Jumat, 15 Maret 2019

Ribuan Orang Keracunan Gas, Mahathir Enggan Sebut Bencana


Pencemaran Sungai (ilustrasi)
Pencemaran Sungai (ilustrasi)
Foto: Koran Nusantara

Pencemaran zat kimia di sungai wilayah Pasir Gudang membuat ribuan orang keracunan.




CB, JOHOR BARU -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan, bahwa insiden Pasir Gudang tidak perlu dinyatakan sebagai daerah bencana. Mahathir segera memerintahkan berbagai pihak untuk evakuasi.

Menurut Mahathir, situasinya belum mencapai tingkat yang memerlukan tindakan seperti halnya sebagai daerah bencana. "Rakyat harus memiliki kepercayaan pada pemerintah bahwa kami menangani masalah ini sebaik kemampuan kami," ujar Mahatir seperti dilansir The Star, Jumat (15/3).

Mahathir mengatakan, pencemaran gas yang menyebabkan dampak buruk bagi warga, merupakan insiden pertama kali di negara yang dipimpinnya. Mahathir juga sempat berkunjung ke daerah yang terimbas gas beracun dan mengunjungi korban di rumah sakit.

Lebih dari 100 sekolah di Malaysia ditutup akibat pembuangan limbah ke sungai yang menyebabkan ratusan orang, mayoritas anak-anak, jatuh sakit. Mereka mengalami gejala seperti keracunan.

Pekan lalu sebuah truk diyakini telah membuang limbah ke sungai di Negara Bagian Johor. Limbah itu mengirimkan asap berbahaya ke seluruh daerah tersebut.

Mereka yang menghirup asap itu menunjukkan gejala keracunan seperti mual dan muntah. Lebih dari 500 orang, kebanyakan dari mereka adalah murid sekolah, telah menjadi korban. Sebanyak 160 orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

Belum diketahui jenis gas beracun apa yang telah dilepaskan dari limbah tersebut. Awal pekan ini, otoritas Malaysia telah menangkap tiga tersangka pembuangan limbah. Pasir Gudang merupakan sebuah kawasan industri di negara tersebut.



Credit  republika.co.id



2.775 Orang Terdampak Gas Beracun di Malaysia


Beberapa bayi memperoleh penanganan medis setelah terpapar gas beracun / Ilustrasi
Beberapa bayi memperoleh penanganan medis setelah terpapar gas beracun / Ilustrasi
Foto: Mohammed Badra/EPA-EFE

Mereka terdampak gas beracun yang berasal dari Sungai Kim Kim.




CB, KUALA LUMPUR -- Sebanyak 2.775 orang terdampak gas limbah beracun di Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Mereka terdampak gas beracun yang berasal dari Sungai Kim Kim.

Ketua Komite Kesehatan, Lingkungan, dan Pertanian Johor, Sahruddin Jamal mengatakan, para korban yang terdampak tersebut menjalani perawatan medis di tempat terpisah. Sebanyak 1.906 orang menjalani perawatan medis di Pasir Gudang, dan 869 orang lainnya dirawat di rumah sakit serta klinik di Johor Baru.

Dilaporkan The Star, Jumat (15/3), Jamal mengatakan dari 1.906 kasus di Pasir Gudang, sebanyak 1.483 korban ditempatkan di pangkalan medis Dewan Taman Pasir Putih. Sementara 224 orang dipindahkan ke Rumah Sakit Sultan Ismail (HSI).

Selain itu, 423 korban lainnya ditempatkan di pangkalan medis Dewan Taman Mawar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 korban telah dipindahkan ke HSI. Jamal mengklarifikasi bahwa 869 korban di Johor Baru langsung menjalani perawatan medis ke klinik dan rumah sakit setempat.

Namun Komite Manajemen Bantuan Bencana menutup pangkalan medis Dewan Taman Pasir Putih dan Dewan Taman Mawar sekitar pukul 19:30 waktu setempat. Semua pasien dan operasi instansi pemerintah terkait telah dipindahkan ke Stadion Indoor Dewan Kota Pasir Gudang (MPPG), yang memiliki lebih banyak ruang.

Jamal mengatakan, selain menutup 111 sekolah, pemerintah juga menutup taman kanak-kanak dan prasekolah di daerah yang terkena dampak. Berdasarkan data dari Departemen Pengembangan Masyarakat Johor, 94 taman kanak-kanak dan prasekolah di Pasir Gudang, Tebrau dan Tenggara telah ditutup.

Pekan lalu sebuah truk diyakini telah membuang limbah ke sungai di Negara Bagian Johor. Limbah itu mengirimkan asap berbahaya ke seluruh daerah tersebut.

Mereka yang menghirup asap itu menunjukkan gejala keracunan seperti mual dan muntah. Lebih dari 500 orang, kebanyakan dari mereka adalah murid sekolah, telah menjadi korban. Sebanyak 160 di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

Belum diketahui jenis gas beracun apa yang telah dilepaskan dari limbah tersebut. Awal pekan ini, otoritas Malaysia telah menangkap tiga tersangka pembuangan limbah.







Credit  republika.co.id






Buku baru: mantan pemimpin Taliban hidup di depan mata AS


Buku baru: mantan pemimpin Taliban hidup di depan mata AS

Mullah Mohammad Omar (Reuters)




Kabul (CB) - Satu buku biografi mantan pemimpin Taliban, yang bermata satu, Mullah Omar, menyebutkan ia tinggal di dekat satu pangkalan AS selama bertahun-tahun, bukan di Pakistan seperti yang telah dikatakan para pejabat Amerika.

Buku itu mengungkapkan kegagalan Barat untuk melacak dia. Tapi seorang juru bicara presiden Afghanistan menggambarkan pernyataan tersebut sebagai "khayalan".

Di dalam bukunya, "Op Noek Naar De Vijand (Mencari Seorang Musuh)", wartawati Belanda Bette Dam mengatakan Mullah Omar tak pernah tinggal di negara tetangga Afghanistan, Pakistan.

Milisi Taliban, yang dipimpin Mullah Omar, menguasai Afghanistan dari 1996 sampai 2001, dan telah melancarkan perlawanan anti-pemerintah sejak itu.

Mullah Omar, yang melimpahkan kemimpinan Taliban sejak 2001, tampaknya telah bertindak lebih sebagai pemimpin spiritual, kata buku tersebut, sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Dan gerakan garis keras itu merahasiakan kematiannya pada 2013 selama dua tahun.

Ia dicari di Amerika Serikat karena menyediakan tempat bersembunyi buat pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden, yang disebut-sebut menjadi otak serangan 11/9 di Amerika Serikat dan bersembunyi di Pakistan. Washington telah menjanjikan imbalan 10 juta dolar AS untuk pemberi keterangan mengenai keberadaan Osama.

Pasukan AS bahkan menggeledah tempat tinggalnya dalam satu kejadian, tapi gagal menemukan tempat persembunyian Omar, kata Dam kepada Reuters.

"Buku tersebut menggaris-bawahi kegagalan dinas intelijen Barat pada saat para pejabat AS dan Taliban mengadakan pembicaraan perdamaian guna mengakhiri perang 17-tahun di Afghanistan," kata wartawati itu.

Kedutaan besar AS di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, belum menanggapi permintaan untuk memberi komentar. Amerika Serikat telah menghentikan Dana Dukungan Koalisi buat Pakiatan akibat "kegagalannya" untuk melakukan tindakan tegas terhadap anggota Taliban Afghanistan yang beroperasi dari wilayah Pakistan.

Haroon Chakhansuri, Juru Bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, "dengan tegas membantah" buku tersebut dan mengatakan itu adalah "pernyataan khayalan" bahwa Omar berada di Afghanistan.

"Kami memiliki cukup bukti yang memperlihatkan ia (Omar) menetap dan meninggal di Pakistan ...," kata Chakhansuri di akun Twitter.

Amrullah Saleh, mantan kepala dinas intelijen Afghanistan dan calon dalam pemilihan presiden mendatang, juga menolak buku itu.

"Apa yang disebut laporan investigasi dan menyatakan Mullah Omar tinggal dan meninggal di Afghanistan tak lebih dari sepotong propaganda manipulatif," katanya di akun Twitter.

Pada Juli 2015, Taliban secara resmi mengkonfirmasi Mullah Omar telah meninggal dua tahun sebelumnya.

Putra paling tua Mullah Omar, Mohammad Yaqoob, mengatakan di dalam rekaman audio pada September 2015 bahwa ayahnya telah menderita hepatitis C dan meninggal di Afghanistan.

Dam sebelumnya telah menerbitkan buku mengenai Afghanistan dan menjadi pengajar tamu mengenai Afghanistan di Sciences Po di Paris.



Credit  antaranews.com




Membela Diri, Pasukan AS Bunuh 5 Tentara Afghanistan



Membela Diri, Pasukan AS Bunuh 5 Tentara Afghanistan
Pasukan AS melancarkan dua serangan udara mempertahankan diri di dekat titik pemeriksaan Tentara Nasional Afghanistan setelah dihujani tembakan. Foto/Ilustrasi/Istimewa


KABUL - Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan dua serangan udara "mempertahankan diri" di dekat titik pemeriksaan Tentara Nasional Afghanistan di provinsi Uruzgan pada hari Rabu. Demikian pernyataan juru bicara koalisi.

Pemerintah Afghanistan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa lima tentara Afghanistan tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam serangan itu - jumlah yang diterima koalisi, kata seorang pejabat.

Para pejabat AS dan koalisi mengatakan bahwa serangan itu diluncurkan pada Rabu pagi waktu setempat setelah konvoi AS-Afghanistan dihujani tembakan oleh pasukan bersahabat yang ditempatkan di dekat titik pemeriksaan. Tidak ada pasukan AS yang terbunuh dalam insiden itu.

"AS melancarkan serangan udara presisi di dekat titik pemeriksaan Tentara Nasional Afghanistan pada hari Rabu setelah pasukan Afghanistan dan AS dihujani tembakan dan meminta dukungan udara," menurut Letnan Ubon Mendie, juru bicara pasukan AS yang berbasis di Afghanistan seperti dikutip dari CNN, Kamis (14/3/2019).

"Serangan itu dilakukan setelah pasukan Afghanistan dan AS dihujani senjata granat dan roket kecil yang efektif dan mendorong dukungan udara untuk pertahanan diri," katanya dalam sebuah pernyataan kepada CNN.

Konvoi itu mencoba mengomunikasikan bahwa itu adalah kelompok yang bersahabat ketika mendekati titik pemeriksaan tetapi tidak mampu menjelaskan situasinya, kata para pejabat AS dan koalisi.

Pasukan reaksi cepat Afghanistan pada awalnya dipanggil untuk membantu tetapi aksi penembakan terus berlanjut. Pada akhirnya, pasukan AS menyerukan serangan udara yang menargetkan daerah dekat titik pemeriksaan tempat mereka percaya penembakan berasal.

"Kami beroperasi di lingkungan yang kompleks di mana pejuang musuh tidak mengenakan seragam dan menggunakan kendaraan militer curian untuk menyerang pasukan pemerintah," kata Mendie.

Sementara insiden itu saat ini sedang diselidiki, seorang pejabat koalisi mengatakan teori awal pada saat ini adalah bahwa tentara Afghanistan tidak menyadari bahwa mereka menembaki konvoi yang bersahabat. 





Credit  sindonews.com


Rombongan Taliban diserang pasukan AU Afghanistan


Rombongan Taliban diserang pasukan AU Afghanistan

Pasukan keamanan Afganistan membawa peti jenazah rekannya setelah ia tewas dalam perang dengan Taliban, di sebuah rumah sakit di provinsi Takhar, Afganistan, Kamis (12/7/2018). (REUTERS/Stringer)




Kabul (CB) - Tujuh petempur Taliban tewas ketika rombongan kendaraan mereka menjadi sasaran serangan pasukan Angkutan Udara Afghanistan di Provinsi Kunduz, Afghanistan Utara.

Kol. Mohammad Hanif Rezayee, Juru Bicara Korps Militer Shaheen 209, mengatakan kepada koresponden Kantor Berita Afghanistan, Bakhtar --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam, rombongan Taliban telah menjadi sasaran serangan di sekitar Kabupaten Khan Abad di provinsi Kunduz. Dalam peristiwa itu, tujuh anggota Taliban, termasuk pemimpinnya --Mullah Alawuddin, tewas.

Mullah Alawuddin adalah salah seorang komandan penting Taliban di Kabupaten Khan Abad, yang memiliki peran aktif dalam kebanyakan kegiatan teror yang menghancurkan di kabupaten tersebut.

Dalam peristiwa terpisah, sebanyak 74 orang yang diduga melakukan bermacam perbuatan pidana ditangkap oleh polisi nasional Afghanistan dalam tiga pekan belakangan ini di Provinsi Balkh, Afghanistan Utara.

Menurut laporan Kantor Berita Bakhtar, Mohammad Asef Azad, Manager Badan Kontra-Narkotika di Kantor Kepala Polisi Balkh, dalam satu taklimat mengatakan sepanjang tahun ini 74 orang yang diduga melakukan berbagai perbuatan kriminal ditangkap di berbagai wilayah di Provinsi Balkh.

Semua orang itu ditangkap dengan dakwaan perampokan, pembunuhan, penyelundupan narkotika dan penyelundupan manusia, tambah Azad.



Credit  antaranews.com




Digempur Tiga Hari, Ribuan Militan ISIS di Suriah Menyerah


Digempur Tiga Hari, Ribuan Militan ISIS di Suriah Menyerah
Ilustrasi pasukan koalisi Amerika Serikat-Kurdi saat bertempur dengan militan ISIS. (REUTERS/Rodi Said)



Jakarta, CB -- Gempuran bertubi-tubi dari pasukan koalisi Amerika Serikat dan Kurdi (SDF) terhadap basis terakhir kelompok ISIS di Desa Baghouz, Deir al Zour, Suriah digelar siang malam selama tiga hari berturut-turut. Alhasil, ribuan militan memilih menyerah.

Seperti dilansir CNN, Kamis (14/3), juru bicara SDF, Mustafa Bali menyatakan serangan itu digelar sejak Selasa lalu. Militan ISIS yang memilih menyerah saat ini mencapai sekitar 3000 orang.

Bali menyatakan prajuritnya juga berhasil menyelamatkan seorang perempuan suku Yazidi dan empat anak-anak.

Serangan beruntun itu digelar dengan mengerahkan pasukan infantri, artileri, dan melalui udara. Namun, SDF enggan merinci berapa jumlah militan ISIS yang masih bertahan di Desa Baghouz.


Pertempuran terjadi dengan sengit antara pasukan SDF dan militan ISIS. Kelompok ISIS lantas mencoba membalikkan keadaan dengan serangan bom bunuh diri, tetapi berhasil dicegah.

Bali mengklaim mereka berhasil menghancurkan dua gudang senjata, dan menewaskan 38 militan ISIS. Menurut dia perkembangan operasi militer untuk menaklukkan ISIS lebih cepat dari perkiraan mereka selama ini.

Ketika sedang berjaya, ISIS menguasai wilayah di lembah Sungai Eufrat antara Suriah dan Irak. Kemudian, mereka perlahan-lahan diserang dari kedua negara itu dan berangsur-angsur mundur lantaran terdesak.

Sebelum operasi militer untuk mengalahkan ISIS digelar sejak Februari, SDF memperkirakan ada sekitar 1500 warga sipil dan 500 militan ISIS yang tersisa. Namun, nampaknya prediksi itu nampaknya meleset karena jumlah sebenarnya jauh lebih besar.




Credit  cnnindonesia.com


Interpol Keluarkan Red Notice untuk Tersangka Pembunuh Khashoggi



Interpol Keluarkan Red Notice untuk Tersangka Pembunuh Khashoggi
Interpol mengeluarkan red notice untuk para tersangka pembunuh Jamal Khashoggi. Foto/Istimewa

ANKARA - Organisasi kepolisian kriminal internasional, Interpol, telah mengeluarkan red notice untuk mencari dan menahan sementara 20 tersangka pembunuh jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Demikian laporan televisi Turki, NTV.

"Red Notice dikeluarkan pada 1 Maret atas permintaan Kantor Kejaksaan Istanbul," kutip Sputnik dari media Turki, Jumat (15/3/2019).

Jamal Khashoggi bekerja sebagai kolumnis untuk surat kabar The Washington Post. Ia adalah kritikus vokal terhadap kebijakan Arab Saudi. Khashoggi dilaporkan hilang pada 2 Oktober setelah ia masuk Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Riyadh pada awalnya menyangkal mengetahui keberadaan wartawan itu, tetapi kemudian mengakui bahwa Khashoggi telah dibunuh dengan suntikan narkoba dan tubuhnya telah dipotong-potong serta dibawa keluar dari konsulat. Pada akhirnya, otoritas Saudi telah mendakwa 11 orang dengan pembunuhan Khashoggi.

Menurut Kantor Kejaksaan Istanbul, pembunuhan Khashoggi telah direncanakan sebelumnya. Turki mendesak Arab Saudi untuk mengekstradisi para pelaku kejahatan, serta memberikan informasi tentang lokasi jasad Khashoggi.





Credit  sindonews.com



Rusia: Rencana Uji Coba Rudal Jadi Bukti AS yang Hancurkan INF


Rusia: Rencana Uji Coba Rudal Jadi Bukti AS yang Hancurkan INF
Rusia mengatakan rencana Washington untuk menguji rudal yang dilarang oleh Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah adalah kelanjutan logis dari sikapnya. Foto/Istimewa

MOSKOW - Rusia mengatakan rencana Washington untuk menguji rudal yang dilarang oleh Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) adalah kelanjutan logis" dari sikapnya. Moskow menyebut, ini juga membuktikan bahwa bukan Rusia, tapi AS yang sejatinya merusak perjanjian itu.

"Kami sangat tidak setuju dengan kecaman terhadap kami yang menyatakan bahwa kami tidak menepati janji kami tentang Perjanjian INF," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov seperti dilansir Tass pada Kamis (14/3).

"Sebaliknya, kami menunjukkan kepada semua, menggunakan argumen dan bukti, bahwa Justru AS yang menjadi sumber pembongkaran dokumen ini karena faktanya mereka yang melanggar. AS menggunakan sistem yang "secara de facto" melanggar ketentuan dasar Perjanjian INF," sambungnya.

Peskov kemudian mengatakan, bukan Rusia yang memasukkan anggaran penelitan dan pengembangan rudal yang dilarang oleh INF, tetapi AS.

"Tentu saja, implementasi penelitan dan pengembangan biasanya tidak mungkin tanpa uji coba. Itulah sebabnya, ini (rencana pengujian rudal) adalah kelanjutan logis dari situasi ini," ungkapnya.

Sebelumnya diwartakan, AS dilaporkan sedang bersiap untuk menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat dengan jangkauan sekitar 1.000 km (620 mil) pada Agustus mendatang.

"Kami akan menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat pada bulan Agustus," kata seorang pejabat senior Pentagon, yang menolak disebutkan namanya dan menambahkan Jika uji coba itu berhasil, maka rudal tersebut bisa dikerahkan dalam waktu sekitar 18 bulan. 



Credit  sindonews.com


Boeing Setop Pengiriman 737 MAX


Boeing Setop Pengiriman 737 MAX
Boeing setop pengiriman jet 737 MAX. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)



Jakarta, CB -- Boeing tengah menghadapi krisis terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Buntut insiden mematikan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, Boeing menyetop pengiriman jet 737 MAX-nya kepada maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Dihentikannya pengiriman pesawat ini dilakukan berdasarkan perintah dari Badan Aviasi Federal Amerika Serikat.

Jet 737 MAX telah dilarang beroperasi di sejumlah negara, termasuk AS. Pelarangan muncul pasca-insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) lalu, yang menjadi tragedi kedua dalam kurun waktu lima bulan terakhir.

Lima bulan sebelumnya, Lion Air, dengan jenis pesawat yang sama, terjun bebas di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Insiden itu menewaskan 189 penumpang dan awak yang ada di dalamnya.

Kendati demikian, penyetopan pengiriman ini tak serta merta membuat Boeing berhenti memproduksi 737 MAX.

"Kami terus memproduksi 737 MAX sambil menilai bagaimana situasi, termasuk kendala kapasitas potensial, dan dampaknya pada sistem produksi kami," ujar Juru Bicara Boeing, Chax Bikers, melansir Reuters.

Boeing juga berencana untuk menaikkan tingkat produksi. Produsen pesawat terbesar di dunia itu menargetkan sebanyak 52 pesawat dihasilkan dan rampung setiap bulannya. 



Credit  cnnindonesia.com


Pilot AS Sudah Keluhkan 737 MAX 8 Kerap Menukik Mendadak


Pilot AS Sudah Keluhkan 737 MAX 8 Kerap Menukik Mendadak
Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max 8. (REUTERS/Jason Redmond)



Jakarta, CB -- Setidaknya empat pilot Amerika Serikat tercatat mengeluhkan soal kendala teknis yang dialami pesawat Boeing tipe 737 MAX 8. Masalah yang dialami adalah burung besi itu selalu mendadak menukik ketika hendak mencapai ketinggian jelajah, mirip seperti kondisi yang terjadi dalam kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Air.

Seperti dilansir AFP, Kamis (14/3), laporan seperti itu tercatat muncul pada November 2018, tiga pekan selepas kecelakaan Lion Air JT610. Pilot yang identitasnya dirahasiakan itu menyatakan hidung pesawat mendadak menukik selama dua hingga tiga detik setelah mode autopilot diaktifkan tak berapa lama selepas lepas landas.

"Pilot segera mematikan autopilot dan menarik kemudi pesawat hingga posisi hidung pesawat kembali naik. Kondisi itu tidak terjadi lagi hingga akhir penerbangan," demikian catatan yang tercantum dalam Sistem Laporan Keselamatan Penerbangan yang dikelola NASA.


Selepas terbang, lanjut laporan itu, pilot dan ko-pilot lantas melakukan evaluasi. Namun, mereka tetap tidak mengerti mengapa pesawat itu bisa tiba-tiba menukik.

Dalam bulan yang sama, pilot lainnya mencoba metode berbeda untuk menghindari kejadian serupa. Dia mencoba mengaktifkan mode autopilot lebih awal ketika lepas landas. Akan tetapi, pesawat itu tetap menukik dan sensor peringatan langsung menyalak.

"Saya segera mematikan autopilot dan pesawat kembali menanjak. Setelah evaluasi, kami tidak menemukan kegagalan setelan," demikian isi laporan itu.

"Karena ada kecenderungan pesawat MAX 8 tiba-tiba menukik, kami pikir layak untuk menjadi perhatian," lanjut isi laporan itu.

Diduga hal itu ada kaitannya dengan sistem Sensor Sudut Jelajah (Angle of Attack) yang terhubung dengan sensor Sistem Stabilisasi Pesawat (MCAS) 737 MAX 8.

Kesimpulan awal ada kegagalan fungsi pada kedua sistem itu mengakibatkan kecelakaan maut dalam penerbangan Lion Air JT610. Termasuk dugaan yang sama dalam insiden Ethiopian Airlines ET302.

Penerbangan Ethiopian Airlines ET302 jatuh di sebuah tanah kosong di dekat Desa Tulu Fara, Kota Bishoffu, tak lama setelah lepas landas dari ibu kota Addis Ababa. Sebanyak 157 penumpang dan awak yang ada di dalamnya dilaporkan tewas.

Sedangkan penerbangan Lion Air JT610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Oktober 2018 lalu. Sebanyak 189 penumpang dan awak juga meninggal.

Insiden itu membuat gelombang larangan terbang terhadap 737 MAX 8 di seluruh dunia. Tercatat ada 50 negara melarang operasional pesawat itu, ditambah sejumlah maskapai. 



Credit  cnnindonesia.com


Rusia Larang Boeing 737 Max Lewati Wilayah Udaranya



Rusia Larang Boeing 737 Max Lewati Wilayah Udaranya
Pengumuman Moskow datang dua hari setelah maskapai Rusia, S7 mengatakan mereka akan menangguhkan pengoperasian jet Boeing 737 Max 8 milik mereka. Foto/Reuters


MOSKOW - Aksi boikot dan larangan terbang terhadap pesawat Boeing 737 Max kian hari kian meluas, pasca kecelakaan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu. Terbaru, Rusia melarang pesawat tersebut melintasi wilayah udara mereka.

"Rusia telah menjadi yang terbaru dalam serangkaian negara yang secara sementara melarang Boeing 737 Max 8," kata Badan Transportasi Udara Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (14/3).

Pengumuman Badan Transportasi Udara Rusia ini sendiri datang dua hari setelah maskapai Rusia, S7 mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan pengoperasian jet Boeing 737 Max 8 milik mereka.

Sementara itu, sebelumnya Amerika Serikat (AS) akhirnya bergabung dengan sejumlah negara yang melarang pesawat Boeing 737 MAX 8 dan 9 beroperasi. Hal itu terjadi setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah darurat untuk mengandangkan semua pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9.

"Kami akan mengeluarkan perintah darurat larangan untuk mendaratkan semua penerbangan dari 737 Max 8 dan 737 Max 9 serta pesawat yang terkait. FAA siap untuk membuat pengumuman yang sangat singkat mengenai informasi baru dan bukti fisik yang telah kami terima dari situs, dan dari lokasi lain serta melalui beberapa keluhan lainnya," kata Trump, merujuk pada Administrasi Penerbangan Federal AS, FAA. 





Credit  sindonews.com


Parlemen Inggris Minta Perpanjangan Waktu Brexit


Parlemen Inggris Minta Perpanjangan Waktu Brexit
Foto/Ilustrasi/Istimewa

LONDON - Anggota parlemen Inggris memilih untuk meminta perpanjangan batas waktu Brexit. Keputusan itu diambil lewat serangkaian pemungutan suara yang dramatis.

Sebanyak 412 anggota parlemen Inggris memilih resolusi tersebut, berbanding 202. Resolusi ini mengarahkan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk meminta kepada pemimpin Uni Eropa waktu lebih banyak untuk memecahkan masalah yang telah menjadi kekacauan politik berkepanjangan.

May membutuhkan dukungan dari 27 anggota parlemen untuk menyetujui perpanjang batas waktu hingga 29 Maret seperti dikutip dari NBC News, Jumat (15/3/2019).

Anggota parlemen Inggris secara sempit juga memberikan suara menentang sebuah amandemen yang secara efektif akan memungkinkan anggota parlemen mengendalikan proses Brexit untuk mencoba menemukan alternatif dari kesepakatan May.

Anggota parlemen juga menolak amandemen yang membuka jalan untuk referendum kedua - setidaknya untuk saat ini - dengan 334 suara melawan 85.

Namun, banyak yang mendukung referendum kedua abstain karena mereka tahu akan kalah, dan mereka yakin akan mendapatkan peluang yang lebih baik dalam waktu dekat.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan ia telah mengimbau negara-negara Eropa untuk terbuka pada perpanjangan waktu yang panjang jika perlu.

Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum Juni 2016, tetapi politisi belum bisa menyepakati bagaimana proses yang kompleks harus bekerja.

Kecuali jika ada semacam intervensi, Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret dengan atau tanpa kesepakatan. Skenario yang terakhir - dijuluki "no-deal Brexit" - menurut sebagian besar ahli dan kritikus, akan menjadi tindakan merugikan diri sendiri secara ekonomi. 


Jadi pada jam ke-11, dengan sisa waktu dua minggu, anggota parlemen Inggris berusaha keras untuk mencegah apa yang dilihat banyak orang sebagai bencana yang mengancam.

May sebelumnya telah membuat kesepakatan dengan Uni Eropa, tetapi telah ditolak dua kali oleh Parlemen.

Dengan "no-deal Brexit" meningkat sebagai posisi default, anggota parlemen pada hari Kamis menginstruksikan May untuk kembali ke pejabat Uni Eropa dan berusaha mendapatkan perpanjangan pada tenggat waktu guna memberi mereka lebih banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.

May kemungkinan besar akan melakukan upaya ketiga untuk mendorong kesepakatan yang tidak populer pada minggu depan, di hadapan apa yang tampaknya menjadi krisis Uni Eropa. KTT dijadwalkan untuk Kamis dan Jumat.



Credit  sindonews.com



Irlandia: EU berpeluang tawarkan penundaan 21 bulan Brexit


Irlandia: EU berpeluang tawarkan penundaan 21 bulan Brexit

Anti-Brexit demonstrators protest outside the Houses of Parliament, in Westminster, London, Britain, February 14, 2019. REUTERS/Henry Nicholls (REUTERS/HENRY NICHOLLS)




Dublin (CB) - Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney mengatakan pada Kamis, Uni Eropa (EU) kemungkinan akan menawarkan pada Inggris untuk melakukan penundaan keluar dari blok hingga 21 bulan.

Ia menilai penundaan itu mungkin akan bisa mengarah pada "pemikiran ulang yang mendasar" akan kebijakan Inggris mengenai persoalan tersebut.

"Bila Anda memiliki perpanjangan yang lama akan artikel 50, yang terbuka untuk perdebatan yang lebih luas akan pendekatan menyeluruh yang diambil oleh Inggris untuk melakukan Brexit. Mungkin ini akan menjadi fasilitas untuk pemikiran ulang yang mendasar. Walau bisa juga tidak, kami belum tahu," kata Coveney dalam wawancara dengan radio RTE

"Apabila ada perpanjangan, misalnya 21 bulan hingga akhir 2020, periode apa pun, Inggris akan memiliki hak resmi untuk memiliki perwakilan di Parlemen Eropa," dan ikut ambil bagian dalam pemilihan EU.




Credit  antaranews.com


Vietnam Kecewa Warganya Masih Terbelit Kasus Kim Jong-nam


Vietnam Kecewa Warganya Masih Terbelit Kasus Kim Jong-nam
Terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam asal Vietnam, Doan Thi Huong. (REUTERS/Lai Seng Sin)




Jakarta, CB -- Pemerintah Vietnam menyatakan kecewa terhadap Malaysia karena menolak permohonan supaya membebaskan salah satu warga mereka, Doan Thi Huong, dari ancaman hukuman mati. Doan adalah terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, yang merupakan kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

"Kami sangat menyesalkan pengadilan tinggi Malaysia tidak membebaskan warga negara Vietnam, Doan Thi Huong, secepatnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Thi Thu Hang, dalam jumpa pers seperti dikutip Reuters, Kamis (14/3).

Jaksa yang pemimpin penyelidikan kasus Kim Jong-nam, Muhammad Iskandar Ahmad, mengatakan proses persidangan atas Doan akan tetap dilanjutkan karena pengadilan menolak permintaan Vietnam untuk membebaskan warganya tersebut.

Ketika putusan itu dibacakan, Doan menangis mengingat tersangka asal Indonesia, Siti Aisyah, dibebaskan pada Senin (11/3) karena jaksa penuntut umum mencabut seluruh tuntutan.


"Saya tidak marah karena Siti dibebaskan. Hanya Tuhan yang tahu bahwa kami tidak melakukan pembunuhan itu. Saya ingin keluarga saya berdoa untuk saya," tutur Doan kepada para wartawan.

Le Thi menyatakan sudah berulang kali meminta supaya Malaysia membebaskan Doan. Dia dan Siti didakwa terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam dengan mengusapkan zat saraf beracun VX, pada 2017 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

"Vietnam sudah mengangkat kasus ini dalam setiap kesempatan dengan Malaysia, dan kami juga sudah meminta supaya Malaysia menggelar persidangan yang adil," ujar Le Thi.

Hakim pada Pengadilan Tinggi Shah Alam, Azmi Ariffin, mengatakan bahwa fisik dan mental Doan belum belum begitu baik untuk mengikuti sidang yang dijadwalkan digelar pada hari ini. Sidangnya akan dilanjutkan pada 1 April mendatang.

Seusai sidang, Duta Besar Vietnam untuk Malaysia, Le Quy Quynh, mengatakan kepada AFP bahwa, "Saya sangat kecewa pengadilan tidak membebaskan Doan. Kami akan meminta Malaysia agar adil dan membebaskan dia secepat mungkin."

Keluarga Doan meminta perempuan itu tak hilang harapan setelah permohonan pembebasannya ditolak Malaysia.

"Tolong bersabar. Pemerintah Vietnam akan mendukung pembebasanmu," ujar ayah sang tersangka, Doan Van Thanh, saat ditemui AFP di rumahnya di utara Vietnam.



Credit  cnnindonesia.com


Malaysia tolak permintaan Vietnam atas pembebasan Doan Thi Huong


Malaysia tolak permintaan Vietnam atas pembebasan Doan Thi Huong
Warga Vietnam Doan Thi Huong, yang diadili atas pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, tiba di Pengadilan Tinggi Shah Alam di pinggiran kota Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (11/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lai Seng Sin/cfo




Jakarta (CB) - Jaksa Agung Malaysia pada Kamis menolak permintaan Vietnam untuk membebaskan warganya, Doan Thi Huong,  yang dituduh membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam.

Pengadilan akan melanjutkan sidang pada 1 April mendatang.

Permintaan Vietnam menyusul pembebasan pada Senin, atas permintaan Indonesia, terhadap Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang bersama warga Vietnam tersebut dikenai tuduhan.  


Huong dan Siti Aisyah dituduh membunuh Kim dengan mengusapkan racun VX ke wajah pria itu di bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017. VX merupakan senjata kimia yang dilarang.

"Kami keberatan bahwa penuntutan umum tidak bertindak secara adil terhadap Doan Thi Huong," ungkap pengacaranya, Hisyam Teh, yang meminta penangguhan dengan alasan bahwa kliennya sedang sakit.

Teh mengatakan kepada pengadilan bahwa penolakan permintaan Vietnam tersebut "jahat" dan merupakan kasus diskriminasi. Jaksa agung dianggap lebih memilih satu salah satu pihak saja, sejak pengadilan memerintahkan keduanya untuk mengajukan pembelaan mereka.

Menteri Kehakiman dan Luar Negeri Vietnam sedang berkomunikasi dengan mitra mereka dari Malaysia untuk menjamin pembebasan kliennya, kata Teh.

Setelah putusan itu, Huong terlihat terisak saat berbicara dengan pejabat kedutaan Vietnam, sebelum akhirnya dibawa pergi oleh polisi.

Jaksa membuat kejutan pada Senin dengan meminta pengadilan untuk membatalkan dakwaan terhadap Siti Aisyah dan membebaskan perempuan tersebut. Kedutaan Indonesia membawanya pulang ke Jakarta pada hari yang sama.

Persidangan memperlihatkan CCTV dua wanita yang diduga menyerang Kim Jong Nam saat kakak tiri Kim Jong Un itu bersiap menjalani pemeriksaan sebelum terbang.

Para pengacara menyatakan bahwa kedua perempuan itu merupakan orang-orang suruhan dalam pembunuhan yang dirancang agen Korea Utara. Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur dirusak dengan coretan, hanya beberapa jam sebelum persidangan dilanjutkan.

Interpol mengeluarkan permintaan penangkapan atas empat warga Korea Utara, yang diidentifikasi sebagai tersangka oleh kepolisian Malaysia. Keempatnya meninggalkan Malaysia beberapa jam setelah pembunuhan terjadi.

Sebelum dibunuh, Kim Jong Nam tinggal di pengasingan di Macau selama beberapa tahun. Ia meninggalkan tanah airnya setelah  Kim Jong Un menjadi pemimpin Korea Utara pada 2011 setelah kepergian ayah mereka.

Sejumlah anggota parlemen Korea Selatan menuduh rezim Korea Utara sebagai otak dibalik pembunuhn Kim Jong Nam, yang mengkritik pemerintahan dinasti keluarganya. Tuduhan  itu dibantah oleh Pyongyang.







Credit  antaranews.com





Kamis, 14 Maret 2019

Pasukan India dan Pakistan Jual Beli Tembakan di Kashmir



Pasukan India dan Pakistan Jual Beli Tembakan di Kashmir
Pasukan India dan Pakistan terlibat baku tembak sengit di Jalur Kontrol (LoC), Kashmir. Foto/Ilustrasi


SRINAGAR - Pasukan India dan Pakistan kembali terlibat baku tembak sengit. Keduanya saling menargetkan posisi masing-masing di Jalur Kontrol (LoC), yang membagi wilayah Kashmir, kata para pejabat.

Kedua belah pihak terlibat baku tembak di distrik Poonch, sekitar 180 km barat daya Srinagar, Ibu Kota musim panas Kashmir yang dikuasai India.

"Pakistan hari ini kembali melepaskan tembakan tanpa sasaran yang menargetkan pos-pos terdepan pada pukul 10:00 waktu setempat di daerah Khari Karmara, sektor Gulpur," kata seorang pejabat. 

"Pihak kita juga memberikan balasan yang sesuai kepada pihak lain sebagai tanggapan," imbuhnya seperti dilansir dari Xinhua, Kamis (14/3/2019).

Baku tembak berlangsung selama beberapa jam dan kedua belah pihak menggunakan senjata kecil serta mortir untuk menargetkan posisi masing-masing.

Menurut para pejabat, sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam pertempuran di kedua belah pihak.

Para pejabat mengatakan dua peluru, ditembakkan dari seberang LoC, mendarat di dekat pusat perdagangan di daerah Chakan da Bagh di Poonch, tetapi ledakan peluru itu tidak menyebabkan kerusakan.

Selama dua minggu terakhir, baku tembak kerap terjadi di LoC Kashmir. Aksi penembakan yang berlangsung setiap hari ini telah memaksa penduduk di kedua sisi untuk bermigrasi ke lokasi yang lebih aman.

Ketegangan terbaru antara New Delhi dan Islamabad tumbuh setelah India melakukan serangan udara di dalam Pakistan, memicu aksi balasan. Situasi ini telah menurun sampai batas tertentu setelah seruan untuk menahan diri dari beberapa negara.






Credit  sindonews.com






India Uji Coba Sistem Rudal Baru Dekat Perbatasan Pakistan



India Uji Coba Sistem Rudal Baru Dekat Perbatasan Pakistan
Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dilaporkan telah melakukan uji coba sistem rudal Pinaka di wilayah dekat dengan perbatasan Pakistan. Foto/Istimewa


NEW DELHI - Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dilaporkan telah melakukan uji coba sistem rudal Pinaka, di wilayah Pokharan di negara bagian Rajasthan, dekat dengan perbatasan Pakistan.

Senjata yang baru dikembangkan dan diuji ini dapat menghancurkan wilayah seluas 900 meter persegi pada jarak 20 hingga 90 kilometer. Sistem rudal Pinaka dapat menembakkan 12 roket dalam waktu 44 detik.

"Sistem senjata memengaruhi sasaran yang dituju dengan presisi tinggi dan mencapai akurasi yang diinginkan di semua misi. Sistem Telemetri melacak dan memantau kendaraan melalui jalur penerbangan. Semua tujuan misi telah dipenuhi," kata Kementerian Pertahanan India, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (13/3).

Sistem Pinaka ditenagai oleh motor berbahan bakar padat dan dapat dilengkapi dengan tiga hulu ledak, bahan peledak tinggi pra-terfragmentasi (PFHE), atau pembakar, atau hulu ledak ledak berkekuatan tinggi (RHE). Stabilisasi penerbangan disediakan oleh enam sirip sisi-lipatan-delta yang terpotong menuju bagian belakang roket.

Sistem Pinaka secara bertahap akan menggantikan SMERCH Rusia, yang dapat meratakan area seluas 1,1 kilometer persegi.

Dipercayai, meskipun tidak secara terbuka, bahwa sistem Pinaka mungkin telah dikembangkan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir pada kisaran kecil. Waktu reaksi yang cepat dan laju tembakan yang tinggi memberikan keunggulan bagi tentara selama situasi konflik.

Menurut DRDO, kemampuan sistem untuk menggabungkan beberapa jenis hulu ledak membuatnya mematikan bagi musuh, karena bahkan dapat menghancurkan struktur padat mereka dan bunker yang tersebar di area seluas 900 meter persegi. 





Credit  sindonews.com



Waspada, Jumat Besok Ada Badai Matahari ke Arah Bumi



Memprediksi Badai Matahari dalam 24 Jam
Memprediksi Badai Matahari dalam 24 Jam

CB, Jakarta - Lembaga layanan cuaca Inggris Met Office memberikan peringatan bahwa besok Jumat, 15 Maret 2019, akan terjadi ledakan besar sinar kosmik dari Matahari menuju Bumi. Badai Matahari itu dapat melumpuhkan GPS, sinyal ponsel dan TV digital, seperti dilansir laman express, Rabu, 13 Maret 2019.

Fenomena tersebut merupakan hasil dari lubang berbentuk ngarai di atmosfer atas Matahari. Celah panjang dan sempit di atmosfer Matahari, yang dikenal sebagai lubang koronal, melepaskan rentetan sinar kosmik. Pakar peramalan cuaca luar angkasa memperkirakan badai matahari akan mencapai Bumi.
Laman web Space Weather menyatakan bahwa lubang akan berbentuk ngarai di atmosfer Matahari menghadap Bumi, dan itu memuntahkan aliran angin matahari ke arah Bumi. Fenomena yang juga disebut badai geomagnetik minor G1 tidak berbahaya.
Sebagian besar, medan magnet Bumi melindungi manusia dari rentetan radiasi, tapi badai Matahari dapat mempengaruhi teknologi berbasis satelit. Angin Matahari dapat memanaskan atmosfer luar Bumi, yang menyebabkannya mengembang.
Ini juga dapat mempengaruhi satelit di orbit, berpotensi menyebabkan kurangnya navigasi GPS, sinyal ponsel, dan TV satelit. Selain itu, gelombang partikel dapat menyebabkan arus tinggi di magnetosfer, yang dapat menyebabkan arus lebih tinggi dari listrik normal di saluran listrik, mengakibatkan transformator listrik dan pembangkit listrik meledak dan kehilangan daya.

Jumlah radiasi yang lebih tinggi juga membuat orang rentan terhadap kanker. Met Office telah memperingatkan bahwa masyarakat akan menghadapi badai Matahari yang monumental di masa depan, yang dapat menghancurkan teknologi Inggris dan merugikan Inggris hampir £ 16 miliar setara Rp 304 triliun.
Inggris tidak cukup siap untuk badai matahari yang kuat, Met Office juga memperingatkan hal itu kepada para menteri. Peramal cuaca percaya bahwa Inggris tidak memiliki infrastruktur yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi peristiwa semacam itu.
"Kami menemukan bahwa dalam 100 tahun, tanpa kemampuan peramalan cuaca luar angkasa, Inggris bisa kehilangan produk domestik bruto £ 15,9 miliar (Rp 302,1 triliun)," ujar seorang peneliti dari Met Office.
"Dengan satelit yang ada, kemampuan perkiraan akan menurun di tahun-tahun mendatang, jadi jika tidak ada investasi lebih lanjut, infrastruktur penting akan menjadi lebih rentan terhadap cuaca luar angkasa".





Credit  tempo.co




Mengenal Bom Tsar Rusia: Raja Bom Nuklir Dunia, 3.000 Kalinya Bom Hiroshima


Mengenal Bom Tsar Rusia: Raja Bom Nuklir Dunia, 3.000 Kalinya Bom Hiroshima
Bom Tsar atau Raja Bom, bom nuklir terbesar di dunia yang dimiliki Rusia. Foto/The National Interest

MOSKOW - Runtuhnya Perjanjian Intermediate Nuclear Forces (INF) antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia, membuat Tsar Bomba (Bom Tsar) jadi sorotan media. Senjata itu dianggap sebagai rajanya bom nuklir di dunia yang kekuatannya 50 megaton atau 3.000 kalinya dari bom nuklir yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima, Jepang, saat Perang Dunia II.

Perjanjian INF 1987 runtuh setelah AS menarik diri dari perjanjian tersebut secara bertahap hingga enam bulan ke depan. Washington menuduh Moskow melanggar perjanjian pencegah perang nuklir itu. Rusia, di bawah pemerintah Presiden Vladimir Putin, merespons serupa dengan menarik diri dari Perjanjian INF. Moskow membantah melanggar perjanjian dan menuduh balik Washington sebagai pelanggarnya.

The National Interest, majalah militer yang berbasis di AS, dalam artikel online-nya 11 Maret mengulas bom mengerikan yang dimiliki rezim Rusia itu. Dalam radius hingga 50 mil jauhnya, siapa pun yang terkena kilatan senjata nuklir ini akan menerima luka bakar tingkat tiga. Singkatnya, hulu ledak Bom Tsar akan benar-benar menghancurkan seluruh area metropilitan seluas Los Angeles.

Mayor Andrei Durnovtsev, seorang pilot angkatan udara Soviet dan komandan pesawat pembom Tu-95 Bear, memiliki kehormatan dalam sejarah Perang Dingin. Dia pernah menerbangkan pesawat yang menjatuhkan bom berdaya ledak 50 megaton tersebut dalam uji coba.

Selama bertahun-tahun, sejarawan mengidentifikasi banyak nama untuk tes Bom Tsar. Andrei Sakharov, salah satu fisikawan yang membantu mendesainnya, hanya menyebutnya "the Big Bomb (Bom Besar)". Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev menyebutnya "Kuzka's Mother", sebuah rujukan ke pepatah Rusia kuno yang berarti Anda akan mengajari seseorang dengan keras, pelajaran yang tak terlupakan.

Badan Intelijen Pusat atau CIA Amerika Serikat menjulukinya tes "Joe 111". Tapi nama yang lebih populer lahir dari kebanggaan Rusia dan sangat mengagumi semuanya, yakni Tsar Bomba atau Raja Bom.

"Sejauh yang saya tahu istilah itu tidak muncul sampai setelah berakhirnya Perang Dingin," kata Alex Wellerstein, seorang sejarawan di Stevens Institute of Technology yang juga seorang blogger, kepada War Is Boring. "Sebelum itu hanya disebut bom 50 megaton atau 100 megaton."

"Saya pikir kami membuat lebih banyak Tsar Bomba hari ini daripada kapan pun selain periode langsung di mana ia diuji," ujarnya.

"Orang Amerika suka menunjukkannya sebagai contoh betapa gilanya Perang Dingin, dan betapa gilanya orang-orang Rusia itu," ujar Wellerstein. "Rusia tampaknya bangga karenanya." 


Pada 30 Oktober 1961, Durnovtsev dan krunya lepas landas dari lapangan terbang di Semenanjung Kola dan menuju ke area uji coba nuklir Soviet di atas Lingkaran Arktik di Teluk Mityushikha, yang terletak di kepulauan Novaya Zemlya.

Ilmuwan proyek uji coba itu melukis pesawat pembom Bear dan pesawat pengejarnya, Tu-16 Badger, berwarna putih untuk membatasi kerusakan akibat panas dari pulsa termal bom. Setidaknya itulah yang para ilmuwan harapkan dari cat itu.

Bom itu juga memiliki parasut untuk memperlambat kejatuhannya. Tujuannya adalah memberi kesempatan bagi kedua pesawat untuk terbang sekitar 30 mil dari titik nol sebelum bom nuklir itu meledak. Ini sekaligus memberi Durnovtsev dan kawan-kawan kesempatan untuk melarikan diri.

Ketika pesawat mencapai tujuan mereka di ketinggian 34.000 kaki yang telah ditentukan, ia memerintahkan bom dijatuhkan. Parit terbuka, dan bom mulai turun tiga menit ke ketinggian ledakan dua setengah mil di atas bumi.

Kemudian bom mengerikan itu meledak. Bola api selebar lima mil membumbung tinggi di langit seperti pesawat pembom Bear. Gelombang kejut bom itu menyebabkan pesawat Bear turun lebih dari setengah mil di ketinggian sebelum Durnovtsev mendapatkan kembali kendali atas pesawatnya.

Ledakan itu memecahkan jendela lebih dari 500 mil jauhnya. Saksi mata melihat kilatan menembus awan tebal lebih dari 600 mil dari lokasi ledakan.

Awan jamurnya mendidih ke atmosfer sampai 45 mil di atas tanah nol, yang pada dasarnya di batas bawah. Bagian atas awan jamur menyebar hingga lebarnya 60 mil. Denyut panas nuklir itu membakar cat kedua pesawat.

Daya ledak itu pun masih kecil dibandingkan dengan rencana asli Soviet kala itu.

Para perancang awalnya berniat Bom Tsar memiliki daya ledak 100 megaton. Mereka menggunakan konfigurasi bahan bakar kering Teller-Ulam lithium tiga tahap, mirip dengan perangkat termonuklir yang pertama kali ditunjukkan oleh Amerika Serikat selama tembakan Castle Bravo.

Kekhawatiran tentang kejatuhannya mendorong para ilmuwan Rusia untuk menggunakan perusak timbal yang menurunkan daya ledaknya hingga setengah dari kemampuan aslinya. Yang cukup menarik, Bom Tsar adalah salah satu senjata nuklir "terbersih" yang pernah diledakkan, karena desain bomnya menghilangkan 97 persen dari kemungkinan kejatuhan.


Bahkan ukurannya pun mengerikan. Panjangnya 26 kaki, berdiameter sekitar tujuh kaki dan beratnya lebih dari 60.000 pound, ukuran yang begitu besar sehingga tidak bisa muat di dalam teluk bom dari pesawat pembom Bear yang dimodifikasi untuk menjatuhkannya.

Bom Tsar yang begitu besar diragukan apakah itu bisa menjadi senjata praktis yang dikirimkan oleh pesawat pembom Soviet.

Karena jarak dari Uni Soviet ke Amerika, pemindahan tangki bahan bakar pesawat untuk mengakomodasi bom—dikombinasikan dengan bobotnya yang tipis—berarti bahwa pesawat pembom Bear tidak akan memiliki bahan bakar yang cukup untuk misi bahkan dengan pengisian bahan bakar di udara.

Namun, CIA menyelidiki apakah Soviet berencana untuk menempatkan hulu ledak serupa pada rudal balistik antarbenua super kuat yang akan menargetkan kota-kota Amerika.

Alasannya adalah akurasi. Atau lebih tepatnya, kekurangannya. Karena keunggulan nuklir aliansi NATO, AS dapat menempatkan pesawat pembom dan rudal balistik jarak menengah yang cukup dekat dengan target Soviet di Eropa Timur.

Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, AS menempatkan rudal balistik jarak menengah seperti Thor di Inggris dan Turki, dan rudal Honest John dan Matador di Jerman Barat.

Jarak penerbangan yang lebih pendek untuk rudal-rudal itu berarti mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk mengirimkan hulu ledak nuklir mereka secara efektif tepat sasaran.

Senjata nuklir Rusia harus melakukan perjalanan lebih jauh, sehingga ada lebih banyak peluang untuk kehilangan tandanya. Tetapi untuk hulu ledak 100 megaton itu cukup dekat.

Pada tahun 1963, Khrushchev mengatakan Uni Soviet memiliki bom berkekuatan 100 megaton yang dikerahkannya ke Jerman Timur. Tetapi klaim perdana menteri itu diragukan kebenarannya oleh sejarawan.

Sedangkan Sakharov, yang karena pengalamannya membangun dan menguji Bom Tsar mengubah hidupnya, mendorong dirinya sendiri untuk meninggalkan penelitian senjata.

Dia menjadi kritikus blak-blakan terhadap upaya Soviet untuk menciptakan sistem pertahanan rudal anti-balistik. Dia kemudian menjadi advokat untuk hak-hak sipil di Uni Soviet dan banyak pembangkang politik yang dianiaya yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1975.



Credit  sindonews.com



Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang



Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang
Seni rendering dari Joint Strike Missile (JSM) dan pesawat jet tempur F-35. Foto/Kongsberg


TOKYO - Perusahaan Norwegia, Kongsberg Defense & Aerospace, telah menandatangani kontrak dengan Jepang untuk memasok Joint Strike Missiles (JSM) untuk armada jet tempur siluman F-35 Lightning II negara tersebut.

"Ini adalah tonggak utama untuk program JSM, memasuki fase produksi," kata Eirik Lie, presiden Kongsberg Defense & Aerospace. "Perusahaan sangat bangga telah dipilih oleh Jepang untuk menyediakan JSM bagi Armada F-35 mereka," lanjut dia, dikutip Defense News, Kamis (14/3/2019).

Baik Kongsberg maupun Jepang tidak mengungkapkan nilai dolar atau jumlah rudal yang tercakup dalam kontrak. Namun, dokumen anggaran Jepang menunjukkan negara itu mengalokasikan 7,3 miliar yen (USD 65,6 juta) untuk akuisisi rudal untuk tahun fiskal mendatang, yang dimulai 31 Maret.

JSM hanya direncanakan untuk berintegrasi pada F-35A. Hasil pengamatan sebelumnya mengonfirmasi bahwa dua JSM dapat masuk ke dalam rongga senjata internal F-35A. Namun, F-35B dirancang hanya dapat membawa rudal di stasiun senjata eksternal.

Jepang berencana untuk mengakuisisi 157 unit jet tempur F-35, termasuk 42 unit F-35B. Negara Asia Timur akan memiliki skuadron F-35A pertamanya akhir tahun ini. Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang saat ini melatih kader penerbangan dan kru darat, serta mengambil pengiriman pesawat.

Menurut Kongsberg, JSM adalah satu-satunya rudal jarak jauh yang dapat digunakan melawan target kapal dan target di darat dan juga dilakukan secara internal di F-35.

Perusahaan tersebut mengatakan JSM menambahkan fitur kemampuan serangan darat standoff seperti kemampuan observasi yang rendah, kelincahan dan fleksibilitas. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 mil laut.

Selain Jepang, Australia juga ingin memperoleh JSM untuk jet-jet tempur F-35-nya sendiri. Niat Australia untuk mengakuisisi misil JSM sudah muncul sejak 2015. 






Credit  sindonews.com