Selasa, 26 Maret 2019

Soal Golan, Rusia Waspada Gelombang Baru Ketegangan Kawasan


Soal Golan, Rusia Waspada Gelombang Baru Ketegangan Kawasan
Menlu Rusia, Maria Zakharova, memperingatkan kemungkinan gelombang baru ketegangan di Timur Tengah setelah AS mendeklarasikan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel. (Reuters/Sergei Karpukhin)



Jakarta, CB -- Rusia memperingatkan kemungkinan kehadiran gelombang baru ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat mendeklarasikan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel.

"[Keputusan AS] mengabaikan semua prosedur internasional. Sayangnya, ini dapat menimbulkan gelombang baru ketegangan di kawasan Timur Tengah," ujar Menteri Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, sebagaimana dikutip AFP.

Selama ini, Dataran Tinggi Golan menjadi wilayah yang diperebutkan oleh Israel dan Suriah dan belum ada kesepakatan kedua negara untuk mengakhiri sengketa ini.


Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Mereka menganeksasi Dataran Tinggi Golan secara efektif pada 1981, tapi tak pernah diakui oleh komunitas internasional.


Setelah Trump mendeklarasikan pengakuan ini, sejumlah negara, termasuk Libanon dan Turki, pun melontarkan kecaman. Menurut mereka, keputusan ini akan memperdalam jurang konflik kedua negara yang dapat memicu ketegangan di kawasan.

Netanyahu disebut telah lama mendorong AS mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayahnya. Upaya itu berhasil hingga Trump akhirnya mendeklarasikan pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel pada Senin.

"Hari ini, saya merasa terhormat dapat menyambut Perdana Menteri Netanyahu dari Israel di Gedung Putih, di mana saya menandatangani Proklamasi Presiden mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan," kata Trump melalui Twitter.

Dengan tersenyum, Netanyahu menyaksikan langsung saat Trump menandatangani dokumen deklarasi tersebut di Gedung Putih pada Senin (25/3).

"Keputusan Anda untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan sangat bersejarah," ujar Netanyahu kepada Trump.

Melanjutkan pernyataannya, Netanyahu berkata, "Pengakuan ini adalah keadilan bersejarah yang berlipat ganda. Israel memenangkan wilayah Dataran Tinggi Golan dalam perang pertahanan diri dan akar rakyat Yahudi di Golan sudah ada sejak ribuan tahun." 




Credit  cnnindonesia.com



Presiden Palestina kutuk keras keputusan AS mengenai Al-Quds-Golan


Presiden Palestina kutuk keras keputusan AS mengenai Al-Quds-Golan

Presiden Palestina Mahmoud Abas (Aljazeera).





Ramallah, Palestina (CB) - Presiden Palestina menyampaikan penolakan tegas dan pengutukan kerasnya terhadap serangkaian keputusan yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump mengenai Al-Quds (Jerusalem) dan Dataran Tinggi Golan, yang diduduki, yang katanya bertentangan dengan hukum dan keabsahan internasional.

Presiden Palestina kembali menegaskan kedaulatan bukan diputuskan oleh AS maupun Israel, tak peduli berapa lama pendudukan berlangsung dan masalah Palestina, Al-Quds serta tempat sucinya, dan wilayah Palestina yang diduduki adalah milik Palestina, Arab dan garis merah internasional --yang tak bisa dilangkahi.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menekankan bahwa tak ada keabsahan tanpa resolusi Dewan Keamana, Sidang Majelis Umum PBB dan gagasan perdamaian Arab, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Presiden Palestina tersebut kembali menyampaikan pengutukannya atas peningkatan serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza, tindakan penindasan yang belum lama ini dilakukan terhadap tahanan Palestina di penjara Israel, dan berlanjutnya kebijakan Israel untuk menyerang dan melakukan agresi terhadap tempat suci serta wilayah Palestina yang diduduki.

Abbas menegaskan rakyat Palestina akan tetap teguh dan terus melakukan pertahanan nasionalnya serta tempat suci dalam menghadapi rencana terbesar yang ditujukan kepada Palestina dan persatuan serta kedaulatan semua negara Arab di wilayah mereka.

Presiden Abbas siap menyampaikan pidato dalam Pertemuan Puncak Arab di Tunisia pada akhir Maret. Presiden Palestina tersebut menegaskan reaksi Arab akan tetap sama, "Takkan ada kompromi mengenai Al-Quds atau tanah lain Arab dan kebijakan pemerintah AS hanya akan meningkatkan ketegangan serta ketidak-stabilan dan takkan mewujudkan perdamaian serta keamanan buat siapa pun."




Credit  antaranews.com



Suriah Sebut Pengakuan Atas Golan akan Buat Arab Musuhi AS


Suriah Sebut Pengakuan Atas Golan akan Buat Arab Musuhi AS
Ilustrasi. (REUTERS/Nir Elias)



Jakarta, CB -- Pemerintah Suriah menyatakan pengakuan yang diberikan Washington terhadap klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan menunjukkan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terang-terangan pada kedaulatan mereka sebagai sebuah bangsa.

Presiden AS Donald Trump pada Senin (25/3) menandatangani proklamasi berisi pengakuan negaranya atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan. Dataran tersebut sebagai pengingat, merupakan daerah yang disengketakan Suriah dan Israel sejak 1967 silam.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pengakuan itu "bersejarah" bagi negaranya. Ia mengatakan Dataran Tinggi Golan yang masih diklaim oleh Suriah, akan tetap secara permanen di bawah kendali Israel.


Langkah itu tersebut menuai kritik dari pemerintah Suriah. "Dalam serangan terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah, presiden AS telah mengakui aneksasi Golan Suriah," kata sumber kementerian luar negeri seperti dikutip dari AFP, Selasa (26/3).



"Trump tidak memiliki hak dan otoritas hukum untuk melegitimasi pendudukan Israel atas Golan," katanya.

Sumber yang tidak disebutkan namanya itu juga mengatakan dukungan tak terbatas yang diberikan Amerika Serikat kepada Israel menjadikan Washington musuh utama orang Arab.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem juga mengecam langkah itu dengan mengatakan kepada Syria TV bahwa langkah Trump atas Golan akan mengisolasi AS. Ketua oposisi Suriah Nasr al-Hariri mengatakan keputusan Trump akan memiliki implikasi negatif pada wilayah tersebut.

"Ini akan mengarah pada lebih banyak kekerasan dan ketidakstabilan dan itu akan memiliki efek negatif pada upaya untuk merekayasa perdamaian di kawasan," katanya di Twitter.

Peringatan sama juga diberikan Rusia. Senin kemarin mereka menyatakan pengakuan AS atas Golan bisa memicu munculnya "gelombang baru" ketegangan di Timur Tengah.




Credit  cnnindonesia.com




Trump tandatangani dekrit pengakuan kedaulatan Israel atas Golan


Trump tandatangani dekrit pengakuan kedaulatan Israel atas Golan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. REUTERS/Carlos Barria (REUTERS/CARLOS BARRIA)




Washington (CB) - Presiden AS Donald Trump pada Senin malam (25/3) menandatangani dekrit yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak 1967.

Dekrit itu meresmikan pernyataan Trump pada 21 Maret, saat ia mengatakan "sudah tiba waktunya buat Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan."

Tindakan tersebut dilakukan setelah taklimat bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington D.C., demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa pagi.

Tindakan itu diduga memberi Netanyahu dorongan sebelum pemilihan umum 9 April, yang akan menjadi persaingan ketat buat perdana menteri Israel tersebut.

Sementara itu, Menteria Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dilaporkan memberitahu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa pengakuan Washington mengenai kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel, adalah pelanggaran terhadap hukum internasional.




Credit  antaranews.com




Didampingi Netanyahu, Trump Klaim Golan Milik Israel


Didampingi Netanyahu, Trump Klaim Golan Milik Israel
Didampingi PM Benjamin Netanyahu, Presiden Donald Trump mendeklarasikan bahwa Amerika Serikat mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel. (Reuters/Carlos Barria)



Jakarta, CB -- Didampingi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Donald Trump mendeklarasikan bahwa Amerika Serikat mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel.

"Hari ini, saya merasa terhormat dapat menyambut Perdana Menteri Netanyahu dari Israel di Gedung Putih, di mana saya menandatangani Proklamasi Presiden mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan," kata Trump melalui Twitter.

Dengan tersenyum, Netanyahu menyaksikan langsung saat Trump menandatangani dokumen deklarasi tersebut di Gedung Putih pada Senin (25/3).

"Keputusan Anda untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan sangat bersejarah," ujar Netanyahu kepada Trump.

Melanjutkan pernyataannya, Netanyahu berkata, "Pengakuan ini adalah keadilan bersejarah yang berlipat ganda. Israel memenangkan wilayah Dataran Tinggi Golan dalam perang pertahanan diri dan akar rakyat Yahudi di Golan sudah ada sejak ribuan tahun."


Israel memang mencaplok Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Mereka menganeksasi Dataran Tinggi Golan secara efektif pada 1981, tapi tak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Netanyahu disebut telah lama mendorong AS mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayahnya.

Pada Jumat pekan lalu, Trump akhirnya mengumumkan rencananya itu melalui akun Twitter pribadinya.

"Setelah 52 tahun kini saatnya untuk Amerika Serikat mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang mana penting bagi strategi dan keamanan Israel serta kestabilan kawasan," kicau Trump.

Suriah dan sejumlah negara di Timur Tengah lainnya pun mengecam rencana Trump mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Mereka menganggap hal tersebut melanggar hukum internasional.

Kini, sejumlah negara, termasuk Rusia, langsung memperingatkan Trump bahwa langkah AS justru akan menyulut konflik lebih besar di Timur Tengah.



Credit  cnnindonesia.com



May Indikasikan Mundur Jika Parlemen Dukung Usulan Brexit


May Indikasikan Mundur Jika Parlemen Dukung Usulan Brexit
PM Inggris, Theresa May, mengisyaratkan dirinya akan mempertimbangkan mengundurkan diri jika anggota parlemen mau mendukung proposal Brexit usulannya. (Reuters/Clodagh Kilcoyne)



Jakarta, CB -- Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengisyaratkan dirinya akan mempertimbangkan mengundurkan diri jika anggota parlemen mau mendukung proposal Brexit usulannya.

Indikasi ini terungkap dalam laporan surat kabar The Sun yang dikutip Reuters pada Selasa (26/3). Menurut The Sun, May menyampaikan isyarat itu dalam percakapan pribadi dengan Tory Eurosceptics dalam perkumpulan Chequers pada Minggu (24/3) malam.

"May juga menegaskan dia pertama-tama perlu tahu apakah jumlah dukungan (dalam parlemen) cukup banyak untuk diganti dengan perjanjian pengunduran diri sebelum ia setuju untuk menindaklanjutinya," tulis surat kabar itu


Wacana pengunduran diri May muncul ketika pemerintah dan parlemen Inggris tak kunjung menyepakati negosiasi Brexit. Berdasarkan undang-undang, Uni Eropa memberikan tenggat waktu hingga akhir Maret ini.


Isu pengunduran May juga muncul tak lama setelah parlemen mengambil alih proses Brexit untuk satu hari dan akan menentukan sejumlah pilihan terkait Brexit melalui serangkaian pemungutan suara pada Rabu (27/3).

Salah satu keputusan penting yang harus diambil adalah mengenai hubungan antara Inggris dan Uni Eropa di masa depan.

Sebelumnya, May terus menekankan kepentingan Inggris untuk tetap menjalin hubungan ekonomi sedekat mungkin dengan Uni Eropa. 


Namun, sejumlah pihak ingin Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apa pun, satu langkah yang memicu kekhawatiran para pebisnis.

Akibat kisruh negosiasi antara pemerintah dan parlemen, pekan lalu May meminta Uni Eropa menunda proses Brexit.

Meski Uni Eropa menyetujui permintaan May, blok tersebut sudah menyiapkan sejumlah langkah jika Inggris memutuskan untuk keluar tanpa kesepakatan.

Komisi Eropa setidaknya mempersiapkan langkah dalam 13 sektor utama, mencakup aturan penerbangan, transportasi darat, pengaturan perjalanan, perbankan, hingga hak penangkapan ikan.

Jika Inggris benar-benar keluar tanpa kesepakatan, Uni Eropa akan segera menerapkan aturan tersebut sesegera mungkin, termasuk soal perbatasan seperti pemeriksaan bea cukai, inspeksi keamanan pangan, dan verifikasi standar Uni Eropa.


Credit  cnnindonesia.com


Kemhan AS Beri Rp14,1 Triliun untuk Bangun Tembok Meksiko


Kemhan AS Beri Rp14,1 Triliun untuk Bangun Tembok Meksiko
Ilustrasi Pentagon. (Reuters/Yuri Gripas)



Jakarta, CB -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Patrick Shanahan, memberikan izin penggunaan dana US$1 miliar atau setara Rp14,1 triliun dari kementeriannya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko, sesuai permintaan Presiden Donald Trump.

"[Shanahan] mengizinkan komandan Korps Insinyur Tentara AS untuk memulai perencanaan dan pengerjaan US$1 miliar untuk mendukung Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Patroli Perbatasan," demikian pernyataan Kemhan AS yang dikutip AFP.


Shanahan kemudian menjelaskan bahwa langkah ini diambil sejalan dengan undang-undang yang memberikan kewenangan bagi Kemhan untuk membangun jalan, mendirikan pagar, dan memasang lampu demi menutup koridor penyelundupan narkoba.

Pernyataan ini dirilis beberapa jam sebelum Shanahan menghadap Kongres untuk menyerahkan dan menjelaskan draf anggaran tahunan kementeriannya.


Keputusan ini juga dapat diambil setelah Trump mendeklarasikan situasi darurat nasional di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

Trump mendeklarasikan darurat nasional karena ia kecewa melihat draf kesepakatan anggaran antara dua kubu di Kongres untuk membiayai tembok perbatasan ini.

Draf itu hanya menyediakan US$1,375 miliar untuk tembok perbatasan, jauh dari jumlah yang diminta Trump, yakni US$5,7 miliar atau setara dengan Rp80,5 triliun.

Dengan deklarasi darurat nasional, pemerintah dapat memanfaatkan anggaran militer dan dana negara lainnya untuk membangun tembok pembatas di sepanjang perbatasan dengan Meksiko yang situasinya dianggap sudah mendesak.



Credit  cnnindonesia.com



Kapal Perang AS Siap Gunakan Meriam Laser Pembakar Rudal Musuh



Kapal Perang AS Siap Gunakan Meriam Laser Pembakar Rudal Musuh
Konsep kerja senjata laser HELIOS yang akan dipasang pada kapal perang Amerika Serikat. Foto/Lockheed Martin


WASHINGTON - Kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) mulai tahun depan akan dipersenjatai meriam laser bertenaga tinggi yang mampu membakar rudal hipersonik dan kapal musuh. Senjata besar, berkilat dan berbahaya ini bernama High Energy Laser Integrated Optical weapon with Surveillance (HELIOS).

Angkatan Laut AS dalam pengumumannya telah memerintahkan Lockheed Martin untuk memasangkan HELIOS di atas kapal perusak di Armada Pasifik-nya .

Meriam laser 60 kilowatt ini mampu membakar dan melubangi kapal musuh. Kilatan lasernya juga mampu melelehkan komponen vital pada drone lawan. Senjata ini bahkan dirancang sebagai senjata defensif yang mampu membakar rudal hipersonik musuh yang masuk dari langit.

Angkatan Laut AS telah memesan dua perangkat HELIOS senilai USD150 juta.

Namun Rusia, yang selama ini menjadi rival utama AS, sudah meluncurkan sistem serupa untuk mempertahankan instalasi berbasis darat.

"Kami akan membakar kapal jika Anda mau dan bergerak maju dengan teknologi ini," kata Laksamana Muda Ron Boxall, pejabat Angkatan Laut AS, dalam 2019 Directed Energy Summit.

Pihak Lockheed Martin mengatakan satu meriam laser akan dipasang di White Sands Missile Range untuk pengujian. Yang lain akan dipasang pada kapal perusak kelas Flight IIA Arleigh Burke dengan rudal terpandu.

“Program HELIOS adalah yang pertama dari jenisnya, dan menyatukan senjata laser, ISR (Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) jarak jauh, dan kemampuan kontra-UAS (Unmanned Aerial System), secara dramatis meningkatkan kesadaran situasional dan opsi pertahanan berlapis yang tersedia untuk Angkatan Laut AS," kata juru bicara Lockheed Martin, Michele Evans, dikutip news.com.au, Selasa (26/3/2019).

Tantangan, kata Boxall, adalah membuatnya bekerja selaras dengan semua sensor dan sistem senjata lain yang melekat pada jaringan komputer Aegis yang kompleks. 

“Masalah yang saya miliki hari ini adalah integrasi sistem itu ke dalam sistem tempur yang ada. Jika saya akan membakar kapal, saya akan mengganti sesuatu yang saya miliki hari ini dengan sistem yang melakukan misi itu dengan senjata-senjata ini," kata Boxall.

"Jika saya memiliki sistem yang dapat membunuh dan saya memiliki sistem yang benar-benar dapat merasakan, maka saya harus memastikan itu terintegrasi dengan hal-hal lain yang saya miliki di kapal yang dapat merasakan dan membunuh, yaitu sistem senjata Aegis," ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya Angkatan Laut AS memperkenalkan senjata laser untuk kapal perang. Pada 2014, kapal USS Ponce digunakan menguji teknologi baru yang dinamakan LaWS (Laser Weapon System).

HELIOS diharapkan menjadi senjata kuat untuk melumpuhkan sekumpulan speedboat bersenjata, seperti yang digunakan oleh Iran di Teluk Persia.

Namun Moskow telah lebih dulu menerapkan senjata serupa. Kementerian Pertahanan Rusia pada Desember tahun lalu mengumumkan bahwa senjata laser canggih sudah memasuki layanan tempur.

"Sistem laser Peresvet, berdasarkan pada prinsip-prinsip fisik baru, memasuki layanan tempur dalam pengujian dengan angkatan bersenjata Rusia," kata layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia Desember lalu.




Credit  sindonews.com



Pesawat Mata-mata Rusia Terbang di Langit Amerika Serikat



Pesawat Mata-mata Rusia Terbang di Langit Amerika Serikat
Pesawat mata-mata Rusia, Tu-154M. Foto/CC BY-SA 2.0/Dmitry Terekhov/Tu-154M


MOSKOW - Rusia dijadwalkan melakukan penerbangan observasi di atas wilayah udara Amerika Serikat yang dimulai Senin (25/3/2019). Penerbangan mata-mata yang akan berlangsung hingga 30 Maret 2019 berdasarkan Open Skies Treaty.

Surat kabar Krasnaya Zvesda yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Senin melaporkan jadwal penerbangan operasi tersebut.

"Dari 25 hingga 30 Maret, sekelompok inspektur Rusia berencana untuk melakukan penerbangan observasi pada pesawat Tu-154M LK-1 Rusia di atas Amerika Serikat," tulis surat kabar tersebut.

"Penerbangan yang akan datang akan dimulai berdasarkan Open Skies Treaty di Great Falls dan memiliki jarak maksimum 5.130 km (3.188 mil)," lanjut surat kabar itu, dikutip Sputnik.

Selama periode yang sama, tim ahli Slovakia-Polandia akan melakukan penerbangan pengamatan dengan pesawat Ukraina di atas Rusia dan Belarus. Sedangkan penerbangan observasi Rusia dan Belarus akan terbang di atas Polandia. Jangkauan maksimum penerbangan adalah 1.400 kilometer.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengurangan Risiko Nuklir Nasional Kementerian Pertahanan Rusia, Ruslan Shishin, mengatakan bahwa penerbangan observasi lain di atas wilayah Belgia, Belanda, dan Luksemburg (Benelux) bawah Open Skies Treaty telah berlangsung pada 11-15 Maret. 




Credit  sindonews.com



Hamas Klaim Sepakat Gencatan Senjata dengan Israel


Hamas Klaim Sepakat Gencatan Senjata dengan Israel
Ilustrasi. (AFP PHOTO / MAHMUD HAMS)



Jakarta, CB -- Hamas menyatakan telah mencapai gencatan senjata dengan Israel setelah baku tembak hebat yang terjadi Senin (25/3) kemarin. Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan gencatan senjata terjadi berkat keterlibatan Mesir.

Mesir berhasil menjadi penengah yang baik dalam penyelesaian masalah Hamas dengan Israel.

"Upaya Mesir berhasil mendorong gencatan senjata antara pendudukan dan faksi-faksi perlawanan," kata Fawzi seperti dikutip dari AFP, Selasa (26/3).


Israel belum mengomentari klaim tersebut. Yang pasti, sebelum Hamas menyatakan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, Israel justru meningkatkan serangan mereka atas Hamas. Militer Israel diketahui, Senin (25/3) melancarkan serangan ke Jalur Gaza dan menyasar pejuang Hamas.

Mereka juga meningkatkan jumlah pasukan tambahan di perbatasan Israel dan Palestina. Serangan dan tambahan pasukan tersebut dilancarkan beberapa jam setelah roket dari kantong Palestina menghantam sebuah rumah di Israel.

Saksi mata dan satu sumber keamanan di Gaza mengatakan bahwa setidaknya ada dua serangan yang dilancarkan sayap militer Hamas di bagian barat Jalur Gaza.

Militer Israel dalam sebuah pernyataan yang mereka keluarkan setelah serangan menyatakan akan membalas serangan tersebut. 



Credit  cnnindonesia.com



Balas Dendam, Israel Bombardir Kantor Pemimpin Hamas Haniyeh



Balas Dendam, Israel Bombardir Kantor Pemimpin Hamas Haniyeh
Militer Israel membombardir kantor pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Gaza, Senin (25/3/2019). Foto/REUTERS/Suhaib Salem



TEL AVIV - Pesawat-pesawat jet tempur Israel membombardir kantor pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Gaza. Serangan udara ini sebagai balas dendam atas serangan roket yang menghancurkan rumah keluarga di timur laut Tel Aviv, yang menyebabkan tujuh orang terluka.

Pemboman ini berlangsung Senin malam. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Selasa (26/3/2019) mengatakan bangunan yang dibom pernah ditargetkan dalam kampanye pemboman Israel 2012 dengan nama sandi "Cloud Pillar".

Bangunan itu secara teratur digunakan oleh para petinggi Hamas untuk mengadakan pertemuan militer.

Serangan terhadap kantor Haniyeh awalnya dilaporkan jaringan radio Hamas. Haniyeh sendiri sudah pergi bersembunyi sejak hari Senin untuk mengantisipasi serangan pembalasan Israel.

Dalam pernyataan tertulis, pemimpin Hamas tersebut mengatakan rakyat Palestina tidak akan menyerah."Dan akan mengadang musuh," katanya.

Setelah membom kantor Haniyeh, IDF melalui Twitter menertawakan Haniyeh. "Apa yang Anda lakukan di kantor Anda setiap hari? Kirim email? Buat spreadsheet? Lakukan panggilan telepon ?," ledek IDF.

"Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menggunakan kantornya untuk memimpin organisasi teroris brutal dalam perang agresi melawan Israel. Kami baru saja menghancurkan kantornya," lanjut IDF mengonfirmasi serangan udaranya.

IDF menambahkan, jet-jet tempur dan helikopter Israel juga menargetkan markas intelijen militer Hamas dan kantor-kantor layanan keamanan internal di Gaza.

"Konteks serangan ini; Tadi malam, Hamas menembakkan roket 75 mil ke Israel. Roket itu menghancurkan sebuah rumah dan melukai tujuh orang, termasuk anak-anak. Kami akan mempertahankan rumah kami," lanjut IDF via akun Twitter-nya, @IDF

Militan Palestina menanggapi serangan udara itu dengan meluncurkan roket di kota-kota Israel di dekat perbatasan Gaza. Beberapa menit setelah IDF mengonfirmasi pemboman terhadap kantor Haniyeh, sirene serangan udara terdengar di seluruh Israel selatan.

Sebenarnya tidak ada kelompok yang mengklaim serangan roket yang menghancurkan rumah keluarga di timur laut Tel Aviv, Israel tengah, Senin dini hari kemarin. Namun, para pejabat Israel tetap menyalahkan Hamas sebagai pihak yang mengendalikan wilayah Jalur Gaza.

Serangan itu memicu kemarahan para petinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sedang lawatan ke Amerika Serikat (AS). Tel Aviv merespons dengan memanggil tentara cadangan dan mengerahkan pasukan brigade dan infanteri, sebelum meluncurkan serangan udara pada Senin.

Ketika serangan udara diperintahkan, PM Netanyahu mempercepat lawatannya di Washington untuk bergegas pulang ke Israel. Sebelum meninggalkan AS, Netanyahu menyaksikan Presiden AS Donald Trump menandatangani deklarasi yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Wilayah Suriah itu dianeksasi Israel dalam Perang Enam Hari 1967.

Trump mengutuk serangan roket asal Gaza dan menyuarakan dukungannya pada Israel untuk mempertahankan diri.



Credit  sindonews.com



Serangan udara Israel terhadap Kota Gaza lukai tiga orang


Serangan udara Israel terhadap Kota Gaza lukai tiga orang

Serangan udara Israel ke Jalur Gaza. (cc)





Kota Gaza (CB) - Dua orang cedera dalam serangan udara Israel yang ditujukan ke satu bangunan komersial di bagian tengah Kota Gaza, kata beberapa sumber.

Beberapa pesawat tempur Israel menembakkan dua rudal ke satu gedung komersial di bagian tengah Kota Gaza, dan melukai dua orang Palestina serta menghancurkan gedung tersebut, kata Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Para korban yang cedera ringan itu dibawa ke Rumah Sakit Dar Ash-Shifa di bagian utara Jalur Gaza.

Pemboman tersebut membuat kerusakan parah pada harta warga.

Satu orang Palestina juga cedera dalam satu serangan udara yang ditujukan ke satu lokasi di sebelah timur Ash-Shajaya di Kota Gaza.




Credit  antaranews.com


Israel Lancarkan Serangan Roket Terhadap Hamas


Israel Lancarkan Serangan Roket Terhadap Hamas
Ilustrasi serangan roket di Gaza. (REUTERS/ Amir Cohen)



Jakarta, CB -- Militer Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza Senin (25/3). Tentara dan saksi mata menyatakan serangan menyasar pejuang Hamas di daerah tersebut.

Selain serangan, Israel juga mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan mereka dengan Palestina. Mereka berjanji akan memberikan balasan yang lebih 'kejam' terhadap Palestina.

Serangan dan tambahan pasukan tersebut dilancarkan beberapa jam setelah roket dari kantong Palestina menghantam sebuah rumah di Israel. Saksi mata dan satu sumber keamanan di Gaza mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya ada dua serangan yang dilancarkan sayap militer Hamas di bagian barat Jalur Gaza.


Militer Israel dalam sebuah pernyataan yang mereka keluarkan setelah serangan menyatakan mereka akan membalas serangan tersebut.

"Serangan telah dimulai. Sasarannya Hamas di seluruh Jalur Gaza," kata mereka seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/3).

Serangan dilancarkan bersamaan dengan pertemuan yang dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington. Netanyahu merespons kejadian tersebut bersumpah akan membalas serangan yang melukai tujuh orang Israel warganya tersebut.

Maklum, serangan terjadi  pada waktu yang sangat sensitif bagi Israel. Negara tersebut diketahui akan mengadakan pemilihan umum pada 9 April mendatang.

Israel menyalahkan Hamas atas roket itu. Tetapi sumber Hamas membantah gerakan Islam, yang memerintah kantong Palestina, berada di belakang serangan tersebut.

Serangan tersebut akhirnya membuat Netanyahu yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat memangkas waktu kunjungannya.



Credit  cnnindonesia.com




Hamas Bantah Dalangi Serangan Roket ke Israel



Hamas Bantah Dalangi Serangan Roket ke Israel
Seorang pejabat Hamas membantah bahwa pihaknya berada di balik serangan roket yang menghantam sebuah rumah keluarga di timur laut Tel Aviv. Foto/Istimewa


GAZA - Seorang pejabat Hamas membantah bahwa pihaknya berada di balik serangan roket yang menghantam sebuah rumah keluarga di timur laut Tel Aviv. Serangan roket itu menyebabkan tujuh orang terluka.

"Tidak seorang pun dari gerakan perlawanan, termasuk Hamas, yang memiliki minat dalam menembakkan roket dari Jalur Gaza ke arah musuh," kata pejabat tersebut yang berbicara dalam kondisi anonim.

Pejabat itu, seperti dilansir Arab News pada Selasa (26/3), kemudian mengatakan bahwa pesan yang sama telah dikirim ke Mesir, yang bertindak sebagai mediator antara Israel dan Hamas.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, dia akan memberikan respon yang sangat kuat atas serangan roket yang dilancarkan dari Gaza.

Berbicara saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS), Netanyahu mengatakan dia akan mempersingkat kunjungannya ke Washington, untuk dapat langsung mengurusi serangan roket dari Gaza.

"Beberapa waktu yang lalu saya menyimpulkan pembaruan telepon dan konsultasi dengan Kepala Staf, kepala Direktur ISA dan kepala NSC. Telah ada seranganterhadapIsrael dan kami akan menanggapi dengan paksa," ucap Netanyahu. 





Credit  sindonews.com





Israel Tuduh Hamas Dalang Serangan Roket ke Tel Aviv


Israel Tuduh Hamas Dalang Serangan Roket ke Tel Aviv
Lokasi daerah yang terkena serangan roket di Israel. (REUTERS/Yair Sagi)



Jakarta, CB -- Angkatan Bersenjata Israel menuduh Hamas yang menembakkan roket dari Jalur Gaza ke utara Ibu Kota Tel Aviv pada Minggu (25/3) dini hari.

Serangan itu melukai tujuh warga Israel dan menghancurkan satu rumah di Mishmeret, sebuah kota pertanian di utara Tel Aviv. Kota itu terletak sekitar 20 kilometer dari utara Tel Aviv dan 80 kilometer lebih dari Jalur Gaza.

Melalui Twitter, militer Israel mengatakan roket itu ditembakkan dari daerah Rafah yang terletak di selatan Gaza. Hal itu kemudian dikonfirmasi juru bicara militer Israel, Ronen Manelis.


"Serangan roket dilakukan oleh Hamas dari salah satu basisnya di wilayah Rafah," tutur Manelis pada Senin (25/3).


Roket itu diperkirakan terbang sejauh 120 kilometer dari Rafah hingga dan jatuh di Mishmeret.

Israel mengumumkan telah mengirimkan sedikitnya 2.000 prajurit tambahan dan pasukan cadangan ke wilayah perbatasan dekat Gaza yang dikuasai Hamas.

Israel juga dilaporkan menutup sejumlah wilayah di perairan Mediterania yang memungkinkan nelayan Palestina keluar dari wilayah tersebut.

Serangan itu memicu kekhawatiran akan peningkatan aksi militer di perbatasan antara Israel dan Hamas.

Keduanya telah terlibat perang selama tiga kali sejak 2008 lalu.

Hamas membantah tuduhan Israel soal dalang serangan roket.

"Tidak ada satupun dari gerakan perlawanan, termasuk Hamas, yang berminat menembakkan roket dari Jalur Gaza kepada musuh," kata seorang pejabat Hamas.

Akan tetapi, sekutu Hamas, Jihad Islam, sebelumnya telah mengeluarkan peringatan.

"Kami memperingatkan musuh Zionis atas agresi di Jalur Gaza," bunyi pernyataan Jihad Islam tanpa mengomentari serangan roket ke Tel Aviv tersebut.

"Para pemimpin mereka harus sadar bahwa kami akan merespons dengan kekerasan terhadap segala bentuk agresi mereka."

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan mempersingkat lawatannya di Amerika Serikat akibat insiden ini.

Netanyahu mengatakan ingin segera pulang ke Israel untuk memantau operasi keamanan secara dekat sebagai tanggapan atas roket tersebut. Dia mengatakan akan merespons serangan itu dengan seluruh kekuatan.


"Telah ada sebuah serangan kriminal ke wilayah Israel dan kami akan merespons itu dengan pasukan," ucapnya.



Credit  cnnindonesia.com




Cina Patok Anggaran Pertahanan sekitar Rp 2.500 Triliun


Presiden Xi Jinping menyerahkan bendera militer Pasukan Pembebasan Rakyat Cina kepada Komandan Pasukan Roket, Wei Fenghe, pada Januari 2016. The Standard - Hongkong
Presiden Xi Jinping menyerahkan bendera militer Pasukan Pembebasan Rakyat Cina kepada Komandan Pasukan Roket, Wei Fenghe, pada Januari 2016. The Standard - Hongkong

CB, Beijing - Pemerintah Cina melanjutkan proses modernisasi sistem persenjataan dan menjadikannya prioritas utama pada 2019 ini.

Anggaran militer mengalami kenaikan sekitar 7.5 persen menjadi US$175.98 miliar atau sekitar Rp2.500 triliun.
“Ini berdasarkan laporan dari Kongres Rakyat Nasional di Beijing,” seperti dilansir SCMP pada Senin, 25 Maret 2019 waktu setempat.
Kenaikan bujet ini lebih rendah dari 2018, yang mengalami kenaikan 8.1 persen. Namun, ini masih di atas tingkat pertumbuhan ekonomi, yang berkisar 6 – 6.5 persen untuk 2019.

Menurut John Lee, seorang peneliti di Pusat Studi AS di University of Sydney, Cina meneruskan ekspansi bujet militer selama tiga dekade dengan tingkat kenaikan pertahun di atas tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan negara.
“Ini membuat Cina terlibat dalam percepatan modernisasi teknologi militer paling cepat pasca Perang Dunia,” kata Lee.
“Dan ini terjadi pada saat perbatasannya aman dan tetap mengelola bujet yang lebih besar untuk fasilitas publik.”

Menurut Lee,”Kenaikan bujet ini hanya akan meningkatkan kecurigaan mengenai motif Beijing dan tujuan strategis yang ingin dicapai,” kata dia.
Menurut Bekas Wakil Presiden Akademi Ilmu Militer, Letnan Jenderal He Lei, penurunan pertumbuhan bujet militer bakal membantu mengurangi kecurigaan Barat akan ancaman Cina.
“Ini artinya pertumbuhan anggaran militer menyesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi domestik,” kata Letjen He, yang menjadi anggota delegasi di National People’s Congress.
“Sudah saatnya melambatkan bujet pertahanan yang telah bertambah cepat selama dua dekade,” kata seorang sumber di militer Cina. “Ingat, kita sudah punya dua kapal induk dan akan menambah empat lagi dalam waktu dekat.”




Credit  tempo.co




Kasus Ebola di Kongo Hampir Sentuh Seribu Kasus


Pekerja medis menggandeng seorang anak laki-laki yang terpapar virus ebola di pusat rehabilitasi Ebola di Beni, Kongo Timur. Ebola menjadi wabah penyakit terburuk kedua di Kongo, setidaknya 400 orang terpapar wabah tersebut. Foto diambil pada 9 September 2018.
Pekerja medis menggandeng seorang anak laki-laki yang terpapar virus ebola di pusat rehabilitasi Ebola di Beni, Kongo Timur. Ebola menjadi wabah penyakit terburuk kedua di Kongo, setidaknya 400 orang terpapar wabah tersebut. Foto diambil pada 9 September 2018.
Foto: AP

Ebola telah menyebabkan lebih dari 500 orang tewas di Kongo.




CB, DAKAR -- Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo (DRC) mencatat kasus Ebola di negara itu mencapai 944 kasus. Sebanyak 564 orang tewas sejak wabah ini melanda DRC Juli tahun lalu.

"Di antaranya 1.009 kasus demam berdarah yang dilaporkan, sebanyak 944 dikonfirmasi sebagai kasus Ebola," ujar pernyataan Kemenkes DRC seperti dikutip Anadoluu Agency, Senin.

Sementara, 59 orang masih mendapatkan perawatan untuk wabah Ebola. Sebanyak 321 orang sembuh dari virus yang awalnya dari hewan ini.

Rakyat DRC menerima vaksin sebagai antisipasi virus mewabah ke seluruh negeri. Sebanyak 91.826 orang diberikan vaksin anti-Ebola yang dimulai 8 Agustus tahun lalu.

Namun demikian, aksi kekerasan oleh sejumlah grup bersenjata di DRC membuat beberapa fasilitas penanganan Ebola ditutup. Hal tersebut mempersulit upaya petugas medis dalam mencegah agar wabah tidak meluas ke daerah lain.

Ebola merupakan demam tropis yang pertama kali muncul pada 1976 di Sudan dan DRC. Virus itu dapat ditularkan ke manusia dari hewan liar.

Ebola juga dilaporkan dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi atau mereka yang meninggal karena virus.

Ebola menyebabkan kekhawatiran global pada 2014 ketika wabah terburuk dunia dimulai di Afrika Barat, yang menewaskan lebih dari 11.300 orang. Ebola menginfeksi sekitar 28.600 ketika melanda Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.




Credit  republika.co.id



Delegasi Uni Eropa Tunda Kunjungan ke Xinjiang


Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Cina, berolahraga di lapangan voli pelataran asrama, Jumat (3/1/2019).
Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Cina, berolahraga di lapangan voli pelataran asrama, Jumat (3/1/2019).
Foto: ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie

Delegasi Uni Eropa menyatakan membutuhkan persiapan untuk kunjungi Xinjiang.



CB, BEIJING -- Duta besar Uni Eropa di Beijing menyatakan tidak akan mengunjungi wilayah barat Cina, Xinjiang, pada pekan ini setelah menerima undangan pemerintah. Sebab, perjalanan tersebut membutuhkan persiapan yang matang.

Seorang juru bicara Delegasi Uni Eropa ke Cina mengatakan, mereka bersama dengan kedutaan besar negara-negara anggota di Beijing, pada 21 Maret telah menerima undangan resmi. Undangan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Cina untuk mengirim duta besar ke Xinjiang dari 27-29 Maret.

"Sementara Uni Eropa dan negara-negara anggota UE pada prinsipnya menyambut undangan itu, kunjungan semacam itu membutuhkan persiapan yang matang agar bermakna," kata juru bicara itu.

Adapun Cina telah meningkatkan upaya untuk melawan kritik yang berkembang di Barat, dan di antara kelompok-kelompok hak asasi manusia. Langkah itu dilakukan terkait dengan program deradikalisasi kontroversial di Xinjiang.

"Diskusi untuk tujuan ini sedang berlangsung, maka perjalanan yang diusulkan tidak akan terjadi pekan ini. UE tetap terbuka untuk kunjungan di masa depan dengan mempertimbangkan harapan kami," ucap juru bicara itu.

Para kritikus menyatakan Cina mengoperasikan kamp-kamp interniran untuk warga Uighur dan Muslim lainnya yang tinggal di Xinjiang. Sementara, pemerintah menyebutnya sebagai pusat pelatihan kejuruan. Cina juga mengatakan, mereka memiliki kebutuhan nyata untuk mencegah pemikiran, dan kekerasan ekstremis.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, akhir pekan lalu, mereka akan mengundang para diplomat Eropa yang berbasis di Beijing untuk segera berkunjung. Sumber Reuters mengatakan undangan dibuat untuk duta besar Uni Eropa yang berbasis di Beijing.

Sebelumnya juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang mengatakan, pembicaraan sedang berlangsung tentang perjalanan itu. Namun, ia tidak menguraikannya lebih lanjut. Sementara seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, tur ke Xinjiang yang diselenggarakan oleh pemerintah Cina menyesatkan dan menyebarkan narasi palsu tentang wilayah yang bermasalah.

Geng mengungkapkan, perjalanan yang diselenggarakan oleh pemerintah Cina ke Xinjiang untuk diplomat dan wartawan telah berhasil. Disebutkan mereka sukses menunjukkan kepada orang-orang situasi yang sebenarnya di sana, dan mengecam kritik yang dilontarkan AS.

Berbicara pada jumpa pers harian, Geng mengatakan, perjalanan itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat internasional tentang perkembangan sosial dan ekonomi Xinjiang.

"Orang-orang yang telah dalam perjalanan merasakan sendiri situasi sebenarnya ketenangan, dan ketertiban Xinjiang, dan kehidupan bahagia, dan pekerjaan semua orang di sana, dan semuanya secara positif menilai kebijakan Cina yang mengatur Xinjiang," kata Geng.

Geng mengatakan, kritik AS tidak sesuai dengan fakta. Cina dengan tegas menentang AS, mereka menyebut Amerika Serikat selalu mencampuri urusan dalam negerinya menggunakan masalah Xinjiang.

"Saat ini Xinjiang stabil secara politik, ekonomi berkembang, dan masyarakat harmonis," ujar Geng.

Terdapat dua kunjungan kelompok-kelompok termasuk dari diplomat Eropa ke Xinjiang tahun ini. Salah satunya yakni sekelompok kecil diplomat UE, dan lainnya dari sekelompok diplomat dari campuran negara-negara yang lebih luas, termasuk misi dari Yunani, Hongaria, dan negara-negara Afrika Utara dan Asia Tenggara.




Credit  republika.co.id



Demokrat Beri Tenggat Jaksa Agung Serahkan Laporan Mueller



Demokrat Beri Tenggat Jaksa Agung Serahkan Laporan Mueller
Partai Demokrat selaku mayoritas di Dewan Perwakilan AS meminta Jaksa Agung, William Barr, menyerahkan laporan lengkap hasil penyelidikan Robert Mueller paling lambat 2 April. (Reuters/Jim Bourg)




Jakarta, CB -- Partai Demokrat selaku mayoritas di Dewan Perwakilan Amerika Serikat melayangkan permintaan resmi kepada Jaksa Agung, William Barr, untuk menyerahkan laporan lengkap hasil penyelidikan Robert Mueller paling lambat 2 April mendatang.

Melalui surat pada Senin (25/3), enam komite dalam Dewan Perwakilan AS meminta Barr menyerahkan keseluruhan hasil laporan mengenai dugaan intervensi Rusia demi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum AS pada 2016 lalu.


Permintaan ini diajukan setelah Barr menyerahkan ringkasan hasil penyelidikan Mueller. Menurut perwakilan Partai Demokrat itu, ringkasan saja tidak cukup dan mereka perlu meneliti lebih jauh hasil laporan itu.

Dalam ringkasan itu, Barr menjelaskan bahwa Mueller tak menemukan bukti kolusi antara Trump dan Rusia. Mueller juga tak memiliki bukti cukup untuk membuktikan Trump berupaya menghalangi proses investigasi.


Namun, Mueller menekankan bahwa walau tak ada bukti cukup, bukan berarti Trump terbebas dari segala tuduhan soal menghalangi upaya penyelidikan.

"Kongres harus diizinkan melakukan kajian independen atas bukti mengenai upaya menghalangi penyelidikan," demikian isi surat dari pemimpin komite-komite tersebut, sebagaimana dikutip The Straits Times.


Mereka tak menyebutkan tindakan yang akan mereka ambil jika Barr menolak atau melewati tenggat waktu.

Namun, para pemimpin komite itu memastikan bahwa mereka tak akan mempertanyakan simpulan yang diambil Mueller.

"Namun, penting untuk keamanan nasional agar Kongres dapat mengevaluasi keseluruhan fakta dan bukti yang dikumpulkan dan dievaluasi oleh dewan khusus, termasuk semua informasi yang dikumpulkan kontra-intelijen," tulis mereka. 



Credit  cnnindonesia.com





Taiwan Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintahan Indonesia


Taiwan Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintahan Indonesia
Taiwan Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintahan Indonesia

TAIPEI - Taiwan menjadikan Indonesia sebagai salah satu mitra strategis. Hal ini tidak hanya sebatas dilakukan dengan memperkuat hubungan dagang maupun investasi semata, tapi juga memperluas hubungan di bidang lain, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan lainnya.

Langkah baru yang diambil negeri kepulauan tersebut merupakan implikasi dari kebijakan Taiwan memformat kembali strategi Asianya dari go to south yang semata berorientasi bisnis menjadi the New Southbound Policy yang fokus pada enam negara. Selain Indonesia, negara lainnya adalah Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Singapura, India, dan Australia.

Kebijakan ini memiliki tiga karakter penting hubungan, yakni menekankan hubungan antara warga negara (people-centeredness), membangun hubungan regional yang terbuka (regional inclusiveness), serta memperdalam dan memperluas bidang kerja sama (deepening and diversifying partnership).

“Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut akan mampu mendorong terwujudnya perdamaian di kawasan dan menciptakan kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama,” ujar Nick K.Ni, Chierf Secretary Bureau of Foreign Trade Ministry of Economic Affair saat menerima kunjungan sejumlah wartawan dari negara-negara the New Soutbound.

Reorientasi kebijakan secara konkret di antaranya melalui kerja sama Talent Exchange yang dilakukan dengan Indonesia, juga negara-negara yang masuk the New Southbound lain. Dengan Indonesia, misalnya, Taiwan membangun Comprehensif Demonstration Zone. Di tempat ini dilatih 100 kader instruktur pertanian untuk memanfaatkan peralatan mesin penanaman bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian Indonesia.

Secara luas dalam bidang pertanian, Taiwan juga mengenalkan teknologi pemupukan berkualitas tinggi, mesin-mesin pertanian, penanaman bibit, dan teknologi manajemen pertanian, dengan mendirikan zona demonstrasi pertanian di Indonesia. Melalui program ini, Taiwan berharap petani bisa meningkatkan kemampuannya dan taraf hidupnya.

Perdagangan dan investasi tentu tetap menjadi tumpuan utama. Penguatan di sektor tersebut dilakukan dengan berbagai pendekatan. Taiwan misalnya, bersama-sama dengan negara-negara the New Southbound menggelar the Industry Link Summit Forums untuk memikirkan langkah bersama ke depan mendorong pertumbuhan. Forum ini juga diharapkan akan mengakselerasi kerja sama bilateral bidang perindustrian dan memfasilitasi kerja sama supply chain.

“Saat ini wilayah kerja sama antara Taiwan dengan negara-negara the New Soutbound Policy termasuk kerja sama pengembangan zona industri serta sebuah kawasan teknologi dan sains internasional, mengenalkan solusi kampus smart campus, membuat situs demonstrasi smart city, mengenalkan sertifikasi halal, pembangkit listrik terbarukan, dan lainnya,” kata Nick.

Selain itu, Taiwan juga bekerja sama dengan pemerintahan lokal dan kalangan swasta menggelar Taiwan Expo yang mengenalkan berbagai produk Taiwan beserta keunggulannya, yakni pelayanan kesehatan, pendidikan, tourisme, dan kebudayaan. Ekspor diharapkan akan mendongkrak citra Taiwan dan industrinya serta memfasilitasi kerja sama dan hubungan antar negara. 

Memperkuat dan memperluas kerja sama dengan Indonesia sangat penting bagi Taiwan. Sebab Indonesia negara dengan potensi pertumbuhan ekonomi luar biasa. Pemikiran ini berdasar pertimbangan di antaranya jumlah penduduk sebesar 270 juta merupakan pasar yang besar, memiliki bahan baku berlimpah, ekonomi pertanian dan industri yang tumbuh cepat, memilik kelompok usia muda sangat besar dan dibutuhkan lapangan kerja, serta memiliki pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5%.

Lebih dari itu Taiwan juga melihat Indonesia merupakan pemimpin ASEAN dan negara terbesar di kawasan, baik dari sisi jumlah penduduk maupun kapasitas perekonomian. Sebagai informasi, jumlah penduduk Indonesia meliputi 40% penduduk di kawasan ASEAN. Sedangkan secara kapasitas ekonomi, sejak 2017, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai USD1triliun dan pada 2018 melampaui USD1,77 triliun.

Pada 2030, negeri ini diprediksi menjadi top 10 negara dengan perekonomian terbesar. “Bagaimanapun Indonesia diyakini menjadi negara sangat penting dalam mendorong terwujudnya strategi Indo-Pasifik,” kata Nick. Dari pihak Indonesia, mantan perwakilan Indonesia di Taiwan, Robert James Bintaryo, pada kesempatan Indonesia Investment Forum diTaichung pada Juli 2018 lalu, menyebut Taiwan sebagai salah satu pilar komersial dunia.

Dia juga mengatakan Taiwan sebagai salah satu partner penting bisnis Indonesia. Hal ini berdasar nilai investasi dan perdagangan antardua negara yang terus menunjukkan tren kenaikan. Berdasar data, investasi Taiwan ke Indonesia pada 2017 sebesar USD397 juta naik 166% dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi meliputi 530 proyek, hampir 80% di antara proyek infrastruktur.

Nilai perdagangan juga terus menunjukkan kenaikan, yakni senilai USD8 miliar pada 2017 atau naik 15% dibanding tahun sebelumnya. Lebih dari itu, Indonesia juga menjadi penyumbang tenaga kerja migran untuk Taiwan, yakni mencapai 261 ribu orang atau 38% dari keseluruhan jumlah pekerja migran di negara itu.

The New Southbound Policy

Inisiatif the New Soutbound Polici diluncurkan Presiden Tsai Ing Wen pada 2016 lalu. Dia menyebut, dengan the New Soutbound Policy, Taiwan tidak hanya sebatas berinvestasi, tapi juga membangun kerja sama jangka panjang yang membawa keuntungan bersama untuk saat ini dan ke depan.

Negara yang dimaksudkan dalam paket kebijakan ini adalah negara-negara yang selama ini sudah menjalin kerja sama erat dengan Taiwan, bahkan menempati peringkat nomor dua dalam konteks kapasitas hubungan perekonomian. Pada 2017, misalnya, total perdagangan antara Taiwan dengan negara-negara the New Soutbound sebesar USD110,9 miliar.

Pada 2018, angkanya meningkat 5,7%, yakni mencapai USD117,1 miliar. Pada periode sama, investasi Taiwan ke negara-negara ini menyentuh USD2,42 miliar, sedangkan sebaliknya investasi ke Taiwan sebesar USD391 juta, baik 43,3% year on year. Hsin-Huang Michael Hsiao dari Taiwan-Asia Exchange Fundation (TAEF) menyebut, kebijakan the New Soutbound Policy merupakan redefinisi kebijakan Go South Policy yang dicanangkan pada 1990 dalam menjalin hubungan dagang dan investasi dengan negara-negara ASEAN.

“Perubahan ini merefleksikan fakta bahwa multihubungan yang terjalin di antara masyarakat Taiwan dengan negara-negara tetangga sudah pada taraf matang, dan the New Soutbound Policy menjadi katalis hubungan-hubungan yang sudah terjalin baik tersebut,” ujar dia. Hsiao melihat, kebijakan the New Soutbound yang fokus pada inovasi industri, kerja sama kesehatan dan supply chains, pengembangan talent, kerja sama pertanian, forum bersama, dan platform pertukaran generasi muda sebagai langkah strategis.

“Rasionalisasi kebijakan ini bukan sekadar diplomasi uang, tapi juga kerja sama pemerintah yang jujur dan pengembangan pengalaman serta sumber daya dengan rekan Taiwan di kawasan untuk menyediakan solusi masalah yang ada dan menghadapi persoalan mendatang,” katanya.




Credit  sindonews.com