Goldman Sachs dituduh menerima pembayaran dari 1MDB dengan tarif di luar kewajaran.
Bank investasi
Amerika Serikat, Goldman Sachs, menolak tuntutan pidana terhadap anak
perusahaannya yang diajukan oleh Malaysia dengan tuduhan membantu
mengalihkan dana US$2,7 miliar atau sekitar Rp39 triliun dari badan
investasi negara 1MDB.
Goldman Sachs menyebut tuntutan itu "salah alamat" dan mengatakan akan "melakukan pembelaan secara tegas".
"Perusahaan
terus bekerja sama dengan semua otoritas yang melakukan penyelidikan
dalam masalah ini," tambah pernyataan Goldman Sachs.
Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, mengatakan tuntutan pidana kepada Goldman Sachs diajukan pada Senin (17/12).
Melalui
pernyataannya kepada media, jaksa agung menambahkan bahwa selain anak
perusahaan Goldman Sachs, pihaknya juga mengajukan tuntutan kepada dua
mantan karyawan bank investasi AS tersebut; Tim Leissner dan Roger Ng
Chong Hwa.
Dipilih sebagai penjamin
Tuntutan serupa juga diajukan kepada dua invididu lain; mantan pegawai 1MDB, Jasmine Loo Ai Swan, dan pengusaha Jho Low.
Menurut
Kejaksaan Agung, Jasmine Loo Ai Swan dan Jho Low melakukan konspirasi
dengan Tim Leissner dan Roger Ng Chong Hwa untuk menyuap para pejabat
Malaysia agar memilih anak perusahaan Goldman Sachs sebagai penjamin
obligasi.
"Leissner dan Ng dari Goldman Sachs bersabahat dengan
Jho Low, Loo dan lain-lain untuk menyogok pejabat publik Malaysia bagi
mendapatkan pemilihan, pelibatan dan penyertaan Goldman Sachs dalam
penerbitan semua obligasi ini," kata Tommy Thomas dalam keterangan
tertulis.
Sebagai imbalannya, lanjut jaksa agung, Goldman Sachs menerima pembayaran jauh lebih tinggi dari standar yang berlaku.
"Goldman
Sachs mendapat keuntungan melalui penerimaan biaya penjamin dan
pengaturan sebesar US$600 juta, yang berlipat ganda lebih tinggi dari
harga yang lazim dan norma yang berlaku," tambahnya.
Properti mewah
Dalam
tuntutan ini, Kejaksaan Agung Malaysia mengajukan ganti rugi US$2,7
miliar dan hukuman penjara. Jika terbukti bersalah individu yang
dituntut, berdasarkan undang-undang sekuritas setempat - Akta Pasaran
Modal dan Perkhidmatan, terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.
Leissner
menjabat sebagai pucuk pimpinan Goldman Sachs untuk divisi Asia
Tenggara, dan keluar dari perusahaan investasi tersebut 2016. Adapun
Roger Ng Chong Hwa menjabat sebagai direktur pelaksana sampai ia keluar
pada Mei 2014.
Dalam kasus terpisah, baik Leissner maupun Ng dan
juga Low bulan lalu dikenai dakwaan pidana di Amerika Serikat terkait
dengan skandal 1MDB.
Leissner menyatakan bersalah berkonspirasi melakukan pencucian uang dan melanggar undang-undang antipenyuapan.
Dalam
kasus tersebut, jaksa penuntut mengatakan mantan bankir Goldman, Tim
Leissner dan Roger Ng worked bekerja sama dengan Low untuk menyuap para
pejabat Malaysia agar Goldman Sachs mendapatkan kontrak bisnis dari
1MDB.
Skandal 1MDB diselidiki di sejumlah negara dan disebut
sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan kekalahan mantan
Perdana Menteri Najib Razak dalam pemilihan Mei lalu.
Ia telah dikenai dakwaan dalam kasus ini dan telah
menyatakan tidak bersalah. Najib Razak dituduh mengambil dana US$700
juta dari 1MDB yang ia dirikan.
Pihak berwenang AS mengatakan dana
miliran dolar digelapkan dari 1MDB, badan investasi negara yang
didirikan pada 2009 oleh perdana menteri saat itu, Najib Razak. Dana itu
disebut digunakan untuk membeli banyak properti mahal, dan bahkan
digunakan untuk membiayai pembuatan film Wolf of Wall Street.
Menurut pihak berwenang AS, di antara barang-barang yang dibeli dengan dana dari 1MDB adalah:
- Bisnis dan properti hotel L'Ermitage
- Aset-aset Hotel Park Lane di New York
- Empat properti di California
- Empat properti di New York
- Satu properti di London
- Pesawat jet pribadi
- Aset-aset EMI, termasuk royalti
- Lukisan Van Gogh
- Dua lukisan Monet
Kapal pesiar Equanimity milik pengusaha asal Malaysia, Jho Low
atauLow Taek Jho, yang sebelumnya disita di perairan Indonesia disebut
oleh pemerintah Malaysia, dibeli dengan uang yang dikorupsi dari 1MDB.
Kapal itu telah diserahkan kepada Malaysia dan rencananya akan dilelang
antara lain untuk membayar utang negara.
Credit
bbc.com/indonesia