Jumat, 09 Juni 2017

Mesir Desak PBB Investigasi Qatar Beri USD1 Miliar ke Teroris



Mesir Desak PBB Investigasi Qatar Beri USD1 Miliar ke Teroris
Qatar dituding memberikan uang tebusan sebesar USD1 miliar kepada kelompok teroris. Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian
 

NEW YORK - Mesir mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membuka penyelidikan terhadap Qatar. Negara kaya itu diduga memberikan USD1 miliar kepada kelompok teroris yang aktif di Irak sebagai uang tebusan.

Pada hari Senin, Financial Times melaporkan bahwa Qatar membayar USD1 miliar untuk membebaskan anggota keluarga kerajaannya yang diculik di Irak saat berburu.

Komandan kelompok militan dan pejabat pemerintah di wilayah tersebut mengatakan kepada Financial Times bahwa Doha menghabiskan uangnya dalam sebuah transaksi yang menjamin pembebasan 26 anggota partai elit Qatari di Irak selatan dan sekitar 50 militan ditangkap oleh jihadis di Suriah.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Qatar memberikan uang itu kepada dua kelompok yang masuk dalam daftar hitam Timur Tengah. Keduanya mempunyai afiliasi dengan al-Qaeda yang bertempur di Suriah dan pejabat keamanan Iran.

Qatar telah mencoba menolak untuk memberikan uang tebusan untuk menjamin pembebasan 26 warganya, termasuk anggota keluarga kerajaan, yang diculik di Irak oleh kelompok bersenjata tak dikenal di Irak. Warga Qatar di bebaskan pada bulan April, sekitar 18 bulan setelah mereka diculik dalam perjalanan berburu di Irak selatan.

"Di mana-mana ada kabar bahwa Qatar membayar sampai USD1 miliar ke kelompok teroris yang aktif di Irak untuk membebaskan anggota keluarga kerajaannya," kata diplomat senior Mesir di PBB, Ihab Moustafa Awad Moustafa, kepada Dewan Keamanan seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (9/6/2017).

"Pelanggaran resolusi Dewan Keamanan ini, jika terbukti benar, pasti akan berdampak negatif terhadap upaya kontra-terorisme di lapangan," katanya.

"Kami mengusulkan agar dewan tersebut melancarkan investigasi komprehensif terhadap insiden ini dan insiden serupa lainnya," imbuhnya.

Resolusi Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada negara-negara untuk mencegah para teroris memperoleh manfaat secara langsung atau tidak langsung dari pembayaran uang tebusan atau dari konsesi politik dan untuk menjamin pelepasan sandera yang aman.

"Kami juga ingin tahu bagaimana Dewan Keamanan dapat menangani pelanggaran tersebut, pelanggaran mencolok terhadap resolusi tersebut," ujar Moustafa.

Misi Qatar di Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera tersedia untuk mengomentari atas permintaan Mesir untuk sebuah penyelidikan.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres siap untuk mendukung upaya diplomatik guna menyelesaikan ketegangan antara Qatar dan negara-negara Teluk Arab lainnya "jika diinginkan oleh semua pihak. Hal itu diungkapkan oleh juru bicaranya.

"Sekretaris Jenderal mengikuti situasi di Timur Tengah dengan keprihatinan mendalam," juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan. 

"Dia mendesak negara-negara di kawasan ini untuk menghindari meningkatnya ketegangan dan berupaya untuk mengatasi perbedaan mereka," tukasnya.






Credit  sindonews.com


Filipina Buru 200 Pendukung Militan Maute, Termasuk Politikus


Filipina Buru 200 Pendukung Militan Maute, Termasuk Politikus Militer memburu sekitar 200 orang termasuk politikus-politikus yang diduga mendukung kelompok militan Maute di Marawi, bagian selatan Filipina. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)


Jakarta, CB -- Seorang politikus lokal ditangkap dan beberapa lainnya diburu polisi karena diduga mendukung kelompok militan Maute yang tengah bertempur dengan militer di Marawi, bagian selatan Filipina.

Pihak berwenang melaporkan, kelompok bersenjata di wilayah itu telah mendapat dukungan dari politikus, bahkan penduduk setempat. Kepala staf militer, Jenderal Eduardo Ano, mengatakan sekitar 200 orang masuk dalam daftar buron mereka.

"Ini adalah kombinasi antara sejumlah nama politikus, warga sipil, dan anggota kelompok Maute beserta pemimpin-pemimpinnya," ucap Ano, Kamis (8/7).

Sejak militan mengibarkan bendera ISIS di Marawi akhir Mei lalu, bentrokan di wilayah bermayoritaskan Muslim itu setidaknya telah menelan hingga 200 korban tewas, termasuk tentara dan warga sipil.

Maute merupakan kelompok militan yang dinamai dari nama pendirinya yakni Maute bersaudara. Kelompok tersebut telah mendeklarasikan berbaiat pada ISIS dan diyakini masih bersembunyi di banyak sudut kota Marawi.

Militer telah menangkap Wali Kota Marawi, Fahad Salic, yang diduga turut memberontak pemerintah pada Rabu (7/6) kemarin. Militer menyebut laporan bahwa Salic mendukung kelompok militan di sana telah muncul jauh sebelum krisis Marawi pecah.

"Jauh sebelumnya, ada laporan bahwa dia [Salic] adalah pendukung setia mereka. Dia menyediakan logistik dan finansial selama bertahun-tahun untuk kelompok Maute," tutur juru bicara militer, Brigadir Jenderal Gilbert Gapay.

Tak sampai disitu, militer juga turut membekuk ayah dari Maute bersaudara, Cayamora Maute, di Davao selatan, kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte yang berjarak 190 kilometer dari Marawi.

Cayamora diboyong ke penjara di Manila, menjauhkan potensi militan di selatan yang berupaya melepaskannya, kata Gapay.

"Cayamora Maute dianggap sebagai salahs atu otak kelompok militan itu," ujar Gapay, seperti dikutip AFP.

Kerusuhan yang telah berlangsung hampir tiga minggu ini membuat Duterte terpaksa mendeklarasikan darurat militer di seluruh Mindanao, provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 20 juta orang.

Wilayah di selatan Filipina itu memang telah lama dilanda pemberontakan separatis yang sedikitnya telah menewaskan lebih dari 120 ribu orang.





Credit  CNN Indonesia






Kejahatan Anti-Muslim Melonjak 5 Kali Lipat Pascateror London


Kejahatan Anti-Muslim Melonjak 5 Kali Lipat Pascateror London 
Wali Kota London, Sadiq Khan, menyebut tingkat kejahatan berdasar kebencian khususnya terhadap umat Muslim mencapai jumlah tertinggi sejak teror London terjadi. (Foto: Reuters/David Gray)


Jakarta, CB -- Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan sentimen dan kejahatan anti-Muslim meningkat lima kali lipat sejak insiden teror di Jembatan London menewaskan delapan orang pada Sabtu pekan lalu.

"Statistik sementara hingga 6 Juni menunjukkan 40 persen peningkatan insiden rasisme, dibandingkan dengan jumlah rata-rata harian pada tahun ini, dan lima kali lipat peningkatan pada jumlah insiden Islamofobia," tutur Khan melalui pernyataan resmi kantornya, Kamis (8/6).

Berdasarkan data kantor wali kota, terdapat 54 insiden rasisme pada Selasa (6/6), jauh meningkat dibandingkan rata-rata 38 insiden per hari pada tahun ini. Dua puluh di antaranya merupakan insiden anti-Muslim yang juga jauh melonjak di atas rata-rata 4 insiden per hari selama 2017.

Menurut Khan, ini bahkan menjadi jumlah tertinggi kejadian Islamofobia di tahun 2017 yang jauh meningkat dibandingkan pascaserangan teror dengan korban 130 jiwa pada November 2015 di Paris.

Melalui akun Facebook-nya, Khan meminta warga untuk tetap bersatu bersama-sama dan mengirimkan pesan tegas bahwa London tidak akan terpecah hanya karena terorisme dan "orang-orang yang berusaha menyakiti kita."

"Selain melakukan segala upaya membasmi ekstremisme, polisi juga tak akan menolerir bentuk kejahatan dan kebencian seperti ini," ucapnya.

Kepolisian Metropolitan London melaporkan telah melakukan sekitar 25 penangkapan terkait pelanggaran kejahatan berdasarkan kebencian sejak Sabtu (3/6).

Aparat keamanan juga dikabarkan telah berkoordinasi dengan berbagai tempat ibadah keagamaan di ibu kota Inggris itu dan meminta mereka melaporkan segala kejadian yang berhubungan dengan kejahatan berdasar kebencian.

"Polisi akan menangani masalah ini dengan serius," ucap Dave Stringer, kepala unit hubungan masyarakat kepolisian London.

Stringer mengatakan, pihaknya memang mendapati tren kejahataan berdasarkan kebencian terus meningkat dari tahun-ke-tahun, menyusul semakin besarnya kemauan korban untuk melaporkan model kejahatan seperti itu.

Meski begitu, masih banyak kejahatan berdasarkan kebencian seperti tindakan rasisme dan diskriminasi yang tidak dilaporkan dan terungkap.

"Kita juga perlu memahami peristiwa di dunia bisa berkontribusi meningkatkan insidne kejahatan berdasar kebencian," kata Stringer seperti dikutip AFP.

Peristiwa di Jembatan London dan Borugh Market pada Sabtu malam menjadi serangan teror terbaru di Inggris. Selama 2017 ini, Inggris telah didera tiga aksi terorisme.

Pada Maret lalu, seorang pria mengemudikan sebuah mobil secara membabi-buta dan menabraki pejalan kaki di Jembatan Westminster. Tak cukup, sang pelaku lalu menikam seorang polisi saat mencoba menerobos masuk ke gedung parlemen. kejadian itu menewaskan lima orang dan melukai 40 lainnya.

Pada 22 Mei lalu, sekitar 22 orang tewas termasuk anak-anak dan remaja saat bom meledak di Manchaster Arena. Saat itu penyanyi pop asal Amerika Serikat Ariana Grande tengah menggela konser di gedung tersebut.




Credit  CNN Indonesia




Al Jazeera Sebut Medianya Diretas Hacker


Al Jazeera Sebut Medianya Diretas Hacker 
ilustrasi (REUTERS/Brendan McDermid)


Jakarta, CB -- Kantor media Qatar Al Jazeera mengaku mengalami insiden peretasan pada Kamis (8/6). Hanya saja, semua entitas dari media yang berbasis di Doha ini diklaim masih tetap beroperasi.

"Seluruh sistem Al Jazeera media network berada dalam seragan siber, baik sistem, website, dan media sosial," tulis Al Jazeera dalam akun Twitternya.

"Ada upaya yang dilakukan untuk meretas sistem keamanan siber Al Jazeera, tapi kami berhasil mengagalkan upaya mereka, dan saat ini semua entitas kami tetap beroperasi," kata seorang karyawan senior yang enggan disebut namanya kepada Reuters.

Mengantisipasi peretasan siber lainnya, stasiun televisi negara Qatar bahkan menutup situsnya untuk sementara. Di akun twitternya, mereka mencuitkan bahwa hal ini dilakukan demi upaya keamanan dari peretasan.

Melalui akun media sosialnya, kantor berita ini mengatakan bahwa mereka sedang menghadapi upaya peretasan yang terus-menerus.

Ini adalah laporan ke-tiga yang dilaporkan dalam 14 bulan terakhir.

Qatar sendiri mengatakan di bulan lalu kantor beritanya telah diretas sehingga mengeluarkan berbagai berita dan pernyataan yang salah sehingga menimbulkan banyak masalah dengan negara Arab lainnya.

Setelah itu, di bulan April, bank nasional Qatar juga mengalami peretasan. Kala itu, mereka mengalami pelanggaran keamanan sehingga data nasabah diunggah secara online, termasuk unggahan soal nama nasabah dan juga kata sandinya. 





Credit  CNN Indonesia





Masa depan Theresa May dalam ketidakpastian


Masa depan Theresa May dalam ketidakpastian
Dokumentasi Perdana Menteri Inggris Theresa May bersiap untuk berbicara kepada media di luar 10 Downing Streetm di pusat London, Inggris, Selasa (18/4/2017). (REUTERS/Stefan Wermuth )



London (CB) - Perdana Menteri Theresa May menghadapi seruan untuk berhenti pada Jumat, setelah pertaruhan pemilihan umum yang dia gelar untuk memenangkan mandat yang lebih kuat menjadi bumerang, dan membuat politik Inggris kacau serta berpotensi menunda dimulainya perundingan Brexit.

Dengan tidak adanya pemenang jelas dari pemungutan suara Kamis, May berjanji menghadirkan stabilitas, sementara saingannya dari Partai Buruh, Jeremy Corbyn, mengatakan May harus mengundurkan diri.
Prediksi terbaru BBC menyebutkan Partai Konservatif May akan memenangkan 318 dari 650 kursi House of Commons, kurang delapan dari mayoritas, sementara oposisi sayap kiri Partai Buruh akan memperoleh 267 - menghasilkan sebuah "parlemen menggantung"--dimana tidak ada partai yang menduduki mayoritas kursi dalam parlemen-- dan potensi jalan buntu.

Sky News juga memperkirakan May kehilangan mayoritasnya dengan memperoleh antara 315 hingga 325 kursi.

"Parlemen yang menggantung adalah hasil terburuk dari perspektif pasar karena ini menciptakan lapisan ketidakpastian menjelang perundingan Brexit dan memecah apa yang sudah pendek batas waktunya untuk mengamankan kesepakatan untuk Inggris," kata Craig Erlam, analis dari perusahaan pialang Oanda di London.

Di tengah kerumitan pembicaraan mengenai kepergian Inggris dari Uni Eropa yang dijadwalkan mulai hanya dalam 10 hari, ada ketidakpastian mengenai siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya dan memberikan arahan fundamental terkait Brexit.

"Pada saat ini, lebih dari apa pun negara ini memerlukan periode stabilitas," kata May yang berwajah muram setelah memenangkan kursi parlemennya di Maidenhead, tenggara Inggris.

"Jika ... Partai Konservatif telah memenangkan kursi paling banyak dan mungkin suara paling banyak, maka akan menjadi kewajiban kita untuk memastikan bahwa kita memiliki periode stabilitas dan itulah yang akan kita lakukan," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.
Sementara Corbyn, setelah memenangi kursi di London utara, mengatakan usaha May untuk memenangkan mandat yang lebih besar telah menjadi bumerang.

"Mandat yang dia dapatkan hilang dari kursi Konservatif, kehilangan suara, kehilangan dukungan dan kehilangan kepercayaan diri," kata Corbyn.

"Saya akan berpikir bahwa cukup bagi dia untuk pergi, sebenarnya, dan memberi jalan bagi pemerintahan yang akan benar-benar mewakili semua orang di negara ini," ujarnya.

Alih-alih, dia mengambil risiko keluar dengan aib setelah hanya 11 bulan di No.10 Downing Street, yang akan menjadi masa jabatan tersingkat bagi perdana menteri di negara itu dalam hampir satu abad.
May, tujuh pekan lalu, secara mengejutkan meminta penyelenggaraan pemilihan umum yang lebih awal dari seharusnya, dan yakin itu bisa meningkatkan mayoritas yang dia warisi dari pendahulunya David Cameron sebelum meluncur ke dalam perundingan Brexit, demikian Reuters.


Credit  antaranews.com





Pemimpin oposisi Inggris minta Theresa May mundur

 
Pemimpin oposisi Inggris minta Theresa May mundur
Ketua Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn (REUTERS/Toby Melville )


Jakarta (CB) - Pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn mengatakan bahwa sudah saatnya Perdana Menteri Theresa May mundur setelah hasil pemilihan menunjukkan dia telah kehilangan suara, dukungan dan kepercayaan para pemilih.

"Pemilu ini digelar agar perdana menteri mendapatkan mayoritas besar agar dia bisa menegaskan kewibawaannya," katanya di London.

"Jika ada pesan dari hasil malam ini, ini dia: Perdana Menteri memanggil pemilihan ini karena dia menginginkan sebuah mandat," kata Corbyn.

"Amanat yang dia dapatkan, hilang dari kursi Konservatif, kehilangan suara, kehilangan dukungan dan kehilangan kepercayaan diri."

"Saya akan berpikir itu cukup bagi dia untuk pergi, dan memberi jalan bagi pemerintah yang akan benar-benar mewakili semua orang di negara ini," ujar Corbyn, seperti dilansir dari Kantor Berita Reuters.






Credit  antaranews.com








Qatar tolak intervensi terhadap kebijakan luar negerinya


Qatar tolak intervensi terhadap kebijakan luar negerinya
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani saat berbicara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 2 Maret 2015. (UN Photo / Jean-Marc Ferré)


Doha (CB) - Menteri Luar Negeri Qatar pada Kamis (8/6) menyatakan menolak campur tangan terhadap kebijakan luar negeri negaranya, dan mengesampingkan solusi militer terhadap krisis yang menyaksikan Riyadh dan sekutunya memutuskan hubungan diplomasi dengan Doha.

"Tidak ada yang berhak mengintervensi kebijakan luar negeri kami," kata Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

"Kami adalah negara yang merdeka dan berdaulat," katanya kepada AFP, menolak pengawasan dari negara lain.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan beberapa negara lain pekan ini memutuskan hubungan dengan Qatar karena menuduh kerajaan itu mendanai kelompok ekstremis dan punya hubungan dengan Iran, musuh bebuyutan Arab Saudi di kawasan itu.

Qatar membantah memiliki hubungan dengan ekstremis.

Seorang pejabat tinggi Uni Emirat Arab pada Rabu mengatakan kepada AFP bahwa langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya itu ditujukan untuk menekan Doha agar mengubah kebijakannya secara drastis.

"Ini bukan tentang perubahan rezim - ini tentang perubahan kebijakan, perubahan pendekatan," kata Menteri Negara Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab Anwar Gargash.

Qatar masih menjadi tempat tinggal bagi pemimpin Ikhwanul Muslimin, Hamas Palestina dan Taliban Afghanistan.

Sheikh Mohammed menyebut upaya untuk mengasingkan Doha sebagai "hukuman kolektif" dan "upaya sistematis" terhadap Qatar, yang menurut dia terus bekerja sama dengan Amerika Serikat memerangi terorisme.

"Perwakilan Taliban di sini karena koordinasi dengan Amerika," katanya kepada AFP. "Mereka ditampung di sini... untuk perundingan perdamaian."

Krisis Teluk telah memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya eskalasi militer di kawasan rentan itu. Namun demikian Menteri Luar Negeri Qatar mengesampingkan kemungkinan adanya konflik militer.

"Kami tidak melihat solusi militer sebagai solusi" bagi krisis itu, kata Sheikh Mohammed.

Gargash dari UEA mengatakan kebijakan terhadap Doha sekarang dibatasi pada hubungan diplomatik dan ekonomi, namun memperingatkan bahwa tidak ada yang bisa memproyeksikan "dinamika krisis".

"Seperti krisis apa pun, kau tidak bisa benar-benar mengendalikan dinamikanya... ini salah satu bahaya dari krisis apa pun. Tidak ada niatan kami untuk mengupayakan apa pun kecuali dalam bidang ekonomi," katanya dalam wawancara dengan AFP.

Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain menangguhkan penerbangan dari dan ke Doha dan menutup perbatasan laut dan udara ke Qatar.

Arab Saudi juga menutup satu-satunya batas darat dengan Qatar yang merupakan jalur impor pangan penting.

Sheikh Mohammed mengatakan Qatar meski demikian tetap bisa bertahan "selamanya", menambahkan bahwa negaranya tetap menghormati kesepakatan internasional dan akan melanjutkan pasokan gas alam cair ke UEA.Qatar adalah eksportir gas alam cair terbesar di dunia.



Credit  antaranews.com


Pasukan Qatar tinggalkan koalisi pimpinan Arab Saudi


Pasukan Qatar tinggalkan koalisi pimpinan Arab Saudi
ilustrasi: Qatar Airways (REUTERS/Alkis Konstantinidis)


Dubai (CB) - Angkatan bersenjata Qatar yang ditempatkan di Arab Saudi sebagai bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi untuk memerangi kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman kembali ke Qatar, Rabu, kata televisi pemerintah di akun Twitter-nya.

Pasukan tersebut telah ditempatkan di Arab Saudi bagian selatan, menurut laporan itu, memperkuat pertahanan Arab Saudi untuk melawan serangan Houthi.

Arab Saudi, yang bersama beberapa negara Arab lainnya telah memutuskan hubungan dengan Qatar dengan tuduhan mendukung terorisme dan memiliki hubungan dengan Iran, mengatakan bahwa Doha telah dikeluarkan dari koalisi yang dibentuk pada 2015 untuk melawan kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman bagian utara.

Sementara itu, Organisasi Kerja sama Islam (OKI) meminta Qatar untuk menghormati komitmennya dalam upaya bersama melawan terorisme, menyusul keputusan beberapa negara Arab untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena dianggap mendukung kegiatan dan kelompok teroris.

Sekretariat Jenderal OKI menyatakan telah mengikuti perkembangan terkini di kawasan Teluk, yaitu pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar oleh banyak negara anggota OKI menyusul informasi dan bukti tindakan bermusuhan yang berasal dari Qatar, kata pernyataan pers dari Sekretariat Jenderal OKI.

Sekretariat Jenderal OKI meminta Qatar untuk menghormati komitmen dan kesepakatan yang telah ditandatangani di dalam Dewan Kerja sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), terutama yang berkaitan dengan menghentikan dukungan untuk kelompok dan kegiatan teroris.

Sekretariat Jenderal OKI menekankan perlunya semua negara anggota OKI, termasuk Qatar, untuk mematuhi prinsip-prinsip Piagam OKI, yang menyerukan untuk mematuhi kebijakan bertetangga yang baik, menghormati kedaulatan, independensi dan integritas teritorial, serta tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri dari masing-masing negara anggota.

Sebelumnya, beberapa negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Hal itu dimulai oleh Pemerintah Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir yang dalam sebuah pernyataan menyampaikan keputusan tersebut.

Pemutusan hubungan diplomatik itu disebabkan hubungan Qatar dengan Iran dan dukungan kedua negara itu terhadap kelompok-kelompok teroris yang dianggap bertujuan untuk mengacaukan wilayah Teluk.

Arab Saudi menuduh Qatar mendukung kelompok teroris yang didukung Iran, seperti kelompok Ikhwanul Muslimin, Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Al-Qaeda.

Selanjutnya, keempat negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar menutup akses ke negara Teluk tersebut. Keempat negara tersebut juga akan menangguhkan perjalanan udara dan laut dari dan ke Qatar.

Selain itu, Arab Saudi juga akan menutup penyeberangan darat dengan negara tetangganya itu, demikian Reuters.





Credit  antaranews.com




Uni Emirat Arab upayakan "perubahan kebijakan" Qatar


Uni Emirat Arab upayakan
Peta sejumlah negara kawasan Jazirah Arab. (Repro: World Atlas)



Dubai (CB) - Sejumlah upaya telah dilakukan oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan beberapa negara lain terhadap Qatar untuk menekan Doha agar membuat perubahan kebijakan drastis, menurut pejabat senior UEA kepada AFP.

"Ini bukan tentang perubahan rezim -- ini tentang perubahan kebijakan, perubahan pendekatan," kata Menteri Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab Anwar Gargash dalam sebuah wawancara, dan menuding Qatar sebagai "juara ekstremisme dan terorisme di kawasan itu."

"Pemerintah Qatar membantah. Mereka mencoba mendeskripsikan hal itu sebagai masalah yang berkaitan dengan kebebasan dalam menentukan kebijakan asing mereka, dan itu tidak benar," ujar Gargash.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain termasuk di antara beberapa negara yang pada pekan ini memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, di tengah krisis terburuk yang melanda kawasan Teluk dalam beberapa tahun terakhir.

Keempat negara menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Doha, dan memberikan waktu dua pekan kepada semua warga Qatar untuk kembali ke negara mereka.

Negara-negara Arab menuding Qatar, yang merupakan negara kaya gas yang berbatasan dengan Saudi itu, mendukung ekstremisme.

Qatar membantah semua tudingan tersebut.

Dipimpin oleh Kuwait, upaya mediasi saat ini sedang dilakukan untuk menyelesaikan krisis, yang menurut Gargash merupakan hasil dari "akumulasi bertahun-tahun politik Qatar yang subversif dan dukungan terhadap ekstremisme dan organisasi teroris."

"Kami sekarang telah mencapai cul-de-sac dalam upaya mencoba meyakinkan Qatar untuk mengubah arah mereka," jelasnya, menggambarkan krisis diplomatik serupa pada tahun 2014.

Arab Saudi, UEA dan Bahrain untuk sementara menarik duta besar mereka dari Bahrain pada 2014 dalam sebuah perselisihan yang serupa dengan krisis pekan ini, demikian AFP.




Credit  antaranews.com











Arab Saudi dan sekutunya rilis daftar "terorisme" terkait Qatar


Arab Saudi dan sekutunya rilis daftar
Peta negara kawasan Jazirah Arab. (Repro: World Atlas)


Riyadh (CB) - Arab Saudi dan sekutunya, yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, pada Jumat merilis daftar individu dan entitas yang menurut mereka terkait Qatar berkenaan dengan "terorisme".

"Daftar ini berkaitan dengan Qatar dan menjalankan agenda mencurigakan yang mengindikasikan dualitas kebijakan Qatar" menurut pernyataan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain.

Mereka mengklaim daftar tersebut menunjukkan bahwa Qatar "mengumumkan memerangi terorisme di satu sisi dan mendanai serta mendukung dan menjadi tuan rumah berbagai organisasi teroris di sisi lain".

Namun, daftar tersebut berisikan setidaknya dua nama yang sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai penyandang dana teroris, dan Qatar sudah menindak mereka menurut laporan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Keduanya adalah Sa'd al Ka'bi dan Abd al-Latif al Kawari. Mereka merupakan bagian dari sederet individu dan entitas yang masuk dalam daftar Arab Saudi dan ketiga sekutunya.

"Keempat negara sepakat menggolongkan 59 orang dan 12 entitas dalam daftar terorisme," kata mereka menegaskan bahwa "mereka tidak akan bersikap lunak dalam memburu" orang-orang dan kelompok semacam itu menurut warta kantor berita AFP.




Credit  antaranews.com


Chad panggil pulang dubesnya dari Qatar


...meminta Qatar untuk menghormati komitmen-komitmennya dengan menghentikan tindakan yang dapat mengganggu hubungan erat negara-negara di kawasan dan perdamaian di dunia."

NDjamena (CB) - Chad memanggil pulang duta besarnya dari Qatar untuk berkonsultasi, ungkap kementerian luar negeri Chad, Kamis.

Dengan mengambil langkah itu, Chad bergabung dengan negara-negara Afrika lainnya dalam menunjukkan dukungan kepada Arab Saudi dan negara-negara Teluk di tengah keretakan hubungan yang memburuk di kawasan tersebut, lapor Reuters.

Pengumuman Kemenlu Chad muncul satu hari setelah Senegal juga memanggil pulang duta besarnya dari Doha sebagai "solidaritas aktif" kepada Arab Saudi.

Mauritania, yang merupakan anggota Liga Arab, pada Selasa memutuskan hubungannya dengan Qatar, menyusul langkah serupa yang sudah lebih dulu diambil oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

Sementara itu, Gabon menyatakan kecaman terhadap Doha.

"Pemerintah Chad mengimbau semua pemerintah (negara) terkait untuk melakukan dialog guna menyelesaikan krisis ini dan meminta Qatar untuk menghormati komitmen-komitmennya dengan menghentikan tindakan yang dapat mengganggu hubungan erat negara-negara di kawasan dan perdamaian di dunia," kata kementerian luar negeri dalam pernyataan. 



Credit  antaranews.com


Menlu Bahrain: semua pilihan terbuka terkait Qatar

 
Emir Kuwait adalah utusan baik, tapi kebijakan Qatar belum tentu menyukseskan usahanya."

Dubai (CB) - Menteri Luar Negeri Bahrain mengatakan menghargai penengahan Kuwait untuk menyelesaikan perselisihan sejumlah negara Arab dengan Qatar, kata harian Arab Saudi, "Makah", pada Rabu, namun semua pilihan terbuka bagi negaranya untuk melindungi diri dari Doha.

Bahrain, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain memutuskan hubungan dengan Doha pada Senin, menuduhnya mendukung pegaris keras dan musuh mereka, Iran. Namun, menurut Qatar, tuduhan itu sama sekali tidak berdasar, lapor Reuters.

Penguasa Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, melakukan perjalanan dari Uni Emirat Arab ke Qatar pada Rabu setelah berkunjung ke Arab Saudi sehari sebelumnya untuk mengatasi kemelut itu.

Tapi, beberapa tanggapan terkuat terkait upaya itu, yang dikemukakan pejabat tinggi Teluk, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa dari Bahrain, dilaporkan mengatakan kepada surat kabar itu bahwa Bahrain meragukan apakah Qatar akan mengubah perilakunya.

"Emir Kuwait adalah utusan baik, tapi kebijakan Qatar belum tentu menyukseskan usahanya," kata Sheikh Khalid sebagaimana dikutip "Makah".

"Kami tidak akan ragu untuk melindungi kepentingan kami dan pilihan kami terbuka untuk melindungi diri kami dari Qatar. "

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Qatar Syeh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan Qatar tidak siap untuk mengubah kebijakan luar negerinya guna menyelesaikan perselisihan dengan negara lain Teluk Arab dan tak akan pernah berkompromi.

Qatar akan menghormati perjanjian-perjanjian gas LPG yang telah ditandatangani dengan Uni Emirat Arab (UAE) kendati memutuskan hubungan dengan Doha, kata dia.

Menurut dia, Iran telah mengatakan kepada Doha siap membantu menjamin pasokan makanan dan Teheran akan menunjuk tiga dari pelabuhannya ke Qatar tetapi tawaran itu belum diterima.

Pada bagian lainnya, Menlu Qatar menyatakan perselisihan itu mengancam stabilitas keseluruhan kawasan dan menambahkan diplomasi masih dikedepankan oleh Doha dan tidak pernah ada solusi militer untuk mengatasi masalah tersebut.

Ia mengatakan Qatar tidak pernah mengalami sejenis permusuhan itu, bahkan dari satu negara musuh.

Dikatakannya tak ada perubahan dari pengerahan militer Qatar dan belum ada tentara digerakkan.

Ia berbicara setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan beberapa negara lainnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha pada Senin dan menutup hubungan transportasi.

Qatar menyatakan tuduhan-tuduhan tersebut tak berdasar.

Dari Dubai, Reuters melaporkan Menteri Luar Negeri Bahrain Syeh Khalid bin Ahmed al-Khalifa yang tetap menekan Qatar mengulangi lagi pada Kamis sebuah tuntutan bahwa Doha agar menjaga jarak dari Iran dan menghentikan dukungan bagi "organisasi teroris".

Dalam wawancara disiarkan surat kabar "Asharq al-Awsat", yang terbit di Saudi, Syeh Khalid mengatakan bahwa yang diajukan keempat negara itu untuk penyelesaian kemelut tersebut "sudah jelas seperti kristal".




Credit  antaranews.com


Kamis, 08 Juni 2017

Indonesia Desak Negara Arab-Qatar Utamakan Dialog


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

CB, JAKARTA – Indonesia mendesak negara-negara Arab dan Qatar mengutamakan dialog dan rekonsiliasi terkait perselisihan yang tengah terjadi. Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar lantaran dinilai telah merusak kestabilan wilayah.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai berkomunikasi dengan para menteri luar negeri di negara-negara Teluk. “Intinya adalah bahwa Indonesia menyampaikan concern-nya, mengamati dan menyampaikan concern-nya terhadap perkembangan yang saat ini terjadi. Kemudian yang kedua, kita meminta semua pihak untuk menahan diri mengutamakan dialog dan rekonsiliasi,” kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/6).

Retno menyampaikan, Indonesia juga meminta semua pihak untuk mengutamakan ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat. Kepada menlu negara-negara Teluk, Retno menegaskan, Indonesia siap memberikan bantuannya menyelesaikan masalah tersebut jika diperlukan.

“Kita sampaikan bahwa kita Indonesia siap untuk membantu apabila memang diperlukan,” tambahnya.

Retno mengatakan, komunikasi dengan negara-negara Teluk akan terus dilakukan. Menurut dia, negara-negara tersebut mengapresiasi itikad baik Indonesia untuk turut serta membantu.

Perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, lanjutnya, sangat penting baik bagi kawasan tersebut maupun bagi dunia. Kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Retno juga mengaku melaporkan perkembangan dari situasi ini.

“Jadi itu juga yang saya laporkan kepada Pak Presiden mengenai perkembangan sampai saat ini seperti apa. Dan juga bagaimana kita mengelola kepentingan kita yang terimbas dengan adanya perkembangan yang baru terjadi ini,” ungkapnya.

Keempat negara Arab menuding Qatar telah mendukung kelompok teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin. Pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar dilaporkan untuk melindungi keamanan nasional negara-negara Arab tersebut dari bahaya terorisme.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID


Menlu Turki Hubungi Indonesia Terkait Boikot Qatar

 
Menlu Retno LP Marsudi
Menlu Retno LP Marsudi


CB, JAKARTA -- Pemerintahan Turki melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) melakukan kontak dengan sejumlah negara di Timur Tengah terkait persoalan  yang sedang menimpa Qatar. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mengkonsolidasikan kembali kedamaian di antara negara Timur Tengah.

Namun, selain negara-negara Timur Tengah, Menlu Turki pun disebut melakukan kontak dengan Menlu Indonesia Retno Marsudi. Pembicaraan yang dilakukan intinya bagaimana mencari jalan keluar untuk mendorong perdamaian di kawasan tersebut.

"Saya berbicara dengan Menlu Turki termasuk diantaranya melakukan pembicaraan masalah yang terkait Qatar," ujar Retno di Istana Negara, Kamis (8/6).

Retno menjelaskan, selama ini dia selalu melakukan komunikasi dengan banyak Menlu lain setiap harinya. Kemudahan akses karena hubungan personal membuat komunikasi lebih mudah dilakukan termasuk ketika ada konflik Qatar dengan sejumlah negara di Timur Tengah.

Sejauh ini, Retno telah melakukan komunikasi dengan beberapa negara di Timur Tengah ‎terkait persoalan Qatar. Pesan moral untuk menjaga perdamaian ini pun diapresiasi para negara tersebut. Terlebih perdamaian di negara tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan di berbagai negara di dunia.

Dalam waktu dekat, Retno juga akan menghubungi Menlu Amerika Serikat, Rex Tillerson‎. Salah satunya yang akan dibahas adalah persoalan di Qatar. "Ya, kita akan bahas mengenai di Timur Tengah," ujarnya.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID







Bioquark Akan Hidupkan Manusia yang Sudah Mati


Proyek kontroversial ini diharapkan bisa terlaksana akhir tahun ini.
Bioquark Akan Hidupkan Manusia yang Sudah Mati

Ilustrasi hidup kembali. (http://cutpen.com)


CB – Ilmuwan tampaknya mengarahkan pandangan mereka pada tujuan yang semakin 'mulia' untuk manusia. Mulai dari transplantasi kepala manusia pertama di dunia, melawan penuaan, dan kini, membalikkan kematian atau menghidupkan kembali manusia.
Sebuah perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Bioquark, berharap bisa membawa manusia yang dinyatakan otak mati secara klinis hidup kembali dengan menggunakan sel punca.

Proyek kontroversial ini diharapkan bisa terlaksana akhir tahun ini, dari rencana awalnya pada tahun lalu.
Bioquark telah diberi lampu hijau untuk melakukan uji coba tahap 1 oleh Institut Kesehatan Nasional AS. Namun penelitian ini akan dilanjutkan di Rumah Sakit Anupam di Rudrapur, India Utara, dengan dukungan dari periset lokal terkemuka.
Selain itu, perusahaan yang berbasis di Philadelphia itu diizinkan merekrut 20 pasien tanpa fungsi otak dan merawatnya dengan sel punca dan terapi laser, yang menurut ilmuwan, agar bisa hidup kembali.
Bioquark juga mengaku baru saja menerima persetujuan untuk 20 subjek percobaan pertama, dan berharap dapat segera merekrut pasien serta bekerja sama dengan rumah sakit untuk mengenali keluarga mana yang mungkin ada halangan religius atau medis untuk donor organ.
“Ini merupakan percobaan pertama kali dan selangkah lagi menuju pembalikan kematian akhirnya dalam hidup kita,” kata CEO Bioquark, Ira Pastor, seperti dikutip situs Futurism, Kamis, 8 Juni 2017.
Tak hanya itu, Pastor mengatakan bila sejumlah perawatan akan diberikan. Suntikan sel punca dan peptida melalui pompa untuk mendorong batang otak untuk mulai menumbuhkan sel kerja baru. Kemudian, terapi laser dan stimulasi saraf yang tujuannya meningkatkan tingkat kewaspadaan pasien.
“Untuk melakukan inisiatif yang kompleks, kami menggabungkan alat pengobatan regeneratif biologis dengan perangkat medis lain yang ada yang biasanya digunakan untuk stimulasi sistem saraf pusat pada pasien dengan gangguan kesadaran berat lainnya,” ungkap dia.
Pastor pun berharap dapat melihat hasilnya dalam dua hingga tiga bulan pertama, Namun, percobaan ini menimbulkan banyak pertanyaan ilmiah dan etis bagi para ilmuwan lainnya di lapangan.
Pada 2016, ahli saraf Dr. Ariane Lewis dan ahli bioetika Arthur Caplan menulis dalam Critical Care bahwa percobaan penelitian itu 'meragukan dan tidak memiliki dasar ilmiah, serta tidak etis'.
Ia merasa ragu karena tidak mungkin teknik ini dapat bekerja pada seseorang yang otaknya sudah mati. Sebab, teknik ini bergantung pada batang otak fungsional - salah satu struktur yang dilalui neuron motorik sebelum menghubungkannya dengan korteks yang tepat.
"Jika tidak ada batang otak fungsional, maka tidak bisa bekerja," paparnya. Ahli bedah anak Charles Cox, yang tidak terlibat dalam pekerjaan Bioquark, setuju dengan yang disampaikan Lewis.

"Ini bukan hal paling gila yang pernah saya dengar, tapi saya pikir kemungkinan percobaan ini bekerja maksimal sangat minim. Saya pikir (seseorang yang bangkit) secara teknis akan menjadi keajaiban," kata Cox.



Credit  VIVA.co.id







Sebelum KELT-9b, Ilmuwan Juga Pernah Temukan Planet Neraka Ini



Sebelum KELT-9b, Ilmuwan Juga Pernah Temukan Planet Neraka Ini
KELT-9 sistem dan KELT-9b sebagai planet terpanasnya. (NASA/JPL-Caltech/R. Hurt)

CB, Jenewa - Dunia astronomi sedang digegerkan penemuan planet neraka KELT-9b. Sebelumnya, tepatnya dua tahun lalu, planet panas bak neraka lain sebetulnya sudah ditemukan, yakni HD189733b.

Eksoplanet (planet di luar tata surya) ini ditemukan oleh astrofisikawan gabungan dari Universitas Jenewa dan Universitas Bern, Swiss. Suhunya mencapai 4.875 Kelvin, atau setara dengan 4.601 derajat Celsius. Kecepatan angin planet tersebut diperkirakan mencapai 1.000 kilometer per jam.



Pengukuran suhu atmosfer eksoplanet itu dilakukan dengan presisi tinggi. Para peneliti menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan yang didasari spektrometer HARPS, alat optik untuk menghasilkan garis spektrum cahaya dan mengukur panjang gelombang serta intensitasnya dan cara baru menafsirkan natrium.

Natrium banyak beterbangan di atmosfer eksoplanet tersebut dan dapat diamati dengan teleskop European Star Observatory di Cile. Temuan tersebut diterbitkan dalam dua jurnal, yakni Astronomy & Astrophysics serta Astrophysical Journal Letters.

Dengan suhu mencapai 4.601 derajat Celsius dan angin yang berembus dengan kecepatan ribuan kilometer per jam, atmosfer HD189733b memang sangat bergejolak. "Hasil ini membuka mata kita agar berpikir beribu kali jika ingin mendekat ke atmosfer eksoplanet tersebut," kata Aurelien Wyttenbach, pakar magnetik sains yang juga anggota penelitian, seperti dikutip Science Daily.



Lebih jauh tim menyebutkan, ketika berada di atmosfer, natrium menjadi sumber sinyal yang mudah dikenali. Intensitasnya bervariasi selama planet tempat bernaungnya mengorbit pada bintang. Kandungan ini telah diidentifikasi pada tahun 2000, tapi baru diamati dua tahun kemudian dengan menggunakan teleskop ruang angkasa Hubble.

Pengamatan terhadap kandungan ini dari bumi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teleskop raksasa berdiameter 8-10 meter. Ilmuwan kemudian memiliki ide mengamati natrium dengan spektrometer HAPRS. Dengan pengamatan selama bertahun-tahun, Wyttenbach dan timnya akhirnya mampu mendeteksi variasi dalam garis natrium selama beberapa orbit HD189733b.

Uniknya, analisis data HARPS di bumi menghasilkan deteksi setara dalam hal sensitivitas dibanding teleksop ruang angkasa Hubble. Bahkan, tutur Wyttenbach, jauh lebih baik dalam resolusi spektral. Karena itu, ia mengklaim, pengamatan dengan spektrometer HARPS memungkinkan analisis jauh lebih kuat ketimbang Hubble, meski diameternya lebih sederhana ketimbang Hubble.



Dalam penelitian lainnya, Kevin Heng dari Bern University, mengembangkan teknik terbaru untuk menafsirkan variasi garis natrium. Alih-alih menggunakan model komputer canggih, ia hanya membuat satu rumus sederhana yang memungkinkan analisis variasi suhu, kepadatan, dan tekanan dalam atmosfer.

Kedua penelitian tersebut, menurut Wyttenbach, akhirnya akan membuka jalan untuk menjelajahi atmosfer di eksoplanet lainnya dengan cara yang lebih mudah diakses.



Setelah HD189733b dan KELT-9b, ke depannya, ilmuwn mungkin akan temukan lagi planet neraka lainnya.






Credit  TEMPO.CO







Planet Neraka Ditemukan



Berita Sains Terbaru: Planet Neraka Ditemukan
KELT-9 sistem dan KELT-9b sebagai planet terpanasnya. (NASA/JPL-Caltech/R. Hurt)


CB, Ohio - Berita sains terbaru yang ramai diperbincangkan adalah planet neraka ditemukan. Planet itu bernama KELT-9b yang mengorbit pada bintang KELT-9. Tentunya, bukan neraka sebenarnya. Melainkan memiliki suhu yang tak akan pernah kita bayangkan. Planet ini suhunya luar biasa, mencapai 4.600 kelvin.

Sekadar informasi, 1 derajat Celsius sama dengan 274,15 Kelvin. Jika dikonversi ke dalam skala Celsius, planet tersebut memiliki suhu mencapai 4.326 Celsius. Adapun matahari, bintang utama tata surya kita, suhunya mencapai 5.326 Celsius.



Jarak KELT-9b sekitar 650 tahun cahaya. Satu tahun cahaya sama dengan 10 ribu triliun kilometer. Itu jelas jarak yang sangat jauh dari bumi. Ukurannya? 2,8 kali lebih besar dari Jupiter. Jadi, bisa bayangkan seperti apa panasnya.

Menurut Scott Gaudi, astrofisikawan dari Universitas Ohio, Amerika Serikat, yang juga anggota studi, ada dua alasan utama kenapa KELT-9b sangat panas. Pertama, bintangnya sendiri, KELT-9, adalah salah satu bintang terpanas di jagat raya, yang suhunya mencapai 10.700 Kelvin atau 10.426 Celsius.

Kedua, jarak KELT-9b dengan bintangnya sangat dekat. "Planet tersebut hanya memerlukan 1,5 hari ukuran bumi untuk mengelilingi bintangnya," kata Gaudi, seperti dikutip dari laman Science Alert. Studi Gaudi dan tim terbit dalam jurnal Nature edisi 5 juni 2017 berjudul "A giant planet undergoing extreme-ultraviolet irradiation by its hot massive-star host".



Meski sangat panas sampai disebut-sebut sebagai planet neraka, namun ilmuwan memprediksi umurnya tak akan lama. "Radiasi bintang massif yang begitu intens bisa menarik material dari permukaan planet," kata Alan Duffy, astrofisikawan dari Universitas Swinburne, Australia, yang tak terlibat dalam riset.

Duffy memprediksi setiap detik KETL-9b kehilangan 10 kilogram materialnya. "Tak sampai miliaran tahun planet ini akan musnah," ujarnya. Yang jelas, kata dia, berita sains tentang penemuan planet neraka ini akan memberikan informasi tentang kelahiran dan kematian planet.
 


Credit  TEMPO.CO




Planet Neraka Ditemukan, Berapa Suhunya?

 
Planet Neraka Ditemukan, Berapa Suhunya?
KELT-9 sistem dan KELT-9b sebagai planet terpanasnya. (NASA/JPL-Caltech/R. Hurt)



CB, Ohio - Ilmuwan menemukan planet neraka. Bukan neraka yang digambarkan dalam agama tentunya. Melainkan planet yang suhunya tak pernah dibayangkan oleh orang awam.

Berapa suhunya? Suhu planet yang diberi nama KELT-9b itu mencapai 4.600 Kelvin. Sekadar informasi, 1 derajat Celsius sama dengan 274,15 Kelvin. Jika dikonversi ke dalam skala Celsius, planet tersebut memiliki suhu mencapai 4.326 Celsius. Adapun matahari, bintang utama tata surya kita, suhunya mencapai 5.600 Kelvin atau setara dengan 5.326 Celsius.

Cukup panas, bukan? Yang jelas, akan membuat tubuh manusia langsung seperti butiran debu.



KELT-9b, yang mengorbit pada bintang KELT-9, berjarak sekitar 650 tahun cahaya. Satu tahun cahaya sama dengan 10 ribu triliun kilometer. Itu jelas jarak yang sangat jauh dari bumi. Ukurannya? 2,8 kali lebih besar dari Jupiter. Jadi, bisa bayangkan seperti apa panasnya.

Menurut Scott Gaudi, astrofisikawan dari Universitas Ohio, Amerika Serikat, yang juga anggota studi, ada dua alasan utama kenapa KELT-9b sangat panas. Pertama, bintangnya sendiri, KELT-9, adalah salah satu bintang terpanas di jagat raya, yang suhunya mencapai 10.700 Kelvin atau 10.426 Celsius.

Kedua, jarak KELT-9b dengan bintangnya sangat dekat. "Planet tersebut hanya memerlukan 1,5 hari ukuran bumi untuk mengelilingi bintangnya," kata Gaudi, seperti dikutip dari laman Science Alert. Studi Gaudi dan tim terbit dalam jurnal Nature edisi 5 juni 2017 berjudul "A giant planet undergoing extreme-ultraviolet irradiation by its hot massive-star host".


Meski sangat panas sampai disebut-sebut sebagai planet neraka, namun ilmuwan memprediksi umurnya tak akan lama. "Radiasi bintang massif yang begitu intens bisa menarik material dari permukaan planet," kata Alan Duffy, astrofisikawan dari Universitas Swinburne, Australia, yang tak terlibat dalam riset.

Duffy memprediksi setiap detik KETL-9b kehilangan 10 kilogram materialnya. "Tak sampai miliaran tahun planet ini akan musnah," ujarnya. Yang jelas, penemuan planet neraka ini akan memberikan informasi tentang kelahiran dan kematian planet.




Credit  TEMPO.CO



Peneliti Sebut Tyrannosaurus Bersisik, Bukan Berbulu


Peneliti Sebut Tyrannosaurus Bersisik, Bukan Berbulu
Dinosaurus T-Rex. telegraph.co.uk

CB, JakartaTyrannosaurus rex punya sisik, bukan bulu, menurut studi yang disiarkan Rabu, 6 Juni 2017. Temuan ini menyelamatkan reputasi kadal raksasa tersebut sebagai predator menakutkan berkulit kasar.

Penelitian terbaru mengklaim memiliki bukti terkait bulu pada leluhur T. rex, dan menyebut karnivora ikonik itu memiliki bulu seperti burung bukannya sisik reptil.

Temuan tersebut menentang pendapat lama bahwa dinosaurus bertubuh besar itu tidak memiliki bulu, yang dapat membuat spesies itu menghangatkan diri atau terbang.

Untuk studi baru, tim ilmuwan internasional melacak sampel-sampel kulit T. rex dari museum dan beberapa sepupunya di keluarga tyrannosaurid, serta menyusun data induk fosil kulit binatang.

Itu termasuk kulit dari leher, panggul dan ekor T.rex dari Houston Museum of Natural Science, serta sampel dari empat anggota keluarga tyrannosaurid lainnya.

Kelompok binatang itu berkeliaran di planet selama periode Cretaceous Akhir, yang terentang dari 99 juta sampai 65,5 juta tahun lalu, ketika asteroid menghantam Bumi dan melenyapkan seluruh daratan tempat dinosaurus tinggal.

Tim menyimpulkan bahwa "bulu panjang lebar yang menutupi" tyrannosaurid -- yang hidup jauh lebih awal -- sudah hilang dari nenek moyang T. rex dan sepupunya sekitar awal periode Cretaceous Akhir.

Data memberikan "bukti meyakinkan" bahwa T. rex yang sepenuhnya bersisik, tulis tim itu di jurnal Royal Society, Biology Letters.

"Temuan kami mengenai fosil kulit bersisik serupa dengan pada reptil modern pada badan varian luas spesies tyrannosaurus (termasuk T. rex)... memberikan gambaran kulit bersisik pada predator-predator sangat besar ini," tulis mereka dalam ringkasan studi.

Ini pada gilirannya menunjukkan "bahwa kebanyakan (kalau tidak semua) tyrannosaurid berbadan besar bersisik dan, kalau ada bagian yang berbulu, ini terbatas pada bagian dorsum (belakang)," tulis mereka.

Studi itu membuka pertanyaan mengapa setelah evolusi bulu leluhur T. Rex dari sisik pada leluhur yang lebih tua, tyrannosaurus raksasa kembali ke sisik.

Ahli paleontologi meyakini burung pertama muncul 150 juta tahun lalu dan merupakan keturunan dari dinosaurus kecil berbulu.

Bulu dinosaurus pertama hanya berupa poros berongga yang dari waktu ke waktu berubah menjadi sesuatu yang menyerupai bentuk modern mereka yang bisa digunakan untuk terbang, demikian menurut warta kantor berita AFP.

 



Credit  TEMPO.CO










Bertenaga Surya, Drone Raksasa Cina Bisa Terbang Berbulan-bulan



Bertenaga Surya, Drone Raksasa Cina Bisa Terbang Berbulan-bulan  
Drone Caihong-T4 memiliki lebar sayap 40 meter atau lebih lebar dari pesawat jet Boeing 737. Kredit: Popular Science


CB, Beijing – Inilah drone bertenaga surya Cina yang besar, dengan tinggi 130 kaki (39,6 meter). Drone ini dirancang untuk terbang di ketinggian lebih dari 65 ribu kaki (19.812 meter), selama berhari-hari.


Bagaimana caranya? Tubuh super-ringan dan teknologi energi terbarukan bisa menggerakkan kedelapan baling-baling listriknya. Drone ini juga bisa mencapai kecepatan hingga 125 mil (201 kilometer) per jam.

Caihong-T4 (CH-T4), yang dibangun oleh Chinese Aerospace Aerodynamics (CAAA), memiliki badan ganda, sayap putar, dan ekor kembar. Drone ini memiliki lebar sayap 40 meter, yang berarti lebih lebar dibanding pesawat jet Boeing 737. Meski berukuran besar, beratnya 400-500 kilogram. Bobot yang ringan ini akibat penggunaan serat karbon dan komponen plastiknya.

Dalam ukuran dan ketinggian penerbangan, drone ini berada di posisi kedua setelah Prototipe Helios NASA, pesawat terbang bertenaga surya lainnya yang memiliki lebar sayap 246 kaki (75 meter) dan ketinggian 96.863 kaki (29.523 meter).

Ilmuwan CAAA mengatakan kepada China Daily bahwa CH-T4 dirancang untuk melakukan penerbangan beberapa bulan, dan hanya membutuhkan pengawasan manusia minimal.

Terbang hingga hampir 20 kilometer, berarti CH-T4 akan terbang di atas hampir semua tutupan awan, sehingga akan menikmati akses matahari yang hampir tak terbatas selama beroperasi. Pada malam hari, CH-T4 akan menarik daya dari baterai onboard untuk menyalakan motornya.

Proyek drone jangka panjang Cina ini bekerja paralel dengan DARPA dan perusahaan teknologi seperti Facebook. Bagi militer, teknologi seperti ini menyediakan platform yang sangat baik untuk misi pengawasan terhadap sasaran militer dan teroris.

Drone ini dapat menggunakan batas ketinggiannya untuk menjaga kontak garis lurus dengan lebih dari 400 ribu mil persegi tanah dan air. Itu kira-kira seukuran Mesir. Untuk militer dan perusahaan teknologi, cakupan wilayah yang luas itu menjadikannya jalur data dan simpul komunikasi yang sangat baik.

Ini akan memungkinkan drone tersebut mengganti atau membuat cadangan komunikasi satelit, menjaga jangkauan di antara berbagai pesawat terbang dan kapal yang berjauhan, atau bahkan menyediakan broadband ke rumah tangga pedesaan Cina.


Sementara percakapan seputar penggunaan drone sering kali terbatas pada peran mereka sebagai pembunuh rudal dan helikopter pembawa parsel, beberapa drone paling penting di masa depan mungkin adalah seperti Prototipe Caihong X dan Helios, yang mengumpulkan data setiap hari.







Credit  TEMPO.CO




ASEAN Literary Festival 2017 akan Digelar di Kota Tua Jakarta



ASEAN Literary Festival 2017 akan Digelar di Kota Tua Jakarta   
Ondel-ondel menghibur pengunjung di Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, 26 Desember 2015. Liburan akhir tahun dimanfaatkan warga Jakarta dan kota penyangga lainnya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. TEMPO/Aditia Noviansyah


CB, Jakarta - ASEAN Literary Festival (ALF) akan diadakan untuk keempat kalinya pada 3-6 Agustus 2017. Kompleks Kota Tua Jakarta akan menjadi tuan rumah festival sastra dan budaya tersebut.


Perhelatan tahun ini akan menjadi sangat istimewa karena sekaligus diadakan untuk merayakan 50 tahun berdirinya asosiasi bangsa-bangsa Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan nama ASEAN. Selain diikuti oleh penulis, intelektual, seniman dan akademisi dari 10 negara anggota ASEAN, festival juga akan diikuti peserta dari lebih dari 20 negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia.

Salah satu pendiri dan juga Direktur Program ASEAN Literary Festival Okky Madasari mengatakan ALF, yang tahun ini mengambil tema Beyond Imagination, telah berperan selama tiga tahun ini menjadikan budaya dan sastra sebagai unsur penting keberlangsungan ASEAN. "Apalagi telah mendeklarasikan diri menjadi komunitas," kata dia lewat pernyataan tertulis, Rabu, 7/6.

Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta bersama Direktur Program ALF Okky Madasari dalam ALF 2016. Antara.

"Menjadi komunitas berarti mengenal budaya masing-masing, termasuk keakraban terhadap produk-produk sastra dan buku dari masing-masing negara anggota," kata Okky. "Inilah peran penting ALF. Hanya budaya dan sastra yang dapat secara genuine mengikat kita. Bersandar hanya pada ekonomi dan politik cuma menjadikan slogan komunitas ASEAN sekedar retorika dan ilusi."


Perayaan 50 tahun ASEAN ini, bagi Okky, merupakan refleksi pencapaian pembentukan komunitas budaya dan sastra kawasan. Sekaligus, kata dia, ini akan menjadi tantangan 50 tahun ke depan. "Budaya dan sastra menjadi konten penting dalam era digital dan media sosial sekarang ini," ujar dia.

Okky juga menekankan peran penting festival memperkenalkan pencapaian dan produk sastra penulis-penulis ASEAN ke tingkat global.


Perayaan ALF 2017 kali ini didukung penuh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri. Tiap tahun, sebelum festival sebagai puncak perayaan digelar, ALF selalu mengadakan acara pra festival antara lain Sastra Masuk Kampung, residensi, dan satu tambahan program baru: Jambore Nasional Sastra.

ALF tahun ini menghadirkan belasan sesi diskusi sebagai bagian utama festival. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ALF selalu konsisten mengusung tema yang menjadi permasalahan penting masyarakat meskipun mendapatkan tantangan besar.

Tahun ini kebebasan berekspresi menjadi isu utama selain meningkatnya radikalisme dan terorisme serta peran media sosial yang semakin sentral dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.

Selain acara-acara tersebut, ALF juga akan diramaikan oleh pertunjukan seni, demo kuliner, dan pameran buku.



Credit  TEMPO.CO







Kebijakan Intip Saldo Tabungan Direvisi Jadi Rp 1 Miliar



Kebijakan Intip Saldo Tabungan Direvisi Jadi Rp 1 Miliar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Kapolri Tito Karnavian menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan pertemuan tertutup di Mabes Polri, Jakarta Selatan, 29 Juli 2016. Pada pertemuan tersebut Menteri Keuangan dan Kapolri melakukan video conference dengan Kapolda se-Indonesia untuk mensosialisasikan program pengampunan pajak (Tax Amnesty). TEMPO/Dhemas Reviyanto


CB, Jakarta -Kementerian Keuangan merevisi saldo tabungan nasabah yang wajib dilaporkan oleh lembaga keuangan ke Direktorat Jenderal Pajak dari Rp 200 juta menjadi Rp 1 miliar. Dengan aturan baru itu, maka rekening yang wajib dilaporkan ke Ditjen Pajak adalah 496 ribu rekening atau 0,25 persen dari keseluruhan rekening.



“Keputusan ini diambil setelah memperhatikan masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan agar kebijakan itu lebih mencerminkan rasa keadilan, menunjukan keberpihakan pada usaha mikro, kecil dan menengah serta memperhatikan kemudahan aspek administratif lembaga keuangan,” ujar Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Juni 2017.

Pemerintah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu resah dan khawatir karena penyampaian informasi keuangan tersebut tidak berarti uang simpanan nasabah akan serta merta dikenakan pajak. Tujuan pelaporan informasi keuangan ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap sesuai standar internasional, sehingga Indonesia dapat berpartisipasi dalam pertukaran informasi keuangan dengan negara lain.

Pemerintah juga menjamin kerahasiaan data masyarakat yang disampaikan lembaga keuangan kepada Direktorat Jenderal Pajak. Pegawai pajak yang membocorkan rahasia wajib pajak atau menggunakan informasi tersebut untuk tujuan selain pemenuhan kewajiban perpajakan, dikenakan sanksi pidana sesuai UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.03/2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Aturan ini mewajibkan perbankan melaporkan data nasabah dengan agregat saldo di rekening paling sedikit Rp 200 juta. Kewajiban pelaporan tersebut bagi rekening keuangan yang dimiliki oleh orang pribadi. Sedangkan untuk entitas, badan, atau perusahaan tidak terdapat batasan saldo minimum.

Informasi yang dilaporkan kepada pemerintah, antara lain identitas pemilik rekening keuangan (nama, alamat, negara domisili, tanggal lahir, nomor rekening, identitas lembaga keuangan, saldo rekening per 31 Desember 2017 untuk pelaporan yang pertama, dan penghasilan.

Pelaporan pertama data nasabah domestik wajib dilakukan oleh lembaga jasa keuangan langsung kepada Direktorat Jenderal Pajak pada 30 April 2018. Pelaporan data keuangan nasabah dari lembaga jasa keuangan yang melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat pada 1 Agustus 2018 untuk kejadian atau transaksi sampai 31 Desember 2017. Masih berdasarkan aturan baru yang diumumkan Sri Mulyani, OJK kemudian menyampaikan laporan data keuangan nasabah tersebut kepada Ditjen Pajak paling lambat 31 Agustus 2018.



Selain sektor perbankan, jenis lembaga jasa keuangan yang menjadi subjek pelapor dan pemberi informasi, yaitu sektor pasar modal, perasuransian, serta entitas lain di luar pengawasan OJK. Bagi rekening keuangan di sektor perasuransian, yang wajib dilaporkan adalah yang nilai pertanggungan paling sedikit Rp 200 juta. Untuk sektor pasar modal dan perdagangan berjangka komoditi tidak terdapat batasan saldo minimal.




Credit  TEMPO.CO


DPR Protes Ditjen Pajak Bisa Intip Saldo Tabungan Rp 200 Juta  


DPR Protes Ditjen Pajak Bisa Intip Saldo Tabungan Rp 200 Juta  
Ilustrasi penggandaan uang. Shutterstock


CBJakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memprotes kebijakan pemerintah yang memberikan akses kepada aparat pajak mengintip rekening bank dengan saldo tabungan minimal Rp 200 juta. Sebab, kata anggota Badan Anggaran DPR, Sukiman, mereka khawatir semua rekening menjadi sasaran pengecekan.



Sukiman memberi contoh, penghasilan setiap anggota DPR melebihi saldo tabungan minimal Rp 200 juta tersebut. “Tapi semua bentuk penghasilan kan sudah dipotong pajak. Ini bagaimana?” katanya dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 7 Juni 2017.

Menurut Sukiman, kemampuan Direktorat Jenderal Pajak tidak akan mumpuni untuk mengecek semua rekening bank dan instrumen keuangan lain. “Ini memang cara meningkatkan penerimaan negara, tapi jumlah dan kemampuan personel Pajak belum mencukupi untuk mengeceknya.”

Anggota Badan Anggaran, John Kenedy Azis, mempertanyakan target yang akan dicapai pemerintah dengan kebijakan tersebut. Sebab, menurut dia, beleid ini dapat memicu aliran dana ke luar negeri.

Nasabah pun akan mengurangi saldo rekeningnya hingga di bawah batas yang ditetapkan, yaitu minimal Rp 200 juta. “Dari sisi mudaratnya, akan banyak capital flight atau akan semakin banyak uang menumpuk di bawah bantal,” kata politikus Partai Golkar itu.

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan, Misbakhun, mempertanyakan dasar yang digunakan untuk mengatur saldo agregat yang boleh diintip Direktorat Jenderal Pajak. Dia menilai isi Peraturan Menteri Keuangan tentang Keterbukaan Akses Data Industri Keuangan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2017. “Perpu ini berpotensi dibatalkan dan posisinya lemah. Perpu cuma memberikan akses buka pintu,” ucapnya.

Hingga kini, DPR belum mengesahkan Perpu Nomor 1 Tahun 2017 menjadi undang-undang. Dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Keuangan pada awal Juni, sebagian anggota Dewan menganggap Perpu ini tak penting.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan tidak akan memeriksa rekening nasabah yang sudah dikenai pajak. Fiskus atau aparat pajak akan memeriksa sumber penghasilan lain berdasarkan data dari rekening tersebut. “Akan kami lihat, misalnya omzet kan masuk transaksi. Kami tidak serta-merta memajaki jumlah simpanan.”



Ken mengatakan kini wajib pajak tak dapat lagi menyembunyikan hartanya di luar negeri. Sebab, semua negara akan memberlakukan skema pertukaran informasi. Indonesia resmi menerapkan sistem ini pada September 2018. “Kebijakan ini bukan karena semata-mata kami ingin menggenjot penerimaan negara,” kata Ken.





Credit  TEMPO.CO





8 Seruan MUI untuk Konflik Diplomatik di Kawasan Teluk



8 Seruan MUI untuk Konflik Diplomatik di Kawasan Teluk
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin bersama wakil ketua Didin Hafidhuddin (kiri) dan Sekretaris Noor Ahmad, saat mengikuti rapat pleno ke-15 DP MUI dengan tema upaya bersama menghadapi ancaman terhadap NKRI, di Gedung MUI, Jakarta, 22 Februari 2017. Rapat ini membahas bahaya ideologi komunisme sebagai ancaman nyata terhadap eksistensi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga meminta pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran ideologi komunisme dengan penyadaran budaya melalui lembaga pendidikan dan keagamaan. TEMPO/Imam Sukamto

CB, Jakarta - Puluhan perwakilan organisasi Islam mengadakan pertemuan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 7 Juni 2017. Pertemuan ini Mencermati perkembangan terkini tentang krisis perdamaian dan keamanan di negara; negara Islam Kawasan di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Arab Saudi, Mesir, UAE, Bahrain terhadap Qatar.

Ketua Dewan pertimbangan MUI, Din Syamsuddin, mengatakan krisis diplomatik berpotensi menyulut terjadinya perang saudara anta-sesama negara-negara Islam. Empat kekuatan utama Timur Tengah, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar yang dipicu tuduhan Qatar mendukung terorisme dan ajakan kepada negara-negara Teluk untuk bekerja sama dengan Iran.





Keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung Al-Ikhwan al-Muslimun, gerakan Islam tertua di dunia, serta menambahkan tuduhan bahwa Doha bahkan mendukung agenda Iran.

Selain memutus hubungan diplomatik, empat negara Teluk kaya minyak itu mengumumkan penutupan hubungan transportasi dengan Qatar dan memberi waktu dua minggu untuk pengunjung dan warga Qatar meninggalkan negara mereka.





Mengantisipasi konflik di Kawasan Teluk itu, Dewan Pertimbangan MUI yang terdiri dari pimpinan Ormas Islam tingkat Pusat menyerukan Pesan Ramadan dari Jakarta sebagai berikut:

1. Menyatakan keprihatinan mendalam dan kekhawatiran ketegangan yang terjadi di Timur Tengah menciptakan al-Fitnah al-Kubra Modern yang hanya akan menghancurkan Dunia dan Peradaban Islam.

2. Mengendalikan diri terutama pada bulan Ramadan yang beresensi “Imsak”, terutama imsak ‘an al-harbi wa al-qital wa tamassuk bi al-jihad al-akbar. Menimbulkan dampak negatif bagi pelaksanaan ibadah umrah dan haji.

3. Mendesak masing-masing pihak bersedia menyelesaikan masalah yang ada berdasarkan prinsip musyawarah dan ishlah dzat al-bain dalam semangat Ukhuwah Islamiyah.

4. Menyerukan rakyat di masing-masing negara untuk menolak peperangan, mendorong tercapainya perdamaian (islah). dan meredakan krisis politik di kawasan negara masingmasing dengan segala cara yang strategis dan optimal.

S. Mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah Islah dan mendesak Sidang Darurat OKI untuk menghindari perpecahan dan peperangan. Sikap ini penting agar OKI bisa memainkan perannya sebagai mediator perselisihan tersebut. Meski demikian, akan lebih baik jika konflik Qatar ini bisa diselesaikan secara internal melalui asosiasi kerjasama negara-negara Teluk (Gulf Cooperation Council / GCC).

6. Negara-negara islam hendaknya tidak mudah terjebak dan terhanyut dalam intrik politik proxy war yang bercirikan nafsu politik saling curiga, saling menyudutkan dan mengalahkan, dan saling fitnah terhadap segala kebijakan politik masing-masing negara baik di kawasan Timur Tengah maupun kebijakan hubungan dengan negara-negara lain.

7. Meminta kepada semua pihak untuk tidak memainkan isu-isu diplomatik yang antagonistik. hegemonik. tiranik, dan politik pecah belah dalam pentas hubungan internasional termasuk ke kawasan negara-negara Islam dan berpenduduk mayoritas muslim.

8. Menghmbau umat Islam berdoa di bulan Ramadan untuk perdamaian dan keamanan dunia.

Menurut Din Syamsuddin, kedelapan poin yang dikeluarkan Dewan pertimbangan MUI tersebut ada disampaikan langsung kepada pemimpin negara-negara yang sedang bertikai.







Credit  TEMPO.CO







Amerika Akhirnya Khawatir dengan Ancaman Rudal Korut



Amerika Akhirnya Khawatir dengan Ancaman Rudal Korut
Tes pencegat ICBM Amerika Serikat (AS). AS mulai khawatir dengan ancaman rudal Korea Utara. Foto/Sky News


WASHINGTON - Badan Pertahanan Rudal (MDA) Amerika Serikat (AS) akhirnya mulia khawatir dengan ancaman rudal-rudal Korea Utara (Korut). MDA kini wajib berasumsi bahwa Pyongyang mampu menyerang daratan AS dengan rudal balistik antar-benua (ICBM) berhulu ledak nuklir.

Kekhawatiran itu disampaikan Direktur MDA, Laksamana James Syring, di hadapan Kongres AS, hari Rabu waktu Washington. Meski demikian, dia meyakinkan publik bahwa teknologi pertahanan rudal Amerika dapat mengatasi ancaman rudal Pyongyang.

”Adalah kewajiban kita untuk berasumsi bahwa Korut saat ini dapat menjangkau AS dengan sebuah ICBM yang membawa hulu ledak nuklir,” kata Syring kepada Komite Angkatan Bersenjata Kongres AS.

”Kemajuan dalam enam bulan terakhir dengan teknologi rudal balistik Korut telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi saya dan orang lain,” lanjut Syring. Paparan MDA di depan parlemen AS itu sehubungan dengan usulan anggaran pertahanan 2018.

Syring yakin AS mampu mempertahankan diri dari ancaman serangan Korut yang dipimpin Kim Jong-un. Terlebih, uji coba pencegat ICBM yang berbasis di California baru-baru ini sukses menghancurkan ICBM yang disimulasikan ditembakkan dari Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall.

Tes pencegat ICBM untuk pertama kalinya dari yang telah direncanakan selama bertahun-tahun itu bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea.

”Saya tidak akan mengatakan bahwa kita nyaman menghadapi ancaman tersebut. Saya mengatakan bahwa kita sedang menangani ancaman yang kita ketahui hari ini,” kata Syring, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (8/6/2017).

Syring tidak yakin “pesan” yang dikirim AS ke Korea Utara akan dipahami rezim Kim Jong-un. ”(Sebaliknya) pesan kepada orang Amerika adalah bahwa kita dapat membela mereka 24 jam sehari , 7 hari seminggu,” katanya. 




Credit  sindonews.com





Korsel Tunda Penyebaran Sistem Anti Rudal THAAD AS


Korsel Tunda Penyebaran Sistem Anti Rudal THAAD AS
Korsel tunda penyebaran sistem rudal THAAD AS sambil menunggu penilaian terhadap dampak terhadap lingkungan. Foto/Istimewa


SEOUL - Korea Selatan (Korsel) akan menunda pemasangan komponen sisa sistem pertahanan anti-rudal Amerika Serikat (AS) sampai menyelesaikan penilaian terhadap dampak lingkungan. Begitu bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan Korsel.

Menurut seorang pejabat senior di Blue House, istana presiden Korsel, langkah tersebut dapat berarti penundaan yang substansial dalam penerapan penuh sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan. Pasalnya peninjauan tersebut mungkin memakan waktu lebih dari setahun.

"Tidak masuk akal untuk menarik dua peluncur awal yang telah disebar dan dipasang, namun instalasi tambahan akan diputuskan setelah penilaian dampak lingkungan selesai," kata pejabat pemerintah itu.

"Apakah kita harus segera maju dengan angsuran tambahan dengan mengabaikan transparansi hukum dan prosedur yang seharusnya adalah sebuah pertanyaan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/6/2017).

Pekan lalu Korsel mengatakan bahwa empat peluncur lagi telah diperkenalkan, beberapa bulan setelah peluncur kontroversial itu dipasang pada bulan Maret dengan hanya dua dari muatan maksimumnya enam peluncur.

Peluncur tambahan telah dibawa ke lokasi penyebaran di wilayah tenggara Seongju tanpa dilaporkan ke pemerintah baru atau ke publik, kantor baru Presiden Moon Jae-in mengatakan pekan lalu. Presiden Korsel pun meminta penyelidikan mengapa tidak diberitahu langkah itu oleh kementerian pertahanan.

Keputusan Jae-in untuk memerintahkan penyelidikan terhadap penyebaran tersebut dilakukan di tengah tanda-tanda meredakan ketegangan antara Korsel dan China, satu-satunya sekutu diplomatik utama Korea Utara (Korut).

Keputusan untuk menyebarkan sistem tersebut dibuat oleh pendahulu konservatif Jae-in, Park Geun-hye, yang telah dimakzulkan akibat skandal korupsi yang melanda sayap bisnis dan politik Korsel.

Jae-in mengatakan, perintahnya untuk penyelidikan di kementerian pertahanan hanyalah tindakan domestik dan tidak bertujuan untuk menghentikan penyebaran yang telah menimbulkan kemarahan China. 






Credit  sindonews.com






Menlu Jerman Sebut Trump Biang Keladi Konflik Qatar-Saudi Cs



Menlu Jerman Sebut Trump Biang Keladi Konflik Qatar-Saudi Cs
Foto/Ilustrasi/Istimewa
 

BERLIN - Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump penyebab konflik di Timur Tengah. Trump mempertaruhkan perlombaan senjata baru karena negara-negara tetangga Qatar memutuskan hubungan dengan Doha.

Arab Saudi dan sekutunya termasuk Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka memutuskan hubungan diplomatik dan menutup hubungan udara, laut dan darat dengan Qatar.

Perselisihan tersebut terjadi kurang dari sebulan setelah Trump mengunjungi Arab Saudi dan meminta negara-negara Muslim untuk bersatu melawan "ekstremisme".

"Kontrak militer raksasa Presiden Trump baru-baru ini dengan monarki Teluk meningkatkan risiko penjualan senjata spiral baru," Gabriel memperingatkan.

"Kebijakan ini benar-benar salah dan tentunya bukan kebijakan Jerman. Saya sangat prihatin dengan eskalasi dramatis dan konsekuensinya bagi seluruh wilayah," tambahnya seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (8/6/2017).

Gabriel memperingatkan isolasi terhadap Qatar dan mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan serangan terhadap keberadaan negera Teluk tersebut.

"Rupanya, Qatar harus diisolasi kurang lebih sama sekali dan dipukul secara eksistensial. Seperti 'Trumpifikasi' hubungan di wilayah yang sudah rentan terhadap krisis sangat berbahaya," kata Gabriel.

Dia menambahkan kesepakatan nuklir yang disepakati dengan Iran pada tahun 2015 telah memungkinkan eskalasi semacam itu harus dihindari.

"Konflik beracun antara tetangga adalah hal terakhir yang kita butuhkan," Gabriel memperingatkan.





Credit  sindonews.com




Parlemen Turki Setujui RUU Pengerahan Tentara ke Qatar


Parlemen Turki Setujui RUU Pengerahan Tentara ke Qatar
Parlemen Turki menyetujui pengerahan tentaranya ke Qatar di tengah eskalasi Timur Tengah. Foto/Istimewa



ANKARA - Parlemen Turki menyetujui sebuah rancangan undang-undang yang memungkinkan pasukannya untuk dikirim ke sebuah pangkalan militer Turki di Qatar. Keputusan ini adalah sebuah langkah nyata untuk mendukung negara Teluk Arab itu saat menghadapi menghadapi isolasi diplomatik dan perdagangan dari beberapa kekuatan terbesar di Timur Tengah.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar dan menutup wilayah udara mereka dengan penerbangan komersial pada hari Senin, dengan membiayai kelompok militan. Qatar membantah tudingan tersebut.

RUU tersebut disahkan dengan mendapat dukungan 240 suara. Sebagian besar dukungan datang dari Partai AK yang berkuasa dan oposisi nasionalis MHP. RUU itu sendiri disusun sebelum situasi di Timur Tengah memanas seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/6/2017).

Sebelumnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melemparkan kritikan terhadap sikap yang diambil oleh Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk lainnya terhadap Qatar. Erdogan menyebut sikap yang ditujukan Saudi cs bukanlah langkah yang tepat.

Erdogan menyatakan, Turki akan terus mengembangkan hubungan dengan Qatar, dan sanksi terhadap Qatar bukanlah solusi untuk masalah yang ada saat ini.



Credit sindonews.com


Erdogan Kritik Sikap Saudi Cs pada Qatar


Erdogan Kritik Sikap Saudi Cs pada Qatar
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melemparkan kritikan terhadap sikap yang diambil oleh Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk lainnya terhadap Qatar. Foto/Reuters
 

ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melemparkan kritikan terhadap sikap yang diambil oleh Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk lainnya terhadap Qatar. Erdogan menyebut sikap yang ditujukan Saudi cs bukanlah langkah yang tepat.

Seperti diketahui, Saudi cs memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, karena menduga Doha mendanai terorsie. Lalu, sebagai langkah lanjutan, Saudi cs menjatuhkan sejumlah sanksi, seperti larangan bagi maskapai Qatar terbang di langit mereka, dan juga penangguhan kerjasama perbankan.

Erdogan menyatakan, Turki akan terus mengembangkan hubungan dengan Qatar, dan sanksi terhadap Qatar bukanlah solusi untuk masalah yang ada saat ini.

"Kami tidak mempertimbangkan sanksi terhadap Qatar yang efektif. Pada saat kita sangat membutuhkan solidaritas dan kerja sama, situasi ini tidak akan menguntungkan siapa pun di wilayah kita," kata Erdogan.

"Kami akan terus mengembangkan hubungan dengan Qatar," sambung pemimpin Turki tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (7/6).

Semetara itu, media-media di Saudi melaporkan, Riyadh telah menetapkan sejumlah syarat kepada Qatar jika ingin hubungan kedua negara kembali normal. Salah satu syarat yang diajukan Saudi adalah Qatar harus mengusir anggota Hamas yang berkantor di Doha.

Menurut laporan media Saudi, Akhbar Al-Aan, selain pengusiran Hamas, Saudi juga meminta Qatar mengusir semua anggota kelompok Ikhwanul Muslimin, pembekuan rekening bank mereka, dan penghentian hubungan dengan kedua kelompok tersebut.








Credit sindonews.com