Citra satelit terbaru menunjukkan pembangunan hanggar militer di Karang Subi, Laut Cina Selatan oleh Cina.
Foto: The New York Times
Tak menutup kemungkinan dokumen itu akan disunting atau diperbarui lagi.
CB,
SINGAPURA -- Negara anggota ASEAN dan Cina telah menyetujui suatu
rancangan dokumen yang akan menjadi dasar negosiasi tentang Code of Conduct (COC) atau kode etik di Laut Cina Selatan.
Hal
tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan
ketika berpidato dalam acara pembukaan pertemuan tingkat menteri luar
negeri ASEAN yang digelar di Singapura, Kamis (2/8).
"Saya senang mengumumkan satu lagi tonggak dalam proses COC.
AMS (ASEAN Member States/negara anggota ASEAN) dan Cina telah tiba di
draf teks negosiasi COC tunggal, yang akan menjadi dokumen hidup dan
dasar negosiasi COC di masa depan," ungkap Balakrishnan.
Ia
mengatakan, draf tersebut disepakati pada Juni ketika kedua belah pihak
mengadakan pembicaraan di Changsha di Provinsi Hunan, Cina. Kendati
draf telah disepakati, tak menutup kemungkinan dokumen itu akan
disunting atau diperbarui lagi.
Menteri Luar Negeri Cina
Wang Yi menyambut pengumuman itu. Menurutnya tercapainya draf negosiasi
COC di Laut Cina Selatan merupakan kebar baik dan perkembangan besar.
"Selama kita dapat menghilangkan gangguan eksternal, negosiasi dapat
dipercepat," kata Wang, dikutip laman the Straits Times.
Menurutnya,
bila nanti negosiasi berlangsung, Cina dan ASEAN akan menunjukkan
kemampuannya menunjung perdamaian dan stabilitas di wilayah Laut Cina
Selatan. "Dan (ASEAN-Cina) memiliki kebijaksanaan untuk, melalui
negosiasi, mencapai seperangkat peraturan untuk wilayah yang dapat kita
semua patuhi," ujarnya.
Laut Cina Selatan merupakan
wilayah perairan strategis yang berbatasan dengan Brunei Darussalam,
Filipina, Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Cina mengklaim
hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan sebagai bagian dari
teritorialnya. Namun hal itu ditentang oleh negara-negara ASEAN. Aksi
saling klaim sempat menimbulkan ketegangan dan berpotensi memicu
konflik.
Peta wilayah perairan Laut Cina Selatan yang diklaim Brunei, Cina, Malaysia, Filipina dan Vietnam.
Guna menghindari konflik, ASEAN dan Cina telah menandatangani Declaration of the Conduct of Parties
(DOC) di Kamboja pada November 2002. Deklarasi itu memuat komitmen Cina
dan negara-negara ASEAN untuk mematuhi prinsip-prinsip hukum
internasional, menyelesaikan sengketa secara damai, dan menahan diri
dari tindakan yang dapat meningkatkan eskalasi.
Kemudian pada 2011 Cina dan ASEAN kembali berhasil menyepakati Guideline for the Implementation of the DOC.
Kesepakatan tersebut menandai dimulainya pembahasan awal mengenai
pembentukan COC di Laut Cina Selatan. Fungsinya adalah menghadirkan
seperangkat mekanisme atau peraturan tata perilaku untuk negara-negara
yang berkepentingan di Laut Cina Selatan. Dengan demikian, potensi
pecahnya konflik akibat tumpang tindih klaim dapat diredam.
Pulau di kawasan konflik laut Cina Selatan
Selain
kemajuan perihal Laut Cina Selatan, dalam pembukaan pertemuan tingkat
menteri luar negeri ASEAN, Balakrishnan juga mengumumkan tentang
kemajuan kerja sama yang telah dicapai ASEAN dengan Cina, termasuk
perdagangan, investasi, dan inovasi.
Ia
mengatakan selama tiga tahun terakhir, hubungan ASEAN dengan Cina kian
erat karena ditopang hubungan ekonomi yang kuat. "Secara keseluruhan,
kerja sama ASEAN-Cina telah menikmati perjalanan yang sangat baik selama
tiga tahun terakhir, tapi masih banyak yang harus dilakukan," kata
Balakrishnan.
ASEAN dan Cina memiliki target perdagangan
sebesar 1 triliun dolar AS dan investasi 150 miliar dolar AS pada 2020.
ASEAN dan Cina telah memperbarui komitmen mereka untuk mempercepat
negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebagai
bagian dari upaya mempromosikan integrasi ekonomi dan liberalisasi
perdagangan.
Kebijakan Dagang AS Sulut Perpecahan ASEAN Dalam Konflik Laut Cina Selatan. picture-alliance/chromorange/C. Ohde
Arah
kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat menempatkan negara-negara
ASEAN dalam posisi pelik. Di tengah konflik Laut Cina Selatan, ancaman
perang dagang yang dikumandangkan gedung putih dikhawatirkan akan
mendesak sejumlah negara di Asia Tenggara untuk justru berpihak pada
Cina.
Kekhawatiran tersebut membayangi jalannya KTT ASEAN di
Singapura yang juga bakal mengikutsertakan Menlu AS Mike Pompeo. Pompeo
dikabarkan datang dengan duit investasi senilai US$ 113 juta di bidang
teknologi, energi di Infrastruktur. Namun tawaran investasi itu belum
bisa dipastikan bakal meyakinkan ASEAN perihal komitmen AS di kawasan.
"Pompeo
akan sulit menjualnya. Hingga kini belum ada kisah sukses perdagangan
untuk Asia dari Amerika Serikat," kata Malcolm Cook, peneliti senior di
Institute of Southeast Asian Studies di Singapura. "ASEAN lebih
mengkhawatirkan dampak negatif dari ketegangan dagang antara Cina dan AS
ketimbang keuntungan yang bisa didapat dari inisiatif senilai US$ 113
itu."
Bank Singapura, DBS, memperkirakan perang dagang dalam
skala besar akan memangkas pertumbuhan ekonomi Singapura dari 2,7%
seperti yang diprediksi untuk tahun depan menjadi 1,2%. Sementara
Malaysia yang menikmati estimasi pertumbuhan sebesar 5% pada 2019 harus
mengoreksi proyeksi pertumbuhan menjadi 3,7%.
"Kita bisa melihat
ancaman ketidakpastian politik yang terus tumbuh," kata Perdana Menteri
Singapura Lee Hsien Loong. "Pada saat yang bersamaan negara anggota
ASEAN menjadi subyek tarik ulur kekuatan besar."
Lembaga
pemeringkat rating, Moody's pekan ini menulis eskalasi perang dagang
pada 2018 sudah menjadi "ekspektasi dasar" dan Asia "sangat rentan"
lantaran rantai logistik regional yang terintegrasi satu sama lain.
Kekhawatiran
perang dagang antara Asia dan AS menambah rumit konflik Laut Cina
Selatan. Saat Presiden Donald Trump mencabut kebijakan "Poros Asia" yang
dicanangkan Presiden Barack Obama dan membatalkan perjanjian dagang
Trans Pasifik (TTP), beberapa negara mulai mengorbit ke Cina dan melunak
dalam konflik Laut Cina Selatan.
Tidak heran jika Kamboja,
Brunei dan Laos menolak ajakan sejumlah negara agar ASEAN menyatukan
barisan menolak agresi Cina di utara. Filipina bersikap serupa.
Sebaliknya Vietnam dan Indonesia mendukung sikap yang lebih garang
terhadap kebijakan Beijing menduduki pulau-pulau di Laut Cina Selatan
sebagai basis militer. Akibatnya rancangan pernyataan akhir
merefleksikan percekcokan di tubuh ASEAN.
Para menteri "mencatat
kekhawatiran yang diekspresikan sejumlah negara terhadap aktivitas
reklamasi di kawasan yang merusak kepercayaan, menambah ketegangan dan
berpotensi menghancurkan perdamaian, keamanan dan stabilitas di
kawasan," begitu bunyi rancangan tersebut tanpa secara eksplisit
menyebut Cina.
"Akan ada perbedaan yang tak terelakkan, atau
bahkan ketegangan di tubuh ASEAN. Karena anda memiliki negara yang
sangat dekat dengan Cina dan yang menaruh rasa curiga pada Cina," kata
Eugene Tan, Professor Hukum di Singapore Management University. "Sebuah
konsensus bersama sangat penting untuk mempersiapkan ASEAN terhadap
jalur yang berliku di depan," imbuhnya.
Perang Dagang AS-Cina Masuk Putaran Kedua. picture-alliance/newscom/S. Shaver
Pejabat
senior pemerintahan Presiden AS Donald Trump, Robert Lighthizer
mengatakan hari Rabu (1/8), tarif impor yang diusulkan senilai $ 200
miliar untuk produk dari Cina akan dinaikkan dari 10 persen menjadi 25
persen, dalam upaya "mendorong" Cina untuk mengubah kebijakan
perdagangannya.
Pemerintahan Donald Trump berkilah langkah itu
bertujuan mendorong perubahan kebijakan Cina pada perlindungan kekayaan
intelektual, transfer teknologi dan subsidi untuk industri teknologi
tinggi.
Langkah ini merupakan lanjutan perang dagang antara AS
dengan Cina sejak Presiden Donald Trump mengumumkan awal tahun ini,
bahwa AS akan menerapkan sanksi tarif impor pada komoditi baja dan
aluminium dan menerapkan tarif tambahan pada barang-barang Cina lainnya.
Pejabat
urusan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan di Twitter bahwa
tindakan itu adalah upaya "mendesak Cina menghentikan praktik tidak
adil, membuka pasarnya, dan ikut dalam persaingan pasar yang
sebenarnya."
Dia menambahkan bahwa "alih-alih mengubah perilaku
berbahayanya, Cina telah secara ilegal membalas langkah AS yang
berdampak terhadap pekerja, petani, peternak dan bisnis AS."
Robert
Lighthizer menjelaskan, "dengan menaikkan tarif sampai 25 persen
pemerintahan Trump memiliki opsi tambahan untuk mendorong China mengubah
kebijakan dan perilaku berbahaya dan mengadopsi kebijakan yang akan
mengarah ke pasar yang lebih adil dan kemakmuran bagi semua warga kami. "
Gedung Putih akan gelar dengar pendapat
Kebijakan
Donald Trump melancarkan perang dagang dengan Cina telah membuatnya
berselisih dengan anggota partainya sendiri dan komunitas bisnis AS,
yang menyatakan kemarahan mereka tentang kebijakan proteksionis dan
memperingatkan konsekuensi negatif bagi ekonomi AS.
Sebagai
tanggapannya, Gedung Putih berjanji melakukan dengar pendapat tentang
tarif impor yang diusulkan, termasuk mendengar pendapat dari publik dan
menetapkan pengecualian. Periode dengar pendapat akan dilgelar hingga
September, kata para pejabat.
Cina belum menanggapi kenaikan
tarif impor terbaru ini. Namun pasar saham global bereaksi negatif dan
bursa jatuh hari Rabu, setelah tersebar berita tentang rencana tarif
impor tambahan AS.
Ilustrasi penjahat digital atau cyber crime. shutterstock.com
CB, Jakarta - Tiga peretas asal Ukraina
ditangkap otortas Amerika Serikat pada Rabu 1 Agustus 2018. Ketiganya
merupakan anggota organisasi peretas ternama yang menargetkan restoran,
kasino, dan perusahaan lain di 47 negara bagian AS.
Ketiganya
meretas dan mencuri catatan kartu kredit dan debit telah ditangkap dan
kini menghadapi tuntutan di pengadilan federal di Seattle.
Dilaporkan
Associated Press, 2 Agustus 2018, kelompok yang dikenal sebagai FIN7
atau Carbanak, mencuri sekitar 15 juta catatan kartu kredit dan debit
dan juga menargetkan perusahaan di District of Columbia dan di seluruh
dunia, ungkap Jaksa Agung AS, Annette Hayes. Perusahaan-perusahaan yang
diretas dan dicuri datanya termasuk Chipotle, Arby, Red Robin, dan
Jason's Deli. Adapun kerugian berjumlah puluhan juta dolar AS."Kami
tidak belum membayangkan kami telah membongkar kelompok ini sama
sekali, tetapi kami telah membuat dampak yang signifikan," kata Hayes.
Operasi
itu adalah salah satu kasus cyber crime terbesar yang ditangani FBI,
dalam hal kerugian, jumlah korban dan ukuran organisasi, kata Agen FBI,
Jay Tabb.
Ilustrasi hacker. foxnews.com
Dilaporkan
Reuters, salah satu dari tiga terdakwa, Fedir Hladyr, 33 tahun, telah
dipindahkan ke Seattle dari Dresden, Jerman, di mana dia ditangkap.
Pihak berwenang mengatakan mereka mencari ekstradisi dari dua tersangka
lain yakni Dmytro Fedorov, 44 tahun dan Andrii Kolpakov, 30 tahun.
Hladyr mengaku tidak bersalah dan menyangkal melakukan kesalahan, menurut pengacaranya, Arkady Bukh.
"Tidak
ada keputusan yang jelas saat ini apakah (kami) akan pergi ke
pengadilan atau akan mempertimbangkan permohonan," kata Bukh melalui
email seperti dikutip Reuters.
FIN7 mengirim email
"phishing" ke perusahaan, kadang-kadang melakukan panggilan telepon yang
mendesak karyawan untuk membuka tautan yang berisi malware, kata surat
dakwaan. FIN7 telah mempekerjakan puluhan orang yang menangani
tugas-tugas yang sangat khusus seperti membobol jaringan, mencuri nomor
kartu pembayaran dan menjual data yang dicuri dari organisasi kriminal
bawah tanah, kata Adrian Nish, kepala intelijen penanganan ancaman di
BAE Systems.
Para
terdakwa menggunakan perusahaan depan bernama "Combi Security" yang
mengklaim memiliki kantor di Moskow, Haifa dan Odessa, untuk meluncurkan
beberapa peretasan.Situs web Combi Security
mendeskripsikan pelaku sebagai seorang ahli di bidang perlindungan
menyeluruh dari sistem informasi besar dari cyber crime modern.
Perusahaan Cybersecurity FireEye mengatakan menemukan iklan pekerjaan
untuk Combi Security diunggah ke beberapa situs lowongan pekerjaan di
Rusia, Ukraina dan Uzbekistan.
Tiga jurnalis Rusia dari kiri: Alexander Rastorguev, Kirill Radchenko, Orkhan Dzhemal. [DW]
CB, Jakarta - Tiga jurnalis Rusia dilaporkan tengah menyelidiki tentara bayaran Rusia dan perusahaan pertambangan di Republik Afrika Tengah ketika mereka tewas dibunuh.
Para
jurnalis disergap dan dibunuh di luar kota Sibut pada Senin malam 30
Juli. Pejabat Republik Afrika Tengah mengatakan ketiganya diculik oleh
sekitar 10 pria yang mengenakan turban dan berbicara bahasa Arab, tetapi
belum memberikan rincian lebih lanjut.
DIlaporkan
Associated Press, 2 Agustus 2018, tokoh oposisi Rusia yang tinggal
dalam pengasingan, Mikhail Khodorkovsky, mengatakan di Facebook bahwa
para jurnalis sedang mengerjakan proyek investigasinya untuk cerita
berjudul "Tentara Bayaran Rusia".Andrei Konyakhin,
pemimpin redaksi Pusat Manajemen Investigasi Khodorkovsky, mengatakan
para jurnalis berusaha menjelaskan perusahaan keamanan swasta Rusia yang
beroperasi di Republik Afrika Tengah serta pada kepentingan Rusia dalam
penambangan berlian, emas dan uranium di sana.
Dia
mengatakan Kirill Radchenko, Alexander Rastorguyev dan Orkhan Dzhemal,
tiba di Republik Afrika Tengah dengan visa turis untuk menyamar dalam
proyek investigasinya dan berencana untuk tinggal di sana selama dua
minggu.
Tiga jurnalis Rusia dari kiri: Alexander Rastorguev, Kirill Radchenko, Orkhan Dzhemal. [http://khpg.org]
Ruslan
Leviev, yang memimpin sebuah kelompok jurnalis investigasi di Rusia
yang bernama Conflict Intelligence Team, mengatakan bahwa perusahaan
keamanan yang diselidiki oleh jurnalis yang dibunuh, bernama Wagner.
Perusahaan keamanan Wagner juga telah aktif di Suriah, Ukraina timur dan
Sudan.
Perusahaan ini memiliki koneksi dengan Yevgeny
Prigozhin, seorang pengusaha asal Saint Petersburg yang dijuluki "koki
Putin" karena hubungan dekatnya dengan Kremlin.
Konyakhin
mengatakan para jurnalis sedang melakukan perjalanan ke Republik Afrika
Tengah di bagian utara untuk bertemu dengan perwakilan PBB dan membawa
beberapa ribu dolar AS uang tunai dan peralatan berharga seperti kamera
ketika mereka diserang.Ketiganya sempat disarankan agar
tidak keluar malam hari, tetapi tetap keluar pada Senin malam. Dia juga
mengatakan para jurnalis ditemukan tewas sekitar 20 kilometer dari
rencana jalur perjalanan.
Yevgeniy
Prigozhin menyajikan makanan untuk Vladimir Putin pada 2011, saat makan
malam di restoran Prigozhin di luar Moskow, Rusia. [Misha Japaridze /
AP]
Wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, mengatakan
pasukan penjaga perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah yang dikenal
sebagai MINUSCA menemukan mayat tiga laki-laki asing dengan beberapa
luka tembak, bersama dengan kendaraan yang ditinggalkan, 33 kilometer
sebelah utara Sibut, di Prefektur Kemo. Mayat itu dibawa ke rumah sakit
di Sibut dan dipindahkan oleh otoritas nasional ke rumah sakit di
ibukota, Bangui. Satu tim polisi Amerika Serikat dari MINUSCA pergi ke
Sibut pada Rabu 1 Agustus untuk membantu penyelidikan kepolisian
nasional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia,
Maria Zakharova, mengatakan Republik Afrika Tengah adalah tempat yang
sangat berbahaya dan pemerintah menyarankan warga Rusia untuk tidak
bepergian ke sana. Namun Konyakhin, sang editor, meragukan pembunuhan
hanya perampokan belaka. Dia menduga motif pembunuhan terkait dengan
proyek penyelidikan mereka.
Tentara bayaran PMC Wagner [vectornews.eu]
Dilansir
dari situs Kharkiv Human Rights Protection Group, Orkhan Dzhemal adalah
jurnalis yang pernah meliput konflik di Crimea. Dia dibunuh bersama
dengan pembuat film Rusia, Alexander Rastorguev, dan juru kamera, Kirill
Radchenko.
Orkhan Dzhemal, 52 tahun, adalah jurnalis
perang yang sangat berpengalaman. Pada 2014, selama bulan-bulan pertama
konflik militer di Donbass, ia mengungkap taktik kotor perang yang
diterapkan. Dzhemal mengekspos bagaimana Rusia dan para pemimpin
Republik bonekanya menyebarkan propaganda, termasuk mengirim jurnalis
untuk ditembak.
Mereka tengah menyelidiki perusahaan
militer swasta, Wagner, perusahaan penyedia tentara bayaran yang sangat
terlatih. Tentara bayaran ini juga digunakan dalam invasi Rusia ke
Crimea dan perang di Donbass, serta di Suriah dan di Republik Afrika
Tengah.
Dmitry
Utkin (paling kanan), pemimpin Wagner, berfoto dengan presiden Rusia
Vladimir Putin dan komandan Wagner lainnya. Foto diyakini diambil pada
Desember 2016.[www.opendemocracy.net]
Pemimpin
Wagner, Dmitry Utkin, sempat terlihat di resepsi Kremlin untuk acara
"Pahlawan Tanah Air" pada Desember 2016, dan dikabarkan salah satu
tentara bayaran Wagner telah menerima penghargaan yang ditandatangani
oleh Vladimir Putin.
Meskipun ilegal untuk menjadi
tentara bayaran di Rusia, namun aktivitas perusahaan Wagner selalu
mengekor pada kegiatan luar negeri Rusia.
Pada
Mei 2018, Andrew McGregor, menulis untuk Jamestown Foundation bahwa
Rusia ingin menggantikan Prancis dalam pengaruh di Republik Afrika
Tengah. Rusia tampaknya bersedia untuk bertukar senjata dan uang tunai
untuk akses ke minyak, mineral dan pangkalan strategis.Tindakan terselubung Rusia
melanggar embargo senjata PBB yang diberlakukan setelah perang saudara
pecah pada 2013. Rusia bukan hanya sekadar menyumbang senjata, tetapi
mengirim ahli propaganda dan intelijen untuk kampanye media
anti-Prancis. Dari 175 instruktur khusus Rusia di Republik Afrika
Tengah, hanya lima dari tentara Rusia, sementara sebagian besar dari
Wagner atau perusahaan militer swasta lain.
WASHINGTON
- Kepala keamanan nasional AS memperingatkan demokrasi Amerika dalam
"garis bidik" dari musuh asing untuk pemilihan pada 2018 dan 2020.
"Kami
terus melihat kampanye penyampaian pesan oleh Rusia untuk memperlemah
dan memecah Amerika Serikat," kata Direktur Intelijen Nasional Dan Coats
seperti dikutip dari BBC, Jumat (3/8/2018).
Coats
mengatakan upaya itu kurang kuat sejauh ini dibandingkan tahun 2016, dan
tidak diarahkan pada satu pihak. Sebelumnya, Kremlin membantah klaim AS
yang menuding ikut campur dalam pemilihan presiden terakhirnya.
Penasihat
Keamanan Nasional AS John Bolton, Direktur FBI Chris Wray, Direktur
Badan Keamanan Nasional Paul Nakasone dan Menteri Keamanan Dalam Negeri
Kirstjen Nielsen juga berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih,
pada Kamis waktu setempat.
Coats mengatakan Rusia bukan satu-satunya negara yang mencoba campur tangan dalam pemilihan AS, tanpa merinci lebih lanjut.
Seorang
wartawan mempertanyakan apakah Presiden AS Donald Trump telah cukup
menantang Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai masalah tersebut pada
pertemuan bilateral mereka di Finlandia bulan lalu.
Bolton kemudian melangkah maju untuk mempertahankan pernyataan sebelumnya bahwa hal itu telah dibicarakan.
"Presiden
Putin mengatakan bahwa masalah pertama yang diangkat Presiden Trump
adalah campur tangan dalam pemilu," kata penasihat keamanan nasional
kepada wartawan.
Coats kemudian ditanya apakah ia menuduh
orang-orang Rusia yang nakal atau Kremlin sendiri melakukan intervensi
dalam pemilihan AS.
"Keduanya," jawab direktur intelijen tersebut.
Ia
mengatakan para peretas berusaha mencuri informasi dari kandidat dan
pejabat pemerintah serta berusaha mempengaruhi pemilih melalui bot media
sosial.
"Fokus kami di sini hari ini adalah hanya untuk
memberitahu orang-orang Amerika bahwa kita mengakui ancaman. Itu nyata,"
tegas Coats.
Ia menambahkan bahwa lembaga-lembaga itu bertemu
setiap minggu untuk fokus pada keamanan pemilu menjelang pemilihan sela
pada bulan November ketika sebagian besar Kongres AS menghadapi
pemilihan.
"Demokrasi kita sendiri berada di garis bidik," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen.
"Pemilihan
umum yang bebas dan adil adalah landasan demokrasi kita dan telah
menjadi jelas bahwa mereka telah menjadi target musuh kita," cetusnya.
Presiden
Donald Trump dikritik dengan keras bulan lalu karena tidak mengutuk
tindakan Rusia yang diduga ikut campur dalam pemilu presiden, ketika ia
berada di Helsinki.
Dia terus-menerus menyerukan penyelidikan
atas masalah ini - dan apakah tim kampanyenya bersekongkol dengan Moskow
pada 2016 - sebagai perburuan penyihir.
Namun pesan dari Gedung Putih pada hari Kamis tidak bisa menjernihkan masalah.
"Rusia
berusaha untuk mengganggu pemilihan terakhir dan terus terlibat dalam
operasi pengaruh memfitnah sampai hari ini," ujar Direktur FBI.
"Ini adalah ancaman yang harus kita perlakukan dengan sangat serius," imbuhnya.
Sementara
itu Direktur NSA mengatakan agensinya dan Komando Cyber AS siap untuk
melakukan operasi terhadap para aktor yang berusaha melemahkan pemilu
paruh waktu AS.
Seorang mata-mata Rusia dilaporkan diketahui bekerja di Kedubes AS di Moskow. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Seorang mata-mata Rusia dipekerjakan selama lebih dari satu dekade di
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Moskow sebelum dipecat tahun
lalu. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat senior pemerintahan AS.
"Wanita
itu, seorang warga Rusia, bekerja untuk Dinas Rahasia AS selama
bertahun-tahun sebelum ia dicurigai dalam salah satu ulasan keamanan
rutin kantor keamanan Departemen Luar Negeri AS pada 2016," kata pejabat
itu seperti dikutip dari CNN, Jumat (3/8/2018).
Kantor keamanan
Departemen Luar Negeri AS menemukan wanita itu melakukan pertemuan
reguler dan tidak sah dengan dinas intelijen Rusia, FSB.
Media Inggris, The Guardeian pertama kali melaporkan berita ini.
"Kami
membayangkan bahwa mereka semua berbicara dengan FSB, tetapi dia
memberi mereka lebih banyak informasi daripada yang seharusnya," kata
pejabat itu.
Pejabat itu mengatakan kantor keamanan regional
memperingatkan kedutaan pada Januari 2017 dan wanita itu diberhentikan
musim panas lalu, setelah tertangkap basah.
"Kami tahu itu sedang
terjadi dan itu hanya sebuah proses untuk memainkannya dan memberikan
informasi spesifik yang kami lihat dia berikan kembali kepada FSB," kata
pejabat itu.
Wanita itu memiliki akses ke intranet dan sistem
email Secret Service, tetapi pejabat itu mengatakan hal ini bukan
masalah keamanan nasional.
"Dia tidak memiliki akses ke informasi yang sangat rahasia," kata pejabat itu.
Seseorang
yang akrab dengan kasus ini mengatakan bahwa wanita tersebut sebenarnya
dipekerjakan oleh Departemen Luar Negeri, tetapi bekerja untuk Dinas
Rahasia sebagai bagian dari pekerjaannya di kedutaan. Semua warga negara
asing secara teknis dipekerjakan oleh Departemen Luar Negeri dan
kemudian instansi yang berbeda menugaskan mereka bekerja.
Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar terkait masalah ini.
"Kami
tidak mengomentari tuduhan yang terkait dengan masalah intelijen atau
personel, dan kami tidak memiliki informasi untuk Anda tentang dugaan
insiden ini," kata Departemen Luar Negeri AS.
Dinas Rahasia
mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak pernah ada wanita yang
berada dalam posisi untuk memperoleh rahasia keamanan nasional.
Pernyataan itu tidak secara langsung membahas kasus mata-mata wanita ini
atau tuduhan tentang dirinya.
"Di kantor Dinas Rahasia AS, tidak ada FSN yang disediakan atau
ditempatkan dalam posisi untuk memperoleh informasi keamanan nasional,"
bunyi pernyataan itu.
"Dinas Rahasia mengakui bahwa semua Warga
Dinas Luar Negeri (FSN) yang menyediakan layanan demi kemajuan misi
kami, administratif atau lainnya, dapat menjadi sasaran pengaruh
intelijen asing," sambung pernyataan itu.
"Ini adalah penekanan khusus di Rusia," tambah badan itu.
"Dengan
demikian, semua Dinas Luar Negeri dikelola sesuai, untuk memastikan
bahwa Dinas Rahasia dan Kepentingan Pemerintah Amerika Serikat
dilindungi setiap saat. Akibatnya, tugasnya terbatas pada terjemahan,
interpretasi, bimbingan budaya, penghubung dan dukungan administratif,"
jelas badan itu.
Lebih lanjut Dinas Rahasia AS mengatakan bahwa
bagian dari tugas posisi FSN di Moskow adalah untuk membantu atase dan
agen badan itu dengan melibatkan pemerintah Rusia, termasuk Dinas
Keamanan Federal Rusia (FSB), Kementerian Dalam Negeri Rusia (MVD), dan
Layanan Pelindung Federal Rusia (FSO) sebagai kelanjutan dari minat
Dinas Rahasia.
Departemen Luar Negeri AS juga mengakui risiko
pemerintah asing mencoba merekrut karyawannya di luar negeri. Karenanya,
mereka pun menyaring para pelamar dan karyawan dengan hati-hati.
"Sebagai
masalah umum, kami menyadari bahwa pegawai pemerintah AS, berdasarkan
pekerjaan mereka dengan pemerintah AS, dapat menjadi target oleh dinas
intelijen asing," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan
kepada CNN.
"Keamanan Diplomatik dan lembaga penegak hukum
lainnya secara ketat memeriksa karyawan baru pada misi diplomatik kami
di luar negeri, dan semua karyawan juga harus menjalani tinjauan
berkelanjutan untuk memastikan mereka sepenuhnya mematuhi tanggung jawab
keamanan dan persyaratan keamanan Departemen," kata Departemen Luar
Negeri.
"Ketika kami mengidentifikasi karyawan yang melanggar
arahan keamanan, kami mengambil tindakan yang tepat pada waktu yang
tepat," tegas Departemen Luar Negeri AS.
Ilustrasi serangan di Idlib 2016. (REUTERS/Ammar Abdullah)
Jakarta, CB -- Seorang wanita dan
anak-anak tewas, 13 lainnya luka-luka dalam serangan bom mobil di Idlib,
wilayah barat laut Suriah, Kamis (2/8).
Dilansir kantor berita Turki, Anadolu mengutip White Helmets, serangan disebut terjadi di pusat kota Idlib.
Serangan
yang merusak sejumlah gedung dan kendaraan yang berdekatan, tim
pertahanan sipil segera melarikan korban luka-luka ke rumah sakit.
Adapun Syrian Network for Human Rights menyebut
ledakan terjadi dekat Kementerian Kehakiman, di sebelah timur kota
Idlib. Korban tewas disebut bernama Huda Nasif. Ledakan disebut merusak
gedung dan perabotannya.
Sedangkan situs berita Enabbaladi menyebut bom mobil terjadi di depan Bank Sentral Idlib.
Provinsi Idlib yang terletak di barat laut, berbatasan dengan Turki, dikelilingi wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah.
Konflik
di Suriah meletus sejak Maret 2011, diawali dengan aksi protes terhadap
Presiden Bashar Al-Assad, yang kemudian berubah menjadi pertempuran
berkepanjangan.
Moskow, (CB) - Rusia akan menempatkan polisi militer di
garis depan Dataran Tinggi Golan antara Suriah dan Israel dan mendirikan
delapan pos pengamatan, kata kantor berita Interfax pada Kamis,
mengutip Kementerian Luar Negeri Rusia.
Dengan tujuan mencegah provokasi, yang mungkin terjadi terhadap pos PBB
di sepanjang jalur "Bravo", penempatan itu direncanakan bersamaan dengan
pembentukan pos pengamatan polisi militer Angkatan Bersenjata Rusia,"
kata Sergei Rudskoi, pejabat tinggi di Dephan seperti dikutip Interfax
dan disiarkan Reuters.
Pasukan Suriah, yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad, dan sekutu
mereka dari Rusia dan Iran mengalahkan pemberontak di hampir semua
kawasan bagian barat daya Suriah. Kemenangan itu membawa pasukan
pemerintah lebih dekat ke garis depan dengan Israel.
Peluang pasukan Iran, dan anggota milisi Hizbullah, sudah dekat dengan
perbatasan di kawasan Dataran Tinggi Golan mendorong peringatan dari
Israel, yang melihat Iran sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.
Pasukan Iran telah menarik senjata-senjata berat mereka di Suriah ke
jarak 85 km dari Dataran Tinggi Golan, demikian TASS yang mengutip
seorang utusan Rusia pada Rabu, tetapi Israel melihat pengunduran itu
belum cukup.
Rudskoi yang dikutip sebagaiamana mengatakan bahwa pasukan penjaga
perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan antara Israel dan Suriah yang
dihentikan pada tahun 2012 dapaat dioperasikan kembali.
Pasukan pemerlihara perdamaian PBB, yang disertai polisi militer Rusia,
berpatroli di kawasan itu untuk pertama kali dalam enam tahun pada
Kamis, kata Ruskoi.
CB,
TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan
kunjungan kenegaraan ke Kolombia pekan depan. Penundaan itu dilakukan
menyusul situasi di Jalur Gaza yang kian memanas. Netanyahu sedianya
dijadwalkan mengunjungi negara-negara di Amerika Latin pada 6 hingga 9
Agustus nanti.
Sebelumnya otoritas Israel telah memblokir akses pengiriman bahan
bakar dan gas ke Jalur Gaza mulai Kamis (2/8). Ini sebagai tanggapan
atas tindakan Hamas yang meluncurkan balon pembakar sehingga membakar
ladang di Israel.
Otoritas Israel mengatakan, langkah itu
dilakukan guna merespons kekerasan yang kerap terjadi di perbatasan di
tengah upaya Pemerintah Mesir memediasi perdamaian.
Akses
pasokan gas dan minyak akan diberikan kembali jika Hamas sepakat untuk
tidak meluncurkan layang-layang, balon pembakar dan tidak ada gesekan di
sepanjang pagar perbatasan. "Jika hal itu terus terjadi, saya
memutuskan untuk menghentikan pasokan gas dan minyak ke Jalur Gaza,"
kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.
Bulan
lalu Israel juga melakukan langkah serupa. Israel mencegah pengiriman
bahan bakar dan gas melalui satu-satunya penyeberangan komersial dengan
Gaza. Sepekan kemudian Israel kembali mengizinkan pasokan bahan bakar
dan gas memasuki Gaza setelah ketegangan dengan Hamas mereda.
Polisi Palestina menunjukkan bangunan yang rubuh akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza, Sabtu (14/7). Serangan ini merupakan serangan terburuk sejak perang Israel-Gaza tahun 2014.
Dihentikannya
pasokan gas dan minyak semakin membuat kehidupan warga Palestina
menderita. Tidak adanya pasokan bahan bakar menyebabkan pemadaman
listrik hingga 18 jam per hari. Warga hingga kini terus melakukan protes
mingguan guna memaksa Israel mencabut sanksi ekonomi terhadap Gaza.
Israel
mengaku telah kehilangan tanah pertanian dan hutan karena kebakaran
yang disebabkan oleh layang-layang dan balon helium yang diterbangkan
dari Gaza. Sementara, sebanyak 155 warga Palestina tewas dalam protes
mingguan. Mereka meninggal akibat timah panas yang ditembakan militer
Israel.
Dalam foto dokumentasi tanggal 14 Mei 2018 ini,
petugas medis Palestina dan pengunjuk rasa mengevakuasi seorang pemuda
yang terluka selama berlangsungnya protes di perbatasan Jalur Gaza
dengan Israel, di sebelah timur Khan Younis, Jalur Gaza. Negara-negara
Arab dengan tegas mengutuk pembunuhan lebih dari 50 warga Palestina pada
Senin, 14 Mei 2018 dalam protes Gaza.
Foto: AP Photo/Adel Hana, File
Tujuh anak Palestina dilaporkan tewas bulan lalu.
CB,
RAMALLAH -- Anak-anak Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan
Jalur Gaza terus menjadi korban kejahatan Israel. Selain haknya
dilanggar, tak sedikit pula yang tewas akibat tindakan represif dan
brutal Israel.
Koordinator Kemanusiaan PBB di Wilayah Pendudukan Palestina (OPT)
Jamie McGoldrick, Kepala Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di OPT James
Heenan, dan Perwakilan Khusus UNICEF di Palestina Genevieve Boutin
mengaku sangat prihatin atas laporan-laporan tentang anak-anak Palestina
yang terluka dan terbunuh oleh Israel.
"Bulan (Juli) ini
saja, tujuh anak Palestina tewas oleh peluru tajam dan tembakan dari
Israel," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama, dikutip laman UN News pada Rabu (1/8).
Anak-anak Palestina
Mereka
secara khusus menyoroti aksi demonstrasi massal di perbatasan
Gaza-Israel yang dilakukan sejak akhir Maret lalu. Lebih dari 150 warga
Palestina di sana tewas akibat diserang pasukan keamanan Israel.
Sebanyak 26 di antara korban tewas adalah anak-anak.
Menurut
mereka tak sedikit pula anak-anak yang menjadi korban luka. Sejumlah
anak-anak ini akan menderita cacat seumur hidup akibat amputasi dari
anggota badan. "Ribuan orang membutuhkan bantuan psiko-sosial yang
mendesak, perawatan medis khusus, dan dukungan untuk rehabilitasi," kata
mereka.
Kendati
demikian, mereka tetap menyayangkan sikap kelompok Hamas yang seolah
mendukung anak-anak di Gaza berpartisipasi dalam demonstrasi. "Anak-anak
seharusnya tidak pernah menjadi sasaran kekerasan dan tidak harus
menghadapi risiko kekerasan atau didorong untuk berpartisipasi dalam
kekerasan," kata mereka.
Selain itu, ketiganya juga
menyesalkan serangan balasan kelompok perlawanan Palestina di Gaza yang
turut melukai beberapa anak Israel. Menurut mereka serangan itu telah
menyebabkan anak-anak Israel mengalami ketakutan dan trauma.
"Kami
menyerukan kepada Israel, Otoritas Palestina, dan Hamas di Gaza untuk
menempatkan hak-hak anak di depan pertimbangan lain dan untuk mengambil
langkah-langkah segera guna meringankan penderitaan mereka," kata
McGoldrick, Heenan, dan Boutin.
Sejak akhir Maret, situasi
di Jalur Gaza telah memanas, yakni ketika ribuan warga Palestina di sana
menggelar demonstrasi di perbatasan Israel. Mereka menuntut Israel
mengembalikan tanah yang telah direbutnya pascaperang Arab 1948. Massa
pun menyuarakan kecaman terhadap Amerika Serikat (AS) yang memindahkan
kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Namun aksi itu direspons
agresif oleh pasukan keamanan Israel. Gas air mata dan peluru karet
ditembakkan ke kerumunan massa. Tak hanya itu Israel pun mengerahkan
penembak jitu untuk membunuh warga di sana. Tindakan pasukan Israel
menyebabkan lebih dari 150 warga Palestina di Gaza tewas.
Warga Palestina menunggu dalam antrean untuk mengisi bahan bakar (ilustrasi).
Warga Gaza berjanji akan terus melaksanakan aksi demonstrasi setiap pekannya.
CB,
YERUSALEM -- Israel kembali menghentikan pengiriman bahan bakar dan gas
ke Jalur Gaza mulai Kamis (2/8). Ini sebagai tanggapan atas tindakan
Hamas yang meluncurkan balon pembakar sehingga membakar ladang di
Israel.
Kantor Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman
pada Rabu (1/8) mengatakan telah memerintahkan penghentian pasokan bahan
bakar ke Gaza melalui penyeberangan Kerem Shalom sampai pemberitahuan
lebih lanjut.
"Keputusan telah diambil mengingat teror terus-menerus melalui
balon pembakar dan gesekan di sepanjang pagar (perbatasan)," kata
pernyataan itu.
Bulan lalu Israel juga melakukan langkah
serupa. Israel mencegah pengiriman bahan bakar dan gas melalui
satu-satunya penyeberangan komersial dengan Gaza. Sepekan kemudian
Israel kembali mengizinkan pasokan bahan bakar dan gas memasuki Gaza
setelah ketegangan dengan Hamas mereda.
Penyeberangan
Kerem Shalom, yang dikenal orang Palestina sebagai Karem Abu Salem
ditutup pada 9 Juli. Awalnya, hanya barang-barang yang dianggap sebagai
kebutuhan kemanusiaan yang diizinkan masuk Gaza. Seperti makanan,
perlengkapan kebersihan dan persediaan medis, bahan bakar, makanan hewan
dan ternak.
Warga Gaza berjanji akan terus melaksanakan
aksi demonstrasi setiap pekannya sampai Israel mencabut sanksi ekonomi
di wilayah itu. Setidaknya 155 warga Palestina telah tewas dalam protes
dan satu tentara Israel ditembak mati oleh seorang penembak di Gaza.
Israel
telah kehilangan tanah pertanian dan hutan karena kebakaran yang
disebabkan oleh layang-layang dan balon helium yang diterbangkan dari
Gaza. Israel telah menanggapi dengan mencegah masuknya barang-barang
komersial yang tidak penting ke Gaza.
Anggota
Gaza's National Comittee for Breaking the Siege, Salah Abdul Ati
mengaku telah menyerahkan bukti-bukti kekerasan Israel ke Pengadilan
Kejahatan Internasional (ICC).
Bukti terdokumentasi
itu terkait dengan penyerangan terhadap warga Gaza yang berdemonstrasi
di perbatasan Israel sejak Maret. Abdul Ati mengungkapkan, bukti-bukti
yang diserahkan ke jaksa kepala ICC cukup menggambarkan kekersan dan
pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap demonstran tak bersenjata.
"Informasi termasuk laporan khusus tentang kejahatan penjajah Israel
terhadap anak-anak, jurnalis, dan tenaga medis," ucapnya.
Sejak
akhir Maret, situasi di Jalur Gaza memang telah memanas, yakni ketika
ribuan warga Palestina di sana menggelar demonstrasi di perbatasan
Israel. Mereka menuntut Israel mengembalikan tanah yang telah direbutnya
pascaperang Arab 1948. Massa pun menyuarakan kecaman terhadap Amerika
Serikat (AS) yang memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem.
Para warga Yaman menolong korban serangan di pasar ikan di Hudaydah, Kamis (2/8/2018). Foto/REUTERS/Abduljabbar Zeyad
HUDAYDA
- Sebanyak 26 orang tewas oleh serangan udara pesawat jet tempur di
area rumah sakit (RS) umum di Hudaydah, Yaman. Media setempat menyebut,
jet tempur yang membombardir area rumah sakit itu milik Koalisi Arab
yang dipimpin Arab Saudi.
Serangan berlangsung hari Kamis petang. Selain 26 orang tewas, puluhan warga sipil lainnya terluka di sekitar RS.
Rekaman
video dari tempat pemboman yang dirilis stasiun televisi Almasirah
Yaman menunjukkan banyak jasad korban ditutupi selimut.
Jurnalis lepas lokal, Ahmad Algohbary, melaporkan pemboman tersebut menghancurkan ambulans ketika memasuki gerbang rumah sakit.
"Jet
koalisi pimpinan Saudi menargetkan gerbang rumah sakit 'Althwra' di
Hudaydah, Yaman. Puluhan tewas dan lainnya terluka," tulis Algohbary,
melalui akun Twitter-nya, @AhmadAlgohbary, yang dikutip Jumat (3/8/2018).
Piha RS meminta warga untuk menyumbangkan darah guna menyelamatkan orang-orang yang terluka.
Algohbary
mengatakan rumah sakit menjadi sasaran ketika orang-orang yang terluka
dalam serangan sebelumnya di pasar ikan dibawa ke sana.
Kantor berita Reuters
mengutip sumber medis setempat mengatakan bahwa 26 orang tewas dan 35
lainnya terluka pada Kamis dalam serangan Koalisi Arab di wilayah
Hudaydah dan pasar ikan.
Sementara itu, Koalisi Arab pimpinan
Saudi membantah sebagai pelaku serangan di rumah sakit. Koalisi
menyalahkan kelompok pemberontak Houthi Yaman.
Juru bicara koalisi, Kolonel Turki Al-Maliki mengatakan kepada stasiun Al Arabiya bahwa pesawat tempur koalisi tidak melakukan serangan di daerah tersebut.
Sedangkan
pemberontak Houthi mengatakan bahwa para warga sipil tewas dalam
serangan "ketuk" dua kali yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi.
Youssef
al-Hadri, juru bicara Departemen Kesehatan yang berafiliasi dengan
Houthi, menyebut pemboman semalam sebagai kejahatan perang. Menurut data
kementerian itu, 52 orang tewas dalam serangan itu dan 101 orang lagi
cedera.
Hudaydah merupakan sebuah kota pelabuhan yang
dikendalikan oleh pemberontak Houthi. Namun, wilayah itu dikepung oleh
Koalisi Arab yang ingin memulihkan kekuasaan Presiden Abd Rabbo Mansour
Hadi.
Intervensi militer Koalisi Arab telah berlangsung selama
lebih dari tiga tahun terakhir dan menyebabkan apa yang disebut PBB
sebagai bencana kemanusiaan terbesar di dunia yang disaksikan hari ini.
Riyadh, Arab Saudi (CB) - Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang
terlibat dalam perang di Yaman, Rabu (1/8), mengumumkan koalisi
tersebut telah melakukan tindakan guna mengamankan pelayaran dan
perdagangan internasional di Selat Bab Al-Mandab dan Laut Merah Selatan.
Juru bicara koalisi tersebut Kol. Truki Al-Malki menyoroti di dalam satu
pernyataan bahwa berbagai langkah yang mematuhi hukum internasional
akan menanggulangi sikap bermusuhan anggota Milisi Al-Houthi, kata
Kantor Berita Arab Saudi.
Namun ia tidak menjelaskan sifat langkah itu, yang dikatakan dilakukan melalui kerja sama dengan masyarakat internasional.
Ia memperingatkan mengenai bencana alam dan ekonomi jika gerilyawan
Al-Houthi terus menyerang kapal yang berlayar di Selat Bab Al-Mandab,
dan yang paling akhir ditujukan terhadap kapal tangker Arab Saudi.
Arab Saudi pekan lalu mengumumkan pembekuan semua pengiriman minyak
mentah melalui Selat Bab Al-Mandab, sebagai reaksi atas serangan
gerilyawan Al-Houthi terhadap dua kapal tangker minyak raksasa Arab
Saudi yang melewati selat di Laut Merah pada 25 Juli.
Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan kecil pada satu dari kedua
tangker itu --Khalid Al-Falih, kata Menteri Arab Saudi Urusan Energi,
Industri dan Sumber Daya Mineral, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang
dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Ia menambahkan larangan tersebut
akan berlanjut sampai keamanan pelayaran melalui selat itu bisa
dijamin.
Koalisi pimpinan Arab Saudi ikut-campur dalam konflik di Yaman pada
Maret 2015 untuk memukul mundur gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang
didukung Iran, dan memulihkan kekuasaan Pemerintah Presiden Abdu-Rabbu
Mansour Hadi, yang kini hidup di pengasingan.
Kapal
perang berbagai negara saat latihan perang di Teluk Persia beberapa
tahun lalu. Pasukan Iran dalam beberapa hari ini juga akan menggelar
latihan perang di perairan tersebut. Foto/REUTERS
TEHERAN - Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sedang bersiap mengerahkan pasukan ke Teluk Persia untuk latihan perang. Persiapan latihan perang yang waktunya tak wajar ini dilakukan usai Teheran mengancam akan menutup Selat Hormuz, yang jadi jalur internasional perdagangan minyak.
Selat
Hormuz merupakan penghubung antara Teluk Persia (Teluk Arab) dengan
Teluk Oman. Ancaman Teheran itu dilontarkan beberapa hari lalu sebagai
respons atas langkah Amerika Serikat (AS) yang menyerukan semua negara
untuk memblokir ekspor minyak Iran.
Dua pejabat As yang mengikuti
perkembangan situasi di Teluk Persia mengatakan, latihan tempur IRGC
Iran kemungkinan akan dimulai setelah dua hari ke depan.
Militer AS sendiri mengaku terus memantau gerak-gerik pasukan Iran di kawasan tersebut.
"Kami
menyadari peningkatan operasi angkatan laut Iran di Teluk Arab, Selat
Hormuz dan Teluk Oman. Kami memantau dengan seksama, dan akan terus
bekerja sama dengan mitra kami untuk memastikan kebebasan navigasi dan
aliran bebas perdagangan di saluran perairan internasional," kata Kapten
William Urban, juru bicara utama Komando Pusat AS, kepada CNN, Kamis (2/8/2018).
Administrasi
Informasi Energi AS menyatakan Selat Hormuz merupakan chokepoint
transit minyak paling penting di dunia, di mana 20 persen minyak yang
diperdagangkan di seluruh dunia bergerak melalui jalur perairan
tersebut.
AS untuk sementara tidak melihat tanda-tanda niat
bermusuhan dari Iran. Namun, menurut para pejabat Washington, yang
memperoleh informasi intelijen militer AS, prihatin dengan IRGC.
Ada
tiga alasan kekhawatiran tersebut. Pertama, latihan tempur IRGC muncul
sebagai retorika dari Iran terhadap AS yang memanas dalam beberapa hari
terakhir. Kedua, skala latihan tempur IRGC sedang ditingkatkan menjadi
lebih besar daripada upaya seripa di masa lalu. Ketiga, waktu latihan
tempur kali ini tidak wajar, karena latihan militer IRGC biasanya
digelar pada akhir tahun.
Sebelumnya, pada hari Rabu, Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahaya yang yang
dihadapi Iran jika menutup Selat Bab al-Mandab, mulut Laut Merah.
Menurutnya, jika itu terjadi maka Teheran akan menghadapi pasukan
koalisi internasional termasuk pasukan Israel di perairan tersebut.
Peringatan Netanyahu disampaikan sebagai respons atas serangan misterius terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi belum lama ini.
"Awal
pekan ini, kami menyaksikan bentrokan tajam dengan satelit Iran yang
mencoba menyabotase pelayaran internasional di Selat (Bab al-Mandab) di
mulut Laut Merah," kata Netanyahu dalam upacara wisuda perwira angkatan
laut.
"Jika Iran mencoba untuk memblokir Selat Bab al-Mandab, itu
akan menemukan dirinya menghadapi koalisi internasional yang bertekad
untuk mencegahnya melakukan hal itu, dan koalisi ini juga akan mencakup
negara Israel dan semua senjatanya," katanya lagi.
Rudal supersonik Kh-31 ditembakkan Rusia dalam latihan perang di Laut Kaspia. Foto/Ruptly
MOSKOW
- Militer Rusia menembakkan rudal supersonik Kh-31 dari pesawat jet
tempur Su-34 dalam latihan perang di Laut Kaspia, hari Rabu waktu
setempat. Latihan tempur ini melibatkan sepuluh kapal Angkatan Laut dari
Armada Kaspia dan sekitar 50 pesawat.
Misil anti-kapal
supersonik yang ditembakkan dapat mencapai kecepatan 2.685 mph, sehingga
sangat sulit bagi kapal militer musuh untuk mempertahankan diri. Dalam
latihan, rudal supersonik Kh-31 menghancurkan kapal musuh tiruan dalam
waktu sekitar 20 detik.
Pejabat Distrik Militer Selatan (SMD)
Rusia, Vadim Astafiev, mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia menggunakan
kapal yang dinonaktifkan dari Caspian Flotilla untuk latihan.
SMD
adalah salah satu dari lima distrik militer Angkatan Bersenjata Rusia,
dengan yurisdiksi utamanya di wilayah Kaukasus Utara dan pangkalan di
negara-negara pecahan Soviet di Kaukasus Selatan.
Pada bulan Juli lalu, Rusia telah menguji rudal jarak jauh canggih yang sudah siap digunakan pada awal musim panas ini.
"Uji
coba dari rudal jarak jauh 40N6E untuk sistem S-400 telah diselesaikan
di kisaran Kapustin Yar," tulis kantor berita negara Rusia, TASS, mengutip sebuah sumber di industri pertahanan.
"Komisi
antardepartemen telah mengakuinya sebagai tes sukses dan sertifikat
telah ditandatangani," lanjut laporan tersebut, yang dilansir Kamis
(2/8/2018).
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, misil 40N6E
mampu mencapai target dengan jangkauan maksimum hampir 250 mil, pada
ketinggian hingga 115 mil.
Misil 40N6E mulai masuk pra-produksi
pada akhir 2013. Dua tahun kemudian, Departemen Pertahanan mengumumkan
bahwa rudal baru dari jenis itu telah berhasil mencapai target udara
untuk pertama kalinya.
Caucher
Birkar, seorang pengungsi Kurdi yang menjadi profesor matematika
Universitas Cambridge, salah satu pemenang Nobel Matematika. Namun
sayang, medalinya dicuri kurang dari sejam setelah diberikan kepadanya.
Foto/Istimewa
RIO DE JANEIRO
- Salah satu pemenang penghargaan Nobel Matematika medali emasnya
dicuri beberapa menit setelah diberikan kepadanya. Caucher Birkar,
seorang pengungsi Kurdi yang menjadi profesor matematika Universitas
Cambridge, termasuk di antara empat pemenang Medal Fields bergengsi pada
hari Rabu di Rio de Janeiro.
Itu adalah debut memalukan bagi Rio
de Janeiro, kota Amerika Latin pertama yang menjadi tuan rumah upacara
Medal Fields, yang berlangsung setiap empat tahun. Kurang dari satu jam
sejak Birkar, seorang spesialis dalam geometri aljabar, menerima medali
emas 14 karat ketika tasnya hilang.
Penyelenggara di balik acara
tersebut, International Congress of Mathematicians, mengatakan sangat
menyesalkan insiden tersebut. Kelompok itu mengatakan dalam sebuah
pernyataan bahwa gambar dari acara itu sedang dianalisis dan bahwa para
pejabat bekerja sama dengan polisi setempat seperti dikutip dari CBS News, Jumat (3/8/2018).
Birkar
merayakan prestasinya sebagai dongeng yang menjadi kenyataan bagi
orang-orang Kurdi yang terkepung. Dia berharap berita ini akan
memberikan senyum di wajah 40 juta orang Kurdi.
Birkar lahir di sebuah desa di provinsi etnis-Kurdi Marivan, dekat perbatasan Iran-Irak.
"Kurdistan adalah tempat yang tidak mungkin bagi seorang anak untuk mengembangkan minat dalam matematika," katanya.
Ia
kemudian pergi ke Universitas Teheran, di mana ia sempat melamun di
depan potret pemenang medali, untuk mendapatkan suaka politik dan
kewarganegaraan di Inggris. Ia membuktikan dirinya mempunyai otak
matematika yang luar biasa.
"Untuk pergi dari titik yang saya
tidak bayangkan bertemu orang-orang ini ke titik di mana suatu hari
nanti saya memegang medali sendiri - saya tidak bisa membayangkan bahwa
ini akan menjadi kenyataan," kata Birkar. Medal Fields mengakui prestasi
matematika yang luar biasa dari para kandidat yang berusia di bawah 40
tahun pada awal tahun.
Selain Birkar, Nobel Matematika juga
diberikan kepada Peter Scholze seorang profesor Universitas Bonn yang
baru berusia 30 tahun, Prof Akshay Vanketesh, 36 tahun, seorang jenius
matematika asal Australia yang berbasis di Princeton dan Stanford AS,
dan terakhir Prof Alessio Figali, 34 tahun, dari ETH Zurich Swiss.
Jakarta, CB -- Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebut Garda Revolusi Irandiperkirakan
akan segera memulai latihan angkatan laut besar yang bisa
mendemonstrasikan kemampuan menutup Selat Hormuz, jalur penting pasokan
energi global.
Latihan di Teluk Persia bisa dimulai dalam waktu
dua hari ke depan, kata dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui
langsung hasil pemantauan terhadap gerakan pasukan Garda Revolusi, Kamis
(2/8).
"Kami menyadari peningkatan operasi angkatan laut di Teluk Arab, Selat
Hormuz dan Teluk Oman. Kami memantau ketat, dan akan terus bekerja sama
dengan rekanan untuk memastikan kebebasan navigasi dan aliran bebas
perdagangan di perairan internasional," kata Kapten William Urban, juru
bicara utama Komando Pusat AS, kepada CNN.
Selat
Hormuz menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab. Administrasi Informasi
Energi AS menyebutnya sebagai "titik transit minyak paling penting di
dunia," dengan 20 persen perdagangan minyak global bergerak melalui
perairan tersebut.
Meski AS belum melihat niat permusuhan dari Iran,
pertunjukan kekuatan Garda Revolusi Iran membuat intelijen militer AS
sangat khawatir karena tiga alasan dasar, kata para pejabat.
Pertama,
latihan dilakukan saat retorika Iran terhadap AS meningkat dalam
beberapa terakhir. Kedua, Garda Revolusi tampak meningkatkan skala
latihannya dibandingkan di masa lalu. Ketiga, waktu pelaksanaan lebih
dini daripada biasanya.
Saat ini, AS memantau Garda Revolusi
telah mengumpulkan armada lebih dari 100 kapal, kebanyakan kecil dan
bergerak cepat. Diperkirakan aset udara dan darat Iran, termasuk peluru
kendali pertahanan pesisir, bisa dilibatkan.
Ratusan pasukan Iran diperkirakan akan berpartisipasi beserta sejumlah tentara biasa.
Latihan
Garda Revolusi dilakukan saat AS hanya punya satu kapal perang di Teluk
Persia, yakni USS The Sullivans. Sejumlah kapal perang lain berada di
lokasi sekitarnya berikut beberapa pesawat tempur di kawasan.
Militer
AS selama ini mendorong negara-negara lain di kawasan, terutama Arab
Saudi, untuk mengambil sikap keras untuk mempertahankan keterbukaan
Teluk di hadapan retorika Iran. Negara-negara itu juga telah menyuarakan
kekhawatiran akan perairan Yaman, di mana pemberontak sokongan Iran
kerap menembaki kapal tanker.
Menteri Pertahanan AS James Mattis
pada Jumat mengatakan "Iran telah mengancam untuk menutup Selat Hormuz.
Mereka pernah melakukannya di masa lalu. ... Dan jelas ini akan
mendapatkan respons internasional ... karena perekonomian dunia
bergantung pada energi tersebut."
Jakarta, CB -- Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pencemenyambut 55 peti jenazah yang diyakini berisi jasad tentara AS yang tewas saat Perang Koreadi Pangkalan Udara Pearl Harbor-Hickam, Honolulu, Hawaii, Rabu (1/8).
Pence tampak tenang dengan tangan diletakkan di dada saat peti mati dijejerkan di depannya.
Puluhan
pengusung jenazah mewakili Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan
Udara, menurunkan peti dua0dua dari pesawat militer C-17. Musik militer
di latar belakang, massa berkumpul di hanggar berdiri saat peti jenazah
melints.
Dilansir CNN,
sebelum upacara dimulai, Wapres Pence menyebut pemulangan jenazah
tersebut sebagai 'wujud nyata upaya kita untuk mencapai perdamaian di
Semenanjung Korea.
"Saya tahu Presiden Trump bersyukur bahwa Ketua Kim memenuhi
kata-katanya dan yang kita lihat hari ini adalah kemajuan nyata dalam
upaya mencapai perdamaian di Semenanjung Korea," kata Pence.
"Tapi
hari ini baru awal. Upaya kita tidak akan tuntas hingga seluruh
pahlawan kita dipulangkan. Biarlah para pahlawan yang dipulangkan hari
ini akan membuka jalan bagi pemulangan yang lainnya di masa depan," kata
dia.
Menurut Pence, dia merasa terhormat Presiden Donald Trump
memintanya untuk hadir dalam acara itu. Bagi Pence, acara itu memiliki
makna sangat personal.
"Ayah saya adalah veteran tentara di Korea. Setiap kali seseorang
menyebut kata 'pahlawan', ayah saya selalu bilang, 'para pahlawan adalah
mereka tidak dapat pulang'. Jadi, berada bersama mereka dengan
pengorbanan keluarga untuk membela kemerdekaan kita, kemerdekaan Korea
Selatan, saya merasa terhormat," kata dia.
Dua anggota keluarga
tentara AS yang hilang dalam Perang Korea, Diana Brown Sanfilippo dn
Rick Downes ikut dalam rombongan presiden di pesawat Air Force Two.
Ayah
Sanfilippo tiada dalam Perang Korea sejak dia berusia empat tahun.
Berkat sang ayah, dia terinspirasi untuk menjadi pilot pesawat P-51,
jenis pesawat yang sama diterbangkan sang ayah ketika terkena tembakan
Korea Utara.
Adapun ayah Downes adalah operator radar pesawat
pengebom B-26. Dia baru berusia dua tahun saat ayahnya ikut Perang Korea
dan tidak pernah kembali.
Downes pergi ke Korea Utara pada 2016 untuk menekan agar pemerintah
Kim Jong-un memulangkan jenazah tentara AS yang hilang selama Perang
Korea.
Pemulangan jasad tentara AS adalah bagian kesepakatan
Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pertemuan di
Singapura.
Jasad ke-55 tenara akan diperiksa oleh ilmuwan
Kementerian Pertahanan di laboratorium Pangkalan AS Pearl Harbour.
Laboratoriun itu menggunakan antropologi forensik, odontologi, DNA dan
metode ilmiah lain untuk mengidentifikasi jasad tentara AS yang
dipulangkan Korut tersebut.
Dua orang pencuri menggasak mahkota emas dan sebuah bola yang dibuat untuk Raja Karl IX dan Ratu Kristina. Foto/Istimewa
STOCKHOLM
- Dua orang pencuri menggasak permata mahkota yang tak ternilai
kerajaan Swedia. Permata yang berasal dari awal tahun 1600-an itu
digasak dari sebuah katedral abad pertengahan di sebuah kota kecil pada
siang hari bolong. Para pencuri itu kemudian melarikan diri dengan
speedboat, kata polisi.
"Dua orang menghilang setelah pencurian
siang hari Selasa di sebuah danau besar di sekitar Strangnas, 60
kilometer barat ibukota Stockholm," kata polisi seperti dikutip dari AP,
Kamis (2/8/2018).
Para pencuri merebut dua mahkota emas dan
sebuah bola yang dibuat untuk Raja Karl IX dan Ratu Kristina dalam
perampokan yang terbilang berani itu. Salah satu mahkota dipenuhi dengan
batu mulia. Barang-barang yang dicuri dipajang di sebuah pameran di
katedral, dan pengunjung berada di dalam pada saat kejadian.
"Alarm
berbunyi ketika perampok menghancurkan kaca keamanan dan mencuri
artefak," kata Catharina Frojd, juru bicara katedral Strangnas abad
ke-14.
Gereja menulis di situs webnya bahwa barang-barang yang
dicuri itu disimpan sesuai dengan peraturan keselamatan yang berlaku
yaitu di dalam display terkunci dan dipasangi alarm di katedral. Gereja
itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Polisi mengirim
helikopter dan perahu untuk memburu pencuri tetapi tidak menemukan apa
pun. Pihak berwenang mengatakan tidak ada yang terluka dalam perampokan
itu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Tom Rowell,
seorang pengunjung yang sedang makan siang di luar, mengatakan dia
melihat dua orang berlari dari katedral menuju dermaga kecil di dekatnya
di mana sebuah perahu motor ditambatkan.
"Kedua lelaki itu
dengan cepat melompat ke atas dan melaju," kata Rowell, seraya
menambahkan bahwa para pelaku bukanlah orang Nordik. Dia tidak
menjelaskan lebih lanjut.
Juru bicara polisi Stefan Dangardt
mengatakan para pelaku tampaknya telah melarikan diri menggunakan dua
sepeda hitam - yang kemungkinan besar mereka curi sebelum melakukan
aksinya - untuk ke kapal yang menunggu.
Tidak segera jelas apakah ada sopir yang menunggu di speedboat untuk para pencuri.
Pada
hari Rabu, para penyelam mencari petunjuk di sepanjang pantai Danau
Malaren, danau air tawar terbesar ketiga di Swedia. Polisi mengatakan
para pencuri bisa melarikan diri lebih jauh dengan jet ski, menambahkan
bahwa itu hanyalah sebuah teori.
Sementara barang-barang tersebut
memiliki nilai sejarah dan budaya yang besar, polisi ragu jika
pencurian itu akan membawa keuntungan finansial bagi para pelaku.
"Barang-barang
yang dicuri itu mustahil dijual karena keunikan dan visibilitasnya yang
tinggi," ujar Maria Ellior dari Departemen Operasi Nasional polisi
Swedia kepada kantor berita Swedia TT.
Kantor berita TT menambahkan pencurian itu akan dicatat di Interpol, memungkinkan pencarian internasional.