Pekerja menggali liang lahat di pemakaman Muslim bagi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Ahad (17/3).
Foto: AP Photo/Mark Baker
Penembakan masjid Christchurch masuk 10 penembakan massal terburuk di dunia.
CB,
WELLINGTON -- Seluruh dunia melihat Selandia Baru sebagai salah satu
negara paling aman. Tapi sebenarnya negara itu juga memiliki sejarah
panjang pembunuhan massal. Penembakan di dua masjid di Christchurch
menjadi pembunuhan massal terburuk sepanjang sejarah Selandia Baru.
Dengan korban tewas yang mencapai 50 orang, penembakan ini masuk 10
penembakan massal terburuk di dunia. Pada 1943, sebanyak 48 tawanan
perang dari Jepang ditembak dan dibunuh dalam kerusuhan di penjara
tawanan perang di Featherston. Seorang prajurit Selandia Baru juga tewas
dalam kejadiaan tersebut.
Perdana Menteri Jacinda Ardern
menyebut penembakan Christchurch menjadi hari tergelap dalam sejarah
Selandia Baru. Tapi, penembakan ini bukan satu-satunya penembakan massal
yang pernah terjadi di negara itu.
Dilansir di Radio NZ,
Ahad (17/3), pada 1990 David Gray menembaki orang di jalan Aramoana di
dekat Dunedin. Ia membunuh 13 orang sebelum ditembak mati polisi
keesokan harinya. Gray tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Menurut The Atlantic, penembakan massal kembali terjadi pada 1997 dimana enam orang tewas dan empat lainnya terluka di Raurimu, North Island.
Pada
1941, Stanley Graham melepaskan tembakan di Hokitika. Ia menembak mati
empat polisi dan tiga orang lainnya. Penembakan itu dipicu pertengkaran
dengan tetangganya yang ia yakini membunuh hewan ternaknya. Graham
akhirnya ditembak mati polisi dalam pemburuan besar-besaran.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, bertemu dengan anggota komunitas Muslim setelah penembakan massal di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019.
Pada 1992, ada dua pembunuhan massal yang terjadi di Selandia Baru. Dua peristiwa itu terjadi hanya berselang beberapa pekan.
Kejadian
pertama terjadi pada Mei ketika petani Auckland Brian Schlaepfer
membunuh istrinya dalam sebuah pertengkaran. Lalu, sebelum bunuh diri,
Schlaepfer membunuh lima anggota keluarga lainnya, yakni tiga orang
putra, satu orang menantu dan satu cucu laki-laki. Pada Juni di tahun
yang sama Raymod Ratima memukul dan menusuk tujuh anggota keluarganya
sampai tewas.
Di Selandia Baru, kekerasan dengan
senjata sangat jarang terjadi. Tingkat pembunuhan tahunan dengan senjata
juga tidak pernah mencapai digit ganda.
Dalam skala
global, World Atlas memasukkan penembakan Christchurch ke posisi delapan
penembakan massal terburuk dalam sejarah. Tragedi ini setara dengan
pembantaian di Pulse Nightclub, Florida, Amerika Serikat pada 2016 yang
jumlah korban tewasnya 49 orang.
Muslim Turki mengadakan shalat gaib selama demonstrasi mengutuk penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, di Ankara, Turki, 16 Maret 2019.
Penembakan
massal terburuk terjadi di Peshawar, Pakistan di mana ada sebanyak 149
orang tewas. Enam orang pelaku penembakan tersebut anggota kelompok yang
berafilasi dengan Taliban.
Hal itu disusul penembakan di
Garissa University College di Kenya yang total jumlah korban tewasnya
sebanyak 148 orang. Al-Shabaab, kelompok yang berafilasi dengan Alqaidah
mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com
CB, Jakarta - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, Senator Australia Fraser Anning harus dituntut karena memukul Will Connolly yang memecahkan telur ke kepalanya.
Morrison
sebelumnya mengecam dan menyebut pernyataan Fraser Anning menjijikkan.
Anning menyatakan aksi teror penembakan di Selandia Baru dipicu
gelombang imigran Muslim yang meningkat, sehingga menyebabkan kecemasan
di Australia dan Selandia Baru.
Dikutip
dari Perth Now, 17 Maret 2019, Fraser Anning terbang ke Melbourne untuk
menghadiri kampanye sayap kanan. Ketika Anning sedang diwawancara,
bocah 17 tahun bernama Will Connolly terlihat berdiri di belakangnya.
Tiba-tiba Connolly menimpuk telur ke belakang kepala Anning.
Foto
yang diambil dari video memperlihatkan seorang pemuda melempar telur ke
kepala Senator Queensland, Fraser Anning, di Melbourne, Australia,
Sabtu 16 Maret 2019. Aksi pemuda tersebut sebagai wujud ketidakpuasan
pernyataan Anning yang menyalahkan umat Muslim atas terjadinya
penembakan di masjid Selandia baru. Foto/video instagram
Dari rekaman video, Anning membalas dengan memukul Connolly dua kali, sebelum penasihatnya memisahkan Anning.
Para
pendukung Anning, termasuk terpidana kriminal Neil Erikson, mencengkram
leher Connolly dan menjatuhkannya ke lantai. Dia mencekik Connolly
sampai polisi tiba.
Aksinya viral di media sosial. Netizen
memanggilnya si Bocah Telur. Connolly yang sempat ditahan polisi tak
lama kemudian dibebaskan tanpa tuntutan apapun.
Will
Connolly yang dijuluki Eggboy setelah menimpuk kepala senator Australia
Fraser Anning yang menyalahkan Muslim dalam serangan teroris di
Selandia Baru.[Daily Mail]
Pada
Minggu pagi, muncul video Will Connolly yang mengatakan jangan
macam-macam dengan politisi, namun dia tidak menyesal melakukan itu.
"Jangan
menimpuk telur ke politisi, atau kalian diserang oleh 30 bogan di waktu
bersamaan, saya sudah mencobanya," kata Will. Bogan adalah kata slang
Australia untuk menyindir sampah masyarakat.
Pada Ahad, PM Scott Morrison mengatakan Anning harus dihukum karena menyerang remaja."Saya pikir langkah hukum harus diajukan atas Senator Anning," kata Morrison.
Sementara pengacara terkenal Adam Houda menawarkan bantuan hukum kepada Will Connolly jika ia mau mengajukan kasus pemukulan yang dilakukan Senator Australia Fraser Anning.
Pemimpin
Oposisi Inggris, Jeremy Corbyn bersama dengan pendukungnya serta
komunitas keagamaan di London, menggelar aksi solidaritas pada korban
serangan teroris di Selandia Baru. Foto/Istimewa
LONDON
- Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn bersama dengan
pendukungnya serta komunitas keagamaan di London, menggelar aksi
solidaritas, sekaligus doa bersama untuk mengenag para korban serangan
teroris di Selandia Baru.
Dalam pidatonya, Corbyn menyerukan
diakhirinya Islamofobia global dan mengirim pesan belasungkawa,
persatuan dan solidaritas kepada keluarga para korban yang terbunuh di
kota Christchurch.
“Teman-teman, saya ingin mengucapkan terima
kasih karena berada di sini, karena peristiwa mengerikan yang terjadi di
Selandia Baru ini. Tetapi ini juga merupakan demonstrasi komunitas
lokal kita di Finsbury Park. Kita berkulit hitam, kita berkulit putih,
kita Muslim, kita Kristen, kita Hindu, kita dari semua penjuru dunia dan
kita dari semua agama," kata Corbyn.
“Dan
ketika salah satu dari kita diserang, kita semua diserang. Ketika salah
satu bangunan kita diserang, kita semua diserang dan hari ini kita
berdiri dalam simpati dan solidaritas terdalam dengan orang-orang di
Christchurch," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu
(17/3).
Dia menyebut serangan di Christchurch adalah serangan
Islamofobia terhadap orang-orang yang secara damai menjalankan hak
mereka untuk beribadah, hak mereka untuk berkumpul.
Corbyn
membuat perbandingan antara serangan tChristchurch dan serangan yang
terjadi di wilayahnya pada musim panas 2017, di mana Makram Ali terbunuh
ketika seorang ekstremis kanan mengemudikan mobilnya ke kerumunan umat
Muslim.
Dirinya
kemudian meminta seluruh komunitas di Inggris dan di seluruh dunia
untuk bersatu melawan prasangka, ketakutan, dan kefanatikan. "Responsnya
harus untuk saling merangkul satu sama lain dengan lebih erat daripada
sebelumnya dan untuk menunjukkan kekuatan komunitas kita yang akan
datang bersama," ucapnya.
Corbyn menambahkan dengan menyatakan
sebagian masyarakat yang mengkambinghitamkan minoritas menciptakan pesan
dan suasana kebencian dan rasisme dan mereka tidak berkontribusi apa
pun kepada masyarakat selain perpecahan dan ketakutan.
Seorang perempuan membawa sebuah lilin
saat malam renungan untuk para korban penembakan mesjid di Selandia
Baru, di luar balai kota di Toronto, Ontario, Kanada, Jumat (15/3/2019).
(REUTERS/CHRIS HELGREN)
Washington (CB) - Gedung Putih menepis pada Ahad usaha untuk
mengaitkan Presiden Donald Trump dengan tertuduh penembak yang membunuh
50 orang di dua masjid di Selandia Barau, dengan menyatakan aksi
tersebut dilakukan oleh seorang individu yang tak dapat ditimpakan pada
seorang politikus.
"Presiden bukan seorang penganut supremasi kulit putih. Saya tak tahu
sudah berapa kali kami katakan itu," kata Mick Mulvaney, penjabat kepala
staf Gedung Putih di "Fox News" pada Ahad.
Trump pada Jumat mengutuk "pembunuhan massal keji itu" di masjid-masjid
tersebut dan Gedung Putih menyebut penembakan tersebut "tindakan
kebencian yang ganas."
Ketika ditanya oleh seorang wartawan pada Jumat apakah dia melihat
nasionalisme ras kulit putih sebagai ancaman yang meningkat di seluruh
dunia, Trump mengatakan,"Saya sungguh (tidak tahu). Saya pikir hanya
sekelompok kecil orang."
Manifesto tertuduh penembak itu memuji presiden AS tersebut sebagai
"simbol identitas kulit putih yang diperbarui dan maksud sama," kendati
ia tidak mendukung kebijakan-kebijakannya. Pengaitan itu menimbulkan
kritik bahwa Trump tak cukup kuat mengutuk ujaran kebencian dan
menggerakkan sentimen anti-Muslim.
"Saya kira tidak adil menyebut orang ini sebagai pendukung Donald
Trump," kata Mulvaney. "Lebih dari itu adalah dengan melihat
bagian-bagian eko-terorisnya dalam manifesto tersebut dan
menyelaraskannya dengan (Ketua DPR dari Demokrat) Nancy Pelosi atau
Ocasio-Cortez, anggota Kongres dari Democrat."
"Ini adalah individu yang terganggu, orang jahat," katanya.
Trump mendapat kecaman kuat selama beberapa hari setelah pawai mematikan
yang diadakan kelompok kulit putih di Charlottesville, Virginia, tahun
2017 ketika ia menyamakan supremasi kulit putih dengan pengunjuk rasa
tandingan dan mengatakan "kedua pihak harus dipersalahkan".
Pria
Indonesia, Zulfirman Syah, tergeletak di tanah usai ditembaki teroris
Brenton Tarrant di Selandia Baru. Putra kecilnya, Averroes, mendekati
tubuhnya yang tak berdaya. Foto/Mail Online
CHRISTCHURCH
- Zulfirman Syah membuktikan diri sebagai ayah sejati dengan melindungi
putra kecilnya dari berondongan peluru teroris di Christchurch,
Selandia Baru. Warga negara Indonesia (WNI) itu pasang badan untuk
ditembaki sang teroris Brenton Tarrant di Masjid Linwood, Jumat pekan
lalu.
Putra Zulfirman Syah baru berusia dua tahun. Anak kecil bernama Averroes itu selamat berkat aksi heroik sang ayah.
Sebanyak
50 orang tewas akibat penembakan brutal Tarrant. Puluhan korban tewas
gabungan dari jumlah korban di Masjid Linwood, Masjid Al-Noor dan rumah
sakit.
Insting
Zulfirman sebagai seorang ayah sangat tajam, di mana dia dengan cepat
pasang badan untuk waktu yang cukup lama ketika teroris asal Australia
itu mengumbar banyak tembakan. Zulfirman bertahan cukup lama sampai
Tarrant pergi.
Rekaman yang diambil setelah penyerangan
menunjukkan para korban kekejaman, termasuk Averroes yang memanjat tubuh
ayahnya yang terbaring di tanah.
Averroes terkena pecahan pelucu
bagian kaki dan pantat. Bocah cilik itu menderita luka ringan.
Sebaliknya, sang ayah harus menjalani operasi darurat.
Istri Zulfirman, Alta Marie, menceritakan kepada New Zealand Herald tentang
aksi heroik suaminya. "Suami saya melindungi putra kami selama serangan
di Linwood Islamic Centre, yang membuatnya menerima sebagian besar
peluru dan luka yang jauh lebih kompleks daripada putra kami," katanya.
"Dia pulih dengan baik dan ceria," lanjut Alta, yang juga dilansir The Sunday Times, Senin (18/3/2019).
Dalam pembantaian itu, Tarrant menggunakan sejumlah senjata semi-otomatis.
Alta, yang merupakan seorang guru bahasa Inggris, sedang memasak di
dapurnya di rumah baru mereka ketika dia menerima telepon dari suaminya.
Ketika dia menerima panggilan kedua dari sang suami, beberapa menit
kemudian menjadi jelas bahwa ada serangan di masjid.
Alta juga
menceritakan kejadian itu di Facebook. "(Zulfirman) Syah dikatakan telah
ditembak di banyak tempat di tubuhnya," tulis dia.
“Dia dalam
kondisi stabil setelah operasi eksplorasi dan rekonstruktif ekstensif
yang dia jalani sebelumnya hari ini (Sabtu)," lanjut Alta.
"Sementara
dia masih di unit perawatan intensif pada tahap ini, dia akan
dipindahkan ke bangsal umum kapan pun dianggap tepat, kemungkinan di
hari berikutnya atau lebih," paparnya.
"Sementara jalan menuju
pemulihan akan lama, kondisinya baru membaik sejak dia tiba di rumah
sakit kemarin," imbuh Alta. "Sore ini (Minggu) dia mendapat kunjungan
dari duta besar Indonesia, yang membangkitkan semangatnya."
Keluarga Zulfirman Syah yang berasal dari Indonesia sudah berada di Selandia Baru.
Pada
halaman penggalangan dana gratis yang dibuat oleh seorang teman,
Zulfirman digambarkan sebagai seniman pekerja keras yang berbakat.
Teman
korban menulis; "Keluarga merasa damai di Selandia Baru...mari kita
bantu pulihkan perdamaian mereka dan menangkal tindakan kekerasan yang
mengerikan ini."
Foto yang diambil dari video memperlihatkan seorang pemuda
melempar telur ke kepala Senator Queensland, Fraser Anning, di
Melbourne, Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Aksi pemuda tersebut sebagai
wujud ketidakpuasan pernyataan Anning yang menyalahkan umat Muslim atas
terjadinya penembakan di masjid Selandia baru. Foto/video instagram
CB, Jakarta - Will
Connolly, remaja yang menimpuk telur ke kepala senator Australia, Fraser
Anning yang menyalahkan muslim dalam serangan teroris di Selandia Baru, mendapat dukungan dari berbagai belahan dunia melalui media sosial.
Connolly
dijuluki pahlawan oleh para netizen karena keberaniannya menyatakan
ketidaksetujuannya pada pernyataan senator Australi itu saat
diwawancarai sejumlah wartawan di Melbourne.
Sejumlah meme dan kartun Connolly pun menghiasai media sosial. Ia pun diberi nama Eggboy.
"Pahlawan itu bernama #WillConnolly yang menimpuk telur ke senator
Australia Fraser Anning karena dia menyalahkan imigransi Muslim atas
serangan terori di Christchurh. Will Connolly anda legenda. PS: Dia 17
tahun #NewZealandMosqueAttack," tulis Abdi Nour HG di akun Twitter.
"Well done big boy #eggboy #WillConnolly," Mahmoud samer memuji remaja itu di akun Twitternya.
Tak
hanya pujian, orang-orang memberikan dukungan kepada Connolly dengan
mengumpulkan uang melalui GoFundMe yang sudah mencapai US$ 13,500.
Meme
Will Connolly dibuat oleh netizen yang mendukung dan memujinya setelah
remaja ini menimpuk telur ke kepala senator Australia, Frazer Anning
yang menyalahkan Muslim dalam serangan teror mematikan di Selandia Baru.
Uang
sebanyak itu, mengutip Reuters, untuk membiayai biaya hukum yang akan
dihadapi remaja ini dan juga membeli lebih banyak telur.
Menyadari
ancaman hukuman yang akan dihadapi Connolly, pengacara kriminal
terkemuka, Adam Houda, melalui akun Twitternya mengatakan kesiapannya
untuk membela remaja itu jika senator Australia itu menuntut penimpukan
telur ke kepalanya kemarin.
Houda menegaskan, dirinya telah
menyaksikan video penimpukan telur ke kepala Anning dan tindakan para
pengikutnya terhadap remaja itu.
"Saya telah menjadi pengacara
lebih dari dua dekade dan menurut pendapat saya tidak ada alasan bahwa
Anning bertindak itu untuk membela diri," kata Houda, seperti dikutip
dari Daily Mail, Minggu, 17 Maret 2019.
Will
Connolly yang dijuluki Eggboy setelah menimpuk telur ke kepala senator
Australia Fraser Anning yang menyalahkan Muslim dalam serangan teroris
di Selandia Baru.[Daily Mail]
Houda pun menyatakan Connolly akan mendapatkan bantuan hukum darinya secara gratis."Saya tidak pernah mengejar klien, tapi saya senang membantunya (probono). Sekarang terserah dia dan dan orang tuanya," ujarnya.
Dalam
rekaman penimpukan telur, Anning tampak marah dan memukul remaja usia
17 itu lalu menendangnya seraya mengeluarkan pernyataan:"Anda bukan
siapa-siapa, tetapi manusia lemah."
Setelah peristiwa Will Connolly menimpuk telur dipicu pernyataan menyalahkan muslim dalam serangan teroris di Selandia Baru,
muncul petisi online Change.org untuk menuntut senator Australia Fraser
Anning dipecat dari parlemen. Petisi sudah ditandatangani 1 juta orang.
Seorang pemuda melempar telur ke kepala Senator Queensland,
Fraser Anning saat menjawab pertanyaan awak media di Melbourne,
Australia, Sabtu 16 Maret 2019. Foto/video instagram
CB, Jakarta - Senator
Queensland Australia, Fraser Anning, ditimpuk telur oleh seorang remaja
pria saat diwawancara jurnalis karena menyalahkan Muslim atas teror
penembakan di Christchurch, Selandia Baru.
Dikutip
dari abc.net.au, 16 Maret 2019, rekaman menunjukkan pemuda mengamati
Anning dari belakang ketika diwawancara, sebelum memecahkan telur ke
belakang kepala Anning sambil merekam dengan ponselnya.
Senator
bereaksi dengan mengayunkan dua pukulan ke arah pemuda itu, namun hanya
satu yang mendarat di kepalanya. Dia juga berusaha menendang remaja itu.
Staf senator memisahkan senator dari pemuda itu. Pendukung senator
kemudian menjatuhkan remaja itu. Polisi kemudian membawa remaja itu
keluar.
Juru bicara kepolisian Victoria mengatakan, polisi telah
menahan remaja berusia 17 tahun asal kota Hampton, namun dibebaskan
tanpa tuntutan.
Insiden ini kemudian viral. Bahkan ada halaman media sosial membuka donasi agar sang remaja bisa membeli telur lebih banyak.
WATCH: This is the moment Senator Fraser Anning was egged by a teenage boy during a press conference in Melbourne. #9Newspic.twitter.com/oePwz3pPH2
Sementara
PM Australia Scott Morrison mengecam pernyataan senator Queensland,
Fraser Anning yang menghubungkan imigran Muslim dengan serangan teror di
dua masjid di Selandia Baru oleh teroris ekstremis sayap kanan.
"Pernyataan
senator Fraser Anning menyalahkan serangan pembunuhan oleh seorang
teroris ekstremis sayap kanan di Selandia Baru pada imigran
menjijikkan," kata Morrison, dikutip dari Sydney Morning Herald.
"Pandangan itu tidak punya tempat di Australia, apalagi Parlemen Australia," katanya.
Sebelumnya
Senator Anning mengatakan dalam sebuah tweet, "Apakah ada yang masih
membantah hubungan antara imigran Muslim dan kekerasan?"
"Saya
ingin tahu apakah akan ada banyak kemarahan dari sayap kiri ketika
serangan teroris Muslim berikutnya terjadi? Kemungkinan besar diam dan
berbicara tentang serangan serigala, penyakit mental dan tidak ada
koneksi ke Islam," tambahnya.
Dalam rilisnya di media,
Frasser Anning mengatakan "sementara jenis kekerasan seperti ini tidak
pernah bisa dibenarkan, yang disoroti adalah meningkatnya ketakutan
dalam masyarakat kami, baik di Australia dan Selandia Baru, akan
meningkatnya kehadiran Muslim," katanya mengaitkan motif penembakan di
Christchurch, Selandia Baru, dengan imigran Muslim.
Pemimpin
Partai One Nation Australia, Pauline Hanson (kiri), dicecar penyiar
televisi karena kebijakan anti-Muslim yang dinilai berkontribusi atas
serangan teroris di Selandia Baru. Foto/Seven Network
CANBERRA
- Pemimpin Partai One Nation Australia, Pauline Hanson, dicecar penyiar
televisi karena kebijakan anti-Muslim-nya dianggap berkontribusi dalam
serangan teroris di dua masjid di Selandia Baru. Hanson dianggap turut
"memberdayakan" supremasi kulit putih.
Tuan rumah program Sunrise di Seven Network,
David Koch, mencecar Hanson dalam wawancara yang berapi-api pada Senin
(18/3/2019) pagi. Hanson merupakan salah satu senator federal Australia.
Koch
menguliti kebijakan anti-Muslim Partai One Nation setelah serangan
teroris di Christchurch pada hari Jumat menewaskan 50 orang. Tersangka
teroris asal Australia, Brenton Tarrant, merilis manifesto setebal 74
halaman di media sosial sehari sebelum tragedi terjadi.
"Manifesto
teroris ini hampir berbunyi seperti kebijakan imigrasi One Nation dan
kebijakan Muslim. Apakah Anda merasa terlibat dengan kekejaman ini?,"
tanya Koch kepada Hanson.
Hanson pun menjawab pertanyaan kritis
itu. "David, saya merasakan orang-orang itu dan saya merasakan
keluarga-keluarga yang kehilangan nyawa. Sama di seberang jalan di sini
ketika kami memiliki serangan teroris Lindt Cafe," ujarnya.
"Kami
memiliki masalah tetapi Anda benar-benar harus mendiskusikannya dan
memperdebatkan masalah tersebut. Mengapa kami memiliki serangan teroris
di negara ini. Mengapa ini terjadi di seluruh dunia? Mengapa ini terjadi
di banyak tempat?," lanjut politisi Australia tersebut.
Koch
yang bersemangat kemudian mengklaim bahwa serangan teroris dilakukan
oleh supremasi kulit putih sayap kanan."Yang digerakkan oleh komentar
Anda (Hanson), oleh komentar anti-Muslim Anda," kata jurnalis tersebut.
"(Hal-hal
seperti) 'mereka tidak pantas berada di sini', 'mereka akan mengambil
alih negara kita'. Bisakah Anda memahami bagaimana hal itu memberdayakan
seorang supremasi kulit putih... agar melihatnya sebagai seruan untuk
(serangan) senjata?," tanya Koch.
Hanson kemudian mengalihkan fokus pertanyaan itu kepada apa yang terjadi di Inggris.
“Orang-orang meninggalkan Inggris untuk datang ke sini karena mereka
telah kehilangan negara mereka. Inggris bukan negara tempat mereka
dibesarkan," kata Hanson.
"Belajarlah dari kesalahan negara lain
untuk memastikan hal itu tidak terjadi di sini. Saya tidak tumbuh dengan
terorisme ketika saya masih kecil. Mengapa ini terjadi sekarang?,"
ujarnya.
Jawaban itu lag-lagi dikritisi Koch. "Anda membuat
pernyataan berani bahwa setiap Muslim mengerikan, setiap Muslim adalah
ancaman karena mereka tidak terlihat seperti kita dan mereka tidak
memiliki agama kita," balas Koch.
Ketika wawancara yang memanas berlanjut, Hanson menuduh Koch tidak tahu apa yang terjadi di pinggiran barat Sydney.
"Pergi
ke Fairfield sekarang, pergi dan tanyakan pada orang-orang Kristen
Lebanon apa yang terjadi pada negara mereka. Mereka akan memberi tahu
Anda hal yang sama. Mereka takut hal yang sama akan terjadi di sini,"
katanya.
"Saya punya pusat pemuda di daerah-daerah itu dan tahu persis apa yang terjadi di sana," jawab Koch dengan nada jengkel.
Presiden
AS, Donald Trump menuduh raksasa teknologi yang berpusat di AS, Google,
membantu militer China dengan melakukan bisnis di negara Asia.
Foto/Reuters
WASHINGTON
- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuduh raksasa teknologi
yang berpusat di AS, Google, membantu militer China dengan melakukan
bisnis di negara Asia.
"Google membantu China dan militer mereka,
tetapi bukan AS. Mengerikan! Berita baiknya adalah mereka membantu
Hillary Clinton, dan bukan Trump," kata Trump melalui akun Twitternya,
seperti dilansir Sputnik pada Minggu (17/3).
Sebelumnya, Ketua
Kepala Staf Gabungan militer AS, Jenderal Joseph Dunford mengatakan
kepada Kongres bahwa Pentagon khawatir bahwa secara tidak langsung
membantu memajukan militer China dengan bekerja di negara itu.
Menteri
Pertahanan AS, Patrick Shanahan menjelaskan, bahwa ada hubungan
langsung antara bisnis komersial dan pengembangan militer. Dia juga
mengklaim bahwa pencurian sistematis teknologi AS oleh entitas China
mempercepat kemajuan teknologi Beijing di sektor pertahanan.
Dalam
beberapa tahun terakhir, China dilaporkan mendapat kecaman yang
meningkat atas dugaan pencurian kekayaan intelektual dan spionase
ekonomi yang tersebar luas, dengan bisnis China dituduh mencuri rahasia
dagang dari perusahaan asing untuk memasukkan teknologi ke dalam
perangkat mereka sendiri dan menyerahkan barang palsu sebagai produk
terkenal mereka.
Demonstran Rompi Kuning di Paris Jarah Toko Brand Mewah
PARIS
- Para demonstran “rompi kuning” membakar sebuah bank dan menjarah
banyak toko di Champs Elysees, Paris. Itu terjadi di saat demonstran
rompi kuning menentang Presiden Prancis Emmanuel Macron dan reformasi
pro-bisnis yang digalakkanya. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam
air kepada para demonstran yang rusuh setelah beberapa pekan aksi
dilaksanakan dengan tenang pada Sabtu (16/3) waktu setempat.
Demonstrasi
rompi kuning sudah kehilangan momen dengan turunnya jumlah para
demonstrasi yang mengikuti aksi tersebut. Bank Banque Tarneaud dibakar
demonstrasi sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk menyelamatkan
seorang perempuan dan bayinya yang berada di gedung. Pembakaran gedung
tersebut mengakibatkan 11 orang mengalami luka ringan.
Para
perusuh juga membakar toko tas dan dua kios koran di Champs Elysees.
Mereka juga menjarah isi toko yang menjual pakaian dan tas dengan brand
ternama. Polisi huru hara berusaha menembakkan gas air mata untuk
membubarkan aksi kerusuhan terutama di monument Arch de Triomphe.
Polisi
menangkap hampir 240 demonstran yang menjadi perusuh karena menjarah
banyak toko di Champs Elysees dan menghancurkan restoran mewah
Fouquet's. Kemudian, restoran khusus yang menyajikan minuman beralkohol
ternama di Prancis itu menjadi lokasi di mana Nicolas Sarkozy merayakan
kemenangan pemilu presiden 2007 juga dirusak massa.
Beberapa
bagian kaca restoran Fouquet’s dihancurkan, dan beberapa bagian juga
dibakar. Para demonstran meninggalkan pesan “Sarkozy merusak segalanya”
di dinding luar restoran. Macron langung mempercepat liburan skinya di
Pyreness dan kembali ke Paris pada Sabtu malam. Dia langsung menggelar
pertemuan krisis dengan para menterinya.
“Kita menegakkan hak
konstitusional, tetapi kita mendapati banyak orang ingin merusak
republic ini, merusak segala sesuatu dan menghancurkannya, dan berisiko
menyebabkan orang terbunuh,” ujar Macron, dilansir Reuters. “Saya kita
sangat jeli menganalisis segala sesuatu dan dengan cepat mengambil
keputusan agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujarnya kepada para menteri.
Polisi
Prancis mengatakan, 42 demonstran, 17 petugas kepolisian dan seorang
petugas pemadam kebakaran terluka. Kementerian Dalam Negeri Prancis
memperkirakan 10.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di Paris,
dibandingkan hanya 3.000 orang yang mengikuti aksi pada pekan
sebelumnya. Secara nasional, jumlah demonstrasi mencapai 32.300 orang,
dibandingkan dengan 28.600 pada pekan lalu.
“Meskipun demonstran
jumlahnya relative kecil, sekitar 1.500 demonstran garis keras berusaha
mencari masalah,” kata Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner.
“Mereka sengaja datang ke Paris, sehingga kita memobilisasi lebih dari
1.400 polisi,” paparnya.
Castaner mengungkapkan, para demonstran
itu menyerukan kekerasan dan berusaha melakukan kerusuhan. “Para
profesional yang melakukan perusakan dan gangguan, dilengkapi peralatan
dan bermasker, melakukan infiltrasi pada demonstrasi. Instruksi saya
kepada polisi: merespons dengan tegas terhadap serangan yang tidak bisa
diterima,” katanya.
Kemudian Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe, dalam wawancara
dengan stasiun televisi BFM, mengatakan banyak orang yang melaksanakan
demonstrasi terlibat dalam aksi kerusuhan. Dia menambahkan, otoritas
bekerja untuk menjamin orang yang bertanggungjawab untuk diajukan ke
pengadilan dan mendapatkan hukuman tegas.
“Tujuan utama adalah
ketegasan total,” papar Philippe. Dia menambahkan, ribuan orang tertentu
itu ingin menciptakan kerusuhan dan berkomitmen melaksanakan aksi
kejahatan. Pengunjuk rasa rompi kuning berjanji menggelar unjuk rasa
lebih besar untuk memperingati empat bulan aksi mereka sejak gerakan itu
muncul pada pertengahan November.
Awalnya mereka menentang
kenaikan pajak bahan bakar dan biaya hidup, kini aksi mereka menargetkan
pemerintahan Macron. Hal terpisah, aksi demonstrasi damai menentang
perubahan iklim di Paris tengah diikuti lebih dari 36.000 orang. Secara
nasional diikuti oleh 145.000 orang.
Seiring dengan ekskalasi
kerusuhan setiap aksi demonstrasi, Macron memberikan paket konsensi
senilai lebih dari USD11 miliar untuk meningkatkan pendapatan pekerja
miskin dan pensiunan. Macron semakin tak berdaya dan akan memenuhi
segala tuntutan para demonstran.
Dia berjanji akan meningkatkan
upah minum. Macron akan menghapus pajak bagi pensiun. Dia ingin
membangun masa depan yang lebih bagi dan upaya saling menghormati satu
sama lain dan menyerukan dialog untuk mengatasi perbedaan pandangan.
Pemerintah
Prancis memerintahkan agar polisi mengatasi demonstrasi sejak Januari
di mana petugas keamanan dianggap bertindak brutal. Mantan bankir
investasi berusia 41 tahun juga meluncurkan serangkaian debat nasional
untuk menentukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Sebelumnya,
ada pesan tahun barunya, Macron berjanji akan melanjutkan agenda
reformasinya. “Kita tidak bisa bekerja lambat, menghasilkan lebih
banyak, memotong pajak, dan meningkatkan belanja,” ujarnya. Menghadapi
popularitas yang rendah, Macron diperkirakan akan mengumumkan rencana
kebijakannya untuk beberapa bulan mendatang.
Pemerintahan
Presiden Macron sangat terguncang dengan kerusuhan tersebut. Mereka
menyebut para demonstran ingin menggulingkan pemerintahan. Para
demonstran umumnya adalah pekerja dengan gaji rendah dan penentang
Macron yang dianggap tuli terhadap tuntutan rakyat kecil serta
memperhatikan orang kaya semata.
“Mereka tidak memiliki hak untuk
meninggalkan kita ada situasi sulit seperti saat ini,” kata demonstran
Francois Cordier, dilansir Reuters. “Kita sudah muak dengan perbudakan
dan kita seharusnya mampu hidup dengan gaji kita,” imbuhnya. Jajak
pendapat terbaru yang dirilis pada akhir tahun lalu, dukungan publik
Prancis terhadap aksi demonstrasi meningkat menjadi 66%.
Sedangkan
popularitas Macron turun hingga 23% atau berada di titik krisis. Macron
disebut sebagai "presiden orang kaya" karena menaikkan harga bakar
minyak. Sementara itu, penjualan sampanye di Prancis mengalami penurunan
dikarenakan Brexit (Britain dan Exit) dan demonstrasi rompi kuning.
Penurunan penjualan kali terendah sejak 2004.
Kemudian Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe, dalam wawancara
dengan stasiun televisi BFM, mengatakan banyak orang yang melaksanakan
demonstrasi terlibat dalam aksi kerusuhan. Dia menambahkan, otoritas
bekerja untuk menjamin orang yang bertanggungjawab untuk diajukan ke
pengadilan dan mendapatkan hukuman tegas.
“Tujuan utama adalah
ketegasan total,” papar Philippe. Dia menambahkan, ribuan orang tertentu
itu ingin menciptakan kerusuhan dan berkomitmen melaksanakan aksi
kejahatan. Pengunjuk rasa rompi kuning berjanji menggelar unjuk rasa
lebih besar untuk memperingati empat bulan aksi mereka sejak gerakan itu
muncul pada pertengahan November.
Awalnya mereka menentang
kenaikan pajak bahan bakar dan biaya hidup, kini aksi mereka menargetkan
pemerintahan Macron. Hal terpisah, aksi demonstrasi damai menentang
perubahan iklim di Paris tengah diikuti lebih dari 36.000 orang. Secara
nasional diikuti oleh 145.000 orang.
Seiring dengan ekskalasi
kerusuhan setiap aksi demonstrasi, Macron memberikan paket konsensi
senilai lebih dari USD11 miliar untuk meningkatkan pendapatan pekerja
miskin dan pensiunan. Macron semakin tak berdaya dan akan memenuhi
segala tuntutan para demonstran.
Dia berjanji akan meningkatkan
upah minum. Macron akan menghapus pajak bagi pensiun. Dia ingin
membangun masa depan yang lebih bagi dan upaya saling menghormati satu
sama lain dan menyerukan dialog untuk mengatasi perbedaan pandangan.
Pemerintah
Prancis memerintahkan agar polisi mengatasi demonstrasi sejak Januari
di mana petugas keamanan dianggap bertindak brutal. Mantan bankir
investasi berusia 41 tahun juga meluncurkan serangkaian debat nasional
untuk menentukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Sebelumnya,
ada pesan tahun barunya, Macron berjanji akan melanjutkan agenda
reformasinya. “Kita tidak bisa bekerja lambat, menghasilkan lebih
banyak, memotong pajak, dan meningkatkan belanja,” ujarnya. Menghadapi
popularitas yang rendah, Macron diperkirakan akan mengumumkan rencana
kebijakannya untuk beberapa bulan mendatang.
Pemerintahan
Presiden Macron sangat terguncang dengan kerusuhan tersebut. Mereka
menyebut para demonstran ingin menggulingkan pemerintahan. Para
demonstran umumnya adalah pekerja dengan gaji rendah dan penentang
Macron yang dianggap tuli terhadap tuntutan rakyat kecil serta
memperhatikan orang kaya semata.
“Mereka tidak memiliki hak untuk
meninggalkan kita ada situasi sulit seperti saat ini,” kata demonstran
Francois Cordier, dilansir Reuters. “Kita sudah muak dengan perbudakan
dan kita seharusnya mampu hidup dengan gaji kita,” imbuhnya. Jajak
pendapat terbaru yang dirilis pada akhir tahun lalu, dukungan publik
Prancis terhadap aksi demonstrasi meningkat menjadi 66%.
Sedangkan
popularitas Macron turun hingga 23% atau berada di titik krisis. Macron
disebut sebagai "presiden orang kaya" karena menaikkan harga bakar
minyak. Sementara itu, penjualan sampanye di Prancis mengalami penurunan
dikarenakan Brexit (Britain dan Exit) dan demonstrasi rompi kuning.
Penurunan penjualan kali terendah sejak 2004.
Pengunjuk rasa memakai rompi kuning
berada di Champs Elysees dekat Arc de Triomphe saat aksi demo oleh
gerakan "rompi kuning" di Paris, Prancis, Sabtu (9/3/2019). ANTARA
FOTO/REUTERS/Philippe Wojazer/djo (REUTERS/PHILIPPE WOJAZER)
Paris (CB) - Polisi Prancis melepaskan gas air mata dan
menangkap sejumlah pengunjuk rasa pada Sabtu dalam bentrokan-bentrokan
dengan pengunjuk rasa.
Sementara itu gerakan rompi kuning berusaha menyuntikkan dorongan baru
ke dalam aksinya yang sudah berjalan empat bulan untuk melawan Presiden
Emmanuel Macron dan reformasi pro-bisnisnya.
Para pengunjuk rasa melempar bebatuan ke arah polisi anti huru-hara yang
membalasnya dengan melepaskan gas air mata di depan monumen Arc de
Triumphed di Paris. Para pengunjuk rasa membakar benda-benda di
jalan-jalan. Sedikitnya satu mobil terbakar.
Polisi juga menggunakan senapan air dan menahan lebih 30 orang pengunjuk
rasa pada Sabtu pagi sementara ketegangan merebak di jalan Champs
Elysee, tempat jendela-jendela rumah makan untuk kalangan atas dilempari
batu.
Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan para preman mencari
kesempatan membonceng aksi protes. Ia memberikan perintah untuk
menanggapi "serangan-serangan yang tak dapat diterima dengan tindakan
tegas".
"Tak diragukan mereka ingin melakukan kekerasan dan menabur suasana mencekam di Paris," cuit Castaner melalui Twitter.
Para pengunjuk rasa telah berjanji akan mengajak orang-orang dalam
jumlah besar untuk berdemonstrasi menandai bulan keempat sejak gerakan
itu meletus pada pertengahan November sebagai protes terhadap kenaikan
pajak bahan bakar dan biaya hidup yang mahal.
AS
dilaporkan telah memperketat sanksi dengan memasukkan setidaknya enam
pejabat dan delapan organisasi yang berafiliasi dengan Rusia dalam
daftar sanksi. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memperketat sanksi anti-Rusia.
AS memasukkan setidaknya enam orang pejabat Rusia dalam daftar hitam,
dan delapan organisasi yang berafiliasi dengan Rusia.
Kementerian
Keuangan AS menuturkan, sanksi ini dijatuhkan kepada mereka yang
terlibat dalam insiden selat Kerch dan juga terlibat dalam aneksasi
wilayah Criema, serta konflik di Ukraina Timur.
"Orang-orang dan
badan hukum ini mengambil bagian dalam serangan Rusia yang tidak dapat
dibenarkan atas kapal perang Ukraina di Selat Kerch, dugaan aneksasi
Krimea dan dukungan untuk pemilihan ilegal pemerintah separatis di
Ukraina timur," kata Kementerian Keuangan AS, seperti dilansir Tass pada
Minggu (17/3).
Daftar
sanksi mencakup Wakil Direktur Layanan Penjaga Perbatasan Layanan
Keamanan Federal Gennadiy Medvedev, Kepala Titik Komando Layanan
Keamanan Federal untuk Crimea dan Sevastopol Ruslan Romashkin, Kepala
Unit Penjaga Pantai dari Layanan Keamanan Federal Andrei Shein, Kepala
Direktorat Perbatasan dari Layanan Keamanan Federal Sergei Stankevich,
serta Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Rakyat Donetsk yang
diproklamirkan ( DPR), Alexey Naidenko, dan sekretaris Komisi Pemilihan
Umum DPR Vladimir Vysotsky.
Washington juga memberlakukan
pembatasan pada perusahaan Rusia Oceanpribor, pabrik Fiolent,
Sudokomposit, Proyek Baru, Consol-Stroy, Zvezda, Pabrik Pembuatan Kapal
Yaroslavsky dan Pabrik Gorky Zelenodolsk.
Wakil
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menuturkan Moskow tidak akan
memperdulikan tekanan AS dan akan melanjutkan kerjasama dengan
Venezuela. Foto/Istimewa
MOSKOW
- Rusia menuturkan, mereka tidak akan memperdulikan tekanan Amerika
Serikat (AS) dan akan terus melanjutkan kerjasama dengan Venezuela.
Sebelumnya, AS telah menjatuhkan sejumlah pembatasan terhadap perusahaan
Rusia yang menjalin kerjasama dengan Venezuela.
Wakil Menteri
Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov menuturkan dia akan melakukan
pertemuan dengan Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela, Elliott Abrams.
Dalam pertemuan itu, Ryabkov menuturkan, dia akan memperingatkan AS
untuk tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri Venezuela.
Ryabkov
kemudian menuturkan, masalah tekanan pada perusahaan Rusia untuk
melakukan kegiatan ekonomi dengan mitra Venezuela akan dimunculkan dalam
pertemuan tersebut.
"Kami
akan memperingatkan AS terhadap intervensi paksa dan bentuk-bentuk lain
dari pengaruh tidak sah terhadap otoritas yang sah di Caracas. Tentu
saja, kami akan menjelaskan mengapa upaya harus dilakukan agar dialog
intra-Venezuela masih dimulai," ucap Ryabkov.
"Tentu saja, kami
akan menekankan bahwa kerja sama di semua bidang, yang dilakukan oleh
Moskow dan Caracas, benar-benar legal dan memiliki sejarah yang pasti
dan ruang lingkup yang signifikan," sambungnya, seperti dilansir Sputnik
pada Minggu (17/3).
Terkait dengan pertemuan dengan Abrams,
Ryabkov mengatakan pertemuan tersebut akan digelar di Roma pada Selasa
mendatang. "Posisi Moskow dan Washington mengenai masalah ini sangat
bertentangan, tetapi ini bukan alasan untuk tidak berbicara. Kami akan
melakukan diskusi yang relevan," tukasnya.
Taliban merayakan gencatan senjata di
Distrik Ghanikhel di Provinsi Nangarhar, Afghanistan. Gambar diambil
pada 16 Juni, 2018. (REUTERS/Parwiz)
Kabul (CB) - Sedikitnya 50 anggota pasukan keamanan Afghanistan
telah menyerah ke Taliban dalam pertempuran untuk menguasai Provinsi
Badghis di bagian barat negara itu, peristiwa yang telah merenggut cukup
banyak korban, kata para pejabat.
Pertempuran di Afghanistan telah meningkat bahkan ketika para pejabat
Taliban dan Amerika Serikat menyelesaikan babak paling terbaru dari
perundingan perdamaian pada Selasa, yang disebutkan kedua pihak
mengalami kemajuan.
Kekerasan di Afghanistan biasanya menunjukkan peningkatan pada musim semi.
Sebanyak 100 personel Afganistan yang merupakan bagian dari kepolisian
perbatasan di bawah Kementerian Dalam Negeri berusaha meninggalkan
pos-pos mereka ke negara tetangga Turkmenistan pada Sabtu, tetapi mereka
dicegah masuk ke negara itu, kata Abdul Aziz Bik, ketua dewan Provinsi
Baghdis, pada Ahad.
Sekitar 50 personel polisi perbatasan Afghanistan menyerah, sisanya lagi
terus bertempur di distrik Bala Murghab, katanya. Bala Murghab
merupakan distrik yang sangat padat di provinsi itu.
"Para tentara ini telah bertempur melawan Talban selama bertahun-tahun
dan jika mereka menyerah, mereka akan dibunuh oleh Taliban," kata Bik
Distrik itu berisiko jatuh ke ke tangan Taliban jika pasukan Afghanistan
tidak memperoleh tambahan kekuatan di darat dan udara, kata Abdullah
Afzali, anggota dewan itu pada Sabtu.
Taliban menyatakan 90 personel polisi perbatasan telah menyerah kepada
kelompok militan itu yang mengunggah foto-foto mereka yang ditangkap
Taliban dan menambahkan pihaknya telah membunuh banyak lagi.
Jamshid Shahabi, juru bicara gubernur Badghis, mengatakan Taliban telah
menggelembungkan perkiraan jumlah anggota pasukan yang ditangkap.
Sejauh ini belum jelas berapa banyak personel polisi Afghanistan dan
anggota Taliban yang terbunuh atau terluka dalam pertempuran untuk
menguasai distrik itu.
Tetapi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mencuit bahwa
serangan-serangan di Bala Murghab telah menimbulkan banyak korban.
Dikatakan, pihaknya telah memfasilitasi penyerahan 20 jasad tentara ke
Korps Tentara Nasional Afghanistan.
Dalam cuitannya di Twitter, Kementerian Pertahanan Afghanistan
mengatakan pasukannya telah membunuh 12 anggota Taliban di Bala Murghab,
sebagai bagian dari operasi di seluruh 10 provinsi selama 24 jam
sebelumnya. Seorang jubir kementerian itu tidak dapat dihubungi untuk
dimintai komentar.
Distrik Bala Murghab telah menjadi medan tempur dalam beberapa bulan
belakangan. Taliban membunuh 20 serdadu Afghanistan dan menangkap 20
lagi kurang dari sepekan lalu.
Polisi forensik Israel melakukan olah
tempat kejadian perkara kasus penembakan oleh warga Palestina di dekat
permukiman warga Yahudi, Tepi Barat yang diduduki, Minggu (17/3/2019).
ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/wsj.
Jerusalem (CB) - Seorang warga Palestina menusuk seorang tentara
Israel hingga tewas di Tepi Barat, yang diduduki Israel, pada Ahad dan
menggunakan senjatanya untuk melukai seorang tentara lain dan seorang
pemukim Yahudi sebelum meloloskan diri, kata para pejabat Israel.
Insiden tersebut terjadi di persimpangan dekat Ariel, satu permukiman
besar, tempat warga Palestina itu, menusuk dan merebut senjata tentara
Israel itu, menembak ke arah tiga kendaraan, dan menghajar seorang warga
sipil, kata militer Israel.
Ia kemudian membajak sebuah mobil, mengemudikannya ke persimpangan
terdekat tempat ia menembak seorang tentara kedua sebelum melarikan diri
ke sebuah desa Palestina.
Sejauh ini belum diketahui dengan jelas apakah lebih dari satu penyerang
terlibat. Para pejabat di permukiman Yahudi mengidentifikasi warga
sipil yang terluka ialah seorang rabbi setempat. Para pejabat rumah
sakit mengatakan ia dalam keadaan kritis.
Dalam keterangannya pada sidang kabinet mingguan, Perdana Menteri
Benjamin Netanyahu menyebut beberapa penyerang, dengan
mengatakan,"Pasukan keamanan sedang memburu para penyerang itu. Saya
merasa yakin mereka akan ditangkap."
HAMAS, yang memerintah Jalur Gaza, memuji serangan di Tepi Barat itu
sebagai "tanggapan lumrah atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh
penjajah Israel". Pernyataan itu tak menyebutkan pihak yang bertanggung
jawab.
Di bagian selatan Jalur Gaza, serangan tersebut diumumkan di
tempat-tempat ibadah dan pegiat HAMAS membagi-bagikan permen kepada para
pejalan kaki sebagai bentuk kegembiraan mereka.
Militer Israel menyatakan pihaknya belum tahu para penyerang itu masuk kelompok organisasi apa.
Para warga Palestina, banyak di antara mereka tanpa diketahui ikut
bergabung dengan kelompok-kelompok militan, melancarkan
serangan-serangan di Tepi Barat pada penghujung tahun 2015 dan 2016,
tetapi insiden-insiden seperti itu sejak itu menurun.
Israel menduduki Tepi Barat Sungai Yordan dalam perang Timur Tengah
tahun 1967. Pihak Palestina ingin mendirikan sebuah negara di sana dan
di Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Perundingan
perdamaian Israel-Palestina gagal tahun 2014.
Warga Palestina di Gaza City saat menyambut gembira kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah.
Foto: AP/Khalil Hamra
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi membidik fasilitas militer Hamas.
CB,
GAZA -- Israel melancarkan serangan udara ke Gaza pada Kamis malam
(14/3). Tel Aviv membidik 100 target terkait Hamas di wilayah yang
diblokade tersebut.
Sejumlah warga Palestina yang tinggal di Gaza mengungkapkan mereka
mendengar ledakan keras pada Jumat (15/3) pagi. Menurut mereka, Israel
mengebom posisi keamanan Hamas.
Pasukan Pertahanan Israel
(IDF) mengonfirmasi membidik fasilitas militer dan keamanan Hamas. "Kami
mengenai 100 sasaran militer Hamas di Gaza sebagai tanggapan atas roket
yang mereka tembakkan kepada warga sipil Israel," kata IDF melalui akun
Twitter resminya.
Beberapa target yang berhasil
dihantam Israel adalah tempat pembuatan roket bawah tanah, pusat
penyimpanan pesawat nirawak, dan markas besar Hamas. Dalam keterangan
yang dipublikasikan di Twitter, IDF turut mengunggah foto citra satelit dari target-target yang diserangnya.
Menurut
IDF serangan terhadap 100 target Hamas itu dilakukan setelah beberapa
roket ditembakkan dari Gaza ke Israel. IDF meyakini roket-roket tersebut
diluncurkan Hamas. "Kami dapat mengonfirmasi roket yang ditembakkan
dari Gaza ke Tel Aviv tadi malam diluncurkan oleh organisasi Hamas,"
ujarnya.
Peluncuran roket dari Gaza memicu sirene tanda
bahaya di selatan Israel, termasuk Tel Aviv. "Saya mendengar roket dan
saya mendengar sirene berbunyi. Agak mengejutkan, saya tidak berpikir
Anda tahu, itu benar-benar dapat mencapai Tel Aviv," kata warga Yonah
Zeff, dikutip laman Aljazirah.
Wali Kota Tel Aviv
Ron Huldai telah memerintahkan agar dibangun tempat perlindungan
serangan udara publik. Namun, dia mengatakan tidak ada instruksi khusus
kepada warganya. "Jalani aktivitas seperti biasa. Tenang tapi waspada,"
katanya.
Merespons serangan roket dari Gaza, Menteri
Pendidikan Israel Naftali Bennet menyerukan demiliterisasi Hamas. "Sudah
waktunya untuk mengalahkan Hamas. Sudah waktunya bertindak secara
sepihak dan melumpuhkan Hamas untuk membela warga Israel," ujarnya.
Hamas
membantah bertanggung jawab atas serangan roket terhadap Israel. Sebab
peristiwa itu terjadi saat perwakilannya bertemu para mediator Mesir
untuk mencoba memperkuat gencatan senjata dengan Tel Aviv.
Kementerian
Dalam Negeri Gaza mengatakan penembakan roket melawan konsensus
nasional. Ia berjanji menindak para pelaku yang terlibat dalam aksi
tersebut.
Kelompok Jihad Islam dan Komite Perlawanan
Rakyat, dua faksi bersenjata di Gaza, juga membantah bertanggung jawab.
"Tuduhan ini hanya kebohongan oleh pendudukan Israel. Gerakan kita dan
sayap militernya Brigade Al-Quds tidak menembakkan roket apa pun," ujar
juru bicara Jihad Islam Daoud Shihab.
Sejak Jalur Gaza
diblokade pada 2007, Israel telah terlibat tiga kali pertempuran melawan
Hamas. Peperangan pada 2014 menjadi yang paling mematikan, di mana
sekitar 1.800 warga Gaza tewas dan 10 ribu lainnya luka-luka.
Pada
Maret tahun lalu, situasi di perbatasan Gaza-Israel kembali memanas.
Ribuan warga Gaza menggelar aksi Great March of Return. Mereka menuntut
Israel mengembalikan tanah yang didudukinya pasca Perang Arab-Israel
1967. Tak hanya itu, warga Gaza juga menyuarakan protes atas keputusan
Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Namun
aksi demonstrasi itu direspons secara represif dan brutal oleh pasukan
Israel. Mereka membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.
Tak
hanya itu, Israel pun menyiapkan penembak jitu untuk melumpuhkan dan
membunuh warga yang berpartisipasi dalam aksi tersebut. Sebanyak 189
warga Palestina tewas dan lebih dari 6.000 lainnya mengalami luka-luka
akibat tindakan pasukan Israel.
Ilustrasi serangan pasukan koalisi AS-Kurdi terhadap basis ISIS di Desa Baghouz, Suriah. (Delil SOULEIMAN / AFP)
Jakarta, CB -- Menaklukkan basis pertahanan terakhir kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ternyata tidak semudah yang dikira. Meski Presiden Amerika Serikat,
Donald Trump, mengklaim mereka berhasil merebut seratus persen wilayah
kekuasaan ISIS, tetapi kenyataan di lapangan memperlihatkan ribuan
militan masih bertahan dari serangan pasukan koalisi AS-Kurdi.
Seperti dilansir Associated Press,
Minggu (17/3), Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengakui agak kesulitan
menembus basis pertahanan terakhir ISIS di Desa Baghouz, Provinsi Deir
al Zour, Suriah. Menurut juru bicara SDF, Kino Gabriel, para militan
meninggalkan sejumlah jebakan berupa ranjau untuk menghambat laju
serdadu koalisi.
"Kami menghadapi sejumlah kesulitan dalam operasi militer ini," kata Kino.
Menurut
Kino, meski sudah berkali-kali digempur, ribuan militan ISIS masih
bertahan di Desa Baghouz. Di sana bercampur antara militan dan anak
istri mereka.
Kondisi itu, menurut Kino, menyulitkan pasukan koalisi untuk menggunakan kekuatan penuh untuk menggempur ISIS.
"Kami khawatir melukai anak-anak dan para perempuan yang masih ada di desa," ujar Kino.
Di
samping itu, Kino menyatakan militan ISIS juga membangun terowongan
yang saling terhubung untuk membuat serangan kejutan kepada pasukan
koalisi. Dari sana militan ISIS juga melakukan serangan bom bunuh diri.
Ranjau yang ditinggalkan juga berdaya ledak besar dan diduga bom rakitan dari hulu ledak.
Bahkan
luas wilayah kekuasaan terakhir ISIS itu diperkirakan masih sama
dibandingkan beberapa pekan lalu. Yakni sekitar 250 kilometer. Hal ini
memperlihatkan perkembangan operasi militer untuk menaklukkan ISIS belum
berdampak signifikan, meski gencar disebut tak lama lagi kelompok itu
bakal habis.
Tentara Prancis meninggalan Hotel
Radisson di Bamako, Mali, beberapa jam setelah teror Al Qaida ke hotel
mewah ini, Jumat 20 November 2015. (Reuters)
Bamako, Mali (CB) - Sekelompok orang bersenjata semalam
menyerang dan sempat menguasai pangkalan militer Mali, menewaskan 16
tentara dan merusak lima kendaraan di daerah Mopti, Mali tengah, menurut
dua anggota dewan kota di kawasan tempat serangan terjadi, Minggu.
Markas militer tersebut terletak di desa Dioura, kata wali kota dari
kota terdekat Kareri, Youssouf Coulibaly melalui telepon kepada Reuters.
Mali tengah dalam beberapa tahun terakhir sempat dikuasai para pegaris
keras Al Qaida.
"Saya saat ini berada di dalam markas, ada banyak jenazah. Sejauh ini kami hitung ada 16," katanya.
Juru bicara tentara, Kolonel Diarran Kone, membenarkan serangan tersebut terjadi namun tidak memberi penjelasan lebih lanjut.
Kekerasan oleh kelompok garis keras semakin memburuk setiap tahun sejak
pertama kali merebak di Mali pada 2012. Pada tahun itu, kaum garis keras
jaringan pemberontak Tuareg mengambil alih kekuasaan di utara dan dan
merangsek ke Ibu Kota Bamako, sampai pasukan gabungan pimpinan Prancis
mendesak mundur mereka pada tahun berikutnya.
Kelompok-kelompok terkait Al Qaida dan IS menggunakan Mali tengah
sebagai landasan untuk melancarkan serangan yang jumlahnya semakin
meningkat di sepanjang wilayah Sahel, khususnya di negara negara
tetangga Niger dan Burkina Faso, meskipun ada 4.500 pasukan Prancis di
sana.
Mali tengah merupakan tempat keberadaan Front Pembebasan Macina pimpinan
seorang kathib Salafiyah dan pemimpin militan, Amadou Koufa. Menteri
Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly mengatakan pada November
bahwa Koufa telah terbunuh dalam penggerebekan oleh pasukan Prancis.
Namun pada akhir bulan lalu, Koufa muncul dalam video propaganda baru yang mengejek pasukan Prancis dan Mali.
Quetta, Pakistan (CB) - Empat orang tewas dan 10 lainnya cedera
di Pakistan, Minggu saat sebuah bom meledak di kereta yang tengah melaju
di daerah kaya sumber daya alam, Baluchitta, tempat para pemberontak
memerangi pasukan keamanan selama bertahun-tahun.
Belum segera ada yang mengaku bertanggungjawab, namun kelompok sempalan
suku Baluch, yang memperjuangkan tindakan yang mereka sebut eksploitasi
yang tidak adil atas gas dan sumber-sumber lain di provinsi mereka, pada
masa lalu pernah melakukan serangan terhadap kereta api.
"Empat orang, seorang remaja putri dan ibunya dan dua orang lain
terbunuh dalam ledakan," kata Irfan Bashir, kepala polisi di distrik
Naseerabad, tempat ledakan terjadi, kepada Reuters.
Ledakan membuat enam rangkaian kereta anjlok, saat sedang melintas dari
Peshawar di barat daya menuju Baluchistan, Ibu Kota Provinsi Quetta.
Kejadian ini merupakan serangan kedua dalam dua pekan di kawasan
tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam serangan sebelumnya, kata perwira
polisi yang lain.
Baluchistan merupakan tempat penting bagi proyek-proyek energi dan
transportasi yang merupakan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China,
yang telah membawa investasi sebesar 57 miliar dolar ke Pakistan.
Kekerasan di provinsi tersebut yang berbatasan dengan Afghanistan dan
Iran telah memicu kekhawatiran akan keamanan penanaman modal, khususnya
yang terkait dengan jalur energi yang akan melayani dari China bagian
barat menuju pelabuhan Gwadar di Pakistan selatan.
Teror Masjid Christchurch. Suasana di depan masjid
Al Noor di Jalan Deans, Christchurch, Sabtu (16/3), sehari usai insiden
teror yang menewaskan 49 orang.
Foto: EPA
Rencana pengetatan aturan kepemilikan senjata memicu 'pembelian panik' oleh warga.
CB,
WELLINGTON -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berjanji
untuk memperketat undang-undang senjata pascaserangan teror masjid di
Kota Christchurch. Pernyataan itu kemudian mengakibatkan lonjakan angka
penjualan senjata di negara tersebut.
Seperti Newsroom.co.nz,
pemilik toko senjata daring maupun luring menginformasikan adanya
lonjakan penjualan di gerai mereka pada Sabtu (16/3) pagi. Termasuk,
toko senjata Gun City cabang Christchurch yang sibuk melayani pelanggan.
Mereka
mengunggah daring fenomena "pembelian panik" itu. Orang-orang menyerbu
toko untuk membeli senjata api. Kiwi Gun Blog merilis di halaman grup Facebook tentang angka bagus dari penjualan senjata semi-otomatis dan amunisi.
Hal
itu senada dengan pemilik toko senjata Auckland yang mencatat
peningkatan signifikan angka penjualan senjata semi-otomatis. Namun, dia
enggan memberitahukan harga dan berapa banyak stok yang tersisa di
toko.
Pelaku teror Christchurch juga menggunakan senjata
semi-otomatis saat menembaki Muslim yang beribadah di dua masjid, pada
Jumat (15/3). Saat diamankan polisi, tersangka utama Brenton Tarrant
memiliki dua senjata di dalam mobil dan sebuah alat peledak.
PM
Jacinda Ardern mengatakan, Tarrant memiliki total lima senjata api.
Fakta bahwa dia bisa mendapat akses kepada sejumlah tipe senjata itu
menunjukkan hukum senjata di Selandia Baru belum sesuai dan ideal.
Masih
timbul pertanyaan tentang bagaimana wujud tanggung jawab atas serangan
teror Christchurch. Belum diketahui seperti apa cara pemerintah
memperketat lisensi senjata atau membatasi akses senjata yang
dimodifikasi secara ilegal.
Pakar senjata mengatakan,
senapan yang digunakan Tarrant di masjid pertama adalah senjata
semi-otomatis Mossberg 930. Senjata itu memiliki silinder tujuh putaran.
Saat pria itu kehabisan amunisi, dia beralih ke AR15.
Sebagai
informasi, AR15 adalah senapan olahraga semi-otomatis, dan di antara
senjata api yang saat ini paling laris terjual. Menurut situs senjata
daring, AR15 sering digunakan untuk berburu rusa dan menembak sasaran
kompetitif.
Kedua jenis senjata yang digunakan tersangka
bisa didapatkan oleh pemilik lisensi regular kategori A tanpa
persyaratan tambahan lain. Walau senjata Tarrant legal dengan lisensi,
tapi senapan AR15-nya ilegal karena dimodifikasi dengan mesin besar.
Sesuai
pedoman Arms Act pada 1992, senapan semi-otomatis AR15 hanya memiliki
kapasitas tujuh putaran. Faktanya, senapan Tarrant memiliki silinder 30
putaran, 40 putaran, dan 60 putaran.
Bagiannya seperti
didapatkan dari penjual senjata lokal. Untuk mendapatkan lisensi senjata
di Selandia Baru, seseorang harus berusia lebih dari 16 tahun, lulus
pemeriksaan latar belakang, dan memiliki dua sanak (saudara atau
pasangan).
Menurut polisi, Tarrant tidak memiliki sejarah kriminal dan tidak dikenal polisi di Selandia Baru atau Australia. Laman Newsroom.co.nz melaporkan, sebelum insiden ini dia tidak masuk dalam daftar polisi atau daftar teroris.
Pria
asal Australia itu sesekali datang ke Selandia Baru. Saat bertandang
pada November 2017, dia memperoleh lisensi senjata dasar kategori A.
Sebulan kemudian, dia mendaftar ke pengecer senjata daring populer tapi
tidak membeli apa pun.
Brenton Tarrant, pelaku penembakan jamaah salat Jumat di Masjid Al-Noor, Selandia Baru. Foto/REUTERS
CHRISTCHURCH
- Sebanyak empat orang ditahan setelah lebih dari 40 orang tewas dan 20
lainnya luka serius dalam penembakan di dua masjid di kota
Christchurch, Selandia Baru. Penembakan terjadi saat salat Jumat
berlangsung siang tadi.
Polisi Selandia Baru mengatakan banyak
korban jiwa berjatuhan setelah apa yang mereka gambarkan sebagai
"serangkaian peristiwa tragis" di wilayah Canterbury pada hari Jumat.
Ada
lima fakta yang perlu diketahui dalam kasus penembakan di dua masjid di
Selandia Baru ini. Berikut rincian fakta-fakta tersebut. 1. Yang Terjadi di Christchurch
Petugas
polisi pertama kali menanggapi laporan adanya penembakan di
Christchurch tengah sekitar pukul 13.40 siang waktu setempat.
Dua
penembakan terjadi di dua masjid secara terpisah di kota itu, yakni
satu di Masjid Al-Noor di Deans Avenue dan satu lagi di Masjid Mosque,
Linwood Avenue (nama masjid memang Masjid Mosque).
Polisi mengatakan mereka juga menjinakkan sejumlah alat peledak improvisasi yang ditemukan di kendaraan setelah penembakan.
Semua sekolah dan gedung dewan di-lockdown dan anggota masyarakat diberitahu untuk tidak keluar rumah. Status lockdown saat ini telah dicabut.
2. Penembakan Di-Livestreaming-kan oleh Pelaku
Polisi
Selandia Baru telah memperingatkan ada rekaman yang sangat mengerikan
terkait dengan penembakan di Christchurch dan mendesak agar tidak
dibagikan di media sosial.
Video itu hasil livestreaming di
Facebook oleh pelaku penembakan bernama Brenton Tarrant, 28, pria
kelahiran Australia. Dia menyiarkan langsung aksinya saat menembaki
jamaah salat Jumat di dalam Masjid Al-Noor.
Pihak Facebook menyatakan telah menghapus video dan menonaktifkan akun Facebook Brenton Tarrant. 3. Para Tersangka
Tiga
pria dan satu wanita dipastikan berada dalam tahanan polisi dengan
status tersangka. Satu dari empat orang yang ditahan adalah Brenton
Tarrant, 28, pria kelahiran Australia. Tarrant, seorang pria kulit putih
mengenakan pakaian ala militer saat melepaskan tembakan di Masjid
Al-Noor.
Perdana
Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut insiden itu sebagai
serangan teroris. Dia mengatakan para tersangka memiliki pandangan
ekstremis, tetapi tidak ada dalam daftar pantau polisi.
Tarrant meninggalkan manifesto anti-imigran setebal 74 halaman, tempat dia menjelaskan siapa dirinya dan alasan tindakannya.
Tarrant
memang lahir di Australia. Namun, dia mengaku sebagai orang Skotlandia,
Irlandia dan Inggris sebelum akhirnya pindah ke Selandia Baru untuk
sementara waktu dan untuk merencanakan dan berlatih yang kemudian
memutuskan untuk melakukan serangan.
"Saya telah membaca
tulisan-tulisan Dylann Roof dan banyak lainnya, tetapi hanya benar-benar
mengambil inspirasi sejati dari Knight Justiciar Breivik," tulis dia,
mengacu pada para pelaku pembantaian massal yang dimotivasi rasisme.
Perdana
Menteri Australia Scott Morrison mengonfirmasi bahwa Tarrant memang
warga kelahiran Australia. "Saya dapat mengonfirmasi bahwa orang yang
ditahan adalah warga negara kelahiran Australia," katanya kepada
wartawan di Sydney.
"Sebagai anggota keluarga dengan sepupu warga
Selandia Baru, kami berduka, kami terkejut, kami marah, dan kami
berdiri di sini dan mengutuk serangan yang terjadi hari ini oleh seorang
teroris ekstremis, sayap kanan, dan keras," kata Morrison.
4. Para Korban
Perdana
Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah mengonfirmasi 40 orang tewas
dan 20 lainnya luka-luka serius dalam serangan hari ini. Laporan
terbaru, korban tewas bertambah menjadi sekitar 49 orang.
Komisi
Tinggi Malaysia di Selandia Baru mengatakan seorang warga negara
Malaysia terluka dalam salah satu penembakan di masjid, dan saat ini
menerima perawatan.
Sedangkan Kedutaan Indonesia di Wellington menyatakan dua warga
Indonesia, seorang ayah dan anaknya terluka akibat penembakan di salah
satu masjid.
Tim kriket Bangladesh juga tiba untuk salat Jumat ketika penembakan terjadi. Namun, semua anggota tim selamat. 5. Hari Tergelap Selandia Baru
Perdana
Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan penembakan terhadap dua
masjid yang mematikan di Christchurch telah menjerumuskan negaranya ke
dalam salah satu "hari tergelap".
"Jelas, apa yang terjadi di
sini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi
sebelumnya," kata Ardern dalam pidatonya.
"Banyak dari mereka
yang akan terkena dampak langsung penembakan ini mungkin adalah migran
yang ke Selandia Baru, mereka bahkan mungkin menjadi pengungsi di sini,"
kata Ardern.
"Mereka
telah memilih untuk menjadikan Selandia Baru sebagai rumah mereka, dan
itu adalah rumah mereka. Mereka adalah kita. Orang yang telah
melanggengkan kekerasan terhadap kita ini bukan (kita)," paparnya,
dikutip Telegraph. "Mereka seharusnya berada di lingkungan yang aman."
Senator
Queensland, Australia, Fraser Anning, menyalahkan imigran Muslim atas
serangaan teroris di dua masjid di Selandia Baru. Foto/Facebook/Senator
Fraser Anning
CANBERRA
- Seorang politisi Australia menuai kecaman keras karena menyalahkan
imigran Muslim dalam serangan teroris di dua masjid di Selandia Baru.
Sebanyak 49 orang tewas dalam penembakan massal ketika salat Jumat
berlangsung.
Senator Queensland, Australia, Fraser Anning merilis
pernyataan media pada Jumat sore, beberapa jam setelah serangan teroris
di dua masjid di kota Christchurch terjadi. Di dalamnya, Anning awalnya
menentang segala bentuk kekerasan dan mengutuk tindakan pria bersenjata
itu.
Namun, di kalimat selanjutnya dia menyalahkan imigran Muslim sebagai pemicu penembakan berdarah itu.
"Ketika
jenis kekerasan yang main hakim sendiri tidak pernah bisa dibenarkan,
yang disoroti adalah meningkatnya ketakutan dalam komunitas kami, baik
di Australia dan Selandia Baru, akan meningkatnya kehadiran Muslim,"
katanya.
Anning mengklaim pelaku sesungguhnya yang membunuh 49
orang dan melukai lebih dari 40 orang lainnya, termasuk anak-anak,
adalah kebijakan imigrasi Selandia Baru.
Empat tersangka telah
ditahan sehubungan dengan serangan itu, termasuk tersangka utama Brenton
Harrison Tarrant, 28, pria Australia. Tarrant telah dibawa ke
pengadilan Sabtu (16/3/2019), di mana dia didakwa melakukan pembunuhan.
"Pernyataan Senator Australia Fraser Anning tentang teroris Kristen #ChristchurchAttack; para korban pantas dibunuh karena mereka adalah Muslim. ICYMI,
ia membela 'solusi akhir' untuk imigran non-kulit putih," kecam Alfons
Lopez Tena, mantan anggota parlemen Catalan yang juga seorang penulis,
via akun Twitter @alfonslopeztena.
Mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull via akun @TurnbullMalcolm
berkomentar; "Mereka yang menjajakan kebencian rasial dan agama mungkin
tidak mengambil senjata atau pisau sendiri, tetapi mereka terlalu
sering menginspirasi orang-orang yang melakukannya. Ekstremisme
kekerasan dimulai dengan ekstremisme dan ujaran kebencian."
"Komentar
Fraser Anning hari ini hina. Dia memalukan Senat dan yang lebih buruk
dengan menyebarkan kebencian dan membuat orang Australia saling
bermusuhan, dia melakukan apa yang diinginkan para teroris," lanjut
Turnbull.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison via akun @ScottMorrisonMP
ikut mengecam Senator Anning. "Pernyataan Senator Fraser Anning
menyalahkan serangan mematikan oleh teroris ekstremis sayap kanan di
Selandia Baru pada (kebijakan) imigrasi adalah menjijikkan. Pandangan
itu tidak punya tempat di Australia, apalagi Parlemen Australia," kecam
Morisson.
Jurnalis televisi, Moeed Pirzada, via akun @MoeedNj berkomentar;"Inilah
seorang lelaki, Senator Fraser Anning, yang secara terbuka membenarkan
terorisme dan pembantaian (terhadap) kaum Muslim atas nama imigrasi;
jika ada Mullah Muslim yang akan melakukannya, ia akan segera menemukan
dirinya atau pemerintahnya dalam kesulitan; Dimanakah lokasi PBB?."
Menyadari
pernyataannya menuai kecaman, Anning kemudian mengkritik para politisi
sayap kiri dan media yang katanya terlalu buru-buru menyalahkan
undang-undang senjata atau mereka yang memiliki pandangan
nasionalis."Ini semua omong kosong klise," katanya.
"Penyebab
pertumpahan darah sesungguhnya di jalan-jalan Selandia Baru hari ini
adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik Muslim untuk
bermigrasi ke Selandia Baru," ujarnya.
Pengunjuk rasa pendukung Brexit
mengangkat sebuah poster diluar Houses of Parliament di London, Inggris,
Kamis (14/3/2019). (REUTERS/DYLAN MARTINEZ)
London (CB) - Pemerintahan Perdana Menteri Inggris Theresa May
pada Minggu bergelut untuk mendapatkan dukungan dari parlemen bagi
kesepakatan pemisahan Inggris dari Uni Eropa (Brexit).
May berupaya membujuk kalangan peragu Brexit dengan melancarkan ancaman
maupun janji-janji guna menghindarkan kemungkinan ada gerakan apa pun
untuk mendepaknya.
Setelah penundaan Brexit didukung oleh parlemen, May masih punya waktu
tiga hari untuk mendapatkan persetujuan bagi kesepakatan Brexit jika ia
ingin menemui para pemimpin Uni Eropa pada Kamis. Pada hari itu, ia
sudah harus membawa suatu tawaran kepada para pemimpin tersebut agar
mendapat imbalan berupa lebih banyak waktu untuk menunda.
Pemimpin oposisi utama Partai Buruh Jeremy Corbyn meningkatkan
tekanannya terhadap sang perdana menteri. Corbyn mengatakan ia bisa
mengupayakan agar pemungutan suara soal kepercayaan terhadap
pemerintahan May digelar jika May kembali gagal mendapatkan persetujuan
dari parlemen bagi kesepakatan yang diusungnya.
Hampir tiga tahun sejak Inggris memutuskan untuk berpisah dari Uni
Eropa, negara itu belum semakin jelas soal bagaimana dan kapan akan
meninggalkan Uni Eropa. Inggris memiliki beberapa kemungkinan, dari
pemisahan tanpa kesepakatan hingga bahwa Brexit sama sekali tidak akan
terjadi.
May sudah mengeluarkan peringatan bahwa jika parlemen kembali menentang
kesepakatan yang disiapkannya untuk ketiga kalinya, Inggris bisa
menghadapi penundaan yang panjang dan kemungkinan perlu mengambil bagian
dalam pemilihan Eropa pada bulan Mei. Peringatan itu tampaknya cukup
mendapat perhatian.
Namun menteri keuangan di kabinet May, Philip Hammond, menganggap sikap May belum jelas.
Banyak pendukung Brexit pada Partai Konservatif pimpinan May mengatakan
bahwa kesepakatan dengan Partai Buruh Demokratik Irlandia Utara (DUP)
akan menjadi kunci soal apakah mereka akan mendukung kesepakatan yang
disiapkan May. DUP adalah partai yang menopang pemerintahan minoritas PM
May di parlemen.
May membutuhkan 75 anggota parlemen untuk mengubah sikap mereka setelah
kesepakatan yang dibawanya digilas pertama kali pada Januari oleh 230
anggota parlemen dan kemudian oleh 149 anggota pada 12 Maret.
Lokasi kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET302 di Ethiopia. (REUTERS/Tiksa Negeri)
Jakarta, CB -- Data-data yang diperoleh dari kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh
pada 10 Maret lalu disebut ada kemiripan dengan insiden Lion Air JT610
pada 29 Oktober 2018. Hal itu diketahui dari hasil analisis awal yang
disampaikan Kementerian Perhubungan Ethiopia.
"Ada kesamaan
dengan kasus yang dialami Indonesia (Lion Air). Ada persamaan di antara
dua kecelakaan itu," kata juru bicara Kementerian Perhubungan Ethiopia,
Muse Yiheyis, seperti dilansir Reuters, Senin (18/3).
"Data penerbangan berhasil dipulihkan. Tim dari Amerika Serikat dan
Ethiopia sudah memvalidasi. Menteri Perhubungan berterima kasih kepada
pemerintah Prancis. Kami akan memberikan informasi lanjutan dalam tiga
atau empat hari ke depan," ujar Muse.
Menurut Menteri Perhubungan
Ethiopia, Dagmawit Moges, hasil kesimpulan awal dari pembacaan data di
kotak hitam akan diungkap dalam 30 hari. Dia menyatakan data kecelakaan
Lion Air akan dibandingkan dengan insiden Ethiopian Airlines.
"Akan jadi bahan studi dalam penyelidikan," kata Dagmawit, seperti dilansir AFP.
Akan
tetapi, Dewan Keselamatan Perhubungan Nasional (NTSB) dan Otoritas
Penerbangan AS (FAA) membantah telah melakukan validasi data kotak hitam
itu. Dari data penerbangan yang dilansir situs FlightRadar24, kedua
pesawat itu sempat mengalami kendala dalam mempertahankan ketinggian
jelajah sebelum jatuh.
Banyak pihak mencurigai sistem anti-stall (MCAS) yang ditambahkan di 737
MAX 8. Perangkat itu secara otomatis memerintahkan hidung pesawat
menurun ketika pesawat dianggap dalam situasi stall.
Dalam kasus
Lion Air, pilot mengalami kesulitan mengendalikan pesawat ketika
mengaktifkan mode autopilot. Perangkat MCAS terus menerus mengarahkan
hidung pesawat menukik tak berapa lama usai lepas landas.
Pesawat
Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak jauh dari di ibu
kota Ethiopia, Addis Ababa, saat hendak menuju Nairobi, Kenya, 10 Maret
2019.
Pesawat itu mengangkut 157 penumpang dari 32 negara dan seluruhnya dipastikan tewas dalam kecelakaan itu.
Hasil
penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor
penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit
lepas landas dari bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 08.38 pagi
waktu setempat.