Sistem pertahanan udara rudal S-400 milik Rusia (Foto: Sputnik)
MOSKOW (CB) – Eksportir senjata militer terbesar
di Rusia, Rosoboronexport, dilaporkan siap memenuhi kontrak dengan China
terkait pengiriman sistem pertahanan udara mutakhirnya yang paling
baru, yakni rudal S-400. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal
Rosoboronexport, Anatoly Isaikin.
“China merupakan negara pertama yang menandatangani kontrak dengan kami mengenai pemesanan rudal S-400, dan kontrak ini tidak diragukan lagi akan terpenuhi tepat waktu,” ujar Isaikin, sebagaimana dilansir Sputnik, Selasa (27/10/2015).
Kendati demikian, Isaikin tidak menyebutkan kapan rudal S-400 itu akan mulai dikapalkan untuk diangkut ke China. Ia pun tidak menyebutkan secara spesifik jumlah rudal S-400 yang dipesan oleh Negeri Tirai Bambu itu.
China dengan Rosoboronexport diketahui telah menandatangani kesepakatan pembelian rudal S-400 dengan nilai lebih dari USD3 miliar. Penandatanganan perjanjian itu dilakukan pada 2014 setelah sebelumnya harus melalui negosiasi selama beberapa tahun.
S-400 merupakan sistem rudal darat ke udara jarak jauh produksi Almaz-Antei, Rusia. S-400 ditujukan untuk mencegat serangan dari udara mulai dari pesawat, helikopter, rudal balistik, UAV, dan lain-lain, dengan jangkauan maksimum 400 kilometer dan di ketinggian hingga mencapai 30 km.
“China merupakan negara pertama yang menandatangani kontrak dengan kami mengenai pemesanan rudal S-400, dan kontrak ini tidak diragukan lagi akan terpenuhi tepat waktu,” ujar Isaikin, sebagaimana dilansir Sputnik, Selasa (27/10/2015).
Kendati demikian, Isaikin tidak menyebutkan kapan rudal S-400 itu akan mulai dikapalkan untuk diangkut ke China. Ia pun tidak menyebutkan secara spesifik jumlah rudal S-400 yang dipesan oleh Negeri Tirai Bambu itu.
China dengan Rosoboronexport diketahui telah menandatangani kesepakatan pembelian rudal S-400 dengan nilai lebih dari USD3 miliar. Penandatanganan perjanjian itu dilakukan pada 2014 setelah sebelumnya harus melalui negosiasi selama beberapa tahun.
S-400 merupakan sistem rudal darat ke udara jarak jauh produksi Almaz-Antei, Rusia. S-400 ditujukan untuk mencegat serangan dari udara mulai dari pesawat, helikopter, rudal balistik, UAV, dan lain-lain, dengan jangkauan maksimum 400 kilometer dan di ketinggian hingga mencapai 30 km.
Credit Okezone






.jpg)
.jpg)
Bulan Styx, Hydra, Nix, Charon dan Kerberos yang dianggap punya bentuk unik (dok.NASA)
Komet Lovejoy (Dok.Paul Stewart)