Senin, 18 Maret 2019

Maduro Berencana Rombak Kabinet


Presiden Venezuela, Nicolas Maduro saat peringatan Angostura Discour Bicentennial di Ciudad Bolivar, Venezuela (15/2).
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro saat peringatan Angostura Discour Bicentennial di Ciudad Bolivar, Venezuela (15/2).
Foto: EPA

Perombakan terjadi setelah pemadaman berlangsung hampir selama sepekan.




CB, CARACAS -- Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan Presiden Nicolas Maduro sedang merencanakan perombakan mendalam pemerintahannya, Ahad (17/3).

"Presiden Nicolas Maduro telah meminta seluruh kabinet eksekutif meninjau ulang peran mereka dalam restrukturisasi mendalam metode dan fungsi pemerintah Bolivarian, untuk melindungi tanah air Bolivar dan Chavez dari ancaman apa pun," tulis Rodriguez di Twitter, merujuk kepada pemimpin kemerdekaan Simon Bolivar, dan mantan presiden Hugo Chavez.

Perombakan terjadi setelah pemadaman berlangsung hampir selama sepekan. Venezuela telah mengalami hiperinflasi ekonomi, kekurangan makanan, obat-obatan dan emigrasi jutaan warga.

Maduro menyalahkan pemadaman listrik atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Selain itu, juga bagian dari sabotase oleh oposisi.

Akan tetapi para insinyur kelistrikan setempat mengatakan kepada Reuters, penyebab pemadaman disebabkan kurangnya investasi selama bertahun-tahun. Kemudian, karena kurangnya pemeliharaan pembangkit listrik, dan jaringan listrik negara.

Maduro menghadapi tantangan kepresidenannya dari pemimpin oposisi, Juan Guaido. Ia mendeklarasikan diri sebagai pemimpin oposisi pada Januari untuk menjadi presiden sementara.


photo
Pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela di Central University of Venezuela di Caracas.

Alasan Guaido menjadi pemimpin oposisi yakni karena, pemilihan kembali Maduro pada Mei 2018 dianggap tidak sah. Sebagian besar negara Barat telah mengakui Guaido sebagai pemimpin negara yang sah.

Maduro telah berulang kali mengubah anggota Kabinet sejak menjabat pada 2013. Dengan anggota militer naik ke jabatan yang memimpin kementerian minyak, interior dan listrik.

Dalam kunjungan ke pekerja listrik di negara bagian Bolivar selatan pada Sabtu, Maduro berjanji melakukan restrukturisasi perusahaan listrik negara Corpoelec. Ia juga berjanji untuk membuat unit di angkatan bersenjata, fokus melindungi infrastruktur utama dari serangan.




Credit  republika.co.id



Filipina Keluar dari Mahkamah Internasional


Filipina Keluar dari Mahkamah Internasional
Ilustrasi perang narkoba di Filipina. (REUTERS/Czar Dancel)




Jakarta, CBa -- Filipina resmi hengkang dari keanggotaan Mahkamah Internasional (ICC) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 17 Maret 2019. Penyebabnya adalah Presiden Rodrigo Duterte keberatan karena perang pemberantasan narkoba yang gencar dia lakukan diusut oleh lembaga itu, karena diduga melanggar hak asasi manusia.

"Sekretaris Jenderal menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh negara bahwa keputusan Filipina menarik diri mulai efektif pada 17 Maret," kata Juru Bicara ICC PBB, Eri Kaneko, seperti dilansir AFP, Minggu (17/3).

Duterte mempertahankan kebijakan perang narkoba berdarah yang diduga saat ini menelan ribuan korban meninggal dengan alasan melindungi negaranya. Meski dikritik, Duterte menyatakan tidak peduli karena selama ini negara lain tidak pernah peduli dengan Filipina.

Pada Februari 2018, jaksa penuntut pada ICC, Fatou Bensouda, memulai pengumpulan bahan dan keterangan terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia terkait perang narkoba ala Duterte.


Filipina memilih mundur dari ICC setelah pada 2018 lalu lembaga itu mulai mengusut dugaan pelanggaran dalam perang narkoba ala Duterte. Namun, mereka menyatakan selama ini tidak pernah secara sah menjadi anggota ICC, dengan alasan tak pernah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

"Posisi kami dalam masalah ini jelas, tidak mendua, dan tetap. Filipina tidak pernah menjadi negara yang mendukung Statuta Roma yang menjadi dasar ICC," kata Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, dalam pernyataan.

"Selama yang kami ketahui, mahkamah ini tidak ada," ujar Panelo.

Meski begitu, aturan ICC menyatakan seluruh hal yang tengah diusut sebelum sebuah negara mundur dari keanggotaan mereka tetap akan ditelusuri.

Menurut temuan awal ICC, kepolisian Filipina menyatakan mereka menembak mati 5,176 pengguna atau pengedar narkoba yang menolak ditangkap. Namun, menurut kalangan pegiat HAM jumlah korban perang narkoba sebenarnya tiga kali lipat lebih banyak.

Akan tetapi, reputasi ICC belakangan juga banyak dipertanyakan. Apalagi mereka belum lama ini membebaskan tokoh-tokoh yang dianggap bertanggung jawab atas kejahatan di negaranya. Yakni mantan Presiden Pantai Gading, Laurent Gbagbo, pada Januari 2018. Lantas pada Juni tahun yang sama, ICC membebaskan mantan Wakil Presiden Republik Demokratik Kongo, Jean-Pierre Bemba.





Credit  cnnindonesia.com




Sejarah Pembunuhan Massal di Selandia Baru


Pekerja menggali liang lahat di pemakaman Muslim bagi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Ahad (17/3).
Pekerja menggali liang lahat di pemakaman Muslim bagi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Ahad (17/3).
Foto: AP Photo/Mark Baker

Penembakan masjid Christchurch masuk 10 penembakan massal terburuk di dunia.




CB, WELLINGTON -- Seluruh dunia melihat Selandia Baru sebagai salah satu negara paling aman. Tapi sebenarnya negara itu juga memiliki sejarah panjang pembunuhan massal. Penembakan di dua masjid di Christchurch menjadi pembunuhan massal terburuk sepanjang sejarah Selandia Baru.

Dengan korban tewas yang mencapai 50 orang, penembakan ini masuk 10 penembakan massal terburuk di dunia. Pada 1943, sebanyak 48 tawanan perang dari Jepang ditembak dan dibunuh dalam kerusuhan di penjara tawanan perang di Featherston. Seorang prajurit Selandia Baru juga tewas dalam kejadiaan tersebut.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyebut penembakan Christchurch menjadi hari tergelap dalam sejarah Selandia Baru. Tapi, penembakan ini bukan satu-satunya penembakan massal yang pernah terjadi di negara itu.

Dilansir di Radio NZ, Ahad (17/3), pada 1990 David Gray menembaki orang di jalan Aramoana di dekat Dunedin. Ia membunuh 13 orang sebelum ditembak mati polisi keesokan harinya. Gray tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Menurut The Atlantic, penembakan massal kembali terjadi pada 1997 dimana enam orang tewas dan empat lainnya terluka di Raurimu, North Island.

Pada 1941, Stanley Graham melepaskan tembakan di Hokitika. Ia menembak mati empat polisi dan tiga orang lainnya. Penembakan itu dipicu pertengkaran dengan tetangganya yang ia yakini membunuh hewan ternaknya. Graham akhirnya ditembak mati polisi dalam pemburuan besar-besaran.


photo
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, bertemu dengan anggota komunitas Muslim setelah penembakan massal di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019.


Pada 1992, ada dua pembunuhan massal yang terjadi di Selandia Baru. Dua peristiwa itu terjadi hanya berselang beberapa pekan.

Kejadian pertama terjadi pada Mei ketika petani Auckland Brian Schlaepfer membunuh istrinya dalam sebuah pertengkaran. Lalu, sebelum bunuh diri, Schlaepfer membunuh lima anggota keluarga lainnya, yakni tiga orang putra, satu orang menantu dan satu cucu laki-laki. Pada Juni di tahun yang sama Raymod Ratima memukul dan menusuk tujuh anggota keluarganya sampai tewas.


Di Selandia Baru, kekerasan dengan senjata sangat jarang terjadi. Tingkat pembunuhan tahunan dengan senjata juga tidak pernah mencapai digit ganda.

Dalam skala global, World Atlas memasukkan penembakan Christchurch ke posisi delapan penembakan massal terburuk dalam sejarah. Tragedi ini setara dengan pembantaian di Pulse Nightclub, Florida, Amerika Serikat pada 2016 yang jumlah korban tewasnya 49 orang.


photo

Muslim Turki mengadakan shalat gaib selama demonstrasi mengutuk penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, di Ankara, Turki, 16 Maret 2019.

Penembakan massal terburuk terjadi di Peshawar, Pakistan di mana ada sebanyak 149 orang tewas. Enam orang pelaku penembakan tersebut anggota kelompok yang berafilasi dengan Taliban.

Hal itu disusul penembakan di Garissa University College di Kenya yang total jumlah korban tewasnya sebanyak 148 orang. Al-Shabaab, kelompok yang berafilasi dengan Alqaidah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.





Credit  republika.co.id



PM Morrison Bela Will Connolly, Minta Senator Australia Dituntut



Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com

CB, Jakarta - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, Senator Australia Fraser Anning harus dituntut karena memukul Will Connolly yang memecahkan telur ke kepalanya.
Morrison sebelumnya mengecam dan menyebut pernyataan Fraser Anning menjijikkan. Anning menyatakan aksi teror penembakan di Selandia Baru dipicu gelombang imigran Muslim yang meningkat, sehingga menyebabkan kecemasan di Australia dan Selandia Baru.

Dikutip dari Perth Now, 17 Maret 2019, Fraser Anning terbang ke Melbourne untuk menghadiri kampanye sayap kanan. Ketika Anning sedang diwawancara, bocah 17 tahun bernama Will Connolly terlihat berdiri di belakangnya. Tiba-tiba Connolly menimpuk telur ke belakang kepala Anning.

Foto yang diambil dari video memperlihatkan seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Queensland, Fraser Anning, di Melbourne, Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Aksi pemuda tersebut sebagai wujud ketidakpuasan pernyataan Anning yang menyalahkan umat Muslim atas terjadinya penembakan di masjid Selandia baru. Foto/video instagram
Dari rekaman video, Anning membalas dengan memukul Connolly dua kali, sebelum penasihatnya memisahkan Anning.
Para pendukung Anning, termasuk terpidana kriminal Neil Erikson, mencengkram leher Connolly dan menjatuhkannya ke lantai. Dia mencekik Connolly sampai polisi tiba.
Aksinya viral di media sosial. Netizen memanggilnya si Bocah Telur. Connolly yang sempat ditahan polisi tak lama kemudian dibebaskan tanpa tuntutan apapun.

Will Connolly yang dijuluki Eggboy setelah menimpuk kepala senator Australia Fraser Anning yang menyalahkan Muslim dalam serangan teroris di Selandia Baru.[Daily Mail]





Pada Minggu pagi, muncul video Will Connolly yang mengatakan jangan macam-macam dengan politisi, namun dia tidak menyesal melakukan itu.
"Jangan menimpuk telur ke politisi, atau kalian diserang oleh 30 bogan di waktu bersamaan, saya sudah mencobanya," kata Will. Bogan adalah kata slang Australia untuk menyindir sampah masyarakat.

Pada Ahad, PM Scott Morrison mengatakan Anning harus dihukum karena menyerang remaja."Saya pikir langkah hukum harus diajukan atas Senator Anning," kata Morrison.
Sementara pengacara terkenal Adam Houda menawarkan bantuan hukum kepada Will Connolly jika ia mau mengajukan kasus pemukulan yang dilakukan Senator Australia Fraser Anning.




Credit  tempo.co



Oposisi Inggris Gelar Aksi Solidaritas Serangan Teroris Selandia Baru




Oposisi Inggris Gelar Aksi Solidaritas Serangan Teroris Selandia Baru
Pemimpin Oposisi Inggris, Jeremy Corbyn bersama dengan pendukungnya serta komunitas keagamaan di London, menggelar aksi solidaritas pada korban serangan teroris di Selandia Baru. Foto/Istimewa


LONDON - Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn bersama dengan pendukungnya serta komunitas keagamaan di London, menggelar aksi solidaritas, sekaligus doa bersama untuk mengenag para korban serangan teroris di Selandia Baru.

Dalam pidatonya, Corbyn menyerukan diakhirinya Islamofobia global dan mengirim pesan belasungkawa, persatuan dan solidaritas kepada keluarga para korban yang terbunuh di kota Christchurch.

“Teman-teman, saya ingin mengucapkan terima kasih karena berada di sini, karena peristiwa mengerikan yang terjadi di Selandia Baru ini. Tetapi ini juga merupakan demonstrasi komunitas lokal kita di Finsbury Park. Kita berkulit hitam, kita berkulit putih, kita Muslim, kita Kristen, kita Hindu, kita dari semua penjuru dunia dan kita dari semua agama," kata Corbyn.

“Dan ketika salah satu dari kita diserang, kita semua diserang. Ketika salah satu bangunan kita diserang, kita semua diserang dan hari ini kita berdiri dalam simpati dan solidaritas terdalam dengan orang-orang di Christchurch," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (17/3).

Dia menyebut serangan di Christchurch adalah serangan Islamofobia terhadap orang-orang yang secara damai menjalankan hak mereka untuk beribadah, hak mereka untuk berkumpul.

Corbyn membuat perbandingan antara serangan tChristchurch dan serangan yang terjadi di wilayahnya pada musim panas 2017, di mana Makram Ali terbunuh ketika seorang ekstremis kanan mengemudikan mobilnya ke kerumunan umat Muslim.

Dirinya kemudian meminta seluruh komunitas di Inggris dan di seluruh dunia untuk bersatu melawan prasangka, ketakutan, dan kefanatikan. "Responsnya harus untuk saling merangkul satu sama lain dengan lebih erat daripada sebelumnya dan untuk menunjukkan kekuatan komunitas kita yang akan datang bersama," ucapnya.

Corbyn menambahkan dengan menyatakan sebagian masyarakat yang mengkambinghitamkan minoritas menciptakan pesan dan suasana kebencian dan rasisme dan mereka tidak berkontribusi apa pun kepada masyarakat selain perpecahan dan ketakutan. 



Credit  sindonews.com



Gedung Putih menolak pujian atas Trump oleh penembak Selandia Baru


Gedung Putih menolak pujian atas Trump oleh penembak Selandia Baru

Seorang perempuan membawa sebuah lilin saat malam renungan untuk para korban penembakan mesjid di Selandia Baru, di luar balai kota di Toronto, Ontario, Kanada, Jumat (15/3/2019). (REUTERS/CHRIS HELGREN)




Washington (CB) - Gedung Putih menepis pada Ahad usaha untuk mengaitkan Presiden Donald Trump dengan tertuduh penembak yang membunuh 50 orang di dua masjid di Selandia Barau, dengan menyatakan aksi tersebut dilakukan oleh seorang individu yang tak dapat ditimpakan pada seorang politikus.

"Presiden bukan seorang penganut supremasi kulit putih. Saya tak tahu sudah berapa kali kami katakan itu," kata Mick Mulvaney, penjabat kepala staf Gedung Putih di "Fox News" pada Ahad.

Trump pada Jumat mengutuk "pembunuhan massal keji itu" di masjid-masjid tersebut dan Gedung Putih menyebut penembakan tersebut "tindakan kebencian yang ganas."

Ketika ditanya oleh seorang wartawan pada Jumat apakah dia melihat nasionalisme ras kulit putih sebagai ancaman yang meningkat di seluruh dunia, Trump mengatakan,"Saya sungguh (tidak tahu). Saya pikir hanya sekelompok kecil orang."

Manifesto tertuduh penembak itu memuji presiden AS tersebut sebagai "simbol identitas kulit putih yang diperbarui dan maksud sama," kendati ia tidak mendukung kebijakan-kebijakannya. Pengaitan itu menimbulkan kritik bahwa Trump tak cukup kuat mengutuk ujaran kebencian dan menggerakkan sentimen anti-Muslim.

"Saya kira tidak adil menyebut orang ini sebagai pendukung Donald Trump," kata Mulvaney. "Lebih dari itu adalah dengan melihat bagian-bagian eko-terorisnya dalam manifesto tersebut dan menyelaraskannya dengan (Ketua DPR dari Demokrat) Nancy Pelosi atau Ocasio-Cortez, anggota Kongres dari Democrat."

"Ini adalah individu yang terganggu, orang jahat," katanya.

Trump mendapat kecaman kuat selama beberapa hari setelah pawai mematikan yang diadakan kelompok kulit putih di Charlottesville, Virginia, tahun 2017 ketika ia menyamakan supremasi kulit putih dengan pengunjuk rasa tandingan dan mengatakan "kedua pihak harus dipersalahkan".







Credit  antaranews.com




Lindungi Anaknya, Zulfirman Pasang Badan Ditembaki Teroris Christchurch




Lindungi Anaknya, Zulfirman Pasang Badan Ditembaki Teroris Christchurch
Pria Indonesia, Zulfirman Syah, tergeletak di tanah usai ditembaki teroris Brenton Tarrant di Selandia Baru. Putra kecilnya, Averroes, mendekati tubuhnya yang tak berdaya. Foto/Mail Online


CHRISTCHURCH - Zulfirman Syah membuktikan diri sebagai ayah sejati dengan melindungi putra kecilnya dari berondongan peluru teroris di Christchurch, Selandia Baru. Warga negara Indonesia (WNI) itu pasang badan untuk ditembaki sang teroris Brenton Tarrant di Masjid Linwood, Jumat pekan lalu.

Putra Zulfirman Syah baru berusia dua tahun. Anak kecil bernama Averroes itu selamat berkat aksi heroik sang ayah.

Sebanyak 50 orang tewas akibat penembakan brutal Tarrant. Puluhan korban tewas gabungan dari jumlah korban di Masjid Linwood, Masjid Al-Noor dan rumah sakit.

Insting Zulfirman sebagai seorang ayah sangat tajam, di mana dia dengan cepat pasang badan untuk waktu yang cukup lama ketika teroris asal Australia itu mengumbar banyak tembakan. Zulfirman bertahan cukup lama sampai Tarrant pergi.

Rekaman yang diambil setelah penyerangan menunjukkan para korban kekejaman, termasuk Averroes yang memanjat tubuh ayahnya yang terbaring di tanah.

Averroes terkena pecahan pelucu bagian kaki dan pantat. Bocah cilik itu menderita luka ringan. Sebaliknya, sang ayah harus menjalani operasi darurat.

Istri Zulfirman, Alta Marie, menceritakan kepada New Zealand Herald tentang aksi heroik suaminya. "Suami saya melindungi putra kami selama serangan di Linwood Islamic Centre, yang membuatnya menerima sebagian besar peluru dan luka yang jauh lebih kompleks daripada putra kami," katanya.

"Dia pulih dengan baik dan ceria," lanjut Alta, yang juga dilansir The Sunday Times, Senin (18/3/2019).

Dalam pembantaian itu, Tarrant menggunakan sejumlah senjata semi-otomatis. 

Alta, yang merupakan seorang guru bahasa Inggris, sedang memasak di dapurnya di rumah baru mereka ketika dia menerima telepon dari suaminya. Ketika dia menerima panggilan kedua dari sang suami, beberapa menit kemudian menjadi jelas bahwa ada serangan di masjid.

Alta juga menceritakan kejadian itu di Facebook. "(Zulfirman) Syah dikatakan telah ditembak di banyak tempat di tubuhnya," tulis dia.

“Dia dalam kondisi stabil setelah operasi eksplorasi dan rekonstruktif ekstensif yang dia jalani sebelumnya hari ini (Sabtu)," lanjut Alta.

"Sementara dia masih di unit perawatan intensif pada tahap ini, dia akan dipindahkan ke bangsal umum kapan pun dianggap tepat, kemungkinan di hari berikutnya atau lebih," paparnya.

"Sementara jalan menuju pemulihan akan lama, kondisinya baru membaik sejak dia tiba di rumah sakit kemarin," imbuh Alta. "Sore ini (Minggu) dia mendapat kunjungan dari duta besar Indonesia, yang membangkitkan semangatnya."

Keluarga Zulfirman Syah yang berasal dari Indonesia sudah berada di Selandia Baru.

Pada halaman penggalangan dana gratis yang dibuat oleh seorang teman, Zulfirman digambarkan sebagai seniman pekerja keras yang berbakat.

Teman korban menulis; "Keluarga merasa damai di Selandia Baru...mari kita bantu pulihkan perdamaian mereka dan menangkal tindakan kekerasan yang mengerikan ini."



Credit  sindonews.com


Dunia Dukung Will Connolly, Penimpuk Telur ke Senator Australia



Foto yang diambil dari video memperlihatkan seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Queensland, Fraser Anning, di Melbourne, Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Aksi pemuda tersebut sebagai wujud ketidakpuasan pernyataan Anning yang menyalahkan umat Muslim atas terjadinya penembakan di masjid Selandia baru. Foto/video instagram
Foto yang diambil dari video memperlihatkan seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Queensland, Fraser Anning, di Melbourne, Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Aksi pemuda tersebut sebagai wujud ketidakpuasan pernyataan Anning yang menyalahkan umat Muslim atas terjadinya penembakan di masjid Selandia baru. Foto/video instagram

CB, Jakarta - Will Connolly, remaja yang menimpuk telur ke kepala senator Australia, Fraser Anning yang menyalahkan muslim dalam serangan teroris di Selandia Baru, mendapat dukungan dari berbagai belahan dunia melalui media sosial.
Connolly dijuluki pahlawan oleh para netizen karena keberaniannya menyatakan ketidaksetujuannya pada pernyataan senator Australi itu saat diwawancarai sejumlah wartawan di Melbourne.


Sejumlah meme dan kartun Connolly pun menghiasai media sosial. Ia pun diberi nama Eggboy.
"Pahlawan itu bernama #WillConnolly yang menimpuk telur ke senator Australia Fraser Anning karena dia menyalahkan imigransi Muslim atas serangan terori di Christchurh. Will Connolly anda legenda. PS: Dia 17 tahun #NewZealandMosqueAttack," tulis Abdi Nour HG di akun Twitter.
"Well done big boy #eggboy #WillConnolly," Mahmoud samer memuji remaja itu di akun Twitternya.
Tak hanya pujian, orang-orang memberikan dukungan kepada Connolly dengan mengumpulkan uang melalui GoFundMe yang sudah mencapai US$ 13,500.


Meme Will Connolly dibuat oleh netizen yang mendukung dan memujinya setelah remaja ini menimpuk telur ke kepala senator Australia, Frazer Anning yang menyalahkan Muslim dalam serangan teror mematikan di Selandia Baru.


Uang sebanyak itu, mengutip Reuters, untuk membiayai biaya hukum yang akan dihadapi remaja ini dan juga membeli lebih banyak telur.
Menyadari ancaman hukuman yang akan dihadapi Connolly, pengacara kriminal terkemuka, Adam Houda, melalui akun Twitternya mengatakan kesiapannya untuk membela remaja itu jika senator Australia itu menuntut penimpukan telur ke kepalanya kemarin.
Houda menegaskan, dirinya telah menyaksikan video penimpukan telur ke kepala Anning dan tindakan para pengikutnya terhadap remaja itu.
"Saya telah menjadi pengacara lebih dari dua dekade dan menurut pendapat saya tidak ada alasan bahwa Anning bertindak itu untuk membela diri," kata Houda, seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu, 17 Maret 2019.

Will Connolly yang dijuluki Eggboy setelah menimpuk telur ke kepala senator Australia Fraser Anning yang menyalahkan Muslim dalam serangan teroris di Selandia Baru.[Daily Mail]

Houda pun menyatakan Connolly akan mendapatkan bantuan hukum darinya secara gratis."Saya tidak pernah mengejar klien, tapi saya senang membantunya (probono). Sekarang terserah dia dan dan orang tuanya," ujarnya.
Dalam rekaman penimpukan telur, Anning tampak marah dan memukul remaja usia 17 itu lalu menendangnya seraya mengeluarkan pernyataan:"Anda bukan siapa-siapa, tetapi manusia lemah."
Setelah peristiwa Will Connolly menimpuk telur dipicu pernyataan menyalahkan muslim dalam serangan teroris di Selandia Baru, muncul petisi online Change.org untuk menuntut senator Australia Fraser Anning dipecat dari parlemen. Petisi sudah ditandatangani 1 juta orang.



Credit  tempo.co



Salahkan Muslim Atas Teror Selandia Baru, Senator Ditimpuk Telur




Seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Queensland, Fraser Anning saat menjawab pertanyaan awak media di Melbourne, Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Foto/video instagram
Seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Queensland, Fraser Anning saat menjawab pertanyaan awak media di Melbourne, Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Foto/video instagram

CB, Jakarta - Senator Queensland Australia, Fraser Anning, ditimpuk telur oleh seorang remaja pria saat diwawancara jurnalis karena menyalahkan Muslim atas teror penembakan di Christchurch, Selandia Baru.
Dikutip dari abc.net.au, 16 Maret 2019, rekaman menunjukkan pemuda mengamati Anning dari belakang ketika diwawancara, sebelum memecahkan telur ke belakang kepala Anning sambil merekam dengan ponselnya.
Senator bereaksi dengan mengayunkan dua pukulan ke arah pemuda itu, namun hanya satu yang mendarat di kepalanya. Dia juga berusaha menendang remaja itu.

Staf senator memisahkan senator dari pemuda itu. Pendukung senator kemudian menjatuhkan remaja itu. Polisi kemudian membawa remaja  itu keluar.
Juru bicara kepolisian Victoria mengatakan, polisi telah menahan remaja berusia 17 tahun asal kota Hampton, namun dibebaskan tanpa tuntutan.
Insiden ini kemudian viral. Bahkan ada halaman media sosial membuka donasi agar sang remaja bisa membeli telur lebih banyak.


Sementara PM Australia Scott Morrison mengecam pernyataan senator Queensland, Fraser Anning yang menghubungkan imigran Muslim dengan serangan teror di dua masjid di Selandia Baru oleh teroris ekstremis sayap kanan.
"Pernyataan senator Fraser Anning menyalahkan serangan pembunuhan oleh seorang teroris ekstremis sayap kanan di Selandia Baru pada imigran menjijikkan," kata Morrison, dikutip dari Sydney Morning Herald.
"Pandangan itu tidak punya tempat di Australia, apalagi Parlemen Australia," katanya.
Sebelumnya Senator Anning mengatakan dalam sebuah tweet, "Apakah ada yang masih membantah hubungan antara imigran Muslim dan kekerasan?"


"Saya ingin tahu apakah akan ada banyak kemarahan dari sayap kiri ketika serangan teroris Muslim berikutnya terjadi? Kemungkinan besar diam dan berbicara tentang serangan serigala, penyakit mental dan tidak ada koneksi ke Islam," tambahnya.
Dalam rilisnya di media, Frasser Anning mengatakan "sementara jenis kekerasan seperti ini tidak pernah bisa dibenarkan, yang disoroti adalah meningkatnya ketakutan dalam masyarakat kami, baik di Australia dan Selandia Baru, akan meningkatnya kehadiran Muslim," katanya mengaitkan motif penembakan di Christchurch, Selandia Baru, dengan imigran Muslim.




Credit  tempo.co


Politisi Anti-Muslim Australia Dicecar atas Teror Selandia Baru



Politisi Anti-Muslim Australia Dicecar atas Teror Selandia Baru
Pemimpin Partai One Nation Australia, Pauline Hanson (kiri), dicecar penyiar televisi karena kebijakan anti-Muslim yang dinilai berkontribusi atas serangan teroris di Selandia Baru. Foto/Seven Network


CANBERRA - Pemimpin Partai One Nation Australia, Pauline Hanson, dicecar penyiar televisi karena kebijakan anti-Muslim-nya dianggap berkontribusi dalam serangan teroris di dua masjid di Selandia Baru. Hanson dianggap turut "memberdayakan" supremasi kulit putih.

Tuan rumah program Sunrise di Seven Network, David Koch, mencecar Hanson dalam wawancara yang berapi-api pada Senin (18/3/2019) pagi. Hanson merupakan salah satu senator federal Australia.

Koch menguliti kebijakan anti-Muslim Partai One Nation setelah serangan teroris di Christchurch pada hari Jumat menewaskan 50 orang. Tersangka teroris asal Australia, Brenton Tarrant, merilis manifesto setebal 74 halaman di media sosial sehari sebelum tragedi terjadi.


"Manifesto teroris ini hampir berbunyi seperti kebijakan imigrasi One Nation dan kebijakan Muslim. Apakah Anda merasa terlibat dengan kekejaman ini?," tanya Koch kepada Hanson.

Hanson pun menjawab pertanyaan kritis itu. "David, saya merasakan orang-orang itu dan saya merasakan keluarga-keluarga yang kehilangan nyawa. Sama di seberang jalan di sini ketika kami memiliki serangan teroris Lindt Cafe," ujarnya.

"Kami memiliki masalah tetapi Anda benar-benar harus mendiskusikannya dan memperdebatkan masalah tersebut. Mengapa kami memiliki serangan teroris di negara ini. Mengapa ini terjadi di seluruh dunia? Mengapa ini terjadi di banyak tempat?," lanjut politisi Australia tersebut.

Koch yang bersemangat kemudian mengklaim bahwa serangan teroris dilakukan oleh supremasi kulit putih sayap kanan."Yang digerakkan oleh komentar Anda (Hanson), oleh komentar anti-Muslim Anda," kata jurnalis tersebut.

"(Hal-hal seperti) 'mereka tidak pantas berada di sini', 'mereka akan mengambil alih negara kita'. Bisakah Anda memahami bagaimana hal itu memberdayakan seorang supremasi kulit putih... agar melihatnya sebagai seruan untuk (serangan) senjata?," tanya Koch.

Hanson kemudian mengalihkan fokus pertanyaan itu kepada apa yang terjadi di Inggris. 


“Orang-orang meninggalkan Inggris untuk datang ke sini karena mereka telah kehilangan negara mereka. Inggris bukan negara tempat mereka dibesarkan," kata Hanson.

"Belajarlah dari kesalahan negara lain untuk memastikan hal itu tidak terjadi di sini. Saya tidak tumbuh dengan terorisme ketika saya masih kecil. Mengapa ini terjadi sekarang?," ujarnya.

Jawaban itu lag-lagi dikritisi Koch. "Anda membuat pernyataan berani bahwa setiap Muslim mengerikan, setiap Muslim adalah ancaman karena mereka tidak terlihat seperti kita dan mereka tidak memiliki agama kita," balas Koch.

Ketika wawancara yang memanas berlanjut, Hanson menuduh Koch tidak tahu apa yang terjadi di pinggiran barat Sydney.

"Pergi ke Fairfield sekarang, pergi dan tanyakan pada orang-orang Kristen Lebanon apa yang terjadi pada negara mereka. Mereka akan memberi tahu Anda hal yang sama. Mereka takut hal yang sama akan terjadi di sini," katanya.

"Saya punya pusat pemuda di daerah-daerah itu dan tahu persis apa yang terjadi di sana," jawab Koch dengan nada jengkel.







Credit  sindonews.com



Trump Tuding Google Bantu Militer China



Trump Tuding Google Bantu Militer China
Presiden AS, Donald Trump menuduh raksasa teknologi yang berpusat di AS, Google, membantu militer China dengan melakukan bisnis di negara Asia. Foto/Reuters


WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuduh raksasa teknologi yang berpusat di AS, Google, membantu militer China dengan melakukan bisnis di negara Asia.

"Google membantu China dan militer mereka, tetapi bukan AS. Mengerikan! Berita baiknya adalah mereka membantu Hillary Clinton, dan bukan Trump," kata Trump melalui akun Twitternya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (17/3).

Sebelumnya, Ketua Kepala Staf Gabungan militer AS, Jenderal Joseph Dunford mengatakan kepada Kongres bahwa Pentagon khawatir bahwa secara tidak langsung membantu memajukan militer China dengan bekerja di negara itu.

Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan menjelaskan, bahwa ada hubungan langsung antara bisnis komersial dan pengembangan militer. Dia juga mengklaim bahwa pencurian sistematis teknologi AS oleh entitas China mempercepat kemajuan teknologi Beijing di sektor pertahanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, China dilaporkan mendapat kecaman yang meningkat atas dugaan pencurian kekayaan intelektual dan spionase ekonomi yang tersebar luas, dengan bisnis China dituduh mencuri rahasia dagang dari perusahaan asing untuk memasukkan teknologi ke dalam perangkat mereka sendiri dan menyerahkan barang palsu sebagai produk terkenal mereka.




Credit  sindonews.com




Demonstran “Rompi Kuning” di Paris Jarah Toko Brand Mewah



Demonstran “Rompi Kuning” di Paris Jarah Toko Brand Mewah
Demonstran Rompi Kuning di Paris Jarah Toko Brand Mewah


PARIS - Para demonstran “rompi kuning” membakar sebuah bank dan menjarah banyak toko di Champs Elysees, Paris. Itu terjadi di saat demonstran rompi kuning menentang Presiden Prancis Emmanuel Macron dan reformasi pro-bisnis yang digalakkanya. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air kepada para demonstran yang rusuh setelah beberapa pekan aksi dilaksanakan dengan tenang pada Sabtu (16/3) waktu setempat.

Demonstrasi rompi kuning sudah kehilangan momen dengan turunnya jumlah para demonstrasi yang mengikuti aksi tersebut. Bank Banque Tarneaud dibakar demonstrasi sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk menyelamatkan seorang perempuan dan bayinya yang berada di gedung. Pembakaran gedung tersebut mengakibatkan 11 orang mengalami luka ringan.

Para perusuh juga membakar toko tas dan dua kios koran di Champs Elysees. Mereka juga menjarah isi toko yang menjual pakaian dan tas dengan brand ternama. Polisi huru hara berusaha menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi kerusuhan terutama di monument Arch de Triomphe. 

Polisi menangkap hampir 240 demonstran yang menjadi perusuh karena menjarah banyak toko di Champs Elysees dan menghancurkan restoran mewah Fouquet's. Kemudian, restoran khusus yang menyajikan minuman beralkohol ternama di Prancis itu menjadi lokasi di mana Nicolas Sarkozy merayakan kemenangan pemilu presiden 2007 juga dirusak massa.

Beberapa bagian kaca restoran Fouquet’s dihancurkan, dan beberapa bagian juga dibakar. Para demonstran meninggalkan pesan “Sarkozy merusak segalanya” di dinding luar restoran. Macron langung mempercepat liburan skinya di Pyreness dan kembali ke Paris pada Sabtu malam. Dia langsung menggelar pertemuan krisis dengan para menterinya.

“Kita menegakkan hak konstitusional, tetapi kita mendapati banyak orang ingin merusak republic ini, merusak segala sesuatu dan menghancurkannya, dan berisiko menyebabkan orang terbunuh,” ujar Macron, dilansir Reuters. “Saya kita sangat jeli menganalisis segala sesuatu dan dengan cepat mengambil keputusan agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujarnya kepada para menteri.


Polisi Prancis mengatakan, 42 demonstran, 17 petugas kepolisian dan seorang petugas pemadam kebakaran terluka. Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan 10.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di Paris, dibandingkan hanya 3.000 orang yang mengikuti aksi pada pekan sebelumnya. Secara nasional, jumlah demonstrasi mencapai 32.300 orang, dibandingkan dengan 28.600 pada pekan lalu.

“Meskipun demonstran jumlahnya relative kecil, sekitar 1.500 demonstran garis keras berusaha mencari masalah,” kata Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. “Mereka sengaja datang ke Paris, sehingga kita memobilisasi lebih dari 1.400 polisi,” paparnya.

Castaner mengungkapkan, para demonstran itu menyerukan kekerasan dan berusaha melakukan kerusuhan. “Para profesional yang melakukan perusakan dan gangguan, dilengkapi peralatan dan bermasker, melakukan infiltrasi pada demonstrasi. Instruksi saya kepada polisi: merespons dengan tegas terhadap serangan yang tidak bisa diterima,” katanya. 


Kemudian Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe, dalam wawancara dengan stasiun televisi BFM, mengatakan banyak orang yang melaksanakan demonstrasi terlibat dalam aksi kerusuhan. Dia menambahkan, otoritas bekerja untuk menjamin orang yang bertanggungjawab untuk diajukan ke pengadilan dan mendapatkan hukuman tegas.

“Tujuan utama adalah ketegasan total,” papar Philippe. Dia menambahkan, ribuan orang tertentu itu ingin menciptakan kerusuhan dan berkomitmen melaksanakan aksi kejahatan. Pengunjuk rasa rompi kuning berjanji menggelar unjuk rasa lebih besar untuk memperingati empat bulan aksi mereka sejak gerakan itu muncul pada pertengahan November.

Awalnya mereka menentang kenaikan pajak bahan bakar dan biaya hidup, kini aksi mereka menargetkan pemerintahan Macron. Hal terpisah, aksi demonstrasi damai menentang perubahan iklim di Paris tengah diikuti lebih dari 36.000 orang. Secara nasional diikuti oleh 145.000 orang.

Seiring dengan ekskalasi kerusuhan setiap aksi demonstrasi, Macron memberikan paket konsensi senilai lebih dari USD11 miliar untuk meningkatkan pendapatan pekerja miskin dan pensiunan. Macron semakin tak berdaya dan akan memenuhi segala tuntutan para demonstran.

Dia berjanji akan meningkatkan upah minum. Macron akan menghapus pajak bagi pensiun. Dia ingin membangun masa depan yang lebih bagi dan upaya saling menghormati satu sama lain dan menyerukan dialog untuk mengatasi perbedaan pandangan.

Pemerintah Prancis memerintahkan agar polisi mengatasi demonstrasi sejak Januari di mana petugas keamanan dianggap bertindak brutal. Mantan bankir investasi berusia 41 tahun juga meluncurkan serangkaian debat nasional untuk menentukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Sebelumnya, ada pesan tahun barunya, Macron berjanji akan melanjutkan agenda reformasinya. “Kita tidak bisa bekerja lambat, menghasilkan lebih banyak, memotong pajak, dan meningkatkan belanja,” ujarnya. Menghadapi popularitas yang rendah, Macron diperkirakan akan mengumumkan rencana kebijakannya untuk beberapa bulan mendatang.

Pemerintahan Presiden Macron sangat terguncang dengan kerusuhan tersebut. Mereka menyebut para demonstran ingin menggulingkan pemerintahan. Para demonstran umumnya adalah pekerja dengan gaji rendah dan penentang Macron yang dianggap tuli terhadap tuntutan rakyat kecil serta memperhatikan orang kaya semata.

“Mereka tidak memiliki hak untuk meninggalkan kita ada situasi sulit seperti saat ini,” kata demonstran Francois Cordier, dilansir Reuters. “Kita sudah muak dengan perbudakan dan kita seharusnya mampu hidup dengan gaji kita,” imbuhnya. Jajak pendapat terbaru yang dirilis pada akhir tahun lalu, dukungan publik Prancis terhadap aksi demonstrasi meningkat menjadi 66%.

Sedangkan popularitas Macron turun hingga 23% atau berada di titik krisis. Macron disebut sebagai "presiden orang kaya" karena menaikkan harga bakar minyak. Sementara itu, penjualan sampanye di Prancis mengalami penurunan dikarenakan Brexit (Britain dan Exit) dan demonstrasi rompi kuning. Penurunan penjualan kali terendah sejak 2004.

Kemudian Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe, dalam wawancara dengan stasiun televisi BFM, mengatakan banyak orang yang melaksanakan demonstrasi terlibat dalam aksi kerusuhan. Dia menambahkan, otoritas bekerja untuk menjamin orang yang bertanggungjawab untuk diajukan ke pengadilan dan mendapatkan hukuman tegas.

“Tujuan utama adalah ketegasan total,” papar Philippe. Dia menambahkan, ribuan orang tertentu itu ingin menciptakan kerusuhan dan berkomitmen melaksanakan aksi kejahatan. Pengunjuk rasa rompi kuning berjanji menggelar unjuk rasa lebih besar untuk memperingati empat bulan aksi mereka sejak gerakan itu muncul pada pertengahan November.

Awalnya mereka menentang kenaikan pajak bahan bakar dan biaya hidup, kini aksi mereka menargetkan pemerintahan Macron. Hal terpisah, aksi demonstrasi damai menentang perubahan iklim di Paris tengah diikuti lebih dari 36.000 orang. Secara nasional diikuti oleh 145.000 orang.

Seiring dengan ekskalasi kerusuhan setiap aksi demonstrasi, Macron memberikan paket konsensi senilai lebih dari USD11 miliar untuk meningkatkan pendapatan pekerja miskin dan pensiunan. Macron semakin tak berdaya dan akan memenuhi segala tuntutan para demonstran.

Dia berjanji akan meningkatkan upah minum. Macron akan menghapus pajak bagi pensiun. Dia ingin membangun masa depan yang lebih bagi dan upaya saling menghormati satu sama lain dan menyerukan dialog untuk mengatasi perbedaan pandangan.

Pemerintah Prancis memerintahkan agar polisi mengatasi demonstrasi sejak Januari di mana petugas keamanan dianggap bertindak brutal. Mantan bankir investasi berusia 41 tahun juga meluncurkan serangkaian debat nasional untuk menentukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Sebelumnya, ada pesan tahun barunya, Macron berjanji akan melanjutkan agenda reformasinya. “Kita tidak bisa bekerja lambat, menghasilkan lebih banyak, memotong pajak, dan meningkatkan belanja,” ujarnya. Menghadapi popularitas yang rendah, Macron diperkirakan akan mengumumkan rencana kebijakannya untuk beberapa bulan mendatang.

Pemerintahan Presiden Macron sangat terguncang dengan kerusuhan tersebut. Mereka menyebut para demonstran ingin menggulingkan pemerintahan. Para demonstran umumnya adalah pekerja dengan gaji rendah dan penentang Macron yang dianggap tuli terhadap tuntutan rakyat kecil serta memperhatikan orang kaya semata.

“Mereka tidak memiliki hak untuk meninggalkan kita ada situasi sulit seperti saat ini,” kata demonstran Francois Cordier, dilansir Reuters. “Kita sudah muak dengan perbudakan dan kita seharusnya mampu hidup dengan gaji kita,” imbuhnya. Jajak pendapat terbaru yang dirilis pada akhir tahun lalu, dukungan publik Prancis terhadap aksi demonstrasi meningkat menjadi 66%.

Sedangkan popularitas Macron turun hingga 23% atau berada di titik krisis. Macron disebut sebagai "presiden orang kaya" karena menaikkan harga bakar minyak. Sementara itu, penjualan sampanye di Prancis mengalami penurunan dikarenakan Brexit (Britain dan Exit) dan demonstrasi rompi kuning. Penurunan penjualan kali terendah sejak 2004.




Credit  sindonews.com



Bentrokan antara polisi dan rompi kuning kembali terjadi di Prancis


Bentrokan antara polisi dan rompi kuning kembali terjadi di Prancis

Pengunjuk rasa memakai rompi kuning berada di Champs Elysees dekat Arc de Triomphe saat aksi demo oleh gerakan "rompi kuning" di Paris, Prancis, Sabtu (9/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Philippe Wojazer/djo (REUTERS/PHILIPPE WOJAZER)




Paris (CB) - Polisi Prancis melepaskan gas air mata dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa pada Sabtu dalam bentrokan-bentrokan dengan pengunjuk rasa.

Sementara itu gerakan rompi kuning berusaha menyuntikkan dorongan baru ke dalam aksinya yang sudah berjalan empat bulan untuk melawan Presiden Emmanuel Macron dan reformasi pro-bisnisnya.

Para pengunjuk rasa melempar bebatuan ke arah polisi anti huru-hara yang membalasnya dengan melepaskan gas air mata di depan monumen Arc de Triumphed di Paris. Para pengunjuk rasa membakar benda-benda di jalan-jalan. Sedikitnya satu mobil terbakar.

Polisi juga menggunakan senapan air dan menahan lebih 30 orang pengunjuk rasa pada Sabtu pagi sementara ketegangan merebak di jalan Champs Elysee, tempat jendela-jendela rumah makan untuk kalangan atas dilempari batu.

Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan para preman mencari kesempatan membonceng aksi protes. Ia memberikan perintah untuk menanggapi "serangan-serangan yang tak dapat diterima dengan tindakan tegas".

"Tak diragukan mereka ingin melakukan kekerasan dan menabur suasana mencekam di Paris," cuit Castaner melalui Twitter.

Para pengunjuk rasa telah berjanji akan mengajak orang-orang dalam jumlah besar untuk berdemonstrasi menandai bulan keempat sejak gerakan itu meletus pada pertengahan November sebagai protes terhadap kenaikan pajak bahan bakar dan biaya hidup yang mahal.




Credit  antaranews.com


Perketat Sanksi, AS Masukkan 6 Pejabat Rusia Dalam Daftar Hitam



Perketat Sanksi, AS Masukkan 6 Pejabat Rusia Dalam Daftar Hitam
AS dilaporkan telah memperketat sanksi dengan memasukkan setidaknya enam pejabat dan delapan organisasi yang berafiliasi dengan Rusia dalam daftar sanksi. Foto/Istimewa


WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memperketat sanksi anti-Rusia. AS memasukkan setidaknya enam orang pejabat Rusia dalam daftar hitam, dan delapan organisasi yang berafiliasi dengan Rusia.

Kementerian Keuangan AS menuturkan, sanksi ini dijatuhkan kepada mereka yang terlibat dalam insiden selat Kerch dan juga terlibat dalam aneksasi wilayah Criema, serta konflik di Ukraina Timur.

"Orang-orang dan badan hukum ini mengambil bagian dalam serangan Rusia yang tidak dapat dibenarkan atas kapal perang Ukraina di Selat Kerch, dugaan aneksasi Krimea dan dukungan untuk pemilihan ilegal pemerintah separatis di Ukraina timur," kata Kementerian Keuangan AS, seperti dilansir Tass pada Minggu (17/3).

Daftar sanksi mencakup Wakil Direktur Layanan Penjaga Perbatasan Layanan Keamanan Federal Gennadiy Medvedev, Kepala Titik Komando Layanan Keamanan Federal untuk Crimea dan Sevastopol Ruslan Romashkin, Kepala Unit Penjaga Pantai dari Layanan Keamanan Federal Andrei Shein, Kepala Direktorat Perbatasan dari Layanan Keamanan Federal Sergei Stankevich, serta Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Rakyat Donetsk yang diproklamirkan ( DPR), Alexey Naidenko, dan sekretaris Komisi Pemilihan Umum DPR Vladimir Vysotsky.

Washington juga memberlakukan pembatasan pada perusahaan Rusia Oceanpribor, pabrik Fiolent, Sudokomposit, Proyek Baru, Consol-Stroy, Zvezda, Pabrik Pembuatan Kapal Yaroslavsky dan Pabrik Gorky Zelenodolsk. 






Credit  sindonews.com



Tak Pedulikan Tekanan AS, Rusia Lanjutkan Kerjasama dengan Venezuela



Tak Pedulikan Tekanan AS, Rusia Lanjutkan Kerjasama dengan Venezuela
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menuturkan Moskow tidak akan memperdulikan tekanan AS dan akan melanjutkan kerjasama dengan Venezuela. Foto/Istimewa


MOSKOW - Rusia menuturkan, mereka tidak akan memperdulikan tekanan Amerika Serikat (AS) dan akan terus melanjutkan kerjasama dengan Venezuela. Sebelumnya, AS telah menjatuhkan sejumlah pembatasan terhadap perusahaan Rusia yang menjalin kerjasama dengan Venezuela.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov menuturkan dia akan melakukan pertemuan dengan Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela, Elliott Abrams. Dalam pertemuan itu, Ryabkov menuturkan, dia akan memperingatkan AS untuk tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri Venezuela.

Ryabkov kemudian menuturkan, masalah tekanan pada perusahaan Rusia untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan mitra Venezuela akan dimunculkan dalam pertemuan tersebut.

"Kami akan memperingatkan AS terhadap intervensi paksa dan bentuk-bentuk lain dari pengaruh tidak sah terhadap otoritas yang sah di Caracas. Tentu saja, kami akan menjelaskan mengapa upaya harus dilakukan agar dialog intra-Venezuela masih dimulai," ucap Ryabkov.

"Tentu saja, kami akan menekankan bahwa kerja sama di semua bidang, yang dilakukan oleh Moskow dan Caracas, benar-benar legal dan memiliki sejarah yang pasti dan ruang lingkup yang signifikan," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (17/3).

Terkait dengan pertemuan dengan Abrams, Ryabkov mengatakan pertemuan tersebut akan digelar di Roma pada Selasa mendatang. "Posisi Moskow dan Washington mengenai masalah ini sangat bertentangan, tetapi ini bukan alasan untuk tidak berbicara. Kami akan melakukan diskusi yang relevan," tukasnya. 




Credit  sindonews.com



Taliban tangkap 50 personel polisi perbatasan sementara pertempuran meningkat di Afghanistan barat


Taliban tangkap 50 personel polisi perbatasan sementara pertempuran meningkat di Afghanistan barat

Taliban merayakan gencatan senjata di Distrik Ghanikhel di Provinsi Nangarhar, Afghanistan. Gambar diambil pada 16 Juni, 2018. (REUTERS/Parwiz)




Kabul (CB) - Sedikitnya 50 anggota pasukan keamanan Afghanistan telah menyerah ke Taliban dalam pertempuran untuk menguasai Provinsi Badghis di bagian barat negara itu, peristiwa yang telah merenggut cukup banyak korban, kata para pejabat.

Pertempuran di Afghanistan telah meningkat bahkan ketika para pejabat Taliban dan Amerika Serikat menyelesaikan babak paling terbaru dari perundingan perdamaian pada Selasa, yang disebutkan kedua pihak mengalami kemajuan.

Kekerasan di Afghanistan biasanya menunjukkan peningkatan pada musim semi.

Sebanyak 100 personel Afganistan yang merupakan bagian dari kepolisian perbatasan di bawah Kementerian Dalam Negeri berusaha meninggalkan pos-pos mereka ke negara tetangga Turkmenistan pada Sabtu, tetapi mereka dicegah masuk ke negara itu, kata Abdul Aziz Bik, ketua dewan Provinsi Baghdis, pada Ahad.

Sekitar 50 personel polisi perbatasan Afghanistan menyerah, sisanya lagi terus bertempur di distrik Bala Murghab, katanya. Bala Murghab merupakan distrik yang sangat padat di provinsi itu.

"Para tentara ini telah bertempur melawan Talban selama bertahun-tahun dan jika mereka menyerah, mereka akan dibunuh oleh Taliban," kata Bik

Distrik itu berisiko jatuh ke ke tangan Taliban jika pasukan Afghanistan tidak memperoleh tambahan kekuatan di darat dan udara, kata Abdullah Afzali, anggota dewan itu pada Sabtu.

Taliban menyatakan 90 personel polisi perbatasan telah menyerah kepada kelompok militan itu yang mengunggah foto-foto mereka yang ditangkap Taliban dan menambahkan pihaknya telah membunuh banyak lagi. Jamshid Shahabi, juru bicara gubernur Badghis, mengatakan Taliban telah menggelembungkan perkiraan jumlah anggota pasukan yang ditangkap.
Sejauh ini belum jelas berapa banyak personel polisi Afghanistan dan anggota Taliban yang terbunuh atau terluka dalam pertempuran untuk menguasai distrik itu.

Tetapi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mencuit bahwa serangan-serangan di Bala Murghab telah menimbulkan banyak korban. Dikatakan, pihaknya telah memfasilitasi penyerahan 20 jasad tentara ke Korps Tentara Nasional Afghanistan.

Dalam cuitannya di Twitter, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan pasukannya telah membunuh 12 anggota Taliban di Bala Murghab, sebagai bagian dari operasi di seluruh 10 provinsi selama 24 jam sebelumnya. Seorang jubir kementerian itu tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Distrik Bala Murghab telah menjadi medan tempur dalam beberapa bulan belakangan. Taliban membunuh 20 serdadu Afghanistan dan menangkap 20 lagi kurang dari sepekan lalu.






Credit  antaranews.com




Warga Palestina bunuh tentara Israel dalam serangan senjata dan pisau di Tepi Barat


Warga Palestina bunuh tentara Israel dalam serangan senjata dan pisau di Tepi Barat

Polisi forensik Israel melakukan olah tempat kejadian perkara kasus penembakan oleh warga Palestina di dekat permukiman warga Yahudi, Tepi Barat yang diduduki, Minggu (17/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/wsj.




Jerusalem (CB) - Seorang warga Palestina menusuk seorang tentara Israel hingga tewas di Tepi Barat, yang diduduki Israel, pada Ahad dan menggunakan senjatanya untuk melukai seorang tentara lain dan seorang pemukim Yahudi sebelum meloloskan diri, kata para pejabat Israel.

Insiden tersebut terjadi di persimpangan dekat Ariel, satu permukiman besar, tempat warga Palestina itu, menusuk dan merebut senjata tentara Israel itu, menembak ke arah tiga kendaraan, dan menghajar seorang warga sipil, kata militer Israel.

Ia kemudian membajak sebuah mobil, mengemudikannya ke persimpangan terdekat tempat ia menembak seorang tentara kedua sebelum melarikan diri ke sebuah desa Palestina.

Sejauh ini belum diketahui dengan jelas apakah lebih dari satu penyerang terlibat. Para pejabat di permukiman Yahudi mengidentifikasi warga sipil yang terluka ialah seorang rabbi setempat. Para pejabat rumah sakit mengatakan ia dalam keadaan kritis.

Dalam keterangannya pada sidang kabinet mingguan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut beberapa penyerang, dengan mengatakan,"Pasukan keamanan sedang memburu para penyerang itu. Saya merasa yakin mereka akan ditangkap."

HAMAS, yang memerintah Jalur Gaza, memuji serangan di Tepi Barat itu sebagai "tanggapan lumrah atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh penjajah Israel". Pernyataan itu tak menyebutkan pihak yang bertanggung jawab.

Di bagian selatan Jalur Gaza, serangan tersebut diumumkan di tempat-tempat ibadah dan pegiat HAMAS membagi-bagikan permen kepada para pejalan kaki sebagai bentuk kegembiraan mereka.

Militer Israel menyatakan pihaknya belum tahu para penyerang itu masuk kelompok organisasi apa.

Para warga Palestina, banyak di antara mereka tanpa diketahui ikut bergabung dengan kelompok-kelompok militan, melancarkan serangan-serangan di Tepi Barat pada penghujung tahun 2015 dan 2016, tetapi insiden-insiden seperti itu sejak itu menurun.

Israel menduduki Tepi Barat Sungai Yordan dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Pihak Palestina ingin mendirikan sebuah negara di sana dan di Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Perundingan perdamaian Israel-Palestina gagal tahun 2014.





Credit  antaranews.com



Israel Serang 100 Target Hamas di Gaza



 Warga Palestina di Gaza City saat menyambut gembira kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah.
Warga Palestina di Gaza City saat menyambut gembira kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah.
Foto: AP/Khalil Hamra

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi membidik fasilitas militer Hamas.




CB, GAZA -- Israel melancarkan serangan udara ke Gaza pada Kamis malam (14/3). Tel Aviv membidik 100 target terkait Hamas di wilayah yang diblokade tersebut.

Sejumlah warga Palestina yang tinggal di Gaza mengungkapkan mereka mendengar ledakan keras pada Jumat (15/3) pagi. Menurut mereka, Israel mengebom posisi keamanan Hamas.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi membidik fasilitas militer dan keamanan Hamas. "Kami mengenai 100 sasaran militer Hamas di Gaza sebagai tanggapan atas roket yang mereka tembakkan kepada warga sipil Israel," kata IDF melalui akun Twitter resminya.

Beberapa target yang berhasil dihantam Israel adalah tempat pembuatan roket bawah tanah, pusat penyimpanan pesawat nirawak, dan markas besar Hamas. Dalam keterangan yang dipublikasikan di Twitter, IDF turut mengunggah foto citra satelit dari target-target yang diserangnya.

Menurut IDF serangan terhadap 100 target Hamas itu dilakukan setelah beberapa roket ditembakkan dari Gaza ke Israel. IDF meyakini roket-roket tersebut diluncurkan Hamas. "Kami dapat mengonfirmasi roket yang ditembakkan dari Gaza ke Tel Aviv tadi malam diluncurkan oleh organisasi Hamas," ujarnya.

Peluncuran roket dari Gaza memicu sirene tanda bahaya di selatan Israel, termasuk Tel Aviv. "Saya mendengar roket dan saya mendengar sirene berbunyi. Agak mengejutkan, saya tidak berpikir Anda tahu, itu benar-benar dapat mencapai Tel Aviv," kata warga Yonah Zeff, dikutip laman Aljazirah.

Wali Kota Tel Aviv Ron Huldai telah memerintahkan agar dibangun tempat perlindungan serangan udara publik. Namun, dia mengatakan tidak ada instruksi khusus kepada warganya. "Jalani aktivitas seperti biasa. Tenang tapi waspada," katanya.

Merespons serangan roket dari Gaza, Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet menyerukan demiliterisasi Hamas. "Sudah waktunya untuk mengalahkan Hamas. Sudah waktunya bertindak secara sepihak dan melumpuhkan Hamas untuk membela warga Israel," ujarnya.

Hamas membantah bertanggung jawab atas serangan roket terhadap Israel. Sebab peristiwa itu terjadi saat perwakilannya bertemu para mediator Mesir untuk mencoba memperkuat gencatan senjata dengan Tel Aviv.

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan penembakan roket melawan konsensus nasional. Ia berjanji menindak para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

Kelompok Jihad Islam dan Komite Perlawanan Rakyat, dua faksi bersenjata di Gaza, juga membantah bertanggung jawab. "Tuduhan ini hanya kebohongan oleh pendudukan Israel. Gerakan kita dan sayap militernya Brigade Al-Quds tidak menembakkan roket apa pun," ujar juru bicara Jihad Islam Daoud Shihab.

Sejak Jalur Gaza diblokade pada 2007, Israel telah terlibat tiga kali pertempuran melawan Hamas. Peperangan pada 2014 menjadi yang paling mematikan, di mana sekitar 1.800 warga Gaza tewas dan 10 ribu lainnya luka-luka.

Pada Maret tahun lalu, situasi di perbatasan Gaza-Israel kembali memanas. Ribuan warga Gaza menggelar aksi Great March of Return. Mereka menuntut Israel mengembalikan tanah yang didudukinya pasca Perang Arab-Israel 1967. Tak hanya itu, warga Gaza juga menyuarakan protes atas keputusan Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Namun aksi demonstrasi itu direspons secara represif dan brutal oleh pasukan Israel. Mereka membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Tak hanya itu, Israel pun menyiapkan penembak jitu untuk melumpuhkan dan membunuh warga yang berpartisipasi dalam aksi tersebut. Sebanyak 189 warga Palestina tewas dan lebih dari 6.000 lainnya mengalami luka-luka akibat tindakan pasukan Israel.




Credit  republika.co.id


Pasukan Koalisi AS-Kurdi Kesulitan Rebut Basis Terakhir ISIS


Pasukan Koalisi AS-Kurdi Kesulitan Rebut Basis Terakhir ISIS
Ilustrasi serangan pasukan koalisi AS-Kurdi terhadap basis ISIS di Desa Baghouz, Suriah. (Delil SOULEIMAN / AFP)




Jakarta, CB -- Menaklukkan basis pertahanan terakhir kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ternyata tidak semudah yang dikira. Meski Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim mereka berhasil merebut seratus persen wilayah kekuasaan ISIS, tetapi kenyataan di lapangan memperlihatkan ribuan militan masih bertahan dari serangan pasukan koalisi AS-Kurdi.

Seperti dilansir Associated Press, Minggu (17/3), Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengakui agak kesulitan menembus basis pertahanan terakhir ISIS di Desa Baghouz, Provinsi Deir al Zour, Suriah. Menurut juru bicara SDF, Kino Gabriel, para militan meninggalkan sejumlah jebakan berupa ranjau untuk menghambat laju serdadu koalisi.

"Kami menghadapi sejumlah kesulitan dalam operasi militer ini," kata Kino.


Menurut Kino, meski sudah berkali-kali digempur, ribuan militan ISIS masih bertahan di Desa Baghouz. Di sana bercampur antara militan dan anak istri mereka.

Kondisi itu, menurut Kino, menyulitkan pasukan koalisi untuk menggunakan kekuatan penuh untuk menggempur ISIS.

"Kami khawatir melukai anak-anak dan para perempuan yang masih ada di desa," ujar Kino.

Di samping itu, Kino menyatakan militan ISIS juga membangun terowongan yang saling terhubung untuk membuat serangan kejutan kepada pasukan koalisi. Dari sana militan ISIS juga melakukan serangan bom bunuh diri.

Ranjau yang ditinggalkan juga berdaya ledak besar dan diduga bom rakitan dari hulu ledak.

Bahkan luas wilayah kekuasaan terakhir ISIS itu diperkirakan masih sama dibandingkan beberapa pekan lalu. Yakni sekitar 250 kilometer. Hal ini memperlihatkan perkembangan operasi militer untuk menaklukkan ISIS belum berdampak signifikan, meski gencar disebut tak lama lagi kelompok itu bakal habis.





Credit  cnnindonesia.com


16 meninggal dalam serangan di pangkalan militer Mali


16 meninggal dalam serangan di pangkalan militer Mali
Tentara Prancis meninggalan Hotel Radisson di Bamako, Mali, beberapa jam setelah teror Al Qaida ke hotel mewah ini, Jumat 20 November 2015. (Reuters)




Bamako, Mali (CB) - Sekelompok orang bersenjata semalam menyerang dan sempat menguasai pangkalan militer Mali, menewaskan 16 tentara dan merusak lima kendaraan di daerah Mopti, Mali tengah, menurut dua anggota dewan kota di kawasan tempat serangan terjadi, Minggu.

Markas militer tersebut terletak di desa Dioura, kata wali kota dari kota terdekat Kareri, Youssouf Coulibaly melalui telepon kepada Reuters. Mali tengah dalam beberapa tahun terakhir sempat dikuasai para pegaris keras Al Qaida.

"Saya saat ini berada di dalam markas, ada banyak  jenazah. Sejauh ini kami hitung ada 16," katanya.

Juru bicara tentara, Kolonel Diarran Kone, membenarkan serangan tersebut  terjadi namun tidak memberi penjelasan lebih lanjut.

Kekerasan oleh kelompok garis keras semakin memburuk setiap tahun sejak pertama kali merebak di Mali pada 2012. Pada tahun itu, kaum garis keras jaringan pemberontak Tuareg mengambil alih kekuasaan di utara dan dan merangsek ke Ibu Kota Bamako, sampai pasukan gabungan pimpinan Prancis mendesak mundur mereka pada tahun berikutnya.

Kelompok-kelompok terkait Al Qaida dan IS menggunakan Mali tengah sebagai landasan untuk melancarkan serangan yang jumlahnya semakin meningkat di sepanjang wilayah Sahel, khususnya di negara negara tetangga Niger dan Burkina Faso, meskipun ada 4.500 pasukan Prancis di sana.

Mali tengah merupakan tempat keberadaan Front Pembebasan Macina pimpinan seorang kathib Salafiyah dan pemimpin militan, Amadou Koufa. Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly mengatakan pada November bahwa Koufa telah terbunuh dalam penggerebekan oleh pasukan Prancis.

Namun pada akhir bulan lalu, Koufa muncul dalam video propaganda baru yang mengejek pasukan Prancis dan Mali.




Credit  antaranews.com