
Menteri Perindustrian Airlangga
Hartarto bertemu dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg di sela-sela APEC
Business Advisory Council pada rangkaian KTT APEC 2016 di Lima, Peru.
Jakarta (CB) - Para anggota pakta dagang perdagangan
bebas Asia Pasifik (TPP) yang ditinggalkan Amerika Serikat telah sepakat
membentuk sebuah kerangka baru tanpa melibatkan AS. Kerangka baru ini
disepakati setelah beberapa hari terakhir gagal untuk menghidupkan pakta
dagang bebas itu, kata Perdana Menteri Kanada Francois-Philippe
Champagne.
Francois-Philippe Champagne menyambut baik terobosan itu lewat cuitan berbunyi "kemajuan besar". Dia menyatakan pemerintahannya telah menyepakati "sebuah kerangka untuk Kemitraan Progresif dan Komprehensif Trans Pasifik yang baru" setelah menyingkirkan klausa-klausa buruh dan lingkungan yang terlalu kaku.
Elemen-elemen itu sempat tercampakkan oleh penarikan diri secara tiba-tiba AS dari pakta itu belum lama tahun ini, dan itu memaksa 11 negara anggota TPP mempertimbangkan kembali prinsip-prinsip kesepakatan untuk akses ke perekonomian terbesar di dunia itu.
Setelah melewati rangkaian pembicaraan di sela KTT APEC di Danang, Sabtu ini sebelas negara TPP berhasil menelurkan terobosan, yang dilakukan satu hari setelah Donald Trump kembali beretorika soal 'America First' di hadapan para pemimpin dunia.
Kanada menyatakan "masih banyak masalah yang mengganjal Kanada" namun negaranya menyambut baik kesepakatan baru itu di mana perlindungan lingkungan dan buruh berkaitan dengan pasar yang lebih bebas.
Kanada telah berusaha keras memperjuangkan klausa progresif itu. Namun Kanada kurang atraktif di mata negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, Chile dan Peru yang aksesnya ke pasar AS telah ditarik.
Jepang, perekonomian terbesar ketiga di dunia, sangat aktif mendorong konsensus yang cepat karena khawatir penundaan malaj akan meruntuhkan pakta dagang bebas Asia Pasifik itu, demikian AFP.
Francois-Philippe Champagne menyambut baik terobosan itu lewat cuitan berbunyi "kemajuan besar". Dia menyatakan pemerintahannya telah menyepakati "sebuah kerangka untuk Kemitraan Progresif dan Komprehensif Trans Pasifik yang baru" setelah menyingkirkan klausa-klausa buruh dan lingkungan yang terlalu kaku.
Elemen-elemen itu sempat tercampakkan oleh penarikan diri secara tiba-tiba AS dari pakta itu belum lama tahun ini, dan itu memaksa 11 negara anggota TPP mempertimbangkan kembali prinsip-prinsip kesepakatan untuk akses ke perekonomian terbesar di dunia itu.
Setelah melewati rangkaian pembicaraan di sela KTT APEC di Danang, Sabtu ini sebelas negara TPP berhasil menelurkan terobosan, yang dilakukan satu hari setelah Donald Trump kembali beretorika soal 'America First' di hadapan para pemimpin dunia.
Kanada menyatakan "masih banyak masalah yang mengganjal Kanada" namun negaranya menyambut baik kesepakatan baru itu di mana perlindungan lingkungan dan buruh berkaitan dengan pasar yang lebih bebas.
Kanada telah berusaha keras memperjuangkan klausa progresif itu. Namun Kanada kurang atraktif di mata negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, Chile dan Peru yang aksesnya ke pasar AS telah ditarik.
Jepang, perekonomian terbesar ketiga di dunia, sangat aktif mendorong konsensus yang cepat karena khawatir penundaan malaj akan meruntuhkan pakta dagang bebas Asia Pasifik itu, demikian AFP.
Credit antaranews.com


Jokowi Beri Nama Nurtanio ke Pesawat N219. Foto: Dok. PTDI
Ini Alasan Jokowi Beri Nama Nurtanio ke Pesawat N219. Foto: Dok. PTDI
Canggihnya Nurtanio, Pesawat N219 Buatan Bandung. Foto: Hendra Kusuma


Ibrahim
al-Assaf ditangkap atas dugaan korupsi perluasan Masjidil Haram.
Ibrahim al-Assaf yang juga direksi perusahaan minyak Saudi Aramco diduga
melakukan penggelapan dan mendapat keuntungan dari proyek perluasan
Masjidil Haram di Mekkah. Terkait proyek perluasan ini, Ibrahim al-Assaf
diduga memanfaatkan posisinya untuk mendapat keuntungan dalam transaksi
tanah. Namun belum ada detail lebih lanjut mengenai kasusnya.
Mantan
Gubernur Riyadh Pangeran Turki bin Abdullah dituduh melakukan korupsi
proyek Metro di Riyadh. Pangeran Turki dianggap telah memberikan kontrak
kepada perusahannya sendiri. Tak disebutkan berapa besar proyek
tersebut.
Pangeran
Miteb bin Abdullah yang juga Menteri Garda Nasional ditangkap oleh
Komite Anti-Korupsi Saudi karena diduga terlibat korupsi pengadaan
Walkie-Talkie senilai USD10 miliar (sekitar Rp135,2 triliun). Pangeran
Miteb diduga memberikan kontrak palsu kepada perusahaannya sendiri untuk
menggarap proyek tersebut. Selain itu, Pangeran Miteb juga diduga
terlibat dalam kongkalikong pengadaan perlengkapan militer antipeluru
senilai miliaran riyal. Miteb dianggap telah melakukan penggelapan dan
mempekerjakan karyawan 'hantu'.
Pangeran
Fahd adalah lulusan Staf Angkatan Laut AS dan Komando College. Dia
memegang gelar master dalam ilmu militer. Dia memiliki aktivitas bisnis
saat bertugas di pos ini. Dia menjadi komandan angkatan laut di Royal
Saudi Navy pada April 2002. Pada 20 April 2013, dia ditunjuk sebagai
wakil Menteri Pertahanan. Namun pada 17 Agustus 2013 dia digantikan oleh
Salman bin Sultan, putra almarhum Pangeran Sultan.
Turki
bin Nasser menjadi kepala operasi staf udara, proyek perisai perdamaian
dan proyek hawk perdamaian pada 1994. Dirinya kemudian menjabat sebagai
wakil komandan di Royal Saudi Air Force pada 1996. Setelah meninggalkan
angkatan udara, Turki bin Nasser dijadikan kepala presidensi
meteorologi dan lingkungan. The Guardian melaporkan Turki bin Nasser
memiliki hampir 200 mobil klasik, sebuah jet bisnis pribadi Boeing 20
juta pound, sebuah kapal pesiar besar, sebuah rumah mewah di Beverly
Hills dan beberapa rumah di berbagai kota seperti Barcelona, Riyadh,
Dharan dan London. Rumahnya di London adalah di Sussex Square, dekat
kawasan elite Hyde Park.
Adel
bin Muhammad Fakeih adalah seorang insinyur dan mantan Wali Kota
Jeddah. Jabatan yang pernah didudukinya antara lain Menteri Tenaga Kerja
(2010-2015), Menteri Kesehatan (2014) dan pada April 2015 diangkat
sebagai Menteri Ekonomi. Di luar pemerintahan, Fakieh adalah ketua Al
Jazeera Bank dan anggota dewan direksi Perdagangan dan Industri Kamar
Dagang di Jeddah. Dia menjabat sebagai anggota komisi berbagai
organisasi. Dalam laporannya situs marcopolis.net pada 2015 memasukkan
nama Fakeih sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Arab
Saudi. Kekayaan Fakieh ditaksir mencapai USD470 juta.
Khalid
al-Tuwaijri adalah Ketua Pengadilan Royal Arab Saudi di bawah Raja
Abdullah dan merupakan pemimpin tertinggi non-pangeran hingga
dilengserkan di era kekuasaan Raja Salman pada 2015. Raja Abdullah
menunjuknya sebagai Kepala Pengadilan Kerajaan pada 9 Oktober 2005.
Seiring waktu, ia juga menjadi Kepala Garda Kerajaan dan beberapa posisi
pengadilan lainnya. Di mata para penentangnya, al-Tuwaijiri dituduh
berusaha "menghancurkan negara dan menjalankan "proyek westernisasi" di
Arab Saudi.
Amr
Al-Dabbagh adalah seorang pengusaha, mantan menteri, dan penulis. Dia
adalah ketua dan CEO Grup Al-Dabbagh yang berbasis di Jeddah. Al-Dabbagh
adalah pendiri Yayasan Bintang, sebuah nirlaba yang ditujukan untuk
membantu anak-anak kurang beruntung, serta manajer di Philanthropy
University, Massive Open Online Course (MOOC) yang menjalin kerja sama
dengan Haas School of Business di University of California, Berkeley.
Mengutip
Al Jazeera, Komandan Angkatan Laut Arab Saudi Abdullah al-Sultan
digantikan oleh Fahad al-Ghali. Namun tidak ada alasan jelas soal
penyebab penggantiannya.
Bakr
bin Laden adalah anak dari pendiri SBG, Sheikh Mohammed bin Laden
Sayyid. Ayah Bakr memiliki sejumlah anak yang salah satunya Osama bin
Laden. SBG merupakan perusahaan konstruksi multinasional yang
'bermarkas' di Jeddah. SBG juga mengerjakan sejumlah proyek strategis
pemerintah. Pada 11 September 2015, terjadi kecelakaan crane proyek SBG
di Masjidil Haram, Mekkah. Sebanyak 118 orang tewas dan 400 lainnya
mengalami luka-luka. Akhir Oktober 2017 lalu Pengadilan Arab Saudi
memutuskan SBG sebagai penanggung jawab crane yang jatuh di Mekah dua
tahun lalu, tak perlu membayar ganti rugi terhadap korban karena
dianggap sebagai bencana alam.
Mohammad
al-Tobaishi adalah mantan kepala protokol di Royal Court. Saat ini
dirinya memimpin Valia Investments Inc, sebuah perusahaan modal ventura.
Seorang
pengusaha Arab Saudi dan ketua Middle East Broadcasting Centre (MBC).
Dia adalah pemilik saluran TV komersial pertama yang sukses di Timur
Tengah. Dia sebelumnya menolak untuk menjual stasiun TV MBC-nya ke putra
mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman.
Saoud al-Daweesh adalah mantan CEO Saudi Telecom Company SJSC (7010.SE) pada 2009. Namun pada 2012, Saoud mengundurkan diri.
Miliarder
Saudi yang memiliki kekayaan bersih per April 2016 diperkirakan
mencapai USD2,1 miliar. Dia adalah ketua dan pendiri Grup Dallah al
Baraka (DBHC), salah satu konglomerat terbesar di Timur Tengah. Dia juga
ketua Dewan Umum Bank Syariah dan Kamar Dagang Jeddah.
Miliarder
keturunan Etiopia dan Arab Saudi. Pada 2016 oleh Forbes kekayaan
bersihnya ditaksir sekitar USD10,9 miliar. Dia juga tercatat sebagai
orang terkaya di Ethiopia, warga negara Arab Saudi terkaya kedua di
dunia dan orang kulit hitam terkaya kedua di dunia. Kekayaannya berasal
dari bisnis real estate dan minyak. Dia adalah investor asing individual
terbesar di Ethiopia dan investor besar di Swedia.






