Liputan6.com, Paris -
Menurut Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB, UNESCO,
terdapat tiga juta bangkai kapal yang tersebar di seluruh dasar laut
dunia.
Di bawah hukum maritim dan penyelamatan internasional, bangkai kapal militer biasanya tetap berada di bawah yuridiksi pemerintah mereka.
Meski terdapat sejumlah kapal yang membawa harta senilai jutaan
dolar, namun dibutuhkan waktu lama untuk mengekskavasi bangkai tersebut.
Namun hal itu tak menghentikan para pemburu harta karun untuk terus mencari keberadaan kapal.
Seperti dikutip dari Listverse, Jumat (25/11/2016), terdapat sejumlah kapal karam yang menyimpan harta karun luar biasa dan bernilai miliaran dolar. Berikut 10 di antaranya: 1. Tenggelamnya Kapal di Salcombe
Antara tahun 1200 dan 900 SM sebuah kapal tenggelam di lepas pantai
di Devon, Inggris, di mana penemuan bangkai kapal tersebut diumumkan
pada 2010.
Arkeolog dan penyelam sejauh ini menemukan 300 artefak yang di
antaranya terdiri dari tembaga ingot, senjata, dan sejumlah perhiasan.
Meskipun bukan merupakan penemuan harta karun terbesar, namun
penemuan tersebut dapat membuktikan bahwa terdapat jaringan perdagangan
antara Inggris dengan negara-negara Eropa pada Zaman Perunggu.
Ilmuwan dari Oxford Univeristy menyelidiki temuan tersebut dan
mencoba menemukan asal-usul kapal, namun sayangnya tidak ada bagian
kapal yang utuh.
Harta Karun Kapal Indonesia
2. Harta Karun Kapal Belitung
Cangkir emas dari bangkai kapal Belitung (Wikipedia)
Kapal karam Belitung adalah kapal Arab pertama yang ditemukan dan diekskavasi.
Ditemukan oleh nelayan di lepas pantai Indonesia pada 1998, di dalam
kapal tersebut ditemukan emas Dinasti Tang dari awal Abad ke-9, artefak
keramik, toples rempah-rempah, botol tinta, guci pemakaman, kristal, dan
kotak sepuhan emas-perak.
Sejumlah benda berharga lain juga ditemukan dalam kapal tersebut,
seperti mutiara, rubi, safir, cangkir emas besar, dan termos perak.
Diperkirakan nilai benda tersebut mencapai US$ 80 juta atau sekitar Rp 1
triliun.
Tilman Walterfang, seorang direktur perusahaan beton asal Jerman ikut
andil menemukan harta karun bernilai jutaan dolar itu. Ia menyelam ke
dasar lautan.
"Saya mendarat di apa yang tampak seperti bagian terumbu karang biasa," kata Walterfang kepada majalah Jerman Der Spiegel.
"Benar-benar mirip gundukan bawah air seukuran sebuah bukit kecil
yang terbentuk dari puluhan ribu keping keramik yang terawat dengan
baik."
Kapal Emas dan Komputer Kuno
Ilustrasi tenggelamnya SS Central America (National Maritime Museum)
SS Central America yang membawa 15 ton emas tenggelam saat terjadi badai pada September 1857.
Setelah ditemukan pada 1987 dan dilakukan ekskavasi berikutnya, 39
perusahaan asuransi mengklaim bahwa mereka memiliki hak atas emas dan
artefak karena kerusakannya telah mereka bayar pada Abad ke-19.
Pertarungan di ranah hukum pun terjadi, di mana tim penemu pada akhirnya berhak untuk mendapatkan 92 persen emas temuan.
Salah satu batang emas menjadi salah satu penemuan paling penting dan terjual sebesar US$ 8 juta (sekitar Rp 108 miliar). 4. Harta Karun Antikythera
Mekanisme Antikythera (Wikipedia)
Pada tahun 1900, penyelam menemukan bangkai kapal di lepas pulau
Antikythera, Yunani, di mana The Archaeological Service of Greece segera
meluncurkan ekspedisi terhadapnya. Sementara itu, ekspedisi lain yang
dilakukan pada 1976 memulihkan bagian penting dari muatan kapal.
Dari bangkai kapal itu ditemukan banyak harta karun: koin, perhiasan, gelas, tembikar, patung indah, bahkan sofa tembaga.
Selain itu juga dijumpai mekanisme Antikythera yang diyakini sebagai komputer analog tertua di dunia
Perangkat mirip komputer analog yang diperkirakan berasal dari
kebudayaan Yunani yang berkembang sekitar tahun 100 SM itu digunakan
untuk menentukan posisi astronomi benda-benda langit -- dan mungkin
waktu penyelenggaraan Olimpiade -- dengan mekanisme yang kompleks,
menggunakan serangkaian roda gigi perunggu.
Mekanisme Antikythera berasal dari masa jauh sebelum manusia memiliki
pemahaman modern tentang astronomi dan fisika. Artefak itu dibuat lebih
dari 1.600 tahun sebelum Galileo Galilei lahir, dan lebih dari 1.700
tahun sebelum Isaac Newton terlahir ke dunia.
Seluruh koleksi artefak sempat dipamerkan di National Archaeological Museum in Greece hingga Agustus 2013.
Harta Karun yang Terbengkalai 230 Tahun
5. Harta Karun SS Republic
SS Republic hilang saat badai terjadi pada 1865 di lepas pantai
Georgia yang membawa koin senilai US$ 400. Setelah terbengkalai selama
230 tahun, bangkainya ditemukan oleh Odyssey, perusahaan terkenal untuk
ekplorasi laut dalam.
Lebih dari 51,000 emas dan koin perak berhasil diambil dari kapal
tersebut, bersama dengan 14.000 artefak lain termasuk ribuan botol,
gelas, dan wadah periuk. Nilai seluruh benda yang ditemukan dari kapal
tersebut diperkirakan mencapai US$ 120 hingga 180 juta. 6. Bangkai Kapal Portugis
Ahli geologi yang bekerja untuk De Beers (penambang berlian bawah
laut terbesar di dunia) tercengang ketika mereka menemukan sebuah kapal
karam yang terkubur di pantai.
Tak hanya kapal, mereka juga menemukan lebih dari 22 ton ingot, 6
meriam, pedang, ribuan koin emas, dan lebih dari 50 gading gajah.
Setelah dilakukan sejumlah penyelidikan, dipastikan bahwa kapal
tersebut adalah Bom Jesus, yakni kapal Portugis yang berlayar pada 1533
dan menghilang di lepas pantai Afrika Barat.
Harta Karun Kapal Bajak Laut
7. Harta SS Gairsoppa
SS Gairsoppa tenggelam pada 1941 setelah diserang oleh kapal German
U-boat, di mana kapal tersebut memuat perak dengan total berat 7 juta
ons.
Pada 2010, Odyssey Marine Exploration memenangkan kontrak
penyelamatan eksklusif untuk kapal tersebut, di mana mereka berhak
menguasai 80 persen penemuan yang diselamatkan.
Setahun kemudian, bangkai kapal itu ditemukan di Atlantik Utara dan sekitar 4,6 kilometer di bawah permukaan laut.
Odyssey pun berhasil menemukan 48 ton perak (48 persen dari harta
yang hilang) namun harus menghentikan proyek tersebut karena cuaca
buruk. 8. Whydah Gally
Model kapal Whydah Gally (Wikipedia)
Penemuan Whydah pada 1984 oleh Barry Clifford merupakan hal penting
karena itu merupakan satu-satunya kapal bajak laut yang pernah
ditemukan. Lebih dari 200.000 artefak termasuk, meriam, koin, perhiasan
emas, dan bel kapal telah dibawa ke permukaan.
Sejak 2007, artefak Whydah pilihan dipamerkan secara berkeliling yang
disponsori oleh The National Geographic Society. Dengan nama "Real
Pirates", pameran tersebut sangat populer.
Muatan Berharga Kapal Kolonial
9. Nuestra Senora de Atocha
Senjata dari Nuestra Senora de Atocha (Wikipedia)
Nuestra Senora de Atocha membawa perhiasan, permata, indigo, perak,
emas, dan tembaga ketika tenggelam di lepas Florida Keys pada 1622.
Harta kapal legendaris tersebut begitu banyak, sehingga butuh dua
bulan untuk memuatnya sebelum kapal tersebut dapat berlayar dengan sisa
Armada Spanyol.
Pada Juli 1985, setelah menjelajahi dasar laut selama hampir 17 tahun, Mel Fisher menemukan Atocha dan harta yang dibawanya.
Hingga hari ini, bangkai tersebut masih dieksplorasi, di mana bagian paling berharga kapat belum dapat ditemukan. 10. Proyek Black Swan
Pada 2007 Odyssey Marine Exploration menerbangkan 17 ton koin dari
Gibraltar ke alamat yang dirahasiakan. Penemuan bangkai kapal itu
berlokasi di jalur di mana banyak kapal era-kolonial terkubur.
Namun karena banyaknya ketidakpastian akan asal usul kapal dan
masalah keamanan, mereka tidak merilis lokasi kapal maupun asal koin
tersebut.
Penemuan harta itu disebut sebagai yang terbesar di dunia hingga saat
ini. Para ahli menyebut temuan itu belum pernah ada sebelumnya dan tak
memiliki pembanding.
Anggota
Intel Pangkalan TNI AL Ternate Sertu Agung Priyanoro terpaksa
menurunkan bendera China yang berkibar di Smelther PT Wanatiara Persada,
Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara. Ilustrasi Bendera China/SINDOnews
TERNATE
- Anggota Intel Pangkalan TNI AL Ternate, Sertu Agung Priyanoro
terpaksa menurunkan bendera China yang berkibar di Smelther PT Wanatiara
Persada, Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara. Penurunan bendera China pada
Jumat 25 November ini berlangsung disela-sela peresmian Smelther PT
Wanatiara Persada di Pulau Obi.
Sebelumnya Gubernur Maluku Utara
dan perwakilan Forkompimda Maluku Utara dengan menggunakan KM Sumber
Raya 04 akan merapat menuju Pulau Obi untuk meresmikan Smelther PT
Wanatiara Persada.
Disaat KM Sumber Raya 04 merapat ada
informasi tentang pengibaran China yang posisinya sejajar dengan Bendera
Merah Putih namun ukurannya lebih besar.
Sebelum KM Sumber
Raya 04 merapat sudah terjadi insiden dan ketegangan saat sejumlah
wartawan yang tiba dahulu di Pulau Obi hendak menurunkan bendera China.
Namun hal itu dicegah karyawan lapangan (warga China) PT Wanatiara
Persada dan Kapolres Halsel dengan maksud agar diturunkan sendiri oleh
orang China supaya tidak terjadi permasalahan.
Lalu Pasintel
Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif memerintahkan
Sertu Agung Priyantoro untuk meluncur terlebih dahulu menuju ke lokasi
acara.
Sampai di lokasi bendera China yang terpasang sedang proses diturunkan oleh Security PT Wanatiara Persada.
Namun
bendera China di dermaga masih belum diturunkan lalu Pasintel Lanal
Ternate memerintahkan Sertu Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga dan
menurunkan bendera China tersebut.
Pengibaran bendera China
tersebut dinilai menyalahi aturan karena pertama, melanggar
Undang-undang No 41 tahun 1958 tentang Lambang Negara. Kedua, bendera
China tersebut dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia.
Ketiga, ukuran bendera China tersebut lebih besar dibandingkan dengan
Bendera Merah Putih selain itu dikibarkan di tempat umum.
Namun
dalam insiden tersebut PT Wanatiara Persada akan bertanggung jawab dan
meminta maaf atas kejadian pengibaran bendera China tersebut.
BEIJING
- Angkatan Udara Jepang mengirimkan sejumlah jet tempur setelah pesawat
pembom China terbang melalui wilayah kunci di Samudera Pasifik. Pesawat
pembom China diketahui terbang melalui Terusan Bashi, yang memisahkan
Taiwan dan Filipina, dan Selat Miyako di dekat pulau Okinawa untuk
melakukan latihan perang di Pasifik Barat.
Angkatan Udara China
menggambarkan latihan perang itu sebagai bagian dari latihan tahunan
yang telah direncanakan. Latihan itu dikatakan telah sesuai dengan hukum
dan praktek internasional. Meski penerbangan tersebut legal, China
telah melewati area sensitif walaupun tidak melanggar wilayah udara
Jepang.
"Latihan pada hari Jumat tidak ditujukan untuk negara
tertentu, wilayah, atau target. Latihan tersebut legal, wajar, dan
adil," kata Angkatan Udara China dalam sebuah pernyataan resmi dikutip
dari Daily Mail, Senin (28/11/2016).
"Mengorganisir korps udara
untuk melaksanakan latihan jauh di laut adalah hal yang normal untuk
dilakukan angkatan udara negara-negara yang berbatasan dengan laut.
Angkatan Udara akan terus mengatur latihan rutin jaut di laut untuk
lebih menempa dan mengembangkan kemampuan sistematis angkatan udara jauh
di laut, menjaga kedaulatan nasional, melindungi keamanan nasional dan
menjamin pembangunan yang damai," sambungnya.
Pernyataan tersebut
tidak mengatakan jenis pesawat yang berpartisipasi tetapi gambar
menunjukkan pesawat tersebut adalah pesawat bomber H-6. Tidak ada
keterangan kapan atau di mana gambar tersebut diambil.
Israel
dilaporkan akan kembali memborong jet tempur F-35 buatan pabrikan asal
Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin. Foto/Reuters
YERUSALEM - Israel
dilaporkan akan kembali memborong jet tempur F-35 buatan pabrikan asal
Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin. Israel rencananya akan membeli 17
unit jet tempur generasi terbaru AS itu.
"Israel akan
kembali membeli 17 unit jet tempur F-35, 17 unit dari yang direncanakan
sebelumnya," kata kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netantahu,
seperti dilansir Russia Today pada Senin (28/11).
"Dengan
tambahan terbaru, Angkatan Udara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan
memiliki total 50 jet tempur F-35, yang sampai saat ini masih tertunda
pengirimanya," sambungnya.
Pemerintah Israel dilaporkan akan
mengeluarkan dana hingga 6,6 miliar NIS atau sekitar USD 1,7 miliar
untuk membeli 17 unit F-35 tambahan.
Sementara itu, menurut
laporan Harretz gelombang pertama pengiriman F-35, versi Israel, yang
dijuluki Adir (bahasa Ibrani untuk perkasa atau mulia), dijadwalkan akan
tidak di pangkalan Angkatan Udara Nevatim dalam dua hingga tiga minggu
kebdepan.
Israel sendiri menandatangani kontrak pertama untuk
membeli 19 unit F-35 pada tahun 2010. Lalu, pada tahun 2015 Israel
kembali menandatangi kontrak untuk pembelian 14 unit jet F-35. Sebelum
akhirnya memutuskan untuk kembali membeli 17 unit jet tempur tersebut.
Pasukan Israel untuk pertama kalinya terlibat bentrok dengan ISIS di Dataran Tinggi Golan. Foto/Istimewa
YERUSALEM
- Militan ISIS dan Israel untuk pertama kalinya terlibat bentrokan
bersenjata. Dalam bentrokan tersebut, pasukan Israel berhasil menewaskan
4 militan ISIS di Suriah.
"Para militan menembaki patroli
militer di sisi Israel dari Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel,"
kata seorang juru bicara militer Israel seperti dikutip dari Independent, Senin (28/11/2016).
Letnan
Kolonel Peter Lerner mengatakan patroli Israel diserang dengan senapan
mesin dan mortir. Mereka kembali menembaki pasukan Israel dari Suriah
sebelum akhirnya pesawat negara Zionis itu menyerang sebuah mobil yang
dilengkapi dengan senjata mesin dan menewaskan penumpangnya.
Kelompok
bersejata itu diduga militan dari "Shuhada al-Yarmouk," cabang Isis
yang mengontrol daerah Golan. Lerner mengatakan tidak ada tentara
Israel, dari Brigade Golani, terluka dalam bentrokan itu.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memuji pasukan Israel yang berhasil menggagalkan serangan itu.
"Kami
sudah mempersiapkan dengan baik perbatasan di utara dan tidak akan
membiarkan unsur-unsur ISIS atau elemen musuh lain menjadikan perang di
Suriah untuk membangun dirinya di dekat perbatasan kita," kata
Netanyahu.
Israel merebut 1.200 kilometer persegi Dataran Tinggi
Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Israel kemudian
mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh
masyarakat internasional.
Teroris
yang disebut-sebut sebagai salah satu buronan utama pemerintah
Australia, yakni Neil Prakash dilaporkan ditangkap di Turki.
Foto/Istimewa
SYDNEY - Teroris
yang disebut-sebut sebagai salah satu buronan utama pemerintah
Australia, yakni Neil Prakash dilaporkan ditangkap di Turki. Prakash
dikabarkan adalah perekrut utama bagi ISIS di Australia.
"Seorang
pria diyakini sebagai Neil Prakash, yang dikaitkan dengan beberapa
rencana serangan di Australia, telah ditahan di Turki dan sedang
diinterogasi oleh pihak berwenang Turki," kata juru bicara pemerintah
Australia dalam sebuah pernyataan.
"Penangkapan orang yang kita
percaya adalah Prakash adalah hasil kerjasama erat antara otoritas
kemanan Australia dan Turki," sambungnya, seperti dilansir AL Arabiya
pada Minggu (27/11).
Juru bicara itu mengatakan, Australia sudah
melakukan komunikasi dengan pihak berwenang Turki paska penangkapan
Prakash, dan Australia akan meminta Turki untuk mengekstradisi Prakash.
Permintaan secara formal, lanjut juru bicara itu, akan segera
dilayangkan.
Prakash kerap muncul di video dan majalah pro-ISIS.
Pria kelahiran Melbourne ini juga secara aktif merekrut orang-orang
Australia, baik wanita dan anak-anak, serta mendorong aksi terorisme.
Australia Tunggu Respon Turki untuk Ekstradisi Buronan Teroris
Australia menunggu respon Turki untuk mengekstradisi Neil Prakash, buronan teroris nomor 1 negara itu. Foto/Istimewa
CANBERRA
- Australia tengah menunggu respon Turki atas permintaan untuk
mengekstradisi warga negaranya yang menjadi perekrut utama anggota ISIS.
Turki berhasil menangkap Neil Prakash, buronan teroris nomor wahid
Australia.
Menteri
Kehakiman Australia, Michael Keenan mengatakan, Prakash telah dikaitkan
dengan beberapa rencana serangan yang berbasis di Australia. Ia juga
muncul dalam video dan majalah ISIS.
"Dia jelas menjadi subjek
sistem peradilan Turki dan proses hukum Turki. Yang paling penting tentu
saja adalah bahwa orang-orang yang terlibat dalam dugaan ini adalah
wajah alam dari keadilan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin
(28/11/2016).
Sebelumnya pemerintah Australia mendapat laporan di
bulan Mei, berdasarkan intelijen Amerika Serikat (AS), bahwa Prakash
tewas dalam sebuah serangan udara di Mosul, Irak, pada 29 April.
"Ternyata
itu tidak terjadi," kata Keenan, menambahkan bahwa Australia telah
mengkonfirmasi seakurat mungkin bahwa orang yang ditahan di Turki
sebenarnya Prakash.
Pemerintah menuduh bahwa Prakash, aktif
merekrut pria Australia, wanita dan anak-anak dan mendorong aksi
terorisme, kata pemerintah Australia pada bulan Mei. Australia tahun
lalu mengumumkan sanksi keuangan terhadap Prakash, termasuk mengancam
siapa pun memberinya bantuan keuangan, dengan hukuman hingga 10 tahun
penjara.
Houthi menyebut target mereka adalah kota Khamis Mushait, yang berada di dekat perbatasan Saudi dan Yaman. Foto/Istimewa
SANAA - Kelompok
pemberontak Houthi mengaku telah menembakkan rudal balistik ke wilayah
Arab Saudi. Houthi menyebut target mereka adalah kota Khamis Mushait,
yang berada di dekat perbatasan Saudi dan Yaman.
Menurut
pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Saba, yang saat ini dikuasi
oleh Houthi, rudal tersebut berhasil mencapai target, yakni basis
militer Saudi yang berada di kota tersebut.
"Serangan rudal ini
merupakan respon balasan terhadap serangan udara yang terus menerus
dilakukan olehbkoalisi pimpinan Saudi terhadap kota-kota di Yaman," kata
Houthi, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (27/11).
Ini
merupakan serangan dengan rudal balistik terbaru yang dilakukan oleh
Houthi terhadap Saudi. Sebelumnya, Houthi juga sempat melancarkan
serangan rudal, yang diduga menargetkan kota Makkah.
Serangan itu
memancing kemarahan dari dunia internasional, khususnya dari dunia
Islam. Namun, Houthi menbantah serangan itu menargetkan Makkah. Mereka
menyatakan serangan itu menargetkan bandara di Jeddah.
Fidel Castro meninggal dalam usia 90 tahun. (AFP PHOTO TOMMY WEBER / AFP PHOTO / TOMMY WEBER)
Jakarta, CB
--
Sosok ikonik Kuba, Fidel Castro meninggal dunia
setelah lama sakit. Stasiun televisi nasional Kuba mengumumkan itu pada
Sabtu (26/11). Tokoh revolusi itu dikenal sebagai salah satu pemimpin
paling kontroversial di dunia dari Amerika Latin.
Meninggalnya
Castro sudah diprediksi, mengingat ia telah sakit lama dan usianya sudah
mencapai 90 tahun. Partai Komunis di Kuba bahkan sudah bersiap-siap
akan momen itu sejak Juli 2006, saat sang mantan presiden masuk rumah
sakit dan harus mengalami operasi.
Saat itu kursi kekuasaan diserahkan ke sang adik, Raul.
Tapi
tetap saja kabar duka ini mengejutkan. Tak menyangka sosok kuat dan
pribadi yang keras itu, figur publik di kalangan militer dan
pemerintahan, telah tiada. Itu mungkin menjadi kabar bahagia di Miami.
Di sana ada komunitas eksil dari Kuba.
Namun bagi pemuja gerakan kiri di mana pun di dunia, itu adalah
kesedihan yang mendalam. Masih terkenang sosoknya yang identik dengan
baju tentara hijau, topi, dan cerutu.
Mengutip The Guardian,
Castro termasuk sosok yang sangat jarang muncul ke hadapan publik.
Baru-baru ini saja ia terlihat. ‘Penampakan’ terakhirnya di kongres
Partai Komunis di Kuba tahun ini. Tapi ia masih rutin menulis kolom
untuk surat kabar partainya, Granma.
Lebih dari setengah
abad lalu, Castro memimpin pasukan gerilya menggulingkan kepemimpinan
diktator nan korupsi, Fulgencio Batista. Sejak itu aturan komunis yang
berlaku di Kuba. Castro pun dengan berani menantang Amerika Serikat. Ia
lah sang pemicu Perang Dingin.
AS menyebut kematian Castro adalah ‘solusi biologis’ atas komunisme di Karibia.
Tapi
perlahan, hubungan Kuba dan AS membaik. Sejak Raul menggantikan sang
kakak pada 2008, politik dan ekonomi Kuba mulai mendekat ke Negeri
Adidaya. Pada 2014 kedua negara bahkan telah mengakhiri sikap saling
antipati secara resmi, setelah lebih dari lima dekade.
Meski
begitu, sosok Castro tetap tak terlupakan. Ia punya kharisma,
intelektual dan pemikiran politik yang revolusioner. Warisan terbesarnya
adalah memberikan pendidikan dan layanan kesehatan gratis. Itu membuat
Kuba punya orang-orang terbaik di areanya.
Tapi ia juga
meninggalkan kebencian bagi sebagian kalangan yang tidak setuju dengan
kebijakannya soal pemerintahan yang mengontrol semua hal. Kebijakan
mengembargo AS yang dicanangkannya pun membuat banyak warga Kuba yang
tercekik secara ekonomi dan kelaparan.
Memerintah Kuba dari 1959
sampai 50 tahun kemudian, Castro bertangan besi tapi juga berkharisma.
Setidaknya ia berhasil mengubah Kuba dari yang semula ‘taman bermain’
bagi orang-orang kaya di AS, menjadi simbol manusia yang resisten
terhadap kuasa negara itu.
Kematian Castro, mengutip Reuters,
diprediksi akam membuat Kuba kembali krisis. Masa depan Kuba
gonjang-ganjing, mengingat Raul sang adik yang kini masih memerintah
itu, juga sudah menginjak usia 85 tahun. Ia masih nyaman dengan
pemerintahannya, tapi juga mulai menua.
Mengenang Hubungan Mendiang Fidel Castro dan Che Guevara
Dokumentasi Fidel Castro (kanan)
bersama dengan Ernesto 'Che' Guevara (kiri) di Havana, Kuba, pada 1963
silam. .(AFP PHOTO/FILES-CONSEJO ESTADO)
Jakarta, CB
--
Salah satu pimpinan revolusi Kuba, Fidel Casto,
telah mangkat di usianya yang ke-90, Sabtu (26/11). Sepanjang hidupnya,
pria yang lahir pada 2 Desember 1976 itu dikenal sebagai seorang
nasionalis yang memulai revolusi Kuba pada 1950-an.
"Saya memulai
revolusi dengan 82 orang. Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan
melakukannya bersama 10 atau 15 orang dan dengan keyakinan penuh. Tak
masalah seberapa kecil Anda, jika Anda memiliki keyakinan dan juga
rencana," demikian salah satu kutipan Castro yang terkenal. Ucapan itu
diutarakannya pada 1959.
Salah
satu kiprah awal Fidel Castro dalam revolusi Kuba adalah saat jebolan
fakulatas hukum Universitas Havana tersebut melakulan serangan ke barak
Moncada pada 1953 silam untuk menggulingkan Presiden Fulgencio Batista.
Serangan menggulingkan pemimpin diktator itu gagal, dan Fidel bersama 25
orang dipenjara selama setahun. Setelah itu ia dan beberapa kawannya
melakukan ekspedisi ke Meksiko.
Di negara yang berbatasan dengan
Amerika Serikat tersebut, Fidel Castro mengenal Ernesto Guevara de la
Serna. Guevara yang memiliki nama pendek Che tersebut bersahabat dekat
dengan saudara Fidel, Raul.
Fidel
Castro (kiri) yang menjabat Perdana Menteri Kuba bersama dengan
Presiden Kuba Osvaldo Dorticos (tengah) dan Ernesto 'Che' Guevara (kiri)
yang menjabat menteri industri saat peringatan May Day, 1 Mei 1961 di
Havana, Kuba. (AFP PHOTO / -)
Fidel, Raul, dan Che didekatkan pandangan yang sama yakni pemikiran sosialis yang dipengaruhi Marxisme-Leninisme.
Che
yang berkebangsaan Argentina adalah seorang mahasiswa kedokteran yang
melakukan ekspedisi menggunakan sepeda motor bersama sahabatnya, Alberto
Granado dari Buneos Aires, Argentina, mengarungi kawasan Amerika Latin
pada 1950. Ia bermotor menyusuri Argentina, Chile, Peru, Ekuador,
Kolombia, Venezuela, Panama, Miami, dan terakhir Florida.
Dalam
perjalanannya tersebut itulah Che menemukan pencerahan untuk membebaskan
penderitaan masyarakat Amerika Latin. Usai merampungkan pendidikannya
pada 1953, Che kembali berpetualang. Kali itu ia berangkat ke Guatemala
dan melihat revolusi agraria Presiden Jacobo Arbenz. Hampir setahun dari
pertemuan tersebut, Arbenz dikudeta kelompok sayap kanan dengan
dukungan badan intelijen Amerika Serikat (CIA).
Dari Guatemala, Che berjalan ke Meksiko. Di sanalah dia bertemu Castro bersaudara.
Setelah
pertemuannya dengan Raul dan Fidel, Che pun bergabung dalam kelompok
Gerakan 26 Juli yang digagas Fidel dan kembali ke Kuba untuk melakukan
Revolusi. Tujuannya satu yakni menggulingkan kepemimpinan diktator
Batista di Kuba.
Fidel bersama Raul dan Che yang membawa serta 82
kombatan lalu kembali melakukan strategi perang gerilya di Kuba, dan
berjaya pada 1959. Batista berhasil dilempar dari kekuasaan, dan Fidel
Castro menjadi pemimpin Kuba serta mengubah negara itu bersistem
sosialis dengan satu partai.
Bagaimana dengan Che? Seperti dilansir Telegraph,
Che yang di Buenos Aires menghabiskan masa pendidikannya menjadi
seorang dokter itu didaulat Fidel menjadi Menteri Industri dan Pemimpin
Bank Sentral.
Jiwa revolusi Che rupanya masih lekat melihat
ketidakadilan akibat sistem kapitalisme di negara lain. Pada 1965 ia
bersama dengan sekitar 100 kombatan kemudian pergi ke Afrika untuk
membantu revolusi di Kongo. Setelah sempat kembali diam-diam ke Kuba,
Che melanjutkan perjalanannya ke Bolivia.
Di sana ia membantu
revolusi dalam operasi Militer Pembebasan Nasionalis Bolivia (ELN).
Bersamanya disebut pula ikut 50 kombatan Kuba. Namun, kiprah Che di
Bolivia berakhir ketika ia ditangkap militer Bolivia dan dieksekusi pada
9 Oktober 1967. Saat itu usianya 39 tahun.
Seorang
pria melewati grafiti wajah Ernesto 'Che' Guevara di sebuah tembok di
Havana, Kuba, 27 Desember 2014. Wajah Che ini menjadi simbol perjuangan
kelompok sosialisme. (Reuters/Stringer)
Che boleh mati lebih dulu, namun semangat perjuanganya terus hidup
dan menginspirasi. Bahkan, wajah Che yang berjanggut seraya mengenakan
baret itu ramai menjadi simbol perjuangan kelompok revolusioner --
bahkan disablon di kaos-kaos anak muda di seluruh dunia.
Sementara bagi Fidel, seperti diutarakan Dr Aleida Guevara--putri tertua Che dari istrinya yang kedua, Aleida March-- sang Comandante itu belumlah wafat.
"Fidel
mengatakan kepada saya dia sering bermimpi sedang bersama dengan Che,
Dia [Fidel Castro] bermimpi bersama dia [Che] dan di dalam mimpinya dia
melihat Che tetap seperti dulu," kata Aleida seperti dikutip dari Mail Online yang melakukan wawancara ekslusif pada 2014 silam.
"Terkadang
ketika dia berbicara tentang ayah saya, saya hanya tersenyum karena
Fidel tidak membicarakan tentang ayah saya dalam kalimat masa
kini....dia [Fidel Castro] merasakannya. Papi masih bersama kami."
Sepanjang
hidupnya, Guevara adalah seorang yang kerap menumpahkan pikirannya
dalam catatan harian. Itu pula lah yang kemudian menjadi buku The Motorcycles Diaries yang merekam ekspedisinya bersama Alberto Granado.
Namun, dalam catatan harian tulisan tangan yang diterjemahkan Che Guevara Studies Centre, pada 2011 silam terungkap salah satu kaitan hubungannya dengan Fidel Castro.
Catatan
harian itu berkisah tentang perjalanan Che yang melibatkannya dalam
revolusi Kuba pimpinan Fidel hingga menjelang ujung usianya di Bolivia.
Dalam salah satu catatannya, seperti dikutip dari Fox News Latino, Che beberapa kali menulis, 'Tak ada kontak dengan Manila.' Manila adalah nama panggilan Che terhadap Fidel Castro.
Pada
April 2015 silam di pameran buku internasional Buenos Aires, seorang
jurnalis asal Kuba, Alberto Mueller, mengatakan sebelum Che tertangkap
pasukan Bolivia, sudah ada unit kombatan di Havana yang siap bergerilya
untuk menyelamatkan Che.
"Namun Fidel tak pernah memberikan
wewenang [izin] atas misi tersebut. Membiarkan pemimpin gerilya [Che]
menemui takdirnya. Tewas karena eksekusi mati pada 9 Oktober 1967 di La
Higuera, Bolivia," kata Mueller yang menulis buku 'Che Guevara. Valvo
mas vivo que muerto.' atau 'Che Guevara: Lebih bernilai hidup
dibandingkan mati'.
Namun, terlepas dari teori konspirasi yang
muncul, Fidel Castro pernah berjibaku bersama Ernesto 'Che' Guevara
untuk melakukan revolusi Kuba. Dan, kini Fidel Castro pun menyusul pria
yang pernah ia senangi pemikirannya tersebut.
Fidel Castro punya hubungan dekat dengan Soekarno. (REUTERS/Prensa Latina)
Jakarta, CB
--
Saat Soekarno menginjakkan kaki di Kuba pada 1960,
Fidel Castro sendiri yang menyambutnya di bandara di Havana. Castro saat
itu Pemimpin Kuba. Melihat sang pemimpin menyambut Soekarno sedemikian
rupa, warga setempat pun ikut menyongsong kedatangannya dengan meriah.
Mereka
berdiri di tepi-tepi jalan, melambaikan tangan dan poster untuk
presiden pertama Indonesia itu. Siapa yang menjadi sahabat presidennya,
tamu kehormatan mereka juga.
Soekarno memang dekat dengan Castro,
yang baru meninggal pada Sabtu (26/11) setelah lama sakit, dalam usia
90 tahun. Bukan hanya karena mereka sama-sama pengisap cerutu. Tapi
keduanya punya pemikiran yang sama revolusioner.
Sama-sama ingin memajukan negara, menyejahterakan rakyat, dan ‘membenci’ negara-negara pelaku kapitalis seperti Amerika.
Saat berkunjung ke Kuba dan bertemu sendiri dengan Castro itu, Soekarno
bertukar pikiran soal konsep Marhaenisme yang dipegangnya. Ia juga
berbagi saran soal bagaimana membuat negara lebih mandiri. Tidak sedikit
yang menyebut Soekarno sebagai ‘guru’ Castro.
Sahabat, paling tidak.
Dalam buku Sewindu Dekat Bung Karno
yang ditulis mantan ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko, terlihat jelas
bagaimana kedekatan mereka berdua. Castro punya keris asal Indonesia
sebagai hadiah dari Soekarno. Ia juga punya kopiah, bekas pakai
Soekarno.
Mengunjungi Kuba jauh lebih menyenangkan bagi Soekarno, ketimbang kunjungannya ke Amerika kala itu.
Di
Kuba ia disambut dengan suka cita, di Gedung Putih ia dibiarkan
menunggu selama tiga jam. Kuba yang di masa itu sedang ribut-ribut
revolusi, mirip dengan kondisi Indonesia beberapa tahun sebelumnya. Dan
Bung Karno lah pemimpin revolusi itu.
Kuba juga sangat
menghormati Soekarno, bahkan puluhan tahun kemudian. Saat merayakan
ulang tahun ke-80 Castro 10 tahun lalu, Kuba menerbitkan perangko edisi
khusus. Ada gambar Soekarno dan Castro di sana. Perangko itu dicetak
dalam jumlah terbatas dan eksklusif.
Kini, Castro menyusul
sahabatnya, 46 tahun kemudian. Dua pemimpin revolusi yang pernah begitu
karib itu meninggalkan duka mendalam pada para pemuja pemikiran mereka.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat menjajal Helikopter Tempur produksi PTDI (Foto: Mukhlis Dinillah)
Bandung - Pemerintah tengah gencar memperbanyak alat utama sistem
pertahanan (alutsista). Selain sudah memesan 6 unit helikopter ke PTDI,
pemerintah juga akan menambah 10 unit kapal selam baru yang beroperasi
di perairan Indonesia.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
mengatakan penambahan kapal selam ini tentunya untuk mendukung keinginan
Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia poros maritim dunia.
Sehingga, dibutuhkan alutsista yang memadai.
"Kalau ada kapal
selam dengan kemaritiman pak Jokowi kita akan buat. Bisa ada 10 kapal
selam nanti di alur laut," kata Ryamizard usai menerima dua helikopter
yang dipesan ke PTDI di hanggar PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung,
Jumat (25/11/2016).
Ryamizard menjelaskan untuk pengadaan kapal
selam tersebut rencananya akan melalui pemesanan ke luar negeri dan
dibuat di dalam negeri. Mengingat, Indonesia belum memiliki teknologi
yang mumpuni untuk membuatnya secara mandiri.
"Rencananya tahun
depan kita mau bikin dua kapal selam di sini. Sudah ada dua yang kita
beli dari luar, kita adopsi dari yang sudah ada," ucap dia.
Menurutnya pembelian alutsista ke luar negeri tak hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan saja. Tetapi juga sebagai upaya transfer of teknology (TOT) milik negara-negara yang sudah maju. Sehingga, ke depannya Indonesia bisa membuatnya sendiri secara mandiri.
"Kalau
kita belum mampu jangan dipaksa. Kita beli tapi harus transfer
teknologi ke kita. Agar kemudian kita bisa bikin. Kemudian jadi local content," terang dia.
"Nanti
kita mau pesan kapal selam dari Rusia. Kita belajar juga, sambil kita
padukan. Kita harus cerdas. Curi ilmu untuk memperkuat kita sendiri.
Semuanya harus ada TOT," pungkas Ryamizard.
Jakarta - Airbus telah mengirimkan tiga helikopter pertama dari
11 helikopter yang direncanakan yang akan dikirimkan ke Indonesia.
Helikopter tersebut berjenis AS565 MBE Panther.
Seremoni
pengiriman 3 helikopter tersebut dilakukan di markas Airbus Helicopters
di Marignane, Prancis, yang turut disaksikan oleh perwakilan Kementerian
Pertahanan dan TNI Angkatan Laut Indonesia.
Pengiriman 3
helikopter ini merupakan realisasi dari kontrak penyediaan kendaraan
tempur jenis helikopter yang telah ditandatangani pada akhir 2014 silam.
"Kami
sangat antusias untuk menyaksikan penyerahan pertama tiga helikopter
AS565 MBE untuk mitra kami hari ini," kata Janick Blanc, Kepala program
Panther di Airbus Helicopters, dalam keterangan tertulis, Rabu
(23/11/2016).
AS565 MBE merupakan hasil pengembangan dari helikopter Panther seri pendahulunya yang juga diproduksi Airbus.
Varian
baru ini dikembangkan menggunakan state-of-the-art proses dengan
keunggulan berupa peningkatan berat take-off maksimum hingga 4.500 kg.
"Hal ini akan memberikan peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan misi, khusus untuk anti-kapal selam," tambahnya.
Berdasarkan
perjanjian tersebut, Airbus Helikopter akan memasok helikopter AS565
MBE untuk mitra industrinya di Indonesia yakni PT Dirgantara Indonesia.
PT
DI akan merakit ulang helikopter ini sekaligus mendeseain ulang
tampilan luar helikopter ini sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan yang
ada di Indonesia.
Helikopter ini dilengkapi dengan instalasi dan
persenjataan anti kapal selam atau anti-submarine warfare (ASW) yang
mencakup sistem sonar dan sistem peluncur torpedo. Memungkinkan Angkatan
Laut Indonesia melaksanakan misi-misi di laut.
Program MBE
Panther Indonesia ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah
lama terjalin antara Airbus Helikopters dan PT Dirgantara Indonesia.
Kemitraan keduanya telah genap berusia 40 tahun pada awal bulan ini.
Kedua
perusahaan telah menghasilkan lebih dari 190 helikopter bersama-sama,
melalui program bersama selama empat dekade terakhir.
"Kami telah
bekerja dengan Eurocopter Group di berbagai proyek selama
bertahun-tahun hingga sekarang, dan tonggak ini hari ini lebih
menggambarkan kedua perusahaan memiliki komitmen terhadap program ini,"
kata Budi Santoso, CEO dan Presiden PT Dirgantara Indonesia dalam
keterangan yang sama.
Dikenal sebagai salah satu platform
peperangan anti-kapal selam kelas ringan atau menengah paling mumpuni di
dunia, AS565 MBE dilengkapi dengan dua mesin Safran Arriel 2N, yang
meningkatkan kinerja helikopter dalam kondisi tinggi dan panas.
Berbekal mesin tersebut, helikopter ini bisa mencapai kecepatan tertinggi 165 knot dan jarak jelajah hingga 780 kilometer.
Hal ini juga menawarkan gearbox utama baru, generasi terbaru rotor ekor dan autopilot 4-sumbu yang mengurangi beban kerja pilot sehingga membuat misi yang paling berat sekalipun bisa lebih mudah dilakukan.
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melakukan terbang kirim (ferry flight)
satu unit pesawat terbang tipe CN235-220M Multi Purpose Aircraft dari
Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Bandara Internasional Hat
Yai, Thailand, Jumat (25/11/2016).
Pesawat buatan PTDI ini merupakan pesanan Aircraft Royal Thai Police
(RTP) atau Polisi Kerajaan Thailand. Setelah nantinya mendarat di
Bandara Internasional Hat Yai, pesawat tersebut akan diterbangkan lagi
ke Bandara Internasional Don Muang untuk melakukan final acceptance oleh RPT selaku end user.
"Hari
ini kita terbangkan ke Bandara Hat Yai dulu. Besok, baru terbangkan
lagi ke Bandara Don Muang di Bangkok buat tes final," kata Dirut PTDI
Budi Santoso di lokasi.
Foto: Baban Ganda Purnama
Pengadaan
pesawat CN235-220M ini berdasarkan penandatanganan kontrak antara PTDI
dengan Thai Aviation Industrie Co.LTd pada 19 Semtember 2014 lalu.
Kontrak ini merupakan implementasi dari industrial collaboration agreement pada 17 September 2013.
Budi
menambahkan, pembelian CN235-220M tersebut menambah jumlah pesawat yang
terbang di udara Thailand. Sebelumnya dua unit CN235-220M buatan PTDI
juga telah digunakan lebih dulu oleh MoAC, Thailand.
"Thai
Aviation Industries merupakan mitra kerja PT DI untuk menguasai pasar
pesawat terbang kecil dan medium di Thailand," terang dia.
Budi menjelaskan, pesawat terbang CN235-220M ini dapat berfungsi sebagai angkutan VIP, troop transport, medical evacuation, passanger transport dan cargo yang dapat dimanfaatkan bergantian sesuai kebutuhan RTP.
Foto: Baban Ganda Purnama
Pesawat
ini dilengkapi pintu depan yang bisa dipakai sebagai pintu masuk dan
keluar untuk tamu VIP atau VVIP. Selain itu juga terdapat pintu belakang
khusus yang dibuka ke arah dalam dan cukup besar untuk dipakai operasi
terjun payung.
"Ramp door diberikan di pesawat ini untuk jalur keluar masuk barang yang ukurannya cukup besar untuk satu kendaraan kecil," kata Budi.
Kegiatan terbang kirim (ferry flight) pesawat terbang CN235-220M Multi Purpose Aircraft tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan dua unit helikopter full combat SAR mission EC-725 pesanan Kementerian Pertahanan. Rencananya kedua helikopter tersebut akan digunakan oleh TNI AU dalam berbagai misi.
Penyerahan
helikopter itu dilakukan langsung oleh Direktur Utama PTDI Budi Santoso
kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Hanggar Final Assy Fixed
Wing PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (25/11/2016).
Budi
mengatakan, Kementerian Pertahanan sebenarnya memesan enam unit
helikopter kepada PTDI. Namun, sambung dia, pihaknya baru bisa
menyelesaikan dua unit helikopter diantaranya.
"Hari ini kami
menyerahkan dua unit helikopter pesanan Kementerian Pertahanan.
Sebenarnya enam unit yang dipesan, tapi baru dua yang kita serahkan,"
kata Budi kepada wartawan di lokasi.
Budi menjelaskan helikopter produksi PTDI ini multi fungsi. Mulai dari menjalankan misi troop transport, penyelamatan hingga medan pertempuran. Teknologi yang digunakan memungkinkan helikopter menjalankan misi itu.
Foto: Mukhlis Dinillah
Ia menuturkan, helikopter ini dilengkapi light spekctorgraf dan hois yang berfungsi untuk mencari korban. Serta forward looking infrared kamera untuk mendukung operasional SAR di segala medan.
Selain
itu, helikopter EC-725 ini juga terbilang canggih karena mampu mendarat
darurat di perairan. Pasalnya, dilengkapi pelampung otomatis yang akan
berfungsi saat keadaan darurat.
"Heli ini memiliki pelampung bagian bawah untuk kondisi emergency
yang mengharuskan mendarat di perairan. Pelampung dapat berkembang
secara otomatis dengan kecepatan pesawat 150 knot," ujar Budi.
"Kabinnya
yang luas dan fleksibel, helikopter EC-725 juga mampu mengangkut 29
orang personel atau beban maksimal 11 ton," ucap Budi menambahkan.
Tak
kalah penting, kata dia, helikopter ini juga mampu beroperasi di medan
perang. Pasalnya, sambung dia, di dalamnya dilengkapi persenjataan.
"Ada senjata mesin juga di helikopter untuk menyelamatkan korban perang," ucap Budi.
Ditemui
di tempat yang sama, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan
dua helikopter ini selesai terlebih dahulu. Kemenhan memesan enam unit
helikopter serupa untuk menambah kekuatan TNI Angkatan Udara.
"Empat
unit (sisanya) akan diserahkan paling lambat awal tahun 2017. Kami
apresiasi PTDI yang mempunyai komitmen kuat untuk menyelesaikan pesanan
Kemenhan sesuai waktu yang disepakati," ucapnya.
Foto: Mukhlis Dinillah
Ryamizard
berharap ke depanya seluruh alutsista bisa diproduksi di dalam negeri.
Sehingga, sambung dia, pemerintah akan terus mendorong perkembangan
teknologi di dalam negeri dalam berbagai bidang khususnya
kedirgantaraan.
"Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk
memajukan industri pertahanan. Ke depannya diharapkan semua pengadaan
alutsista bisa diproduksi di dalam negeri," kata Ryamizard.
CB, New York - Sebuah teori aneh muncul dan mengklaim keberadaan sebuah piramida misterius di Antarktika.
Para penganut teori konspirasi bahkan memosting rekaman di situs
berbagi video, di mana mereka mengklaim Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat, John Kerry mengunjungi Kutub Selatan pekan lalu, untuk
mengunjungi markas alien yang ada di dalam piramida.
Video tersebut mengklaim mengambil gambar keberadaan piramida itu
dari Google Earth, namun tak jelas apakah penampakan tersebut asli atau
sudah direkayasa.
Video tersebut diposting oleh Third Phase of the Moon, saluran yang terus-menerus menyajikan teori konspirasi tentang alien.
Rekaman yang mereka sajikan menunjukkan struktur mirip piramida
menyembul dari selimut salju -- dengan label mirip Google Earth namun
ada kesalahan eja di dalamnya.
Di label itu tertulis 'Antartica Pyramid' -- yang seharusnya Antarctica -- menunjukkan indikasi bahwa rekaman tersebut telah diutak-atik alias tak lagi asli.
Respons terhadap video tersebut pun beragam. Sejumlah pengguna
percaya bahwa apa yang diungkap benar adanya. Misalnya, James Jason,
yang berkomentar, "Laporan sempurna dari Third Phase, aku juga percaya
itu akan menjadi hal yang sangat dramatis, dan informasi itu untuk
seluruh semua orang di planet ini."
Namun, pengguna lain menolak mentah-mentah. Misalnya Gordon Anderson.
"Aku menghabiskan banyak waktu di pegunungan yang ditutupi salju,
meluncur di permukaannya. Dan menurutku, penampakan seperti itu alami,
bukan buatan manusia," kata dia seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (23/11/2016).
Struktur piramida misterius di Antarktika (Third Phase of the Moon)
Sementara, lainnya bergurau bahwa Menlu John Kerry ke sana untuk
alasan lain. "#27 dalam daftar keinginannya, terbang ke Antarktika dan
membuat 'malaikat salju' di tempat yang belum pernah dikunjungi
manusia," tulis Daniel Schultz.
Penelusuran Liputan6.com, di media-media terpercaya,
John Kerry memang mengunjungi Antarktika. Ia bahkan menjadi pejabat AS
dengan jabatan tertinggi yang pernah mengunjungi lokasi tersebut.
Namun, seperti dikutip dari New York Times, sama sekali tak dilaporkan keterkaitan kunjungan Kerry dengan keberadaan piramida. Ia datang ke sana untuk meningkatkan moral dan semangat para ilmuwan yang sedang meneliti lapisan es di sana.
Selama empat tahun terakhir, Kerry berperan dalam kampanye AS terkait
isu perubahan iklim -- sesuatu yang terancam pasca-kemenangan Donald
Trump. Miliarder nyentrik itu dalam kampanyenya mengatakan, isu tersebut
palsu belaka alias hoax.
Alien hingga Piramida Segitiga Bermuda
Kembali ke soal piramida. Struktur lancip di Antarktika tersebut bisa
jadi adalah nunatak -- puncak pegunungan yang berada di atas lapisan
es.
Sementara, Nigel Watson, penulis UFO Investigations Manual
berpendapat, struktur piramida yang ada dalam video bisa jadi hasil
photoshop, yang membuat pegunungan itu mirip dengan piramida. Atau bisa
jadi, itu adalah formasi alami.
"Itu adalah formasi pegunungan yang tercipta oleh pergeseran gletser
dan erosi, bukan dibentuk dengan laser listrik alien," kata dia kepada MailOnline.
Sudah sejak lama piramida menjadi objek para pendukung teori konspirasi.
Pada Oktober 2016 lalu, sebuah video yang viral mengklaim bahwa ada
piramida kristal di bawah Segitiga Bermuda, yang dianggap bertanggung
jawab atas hilangnya sejumlah pesawat dan kapal di area yang dianggap
angker itu.
Piramida kristal yang diklaim berada 2.000 meter di bawah Segitiga Bermuda (Weekly World News)
Teori tersebut mengklaim, 'ilmuwan' menemukan struktur misterius itu
pada 2012 dengan menggunakan teknologi yang belum diketahui oleh ilmu
pengetahuan modern.
Tak hanya itu, lagi-lagi para penganut teori konspirasi mengatakan
bahwa Piramida Giza sejatinya bukan struktur yang dibangun manusia pada
masa lampau, namun dibangun oleh alien.
Piramida dibangun para alien? (Wikipedia)
Mereka beralasan, tak mungkin peradaban masa lampau, yang tak
memiliki teknologi canggih dan peralatan berat bisa membangun sebuah
struktur kolosal yang bertahan hingga ribuan tahun.
Menurut Anda?
Markas Departemen Pertahanan AS atau Pentagon (Wikipedia)
CB, Washington DC -
Tak mudah untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada masa depan.
Namun, terkait kemajuan teknologi dan perubahan pola pikir, para
peneliti di badan penelitian Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon bisa 'meramalkan' apa yang akan terjadi pada dunia kelak.
Menurut mereka, dunia akan menjadi tempat yang sama sekali berbeda pada tahun 2045, 29 tahun lagi.
Diluncurkan pada 1958, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA)
ada di balik layar sejumlah inovasi paling canggih di dunia militer:
mobil tempur terbang, robot perang, hingga prototipe jet yang bisa
meluncurkan satelit ke orbit.
Sejumlah temuan DARPA juga menyeberang ke pasar teknologi sipil, yang
kini dipakai dalam kehidupan sehari-hari penduduk Bumi, seperti robot
canggih, global-positioning systems (GPS), juga internet.
Jadi, apa yang bakal terjadi pada 2045?
Diprediksi, robot dan rekayasa teknologi akan mengubah dunia industri
masa depan. Pesawat tanpa awak atau drone akan melanjutkan lompatan
mereka -- dari sebelumnya yang masuk kategori perangkat militer jadi
kian merajai di pasar teknologi sipil. Sementara, mobil pintar yang bisa
mengemudi sendiri (self-driving) akan membuat manusia lebih leluasa melakukan mobilisasi.
Namun, para ilmuwan DARPA punya sejumlah ide yang lebih besar. Dalam serial video yang diproduksi tahun lalu, yang berjudul 'Forward to the Future', tiga ilmuwan memprediksi apa yang mereka bayangkan akan menjadi kenyataan dalam 30 tahun.
Dr. Justin Sanchez, ahli neurologi sekaligus Direktur Biological
Technologies Office DARPA yakin, kita akan sampai pada satu titik di
mana manusia bisa mengendalikan banyak hal dengan menggunakan pikiran.
"Bayangkan dunia di mana Anda bisa menggunakan pikiran untuk
mengendalikan lingkungan sekitar," kata Sanchez seperti dikutip dari
situs World Economic Forum, Selasa (22/11/2016).
"Pikirkan ketika Anda mengontrol sejumlah aspek berbeda di rumah
hanya menggunakan sinyal otak, atau bisa berkomunikasi dengan rekan dan
keluarga hanya menggunakan aktivitas saraf dalam otak Anda."
Bayangkan di mana kita menggerakkan semua hal hanya dengan pikiran (Reuters)
Menurut Sanchez, DARPA saat ini mengerjakan sejumlah hal terkait neuroteknologi (neurotechnologies) yang memungkinkan hal tersebut terjadi.
Hal itu bukannya tak mungkin. Sudah ada beberapa contoh terobosan
futuristik terkait itu -- misalnya teknologi implan otak yang bisa
mengendalikan lengan protestik.
Lengan Prostetik dari DARPA (sumber : darpa.mi.com)
Pekan lalu, DARPA mendemonstrasikan teknologi menakjubkan tersebut
untuk kali pertamanya -- yang memungkinkan seorang pria yang mengalami
kelumpuhan kembali merasakan sensasi sentuhan.
Itu dimungkinkan dengan menanam implan pada otak yang memungkinkan sensasi 'seolah-olah tangannya sendiri yang disentuh'.
Pesawat Terbang Tanpa Pilot
Dan, masa depan tak hanya soal teknologi implan otak. Banyak hal
menarik lain yang bisa mengubah bangunan dan benda-benda lain di sekitar
kita, demikian menurut Stefanie Tompkins, ahli geologi sekaligus
Direktur Defense Sciences Office DARPA.
Ia membayangkan, kelak kita akan bisa membangun sesuatu yang luar
biasa kuat, tapi juga super-ringan. Bayangkan sebuah gedung pencakar
langit yang menggunakan material sekuat baja tapi ringan seperti serat
karbon -- itu penjelasan sederhana terkait visi Tompkins, yang lebih
mudah dimengerti dibanding soal tingkatan molekuler.
"Dalam 30 tahun, saya membayangkan dunia di mana kita bahkan tak bisa membayangkan material yang ada di sekitar kita," kata dia.
Sementara, Pam Melroy, insinyur kedirgantaraan dan mantan astronot,
sekaligus Direktur Tactical Technologies Office berpendapat, pada 2045
hubungan antara manusia dan mesin-mesin di sekitarnya akan sangat
berbeda dengan saat ini.
Ilustrasi:
konsep pesawat VTOL yang dikembangkan oleh Defense Advanced Research
Projects Agency Amerika Serikat (sumber: darpa.mil)
"Menurut saya, kita mulai menyaksikan momentum ketika manusia hanya
perlu bicara atau memencet tombol, untuk berinteraksi dengan mesin yang
melakukan sesuatu secara lebih cerdas," kata dia.
Misalnya, saat ini, untuk mendaratkan pesawat terbang, ada sejumlah
langkah yang harus dilakukan pilot -- dari navigasi, keluar dari mode cruise, menarik throttle ke belakang...mengeluarkan roda pendaratan. Semua langkah itu harus dilakukan dalam urutan yang benar.
Melroy membayangkan, pada masa depan, mendaratkan pesawat akan lebih
sederhana -- seperti yang dikatakan para pilot ke awak kabin: "Prepare for landing" -- bersiap untuk mendarat.
"Seorang pilot mungkin cukup untuk mengatakan kalimat itu dan
komputer akan tahu dan mengerjakan serangkaian langkah kompleks yang
perlu dilakukan untuk menjalankan perintah tersebut," kata dia.
Atau bahkan, dengan adanya kecerdasan buatan (artificial intelligence), keberadaan pilot tak lagi dibutuhkan. Pesawat akan melaju tanpa penerbang yang mengendalikan di kokpit.