Mexico City - Gempa berkekuatan 8 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Meksiko selatan. Gempa tersebut memicu peringatan tsunami.
"Berdasarkan
semua data yang ada ... gelombang tsunami berbahaya yang meluas
diperkirakan terjadi di sejumlah pantai," demikian disampaikan Pusat
Peringatan Tsunami Pasifik.
Disebutkan bahwa gelombang tsunami dengan ketinggian lebih dari tiga meter mungkin terjadi di sejumlah pantai Meksiko.
"Gelombang tsunami yang mencapai ketinggian lebih dari tiga meter
mungkin terjadi di sepanjang pantai-pantai Meksiko," demikian
disampaikan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik seperti dilansir kantor
berita AFP, Jumat (8/9/2017). Disebutkan bahwa gelombang tsunami lebih kecil akan terjadi di negara-negara lain.
Peringatan
tsunami ini dirilis untuk wilayah pantai-pantai Meksiko, juga
Guatemala, El Salvador, Costa Rica, Nicaragua, Panama, Honduras, bahkan
hingga ke Ekuador.
Getaran gempa ini juga dirasakan di ibu kota
Mexico City, yang menyebabkan orang-orang berlarian ke jalan-jalan
setelah mendengar sirene peringatan gempa. Belum ada laporan mengenai
korban maupun kerusakan akibat gempa yang terjadi pada Kamis (7/9) malam
waktu setempat ini.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS
menyatakan pusat gempa disebutkan berada sekitar 123 kilometer barat
daya kota Pijijiapan, dengan kedalaman 33 kilometer. Badan perlindungan
sipil Meksiko menyatakan, ini merupakan gempa paling dahsyat yang
melanda Mexico City sejak gempa pada tahun 1985, yang menewaskan ribuan
orang dan meratakan banyak bangunan di Mexico City.
Para
tentara Rusia saat mengikuti parade militer. Mulai 14 September nanti,
Rusia gelar latihan perang besar-besaran di dekat wilayah NATO.
Foto/Moscow Times
TALLINN
- Jerman merasa waswas dengan rencana latihan perang Rusia di dekat
“sayap” timur NATO pada bulan ini. Berlin memprediksi Moskow akan
mengerahkan hingga 100.000 tentara.
Moskow sendiri mengklaim
latihan perang hanya melibatkan 13.000 tentara Rusia dan Belarusia.
Latihan yang dimulai pada 14-20 September 2017 dikenal sebagai Zapad.
Lokasi
manuver besar-besaran militer Moskow ini akan berlangsung di Laut
Baltik, Rusia barat dan wilayah Rusia di Kaliningrad. Meski menimbulkan
kegelisahan di pihak NATO, Moskow menegaskan bahwa latihan perangnya
hanya akan melakukan skenario defensif.
”Tidak diragukan lagi
bahwa kita akan melihat demonstrasi kemampuan dan kekuatan orang-orang
Rusia,” kata Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen kepada
wartawan pada pertemuannya dengan para Menteri Pertahanan Uni Eropa di
Tallinn pada hari Kamis.
”Siapa pun meragukan bahwa hanya
mengharuskan melihat tingginya jumlah pasukan yang berpartisipasi dalam
latihan Zapad; lebih dari 100.000 (tentara),” lanjut dia dalam sebuah
konferensi pers bersama dengan mitranya dari Prancis, Florence Parly,
seperti dilansir Reuters, Jumat (8/9/2017).
Negara-negara
Baltik telah menyuarakan keprihatinan tentang latihan perang
besar-besaran Rusia ini. Komentar Von der Leyen ini merupakan reaksi
pertama politisi top Barat secara terbuka kepada Rusia karena NATO
semula hanya mengharapkan latihan melibatkan tak lebih dari 13.000
tentara.
Jumlah prediksi tentara Moskow yang akan dikerahkan
dalam manuver besar-besaran di dekat wilayah NATO itu dianggap legal di
bawah perjanjian internasional tentang latihan perang. Meski demikian,
perlu pemantau internasional untuk memverifikasi jumlah pasukan yang
terlibat nanti.
Rusia sebelumnya menyatakan bahwa pemantau
internasional tidak diwajibkan karena jumlah tentara yang akan terlibat
kurang dari 13.000 personel.
Sementara itu, NATO menyatakan,
upaya untuk meredam ketegangan telah dilakukan di mana Jenderal NATO,
Petr Pavel, mengadakan pertemuan pertama dengan jenderal tertinggi
Rusia, Valery Gerasimov, di Azerbaijan pada hari Kamis.
Para
pejabat tinggi militer India saat mengunjungi situs uji coba senjata di
Sergeyevsky, wilayah Primorye. Foto/Sputnik/Vitaliy Ankov
NEW DELHI
- Kepala Angkatan Darat India Jenderal Bipin Rawat memperingatkan
atasannya bahwa New Delhi harus dipersiapkan untuk perang simultan
dengan China dan Pakistan jika hubungan terus memburuk.
Jenderal
Rawat membuat komentar sebelum Center for Land Warfare Studies membuat
diskusi tentang hubungan India dengan China pada hari Rabu. Dia menuduh
Beijing ”melenturkan otot-ototnya” dan terus memperluas klaim kedaulatan
atas tanah dan laut.
“Mengiris salami, mengambil alih wilayah
dengan cara yang sangat bertahap, menguji batas adalah sesuatu yang
harus kita waspadai dan tetap siap menghadapi situasi yang muncul secara
bertahap dalam konflik,” katanya.
China telah berseteru di
kawasan dengan banyak tetangganya, termasuk dengan India di Arunachal
Pradesh dan dengan Jepang di Laut China Timur.
Beijing juga
berseteru dengan Filipina dan Vietnam di Laut China Selatan, dan yang
terakhir dengan Bhutan di Dataran Tinggi Doklam. Bhutan yang dipandang
sebagai wakil India dalam kebuntuan 10 minggu dengan China.
Rawat
menambahkan bahwa ada sedikit harapan untuk melakukan rekonsiliasi
dengan rival lamanya, Pakistan, yang kini telah menjadi sangat dekat
dengan China.
”Apakah konflik ini akan terbatas dan terbatas
dalam ruang dan waktu, atau apakah ini dapat meluas menjadi perang
habis-habisan dengan (Pakistan) yang mengambil keuntungan dari situasi
yang berkembang di perbatasan utara, sangat mungkin terjadi,” kata
Rawat, seperti dilansir Sputnik, Jumat (8/9/2017).
India
dan Pakistan telah berulang kali bentrok terkait sengketa perbatasan di
wilayah Kashmir dan Punjab. Kedua negara ini terlibat dalam beberapa
perang di wilayah tersebut tahun 1947.
Sekitar 111 hingga 151
orang tewas dalam pertempuran pada tahun 2014 dan 2015. Mulai
pertengahan 2016, kelompok separatis telah melawan pasukan keamanan
India di Kashmir, menyebabkan setidaknya 92 orang tewas, 19.000
luka-luka, dan lebih dari 8.500 orang ditangkap. India mengklaim bahwa
Pakistan mendanai separatis untuk melemahkan pertahanan India.
Rawat
menolak anggapan bahwa ketiga negara yang menjadi kekuatan nuklir akan
mencegah peperangan. ”Senjata nuklir adalah senjata penangkal, ya,
memang, tapi untuk mengatakan bahwa mereka dapat mencegah perang atau
mereka tidak akan membiarkan negara-negara berperang, dalam konteks kita
yang mungkin juga tidak benar,” katanya. Jika hubungan terus menurun,
maka peperangan terletak di dalam wilayah realitas.”
Para tentara Amerika Serikat yang ditugaskan di Korea Selatan. Foto/REUTERS/Kim Hong-ji
WASHINGTON
- Militer Amerika Serikat (AS) menginginkan pasukannya yang ditempatkan
di Korea Selatan (Korsel) melakukan latihan serangan potensial dengan
menggunakan bahan berbahaya, yang bisa bersifat radioaktif. Bahan
berbahaya itu kerap disebut sebagai senjata pemusnah massal (WMD).
Explosive
Ordnance Disposal Company (EOD) perusahaan senjata yang terkait dengan
Angkatan Darat 71 AS di Korea Selatan harus berlatih untuk dapat
mengidentifikasi bahan-bahan berbahaya.”Tahu bagaimana melakukan operasi
pengendalian, penahanan dan/atau pengepungan, dan juga untuk dapat
menerapkan prosedur dekontaminasi,” bunyi proposal kontrak militer AS di
situs Federal Business Opportunities (FBO) yang dikutip Jumat (8/9/2017).
Pelatihan diharapkan berlangsung dua minggu di Camp Humphreys di Korsel.
AS memiliki sekitar 25.000 tentara yang ditempatkan di negara tersebut, yang menyebar di sekitar 80 lokasi di seluruh negeri.
Pada
akhir Agustus, Pentagon mengajukan proposal lain untuk kontraktor agar
membangun tembok di sekitar empat pangkalan AS di Korea Selatan guna
melindungi pasukan Washington dari serangan potensial.
Pengumuman
rencana latihan serangan WMD ini muncul pada saat ketegangan antara AS
dan Korea Utara meningkat menyusul uji coba senjata nuklir Pyongyang.
Senjata nuklir yang diuji coba Korut pada 3 September 2017 lalu diklaim
sebagai bom hidrogen.
Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis
memperingatkan bahwa Korea Utara akan disambut dengan respons militer
besar-besaran jika terus mengancam Washington dan para sekutunya.
Berbeda
dengan persiapan AS untuk mengantisipasi perang dengan Korea Utara,
Presiden Rusia Vladimir Putin yakin bahwa konflik berskala besar,
terutama dengan penggunaan WMD, tidak akan terjadi. Semua pihak yang
bertikai, kata dia, memiliki akal sehat yang cukup untuk menghindarinya.
Komentar
Putin itu disampaikan di depan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Forum Ekonomi Timur di Kota
Vladivostok, Rusia. ”Kita bisa memecahkan masalah ini melalui cara
diplomatik,” ujarnya.
Rudal
balistik antarbenua Hwasong-14 Korea Utara yang diuji tembak Juli lalu.
Korea Selatan menduga Pyongyang luncurkan lagi rudal sejenis Sabtu
(9/9/2017) besok. Foto/KCNA
SEOUL
- Perdana Menteri (PM) Korea Selatan (Korsel) Lee Nak-yon menduga Korea
Utara (Korut) akan meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pada
hari Sabtu (9/9/2017) besok. Menurutnya, dialog dengan Pyongyang bukan
prioritas untuk saat ini, tapi sanksi kuat yang dibutuhkan.
Komentar
PM Lee Nak-yon muncul saat rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korut
merayakan keberhasilan uji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen pada
hari Minggu lalu. Perayaan pada hari Kamis kemarin diramaikan dengan
pesta kembang api.
”Saya percaya bahwa sekarang adalah saatnya
untuk memperkuat sanksi ke tingkat maksimum dengan sementara mengamankan
sarana pencegahan militer. Dialog pada akhirnya diperlukan, tapi
sekarang bukan saatnya untuk berbicara tentang dialog dengan Korea
Utara,” kata Lee, seperti dilansir Fox News.
Korea Utara dilaporkan telah memindahkan ICBM ke arah pantai baratnya pada awal pekan ini. Laporan yang dilansir Asian Business Daily itu menyebut pemindahan ICBM untuk menghindari deteksi.
Jika
Pyongyang nekat menguji tembak ICBM pada Sabtu besok, maka itu akan
menjadi uji coba yang ke-14 sejak Februari lalu. Korea Utara telah
menembakkan 21 rudal sepanjang tahun ini dan telah melakukan uji coba
senjata nuklir keenam kalinya.
Nam Sung-wook, seorang profesor
Universitas Korea yang sebelumnya mengelola Institut Strategi Keamanan
Nasional, seperti dilansir Yonhap, mengatakan bahwa tekanan Kim
Jong-un untuk membuat negaranya berkemampuan nuklir diduga telah
berkembang saat dia masih remaja yang temperamen.
“Perkembangan
terakhir (uji coba nuklir keenam Korut) sebagian besar disebabkan oleh
karakter liar Kim. Jika Kim tidak dieliminasi, masalah ini (provokasi
Korut) akan bertahan,” ujar Nam kepada para anggota parlemen Korsel.
Nam,
yang jadi agen mata-mata Seoul antara tahun 2008 hingga 2012,
mengatakan bahwa sang diktator Korut merupakan sosok yang temperamen, di
mana dia pernah mengumbar bahasa kotor ketika pacarnya di masa SMA
meminta untuk berhenti merokok.
”Saat Kim merokok di usia muda,
pacarnya menasihatinya untuk berhenti merokok. Kemudian, Kim meledak
dengan bahasa kotor, yang mengejutkannya,” kata Nam.
Reaktor
nuklir Turkey Point yang dioperasikan FLP, Amerika Serikat akan ditutup
untuk mengantisipasi bahaya Badai Irma. Foto/Miami Herald
FLORIDA
- Empat reaktor nuklir di Florida, Amerika Serikat (AS) diumumkan akan
ditutup untuk mengantisipasi dampak terburuk dari Badai Irma yang sedang
menuju wilayah tersebut. Empat reaktor nuklir tersebut tercatat sebagai
reaktor terkuat di Amerika.
Pengumuman disampaikan pihak Florida
Power & Light (FPL) Company pada hari Kamis. Empat reaktor nuklir
yang akan ditutup adalah dua reaktor di Turkey Point dan dua lainnya di
Saint Lucie.
Meski demikian, Rob Gould, Chief Communication
Officer FPL, menolak untuk memberikan waktu yang spesifik kapan
fasilitas nuklir tersebut akan ditutup. Dia hanya menegaskan bahwa kedua
situs nuklir tersebut termasuk yang terkuat di AS.
Menurut juru
bicara FPL Peter Robbins, reaktor nuklir Turkey Point ditutupi dengan
enam kaki beton bertulang baja dan terletak 20 kaki di atas permukaan
laut. Pabrik Homestead, Florida, juga memiliki rencana cadangan yang
melibatkan generator tambahan dan bahan bakar.
Robbins melanjutkan, reaktor di Saint Lucie juga dilindungi dan dapat menahan banjir yang dipicu badai besar.
”Ini
adalah badai yang sangat berbahaya,” kata Gould kepada wartawan pada
hari Kamis. ”Badai ini berpotensi serupa dengan Badai Andrew.”
Pada
tahun 1992, Badai Andrew, yang masuk badai Kategori Lima menyerang
lokasi Turkey Point dan menyebabkan kerusakan senilai USD90 juta. Namun,
situs nuklir itu dapat bertahan.
”Tidak ada grid yang dirancang
untuk dapat menahan badai Kategori 5 yang memiliki (angin) mendekati 180
atau 185 mil per jam,” kata Gould, yang dilansir Sputnik, Jumat (8/9/2017).
Reaktor
Turkey Point, menurut Komisi Regulasi Nuklir AS, diperkirakan akan
ditutup pada hari Jumat malam. Sedangkan reaktor Saint Lucie akan
menyusul kira-kira 12 jam sesudahnya.
Kepulan asap dari Desa Gawdu Zara di Rakhine, Myanmar, yang dibakar. Foto/Jonathan Head/BBC
YANGON
- Sekitar 164.000 warga muslim Rohingya telah melarikan diri ke
Bangladesh dari negara bagian Rakhine, Myanmar, sejak kekerasan pecah
dua pekan lalu. Mereka mengatakan, bahwa militer dan dan kelompok
nasionalis Buddha menghancurkan desa untuk mengusir mereka setelah
serangan militan Rohingya terhadap pos-pos polisi.
Pemerintah
menolak klaim warga Rohingya tersebut. Menurut pemerintah, kelompok
militan dan warga Rohingya sendiri yang membakar desanya.
Wartawan BBC
Asia Tenggara, Jonathan Head, mengatakan bahwa dia melihat sebuah desa
Muslim yang baru saja dibakar. Dia menduga pelakunya kelompok nasionalis
Buddha Rakhine. Berikut kesaksian Jonathan Head yang dikutip Jumat
(8/9/2017);
Saya adalah bagian dari kelompok wartawan yang
diundang oleh pemerintah Myanmar untuk melihat situasi di lapangan di
Maungdaw. Kondisi kami yang bergabung dalam perjalanan ini adalah kami
tinggal di dalam kelompok dan tidak pergi secara independen, dan kami
dibawa ke tempat yang dipilih pemerintah untuk kami.
Permintaan untuk pergi ke daerah lain yang menarik, bahkan di dekatnya, ditolak karena tidak aman.
Kami
kembali dari kunjungan ke Kota Al Le Than Kyaw, selatan Maungdaw, yang
masih mengepulkan asap, menunjukkan bahwa rumah-rumah baru saja dibakar.
Polisi
mengatakan bahwa penduduk Muslim yang membakar rumah mereka sendiri,
meski sebagian besar melarikan diri setelah militan dari Arakan Rohingya
Salvation Army (ARSA) menyerang pos-pos polisi di kota tersebut pada 25
Agustus. Sementara di sana kami melihat setidaknya tiga kepulan asap di
kejauhan ke utara, dan mendengar tembakan otomatis secara sporadis.
Dalam
perjalanan pulang kami, kami melihat sebuah kepulan asap naik dari
sekelompok pohon di sawah, yang biasanya merupakan tanda sebuah desa.
Kami
keluar dan berlari melintasi ladang untuk mencapainya. Kita bisa
melihat bangunan pertama di desa terbakar, tapi baru saja. Rumah di desa
ini terbakar sampai menjadi abu dalam 20-30 menit. Sudah jelas
kebakaran itu baru saja dinyalakan.
Saat kami masuk, sekelompok
pria muda berotot membawa parang, pedang dan senapan keluar. Kami
mencoba mengajukan pertanyaan tapi mereka menolak direkam dalam video.
Namun,
rekan-rekan Myanmar saya berbicara dengan mereka dengan kamera dan
mereka mengatakan bahwa mereka adalah warga Buddha Rakhine. Salah satu
dari mereka mengaku telah menyalakan api, dan mengatakan bahwa dia
mendapat bantuan dari polisi.
Saat kami berjalan lebih jauh, kami melihat madrasah dengan atapnya
terbakar. Api menjilat sisi rumah lain yang berlawanan. Dalam waktu tiga
menit itu adalah ‘neraka’.
Tidak ada orang lain di desa ini.
Orang-orang yang kami lihat adalah para pelakunya. Barang-barang rumah
tangga berserakan di seberang jalan; mainan anak-anak, pakaian wanita.
Kami melihat satu kendi kosong yang berbau bensin dan yang lainnya
dengan sedikit bahan bakar tertinggal di dalamnya di tengah jalan.
Saat kami berjalan keluar, semua rumah yang terbakar membara, reruntuhan menghitam.
Jasad-jasad korban perang
Bosnia-Serbia pada dekade 1990an. Foto diambil pada 17 Februari 1993 di
dekat Sarajevo. (AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)
Jakarta, CB --
Tim pakar forensik melakukan penyelidikan atas sebuah jurang di
Bosnia tengah untuk mencari jasad muslim Bosnia dan Kroasia yang
dibantai pasukan Serbia pada awal perang 1992-1995, Kamis (7/9).
Seperti dikutip dari Reuters,
penyelidikan itu dimulai beberapa jam setelah pengadilan perang Bosnia
memerintahkan penggalian di Gunung Vlasic yang disebut sebagai tempat
sekitar 160-220 tawanan perang ditembak mati pada 21 Agustus 1992.
Pada Agustus 1992 silam disebutkan para tawanan perang itu bakal dilepas
dari pusat penahanan di dekat kota Prijedor. Namun, di tengah jalan
mereka diturunkan dari bus dan dibariskan di tepi jurang untuk kemudian
ditembaki. Dari ratusan tawanan perang tersebut, hanya sedikit yang
selamat dari aksi yang kemudian disebut sebagai Pembantaian Tebing
Koricani.
Pembantaian itu merupakan bagian dari pembersihan etnis Bosnia muslim dan Kroasia.
Koordinator
wilayah Komisi untuk Orang-orang Hilang, Amor Masovic menduga lokasi
jurang yang tengah diselidiki in isebagai pemakaman massal kedua yang
dibuat untuk menyembunyikan kejahatan perang.
Sebelas mantan
polisi Bosnia-Serbia sudah dijatuhi vonis oleh pengadilan kejahatan
perang bentukan PBB yang berbasis di Den Haag, Belanda dan di Bosnia.
Mengutip dari kantor berita AFP, pada awal pekan ini, jaksa
Serbia menyatakan telah menjatuhi hukuman kepada lima orang yang
menyiksa dan membunuh 20 sipil, sebagian besar muslim Serbia, selama
perang dengan negara tetangga, Bosnia.
Mereka yang bagian dari
paramiliter Serbia itu dijatuhi hukuman akibat tindakan pada 27 Februari
1993. Saat itu mereka menghentikan kereta di perbatasan desa Strpci
serta menarik 20 penumpang—yang sebagian besar muslim. Para tahanan itu
dibawa ke Visegrad, disiksa, dan dibunuh. Jasadnya disebut dibuang di
sungai Drina.
Perang Bosnia yang berlangsung kurun waktu 1992-1995 telah menewaskan hingga 100 ribu orang,
Jakarta, CB --
Jet tempur Israel menembakkan peluru kendali ke arah sebuah
fasilitas militer di Suriah, Kamis (7/9). Militer Suriah mengklaim
serangan itu mengakibatkan kerusakan materiil di dekat Masyaf di barat
laut Suriah, dekat perbatasan dengan Libanon.
Mereka juga
menyatakan rudal yang ditembakkan dari ruang udara Libanon pada pukul
2.42 waktu setempat itu menewaskan dua prajurit Suriah. Secara terpisah,
militer Israel menolak mengomentari klaim tersebut.
Organisasi
pengamat yang berbasis di London, Inggris, Syrian Observatory for Human
Rights, menyebut situs yang diserang itu sebagai fasilitas penelitian
sekaligus depot rudal jarak pendek dan menengah.
Mantan Penasihat
Keamanan Nasional Israel, Yaakov Amidrod, mengatakan situs itu adalah
salah satu pusat penelitian militer Suriah yang sempat digunakan untuk
membuat rudal dan senjata kimia, di masa lalu.
Jika terbukti, serangan ini bisa menjadi peningkatan keterlibatan Israel
di Suriah sejak perang saudara pecah enam tahun lalu, kata Amidror.
"Ini
adalah kali pertama di mana sasaran serangannya ... adalah fasilitas
formal Suriah: bukan hanya sekadar gudang, tapi pusat penelitian dan
pengembangan dan [produksi]," kata sosok yang menjabat sebagai penasihat
keamanan kurun waktu 2011-2013 itu..
Kantor berita pemerintah, SANA,
mengutip militer Suriah menuding Israel meningkatkan semangat ISIS dan
mengaitkan serangan itu dengan sejumlah kemenangan militer atas kelompok
teror itu, baru-baru ini.
"Agresi ini dilakukan sebagai upaya putus asa untuk membangkitkan
semangat teroris ISIS yang sudah tumbang menyusul serangkaian kemenangan
Pasukan Arab Suriah atas terorisme di lebih dari satu pertempuran,"
kata tentara Suriah dalam laporan SANA yang dikutip CNN.
Setya Novanto mengatakan, dokumen dari
Yordania tersebut akan dipelajari oleh DPR sebelum ditindaklanjuti
dalam bentuk pengambilan sikap bersama atas pelanggaran kemanusiaan yang
dilakukan Israel. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CB --
Dewan Perwakilan Rakyat RI akan mempelajari dokumen hasil
penyelidikan Yordania atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan
Israel di Palestina.
“Secara khusus, parlemen Yordania memberi
dokumen pelanggaran kemanusiaan Israel di Palestina. Kami ingin terus
satu barisan membela Palestina,” ujar Ketua DPR RI, Setya Novanto,
setelah dokumen itu diserahkan di sela Forum Parlemen Dunia di Nusa Dua,
Bali, Kamis (7/9).
Setya mengatakan, dokumen tersebut akan
dipelajari oleh DPR sebelum ditindaklanjuti dalam bentuk pengambilan
sikap bersama atas pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel.
Menurut Setya, pemberian dokumen tersebut merupakan bukti baiknya hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania.
Ia
berkata, kedua negara memiliki kesamaan pandangan dalam melihat
tantangan global, seperti dalam aspek penanggulangan terorisme dan
stabilitas di masing-masing negara.
Lebih lanjut, Ketum Golkar ini menyampaikan, Yordania juga menyampaikan
rasa prihatin atas konflik kemanusian yang menimpa etnis Rohingya di
Rakhine, Myanmar.
Yordania menilai, musibah yang menimpa etnis Rohingya sama dengan sejumlah warga Suriah akibat perang melawan ISIS.
Setya
berkata, Yordania merupakan salah satu negara di sekitar Suriah yang
saat ini menampung satu juta pengungsi dari negara pimpinan Bashar
al-Assad itu.
“Sama halnya dengan Indonesia yang menerima
pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar, Yordania juga menerima pengungsi
dari Suriah,” ujarnya.
Berkaitan dengan Rohingya, Setya
mengklaim, DPR akan membawa dan menerbitkan resolusi dalam pertemuan
ASEAN Inter-Parliamentary Assembly yang digelar di Filipina pada 15
September mendatang.
Setya juga telah meminta parlemen Yordania untuk membawa tragedi yang
menimpa etnis Rohingya dalam sidang Inter-Parliamentary Union Oktober
2017.
“Dengan bersuara di berbagai forum internasional, kami
berharap pemerintah Myanmar segera dapat mewujudkan perdamaian di sana,”
ujar Setya.
Dalam kesempatan itu, Setya juga menyampaikan bahwa
pemerintah Yordania mengucapkan terima kasih atas kecaman Indonesia
terhadap kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa beberpa bulan lalu lewat
berbagai forum internasional, khususnya Organisasi Kerja Sama Islam.
Sebaliknya,
Setya juga menyampaikan terima kasih kepada Yordania karena telah
memberi dukungan tertulis bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota
tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.
Indonesia dorong negara-negara PIF perangi sampah plastik. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CB --
Delegasi pemerintah Indonesia dalam Dialog Rekanan (FDP) Forum
Kepulauan Pasifik atau PIF ke-29, Kamis (7/9), mendorong inisiatif untuk
memerangi sampah plastik di laut.
Hal ini menjadi bagian dari keinginan pemerintah RI untuk memperkuat tata kelola samudra atau ocean governance di kawasan.
Pernyataan ini merupakan intervensi Indonesia selaku pembicara
pertama yang diikuti China, Amerika Serikat dan Uni Eropa, sebagai
tanggapan terhadap panelis sejumlah Kepala Negara Pasifik, termasuk
Vanuatu, Samoa dan Kepulauan Cook.
"Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kemiripan dengan mayoritas negara PIF, termasuk keperluan untuk perkuat ocean governance di kawasan," kata Desra Percaya, Ketua Delegasi RI dalam forum tersebut.
Indonesia
berpartisipasi pada rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi PIF ke-48 di
Apia, Samoa, pada 4-8 September 2017, khususnya pada FDP yang digelar
hari ini.
Sesuai dengan agenda KTT, Indonesia mendorong kerja
sama konkret RI-PIF dalam memerangi masalah sampah plastik di laut,
promosi dan pemanfaatan kantong plastik yang bisa terdegradasi secara
biologis (biodegradable) dan posisi Indonesia selaku tuan rumah Konferensi Samudra Kita 2018 di Bali.
Dalam kesempatan ini, RI juga menawarkan kemitraan dengan negara PFI
melalui kerja sama, antara lain di bidang teknologi pengelolaan sampah
plastik terbarukan dan pertukaran tenaga ahli untuk diseminasi teknologi
plastik biodegradable.
KTT PIF merupakan forum regional
terbesar yang melibatkan 18 negara/teritori anggota dari seluruh
sub-kawasan Pasifik dan 18 negara mitra pembangunan dari berbagai
belahan dunia.
Presiden RI Joko Widodo dan Perdana
Menteri Singapura Lee Hsien Loong berjabat tangan sebelum jumpa pers
kunjungan kenegaraan. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CB --
Kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Singapura
menghasilkan kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan dan
penanggulangan bencana.
Jokowi berada di Singapura selama dua
hari kurun waktu 6-7 September 2017. Setelah menghabiskan hari pertama
untuk menemui masyarkat di negara jiran itu, Jokowi baru bertamu ke
tempat Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada hari berikutnya.
Jokowi mendatangi kantor PM Singapura pada pukul 10.30 waktu setempat.
Dia disambut Lee, dan dibawa ke lantai 2 The Istana, Kamis (7/9).
Lewat
rilis yang diterima dari Sekretariat Presiden, Jokowi dan PM Lee
menyaksikan setidaknya empat nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang
pendidikan dan penanggulangan bencana.
Pertama adalah kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasional antara
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan
(Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung. Selanjutnya,
kerja sama bidang pendidikan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Dasar) Singapura Ng
Chee Meng.
Setelah itu, kerja sama bidang pendidikan tinggi
antara Menteri Riset Tenologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir dan Menteri
Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung.
Terakhir, kerja sama pengelolaan risiko bencana antara Kepala BNPB
Willem Rampangilei dan Komisioner Pasukan Pertahanan Sipil Singapura
Eric Yap.
Duta Besar Republik Indonesia di Kuala
Lumpur, Rusdi Kirana, mengusulkan moratorium pengiriman asisten rumah
tangga ke Malaysia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CB --
Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana,
mengutarakan niatnya untuk mengusulkan moratorium pengiriman pembantu
rumah tangga (ART) ke Malaysia.
"Kalau pemerintah pusat
menyetujui, KBRI Kuala Lumpur akan mengusulkan moratorium pembantu rumah
tangga," kata Rusdi sebagaimana dikutip Antara, Kamis (7/9).
Rusdi
mengambil keputusan ini setelah berdiskusi dengan Duta Besar Malaysia
untuk Indonesia mengenai pemotongan gaji PRT sebesar RM300-400 oleh agen
selama enam bulan.
"Saya pikir, diskusi ini akan panjang. Karena itu, kalau tidak selesai, kita moratorium saja," ucapnya.
Menurut Rusdi, moratorium ini harus mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo terlebih dulu.
"Kalau
Presiden Joko Widodo memerintahkan hari ini bisa dilakukan moratorium
PRT akan kami laksanakan. Namun, kalau mesti mengikuti prosedur dan
diplomasi kami akan mengikuti," katanya.
Jika harus melalui prosedur resmi, Rusdi pun sudah siap mengirimkan surat kepada Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri.
Merujuk
pada data KBRI Kuala Lumpur, ada sekitar 230 PRT Indonesia di Malaysia.
Setiap harinya, ada sekitar 70 pengaduan dari para PRT tersebut.
Rusdi mengatakan, isu PRT ini kerap menjadi persoalan dalam hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.
Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Hermono, juga menyampaikan hal serupa.
Hermono
mengatakan, tak adanya perjanjian mengenai ketenagakerjaan antara
Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu hambatan penanganan masalah
TKI di Negeri Jiran.
Ia menjelaskan, kedua negara sebenarnya
sudah memiliki nota kesepahaman (MoU) mengenai ketenagakerjaan, tapi
masa berlakunya jatuh tempo sejak Mei 2016 lalu. Indonesia pun langsung
mengajukan draf MoU baru pada November lalu, tapi Malaysia tak kunjung
menanggapi.
“Ini buat kita tanda tanya juga, padahal kalau memang
sama-sama butuh, mari kita duduk, tapi kalau tidak mau, kita harus
ambil sikap. Kita tidak bisa diam saja. Jika tidak ada MoU, kita yang
dirugikan,” kata Hermono.
Bangladesh meyakini aparat Myanmar menanam ranjau di sepanjang pagar berduri di perbatasan kedua negara. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Jakarta, CB --
Bangladesh melontarkan protes kepada Myanmar karena diduga menanam
ranjau di sepanjang perbatasan untuk mencegah Muslim Rohingya yang
berniat kembali ke negaranya.
"Ya," ujar Menteri Luar Negeri
Bangladesh, Shahidul Haque, ketika diminta konfirmasi mengenai protes
tersebut. Namun, ia tidak mengelaborasi lebih lanjut.
Tiga sumber pemerintah yang dikonfirmasi Reuters
juga mengatakan Bangladesh telah mengirimkan sebuah surat protes kepada
Myanmar yang menganggap pemerintahan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi
itu telah melanggar norma internasional.
"Bangladesh telah
mengungkapkan kekhawatirannya kepada Myanmar soal sejumlah ledakan yang
terjadi sangat dekat dengan perbatasan," ucap seorang sumber dari
Bangladesh pada Kamis (7/9).
Protes ini disampaikan
karena kekhawatiran lonjakan pengungsi Rohingya ke Bangladesh untuk
melarikan diri dari krisis kemanusiaan yang terjadi Rakhine, Myanmar.
Kekhawatiran ini muncul setelah dua sumber lain dari Bangladesh meyakini
pasukan keamanan Myanmar menanam ranjau di sepanjang pagar berduri yang
terletak di perbatasan kedua negara.
Kedua sumber tersebut mengaku mengetahui penempatan ranjau itu melalui bukti fotografi dan dari sejumlah informan lainnya.
"Pasukan
kami juga melihat tiga sampai empat kelompok petugas yang bekerja
meletakan sesuatu ke dalam tanah di dekat pagar berduri. Kami kemudian
mengonfirmasi hal itu melalui kepada informan yang membenarkan bahwa
mereka [Myanmar] menempatkan ranjau," katanya.
Meski begitu,
sumber tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut kelompok tersebut
berseragam dan merupakan aparat keamanan Myanmar atau bukan.
Sebelumnya,
seorang petugas perbatasan Bangladesh, Hassan Khan, juga mengatakan
empat ledakan sempat terdengar sejak awal pekan ini di perbatasan
Myanmar.
Seorang
anak laki-laki bahkan dilaporkan kehilangan kaki kirinya setelah
terkena ledakan di perbatasan. Anak itu akhirnya dibawa ke Bangladesh
untuk mendapat perawatan medis.
Sementara itu, seorang pengungsi
Rohingya sempat mendatangi tempat terjadinya ledakan di perbatasan dan
merekam keadaan sekitar. Videonya menunjukkan adanya logam-logam
berdiameter 10 sentimeter tertanam di tanah sekitar tempat itu.
Dua
pengungsi Rohingya lainnya juga mengaku melihat tentara Myanmar di
lokasi tersebut pada malam hari sebelum ledakan-ledakan itu terjadi.
Hal
tersebut menambah spekulasi bahwa Myanmar memang menggunakan ranjau
untuk membendung pergerakan orang yang ingin memasuki wilayahnya,
khususnya etnis Rohingya.
Meski begitu, Reuters belum bisa memverifikasi secara independen mengenai laporan ranjau tersebut dan kaitan langsungnya dengan aparat Myanmar.
Myanmar pun hingga kini belum memberikan komentar perihal dugaan penggunaan ranjau oleh aparatnya tersebut.
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. (REUTERS/Edgard Garrido )
Aktivitas nuklir Korea Utara adalah risiko serius untuk perdamaian dan keamanan internasional
Mexico City (CB) - Pemerintah Meksiko, Kamis waktu
setempat, menyatakan bahwa duta besar Meksiko telah
dipersona-non-gratakan sebagai protes negara itu terhadap uji coba
senjata nuklir Korea Utara. Langkah ini tidak biasa dilakukan Meksiko,
namun sejalan dengan garis kebijakan negara tetangganya, Amerika
Serikat.
Pemerintah Meksiko memberi waktu 72 jam kepada Duta
Besar Kim Hyong Gil untuk meninggalkan Meksiko demi mengungkapkan
"penolakan mutlak" Meksiko terhadap aktivitas nuklir Korea Utara
belakangan ini. Meksiko menyatakan uji coba itu ancaman besar bagi
kawasan dan dunia.
Sebelum ini Meksiko mengambil garis diplomasi
yang lembut, namun dalam beberapa bulan terakhir garis itu berubah
menjadi keras, termasuk saat mengutuk pemerintah Venezuela dan Korea
Utara yang disebutnya akan makin diisolasi dunia.
"Aktivitas
nuklir Korea Utara adalah risiko serius untuk perdamaian dan keamanan
internasional serta memesankan ancaman yang terus meningkat terhadap
negara-negara di kawasan itu, termasuk sekutu-sekutu fundamental Meksiko
seperti Jepang dan Korea Selatan," kata pemerintah Meksiko.
Langkah
Meksiko itu mengikuti gelombang kutukan internasional terhadap Korea
Utara atas peluncuran rudalnya yang sudah berulang-ulang dalam beberapa
pekan terakhir.
Meski begitu pemerintahan Presiden Meksiko
Enrique Pena Nieto tidak berniat memutuskan hubungan diplomatik dengan
Korea Utara, demikian Reuters.
Beijing (CB) - Kementerian Perdagangan China, Kamis,
mengatakan akan terus menangani masalah perdagangan Korea Utara dengan
cara yang menguntungkan perdamaian, stabilitas dan denuklirisasi di
Semenanjung Korea.
Juru bicara Kementerian Gao Feng menyampaikan komentar itu di sebuah
media briefing rutin.Pada pekan lalu Korea Utara melakukan uji coba
nuklir yang memicu kecaman dunia internasional.
Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pengembangan bom
hidrogen itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan wilayah menyusul
dua uji peluru kendali antar benua (ICBM) Pyongyang pada Juli, yang
dapat terbang hingga sekitar 10.000 kilometer dan diperkirakan
menjangkau beberapa bagian dari daratan utama Amerika Serikat.
Di bawah kepemimpinan generasi ketiga, Kim Jong-un, Korea Utara
berusaha mengembangkan perangkat nuklir kecil dan ringan, yang sesuai
dengan peluru kendali balistik jarak jauh tanpa mempengaruhi
jangkauannya, sehingga mampu bertahan setelah kembali memasuki atmosfer
Bumi.
Korea Utara, yang mengembangkan kegiatan nuklir dan peluru
kendalinya meskipun bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan
menyebabkannya dikenai beberapa sanksi, "baru-baru ini berhasil" membuat
kemajuan dalam pengembangan bom hidrogen yang akan dimuat dalam ICBM,
menurut laporan KCNA.
"Bom-H, yang kekuatan peledaknya dapat disesuaikan dari puluhan
kilo ton hingga ratusan kilo ton, merupakan senjata termonuklir bersifat
multifungsi dengan kekuatan perusak yang hebat, meskipun diledakkan
bahkan di tempat yang tinggi untuk serangan EMP (Electromagnetic Pulse)
super kuat guna menyerang sesuai dengan tujuan strategis," kata KCNA.
Kim Dong-yub, seorang ahli militer di Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam, Seoul, merasa skeptis.
"Jika merujuk pada daya ledak puluhan sampai ratusan kilo ton, itu
tampaknya bukan bom H yang sama sekali baru. Kemungkinan itu hanyalah
perangkat nuklir yang diperkuat," kata Dong-yub, mengacu pada bom atom,
yang menggunakan beberapa isotop hidrogen untuk meningkatkan daya ledak.
Daya ledak bom hidrogen dapat mencapai ribuan kilo ton, lebih kuat
daripada bom nuklir, yang terakhir di uji Korea Utara pada September
dengan kekuatan hanya sekitar 10 sampai 15 kilo ton, mirip dengan yang
dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945. Demikian laporan Reuters
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/John Sommers II)
Washington (CB) - Presiden Amerika Serikat mengaku tidak
akan memilih menggunakan aksi militer terhadap Korea Utara untuk
menghadapi ancaman nuklir dan peluru kendalinya, tetapi jika dia memilih
opsi itu maka itu bakal menjadi hari menyedihkan untuk pemimpin Korea
Utara.
Trump kembali menyatakan tidak mengesampingkan aksi
militer menyusul uji coba senjata nuklir Korea Utara yang keenam dan
paling dahsyat kendati pemerintahannya lebih memilih meningkatkan sanksi
ekonomi. Dia menyatakan Pyongyang punya prilaku buruk sehingga harus
dihentikan.
"Langkah militer tentu saja akan menjadi opsi. Apakah
itu tak terelakkan? Tidak ada yang tidak terelakkan," kata Trump dalam
jumpa pers seperti dikutip Reuters.
"Saya lebih memilih tidak
menggunakan rute militer. (Tetapi) Jika kami menerapkannya kepada Korea
Utara, maka itu akan menjadi hari yang menyedihkan bagi Korea Utara,"
sambung Trump.
Kendati Trump menyatakan tak mengesampingkan opsi
militer, para pejabat teras pemerintahannya sudah menegaskan bahwa pintu
solusi diplomatik masih terbuka.
Korea Utara sendiri sudah
menyatakan akan membalas setiap sanksi PBB dan tekanan AS dengan
langkah-langkah balasan seraya menuduh AS menginginkan perang.
AS peringatkan akan jatuhkan sanksi negara yang berdagang dengan Korut
Washington (CB) - Menteri Keuangan Amerika Serikat Steve
Mnuchin, Rabu, mengatakan Washington akan menjatuhkan sanksi pada setiap
negara yang melakukan hubungan perdagangan dengan Korea Utara.
Menurt Mnuchin, jika Perserikatan Bangsa Bangsa tidak memberikan
sanksi tambahan kepada Korea Utara terkait uji coba nuklir, dia telah
memiliki perintah eksekutif yang siap untuk diajukan pada Presiden
Donald Trump guna menjatuhkan sanksi kepada negara mana pun yang
melakukan perdagangan dengan Pyongyang.
"Saya sudah menyiapkan sebuah perintah eksekutif, siap untuk
diajukan kepada presiden. Perintah itu akan memberi wewenang kepada saya
untuk menghentikan perdagangan dan untuk memberikan sanksi kepada siapa
pun yang melakukan perdagangan dengan Korea Utara. Presiden akan
mempertimbangkan itu pada saat yang tepat setelah dia memberikan waktu
bagi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk bertindak," kata Mnuchin kepada
wartawan dalam sebuah penerbangan kembali ke Washington dari Dakota
Utara, tempat Trump memberi pidato mengenai reformasi pajak.
Pada pekan lalu Korea Utara melakukan uji coba nuklir yang memicu kecaman dunia internasional.
Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pengembangan bom
hidrogen itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan wilayah menyusul
dua uji peluru kendali antar benua (ICBM) Pyongyang pada Juli, yang
dapat terbang hingga sekitar 10.000 kilometer dan diperkirakan
menjangkau beberapa bagian dari daratan utama Amerika Serikat.
Di bawah kepemimpinan generasi ketiga, Kim Jong-un, Korea Utara
berusaha mengembangkan perangkat nuklir kecil dan ringan, yang sesuai
dengan peluru kendali balistik jarak jauh tanpa mempengaruhi
jangkauannya, sehingga mampu bertahan setelah kembali memasuki atmosfer
Bumi.
Korea Utara, yang mengembangkan kegiatan nuklir dan peluru kendalinya
meskipun bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan
menyebabkannya dikenai beberapa sanksi, "baru-baru ini berhasil" membuat
kemajuan dalam pengembangan bom hidrogen yang akan dimuat dalam ICBM,
menurut laporan KCNA.
"Bom-H, yang kekuatan peledaknya dapat disesuaikan dari puluhan kilo
ton hingga ratusan kilo ton, merupakan senjata termonuklir bersifat
multifungsi dengan kekuatan perusak yang hebat, meskipun diledakkan
bahkan di tempat yang tinggi untuk serangan EMP (Electromagnetic Pulse)
super kuat guna menyerang sesuai dengan tujuan strategis," kata KCNA.
Kim Dong-yub, seorang ahli militer di Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam, Seoul, merasa skeptis.
"Jika merujuk pada daya ledak puluhan sampai ratusan kilo ton, itu
tampaknya bukan bom H yang sama sekali baru. Kemungkinan itu hanyalah
perangkat nuklir yang diperkuat," kata Dong-yub, mengacu pada bom atom,
yang menggunakan beberapa isotop hidrogen untuk meningkatkan daya ledak.
Daya ledak bom hidrogen dapat mencapai ribuan kilo ton, lebih kuat
daripada bom nuklir, yang terakhir di uji Korea Utara pada September
dengan kekuatan hanya sekitar 10 sampai 15 kilo ton, mirip dengan yang
dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945. Demikian laporan Reuters.
Ilustrasi - Hwasong-12, rudal jarak menengah milik Korea Utara (Reuters)
Tallin, Estonia (ANTARA News) - Uni Eropa sedang menyiapkan
sanksi lebih keras terhadap Korea Utara, ujar kepala diplomatik UE pada
Kamis (7/9), sebagai bagian dari upaya internasional untuk menghukum
negara itu karena uji coba nuklir terbarunya.
"Saya
akan mengajukan para menteri untuk bekerja dalam beberapa hari
mendatang guna meningkatkan sanksi otonomi UE," kata Federica Mogherini.
Hal tersebut disampaikannya saat tiba untuk pertemuan para menteri luar negeri UE di Tallinn, Estonia, demikian AFP.
Hwasong-14, peluru kendali antarbenua atau ICBM milik Korea Utara. (Reuters)
Jakarta (CB) - Korea Utara menggelar perayaan massal untuk
para ilmuwan yang terlibat dalam uji coba peledakan bom nuklir
terbesarnya. Pesta pora ini diwarnai dengan nyala kembang api dan pawai
di Pyongyang.
Warga ibu kota Korea Utara ini berbaris di
jalan-jalan, kemarin, melambaikan pom-pom warna merah muda dan ungu,
serta bersorak ke arah konvoi bus yang membawa para ilmuwan ke dalam
kota, sembari melemparkan bunga kertas hiasan kepada mereka begitu
berjalan memasuki Lapangan Kim Il-Sung.
"Kita menyampaikan
penghormatan agung kepada Kamerad Kim Jong-Un, Sang Pemimpin Tertinggi
yang telah membawa kita ke pencapaian tertinggi dalam sejarah bangsa
Korea," demikian bunyi salah satu banner di lapangan itu di mana puluhan
ribu orang bersorak sorai.
Banner lainnya yang bergambar peluru
kendali di truk pengangkut misil ditulisi kalimat, "Tidak ada seorang
pun yang boleh menghentikan kita berjalan ke masa depan."
Ledakan
bom nuklir itu memicu kecaman dunia dan seruan AS, Korea Selatan,
Jepang dan negara lainnya untuk hadirnya sanksi lebih keras lagi dari
Dewan Keamanan PBB kepada Korea Utara.
Kantor berita KCNA melukiskan ledakan nuklir itu sebagai "uji coba Bom-H ICBM yang berhasil."
Koordinator
pawai massal menyatakan militer Korea Utara akan mengakhiri nasib
imperialis gangster AS melalui serangan pencegahan yang tak kenal ampun
dan paling dahsyat jika mereka dan gerombolan pengkhianat memicu perang,
lapor KCNA.
Ledakan bom nuklir Minggu pekan lalu itu adalah
peledakan bom nuklir yang keenam oleh Korea Utara dan yang merupakan
paling dahsyat.
Bom hidrogen atau Bom-H, adalah senjata
mengerikan yang jauh lebih dahsyat ketimbang bom atom yang dihasilkan
dari reaksi fisi, dan memanfaatkan ledakan nuklir guna menghasilkan suhu
padat yang dibutuhkan untuk menciptakan reaksi fusi, demikian AFP.
Karakas, Venezuela (CB) - Sanksi yudisial dan keuangan
yang dijatuhkan atas Venezuela oleh Pemerintah AS membuat pasokan minyak
negeri itu ke AS terancam, kata Kementerian Luar Negeri Venezuela pada
Rabu (6/9).
Di dalam satu pernyataan, Kementerian tersebut, sebagaimana
dilaporkan Xinhua mengatakan keputusan "tidak sah dan sepihak" Presiden
AS Donald Trump "membuat status kami terancam, selama hampir satu abad,
sebagai pemasok paling aman dan paling dekat minyak ke AS".
Teks pernyataan Kementerian Luar Negeri Venezuela, yang ditujukan
kepada pemerintah dan rakyat Amerika, menjelaskan sanksi itu "juga akan
mempengaruhi rata-rata warga Amerika, yang menghadapi kemungkinan
kenaikan harga gas, dan ribuan pekerja terancam kehilangan tabungan
mereka".
Pada 2016, AS mengimpor rata-rata 741.000 barel minyak per hari dari Venezuela.
Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Karakas setelah Trump pada 25
Agustus menjatuhkan sanksi baru atas Venezuela, termasuk pembatasan
perdagangan obligasi Venezuela di pasar keuangan Amerika.
Sanski baru itu dijatuhkan oleh AS, setelah Pemerintah Venezuela
mengambil sumpah Majelis Konstituen Nasional (ANC), yang dipilih melalui
pemungutan suara pada 30 Juli, tapi telah dipandang sebagai perebutan
kekuasaan non-konstitusional oleh sebagian besar masyarakat
internasional.
Washington (CB) - Amerika Serikat pada Rabu (6/9)
menjatuhkan sanksi atas dua anggota senior Pemerintah Sudan Selatan,
seorang mantan pejabat dan tiga perusahaan Sudan Selatan karena merusak
perdamaian, keamanan atau kestabilan di negeri itu.
Menurut Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS, sanksi
tersebut ditujukan kepada Wakil Menteri Pertahanan Sudan Selatan Malek
Reuben, Menteri Penerangan Michael Makuei dan mantan kepala staf militer
Paul Malong.
Tiga perusahaan milik Reuben, yaito All Energy Investments, A+
Engineering, Electronics & Media Printing dan Mak International
Services juga menjadi sasaran sanksi, kata Departemen Keuangan AS.
"Kami terus menjelaskan kepada para pemimpin Sudan Selatan bahwa
mereka harus menghormati gencatan senjata yang mereka umumkan,
menghidupkan kembali Kesepakatan 2015 mengenai Penyelesaian Konflik di
Republik Sudan Selatan dengan terlibat secara berarti dengan pihak
oposisi," kata Departemen Luar Negeri AS di dalam pernyataan itu,
sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis
malam.
Sudan Selatan terperosok ke dalam kerusuhan pada Desember 2013,
setelah pertikaian politik antara Presiden Salva Kiir dan mantan
wakilnya Riek Machar mengakibatkan perang yang membuat berhadapan
tentara, yang kebanyakan dari suku Dinka yang setia kepada Kiir, dengan
kelompok etnik Nuer, asal Machar.
Kesepakatan perdamaian 2015 untuk mengakhiri kerusuhan sekali lagi
dilanggar pada Juli 2016, ketika semua faksi yang bertikai melanjutkan
perang di ibu kota sehingga memaksa Machar melarikan diri ke
pengasingan.
Konflik itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat jutaan
orang terusir dari rumah mereka dan mengungsi ke negara tetangga.
Badai Irma menerjang Puerto Rico Rabu, 6 September waktu setempat.
CB – Badai Irma menerjang Puerto Rico, Rabu,
6 September 2017 waktu setempat. Sebelumnya, salah satu badai
terdahsyat di Atlantik ini menyapu beberapa pulau di Karibia, dan dalam
waktu dekat ini akan bergerak menuju Florida Selatan.
Sedikitnya
empat orang dilaporkan tewas akibat terjangan badai Irman di Kepulauan
Karibia. Ramalan cuaca setempat menggambarkan badai ini masuk kategori 5
yang berpotensi bencana, klasifikasi tertinggi untuk klasifikasi topan
di Amerika Serikat.
Pulau kembar di Karibia, Antigua dan Barbuda adalah wilayah paling
parah terdampak. Jaringan komunikasi terputus selama beberapa jam di
Barbuda yang memiliki penduduk 1.700 orang.
"90 persen dari semua tempat tinggal di sana rata dengan tanah," kata Perdana Menteri Gaston Browne dilansir Reuters, Kamis, 7 September 2017.
Badai
Irma kategori 5 menghasilkan angin sepanjang 185 mil per jam (300
km/jam). Badai ini berada di jalur menuju Florida yang diprediksi tiba
pada hari Sabtu atau Minggu. Sementara intensitas badai Irma fluktuatif.
Badai tersebut diperkirakan akan tetap berada di kategori 4 sebelum
tiba di Florida. Badai Irma menerjang Puerto Rico, Rabu, 6 September waktu setempat. Foto: NICOLE PELLOT/Handout via REUTERS
Sebelum
itu, badai Irma melintas di Kepulauan Virgin, paling utara Inggris,
setelah melintasi sebagian wilayah Prancis, yakni pulau setengah Belanda
St Martin-St. Maarten. Kemudian, angin bergerak ke arah barat laut
menuju Puerto Rico dalam kecepatan 26 km per jam.
Gubernur Puerto
Rico, Ricardo Rossello, telah mengimbau warganya untuk tetap tinggal di
dalam rumah selama badai menerjang kawasan tersebut. "Tidak ada alasan
untuk berada di jalan," kata Rossello dalam konferensi pers.
Bisnis
di seluruh San Juan ditutup dan banyak bangunan ditutupi jendela badai.
Namun, sebelum badai menerjang, warga sudah menyempatkan belanja
makanan sebagai bekal, mengantisipasi datangnya bencana.
Anggota militer AS berjabat tangan dengan anggota TNI AL dalam Latihan Bersama bernama CARAT.
CB – Angkatan laut Amerika Serikat dan
TNI-AL hari ini memulai latihan militer bersama (Latma) tahunan bernama
Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) ke-23. Latihan ini
berlangsung selama 7-13 September 2017.
Menurut Laksamana Muda Don
Gabrielson, Komandan Gugus Tugas 73 Angkatan Laut AS, kegiatan latihan
lapangan akan digelar di Surabaya, sementara kegiatan di laut dan udara
akan bertempat di Laut Jawa dan Laut Bali. Latma bertujuan untuk
memperkuat kerja sama keamanan maritim antara AS dan Indonesia.
“Sebagai bangsa maritim yang memiliki kesamaan nilai-nilai dan
kepentingan strategis, Amerika Serikat dan Indonesia memiliki kemitraan
angkatan laut yang komprehensif dan terus berkembang, yang didasari oleh
rasa saling menghormati,” ungkap Gabrielson dalam keterangan resmi yang
disiarkan Markas Gugus Tugas 73 Angkatan Laut AS hari ini.
“Amerika
Serikat menghormati peran Indonesia sebagai pemimpin di kawasan dalam
bidang keamanan maritim, dan kami ingin membantu Indonesia meningkatkan
kemampuannya dalam menjaga stabilitas dan melindungi sumber dayanya,”
imbuhnya.
Bagi Gabrielson, CARAT mempererat kemitraan maritim AS
dan Indonesia serta memainkan peran penting dalam menciptakan rasa
saling percaya, kekeluargaan, dan persahabatan selama lebih dari 23
tahun. "Kapan pun angkatan laut kita bekerja sama, kami selalu melihat
manfaatnya bagi kedua pihak,” lanjut dia.
Di samping prajurit TNI
AL, CARAT kali ini juga akan diikuti oleh lebih dari 300 personil
angkatan laut dan Korps Marinir AS. Latma ini akan menampilkan
serangkaian pelatihan di laut mencakup pertempuran permukaan,
penanggulangan teroris dan perompakan di atas kapal (Visit, Board,
Seach, and Seizure atau VBSS), latihan persenjataan serta operasi
patroli laut.
Kegiatan lainnya mencakup serangkaian seminar, yang
memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk berbagi praktik terbaik
terkait taktik di angkatan laut. Kegiatan lainnya adalah pertukaran
keterampilan dalam bidang kemaritiman, seminar bidang penerbangan, hukum
militer, dan simposium pertempuran permukaan laut. Kelompok musik
Armada ke-7 dan Satuan Ekspedisi Marinir III AS juga akan mengadakan
sejumlah kegiatan budaya bersama kelompok musik Koarmatim TNI- AL yang
dipersembahkan untuk warga Surabaya.
“TNI AL adalah mitra yang
sangat berharga bagi kami dan kami bekerjasama untuk memastikan keamanan
maritim,” ungkap Kolonel Laut Lex Walker, komandan Destroyer Squadron
7. “CARAT Indonesia merupakan kesempatan yang unik bagi kedua angkatan
laut untuk bekerja sama lebih erat lagi dan meningkatkan keterampilan,”
lanjutnya.
Unit-unit angkatan laut AS yang terlibat dalam latihan
ini mencakup kapal ekspedisi transportasi cepat USNS Fall River
(T-EPF-4), pesawat patroli maritim P-3C Orion, dan personil marinir AS
dari Satuan Ekspedisi Marinir III. Contoh Kerjasama
Indonesia
telah mengikuti latma CARAT sejak 1995. Setelah lebih dari dua dekade
latma tahunan tersebut digelar, CARAT Indonesia tetap menjadi contoh
kerjasama yang berkembang dalam tingkat kompleksitasnya dan memungkinkan
kedua angkatan laut menyempurnakan operasi dan taktik dalam menghadapi
tantangan yang bersifat tradisional maupun non-tradisional yang
mengancam keamanan laut.
CARAT
Indonesia adalah bagian dari rangkaian pelatihan bilateral yang lebih
luas yang digelar oleh Angkatan Laut AS bersama sembilan mitra angkatan
laut di Asia Selatan dan Asia Tenggara guna menghadapi prioritas
keamanan bersama dalam bidang maritim, memperkuat kerjasama maritim,
serta meningkatkan daya interoperabilitas di antara para peserta
latihan.
Komandan Satgas 73 dan Destroyer Squadron 7 juga membuat
rencana lanjutan, mengelola sumber daya dan mendukung secara langsung
pelaksanaan pelatihan bilateral kelautan seperti rangkaian CARAT,
Kegiatan Pertempuran Angkatan Laut (NEA) bersama Vietnam, dan latihan
gabungan multilateral Southeast Asia Cooperation and Training (SEACAT).
CB, STANFORD -- Temuan terbaru mengungkap
kecerdasan buatan (AI) yang dapat menganalisis distorsi ruang waktu 10
juta kali lebih cepat dibandingkan manusia. Ulasan tersebut dijabarkan
dalam studi ilmiah yang telah terbit dalam jurnal Nature.
Fenomena
yang diteliti adalah lensa gravitasi, distorsi atau pembengkakan ruang
waktu yang merupakan salah satu turunan teori relativitas Einstein.
Astronom banyak menggunakan metode ini untuk mengungkap lebih banyak hal
tentang alam semesta.
Laman Science Alert melaporkan,
tim peneliti berasal dari Institut Astrofisik dan Kosmologi Kavli
(KIPAC), Stanford, California, AS. Mereka bekerja sama dengan Laboratium
Akselerator Nasional SLAC Departemen Energi AS beserta pihak
Universitas Stanford.
"Analisis yang biasanya memakan waktu
sampai berpekan-pekan oleh para ahli kini dapat dilakukan oleh jaringan
saraf secara otomatis hanya dalam sepersekian detik," ungkap salah satu
penulis studi, Laurence Perreault Levasseur.
Ia menjelaskan, tim
menggunakan jaringan saraf buatan yang dilatih dengan memaparnya dengan
setengah juta gambar simulasi lensa gravitasi. Jaringan tersebut
kemudian ditunjukkan gambar sebenarnya dari lensa gravitasi dan terbukti
mampu menganalisis distorsinya kurang dari setengah detik.
Sementara,
pemimpin studi Yashar Hezaveh menyampaikan, lensa gravitasi terjadi
ketika cahaya dari sumber yang diamati tampak terdistorsi karena
distribusi materi antara sumber tersebut dan Bumi. Fenomena ini memberi
petunjuk tentang bagaimana massa dapat didistribusikan di ruang angkasa,
yang juga berubah dari waktu ke waktu.
"Jaringan saraf yang kami
uji, tiga yang telah tersedia dan satu kami kembangkan sendiri, dapat
menentukan sifat masing-masing lensa, termasuk bagaimana massanya
didistribusikan dan seberapa banyak ia memperbesar gambar latar belakang
galaksi," ujar Hezaveh.
CB, DETROIT -- Perusahaan DeLorean Aerospace
tengah mengembangkan prototipe mobil terbang. Sebelumnya, nama DeLorean
sempat dikenal sebagai salah satu varian mobil, yang dikenal luas
setelah digunakan di dalam film fiksi ilmiah, ''Back To The Future'',
pada era 80an.
Dalam film tersebut, mobil keluaran DeLorean Motor
Company (DMC), DMC 12, digunakan sebagai mobil yang bisa terbang
sekaligus menjadi mesin waktu, yang digunakan oleh para karakter utama
di film tersebut untuk melintasi ruang dan waktu. Saat ini, DMC lewat
perusahaan DeLorean Aerospace ingin membangkitkan kembali citra mobil
DeLorean sebagai mobil yang bisa terbang.
Menurut CEO dan Kepala
Desainer DeLorean Aerospace, Paul DeLorean, saat ini perusahaannya
tengah membangun prototipe dari desain mobil terbang, yang telah
berhasil dibuat perusahaannya. Dalam desain tersebut, DeLorean Aerospace
merancang mobil berkapasitas dua penumpang dan dapat terbang secara
vertikal, baik saat lepas landas ataupun saat mendarat.
Mobil itu
pun dapat digerakan secara otonom atau diterbangkan secara otomatis.
''Kami tengah bergerak untuk membangun prototipe pertama mobil, yang
bisa membawa dua orang penumpang dan dioperasikan sepenuhnya secara
elektrik untuk jarak temph mencapai 193 kilometer,'' kata Paul kepada
Wired seperti dikutip Science Alert.
Dalam mengembangkan
desain mobil terbang ini, DeLorean Aerospace bekerjasama dengan
sejumlah perusahaan, mulai Uber, Airbus, dan Kitty Hawk. Mobil terbang
ini memiliki dua pasang sayap, yang berada di bagian belakang dan depan.
Agar bisa terbang dan melaju, mobil ini dilengkapi dengan dua kipas di
bagian belakang dan depan.
''Kipas ini digerakan dengan tenaga
listrik, dan komponennya ditempatkan di atas kipas tersebut. Kipas
tersebut dapat berputar setelah lepas landas untuk mendorong mobil
tersebut maju,'' tutur Paul yang juga keponakan pendiri serta desainer
pertama mobil keluaran DMC.
Secara spesifik, mobil terbang ini
memiliki panjang 6 meter dan total lebar sayap mencapai 5,6 meter.
Namun, sayap ini bisa dilipat agar kendaraan ini bisa dimasukan ke dalam
garasi.
Pekerja memproduksi bahan bakar briket berbahan
bakar limbah tempurung kelapa di salah satu rumah industri di Ungaran
Timur, Kabupaten Semarang (Ilustrasi)
CB, MALANG -- Indonesia pada dasarnya memiliki
banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang dapat dijadikan energi
terbarukan. Hanya saja, itu tertahan pada proses pemikiran dan
pengembangannya, sehingga Indonesia pun harus tertinggal dengan
negara-negara lainnya.
Bermula dari kunjungannya di Austria,
Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Malang Professor I Nyoman Gede
Wardana menemukan hal unik pada satu teknologi, salah satu penelitian di
Austria. Sebuah kapasitor baterai dapat melakukan pengisian energi
secara cepat dengan mengggunakan batok kelapa.
"Loh kok batok kelapa bisa ada di Austria lalu saya mulai
minta mahasiswa bimbingan saya meneliti tentang itu," ujar pria yang
dipanggil Wardana ini saat ditemui wartawan di Gedung Teknik Mesin I UB
Malang, Selasa (5/9).
Selama sekitar tiga sampai empat tahun, Wardana berupaya meneliti arang atau batok kelapa yang kemudian merujuk pada advance material. Advance material pada umumnya tentang ilmu terdepan yang menggunakan material apapun asal dipikir dengan cara mutakhir.
Dari situ, kata Wardana, dapat menghasilkan advance material yang dilihatnya pada arang yang sudah tidak awam bagi masyarakat umum. "Kita punya banyak arang dan arang itu kan karbon. Kalau dipikir dengan ilmu mutakhir dan dikonsepkan akan menjadi advance material," kata pria asa Bali ini.
Dalam penelitiannya, Wardana menggunakan material advance
yang mencampurkan karbon aktif dan semi konduktor. Semi konduktornya
memakai tembaga yang teroksidasi lalu dicampur dengan arang. Yang
menjadi istimewa, yakni percampuran elektron dari karbon dan semi
konduktor ternyata dapat menghasilkan hidrogen secara cepat.
Wardana menjelaskan, pada dasarnya mengubah apapun menjadi hidrogen membutuhkan energi. Jika menggunakan energi advance,
reaksi untuk memproduksi hidrogen akan lebih cepat. Prosesnya akan
sepuluh kali lebih cepat dari 700 detik pada umumnya, bahkan lebih hemat
dua kali lipat.
"Dan dari penelitian ini, minyak kapuk, minyak jarak, minyak
jelantah, dan sebagainya yang ada di Indonesia bisa diubah menjadi
hidrogen," ungkap dia.
Dengan melakukan penelitian ini, Wardana pun dimasukkan pada daftar peneliti tingkat dunia. Dia meraih penghargaan IAAM (International Association of Advanced Materials) Scientist Medal
atas teori terbaru di dunia ini. Dia dapat mengungkapkan rahasia ilmiah
bagaimana material dikombinasikan bisa menari indah lalu menghasilkan
hidrogen.
Mengenai penelitian dan penghargaan ini, Wardana
menilai, Indonesia sebenarnya memiliki segalanya yang sayangnya tidak
ada yang berpikir ke arah yang diharapkan dunia. Potensi di Indonesia
bisa digali semaksimal mungkin dan dunia pun sudah mengakui itu. Bahkan,
dia tak memerlukan laboratorium canggih untuk bisa dipilih sebagai
penerima penghargaan tinggi dunia dalam dunia penelitian.
Satu keluarga Rohingya di New Delhi, yang menurut rencana pemerintah India, akan dideportasi.
Rencana India untuk
mendeportasi pengungsi Muslim Rohingya tampaknya merupakan upaya dalam
menarik simpati dari Myanmar, yang mayoritas penduduknya beragama
Buddha.
Pengumuman rencana itu ditempuh menjelang kunjungan
Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang tiba di Myanmar, Selasa
(05/09), setelah menghadiri KTT BRICS di Xiamen, Cina.
Tiga hari
sebelum pengumuman, gerilyawan Rohingya menyerang sekitar 20 pos polisi
di negara bagian Rakhine, Myanmar, menewaskan 12 orang dan memicu
operasi militer besar-besaran yang mendorong krisis pengungsi Rohingya
saat ini.
Menurut Menteri Muda Dalam Negeri Inggris, Kiren
Rijiju, India akan memulangkan semua Muslim Rohingya yang diperkirakan
berjumlah sekitar 40.000 jiwa.
PM India Narendra Modi (kanan) disambut oleh Presiden Myanmar, Htin Kyaw (kiri) saat tiba di ibu kota Naypyitaw.
Mereka yang akan dipulangkan itu, tambah Rijiju,
mencakup 16.000 Rohingya yang terdaftar sebagai pengungsi oleh PBB.
"Pendaftaran UNHCR tidak ada artinya. Bagi kami mereka semua adalah
pendatang gelap."
Setelah serangan gerilyawan Rohingya pada 25
Agustus, Kementerian Luar Negeri India juga mengeluarkan pernyataan
keras dengan janji berdiri bersama Myanmar dalam 'perang melawan
terorisme'.
Kedua pernyataan yang tampaknya dimaksudkan untuk 'mengatur' kunjungan PM Nodi ke Myanmar.
Mengisi Cina 'yang diam'
Operasi
militer di negara bagian Rakhine sejauh ini menyebabkan lebih dari
120.000 orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh namun 'diamnya' Cina
membantu India untuk mengambil posisi senada dengan opini mayoritas
rakyat Burma.
Tidak jelas apakah rencana India tersebut menyangkut
pemulangan orang Rohingya ke Myanmar atau Bangladesh, mengingat mereka
tidak memiliki kewarganegaraan karena pemerintah Myanmar menganggap
mereka bukan warganya.
Sementara Bangladesh -yang menampung gelombang baru warga
Rohingya- juga sudah mengusir sebagian orang Rohingya ke luar dari
perbatasannya.
Rencana pemulangan itu juga sudah ditentang oleh
Mahkamah Agung India, yang pada hari Senin (05/09) meminta pemerintah
untuk memberi tanggapan.
Namun maksud terselubung dari pengumuman tersebut tampaknya adalah ingin 'tersambung' dengan opini kubu nasionalis di Myanmar.
Terdapat sekitar 40.000 orang Rohingya di India dan 16.000 terdaftar sebagai pengungsi oleh PBB.
"Kelompok nasionalis Burma dan kaum garis keras
Buddha melihat Modi dan BJP (partai beraliran Hindu yang berkuasa di
India) berada dalam spektrum politik yang lebih dekat dengan mereka
ketika berkaitan dengan Muslim," jelas Jiten Nongthaubam, pimpinan Pusat
Studi Myanmar di Universitas Manipur, India, kepada BBC.
Hal itu
sejalan dengan rencana India untuk melatih tentara Myanmar dalam
operasi khusus, yang ditafsirkan oleh beberapa orang sebagai dukungan
India atas operasi militer Myanmar terhadap militan Rohingya.
Berbagai proyek di Myanmar
India
memang aktif untuk menjalin hubungan dengan Myanmar dan para perwira
militernya berharap dapat pula meminta bantuan mereka dalam menghadapi
militan di sebelah timur laut India yang banyak bermarkas di hutan
Sagaing, Myanmar.
Sebagai pertanda hubungan yang membaik, India saat ini sedang membangun satu pelabuhan dan proyek saluran air di Rakhine.
Pembangunan
jalan juga akan segera dimulai untuk menghubungkan Sittwe di Rakhine
dengan Zirinpui di negara bagian Mizoram, India.
"Proyek ini akan
membantu daratan utama kami terhubung dengan timur laut India namun
kami memberinya ke Myanmar. Kami ingin menciptakan akses umum ke
Myanmar, bukan sebagai aset komersial untuk memfasilitasi bisnis seperti
yang dilakukan oleh sejumlah negara," jelas Duta Besar India untuk
Myanmar, Vikram Misri, kepada sebuah penerbitan di Myanmar.
Misri agaknya merujuk ke Cina saat menyebut 'bukan sebagai aset komersial'.
India tidak menjelaskan negara tujuan bagi pemulangan umat Muslim Rohingya.
Dalam konteks yang lebih luas, India sedang
mengupayakan proyek-proyek prasarana untuk mendukung keberhasilan
kebijakan 'bertindak timur', yang diumumkan Menteri Luar Negeri, Sushma
Swaraj, tahun 2014.
Berdasarkan kebijakan itu, India bertujuan
meningkatkan pengaruhnya di negara-negara Asia Tenggara dan mengimbangi
keberadaan Cina di kawasan sekaligus menjamin perbatasannya di sebelah
timur laut.
Dalam kunjungan dua hari ke Myanmar, PM Modi akan
berkunjung ke Bagan -tempat India berperan besar dalam restorasi pagoda
kuno yang hancur karena gempa- dan pagoda Shwedagon yang penting, serta
menggelar pertemuan umum di sebuah stadion.
Agenda PM Modi
tampaknya ingin 'menyambungkan' para pendatang India di Myanmar dengan
kubu nasionalis melalui kombinasi pendekatan agama dan pengaturan
politik.
"Jelas bukan kebetulan jika Modi meminta Rijiju melepas
tembakan pertama ketika dia berjanji bahwa Rohingya akan dikeluarkan.
Rijiju adalah pemeluk Buddha dan juga menemani Dalai Lama ketika
pemimpin spiritual Tibet itu mengunjungi Arunachal Pradesh (yang menjadi
sengketa antara India dan Cina)," jelas pengamat Myanmar, Binoda
Mishra, kepada BBC.
"Pemulangan mungkin tidak akan dilaksanakan
karena memutuskan negara untuk pengiriman Rohingya itu tidak akan mudah,
namun membantu dalam menciptakan getaran politik menjelang kunjungan
Modi," tambah Anita Sengupta, seorang peneliti tentang Rohingya di
India.
Pasukan keamanan di Myanmar telah menjadi target serangan kelompok pemberontak
Lebih dari 140.000
warga Rohingya telah meninggalkan rumah mereka sejak 25 Agustus. Mereka
berusaha melarikan diri dari kekerasan, menyusul serangan balik militer
terhadap kelompok milisi Rohingya yang menyerang pos polisi.
Kelompok
bernama Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) itu mengaku bertindak
atas nama warga Rohingya - namun siapa sebenarnya mereka?
Siapakah ARSA?
Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (Arakan Rohingya Salvation Army,
ARSA) beroperasi di Negara Bagian Rakhine di Myanmar utara, tempat
mayoritas-Muslim Rohingya menghadapi persekusi. Pemerintah Myanmar
menolak memberikan mereka kewarganegaraan dan memandang mereka sebagai
imigran ilegal dari Bangladesh.
Bentrokan terjadi secara berkala
di antara kelompok-kelompok etnik, namun tahun lalu sebuah kelompok
pemberontak bersenjata Rohingya berkembang. ARSA, yang sebelumnya
dikenal dengan nama lain termasuk Harakah al-Yaqin, telah membunuh lebih
dari 20 petugas polisi dan anggota pasukan keamanan.
Pada 25
Agustus, kelompok itu menyerang pos-pos polisi di Negara Bagian Rakhine,
membunuh 12 orang dalam serangan terbesar mereka hingga saat ini.
Hasilnya, memicu sebuah serangan balik dari aparat keamanan.
Pemerintah menyebut kelompok ini sebagai organisasi teroris dan mengatakan pemimpin-pemimpinnya telah dilatih di luar negeri.
Kelompok
Krisis Internasional (International Crisis Group, ICG) juga mengatakan
bahwa para anggota ARSA telah dilatih di luar negeri.
Pemimpinnya adalah Attaullah Abu Ammar Jununi, lahir dari orang tua Rohingya di Karachi, Pakistan, dan dibesarkan di Mekah, Arab Saudi.
Meski begitu, seorang juru bicara kelompok ini membantah hal ini dan mengatakan ke Asia Times
bahwa kelompok ini tidak ada hubungannya dengan kelompok jihad dan
hanya berjuang untuk orang Rohingya agar diakui sebagai sebuah kelompok
etnik.
Jenis senjata apa yang mereka miliki?
Pemerintah Myanmar mengatakan bahwa serangan pada 25 Agustus dilakukan dengan pisau dan bom molotov.
Senjata mereka tampaknya kebanyakan dibuat sendiri
namun laporan ICG menyiratkan bahwa mereka tidak sepenuhnya amatir dan
menunjukkan beberapa bukti bahwa mereka dibantu oleh beberapa veteran
dari konflik lain, termasuk orang-orang dari Afghanistan. Kapan ARSA berdiri?
Juru bicara ARSA yang berbicara ke Asia Times
mengatakan bahwa ARSA telah melatih orang sejak 2013. Namun serangan
pertama mereka adalah pada Oktober 2016, saat mereka membunuh sembilan
petugas polisi.
Apakah misi mereka?
ARSA
mengatakan kelompok itu bertujuan untuk "membela, menyelamatkan dan
melindungi" kelompok Rohingya dari penindasan negara. Aksi pembelaan itu
"sejalan dengan prinsip pertahanan diri".
ARSA juga menolak label
teroris dengan mengatakan bahwa kelompok itu tidak menyerang penduduk
sipil. Meski begitu, ada beberapa laporan bahwa kelompok itu membunuh
informan saat melatih anggotanya.
ICG mengatakan anggota ARSA adalah laki-laki muda Rohingya yang
marah terhadap respons pemerintah Myanmar saat kerusuhan yang mematikan
pada 2012.
Anak-anak muda yang berusaha meninggalkan area itu
dulunya bisa melakukannya dengan menggunakan kapal ke Malaysia, namun
Angkatan Laut Malaysia memblokir rute itu pada 2015. Hal ini menyebabkan
ribuan orang terdampar di laut dan, kata ICG, yang lain
mempertimbangkan untuk melakukan kekerasan.
Dalam kondisi
kemiskinan ekstrem, tanpa kewarganegaraan dan pembatasan pada pergerakan
orang Rohingya, ARSA beraksi. Konsekuensinya, aparat keamanan membalas
kekerasan dengan kekerasan.
Sebuah laporan PBB pada Februari
mendeskripsikan "kekejaman yang menghancurkan" dari para prajurit yang
telah memukuli, memperkosa dan membunuh orang-orang sejak wilayah
Rakhine ditutup setelah serangan Oktober 2016.
Pelapor khusus PBB
mengenai situai HAM di Myanmar telah mengatakan bahwa skala
penghancuran saat ini "jauh melebihi" tahun lalu.
Banyak yang meninggalkan Myanmar dengan berjalan kaki sejak kekerasan Apa efek dari serangan balasan sejauh ini?
Serangan
ke pasukan keamanan telah memicu kekerasan dari pihak militer, yang
mengatakan bahwa mereka berjuang melawan militan yang menyerang penduduk
sipil.
Lebih dari 100.000 orang Rohingya telah meninggalkan desa mereka dan menyeberang perbatasan ke Bangladesh, tempat kamp-kamp pengungsian terisi penuh.
Banyak
dari mereka mengatakan militer dibantu biksu Buddha, telah meratakan
desa-desa dan membunuh warga sipil. Pemerintah mengatakan kelompok
Buddha dan Hindu juga telah meninggalkan daerah itu akibat kekerasan
yang ada.
Akses media ke Rakhine, tempat terjadinya kekerasan, sangat terbatas, membuat sulit untuk memverifikasi situasi di lapangan.
Kekerasan terkonsentrasi di area Rakhine.
Para aktivis dan politikus di seluruh dunia telah
menyatakan keprihatinan mereka atas situasi pengungsi ini, dari
kekurangan tempat bernaung, air dan makanan. Ada laporan anak-anak
terluka akibat ranjau darat saat mereka berusaha meninggalkan negara
itu.
Seorang perwakilan PBB, dan penerima Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, meminta pemimpin de facto
Myanmar, Aun Sang Suu Kyi, untuk menghentikan kekerasan yang ada. Suu
Kyi sebelumnya mengatakan bahwa ada "banyak kekerasan" di area itu namun
pembersihan etnik adalah "terminologi yang terlalu kuat" untuk
digunakan.
Rezim
Suriah terbukti menggunakan senjata kimia jenis gas sarin dalam
serangan di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, pada bulan April lalu.
Foto/Istimewa
JENEWA
- Angkatan Udara Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan serangan gas
sarin di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, pada medio April lalu.
Serangan tersebut menewaskan setidaknya 83 warga sipil. Demikian laporan
Komisi Penyelidik PBB.
Laporan terakhir Komisi Penyelidik di
Suriah menemukan bukti kuat terhadap tuduhan tersebut. Serangan tersebut
merupakan satu dari 20 serangan senjata kimia yang dilakukan oleh
pemerintah Suriah dalam empat tahun terakhir.
"Kami telah
menganalisis semua interpretasi lainnya tentang siapa yang mungkin telah
melakukan serangan tersebut," kata ketua komisi Paulo Pinheiro pada
sebuah konferensi pers di Jenewa.
"Adalah tugas kami untuk
memverifikasi tuduhan ini, dan kami menyimpulkan bahwa serangan ini
dilakukan oleh angkatan udara Suriah," jelasnya seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (7/9/2017).
Laporan
ini adalah laporan ke-14 yang dibuat oleh komisi tersebut sejak
dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2011, bekerja dari
bulan Maret sampa awal Juli. Laporan ini didasarkan pada informasi yang
diambil dari citra satelit, video, foto, catatan medis, dan lebih dari
300 wawancara.
"Komisi tersebut menemukan bahwa ada alasan yang
masuk akal untuk percaya bahwa pasukan Suriah menyerang Khan Sheikhoun
dengan bom sarin sekitar pukul 6.45 pagi pada tanggal 4 April, yang
merupakan kejahatan perang dengan menggunakan senjata kimia dan serangan
tanpa pandang bulu di wilayah yang didiami penduduk sipil," bunyi
laporan tersebut. .
Komisi tersebut mengatakan bahwa serangan
kimia Khan Sheikhoun tersebut menewaskan setidaknya 83 orang dan melukai
293 orang. Serangan itu termasuk di antara empat serangan kimia yang
dihitung komisi selama masa penyelidikannya, termasuk penggunaan senjata
mengandung klorin di tiga lokasi lainnya.
Dokumen tersebut juga
mendokumentasikan 25 insiden penggunaan senjata kimia di Suriah antara
Maret 2013 dan Maret 2017, dimana 20 di antaranya dilakukan oleh pasukan
pemerintah dan digunakan terutama untuk melawan warga sipil.
Laporan
tersebut, yang juga mendokumentasikan pelanggaran oleh cabang al-Qaida
dan kelompok militan lainnya di Suriah. Dikatakan bahwa komisi tersebut
sangat prihatin dengan dampak serangan udara koalisi terhadap warga
sipil di Raqqa, di mana pejuang Suriah yang didukung Amerika Serikat
(AS) sedang berjuang melawan ISIS. Laporan ini juga menuduh pasukan AS
gagal melakukan semua tindakan pencegahan yang layak untuk melindungi
warga sipil saat menyerang sebuah masjid di dekat Aleppo pada bulan
Maret.