukan untuk bertempur di tanah Yaman,
sementara yang lain hanya melakukan serangan udara.
Pemerintah AS
secara teratur meluncurkan serangan udara pada al Qaeda dan ISIS di
Yaman, dan baru-baru ini mengakui telah mengerahkan sejumlah kecil
pasukan di lapangan, dilaporkan Aljazeera.
AS, bersama dengan kekuatan Barat lainnya seperti Inggris dan Prancis, juga memasok Koalisi Arab dengan senjata dan intelijen.
Iran
membantah telah mempersenjatai pemberontak Houthi, tetapi militer AS
mengatakan telah mencegat pengiriman senjata dari Iran ke Yaman. Para
pejabat Iran juga menyarankan agar mereka mengirim penasihat militer
untuk mendukung Houthi.
Aljazeera melaporkan pada 26 Maret 2018, setidaknya 10.000 warga Yaman
tewas akibat perang, dengan lebih dari 40.000 korban jiwa secara
keseluruhan.
Save The Children memperkirakan setidaknya 50.000
anak-anak meninggal pada 2017, dengan rata-rata 130 anak-anak meninggal
setiap harinya.
Komisaris
Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, telah memperkirakan bahwa serangan
udara Koalisi Arab Saudi menyebabkan hampir dua pertiga dari kematian
warga sipil yang dilaporkan, sementara Houthi dituduh menyebabkan korban
sipil massal karena pengepungan mereka terhadap Taiz, kota terbesar
ketiga Yaman.
Dalam
foto 25 Agustus 2018 ini, seorang bayi yang menderita kekurangan gizi
dimandikan dalam ember di Aslam, Hajah, Yaman. Perang saudara Yaman
telah menghancurkan kemampuan negara yang sudah rapuh itu untuk memberi
makan penduduknya. Sekitar 2,9 juta wanita dan anak-anak mengalami
kekurangan gizi akut, dan 400.000 anak lain berjuang untuk hidup akibat
dari kelaparan. (Foto AP / Hammadi Issa)
International
Rescue Comittee (IRC) menyebut Yaman dilanda krisis kemanusiaan terparah
di dunia. 22 juta lebih warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan
akibat kelaparan bersama dengan wabah kolera yang terburuk dalam sejarah
dunia moderen.
Sekitar
8 juta lebih warga Yaman kelaparan dan 16 juta orang kehilangan akses
kesehatan. Serangan udara terjadi rata-rata satu kali setiap 99 menit
selama tiga tahun terakhir, ketika warga sipil Yaman tidak bisa mendapat
makan dan perawatan kesehatan, menurut IRC.
UNICEF
melaporkan 11 juta lebih anak-anak Yaman membutuhkan bantuan. Jumlah
ini sepadan dengan jumlah keseluruhan anak-anak Yaman. Anak-anak Yaman dilaporkan tewas setiap 10 menit akibat perang.
Qatar menyerukan Arab Saudi untuk melakukan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan.
DOHA
- Qatar mengatakan menyambut seruan Amerika Serikat (AS) untuk gencatan
senjata di Yaman. Qatar juga menyerukan kembali ke pembicaraan damai
dukungan PBB yang ditujukan untuk mengakhiri perang tiga setengah tahun.
Sebelumnya
pemerintahan Donald Trump mengatakan bahwa iklim telah tepat untuk
melanjutkan pembicaraan damai, menyusul komentar seruap dari Menteri
Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Jim Mattis minggu ini.
"Seruan
AS adalah langkah menggembirakan menuju solusi politik dan mengakhiri
penderitaan rakyat Yaman," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri
Qatar seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/11/2018).
Yaman
adalah salah satu negara Arab termiskin dan menghadapi krisis
kemanusiaan yang luar biasa. Ini adalah sebuah konsekuensi dari perang
yang terjadi antara pasukan Houthi yang diarahkan Iran dengan koalisi
militer yang dipimpin Saudi, yang didukung oleh AS untuk memulihkan
pemerintahan yang diakui secara internasional.
Kedua
belah pihak dalam konflik telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi
manusia yang serius. Setidaknya sekitar 10.000 orang telah terbunuh dan
negara miskin itu kini berada di ambang kelaparan yang mengancam jutaan
orang.
Pesawat-pesawat jet tempur Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang digunakan untuk agresi di Yaman. Foto/REUTERS
WASHINGTON
- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendak perang di Yaman diakhiri
dengan perundingan damai. Seruan disampaikan Menteri Pertahanan James
Mattis dan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo.
Pompeo mendesak
Arab Saudi dan koalisi Arab-nya berhenti membombardir semua area
berpenduduk di Yaman. Namun, dia juga minta pemberontak Houthi
menghentikan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap koalisi Arab.
"Waktunya sekarang untuk penghentian permusuhan, termasuk serangan rudal dan UAV (unmanned aerial vehicles) dari daerah yang dikuasai Houthi ke Kerajaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab," kata Pompeo.
"Selanjutnya, serangan udara koalisi (Arab) harus berhenti di semua daerah berpenduduk di Yaman," ujar Pompeo, yang dikutip Reuters, Rabu (31/10/2018).
Sementara
itu, Mattis mengatakan AS telah menyaksikan konflik yang cukup lama di
Yaman. Dia yakin, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang berada dalam
koalisi Arab untuk memerangi pemberontak Houthi, siap untuk berunding.
"Kami
harus bergerak menuju upaya perdamaian di sini, dan kami tidak bisa
mengatakan kami akan melakukannya di masa depan," kata Mattis di US
Institute of Peace di Washington.
"Kami harus melakukan ini dalam 30 hari ke depan," ujar kepala Pentagon tersebut.
Mattis
mengatakan Amerika Serikat menyerukan semua faksi untuk bertemu dengan
utusan khusus PBB Martin Griffiths di Swedia pada bulan November dan
semua harus datang dengan solusi.
Arab Saudi dan sekutu Arab-nya
mulai intervensi militer dalam konflik antara pemerintah Presiden Yaman
Abd Rabb Mansour Hadi dengan pemberontak Houthi pada tahun 2015.
Setidaknya
sekitar 10.000 orang telah terbunuh dan negara miskin itu kini berada
di ambang kelaparan yang mengancam jutaan orang.
Amerika Serikat
telah menghadapi kecaman internasional karena perannya dalam mendukung
koalisi pimpinan Saudi tersebut. Mattis mengklaim dukungan AS hanya
mengajarkan Angkatan Udara Saudi untuk meningkatkan penargetan dan tidak
menjatuhkan bom ketika ada keraguan tentang apa yang akan diserang.
"Tujuan
kami sekarang adalah untuk mencapai tingkat kapabilitas oleh pasukan
yang berperang melawan Houthi bahwa mereka tidak membunuh orang yang
tidak bersalah," katanya.
"Solusi jangka panjang, dan jangka
panjang yang saya maksud 30 hari dari sekarang. Kami ingin melihat semua
orang di sekitar meja perdamaian berdasarkan gencatan senjata," kata
Martis.
"Berdasarkan mundurnya (Houthi) dari perbatasan dan
kemudian berdasarkan berhentinya penjatuhan bom yang akan memungkinkan
utusan khusus (PBB) Martin Griffiths mengumpulkan mereka di Swedia dan
mengakhiri perang ini. Itulah satu-satunya cara bahwa kita benar-benar
akan menyelesaikan ini."
Pengacara hak asasi manusia Meaza Ashenafi dilantik sebagai ketua Mahkamah Agung Ethiopia. Foto/Istimewa
ADDIS ABABA
- Pengacara hak asasi manusia Meaza Ashenafi dilantik sebagai ketua
Mahkamah Agung Ethiopia oleh parlemen negara itu. Pelantikan Ashenafi
terjadi di tengah gelombang penunjukkan untuk perempuan di posisi puncak
pemerintahan.
Perdana Menteri Abiy Ahmed menominasikan Meaza,
kepala staf negara itu mengumumkan. Pemimpin Ethiopia telah mendorong
lebih banyak perwakilan perempuan di kabinetnya.
"Dia membawa
rekam jejak kompetensi dan pengalaman yang relevan untuk peran itu,"
kata pembantu Abiy, Fitsum Arega, di Twitter, seperti dikutip dari CNN, Jumat (2/11/2018).
Ia menambahkan bahwa posisinya mengisyaratkan langkah negara itu menuju paritas gender dalam posisi kepemimpinan kunci.
Meaza
telah menjadi penasihat hak-hak gender dan perempuan di Komisi Ekonomi
PBB untuk Afrika yang berbasis di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa.
Ia mendirikan Asosiasi Pengacara Wanita Ethiopia dan menjabat sebagai hakim Pengadilan Tinggi.
Penunjukan
Meaza datang seminggu setelah Ethiopia memilih Sahle-Work Zewde sebagai
Presiden wanita pertama, sebuah langkah yang dipuji sebagai menetapkan
standar baru untuk kepemimpinan perempuan di negara Afrika.
Perempuan
membentuk setengah posisi menteri negara setelah perombakan kabinet
oleh Abiy, yang memimpin pemerintahan dan kebijakan Ethiopia.
Abiy, kepala pemerintahan termuda Afrika pada usia 42 tahun, telah memulai reformasi liberal sejak menjabat di bulan April.
Dia
menghormati perjanjian yang mengakhiri perang perbatasan 20 tahun
dengan tetangganya Eritrea dan membebaskan wartawan, blogger dan tahanan
politik yang dipenjara oleh pemerintahan sebelumnya.
Kematian akibat serangan jantung dua kali lebih banyak dialami warga aborijin.
CB,
CANBERRA -- Warga aborijin dan penduduk pulau-pulau Selat Torres di
Australia dua kali lebih banyak alami kematian akibat serangan jantung
dibandingkan penduduk nonpribumi. Bahkan di daerah tertentu jumlahnya
tiga kali lipat.
Hal itu merupakan laporan Yayasan
Jantung Australia yang mengutip data jumlah pasien rumah sakit di negara
itu. Kondisi itu mengungkap perbedaan mencolok kondisi kesehatan pasien
jantung antara penduduk asli dan nonpribumi.
Salah satu pasien bernama Trevor Riley (44 tahun), mengalami
serangan jantung pekan lalu di kampungnya yang terpencil, Minyerri, 450
kilometer dari Kota Darwin. Dia merasakan gejala sakit di lengannya dan
segera melapor ke klinik kesehatan setempat. Dia langsung diterbangkan
ke Rumah Sakit Royal Darwin.
Itu merupakan komplikasi jantung serius kedua yang dialami Riley, setelah katup aortanya diganti pada usia 40 di Adelaide.
"Saya alami koma selama 27 hari dan pasangan saya tak henti-hentinya berdoa seperti malaikat di atas saya," ujarnya.
"Saya tersadar dari tidur dan selamat. Tapi sekarang kembali ke rumah sakit, tidak tahu apa yang terjadi denganku," kata Riley.
Sebagai
pria aborijin, Riley tiga kali lebih mungkin alami penyakit jantung
dibandingkan pria non-aborijin. Northern Territory (NT) dan Australia
Barat mencatat kesenjangan terbesar dalam penbandingan rawat inap antara
kedua kelompok masyarakat ini.
"Di tingkat
nasional, kita tahu kesenjangan kesehatan jantung antara penduduk asli
dan nonpribumi Australia. Namun data baru ini menyadarkan kita betapa
besarnya kesenjangan di sejumlah wilayah Australia," kata Jane Potter
dari Yayasan Jantung.
Di NT, katanya, perempuan
aborijin enam kali lebih banyak dirawat di rumah sakit karena gagal
jantung dibandingkan perempuan nonpribumi.
Seorang
kardiolog di Darwin, Marcus Ilton, mengaku kaget dengan usia pasien
aborijin yang sangat muda dan banyak di antaranya alami penyakit jantung
rematik sejak kecil. Dia menangani remaja usia 18 tahun yang mengalami
kehamilan pertamanya dan sudah menjalani operasi katup.
"Sekarang katupnya sudah diperbaiki namun belum berfungsi dengan baik sehingga risiko kehamilannya semakin sulit," katanya.
Penyakit
jantung rematik, kata Ilton, perlu mendapat perhatian. Di sisi lain
penyakit itu juga mempengaruhi usia 20 dan 30 tahun.
"Kita melihat kejadian orang usia 20 dan 30 tahun yang main bola dan mengalami serangan jantung," katanya.
Menurut Jane Potter dari Yayasan Jantung, data terbaru ini perlu jadi masukan bagi pemerintah untuk menutup kesenjangan.
"Hal ini menggarisbawahi kaitan antara penyakit jantung dan keterbelakangan sosial ekonomi," ujarnya.
"Kesehatan
jantung yang baik terkait dengan pendapatan yang baik, perumahan yang
layak, pekerjaan yang stabil, akses makanan sehat yang terjangkau,"
katanya.
Tony Abbott mendukung polisi ditempatkan di sekolah Aborijin
CB,
CANBERRA -- Utusan khusus untuk urusan Pribumi Tony Abbott mengatakan
dirinya terbuka terhadap gagasan mengizinkan polisi ditempatkan ke
sekolah-sekolah di komunitas terpencil Aborijin. Hal itu sebagai bagian
dari dorongan untuk meningkatkan kehadiran dan keterlibatan siswa di
sekolah.
Mantan perdana menteri Australia itu telah
mengunjungi Pukatja di APY Lands Australia Selatan pada hari
terakhirnya. Itu dalam rangkaian kunjungannya ke sejumlah komunitas
pribumi Aborijin termasuk Coober Pedy, Murray Bridge, dan Koonibba di
ujung barat Australia Selatan.
Awal bulan ini, Pemerintah Wilayah Utara Australia (NT)
mengungkapkan program baru yang memperkenalkan petugas kepolisian ke-10
sekolah. Hal itu dengan tujuan menargetkan anak-anak yang berisiko
terlepas dari sistem pendidikan.
Tony Abbott telah
mengunjungi sekolah-sekolah pribumi terpencil sebagai bagian dari
lawatannya itu. Ia mengatakan mengizinkan polisi terjun langsung ke
sekolah-sekolah adalah opsi "sangat berharga" yang harus lebih luas
dipertimbangkan.
"Sudah ada cukup sejarah di
Australia Selatan, tentu saja di wilayah utara Australia (NT), polisi
berbasis sekolah," kata Abbott.
"Jika kita berbicara
tentang sekolah menengah di masyarakat yang bermasalah, saya pikir
terciptanya hubungan erat antara polisi lokal dan sekolah sering kali
menjadi hal yang baik ... karena orang-orang bisa saling mengenal satu
sama lain."
"Di New South Wales kami punya klub anak
laki-laki dan polisi, atau klub polisi dan warga. Saya pikir mereka
menyebut klub mereka seperti itu, dan klub itu melekat pada
sekolah-sekolah jadi bukan hal yang aneh untuk memiliki hubungan yang
sangat kuat antara polisi dan beberapa sekolah menengah."
Tony
Abbott secara kontroversial telah ditunjuk untuk menempati posisi baru
sebagai utusan khusus masyarakat pribumi. Hal itu setelah gagal
mengamankan sebuah kementerian dalam reshuffle yang dilakukan menyusul
terjadinya peralihan kepemimpinan federal pada Agustus lalu, di mana
penunjukan dirinya telah membuat marah beberapa pemimpin Aborijin.
Dia
tidak akan berkomentar secara langsung apakah polisi di sekolah akan
menjadi bagian dari rekomendasi awalnya. Ia berniat akan menyampaikannya
ke Parlemen pada akhir tahun ini.
Photo: Tanah adat Anangu Pitjantjatjara Yankunytjatjara mencakup kawasan yang luas di ujung barat Australia Selatan. (ABC RN: Georgia Moodie)
Dia
mengatakan meningkatkan dana untuk komunitas terpencil adalah "bagian
dari jawaban" untuk memperbaiki masalah sosial yang mendasar.
"Saya
menilai hal itu memang tidak akan menjawab seluruh permasalahan, tetapi
tentu saja saya melihat memang diperlukan lebih banyak pendanaan -
terutama di mana masyarakat ingin meningkatkan dan membuat lebih banyak
upaya itu sendiri - saya pikir ini akan menjadi penting," katanya.
Selama
masa kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri, Tony Abbott sering
dikritik karena menggunakan istilah "pilihan gaya hidup" untuk
menggambarkan kehidupan tradisional di komunitas terpencil. Ketika
ditanya apakah dia menyesali kata-katanya itu, dia tidak mundur.
"Saya
pikir kita harus menghargai bahwa apa yang dibicarakan oleh Pemerintah
Australia Barat adalah bagaimana Anda bisa menangani secara lebih baik
permukiman yang sangat, sangat, sangat sangat kecil," katanya.
"Saya
pikir ukuran rata-rata pemukiman mereka itu hanya terdiri dari 10 orang
... jika orang bersedia pergi dan tinggal di tempat yang sangat, sangat
terpencil dimana hanya ditemani beberapa orang lain, itu jelas pilihan
mereka."
Photo: Tony Abbott mengunjungi sejumlah komunitas terpencil Aborijindi Wilayah Utara Australia (NT). (Twitter: Tony Abbott)
Pada
2014, Tony Abbott mengawasi pengenalan strategi kehadiran sekolah jarak
jauh, tetapi sekarang mengakui kalau kebijakannya itu telah
menghasilkan hasil yang beragam.
"Apakah kehadiran
di sekolah terpencil meningkat secara dramatis? Secara umum, tidak.
Apakah sudah membaik di beberapa tempat? Ya, sudah," katanya.
Tony
Abbott diperkirakan akan menerima sambutan tidak hangat di beberapa
komunitas. Aborigin Elder Tauto Sansbury mengatakan itu adalah
"kunjungan yang sia-sia" karena posisi Tony Abbott adalah seorang
backbencher.
Juru bicara urusan Aborigin SA dari
Partai Buruh Kyam Maher juga skeptis, mengatakan pengangkatan Abbott
untuk peran barunya sebagai utusan urusan pribumi "sangat ofensif" bagi
banyak orang Aborijin.
Namun Abbott mengatakan,
penerimaannya "sejauh ini cukup bagus". Ia menambahkan bahwa ada "ucapan
terima kasih warga karena seorang politisi senior bersedia mendengarkan
keluhan mereka ".
"Saya pikir semakin terpencil
mereka tinggal, maka akan semakin positif mereka menerima ada seseorang
datang jauh dari Canberra dan mendengarkan mereka," katanya.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Jakarta, CB -- Perdana Menteri Australia, Scott Morrison nampak geram dengan sikap pendahulunya, Malcolm Turnbull.
Penyebabnya Turnbull dianggap lancang dengan menentang rencananya
memindahkan kedutaan besar di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, saat
ditugaskan memimpin delegasi ke Indonesia.
Morrison menyatakan
tidak bakal mengirim dan mempercayai Turnbull lagi sebagai perwakilan
pemerintah Negeri Kanguru. Pernyataan itu disampaikan oleh Morrison
dalam sebuah wawancara di televisi. Dia mulanya ditanya oleh pembawa
acara Alan Jones apakah akan mengirim Turnbull lagi sebagai perwakilan
pemerintah Australia.
"Ah tidak. Saya sudah dapat laporan soal
kunjungannya. Dia (Turnbull) pergi ke sana untuk menghadiri konferensi
kelautan. Dia tidak ditugaskan mengurus soal perdagangan dan hal-hal
lainnya," kata Morrison, sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (1/11).
Mantan perdana menteri Malcolm Turnbull bertemu Jokowi di Pulau Bali,
awal pekan ini. Usai pertemuan, dia menyampaikan pernyataan dan meminta
Morrison benar-benar mempertimbangkan kembali gagasan memindahkan
kedutaan besar mereka di Israel.
"Presiden (Jokowi)
menyampaikan kepada saya ide memindahkan Kedubes Australia di Tel Aviv
ke Yerusalem sangat menjadi sorotan. Kalau hal itu dilakukan, maka akan
mendapatkan reaksi yang buruk dari Indonesia," kata Turnbull, seperti
dikutip stasiun televisi ABC, kemarin.
Morrison menganggap
Turnbull sudah melampaui kewenangannya saat ditunjuk menjadi perwakilan
pemerintah Australia. Sedangkan Turnbull berkeras dia diminta membahas
persoalan perdagangan dan dititipkan agenda oleh kedutaan besar.
Sebelum
berangkat ke Indonesia pada Minggu pekan lalu, Turnbull dan Morrison
sempat berdialog secara tertutup. Mereka memperkirakan persoalan
perdagangan bebas dan persoalan kedutaan besar bakal menjadi topik
utama. Namun, saat ini sikap Morrison malah berbalik.
"Visi saya dan pemerintah soal itu sudah jelas. Itu yang akan kami
kejar. Dan saya selalu menghormati para pendahulu saya, siapapun
mereka," kata Morrison.
Merasa diperlakukan tidak adil, Turnbull
membela diri. Dia menyatakan memang ditugaskan membahas soal perdagangan
bebas dan kedutaan besar di Israel dengan Indonesia.
"Semua ada di dalam dokumen tugas saya," cuit Turnbull melalui akun Twitter @TurnbullMalcolm.
Gelombang pemindahan kedutaan besar sejumlah negara di Israel dari
Tel Aviv ke Yerusalem mengekor keputusan Amerika Serikat. Kebijakan
Presiden AS Donald Trump itu memantik amarah umat Islam dan warga
Palestina.
Bahkan gara-gara itu proses perundingan damai antara
Palestina dan Israel menjadi tersendat. Akibatnya adalah muncul berbagai
aksi unjuk rasa besar-besaran di Tepi Barat dan Jalur Gaza, hingga
mengakibatkan kekerasan dilakukan tentara zionis Israel. Akibatnya
sejumlah orang tewas lantaran ditembak saat berunjuk rasa di wilayah
perbatasan Palestina-Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Sebastian Scheiner/Pool)
Jakarta, CB -- Israel terus berupaya mendekati negara Teluk seperti Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab guna membendung pengaruh Iran
di kawasan Timur Tengah. Hal itu terlihat dari lawatan mendadak Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Oman untuk bertemu Sultan Qaboos
di Muscat, pada Kamis pekan lalu.
Berdasarkan keterangan dari
pemerintah Israel, Netanyahu menemui Sultan Qaboos ditemani dengan
kepala badan intelijen Israel, Mossad.
Lawatan itu memicu kekhawatiran Palestina terkait normalisasi relasi negara Arab dan Israel.
Pada
Rabu (31/10) kemarin, Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi, terbang
ke Ramallah, Tepi Barat, untuk menyampaikan surat Sultan Qaboos bagi
Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Surat itu ditengarai berkaitan lawatan mendadak Netanyahu ke Oman. Namun, hingga kini isi surat tersebut belum terungkap.
Dikutip
AFP, Kamis (1/11) selain pertemuan Netanyahu dan Sultan Qaboos, Menteri
Transportasi Israel juga akan mempromosikan proyek kereta api yang akan
menghubungkan kota Haifa dan negara-negara Teluk di Oman pada pekan
depan.
Dalam kesepatan berbeda, Menlu Alawi juga mengatakan
kemungkinan saat ini adalah waktu bagi Israel untuk diperlakukan
(seperti negara Timur Tengah lainnya), dan juga menanggung kewajiban
yang sama.
Hal itu diutarakan Alawi dalam konferensi pertahanan
regional di Manama, Bahrain. Pernyataan Alawi dianggap sejumlah pengamat
bertujuan 'mengubah narasi Israel-Palestina dari keterpaksaan masa lalu
ke fokus baru pragmatisme.'
Tak hanya itu, Menteri Olahraga dan
Budaya Israel Miri Regev juga tengah mengunjungi Uni Emirat Arab,
sementara Menteri Komunikasi Israel sempat berpidato di sebuah acara di
Dubai. Lagu kebangsaan Israel juga diputar dalam salah satu kompetisi
judo di Abu Dhabi.
Analis menganggap Israel memang telah lama berupaya mendekati negara
Teluk. Meluasnya pengaruh Iran yang merupakan musuh bersama Israel dan
negara Arab menjadikan relasi kedua belah pihak meningkat ke level baru
terlepas dari perbedaan pendapat antara mereka terkait isu Palestina.
Negara
Teluk telah lama menjaga jarak dengan Israel terkait konflik dengan
Palestina. Sejauh ini, Israel hanya memiliki hubungan diplomatik penuh
dengan dua negara Arab yakni Mesir dan Yordania.
Sementara itu,
Qatar memiliki relasi informal dengan Israel dan Iran. Israel juga telah
lama membuka kantor perwakilan perdagangannya di Doha.
Meski
begitu, negara Arab tersebut tetap berkomunikasi bahkan melakukan kerja
sama secara rahasia dengan Israel selama puluhan tahun setidaknya sejak
1980-an.
"Keselarasan kebijakan dan kepentingan (antara negara
Teluk dan Israel) membawa kedua belah pihak menjadi lebih dekat lagi,
jika mereka belum benar-benar bersama," ucap Elizabeth Dickinson, analis
senior dari International Crisis Group.
"Menekan Iran dan membendung pengaruhnya di kawasan adalah prioritas
utama Israel dan beberapa negara Teluk. Riyadh, Abu Dhabi, dan secara
terpisah Tel Aviv, mereka semua merasa sangat penting untuk
memaksimalkan kesempatan baru ini."
Bolsonaro menyebut Israel sebagai negara berdaulat.
CB,
RIO DE JANEIRO -- Brasil berencana memindahkan Kedutaan Besar di Israel
dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal itu diumumkan presiden sayap kanan
terpilih, Jair Bolsonaro, Kamis (1/11).
Seperti dilansir di Arab News pada Kamis (1/11), pemindahan
itu akan membuat negara Amerika Latin tersebut menjadi negara terbesar
setelah Amerika Serikat (AS) yang melakukan perubahan kontroversial.
"Seperti
yang dinyatakan sebelumnya selama kampanye, kami bermaksud untuk
memindahkan Kedutaan Brasil dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata Bolsonaro.
Dia mengatakan, Israel adalah negara berdaulat yang dihormati Brasil. Pengumuman itu diunggah dalam akun Twitter pribadinya. Sebuah langkah yang menentang kemerdekaan Palestina, dan dukungan sebagian besar negara dunia.
Dalam
sebuah wawancara, Bolsonaro mengatakan Israel harus memiliki hak untuk
memutuskan di mana ibu kotanya berada. Dia menyamakan seperti saat
Brasil memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada
1960.
Israel menganggap seluruh kota adalah ibu
kotanya. Sementara Palestina, melihat Yerusalem Timur sebagai ibu kota
negara masa depan, dengan konsensus internasional bahwa status seluruh
kota harus dinegosiasikan antara kedua belah pihak.
Pada
Desember, Presiden AS Donald Trump membalik kebijakan lama AS dan
mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan Trump itu
mendorong Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk memboikot pemerintahan
Trump.
Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv secara resmi
dipindahkan pada 14 Mei. Guatemala dan Paraguay mengikutinya, meskipun
mereka mengumumkan bulan lalu akan mengembalikan kedutaannya ke Tel
Aviv.
Rusia, Cina, dan Iran dikhawatirkan campur tangan dalam pemilu sela 6 November.
CB,
WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat sedang memantau kemungkinan
ada campur tangan asing dalam pemilihan kongres pada Selasa (6/11). Hal
itu diungkapkan seorang pejabat tinggi bidang intelijen, Rabu (31/10).
Pejabat tersebut juga mengatakan Pemerintah siap memberikan sanksi
terhadap perusahaan apapun atau orang-orang yang melakukan campur
tangan.
"Kami tetap mengkhawatirkan campur tangan datang
dari Rusia, Cina, dan Iran," kata pejabat itu melalui telepon kepada
para wartawan dalam rangka membahas rencana pemerintah pusat membantu
pengamanan pemilihan umum 6 November.
Sang pejabat tidak
memberikan keterangan rinci soal ancaman-ancaman spesifik. Namun, ia
mengatakan masyarakat intelijen sedang bersiap-siap untuk melacak jati
diri orang-orang yang mencampuri proses pemungutan suara.
Badan-badan
intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia memang mencampuri pemilihan
presiden AS 2016 dalam upaya untuk menyokong Donald Trump. Mereka juga
baru-baru ini menuduh Moskow berupaya memengaruhi hasil pemilihan
kongres pekan depan. Rusia telah membantah tuduhan tersebut.
Trump
bulan lalu, ketika berbicara di Perserikatan Bangsa-bangsa, menuding
Cina mencampuri pemilihan. Ia tidak memberikan bukti yang mendukung
tuduhannya. Cina membantah tudingan Trump tersebut.
Trump
pada September menandatangani perintah, yang memungkinkan pemerintah
menjatuhkan sanksi terhadap seseorang atau perusahaan yang diketahui
mencampuri pemilihan, baik melalui peretasan ataupun penyebaran
informasi yang salah. Biro Penyelidik Federal (FBI), Departemen
Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan badan intelijen akan
membantu upaya menggagalkan serangan digital pada pemilihan, kata
beberapa pejabat. Gedung Putih akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga
tersebut melalui Dewan Keamanan Nasional.
Departemen
Kehakiman juga sedang berencana untuk meluncurkan "pos komando campur
tangan pemilihan" pada hari pemungutan suara. Hal itu guna membantu FBI
berkomunikasi cepat dengan kantor-kantornya di seluruh AS.
Pemimpin
Korut, Kim Jong-un, mengecam sanksi internasional yang dijatuhkan
kepada negaranya dan menyebutnya sebagai karya musuh. Foto/Istimewa
SEOUL
- Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengutuk sanksi
internasional terhadap negaranya. Ia menyebut hal itu sebagai karya
pasukan musuh untuk menghambat upaya meningkatkan standar hidup
warganya.
Berbicara selama perjalanan ke sebuah situs konstruksi
di distrik Wonsan Kalma di pantai timur negara itu, Jong-un menegaskan
ia menentang sanksi "kasar" pada rezimnya.
"Pasukan musuh dengan
bodohnya tertarik pada sanksi kejam untuk menghalangi kami dalam
mempromosikan kesejahteraan rakyat dan pengembangan serta pemimpin kita
untuk berubah dan tunduk," kata Jong-un.
"Tapi mereka akan dibuat
untuk melihat dengan jelas bagaimana negara kita membangun kekuatannya
ratusan kali, menentang kesulitan untuk membangun negara yang kuat
melalui kekuatan, teknologi dan upaya kita sendiri," imbuhnya seperti
dikutip dari The Telegraph, Kamis (1/11/2018).
Media
pemerintah Korut dalam beberapa hari terakhir menyuarakan
pernyataan-pernyataan Jong-un, dengan situs web Uriminzokkiri menyatakan
sanksi-sanksi itu menjadi sebuah fabrikasi yang bertujuan meningkatkan
konfrontasi dan krisis perang dengan memblokade pertukaran dan kerja
sama.
Meskipun ada desakan Washington bahwa Korut perlu
menunjukkan bukti kuat komitmen sebelumnya untuk menghapuskan kemampuan
senjata nuklirnya, China dan Rusia telah secara bertahap melonggarkan
sanksi terhadap Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah
Korea Selatan (Korsel) juga menyerukan kepada AS untuk menunjukkan
fleksibilitas pada masalah ini, dengan pemerintah Moon Jae-in bersikeras
bahwa Korut akan merespon secara positif jika sanksi dilunakkan.
Moon
Chung-in, penasihat khusus presiden untuk unifikasi, diplomasi, dan
keamanan nasional, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Korea
Times bahwa Trump membutuhkan sikap yang berbeda terhadap Korut.
“AS
memandang Korea Utara dalam kerangka kejahatan dan hukuman; ini adalah
konstruksi sosial dari realitas bahwa Korut menipu dan bohong," katanya.
“Tetapi jika hanya melihat Pyongyang melalui frame ini maka
tidak ada jalan keluar. Perlu ada pendekatan yang lebih pragmatis dan
fleksibel terhadap Korea Utara,” imbuhnya.
Selama pertemuan
terakhir antara pejabat senior Korut dan Mike Pompeo, menteri luar
negeri AS, Pyongyang menolak memberikan daftar fasilitas dan aset
nuklir. Washington mengatakan tidak akan ada kemajuan dalam pembicaraan
denuklirisasi yang macet sampai Pyongyang bersih dari kemampuan
nuklirnya.