Rabu, 20 Maret 2019

Palestina di Mata Perdana Menteri Perempuan Pertama Israel



Perdana menteri perempuan pertama Israel Golda Meir
Perdana menteri perempuan pertama Israel Golda Meir
Foto: Aljazeera

Secara khusus dirinya merendahkan dan mengorbankan Palestina.





CB, TEL AVIV — Satu-satunya mantan perdana menteri perempuan Israel, Golda Meir mengungkapkan kinerja dirinya selama menjabat.


Ia mengaku dapat mengamankan pekerjaan utama yang harus dilakukan negara itu.

Meir, yang baru saja dikonfirmasi oleh Knesset sebagai perdana menteri Israel 50 tahun yang lalu terkenal dengan ucapannya yang lebih xenofobik.


Secara khusus dirinya merendahkan dan mengorbankan Palestina. Ia menganggap bahwa tidak pernah ada yang disebut sebagai warga Palestina.


“Kapan ada warga Palestina yang merdeka dengan negara Palestina? Tidak seperti yang terlihat selama ini bahwa warga Palestina menganggap mereka sebagai warga Palestina dan kami datang mengusir dan mengambil negara mereka. Mereka tidakl pernah ada,” ujar Meir, seperti yang dikutip di Sunday Times dan Washington Post pada Juni 1969.


Bagi penentang Meir, ucapan tersebut menjadi salah satu peninggalannya yang paling dibenci.


Penulis buku ‘Golda Meir’, Elinor Burkett mengatakan sosok perempuan tersebut bukanlah seorang pemikir yang baik.


Banyak pengamat menilai Meir tidak mampu merenungkan pendirian Israel telah membuat warga Palestina memiliki narasi peristiwa yang berbeda, selain dari kenyataan mereka kehilangan tempat tinggal akibat penjajahan yang dilakukan Israel.

Meir memiliki tujuan nyata untuk membersihkan etnis Palestina di tanah asli mereka.


“Meir berniat untuk membersihkan etnis populasi asli Palestina, untuk memberi ruang bagi imigran Yahudi,” ujar Burkett.


Burkett mengatakan Meir tak memiliki masalah untuk memindahkan orang secara paksa dari rumah mereka.


Termasuk mengusir warga Palestina seluruhnya dari tanah mereka, agar keberadaan Israel terjamin.


Selama lima tahun menduduki jabatannya, Meir dikenal dengan komentar-komentar yang singkat, namun agresif.


Meski demikian, ia tak luput dari sorotan saat 11 anggota tim olimpiade Israel terbunuh pada 1972 dan terjadinya perang pada Oktober 1973.


Burkett mengatakan imigran Yahudi yang pergi ke Amerika Serikat (AS) dan perempuan Israel yang berada di negaranya bukanlah feminis. Namun, kelompok feminis Amerika banyak yang menyukai Meir dan menjadikan dirinya sebagai panutan.


“Tetapi Meir tidak tertarik, bukan karena meragukan prestasi perempuan, tapi dia mengabaikan prasangka gender,” kata Burkett sebagaimana dikutip dari Aljazeera.


photo

Seorang warga Palestina membawa ketapel pada peringatan 70 tahun hari Nakba (hari di mana warga Palestina diusir secara besar-besaran oleh Israel) di Ramallah, Tepi Barat Palestina, Selasa (15/5)



Meir dinilai tak pernah menganggap jabatan yang diraihnya sebagai perdana menteri adalah sebuah prestasi. Namun, itu adalah pencapaian untuknya. 


Meir lahir di Ukraina pada 1898 dan bermigrasi ke AS bersama keluarganya. Ia menyelesaikan pendidikan sebagai seorang guru, hingga menikah pada 1921 dan pindah ke Palestina yang kemudian berada dalam kekuasaan Inggris.


Meir kemudian menjadi sosialis Zionis, yang membuatnya mencapai jabatan sebagai menteri tenaga kerja dan menteri luar negeri. Jabatan ini membuat Israel populer di PBB.


Kemudian, aliansi dengan AS yang membuatnya terkenal dan dianggap sebagai prestasi utama seorang menteri luar negeri Israel. Sebelumnya, hubungan sekutu antara AS dan Israel tidak begitu jelas.


"Orang-orang lupa bahwa aliansi antara AS dan Israel tidak begitu jelas sebelum Meir menjadi menteri luar negeri, namun ia membuat itu terjadi." jelas Burkett.


Kesuksesan yang dirasakannya sebagai politisi dan perannya pada 1948 untuk mengumpulkan jutaan dolar dari AS, sehingga membantu evolusi Israel memberi pengaruh besar untuk karirnya.


Termasuk bagi Israel, yang bangkit dan membuat hak-hak warga Palestina semakin diabaikan.


Meski demikian, pemerintahan Meir kemudian dikritk keras karena kurangnya kesiapsiagaan Israel dalam perang yang terjadi Oktober 1973.


Saat itu, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak saat Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Israel. Meski berhasil membalikkan keadaan, namun militer Israel harus mengeluarkan biaya yang sangat besar.


Meir meninggal dunia pada 1978, di usianya yang ke-80. Tidak semua warga Israel menyukai dirinya, meski sebagian besar mengingat jasanya terhadap negara tersebut.


Tetapi, Meir tentu tidak dikenang dengan baik oleh warga Palestina yang selama ini tak dipedulikan hak-haknya. Bahkan, bagi warga Israel sendiri melihat bagaimana sosok Meir yang tak kenal kompromi.


"Pada akhirnya, sikapnya terhadap Palestina pada dasarnya adalah sikap macho, chauvinis, penyangkalan, yang secara intrinsik melekat dalam Zionisme," ujar Ofir.









Credit  republika.co.id






Trump Tegaskan Opsi Militer untuk Venezuela Belum Dihapus




Trump Tegaskan Opsi Militer untuk Venezuela Belum Dihapus
Presiden AS Donald Trump menegaskan opsi militer untuk melengserkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro belum dikesampingkan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian


WASHINGTON - Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat (AS) belum mengesampingkan potensi penggunaan kekuatan militer untuk melengserkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan jika perlu.

"Semua opsi ada di atas meja," katanya saat berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Rose Garden Gedung Putih.

Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi lebih berat kepada Venezuela jika Maduro bersikukuh menolak untuk melepaskan kekuasaanya. 

"Kami benar-benar belum melakukan sanksi yang sangat berat," ujar Trump.

“Kita bisa melakukan sanksi berat dan semua opsi terbuka, jadi kita mungkin melakukan itu. Tapi kami belum melakukan sanksi terberat, seperti yang Anda tahu. Saya sudah katakan, saya sudah melakukannya, tapi kita bisa lebih keras jika kita perlu melakukan itu,” imbuhnya seperti disitir dari Washington Examiner, Rabu (20/3/2019).

AS dan beberapa negara lainnya telah berulang kali meminta Maduro untuk mundur, tetapi sejauh ini Maduro menolak, meskipun ada tekanan besar.

Departemen Keuangan AS memberikan sanksi baru pada Selasa pagi terhadap Minerven, perusahaan tambang emas Venezuela, yang diandalkan Maduro untuk mendapatkan dukungan finansial.

Sebagai akibat dari kebijakan Maduro yang gagal, Venezuela mengalami kekurangan pangan besar-besaran serta pemadaman listrik di seluruh negara pekan lalu. Trump mengatakan dia ingin membantu orang-orang yang terkena dampak krisis kemanusiaan di negara yang kaya minyak itu.

"Kami tidak mencari apa pun selain merawat banyak orang yang kelaparan dan sekarat di jalanan," ucap Trump. 

“Apa yang terjadi adalah aib. Ini adalah salah satu negara terkaya di dunia dan tiba-tiba, sangat menderita, dilanda kemiskinan, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada AC, tidak ada apa-apa, tidak ada listrik untuk waktu yang lama minggu lalu, tidak ada listrik. Dan itu akan rusak lagi karena disatukan oleh benang. Jadi itu sangat menyedihkan," tukasnya.



Credit  sindonews.com




Seribu Aparat Venezuela Desersi dan Kabur ke Kolombia


Seribu Aparat Venezuela Desersi dan Kabur ke Kolombia
Ilustrasi anggota kepolisian Venezuela. (REUTERS/Manaure Quintero)




Jakarta, CB -- Sekitar seribu aparat Venezuela dilaporkan desersi dan kabur ke Kolombia. Para polisi dan tentara itu menyatakan tidak tahan dengan situasi krisis serta keluarga semakin terhimpit karena gaji yang kecil.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (20/3), seribuan aparat Venezuela itu memilih menyerahkan senjata dan seragam kepada pasukan Kolombia. Kebanyakan dari mereka lari pada 23 Februari lalu, ketika pemimpin oposisi Juan Guaido mencoba membawa masuk bantuan yang tertahan dari Kolombia.

Aparat Venezuela desertir itu saat ini justru mendapat bantuan kesehatan dan hukum, serta diberi kebutuhan pokok. Bahkan mereka juga lari membawa serta keluarga, yang saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai 400 orang.


Seorang bekas tentara Venezuela yang terakhir berpangkat kapten, Jean Marchena Castillo, menyatakan sebagian sejawatnya masih khawatir dengan nasib kerabat mereka yang tidak bisa kabur. Sebab, pasukan yang setia kepada Maduro dilaporkan kerap mengancam sanak saudara para serdadu yang membelot.


Di sisi lain, Castillo mengatakan sejumlah rekannya yang memilih kabur dari dinas juga khawatir dengan nasib keluarga masing-masing. Sebab, mereka menjadi tulang punggung untuk menghidupi keluarga.

Menurut perwakilan oposisi Venezuela di Kolombia, Humberto Calderon Berti, mereka saat ini bekerja sama dengan pemerintah setempat memberikan pelatihan supaya para desertir itu bisa bertahan hidup dan tidak menjadi pengangguran yang malah membebani negara lain.

Sedangkan politikus pro Maduro, Diosdado Cabello, menuduh aparat Venezuela yang desersi sudah disogok. Namun, tuduhan itu dibantah para aparat yang membelot.

Sekitar tiga juta warga Venezuela memilih lari dari negara itu karena krisis berkepanjangan. Sepertiganya mengungsi ke Kolombia.

Meski sejumlah aparatnya membelot, sejumlah pejabat serta petinggi militer dan kepolisian menyatakan masih setia terhadap Maduro. Mereka adalah mantan menteri luar negeri yang kini menjadi Wakil Presiden Delcy Rodriguez, Menteri Penerangan Jorge Rodriguez, dan Menteri Pertahanan Jenderal Vladimir Padrino Lopez.

Mereka dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat karena dugaan korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Maduro menuduh Guaido adalah antek Amerika Serikat yang hendak menggulingkan pemerintahannya.

Krisis ekonomi yang berlanjut menjadi krisis politik melanda Venezuela sejak 2013. Saat ini krisis diperburuk dengan jaringan listrik yang padam berhari-hari, sehingga memicu kelangkaan air. 




Credit  cnnindonesia.com





Oposisi Rebut Pos Diplomatik Venezuela di AS


Oposisi Rebut Pos Diplomatik Venezuela di AS
Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido. (Reuters/Andres Martinez Casares)



Jakarta, CB -- Kelompok oposisi Venezuela mengambil alih tiga aset diplomatik di Amerika Serikat. Ini adalah bentuk krisis politik yang berlanjut antara Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan Ketua Majelis Nasional, Juan Guaido.

Seperti dilansir AFP, Rabu (20/3), tiga bangunan pos diplomatik Venezuela yang diambil alih kelompok oposisi adalah dua fasilitas militer di Washington dan sebuah konsulat setinggi enam lantai di New York, tidak jauh dari Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Duta Besar Venezuela yang pro oposisi, Carlos Vecchio, menyatakan langkah itu diambil untuk melindunginya dari kekuasaan Maduro.

"Pejabat rezim Nicolas Maduro secara tidak sah menduduki konsulat ini. Mereka tidak punya status hukum di sini," kata diplomat pro Guaido, Gustavo Marcano.


Gedung konsulat Venezuela saat ini tidak berfungsi dan tidak ada kegiatan. Namun, di dalam gedung itu terdapat sejumlah benda-benda seni dan lukisan mendiang mantan presiden Hugo Chavez serta peta Venezuela.

Di satu ruangan terdapat tumpukan paspor, beberapa lemari, dan kaos-kaos yang masih tergantung. Sedangkan sejumlah perangkat elektronik seperti komputer sudah raib. Tidak diketahui diapa yang membawanya.

Pemerintah Venezuela mengecam pengambilalihan pos diplomatik mereka di AS oleh kelompok oposisi. Mereka mengancam memberlakukan hal yang sama terhadap AS.

"Ini adalah pelanggaran serius pemerintah AS terhadap perwakilan pemerintah Venezuela di luar negeri," demikian pernyataan pemerintah Venezuela melalui akun Twitter mereka.

Krisis ekonomi akibat inflasi tak terkendali sejak Maduro mengambil kendali pemerintahan sejak Hugo Chavez meninggal enam tahun silam membuat Venezuela masuk ke dalam pusaran masalah. Hal itu memicu krisis kemanusiaan hingga politik sampai saat ini.






Credit  cnnindonesia.com







Kematian pria di dalam tahan di Kashmir India picu unjuk rasa




Polisi India berusaha memblokir pendukung partai oposisi utama di Kashmir Partai Demokratik Rakyat (PDP) saat aksi unjuk rasa menentang pembatasan penjualan elpiji bersubsidi di Jammu, India, Jumat (12/10). Pemerintah India bulan lalu membatasi penjualan elpiji menjadi enam tabung gas per orang per tahunnya. (REUTERS/Mukesh Gupta )




Srinagar (CB) - Aksi-aksi unjuk rasa pecah di sejumlah bagian Kashmir yang dikuasai India pada Selasa, setelah polisi mengatakan seorang pria yang sedang diinterogasi terkait dengan penyelidikan keamanan meninggal dalam tahanan.

Protes tersebut merupakan gangguan-gangguan terbaru di salah satu kawasan yang dijaga paling ketat oleh militer di dunia.

Pria itu bernama Rizwan Asad Pandit, lulusan perguruan tinggi yang menekuni kimia dan mengajar di sekolah swasta, menurut keluarganya, telah ditahan sebagai bagian dari "investigasi kasus teror", kata seorang juru bicara polisi.

Menurut jubir itu, sebab-sebab kematiannya sedang diselidiki.

Zulkarnain Asad Pandit, saudara Rizwan, ragu bahwa investigasi akan mengungkap kebenaran.

"Kami menginginkan investigasi atas perkara itu tetapi kami tidak tahu apa-apa yang akan terjadi," katanya kepada Reuters. "Kami semua melihat investigasi-investigasi selama 20 tahun terakhir."

Para pemrotes melempar batu-batu ke arah polisi di beberapa bagian kawasan yang mayoritas berpenduduk Muslim setelah kabar mengenai kematian Rizwan. Toko-toko tutup di beberapa bagian kota utama Srinagar. Polisi menanggapi aksi-aksi itu dengan menembakkan gas air mata.

Ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir, meningkat setelah serangan bom bunuh diri dengan menggunakan mobil yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter India pada 14 Februari. India dan Pakistan mengklaim Kashmir sebagai wilayah mereka tetapi memerintahnya masing-masing sebagian.

Satu kelompok militan yang berkedudukan di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pakistan membantah keterlibatan tetapi India yang sudah lama menuding negara tetangganya itu mendukung para militan separatis memerangi pasukan keamanan di bagiannya di Kashmir.

India dan Pakistan sudah berperang tiga kali sejak tahun 1947, dua kali menyangkut wilayah Himalaya, yang terbagi itu.

Rizwan berasal dari keluarga yang mempunyai hubungan dengan Jamaat-e-Islami (JeI), kelompok politik yang menginginkan kemerdekaan Kashmir dari India. kata Zulkarnain.

Pemerintah India baru-baru ini melarang kelompok itu yang menuduhnya memiliki hubungan dengan organisasi-organisasi militan.

Pasukan keamanan telah menangkap ratusan anggota Jel sejak serangan bom 14 Februari. Kelompok tersebut membantah terkait dengan para militan.

"Dia sama sekali tak bersalah dan tak punya afiliasi dengan organisasi militan," kata Zulkarnain.

Beberapa tokoh politik terkemuka di Kashmir mengutuk kematian pria tersebut.

"Hukuman harus dijatuhkan kepada para pembunuh anak muda ini," cuit Omar Abdullah, mantan menteri besar negara itu di Twitter.





Credit  antaranews.com


Tentara Suriah Hancurkan Sarang Gerilyawan di Hama


Tentara Suriah mengambil posisi di perbukitan dekat kota Palmyra, Kamis (24/3).
Tentara Suriah mengambil posisi di perbukitan dekat kota Palmyra, Kamis (24/3).
Foto: AP
Tentara menghancurkan markas, senjata, dan perlengkapan gerilyawan.


CB, HAMA -- Satuan militer menghancurkan tempat pertemuan dan sarang gerilyawan di pinggir utara dan pinggir selatan Hama. Wartawan Kantor Berita Suriah SANA, Selasa (19/3), mengatakan militer Suriah pada Senin pagi (18/3) melancarkan pengeboman terhadap posisi gerilyawan Jabhat An-Nusrae dan kelompok yang berafiliasi kepadanya setelah melacak pergerakan mereka di pinggir Desa Al-Hwaiz, Al-Hwaija, Jisr Beit Ar-Ras, At-Twania dan Ash-Sharia di pinggir barat-laut Hama.

Wartawan itu menambahkan satuan militer menyerang gerilyawan dengan persenjataan sehingga sejumlah gerilyawan tewas dan sisanya cedera. Selain juga menghancurkan markas, senjata serta perlengkapan mereka.

Belakangan, wartawan SANA mengatakan satuan militer menghancurkan dua kendaraan milik gerilyawan Jabhat An-Nusrae di Molek di pinggir utara Hama, dan menewaskan sejumlah gerilyawan. Di pinggir selatan Idlib, wartawan SANA mengatakan satuan militer memperluas operasi terhadap sarang kelompok gerilyawan di Wadi Hwair, Khan Sheikoun dan Telmins, dengan melancarkan serangan gencar terhadap posisi gerilyawan.

Wartawan itu menambahkan kelompok gerilyawan kehilangan banyak anggota dan perlengkapan dan markas mereka dihancurkan. Militer Suriah juga menembakkan rudal ke sarang gerilyawan Jabhat An-Nusra di pinggir timur Maaret An-Nu'man di pinggir Idlib. Belakangan wartawan SANA mengatakan satuan militer menghancurkan tempat persembunyian dan tempat peluncur roket gerilyawan An-Nusra di Shahashbu di pinggir Idlib.



Credit  republika.co.id



Brazil Buka Kemungkinan Jadi Basis Rudal AS




Brazil Buka Kemungkinan Jadi Basis Rudal AS
Presiden Brazil, Jair Bolsonaro dilaporkan telah menandatangani perjanjian untuk membuka pangkalan bagi peluncuran satelit Amerika Serikat (AS). Foto/Istimewa


BRASILIA - Presiden Brazil, Jair Bolsonaro dilaporkan telah menandatangani perjanjian untuk membuka pangkalan bagi peluncuran satelit Amerika Serikat (AS). Penandatanganan ini dilakukan jelang pertemuannya dengan Presiden AS, Donald Trump di Washington.

Bolsonaro menandatangani perjanjian dengan perusahaan AS tentang pengamanan teknis untuk memungkinkan peluncuran satelit komersial dari pangkalan Alcantara di negara bagian Maranhao, Brasil utara. Alcantara adalah lokasi yang ideal, karena terletak di dekat Equator, mengurangi kebutuhan bahan bakar hingga 30 persen.

"Kita harus berterima kasih kepada Tuhan atas perubahan ideologi baru-baru ini di Brasil. Kami ingin memiliki Brasil yang hebat, sama seperti Trump ingin membuat Amerika hebat," kata Bolsonaro, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (19/3).

Namun, kesepakatan itu perlu persetujuan dari Kongres Brazil, yang memblokir perjanjian serupa oleh mantan presiden Fernando Henrique Cardoso dengan alasan bahwa negara itu akan kehilangan kedaulatan terhadap AS.

Sementara itu, terkait pertemuan dengan Trump, Bolsonaro mengatakan dia juga akan berbicara tentang kampanye bersama mereka untuk menggulingkan presiden sayap kiri Venezuela, Nicolas Maduro.

“Kita tidak bisa meninggalkan mereka sebagaimana adanya. Kita harus membebaskan bangsa Venezuela. Inilah sebabnya kami mengandalkan Amerika Serikat untuk mencapai tujuan ini," katanya.






Credit  sindonews.com



Empat orang tewas di Somalia dalam serangan udara


Empat orang tewas di Somalia dalam serangan udara

Ilustrasi. (Reuters)


Belum diketahui siapa yang bertanggung-jawab atas serangan itu. AS seringkali melancarkan serangan seperti itu di negara Tanduk Afrika tersebut



Mogadishu (CB) - Serangan udara di dekat Kotak Kecil Afgoye di Somalia telah menewaskan empat orang, kata keluarga salah seorang korban kepada Reuters pada Selasa (19/3).

Abiqadir Nur, seorang pegawai perusahaan telekomunikasi Hormuud Telecom, dan tiga orang lagi tewas sekitar pukul 01.30 GMT (10.30 WIB), saat mereka berkendaraan melalui Desa Laanta Buuro di Wilayah Lower Shabelle di bagian Barat-Daya negeri tersebut, sekitar 45 kilometer dari Ibu Kota Somalia, Mogadishu.

"Nur dan tiga orang lagi meninggal di lokasi. Saudaranya Mahad Nur menderita luka bakar total," kata sepupu Nur, Abdullahi Ali.

Belum diketahui siapa yang bertanggung-jawab atas serangan itu. AS seringkali melancarkan serangan seperti itu di negara Tanduk Afrika tersebut.

Serangan itu bertujuan mendukung Pemerintah Sentral Somalia, yang didukung PBB dan telah memerangi kelompok Ash-Shabaab selama bertahun-tahun.

Gerilyawan didesak ke luar Mogadishu pada 2011, tapi mempertahankan kehadiran yang kuat di bagian Selatan dan tengah negeri itu.

Komando AS di Afrika (AFRICOM) belum menanggapi permintaah komentar melalui surel.

Ash-Shabaab menyatakan kerabat orang yang tewas dalam serangan udara seringkali dimotivasi untuk bergabung dengan kelompok gerilyawan garis keras, yang ingin memberlakukan Hukum Syari'ah, di Somalia.





Credit antaranews.com



Situs AS Sebut Selandia Baru 'Shithole', Tolak Bantu Investigasi



Situs AS Sebut Selandia Baru \Shithole\, Tolak Bantu Investigasi
Teroris Selandia Baru, Brenton Tarrant, muncul di pengadilan. Foto/Istimewa


WELLINGTON - Polisi Selandia Baru tengah menyelidiki aktifitas tersangka pelaku teror Christchurch di dunia maya. Penyelidik meneliti keterlibatan Brenton Tarrant dalam pembicaraan sayap kanan dan aktivitas internet lainnya sejak serangan di Christchurch pada hari Jumat.

Lewat sebuah email, pihak kepolisian Selandia Baru meminta situs yang berpusat di Amerika Serikat yang memelihara email dan alamat IP yang terhubung ke sejumlah postingan tentang serangan itu. Tetapi permintaan itu disambut dengan jawaban penuh sumpah serapah.

Dalam balasan yang diposting di situs tersebut, pendirinya menggambarkan permintaan itu sebagai "lelucon" sebelum menyebut Selandia Baru sebagai "shithole" dan "negara pulau yang tidak relevan" seperti dikutip dari tvnz.co.nz, Rabu (20/3/2019).

Polisi dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi bahwa mereka telah menghubungi situs tersebut, tetapi tidak mau berkomentar lebih lanjut.

Tarrant memposting "manifesto" setebal 74 halaman secara online dan memberikan sinyal aksi penembakannya di setidaknya satu forum kontroversial yang populer di kalangan kelompok sayap kanan.

Dia juga menyiarkan langsung serangan itu, dengan Facebook mengatakan pihaknya telah menghapus 1,5 juta video dalam 24 jam karena pihak berwenang berusaha menghentikan penyebarannya.


Facebook mengatakan video asli pada layanannya, siaran langsung seorang pria bersenjata yang menembak di dalam dan sekitar masjid, ditonton kurang dari 200 kali.

Sementara salinan videonya yang diarsipkan ditonton sekitar 3.800 sebelum perusahaan itu menghapusnya, kata Facebook dalam sebuah posting blog pada hari Senin

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menulis kepada dunia internasional meminta mereka untuk menindak perusahaan media sosial yang menyiarkan serangan teroris. 


Forum Internet Global untuk Menangkal Terorisme - sebuah konsorsium perusahaan teknologi global termasuk Facebook, Google dan Twitter - mengatakan mereka berbagi "sidik jari" digital lebih dari 800 versi video yang diedit.

Awal pekan ini, seorang remaja pria berusia 18 tahun dituduh menyiarkan sebuah siaran langsung yang tidak terhubung dengan teror muncul di Pengadilan Distrik Christchurch.

Remaja itu juga dituduh memasang foto salah satu masjid yang jadi sasaran penyerangan dengan pesan "target telah didapatkan." Pihak pengadilan menolak membebaskannya dengan jaminan dan bisa menghadapi hukuman penjara 14 tahun jika terbukti bersalah.



Credit  sindonews.com




Bagaimana Aturan Kepemilikan Senjata Api di Selandia Baru?



Tentara di Kamp Militer Waiouru berlatih dengan senapan MARS-L yang baru.[stuff.co.nz]
Tentara di Kamp Militer Waiouru berlatih dengan senapan MARS-L yang baru.[stuff.co.nz]

CB, Jakarta - PM Jacinda Ardern mengatakan akan mengubah UU Kepemilikan Senjata Api Selandia Baru pasca-penembakan di Christchurch.
"Aku bisa memberitahu Kalian satu hal sekarang: undang-undang senjata kita akan berubah," kata Ardern, dikutip dari Euronews, 20 Maret 2019.
"Ada upaya untuk mengubah undang-undang kami pada 2005, 2012 dan setelah penyelidikan pada 2017. Sekarang saatnya untuk perubahan," tutur Ardern.
Undang-undang senjata api Selandia Baru belum menjadi masalah politik besar akhir-akhir ini dan sebagian besar tetap tidak berubah sejak 1992 ketika kontrol diperketat setelah pembantaian Aramoana 1990, di mana seorang pria menewaskan 13 orang dengan senapan semi-otomatis.


1. Kepemilikan Senjata di Selandia Baru
Senjata api terus menjadi bagian yang rumit dari kehidupan sipil di Selandia Baru karena diperkirakan 1,2 juta senjata api dimiliki oleh sipil, menurut Small Arms Survey pada 2017 terhadap Selandia Baru dengan populasi di bawah 5 juta.
Rasio ini membuat tingkat kepemilikan senjata per kapita Selandia Baru jauh lebih tinggi daripada tetangga mereka, Australia, yang memiliki total 3 juta senjata di suatu negara dengan populasi hampir 20 juta orang.
Angka-angka ini masih jauh di bawah tingkat kepemilikan AS di mana ada lebih dari satu senjata api yang dimiliki setiap warga sipil.
Meskipun senjata berizin yang dimiliki terus meningkat setiap tahun dengan 238.7000 pemilik terdaftar pada tahun 2017 menurut gunpolicy.org, kematian akibat senjata tetap stabil dengan tingkat tahunan sekitar satu kematian per 100.000 orang, jumlah yang masih lebih tinggi dari Italia, Portugal, Spanyol dan Jerman.

2. Memperoleh Lisensi Senjata Api
Semua pemilik senjata harus memperoleh lisensi tetapi kebanyakan senjata individu tidak harus didaftarkan, menjadikan Selandia Baru salah satu dari sedikit negara di dunia yang mengizinkan ini.
Usia legal minimal untuk memiliki senjata api adalah 16 atau 18 tahun untuk senjata semi-otomatis gaya militer (MSSA).
Siapa pun yang berusia lebih dari itu yang dianggap oleh Polisi Selandia Baru "sehat dan layak" dapat memiliki senjata tanpa mendaftar secara khusus.
Pemohon lisensi senjata api masih harus melewati pemeriksaan latar belakang yang mempertimbangkan catatan kriminal, kesehatan mental, medis, kecanduan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Setelah disetujui, lisensi dikeluarkan selama 10 tahun, tetapi dapat dicabut kapan saja jika polisi yakin orang tersebut merupakan ancaman untuk memiliki senjata api.
Pengunjung ke Selandia Baru dapat mengajukan izin selama 1 tahun dari luar negeri berdasarkan lisensi yang ada di negara tempat tinggal mereka.
Kemungkinan besar pelamar akan disetujui untuk mendapatkan lisensi. Pada 2017, dari 43.509 orang mengajukan izin senjata api, sebanyak 43.321 izin diberikan.


3. Aturan Membawa Senjata Api

Undang-undang Selandia Baru mengharuskan seseorang memiliki tujuan yang sah dan memadai untuk memegang atau membawa senjata api jenis apa pun.
Namun, tujuan membawa senpi tidak didefinisikan dalam undang-undang dan harus diambil berdasarkan kasus per kasus.
Sementara perburuan dan pengendalian hama biasanya disetujui, namun untuk perlindungan pribadi dan pertahanan diri tidak. Pun ilegal meninggalkan senjata tanpa pengawasan di dalam kendaraan dan peluru senjata api yang dibawa dalam kendaraan harus dikosongkan dari magazin.

4. Ada Celah Hukum
Polisi telah lama prihatin tentang celah dalam kepemilikan senapan semi-otomatis gaya militer (MSSA) di Selandia Baru.
Semi-otomatis gaya militer adalah cara Selandia Baru adalah senjata serbu semi-otomatis.
Karena meski senjata api MSSA didefinisikan oleh hukum, senjata dengan fitur yang sedikit berbeda tetapi fungsi yang hampir sama dapat berada di luar peraturan yang lebih ketat.
Untuk membeli dan menggunakan senapan semacam itu memerlukan pengesahan kategori E dari lisensi senjata api standar, prasyarat menjadi referensi dari klub penembakan atau alasan lain seperti pengendalian hama atau koleksi senjata.
Tetapi menurut polisi ada celah dalam hukum dari kepemilikan senjata jenis ini di tangan pemegang lisensi reguler.
Konfigurasi senjata kategori A berarti senjata api tidak sesuai dengan definisi MSSA seperti hanya memiliki strip plastik cetakan yang terhubung dengan pegangan ke penopang bahu untuk membuatnya berbeda dengan senapan kategori E.
Senapan serbu dapat diubah menjadi MSSA hanya dengan menambahkan magazin berkapasitas lebih besar.
Senjata yang dimiliki tidak terdaftar tidak dapat dihitung secara akurat, tetapi pada tahun 2017, diperkirakan ada 1.500.000 senjata api ilegal dan tidak sah di Selandia Baru, menurut gunpolicy.org.

Senjata api berbagai jenis di Selandia Baru.[stuff.co.nz]


5. Kategori Senjata Api
Dikutip dari New Zealand Herald, menurut undang-undang saat ini, orang dapat memperoleh lisensi senjata kategori A standar setelah pemeriksaan kepribadian, mengikuti tes, dan membuktikan bahwa pistol akan disimpan dengan aman.
Pemilik berlisensi dapat membeli berbagai senjata api semi-otomatis, mulai dari kaliber 0,22 hingga 0,308, dan harganya mulai dari NZ$ 1500 (Rp 14,5 juta) hingga NZ$ 7000 (Rp 68 juta).
Senapan semi-otomatis adalah senjata standar untuk musim menembak bebek, yang dimulai pada bulan Mei.

Orang dengan lisensi senjata yang menginginkan pistol atau senjata otomatis gaya militer harus mendapatkan dukungan dan kategori lisensi yang berbeda. Lisensi kategori B diperlukan untuk pistol dan pemilik harus bergabung dengan klub dan hanya bisa menembakkan pistol di klub.

Lisensi kategori C adalah untuk kolektor, yang dapat memiliki senjata tetapi tidak menembakannya, dan lisensi kategori E diperlukan untuk kepemilikan senapan otomatis gaya militer dengan magazin 30 peluru.
Di Selandia Baru pemegang lisensi senjata api terdaftar, tetapi senjatanya tidak didaftarkan. Sebagian besar negara, selain Selandia Baru, Amerika Serikat dan Kanada, mendaftarkan senjata api pemiliknya.



Credit  tempo.co



PM Selandia Baru Segera Ubah UU Kepemilikan Senjata Api




Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. Sumber: Channel NewsAsia
Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. Sumber: Channel NewsAsia

CB, Jakarta - Senin Kemarin, Perdana Menteri Jacinda Ardern berjanji akan mengumumkan perubahan UU Kepemilikan Senjata Api Selandia Baru dalam beberapa hari ke depan, pasca-penembakan di Christchurch.
"Dalam waktu 10 hari ke depan setelah aksi terorisme mengerikan ini, kami akan mengumumkan reformasi peraturan, yang saya yakini, akan membuat masyarakat kita lebih aman," kata Ardern, dikutip dari Public Radio International, 20 Maret 2019.
Menurut UU Senjata Api Selandia Baru saat ini, senjata api kategori A termasuk senjata semi-otomatis namun dibatasi hingga tujuh peluru. Namun, senjata yang dipakai pelaku penembakan masjid adalah senapan dengan magazin peluru kapasitas besar.

Sejauh ini, Ardern tidak memberikan rincian terkait UU senjata api yang baru, meski dia menyatakan mendukung larangan senjata api semi-otomatis.
"Di Selandia Baru, kepemilikan senjata adalah hak legal istimewa, namun bukan hak hukum," tutur Alexander Gillespie, profesor hukum di University of Waikato Selandia Baru.
"Jadi ini berarti perdana menteri bisa bertindak lebih cepat daripada apa yang terjadi, katakanlah, di Amerika Serikat," sambungnya.

Senjata mesin dan shootgun yang digunakan penembakan masjid di Selandia Baru di Christchurch, 15 Maret 2019. Penembakan massal pertama terjadi di masjid Masjid Al Noor di Christchurch. Social Media Website/Handout via REUTERS TV
Namun, ada lobi hukum yang kuat dari para pemburu di Selandia baru dan pendukung kepemilikan senjata api, yang mengatakan masalahnya bukan pada senjata tetapi pemiliknya, kata Gillespie.
Sementara distributor senjata api Whanganui khawatir, reaksi spontan terhadap penembakan di masjid hanya membuat polisi Selandia Baru dan orang jahat yang memiliki senjata api semi-otomatis.

Senjata yang digunakan pelaku penembakan di Christchurch adalah peluru tajam dari senapan serbu AR-15, senapan semi-otomatis yang dapat dimodifikasi untuk 30 butir amunisi dari tujuh peluru, kata Whanganui, distributor senjata api Selandia Baru yang telah menjual senjata selama 30 tahun, mengatakan kepada New Zealand Herald.





Credit  tempo.co

Kritik AS, Prancis: Klausul NATO Pasal 5, Bukan Pasal F-35




Kritik AS, Prancis: Klausul NATO Pasal 5, Bukan Pasal F-35
Pesawat jet tempur siluman F-35 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat. Foto/REUTERS


WASHINGTON - Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengatakan Eropa mengkhawatirkan komitmen jangka panjang Amerika Serikat (AS) terhadap NATO. Dia juga secara implisit mengkritik pendekatan Presiden AS Donald Trump terhadap aliansi militer tersebut.

"Apa yang dikhawatirkan orang Eropa adalah ini; apakah komitmen AS akan abadi?," kata Parly dalam sebuah acara di Washington, sebelum dia dijadwalkan untuk bertemu dengan rekannya dari Amerika, Patrick Shanahan, di Pentagon untuk membahas berbagai masalah termasuk Suriah.

Dengan Washington yang semakin fokus pada tantangan strategis dari China, Parly mengatakan tanda tanya telah muncul atas aliansi transatlantik.

"Mereka yang mengajukan pertanyaan tidak akan diyakinkan," katanya. "Dengan suasana penarikan saat ini; penarikan dari medan perang, dari perjanjian, dari pakta perdagangan," lanjut Parly yang menyindir AS atas penarikan pasukannya dari Suriah dan penarikannya dari sejumlah perjanjian internasional.

Lebih lanjut Parly menyindir prinsip solidaritas NATO. "Aliansi haruslah tanpa syarat, jika semacam itu bukanlah aliansi. Klausul solidaritas NATO bernama Pasal 5, bukan pasal F-35," imbuh Parly, mengacu pada pesawat jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin yang disarankan AS agar dibeli para sekutu NATO, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/3/2019).

Trump pada bulan November lalu mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron karena menyerukan Eropa untuk membentuk pasukan sendiri guna melindungi diri dari musuh potensial.

Macron mengatakan bahwa Eropa membutuhkan pasukan nyata untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat atas pertahanan dalam menghadapi militer Rusia yang bangkit kembali. 






Credit  sindonews.com




Meteor Sedahsyat 10 Kali Bom Hiroshima Meledak di Atmosfer




Meteor Sedahsyat 10 Kali Bom Hiroshima Meledak di Atmosfer
Ledakan meteor pada 15 Februari 2013 di atas Chelyabinsk. Pada 18 Desember 2018, meteor meledak di atas atmosfer Bumi di atas Laut Bering, Rusia, dengan kekuatan 10 kalinya bom Hiroshima. Foto/YouTube


MOSKOW - Sebuah meteor meledak di atmosfer Bumi, di atas Laut Bering, Rusia pada 18 Desember tahun lalu tanpa diketahui publik. Para ilmuwan mengungkap meteor yang meledak itu melepaskan energi 10 kalinya bom atom yang menghancurkan Hiroshima, Jepang.

Bola api itu merobek langit Semenanjung Kamchatka Rusia pada 18 Desember dan melepaskan energi yang setara dengan 173 kiloton TNT. Itu adalah ledakan udara terbesar sejak meteor lain meluncur ke atmosfer di atas Chelyabinsk, di barat daya Rusia, enam tahun lalu, dan terbesar kedua dalam 30 tahun terakhir.

Tidak seperti meteor yang meledak di atas Chelyabinsk, yang terekam CCTV, ponsel dan kamera dasbor mobil, kedatangan meteor pada Desember 2018 lalu tidak diketahui pada saat itu karena meledak di lokasi terpencil.

National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat (AS) menerima informasi tentang ledakan tersebut dari angkatan udara AS setelah satelit militer mendeteksi cahaya inframerah dari bola api pada bulan Desember.

Lindley Johnson, seorang perwira pertahanan planet di NASA, mengatakan kepada BBC, yang dikutip Selasa (19/3/2019), bahwa ledakan sebesar ini diperkirakan hanya dua atau tiga kali seabad.

Analisis badan antariksa menunjukkan bahwa meteor itu, mungkin selebar beberapa meter, melesat ke atmosfer Bumi pada kecepatan 72.000 mph dan meledak pada ketinggian 16 mil. Manajer program pengamatan objek dekat Bumi NASA, Kelly Fast, yang berbicara pada konferensi di konferensi Lunar and Planetary Science ke-50 di dekat Houston, mengatakan bahwa ledakan itu melepaskan sekitar 40 persen energi di Chelyabinsk.

Sejak peristiwa itu terungkap, para peneliti meteor telah meminta maskapai penerbangan untuk melihat bola api yang mendekati rute yang digunakan oleh maskapai komersial yang terbang antara Amerika Utara dan Asia.

Peter Brown, spesialis meteor di Western University di Kanada, melihat ledakan itu secara independen dalam pengukuran yang dilakukan oleh stasiun pemantauan global. Ledakan meninggalkan jejaknya dalam data yang direkam oleh jaringan sensor yang mendeteksi infrasonik, yang memiliki frekuensi terlalu rendah untuk didengar oleh telinga manusia. Jaringan itu didirikan untuk mendeteksi tes bom nuklir rahasia.

Peristiwa di atas Laut Bering adalah pengingat lain bahwa meskipun ada upaya untuk mengidentifikasi dan melacak batuan ruang angkasa yang bisa menimbulkan ancaman bagi Bumi, meteor yang cukup besar masih bisa muncul tanpa peringatan. NASA sedang bekerja untuk mengidentifikasi 90 persen asteroid yang mendekati Bumi pada tahun 2020, yang ukurannya lebih besar dari 140 meter. 

Pada 15 Februari 2013, meteor selebar 20 meter meledak di atas Chelyabinsk dan menerangi langit pada pagi hari. Pada puncaknya, bola api itu terbakar yang cahayanya 30 kali lebih terang daripada matahari. Kilatan cahaya itu memunculkan gelombang kejut yang membuat orang jatuh bangun dan menghancurkan jendela di ribuan apartemen. Tidak ada yang terbunuh, tetapi lebih dari 1.200 orang terluka, di mana banyak dari mereka terkena pecahan kaca. Beberapa orang menderita luka bakar pada retina mata karena menonton kilatan cahaya tersebut.

Pada tahun 1908 ledakan meteor paling kuat di zaman modern mengguncang tanah di Rusia. Batu itu meledak di atas Tunguska, sebuah daerah berpenduduk jarang di Siberia, dan meratakan sekitar 80 juta pohon di atas area seluas 770 mil persegi.


Credit sindonews.com




FAO Serukan Vietnam Berlakukan Darurat Nasional Flu Babi


Flu Babi (Ilustrasi)
Flu Babi (Ilustrasi)

Wabah virus flu babi telah menyebar ke 17 provinsi di Vietnam

CB, HANOI -- Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (19/3) menyarankan Vietnam memberlakukan wabah Flu Babi Afrika (ASF) yang menyebar dengan cepat sebagai darurat nasional. Virus tersebut pertama kali dideteksi sebulan lalu di tiga peternakan di dua provinsi di bagian utara Vietnam.

"Virus tersebut kemudian menyebar ke 17 provinsi di Vietnam Utara dengan 239 wabah yang sudah dikonfirmasi," kata FAO dalam satu pernyataan.

Daging babi menyumbang tiga perempat dari total konsumsi daging di Vietnam, yang berpenduduk 95 juta jiwa, tempat sebagian besar dari 30 juta ekor babi yang diternak dikonsumsi di dalam negeri. "Hilangnya babi karena infeksi ASF dan tindakan pengendalian mengarah kepada beban ekonomi yang berat bagi banyak keluarga di pedesaan," kata Albert T Lieberg, perwakilan FAO di Vietnam, setelah pertemuan pekan lalu dengan pihak berwenang Vietnam.

Vietnam melaksanakan pengendalian ketat gerakan babi dan produk-produk babi dan memusnahkan lebih 25 ribu ekor babi. Tetapi FAO mengatakan peternakan-peternakan kecil dengan "biosecurity" akan menimbulkan penyebaran ASF.

Penyakit itu, yang tidak bisa disembuhkan pada babi tetapi tidak berbahaya bagi manusia, juga menyebar secara cepat di China, negara tetangga Vietnam, pekan lalu. Beijing melarang impor babi, babi hutan dan produk-produk terkait dari Vietnam.



Credit  republika.co.id



Myanmar Vonis Pemimpin Rakhine 20 Tahun Penjara


Myanmar Vonis Pemimpin Rakhine 20 Tahun Penjara
Ilustrasi. (Pixabay/Succo)




Jakarta, CB -- Pengadilan Myanmar menjatuhkan vonis hukuman penjara 20 tahun terhadap pemimpin etnis di Rakhine, Aye Maung, dan penulis lokal, Wai Hin Aung, atas tuduhan makar.

"Aye Maung dan penulis Wai Hin Aung dijatuhi masing-masing hukuman 20 tahun atas tuduhan makar tingkat tinggi dan dua tahun masing-masing atas penghinaan negara," ujar pengacara Win, Aye Nu Sein, kepada AFP, Selasa (19/3).


Usai sidang, aparat langsung menenangkan ratusan pendukung Aye yang sudah menunggu di depan Pengadilan Sittwe di Rakhine.

Pendukung Aye di Rakhine memang tergolong banyak, mengingat ia adalah mantan ketua Partai Nasional Arakan yang kerap menyuarakan ketidakadilan atas etnis minoritas Rohingya.


Aye dan Wai diadili karena dituduh melontarkan pidato yang menyulut gesekan pada Januari 2018 lalu, sehari sebelum bentrokan kembali pecah di Rakhine.

Menurut laporan sejumlah media lokal, saat itu Aye mengkritik pemerintah pusat karena memperlakukan etnis minoritas di Rakhine layaknya "budak" dan menyerukan perlawanan bersenjata.


Keesokan harinya, para pengunjuk rasa di Rakhine bergerak hingga sempat menduduki salah satu gedung pemerintahan. Kepolisian kemudian melepaskan tembakan, menewaskan tujuh orang.

Selama ini, Rakhine menjadi salah satu titik panas di Myanmar, di mana etnis minoritas Muslim, terutama Rohingya, dilaporkan didera persekusi bahkan pembantaian.

Dalam operasi militer terakhir yang pecah sejak pertengahan 2017 lalu, ribuan orang dilaporkan tewas, sementara 740 ribu Rohingya membanjiri Bangladesh.




Credit  cnnindonesia.com



Jaksa Selidiki Alasan Penembakan di Utrecht


Polisi berjaga di sekitar trem yang menjadi lokasi penembakan di Utrecht, Belanda, Senin (18/3).
Polisi berjaga di sekitar trem yang menjadi lokasi penembakan di Utrecht, Belanda, Senin (18/3).
Foto: AP Photo/Peter Dejong

Pelaku penemabakan di Utrecht pernah divonis karena kepemilikan senjata pada 2014




CB, AMSTERDAM -- Jaksa Belanda pada Selasa (19/3) mengatakan mereka sedang menyelidiki kemungkinan alasan teroris dalam penembakan di satu trem di kota Utrecht. Insiden penembakan tersebut menyebabkan tiga orang terbunuh dan lima terluka.

Seorang pria kelahiran Turki yang berusia 37 tahun, Gokmen Tanis ditangkap tujuh jam setelah perburuan pada Senin (18/3) oleh pasukan keamanan dan kini masih dalam penahanan.

Jaksa mengatakan dia menjadi tersangka dalam tiga penembakan mematikan, kemungkinan dengan tujuan menyebar teror. Dua tersangka lain juga dalam penahanan, kata polisi, namun peran mereka masih belum jelas.

"Sejauh ini, latar belakang teroris sangat menjadi pertimbangan," kata jaksa dengan mengutip cara penembakan dan sepucuk surat yang ditemukan di pintu keluar-masuk kendaraan.

Tetapi masih belum jelas apakah Tanis bertindak atas nama keyakinan politik atau balas dendam pribadi. "Motif lain masih dikesampingkan", kata jaksa seperti dilansir Reuters.

Tanis mempunyai catatan dengan penegakkan hukum. Dia pernah divonis karena memiliki senjata pada 2014 dan mengutil dan perampokan awal bulan ini.

Menurut pengadilan distrik Utrecht, Tanis baru dibebaskan dari tahanan pada 1 Maret, setelah ditahan atas dakwaan melakukan pemerkosaan. 
Seharusnya dia akan disidang pada Juli untuk dakwaan pemerkosaan.

Berdasarkan hukum Belanda, Tanis harus dihadapkan ke seorang hakim sampai dengan Kamis, tetapi belum dituntut.

Tiga korban dikenali sebagai seorang perempuan berumur 19 tahun dan dua laki-laki berusia 28 dan 49 tahun, tiga lainnya berumur antara 20 hingga 74 tahun mengalami luka parah akibat tembakan.

Jaksa mengatakan sejauh ini belum menemukan hubungan antara para korban dengan tersangka bersenjata. "Sangat menyedihkan peristiwa seperti ini terjadi di dunia pada hari-hari ini," kata Rene van Nieuwenhuizen, seorang akuntan yang tinggal di Utrecht, kota yang indah berpenghuni 430 ribu. Saya tidak menyangka akan terjadi pada saya tetapi ini terjadi dan orang-orang terbunuh."

Mahmut Tanis, seorang pamannya yang tinggal di Nederland mengatakan kepada kantor berita Turki Anadolu bahwa dia meragukan motif radikal.

"Melihat keadaan keponakan saya, kemunginan dia melakukan serangan teror sangat rendah," katanya dengan menambahkan bahwa dia sudah beberapa tahun tidak bertemu dan bahwa tindakannya kemungkinan berasal dari 'urusan hati'.

Tanis sebelumnya telah ditahan, kata jaksa yang menolak memberi keterangan lebih terperinci. Belum ada pernyataan dari Tanis ataupun pengacara yang mewakilinya.





Credit  republika.co.id




Usai Teror, Warga Selandia Baru Serahkan Senjata ke Polisi


Usai Teror, Warga Selandia Baru Serahkan Senjata ke Polisi
Ilustrasi. (AP Photo/Mark Baker)




Jakarta, CB -- Sejumlah warga Selandia Baru menyerahkan senjata mereka ke kepolisian seiring dengan upaya pemerintah untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api setelah teror penembakan di dua masjid di Christchurch menewaskan 50 orang pekan lalu.

Seorang petani dari Masterton, John Hart, adalah salah satu warga yang ikut serta dalam gerakan tersebut. Pada Selasa (19/3), ia menyerahkan senapan semi-otomatisnya kepada kepolisian.

"Di ladang, senjata ini sangat berguna untuk beberapa hal, tapi hal itu tidak menepikan risiko penyalahgunaan. Kami tidak butuh senjata ini di negara ini," kata Hart melalui akun Twitter pribadinya.


Tak hanya Hart, sejumlah warga lain juga dengan penuh kesadaran diri menyerahkan senjata mereka ke kepolisian, termasuk seorang pria yang menyebut dirinya Blackstone di Twitter.

"Ini adalah salah satu keputusan termudah yang pernah saya buat. Sudah punya senjata selama 31 tahun. Saat saya menyadarinya, saya hanya bisa dengan kesadaran penuh menyerahkannya ke kepolisian untuk dihancurkan," tulisnya.

Begitu banyak warga yang menyerahkan senjata, kepolisian sampai-sampai mengimbau warga agar memberi kabar terlebih dulu sebelum datang karena mereka juga harus mempersiapkan keamanan.

"Karena peningkatan keamanan dan situasi belakangan ini, kami mengimbau warga agar menelepon terlebih dulu sebelum menyerahkan senjata," demikian pernyataan kepolisian Selandia Baru sebagaimana dikutip AFP.

Gerakan di Selandia Baru ini menuai cibiran dari sejumlah warganet, terutama yang tinggal di Amerika Serikat, di mana gagasan untuk merevisi aturan kepemilikan senjata ditentang luas.

"Apa maksudnya menyerahkan senjata pribadi kalian? Apakah kalian sadar apa yang terjadi pada masyarakat yang menyerahkan hak memiliki senjata?" tulis seorang warganet, Kaden Heaney.

Melanjutkan pernyataannya, Heaney menulis, "Orang jahat akan mengambil pistol, pisau, bom, atau apa pun yang mereka mau untuk membunuh tak peduli apa yang terjadi pada orang baik. Siapa yang akan melindungi kalian?"


Sementara perdebatan ini bergulir di jagad maya, Perdana Menteri Jacinda Ardern tetap menekankan bahwa jajaran pemerintahannya akan memperketat aturan kepemilikan senjata.

"Sebagai kabinet, kami jelas bersatu dan sangat jelas, serangan teror di Christchurch pada Jumat lalu adalah aksi terorisme terburuk di tanah kami," ucap Ardern.

"Faktanya, ini juga salah satu yang terburuk secara global belakangan ini. Ini menunjukkan serangkaian kekurangan dalam aturan senjata di Selandia Baru."

Perdebatan mengenai aturan ini mencuat setelah pelaku penembakan di Christchurch, Brenton Tarrant, dilaporkan menggunakan senjata semi-otomatis saat melepaskan tembakan membabi buta di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood pekan lalu.



Credit  cnnindonesia.com




Wapres AS Kunjungi Zona Bencana Nebraska



Wapres AS Kunjungi Zona Bencana Nebraska
Wapres AS Kunjungi Zona Bencana Nebraska. (Reuters).


MISSOURI - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence berkunjung ke lokasi banjir Nebraska yang menewaskan empat orang dan merugikan ratusan juta dolar.

Laporan media termasuk CNN menyatakan sebanyak 74 wilayah dari total 93 daerah di Nebraska mendeklarasikan keadaaan darurat sejak kemarin. “Ini jelas bencana paling luas yang kita alami dalam sejarah negara bagian kita,” papar Gubernur Nebraska Pete Ricketts, dilansir Reuters.

“Ricketts akan bersama Pence saat dia memantau kerusakan akibat banjir,” tweet juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders. Menurut Sanders, Pence melakukan kunjungan itu atas permintaan Presiden AS Donald Trump. 

Pakar meteorologi Pusat Prediksi Cuaca, Badan Cuaca Nasional, Bob Oravec menjelaskan banjir itu diperparah oleh mencairnya salju dari hujan lebat pekan lalu dan suhu yang lebih panas. “Sebagian besar salju di Nebraska sekarang mencair, menambah ketinggian air di sungai Dakota Utara dan Selatan. Di sana ada salju dengan ketebalan hingga 20 inchi dan telah mencair,” kata dia.

Sungai Missouri yang terpanjang di Amerika Utara meluap hingga mengakibatkan banjir di Nebraska antara Omaha dan Kansas City di jalur negara bagian Missouri. Sungai diperkirakan mencapai ketinggian 14,5 meter pada Selasa (19/3), memecahkan rekor sebelumnya pada 2011.

Satu orang hilang pada Senin (18/3), menambah empat orang yang dilaporkan tewas, termasuk satu orang di Iowa yang diselamatkan dari banjir tapi kemudian meninggal dunia akibat lukanya.

Pejabat negara bagian menyatakan 290 orang diselamatkan oleh Patroli Negara Bagian Nebraska, pasukan Garda Nasional dan tim search and rescue (SAR).

“Kerusakan di sektor peternakan diperkirakan mencapai USD400 juta, dan dampak pada pertanian belum dapat ditentukan,” ungkap Steve Wellman, direktur Departemen Pertanian Nebraska.



Credit  sindonews.com






Raja Salman Ucapakan Duka Cita atas Banjir Bandang di Papua


Raja Salman Ucapakan Duka Cita atas Banjir Bandang di Papua
Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyampaikan ucapan belasungkawa terkait musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Sentani. Foto/Reuters

RIYADH - Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Salman bin Abdulaziz Al Saud dilaporkan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, terkait musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Kami telah menerima kabar musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Papua, dan dampak yang ditimbulkan oleh musibah tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," kata Raja Salman melalui sebuah surat kepada Jokowi, seperti dilansir Saudi Press Agency pada Selasa (19/3).

"Dengan ini, Kami ingin menyampaikan ucapan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada Yang Mulia Presiden dan segenap keluarga korban tragedi tersebut, atas nama bangsa dan pemerintah Saudi, seraya memohon kepada Allah SWT semoga senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada para korban meninggal dunia, memberikan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan, memberikan kesembuhan dengan segera kepada para korban luka, serta menjaga bangsa dan negara Indonesia dari segala hal buruk dan bencana. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan doa," sambungnya.

Selain Raja Salman, ucapan duka cita juga disampaikan oleh Putera Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman (MBS). Di mana, MBS mengatakan telah menerima kabar musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Papua, dan dampak yang ditimbulkan oleh musibah tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Dengan ini, saya ingin menyampaikan ucapan belasungkawa yang teramat dalam, kepada Presiden dan segenap keluarga korban, seraya memohon kepada Allah SWT semoga senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada para korban meninggal dunia, serta kesembuhan bagi para korban luka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan doa," ungkapnya.

Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) menuturkan total korban jiwa akibat banjir badang itu berjumlah 89 orang. BNPB menyebut 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan tujuh korban meninggal akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura 




Credit  sindonews.com




Raja Salman Luncurkan Proyek Hiburan Senilai Rp327,3 Triliun di Saudi


Raja Salman Luncurkan Proyek Hiburan Senilai Rp327,3 Triliun di Saudi
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi didampingi Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan sejumlah proyek hiburan di Riyadh. Foto/SPA

RIYADH - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi meluncurkan sejumlah proyek hiburan di Riyadh senilai USD23 miliar atau lebih dari Rp327,3 triliun. Stasiun televisi pemerintah Saudi melaporkan peluncuran sejumlah proyek itu pada hari Selasa, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (20/3/2019).

Proyek-proyek tersebut termasuk taman, jalur olahraga, dan pusat seni.

Saudi membangun King Salman Park yang akan menjadi taman kota terbesar di dunia yang luasnya lebih dari 13 kilometer persegi (13 kali ukuran Gardens by the Bay di Singapura, 5 kali ukuran Hyde Park di London, 4 kali ukuran Central Park di New York).

Proyek taman terbesar di dunia itu bertujuan untuk meningkatkan pangsa ruang hijau per kapita di Riyadh sebanyak 16 kali, di mana lebih dari 7,5 juta pohon akan ditanam di seluruh kota Riyadh.

Pusat seni yang sedang dibangun diatur untuk menampung lembaga-lembaga budaya dan artistik seperti museum, teater, dan galeri. Harapannya bisa mengubah Riyadh menjadi "pameran terbuka" yang menampung karya 1.000 seniman lokal dan internasional.

Ada tujuh museum berbeda yang akan dibangun. Di antaranya, Museum Penerbangan, Museum Astronomi dan Luar Angkasa, Museum Sains, Museum Hutan, Museum Realitas Virtual, Museum Arsitektur, dan Event Square seluas 40.000 meter persegi.

Sedangkan jalur olahraga yang dibangun akan menghubungkan kota dari timur ke barat, membentang sejauh 135 kilometer, dan akan mencakup jalur bersepeda dan menunggang kuda. Selain itu juga dibangun jalur jogging serta pusat olahraga dan budaya.

Proyek-proyek itu masih menjadi bagian dari Kingdom’s Vision 2030 (Visi Kerajaan 2030) dan diharapkan menghasilkan 70.000 pekerjaan baru bagi warga di berbagai sektor.

Proyek-proyek hiburan tersebut akan memberikan peluang investasi bagi investor di dalam dan di luar Kerajaan Saudi dengan total investasi senilai USD13,3 miliar, termasuk proyek perumahan, perhotelan, perusahaan, pendidikan, rekreasi dan komersial. 


Proyek diatur untuk memulai tahap implementasi selama paruh kedua 2019.


Credit  sindonews.com