Kamis, 16 Maret 2017

China harap jaga perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan

 
China harap jaga perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan
Ilustrasi peta kawasan Laut China Selatan. China mengklaim secara sepihak hampir semua Laur China Selatan, dan menerapkan area udara pertahanan di atas wilayah itu. Sampai kini China tidak menetapkan koordinat pasti Sembilan Garis Putus-putus yang dijadikan dasar klaim sepihak mereka. (www,beforeitnews.com)
 
Beijing (CB) - Perdana Menteri China, Li Keqiang, Rabu, mengatakan, China berharap mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan dengan mendorong negosiasi kode etik bagi para pengklaim perairan sengketa itu.

Selama ini China sangat agresif mengklaim secara sepihak hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, juga mengerahkan kekuatan militer mereka di perairan ini, bahkan membangun pulau-pulau buatan dan pangkalan-pangkalan aju. 

Namun semua itu dibantah China, walau empat negara ASEAN secara sendiri-sendiri berhadapan dengan China soal klaim kepemilikan ini.

Li menyampaikan itu dalam konferensi pers pada akhir pertemuan tahunan Parlemen China. Ia juga mengatakan China juga berharap melihat stabilitas di wilayah Asia-Pasifik.

Pada Febuari, tiga kapal perang China menyelesaikan pekan latihan di Laut China Selatan, tak lama setelah kapal induk satu-satunya milik China, Liaoning, menguji senjata di perairan itu, tulis media pemerintah.

Armada kapal perang, termasuk kapal tipe perusak yang dapat meluncurkan peluru kendali setelah melakukan latihan lalu berlayar ke timur Samudera India dan Pasifik Barat, kata kantor berita resmi Xinhua.

Latihan kapal-kapal China, khususnya kapal induk Liaoning, dalam beberapa bulan terakhir telah meresahkan negara-negara tetangga, terutama bagi negara yang mengalami sengketa teritorial di Laut China Selatan sejak lama.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan latihan tersebut meliputi latihan serangan mendadak yang dilakukan secara sukses dalam kondisi laut yang buruk, kata Xinhua.

Latihan dilakukan tanpa arahan dan berusaha menyerupai situasi pertempuran yang sebenarnya, ujar pakar urusan militer, Yin Zhuo, kepada saluran TV negara, China Central Television (CCTV).

Yin mengatakan latihan rutin Angkatan Laut China di perairan lepas itu satu kebiasaan yang tidak akan diubah, meskipun ia menambahkan, kemampuan jarak jauh Angkatan Laut China tidak cukup untuk mengamankan kepentingannya di perairan terbuka. Dia pun tidak menjelaskan lebih jauh mengenai hal tersebut.

Pada Rabu, China memperingatkan Amerika Serikat terhadap tantangannya pada kedaulatan di Laut China Selatan, setelah laporan bahwa Amerika Serikat berencana melakukan patroli maritim baru di kawasan itu.

Amerika Serikat telah mengkritik China atas pembangunan pulau buatan dan fasilitas militer di laut itu, serta menyatakan keprihatinan dengan menilai bahwa tindakan itu bisa membatasi pergerakan bebas.

Angkatan Laut AS telah melakukan beberapa patroli bebas melalui perairan Laut China Selatan.

China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan, sementara Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei mengklaim sebagian tertentu dari perairan yang menjadi jalur laut strategis dan memiliki sumber daya perikanan yang kaya, serta dengan minyak dan gas.

China pun pernah mengatakan komitmennya untuk menjaga kebebasan navigasi pelayaran di perairan itu.



Credit  antaranews.com


Video :





Credit  https://www.youtube.com/watch?v=2xhcucV0yXM








Credit  https://www.youtube.com/watch?v=sZaDPOIQ368









Jepang Kirim Kapal Perang ke LCS di Tengah Larangan Agresi


 
Jepang Kirim Kapal Perang ke LCS di Tengah Larangan Agresi  
Ilustrasi kapal perang di perairan lepas. (Foto: AFP PHOTO/OZAN KOSE) 
 
Jakarta, CB -- Jepang berencana mengirimkan kapal perangnya melalui perairan Laut China Selatan dalam rangkaian latihan angkatan laut selama tiga bulan di perairan Hindia. Latihan itu dilakukan bersama India dan Amerika Serikat pada Juli mendatang.

Seorang sumber menuturkan, dalam perjalanannya menuju Samudera Hindia, kapal perang pengangkut helikopter yang bernama Izumo ini juga akan berhenti di Singapura, Indonesia, Filipina, dan Sri Lanka. Ini merupakan tur armada laut Jepang terbesar di kawasan sejak Perang Dunia II.

"Kapal akan kembali ke Jepang pada Agustus mendatang. Tujuan pelayaran ini adalah untuk menguji kapabilitas Izumo dalam sebuah misi panjang. Kapal akan berlatih dengan angkatan laut AS di LCS," tutur sumber yang tak ingin dibuka identitasnya kepada Reuters, Selasa (14/3).


Kapal Izumo memiliki kapasitas besar dengan panjang sekitar 249 meter dan dapat mengangkut hingga sembilan helikopter perang. Kapal ini juga dikabarkan memiliki kapabilitas serangan amfibi yang serupa dengan kapal perang AS.

Juru bicara pasukan pertahanan maritim Jepang menolak mengomentari rencana pelayaran kapal perangnya ini.

Di bawah komando Perdana Menteri Shinzo Abe, Jepang mulai berupaya memperluas kebijakan militer dan pertahanan mereka yang selama ini dibatasi oleh konstitusi, setelah ekspansi dalam Perang Dunia II di kawasan Pasifik, 1941-1945.



Usai Perang Pasifik bergulir, konstitusi melarang Jepang memiliki senjata pertahanan ofensif dan melakukan serangan atau agresi ke negara lain. Karena itu, kapal perang Izumo dibentuk sebagai kapal perusak, bukan kapal penyerang.

Walaupun begitu, pelayaran kapal tersebut bisa disebut sebagai proyeksi kemampuan militer Jepang, jauh di luar wilayahnya.

Pelayaran kapal ini bertepatan dengan meningkatnya ketegangan militer di Asia Timur dan juga di perairan LCS, yang disengketakan antara China dan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, dan Malaysia.


China mengklaim hampir 90 persen wilayah di perairan yang memiliki jalur perdagangan global mencapai US$5 triliun setiap tahunnya itu.

Meski Jepang tidak memiliki klaim di perairan itu, Tokyo memiliki sengketa perairan dengan Beijing di Laut China Timur.

Jepang dan AS juga kerap melayangkan kekhawatiran mereka mengenai kebebasan berudara dan bernavigasi di perairan yang dianggap mereka sebagai perairan internasional tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga berencana mengambil tindakan yang lebih tegas dalam menghadapi China di LCS. Washington memprotes keras pembangunan pulau buatan dan fasilitas militer di perairan itu yang dikhawatirkan membatasi kebebasan bernavigasi.



Credit  CNN Indonesia


Video :






Credit  https://www.youtube.com/watch?v=KvIUOjXIHag







Erdogan Tuding Belanda Bantai 8.000 Muslim di Bosnia


 
Erdogan Tuding Belanda Bantai 8.000 Muslim di Bosnia  
Di tengah krisis diplomatik Ankara-Den Haag, Presiden Recep Tayyip Erdogan menuding Belanda membantai 8 ribu kaum Muslim dalam perang di Bosnia dan Herzegovina. (Foto: REUTERS/Murad Sezer)
 
Jakarta, CB -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Belanda pernah membantai setidaknya 8.000 Muslim dalam perang di Bosnia dan Herzegovina 1992 silam.

"Mereka tidak ada hubungannya dengan peradaban, mereka tidak ada hubungannya dengan dunia modern. Mereka adalah orang-orang yang membantai 8.000 Muslim Bosnia ... dalam pembantaian Srebrenica," tutur Erdogan seperti dikutip AFP, Kamis (16/3).

Sebanyak 8.000 pria dan anak lelaki Muslim Bosnia tewas di tangan pasukan Serbia Bosnia di wilayah Srebrenica dalam lima hari, di akhir perang yang berlangsung dari 1992-1995.

Padahal, pada 1993, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan wilayah Srebrenica sebagai wilayah aman bagi Muslim Bosnia yang mengungsi karena konflik. Daerah itu berada di bawah penjagaan otoritas Belanda.


Jenazah korban dimasukkan ke lubang yang beberapa bulan kemudian digali kembali untuk dimasukkan ke dalam kuburan-kuburan yang lebih kecil, dalam upaya menutupi kejahatan.

Ribuan korban konflik yang dianggap PBB sebagai kejahatan perang dan genosida itu dikabarkan masih belum ditemukan hingga kini. Sementara Jenderal Ratko Mladic, pemimpin pasukan tentara Serbia Bosnia, telah ditetapkan bersalah oleh Mahkamah Internasional atas pembantaian.



Komentar panas ini kembali dilontarkan Erdogan menyusul perselisihan diplomatik antara Ankara-Den Haag. Permasalahan bermula ketika Belanda memboikot akses dua pejabat Turki untuk menghadiri kampanye referendum perubahan konstitusi di Rotterdam.

Perubahan konstitusi itu bertujuan untuk menambah kekuasaan presiden Turki, dengan memberikan hak untuk mengeluarkan dekrit dan mempertahankan hubungan dengan partai politiknya. Penolakan dan perselisihan serupa juga sempat terjadi di Jerman, beberapa waktu sebelumnya.


Tak hanya Belanda dan Jerman, Turki juga menyerang Uni Eropa dengan menyebut bahwa organisasi regional itu menjalankan nilai demokrasi secara selektif dan menilai organisasi itu tidak seharusnya membela pelarangan demonstrasi yang dilakukan Belanda terhadap Turki.

Selain itu, Erdogan juga menyerang putusan Pengadilan Eropa (ECJ) yang mengizinkan perusahaan berhak melarang karyawannya mengenakan simbol-simbol agama atau politik selama bekerja, termasuk melarang penggunaan hijab yang kerap dikenakan perempuan Muslim.

Melalui juru bicaranya, Presiden Turki ke-12 itu menyebut, putusan pengadilan itu hanya akan menambah buruk sentimen anti-Muslim di Benua Biru.

"Keputusan ECJ hanya akan meningkatkan trend xenofobia dan sentimen anti-Muslim. Kemana sebenarnya Eropa akan melangkah?" kata juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin melalui Twitter.





Credit  CNN Indonesia






Turki Sebut Belanda Ibukota Fasisme, UE: Itu Keterlaluan

 
Turki Sebut Belanda Ibukota Fasisme, UE: Itu Keterlaluan
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyebut pernyataan Turki yang menyebut Belanda sebagai ibukota fasisme dunia adalah keterlaluan. Foto/Istimewa
 
BRUSSELS - Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyebut pernyataan Turki yang menyebut Belanda sebagai ibukota fasisme dunia adalah keterlaluan. Menurutnya, itu benar-benar tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Tusk mengatakan, Belanda khususnya Roterrdam adalah salah satu tempat yang hancur pada saat Nazi beraksi pada perang dunia II lalu. Oleh karena itu, menyebut Belanda sebagai ibukota fasisme dunia adalah sesuatu yang keterlaluan.

"Rotterdam, kota Erasmus, benar-benar hancur oleh Nazi, yang kini memiliki walikota yang lahir di Maroko. Jika ada yang melihat fasisme di Rotterdam, mereka benar-benar terlepas dari realitas," kata Tusk, seperti dilansir Reuters pada Rabu (15/3).

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker, mengatakan pernyataan yang dikeluarkan Turki terhadap Belanda membuat negara tersebut semakin jauh dari menjadi anggota Uni Eropa (UE).

Sebelumnya, Turki menilai UE menujukan nilai-nilai demokrasi yang selektif dengan memberikan pembelaan kepada Belanda. Menurut Ankara, UE harusnya mengambil sikap netral dalam hal ini.

"Rekan-rekan UE menunjukan nilai-nilai demokrasi dan hak-hak dasar dan kebebasan yang selektif. Hal ini sangat memalukan bagi UE untuk bersembunyi di balik solidaritas antar anggota dan berdiri dengan Belanda, yang jelas melanggar hak asasi manusia dan nilai-nilai Eropa," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyatan.



Credit  sindonews.com





Iran Kirim Kapal Perusak dan Kapal Perang ke Teluk Aden


 
Iran Kirim Kapal Perusak dan Kapal Perang ke Teluk Aden
Iran mengirimkan kapal perang dan kapal perusak ke Teluk Aden dengan alasan melindungi kapal miliknya yang akan bersandar di pelabuhan Oman. Foto/Istimewa
 
TEHERAN - Iran mengumumkan mengirimkan "Grup 45" dari Angkatan Lautnya yang terdiri dari kapal perang dan kapal perusak ke Teluk Aden dan Bab al-Mandab. Pengumuman ini adalah langkah terbaru Iran ditengah ketegangannya dengan Amerika Serikat (AS) akibat gesekan terus menerus keduanya di perairan internasional.

Kantor berita Tasnim mengatakan pengiriman kapal perang Iran ke Teluk Aden dan Bab al Mandab adalah dalam upaya untuk menjaga kapal dagang Iran saat merapat di pelabuhan Oman. Apa yang dilakukan oleh Iran dipandang sebagai langkah provokasi.

Dikutip dari Al-Arabiya, Rabu (15/3/2017), Iran disebut telah meningkatkan aksi provokatif terhadap pasukan AS di wilayah tersebut. Peningkatan itu pasca koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi Decisive Storm pada Maret 2015 lalu. Operasi ini digelar untuk mendapatkan kembali legitimasi di Yaman.

Menurut pengamat, Iran bertujuan untuk mengontrol koridor navigasi internasional untuk terus mengutak-atik dan mengirim senjata ke sekutu-sekutunya di wilayah seperti milisi Houthi di Yaman, rezim Bashar al-Assad di Suriah dan milisi Hizbullah di Libanon.

Pada awal Januari lalu, kapal angkatan laut Iran terlibat konfrontasi dengan kapal angkatan laut AS di Selat Hormuz. Kapal perusak AS menembakkan tembakan peringatan ke arah kapal Iran. Ini bukanlah kejadian pertama yang melibatkan kedua negara.

 
Kapal Iran kerap mendekati kapal AS di wilayah tersebut. Kejadian terakhir terjadi pada awal Maret lalu. Saat itu, kapal milik AS bersama sejumlah kapal Inggris harus berputar arah saat didekati oleh sejumlah kapal perang Iran.



Credit  sindonews.com





Latihan Perang, Rusia Tembakkan 500 Rudal di Siberia

 
Latihan Perang, Rusia Tembakkan 500 Rudal di Siberia
Gelar latihan perang di Siberia, Rusia menurunkan sistem pertahanan rudal S-400. Foto/Istimewa
 
MOSKOW - Pasukan pertahanan udara Rusia akan meluncurkan sekitar 500 rudal anti pesawat untuk menurunkan pesawat musuh dalam latihan militer skala besar yang dilakukan di Buryatia. Demikian pernyataan Alexander Gordeev, kepala pelayanan pers Distrik Timur Militer (EMD) Rusia.

Menurut Gordeev, latihan akan menggunakan sistem pertahanan anti pesawat S-400, S-300, Tor, Osa, Strela-10 dan Pantsir-S. Senjata anti-pesawat seperti Shilka self-propelled dan MANPADS seperti Igla juga turut diikutsertakan.

"Unit pertahanan udara akan berlatih dengan mendeteksi, melacak, mengidentifikasi dan menghancurkan rudal sasaran kecil yang cepat," kata Gordeev seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu (15/3/2017).

"Sekitar 250 target rudal dan dua rudal jelajah akan digunakan untuk improvisasi meniru serangan udara musuh, dan sekitar 500 rudal anti-pesawat akan digunakan untuk menghancurkan mereka," imbuhnya.

Latihan perang ini juga akan diikuti oleh 8.000 tentara dengan lebih dari 1.000 buah perangkat keras militer yang terlibat. Latihan ini akan mengambil bagian pada kisaran pusat pelatihan Telemba di Republik Buryatia, Siberia.

Sebelumnya dilaporkan bahwa kapal anti kapal selam milik Rusia, Pacific Fleet, turut berpartisipasi dalam latihan angkatan laut di Laut Jepang.



Credit  sindonews.com





Kapal Induk Nuklir AS yang Diancam Diserang Korut Muncul di Korsel


 

Kapal Induk Nuklir AS yang Diancam Diserang Korut Muncul di Korsel
Kapal induk Amerika Serikat USS Carl Vinson dengan puluhan jet tempur di atas deknya. Kapal ini telah muncul di Semenajung Korea. Foto / REUTERS

 
SEOUL - SEOUL-Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) USS Carl Vinson yang telah diancam akan diserang Korea Utara (Korut) telah muncul di wilayah Korea Selatan (Korsel) di semenanjung Korea, . Militer Korut mengancam akan menyerang kapal induk tersebut jika nekat bergabung dalam latihan perang besar-besaran AS dan Korsel.

Departemen Pertahanan AS dalam keterangan tertulis di situs resminya yang dikutip SINDOnews Kamis (16/3/2017) mengatakan kapal induk USS Carl Vinson sudah tiba di semenanjung Korea sejak 12 Maret lalu. Para petinggi militer AS dan Korsel bahkan telah menyambangi kapal induk tipe Nimitz-class itu.

Para petinggi militer yang telah mengunjungi kapal USS Carl Vinson antara lain Kepala Staf Gabungan Korsel Jenderal Lee Sun-jin, Jenderal Angkatan Darat AS Vincent K Brooks dan Komandan Pasukan Angkatan Darat Korsel Jenderal Leem Ho-young.

 

Menurut Departemen Pertahanan AS atau Pentagon kehadiran kapal induk itu untuk memastikan keamanan dan stabilitas di semenanjung Korea

“Kehadiran (USS Carl) Vinson di kawasan adalah contoh bagaimana aliansi AS-Korsel terus meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan kunci untuk memastikan keamanan dan stabilitas di semenanjung Korea dan kawasan itu,” kata Brooks.

”Memantau kru dalam beraksi, dan bagaimana Angkatan Laut AS melakukan operasi mereka yang selalu berlangsung mengesankan,” ujar Brooks.

Ancaman serangan dari Korut diumumkan kantor berita negara Korut, KCNA, Selasa (14/3/2017) lalu. Rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un mengancam akan meluncurkan serangan “tanpa ampun” terhadap kapal induk USS Vinson jika kapal induk itu bergabung dalam latihan perang besar-besaran bersama militer Korsel.

Korut menganggap kedatangan armada kapal induk AS USS Carl Vinson bagian dari ”rencana nekat” untuk menyerang Pyongyang.

”Jika mereka melanggar kedaulatan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea—nama resmi Korut) dan martabatnya bahkan sedikit pun, tentara (Korut) akan meluncurkan serangan ultra-presisi tanpa ampun dari darat, udara, laut dan bawah laut,” bunyi ancaman Korut.

”Pada tanggal 11 Maret saja, banyak pesawat yang berbasis di kapal musuh terbang bersama di dekat wilayah udara dan perairan DPRK untuk tahapan latihan menjatuhkan bom dan membuat serangan kejutan pada target darat tentara (Korut),” lanjut KCNA.

Kapal induk AS muncul lebih dulu dari rencana kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Korsel yang akan berlangsung pada hari Jumat. Kunjungan Menlu Tillerson akan membahas “kenakalan” Korut yang beberapa kali menembakkan rudal balistik ke Laut Jepang.


Credit  sindonews.com



Video :




Credit  https://www.youtube.com/watch?v=My5VTdHg6Iw






Korut Ancam Serang Kapal Induk AS Tanpa Ampun

 
Korut Ancam Serang Kapal Induk AS Tanpa Ampun
Kapal induk Amerika Serikat USS Carl Vinson dengan puluhan jet tempur di atas deknya. Kapal ini akan dikirim ke Korsel. Foto / REUTERS / Erik De Castro

 
PYONGYANG - Rezim Korea Utara (Korut) pada hari Selasa (14/3/2017) mengancam akan meluncurkan serangan “tanpa ampun” terhadap kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Carl Vinson. Serangan akan dilakukan jika kapal induk itu bergabung dalam latihan perang bersama militer Korea Selatan (Korsel).

Korut yang membuat khawatir Korsel dengan dua uji coba senjata nuklirnya, mengatakan bahwa kedatangan armada kapal induk AS USS Carl Vinson adalah bagian dari ”rencana nekat” untuk menyerang Pyongyang.

”Jika mereka melanggar kedaulatan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea—nama resmi Korut) dan martabatnya bahkan sedikit pun, tentara (Korut) akan meluncurkan serangan ultra-presisi tanpa ampun dari darat, udara, laut dan bawah laut,” bunyi ancaman Korut yang diumumkan kantor berita negara Korut, KCNA.

”Pada tanggal 11 Maret saja, banyak pesawat yang berbasis di kapal musuh terbang bersama di dekat wilayah udara dan perairan DPRK untuk tahapan latihan menjatuhkan bom dan membuat serangan kejutan pada target darat tentara (Korut),” lanjut KCNA.

Pihak Angkatan Laut AS menyatakan, kapal induk USS Carl Vinson dijadwalkan diberangkatkan ke wilayah yang sama, di mana latihan perang dengan pasukan sekutu Korsel digelar.

Pada pekan lalu, Korut menembakkan empat rudal balistik ke laut lepas Jepang sebagai respons atas latihan perang tahunan militer AS-Korsel. Pyongyang menganggap latihan perang itu sebagai persiapan untuk perang di semenanjung Korea.

Seiring dengan memanasnya krisis Korea, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dijadwalkan untuk melakukan kunjungan pertamanya ke Korsel pada hari Jumat.

Pekan lalu, AS menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengevaluasi strateginya dalam menghadapi Korut. AS menegaskan semua opsi untuk mengatasi “kenakalan” Korut  berada di atas meja, termasuk opsi serangan militer.


Credit  sindonews.com



Video :


Credit  https://www.youtube.com/watch?v=My5VTdHg6Iw



Sebut Kapalnya Ditahan Indonesia, Singapura Protes Keras

 
Sebut Kapalnya Ditahan Indonesia, Singapura Protes Keras  
Ilustrasi. Pemerintah Singapura protes keras karena kapalnya ditahan Indonesia. (falco/Pixabay)
 
Jakarta, CB -- Pemerintah Singapura menyebut salah satu kapal dari negaranya, Seven Seas Conqueress, ditahan oleh otoritas Indonesia di wilayahnya sendiri di lepas pantai Pedra Branca.

Berdasarkan pernyataan yang diunggah di laman Kementerian Luar Negeri Singapura, Rabu (15/3), kapal tersebut ditahan berikut sembilan penumpang pada 20 Agustus 2016.

Kesembilan orang tersebut sudah dilepaskan pada 1 September. Namun, kapten berkebangsaan Singapura, Ricky Tan Poh Hui, masih ditahan beserta kapalnya.

"Singapura memprotes keras aksi pemerintah Indonesia. Kami menekankan bahwa tidak ada dasar penahanan kapal, awak dan penumpang kapal, maupun kelanjutan penahanan dan dakwaan yang dijatuhkan pada Tan di pengadilan Distrik Tanjung Pinang," bunyi pernyataan tersebut.

Selain itu, Singapura juga menyatakan telah berulang kali berkomunikasi dengan otoritas terkait, baik dalam tingkat nasional maupun provinsi, untuk meminta Tan dan kapal tersebut dilepaskan.

Selain itu, penegak hukum juga diminta untuk menghentikan penyelidikan yang dilakukan terhadapnya.

"Begitu mendapatkan informasi pada 21 Agustus 2016, Kemlu langsung meminta akses konsuler untuk Tan. Setelah permintaan berulang, Indonesia baru memberi akses pada 24 Januari 2017," lanjut pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri, lanjutnya, akan berkeras meminta pelepasan Tan dan kapal tersebut. "Kami akan terus memberikan bantuan bagi Tan dan keluarganya."

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut Gig Sipasulta ketika dihubungi CNNIndonesia.com mengatakan proses hukum terkait kasus ini masih berjalan.

"Masih dalam proses hukum dan dalam waktu dekat akan selesai," ujarnya.

Kapal tersebut sebelumnya diberitakan ditangkap karena menerobos perairan Indonesia. Kapal pemancing asal Singapura itu dilaporkan menangkap ikan hingga masuk ke wilayah Kepulauan Riau.

Dari pemeriksaan singkat kala itu, diketahui kapal dimiliki perusahaan Singapura, Odyssey Marine PTE LTD. Selain sembilan penumpang asal Singapura, turut diamankan tiga awak kapal asal Indonesia.



Credit  CNN Indonesia






Jumat, 10 Maret 2017

AS Jadi Tuan Rumah Pertemuan Koalisi 68 Negara Anti ISIS


 
AS Jadi Tuan Rumah Pertemuan Koalisi 68 Negara Anti ISIS  
Amerika Serikat berencana menggelar pertemuan dengan mengundang 68 negara dalam pembahasan mengenai langkah melawan ISIS, di Washington pada 22-23 Maret. (Foto: CNN)
 
Jakarta, CB -- Amerika Serikat berencana menggelar pertemuan dengan mengundang 68 negara koalisi internasional dalam pembahasan mengenai langkah melawan ISIS  di Washington bulan ini.

Ungkapan itu disampaikan Rex Tillerson, Sekretaris Kementerian Luar Negeri AS, pada Kamis (9/3), seperti dilansir Reuters.

Dalam pernyataan resminya disebutkan juga bahwa pertemuan yang digelar pada 22-23 Maret itu bertujuan 'mengakselerasikan upaya internasional dalam melawan ISIS di area yang sekarang bermasalah seperti Irak dan Suriah serta memaksimalkan tekanan pada cabang, afiliasi dan jaringannya."

Kementerian Luar Negeri AS menyampaikan pertemuan itu akan menjadi yang pertama bagi negara-negara koalisi internasional anti ISIS sejak terbentuk Desember 2014 lalu.

"Ini sebuah kesempatan bagi Sekretaris Tillerson menggambarkan tantangan yang dihadapi koalisi di masa mendatang," ungkap juru bicara Kemenlu AS, Mark Toner.

"Kita semua telah melihat kemajuan perlawanan terhadap ISIS, sekarang bagaimana mengetahui capaian itu dan menindaklanjutinya," tambah dia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah khusus pada 28 Januari meminta Pentagon, pejabat militer, dan pihak terkait untuk mengajukan rencana mengatasi ISIS dalam 30 hari.

Toner mengatakan rencana detail pembahasan yang akan didiskusikan dalam pertemuan koalisi nantinya masih rahasia, dan ia enggan memberi komentar lebih jauh.



Credit  CNN Indonesia






Rusia, Turki, Iran akan Hadiri Perundingan Suriah di Astana


 
Rusia, Turki, Iran akan Hadiri Perundingan Suriah di Astana  
Ketiga negara akan mengadakan pertemuan tingkat internasional menyangkut Suriah berikutnya pada 14 dan 15 Maret di Astana, Kazakhstan. (Foto: AFP PHOTO / Kirill KUDRYAVTSEV)
 
Jakarta, CB -- Rusia, Turki serta Iran telah memastikan kehadiran mereka untuk agenda pertemuan tingkat internasional berikutnya menyangkut Suriah yang akan diselenggarakan pada 14-15 Maret di Astana, Kazakhstan.

Kabar pertemuan penting tiga negara itu terungkap dari pengumuman Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, pada Kamis (9/3), seperti dilansir Antara.

Perundingan perdamaian Suriah tersebut akan dihadiri oleh para pejabat tingkat tinggi dari Rusia, Turki dan Iran, kata kementerian melalui pernyataan tersebut.


Undangan untuk menghadiri pertemuan juga telah disebar ke para perwakilan Perserikatan Bangsa-bangsa, Amerika Serikat dan Jordania.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan pertemuan diharapkan akan dihadiri oleh delegasi dari Pemerintah Suriah dan delegasi oposisi bersenjata Suriah.

Agenda pertemuan ini menindaklanjuti dua putaran pertemuan internasional sebelumnya yang telah berlangsung pada 23-24 Januari serta 14-15 Februari di Astana.

Selain itu, pertemuan teknis para pakar juga telah dilangsungkan pada 6 Februari lalu.

Delegasi-delegasi dari Rusia, Iran, Turki, perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah, PBB, AS dan Jordania hadir pada pertemuan-pertemuan tersebut.

Hasil utama dari rangkain pertemuan itu meliputi koordinasi upaya untuk memantau gencatan senjata di Suriah. Gencatan senjata diharapkan akan membuka kemungkinan bagi pihak-pihak terkait untuk membahas berbagai masalah dalam agenda politik.

Pembicaraan perdamaian Astana dilaksanakan untuk melengkapi Proses Jenewa dan sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254 tahun 2015.



Credit  CNN Indonesia






China Kembangkan Drone Siluman Anti-Rudal

 
China Kembangkan Drone Siluman Anti-Rudal  
Ilustrasi drone militer. (U.S. Air Force photo)
 
Jakarta, CB -- Perusahaan pembuat peluru kendali terbesar di China tengah mengembangkan pesawat nirawak atau drone siluman yang bisa menghindari tembakan senjata dari darat. Langkah baru di tengah program modernisasi negara dengan ekonomi terbesar dunia ini dilaporkan oleh surat kabar setempat, China Daily.

"Drone jadi senjata yang mesti dimiliki di era modern karena berperan penting dalam pengintaian resolusi tinggi, serangan presisi jarak jauh, operasi anti-kapal selam dan pertempuran udara," kata wakil General Manager China Aerospace Science and Industry Corp sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (9/3).

Berkeras tidak berniat melakukan serangan, China berinvestasi miliaran dolar untuk memperbarui peralatan pertahanannya dan mengembangkan senjata baru, termasuk pesawat tempur siluman dan kapal induk.

Pengeluaran besar-besaran ini, walau demikian, membuat gerah kawasan yang selama ini dilanda sengketa soal Laut China Selatan dan permasalahan Taiwan--negara yang diakui Beijing sebagai provinsi pembangkang.

Wei mengatakan kepada koran berbahasa Inggris itu bahwa perusahaannya juga tengah mengembangkan drone yang bisa terbang menempuh jarak jauh dengan ketinggian hampir mencapai luar angkasa.

Surat kabar tersebut mendeskripsikan China Aeropspace Science and Industry Corp sebagai satu-satunya produsen rudal jelajah di negara ini.

Belakangan, China meningkatkan penelitian terkait drone, berharap merebut pasar yang selama ini dikuasai Amerika Serikat dan Israel lewat teknologi lebih murah. Selain itu, Beijing juga tidak akan segan-segan menjual peralatannya ke negara yang tidak dilayani negara Barat.



Credit  CNN Indonesia








RI, Filipina, Malaysia Segera Gelar Patroli Bersama

 
RI, Filipina, Malaysia Segera Gelar Patroli Bersama  
Patroli laut trilateral Filipina, Indonesia, dan Malaysia direncanakan berlangsung April-Mei mendatang, menyusul ancaman kelompok Abu Sayyaf yang kian nyata. (Foto: AFP PHOTO/NOEL CELIS)
 
Jakarta, CB -- Filipina, Indonesia, dan Malaysia akan melakukan patroli laut bersama di sekitar perairan yang menghubungkan ketiga negara, menyusul maraknya penyanderaan oleh kelompok militan Abu Sayyaf dalam setahun terakhir.

"Kami resmikan patroli gabungan dimulai sekitar April atau Mei mendatang di sekitar perairan itu," Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, seperti dikutip AFP, Kamis (9/3).

Lorenzana mengatakan bahwa ketiga negara akan berpatroli bersama di jalur laut yang kerap dilewati kapal komersial. Mereka berharap, kapal-kapal tersebut tetap berada dalam perlindungan ketiga negara.


"[Kapal] tidak akan menyimpang dari jalur laut yang ditentutkan, sehingga kami mudah mengawasi mereka," tuturnya.

Langkah ini digencarkan ketiga negara setelah perairan Sulu dan Celebes yang terletak di bagian utara Indonesia dan timur Malaysia, kian berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.

Intensitas pembajakan dan penyanderaan kapal dan para awaknya meningkat. Akhir Februari lalu, situasi semakin parah lantaran militan Abu Sayyaf yang berbasis di Filipina dilaporkan memenggal Jurgen Kantner, salah satu sandera asal Jerman.

Kantner diculik dari kapalnya di perairan Filipina Selatan sekitar 5 bulan lalu.

Kini, Abu Sayyaf masih menahan sekitar 31 sandera asing dan lokal, termasuk enam pelaut Vietnam dan empat warga Indonesia, di salah satu pulau terpencil di Filipina selatan.

Lorenzana mengatakan, Presiden Rodrigo Duterte telah meminta bantuan China untuk turut mengamankan perairan itu.

Sejumlah peralatan pengamanan maritim seperti kapal cepat, pesawat nirawak, dan radar juga terus diperbarui sebagai bagian dari program modernisasi militer Filipina.


Credit  CNN Indonesia





Bentrok Myanmar dan Pemberontak, 20 Ribu Warga Kabur ke China

 
Bentrok Myanmar dan Pemberontak, 20 Ribu Warga Kabur ke China  
Lebih dari 20 ribu orang dari Myanmar membanjiri kamp-kamp di perbatasan dengan China, berharap mendapatkan perlindungan di tengah memanasnya bentrokan antara militer dengan pemberontak di kampung halamannya. (Reuters/Stringer)
 
Jakarta, CB -- Lebih dari 20 ribu orang dari Myanmar membanjiri kamp-kamp di perbatasan dengan China, berharap mendapatkan perlindungan di tengah memanasnya bentrokan antara militer dengan pemberontak di kampung halamannya.

China pun berupaya memberikan bantuan kemanusiaan, sementara pemerintahnya terus mendorong Myanmar untuk mencari solusi damai dengan pemberontak di perbatasan.


"China mendukung upaya damai Myanmar dan berharap semua pihak dapat menggunakan cara damai untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog dan konsultasi," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (9/3).

Geng juga mengatakan, selama proses perundingan berlangsung, China berharap ada kesepakatan gencatan senjata terlebih dulu. Pasalnya, bentrokan terakhir antara militer dan kelompok pemberontak Kokang yang menewaskan 30 orang pada awal pekan ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Selain mengorbankan warga Myanmar, pertikaian itu juga mulai merugikan China. Selongsong peluru dan sejumlah sisa amunisi terlontar jauh hingga memasuki wilayah China dan melukai satu warga.
Kelompok etnis minoritas Kokang sendiri disebut-sebut memiliki hubungan yang kuar dengan China. Mereka bahkan berbicara dengan dialek China yang khas dan menggunakan yuan sebagai mata uang.

Selain Kokang, Myanmar juga masih menghadapi pemberontakan dari sejumlah etnis minoritas lain, termasuk Rohingya di perbatasan dengan Bangladesh.




Credit  CNN Indonesia





Sudan panggil utusan AS sehubungan dengan larangan perjalanan Trump


 
Sudan panggil utusan AS sehubungan dengan larangan perjalanan Trump
Donald Trump (REUTERS/Scott Morgan)
 
Khartoum (CB) - Kementerian Luar Negeri Sudan pada Kamis (9/3) memanggil Kuasa Usaha AS untuk Khartoum untuk memprotes larangan perjalanan, yang membatasi masuknya warga negara Sudan, ke Amerika Serikat.

Wakil Menteri di Kementerian Luar Negeri Sudan Abdul-Ghani An-Naeem menyampaikan kekecewaan Sudan kepada Steven Koutsis, Diplomat AS, sehubungan dengan larangan perjalanan tersebut, kata Kementerian Luar Negeri Sudan di dalam satu pernyataan.

Sudan menunggu penghapusan namanya dari daftar AS mengenai negara penaja terorisme, dan menyeru Amerika Serikat bagi kemitraan dalam perdamaian, keamanan dan pembangunan, tambah pernyataan itu, sebagaimana dikutip dari Xinhua  di Jakarta, Jumat pagi.

Sudan, kata pernyataan tersebut, juga akan melanjutkan kerjasamanya sebagai mitra dalam memerangi terorisme dan mewujudkan keamanan serta perdamaian regional dan internasional.

Presiden AS Donald Trump pada 6 Maret mengeluarkan perintah eksekutif baru, yang mempertahankan larangan 90-hari atas warga negara Suriah, Yaman, Sudan, Libya, Iran dan Somalia untuk memasuki Amerika Serikat. Perintah eksekutif itu berlaku pada 16 Maret.

Yang dihilangkan dari daftar tersebut adalah Irak, yang telah menjadi sasaran larangan serupa pada Januari.



Credit  antaranews.com





Jerman khawatirkan rudal Rusia di Kaliningrad


 
Jerman khawatirkan rudal Rusia di Kaliningrad
S-400 Triumph (Rusia: C-400 Триумф, Triumph; nama NATO: SA-21 Growler), sebelumnya dikenal dengan nama S-300PMU-3, sistem peluru kendali anti pesawat tempur yang dikembangkan Almaz Central Design Bureau, sebagai pengembangan dari cellarage S-300. Id mampu menjangkau hingga 600 km dengan kecepatan lesat proyektil hingga 17.000 km/jam. S-400 menggunakan empat kelas peluru kendali, yaitu 40N6 (400 km), 48N6 (250 km), 9M96E2 (120 km), dan 9M96E (40 km). (wikipedia.org)
 
Berlin (CB) - Keputusan Rusia untuk membangun secara permanen stasiun rudal Iskander di Kaliningrad, enklav Rusia di Laut Baltik, akan menandai kemunduran bagi keamanan Eropa, kata Menteri luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel,  kepada kantor berita Rusia, Interfax, senin.

Rusia mengatakan pada Oktober, mereka telah memindahkan balistik berkemampuan rudal nuklir di Kaliningrad dan mengerahkan sistem rudal udara S-400 sebagai pertahanan di sana. Pengerahan itu merupakan bagian dari rutinitas latihan, tetapi para pejabat militer barat khawatir bahwa hal itu akan menjadi permanen.

"Jika rudal Iskander ditempatkan di Kaliningrad secara permanen, akan menjadi penyebab keprihatinan besar dan pukulan untuk keamanan Eropa," kata Gabriel.

"Itulah sebabnya kami memantau apa yang terjadi di Kaliningrad dengan sangat hati-hati." Gabriel pergi ke Moskow pada Rabu setelah pertemuan dengan mitra Polandia di Warsawa.

Beberapa modifikasi dari peluru kendali Iskander-M mampu menjangkau target 700 km (450 mil), sehingga menempatkan ibukota Jerman Berlin dalam jangkauan Kaliningrad.

Lithuania, yang berbatasan dengan Kaliningrad, pada Januari mengatakan bahwa mereka berencana untuk membangun pagar kawat setinggi dua meter di sepanjang perbatasan, untuk menanggapi kekhawatiran atas sikap Rusia.

Gabriel mengunjungi Lithuania pekan lalu, dan bersumpah untuk menjaga pasukannya di wilayah tersebut selama dibutuhkan.

Dalam wawancara dengan Interfax, Gabriel menolak kritik Rusia tentang penyebaran 4.000 tentara NATO ke Polandia dan negara-negara Baltik, termasuk 400 tentara jerman di Lithuania.

"Jerman dan negara-negara NATO bukanlah yang pertama pergi ke daerah Baltik ," katanya, ia menambahkan bahwa jumlah pasukan Jerman wilayah itu sangat kecil dibandingkan pihak Rusia secara masif.



Credit  antaranews.com




Mosul di ambang jatuh, Abu Bakar al-Baghdadi kabur


 
Mosul di ambang jatuh, Abu Bakar al-Baghdadi kabur
Abu Bakar al-Baghdadi (Reuters)
 
Washington (CB) - Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi telah kabur dari Mosul dan mendelegasikan komando tempurnya kepada para komandan lapangan ISIS, kata seorang pejabat departemen pertahanan AS seperti dikutip AFP.

Menurut sang pejabat, al-Baghdadi kabur sebelum pasukan Irak mengepung kota yang menjadi benteng besar terakhir ISIS di Irak itu.

"Dia ada di Mosul selama beberapa waktu sebelum ofensif (militer pasukan Irak). Kami tahu dia pernah ada di sana," kata sang pejabat kepada wartawan.

"Dia kabur sebelum kami mengepung Mosul dan Tal Afar," sambung dia merujuk sebuah kota di arah barat Mosul.

Menurut dia, al-Baghdadi menyerahkan sepenuhnya kepada komandan-komandan lapangan ISIS dalam mempertahankan Mosul.

Al-Baghdadi diburu berbagai kalangan, termasuk pasukan khusus AS, sedangkan pasukan koalisi anti-ISIS fokus mematikan para komandan lapangan ISIS.

Menurut sang pejabat, ISIS telah banyak kehilangan daerahnya baik di Irak maupun Suriah. Sejak musim panas 2014 kelompok militan ini telah kehilangan 65 persen wilayah yang dikuasainya.

Menurut sang pejabat, ISIS kini sudah tidak memiliki harapan untuk mempertahankan Mosul, bahkan Raqqa di Suriah.

"Mereka masih percaya bahwa mereka masih bisa berfungsi dan tetap berencana menjalankan fungsi negara semu yang berpusat di lembah Sungai Eufrat," kata dia seperti dikutip AFP.


Credit  antaranews.com




Pasukan Irak rebut penjara di Mosul dari ISIS

Pasukan Irak rebut penjara di Mosul dari ISIS
Pasukan Peshmerga berkumpul di timur Mosul selama persiapan serangan ke Mosul, Irak, pada 16 Oktober 2016. (REUTERS/Azad Lashkari)
 
Mosul, Irak (CB) - Pasukan Irak merebut kembali sebuah penjara di barat laut Mosul tempat kelompok ISIS dilaporkan mengeksekusi ratusan orang dan menyandera perempuan Yazidi, kata militer pada Rabu (8/3).

Unit pasukan khusus Irak memimpin operasi untuk merebut Mosul barat yang dimulai 19 Februari, sementara tentara dan paramiliter propemerintah memerangi ISIS di berbagai daerah di luar kota tersebut.

Pasukan dari Divisi Lapis Baja Kesembilan Irak dan kelompok paramiliter Furqat al-Abbas sudah merebut kembali penjara Badush, kata Komando Operasi Gabungan Irak dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.

Komando tidak menjelaskan secara rinci apakah masih ada orang yang ditahan di dalam penjara ketika fasilitas itu direbut kembali.



Menurut Human Rights Watch, militan bersenjata ISIS mengeksekusi hingga 600 tahanan dari penjara Badush pada 10 Juni 2014, memaksa mereka berlutut di sepanjang jurang terdekat sebelum mendorong mereka ke dalam dan membakar jasad-jasad mereka.

Dan anggota parlemen Irak Vian Dakhil mengatakan tahun itu bahwa ekstremis menyandera lebih dari 500 perempuan Yazidi di Badush.

ISIS menyasar minoritas Yazidi dalam operasi eksekusi brutal, penculikan dan pemerkosaan, membunuh para pria dan menawan perempuan dan anak perempuan sebagai budak seks.

Kelompok itu merebut wilayah utara dan barat Baghdad pada 2014, namun pasukan Irak dengan dukungan serangan udara pimpinan Amerika Serikat dan dukungan lain sejak itu merebut kembali sebagian besar wilayah mereka.

Pasukan Irak meluncurkan operasi untuk merebut kembali Mosul pada 17 Oktober, mereubt kembali sisi timur sebelum mengarah ke wilayah yang lebih sempit dan lebih padat di barat.


Credit  antaranews.com







Ibu kota ISIS di Raqqa dibom, 14 tewas


 
Ibu kota ISIS di Raqqa dibom, 14 tewas
Pangkalan udara Incirlik di Turki ini akan menjadi salah satu basis pasukan koalisi pimpinan AS dalam menyerang posisi-posisi ISIS di Suriah (Reuters)
 
Beirut (CB) - Serangan udara yang diyakini dilancarkan koalisi pimpinan Amerika Serikat ke kota Raqqa di Suriah yang menjadi ibu kota de facto kelompok militan itu, telah menewaskan 14 warga sipil di kota yang berada di Suriah utara ini.

Keterangan ini disampaikan oleh Observatorium HAM Suriah, seperti dilaporkan Reuters.

Observatorium yang berbasis di Inggris itu menyebutkan pesawat tempur-pesawat tempur tersebut berasal dari koalisi anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat.

Mereka tengah membantu ofensif yang dilancarkan aliansi milisi Sunni dan Kurdi ke pusat operasi ISIS di Suriah tersebut.

Credit  antaranews.com



AS juga terjunkan Korps Marinir untuk rebut Raqqa

AS juga terjunkan Korps Marinir untuk rebut Raqqa
Korps Marinir AS (Reuters)
 
Jakarta (CB) - Amerika Serikat mengirimkan satu baterai (satuan di bawah batalyon) artileri Korps Marinir untuk membantu mengalahkan kelompok ISIS di ibu kota mereka, Raqqa, kata seorang pejabat AS seperti dikutip AFP.

Pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir Kesebelas itu telah menggelarkan sebuah meriam Howitzer kaliber 155mm di satu pos di Suriah.

Korps Marinir siap melancarkan misi mereka untuk mendukung ofensif ke Raqqa, kata sang pejabat kepada AFP, membenarkan laporan sebelumnya dari Washington Post.

Langkah ini menandai gerak signifikan bagi pasukan darat AS di Suriah.

Saat ini AS menggelarkan pasukan daratnya secara terbatas yang terdiri dari 500 prajurit pasukan operasi khusus yang bertugas melatih dan membantu SDF, aliansi pasukan Arab-Kurdi yang memerangi ISIS.

Menurut The Post, penggelaran artileri ini sudah pernah dilakukan beberapa waktu lalu dan bukan bagian dari rencana Presiden Donald Trump yang menginginkan peningkatan kecepatan perang melawan ISIS.

Artileri ini membuat Marinir bisa membantu ofensif SDF yang telah secara bertahan mengepung ISIS sejak musim gugur lalu.

Pekan ini Pentagon mengumumkan bahwa pihaknya telah juga mengirimkan pasukan tambahan ke Manbij demi mencegah persaingan antarfaksi aliansi di benteng utama ISIS itu, demikian AFP.

AS memperkirakan ada sekitar 4.000 militan di dalam kota Raqqa yang berpenduduk sekitar 300.000 orang.



Credit  antaranews.com






Malaysia tak berniat putus hubungan dengan Korea Utara

 
Malaysia tak berniat putus hubungan dengan Korea Utara
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (ANTARA FOTO/IORA SUMMIT 2017/Rosa Panggabean)
Kita tidak memilih bertengkar dengan mereka tetapi ketika kejahatan terjadi, khususnya ketika senjata kimia telah digunakan di Malaysia, kita wajib melindungi kepentingan Malaysia
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Malaysia tidak berencana memutuskan hubungan diplomatik dengan Korea Utara setelah hubungan kedua negara menegang yang memicu aksi balas membalas mengusir duta besar menyusul pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Kuala Lumpur, kata Perdana Menteri Najib Razak seperti dikutip Rueters.

Korea Utara melarang warga Malaysia meninggalkan negeri itu sebagai balasan dari aksi Malaysia menyusul ketegangan yang terus meningkat akibat pembunuhan Kim Jong-nam pada 13 Februari.

"Kami adalah negara yang bersahabat kepada mereka," kata Najib kepada parlemen Malaysia seperti dikutip Reuters.

Najib juga berusaha memberikan jaminan bahwa tidak ada ancaman terhadap keselamatan 11 warga Malaysia di Korea Utara, dan dia berusaha agar Korea Utara mengizinkan warganya keluar dari negeri itu.

Malaysia menyebut pembunuh Kim Jong-nam telah menggunakan gas syaraf VX yang digolongkan senjata pemusnah massal oleh PBB.

"Kita tidak memilih bertengkar dengan mereka tetapi ketika kejahatan terjadi, khususnya ketika senjata kimia telah digunakan di Malaysia, kita wajib melindungi kepentingan Malaysia," kata Najib.

PBB menyeru kedua negara tenang dan mendesak mereka mengatasi perbedaan melalui jalur diplomatik yang sudah ada.



Credit  antaranews.com


Dua warga Malaysia dibolehkan meninggalkan Korea Utara

Dua warga Malaysia dibolehkan meninggalkan Korea Utara
Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia Kang Chol yang diusir Malaysia menyusul pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (Reuters)
 
Kuala Lumpur (CB) - Dua warga Malaysia yang bekerja untuk misi PBB di Korea Utara telah meninggalkan negeri itu, Kamis, kata juru bicara Badan Pangan Dunia WFP.

Pemerintah Malaysia saat ini tengah menegosiasikan pencabutan larangan meninggalkan Korea Utara terhadap sembilan warganya yang masih terjebak di sana.

Korea Utara melarang warga Malaysia meninggalkan negara itu menyusul krisis usir mengusir duta besar akibat pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Kesembilan warga Malaysia itu masih berada di gedung kedutaan besar di Pyongyang. Sebaliknya dua warga Malaysian yang bekerja untuk WFP telah tiba di Beijing.

"WFP memastikan bahwa dua staf WFP berkebangsaan Malaysia telah meninggalkan DPR Korea (Korea Utara) dan sudah sampai di Beijing hari ini," kata Frances Kennedy, juru bicara WFP di Italia, kepada Reuters.

PBB telah mengimbau Malaysia dan Korea Utara untuk tenang dan mengatasi perbedaan mereka melalui jalur diplomasi.

Kim Jong-nam dibunuh pada 13 Februari silam di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Polisi Malaysia meyakini dia diserang oleh dua perempuan yang memupuri wajahnya dengan VX, zat kimia berbahaya yang digolongkan senjata pemusnah massal oleh PBB.




Credit  antaranews.com











Kamis, 09 Maret 2017

RI 'Ajari' Sri Lanka Cara Tumpas Separatisme

Indonesia dan GAM berdamai melalui rekonsiliasi pada 2005.
RI 'Ajari' Sri Lanka Cara Tumpas Separatisme
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Viva.co.id/Dinia Adrianjara)
 
CB – Sri Lanka pernah mengalami perang sipil berkepanjangan seperti Indonesia. Adalah kelompok pemberontak Macan Tamil pimpinan Vellupilai Prabhakaran yang telah merongrong Colombo, ibu kota Sri Lanka, sejak 1983 silam.
Meskipun Macan Tamil sudah resmi 'bersih' pada 2009 dan tewasnya Prabhakaran, namun proses rekonsiliasi masih belum terjadi. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah sudah mendesak hal itu agar secepatnya dilaksanakan.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena ingin belajar kepada Indonesia mengenai penyelesaian konflik. Mengingat, Indoensia pernah punya pengalaman yang sama dengan Gerakan Aceh Merdeka, di mana pada 2005 dilakukan perjanjian perdamaian di Helsinki, Finlandia.
Menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, salah satu rekonsiliasi antara Indonesia dengan GAM adalah memberi kesempatan kepada pengikut gerakan yang didirikan oleh Hasan Tiro ini untuk berkompetisi dalam pemilu kepala daerah di provinsi yang dijuluki Serambi Mekah itu.
"Kita sudah selesai (konflik). Mereka (Sri Lanka dan Macan Tamil) sedang dalam proses rekonsiliasi sekarang. Jadi, banyak hal yang mereka atau kita bisa berbagi pengalaman, bagaimana kita bisa mencapai perdamaian di Aceh," ungkap Retno, di Istana Negara Jakarta, Rabu, 8 Maret 2017.
Proses rekonsiliasi, lanjut Retno, adalah bagian dari demokratisasi. Dengan demikian, Indonesia ingin membantu Sri Lanka menjalankan rekonsiliasi agar terwujud perdamaian dan stabilitasi. Sedikit informasi, pada awalnya, berdirinya Macan Tamil menginginkan negara yang berdiri sendiri.
Kelompok ini beranggotakan kalangan minoritas Tamil setelah bertahun-tahun termarjinalkan oleh mayoritas warga Sinhala. Lebih dari 700 ribu orang terbunuh dalam perang saudara selama 26 tahun lamanya.




Credit  VIVA.co.id