Jumat, 08 Februari 2019

Foto Markas Militer AS, Mahasiswa China Divonis 1 Tahun Bui


Foto Markas Militer AS, Mahasiswa China Divonis 1 Tahun Bui
Ilustrasi. (Istockphoto/chinaface)




Jakarta, CB -- Zhao Qianli, seorang mahasiswa China, divonis satu tahun penjara karena mengambil gambar sebuah fasilitas intelijen militer Amerika Serikat di Florida.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Zhao disebut memasuki kawasan militer Satuan Tugas Gabungan Antarlembaga Kawasan Selatan yang terletak di Lanud dan Pelabuhan Key West milik Angkatan Laut AS pada 26 September lalu tanpa izin.

Zhao disebut "mengelilingi pagar utama" situs militer itu dan akhirnya "memasuki properti dari pantai."


"Garis pagar instalasi utama juga terdapat beberapa tanda seperti pemberitahuan 'Area yang Dilarang' dan 'Jangan Mendekat.'"


Angkatan Laut AS menyebut fasilitas Key West merupakan "salah satu pusat intelijen bersama dunia." Situs itu melacak lebih dari seribu target yang dicurigai.

Pusat itu memantau lebih dari 108 juta kilometer persegi permukaan bumi untuk melacak segala jenis ancaman yang berpotensi membahayakan keamanan AS, termasuk penyelundupan narkoba dari negara Amerika Latin.

Selain itu, personel dari lima angkatan militer AS dan perwakilan 13 negara juga bekerja di situs militer itu.

Zhao sendiri tengah melanjutkan studi musik dalam salah satu program pertukaran musim panas di North University of China.

Vonis Zhao ditetapkan ketika China tengah dituduh berupaya mencuri teknologi industri AS menyusul kisruh penangkapan salah satu bos Huawei, Meng Wanshou, di Vancouver, Kanada, beberapa waktu lalu.

Sedikitnya 350 ribu pelajar China datang ke AS setiap tahunnya untuk sekolah. Sejumlah pejabat intelijen AS mengatakan ratusan ribu pelajar itu terikat dengan pemerintah China dalam beberapa konteks.

Intelijen AS bahkan tak menampik bahwa beberapa dari mereka memang sengaja dikirim ke AS untuk menjadi mata-mata. Hal itu juga diakui oleh Senator AS dari Partai Republik, Marco Rubio.

"Tidak ada perbandingan yang dapat menggambarkan ruang lingkup ancaman China yang dihadapi AS hari ini karena mereka secara aktif berusaha menggantikan (pengaruh) AS secara global," ucap Rubio.





Credit  cnnindonesia.com