Pencemaran zat kimia di sungai wilayah Pasir Gudang membuat ribuan orang keracunan.
CB,
JOHOR BARU -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan,
bahwa insiden Pasir Gudang tidak perlu dinyatakan sebagai daerah
bencana. Mahathir segera memerintahkan berbagai pihak untuk evakuasi.
Menurut
Mahathir, situasinya belum mencapai tingkat yang memerlukan tindakan
seperti halnya sebagai daerah bencana. "Rakyat harus memiliki
kepercayaan pada pemerintah bahwa kami menangani masalah ini sebaik
kemampuan kami," ujar Mahatir seperti dilansir The Star, Jumat (15/3).
Mahathir
mengatakan, pencemaran gas yang menyebabkan dampak buruk bagi warga,
merupakan insiden pertama kali di negara yang dipimpinnya. Mahathir juga
sempat berkunjung ke daerah yang terimbas gas beracun dan mengunjungi
korban di rumah sakit.
Lebih dari 100 sekolah di Malaysia
ditutup akibat pembuangan limbah ke sungai yang menyebabkan ratusan
orang, mayoritas anak-anak, jatuh sakit. Mereka mengalami gejala seperti
keracunan.
Pekan lalu sebuah truk diyakini telah membuang
limbah ke sungai di Negara Bagian Johor. Limbah itu mengirimkan asap
berbahaya ke seluruh daerah tersebut.
Mereka yang menghirup
asap itu menunjukkan gejala keracunan seperti mual dan muntah. Lebih
dari 500 orang, kebanyakan dari mereka adalah murid sekolah, telah
menjadi korban. Sebanyak 160 orang di antaranya menjalani perawatan di
rumah sakit.
Belum diketahui jenis gas beracun apa yang
telah dilepaskan dari limbah tersebut. Awal pekan ini, otoritas Malaysia
telah menangkap tiga tersangka pembuangan limbah. Pasir Gudang
merupakan sebuah kawasan industri di negara tersebut.
Beberapa bayi memperoleh penanganan medis setelah terpapar gas beracun / Ilustrasi
Foto: Mohammed Badra/EPA-EFE
Mereka terdampak gas beracun yang berasal dari Sungai Kim Kim.
CB,
KUALA LUMPUR -- Sebanyak 2.775 orang terdampak gas limbah beracun di
Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Mereka terdampak gas beracun yang berasal
dari Sungai Kim Kim.
Ketua
Komite Kesehatan, Lingkungan, dan Pertanian Johor, Sahruddin Jamal
mengatakan, para korban yang terdampak tersebut menjalani perawatan
medis di tempat terpisah. Sebanyak 1.906 orang menjalani perawatan medis
di Pasir Gudang, dan 869 orang lainnya dirawat di rumah sakit serta
klinik di Johor Baru.
Dilaporkan The Star, Jumat
(15/3), Jamal mengatakan dari 1.906 kasus di Pasir Gudang, sebanyak
1.483 korban ditempatkan di pangkalan medis Dewan Taman Pasir Putih.
Sementara 224 orang dipindahkan ke Rumah Sakit Sultan Ismail (HSI).
Selain
itu, 423 korban lainnya ditempatkan di pangkalan medis Dewan Taman
Mawar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 korban telah dipindahkan ke
HSI. Jamal mengklarifikasi bahwa 869 korban di Johor Baru langsung
menjalani perawatan medis ke klinik dan rumah sakit setempat.
Namun
Komite Manajemen Bantuan Bencana menutup pangkalan medis Dewan Taman
Pasir Putih dan Dewan Taman Mawar sekitar pukul 19:30 waktu setempat.
Semua pasien dan operasi instansi pemerintah terkait telah dipindahkan
ke Stadion Indoor Dewan Kota Pasir Gudang (MPPG), yang memiliki lebih
banyak ruang.
Jamal mengatakan, selain menutup 111 sekolah,
pemerintah juga menutup taman kanak-kanak dan prasekolah di daerah yang
terkena dampak. Berdasarkan data dari Departemen Pengembangan
Masyarakat Johor, 94 taman kanak-kanak dan prasekolah di Pasir Gudang,
Tebrau dan Tenggara telah ditutup.
Pekan lalu sebuah truk
diyakini telah membuang limbah ke sungai di Negara Bagian Johor. Limbah
itu mengirimkan asap berbahaya ke seluruh daerah tersebut.
Mereka
yang menghirup asap itu menunjukkan gejala keracunan seperti mual dan
muntah. Lebih dari 500 orang, kebanyakan dari mereka adalah murid
sekolah, telah menjadi korban. Sebanyak 160 di antaranya menjalani
perawatan di rumah sakit.
Belum diketahui jenis gas beracun
apa yang telah dilepaskan dari limbah tersebut. Awal pekan ini,
otoritas Malaysia telah menangkap tiga tersangka pembuangan limbah.
Kabul (CB) - Satu buku biografi mantan pemimpin Taliban, yang
bermata satu, Mullah Omar, menyebutkan ia tinggal di dekat satu
pangkalan AS selama bertahun-tahun, bukan di Pakistan seperti yang telah
dikatakan para pejabat Amerika.
Buku itu mengungkapkan kegagalan Barat untuk melacak dia. Tapi
seorang juru bicara presiden Afghanistan menggambarkan pernyataan
tersebut sebagai "khayalan".
Di dalam bukunya, "Op Noek Naar De Vijand (Mencari Seorang Musuh)",
wartawati Belanda Bette Dam mengatakan Mullah Omar tak pernah tinggal di
negara tetangga Afghanistan, Pakistan.
Milisi Taliban, yang dipimpin Mullah Omar, menguasai Afghanistan dari
1996 sampai 2001, dan telah melancarkan perlawanan anti-pemerintah sejak
itu.
Mullah Omar, yang melimpahkan kemimpinan Taliban sejak 2001, tampaknya
telah bertindak lebih sebagai pemimpin spiritual, kata buku tersebut,
sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis
malam. Dan gerakan garis keras itu merahasiakan kematiannya pada 2013
selama dua tahun.
Ia dicari di Amerika Serikat karena menyediakan tempat bersembunyi buat
pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden, yang disebut-sebut menjadi otak
serangan 11/9 di Amerika Serikat dan bersembunyi di Pakistan. Washington
telah menjanjikan imbalan 10 juta dolar AS untuk pemberi keterangan
mengenai keberadaan Osama.
Pasukan AS bahkan menggeledah tempat tinggalnya dalam satu kejadian,
tapi gagal menemukan tempat persembunyian Omar, kata Dam kepada Reuters.
"Buku tersebut menggaris-bawahi kegagalan dinas intelijen Barat pada
saat para pejabat AS dan Taliban mengadakan pembicaraan perdamaian guna
mengakhiri perang 17-tahun di Afghanistan," kata wartawati itu.
Kedutaan besar AS di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, belum menanggapi
permintaan untuk memberi komentar. Amerika Serikat telah menghentikan
Dana Dukungan Koalisi buat Pakiatan akibat "kegagalannya" untuk
melakukan tindakan tegas terhadap anggota Taliban Afghanistan yang
beroperasi dari wilayah Pakistan.
Haroon Chakhansuri, Juru Bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani,
"dengan tegas membantah" buku tersebut dan mengatakan itu adalah
"pernyataan khayalan" bahwa Omar berada di Afghanistan.
"Kami memiliki cukup bukti yang memperlihatkan ia (Omar) menetap dan
meninggal di Pakistan ...," kata Chakhansuri di akun Twitter.
Amrullah Saleh, mantan kepala dinas intelijen Afghanistan dan calon dalam pemilihan presiden mendatang, juga menolak buku itu.
"Apa yang disebut laporan investigasi dan menyatakan Mullah Omar tinggal
dan meninggal di Afghanistan tak lebih dari sepotong propaganda
manipulatif," katanya di akun Twitter.
Pada Juli 2015, Taliban secara resmi mengkonfirmasi Mullah Omar telah meninggal dua tahun sebelumnya.
Putra paling tua Mullah Omar, Mohammad Yaqoob, mengatakan di dalam
rekaman audio pada September 2015 bahwa ayahnya telah menderita
hepatitis C dan meninggal di Afghanistan.
Dam sebelumnya telah menerbitkan buku mengenai Afghanistan dan menjadi
pengajar tamu mengenai Afghanistan di Sciences Po di Paris.
Pasukan
AS melancarkan dua serangan udara mempertahankan diri di dekat titik
pemeriksaan Tentara Nasional Afghanistan setelah dihujani tembakan.
Foto/Ilustrasi/Istimewa
KABUL
- Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan dua serangan udara
"mempertahankan diri" di dekat titik pemeriksaan Tentara Nasional
Afghanistan di provinsi Uruzgan pada hari Rabu. Demikian pernyataan juru
bicara koalisi.
Pemerintah Afghanistan mengeluarkan pernyataan
yang mengatakan bahwa lima tentara Afghanistan tewas dan 10 lainnya
luka-luka dalam serangan itu - jumlah yang diterima koalisi, kata
seorang pejabat.
Para pejabat AS dan koalisi mengatakan bahwa
serangan itu diluncurkan pada Rabu pagi waktu setempat setelah konvoi
AS-Afghanistan dihujani tembakan oleh pasukan bersahabat yang
ditempatkan di dekat titik pemeriksaan. Tidak ada pasukan AS yang
terbunuh dalam insiden itu.
"AS
melancarkan serangan udara presisi di dekat titik pemeriksaan Tentara
Nasional Afghanistan pada hari Rabu setelah pasukan Afghanistan dan AS
dihujani tembakan dan meminta dukungan udara," menurut Letnan Ubon
Mendie, juru bicara pasukan AS yang berbasis di Afghanistan seperti
dikutip dari CNN, Kamis (14/3/2019).
"Serangan itu
dilakukan setelah pasukan Afghanistan dan AS dihujani senjata granat dan
roket kecil yang efektif dan mendorong dukungan udara untuk pertahanan
diri," katanya dalam sebuah pernyataan kepada CNN.
Konvoi itu
mencoba mengomunikasikan bahwa itu adalah kelompok yang bersahabat
ketika mendekati titik pemeriksaan tetapi tidak mampu menjelaskan
situasinya, kata para pejabat AS dan koalisi.
Pasukan
reaksi cepat Afghanistan pada awalnya dipanggil untuk membantu tetapi
aksi penembakan terus berlanjut. Pada akhirnya, pasukan AS menyerukan
serangan udara yang menargetkan daerah dekat titik pemeriksaan tempat
mereka percaya penembakan berasal.
"Kami beroperasi di lingkungan
yang kompleks di mana pejuang musuh tidak mengenakan seragam dan
menggunakan kendaraan militer curian untuk menyerang pasukan
pemerintah," kata Mendie.
Sementara insiden itu saat ini sedang
diselidiki, seorang pejabat koalisi mengatakan teori awal pada saat ini
adalah bahwa tentara Afghanistan tidak menyadari bahwa mereka menembaki
konvoi yang bersahabat.
Pasukan keamanan Afganistan membawa peti
jenazah rekannya setelah ia tewas dalam perang dengan Taliban, di
sebuah rumah sakit di provinsi Takhar, Afganistan, Kamis (12/7/2018).
(REUTERS/Stringer)
Kabul (CB) - Tujuh petempur Taliban tewas ketika rombongan
kendaraan mereka menjadi sasaran serangan pasukan Angkutan Udara
Afghanistan di Provinsi Kunduz, Afghanistan Utara.
Kol. Mohammad Hanif Rezayee, Juru Bicara Korps Militer Shaheen 209,
mengatakan kepada koresponden Kantor Berita Afghanistan, Bakhtar --yang
dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam, rombongan Taliban telah menjadi
sasaran serangan di sekitar Kabupaten Khan Abad di provinsi Kunduz.
Dalam peristiwa itu, tujuh anggota Taliban, termasuk pemimpinnya
--Mullah Alawuddin, tewas.
Mullah Alawuddin adalah salah seorang komandan penting Taliban di
Kabupaten Khan Abad, yang memiliki peran aktif dalam kebanyakan kegiatan
teror yang menghancurkan di kabupaten tersebut.
Dalam peristiwa terpisah, sebanyak 74 orang yang diduga melakukan
bermacam perbuatan pidana ditangkap oleh polisi nasional Afghanistan
dalam tiga pekan belakangan ini di Provinsi Balkh, Afghanistan Utara.
Menurut laporan Kantor Berita Bakhtar, Mohammad Asef Azad, Manager Badan
Kontra-Narkotika di Kantor Kepala Polisi Balkh, dalam satu taklimat
mengatakan sepanjang tahun ini 74 orang yang diduga melakukan berbagai
perbuatan kriminal ditangkap di berbagai wilayah di Provinsi Balkh.
Semua orang itu ditangkap dengan dakwaan perampokan, pembunuhan, penyelundupan narkotika dan penyelundupan manusia, tambah Azad.
Ilustrasi pasukan koalisi Amerika Serikat-Kurdi saat bertempur dengan militan ISIS. (REUTERS/Rodi Said)
Jakarta, CB -- Gempuran bertubi-tubi dari pasukan koalisi Amerika Serikat dan Kurdi (SDF) terhadap basis terakhir kelompok ISIS
di Desa Baghouz, Deir al Zour, Suriah digelar siang malam selama tiga
hari berturut-turut. Alhasil, ribuan militan memilih menyerah.
Seperti dilansir CNN,
Kamis (14/3), juru bicara SDF, Mustafa Bali menyatakan serangan itu
digelar sejak Selasa lalu. Militan ISIS yang memilih menyerah saat ini
mencapai sekitar 3000 orang.
Bali menyatakan prajuritnya juga berhasil menyelamatkan seorang perempuan suku Yazidi dan empat anak-anak.
Serangan
beruntun itu digelar dengan mengerahkan pasukan infantri, artileri, dan
melalui udara. Namun, SDF enggan merinci berapa jumlah militan ISIS
yang masih bertahan di Desa Baghouz.
Pertempuran terjadi
dengan sengit antara pasukan SDF dan militan ISIS. Kelompok ISIS lantas
mencoba membalikkan keadaan dengan serangan bom bunuh diri, tetapi
berhasil dicegah.
Bali
mengklaim mereka berhasil menghancurkan dua gudang senjata, dan
menewaskan 38 militan ISIS. Menurut dia perkembangan operasi militer
untuk menaklukkan ISIS lebih cepat dari perkiraan mereka selama ini.
Ketika
sedang berjaya, ISIS menguasai wilayah di lembah Sungai Eufrat antara
Suriah dan Irak. Kemudian, mereka perlahan-lahan diserang dari kedua
negara itu dan berangsur-angsur mundur lantaran terdesak.
Sebelum operasi militer untuk mengalahkan ISIS digelar sejak Februari,
SDF memperkirakan ada sekitar 1500 warga sipil dan 500 militan ISIS yang
tersisa. Namun, nampaknya prediksi itu nampaknya meleset karena jumlah
sebenarnya jauh lebih besar.
Interpol mengeluarkan red notice untuk para tersangka pembunuh Jamal Khashoggi. Foto/Istimewa
ANKARA
- Organisasi kepolisian kriminal internasional, Interpol, telah
mengeluarkan red notice untuk mencari dan menahan sementara 20 tersangka
pembunuh jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Demikian laporan
televisi Turki, NTV.
"Red Notice dikeluarkan pada 1 Maret atas
permintaan Kantor Kejaksaan Istanbul," kutip Sputnik dari media Turki,
Jumat (15/3/2019).
Jamal Khashoggi bekerja sebagai kolumnis untuk
surat kabar The Washington Post. Ia adalah kritikus vokal terhadap
kebijakan Arab Saudi. Khashoggi dilaporkan hilang pada 2 Oktober setelah
ia masuk Konsulat Arab Saudi di Istanbul.
Riyadh
pada awalnya menyangkal mengetahui keberadaan wartawan itu, tetapi
kemudian mengakui bahwa Khashoggi telah dibunuh dengan suntikan narkoba
dan tubuhnya telah dipotong-potong serta dibawa keluar dari konsulat.
Pada akhirnya, otoritas Saudi telah mendakwa 11 orang dengan pembunuhan
Khashoggi.
Menurut Kantor Kejaksaan Istanbul, pembunuhan
Khashoggi telah direncanakan sebelumnya. Turki mendesak Arab Saudi untuk
mengekstradisi para pelaku kejahatan, serta memberikan informasi
tentang lokasi jasad Khashoggi.
Rusia
mengatakan rencana Washington untuk menguji rudal yang dilarang oleh
Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah adalah kelanjutan logis dari
sikapnya. Foto/Istimewa
MOSKOW
- Rusia mengatakan rencana Washington untuk menguji rudal yang dilarang
oleh Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) adalah kelanjutan
logis" dari sikapnya. Moskow menyebut, ini juga membuktikan bahwa bukan
Rusia, tapi AS yang sejatinya merusak perjanjian itu.
"Kami
sangat tidak setuju dengan kecaman terhadap kami yang menyatakan bahwa
kami tidak menepati janji kami tentang Perjanjian INF," kata juru bicara
Kremlin, Dmitry Peskov seperti dilansir Tass pada Kamis (14/3).
"Sebaliknya,
kami menunjukkan kepada semua, menggunakan argumen dan bukti, bahwa
Justru AS yang menjadi sumber pembongkaran dokumen ini karena faktanya
mereka yang melanggar. AS menggunakan sistem yang "secara de facto"
melanggar ketentuan dasar Perjanjian INF," sambungnya.
Peskov
kemudian mengatakan, bukan Rusia yang memasukkan anggaran penelitan dan
pengembangan rudal yang dilarang oleh INF, tetapi AS.
"Tentu
saja, implementasi penelitan dan pengembangan biasanya tidak mungkin
tanpa uji coba. Itulah sebabnya, ini (rencana pengujian rudal) adalah
kelanjutan logis dari situasi ini," ungkapnya.
Sebelumnya
diwartakan, AS dilaporkan sedang bersiap untuk menguji coba rudal
jelajah yang diluncurkan di darat dengan jangkauan sekitar 1.000 km (620
mil) pada Agustus mendatang.
"Kami akan menguji coba rudal
jelajah yang diluncurkan di darat pada bulan Agustus," kata seorang
pejabat senior Pentagon, yang menolak disebutkan namanya dan menambahkan
Jika uji coba itu berhasil, maka rudal tersebut bisa dikerahkan dalam
waktu sekitar 18 bulan.
Boeing setop pengiriman jet 737 MAX. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CB -- Boeingtengah menghadapi krisis terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Buntut insiden mematikan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, Boeing menyetop pengiriman jet 737 MAX-nya kepada maskapai penerbangan di seluruh dunia.
Dihentikannya pengiriman pesawat ini dilakukan berdasarkan perintah dari Badan Aviasi Federal Amerika Serikat.
Jet
737 MAX telah dilarang beroperasi di sejumlah negara, termasuk AS.
Pelarangan muncul pasca-insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada
Minggu (10/3) lalu, yang menjadi tragedi kedua dalam kurun waktu lima
bulan terakhir.
Lima bulan sebelumnya, Lion Air, dengan jenis pesawat yang sama,
terjun bebas di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Insiden itu
menewaskan 189 penumpang dan awak yang ada di dalamnya.
Kendati demikian, penyetopan pengiriman ini tak serta merta membuat Boeing berhenti memproduksi 737 MAX.
"Kami
terus memproduksi 737 MAX sambil menilai bagaimana situasi, termasuk
kendala kapasitas potensial, dan dampaknya pada sistem produksi kami,"
ujar Juru Bicara Boeing, Chax Bikers, melansir Reuters.
Boeing
juga berencana untuk menaikkan tingkat produksi. Produsen pesawat
terbesar di dunia itu menargetkan sebanyak 52 pesawat dihasilkan dan
rampung setiap bulannya.
Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max 8. (REUTERS/Jason Redmond)
Jakarta, CB -- Setidaknya empat pilot Amerika Serikat tercatat mengeluhkan soal kendala teknis yang dialami pesawat Boeing tipe 737 MAX 8.
Masalah yang dialami adalah burung besi itu selalu mendadak menukik
ketika hendak mencapai ketinggian jelajah, mirip seperti kondisi yang
terjadi dalam kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Air.
Seperti dilansir AFP,
Kamis (14/3), laporan seperti itu tercatat muncul pada November 2018,
tiga pekan selepas kecelakaan Lion Air JT610. Pilot yang identitasnya
dirahasiakan itu menyatakan hidung pesawat mendadak menukik selama dua
hingga tiga detik setelah mode autopilot diaktifkan tak berapa lama
selepas lepas landas.
"Pilot segera mematikan autopilot dan
menarik kemudi pesawat hingga posisi hidung pesawat kembali naik.
Kondisi itu tidak terjadi lagi hingga akhir penerbangan," demikian
catatan yang tercantum dalam Sistem Laporan Keselamatan Penerbangan yang
dikelola NASA.
Selepas terbang, lanjut laporan itu, pilot
dan ko-pilot lantas melakukan evaluasi. Namun, mereka tetap tidak
mengerti mengapa pesawat itu bisa tiba-tiba menukik.
Dalam bulan yang sama, pilot lainnya mencoba metode berbeda untuk
menghindari kejadian serupa. Dia mencoba mengaktifkan mode autopilot
lebih awal ketika lepas landas. Akan tetapi, pesawat itu tetap menukik
dan sensor peringatan langsung menyalak.
"Saya segera mematikan
autopilot dan pesawat kembali menanjak. Setelah evaluasi, kami tidak
menemukan kegagalan setelan," demikian isi laporan itu.
"Karena ada kecenderungan pesawat MAX 8 tiba-tiba menukik, kami pikir layak untuk menjadi perhatian," lanjut isi laporan itu.
Diduga
hal itu ada kaitannya dengan sistem Sensor Sudut Jelajah (Angle of
Attack) yang terhubung dengan sensor Sistem Stabilisasi Pesawat (MCAS)
737 MAX 8.
Kesimpulan
awal ada kegagalan fungsi pada kedua sistem itu mengakibatkan
kecelakaan maut dalam penerbangan Lion Air JT610. Termasuk dugaan yang
sama dalam insiden Ethiopian Airlines ET302.
Penerbangan
Ethiopian Airlines ET302 jatuh di sebuah tanah kosong di dekat Desa Tulu
Fara, Kota Bishoffu, tak lama setelah lepas landas dari ibu kota Addis
Ababa. Sebanyak 157 penumpang dan awak yang ada di dalamnya dilaporkan
tewas.
Sedangkan penerbangan Lion Air JT610 jatuh di perairan
Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Oktober 2018 lalu. Sebanyak 189
penumpang dan awak juga meninggal.
Insiden itu membuat gelombang larangan terbang terhadap 737 MAX 8 di
seluruh dunia. Tercatat ada 50 negara melarang operasional pesawat itu,
ditambah sejumlah maskapai.
Pengumuman
Moskow datang dua hari setelah maskapai Rusia, S7 mengatakan mereka
akan menangguhkan pengoperasian jet Boeing 737 Max 8 milik mereka.
Foto/Reuters
MOSKOW
- Aksi boikot dan larangan terbang terhadap pesawat Boeing 737 Max kian
hari kian meluas, pasca kecelakaan Ethiopian Airlines beberapa waktu
lalu. Terbaru, Rusia melarang pesawat tersebut melintasi wilayah udara
mereka.
"Rusia telah menjadi yang terbaru dalam serangkaian
negara yang secara sementara melarang Boeing 737 Max 8," kata Badan
Transportasi Udara Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir
Sputnik pada Kamis (14/3).
Pengumuman Badan Transportasi Udara
Rusia ini sendiri datang dua hari setelah maskapai Rusia, S7 mengatakan
bahwa mereka akan menangguhkan pengoperasian jet Boeing 737 Max 8 milik
mereka.
Sementara
itu, sebelumnya Amerika Serikat (AS) akhirnya bergabung dengan sejumlah
negara yang melarang pesawat Boeing 737 MAX 8 dan 9 beroperasi. Hal itu
terjadi setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah darurat
untuk mengandangkan semua pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9.
"Kami
akan mengeluarkan perintah darurat larangan untuk mendaratkan semua
penerbangan dari 737 Max 8 dan 737 Max 9 serta pesawat yang terkait. FAA
siap untuk membuat pengumuman yang sangat singkat mengenai informasi
baru dan bukti fisik yang telah kami terima dari situs, dan dari lokasi
lain serta melalui beberapa keluhan lainnya," kata Trump, merujuk pada
Administrasi Penerbangan Federal AS, FAA.
LONDON
- Anggota parlemen Inggris memilih untuk meminta perpanjangan batas
waktu Brexit. Keputusan itu diambil lewat serangkaian pemungutan suara
yang dramatis.
Sebanyak 412 anggota parlemen Inggris memilih
resolusi tersebut, berbanding 202. Resolusi ini mengarahkan Perdana
Menteri Inggris Theresa May untuk meminta kepada pemimpin Uni Eropa
waktu lebih banyak untuk memecahkan masalah yang telah menjadi kekacauan
politik berkepanjangan.
May membutuhkan dukungan dari 27 anggota parlemen untuk menyetujui perpanjang batas waktu hingga 29 Maret seperti dikutip dari NBC News, Jumat (15/3/2019).
Anggota
parlemen Inggris secara sempit juga memberikan suara menentang sebuah
amandemen yang secara efektif akan memungkinkan anggota parlemen
mengendalikan proses Brexit untuk mencoba menemukan alternatif dari
kesepakatan May.
Anggota parlemen juga menolak amandemen yang
membuka jalan untuk referendum kedua - setidaknya untuk saat ini -
dengan 334 suara melawan 85.
Namun, banyak yang mendukung
referendum kedua abstain karena mereka tahu akan kalah, dan mereka yakin
akan mendapatkan peluang yang lebih baik dalam waktu dekat.
Presiden
Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan ia telah mengimbau negara-negara
Eropa untuk terbuka pada perpanjangan waktu yang panjang jika perlu.
Inggris
memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum Juni 2016, tetapi
politisi belum bisa menyepakati bagaimana proses yang kompleks harus
bekerja.
Kecuali jika ada semacam intervensi, Inggris akan keluar
dari Uni Eropa pada 29 Maret dengan atau tanpa kesepakatan. Skenario
yang terakhir - dijuluki "no-deal Brexit" - menurut sebagian besar ahli
dan kritikus, akan menjadi tindakan merugikan diri sendiri secara
ekonomi.
Jadi pada jam ke-11, dengan sisa waktu dua minggu, anggota parlemen
Inggris berusaha keras untuk mencegah apa yang dilihat banyak orang
sebagai bencana yang mengancam.
May sebelumnya telah membuat kesepakatan dengan Uni Eropa, tetapi telah ditolak dua kali oleh Parlemen.
Dengan
"no-deal Brexit" meningkat sebagai posisi default, anggota parlemen
pada hari Kamis menginstruksikan May untuk kembali ke pejabat Uni Eropa
dan berusaha mendapatkan perpanjangan pada tenggat waktu guna memberi
mereka lebih banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
May
kemungkinan besar akan melakukan upaya ketiga untuk mendorong
kesepakatan yang tidak populer pada minggu depan, di hadapan apa yang
tampaknya menjadi krisis Uni Eropa. KTT dijadwalkan untuk Kamis dan
Jumat.
Anti-Brexit demonstrators protest
outside the Houses of Parliament, in Westminster, London, Britain,
February 14, 2019. REUTERS/Henry Nicholls (REUTERS/HENRY NICHOLLS)
Dublin (CB) - Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney
mengatakan pada Kamis, Uni Eropa (EU) kemungkinan akan menawarkan pada
Inggris untuk melakukan penundaan keluar dari blok hingga 21 bulan.
Ia menilai penundaan itu mungkin akan bisa mengarah pada "pemikiran
ulang yang mendasar" akan kebijakan Inggris mengenai persoalan tersebut.
"Bila Anda memiliki perpanjangan yang lama akan artikel 50, yang terbuka
untuk perdebatan yang lebih luas akan pendekatan menyeluruh yang
diambil oleh Inggris untuk melakukan Brexit. Mungkin ini akan menjadi
fasilitas untuk pemikiran ulang yang mendasar. Walau bisa juga tidak,
kami belum tahu," kata Coveney dalam wawancara dengan radio RTE
"Apabila ada perpanjangan, misalnya 21 bulan hingga akhir 2020, periode
apa pun, Inggris akan memiliki hak resmi untuk memiliki perwakilan di
Parlemen Eropa," dan ikut ambil bagian dalam pemilihan EU.
Terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam asal Vietnam, Doan Thi Huong. (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CB -- Pemerintah Vietnam menyatakan kecewa terhadap Malaysia karena menolak permohonan supaya membebaskan salah satu warga mereka, Doan Thi Huong, dari ancaman hukuman mati. Doan adalah terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, yang merupakan kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
"Kami
sangat menyesalkan pengadilan tinggi Malaysia tidak membebaskan warga
negara Vietnam, Doan Thi Huong, secepatnya," kata juru bicara
Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Thi Thu Hang, dalam jumpa pers
seperti dikutip Reuters, Kamis (14/3).
Jaksa yang pemimpin penyelidikan kasus Kim Jong-nam, Muhammad Iskandar
Ahmad, mengatakan proses persidangan atas Doan akan tetap dilanjutkan
karena pengadilan menolak permintaan Vietnam untuk membebaskan warganya
tersebut.
Ketika putusan itu dibacakan, Doan menangis mengingat
tersangka asal Indonesia, Siti Aisyah, dibebaskan pada Senin (11/3)
karena jaksa penuntut umum mencabut seluruh tuntutan.
"Saya
tidak marah karena Siti dibebaskan. Hanya Tuhan yang tahu bahwa kami
tidak melakukan pembunuhan itu. Saya ingin keluarga saya berdoa untuk
saya," tutur Doan kepada para wartawan.
Le Thi menyatakan sudah
berulang kali meminta supaya Malaysia membebaskan Doan. Dia dan Siti
didakwa terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam dengan mengusapkan zat
saraf beracun VX, pada 2017 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
"Vietnam
sudah mengangkat kasus ini dalam setiap kesempatan dengan Malaysia, dan
kami juga sudah meminta supaya Malaysia menggelar persidangan yang
adil," ujar Le Thi.
Hakim pada Pengadilan Tinggi Shah Alam, Azmi
Ariffin, mengatakan bahwa fisik dan mental Doan belum belum begitu baik
untuk mengikuti sidang yang dijadwalkan digelar pada hari ini. Sidangnya
akan dilanjutkan pada 1 April mendatang.
Seusai sidang, Duta
Besar Vietnam untuk Malaysia, Le Quy Quynh, mengatakan kepada AFP bahwa,
"Saya sangat kecewa pengadilan tidak membebaskan Doan. Kami akan
meminta Malaysia agar adil dan membebaskan dia secepat mungkin."
Keluarga Doan meminta perempuan itu tak hilang harapan setelah permohonan pembebasannya ditolak Malaysia.
"Tolong
bersabar. Pemerintah Vietnam akan mendukung pembebasanmu," ujar ayah
sang tersangka, Doan Van Thanh, saat ditemui AFP di rumahnya di utara
Vietnam.
Warga Vietnam Doan Thi Huong, yang
diadili atas pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara,
tiba di Pengadilan Tinggi Shah Alam di pinggiran kota Kuala Lumpur,
Malaysia, Senin (11/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lai Seng Sin/cfo
Jakarta (CB) - Jaksa Agung
Malaysia pada Kamis menolak permintaan Vietnam untuk membebaskan
warganya, Doan Thi Huong, yang dituduh membunuh kakak tiri pemimpin
Korea Utara, Kim Jong Nam.
Pengadilan akan melanjutkan sidang pada 1 April mendatang.
Permintaan Vietnam menyusul pembebasan pada Senin, atas permintaan
Indonesia, terhadap Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang bersama
warga Vietnam tersebut dikenai tuduhan.
Huong dan Siti Aisyah dituduh membunuh Kim dengan mengusapkan racun VX
ke wajah pria itu di bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017. VX
merupakan senjata kimia yang dilarang.
"Kami keberatan bahwa penuntutan umum tidak bertindak secara adil
terhadap Doan Thi Huong," ungkap pengacaranya, Hisyam Teh, yang meminta
penangguhan dengan alasan bahwa kliennya sedang sakit.
Teh mengatakan kepada pengadilan bahwa penolakan permintaan Vietnam
tersebut "jahat" dan merupakan kasus diskriminasi. Jaksa agung dianggap
lebih memilih satu salah satu pihak saja, sejak pengadilan memerintahkan
keduanya untuk mengajukan pembelaan mereka.
Menteri Kehakiman dan Luar Negeri Vietnam sedang berkomunikasi dengan
mitra mereka dari Malaysia untuk menjamin pembebasan kliennya, kata Teh.
Setelah putusan itu, Huong terlihat terisak saat berbicara dengan
pejabat kedutaan Vietnam, sebelum akhirnya dibawa pergi oleh polisi.
Jaksa membuat kejutan pada Senin dengan meminta pengadilan untuk
membatalkan dakwaan terhadap Siti Aisyah dan membebaskan perempuan
tersebut. Kedutaan Indonesia membawanya pulang ke Jakarta pada hari yang
sama.
Persidangan memperlihatkan CCTV dua wanita yang diduga menyerang Kim
Jong Nam saat kakak tiri Kim Jong Un itu bersiap menjalani pemeriksaan
sebelum terbang.
Para pengacara menyatakan bahwa kedua perempuan itu merupakan
orang-orang suruhan dalam pembunuhan yang dirancang agen Korea Utara.
Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur dirusak dengan coretan, hanya
beberapa jam sebelum persidangan dilanjutkan.
Interpol mengeluarkan permintaan penangkapan atas empat warga Korea
Utara, yang diidentifikasi sebagai tersangka oleh kepolisian Malaysia.
Keempatnya meninggalkan Malaysia beberapa jam setelah pembunuhan
terjadi.
Sebelum dibunuh, Kim Jong Nam tinggal di pengasingan di Macau selama
beberapa tahun. Ia meninggalkan tanah airnya setelah Kim Jong Un
menjadi pemimpin Korea Utara pada 2011 setelah kepergian ayah mereka.
Sejumlah anggota parlemen Korea Selatan menuduh rezim Korea Utara
sebagai otak dibalik pembunuhn Kim Jong Nam, yang mengkritik
pemerintahan dinasti keluarganya. Tuduhan itu dibantah oleh Pyongyang.
Pasukan India dan Pakistan terlibat baku tembak sengit di Jalur Kontrol (LoC), Kashmir. Foto/Ilustrasi
SRINAGAR
- Pasukan India dan Pakistan kembali terlibat baku tembak sengit.
Keduanya saling menargetkan posisi masing-masing di Jalur Kontrol (LoC),
yang membagi wilayah Kashmir, kata para pejabat.
Kedua belah
pihak terlibat baku tembak di distrik Poonch, sekitar 180 km barat daya
Srinagar, Ibu Kota musim panas Kashmir yang dikuasai India.
"Pakistan
hari ini kembali melepaskan tembakan tanpa sasaran yang menargetkan
pos-pos terdepan pada pukul 10:00 waktu setempat di daerah Khari
Karmara, sektor Gulpur," kata seorang pejabat.
"Pihak
kita juga memberikan balasan yang sesuai kepada pihak lain sebagai
tanggapan," imbuhnya seperti dilansir dari Xinhua, Kamis (14/3/2019).
Baku
tembak berlangsung selama beberapa jam dan kedua belah pihak
menggunakan senjata kecil serta mortir untuk menargetkan posisi
masing-masing.
Menurut para pejabat, sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam pertempuran di kedua belah pihak.
Para
pejabat mengatakan dua peluru, ditembakkan dari seberang LoC, mendarat
di dekat pusat perdagangan di daerah Chakan da Bagh di Poonch, tetapi
ledakan peluru itu tidak menyebabkan kerusakan.
Selama
dua minggu terakhir, baku tembak kerap terjadi di LoC Kashmir. Aksi
penembakan yang berlangsung setiap hari ini telah memaksa penduduk di
kedua sisi untuk bermigrasi ke lokasi yang lebih aman.
Ketegangan
terbaru antara New Delhi dan Islamabad tumbuh setelah India melakukan
serangan udara di dalam Pakistan, memicu aksi balasan. Situasi ini telah
menurun sampai batas tertentu setelah seruan untuk menahan diri dari
beberapa negara.
Organisasi
Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dilaporkan telah
melakukan uji coba sistem rudal Pinaka di wilayah dekat dengan
perbatasan Pakistan. Foto/Istimewa
NEW DELHI
- Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO)
dilaporkan telah melakukan uji coba sistem rudal Pinaka, di wilayah
Pokharan di negara bagian Rajasthan, dekat dengan perbatasan Pakistan.
Senjata
yang baru dikembangkan dan diuji ini dapat menghancurkan wilayah seluas
900 meter persegi pada jarak 20 hingga 90 kilometer. Sistem rudal
Pinaka dapat menembakkan 12 roket dalam waktu 44 detik.
"Sistem
senjata memengaruhi sasaran yang dituju dengan presisi tinggi dan
mencapai akurasi yang diinginkan di semua misi. Sistem Telemetri melacak
dan memantau kendaraan melalui jalur penerbangan. Semua tujuan misi
telah dipenuhi," kata Kementerian Pertahanan India, seperti dilansir
Sputnik pada Rabu (13/3).
Sistem
Pinaka ditenagai oleh motor berbahan bakar padat dan dapat dilengkapi
dengan tiga hulu ledak, bahan peledak tinggi pra-terfragmentasi (PFHE),
atau pembakar, atau hulu ledak ledak berkekuatan tinggi (RHE).
Stabilisasi penerbangan disediakan oleh enam sirip sisi-lipatan-delta
yang terpotong menuju bagian belakang roket.
Sistem Pinaka secara bertahap akan menggantikan SMERCH Rusia, yang dapat meratakan area seluas 1,1 kilometer persegi.
Dipercayai,
meskipun tidak secara terbuka, bahwa sistem Pinaka mungkin telah
dikembangkan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir pada kisaran kecil.
Waktu reaksi yang cepat dan laju tembakan yang tinggi memberikan
keunggulan bagi tentara selama situasi konflik.
Menurut DRDO,
kemampuan sistem untuk menggabungkan beberapa jenis hulu ledak
membuatnya mematikan bagi musuh, karena bahkan dapat menghancurkan
struktur padat mereka dan bunker yang tersebar di area seluas 900 meter
persegi.
CB, Jakarta-
Lembaga layanan cuaca Inggris Met Office memberikan peringatan bahwa
besok Jumat, 15 Maret 2019, akan terjadi ledakan besar sinar kosmik dari
Matahari menuju Bumi. Badai Matahari itu dapat melumpuhkan GPS, sinyal ponsel dan TV digital, seperti dilansir laman express, Rabu, 13 Maret 2019.
Fenomena tersebut merupakan hasil dari lubang berbentuk ngarai di
atmosfer atas Matahari. Celah panjang dan sempit di atmosfer Matahari,
yang dikenal sebagai lubang koronal, melepaskan rentetan sinar kosmik.
Pakar peramalan cuaca luar angkasa memperkirakan badai matahari akan
mencapai Bumi.
Laman web Space Weather menyatakan bahwa
lubang akan berbentuk ngarai di atmosfer Matahari menghadap Bumi, dan
itu memuntahkan aliran angin matahari ke arah Bumi. Fenomena yang juga
disebut badai geomagnetik minor G1 tidak berbahaya.
Sebagian besar, medan magnet Bumi melindungi manusia dari rentetan
radiasi, tapi badai Matahari dapat mempengaruhi teknologi berbasis
satelit. Angin Matahari dapat memanaskan atmosfer luar Bumi, yang
menyebabkannya mengembang.
Ini juga dapat mempengaruhi satelit di
orbit, berpotensi menyebabkan kurangnya navigasi GPS, sinyal ponsel,
dan TV satelit. Selain itu, gelombang partikel dapat menyebabkan arus
tinggi di magnetosfer, yang dapat menyebabkan arus lebih tinggi dari
listrik normal di saluran listrik, mengakibatkan transformator listrik
dan pembangkit listrik meledak dan kehilangan daya.
Jumlah radiasi yang lebih tinggi juga membuat orang rentan terhadap
kanker. Met Office telah memperingatkan bahwa masyarakat akan menghadapi
badai Matahari yang monumental di masa depan, yang dapat menghancurkan
teknologi Inggris dan merugikan Inggris hampir £ 16 miliar setara Rp 304
triliun.
Inggris tidak cukup siap untuk badai matahari yang
kuat, Met Office juga memperingatkan hal itu kepada para menteri.
Peramal cuaca percaya bahwa Inggris tidak memiliki infrastruktur yang
cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi peristiwa semacam itu.
"Kami menemukan bahwa dalam 100 tahun, tanpa kemampuan peramalan cuaca
luar angkasa, Inggris bisa kehilangan produk domestik bruto £ 15,9
miliar (Rp 302,1 triliun)," ujar seorang peneliti dari Met Office.
"Dengan
satelit yang ada, kemampuan perkiraan akan menurun di tahun-tahun
mendatang, jadi jika tidak ada investasi lebih lanjut, infrastruktur
penting akan menjadi lebih rentan terhadap cuaca luar angkasa".
Bom Tsar atau Raja Bom, bom nuklir terbesar di dunia yang dimiliki Rusia. Foto/The National Interest
MOSKOW
- Runtuhnya Perjanjian Intermediate Nuclear Forces (INF) antara Amerika
Serikat (AS) dan Rusia, membuat Tsar Bomba (Bom Tsar) jadi sorotan
media. Senjata itu dianggap sebagai rajanya bom nuklir di dunia yang
kekuatannya 50 megaton atau 3.000 kalinya dari bom nuklir yang
dijatuhkan Amerika di Hiroshima, Jepang, saat Perang Dunia II.
Perjanjian
INF 1987 runtuh setelah AS menarik diri dari perjanjian tersebut secara
bertahap hingga enam bulan ke depan. Washington menuduh Moskow
melanggar perjanjian pencegah perang nuklir itu. Rusia, di bawah
pemerintah Presiden Vladimir Putin, merespons serupa dengan menarik diri
dari Perjanjian INF. Moskow membantah melanggar perjanjian dan menuduh
balik Washington sebagai pelanggarnya.
The National Interest, majalah militer yang berbasis di AS, dalam artikel online-nya
11 Maret mengulas bom mengerikan yang dimiliki rezim Rusia itu. Dalam
radius hingga 50 mil jauhnya, siapa pun yang terkena kilatan senjata
nuklir ini akan menerima luka bakar tingkat tiga. Singkatnya, hulu ledak
Bom Tsar akan benar-benar menghancurkan seluruh area metropilitan
seluas Los Angeles.
Mayor
Andrei Durnovtsev, seorang pilot angkatan udara Soviet dan komandan
pesawat pembom Tu-95 Bear, memiliki kehormatan dalam sejarah Perang
Dingin. Dia pernah menerbangkan pesawat yang menjatuhkan bom berdaya
ledak 50 megaton tersebut dalam uji coba.
Selama bertahun-tahun,
sejarawan mengidentifikasi banyak nama untuk tes Bom Tsar. Andrei
Sakharov, salah satu fisikawan yang membantu mendesainnya, hanya
menyebutnya "the Big Bomb (Bom Besar)". Perdana Menteri Soviet Nikita
Khrushchev menyebutnya "Kuzka's Mother", sebuah rujukan ke pepatah Rusia
kuno yang berarti Anda akan mengajari seseorang dengan keras, pelajaran
yang tak terlupakan.
Badan Intelijen Pusat atau CIA Amerika
Serikat menjulukinya tes "Joe 111". Tapi nama yang lebih populer lahir
dari kebanggaan Rusia dan sangat mengagumi semuanya, yakni Tsar Bomba
atau Raja Bom.
"Sejauh
yang saya tahu istilah itu tidak muncul sampai setelah berakhirnya
Perang Dingin," kata Alex Wellerstein, seorang sejarawan di Stevens
Institute of Technology yang juga seorang blogger, kepada War Is Boring. "Sebelum itu hanya disebut bom 50 megaton atau 100 megaton."
"Saya pikir kami membuat lebih banyak Tsar Bomba hari ini daripada kapan pun selain periode langsung di mana ia diuji," ujarnya.
"Orang
Amerika suka menunjukkannya sebagai contoh betapa gilanya Perang
Dingin, dan betapa gilanya orang-orang Rusia itu," ujar Wellerstein.
"Rusia tampaknya bangga karenanya."
Pada 30 Oktober 1961, Durnovtsev dan krunya lepas landas dari lapangan
terbang di Semenanjung Kola dan menuju ke area uji coba nuklir Soviet di
atas Lingkaran Arktik di Teluk Mityushikha, yang terletak di kepulauan
Novaya Zemlya.
Ilmuwan proyek uji coba itu melukis pesawat pembom
Bear dan pesawat pengejarnya, Tu-16 Badger, berwarna putih untuk
membatasi kerusakan akibat panas dari pulsa termal bom. Setidaknya
itulah yang para ilmuwan harapkan dari cat itu.
Bom itu juga
memiliki parasut untuk memperlambat kejatuhannya. Tujuannya adalah
memberi kesempatan bagi kedua pesawat untuk terbang sekitar 30 mil dari
titik nol sebelum bom nuklir itu meledak. Ini sekaligus memberi
Durnovtsev dan kawan-kawan kesempatan untuk melarikan diri.
Ketika
pesawat mencapai tujuan mereka di ketinggian 34.000 kaki yang telah
ditentukan, ia memerintahkan bom dijatuhkan. Parit terbuka, dan bom
mulai turun tiga menit ke ketinggian ledakan dua setengah mil di atas
bumi.
Kemudian bom mengerikan itu meledak. Bola api selebar lima
mil membumbung tinggi di langit seperti pesawat pembom Bear. Gelombang
kejut bom itu menyebabkan pesawat Bear turun lebih dari setengah mil di
ketinggian sebelum Durnovtsev mendapatkan kembali kendali atas
pesawatnya.
Ledakan itu memecahkan jendela lebih dari 500 mil
jauhnya. Saksi mata melihat kilatan menembus awan tebal lebih dari 600
mil dari lokasi ledakan.
Awan jamurnya mendidih ke atmosfer
sampai 45 mil di atas tanah nol, yang pada dasarnya di batas bawah.
Bagian atas awan jamur menyebar hingga lebarnya 60 mil. Denyut panas
nuklir itu membakar cat kedua pesawat.
Daya ledak itu pun masih kecil dibandingkan dengan rencana asli Soviet kala itu.
Para
perancang awalnya berniat Bom Tsar memiliki daya ledak 100 megaton.
Mereka menggunakan konfigurasi bahan bakar kering Teller-Ulam lithium
tiga tahap, mirip dengan perangkat termonuklir yang pertama kali
ditunjukkan oleh Amerika Serikat selama tembakan Castle Bravo.
Kekhawatiran
tentang kejatuhannya mendorong para ilmuwan Rusia untuk menggunakan
perusak timbal yang menurunkan daya ledaknya hingga setengah dari
kemampuan aslinya. Yang cukup menarik, Bom Tsar adalah salah satu
senjata nuklir "terbersih" yang pernah diledakkan, karena desain bomnya
menghilangkan 97 persen dari kemungkinan kejatuhan.
Bahkan ukurannya pun mengerikan. Panjangnya 26 kaki, berdiameter sekitar
tujuh kaki dan beratnya lebih dari 60.000 pound, ukuran yang begitu
besar sehingga tidak bisa muat di dalam teluk bom dari pesawat pembom
Bear yang dimodifikasi untuk menjatuhkannya.
Bom Tsar yang begitu besar diragukan apakah itu bisa menjadi senjata praktis yang dikirimkan oleh pesawat pembom Soviet.
Karena
jarak dari Uni Soviet ke Amerika, pemindahan tangki bahan bakar pesawat
untuk mengakomodasi bom—dikombinasikan dengan bobotnya yang
tipis—berarti bahwa pesawat pembom Bear tidak akan memiliki bahan bakar
yang cukup untuk misi bahkan dengan pengisian bahan bakar di udara.
Namun,
CIA menyelidiki apakah Soviet berencana untuk menempatkan hulu ledak
serupa pada rudal balistik antarbenua super kuat yang akan menargetkan
kota-kota Amerika.
Alasannya adalah akurasi. Atau lebih tepatnya,
kekurangannya. Karena keunggulan nuklir aliansi NATO, AS dapat
menempatkan pesawat pembom dan rudal balistik jarak menengah yang cukup
dekat dengan target Soviet di Eropa Timur.
Pada akhir 1950-an dan
awal 1960-an, AS menempatkan rudal balistik jarak menengah seperti Thor
di Inggris dan Turki, dan rudal Honest John dan Matador di Jerman
Barat.
Jarak penerbangan yang lebih pendek untuk rudal-rudal itu
berarti mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk mengirimkan hulu
ledak nuklir mereka secara efektif tepat sasaran.
Senjata
nuklir Rusia harus melakukan perjalanan lebih jauh, sehingga ada lebih
banyak peluang untuk kehilangan tandanya. Tetapi untuk hulu ledak 100
megaton itu cukup dekat.
Pada tahun 1963, Khrushchev mengatakan
Uni Soviet memiliki bom berkekuatan 100 megaton yang dikerahkannya ke
Jerman Timur. Tetapi klaim perdana menteri itu diragukan kebenarannya
oleh sejarawan.
Sedangkan Sakharov, yang karena pengalamannya
membangun dan menguji Bom Tsar mengubah hidupnya, mendorong dirinya
sendiri untuk meninggalkan penelitian senjata.
Dia menjadi kritikus blak-blakan terhadap upaya Soviet untuk menciptakan
sistem pertahanan rudal anti-balistik. Dia kemudian menjadi advokat
untuk hak-hak sipil di Uni Soviet dan banyak pembangkang politik yang
dianiaya yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1975.
Seni rendering dari Joint Strike Missile (JSM) dan pesawat jet tempur F-35. Foto/Kongsberg
TOKYO
- Perusahaan Norwegia, Kongsberg Defense & Aerospace, telah
menandatangani kontrak dengan Jepang untuk memasok Joint Strike Missiles
(JSM) untuk armada jet tempur siluman F-35 Lightning II negara
tersebut.
"Ini adalah tonggak utama untuk program JSM, memasuki
fase produksi," kata Eirik Lie, presiden Kongsberg Defense &
Aerospace. "Perusahaan sangat bangga telah dipilih oleh Jepang untuk
menyediakan JSM bagi Armada F-35 mereka," lanjut dia, dikutip Defense News, Kamis (14/3/2019).
Baik
Kongsberg maupun Jepang tidak mengungkapkan nilai dolar atau jumlah
rudal yang tercakup dalam kontrak. Namun, dokumen anggaran Jepang
menunjukkan negara itu mengalokasikan 7,3 miliar yen (USD 65,6 juta)
untuk akuisisi rudal untuk tahun fiskal mendatang, yang dimulai 31
Maret.
JSM
hanya direncanakan untuk berintegrasi pada F-35A. Hasil pengamatan
sebelumnya mengonfirmasi bahwa dua JSM dapat masuk ke dalam rongga
senjata internal F-35A. Namun, F-35B dirancang hanya dapat membawa rudal
di stasiun senjata eksternal.
Jepang berencana untuk
mengakuisisi 157 unit jet tempur F-35, termasuk 42 unit F-35B. Negara
Asia Timur akan memiliki skuadron F-35A pertamanya akhir tahun ini.
Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang saat ini melatih kader
penerbangan dan kru darat, serta mengambil pengiriman pesawat.
Menurut
Kongsberg, JSM adalah satu-satunya rudal jarak jauh yang dapat
digunakan melawan target kapal dan target di darat dan juga dilakukan
secara internal di F-35.
Perusahaan tersebut mengatakan JSM menambahkan fitur kemampuan serangan darat standoff seperti kemampuan observasi yang rendah, kelincahan dan fleksibilitas. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 mil laut.
Selain
Jepang, Australia juga ingin memperoleh JSM untuk jet-jet tempur
F-35-nya sendiri. Niat Australia untuk mengakuisisi misil JSM sudah
muncul sejak 2015.