Mantan bintang kriket Pakistan yang menjadi
politikus, Imran Khan. Ketua Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf itu
memberikan suaranya dalam pemilu di Islamabad, Pakistan, Rabu (25/7).
Foto: AP Photo/Anjum Naveed
Narendra Modi mengucapkan selamat atas kemenangan Imran Khan.
CB,
ISLAMABAD -- Perdana Menteri India Narendra Modi telah melakukan
komunikasi dengan perdana menteri terpilih Pakistan, Imran Khan pada
Senin (30/7). Modi memberi ucapan selamat atas kemenangan partai Khan
dalam pemilihan umum Pakistan. Dalam komunikasi itu kedua pemimpin juga
membahas perdamaian regional.
Itu adalah komunikasi pertama mereka sejak partai Khan Pakistan
Tehreek-e-Insaf (PTI) menang dalam pemilu pekan lalu, walaupun oposisi
menuduh pemilu telah dicurangi. Hubungan kedua negara telah memburuk
dalam beberapa tahun terakhir. Pembicaraan perdamaian telah terhenti di
tengah upaya diplomatik dan penembakan militer yang terjadi di
perbatasan Garis Kontrol yang membagi wilayah Kashmir.
Khan,
yang akan menjadi perdana menteri Pakistan berikutnya kini berusaha
mencari mitra koalisi melalui kandidat independen dan partai-partai
kecil. Menurut sebuah pernyataan oleh Kementerian Luar Negeri India
dalam komunikasi dengan Khan, Modi mengulangi visinya tentang perdamaian
dan pembangunan di seluruh wilayah. Modi juga berharap agar demokrasi
semakin mengakar di Pakistan.
Khan menyatakan dalam pidato
kemenangannya bahwa dia ingin menyelesaikan perselisihan wilayah yang
berkepanjangan atas Kashmir. "Jika India datang dan mengambil satu
langkah ke arah kami, kami akan mengambil dua langkah," katanya.
Tim
media Khan mengaku telah memberi tahu Modi bahwa kedua negara harus
fokus pada penanganan kemiskinan. Khan juga menyampaikan kepada Modi
bahwa masalah kedua negara harus diselesaikan melalui pembicaraan.
"Perang hanya semakin meningkatkan tragedi daripada memfasilitasi
penyelesaian konflik," katanya.
Para pengamat Uni Eropa
mengatakan ada ketidakseimbangan selama pemilu. Partai saingan yang
dipimpin oleh mantan perdana menteri Nawaz Sharif menghadapi hambatan
besar selama pemilu. AS juga telah menyatakan keprihatinan tentang
kelemahan pelaksanaan pemilu.
Khan berjanji akan
menyelidiki semua klaim kecurangan. Ia juga berjanji untuk membangun
Pakistan baru dan menciptakan negara Islam yang sejahtera.
Beberapa
pengamat mengatakan demokrasi di Pakistan telah dilemahkan karena
campur tangan angkatan bersenjata. Baik Khan maupun militer menolak
klaim tersebut.
Mayoritas Muslim Pakistan telah mengkritik
India dalam beberapa tahun terakhir. Kritik khususnya terkait sikap
keras pemerintah India di Kashmir dan kekerasan yang dilanda muslim
India.
India menyalahkan Pakistan karena memicu
pemberontakan di Kashmir. Pemerintah Modi telah menolak pembicaraan
damai kecuali Islamabad mengambil sikap dalam menghadapi kelompok
militan yang beroperasi di wilayahnya dan melawan India.
India
dan Pakistan telah berperang tiga kali sejak kemerdekaan dari Inggris
pada 1947, dua di antaranya menyangkut Kashmir, yang keduanya mengklaim
penuh tetapi memerintah sebagian. Dalam tanggapan pertamanya terhadap
kemenangan Khan, Kementerian Luar Negeri India berharap pemerintah baru
Pakistan akan bekerja untuk Asia Selatan yang bebas teror.
Jakarta, CB -- Pejabat militerKorea Utara dan Korea Selatan bertemu
di Desa Gencatan Senjata Panmunjom pada Selasa (31/7) pagi demi
mendiskusikan upaya mengurangi aktivitas permusuhan di perbatasan.
Delegasi
kedua negara bertemu di Rumah Perdamaian sekitar 10.00 waktu lokal.
Kepala delegasi Korsel, Mayor Jenderal Kim Do-gyun, mengatakan pertemuan
hari ini dilakukan untuk membahas upaya kedua negara mengurangi
ketegangan militer dan aktivitas permusuhan di perbatasan.
"Melalui pertemuan ini, kami ingin memaksimalkan usaha untuk mengurangi
ketegangan militer antara kedua Korea dan menghasilkan langkah-langkah
praktis untuk membangun rasa saling percaya," ujar Kim Do-gyun kepada
wartawan sebelum berangkat ke Panmunjom.
Pengurangan ketegangan,
paparnya, dilakukan sebagai salah satu implementasi Deklarasi Panmunjom
yang telah disepakati Presiden Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korut,
Kim Jong-un, pada April lalu.
Pertemuan antara pejabat militer ini merupakan yang kedua
kali setelah tatap muka perdana bulan lalu gagal menghasilkan
kesepakatan signifikan mengenai langkah membangun kepercayaan dan
pengurangan senjata di perbatasan.
Dikutip The Strait Times,
sejumlah pihak berharap kedua delegasi akan membahas penarikan pasukan
dan peralatan dari zona demiliterisasi (DMZ) perbatasan kedua negara.
Penarikan pasukan dianggap upaya mengubah simbol DMZ yang semula
dipenuhi pengamanan ketat militer menjadi simbol perdamaian kedua Korea.
Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Nasional mengatakan rencana penarikan
pasukan tengah dipertimbangkan "atas dasar percobaan" sampai penarikan
total memungkinkan.
Dalam pertemuan hari ini, Kim Do-gyun
ditemani oleh sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan Nasional, pejabat
Kantor Kepala Staf Militer Gabungan, Kementerian Unifikasi, dan Kantor
Kepresidenan Korsel.
Sementara itu, dari pihak Korut, Letnan
Jenderal An Ik San hadir sebagai kepala delegasi yang didampingi oleh
sejumlah pejabat militer angkatan darat dan angkatan laut.
Jakarta, CB -- Guna memanfaatkan momentum peningkatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belize, Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Belize, Yusra Khan, telah melantik Konsul Kehormatan Indonesia pertama di Belize, Nyonya Diana Fuller pada Senin (30/7).
Bertempat
di Kiki Witz Resort, dan disaksikan oleh Chief Executive Officer
Kementerian Luar Negeri Belize, Dubes Patrick Andrews beserta para
pejabat Kemlu Belize lainnya, Duta Besar RI menyampaikan Keppres No.
62/M Tahun 2017 mengenai pengangkatan Konsul Kehormatan RI kepada Nyonya
Diana Fuller, yang menandakan resminya yang bersangkutan menjabat
sebagai Konsul Kehormatan RI di Belize.
"Sebagai upaya untuk
lebih memajukan hubungan dengan Belize, maka langkah untuk mendorong
peningkatan perdagangan, investasi serta kerjasama teknis menjadi fokus
dalam kerjasama kedua negara. Untuk itu, saya percaya dengan koneksi dan
informasi bisnis yang dimiliki oleh Konsul Kehormatan RI di Belize,
bersama kita akan mampu mencapai hal tersebut," kata Dubes RI Yusra Khan
dalam sambutan pada acara pelantikan Nyonya Diana Fuller.
Selanjutnya Dubes RI Yusra Khan memperkenalkan Konsul Kehormatan RI
kepada undangan kalangan diplomatik pada resepsi yang diadakan segera
setelah pelantikan. Turut hadir antara lain Dubes El Salvador, Dubes
Guatemala, Dubes Honduras, Dubes Brazil, wakil Dubes Inggris, wakil
Dubes AS, wakil Dubes Kosta Rika, kalangan bisnis setempat dan warga
diaspora Indonesia di Belize.
Meskipun Belize dan Indonesia baru membuka hubungan
bilateral pada 9 Juli 2014, namun kedua negara secara perlahan namun
pasti terus meningkatkan interaksi di berbagai bidang. Antara lain
pemberian beasiswa Darmasiswa, pendidikan Diplomat Indonesia kepada
diplomat Belize, kunjungan tim kesenian, budaya dan kuliner KBRI Mexico
City ke Belize pada 2016.
Dengan penunjukan Nyonya Diana Fuller,
seorang pebisnis terkemuka Belize dan Direktur dari Fultec Systems Ltd.
(sebuah perusahaan IT tertua di Belize) serta memiliki jaringan luas di
kalangan bisnis serta pemerintahan Belize, sebagai Konsul Kehormatan RI
maka diharapkan ke depannya hubungan kedua negara dapat meningkat pesat
secara politik, ekonomi, sosial budaya serta people-to-people contact.
Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Belize juga telah dimanfaatkan
Kepala ITPC Mexico City untuk melakukan eksibisi kecil bagi produk
makanan dan mesin packaging Indonesia sambil mempromosikan Trade Expo
Indonesia 2018 kepada kalangan bisnis yang hadir. Kalangan bisnis Belize
diundang dan diharapkan dapat hadir pada TEI 2018 yang akan datang.
Belize
berada di Tenggara Meksiko dan berbatasan langsung dengan Guatemala,
berpenduduk kl 330.000 jiwa dengan penghasilan utama berasal dari produk
pertanian, perikanan laut dan turis. Jumlah turis yang berkunjung ke
Belize mencapai 1,3 juta/tahun dan sektor ini menyumbang kurang lebih 40
persen dari total GDP nya.
Kapal
perang China sedang menuju ke Darwin untuk latihan tempur gabungan
Amerika Serikat, Australia dan puluhan negara lain. Foto/ABC.net.au
SYDNEY
- Sebuah kapal perang China sedang menuju ke Darwin untuk bergabung
dengan pasukan Australia, Amerika Serikat (AS) dan puluhan negara lain
dalam latihan tempur gabungan. Bergabungnya militer China ini
mengejutkan, karena Beijing sedang bersitegang dengan Washington terkait
sejumlah masalah termasuk krisis Laut China Selatan.
Ada 27 negara yang diundang dalam Exercice KAKADU (Latihan KAKADU), termasuk Indonesia. Namun, belum jelas apakah Indonesia ikut bermanuver atau menjadi pemantau.
Menurut laporan ABC, Beijing telah mengindikasikan akan mengerahkan unit armada utamanya untuk Exercise KAKADU
selama akhir Agustus hingga pertengahan September. Ini akan menjadi
yang pertama kali bagi China mengambil bagian dalam latihan perang
dengan Australia.
Laporan partisipasi perdana China dalam latihan
maritim KAKADU muncul beberapa bulan setelah AS tidak mengundang
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China untuk mengambil bagian dalam
latihan serupa di lepas Hawaii yang dikenal sebagai RIMPAC.
Pada bulan April, ABC melaporkan
ada tiga kapal perang Australia yang nyaris konfrontasi dengan militer
China ketika ketiganya melakukan perjalanan melalui Laut China Selatan.
Tahun
lalu, kapal mata-mata China berteknologi tinggi juga dilaporkan sedang
memantau latihan militer perang gabungan Talisman Saber antara Australia
dan AS di lepas pantai Queensland.
Selain Indonesia, beberapa
negara lain yang diundang ke latihan perang gabungan di Darwin di
antaranya Kamboja, Uni Emirat Arab hingga Inggris. Namun, Inggris telah
menolak untuk mengambil bagian.
"Latihan maritim utama Angkatan
Laut Australia berusaha menghasilkan kemitraan keamanan yang aktif dan
efektif antara Australia dan kawasan kita," kata Departemen Pertahanan
Australia dalam sebuah pernyataan, Rabu (1/8/2018).
Sumber senior Departemen Pertahanan mengatakan kepada ABC bahwa
kapal perang China diperkirakan akan melakukan beberapa pelatihan
bersama kapal-kapal Australia dan Amerika, tetapi akan dikeluarkan dari
kegiatan-kegiatan tertentu karena alasan keamanan.
Latihan KAKADU
2018 akan berlangsung di Darwin dan di Australia utara mulai 30 Agustus
hingga 15 September. Lebih dari 2.000 personel militer akan dilibatkan.
Latihan
yang digelar setiap dua tahun ini untuk membangun dan memperkuat rasa
saling pengertian dan interoperabilitas dalam domain maritim melalui
serangkaian pelatihan dan kegiatan keterlibatan.
Gedung American Institute in Taiwan (AIT) yang dianggap sebagai Kedutaan AS secara de facto di Taiwan. Foto/REUTERS
BEIJING
- Amerika Serikat (AS) akan dianggap melakukan invasi militer terhadap
China jika mengirim marinirnya untuk menjaga kedutaan AS de facto di Taiwan, American Institute in Taiwan (AIT). Penilaian itu muncul dari media pemerintah Beijing.
Sebuah
laporan baru menunjukkan personel militer AS disiapkan untuk dikerahkan
ke gedung AIT baru di Taiwan untuk melindungi personel AS di sana.
"Beijing akan menganggap langkah semacam itu sebagai subversi dari kebijakan satu-China," tulis media pemerintah Beijing, Global Times, dalam editorialnya, hari Senin.
"Alasan
bagi Beijing untuk menyebarkan peningkatan jumlah tindakan pencegahan
harus dihadapi Washington," lanjut editorial tersebut.
David An,
peneliti senior di Global Taiwan Institute, dalam sebuah catatan
mengatakan Departemen Luar Negeri AS belum memutuskan apakah marinir
Washington akan ditempatkan di gedung AIT atau tidak.
AIT,
meskipun difungsikan layaknya kedutaan AS, secara teknis itu bukan
kantor kedutaan. Perbedaan persepsi ini telah memicu "aksi main mata"
diplomatik secara halus antara Washington, Taipei dan Beijing.
Pertanyaan
lain yang belum dijawab AS adalah apakah anggota layanan AS di gedung
AIT akan mengenakan seragam militer atau pakaian sipil.
"Perasaan saya adalah bahwa keputusan akhir masih dalam pertimbangan di dalam Departemen Luar Negeri AS," kata An kepada Sputnik, yang dikutip Selasa (31/7/2018).
Meskipun belum ada kejelasan, Global Times
meluncurkan peringatan keras dalam editorialnya. "Jika marinir AS
secara terbuka di AIT berada dalam seragam mereka, akan diperlakukan
oleh Beijing sebagai subversi berat dari kebijakan satu-China atau
bahkan invasi militer AS di tanah China," tulis media China tersebut.
"AIT
juga akan dianggap sebagai benteng utama untuk invasi AS ke China.
Pemerintah Taiwan pimpinan Tsai Ing-wen akan didefinisikan sebagai
kelompok pengkhianat. Dari perspektif strategis, AIT akan menjadi tempat
yang paling tidak aman di Taiwan dan jadi sekering peledakan untuk
bentrokan," lanjut Global Times.
China sampai saat ini
menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang nakal. Beijing tidak akan
membiarkan wilayah itu lepas atau merdeka dari China.
Krisis
Taiwan ini menambah ketegangan dalam hubungan AS-China yang saat ini
sedang terlibat perang dagang. "Kami jelas memiliki masalah kronis
dengan China," kata Robert Lighthizer, perunding perdagangan tingkat
tinggi AS, dalam paparannya di hadapan Senat pekan lalu.
"Beberapa
masalah akan ditangani dalam waktu singkat," ujarnya."(Tapi), secara
terarah, kita akan memiliki masalah dengan China yang akan berlangsung
selama bertahun-tahun."
Serangan
bom mobil mengguncang sebuah pos pemeriksaan militer di Filipina
selatan, Selasa (31/7/2018). Sebanyak sepuluh orang tewas dan beberapa
lainnya terluka. Foto/Inquirer/Basilan LGU
JAKARTA
- Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan telah menginstrusikan
Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Davao, Filipina, untuk menyelidiki
laporan adanya warga negara Indoesia (WNI) yang terlibat dalam serangan
bom bunuh diri di wilayah Basilan.
"Kemlu telah meminta KJRI
Davao meminta informasi resmi apakah ada WNI yang menjadi korban atau
diduga pelaku dalam bom basilan. Sejauh ini otoritas setempat belum
mengindikasikan adanya WNI sebagai korban maupun pelaku," kata Kemlu RI
dalam sebuah pernyataan yang diterima Sindonews pada Selasa (31/7).
Seperti
diketahui, Sebuah bom mobil mengguncang pos pemeriksaan militer di
Filipina selatan, pagi tadi. Data sementara, sepuluh orang tewas,
termasuk seorang tentara.
Para pejabat Filipina mencurigai para
militan yang memiliki hubungan dengan kelompok ISIS sebagai pelaku
serangan. Seorang pejabat di Pulau Basilan mengatakan, ledakan terjadi
beberapa saat setelah pasukan menghentikan sebuah kendaraan dan
berbicara dengan sopir.
Basilan adalah benteng dari kelompok Abu
Sayyaf, yang terkenal karena aksi penculikan. Wilayah itu juga "rumah"
dari mantan emir ISIS Asia Tenggara yang terbunuh tahun lalu.
Pemboman
dengan kendaraan sangat jarang terjadi di Filipina selatan, meskipun
ada kekerasan yang melibatkan kelompok separatis dan Islamis selama
beberapa tahun. Ketidakstabilan di wilayah itulah yang menarik para
ekstremis asing berdatangan.
"Kami tidak tahu apa targetnya,
tetapi itu diledakkan sebelum waktunya," kata Letnan Kolonel Mon
Almodovar, komandan satuan militer setempat kepada saluran berita ANC.
Seorang
tentara, lima anggota milisi dan empat warga sipil, termasuk seorang
ibu dan anaknya, tewas. Yang lain terluka, tetapi jumlah tepatnya belum
jelas.
Gubernur Basilan, Jim Saliman, mengaku telah menerima
laporan bahwa Abu Sayyaf bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, dia
belum bisa merincinya secara detail.
Satu keluarga imigran pengungsi Rohingya asal
Myanmar ketika merayakan Lebaran 2018, di tempat penampungan sementara
milik Imigrasi Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/6).
Foto: Antara/Septianda Perdana
Myanmar mengkaim tidak memiliki niat melakukan pembersihan suku Rohingya.
CB,
YANGON -- Myanmar membentuk komisi untuk menyelidiki tuduhan
pelanggaran hak asasi manusia di negara bagian bergolak Rakhine.
Diplomat Filipina Rosario Manalo dan mantan Duta Besar Jepang untuk PBB,
Kenzo Oshima mengatakan komisi beranggota empat orang itu terdiri atas
dua anggota lokal dan dua anggota internasional.
Diplomat Filipina Rosario Manalo dan mantan Duta Besar Jepang untuk
PBB, Kenzo Oshima menjadi anggota internasional. Manalo, 82 tahun,
mantan wakil menteri luar negeri Filipina, akan memimpin komisi
tersebut.
Dua anggota lokal ialah pengacara Mya Thein dan
ekonom dan mantan pejabat PBB Aung Tun Thet. Pada tahun lalu, Aung Tun
Thet diangkat pemimpin Aung San Suu Kyi menjadi peran kunci dalam
tanggapan Myanmar atas krisis Rohingya. Pada April, dia mengatakan
kepada harian Bangladesh bahwa Myanmar 'tidak memiliki niat melakukan
pembersihan suku'.
"Komisi
independen ini akan menyelidiki tuduhan-tuduhan pelanggaran HAM dan
isu-isu terkait, setelah serangan-serangan teroris oleh ARSA," kata
kantor Presiden Win Myint, merujuk kepada Tentara Penyelamat Rohingya
Arakan, sebuah kelompok bersenjata Rohingya.
Lebih dari 700
ribu orang etnis Rohingya meninggalkan negara bagian Rakhine di barat
Myanmar. Mereka meninggalkan Myanmar setelah tindakan keras oleh militer
yang dimulai Agustus lalu sebagai tanggapan atas serangan-serangan oleh
ARSA terhadap pos keamanan.
Myanmar telah menolak
tuduhan-tuduhan melakukan pembersihan etnis dan membantah sebagai besar
laporan melakukan kekejaman. Sebaliknya, Myanmar menyalahkan 'teroris'
Rohingya.
Komisi itu adalah salah satu dari beberapa yang
dibentuk dalam beberapa bulan terakhir untuk menyelesaikan masalah di
negara bagian Rakhine.
Yingluck
kabur dari Bangkok pada Agustus lalu untuk menghindari penjara, karena
skema subsidi beras yang menyebabkan Thailand menderita kerugian
miliaran dolar. Foto/Istimewa
BANGKOK
- Thailand telah meminta Inggris untuk mengekstradisi mantan Perdana
Menteri, Yingluck Shinawatra, yang digulingkan dalam kudeta pada 2014
dan dijatuhi hukuman penjara karena diduga melakukan korupsi.
Yingluck
meninggalkan Thailand pada Agustus lalu untuk menghindari penjara,
karena skema subsidi beras yang menyebabkan kerugian miliaran dolar. Dia
telah membantah melakukan kesalahan dan mengatakan persidangan bermotif
politik.
Mahkamah Agung Thailand dalam sidang yang tidak
dihadiri oleh Yingluck atau in absentia, pada bulan September tahun lalu
memutuskan untuk menjatuhi hukuman lima tahun penjara kepada Yingluck.
Perdana
Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha mengatakan telah secara resmi
menyampaikan permintaan esktradisi kepada Inggris. Dia menyebut, itu
adalah prosedur yang diperlukan antara kedua negara yang memilki
perjanjian ekstradisi.
Prayuth, seperti dilansir Reuters pada
Selasa (31/7) menuturkan, permintaan itu disampaikan karena Bangkok
sadar bahwa mereka tidak bisa datang ke Inggris dan menangkap Yingluck
secara langsung.
"Kami tidak bisa pergi dan menangkap orang di
luar negeri sehingga terserah negara itu untuk menangkap dan mengirim
(dia) kepada kami," kata Prayuth dalam sebuah pernyataan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Robert Mueller. AP Photo/Carolyn Kaster, Foto/qz.com
CB, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengecam penyelidikan dugaan intervensi Rusia pada pemilu Presiden AS yang dipimpin penasehat khusus Robert Mueller.
Serangan yang bersifat pribadi ini terjadi hanya dua hari menjelang
dimulainya pengadilan terhadap bekas manajer kampanye pilpres Trump
yaitu Paul Manafort di Virginia. Manafort diduga menggelapkan dana
kampanye dan menerima uang dari individu Rusia tertentu.
“Apakah
Robert Mueller akan membuka konflik kepentingannya terkait Presiden
Trump, termasuk fakta bahwa kita memiliki hubungan bisnis yang buruk.
Saya menolaknya untuk mengepalai FBI (sehari sebelum penunjukannya
sebagai penasehat khusus) & Comey teman dekatnya,” kata Trump dalam
rangkaian cuitan pada Ahad, 29 Juli 2018.
James Comey adalah bekas direktur FBI, yang diberhentikan Trump pada pertengahan 2017.
Gaya
Presiden Terpilih AS, Donald Trump saat menunjuk mantan pesaingnya,
Hillary Clinton dalam debat calon presiden di Washington University, St.
Louis, AS, 9 Oktober 2016. AP Photo/Patrick Semansky
Trump
kembali menyebut penyelidikan itu sebagia sebuah ‘rekayasa perburuan
penyihir’ untuk mencari-cari kesalahannya sambil mengabaikan bekas
kandidat capres Hillary Clinton, yang menurutnya bersalah. “Maka
perburuan penyihir ini sebuah penipuan ilegal!,” kata Trump.
Trump
mempertanyakan investigasi Mueller yang justru tidak mencari bukti
aktivitas kriminal sebenarnya terkait kolusi dengan Rusia dari para
petinggi Partai Demokrat.
Menurut CNN, cuitan Trump ini merupakan
upaya sistematis untuk mendeskreditkan apapun temuan tim investigasi
Mueller, yang menurutnya terdiri dari 17 orang penyelidik pro Partai
Demokrat dari sebelumnya 13 orang.
“Serangan-serangan Trump
sebelumnya dianggap efektif untuk memperkeras opini para pendukung
Partai Republik untuk menolak investigasi itu,” begitu dilansir CNN.
Serangan
verbal Trump ini juga terjadi beberapa hari setelah beberapa media
termasuk NBC News melaporkan bekas pengacara Trump yaitu Michael Cohen,
bakal bekerja sama dengan Mueller soal pertemuan antara empat orang
Rusia dengan anak Trump yaitu Donald Trump Jr di TrumpTower.
Menurut NBC News,
Cohen mengaku mendengar langsung Trump mendapat laporan soal rencana
pertemuan ini dan menyetujuinya. Soal ini, Trump telah membantahnya.
“Saya tidak tahu mengenai pertemuan antara anak saya Don Jr. Terdengar
seperti seseorang sedang berusaha membuat cerita,” cuit Trump.
Terkait berbagai cuitan Trump ini, New York Times melaporkan Mueller sedang mencermati apakah cuitan itu mewakili niat buruk untuk menghambat proses investigasi.
Deputi Direktur Partai Oposisi Kamboja, CNRP, Monovithya Kem
menuntut pemilu Kamboja diulang dalam konferensi pers di Jakarta, Senin,
30 Juli 2018.
CB, Jakarta - Partai oposisi Cambodia National Rescue Party atau CNRP, menuntut pemilu Kamboja
diulang. CNRP menolak pelaksanaan pemilu yang diadakan pada hari
Minggu, 29 Juli 2018 karena melanggar konstitusi, palsu dan penuh
rekayasa.
"Kami perlu mengadakan pemilu ulang. Kami tidak menerima
pemilihan yang partai oposisi utama tidak ikut serta dalam pemilu,"
kata Deputi Direktur untuk Urusan Luar Negeri CNRP, Monovithya Kem
kepada Tempo usai berbicara dalam konferensi pers bertajuk
Cambodia:Election Without Democracy di Jakarta, Senin, 30 Juli 2018.
Menurut
Monovithya, pemilu yang diadakan kemarin tidak berdasarkan konstitusi
Kamboja. Begitu juga langkah keras yang diambil pemerintah Kamboja di
bawah pimpinan Perdana Menteri Hun Sen menjelang pemilu, yakni
membubarkan CNRP dan pemenjaraan ayahnya, Kem Sokha sebagai Ketua CNRP
atas tuduhan pengkhianat Kamboja.
Monovithya mengatakan, pemilu ulang merupakan tujuan utama CNRP untuk
didesakkan kepada pemerintah Kamboja dan masyarakat internasional.
CNRP
juga meminta masyarakat internasional menyuarakan hal sama, yakni
menolak hasil pemilu Kamboja yang membawa Hun Sen kembali memimpin
Kamboja untuk lima tahun ke depan. Hun Sen yang berkuasa sejak tahun
1985 akan menjadi perdana menteri terlama di dunia dengan berkuasa
selama 33 tahun.
CNRP merencanakan pemilu ulang digelar sebelum
lima tahun masa pemerintahan Hun Sen hasil pemilu 29 Juli. Namun, dia
tidak merinci mekanisme pemilu ulang dapat dilakukan.
Partai
Rakyat Kamboja atau CPP menang telak dalam pemilu 29 Juli 2018. Pemilu
ini dihujani kritik setelah pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen
membubarkan partai oposisi, CNRP. Sumber: TEMPO/Suci Sekar
Wakil
Ketua CNRP Mu Sochua saat konferensi pers mengatakan Hun Sen telah
mempersiapkan jalan untuk memenangkan pemilu sejak lama lewat tindakan
keras seperti memenjarakan Kem Sokha, membubarkan CNRP dan mengancam
rakyat yang boikot pemilu sebagai pengkhianat.
Selain itu, kata Mu Sochua, Hun Sen juga mengiming-imingi petani dengan pemberian bantuan jika partainya menang dalam pemilu.
CNRP
menegaskan partai berkuasa, Cambodian People Party atau CPP, telah
melanggar konstitusi dan komitmen internasional terhadap negara ini.
Demokrasi
mati di Kamboja dengan pelaksanaan pemilu 29 Juli 2018. Pemilu menandai
hari kelam dalam sejarah Kamboja. Alhasil, demokrasi tinggal nama dan
kemudian berganti dengan pemerintahan diktator.
Oleh karena itu
CNRP meminta PBB, ASEAN, Uni Eropa, IPU dan lembaga pemerintah
demokratis dan lembaga demokratis lainnya untuk sepenuhnya menolak hasl
pemilu yang diumumkan CPP dan Komisi Pemilu Kamboja.
Masyarakat Kamboja mengikuti pemilu pada Minggu, 29 Juli 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar
CNRP pun menegaskan sikapnya yang tidak akan tunduk pada tekanan pemerintahan Hun Sen.
"CNRP
tidak bisa dan tidak akan dapat dihancurkan oleh motif politik penguasa
engan pengadilan yang tidak adil. Pemimpin dan martir partai boleh jadi
dipenjara dan menjadi eksil namun tidak akan dapat dibungkam," tegas
CNRP dalam pernyataannya.
Penasehat Senior Human Rights Working
Groupm HRWG, Rafendi Jamin mengatakan, ASEAN secara normatif sebenarnya
punya peluang untuk memperbaiki situasi demokrasi di Kamboja dan negara
ASEAN lainnya.
Peluang itu di antaranya Visi ASEAN 2025 yang di
dalamnya ada aksi politik. Berikutnya, tahun 2015 ASEAN punya badan yang
namanya ASEAN Recognise Election Monitoring Network. Namun, rekomendasi
agar badan monitoring pemilu ASEAN agar menjadi badan efektif dan
kredibel untuk melakukan monitoring belum ada.
"Apakah ada badan monitoring ASEAN resmi melakukan monitoring pemilu ke Kamboja? Saya kira belum ada," kata Rafendi.
Proses pemilu Kamboja
menjadi tantangan ASEAN untuk memajukan demokrasi, setelah demokrasi
juga gagal diwujudkan di Thailand yang sampai sekarang belum diadakan
pemilu seperti janji pemerintah, kemudian situasi di Filipina dan
Myanmar.
Manila, Filipina (CB) - Bom mobil dengan kekuatan besar
yang diduga dipasang di satu kendaraan meledak pada Selasa di Pulau
Basilan, Filipina Selatan, sehingga menewaskan enam orang --termasuk
seorang tentara dan empat anggota milisi.
Satu laporan militer mengatakan serangan tersebut terjadi pada pukul
05.50 waktu setempat di satu desa di Kota Lamitan, Basilan, provinsi
pulau di lepas pantai Mindanao.
Laporan mengenai ledakan itu menyebutkan "satu mobil berwarna putih"
meledak di pos pemeriksaan militer di Desa Colonia di Kota Lamitan.
"Saat tentara melakukan pemeriksaan, van tersebut tiba-tiba meledak
sehingga menewaskan seorang prajurit dan empat (anggota milisi) serta
melukai dua anggota militer lagi," kata laporan itu seperti dikutip
Xinhua.
Militer menyatakan gerilyawan Abu Sayyaf diduga berada di belakang serangan tersebut.
Kelompok Abu Sayyaf adalah kelompok kecil yang melakukan kekerasan yang
beroperasi di pinggir barat Pulau Mindanao di Filipina Selatan serta di
Kepulauan Sulu --yang membentang dari Mindanao. Mereka memiliki nama
buruk karena melakukan pemboman di Filipina Selatan.
Kelompok itu telah berjanji setia kepada ISIS dan telah melakukan
penculikan untuk minta tebusan baik orang Filipina maupun warga negara
asing.
Pemerintah menyatakan kelompok tersebut, yang didirikan pada 1990-an,
diduga menawan sejumlah sandera di hutan Basilan dan Sulu, kubu mereka.
Abu Sayyaf membantu gerilyawan Maute dalam menyerang Kota Marawi pada
Mei tahun lalu, sehingga menyulut pertempuran sengit selama lima bulan
sehingga menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Rompi Bom Bunuh Diri (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)
Jalalabad, Afghanistan (CB) - Sebuah bom bunuh diri di
Provinsi Nangarhar, kawasan timur Afghanistan, menewaskan sedikitnya
empat orang, termasuk seorang komandan milisi lokal yang dikenal
penentang utama kelompok bersenjata ISIS, kata otoritas setempat pada
Senin.
Sang pelaku bom bunuh diri nampak sengaja menyasar Hayat Khan, tetua
suku lokal dan seorang komandan milisi lokal di distrik Bahsood di
Nangarhar, kata juru bicara pemerintahan provinsi setempat, Attaullah
Khogyani, lapor Reuters.
"Haji Hayat Khan adalah tokoh tetua suku yang dihormati dan memainkan
peran penting dalam peperangan melawan ISIS," kata seorang anggota dewan
parlemen provinsi, Sohrab Qaderi.
"Dia adalah benteng yang kuat dalam menahan ekspansi ISIS di provinsi Nangarhar," kata Qaderi.
Sebelumnya, serangkaian serangan bersenjata mengacaukan Nagarhar,
provinsi yang berbatasan langsung dengan Pakistan dan menjadi tempat
kelahiran pertama ISIS di Afghanistan pada akhir tahun 2014.
Menteri
Luar Negeri Iran Mohammad, Javad Zarif menyatakan, pihaknya tidak akan
pernah tunduk pada sanksi Amerika Serikat (AS). Foto/Istimewa
TEHERAN
- Menteri Luar Negeri Iran Mohammad, Javad Zarif menyatakan, pihaknya
tidak akan pernah tunduk pada sanksi Amerika Serikat (AS). Dia menyebut,
Iran memiliki pengalaman untuk selamat dari sanksi AS.
"Presiden
AS dan para pendahulunya telah menjatuhkan sanksi pada kami selama
sekitar 40 tahun. Tetapi dengan anugerah Allah dan upaya rakyat Iran,
kami telah membuat kemajuan, mencapai martabat hari demi hari dan
melewati semua kesulitan," kata Zarif.
"Kami percaya dunia telah
sampai pada kesimpulan bahwa AS perlu menghentikan kecanduannya terhadap
sanksi," sambungnya, saat berbicara di depan perwakilan pengusaha dan
Duta Besar Iran, seperti dilansir Sputnik pada Senin (30/7).
Sebelumnya,
Zarif mengatakan bahwa AS menjadi terbiasa menerapkan sanksi terhadap
negara-negara lain. Dia menyatakan, Teheran akan membuat Washington
melepaskan kecanduan tersebut.
Zarif menyatakan, Iran memiliki
sumber daya yang cukup untuk memaksa AS menghentikan kecanduan untuk
menjatuhkan sanksi kepada negara lain dan menyebut bahwa negara lain
juga sudah mulai muak dengan sikap AS tersebut.
"Kami memiliki
kekuatan yang cukup untuk menunjukkan kepada AS bahwa mereka harus
meninggalkan kecanduan ini. Kami percaya bahwa dunia telah sampai pada
kesimpulan bahwa AS harus mengatasi ketergantungannya pada sanksi,"
ungkap Zarif.
Diplomat Iran itu, kemudian menekankan bahwa sudah
saatnya Uni Eropa (UE) bertindak untuk kepentingan negara-negara
anggotanya dan berhenti membabi buta mengikuti kebijakan Presiden AS,
Donald Trump.
Presiden
Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi mendesak opini publik Israel untuk
memanfaatkan peluang besar yang tersedia untuk mencapai kata damai
dengan Palestina. Foto/Reuters
KAIRO
- Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi mendesak opini publik Israel
untuk memanfaatkan peluang besar yang tersedia untuk mencapai
kesepakatan damai dengan pihak Palestina.
"Saya menyampaikan
pendapat publik Israel, bahwa ada peluang besar untuk perdamaian dan
stabilitas nyata di kawasan ini dengan mencari solusi untuk masalah ini.
Solusi ini sama sekali tidak akan melawan keamanan dan stabilitas
Anda," ucap Sisi, seperti dilansir Xinhua pada Senin (30/7).
Berkaitan
tentang "Kesepakatan Abad Ini" yang disponsori Amerika Serikat (AS)
untuk solusi terhadap konflik Israel-Palestina, Sisi menegaskan kembali
posisi tetap Mesir yang mendukung pembentukan negara Palestina merdeka
dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya berdasarkan perbatasan
pra-1967 dan resolusi PBB yang relevan.
"Apa yang disebut dengan
"Kesepakatan Abad Ini" adalah istilah media daripada politik. Kami tidak
dapat menerima apa pun yang tidak diterima Palestina dan kami mendukung
apa yang dapat mereka terima," ucapnya.
Presiden Mesir
mengatakan, Mesir sedang berusaha untuk menengahj pembicaraan guna
mencapai rekonsiliasi antar-Palestina, agar memiliki kepemimpinan yang
bersatu untuk melakukan negosiasi mengenai perjuangan Palestina.
CB, Jakarta - Qatar
dituduh melakukan kampanye negatif untuk memenangkan tawaran menjadi
tuan rumah Piala Dunia 2022. Tuduhan menyebut mantan agen CIA terlibat
memenangkan Qatar melawan negara-negara pesaing seperti Australia dan
Amerika Serikat.
Dilansir dari Russia Today, 30 Juli
2018, yang mengutip sebuah surat kabar Inggris Sunday Times yang
melaporkan bahwa mereka telah memperoleh dokumen yang menunjukkan bahwa
Qatar, negara Arab pertama yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia,
mengamankan layanan dari sebuah perusahaan Public Relation yang berbasis
di Amerika Serikat, serta mantan agen CIA untuk memprovokasi kampanye
negatif yang memancing reaksi publik terhadap negara pesaing.
Tujuan
kampanye adalah untuk menciptakan narasi bahwa tawaran, termasuk dari
Korea Selatan dan Jepang, tidak didukung secara memadai di dalam negeri.
Akhirnya tawaran memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pada
2010.
Gambar
desain Stadion Al Wakrah di Qatar, yang dirancang oleh mendiang Zaha
Hadid. Stadion megah ini akan digunakan pada ajang Piala Dunia 2022.
REUTERS
Qatar menolak tuduhan ini dan jika benar
ada kampanye negatif, maka Qatar akan melanggar aturan penawaran FIFA,
yang melarang "pernyataan tertulis atau lisan apa pun, apakah merugikan
atau sebaliknya, tentang tawaran atau pencalonan anggota asosiasi lain."
Dilansir
dari Daily Star, laporan menyebut kampanye negatif termasuk
mempengaruhi keputusan kongres AS pada dampak buruk dari Piala Dunia
jika diselenggarakan di Amerika, serta membayar seorang profesor AS
senilai US$ 9.000 atau Rp 129 juta untuk menyusun laporan ilmiah tentang
beban ekonomi dari Piala Dunia.FIFA telah menyelesaikan
penyelidikan dua tahun terhadap korupsi terkait tawaran Piala Dunia
Qatar. Setelah investigasi selesai, Qatar dinyatakan bersih, tetapi
dokumen-dokumen ini tidak tersedia selama proses penyelidikan.
Sebuah
proyek pembangunan stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, 26
Maret 2016. Proyek pembangunan dan renovasi stadion Khalifa tersebut,
guna menyambut perhelatan sepakbola terbesar di dunia, Piala Dunia 2022
di Qatar. REUTERS
Komite Tertinggi untuk Pengiriman dan Warisan Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi menolak setiap tuduhan yang diajukan oleh Sunday Times.
"Kami
telah diselidiki secara menyeluruh dan telah memberikan semua informasi
yang terkait dengan tawaran kami, termasuk penyelidikan resmi yang
dipimpin oleh pengacara AS Michael Garcia," katanya. "Kami telah secara
ketat mematuhi semua aturan dan peraturan FIFA untuk Dunia 2018/2022
selama proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia."Sementara
FIFA menegaskan kembali bahwa tidak ada kesalahan ditemukan dalam
penyelidikan korupsi yang dilakukan selama dua tahun.
Pangkalan militer Amerika Serikat di Niger. [AP Photo/Carley Petesch]
CB, Jakarta - Amerika Serikat mulai mengerahkan sejumlah drone bersenjata ke Niger,
negara di sebelah barat Afrika, awal tahun ini untuk menghadapi militan
Islam. Keterangan tersebut disampaikan sumber militer Amerika Serikat,
Senin, 30 Juli 2018, seperti dikutip Reuters.
Pemerintah
Niger memberikan izin kepada pasukan Amerika Serikat pada November 2017
untuk mengirimkan drone bersenjata, namun kabar tersebut belum ada yang
memberikan kofirmasi. Sebelumnya, Amerika Serikat mengerahkan drone ke
Niger digunakan hanya untuk memata-matai.
Drone
multi misi Predator C Avenger memiliki ketahanan terbang yang lama
dengan ketinggian sedang hingga tinggi (long-endurance,
medium-to-high-altitude). Avenger dapat melakukan misi intelligence,
surveillance, reconnaissance (ISR) dengan cakupan wilayah yang luas dan
misi penyerangan target di darat atau laut. thedrive.com
Reuters melaporkan, kehadiran militer Amerika Serikat ke
Niger meningkat dalam beberapa tahun ini. Hal itu menunjukkan bahwa
Amerika Serikat menaruh perhatian tinggi atas munculnya kelompok militan
di kawasan negara di Afrika Barat tersebut.
Berbeda
dengan pendahulunya, drone generasi ketiga keluarga Predator ini sudah
menggunakan mesin jet dan teknologi siluman, sehingga sulit dideteksi
musuh. Predator C Avenger dapat dioperasikan dengan menggunakan stasiun
kontrol darat Predator A dan B, dengan menambahkan perangkat lunak baru.
ga-asi.com
"Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah
Niger mengenai pengiriman pesawat mata-mata bersenjata untuk merespon
ancaman keamanan," kata Samantha Reho, juru bicara Komando Afrika
Amerika Serikat, kepada Associated Press.
Sebuah penyerangan yang dilancarkan oleh ISIS di Niger barat pada Oktober 2017 menewaskan emat tentara Amerika Serikat. Kelompok Jihad yang berbasis di Mali juga melakukan serangan terhadap fasilitas militer dan sipil.
Kombinasi foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. (AP Photo)
CB, Jakarta - Mayoritas warga Amerika Serikat menentang jika AS berencana berperang dengan Iran.
Ini merupakan hasil survei yang dilakukan setelah muncul isu AS
berencana menyerang Iran seiring meningkatnya ketegangan dua negara.
Dilansir
dari Russia Today, 29 Juli 2018, hanya 23 persen responden dari survei
yang dilakukan oleh HuffPost/YouGov, yang dirilis pada Jumat, 27 Juli,
yang mendukung rencana AS berperang dengan Iran. Namun lebih dari dua
kali lipatnya, atau 53 persen tidak mendukung skenario perang, termasuk
37 persen dari responden "yang sangat menentang".
Terlepas
dari kenyataan bahwa kebanyakan orang Amerika Serikat setuju dengan
Trump bahwa Iran bukan teman AS, mereka tidak mendukung pendekatannya
yang intimidatif menurut survei tersebut. Sekitar 43 persen menolak cara
pemimpin AS atas pendekatan yang berkaitan dengan Iran, sementara 36
persen mendukungnya. Selain itu, lebih dari sepertiga menganggap
tindakan Trump hanya memperburuk situasi yang sudah tegang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner
Jajak
pendapat itu dilakukan setelah Amerika Serikat dan Iran saling
melontarkan ancaman. Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan
bahwa perang dengan Iran akan menjadi “ibu dari segala perang”, sebagai
balasan atas pernyataan Trump yang menyebut Iran akan menanggung resiko
yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah jika mengancam AS.
Setelahnya komandan Pasukan elit Garda Revolusi Iran, memperingatkan AS
bahwa melawan Iran dengan kekuatan militer akan menghancurkan semua yang
AS miliki.
Pada Jumat, ABC melaporkan tokoh senior di
pemerintahan Australia mengatakan bahwa AS sedang mempersiapkan untuk
membom fasilitas nuklir Iran dan serangan kemungkinan dilakukan pada
awal bulan depan. Baik Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan
Menteri Pertahanan AS James Mattis kemudian menolak klaim tersebut.
"Saya
tidak tahu di mana orang-orang Australia mendapat informasi itu. Saya
yakin itu bukan sesuatu yang sedang dipertimbangkan saat ini dan saya
pikir itu benar-benar fiksi," kata Mattis, seperti dikutip dari ABC.
Hubungan AS-Iran
telah memburuk sejak AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan
nuklir 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan
(JCPOA), pada Mei lalu. Langkah Amerika Serikat memicu kecaman
internasional, termasuk dari negara Eropa yang juga menjadi anggota
kesepakatan nuklir tersebut.
Pencarian ekstensif gagal untuk menemukan bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang.
Foto: Reuters/Andrew Winning
Tim investigasi tak dapat memastikan penyebab hilangnya pesawat MH370.
CB,
KUALA LUMPUR -- Penyebab hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370
masih menjadi misteri. Tim investigasi MH370 menyatakan tak dapat
mengetahui secara pasti penyebab hilangnya pesawat tersebut.
"Tim tak dapat menentukan penyebab sebenarnya hilangnya MH370.
Jawabannya hanya bisa disimpulkan bila bangkai (pesawat) ditemukan,"
kata Ketua Tim Investigasi MH370 Kok Soo Chon pada Senin (30/7).
Berdasarkan
laporan final yang telah dirilis tim investigasi, sulit mengaitkan
perubahan arah atau rute pesawat MH370 dengan kegagalan sistem tertentu.
"Lebih mungkin manuver semacam itu disebabkan oleh sistem yang
dimanipulasi," kata laporan tersebut.
Laporan pun menyebut
bahwa tak ada bukti yang menunjukkan bahwa MH370 menghindari radar.
Kemudian tak ada bukti kejanggalan atau perubahan perilaku dari para kru
pesawat. Tanpa bantuan perekam data kokpit, tim penyelidik hanya
menebak apa yang terjadi sesaat sebelum MH370 menghilang.
Dengan
dirilisnya laporan final tersebut, pencarian MH370 akan dihentikan
tanpa batas waktu yang ditentukan. Pemerintah Malaysia baru akan
melanjutkan pencarian bila bukti atau petunjuk baru terungkap.
Pada
Januari lalu, Pemerintah Malaysia menyetujui upaya terbaru untuk
menemukan puing-puing atau bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 di
Samudera Hindia. Misi pencarian tersebut dilakukan oleh perusahaan
eksplorasi dasar laut asal Amerika Serikat (AS) Ocean Infinity.
Ocean
Infinity menanggung semua biaya selama proses pencarian bangkai pesawat
dilakukan. Perusahaan tersebut hanya akan menerima bayaran dari
Pemerintah Malaysia jika betul-betul berhasil menemukan bangkai MH370.
Pemerintah Malaysia memutuskan menghentikan proses pencarian pada akhir
Mei lalu.
Pesawat Malaysia Airline MH370 hilang pada Maret
2014. Pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing itu mengangkut 227
penumpang dan 12 awak. Pesawat tersebut diperkirakan telah berpindah
ribuan mil jauhnya dari Samudra Hindia selatan sebelum membentur pantai
Australia Barat. Hilangnya pesawat MH370 telah menjadi salah satu
misteri penerbangan terbesar di dunia.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jeremy Hunt
(kiri) berjabat tangan dengan Menlu Cina Wang Yi ketika mereka berpose
untuk foto sebelum pertemuan mereka di Wisma Negara Diaoyutai di
Beijing, Senin, 30 Juli 2018.
Foto: AP Photo/Andy Wong, Pool
Ini merupakan kunjungan luar negeri pertama Menlu Inggris Jeremy Hunt sejak diangkat
CB,
BEIJING -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris yang baru, Jeremy Hunt,
secara mengejutkan membuat kesalahan dalam kunjungan pertamanya ke luar
negeri pada Senin (30/7) waktu setempat. Hunt menyebut bahwa istrinya
yang berkewarganegaraan Cina dengan sebutan 'orang Jepang'.
Menyadari kesalahannya itu, dirinya menyebut bahwa hal itu merupakan
kesalahan yang fatal. "Istri saya orang Jepang..istri saya orang Cina.
Ucapan saya barusan kesalahan yang sangat buruk," katanya kepada Menteri
Luar Negeri Cina Wang Yi sepertii dilansir DW, Senin (30/7).
Ia
menambahkan bahwa istrinya keturunan Cina dan anak-anaknya separuh
Cina. Ia juga mengaku memiliki kakek dan nenek yang merupakan etnis Cina
yang tinggal di Xian serta memiliki hubungan kuat dengan keluarga di
Cina.
Kesalahan yang dilakukan Hunt tersebut dinilai
lantaran dirinya pernah berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di Jepang
selama dua tahun. Ia juga fasih bahasa Jepang.
Hunt
menggantikan Boris Johnson yang sebelumnya menjabat sebagai menteri luar
negeri Inggris. Johnson mengundurkan diri karena rancangan Brexit
Perdana Menteri Theresa May.
Hubungan Cina dan Jepang
diketahui tengah memanas di tengah konflik Laut Cina Timur. Beijing
baru-baru ini juga menuduh Jepang telah mengacaukan stabilitas regional
karena telah bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam hal pertahanan.
Jejak-jejak
rudal pencegat dari sistem David's Sling Israel yang ditembakkan untuk
menghalau kedua roket Suriah pada Senin (23/7/2018). Foto/Times of
Israel
TEL AVIV
- Militer Israel pada pekan lalu menyatakan rudal interspetor dari
sistem David's Sling menghalau dua roket Suriah di dekat wilayah utara
negara Zionis tersebut. Namun, Tel Aviv berbohong karena faktanya
senjata pencegat itu gagal menembak kedua roket militer Damaskus.
Meski
gagal menjatuhkan dua misil Suriah, Pasukan Pertahanan Israel (IDF)
membela keputusan peluncuran rudal interseptor David's Sling sebagai
keputusan yang benar. Menurut IDF, kegagalan itu merupakan masalah
teknis.
"Dalam beberapa hari terakhir, penyelidikan operasional
lengkap dilakukan oleh Angkatan Udara, yang menemukan bahwa proses
pengambilan keputusan untuk mengidentifikasi ancaman, mengingat waktu
yang singkat, adalah benar," kata IDF dalam sebuah pernyataan hari Senin
(30/7/2018).
Alasan teknis mengapa rudal pencegat gagal mencapai
target, yang ditembakkan dari Suriah, tidak dapat dipublikasikan karena
masalah keamanan. "Pelajaran yang diambil dari investigasi ini akan
diimplementasikan dalam sistem pertahanan udara," lanjut pernyataan IDF,
seperti dikutip Times of Israel.
Dua
roket Suriah yang jadi sasaran senjata Israel sejatinya bagian dari
pertempuran internal di barat daya negara yang dipimpin Presiden Bashar
al-Assad tersebut. Namun, kedua roket itu telah memicu sirene di seluruh
Israel utara pada Senin pagi pekan lalu.
Proyektil yang
ditembakkan dari Suriah diidentifikasi sebagai roket OTR-21 Tochka
buatan Rusia yang juga dikenal sebagai rudal SS-21 Scarab. Senjata
militer Damaskus ini mampu membawa hulu ledak 500 kilogram (0,5 ton) dan
memiliki jangkauan 100 kilometer (60 mil).
Misil pencegat yang
ditembakkan dari sistem David's Sling dihancurkan militer Israel di
udara. Sedangkan salah satu roket Suriah jatuh di wilayah negara Assad,
satunya lagi tak diketahui lokasi pendaratannya.
IDF tak
menjelaskan nasib roket kedua Suriah. Tak lama setelah insiden itu,
pesawat jet tempur IDF diterbangkan ke wilayah utara Israel, namun
misinya juga tak diungkap.
"(IDF) tidak dapat berkomentar tentang kegiatan angkatan udara," imbuh pernyataan militer Tel Aviv.
Peluncuran
rudal pencegat itu merupakan aksi perdana sistem David's Sling, meski
sistem itu sejatinya sudah resmi beroperasi sejak tahun lalu.
David's Sling membentuk lapis tengah jaringan pertahanan anti-rudal Israel yang berlapis-lapis.
Lapisan
terendah adalah sistem Iron Dome, yang mampu mencegat roket jarak
pendek, kendaraan udara tak berawak kecil dan mortir seperti yang
ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza atau dari Lebanon selatan. Di
bagian atasnya adalah sistem Arrow 2 dan Arrow 3, yang dimaksudkan untuk
menghalau rudal balistik jarak jauh.
David's Sling bertujuan untuk mengisi kesenjangan antara sistem-sistem
anti-rudal yang sudah ada. Senjata pertahanan ini diklaim efektif untuk
melawan rudal Fateh 110 Iran yang setara dengan rudal M600 Suriah.
Kedua
jenis rudal itu, menurut militer Israel, terlihat digunakan dalam
perang sipil Suriah dan diketahui berada di gudang senjata kelompok
Hizbullah.